BAB 3 Metode Penelitian

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 3 Metode Penelitian

4. METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, yaitu kepribadian, yang terdiri dari:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian, identifikasi variabel penelitian, definisi operasional, subjek penelitian,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. merupakan penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data numerical

BAB 3 METODE PENELITIAN. Pada bab ini peneliti akan memaparkan tentang metode penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif komparatif, yakni jenis

BAB III METODE PENELITIAN. Variabel adalah konstruk-konstruk atau sifat-sifat yang sedang

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN Variabel penelitian dan definisi operasional. Variabel penelitian adalah atribut atau sifat yang dimiliki oleh objek,

Bab 3 Desain Penelitian

4. METODE PENELITIAN. Universitas Indonesia. Hubungan Antara..., Anindita Kart, F.Psi UI, 2008i

BAB 3 METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Peneliti menggunakan dua variabel dalam penelitian ini, yaitu:

BAB IV ANALISIS DATA. Larangan yang berjumlah 138 orang dalam rentang usia tahun. 1) Deskripsi Subjek Berdasarkan Panti Asuhan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini beberapa variabel yang akan dikaji adalah :

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Setelah peneliti menguraikan teori-teori yang digunakan dalam penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. numerik dan diolah dengan metode statistika serta dilakukan pada

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR KEPRIBADIAN DAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA DEWASA MADYA DI KAWASAN JAKARTA

BAB 3 METODE PENELITIAN Variabel Penelitian & Definisi Operasional Variabel Terikat. keterlambatan (withdrawal behavior).

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Setelah peneliti menguraikan teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini,

BAB III METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai masalah penelitian, variabel penelitian,

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. meneliti sejauh mana variasi pada satu variabel berkaitan dengan variasi pada satu

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN Variabel penelitian dan definisi operasional

BAB III METODE PENELITIAN. Kabupaten Jepara. Penelitian dimulai dari bulan Oktober 2013.

BAB 3 METODE PENELITIAN. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Psikologi Univesitas

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Metode Penelitian Dan Rancangan Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

3. METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel kecemasan trait dan variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

C. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel, dengan dua variabel X dan Y. Kedua variabel tersebut adalah sebagai berikut :

4. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Dalam metode penelitian ini akan diuraikan mengenai identifikasi variable

BAB 3 Metode Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Subyek penelitian yang dipakai adalah para mahasiswa Binus yang bekerja di. Center) di Binus University

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III Metode Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Barat. b. Polisi lalu lintas berjenis kelamin laki-laki. diberikan peneliti. tugas keadministrasian di kantor.

BAB 3 METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian, Definisi Operasional dan Hipotesis

27 Universitas Indonesia

3. METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Desain Penelitian dan Metode Penelitian

BAB 3 METODE PENELITIAN. Pada Sub-bab ini, akan dipaparkan mengenai Variable penelitian yang

4. METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. 3.1 Populasi, Sampel dan Metodologi Pengambilan Sampel. ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka

BAB III METODE PENELITIAN. medis. Sikap merupakan suatu bentuk evaluasi atau reaksi perasaan seseorang terhadap

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah metode penelitan yang digunakan

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel gaya

Bab 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. serta teknik pengujian instrumen. Terakhir akan dibahas mengenai prosedur

BAB III METODE PENELITIAN

3. METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Variabel merupakan karakteristik objek kajian (konsep) yang mempunyai

BAB III METODE PENELITIAN. pengamatan dengan pemikiran yang tepat secara terpadu melalui tahap-tahap yang

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

BAB 3 METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Variabel) dan Variabel Terikat (Dependent Variabel). Variabel bebas dalam

III. METODELOGI PENELITIAN

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. Obyek penelitian merupakan variabel-variabel yang menjadi perhatian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Variabel Penelitian & Definisi Operasional. asertivitas, pengguna dan bukan pengguna media sosial twitter

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

BAB 3 Metode Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Pendekatan dan jenis penelitian. penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data numerikal atau

BAB III METODE PENELITIAN. peraturan-peraturan yang terdapat dalam penelitian (Usman, 1996: 16).

BAB 3. Metodologi Penelitian

Transkripsi:

BAB 3 Metode Penelitian 3.1. Variabel Penelitian dan Hipotesis 3.1.1. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Terdapat enam variabel dalam penelitian ini, yaitu faktor kepribadian yang terdiri dari 5 variabel, Neuroticism, Extraversion, Openness to experience, Agreeableness, dan Conscientiousness. Dalam penelitian ini dapat dikatakan definisi dari lima faktor tersebut adalah sebagai berikut (Feist dan Feist, 2009): Neuroticism (N) adalah kesensitifitasan terhadap perasaan negatif. Definisi operasionalnya adalah skor dari faktor Neuroticism pada alat ukur kepribadian NEO-Five Factor Inventory (NEO-FFI), Extraversion (E) adalah orientasi pada dunia luar dan orang lain. Definisi operasionalnya adalah skor dari faktor Extraversion pada alat ukur kepribadian NEO-FFI, Openness to experience (O) adalah keterbukaan pada ide-ide baru. Definisi operasionalnya adalah skor dari faktor Openness to experience pada alat ukur kepribadian NEO-FFI, Agreeableness (A) adalah reaksi positif terhadap orang lain. Definisi operasionalnya adalah skor dari faktor Agreeableness pada alat ukur kepribadian NEO-FFI, dan Conscientiousness (C) adalah keteraturan dalam bertindak. Definisi operasionalnya adalah skor dari faktor Conscientiousness pada alat ukur kepribadian NEO-FFI. Variabel-variabel tersebut akan diukur melalui hasil skor alat ukur kepribadian yang diadaptasi dari NEO-FFI yang terdiri dari 60 item tes. Variabel keenam dalam penelitian ini adalah kepuasan pernikahan. Kepuasan pernikahan adalah evaluasi mengenai kualitas hubungan pernikahan yang dilakukan secara terus menerus dan berubah (Karney dan Bradbury, dalam Parker (2002)). Definisi operasionalnya adalah skor dari evaluasi mengenai kualitas hubungan pernikahan yang diukur dengan alat ukur kepuasan pernikahan The Couples Satisfaction index (CSI). Variabel tersebut diukur dengan skor yang didapat dari alat ukur kepuasan pernikahan yang diadaptasi dari CSI. Alat ukur yang akan digunakan pada penelitian ini adalah short form CSI yang terdiri dari 16 item tes. 17

18 3.1.2 Hipotesa Berikut ini adalah jabaran dari hipotesis null (H 0 ) dan hipotesis alternatif (H a ) dari penelitian ini: Ha 1 : Ada hubungan yang signifikan antara faktor kepribadian Openness to experience (O) dengan kepuasan pernikahan. Ha 2 : Ada hubungan yang signifikan antara faktor kepribadian Conscientiousness (C) dengan kepuasan pernikahan. Ha 3 : Ada hubungan yang signifikan antara faktor kepribadian Extraversion (E) dengan kepuasan pernikahan. Ha 4 : Ada hubungan yang signifikan antara faktor kepribadian Agreeableness (A) dengan kepuasan pernikahan. Ha 5 : Ada hubungan yang signifikan antara faktor kepribadian Neuroticism (N) dengan kepuasan pernikahan. Ho 1 : Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor kepribadian Openness to experience (O) dengan kepuasan pernikahan. Ho 2 : Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor kepribadian Conscientiousness (C) dengan kepuasan pernikahan. Ho 3 : Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor kepribadian Extraversion (E) dengan kepuasan pernikahan. Ho 4 : Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor kepribadian Agreeableness (A) dengan kepuasan pernikahan. Ho 5 : Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor kepribadian Neuroticism (N) dengan kepuasan pernikahan. 3.2 Partisipan Penelitian & Teknik Sampling 3.2.1 Karakteristik Partisipan Penelitian Partisipan adalah dewasa madya berusia 40-65 tahun yang masih tinggal bersama pasangannya dalam ikatan pernikahan yang legal, dengan usia pernikahan minimal 20 tahun, memiliki minimal 1 orang anak berusia minimal 19 tahun, dan keduanya berdomisili di Jakarta. Partisipan diwajibkan memiliki anak berusia minimal 19 tahun karena anak pada usia tersebut biasanya akan mulai mandiri dan meninggalkan rumah seperti

19 misalkan tinggal di kost selama berkuliah, sehingga akan timbul empty nest syndrome pada orang tua. 3.2.2 Teknik Sampling Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasangan yang sesuai dengan kriteria partisipan dan bertempat tinggal di Jakarta, oleh karena populasi yang terlalu banyak sehingga sulit untuk menjangkau seluruhnya, maka dilakukan sampling. Teknik Sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling yaitu desain sampling yang digunakan ketika sejumlah elemen dalam populasi tidak diketahui atau tidak dapat diidentifikasi. Dalam keadaan demikian, maka pemilihan elemen bergantung pada pertimbangan lain. Sedangkan jenis yang digunakan adalah snowball sampling. Snowball sampling adalah pegambilan sampel yang dilakukan dengan menanyakan sampel keberadaan orang lain yang sesuai dengan kriteria yang kemudian akan ditunjuk sebagai sampel berikutnya, hal ini dilakukan terus sehingga didapat sampel dalam jumlah yang cukup besar, dengan demikian jumlah sampel akan bertambah banyak (Kumar, 2011). 3.3 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif atau analisis data statistik, metode penelitian kuantitatif adalah metode yang banyak melibatkan angka mulai dari pengambilan hingga pengolahan data yang menggunakan statistik (Shaughnessy, Zechmeister & Zechmeister, 2012). Sedangkan berdasarkan jenisnya penelitian ini termasuk penelitian korelasi, tepatnya adalah multiple correlation maka dari itu variabel yang dilibatkan dalam penelitian ini ada lebih dari satu, yaitu sekelompok variabel X dan varibel Y, yang termasuk variabel X adalah faktor kepribadian dimana di dalamnya terdiri dari 5 variabel, dan variabel Y yatiu kepuasan pernikahan. Artinya penelitian ini berupaya menghubungkan antara faktor kepribadian dengan kepuasan pernikahan. 3.4 Alat Ukur Penelitian 3.4.1 Alat Ukur Terdapat dua alat ukur dalam bentuk inventori yang digunakan dalam penelitian ini. Dimana alat pertama yang digunakan untuk mengukur kepribadian adalah alat ukur kepribadian yang diadaptasi dari NEO-FFI hasil kerja dari Costa dan McCrae (1992), terdiri dari 60 item dengan menggunakan skala Likert. sedangkan

20 alat kedua yang digunakan untuk mengukur kepuasan pernikahan adalah alat ukur kepuasan pernikahan yang diadaptasi dari The Couples Satisfaction Index (CSI) hasil kerja dari Funk dan Rogge (2007), terdiri dari 32 item, namun yang digunakan pada penelitian ini adalah short form CSI, yang terdiri dari 16 item dengan menggunakan skala Likert 5 poin yang bervariasi. Kedua alat ukur tersebut diadaptasi dan diterjemahkan oleh peneliti, di bantu dan di terjemahkan kembali ke dalam bahasa inggris oleh dosen sastra inggris. 3.4.1.1 NEO-FFI Alat ukur kepribadian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan adaptasi dari NEO-FFI yang dikembangkan Costa dan McCrae (1992). Alat ukur ini terdiri dari 60 item yang terdiri dari 5 dimensi kepribadian, dimana masing-masing dimensi tersusun atas 12 butir soal. Tabel 3. 1 Penyebaran Butir Soal pada NEO-FFI Dimensi NEO-FFI Butir Soal unfavorable Butir Soal Favorable Jumlah Butir Soal Neuroticism 1, 16, 31, 46 6, 11, 21, 26, 36, 41, 12 51, 56 Extraversion 12, 27, 42, 57 2, 7, 17, 22, 32, 37, 12 47, 52 Openness to 8, 18, 23, 33, 38, 48 3, 13, 28, 43, 53, 58 12 experience Agreeableness 9, 14, 24, 29, 34, 39, 44, 54, 59 4, 19, 49 12 Conscientiousness 15, 45, 55 5, 10, 20, 25, 30, 35, 40, 50, 60 12 Pada alat ukur ini disediakan lima alternatif respon, yaitu: sangat tidak setuju, tidak setuju, antara setuju dan tidak, setuju, dan sangat setuju. Contoh item pada alat ukur NEO-FFI adalah, Saya tidak mudah merasa cemas. Setiap butir soal diberi skor 1 hingga 5 sesuai dengan jawaban partisipan.

21 3.4.1.2 The Couples Satisfaction Index (CSI) Alat ukur kepuasan pernikahan yang digunakan merupakan hasil dari adaptasi alat ukur The Couples Satisfaction Index (CSI) yang merupakan hasil kerja dari Funk dan Rogge (2007). Alat ukur ini sendiri terdiri dari 32 item, namun pada penelitian ini akan digunakan short form CSI yang terdiri dari 16 item dengan respon jawaban menggunakan skala Likert yang bervariasi. Dipilihnya CSI short form pada penelitian ini dikarenakan CSI 16 item ini terlihat lebih unggul dalam membedakan tinggi rendah kepuasan pernikahan, dibandingkan alat ukur kepuasan pernikahan lainnya, seperti DAS 32 item dan MAT 15 item (Funk & Rogge, 2007). Selain itu tidak digunakannya CSI long form pada penelitian ini dikarenakan CSI 16 item dirasa sudah cukup mampu dalam mencapai tujuan penelitian, yaitu melihat kepuasan pernikahan pada dewasa madya. Contoh item pada alat ukur CSI adalah, Saya memiliki hubungan yang hangat dan menyenangkan dengan pasangan saya. Tabel 3. 2 Pengelompokkan berdasarkan Variasi Skala pada CSI short form Item Contoh Item Skala 1 1. Tolong nyatakan seberapa bahagia, dengan mempertimbangkan segala hal, mengenai hubungan anda. 0 = Sangat tidak senang 1 = Kurang senang 2 = Cukup senang 3 = Senang 4 = Agak senang 5 = Sangat senang 6 = Sempurna 2 2. Secara umum, seberapa Anda sering menganggap bahwa hubungan Anda berjalan dengan baik? 5 = Setiap waktu 4 = Sebagian besar waktu 3 = Sering daripada tidak 2 = Kadang-kadang 1 = Jarang 0 = Tidak pernah 3, 4, 5, 6 3. Hubungan yang kami miliki kuat. 0 = Sama sekali tidak setuju 1 = Kurang setuju 2 = Agak setuju

22 3 = Hampir setuju 4 = Setuju 5 = Sangat setuju 7, 8, 9, 10 7. Seberapa berharga hubungan Anda dengan pasangan? 0 = Sama sekali tidak 1 = Kurang 2 = Agak 3 = Hampir 4 = Hampir sepenuhnya 5 = Sepenuhnya 11, 12, 13, 14, 15, 16 11. Menarik 5 4 3 2 1 0 Membosankan 3.4.2 Validitas & Reliabilitas Alat Ukur 3.4.2.1 Validitas Uji validitas pada alat ukur NEO-FFI dan The Couples Satisfaction Index (CSI) dilakukan bersamaan pada saat uji field. Uji validitas pada penelitian ini dilakukan dengan cara melihat Corrected Item-Total Correlation, yaitu melihat hasil korelasi dari skor item dengan skor total item (Nisfiannoor, 2009). Berdasarkan rangkuman Prof. Dali S. Naga (2008, dalam Nisfiannoor, 2009) butir item dapat dikatakan valid jika memiliki korelasi item total sebesar minimal 0.2. Tabel 3. 3 Hasil Pengujian Corrected item-total correlation NEO-FFI Corrected Item- Corrected Item- Jumlah Dimensi total correlation Item yang total correlation Butir Soal sebelum dihapus sesudah setelah di hapus Neuroticism 0.157-0.540 12 0.262-0.525 11 Extraversion -0.038-0.460 2, 3, 6, 10, 12 0.221-0.497 7 Openness to -0.017-0.265 1, 2, 4, 5, 6, 7, 8, 0.387-0.436 3 experience 10, 12 Agreeableness -0.184-0.470 1, 6, 7, 10, 11 0.215-0.459 7 Conscientiousness -0.204-0.628 3, 6 0.265-0.646 10

23 Berdasarkan tabel diatas, terlihat 5 dimensi NEO-FFI yang diuji validitas nya. Pada dimensi N, terdapat 1 item yang tidak valid, sedangkan pada dimensi E terdapat 5 item yang tidak valid, lalu pada dimensi O terdapat 9 item yang ditemukan tidak valid, pada dimensi A terdapat 5 item yang tidak valid, dan pada dimensi C terdapat 2 item yang tidak valid. Tabel 3. 4 Hasil Pengujian Corrected item-total correlation CSI Dimensi Corrected Item-total Jumlah item correlation Kepuasan Pernikahan 0.501-0.783 16 item Untuk alat ukur CSI dapat dilihat bahwa tidak terdapat item yang bernilai dibawah 0.2 sehingga dapat dikatakan bahwa semua item valid dan tidak ada item yang perlu dihapus. 3.4.2.2 Reliabilitas Penelitian ini menggunakan internal consistency yaitu melakukan sekali administrasi tes, memperkirakan konsistensi hasil pada pengulangan administrasi di waktu yang sama (Salkind, 2010). Sedangkan teknik yang digunakan adalah teknik Cronbach Alpha, yaitu teknik yang digunakan untuk mengukur instrumen yang tidak memiliki jawaban pasti seperti derajat persetujuan pada skala jawaban (skala Likert) (Olagbemi, 2011). Tabel 3. 5 Hasil Pengujian Reliabilitas NEO-FFI Dimensi Koefisien Alpha sebelum Item yang dihapus Koefisien Alpha sesudah Jumlah Butir Soal Neuroticism 0.751 12 0.759 11 Extraversion 0.597 2, 3, 6, 10, 12 0.677 7 Openness to 0.341 1, 2, 4, 5, 6, 7, 8, 0.606 3 experience 10, 12 Agreeableness 0.603 1, 6, 7, 10, 11 0.669 7 Conscientiousness 0.727 (12 item) 3, 6 0.796 10

24 Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa koefisien reliabilitas dari item pada dimensi N, A, dan C awal sudah cukup baik (0.6-0.7), sedangkan untuk dimensi E dan O awal memiliki nilai yang kurang baik, sehingga di lakukan penghitungan ulang dengan menghilangkan semua item yang < 0.2 pada setiap dimensi, dan ditemukan bahwa nilai dari dimensi E naik menjadi 0.677 dengan jumlah item tersisa 7 buah, sedangkan dimensi O naik menjadi 0.606 namun hanya tersisa 3 buah item. Tabel 3. 6 Hasil Pengujian Reliabilitas CSI Dimensi Koefisien Alpha Jumlah item Kepuasan Pernikahan 0.941 16 Berdasarkan tabel diatas maka diketahui bahwa nilai koefisien reliabilitas dari dimensi kepuasan pernikahan CSI memiliki nilai yang sangat baik, yaitu sebesar 0.941, dengan item berjumlah 16 buah. 3.5 Prosedur 3.5.1 Persiapan Penelitian Persiapan penelitian dimulai dengan melihat fenomena yang tampak pada saat ini, menggali informasi lebih dalam mengenai fenomena melalui badan-badan pemerintahan yang berkaitan, dan mencari topik yang sesuai untuk penelitian terkait dengan fenomena yang tampak. Setelah ditemukannya topik yang sesuai, maka dilakukan studi literatur, guna mencari dasar teori untuk pengembangan kerangka berpikir. Fakta-fakta, dasar teori, dan kerangka berpikir yang telah dipelajari lebih lanjut juga membantu dalam menggambarkan kepentingan dari penelitian ini. Sehingga jika penelitian ini dilakukan, maka rumusan masalah dari fenomena yang tampak mungkin dapat terjawab dan juga tujuan penelitian dapat tercapai. Dalam mencapai keberhasilan penelitian ini, maka perlu dicari alat ukur yang sesuai, dengan demikian dipilihlah dua alat ukur yang dirasa dapat mencapai tujuan penelitian. Kedua alat ukur tersebut merupakan hasil adaptasi dari alat ukur yang sudah ada sebelumnya dan di terjemahkan sendiri oleh peneliti dengan mendapat bantuan dari dosen Sastra Inggris, sehingga bahasa yang digunakan dalam alat ukur

25 merupakan bahasa Indonesia yang baku dan benar. Alat ukur yang digunakan dan diadaptasi oleh peneliti adalah NEO-FFI dan The Couples Satisfaction Index (CSI). 3.5.2 Pelaksanaan Penelitian Penyebaran data dalam bentuk booklet dimulai pada tanggal 23 November 2013 hingga 12 Januari 2014. Booklet tersebut diberikan kepada orang-orang dengan karakterisitik yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Uji validitas dan reliabilitas alat ukur dilakukan bersamaan dengan field test, hal ini dilakukan karena terdapatnya kesulitan dalam menjangkau subjek dan adanya keterbatasan waktu. Dalam hal ini kuesioner yang seharusnya digunakan untuk pilot tes telah disebarkan, namun baru dikembalikan dalam waktu yang cukup lama yaitu sekitar sebulan setelah disebar karena itu berdasarkan perhitungan waktu dirasa tidak akan cukup, sehingga diputuskan untuk tidak melakukan pilot study melainkan langsung field study. Pengambilan data dilakukan pada sampel yang sesuai dengan karakteristik yang dibutuhkan, dengan cara memberikan alat tes yang sudah berbentuk booklet yang terdiri dari alat ukur kepribadian dan alat ukur kepuasan pernikahan. Penentuan sampel dilakukan sesuai dengan teknik sampling yang telah ditentukan terlebih dahulu, yaitu dengan nonprobability sampling, tepatnya dengan metode snowball sampling. Sehingga dengan demikian didapat sampel dalam jumlah yang cukup besar, sesuai kriteria, dan dirasa akan dapat mewakili keseluruhan populasi yang ada. Jumlah total dari kuesioner yang kembali dan dapat diolah adalah 260 kuesioner. 3.5.3 Teknik Pengolahan Data Setelah data didapatkan, data tersebut diolah dengan cara mengkorelasikan kedua variabel dengan menggunakan Spearman-Rank correlation. Teknik ini dapat digunakan untuk data ordinal dan berguna untuk mengukur keeratan hubungan antara dua variabel yang tidak berdistribusi normal, teknik ini dapat juga diperlakukan sebagai alternatif pengganti korelasi pearson (Nisfiannoor, 2009). Untuk pengolahan data statistik dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 20 for windows.