BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Utami Pranoto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang berlokasi di Jalan Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung. 2. Populasi Penelitian Menurut Furqon, populasi dapat didefinisikan sebagai sekumpulan objek, orang, atau keadaan yang paling tidak memiliki satu karakteristik umum yang sama (Furqon, 2011: 146). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang telah atau sedang mengontrak mata kuliah Psikodiagnostik IV-VII. Berikut adalah jumlah mahasiswa Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia angkatan yang menjadi populasi penelitian ini: Tabel 3.1 Jumlah Mahasiswa Psikologi Angkatan Angkatan Jumlah Mahasiswa Jumlah Populasi 291
2 27 3. Sampel dan Teknik Sampling Penelitian Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel yang diambil dari populasi harus benar-benar representatif (Sugiyono, 2013: 118). Penentuan jumlah sampel mengacu pada standar kelayakan jumlah sampel yang dikemukakan oleh Roscoe dalam Sugiyono (2013), yaitu sebanyak orang. Sedangkan menurut Slovin (Umar, 2008: 65), untuk menentukan jumlah sampel yang layak adalah menggunakan rumus sebagai berikut: Keterangan: n = jumlah sampel N = jumlah populasi e = presisi (peran kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir/diinginkan yaitu sebesar 5% atau 0,05). ( ) Berdasarkan perhitungan di atas, maka jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 168 responden. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling aksidental, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan faktor spontanitas, artinya siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan sesuai dengan
3 28 karakteristik sampel maka orang tersebut yang dijadikan sampel penelitian (Riduwan & Akdon, 2010: 247). Adapun yang menjadi kerangka sampel (sample frame) dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. a. Merupakan mahasiswa yang masih aktif kuliah di jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. b. Sudah pernah atau sedang mengontrak mata kuliah Psikodiagnostik IV- VII, karena mahasiswa tersebut sudah dianggap memiliki pengalaman yang memadai sehingga dapat menilai mata kuliah Psikodiagnostik secara lebih komprehensif. B. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2013: 14). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional. Menurut Arikunto (2006), penelitian yang bersifat korelasional bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya hubungan, seberapa erat hubungan, serta berarti atau tidaknya hubungan tersebut. Koefisien korelasi menunjukkan tinggi atau rendahnya hubungan antar variabel. Sedangkan, tanda positif atau negatif menunjukkan arah hubungan variabel (Susetyo, 2012: 115). C. Variabel dan Definisi Operasional Variabel Penelitian 1. Variabel Penelitian Menurut Arikunto (2006), variabel adalah hal-hal yang menjadi objek dalam suatu kegiatan penelitian, serta menunjukkan variasi baik secara kuantitatif
4 29 maupun kualitatif. Dengan kata lain, variabel dalam suatu penelitian dapat diartikan sebagai objek penelitian atau apa saja yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 2006). Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel yang diteliti, yaitu variabel orientasi tujuan dan nilai tugas. 2. Definisi Operasional Variabel Penelitian a. Definisi Operasional Orientasi Tujuan Orientasi tujuan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua macam, yaitu orientasi tujuan penguasaan dan orientasi tujuan performa. Dimensi-dimensi yang dijadikan acuan untuk mengukur kedua orientasi tujuan tersebut diantaranya adalah: 1) Definisi Kesuksesan Mahasiswa dengan orientasi tujuan penguasaan akan merasa sukses ketika mampu menguasai keterampilan baru, ketika merasa ada peningkatan di dalam dirinya, sedangkan mahasiswa dengan orientasi tujuan performa akan merasa sukses ketika memperoleh nilai yang lebih tinggi dari orang lain atau ketika mampu membuktikan kemampuan yang dimiliki melalui kesuksesan yang dicapai. 2) Nilai Utama Mahasiswa dengan orientasi tujuan penguasaan menganggap sesuatu yang utama adalah berusaha, oleh sebab itu mereka menyukai tugas yang menantang. Sedangkan mahasiswa dengan orientasi tujuan performa akan berusaha menghindari kegagalan karena hal tersebut dianggap sebagai sesuatu yang utama. 3) Alasan Berusaha Mahasiswa dengan orientasi tujuan penguasaan akan berusaha ketika menemukan makna intrinsik dan personal dari aktivitas yang dilakukan. Sedangkan mahasiswa dengan orientasi tujuan performa akan berusaha karena ingin menunjukkan keunggulan yang dimilikinya.
5 30 4) Kriteria Evaluasi Mahasiswa dengan orientasi tujuan penguasaan menggunakan kriteria evaluasi yang absolut, yaitu membandingkan apa yang diperoleh dengan dirinya sendiri untuk melihat kemajuan yang dialami. Sedangkan mahasiswa dengan orientasi tujuan performa menggunakan kriteria evaluasi yang sifatnya normatif, yaitu apa yang diperolehnya akan dibandingkan dengan apa yang diperoleh orang lain. 5) Pandangan terhadap kesalahan Mahasiswa dengan orientasi tujuan penguasaan memandang kesalahan yang dilakukan sebagai bagian dari belajar karena kesalahan tersebut akan memberikan informasi bagi dirinya. Sedangkan mahasiswa yang memiliki orientasi tujuan performa akan berpikir bahwa dirinya tidak mampu ketika melakukan suatu kesalahan. 6) Pola atribusi Mahasiswa dengan orientasi tujuan penguasaan memiliki pola atribusi yang adaptif. Mereka menganggap kegagalan disebabkan oleh kurangnya usaha, sedangkan keberhasilan yang diraih bergantung pada usaha yang telah dilakukan. Sedangkan mahasiswa dengan orientasi tujuan performa memiliki pola atribusi yang maladaptif. Jika ia mengalami kegagalan, ia akan menganggap kegagalan tersebut disebabkan kurangnya kemampuan yang bersifat stabil. 7) Afeksi Mahasiswa dengan orientasi tujuan penguasaan akan merasa puas ketika usaha yang dilakukan berbuah kesuksesan. Namun, ia akan merasa bersalah jika kurang berusaha. Ia juga memiliki sikap positif dan minat intrinsik dalam belajar. Sedangkan mahasiswa dengan orientasi tujuan performa akan mengalami perasaan negatif setelah ia melakukan suatu kesalahan atau saat mengalami kegagalan. 8) Kognisi
6 31 Mahasiswa dengan orientasi tujuan penguasaan menggunakan proses kognitif yang lebih mendalam, serta menggunakan strategi belajar yang didasarkan pada pengaturan diri yang lebih efektif seperti perencanaan, waspada, dan pengawasan diri. Sedangkan mahasiswa dengan orientasi tujuan performa menggunakan strategi belajar yang dangkal, misalnya menghapal. 9) Perilaku Mahasiswa dengan orientasi tujuan penguasaan lebih terbuka terhadap tugas-tugas baru, mereka menyukai tugas yang lebih menantang. Mereka akan merasa bosan ketika mendapatkan tugas yang mudah. Berbeda dengan mahasiswa yang memiliki orientasi tujuan performa, mereka lebih menyukai tugas-tugas yang mudah. b. Definisi Operasional Nilai Tugas Nilai tugas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah penilaian mahasiwa terhadap mata kuliah Psikodiagnostik yaitu seberapa menarik, berguna, dan pentingnya pencapaian prestasi di dalam mata kuliah tersebut. Dimensi nilai tugas yang digunakan mengacu pada komponen nilai tugas yang dikemukakan oleh Eccles & Wigfield (1985, dalam Woolfolk, 1993), yaitu: 1) Nilai pencapaian yaitu seberapa penting atau berharga mata kuliah Psikodiagnostik bagi mahasiswa. 2) Nilai ketertarikan/kesenangan yaitu seberapa menarik materi mata kuliah Psikodiagnostik serta seberapa menyenangkan proses pembelajaran mata kuliah tersebut bagi mahasiswa. 3) Nilai kegunaan yaitu seberapa berguna mata kuliah Psikodiagnostik bagi mahasiswa, termasuk kegunaan mata kuliah tersebut bagi tujuan karir mahasiswa.
7 32 D. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang sesuai dengan karakteristik dari kerangka sampel dan secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti. Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden (Arikunto, 2006: 151). E. Instrumen Penelitian 1. Kuesioner Orientasi Tujuan a. Spesifikasi Instrumen Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen Orientasi Tujuan yang dikembangkan oleh peneliti dengan menurunkan langsung kesembilan aspek orientasi tujuan dari Ames (1992b), Anderman & Maehr (1994), Maehr & Midgley (1991) yang sudah dirangkum oleh Pintrich & Schunck (2002). Instrumen ini menggunakan skala Likert dan menggali dua jenis orientasi tujuan, yaitu orientasi tujuan penguasaan dan orientasi tujuan performa. Setiap dimensi masing-masing menggali sembilan aspek dari orientasi tujuan. Total item pada dimensi orientasi tujuan penguasaan berjumlah 21 item dengan skor reliabilitas Cronbach s Alpha sebesar setelah menggugurkan empat item. Sedangkan, total item pada dimensi orientasi tujuan performa berjumlah 24 item dengan skor reliabilitas Cronbach s Alpha sebesar setelah menggugurkan satu item. b. Pengisian Kuesioner Responden mengisi kuesioner dengan cara memilih atau menentukan salah satu dari empat pilihan jawaban yang sesuai dengan yang dirasakan oleh responden pada setiap item pernyataan. Penentuan jawaban dilakukan dengan
8 33 memberi tanda ceklis ( ) pada kolom pilihan jawaban yang tersedia, sesuai dengan jawaban yang menjadi pilihannya. Pilihan jawaban terdiri dari empat kategori yaitu sangat sesuai (SS), sesuai (S), tidak sesuai (TS), atau sangat tidak sesuai (STS). c. Penyekoran Penyekoran jawaban responden pada instrumen orientasi tujuan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut. 1) Setiap pernyataan dalam kuesioner disertai alternatif jawaban yang terdiri dari empat kategori yang harus dipilih responden. Jawaban dari setiap penyataan tersebut dinilai dengan angka sebagai berikut. Tabel 3.2 Penyekoran Kuesioner Pilihan Jawaban Nilai Sangat Sesuai 4 Sesuai 3 Tidak Sesuai 2 Sangat Tidak Sesuai 1 2) Menjumlahkan seluruh skor pada masing-masing instrumen orientasi tujuan penguasaan dan orientasi tujuan performa yang diperoleh responden sehingga diperoleh skor total (X) pada masing-masing orientasi tujuan tersebut. 3) Menentukan mean dan standar deviasi yang kemudian dibuat kategorisasi berdasarkan mean dan standar deviasi tersebut. d. Kategorisasi Skala Instrumen Orientasi Tujuan Azwar mengemukakan bahwa tujuan kategorisasi adalah untuk menempatkan individu ke dalam kelompok terpisah secara berjenjang menurut suatu kontinum berdasar atribut yang diukur (Azwar, 2012: 147). Untuk membuat kategorisasi diperlukan mean teoretik dan satuan standar deviasi populasi. Standar deviasi dihitung dengan cara mencari rentang skor, yaitu skor
9 34 maksimal yang mungkin diperoleh responden dikurangi dengan skor minimal yang mungkin diperoleh responden, kemudian rentang skor tersebut dibagi enam (Azwar, 2012). Berikut adalah rumus yang digunakan untuk membuat kategorisasi dalam penelitian ini. Skor Maksimal Instrumen = Jumlah soal x skor skala terbesar Skor Minimal Instrumen = Jumlah soal x skor skala terkecil Mean teoretik ( ) = ½ (Skor maksimal + Skor Minimal) Standar Deviasi Populasi ( ) = (Skor maksimal Skor minimal) Berdasarkan perhitungan di atas, setiap responden akan digolongkan ke dalam empat kategori sebagai berikut. Tabel 3.3 Rumus Empat Kategori Rentang Skor Kategori X > +1 Tinggi < X +1 Cukup Tinggi -1 < X Cukup Rendah X -1 Rendah Keterangan: X = Skor total setiap responden Berikut adalah perhitungan untuk menentukan kategorisasi instrumen orientasi tujuan. 1) Kategorisasi Orientasi Tujuan Penguasaan Skor Maksimal = 21 x 4 = 84 Skor Minimal = 21 x 1 = 21 = (Skor Maksimal + Skor Minimal) = ( ) = 52,5 = (Skor Maksimal Skor Minimal)
10 35 = (84 21) = 10,5 Berdasarkan perhitungan di atas, maka kategori untuk orientasi tujuan penguasaan adalah sebagai berikut. Tabel 3.4 Kategori Orientasi Tujuan Penguasaan Rentang Skor Kategori X > 63 Tinggi 52,5 < X 63 Cukup Tinggi 42 < X 52,5 Cukup Rendah X 42 Rendah 2) Kategorisasi Orientasi Tujuan Performa Skor Maksimal = 24 x 4 = 96 Skor Minimal = 24 x 1 = 24 = (Skor Maksimal + Skor Minimal) = ( ) = 60 = (Skor Maksimal Skor Minimal) = (96 24) = 12 Berdasarkan perhitungan di atas, maka kategori untuk orientasi tujuan performa adalah sebagai berikut. Tabel 3.5 Kategori Orientasi Tujuan Performa Rentang Skor Kategori X > 72 Tinggi 60 < X 72 Cukup Tinggi 48 < X 60 Cukup Rendah X 48 Rendah
11 36 2. Kuesioner Nilai Tugas a. Spesifikasi Instrumen Instrumen yang digunakan untuk mengukur penilaian mahasiswa terhadap mata kuliah Psikodiagnostik adalah instrumen Nilai Tugas. Instrumen ini mengacu pada aspek-aspek nilai tugas dari Eccles & Wigfield (1985, dalam Woolfolk, 1993). Instrumen ini menggunakan skala Likert dan menggali tiga aspek dari nilai tugas yaitu nilai pencapaian, nilai ketertarikan/kesenangan dan nilai kegunaan, dimana jumlah keseluruhan item yang digunakan adalah sebanyak 14 item dengan skor reliabilitas Cronbach s Alpha sebesar 0,898 setelah menggugurkan satu item. b. Pengisian Kuesioner Responden mengisi kuesioner dengan cara memilih atau menentukan salah satu dari empat pilihan jawaban yang sesuai dengan yang dirasakan oleh responden pada setiap item pernyataan. Penentuan jawaban dilakukan dengan memberi tanda ceklis ( ) pada kolom pilihan jawaban yang tersedia, sesuai dengan jawaban yang menjadi pilihannya. Pilihan jawaban terdiri dari empat kategori yaitu sangat sesuai (SS), sesuai (S), tidak sesuai (TS), atau sangat tidak sesuai (STS). c. Penyekoran Langkah-langkah yang dilakukan dalam penyekoran instrumen nilai tugas ini tidak jauh berbeda denan langkah-langkah penyekoran yang dilakukan pada instrumen orientasi tujuan, yaitu menyekor jawaban setiap responden sesuai dengan pilihan jawaban, kemudian menjumlah seluruh skor instrumen nilai tugas sehingga didapatkan skor total masing-masing responden (X), kemudian membuat kategorisasi berdasarkan mean dan standar deviasi yang diperoleh berdasarkan hasil perhitungan yang akan dipaparkan pada sub bab kategorisasi skala instrumen nilai tugas.
12 37 d. Kategorisasi Skala Instrumen Nilai Tugas Untuk membuat kategorisasi instrumen nilai tugas (task value), rumus serta kategorisasi yang digunakan sama dengan yang dilakukan pada instrumen orientasi tujuan. Berikut adalah perhitungan kategorisasi instrumen nilai tugas yang digunakan dalam penelitian ini. 1) Kategorisasi Instrumen Nilai Tugas Berikut adalah perhitungan untuk menentukan kategorisasi instrumen nilai tugas. Skor Maksimal = 14 x 4 = 56 Skor Minimal = 14 x 1 = 14 = (Skor Maksimal + Skor Minimal) = ( ) = 35 = (Skor Maksimal Skor Minimal) = (56-14) = 7 Berdasarkan perhitungan di atas, maka kategorisasi untuk instrumen nilai tugas adalah sebagai berikut. Tabel 3.6 Kategori Nilai Tugas Rentang Skor Kategori X > 42 Tinggi 35 < X 42 Cukup Tinggi 28 < X 35 Cukup Rendah X 28 Rendah Untuk melihat gambaran nilai tugas responden secara lebih terperinci, maka peneliti memisahkan kategorisasi skala tersebut berdasarkan komponenkomponennya.
13 38 a) Kategorisasi Skala Nilai Tugas Dimensi Nilai Pencapaian Skor Maksimal = 4 x 4 = 16 Skor Minimal = 4 x 1 = 4 = (Skor Maksimal + Skor Minimal) = (16 + 4) = 10 = (Skor Maksimal Skor Minimal) = (16 4) = 2 Berdasarkan perhitungan di atas, maka kategori untuk nilai tugas dimensi nilai pencapaian adalah sebagai berikut. Tabel 3.7 Kategori Nilai Tugas Dimensi Nilai Pencapaian Rentang Skor Kategori X > 12 Tinggi 10 < X 12 Cukup Tinggi 8 < X 10 Cukup Rendah X 8 Rendah b) Kategori Skala Nilai Tugas Dimensi Nilai Ketertarikan/Kesenangan Skor Maksimal = 5 x 4 = 20 Skor Minimal = 5 x 1 = 5 = (Skor Maksimal + Skor Minimal) = (20 + 5) = 12,5 = (Skor Maksimal Skor Minimal) = (20 5) = 2,5 Berdasarkan perhitungan di atas, maka kategori untuk nilai tugas dimensi nilai ketertarikan/kesenangan adalah sebagai berikut.
14 39 Tabel 3.8 Kategori Nilai Tugas Dimensi Nilai Ketertarikan/Kesenangan Rentang Skor Kategori X > 15 Tinggi 12,5 < X 15 Cukup Tinggi 10 < X 12,5 Cukup Rendah X 10 Rendah c) Kategori Skala Nilai Tugas Dimensi Nilai Kegunaan Karena jumlah item instrumen nilai tugas dimensi nilai ketertarikan/kesenangan dan dimensi nilai kegunaan adalah sama, yaitu lima item, maka kategori nilai tugas dimensi nilai kegunaan dibuat sama seperti kategori nilai tugas dimensi nilai ketertarikan/kesenangan yaitu sebagai berikut. Tabel 3.9 Kategori Nilai Tugas Dimensi Nilai Kegunaan Rentang Skor Kategori X > 15 Tinggi 12,5 < X 15 Cukup Tinggi 10 < X 12,5 Cukup Rendah X 10 Rendah F. Proses Pengembangan Instrumen Proses pengembangan instrumen dilakukan dengan cara melakukan uji coba. Azwar (2012: 111) mengatakan bahwa salah satu ciri instrumen atau alat ukur yang berkualitas baik adalah reliabel. Selain itu, alat ukur yang digunakan juga harus valid. Oleh karena itu, maka instrumen yang digunakan dalam penelitian ini telah diuji reliabilitas dan validitasnya sebelum digunakan. Selain itu, juga dilakukan uji keterbacaan untuk menilai efektifitas kalimat yang dipakai dalam sebuah instrumen.
15 40 1. Uji Validitas Instrumen Validitas merupakan sejauhmana ketepatan atau kecermatan suatu instrumen pengukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 2010: 173). Suatu alat ukur dikatakan valid jika memberikan hasil ukur yang akurat. Sebaliknya, alat ukur yang menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan diadakannya pengukuran dikatakan sebagai alat ukur yang memiliki validitas rendah (Azwar, 2010). Untuk mengetahui validitas instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, peneliti melakukan pengujian berdasarkan validitas isi. Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau oleh professional judgment (Azwar, 2004). Professional judgement dalam penelitian ini dilakukan oleh dua orang dosen jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. 2. Analisis Item Untuk mengetahui item yang layak, peneliti melakukan pengujian daya diskriminasi. Menurut Azwar (2012: 80) daya beda atau daya diskriminasi item adalah sejauh mana item mampu membedakan antara individu atau kelompok individu yang memiliki dan tidak memiliki atribut yang diukur. Pengujian daya diskriminasi ini dilakukan dengan cara menghitung koefisien korelasi antara distribusi skor item dengan distribusi skor skala itu sendiri dimana komputasinya akan menghasilkan koefisien korelasi item total (Azwar, 2012: 80-81). Korelasi item-total ini memiliki bias karena sekor total skala itu di dalamnya termasuk sekor item yang dikorelasikan itu sehingga akan cenderung menghasilkan korelasi agak lebih tinggi karena item itu juga berkorelasi dengan dirinya sendiri. Untuk menghilangkan bias ini dibuatlah koreksi terhadap korelasi item-total atau corrected item-total correlation. Corrected item-total correlation adalah korelasi antara sekor item dengan sekor total dari sisa item yang lainnya, jadi sekor item yang dikorelasikan tidak termasuk di dalam sekor total (Ihsan, 2009: 68).
16 41 Teknik yang digunakan untuk menghitung corrected item-total correlation tersebut adalah teknik korelasi Pearson Product Moment. Rumusnya adalah sebagai berikut: ( ) (Azwar, 2012: 84) Keterangan: ( ) = Koefisien korelasi item total setelah dikoreksi = Koefisien korelasi item total sebelum dikoreksi = Deviasi standar skor item yang bersangkutan = Deviasi standar skor skala Azwar (2012) mengemukakan bahwa semua item yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,30 daya bedanya dianggap memuaskan. Namun apabila item yang lolos masih tidak mencukupi jumlah yang diinginkan, peneliti dapat mempertimbangkan untuk menurunkan sedikit batas kriteria koefisien korelasi dari 0,30 menjadi 0,25 sehingga jumlah item yang diinginkan dapat tercapai. Peneliti menetapkan batas koefisien korelasi minimal 0,25 untuk memilih item yang layak digunakan dalam penelitian ini. a. Analisis Item Instrumen Orientasi Tujuan Mata Kuliah Psikodiagnostik Untuk mengetahui item-item yang layak untuk dipergunakan dalam penelitian ini, maka dilakukan perhitungan daya diskriminasi terhadap 50 item yang telah diuji-cobakan. Berdasarkan hasil tersebut, diperoleh 45 item yang memiliki indeks daya diskriminasi yang dianggap memuaskan. Item-item yang dianggap layak selanjutnya digunakan dalam instrumen penelitian yang sebenarnya, sedangkan item-item yang tidak terpilih tersebut dihapus dan tidak dipergunakan kembali dalam instrumen penelitian yang sebenarnya karena tidak mampu membedakan antara individu atau kelompok
17 42 individu yang memiliki dan tidak memiliki atribut yang diukur, adapun kisi-kisi instrumen orientasi tujuan pada mata kuliah Psikodiagnostik dapat dilihat pada tabel berikut: Dimensi Orientasi Tujuan Penguasaan Orientasi Tujuan Performa Tabel 3.10 Kisi-kisi Instrumen Orientasi Tujuan Setelah Uji Coba Item Setelah Uji Item Sebelum Uji Coba Aspek Coba Item Jumlah Item Jumlah 1. Definisi Kesuksesan 1, 19, , 18, Nilai Utama 2, 20, , 19, Alasan Berusaha 3, , Kriteria Evaluasi 4, Pandangan terhadap 5, 23, , 35 2 kesalahan 6. Pola atribusi 6, 24, Afeksi 7, 25, , 21, Kognisi 8, 26, , 22, Perilaku 9, 27, , 23, Definisi 10, 28, 44, , 24, 39, 4 Kesuksesan Nilai Utama 11, , Alasan Berusaha 12, 30, , 26, Kriteria Evaluasi 13, 31, , 27, Pandangan terhadap kesalahan 14, , Pola atribusi 15, 33, , 29, Afeksi 16, 34, , 30, Kognisi 17, Perilaku 18, 36, , 32, 44 3 Jumlah b. Analisis Item Instrumen Nilai Tugas Mata Kuliah Psikodiagnostik Setelah dilakukan perhitungan daya diskriminasi terhadap 15 item yang diujicoba, diperoleh 14 item yang memiliki indeks daya diskriminasi item yang dianggap memuaskan.
18 43 Item-item yang dianggap layak kemudian digunakan dalam instrumen penelitian yang sebenarnya, sedangkan item yang tidak terpilih tersebut dihapus dan tidak dipergunakan kembali dalam instrumen penelitian yang sebenarnya, adapun kisi-kisi instrumen nilai tugas pada mata kuliah Psikodiagnostik dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.11 Kisi-Kisi Instrumen Nilai Tugas Mata Kuliah Psikodiagnostik Setelah Uji Coba Dimensi Item Sebelum Uji Coba Item Setelah Uji Coba Item Jumlah Item Jumlah Nilai Pencapaian 1, 2, 3, 4, 5 5 1, 2, 3, 4 4 Nilai 5 6, 7, 8, 9, , 6, 7, 8, 9, Ketertarikan/Kesenangan 11, 12, 13, 10, 11, 12, Nilai Kegunaan , 15 13, 14 Jumlah Uji Reliabilitas Instrumen Reliabilitas berasal dari kata reliability yang berarti sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang apabila digunakan beberapa kali untuk mengukur kelompok subjek yang sama, akan menghasilkan hasil yang relatif sama, selama aspek yang diukur dalam diri subjek belum berubah (Azwar, 2010). Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati angka 1,00 berarti semakin tinggi reliabilitas. Sebaliknya, jika koefisien semakin rendah mendekati angka 0 berarti semakin rendah reliabilitasnya (Azwar, 2010). Uji reliabilitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan formula Cronbach s Alpha yang dihitung pada item-item yang telah dianggap layak. Berikut adalah rumus Cronbach s Alpha yang dipergunakan.
19 44 [ ] [ ] Keterangan: n Vi Vt (Ihsan, 2009: 104) = Koefisien Reliabilitas Instrumen = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal = Jumlah varians butir = Varians skor total Menurut Guilford, kriteria koefisien reliabilitas Alpha Cronbach dapat dikategorikan seperti pada tabel di bawah ini: Tabel 3.12 Koefisien Reliabilitas Alpha Cronbach Kriteria Sangat Reliabel >0.900 Koefisien Reliabel Cukup Reliabel Kurang Reliabel Tidak Reliabel <0.200 (Guilford, dalam Sugiyono, 2007: 183) a. Instrumen Orientasi Tujuan pada Mata Kuliah Psikodiagnostik Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan Cronbach s Alpha, diperoleh koefisien reliabilitas instrumen orientasi tujuan penguasaan sebesar 0,907. Koefisien reliabilitas ini menunjukkan bahwa instrumen orientasi tujuan penguasaan pada mata kuliah Psikodiagnostik tergolong sangat reliabel. Kemudian, berdasarkan hasil perhitungan menggunakan Cronbach s Alpha diperoleh koefisien reliabilitas instrumen orientasi tujuan performa sebesar 0,883. Koefisien reliabilitas ini menunjukkan bahwa instrumen orientasi tujuan performa pada mata kuliah Psikodiagnostik tergolong reliabel.
20 45 b. Instrumen Nilai Tugas Mata Kuliah Psikodiagnostik Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan Cronbach s Alpha diperoleh koefisien reliabilitas instrumen nilai tugas sebesar 0,898. Koefisien reliabilitas ini menunjukkan bahwa instrumen nilai tugas pada mata kuliah Psikodiagnostik tergolong reliabel. c. Uji Keterbacaan Instrumen Selain uji validitas dan reliabilitas, dilakukan juga uji keterbacaan instrumen. Uji keterbacaan ini dilakukan sebelum uji validitas dan reliabilitas, dan dimaksudkan untuk mengetahui efektifitas dari kalimat-kalimat yang dipakai. Hal ini penting dilakukan agar tidak terjadi kesalahan persepsi antara maksud yang ingin dinilai oleh peneliti dengan persepsi responden terhadap setiap item kuesioner. Pada penelitian ini, peneliti melakukan uji keterbacaan terhadap tiga orang teman peneliti yang juga merupakan mahasiswa jurusan Psikologi FIP UPI. a. Instrumen Orientasi Tujuan Mata Kuliah Psikodiagnostik Setelah dilakukan uji keterbacaan, enam item dalam instrumen orientasi tujuan diperbaiki susunan kalimatnya. Perubahan susunan kalimat pada setiap item dapat dilihat pada lampiran enam. b. Instrumen Nilai Tugas Mata Kuliah Psikodiagnostik Setelah melakukan uji keterbacaan, tidak ada item yang diperbaiki susunan kalimatnya karena sudah mampu terbaca, artinya ada kesamaan persepsi antara maksud yang ingin dinilai oleh peneliti dengan persepsi responden terhadap setiap item kuesioner tersebut. G. Analisis Data Setelah semua data diperoleh, maka selanjutnya dilakukan teknik analisis data. Teknik analisis data diarahkan untuk menjawab rumusan masalah atau
21 46 menguji hipotesis yang telah dirumuskan (Sugiyono, 2013: 333). Berikut akan dipaparkan teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab rumusanrumusan masalah di dalam penelitian ini. 1. Untuk Mengetahui Gambaran Umum Nilai Tugas dan Orientasi Tujuan Mata Kuliah Psikodiagnostik Untuk mengetahui gambaran umum orientasi tujuan dan nilai tugas pada mata kuliah Psikodiagnostik (rumusan masalah nomor satu dan dua), peneliti membuat kategorisasi berdasarkan mean teoretik dan standar deviasi populasi sesuai dengan cara perhitungan yang dijelaskan oleh Azwar (2012). Berdasarkan mean teoretik dan standar deviasi populasi pada masing-masing variabel, selanjutnya responden dikelompokkan ke dalam empat kelompok, yaitu kelompok tinggi, cukup tinggi, cukup rendah, dan rendah. Setelah dikelompokkan, selanjutnya dapat dilihat sebaran jumlah responden pada masing-masing kategori, dengan demikian dapat dilihat gambaran umum nilai tugas dan orientasi tujuan pada mata kuliah Psikodiagnostik. Penjelasan mengenai kategorisasi ini dapat dilihat secara lebih rinci pada sub bab kategorisasi skala instrumen nilai tugas dan kategorisasi skala instrumen orientasi tujuan. 2. Untuk Mengetahui Korelasi antara Nilai Tugas dengan Orientasi Tujuan Mata Kuliah Psikodiagnostik Untuk mengetahui korelasi antara masing-masing komponen nilai tugas dengan kedua jenis orientasi tujuan (rumusan masalah nomor tiga sampai delapan), maka dilakukan uji korelasi. Sebelum melakukan uji korelasi, peneliti melakukan uji normalitas terlebih dahulu. Uji normalitas data digunakan untuk menentukan teknik statistik yang digunakan pada pengolahan data selanjutnya. Apabila penyebaran datanya normal, maka akan digunakan statsistik parametris. Akan tetapi jika penyebaran datanya tidak normal, maka akan digunakan tenik statistik nonparametris. Sesuai dengan yang dikatakan oleh Sugiyono (2013) bahwa pada statistik nonparametris, data yang dianalisis tidak harus berdistribusi normal.
22 47 Aturan dari pengambilan keputusan yaitu jika signifikansi yang diperoleh lebih besar dari 0,05, maka sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal, namun jika signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari 0,05, maka sampel bukan berasal dari populasi yang normal. Berikut dapat dilihat hasil uji normalitas dengan menggunakan one sample Kolmogorof-Smirnov. Tabel 3.13 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov a Statistic Df Sig. OTPenguasaan OTPerforma NilaiPencapaian NilaiMinat NilaiKegunaan a. Lilliefors Significance Correction Berdasarkan tabel 3.13, diperoleh angka signifikan di bawah 0,05 pada setiap dimensi instrumen penelitian, baik itu instrumen orientasi tujuan maupun instrumen nilai tugas. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa kedua instrumen tidak berdistribusi normal. Setelah mengtahui distribusi data, selanjutnya peneliti menentukan teknik korelasi yang digunakan. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik korelasi Spearman s Rho. Uji korelasi Spearman s Rho digunakan untuk data yang berdistribusi tidak normal. Menurut Furqon (2011: 99), besaran koefisien korelasi menunjukkan kuat atau lemahnya hubungan. Berikut adalah pedoman untuk menginterpretasi koefisien korelasi:
23 48 Tabel 3.14 Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Terhadap Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 0,199 Sangat Rendah 0,20 0,399 Rendah 0,40 0,599 Sedang 0,60 0,799 Kuat 0,80 1,000 Sangat Kuat (Sugiyono & Wibowo, 2001: 172) Furqon menyebutkan bahwa hubungan positif menunjukkan bahwa skor yang tinggi pada suatu peubah berkaitan dengan skor tinggi pula pada peubah lain, dan skor rendah berkaitan dengan skor rendah pula. Hubungan yang negatif, di lain pihak, menunjukkan keterkaitan yang sebaliknya (Furqon, 2011: 98). Setelah mengetahui koefisien korelasi antara masing-masing variabel, selanjutnya dilakukan uji signifikansi untuk menguji hipotesis. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan tingkat keyakinan atau level of significance (LoS). Jika peluang memperoleh nilai sampel sebesar nilai tertentu (probability) sama dengan atau lebih kecil dari 0,05 atau 0,01, maka hipotesis nol ditolak (Furqon, 2011).
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/ Sampel Penelitian Penelitian ini dilakukan di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang asuransi jiwa, yaitu PT. Prudential Life Assurance (Prudential
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertempat di SDN Sukagalih Bandung yang berlokasi di Jalan Sukagalih No. 108, Bandung.
32 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini bertempat di SDN Sukagalih Bandung yang berlokasi di Jalan Sukagalih No. 108, Bandung. 2. Populasi Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilakukan pada PT. Mahameru Centratama Spinning Mills yang beralamat di jln. Cisirung Km. 2 (Cangkuang Wetan) Moh. Toha Km 6.5
BAB II ORIENTASI TUJUAN DAN NILAI TUGAS
DAFTAR ISI SURAT PERNYATAAN... i KATA PENGANTAR... ii UCAPAN TERIMA KASIH... iii ABSTRAK... v ABSTRACT... vi DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR LAMPIRAN... xi BAB 1 PENDAHULUAN
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam penelitian korelasional. Penelitian korelasional dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua atau beberapa
BAB III METODE PENELITIAN
4 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Pedoman Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan jenis studi korelasi. Alasan peneliti menggunakan metode
BAB III METODE PENELITIAN. sampel tertentu, teknik pengambilan sampel biasanya dilakukan dengan cara random,
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Penelitian yang akan dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Arikunto (2010) menjelaskan bahwa penelitian populasi hanya dapat dilakukan bagi populasi terhingga dan subjeknya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan penelitian Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu dan menggunakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Pendidikan Indonesia, yang beralamat di Jalan Setiabudhi No. 229 Bandung, Jawa
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Desain Penelitian dan Metode Penelitian
46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian dan Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan mempergunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN
36 BAB III METODE PENELITIAN Bab III membahas mengenai lokasi, populasi, sampel, desain penelitian, metode penelitian, variabel penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, proses pengembangan
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah
BAB III METODE PENELITIAN. 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Hijabers Community Bandung.
36 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Hijabers Community Bandung. 2. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini merupakan anggota
BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Psikologi
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling 1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana variasi pada satu atau lebih faktor lain
BAB III METODE PENELITIAN. Bandung, yang terletak di Jalan Pasir Kaliki Nomor 51. Pemilihan lokasi
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Bandung, yang terletak di Jalan Pasir Kaliki Nomor 51. Pemilihan lokasi tersebut
BAB III METODE PENELITIAN
40 BAB III METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Dalam penelitian ini variabel-variabel yang diteliti yaitu daya tarik interpersonal dan kohesivitas kelompok. Untuk kepentingan penelitian ini, maka pelaksanaannya
BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis, diperlukan
BAB III METODE PENELITIAN Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis, diperlukan metode penelitian. Seperti yang sudah Penulis paparkan pada bab satu, metode penelitian yang digunakan adalah
BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah:
BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Variabel penelitian pada dasarnya adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu
BAB III METODE PENELITIAN
17 BAB III METODE PENELITIAN Bab ini akan membahas mengenai metodologi penelitian yang digunakan antara lain, desain penelitian, populasi dan sampel dan definisi operasional dari variabel yang dijadikan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana penelitian ini ditujukan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu,
BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. menjadi objek pengamatan penelitian atau faktor- faktor yang berperanan dalam
BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian atau faktor- faktor yang berperanan dalam
BAB III METODE PENELITIAN. A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian. ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
34 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi pada penelitian ini adalah di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. 2. Populasi Penelitian Populasi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara atau jalan yang di tempuh sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, memiliki langkah-langkah yang sistematis. Metode
BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel. fenomena atau gejala utama dan pada beberapa fenomena lain yang relevan.
BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Setiap kegiatan penelitian tentu memusatkan perhatiannya pada beberapa fenomena atau gejala utama dan pada beberapa fenomena lain yang relevan. Dalam
BAB III METODE PENELITIAN. menyatakan bahwa variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Kerlinger (1973) menyatakan bahwa variabel adalah konstruk (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. Di bagian lain Kerlinger menyatakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Bab ini menjelaskan desain penelitian, lokasi, populasi dan sampel penelitian, variabel penelitian, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan prosedur
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional. Metode korelasional yaitu suatu cara untuk menemukan hubungan antara variabel-variabel
BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel. yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah:
38 BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Variabel penelitian pada dasarnya adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam bab ini akan diuraikan rancangan penelitian yang dianggap relevan
27 BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini akan diuraikan rancangan penelitian yang dianggap relevan dengan permasalahan yang diteliti, untuk menjelaskan hubungan antara minat mahasiswa dalam membaca buku
BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain
36 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian korelasional yang bertujuan untuk mendeteksi sejauh mana variasivariasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif yang merupakan suatu bentuk penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, karena menggunakan data berupa angka angka yang kemudian dianalisa. Penelitian kuantitatif banyak dituntut
Lokasi penelitian dilakukan pada Perpustakaan SMP Negeri 15 Bandung yang terletak di Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 89.
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian hubungan ketersediaan fasilitas perpustakaan dengan minat kunjung siswa ke perpustakaan ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan
BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013) metode penelitian kuantitatif adalah
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013) metode penelitian kuantitatif adalah metode yang berlandaskan
BAB III METODE PENELITIAN
58 BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel dan Definisi Operasional 1. Identifikasi Variabel Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mencari hubungan antar variabel.
BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel. Setiap kegiatan penelitian tentu memusatkan perhatiannya pada beberapa
BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Setiap kegiatan penelitian tentu memusatkan perhatiannya pada beberapa fenomena atau gejala utama dan pada beberapa fenomena lain yang relevan. Dalam
BAB III METODE PENELITIAN. 1. Variabel Tergantung : Minat Belajar. 2. Variabel Bebas : Persepsi Siswa terhadap Kompetensi Guru
BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel dan Definisi Operasional Penelitian 1. Variabel Penelitian Untuk menguji hipotesis penelitian, akan dilakukan pengidentifikasian variabel-variabel yang diambil dalam
C. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel, dengan dua variabel X dan Y. Kedua variabel tersebut adalah sebagai berikut :
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Desain penelitian korelasional dipilih oleh peneliti karena desain
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kota Bandung melalui kuesioner yang disebarkan secara online dengan format Google Docs melalui
BAB III METODE PENELITIAN. analisisnya pada data numerikal (angka) yang diolah dengan metoda
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang menekankan analisisnya pada data numerikal (angka) yang diolah dengan metoda statistika.
BAB III METODE PENELITIAN
25 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi penelitian Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia yang terletak di jalan Dr. Setiabudhi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. data dan mengkorelasikan variabel tanpa melakukan treatmen selama
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif korelasional, di sini penulis hanya bermaksud untuk mengumpulkan data dan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini berlokasi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang terletak di Jalan Dr. Setiabudhi No. 299
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pada bab ini akan diuraikan mengenai metode yang akan digunakan dalam
38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan mengenai metode yang akan digunakan dalam penelitian ini, yang meliputi: desain penelitian, variabel penelitian, definisi konseptual dan operasional
BAB III METODE PENELITIAN
48 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian dan Tempat penelitian Metode penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Suharsini Arikunto (1998) menyatakan bahwa penelitian korelasional merupakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan
BAB III METODOLOGI PEELITIA A. Pendekatan Penelitian Suatu penelitian terdapat dua macam pendekatan, yaitu pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. 2013). Oleh karena itu, peneliti telah menetapkan dua variabel dalam
BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah pengelompokan yang logis dari dua atau lebih atribut (Machfoedz, 010). Variabel disebut juga sebagai objek penelitian,
BAB III METODE PENELITIAN
40 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Populasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di PT. Dirgantara Indonesia, merupakan perusahaan industri pesawat terbang di Indonesia. Terletak di Jl. Pajajaran
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian kali ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang menggunakan paradigma
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di wilayah Kota Bandung Jawa Barat.
0 BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di wilayah Kota Bandung Jawa Barat.. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah wilayah generalisasi yang
BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. menjadi objek pengamatan penelitian atau faktor- faktor yang berperan dalam
50 BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian atau faktor- faktor yang berperan
BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian dan Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menurut Sugiyono
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menurut Sugiyono (008:14) Pendekatan kuantitatif adalah: Sebuah pendekatan berdasarkan
BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian. bersifat deskriptif. Hal ini disebabkan karena data-data yang diperolah dalam
46 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif. Hal ini disebabkan karena data-data yang diperolah dalam penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. terhadap hasil penelitian. Kegiatan penelitian harus mengikuti langkah-langkah
23 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan faktor penting yang sangat berpengaruh terhadap hasil penelitian. Kegiatan penelitian harus mengikuti langkah-langkah atau prosedur kerja sehingga
BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menghindari kesalahan dalam penafsiran beberapa istilah yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahan dalam penafsiran beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini, maka perlu penjelasan beberapa istilah tersebut agar
BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. hubungan antara dua atau beberapa variabel. Dengan teknik korelasional seorang
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan suatu bentuk penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik korelasional. Penelitian dengan teknik korelasional merupakan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. menghubungkan antara variabel X dan variabel Y. Penelitian dengan. B. Variabel Penelitian
28 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional yang menghubungkan antara variabel X dan variabel Y. Penelitian dengan teknik korelasional merupakan
BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan suatu desain penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan suatu desain penelitian yang memiliki kejelasan
BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Dan Definisi Operasional
BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Dan Definisi Operasional 1. Identifikasi Variabel Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Untuk menguji hipotesis penelitian, sebelumnya akan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yang identik dengan pendekatan deduktif yang berangkat dari persoalan-persoalan umum
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Bab dua (kajian pustaka) telah membahas teori yang telah menjadi dasar penelitian. Bab ini akan memaparkan metode penelitian dan bagaimana teori yang dibahas dalam bab kajian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian 1. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Penelitian lapangan merupakan suatu penelitian untuk memperolah
BAB III METODE PENELITIAN. analisis (Hadi, 2000). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian sangat penting karena menyangkut cara yang benar dalam pengumpulan data, analisa data dan pengambilan keputusan hasil penelitian. Pembahasan dalam metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Ciri-ciri sebuah penelitian kuantitatif
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti melakukan penelitian di lingkungan Kampus Universitas Pendidikan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Untuk dapat meneliti konsep empirik, konsep tersebut harus dioperasionalkan dengan mengubahnya menjadi variabel. Menurut Arikunto (2006), variabel adalah
BAB III METODE PENELITIAN
18 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Lokasi Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Lokasi penelitian ini adalah SMP Negeri 2 Pabelan dusun Jembrak
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan teoritis pada Bab II, maka langkah berikutnya pada Bab III ini adalah menguji
C. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdapat 2 variabel, yaitu: 1. Variabel independen : body image 2. Variabel dependen : perilaku diet
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik khusus yang
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian
43 BAB III METODE PEELITIA Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif diartikan sebagai suatu penelitian yang menggunakan alat bantu statistik paling utama dalam memberikan
III. METODE PENELITIAN. SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung pada tahun pelajaran 2011/2012. SMA Al-
III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X semester genap SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung pada tahun pelajaran 2011/2012. SMA Al- Azhar 3 Bandar
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian merupakan tempat pelaksanaan penelitian dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan di Perpustakaan SMA Negeri
BAB III METODE PENELITIAN. hubungan antara dua atau beberapa variabel (Arikunto, 2005: 247). Penelitian dengan
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk dalam penelitian korelasional kuantitatif. Penelitian korelasional merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya
BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. mengetahui ada tidaknya hubungan Kontrol diri (variabel bebas) dan Perilaku
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasional. Penelitian dengan teknik korelasional merupakan penelitian untuk mengetahui
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian (research methods) adalah cara-cara yang digunakan oleh peneliti dalam merancang, melaksanakan, pengolah data, dan menarik kesimpulan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan, Jalan Hariang Banga Nomor 2 Tamansari Bandung. 2. Populasi Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. Arikunto (2006:270) mengemukakan bahwa penelitian korelasional bertujuan untuk
BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. dengan tujuan penelitian. Dalam penelitian ini tidak
41 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Pemilihan dan penggunaan metode sangat menentukan keberhasilan suatu penelitian, oleh karena itu penentuan metode yang dipakai harus tepat dan sesuai dengan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kuantitatif, melalui penyebaran kuesioner (angket) kepada responden. Teknik penggunaan angket adalah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. banyak menggunakan angka-angka dari mulai pengumpulan data, penafsiran
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang dalam prosesnya banyak
BAB III METODE PENELITIAN
20 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di salah satu Bank swasta nasional di Kota Jakarta. Dasar pertimbangan yang digunakan dalam
III. METODE PENELITIAN. Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki
23 III. METODE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan diteliti. Populasi dalam penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif, dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. 1 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif, dengan teknik pengambilan data yaitu kuesioner untuk mengukur data variabel x (kegiatan
III. METODE PENELITIAN. Shot Case Study (Sugiono 2010: 110) menjelaskan bahwa terdapat suatu
20 III. METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan secara langsung dalam kegiatan pembelajaran pada siswa kelas X3. Desain penelitian ini menggunakan rancangan desain One- Shot Case
BAB III METODE PENELITIAN. A. Metode dan Pendekatan Penelitian 1. Metode penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Pendekatan Penelitian 1. Metode penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan analisis deskriptif, yaitu suatu studi yang berfungsi
BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. yaitu dukungan sosial teman sebaya sebagai variabel bebas (X) dan kebahagiaan
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Pada penelitian ini penulis menggunakan metode korelasional, yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara dua variabel, yaitu dukungan
