BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sidoharjo Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo. Sekolah ini didirikan

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. maka pada bab ini peneliti akan mendeskripsikan hasil penelitian yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Setelah Peneliti melakukan semua prosedur Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan tindakan kelas yang menyajikan materi pemahaman konsep

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV. Hasil penelitian dan Pembahasan. 2012/2013 pada SDN Gambut2. Kecamatan Gambut, Siswa kelas V berjumlah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dilanjutkan dengan tindakan siklus I dan siklus II. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Dulamayo Barat. Pada saat itu sebagai pimpinan sekolah adalah Bapak Usman Harun.

BAB IV HASIL PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Hantarukung

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Lokasi penelitian ini adalah MIN Ilung yang beralamat di Jalan H. Damanhuri

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Menghitung Luas Bangun Datar Melalui Metode Penemuan Terbimbing di Kelas IV SD Negeri 3 Marowo

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SLBN 1 Palu pada Materi Mengenal Pecahan dengan Menggunakan Kertas Lipat

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MIN Awang Baru Hulu

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di TK. Tunas Mekar

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karang Mekar 7

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Hasil Pelaksanaan Tindakan Siklus I

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Indonesia dikelas III SDN 1 Tolinggula Ulu Kabupaten Gorontalo Utara. Sebelum

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Darul

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SDN 25 Limboto

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan tindakan kelas siklus I dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 7

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Biru 1 (RSBI) Banjarmasin. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri Tajau Landung I

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis data dan temuan-temuan hasil penelitian, maka

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini telah berlangsung dalam dua siklus

Beberapa kepala sekolah yang pernah menjabat di SDN 1 Suwawa

BAB 1V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. melakukan observasi terhadap kemampuan siswa dalam kegiatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikn : SD N Percobaan 2. Kelas/ Semester : V/ I

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti berlokasi di SMK Negeri 1

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN dengan nomor akte No. 79/3/KHI/1984. Dengan Luas tanah 128 m². Secara umum

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sungai Selatan. Sekolah Dasar Negeri Sungai Kupang 2 beralamat di Jalan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al Badariyah terletak di Desa Tatah Layap

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kabupaten Bone Bolango. Adapun tujuan didirikan sekolah ini adalah sebagai

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. data-data yang diperoleh dalam pelaksanaan kesulitan tindakan kelas. Penelitian

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. siswa. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah merosotnya moral siswa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas merupakan langkah-langkah sistematis

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dilaksanakan dari bulan Maret sampai bulan Mei 2012.

BAB IV. Nilai Rata-rata < Belum Tuntas 52, Tuntas Jumlah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. dan hasil pembelajaran yang terjadi pada siswa. Penelitian ini dilaksanakan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Gorontalo Utara yang berjumlah 20 orang siswa, terhadap materi perubahan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas I SDN 03 Tolangohula

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas V SDN 20 Limboto

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Adapun subyek

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Observasi Awal Siklus I Pertemuan I

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Bolaang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persentase 1 Tuntas 8 36 % 2 Belum Tuntas % Jumlah %

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. mengenai data-data yang diperoleh dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al Badariyah terletak di Desa Tatah Layap

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas III SDN 2 Tudi Kecamatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini ditujukan terutama terhadap efektifitas

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MIS Sullamut Taufiq yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan di SDN 4 Bone Kecamatan

BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. sanggup) dalam melakukan sesuatu. Secara harfiah kemampuan berarti

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dan kelas yang dikenai tindakan adalah kelas VIII E yang berjumlah 27 peserta

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Lokasi penelitian ini adalah SDN 2 Ponelo tepatnya berlokasi di Jl Otiola kecamatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdapat sebuah bangunan rumah dinas dari batu. SDN No. 36

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. mengidentifikasi masalah pembelajaran matematika yang terdapat di kelas

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan pada siswa kelas IIA SDN 87 Kota

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PRA SIKLUS

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. tahun 2012 berubah nama menjadi SDN 4 Tibawa. Sekolah terletak di Jalan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. meningkatkan sikap peduli lingkungan dan prestasi belajar siswa materi

Transkripsi:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian SDN 1 Sidoharjo merupakan salah satu sekolah dasar yang terletak di Desa Sidoharjo Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo. Sekolah ini didirikan pada tahun 1982. Sekolah yang menghadap ke selatan ini berdiri di atas tanah seluas 1.325,50 m 2, dengan luas bangunan 601,50 m 2. Di sebelah timur terdapat gedung perpustakaan dan sebuah kolam ikan yang digunakan sebagai sumber belajar. Sebelah utara terdapat gedung yang terdiri atas 3 ruangan yang digunakan sebagai ruang belajar untuk kelas 1, 2 dan 3. Sebelah barat terdapat gedung yang terdiri atas empat ruangan, tiga ruangan untuk ruang belajar kelas 4, 5 dan 6, dan satu ruangan digunakan sebagai ruang kepala sekolah. Sejak didirikan, sekolah ini telah banyak menuai prestasi baik di bidang akademik, kesenian, olehraga maupun bidang kepramukaan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya piagam-piagam penghargaan maupun berbagai tropi yang terdapat di ruang kepala sekolah. Ini menandakan bahwa SDN 1 Sidoharjo Kecamatan Tolangohula merupakan salah satu sekolah yang mampu melahirkan generasi-generasi berkompetensi yang siap menjawab tantangan masa depan. Untuk tertibnya penyelenggaraan administrasi, tugas, fungsi, wewenang dan alur pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pendidikan dan pengajaran, maka sekolah ini menyusun struktur organisasi yang bertugas sesuai dengan fungsi dan kapasitasnya dalam jabatan yang telah ditentukan.

a. Keadaan Guru Untuk mengetahui dengan jelas keadaan guru pada SDN 1 Sidoharjo Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1 Kualifikasi Pendidikan Guru SDN 1 Sidoharjo Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo No 1 Kualifikasi Pendidikan S1 Jumlah 1 Jenis Kelamin L P - 1 Status Guru PNS 2 D2 3-3 2 PNS, 1 Non PNS 3 SMA 5 3 2 3 PNS, 2 Non PNS Sumber Data: Profil SDN 1 Sidoharjo Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo Tahun 2011/2012. Berdasarkan tabel 1 tersebut terlihat jelas bahwa guru di SDN 1 Sidoharjo Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo Tahun 2011/2012 berjumlah 9 orang dengan kualifikasi pendidikan Strata 1 (S1), Diploma 2 (D2) dan SMA.

Tabel 2 Keadaan Guru SDN 1 Sidoharjo Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo No Nama / NIP Jabatan Status Guru 1 JUSRAM ABDULLAH 19520610 197312 1 002 Kepsek PNS Pendidikan Terakhir SPG 2 HASNI EYATO 19650610 198802 2 003 GK PNS SPG 3 KARDINA H. ADIPU, S.Pd 19690520 200601 2 018 GK PNS S1 4 MUH. ARFAN MOHIDDIN 19670413 200312 1 005 GK PNS SGO 5 YANTI DUAKALI 19670707 198803 2 019 GK PNS S1 6 MASWITA KABIRAN, A.Ma 19560401 198310 2 001 GK PNS D2 7 SUSANA HADJU GK PNS SPG 8 TITIN ISMAIL GK Non PNS D2 9 HASAN PAYUYU GK Non PNS SMA Sumber Data: Profil SDN 1 Sidoharjo Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo Tahun 2011/ 2012. Berdasarkan tabel 2 diatas, dari 9 orang guru di Sekolah Dasar ini terdapat 6 orang guru yang berstatus PNS dan 3 orang Non PNS. b) Keadaan Siswa Siswa di sekolah merupakan salah satu elemen penting selain guru. Guru tidak bisa mengajar apabila tidak ada siswa. Jadi, antara guru dan siswa saling ketergantungan. Guru sebagai pengajar sedangkan murid sebagai orang yang

diajar. Sebuah sekolah tidak akan berdiri tanpa didukung oleh kedua unsur tersebut. Oleh sebab itu, di sekolah dibutuhkan adanya kerjasama antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar, karena kedua faktor ini sebagai penunjang terjadinya interaksi dalam pembelajaran. Adapun keadaan siswa di SDN 1 Sidoharjo Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 3 Keadaan anak didik SDN 1 Sidoharjo Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo No Kelas Jumlah anak L P Jumlah 1 I 15 17 32 2 II 23 25 48 3 III 18 19 37 4 IV 21 26 47 5 V 8 16 24 6 VI 12 17 29 Sumber Data: Profil SDN 1 Sidoharjo Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo Tahun 2011/ 2012. 4.1.2 Deskripsi Hasil Penelitian Setelah Peneliti melakukan semua prosedur Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan selama kurang lebih 3 bulan yakni sejak bulan April sampai dengan bulan Juni 2012 di SDN 1 Sidoharjo Kecamatan Tolangohula Kabupaten

Gorontalo, pada bab ini peneliti akan mendeskripsikan hasil penelitian yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Adapun hasil penelitian pada penelitian tindakan kelas ini dijelaskan secara sistematis sebagai berikut: 4.1.2.1 Hasil Pelaksanaan Tindakan Siklus I Pada pelaksanaan siklus I terdiri atas 4 tahap yakni persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi, sebagaimana diuraikan berikut ini. a) Tahap Persiapan Peneliti bersama guru mitra merumuskan rencana pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam meningkatkan kemampuan menentukan KPK. Mengingat betapa kompleksnya pembelajaran mengenai cara menentukan KPK, maka penjelasan materi dibuat lebih menarik dan memberikan kemudahan bagi siswa untuk menyelesaikan soal yang diberikan guru. Siswa dibagi dalam enam kelompok asal, setiap kelompok asal terdiri atas empat orang. Setiap anggota dalam kelompok asal mempunyai tugas masingmasing. Kemudian, anggota dari setiap kelompok yang mendapat tugas sama akan berkumpul membentuk kelompok ahli. Dengan demikian, terbentuklah empat kelompok ahli yang terdiri atas enam orang sebagai perwakilan dari enam kelompok asal. Setiap kelompok ahli membahas satu cara menentukan KPK sesuai tugas yang diberikan. Selesai membahas, masing-masing anggota kelompok ahli kembali ke kelompok awal untuk menyampaikan hasil pembahasannya secara bergilir dalam kelompok.

b) Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan siklus pertama ini, peneliti bersama guru mitra melaksanakan pembelajaran pada hari senin tanggal 30 April 2012, dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Proses pembelajaran dimulai dari masuknya guru ke kelas dan langsung memberikan salam pada siswa. Siswa menjawab salam guru. Guru mengambil posisi di kursi guru dan segera mengecek kehadiran siswa. Setelah itu, guru berdiri dan memperhatikan seisi kelas untuk memastikan kondisi ruangan dan keadaan siswa sebelum memulai pembelajaran. Guru memberikan apersepsi dengan menggambarkan sebuah garis bilangan di papan tulis dan menuliskan bilangan loncat 2 pada tiap titik di garis itu. Siswa diminta menyebutkan bilangan-bilangan itu. Lalu guru bertanya disebut apakah bilangan-bilangan itu? dan siswa menjawab kelipatan bilangan. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang kegiatan yang akan dilaksanakan dalam pembelajaran. Kemudian, guru membagi siswa dalam enam kelompok asal. Setiap kelompok terdiri atas empat anggota. Ketua kelompok membagi tugas kepada setiap anggota kelompok untuk membahas salah satu cara menentukan KPK. Anggota dari masing-masing kelompok yang mendapat tugas serupa berkumpul membentuk kelompok baru yang dinamakan kelompok ahli. Guru menyiapkan empat lembar LKS. Setiap LKS berisi materi tentang salah satu cara menentukan KPK, lengkap dengan contoh soal. Masing-masing LKS diberikan pada masing-masing kelompok ahli untuk dibahas dan dipelajari.

Sementara siswa membahas materi, guru melakukan pemantauan terhadap kegiatan siswa pada tiap-tiap kelompok ahli sekaligus memberikan bimbingan dan petunjuk apabila siswa mengalami kesulitan dalam pembahasannya. Pada waktu yang telah ditentukan, di bawah komando guru anggota kelompok ahli kembali ke kelompok asal dan menyampaikan hasil pembahasannya kepada anggota kelompok lainnya. Setelah itu, siswa diminta mengerjakan soal yang berkaitan dengan cara menentukan KPK di papan tulis. Pada kegiatan akhir, guru melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan siswa dengan memberikan tujuh butir soal untuk dikerjakan oleh siswa secara individual. Setelah mengerjakan soal yang berkaitan dengan cara menentukan KPK, siswa diberikan pekerjaan rumah dan diberikan nasehat untuk mengulangi pelajaran di rumah. Kemudian guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam, dan siswa menjawabnya. c) Tahap Pemantauan dan Evaluasi Kegiatan pelaksanaan tindakan pembelajaran bersama guru mitra dapat dilihat pada hasil pengamatan aktivitas guru dalam proses pembelajaran. Pada hasil pengamatan tersebut terlihat bahwa dalam 4 aspek kegiatan proses pembelajaran, hanya beberapa aspek yang dilaksanakan guru yaitu: (1) aspekaspek yang ada dalam kegiatan pra pembelajaran yang terdiri dari dua aspek yaitu kesiapan ruang, alat, media pembelajaran dan kesiapan siswa, pengamat 1 maupun pengamat 2 mencatat bahwa kedua aspek pengamatan tersebut telah dilaksanakan oleh guru, (2) pada kegiatan membuka pelajaran yang terdiri dari dua aspek yaitu apersepsi dan penyampaian tujuan pembelajaran, pengamat 1

mencatat hanya satu aspek yang dilakukan oleh guru sedangkan pengamat 2 mencatat kedua aspek telah dilakukan dengan maksimal oleh guru, (3) kegiatan inti yang terdiri dari enam belas aspek, pengamat 1 mencatat sembilan aspek telah dilakukan guru, sedangkan pengamat 2 mencatat 12 aspek telah dilakukan oleh guru, (4) kegiatan penutup yang terdiri dari dua aspek, pengamat 1 mencatat kedua aspek telah dilakukan oleh guru, sedangkan pengamat 2 mencatat hanya satu aspek yang telah dilakukan oleh guru. Jumlah seluruh aspek yang telah dilakukan guru sesuai hasil pengamat 1 sebanyak 14 dari 22 aspek yang diamati atau 64% dari seluruh aspek yang diamati, sedangkan hasil pengamat 2 mencatat sebanyak 17 dari 22 aspek atau 77% dari seluruh aspek yang diamati telah dilakukan oleh guru. Adapun hasil pengamatan aktivitas siswa selama pelaksanaan siklus 1 tercatat hanya 9 dari 16 aspek atau 56% dari seluruh aspek pengamatan yang telah dilaksanakan dengan maksimal oleh siswa. Selanjutnya, 5 aspek atau 31% dari seluruh aspek pengamatan masih belum dilaksanakan oleh sebagian besar siswa, dan 2 aspek atau 13% belum dilaksanakan oleh siswa. Sedangkan kemampuan siswa dalam menentukan KPK pada siklus I berdasarkan pemantauan yang dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dapat lihat pada tabel 4.

Tabel 4 Hasil Pengamatan Kemampuan Menentukan KPK pada Siklus I No Kategori Penilaian Menentukan kelipatan bilangan Jumlah Siswa Aspek yang diamati Menentukan faktorisasi prima Jumlah Siswa Menentukan KPK Jumlah Siswa Persentasi Persentasi Persentasi 1 Sangat mampu 10 42% 4 16% 6 25% 2 Cukup mampu 10 42% 9 38% 8 33% 3 Kurang mampu 4 16% 11 46% 10 42% Jumlah 24 100% 24 100% 24 100% Dari tabel 4 dapat dilihat bahwa pada aspek menentukan kelipatan bilangan, siswa yang tergolong dalam kategori sangat mampu berjumlah 10 orang atau 42%, Siswa yang tergolong pada kategori cukup mampu berjumlah 10 orang atau 42%, dan siswa yang tergolong pada kategori kurang mampu berjumlah 4 orang atau 16%. Pada aspek menentukan faktorisasi prima, siswa yang tergolong dalam kategori sangat mampu berjumlah 4 orang atau 16%, Siswa yang tergolong pada kategori cukup mampu berjumlah 9 orang atau 38%, dan siswa yang tergolong pada kategori kurang mampu berjumlah 11 orang atau 46%. Sedangkan pada aspek menentukan KPK, siswa yang tergolong dalam kategori sangat mampu berjumlah 6 orang atau 25%, Siswa yang tergolong pada kategori cukup mampu berjumlah 8 orang atau 33%, dan siswa yang tergolong pada kategori kurang mampu berjumlah 10 orang atau 42%. Setelah melakukan pemantauan, guru melakukan evaluasi terhadap kemampuan siswa dalam menentukan KPK. Berdasarkan analisis soal yang telah

diolah oleh peneliti, maka diperoleh data hasil evaluasi kemampuan siswa dalam menentukan KPK yang dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 5. Hasil Evaluasi Kemampuan menentukan KPK pada siklus I No Nama Siswa Nilai 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. Tedi Pradito Guntari Burhanudin Ardi Pranata Irfan Wahyudin Rahman Randi saputra hadi Paul wijaya saputra Riyadi Dewi yuliyanti Roslinda a. Djoli Arum puspita sari Rela evita dianda Mirnawati Sunarsih yusuf Sugiyati Harmin usman Umi kusuma dewi Nurtin hasan Cicha S. Harun Fatmawati Yahya Sri Inang Mahajani Dewi Karmila Idrus Yasrin Podungge Maryam Dawola 64 79 43 36 36 100 79 86 79 64 57 57 21 43 29 29 Capaian Indikator Tidak Tuntas tuntas Ket Jumlah 13 11 Persentase 54,2% 45,8% Berdasarkan data pada tabel 5, menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh nilai tuntas sebanyak 13 dari 24 siswa atau 54,2% dari jumlah siswa, sedangkan siswa yang belum tuntas atau yang memperoleh nilai kurang dari 70 terdapat 11 siswa atau 45,8%. Masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Siswa yang memperoleh nilai 100 berjumlah 1 orang atau 4,2% dari jumlah siswa. 2. Siswa yang memperoleh nilai 86 berjumlah 1 siswa atau 4,2% dari jumlah siswa. 3. Siswa yang memperoleh nilai 79 berjumlah 3 siswa atau 12,5% dari jumlah siswa. 4. Siswa yang memperoleh nilai berjumlah 8 siswa dengan persentase 33,3% dari jumlah siswa. 5. Siswa yang memperoleh nilai di bawah 70 berjumlah 11 siswa atau 45,8% dari jumlah siswa. d) Hasil Analisis dan Refleksi Hasil analisis data dari hasil pemantauan dan evaluasi menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh nilai tuntas sebanyak 13 dari 24 siswa atau 54,2% dari jumlah siswa, sedangkan siswa yang belum tuntas atau yang memperoleh nilai kurang dari 70 terdapat 11 siswa atau 45,8%, maka dapat dilihat bahwa indikator kinerja yang menyatakan apabila kemampuan menentukan KPK dapat meningkat dari observasi awal yang hanya 9 dari 24 siswa atau 37,5% dari jumlah siswa, akan meningkat minimal 17 dari 24 siswa atau 70% dari jumlah siswa belum tercapai. Dari hasil refleksi bersama terungkap bahwa masih ada beberapa indikator yang perlu ditingkatkan terutama aktivitas guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan penerapan model kooperatif tipe jigsaw yakni : (1) menyampaikan tujuan pembelajaran, (2) menyampaikan materi ajar sesuai dengan

hierarki belajar, (3) melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan kebutuhan siswa, (4) melaksanakan pembelajaran secara runtut, (5) menguasai kelas, (6) melaksanakan pembelajaran sesuai alokasi waktu, (7) menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran, dan (8) menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa. Adapun aktivitas siswa yang masih perlu untuk ditingkatkan di antaranya : (1) motivasi siswa pada saat mengikuti pembelajaran, (2) rasa ingin tahu siswa terhadap materi sehingga materi yang diberikan menjadi menarik untuk dipelajari, (3) sikap peduli siswa sehingga memudahkan guru dalam melakukan bimbingan, (4) kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru, dan (5) keaktifan siswa dalam memberikan simpulan terhadap materi yang telah dipelajari. Dengan melihat hasil pelaksanaan tindakan siklus I, peneliti berkesimpulan bahwa faktor utama penyebab ketidakmampuan siswa dalam menentukan KPK adalah pemahaman konsep kelipatan yang masih rendah dan kebiasaan siswa yang acuh tak acuh dalam pembelajaran. Pelaksanaan tindakan siklus I telah mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan hasil observasi awal, namun capaian tingkat kemampuan siswa belum sesuai dengan apa yang diharapkan atau belum sesuai dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan oleh peneliti. Masih rendahnya capaian ini disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut : (1) Sebagian siswa belum terbiasa dengan kondisi belajar kelompok, (2) sebagian siswa belum memahami langkahlangkah pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe

jigsaw. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan upaya dengan memberikan pengertian kepada siswa mengenai kondisi dalam kelompok, keikutsertaan dalam kelompok dan menjelaskan langkah-langkah pembelajaran dengan penerapan model kooperatif tipe jigsaw. Dengan adanya hasil capaian pelaksanaan tindakan siklus I yang belum memenuhi standar minimal indikator kinerja yang ditetapkan oleh peneliti, maka penelitian ini perlu dilanjutkan ke siklus berikutnya, yakni siklus II dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menentukan KPK. 4.1.2.2 Hasil Pelaksanaan Tindakan Siklus II Seperti pada pelaksanaan siklus I, siklus II juga dilaksanakan dalam 4 tahap yakni persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi, sebagaimana diuraikan berikut ini. a) Tahap Persiapan Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, maka ditetapkan rencana-rencana sebagai berikut: 1) Memperbaiki dan menyempurnakan kelemahan pada aspek-aspek pelaksanaan kegiatan guru dan kegiatan siswa dalam hal kegiatan menentukan KPK. 2) Memperhatikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran KPK. Peneliti bersama guru mitra merumuskan rencana pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam meningkatkan

kemampuan menentukan KPK. Aspek kegiatan lebih ditekankan pada penyelesaian soal-soal yang berhubungan dengan KPK. Penjelasan materi dibuat lebih menarik dan memberikan kemudahan bagi siswa untuk menyelesaikan soal yang diberikan guru. Siswa dibagi dalam enam kelompok asal, setiap kelompok asal terdiri atas empat orang. Setiap anggota dalam kelompok asal mempunyai tugas masingmasing. Kemudian, anggota dari setiap kelompok yang mendapat tugas sama akan berkumpul membentuk kelompok ahli. Dengan demikian, terbentuklah empat kelompok ahli yang terdiri atas enam orang sebagai perwakilan dari enam kelompok asal. Setiap kelompok ahli membahas satu cara menentukan KPK sesuai tugas yang diberikan. Selesai membahas, masing-masing anggota kelompok ahli kembali ke kelompok awal untuk menyampaikan hasil pembahasannya secara bergilir dalam kelompok. b) Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan tindakan siklus II ini dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2012 dengan lebih memprioritaskan pada aspek menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan cara menentukan KPK yang diberikan guru kepada siswa. Proses pembelajaran dimulai dari masuknya guru ke dalam kelas dan langsung memberikan salam pada siswa. Siswa kemudian menjawab salam guru. Guru mengambil posisi di kursi guru dan segera mengecek kehadiran siswa. Setelah itu, guru berdiri dan memperhatikan seisi kelas untuk memastikan kondisi ruangan dan keadaan siswa sebelum memulai pembelajaran.

Guru mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan kelipatan bilangan, siapa yang bisa menyebutkan bilangan loncat 3? siswa mengacungkan tangan dan menjawab : 3, 6, 9, 12, 15, dan seterusnya. Guru kembali bertanya : disebut apakah himpunan bilangan loncat 3 itu? siswa menjawab : himpunan bilangan kelipatan 3. Guru memberikan penguatan pada siswa dan melanjutkan kembali pertanyaan untuk mengukur perkembangan pemahaman konsep dan kemampuan siswa dalam menentukan KPK setelah dilaksanakannya siklus I. Setelah itu, guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang kegiatan yang akan dilaksanakan dalam pembelajaran. Kemudian, guru membagi siswa dalam enam kelompok asal. Setiap kelompok terdiri atas empat anggota kelompok. Ketua kelompok membagi tugas kepada setiap anggota kelompok untuk membahas salah satu cara menentukan KPK. Anggota dari masing-masing kelompok yang mendapat tugas serupa berkumpul membentuk kelompok baru yang dinamakan kelompok ahli. Guru menyiapkan empat lembar LKS. Setiap LKS berisi materi tentang salah satu cara menentukan KPK, lengkap dengan contoh soal. Masingmasing LKS diberikan pada masing-masing kelompok ahli untuk dibahas dan dipelajari. Sementara siswa membahas materi, guru melakukan pemantauan terhadap kegiatan siswa pada tiap-tiap kelompok ahli sekaligus memberikan bimbingan dan petunjuk apabila siswa mengalami kesulitan dalam pembahasannya. Pada waktu yang telah ditentukan, di bawah komando guru anggota kelompok ahli kembali ke kelompok asal dan menyampaikan hasil

pembahasannya kepada anggota kelompok lainnya. Setelah itu, siswa diminta mengerjakan soal yang berkaitan dengan cara menentukan KPK di papan tulis. Pada kegiatan akhir, guru melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan siswa dengan memberikan tujuh butir soal untuk dikerjakan oleh siswa secara individual. Setelah mengerjakan soal yang berkaitan dengan cara menentukan KPK, siswa diberikan pekerjaan rumah dan diberikan nasehat untuk mengulang kembali pelajaran di rumah. Kemudian guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam, dan siswa menjawabnya. c) Hasil pemantauan dan evaluasi Dari hasil pelaksanaan tindakan siklus II, terlihat bahwa aktivitas guru dalam 4 aspek kegiatan proses pembelajaran sebagian besar telah dilaksanakan, yaitu: (1) aspek-aspek yang ada dalam kegiatan pra pembelajaran yang terdiri dari dua aspek yaitu kesiapan ruang, alat, media pembelajaran dan kesiapan siswa, pengamat 1 maupun pengamat 2 mencatat bahwa kedua aspek pengamatan tersebut telah dilaksanakan oleh guru, (2) pada kegiatan membuka pelajaran yang terdiri dari dua aspek yaitu apersepsi dan penyampaian tujuan pembelajaran, pengamat 1 dan pengamat 2 juga mencatat kedua aspek telah dilakukan dengan maksimal oleh guru, (3) kegiatan inti yang terdiri dari enam belas aspek, pengamat 1 mencatat tiga belas aspek telah dilakukan guru, sedangkan pengamat 2 mencatat empat belas aspek telah dilakukan oleh guru, (4) kegiatan penutup yang terdiri dari dua aspek, pengamat 1 maupun pengamat 2 mencatat kedua aspek telah dilakukan secara maksimal oleh guru.

Jumlah seluruh aspek yang telah dilakukan guru sesuai hasil pengamat 1 sebanyak 19 dari 22 aspek yang diamati atau 86% dari seluruh aspek yang diamati, sedangkan hasil pengamat 2 mencatat sebanyak 20 dari 22 aspek atau 91% dari seluruh aspek yang diamati telah dilakukan oleh guru. Kegiatan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus sebelumnya, karena pada siklus ini guru telah melaksanakan aspek-aspek yang terdapat pada kegiatan pembelajaran secara maksimal. Selain melakukan pengamatan terhadap aktivitas guru, pengamatan juga dilakukan terhadap aktivitas siswa selama proses pembelajaran siklus II berlangsung. Adapun hasil pengamatan aktivitas siswa selama pelaksanaan siklus II tercatat bahwa seluruh atau 100% aspek pengamatan telah dilaksanakan dengan baik oleh siswa. Sedangkan kemampuan siswa dalam menentukan KPK pada siklus II berdasarkan pemantauan yang dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dapat lihat pada tabel 6.

Tabel 6 Hasil Pengamatan Kemampuan Menentukan KPK pada Siklus II No Kategori Penilaian Menentukan kelipatan bilangan Jumlah Siswa Aspek yang diamati Menentukan faktorisasi prima Jumlah Siswa Menentukan KPK Jumlah Siswa Persentasi Persentasi Persentasi 1 Sangat mampu 14 58% 8 33% 3 12,5% 2 Cukup mampu 9 38% 11 46% 15 62,5% 3 Kurang mampu 1 4% 5 21% 6 25% Jumlah 24 100% 24 100% 24 100% Dari tabel 6 dapat dilihat bahwa pada aspek menentukan kelipatan bilangan, siswa yang tergolong dalam kategori sangat mampu berjumlah 14 orang atau 58%, Siswa yang tergolong pada kategori cukup mampu berjumlah 9 orang atau 38%, dan siswa yang tergolong pada kategori kurang mampu berjumlah 1 orang atau 4%. Pada aspek menentukan faktorisasi prima, siswa yang tergolong dalam kategori sangat mampu berjumlah 8 orang atau 33%, Siswa yang tergolong pada kategori cukup mampu berjumlah 11 orang atau 46%, dan siswa yang tergolong pada kategori kurang mampu berjumlah 5 orang atau 21%. Sedangkan pada aspek menentukan KPK, siswa yang tergolong dalam kategori sangat mampu berjumlah 3 orang atau 12,5%, Siswa yang tergolong pada kategori cukup mampu berjumlah 15 orang atau 62,5%, dan siswa yang tergolong pada kategori kurang mampu berjumlah 6 orang atau 25%. Setelah melakukan pemantauan terhadap aktivitas guru maupun aktivitas siswa, guru melakukan evaluasi terhadap kemampuan siswa dalam menentukan

KPK. Berdasarkan analisis soal yang telah diolah oleh peneliti, maka diperoleh data hasil evaluasi kemampuan siswa dalam menentukan KPK yang dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 7. Hasil Evaluasi Kemampuan menentukan KPK pada siklus II No Nama Siswa Nilai 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. Tedi Pradito Guntari Burhanudin Ardi Pranata Irfan Wahyudin Rahman Randi saputra hadi Paul wijaya saputra Riyadi Dewi yuliyanti Roslinda a. Djoli Arum puspita sari Rela evita dianda Mirnawati Sunarsih yusuf Sugiyati Harmin usman Umi kusuma dewi Nurtin hasan Cicha S. Harun Fatmawati Yahya Sri Inang Mahajani Dewi Karmila Idrus Yasrin Podungge Maryam Dawola 79 64 86 64 79 100 86 79 79 93 86 79 64 86 43 64 43 86 79 57 Capaian Indikator Tidak Tuntas tuntas Ket Jumlah 17 7 Persentase 70,8% 29,2% Tabel 9 menunjukkan bahwa perolehan nilai ketuntasan 70 pada pelaksanaan siklus II terdapat 17 siswa atau 70,8%, sedangkan siswa yang belum

tuntas atau kurang dari 70 sebanyak 7 siswa atau 29,2%. Masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Siswa yang memperoleh nilai 100 dan 93 masing-masing berjumlah 1 orang atau 4,2% dari jumlah siswa. 2. Siswa yang memperoleh nilai 86 berjumlah 5 siswa atau 20,9% dari jumlah siswa. 3. Siswa yang memperoleh nilai 79 berjumlah 6 siswa atau 25% dari jumlah siswa. 4. Siswa yang memperoleh nilai berjumlah 4 siswa dengan persentase 16,6% dari jumlah siswa. 5. Siswa yang memperoleh nilai di bawah 70 berjumlah 7 siswa atau 29,1% dari jumlah siswa. d) Tahap Analisis dan Refleksi Setelah dianalisis data hasil pemantauan dan evaluasi, dapat diketahui dari perolehan hasil belajar siswa pada siklus II bahwa kemampuan siswa dalam menentukan KPK mengalami peningkatan. Dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang telah mencapai indikator kinerja maka tidak perlu melaksanakan tindakan selanjutnya. Argumen tersebut ada karena berdasarkan hasil tindakan siklus I jumlah siswa yang dapat menentukan KPK hanya 54,2%, setelah diadakan tindakan siklus II mengalami peningkatan menjadi 70,8%. 4.2 Pembahasan Sebelum pelaksanaan penelitian tindakan kelas, guru mengadakan uji coba tes yang dilaksanakan pada observasi awal. Dari analisis data hasil penelitian

tindakan kelas ini yakni analisis terhadap pengamatan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa dalam menentukan KPK dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw diperoleh hasil menuju kearah perbaikan dan peningkatan kemampuan menentukan KPK. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini sangat efektif karena dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar anak. Hal ini dapat terlihat dari peranan guru dan siswa selama kegiatan belajar mengajar dalam penelitian tindakan kelas ini, dimana guru menempatkan diri sebagai sosok yang dapat memfasilitasi siswa belajar sesuai dengan kebutuhannya, yang ditunjukkan dengan sikap guru sebagai pemimpin belajar, fasilitator belajar, moderator belajar sekaligus sebagai evaluator belajar. Berdasarkan hasil refleksi bersama guru mitra pada siklus I diperoleh datadata dan sekaligus kelemahan-kelemahan sebagai berikut: 1) guru tidak memberikan pre test sebelum menyajikan pelajaran, 2) guru belum dapat menerapkan secara maksimal langkah-langkah pembelajaran model kooperatif tipe jigsaw, 3) suasana belajar yang masih terbiasa dengan proses pembelajaran sebelumnya dimana siswa pasif, 4) penguasaan kelas yang masih didominasi oleh guru. Dari pelaksanaan kegiatan pembelajaran siklus I, terjadi perubahan atau peningkatan pada kemampuan siswa dalam menentukan KPK, dimana pada observasi awal hanya 37,5% atau 9 siswa yang memiliki kemampuan menentukan KPK menjadi 13 siswa atau 54,2%. Namun demikian, peningkatan ini belum

memenuhi indikator yang telah ditetapkan sebelumnya, sehingganya diadakan pelaksanaan tindakan siklus II. Pada pelaksanaan siklus II, yang dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2012 lebih memprioritaskan pada aspek menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan cara menentukan KPK yang diberikan guru kepada siswa. Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, maka ditetapkan rencana-rencana sebagai berikut: 1) Memperbaiki dan menyempurnakan kelemahan pada aspek-aspek pelaksanaan kegiatan guru dan kegiatan siswa dalam hal kegiatan penguasaan konsep KPK. 2) Memperhatikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran KPK. Setelah pelaksanaan tindakan siklus II, terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam menentukan KPK di mana terdapat 17 siswa atau 70,8% dari jumlah siswa yang tuntas dalam pembelajaran KPK. Deskripsi data tersebut menjelaskan bahwa untuk meningkatkan kemampuan menentukan KPK pada siswa kelas V SD dapat melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Argumen tersebut didasarkan atas hasil capaian nilai hasil belajar siswa telah mencapai indikator kinerja 70% dengan hasil pelaksanaan tindakan siklus II mencapai 70,8%. Tingginya capaian ini didukung oleh adanya proses kegiatan guru (peneliti) yang telah memadai. Hal ini dapat dicapai apabila guru dapat mengelola proses pembelajaran secara optimal dengan mengacu pada tujuan dan langkah-langkah pembelajaran yang

telah ditetapkan dalam Rencana Proses Pembelajaran (RPP), serta memperhatikan aspek-aspek keterampilan dasar mengajar. grafik berikut: Peningkatan hasil belajar siswa dalam menentukan KPK dapat dilihat pada Grafik Peningkatan Kemampuan Menentukan KPK pada Siswa Kelas V SDN 1 Sidoharjo Kecamatan Tolangohula 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Observasi Awal Siklus 1 Siklus 2 Oleh karena itu, hipotesis tindakan yang berbunyi jika digunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw maka kemampuan siswa kelas V SDN 1 Sidoharjo Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo dalam menentukan KPK akan meningkat, terbukti dan dinyatakan diterima.