Ruang Norm-2 dan Ruang Hasil Kali Dalam-2

dokumen-dokumen yang mirip
Ruang Norm-n Berdimensi Hingga

FUNGSIONAL LINEAR-2 DALAM RUANG NORM-2 2-LINEAR FUNCTIONALS IN 2-NORMED SPACE

Teorema Titik Tetap di Ruang Norm-2 Standar

TEOREMA TITIK TETAP PADA RUANG NORM-n STANDAR. Shelvi Ekariani KK Analisis dan Geometri FMIPA ITB

Ketaksamaan Cauchy-Schwarz, Ketaksamaan Bessel, dan Kesamaan Parseval di Ruang n-hasilkali Dalam Baku. Hendra Gunawan

KAJIAN KONSEP RUANG NORMA-2 DENGAN DOMAIN PEMETAAN BERUPA RUANG BERDIMENSI HINGGA

Ekuivalensi Norm-n dalam Ruang R d

Kelengkapan Ruang l pada Ruang Norm-n

Edisi Juni 2011 Volume V No. 1-2 ISSN SIFAT-SIFAT RUANG HASIL KALI DALAM-n KOMPLEKS

SIFAT-SIFAT HIMPUNAN PROXIMINAL

TEOREMA TITIK TETAP DI RUANG BARISAN p-summable DALAM NORM-n

JMP : Volume 1 Nomor 1, April 2009 KETAKSAMAAN CAUCHY SCHWARZ PADA RUANG HASIL KALI DALAM-2

ORTOGONALITAS-P DI RUANG NORM-n

PENGANTAR ANALISIS FUNGSIONAL

BEBERAPA KONSEP ORTOGONALITAS DI RUANG NORM

TEOREMA TITIK TETAP PADA RUANG BERNORMA CONE BERNILAI-

Kekontraktifan Pemetaan pada Ruang Metrik Kerucut

Rumus eksplisit untuk sudut antara dua subruang dari suatu ruang hasilkali dalam 1. Hendra Gunawan 2

Beberapa Sifat Operator Self Adjoint dalam Ruang Hilbert

TINJAUAN PUSTAKA. Dalam bab ini akan dibahas beberapa konsep mendasar meliputi ruang vektor,

KAJIAN TEORI PENYELESAIAN MASALAH JARAK DAN SUDUT PADA BANGUN RUANG DIMENSI TIGA MENGGUNAKAN PENDEKATAN VEKTOR

INTERVAL KEKONTRAKTIFAN PEMETAAN PADA RUANG BANACH. Badrulfalah 1, Khafsah Joebaedi. 2.

Ruang Vektor Euclid R n

Karakteristik Operator Positif Pada Ruang Hilbert

Hasil Kali Dalam Berbobot pada Ruang L p (X)

ORTOGONALITAS DI RUANG BERNORM

II. LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai teori-teori yang berhubungan dengan

TRANSFORMASI LINIER PADA RUANG BANACH

KEKONVERGENAN LEMAH PADA RUANG HILBERT

Vektor di ruang dimensi 2 dan ruang dimensi 3

KAJIAN TEOREMA TITIK TETAP PEMETAAN KONTRAKTIF PADA RUANG METRIK CONE LENGKAP DENGAN JARAK-W

Ketunggalan titik Tetap Pemetaan Kondisi Tipe Kontraktif pada Ruang Banach

KESTABILAN PERSAMAAN FUNGSIONAL JENSEN.

Konvergensi Barisan dan Teorema Titik Tetap

0. Pendahuluan. 0.1 Notasi dan istilah, bilangan kompleks

01-Pengenalan Vektor. Dosen: Anny Yuniarti, M.Comp.Sc Gasal Anny2011 1

Program Studi Teknik Mesin S1

EKSISTENSI TITIK TETAP DARI SUATU TRANSFORMASI LINIER PADA RUANG BANACH

Ruang Vektor Euclid R 2 dan R 3

1 Mengapa Perlu Belajar Geometri Daftar Pustaka... 1

PROYEKSI ORTHOGONAL PADA RUANG HILBERT. ROSMAN SIREGAR Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Jurusan Matematika Universitas Sumatera Utara

BAB 2 RUANG HILBERT. 2.1 Definisi Ruang Hilbert

RUANG LIPSCHITZ. Departemen Pendidikan Matematika FPMIPA UPI. *Surel: : (, ) Ϝ

SUATU KAJIAN TITIK TETAP PEMETAAN k-pseudononspreading SEJATI DI RUANG HILBERT

Euclidean n & Vector Spaces. Matrices & Vector Spaces

TINJAUAN PUSTAKA. Ruang metrik merupakan ruang abstrak, yaitu ruang yang dibangun oleh

ANALISIS NUMERIK LANJUT. Hendra Gunawan, Ph.D. 2006/2007

SIFAT P-KONVEKS PADA RUANG FUNGSI MUSIELAK-ORLICZ TYPE BOCHNER. Yulia Romadiastri

KARAKTERISTIK RUANG HASIL KALI DALAM PADA FUNGSI KONVEKS KUAT TUGAS AKHIR

KEKONVERGENAN BARISAN DI RUANG HILBERT PADA PEMETAAN TIPE-NONSPREADING DAN NONEXPANSIVE

RENCANA KEGIATAN PERKULIAHAN Kode Mata Kuliah : MAA 526 Nama Mata Kuliah : Analisis Fungsional

BAB I PENDAHULUAN. umum ruang metrik dan memperluas pengertian klasik dari ruang Euclidean R n, sehingga

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga SIFAT JARAK PADA RUANG METRIK SKRIPSI SITI MAISYAROH

Analisis Fungsional. Oleh: Dr. Rizky Rosjanuardi, M.Si Jurusan Pendidikan Matematika UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BEBERAPA TEOREMA TITIK TETAP UNTUK PEMETAAN NONSELF. Kata kunci : pemetaan nonexpansive, pemetaan condensing, pemetaan kompak.

OPERATOR PADA RUANG BARISAN TERBATAS

KONSTRUKSI PERSAMAAN GARIS LURUS MELALUI ANALISIS VEKTORIS DALAM RUANG BERDIMENSI DUA

DASAR-DASAR TEORI RUANG HILBERT

Eksistensi Dan Ketunggalan Titik Tetap Untuk Pemetaan Kontraktif Pada Ruang Metrik-G Komplit

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

SIFAT-SIFAT PEMETAAN BILINEAR

PENGANTAR KALKULUS PEUBAH BANYAK. 1. Pengertian Vektor pada Bidang Datar

BAB III RUANG VEKTOR R 2 DAN R 3. Bab ini membahas pengertian dan operasi vektor-vektor. Selain

FOURIER Oktober 2014, Vol. 3, No. 2, KONSEP FUNGSI SEMIKONTINU. Malahayati 1

Beberapa Pertidaksamaan Tipe Ostrowski

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan

Aljabar Linier Elementer. Kuliah ke-9

BEBERAPA KONSEP YANG BERKAITAN PADA RUANG FUZZY BERNORMA DAN RUANG FUZZY BERNORMA-n

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Sifat Barisan Subhimpunan Tutup di Ruang Metrik yang Completion-nya adalah Ruang Atsuji

MA Analisis dan Aljabar Teori=4 Praktikum=0 II (angka. 17 Juli

HUBUNGAN ANTARA PEMETAAN LINEAR DAN BILINEAR

PEMETAAN KONTRAKTIF LEMAH MULTIVALUED DI RUANG METRIK PARSIAL

VEKTOR. Notasi Vektor. Panjang Vektor. Penjumlahan dan Pengurangan Vektor (,, ) (,, ) di atas dapat dinyatakan dengan: Matriks = Maka = =

MEMBUKTIKAN KETAKSAMAAN ERDŐS-MORDELL DENGAN MENGGUNAKAN JARAK BERTANDA. ABSTRACT

BAB 6 RUANG HASIL KALI DALAM. Dr. Ir. Abdul Wahid Surhim, MT.

BAHAN AJAR ANALISIS REAL 1 Matematika STKIP Tuanku Tambusai Bangkinang

FOURIER Oktober 2014, Vol. 3 No. 2, KONSEP DASAR RUANG METRIK CONE. Yogyakarta

PROSIDING SEMINAR NASIONAL STATISTIKA UNIVERSITAS DIPONEGORO 2013 ISBN: DUA TIPE PEMETAAN KONTRAKTIF PADA RUANG METRIK CONE

ALJABAR-C* KOMUTATIF Commutative C*-algebra

Ruang Hasil Kali Dalam

Materi Aljabar Linear Lanjut

UNIVERSITAS INDONESIA. SUDUT ANTARA DUA SUBRUANG DARI SUATU RUANG HASIL KALI DALAM-n TESIS DEBBY SANJAYA

BAB III OPERATOR LINEAR TERBATAS PADA RUANG HILBERT. Operator merupakan salah satu materi yang akan dibahas dalam fungsi

II. TINJAUAN PUSATAKA

MA5032 ANALISIS REAL

1. PENDAHULUAN 2. METODE PENELITIAN 3. HASIL DAN PEMBAHASAN. Abstrak

Ruang Metrik dan Ruang Metrik-n

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS VETERAN BANGUN NUSANTARA SUKOHARJO

Sifat-sifat Ruang Banach

ITERASI TIGA LANGKAH PADA PEMETAAN ASIMTOTIK NON- EKSPANSIF

Kriteria Struktur Aljabar Modul Noetherian dan Gelanggang Noetherian

Metrik Finsler Pseudo-Konveks Kuat pada Bundel Vektor Holomorfik

Volume 1, Nomor 2, Desember 2007

Transkripsi:

Jurnal Matematika Integratif ISSN 4-684 Volume 0 No, Oktober 04, pp 39-45 Ruang Norm- dan Ruang Hasil Kali Dalam- J.Manuhutu, Y.A.Lesnussa, H. Batkunde JurusanMatematika Fakultas MIPA UniversitasPattimura Jln. Ir. M. Putuhena, Kampus Unpatti, Poka-Ambon e-mail: johnmanuhutu@yahoo.com, yopi_a_lesnussa@yahoo.com, ABSTRAK Konsep ruang norm- n(n ) pertama kali diperkenalkan oleh Gähler, sementara ruang hasil kali dalam- dikembangkan oleh Misiak. Tulisan ini akan membahas mengenai ruang norm- dan ruang hasil kali dalam- secara umum. Selain itu, makalah ini juga akan meninjau lebih jauh tentang intepretasi geometri dari ruang norm- juga hubungan antara ruang norm- dan ruang hasil kali dalam-. Kata Kunci:Ruang norm-, Ruang Hasil Kali Dalam-. ABSTRACT The concept of n-normed spaces (n ) was originally introduced by Gähler, while the -inner product spaces developed by Misiak. This paper will discuss about -normed spaces and -inner product spaces generally. In addition, this paper will review interpretation of the geometry of space norm- further and also the relationship between -normed spaces and -inner product spaces. Keywords: -normed spaces, -inner product spaces. Pendahuluan Konsep ruang norm pertama kali dikemukakan oleh S. Banach, H. Hahn dan N. Weiner pada tahun 9, yang lebih lanjut dikembangkan oleh S. Banach pada tahun 93. Ruang norm adalah ruang-ruang yang dibangun dari ruang vektor dengan didefinisikan norm didalamnya. Ruang norm- (juga perumuman ruang norm-n untuk (n )), pertama kali dikemukakan oleh S. Gӓhler pada tahun 960-an. Setelah itu Misiak mengembangkan ruang hasil kali dalam-n (untukn ) pada tahun 989. (lihat Gahler [3,4] dan Misiak [8]). Ruang norm adalah suatu ruang vektor yang dilengkapi oleh suatu norm yang didefinisikan di dalamnya (Kreyszig, []). Jika norm suatu vector dapat diinterpretasikan sebagai panjang dari suatu vektor, maka norm- dapat diinterpretasikan sebagai luasan jajar genjang yang direntang oleh dua vektor. Konsep ruang norm-n merupakan perumuman dari ruang norm-. Sedangkan norm-n dapat diintepretasikansebagai volume pararel epipedium yang direntang oleh n buah vektor (Batkunde [] dan Gunawan [5,6]). Sama halnya dengan ruang norm, banyak aspek yang dapat dikaji pada ruang norm-, yang akan ditinjau pada bagian selanjutnya.. Metode Penelitian Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode studi pustaka yang diperoleh dari buku, jurnal maupun sumber online, pendalaman literatur serta wawasan dasar yang dimiliki penulis. 39

Manuhutu et al/ JMI Volume 0 No, Oktober 04, pp 39-45 3. Hasil Dan Pembahasan Perhatikan bahwa jika (X,.,. ) merupakan suatu ruang hasil kali dalam, maka ketaksamaan Cauchy-Schwarz di X dapat dinyatakan sebagai: x, x x, y 0 ; x, y X. y, x y, y Perhatikan juga bahwa, jika terdapat dua vektor x,y X, maka x, x x, y A(x, y) = y, x y, y Menyatakan luas jajaran genjang yang direntang oleh dua vektor x dan y, akan ditunjukkan kemudian bahwa A(x, y) merupakan suatu norm-. Berikut penjabaran lebih lanjut tentang ruang norm- dan ruang hasil kali dalam-. 3. Ruang Norm- dan Ruang Hasil Kali Dalam- Definisi. Misal X dengan dim(x). Pemetaan.,. : X X R yang memenuhi sifat: i. x, y 0 ; x, y X x, y = 0jika dan hanya jika x, y bergantung linier. ii. x, y = y, x ; x, y X iii. αx, y = α x, y, x, y X iv. x + y, z x + z + y + z ; x, y, z X. Merupakan norm- pada X, dan pasangan (X,.,. ) disebut ruang norm-. Contoh. Perhatikan bahwa (R,, ) merupakan ruang hasil kali dengan hasil kali dalamnya didefinisikan oleh: x, y = x y + x y, x, y R dengan norm- didefinisikan oleh x, x x, y x, y s = y, x y, y Dapat diperiksa bahwa (R,, )merupakan suatu ruang norm-. Contoh 3. R d dengan norm- yang didefiniskan oleh Merupakan suatu ruang norm-. d d i= j= x j x, y s = ( x i y i y ), j 40

Manuhutu et al/ JMI Volume 0 No, Oktober 04, pp 39-45 Selanjutnya jika adaluasan yang dibentuk oleh dua vector x dan y, ternyata luasan yang dibentuk oleh vektor x, y akan sama dengan luasan yang dibentuk oleh vektor (x + αy)dan y yang dinyatakan dalam proposisi berikut. Proposisi 4. Diberikan(X,, ) adalah suatu ruang norm-, maka x, y X berlaku: x + αy, y = x, y, α R Perhatikan bahwa untuk x, y X, maka berlaku x + αy, y x, y + α y, y x, y () Sebaliknya: x, y = x + αy αy, y x + αy, y + α y, y x + αy, y () Dari () dan (), diperoleh, x + αy, y = x, y, x, y X, α R. Definisi5. Misalkan X ruang vektor. Maka pemetaan, : X X X R, yang bersifat: i. x, x z 0, x, z X. x, x z = 0 jika dan hanya jika x dan z bergantung linier. ii. x, x z = z, z x, x, z X. iii. x, y z = y, x z, x, y, z X. iv. αx, y z = α x, y z, x, y, z X, α R. v. x + x, y z = x, y z + x, y z ; x, x, y, z X. Merupakan hasil kali dalam- pada X, dan pasangan (X,, ) merupakan ruang hasil kali dalam-. Contoh 6. Perhatikan bahwa(r n,, ) dengan n N, merupakan ruang hasil kali dalam- dengan hasil kali dalam- yang didefinisikan sebagai : x, y x, z x, y z = z, y z, z ; x, y, z Rn. Teorema 7. Misalkan(X,, ) adalah ruang hasil kali dalam-, maka x, y, z X berlaku Ketaksamaan Cauchy-Schwarz, yakni: x, y z x, x z y, y z. Perhatikan bahwa untuk x, y, z Xdan α R, αx + y, αx + y z 0, Atau dapat ditulis αx, αx z + y, αx z + αx, y z + y, y z 0, 4

Manuhutu et al/ JMI Volume 0 No, Oktober 04, pp 39-45 menghasilkan α x, x z + α x, y z + y, y z 0 Persamaan di atas merupakan suatu persamaan kuadrat yang tak negatif, sehingga menghasilkan 4 x, y z 4 x, x z y, y z 0, x, y z x, x z y, y z, dengan kata lain, x, y z x, x z y, y z 3. Hubungan Ruang Norm- dan Ruang Hasil Kali Dalam-. Teorema 8. Misal (X,, ) ruang hasil kali dalam-, maka x, y = x, x y Merupakan norm- pada X(dapat diperiksa oleh pembaca). Lebih lanjut dalam ruang hasil kali dalam-, dengan norm- yang diinduksi oleh hasil kali dalam-, berlaku hukum jajar genjang, yaitu: Teorema 9. x + y, z + x y, z = ( x, z + y, z ) ; x, y, z X Untuk x, y, z X maka dapat dituliskan, x + y, z + x y, z = x + y, x + y z + x y, x y z Atau dengan kata lain x + y, z + x y, z = ( x, x z + y, x z ) + ( x, x z y, x z ) ( x, y z y, y z ), Yang menghasilkan x + y, z + x y, z = x, x z + y, y z, x + y, z + x y, z = ( x, z + y, z ). Sebagai akibatnya, dalam ruang hasil kali dalam-, dengan norm- yang diinduksi oleh hasil kali dalam-, berlaku kesamaan polarisasi, yaitu: Akibat0. Sama dengan hukum jajar genjang. x, y, z X dalam ruang hasil kali dalam- juga berlaku kesamaan polarisasi, yaitu: x, y z = 4 ( x + y, z x y, z ). Untuk x, y, z X maka dapat dituliskan, x + y, z x y, z = ( x + y, x + y z x y, x y z ) x + y, z x y, z = ( x, x z + x, y z + y, y z ) ( x, x z x, y z + y, y z ), Dan menghasilkan x + y, z x y, z = 4 x, y z dengan kata lain x, y z = 4 ( x + y, z x y, z ). 4

Manuhutu et al/ JMI Volume 0 No, Oktober 04, pp 39-45 Selanjutnya akan ditinjau ketaksamaan yang setara dengan Ketaksamaan Cauchy-Schwarz (teorema 7) pada kasus standar. Teorema. Ketaksamaan Cauchy-Schwarz pada kasus standar di ruang hasil kali dalam- setara dengan: x, x x, y x, z y, x y, y y, z 0 ; x, y, z R n ; n N. z, x z, y z, z Perhatikan bahwa; x, y, z R n ; n N berlaku: x, x x, y x, z x, x x, y x, z y, x y, y y, z = y, x y, y y, z, z, x z, y z, z z, x z, y z, z dimana x, x x, y x, z y, x y, y y, z 0, z, x z, y z, z dapat dijabarkan menjadi x, x y, y y, z z, y z, z x, y y, x y, z z, x z, z + x, z y, x y, y z, x z, y 0, x, x y, y 0 0 z, z x, y y, x 0 0 z, z 0, dengan kata lain x, y y, x z, z x, x y, y z, z, yang dapat dituliskan sebagai x, y x, x y, y, x, y x, x y, y, sehingga dapat dituliskan menjadi x, y z x, y z x, z y, z, x, z y, z dengan demikian menghasilkan 3.3 Interpretasi Geometri x, y z x, x z y, y z. Pada ruang norm Euclid, hasil kali dalam (Euclidian inner product) antara dua vektor u dan v dinotasikan dengan u v, dalam hubungannya dengan norm data dituliskan sebagai: u v = u v cos θ, dengan u adalah panjang vektor u, v adalah panjang vektor v dan θ adalah besar sudut antara dua vektor tersebut. 43

Manuhutu et al/ JMI Volume 0 No, Oktober 04, pp 39-45 Jika u 0 dan v 0 maka berdasarkan definisi diatas diperoleh: u v u v, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada ruang norm- x, y z x, z y, z. dengan θ menyatakan sudut yang dibentuk oleh bidang yang direntang oleh x dan z serta bidang yang di rentang oleh y dan z dan x, y z menyatakan hasil kali dalamnya. y θ x x z Gambar. Sudut θ yang dibentuk oleh bidang yang direntang oleh x dan z serta bidang yang di rentang oleh y dan z Pada kasus standar, perhatikan bahwa untuk x z dan y z (x merupakan proyeksi vektor x pada z dan y merupakan proyeksi vektor y pada z) berlaku: x, y x, z x, y z = z, y z, z =, y x, z x z, y z, z = x, y z, (3) dan x, x x, z x, z = z, x z, z x, x x, z = z, x z, z = ( x z ) = x z (4) serta y, y y, z y, z = z, y z, z y, y y, z = z, y z, z y, y y, z = z, y z, z = y, y 0 0 z, z = ( y z ) = y z, (5) sehingga dari (3), (4), dan (5) diperoleh: x, y z x, z y, z = x, y z x y z = x, y x y. Hal ini menunjukkan, nilai sudut yang dibangun oleh dua bidang (yang direntang oleh x dan z serta bidang yang di rentang oleh y dan z) juga dapat dihitung dengan 44

Manuhutu et al/ JMI Volume 0 No, Oktober 04, pp 39-45 Dimanax z dan y z (perhatikan gambar ). x, y z x, z y, z = x, y z x y z = x, y x y. 4. Kesimpulan Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa:. Secara umum norm- dapat diinterpretasikan sebagai luas jajar genjang yang direntang oleh dua buah vektor.. Ruang hasil kali dalam- merupakan suatu ruang norm-,dengan norm- yang diinduksi oleh hasil kali dalam- (norm- yang didefinisikan pada hubungan hasil kali dalam- dengan norm- ). 3. Nilai sudut yang dibangun oleh dua bidang (yang direntang oleh x dan z serta bidang yang di rentang oleh y dan z dapat dihitung dengan bantuan dua vektor lain yakni x dan y dimana x merupakan proyeksi vector x pada z dan y merupakan proyeksi vector y pada z. 4. Sebagai tambahan bahwa, pembaca akan dapat melihat bahwa norm- sebanarnya merupakan suatu norm dan hasil kali dalam- merupakan suatu hasil kali dalam. Daftar Pustaka. Batkunde, H., Gunawan, H., Pangalela, Y. E. P., 03. Bounded linear functional on n-normed spaces of p-summable sequences, AUMB, pp 66-75.. Kreyszig E., 978. Introductory Functional Analysis With Applications, John Wiley and Sons Inc. 3. Gahler S., Lineare -nomierte Raume, Math.Nachr, 964.pp -43 4. Gahler S., 969. Untersuchungenuberverallgemeinerte m-metrische Raume, Math.Nachr, pp 9-64 5. Gunawan H., 00. Onn-normed spaces and n-inner product spaces. Int. J. Math. Math. Sci, 6. Gunawan H., Onn-inner product, n-norms, and the Cauchy-Schwarz Inequality, Sci. Math, Japon, 00. 7. Gunawan H., & Mashadi, 00. On finite dimensional -normed spaces, Soochow J. Math, pp 3-39. 8. Misiak A., 989. n-inner product spaces. Math. Nachr, pp 99-39. 45