DAFTAR LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

dokumen-dokumen yang mirip
Kontaminasi No Perlakuan U1 U2 U3 U4 U5 U6 Total 1 B B B B B

LAMPIRAN. Lampiran 1. Persentase Data Pengamatan Kultur yang Membentuk Kalus. Ulangan I II III. Total A 0 B

Lampiran 1. Data Pengamatan Jumlah Muncul Tunas (Tunas) PERLAKUAN ULANGAN

Ulangan I Ulangan II Ulangan III Ulangan IV

LAMPIRAN A: DATA PERSENTASE KULTUR HIDUP (%)

Lampiran A : Komposisi Media MS

BAB III METODE PENELITIAN. bersifat eksperimen karena pada penelitian menggunakan kontrol yaitu

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Alat dan Bahan

Lampiran 1. Deskripsi Varietas Kedelai. Varietas Anjasmoro

Lampiran 1. Bagan penelitian Ulangan I Ulangan II Ulangan III Ulangan IV

BAB III METODE PENELITIAN

LAMPIRAN K1.5 K4.5 K1.3 K3.3 K3.5 K4.4 K2.3 K4.3 K3.2 K5.2 K2.1 K5.3 K3.1 K4.1 K5.4 K1.2 K4.2 K5.5 K3.4 K5.1 K1.4 K2.5 K2.2 K1.1 K2.

LAMPIRAN. Persiapan alat dan bahan. Sterilisasi alat. Pembuatan media. Inisiasi kalus. Pengamatan. Penimbangan dan subkultur.

LAMPIRAN. Persiapan alat alat dan. bahan- bahan. Sterilisasi. Pembuatan Media. Sterilisasi Media. Sterilisasi Eksplan.

BAB III METODE PENELITIAN

Membuat Larutan Stok A. Teori kepekatan jumlah larutan

BAB III METODOLOGI 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.2 Alat dan Bahan 3.3 Prosedur Kerja Persiapan Bibit Tumih

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Bahan dan Alat

BAB III BAHAN DAN CARA KERJA. Penelitian dilakukan di Laboratorium Khansa Orchid Cimanggis-

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain

BAHA DA METODE Tempat dan Waktu Bahan dan Alat Metode Penelitian

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Bahan dan Alat

GAHARU. Dr. Joko Prayitno MSc. Balai Teknologi Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

LAMPIRAN. Sterilisasi. Pembuatan Media. Sterilisasi Media. Inisiasi Kalus HASIL

III. TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur In vitro Fakultas

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian Bahan dan Alat

III. METODE PENELITIAN A.

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu

BAHAN DAN METODE. Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Penelitian ini dimulai pada bulan

KULTUR JARINGAN TUMBUHAN

BAB III METODE PENELITIAN

LAMPIRAN. Komposisi Media Murashige & Skoog (MS). Bahan penyusun a. Makronutrien NH 4 NO KNO CaCl 2.2H 2 O

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu. Bahan Tanaman dan Media

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium UPT BBI (Balai Benih Induk) Jl.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Fakultas

TATA CARA PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur In Vitro Fakultas

TATA CARA PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur In Vitro Fakultas

LAMPIRAN 1 ALAT DAN BAHAN PENELITIAN

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian Bahan dan Alat Metode Penelitian

3 METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan tempat 3.2 Alat dan Bahan 3.3 Metode Penelitian pendahuluan

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Pelaksanaan Bahan dan Alat Metode Penelitian

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi pembiakan in vitro tanaman pisang yang terdiri

III. METODE PENELITIAN

in. BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Fisiologi dan Kultur Jaringan

BAB 3 BAHAN DAN METODA

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN A.

Tabel 1. Kombinasi Perlakuan BAP dan 2,4-D pada Percobaan Induksi Mata Tunas Aksilar Aglaonema Pride of Sumatera Secara In Vitro

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Alat dan Bahan Metode Pelaksanaan

Puput Perdana Widiyatmanto Dosen Pembimbing Tutik Nurhidayati S.Si., M.Si. Siti Nurfadilah, S.Si., M.Sc. Tugas Akhir (SB091358)

METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) varietas Dewata F1

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan / Ilmu Tanaman Fakultas

III. BAHAN DAN METODE. 1. Percobaan 1: Pengaruh konsentrasi 2,4-D terhadap proliferasi kalus.

BAB III METODE PENELITIAN. rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial, yaitu penambahan konsentrasi

LAMPIRAN. Persiapan Alat dan Bahan. Sterilisasi Alat. Pembuatan Media. Inisiasi Kalus. Pengamatan. Penimbangan Kalus dan Subkultur.

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan, Fakultas Pertanian,

BAB III METODE PENELITIAN. Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Surabaya.

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2012 sampai bulan Desember 2012 di

Bahan Konsentrasi (g/ l) K 2 HPO g NaH 2 PO 4 H 2 O g (NH 4 ) 2 SO g MgSO 4.7H 2 O. 0.2 g mg FeSO 4. 7H 2 O. 4.

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanaman, Jurusan

Lampiran1. Dosis. Konsentrasi Hara Makro dan Mikro dalam Larutan Pupuk Siap Pakai untuk Produksi Sayuran Daun

BAB III BAHAN DAN METODE. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Teknologi

3 BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian Bahan dan Alat

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan, Gedung

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitaian ini di lakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan 2

Tugas Akhir - SB091358

METODE PENELITIAN. Tempat dan Waktu Penelitian

PENGARUH PENAMBAHAN SITOKININ PADA SENYAWA FLAVONOID KALUS (Echinacea purpurea L)

III. BAHAN DAN METODE. 1. Pengaruh konsentrasi benziladenin dengan dan tanpa thidiazuron terhadap

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Plant Physiology and Culture

III. BAHAN DAN METODE

METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2014 bertempat di Laboratorium

BAB III METODE PENELITIAN. penambahan sukrosa dalam media kultur in vitro yang terdiri atas 5 variasi

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini di lakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan Jurusan

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Bahan dan Alat

BAB III METODE PENELITIAN

BAHAN DAN METODE PENELITIAN. aquades, larutan hara hidroponik standart AB Mix (KNO 3, Ca(NO 3 ) 2,K 2 SO 4,

BAB III METODE PENELITIAN. Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana

LAMPIRAN 1. PROSEDUR ANALISIS CONTOH TANAH. Pertanian Bogor (1997) yang meliputi analisis ph, C-organik dan P-tersedia.

KULTUR KOTILEDON JERUK KEPROK (Citrus nobilis Lour.) PADA MEDIA MS YANG DIPERKAYA DENGAN KINETIN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Laboratorium terpadu Kultur jaringan Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas

LAMPIRAN D1 E1 C5 B2 D3 B3 D6 E6 C10 B7 D8 B8 E4 A3 E2 B5 E3 B4 E9 A8 E7 B10 E8 B9 D5 F2 E5 A4 F4 C3 D10 F7 E10 A9 F9 C8

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan

LAMPIRAN. Lampiran 1. Komposisi Media Bushnell-Haas,Larutan Standar Mc -Farland

III. METODE PENELITIAN

Biota kultur yang digunakan dalam penelitian adalah Nannochloropsis sp. yang dikultur pada skala laboratorium di BBPBL Lampung.

Transkripsi:

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A. Komposisi Media MS (Murashige & Skoog) 1962 Bahan Kimia Konsentrasi Dalam Media (mg/l) Makro Nutrien NH 4 NO 3 1650,000 KNO 3 1900,000 CaCl 2. H 2 O 440,000 MgSO 4. 7H 2 O 370,000 KH 2 PO 4 170,000 Iron Na 2 EDTA 37,000 FeSO 4. 7H 2 O 27,000 Mikro Nutrien MnSO 4. 4H 2 O 22,300 ZnSO 4. 7H 2 O 8,600 H 3 BO 3 6,200 KI 0,830 NaMoO 4. 2H 2 O 0,250 CuSO 4. 5H 2 O 0,025 Co 2 Cl. 6H 2 O 0,025 Vitamin Glycine 2,000 Nicotine Acid 0,500 Pyrodoxin HCl 0,500 Thyamine HCl 0,100 Myo-inositol 100,000 Sukrosa 30.000,000 Agar 7.000,000 Ph 5,8

Lampiran B. Alur Kerja Pengkulturan Embrio Jeruk Keprok (Citrus nobilis Lour.) Pada Media MS Dengan Perlakuan BAP Biji Dicuci pada air mengalir selama 30 menit Dilepaskan testa dari biji Direndam dalam larutan benlate 0,2 g/ 100 ml Ditambahkan tween 20 sebanyak 2 tetes Dishaker selama 2 jam Direndam dengan alkohol 70% selama 1 menit Dibilas dengan akuades steril Direndam dengan larutan pemutih 5 % selama 5 menit Dibilas dengan akuades steril sebanyak 3 kali Direndam dengan larutan pemutih 2,5% selama 5 menit Dibilas dengan akuades steril sebanyak 3 kali Diletakkan di atas cawan petri yang dilapisi kertas saring Dikeringkan Biji tanpa testa steril Planlet Dipilih bagian embrionya Ditanam pada media yang telah disediakan Disusun pada rak-rak kultur Diamati tiap minggunya

Lampiran C. Alur Kerja Pembuatan Preparat Anatomi Akar Akar Planlet Preparat Anatomi Akar Dibersihkan dari sisa-sisa media Diiris secara melintang menggunakan silet Diletakkan pada gelas objek Ditetesi dengan alkohol Ditutup dengan gelas penutup Diamati di bawah mikroskop cahaya dengan perbesaran 4x10 Difoto anatomi akar yang tampak

Lampiran D. Layout Penelitian B4.2.2 B2.2.4 B1.1.6 B2.4.2 B0.1.3 B0.2.1 B3.2.5 B0.3.3 B0.4.4 B1.4.1 B4.2.3 B0.4.2 B4.1.2 B2.2.5 B1.3.2 B2.4.5 B2.1.4 B0.2.3 B2.4.4 B3.3.1 B2.1.6 B4.2.4 B2.3.6 B4.1.6 B3.1.6 B2.1.5 B0.3.4 B0.2.2 B4.3.5 B1.4.6 B0.4.3 B3.4.1 B4.3.4 B0.2.5 B3.2.4 B2.1.3 B3.4.5 B3.2.2 B3.3.2 B1.1.3 B0.1.6 B4.4.2 B4.3.1 B0.4.6 B0.2.4 B1.4.4 B1.4.5 B3.4.3 B1.1.1 B1.2.1 B1.3.4 B3.4.4 B4.3.2 B0.3.5 B3.3.4 B1.1.2 B0.1.2 B4.4.5 B2.3.5 B1.4.2 B3.1.5 B2.3.4 B4.1.3 B3.1.2 B3.4.2 B1.3.1 B3.3.3 B3.2.1 B0.1.4 B3.2.6 B3.3.6 B2.2.2 B1.1.4 B1.2.4 B1.2.3 B3.4.6 B4.1.1 B4.2.1 B0.3.6 B4.4.1 B4.4.4 B4.3.6 B3.3.5 B2.4.3 B3.1.3 B1.2.6 B3.1.4 B0.2.6 B0.3.1 B0.1.1 B4.1.5 B1.2.5 B1.3.5 B0.3.2 B4.3.3 B4.4.3 B2.1.1 B2.2.1 B2.3.1 B2.2.3 B4.1.4 B2.2.6 B0.1.5 B1.1.5 B1.3.3 B3.2.3 B1.4.3 B0.4.1 B1.3.6 B4.2.5 B3.1.1 B2.4.6 B0.4.5 B4.2.6 B2.3.3 B2.1.2 B1.2.2 B2.4.1 B2.3.2 B4.4.6 B menunjukkan BAP, angka pertama menunjukkan perlakuan, angka kedua menunjukkan pengamatan dan angka ketiga menunjukkan ulangan.

Lampiran E. Data Pengamatan Berat Planlet (gram) Data Pengamatan Berat Planlet (gram) Minggu ke-1 B 0 0,052 0,032 0,062 0,065 0,050 0,077 0,338 B 1 0,029 0,109 0,035 0,020 0,104 0,174 0,471 B 2 0,033 0,121 0,120 0,065 0,097 0,094 0,529 B 3 0,208 0,083 0,118 0,097 0,045 0,092 0,642 B 4 0,148 0,153 0,152 0,200 0,156 0,099 0,906 Daftar Sidik Ragam Berat Planlet Minggu ke-1 Perlakuan 4 0,031 0,007 7** 2,7 4,04 Galat 25 0,046 0,001 Total 29 0,077 Data Pengamatan Berat Planlet (gram) Minggu ke-2 B 0 0,132 0,157 0,075 0,142 0,075 0,081 0,663 B 1 0,118 0,058 0,045 0,100 0,064 0,096 0,481 B 2 0,065 0,124 0,123 0,094 0,206 0,047 0,659 B 3 0,108 0,091 0,171 0,129 0,109 0,081 0,689 B 4 0,096 0,144 0,088 0,155 0,171 0,118 0,771 Daftar Sidik Ragam Berat Planlet Minggu ke-2 Perlakuan 4 0,008 0,002 1 tn 2,7 4,04 Galat 25 0,038 0,002 Total 29 0,354

Data Pengamatan Berat Planlet (gram) Minggu ke-3 B 0 0,069 0,139 0,149 0,080 0,187 0,064 0,689 B 1 0,083 0,066 0 0,134 0,070 0 0,353 B 2 0,067 0,065 0,079 0,197 0 0,146 0,553 B 3 0,067 0,123 0,277 0,165 0,100 0 0,732 B 4 0,113 0,196 0,235 0,068 0,130 0,063 0,804 Daftar Sidik Ragam Berat Planlet Minggu ke-3 Perlakuan 4 0,021 0,005 1 tn 2,7 4,04 Galat 25 0,119 0,005 Total 29 0,140 Data Pengamatan Berat Planlet (gram) Minggu ke-4 B 0 0,153 0,189 0,132 0,092 0,128 0,177 0,872 B 1 0,207 0,163 0,010 0,036 0,104 0,175 0,696 B 2 0 0,247 0 0,252 0,254 0,330 1,083 B 3 0,078 0,211 0,179 0,118 0 0,215 0,801 B 4 0,235 0 0,073 0,106 0,189 0,222 0,825 Daftar Sidik Ragam Berat Planlet Minggu ke-4 Perlakuan 4 0,014 0,004 0,444 tn 2,7 4,04 Galat 25 0,220 0,009 Total 29 0,234

Lampiran F. Data Pengamatan Panjang Tunas (cm) Data Pengamatan Panjang Tunas (cm) Minggu ke-1 B 0 1,4 0,3 1,5 1,5 1,7 1,7 8,1 B 1 0,4 0,8 0,8 0,2 1,2 2 5,4 B 2 0,6 1,2 1,2 1,2 1 1,5 6,7 B 3 1,7 0,5 1,4 1 0 1,2 5,8 B 4 1,35 1,3 1,45 1,9 1,5 1,2 8,7 Daftar Sidik Ragam Panjang Tunas (cm) Minggu ke-1 Perlakuan 4 1,362 0,341 1,387 tn 2,7 4,04 Galat 25 6,137 0,245 Total 29 7,499 Data Pengamatan Panjang Tunas (cm) Minggu ke-2 B 0 2,2 2,9 1,6 1,7 3,2 3,2 14,8 B 1 1,1 0,6 0,8 0,9 0,8 1,5 5,7 B 2 1,3 2,6 1,2 1,4 1,7 1,1 9,3 B 3 1,6 2 2,3 1,8 1,7 1,2 10,6 B 4 1,8 2,3 2,2 2,2 2,5 1,8 12,8 Daftar Sidik Ragam Panjang Tunas (cm) Minggu ke-2 Perlakuan 4 8,029 2,007 8,65** 2,7 4,04 Galat 25 5,790 0,232 Total 29 13,819

Data Pengamatan Panjang Tunas (cm) Minggu ke-3 B 0 2,1 3,4 4,7 2,5 4,5 2,9 20,1 B 1 1,9 1,5 0 1,6 1,3 0 6,3 B 2 0,8 1,1 1,6 1,6 0 1,2 6,3 B 3 0,5 2,4 2,8 2,4 1,3 0 9,4 B 4 2,3 3,1 2,3 1,8 2,5 0,9 12,9 Daftar Sidik Ragam Panjang Tunas (cm) Minggu ke-3 Perlakuan 4 22,196 5,549 6,85** 2,7 4,04 Galat 25 20,254 0,810 Total 29 42,450 Data Pengamatan Panjang Tunas (cm) Minggu ke-4 B 0 4,5 4,7 2,8 2 2,3 4,9 21,2 B 1 3,8 2 0,3 0,5 1,8 2,6 11 B 2 0 1,8 0 4,4 2,6 2,7 11,5 B 3 0,9 4,5 1 2,2 0 4,1 12,7 B 4 2,4 0 0,5 3,7 2,7 2,6 11,9 Daftar Sidik Ragam Panjang Tunas (cm) Minggu ke-4 Perlakuan 4 12,102 3,026 1,287 tn 2,7 4,04 Galat 25 58,772 2,351 Total 29 70,874

Lampiran G. Data Pengamatan Jumlah Tunas (buah) Data Pengamatan Jumlah Tunas (buah) Minggu ke-1 B 0 1 1 1 2 2 1 8 B 1 1 1 1 1 2 1 7 B 2 1 1 2 1 1 1 7 B 3 2 1 1 1 0 1 6 B 4 1 2 1 1 1 2 8 Daftar Sidik Ragam Jumlah Tunas (buah) Minggu ke-1 Perlakuan 4 0,466 0,117 0,458 tn 2,7 4,04 Galat 25 6,334 0,253 Total 29 6,800 Data Pengamatan Jumlah Tunas (buah) Minggu ke-2 B 0 1 1 2 1 1 2 8 B 1 2 1 1 2 2 1 9 B 2 3 1 2 1 2 2 11 B 3 3 2 2 1 2 2 12 B 4 1 3 3 2 4 2 15 Daftar Sidik Ragam Jumlah Tunas (buah) Minggu ke-2 Perlakuan 4 5,003 1,251 2,373 tn 2,7 4,04 Galat 25 13,167 0,527 Total 29 18,170

Data Pengamatan Jumlah Tunas (buah) Minggu ke-3 B 0 1 1 2 1 1 2 8 B 1 2 1 0 3 1 0 7 B 2 2 2 1 2 0 3 10 B 3 2 2 3 2 1 0 10 B 4 3 3 4 1 3 2 16 Daftar Sidik Ragam Jumlah Tunas (buah) Minggu ke-3 Perlakuan 4 8,130 2,033 2,102 tn 2,7 4,04 Galat 25 24,170 0,967 Total 29 32,300 Data Pengamatan Jumlah Tunas (buah) Minggu ke-4 B 0 2 2 1 1 1 2 9 B 1 2 2 1 1 3 3 12 B 2 0 5 0 3 4 5 17 B 3 2 3 1 1 0 3 10 B 4 4 0 2 3 2 5 16 Daftar Sidik Ragam Jumlah Tunas (buah) Minggu ke-4 Perlakuan 4 8,470 2,118 0,96 tn 2,7 4,04 Galat 25 55,000 2,200 Total 29 63,470

Lampiran H. Data Pengamatan Jumlah Daun (helai) Data Pengamatan Jumlah Daun (helai) Minggu ke-1 B 0 2 1 1 4 4 2 14 B 1 2 2 2 2 4 4 16 B 2 2 2 4 2 2 2 14 B 3 3 2 3 2 0 2 12 B 4 2 4 2 2 2 4 16 Data Sidik Ragam Jumlah Daun (helai) Minggu ke-1 Perlakuan 4 1,866 0,467 0,398 tn 2,7 4,04 Galat 25 29,334 1,173 Total 29 31,200 Data Pengamatan Jumlah Daun (helai) Minggu ke-2 B 0 2 2 3 2 3 4 16 B 1 4 2 2 4 4 2 18 B 2 6 6 5 5 7 4 33 B 3 7 7 5 4 8 6 37 B 4 2 6 5 7 10 5 35 Data Sidik Ragam Jumlah Daun (helai) Minggu ke-2 Perlakuan 4 66,467 16,617 6,866** 2,7 4,04 Galat 25 60,500 2,420 Total 29 126,967

Data Pengamatan Jumlah Daun (helai) Minggu ke-3 B 0 2 4 4 2 2 2 16 B 1 6 4 0 10 2 0 22 B 2 6 8 3 6 0 7 30 B 3 3 6 9 9 4 0 31 B 4 12 8 14 4 6 3 47 Data Sidik Ragam Jumlah Daun (helai) Minggu ke-3 Perlakuan 4 91,136 22,784 2,003 tn 2,7 4,04 Galat 25 284,334 11,373 Total 29 375,470 Data Pengamatan Jumlah Daun (helai) Minggu ke-4 B 0 4 6 4 2 2 6 24 B 1 8 6 2 2 6 10 34 B 2 0 20 0 6 12 16 54 B 3 6 8 5 4 0 8 31 B 4 12 0 4 10 8 18 52 Data Sidik Ragam Jumlah Daun (helai) Minggu ke-4 Perlakuan 4 118,000 29,500 1,118 tn 2,7 4,04 Galat 25 659,500 26,380 Total 29 777,500

Lampiran I. Data Pengamatan Panjang Akar (cm) Data Pengamatan Panjang Akar (cm) Minggu ke-1 B 0 3,1 2,1 3,1 3,4 2,6 2,8 17,1 B 1 0,3 1,8 0,4 0,6 2,4 2,2 7,7 B 2 0,8 1,3 2,5 0,8 2,7 1,1 9,2 B 3 2,2 2,4 2,5 1,9 1,2 1,4 11,6 B 4 2,7 2,5 2,9 2,7 3 1,3 15,1 Data Sidik Ragam Panjang Akar (cm) Minggu ke-1 Perlakuan 4 10,341 2,585 5,139** 2,7 4,04 Galat 25 12,599 0,504 Total 29 22,940 Data Pengamatan Panjang Akar (cm) Minggu ke-2 B 0 5,1 6 5,2 5,1 4,8 4,1 30,3 B 1 2,6 0,1 0,4 1,1 0,5 3,2 7,9 B 2 0,7 1,5 1,8 3,4 2,6 0,8 10,8 B 3 3,4 1,1 3,7 3 2,5 3,4 17,1 B 4 3,5 4,5 2,7 2,6 2,7 3 19 Data Sidik Ragam Panjang Akar (cm) Minggu ke-2 Perlakuan 4 50,350 12,588 13,772** 2,7 4,04 Galat 25 22,840 0,914 Total 29 73,190

Data Pengamatan Panjang Akar (cm) Minggu ke-3 B 0 3,7 5 6,6 6,2 7,1 4,8 33,4 B 1 0,4 2,4 0 1,1 0,8 0 4,7 B 2 2,8 1,9 0,8 2,1 0 1,9 9,5 B 3 0,7 1,9 3,9 1,7 3,4 0 11,6 B 4 0,4 2,3 2,9 1,2 4,3 2,2 13,3 Data Sidik Ragam Panjang Akar (cm) Minggu ke-3 Perlakuan 4 81,350 20,338 13,433** 2,7 4,04 Galat 25 37,852 1,514 Total 29 119,202 Data Pengamatan Panjang Akar (cm) Minggu ke-4 B 0 13 12,2 8,1 9,1 9,6 9,6 61,6 B 1 4,9 2,1 1 2,6 2,3 2,5 15,4 B 2 0 1,9 0 2,4 4,9 4,3 13,5 B 3 2,2 3,6 2,4 2,8 0 3,9 14,9 B 4 3,3 0 0,3 0,4 4,2 2,8 11 Data Sidik Ragam Panjang Akar (cm) Minggu ke-4 Perlakuan 4 307,864 76,966 26,037** 2,7 4,04 Galat 25 73,904 2,956 Total 29 381,768

Lampiran J. Data Pengamatan Jumlah Akar (buah) Data Pengamatan Jumlah Akar (buah) Minggu ke-1 B 0 1 1 1 1 1 1 6 B 1 1 1 1 1 1 1 6 B 2 1 1 1 1 1 1 6 B 3 1 1 1 1 1 1 6 B 4 1 1 1 1 1 1 6 Data Sidik Ragam Jumlah Akar (buah) Minggu ke-1 Perlakuan 4 0,000 0,000 0 tn 2,7 4,04 Galat 25 0,000 0,000 Total 29 0,000 Data Pengamatan Jumlah Akar (buah) Minggu ke-2 B 0 1 1 1 1 1 5 10 B 1 1 1 1 1 1 1 6 B 2 1 1 1 1 1 1 6 B 3 1 1 1 1 1 1 6 B 4 1 1 1 1 1 1 6 Data Sidik Ragam Jumlah Akar (buah) Minggu ke-2 Perlakuan 4 2,136 0,534 1,001 tn 2,7 4,04 Galat 25 13,334 0,533 Total 29 15,470

Data Pengamatan Jumlah Akar (buah) Minggu ke-3 B 0 2 1 3 1 2 1 10 B 1 1 1 0 1 1 0 4 B 2 1 1 1 1 0 1 5 B 3 1 1 1 1 1 0 5 B 4 1 1 1 1 1 1 6 Data Sidik Ragam Jumlah Akar (buah) Minggu ke-3 Perlakuan 4 3,600 0,900 3,515* 2,7 4,04 Galat 25 6,400 0,256 Total 29 10,000 Data Pengamatan Jumlah Akar (buah) Minggu ke-4 B 0 1 2 1 2 1 3 10 B 1 1 1 1 1 1 1 6 B 2 0 1 0 1 1 1 4 B 3 1 1 1 1 0 1 5 B 4 1 0 1 1 1 1 5 Data Sidik Ragam Jumlah Akar (buah) Minggu ke-4 Perlakuan 4 3,600 0,900 3,515* 2,7 4,04 Galat 25 6,400 0,256 Total 29 10,000

Lampiran K. Data Pengamatan Persentase Kultur Terkontaminasi (%) No Perlakuan Minggu U 1 U 2 U 3 U 4 U 5 U 6 Jumlah 1. B 0 1 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 2. B 1 1 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 1 0 0 1 2 4 0 0 0 0 0 0 0 3. B 2 1 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 1 0 1 4 1 0 1 0 0 0 2 4. B 3 1 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 1 1 4 0 0 0 0 1 0 1 5. B 4 1 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 4 0 1 0 0 0 0 1 Jumlah eksplan yang terkontaminasi Persentase terkontaminasi = x 100 % Jumlah eksplan seluruh perlakuan 8 = x 100 % 120 = 6,67 %

Lampiran L. Gambar Pengamatan Kultur Perlakuan BAP (0 ppm)

Perlakuan BAP (1 ppm)

Perlakuan BAP (2 ppm)

Perlakuan BAP (3 ppm)

Perlakuan BAP (4 ppm)

Lampiran M. Gambar Pengamatan Mikroskopik Akar Perbesaran 4x10 B0.1.3 B0.2.4 B0.3.5 B0.4.1 B1.1.2 B1.2.2 B1.3.5 B1.4.6 B2.1.5 B2.2.4 B2.3.4 B2.4.6 B3.1.4 B3.2.5 B3.3.4 B3.4.4 B3.1.5 B3.2.1 B3.3.3 B3.4.4