FORMULA PKM WAREHOUSE DENGAN INVENTORY SIMULATOR

dokumen-dokumen yang mirip
OPTIMALISASI MONITORING DAN PENJUALAN KARDUS

AGEN PULSA ALFAMART & DO

BAB I PENDAHULUAN. tersebut, diperlukan bagian yang disebut Procurement. Tugas utama bagian

SISTEM MONITORING DAN PEMANAS MESIN GENSET TOKO BERBASIS MIKRO CONTROLER

SIMULASI DISTRIBUSI PELUMAS PT.PERTAMINA UPms V

MASTER POP TOKO (INNOVATION AWARD 2016)

BAB I PENDAHULUAN Perusahaan yang beralamatkan Jl Petemon II A No A Surabaya ini

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

Rak Dua Fungsi (Moving Storage)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ALFAMART DRIVE TRUE MOTOR

IMPLEMENTASI KANBAN PEMESANAN SEBAGAI METODE ORDER UNTUK SUPPLIER PT. INDONESIA KOITO

STORE S COMMERCIAL WALL SPACE

DAILY ACTIVITY. Lakukan pemeriksaan detail di setiap area penjualan : BAGAIMANA MEMPERSIAPKAN APOTEK HARI INI :

STUDI KASUS SIKLUS PENDAPATAN ALFAMART

Bagaimana perusahaan bapak mengatasi masalah keterlambatan produk yang dipesan? dan bagaimana menjelaskan keterlambatan tersebut ke customer?

BAB 3 METODE PEMECAHAN MASALAH

APLIKASI REPORT KERUSAKAN CCTV

KONTROL LPT TUNAI TOKO, MELALUI PEMBUATAN PROGRAM BANTU

Persediaan adalah barang yang sudah dimiliki oleh perusahaan tetapi belum digunakan

UPDATE PRICE TAG DAN STOCK DIGITAL TOKO

SOP PROSES ORDER BARANG

BAB X MANAJEMEN PERSEDIAAN

BAB I PENDAHULUAN. maupun pendistribusian barang dalam hal ini adalah distributor.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Sistem Pemesanan Outline:

BAB 1 PENDAHULUAN. maupun menciptakan sektor sektor baru dengan inovasi inovasi yang baru. perusahaan salah satunya adalah proses produksi.

EFISIENSI PENGGUNAAN KERTAS (INVOICE, NOTA RETUR PAJAK, FAKTUR PPN-K)

BAB PEN EN A D HU LU N 1.1 Lat L ar B l e ak G mb m ar 1.1

BAB 1 PENDAHULUAN. semakin ketat. Tiap-tiap perusahaan akan berupaya semaksimal mungkin meningkatkan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Jurnal String Vol. 1 No. 1 Tahun 2016 ISSN:

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Perhitungan Jangka Waktu SBI. Contoh perhitungan jangka waktu SBI 1 (satu) bulan. Tanggal lelang : 1 Desember 2010

ASSESSMENT ONLINE (INNOVATION AWARD 2016)

DOWNLINE PULSA (LAPORAN IMPLEMENTASI INNOVATION AWARD 2016)

LAMPIRAN INTERVIEW LAMPIRAN 1 I. INTERVIEW GUIDE KEPADA PEMILIK PP. Kabel Listrik, dan Senter bagi Pasar Domestik.

1 KLIKTOS AUTOMATION INSTALLATION (WINDOWS UNATTENDED)

MINIMALISASI GAP DATA ASSESSMENT

Manajemen Produksi dan Operasi. Inventory M-4

SOLUSI TERBAIK JIKA TIDAK ADA SCANNER DENGAN MEMANFAATKAN KAMERA SMARTPHONE DENGAN APLIKASI OFFICE LENS

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Prinsip-Prinsip Manajemen Persediaan Tujuan perencanaan dan pengendaliaan persediaan:

BAB II LANDASAN TEORI

MANAJEMEN PERSEDIAAN

GALAXYSOFT INDONESIA BUKU TRAINING BAB 4 INTI TRAINING 4.1 ALUR PEMBELIAN. Diagram Alur Transaksi Pembelian 4.1.1

BAB I PENDAHULUAN. yang ada di gudang tidak mengalami penumpukan ataupun kekurangan.

BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA

PERBAIKAN SISTEM PERSEDIAAN GUDANG KARPET MENGGUNAKAN ECONOMIC ORDER INTERVAL PROBABILISTIC MODEL

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

INVENTORY Klasifikasi Bahan Baku :

Persediaan. Ruang Lingkup. Definisi. Menetapkan Persediaan. Keuntungan & Kerugian Persediaan

FILTERISASI UNTUK PENETAPAN KARYAWAN TETAP DEPARTEMEN AREA & SSP

V. Hasil 3.1 Proses yang sedang Berjalan

BAB V ANALISA HASIL. Lampiran 3 tersebut telah diketahui yang akan menjadi itemstock di store adalah 8. Tabel 5. 1 Hasil Klasifikais Item

MANAJEMEN PERSEDIAAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Having inventory is cost company money and not having inventory is cost company money (

Bab I Pendahuluan. I.1 Latar Belakang

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE EOQ. Hanna Lestari, M.Eng

PEMBERIAN QR CODE PADA LPB DAN PEMANFAATAN QR CODE E-FAKTUR UNTUK INPUT DATA TTF

CONVERT FAKTUR LPB (BKL) & RETUR TOKO

MONITORING QUALITY CONNECTION CLOSE LOOP IN STORE

LAMPIRAN I SURAT EDARAN BANK INDONESIA NOMOR 16/23/DPM TANGGAL 24 DESEMBER 2014 PERIHAL OPERASI PASAR TERBUKA

BAB V ANALISA DAN PEMECAHAN MASALAH. pengkapalan propylene termasuk dalam kategori sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN. Setiap bentuk perusahaan mempunyai tujuan yang harus dicapai oleh

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

MANAJEMEN PERSEDIAAN

PENGENDALIAN PERSEDIAAN BARANG DENGAN DEMAND DAN LEAD TIME YANG BERSIFAT PROBABILISTIK DI UD. SUMBER NIAGA

Manajemen Keuangan. Pengelolaan Persediaan. Basharat Ahmad, SE, MM. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Manajemen

Berupa persediaan barang berwujud yang digunakan dalam proses produksi. Diperoleh dari sumber alam atau dibeli dari supplier

BAB I PENDAHULUAN. salah satunya dipengaruhi oleh pengendalian persediaan (inventory), karena hal

Evaluasi Pengendalian Persediaan di PT XYZ

BAB IV PEMBAHASAN. Food Industries yang akan dibahas antara lain adalah: a) Tahapan audit yang dilakukan (survei pendahuluan dan evaluasi sistem

CDS PLATINUM ALUR PERSEDIAAN Permintaan Stok Opname GALAXYSOFT INDONESIA BUKU TRAINING. Diagram Alur Transaksi Persediaan

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1. Evaluasi Efektivitas dan Efisiensi Aktivitas Pembelian, Penyimpanan, dan. Penjualan Barang Dagang pada PT Enggal Perdana

MANAJEMEN PERSEDIAAN MANAJEMEN PERSEDIAAN

Pengelolaan Persediaan

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang

Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pert 12. Team Teaching Universitas Islam Malang 2016

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III. Objek Penelitian. PT. Rackindo Setara Perkasa merupakan salah satu perusahaan swasta yang

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. tujuan yang diinginkan perusahaan tidak akan dapat tercapai.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

Manajemen Persediaan. Perencanaan Kebutuhan Barang_(MRP) Lot for Lot. Dinar Nur Affini, SE., MM. Modul ke: 10Fakultas Ekonomi & Bisnis

PERBAIKAN SISTEM PERSEDIAAN GUDANG MENGGUNAKAN ECONOMIC ORDER QUANTITY PROBABILISTIC MODEL

ALFAMART WASTE MANAGEMENT PROGRAM

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1. Tahap Penelitian. Tahapan penelitian dibagi menjadi beberapa bagian yaitu: a. Tahap Pendahuluan

BAB II LANDASAN TEORI

Transkripsi:

FORMULA PKM WAREHOUSE DENGAN INVENTORY SIMULATOR () (BRANCH BANDUNG 1) YUNI WARTONO - (143) INNOVATION AWARD PT. SUMBER ALFARIA TRIJAYA, Tbk

SUGGESTION SYSTEM INNOVATION REPOSITORY A. JUDUL FORMULA PKM WAREHOUSE DENGAN INVENTORY SIMULATOR B. LATAR BELAKANG INOVASI Warehouse yang baik bukan bicara seberapa besar warhouse tersebut mampu menyimpan barang, tapi seberapa optimal sirkulasi barang yang masuk dan keluar dalam warehouse tersebut. Bayangkan jika dalam sehari warehouse melakukan pengiriman sebesar 5 milliar untuk 5 toko, dan pada hari yang sama kita menerima barang yang sama sebesar 5 milliar dari supplier, mungkin itulah gambaran dari warehouse yang sempurna, hanya ada lokasi transit saja. Jika kasus tersebut diukur DSI warehouse adalah 1 hari artinya di warehouse hanya ada inventory untuk 1 hari penjualan seluruh toko. Ketika barang datang 5 milliar dari supplier pada hari yang sama barang yang terkirim ke toko sudah terjual 5 milliar apalagi bila dihitung beserta keuntungannya (margin). Cashflow yang sangat sehat bukan? Tetapi dalam operasionalnya ada beberapa alasan mengapa warehouse tetap harus punya fungsi buffer (penyimpanan) yaitu: Tidak semua supplier bisa datang setiap hari ke warehouse kita karena supplier tersebut juga memberikan pelayanan ke warehouse-warehouse lain dari account yang berbeda. Masing-masing supplier punya jadwal kirim supplier.

Jarak gudang supplier dengan warehouse kita juga akan berpengaruh. Oleh sebab itu ada jeda antara pemesanan barang hingga barang tersebut diterima baik secara fisik dan on hand (jumlah yang tertera secara data komputer) di warehouse kita. Jeda waktu tersebut disebut lite time. Permintaan toko ke warehouse adalah permintaan atas barang-barang yang sudah terjual ke konsumen. Penjualan hari ini, kemarin, dan yang akan datang tentunya fluktuativ. Ada saatnya permintaan naik ada saatnya turun. Selain itu keterlambatan kedatangan supplier dan pemenuhan supplier tidak sesuai order juga akan menjadi suatu kendala dalam pemenuhan permintaan toko. Yang bisa dilakukan warehouse adalah melakukan monitoring rata-rata permintaan toko perhari dan melakukan evaluasi karakteristik pemenuhan supplier kemudian menyimpan stock lebih untuk berjaga-jaga jika hal tersebut terjadi (safety stock). Tentunya dengan ukuran yang bisa dipertanggung jawabkan. Pengiriman supplier tentunya dengan minimal order karena alasan biaya operasional. Jika supplier hanya mengantar 1 karton menggunakan mobil besar tentunya akan rugi di solar, driver, kuli, parkir dan biaya-biaya lain yang mungkin dikeluarkan. Jadi DSI adalah ukuran berapa hari nilai inventory warehouse (nilai seluruh stock warehouse) mampu melayani rata-rata nilai penjualan seluruh toko perhari. Ketika warehouse dihadapkan dengan factor jadwal kirim supplier, lite time, safety stock, dan minimum order yang menjadi syarat permintaan barang ke supplier, maka diperlukan batas/ kapasitas maksimum (PKM Warehouse) yang menjadi ukuran berapa hari dan berapa nilai stock harus disimpan agar stock berada pada

posisi sirkulasi yang efektiv dan efisien. Tentunya PKM Warehouse akan dihitung dengan mempertimbangkan factor-faktor diatas. Untuk menghitungnya maka kita harus menggunakan alat bantu Inventory Simulator. Program simulasi inventory yang menggambarkan pola grafik inventory atau stock setelah dipengaruhi oleh factor jadwal kirim supplier, lite time, safety stock, dan minimum order. C. TUJUAN & MANFAAT INOVASI Tujuan Selama ini belum ada batasan yang jelas berapa PKM WH harus disetting sehingga belum ada pula tolok ukur yang jelas mana PKM WH yang salah dan mana PKM WH yang benar. JIka PKM WH belum ada batasan dan tolok ukur yang jelas maka WHM pun akan ragu-ragu dalam menentukan PKM WH dan akibatnya akan timbul Overstock, OOS, dan drop SL DC to Store karena kurangnya akurasi PKM WH yang akan mengakibatkan kerugian baik dari DSI besar (Ingat kita dihadapkan dengan TOP yang merupakan biaya jika barang ngendap lama dan belum berputar ketika tiba waktu untuk membayar ke supplier atas pembelian kita), OOS (Ingat kita dihadapkan dengan loss sales), dan drop SL DC (Ingat kita dihadapkan dengan loss sales). Jika dihitung dengan rupiah bisa miliaran bahkan triliunan. Inventory Simulator menjawab permasalahan terbesar dari permasalahan DSI yang dihadapi Alfamart beberapa tahun kebelakang. Bahkan lebih dari itu inventory simulator sangat membantu WHM meningkatkan akurasi PKM WH sehingga dapat menjawab permasalahan besar lain yaitu OOS dan SL WH to Store.

Manfaat Jika semua warehouse punya akurasi dalam seeting PKM WH maka DSI akan kecil (efektiv dan efisien), OOS akan kecil, dan tentunya SL DC akan meningkat. Keuntungan Alfamart dari cash flow yang sehat (DSI yang rendah) dan minimnya loss sales bukan bicara keuntungan jutaan tetapi sudah miliaran bahkan triliunan. D. RENCANA INOVASI Inventory Simulator sudah saya selesaikan dan sudah saya trial di WH Bandung1 2 tahun ke belakang dan terbukti. Total 4 tahun membuat rumusan dan simulator ini dari versi pertama hingga versi yang terakhir. Jika akan di trial lebih lanjut di WH lain maka time table dapat disesuaikan. Butuh waktu 2 s/d 3 bulan untuk menyelesaikan permaslahan DSI, OOS, dan SL WH ke angka maksimal dengan menggunakan Inventory Simulator dan formula PKM WH tersebut terhitung dari sejak PKM disetting. Berikut penjelasan dan contoh kasus menggunakan Inventory Simulator dan formula PKM WH. Variabel Inventory: 1. Jadwal kirim supplier Jadwal kirim supplier bermacam-macam ada yang dalam 1 minggu supplier melakukan pengiriman 1x, 2x, 3x, 4x, 5x, x, bahkan x atau setiap hari. Jika supplier bisa datang lebih dari 3x dalam seminggu untuk apa menyimpan stock banyak? Semakin tinggi frekuensi jadwal kirim dalam satu minggu seharusnya kita menyimpan stock semakin sedikit, sebaliknya

semakin rendah frekuensi pengiriman misalnya 1x atau 2x dalam seminggu maka kita akan menyimpan stock semakin banyak. 2. Lite time Jeda waktu antara pemesanan barang (order date) hingga barang diterima(arrive date) menjadi variable selanjutnya yang harus diperhitungkan dalam perhitungan kapasitas maksimum karena disaat jeda waktu tersebut kita tetap harus melakukan pemenuhan permintaan toko. 3. Safety Stock Fluktuasi sales, keterlambatan pengiriman dan ketidak sesuaian jumlah antara permintaan barang dengan pemenuhan supplier akan mengakibatkan pemenuhan warehouse atas permintaan toko terganggu. Misalnya rata-rata permintaan toko atas item A 1 juta kita sudah melakukan permintaan ke supplier 1 juta namun hanya terpenuhi juta dan terlambat 2 hari dari jadwal kedatangannya. Secara otomatis warehouse juga hanya mampu memberikan juta dengan waktu yang terambat pula. Untuk menjaga performa warehouse dari kondisi diatas maka warehouse harus punya buffer variable untuk tetap mampu memberikan pemenuhan sesuai permintaan toko. 4. Minimum order Supplier juga melakukan efisiensi dalam operasionalnya agar bisnisnya tetap menguntungkan. Oleh sebab itu ada syarat minimum order yang ditetapkan oleh supplier ketika melakukan pengiriman ke warehouse kita. Namun jika volume sales kita sudah sangat besar dan supplier kelangsungan bisnisnya sudah tergantung pada kita maka kita bisa

tentukan sendiri berapa minimum order kita ke supplier tersebut. Sebagai contoh penjualan cabang H atas item A dalam satu minggu hanya 3 karton, tentunya sangat rugi jika supplier menggunakan mobil besar hanya mengantar 3 karton. Supplier tersebut pasti akan menentukan minimal order dengan menyesuaikan kapasitas box mobil atau penawaran yang lain dengan alasan efisiensi. Disisi lain penjualan cabang N atas item A satu minggu 2 carton maka supplier tidak akan keberatan jika kita yang atur minimum ordernya misalnya 12 karton dengan alasan volume 1 box full. Kemudian minimum order berlaku kelipatan untuk mempermudah operasional. Bagaimana merumuskan Kapasitas maksimum agar searah dengan target DSI kita? Kapasitas Maksimum dirumuskan sebagai berikut (((Jumlah hari dalam 1minggu / Frekuensi kirim dalam 1minggu) x 2) + Lite Time + Safety Stock) x Rata-rata penjualan per hari Note : Dibuktikan kembali dengan Inventory Simulator Untuk (Jumlah hari dalam 1minggu / Frekuensi kirim dalam 1minggu) dibulatkan ke atas. Contoh: Supplier Akbar dengan item Kacang Kulit untuk Warehouse Bandung memiliki jadwal setiap senin, rabu, dan jumat (3x dalam 1 minggu), jeda order hingga datang barang 3 hari karena supplier dari Surabaya, kendala supplier tersebut sering terlambat 2 hari, jika tepat waktupun kadang permintaan kita hanya dipenuhi 5%, penjualan rata-rata perhari adalah 5 karton dengan konversi 24pcs per kartonnya.

Kapasitas 1 mobil L3 untuk item tersebut adalah 4 karton, jika lebih maka minimum order bisa diatur oleh warehouse Bandung yang memperhitungkan minimum order 25% dari kapasitas maksimum. Atas dasar pertimbangan diatas maka dirumuskan: ((( / 3) x 2) + 3 + 2) x (5 x 24) 11 x 1.2 = 13.2 ------> Minimum Order 25% = 3.3 Mari kita buktikan dengan 2 satuan sekaligus dalam hari dan piece. Berikut table dan Grafik Inventory Simulator: SATUAN (HARI) SATUAN (PCS) TGL MC MO ORD REC OH DC SLS JADWAL KIRIM MC MO ORD REC OH DC SLS 1- Nov 11 2 11 1 MINGGU 13,2 3,3 1, 1,2 2- Nov 11 2 1 1 SENIN 13,2 3,3, 1,2 3- Nov 11 2 9 1 SELASA 13,2 3,3, 1,2 4- Nov 11 2 1 RABU 13,2 3,3 33,4 1,2 5- Nov 11 2 1 KAMIS 13,2 3,3 5,2 1,2 - Nov 11 2 1 JUMAT 13,2 3,3 33 4, 1,2 - Nov 11 2 4 5 1 SABTU 13,2 3,3,1 1,2 - Nov 11 2 4 1 MINGGU 13,2 3,3 4,9 1,2 9- Nov 11 2 4 3 1 SENIN 13,2 3,3 3, 1,2 1- Nov 11 2 1 SELASA 13,2 3,3 9,1 1,2

11- Nov 11 2 4 5 1 RABU 13,2 3,3 33,9 1,2 12- Nov 11 2 1 1 KAMIS 13,2 3,3 13,2 1,2 13- Nov 11 2 4 9 1 JUMAT 13,2 3,3 33 12, 1,2 14- Nov 11 2 11 1 SABTU 13,2 3,3 13,2 1,2 15- Nov 11 2 1 1 MINGGU 13,2 3,3 12, 1,2 1- Nov 11 2 9 1 SENIN 13,2 3,3 1, 1,2 1- Nov 11 2 1 SELASA 13,2 3,3 9, 1,2 1- Nov 11 2 2 1 RABU 13,2 3,3 33,4 1,2 19- Nov 11 2 1 KAMIS 13,2 3,3,2 1,2 2- Nov 11 2 2 5 1 JUMAT 13,2 3,3 33, 1,2 21- Nov 11 2 4 1 SABTU 13,2 3,3,1 1,2 22- Nov 11 2 5 1 MINGGU 13,2 3,3,9 1,2 23- Nov 11 2 4 4 4 1 SENIN 13,2 3,3 33 5, 1,2 24- Nov 11 2 1 SELASA 13,2 3,3 11,1 1,2 25- Nov 11 2 2 4 1 RABU 13,2 3,3 33 9,9 1,2 2- Nov 11 2 9 1 KAMIS 13,2 3,3 12, 1,2 2- Nov 11 2 2 1 JUMAT 13,2 3,3 1, 1,2 2- Nov 11 2 2 9 1 SABTU 13,2 3,3 9, 1,2

29- Nov 11 2 1 MINGGU 13,2 3,3,4 1,2 3- Nov 11 2 2 2 1 SENIN 13,2 3,3 33,2 1,2 1- Dec 11 2 1 SELASA 13,2 3,3, 1,2 2- Dec 11 2 2 2 1 RABU 13,2 3,3 33 4, 1,2 3- Dec 11 2 1 KAMIS 13,2 3,3,9 1,2 4- Dec 11 2 2 1 JUMAT 13,2 3,3 5, 1,2 5- Dec 11 2 2 1 SABTU 13,2 3,3 11,1 1,2 - Dec 11 2 1 MINGGU 13,2 3,3 9,9 1,2 - Dec 11 2 2 2 1 SENIN 13,2 3,3, 1,2 - Dec 11 2 1 SELASA 13,2 3,3 13,2 1,2 RATA-RATA.2 1 RATA-RATA,4 1,2

Grafik Stock (Hari) 12 1 11 1 9 1 9 11 1 9 4 5 4 3 5 5 5 4 9 9 2 MC OH DC SLS Kita dapat melihat dari rumusan yang dijelaskan diatas dalam grafik Inventroy Simulator ini, posisi terendah stock masih menyimpan 3 hari dan secara rata-rata stock harian hari. 14, 12, 1,,, 4, 2, 1,, 9,1,,9,4,1 5,2 4,9 4, 3, Grafik Stock (Piece) 13,2 13,2 12, 12, 1, 9,,4,2,1,9, 5, 12, 11,1 1, 9,9 9,,4,2, 4,,9 5, 13,2 11,1 9,9, MC OH DC SLS Grafik Inventory Simulator diatas sama saja hanya berbeda satuan atau parameter yang diukur, avg sales 12 pcs maka titik terendah berada pada stock 3 pcs maka serendah-rendahnya stock WH masih dapat memberikan pelayanan 3 hari permintaan toko.

Lalu bagaimana gambaran jika kita menghitung dengan perhitungan dengan angka lain tanpa menggunakan rumusan diatas dan dibuktikan dengan Inventory Simulator? Berikut table dan grafik Inventory Simulator jika kita menggunakan kapasitas maksimum hari dengan minimum order 1 hari. SATUAN (HARI) SATUAN (PCS) TGL MC MO ORD REC OH WH SLS JADWAL KIRIM MC MO ORD REC OH WH SLS 1- Nov 1 1 MINGGU,4 1,2,4 1,2 2- Nov 1 1 SENIN,4 1,2,2 1,2 3- Nov 1 5 1 SELASA,4 1,2, 1,2 4- Nov 1 1 4 1 RABU,4 1,2 12 4, 1,2 5- Nov 1 3 1 KAMIS,4 1,2 3, 1,2 - Nov 1 1 2 1 JUMAT,4 1,2 12 2,4 1,2 - Nov 1 4 2 1 SABTU,4 1,2 4 2,4 1,2 - Nov 1 1 1 MINGGU,4 1,2 1,2 1,2 9- Nov 1 5 4 1 SENIN,4 1,2 4 1,2

1- Nov 1 3 1 SELASA,4 1,2 3, 1,2 11- Nov 1 3 5 2 1 RABU,4 1,2 3 2,4 1,2 12- Nov 1 1 KAMIS,4 1,2,2 1,2 13- Nov 1 3 5 1 JUMAT,4 1,2 3, 1,2 14- Nov 1 1 1 SABTU,4 1,2 12,4 1,2 15- Nov 1 1 MINGGU,4 1,2,2 1,2 1- Nov 1 1 5 1 SENIN,4 1,2 12, 1,2 1- Nov 1 5 1 SELASA,4 1,2, 1,2 1- Nov 1 1 4 1 RABU,4 1,2 12 4, 1,2 19- Nov 1 3 1 KAMIS,4 1,2 3, 1,2 2- Nov 1 1 2 1 JUMAT,4 1,2 12 2,4 1,2 21- Nov 1 4 2 1 SABTU,4 1,2 4 2,4 1,2 22- Nov 1 1 1 MINGGU,4 1,2 1,2 1,2 23- Nov 1 5 4 1 SENIN,4 1,2 4 1,2 24- Nov 1 3 1 SELASA,4 1,2 3, 1,2

25- Nov 1 3 5 2 1 RABU,4 1,2 3 2,4 1,2 2- Nov 1 1 KAMIS,4 1,2,2 1,2 2- Nov 1 3 5 1 JUMAT,4 1,2 3, 1,2 2- Nov 1 1 1 SABTU,4 1,2 12,4 1,2 29- Nov 1 1 MINGGU,4 1,2,2 1,2 3- Nov 1 1 5 1 SENIN,4 1,2 12, 1,2 1- Dec 1 5 1 SELASA,4 1,2, 1,2 2- Dec 1 1 4 1 RABU,4 1,2 12 4, 1,2 3- Dec 1 3 1 KAMIS,4 1,2 3, 1,2 4- Dec 1 1 2 1 JUMAT,4 1,2 12 2,4 1,2 5- Dec 1 4 2 1 SABTU,4 1,2 4 2,4 1,2 - Dec 1 1 1 MINGGU,4 1,2 1,2 1,2 - Dec 1 5 4 1 SENIN,4 1,2 4 1,2 - Dec 1 3 1 SELASA,4 1,2 3, 1,2 RATA-RATA 3.55 1 RATA-RATA 4,23 1,2

Tabel diatas adalah gambaran jika kita tidak menggunakan rumusan diatas dan hanya mengejar angka seminimal mungkin tanpa perhitungan. Pada tanggal 9 November, 23 November, dan tanggal Desember stock tidak mencukupi untuk memberikan pelayanan ke toko. Berikut jika digambarkan dalam grafik Inventory Simulator: Grafik Stock (Hari) 5 4 3 2 1 5 4 3 2 2 1 3 2 5 5 5 4 3 2 2 1 3 2 5 5 5 4 3 2 2 1 3 MC OH DC SLS 9,,,, 5, 4, 3, 2, 1,,4,2, 4, 3, 2,4 2,4 Grafik Stock (Piece) 1,2 3, 2,4,2,,4,2,, 4, 3, 2,4 2,4 1,2 3, 2,4,2,,4,2,, 4, 3, 2,4 2,4 1,2 3, MC OH WH SLS

Grafik inventory Simulator tersebut menggambarkan tanpa rumusan diatas maka dapat kita lihat adanya kondisi stock dibawah permintaan barang pada tanggal 9 November, 23 November, dan tanggal Desember. Jika dikur dengan DSI memang benar sangat rendah dengan rata-rata DSI hanya 3.55 hari. E. ANGGARAN Jika Inventory Simulator dinilai perusahaan efektiv dan dapat menjadi solusi maka anggaran yang dibutuhkan oleh perusahaan hanyalah menyusun rangkaian training beserta modul untuk Warehouse Manager dan Admin Coordinator. Dan selanjutnya Warehouse Manager dan Admin coordinator menggunakannya dalam analisa, evaluasi dan selanjutnya setting PKM Warehouse. Dan kita bisa lihat saat DSI, OOS, dan SL DC to Store mengalami perkembangan perbaikan signifikan disitulah kita bisa hitung hasil efisiensi serta keuntungan perusahaan, dan disitulah keberhasilan kita. Keberhasilan dari DSI yang rendah berdampak langsung dengan cashflow yang menghasilkan efisiensi miliaran bahkan lebih jika bisa digunakan disemua Warehouse. Sehingga untuk keluar dari permasalahan DSI, SL, & OOS tidak perlu ada konsultan logistic yang dibayar mahal dari luar negri karena Logistic Team dan WHM Alfamart masih jauh lebih unggul. F. PENUTUP Demikian pengajuan ide saya untuk Alfamart jauh lebih hebat. Terimakasih