BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN HASIL

dokumen-dokumen yang mirip
Bab 2. Landasan Teori

Total 202 orang 100 %

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN


BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menjadi sampel dalam penelitian mengenai pengaruh harga, kualitas produk, citra merek

PENGARUH PERSEPSI SEKURITI, PERSEPSI PRIVASI, PERSEPSI INTEGRITAS, PERSEPSI KOMPETENSI TERHADAP KEPERCAYAAN PELANGGAN DALAM BELANJA ONLINE

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung. Dalam penelitian ini seluruh

DAFTAR ISI. halaman ABSTRAK... iv KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR... xii DAFTAR LAMPIRAN...

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Jumlah Item

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kranggan Kabupaten Temanggung, dengan populasi penelitian sebanyak 219

DAFTAR ISI. hal i ii iii iv v vi ix xi xii

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN. A. Orientasi Kancah dan Persiapan Penelitian

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Penyebaran dan Penerimaan Kuesioner. Data yang digunakan untuk mengukur pengaruh persepsi Wajib Pajak atas

APLIKASI TEORI PERILAKU BERALASAN PADA KONSUMEN PRODUK HAND SANITIZER

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN

PEMBINAAN MENTAL TERHADAP PESILAT PUTRA PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE RANTING KEBONAGUNG TAHUN 2015 SKRIPSI

BAB III METODE PENELITIAN. sampel tertentu, teknik pengambilan sampel biasanya dilakukan dengan cara random,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Diagram Alir Berikut ini merupakan diagram alur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada bagian ini akan dijabarkan mengenai gambaran umum subjek, hasil

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Karakteristik responden digunakan untuk menggambarkan keadaan atau

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VII SMPN 3 Tegineneng pada

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. instrumen yang telah valid dan reliabel yaitu instrumen supervisi akademik

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB 4 ANALISIS PENELITIAN Profil Partisipan Pada pengambilan data di lapangan, peneliti memperoleh partisipan

HUBUNGAN ANTARA SELF ESTEEM DENGAN PERILAKU MENCONTEK PADA SISWA KELAS IV DAN V SD NEGERI BADRAN NO. 123 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Indriantoro (2009) populasi adalah sekelompok orang, kejadian, atau

BAB III METODE PENELITIAN

Bab IV Analisis dan Pembahasan

BAB 4 ANALISIS HASIL. Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Psikologi Binus

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1.Objek Penelitian Variabel dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel independen yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. Variabel penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah:

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. responden disetiap rangkap kuesioner yang terdiri dari :

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk dalam penelitian sebagai berikut. dan analisis menggunakan statistik.

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN. A. Orientasi Kancah dan Persiapan. Yogyakarta angkatan 2015 yang berjenis kelamin laki-laki dan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Data Distribusi Frekuensi Motivasi Intrinsik

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

: Didi Hariawan NPM : Dosen Pembimbing : Sariyati, SE., MM

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan.

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 29

BAB III METODE PENELITIAN. jawaban responden yang pada dasarnya merupakan data kualitatif, maka untuk


BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk menguji apakah motivasi,

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Cabang Pekalongan yang berjumlah nasabah. Dengan

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Maret mewakili sebagai pusat kegiatan universitas. Pengumpulan data kuesioner

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian kuantitatif melalui analisis regresi linier berganda. Menurut. menguji hipotesis yang akan ditetapkan.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi kasus di kawasan usaha agroindustri terpadu

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. responden yang terdiri atas lima Kantor Akuntan Publik dan 4 Universitas Negeri dan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Surakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan responden (sampel)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis Risiko Bencana-... (Akhmad Ganang H.)

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini yaitu mahasiswa pada program studi Akuntansi terakreditasi A

III. METODE PENELITIAN. Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Akuntansi sejumlah 66 siswa di SMK Yadika 4 berusia tahun. Jumlah

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. pembayaran pajak kendaraan bermotor di lima samsat yang ada di DIY

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 17 Kota Jambi, kelas VII yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PEMBAHASAN. suatu sebaran dikatakan tidak normal apabila p<0,05.

III. METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMPN 2 Bandar Lampung. pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014.

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan penelitian untuk mendapatkan data data yang akurat

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Pada Rumah Makan Ayam Bakar Kia-Kila

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

METODE PENELITIAN. SMA Persada Bandar Lampung pada semester ganjil Tahun Ajaran 2012/2013

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. variabel yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan. Variabel dalam

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen dengan populasi penelitian yaitu

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian yang ilmiah pula, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Objek adalah lokasi atau bisa saja produk yang digunakan untuk

Transkripsi:

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN HASIL 4.1 Deskripsi Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di wilayah UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung. Kecamatan Ngadirejo terletak 20 km ke arah barat laut dari pusat kota Temanggung. Pada tahun 2012 di Kecamatan Ngadirejo terdapat 67 guru yang memenuhi syarat menjadi kepala sekolah, seperti tampak pada Tabel 4.1 berikut. Padai Tabel 4.1, terlihat bahwa wilayah UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Ngadirejo mempunyai 4 gugus, 25 SD dan 67 guru yang menjadi subjek penelitian. Dari 67 guru tersebut terdiri dari 15 lakilaki dan 52 perempuan. Ada salah satu SD yang terdiri dari enam orang dinyatakan gugur karena selama penulis melaksanakan penelitian ke SD tersebut, ada 3 responden tidak mau mengisi karena merasa takut, 2 responden tidak minat mengisi angket karena pada tahun sebelumnya pernah gagal mengikuti seleksi kepala sekolah dan satu responden hanya mengisi profil identitasnya saja. Dengan demikian hanya 61 data yang diperoleh dalam penelitian ini. 35

Tabel 4.1 Data Guru yang Memenuhi Syarat menjadi Kepala Sekolah se Kecamatan Ngadirejo NO Nama Gugus Nama Sekolah Jumlah Guru 1 Merbabu SDN 1 Ngadirejo 5 SDN 2 Ngadirejo 6 SDN 1 Mangunsari 1 SDN Ngaren 1 SDN Gondangwinangun 3 SDN 1 Dlimoyo 3 SDN 2 Dlimoyo 5 2 Prahu SDN 1 Purbosari 4 SDN 2 Purbosari 4 SDN 1 Campursari 1 SDN 2 Campursari 1 SDN 1 Tegalrejo 1 SDN 2 Tegalrejo 3 SDN 1 Giripurno 2 SDN 2 Giripurno 2 3 Merapi SDN Manggong 2 SDN Petirrejo 3 SDN Kataan 3 SDN Pringapus 2 SDN Gejagan 2 SDN Munggangsari 2 4 Sindoro SDN Karanggedong 5 SDN Medari 4 SDN 2 Katekan 1 SDN 3 Katekan 1 Jml 4 Gugus 25 SD 67 Guru Sumber data: Arsip UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Ngadirejo 4.2 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Uji validitas instrumen meliputi uji validitas dan reliabilitas angket sikap, norma subjektif, kontrol perilaku dan minat guru menjadi kepala sekolah. 36

Hasil perhitungan korelasi item total dan reliabilitas instrumen sikap, norma subjektif, kontrol perilaku dan minat guru menjadi kepala sekolah tampak seperti pada Tabel 4.2. Tabel 4.2 Hasil Uji Validitas Item dan Reliabilitas Instrumen Sikap, Norma Subjektif, Kontrol Perilaku dan Minat Guru menjadi Kepala Sekolah Dari Tabel 4.2 dapat dilihat bahwa koefisien korelasi dari 14 item meliputi: sikap, norma subjektif, kontrol perilaku dan minat guru menjadi kepala sekolah bergerak dari terendah 0,454 sampai dengan 37

yang tertinggi 0,779. Dengan menggunakan kriteria yang ditetapkan bahwa suatu item dikatakan valid jika koefisien korelasi 0,25, maka semua item sudah valid. Dari uji validitas yang telah dilakukan tersebut maka instrumen sikap, norma subjektif, kontrol perilaku dan minat guru menjadi kepala sekolah memiliki tingkat reliabilitas sebesar 0,915 yang termasuk dalam kategori baik sekali (excellent) dan valid karena tersusun oleh item-item yang sudah valid. 4.3 Uji Normalitas Data Pengujian normalitas data dimaksudkan untuk mengetahui apakah distribusi data hasil pengukuran masing-masing variabel penelitian adalah normal. Uji normalitas data penelitian ini menggunakan teknik One sample Kolmogorov-Smirnov. Dasar pengambilan keputusan berdasarkan nilai probabilitas kesalahannya. Jika probabilitas > 0,05 maka data berdistribusi normal dan jika sebaliknya probabilitas kesalahan < 0,05 maka instrumen data tidak normal. Hasil uji normalitas data sikap, norma subjektif, kontrol perilaku dan minat guru menjadi kepala sekolah, dapat dilihat pada Tabel 4.3 berikut: 38

Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas data Variabel : sikap, norma subjektif, kontrol perilaku dan minat menggunakan One Sample Test Kolmogorov Smirnov Dalam Tabel 4.3 terlihat bahwa hasil uji Kolmogorov-Smirnov untuk sikap sebesar 0,559 pada asymp.sig (2-tailed) atau sign p >0,05. Dengan demikian data hasil pengukuran berdistribusi normal, untuk norma subjektif sebesar 0,062 pada asymp.sig (2-tailed) atau sign p >0,05. Maka hasil pengukuran berdistribusi normal, sedangkan kontrol perilaku pada asymp.sig (2-tailed) memiliki nilai 0,435 atau sign p >0,05, data hasil pengukuran berdistribusi normal, dan minat pada asymp.sig (2-tailed) memiliki nilai 0,016 atau sign p < 0,05 dengan demikian hasil pengukuran berdistribusi tidak normal 39

4.4 Uji Hipotesis Tabel 4.4 berikut ini merangkum data komputasi regresi berganda antara sikap (X1), norma subjektif (X2) dan kontrol perilaku (X3) dengan minat guru menjadi kepala sekolah. Tabel 4.4 Koefisien Regresi Ganda antara Sikap (X1), Norma Subjektif (X2) dan Kontrol Perilaku (X3) dengan Minat Guru menjadi Kepala Sekolah Berdasarkan tabel di atas maka didapatkan persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 0,351X1+0,200X2+0,281X3 Persamaan di atas dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Nilai 0,351 pada variabel sikap (X1) adalah bernilai positif sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi sikap guru, maka akan semakin tinggi pula minat guru menjadi kepala sekolah; 40

2. Nilai 0,200 pada variabel norma subjektif (X2) adalah bernilai positif sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi norma subjektif yang diberikan kepada seorang guru, maka akan semakin tinggi pula minat guru menjadi kepala sekolah; 3. Nilai 0,281 pada variabel kontrol perilaku (X3) adalah bernilai positif sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi kontrol perilaku guru, maka akan semakin tinggi pula minat guru menjadi kepala sekolah. 4.4.1 Uji Hipotesis 1 Hipotesis pertama menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan sikap terhadap minat guru untuk menjadi kepala sekolah terbukti. Hal ini dapat ditunjukkan dengan nilai signifikansi (P Value) sebesar 0,013 yang lebih kecil dari 0,05 serta nilai koefisien regresi sebesar 0,351. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis pertama dapat diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan sikap guru terhadap minat untuk menjadi kepala sekolah. 4.4.2 Uji Hipotesis 2 Hipotesis kedua menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan norma subjektif terhadap minat guru untuk menjadi kepala sekolah tidak terbukti. Hal ini dapat ditunjukkan dengan nilai signifikansi (P Value) sebesar 0,118 yang jauh di atas 41

0,05 dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,200. Nilai tersebut tidak sesuai dengan batasan penerimaan hipotesis yaitu koefisien regresi > 2,00 dan p <0,05. Hal ini menunjukkan bahwa secara statistik hipotesis kedua tidak dapat diterima. Berdasarkan hasil tersebut, tidak terdapat pengaruh yang signifikan norma subjektif terhadap minat guru untuk menjadi kepala sekolah. 4.4.3 Uji Hipotesis 3 Hipotesis ketiga menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan kontrol perilaku terhadap minat guru untuk menjadi kepala sekolah terbukti. Hal ini dapat ditunjukkan dengan nilai signifikansi (P Value) sebesar 0,014 yang lebih kecil dari 0,05 serta nilai koefisien regresi sebesar 0,281. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis ketiga dapat diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan kontrol perilaku persepsian terhadap minat guru untuk menjadi kepala sekolah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa sikap dan kontrol perilaku berpengaruh positif signifikan terhadap minat guru menjadi kepala sekolah, sedangkan norma subjektif berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap minat guru menjadi kepala sekolah. 42

4.5 Pembahasan Hasil Penelitian 4.5.1 Pengaruh Sikap Guru terhadap Minat Menjadi Kepala Sekolah Komponen sikap berdasarkan penelitian ini berpengaruh secara signifikan terhadap minat guru yang dilihat dari nilai P Value sebesar 0,013. Dengan demikian hipotesis 1 dari penelitian ini terdukung. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Sentosa (2012) bahwa sikap berpengaruh langsung secara signifikan terhadap perilaku pembelian melalui internet. Di lain pihak Martin dan Kulinna (2004) serta Mummery (2000) melakukan penelitian dalam bidang keolahragaan. Martin dan Kulinna meneliti guru olahraga untuk melakukan aktivitas fisik ketika mereka mengajar, sedangkan Mummery melakukan penelitian terhadap siswa mengenai minat mereka melakukan aktivitas fisik atau olahraga. Kedua penelitian ini menyebutkan bahwa semakin positif sikap responden terhadap aktivitas fisik (olahraga) maka semakin kuat minat mereka untuk melakukannya. Keyakinan-keyakinan positif akan manfaat yang akan diperoleh guru jika mereka menjadi kepala sekolah merupakan salah satu alasan yang kuat untuk tetap mengikuti seleksi kepala sekolah. Hasil-hasil yang akan mereka raih dengan mengikuti seleksi kepala sekolah antara lain: meningkatkan pengetahuan yang dapat diukur, dapat mempelajari hal-hal baru yang penuh tantangan, sehingga mereka dengan lebih mudah dapat beradap- 43

tasi dengan lingkungan baru. Wawancara dengan salah satu guru dikutip sebagai berikut: Saya dapat mengembangkan wawasan dalam bidang pendidikan serta dapat memperluas pergaulan Berdasarkan kutipan di atas menunjukkan bahwa keyakinan guru tentang hal yang positif yang akan dia raih jika menjadi kepala sekolah dengan harapan dapat mengembangkan wawasan dalam bidang pendidikan serta memperluas pergaulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jika mereka memiliki keyakinan yang tinggi mengenai hal-hal yang telah dijelaskan di atas maka minat mereka untuk menjadi kepala sekolah pun juga semakin tinggi, atau hasil peneilitian untuk uji hipotesis pertama diterima. 4.5.2 Pengaruh Norma Subjektif terhadap Minat Menjadi Kepala Sekolah Uji statistik pada hipotesis kedua menyimpulkan bahwa memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan antara norma subjektif terhadap minat guru untuk menjadi kepala sekolah. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Cruz (2005:18) yang menyatakan bahwa keyakinan normatif dan dukungan normative tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat mereka untuk lulus dari perguruan tinggi. Berdasarkan hasil uji hipotesis norma subjektif memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan. Di 44

mana artinya bahwa norma subjektif yang dilakukan orang lain belum terlalu besar mempengaruhi dalam menurunkan ataupun menaikkan tingkat minat. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Martin dan Kulinna (2004) serta Mummery (2000) yang dalam penelitiannya di bidang keolahragaan menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara norma subjektif terhadap minat berolahraga atau melakukan kegiatan fisik bagi guru olahrga dan siswa. Sejalan dengan penelitian tersebut, Reimenschneider (2011) menyebutkan bahwa subjektif juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembuatan keputusan berdasarkan etika siswa dalam kontek teknologi informasi. Ditambahkan pula oleh Othman (2011) bahwa perilaku seseorang untuk melakukan sebuah pelatihan pribadi dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain adalah pengaruh keluarga dan lingkungannya. Wawancara dengan salah satu guru dikutip sebagai berikut: Saya sering sakit-sakitan. Sekeluarga sangat tidak menyetujui mengikuti seleksi kepala sekolah. Wasiat orang tua tidak memperbolehkan menjadi kepala sekolah. Kalimat yang disampaikan guru tersebut menunjukkan bahwa tidak ada dukungan dari keluarga. Pengaruh keluaga juga tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap minat untuk menjadi kepala sekolah. Hal ini dapat dijadikan sebagai dugaan 45

sementara mengapa keluarga dalam memberikan dukungan untuk menjadi kepala sekolah tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap minat. Begitu pula dengan harapan-harapan para sahabat dan teman sejawat juga tidak memberikan kontribusi positif terhadap minat guru untuk menjadi kepala sekolah. Dengan demikian, masalah dan hal-hal yang mempengaruhi minat mereka untuk menjadi kepala sekolah dapat dikatakan hampir sama sehingga tidak memberikan pengaruh yang berarti bagi guru mengenai harapan dan motivasi untuk memenuhi harapan sahabat dan teman sejawat mereka. 4.5.3 Pengaruh Kontrol Perilaku Persepsian terhadap Minat Menjadi Kepala Sekolah Pengujian hipotesis ketiga menghasilkan kesimpulan bahwa kontrol perilaku persepsian berpengaruh secara signifikan terhadap minat guru untuk menjadi kepala sekolah. Artinya guru mempertimbangkan kemudahan atau fasilitas yang mereka miliki dan mempertimbangkan kesulitan atau hambatan yang mereka hadapi untuk menjadi kepala sekolah. Dapat dikatakan pula bahwa guru telah memiliki kesadaran jika mereka menjadi kepala sekolah sudah tentu mereka harus berusaha memanfaatkan segala fasilitas yang ada dan mengatasi segala kesulitan atau hambatan yang dihadapi. 46

Berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui komponen kontrol perilaku memiliki pengaruh yang signifikan. Hal ini berarti semakin tinggi kontrol perilaku akan semakin tinggi minat guru menjadi kepala sekolah, sebaliknya semakin rendah tingkat kontrol perilaku guru akan semakin rendah minatnya. Adanya pengaruh positif dan signifikan kontrol perilaku terhadap minat disebabkan guru memandang bahwa mengikuti seleksi kepala sekolah merupakan hal yang tidak sulit. Penempatan tugas sebagai kepala sekolah bukan merupakan hambatan dan menjadi kepala sekolah didukung oleh fasilitas. Hasil penelitian ini didukung oleh Othman (2011) bahwa perilaku seseorang untuk melakukan sebuah penelitian pribadi dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain adalah pengaruh keluarga dan lingkungannya. Oleh karena itu seseorang dengan kontrol perilaku tinggi cenderung akan keyakinannya yang dimiliki mengenai kemampuan atau sumber daya dan kesempatan untuk melakukan sebuah perilaku. Uji hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa sikap dan kontrol perilaku berpengaruh positif signifikan terhadap minat guru menjadi kepala sekolah, norma subjektif berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap minat guru menjadi kepala sekolah. Hal ini senada dengan pendapat Ajzen (1991: 188) yang menyatakan bahwa seseorang cenderung tidak akan membentuk suatu minat yang kuat untuk menunjukkan suatu perilaku tertentu, jika dia percaya 47

bahwa dia tidak memiliki sumber atau kesempatan untuk melakukan, meskipun dia memiliki sikap yang positif dan dia yakin bahwa orang-orang lain akan menyetujuinya. Temuan ini tidak sejalan dengan teori yang dikemukakan Icek Ajzen dan Martin Fishbein dalam Myers (2010: 169) bahwa sikap, norma sosial yang dipersepsikan dan perasaan akan adanya kontrol, secara bersamaan menentukan minat seseorang yang mengarahkan pada perilaku. 48