BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Teguh Cahyadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN Bab dua (kajian pustaka) telah membahas teori yang telah menjadi dasar penelitian. Bab ini akan memaparkan metode penelitian dan bagaimana teori yang dibahas dalam bab kajian pustaka diaplikasikan dalam penelitian. Bab ini akan terdiri dari beberapa bagian, diantaranya: desain penelitian, populasi dan sampel, variabel dan definisi operasional, instrumen penelitian, proses pengembangan instrumen, teknik pengumpulan data, teknik analisa data dan prosedur penelitian. A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan ialah desain korelasional. Desain korelasional berusaha untuk menguji hubungan antara dua variabel atau lebih Penelitian korelasional digunakan untuk membantu menjelaskan perilaku penting manusia atau memprediksi kemungkinan akibat (Fraenkel, Wallen & Hyun, 2012). B. Populasi dan Sampel Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa prodi PR UNPAD. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik convenience sampling. Convenience sample berisi sekelompok individu yang tersedia untuk diteliti (Fraenkel, Wallen & Hyun, 2012). Karakteristik sampel dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Prodi PR yang masih aktif berdasarkan data Sub Bagian Akademik Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) UNPAD. Prodi PR UNPAD dipilih karena memiliki kekhasan dalam kurikulum (teori dan praktek) serta mata kuliah khas PR yang bertujuan membentuk kualifikasi PR handal yang memiliki skill (keahlian), knowledge (pengetahuan), abilities (kemampuan) dan qualities (kualitas). Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan peneliti, dapat diketahui bahwa mahasiswa Prodi PR yang dapat dijadikan sampel penelitian 33
2 34 adalah mahasiswa angkatan Jumlah sampel yang diambil menggunakan rumus Slovin (1960) sebagai berikut (Sevilla dkk, 2006): Keterangan : n = Sampel N = Jumlah populasi α = Taraf signifikansi (0,05) n = N 1 + Nα 2 Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah mahasiswa Prodi PR UNPAD angkatan sebanyak 278 orang. Perhitungan jumlah sampel minimal dalam penelitian ini ialah sebagai berikut: n = (0,05 2 ) = 164,011= 164 orang Sehingga jumlah sampel secara keseluruhan sebanyak 164 orang. Berikut ini perhitungan ukuran sampel berdasarkan angkatan: Tabel 3.1 Penentuan Ukuran Sampel Angkatan Jumlah Persentase Ukuran Sampel Populasi Perhitungan Pembulatan ,71% 59,71%x164= 97,93 98 Orang ,42% 19,42%x164= 31,85 32 Orang ,86 20,86%x164=34,21 34 Orang Jumlah % Jumlah 164 Orang Berdasarkan perhitungan tersebut diketahui ukuran sampel untuk angkatan 2013 sebanyak 98 orang, angkatan 2014 sebanyak 32 orang, dan angkatan 2015 sebanyak 34 orang.
3 35 C. Variabel dan Definisi Operasional Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu tipe kepribadian sebagai variabel X dan public speaking anxiety sebagai variabel Y. Dalam rangka memberikan arah kejelasan dalam penelitian, ada beberapa variabel yang perlu didefinisikan secara operasional terlebih dahulu. 1) Tipe Kepribadian Tipe kepribadian dalam penelitian ini adalah taksonomi kepribadian yang, terdiri atas lima dimensi kepribadian yaitu, extraversion, agreeableness conscientiousness, neuroticism dan openness to experience. Lima dimensi tersebut didapatkan berdasarkan skor instrumen Big Five Inventory (BFI) yang dikembangkan oleh John, Nauman & Soto (2008) dari Barkeley Personality Lab, Barkeley University of California. Melalui BFI akan diketahui tipe kepribadian mahasiswa Prodi PR UNPAD. Semakin tinggi skor mahasiswa pada suatu dimensi, menunjukkan ia termasuk dalam tipe kepribadian tersebut. 2) Public Speaking Anxiety Definisi operasional variabel public speaking anxiety menggunakan definisi operasional dalam Personal Report of Public Speaking Anxiety (McCroskey, 1970) yaitu derajat ketakutan ataupun kepercayaan diri dalam situasi public speaking. Melalui PRPSA akan diketahui tingkat public speaking anxiety yang dialami mahasiswa prodi PR UNPAD. Semakin tinggi skor mahasiswa pada instrumen PRPSA, menunjukkan semakin tinggi public speaking anxiety yang dialami. D. Instrumen Penelitian 1. Instrumen Tipe Kepribadian Instrumen penelitian yang menjadi alat ukur dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah Big Five Inventory (BFI) (Reza, 2015) untuk mengukur variabel tipe kepribadian dan Personal Report of Public Speaking Anxiety (PRPSA) (McCroskey, 1970) untuk mengukur variabel public speaking anxiety.
4 36 Terdapat 44 item pertanyaan dalam kuesioner BFI dan 34 item pertanyaan dalam kuesioner PRPSA. a) Spesifikasi Instrumen Instrumen yang digunakan untuk mengukur tipe kepribadian adalah Big Five Inventory (BFI) yang dikembangkan oleh John, Nauman & Soto (2008) dan diadaptasi oleh Reza (2015). Kuesioner BFI terdiri dari 44 iem pernyataan yang diturunkan dari lima dimensi kepribadian yaitu extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism dan openness to experience. Kuesioner ini dibuat dengan skala Likert. Pernyataan disajikan dalam kuesioner tipe kepribadian terdiri dari dua jenis pernyataan, yaitu pernyataan favorable dan pernyataan unfavorable. Reliabilitas BFI menunjukkan nilai yang reliabel dengan koefisien reliabilitas untuk, extraversion (0.659), agreeableness (0.691), conscientiousness (0.772), neuroticism (0.812) dan openness to experience (0.709) (Reza, 2015). b) Pengisian instrumen Pada setiap item terdapat lima alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Netral (N), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS), Kemudian subjek diminta untuk memberikan jawaban atas pernyataan- pernyataan dengan memberikan tanda checklist pada salah satu alternatif jawaban yang dianggap paling sesuai dengan keadaan diri subjek. Sangat tidak setuju (STS) menunjukkan bahwa item tersebut sangat tidak sesuai dengan keadaan diri, sementara semakin ke arah sangat setuju (SS), maka item tersebut semakin menunjukkan kesesuaian dengan keadaan diri. c) Penyekoran Penyekoran jawaban pada instrumen tipe kepribadian dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: 1) Jawaban dari setiap pernyataan yang dipilih subjek dinilai dengan angka sesuai dengan bobot nilai sebagai berikut:
5 37 Tabel 3.2 Sistem Penilaian Alternatif Jawaban Kuesioner Tipe Kepribadian Pilihan Nilai Penyataan Jawaban Favorable Unfavorable SS 5 1 S 4 2 N 3 3 TS 2 4 STS 1 5 2) Kategori skala pada instrument BFI dilakukan dengan cara membagi Proporsi skor extraversion Proporsi skor agreeableness Proporsi skor skor tipe kepribadian yang diperoleh responden dengan skor maksimal dari tipe kepribadian tersebut sehingga diketahui tipe kepribadian yang dimiliki responden. Setelah diketahui proporsi nilai pada setiap tipe, maka akan dilakukan perbandingan antar semua tipe. Nilai terbesar yang dimiliki oleh subjek diantara lima tipe menunjukkan bahwa subjek masuk ke dalam tipe tersebut. Rumus perhitungan untuk kategorisasi skala kepribadian ini dapat dilihat pada tabel 3.3 conscientiousness Proporsi skor neuroticism Proporsi skor openness to experience Tabel 3.3 Proporsi Skala Tipe Kepribadian The Big Five = = = = = Skor extraversion yang diperoleh responden skor maksimal extraversion Skor agreeableness yang diperoleh responden skor maksimal agreeableness Skor conscientiousness yang diperoleh responden skor maksimal conscientiousness Skor neuroticism yang diperoleh responden skor maksimal neuroticism x100% x100% x100% x100% Skor openness to experience yang diperoleh responden skor maksimal openness to experience x100 %
6 38 3) Menentukan mean dan standar deviasi yang kemudian dibuat kategorisasi berdasarkan mean dan standar deviasi tersebut. Berikut adalah kategorisasi untuk variabel tipe kepribadian Tabel 3.4 Kategorisasi Tingkat Intensitas Tipe Kepribadian Kategori Rumus Kategori Skala Nilai Tinggi Z > μ + 1σ Z > 1 Sedang μ 1σ Z μ + 1σ (-1) Z 1 Rendah Z < μ 1σ Z < (-1) Keterangan: z : Skor z Subjek μ : Rata-rata baku (mean) σ : Standar deviasi 2. Instrumen Public Speaking Anxiety a) Spesifikasi Instrumen Pada awalnya pengukuran stage fright secara luas menggunakan Personal Report of Confidence as a Speaker (PRCS) yang dikembangkan oleh Gilkinson (1942). Terdapat sejumlah versi PRCS yang lebih singkat yang paling umum digunakan dikembangkan oleh Paul (1966). Karena PRCS menggunakan opsi benar-salah, maka McCroskey mengembangkan alat ukur yang digunakan untuk mengukur public speaking anxiety yaitu Personal Report of Public Speaking Anxiety (PRPSA). PRPSA dikembangkan dengan mensubtitusi situasi public speaking untuk situasi tes dalam instrumen yang digunakan oleh Emery dan Krumboltz untuk mengukur tes kecemasan. PRSPA merupakan skala unidimensional yang terdiri dari 34 item, 5 kategori, dibuat dengan tipe skala likert (McCroskey, 1970). Pernyataan disajikan dalam kuesioner public speaking anxiety terdiri dari dua jenis pernyataan, yaitu pernyataan favorable dan pernyataan
7 39 unfavorable. Estimasi reliabilitas PRPSA tinggi (α>0.90). reliability (0.84). Test-retest b) Pengisian Instrumen Pada setiap item terdapat lima alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Netral (N), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS), Kemudian subjek diminta untuk memberikan jawaban atas pernyataan - pernyataan dengan memberikan tanda checklist pada salah satu alternatif jawaban yang dianggap paling sesuai dengan keadaan diri subjek. c) Penyekoran Penyekoran jawaban pada instrumen public speaking anxiety dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: 1) Jawaban dari setiap pernyataan yang dipilih subjek dinilai dengan angka sesuai dengan bobot nilai sebagai berikut: Tabel 3.5 Sistem Penilaian Alternatif Jawaban Kuesioner Public Speaking Anxiety Pilihan Nilai Penyataan Jawaban Favorable Unfavorable SS 5 1 S 4 2 N 3 3 TS 2 4 STS 1 5 2) Menjumlahkan seluruh skor pada instrumen public speaking anxiety yang diperoleh responden. 3) Menentukan mean dan standar deviasi yang kemudian dibuat kategorisasi berdasarkan mean dan standar deviasi tersebut. Berikut adalah kategorisasi untuk variabel public speaking anxiety.
8 40 Tabel 3.6 Kategorisasi Skala Public Speaking Anxiety Kategori Rumus Kategori Skala Nilai Tinggi Z > μ + 1σ Z > 1 Sedang μ 1σ Z μ + 1σ (-1) Z 1 Rendah Z < μ 1σ Z < (-1) Keterangan: z : Skor z Subjek μ : Rata-rata baku (mean) σ : Standar deviasi E. Proses Pengembangan Instrumen Pengembangan instrumen dalam penelitian ini berfokus pada alat ukur public speaking anxiety karena pengembangan alat ukur tipe kepribadian telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya (Reza, 2015). Peneliti menggunakan alat ukur yang sudah ada, yaitu alat ukur yang berbahasa asing (Bahasa Inggris). Peneliti melakukan modifikasi dan alih bahasa terhadap alat ukur tersebut. 1. Uji Validitas isi Peneliti melakukan uji validitas isi dengan melakukan expert judgement. Pertama, peneliti melakukan expert judgement pada ahli bahasa yaitu Dr.Doddy Rusmono MLIS untuk mengalih bahasakan itemitem yang terdapat pada alat ukur tersebut. Kedua, peneliti juga melakukan expert judgement terhadap dosen psikologi untuk memberikan penilaian apakah masing-masing item telah sesuai dengan perilaku yang hendak diungkap terhadap item-item yang digunakan dalam alat ukur. Dalam penelitian ini expert judgement dilakukan oleh Dr.Tina Hayati Dahlan, M.Pd., Psikolog.
9 41 2. Uji Keterbacaan Uji keterbacaan dilakukan agar meminimalisasi kesalahan persepsi mengenai kalimat yang digunakan. Hal ini penting karena kalimat yang digunakan harus efektif, efisien dan mudah dimengerti oleh responden. Peneliti melakukan uji keterbacaan pada tujuh orang mahasiswa tingkat akhir Prodi PR UNPAD. 3. Pemilihan Item yang Layak Setelah instrumen dinilai oleh para ahli, selanjutnya peneliti melakukan uji coba instrumen kepada 171 mahasiswa UPI. Setelah dilakukan skoring pada instrumen public speaking anxiety yang diujicobakan, peneliti melakukan pemilihan item dengan corrected itemtotal. Corrected item-total adalah korelasi antara skor item dengan skor total dari sisa item lainnya (Azwar, 2012). Item yang dipilih menjadi item final adalah item yang memiliki korelasi item-total sama dengan atau lebih besar dari 0,3 (Ihsan, 2013). Analisis item dilakukan untuk mengetahui item mana saja yang dapat membedakan antara jawaban responden satu dengan jawaban responden yang lainnya. Berdasarkan hasil analisis item dapat diketahui bahwa 34 item yang digunakan dapat dipertahankan. 4. Reliabilitas Reliabiltas dalam sebuah penelitian menunjukkan sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Hal tersebut ditunjukkan oleh taraf konsistensi hasil pengukuran sekelompok subjek yang sama pada beberapa kali pengukuran (Azwar, 2012). Reliabilitas dapat ditunjukkan dari hasil perhitungan Alpha Cronbach (Ihsan, 2013). Berikut ini merupakan pedoman untuk mengkategorikan koefisien reliabilitas yang dibuat oleh Guilford (Silalahi, 2009).
10 42 Tabel 3.7 Pedoman Kategorisasi Koefisien Reliabilitas Interval Koefisien Interpretasi 0,90 α 1,00 Sangat Reliabel 0,70 α 0,90 Reliabel 0,40 α 0,70 Cukup Reliabel 0,20 α 40 Kurang Reliabel 0,20 Tidak Reliabel Berdasarkan hasi uji reliabilitas yang telah dilakukan diketahui memiliki Alpha Cronbach 0,930 yang artinya instrumen Personal Report of Public Speaking Anxiety sangat reliabel sehingga dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data. F. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner atau angket adalah seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis yang diberikan kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2011). Kuesioner yang diberikan merupakan kuesioner tertutup. Kuesioner tertutup adalah kuesioner yang pernyataannya diberikan dengan pilihan jawaban, sehingga responden diminta untuk memilih salah satu dari beberapa alternatif jawaban yang sudah disediakan (Siregar, 2013). Kuesioner ini diberikan atau disebarkan kepada responden secara langsung oleh peneliti. Kuesioner yang disebarkan terdiri dari tiga bagian, bagian pertama berisi identitas responden, bagian kedua berisi alat ukur tipe kepribadian dan bagian ketiga berisi alat ukur public speaking anxiety.
11 43 G. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Data yang diambil untuk kedua variabel berupa skala likert sehingga jenis data kedua variabel berbentuk ordinal (Guilford dalam Ihsan 2013; Wilson, 2005). Karena jenis data berbentuk ordinal maka uji korelasi yang digunakan adalah Spearman s Rho. Analisis data dilakukan dengan bantuan software SPSS Setelah diketahui korelasinya, maka langkah selanjutnya adalah menginterpretasikan koefisien korelasi. Koefisien korelasi merupakan angka yang menunjukkan tinggi atau rendahnya hubungan antara dua variabel atau lebih. Koefisien korelasi yang tinggi menandakan besarnya hubungan diantara kedua variabel (Susetyo, 2014). Kuat lemahnya hubungan antara dua variabel diperlihatkan oleh besarnya harga mutlak koefisien korelasi yang bergerak antara 0 sampai dengan 1. Semakin mendekati angka 0 berarti hubungan semakin lemah dan semakin koefisien mendekati 1 berarti hubungan semakin kuat (Azwar, 2012). Interpretasi koefisien korelasi dapat dilihat pada tabel berikut (Siregar, 2013). Tabel 3.8 Tingkat Korelasi dan Kekuatan Hubungan Nilai Korelasi (r) Tingkat Hubungan 0,00-0,199 Sangat lemah 0,20-0,399 Lemah 0,40-0,599 Sedang 0,60-0,799 Kuat 0,80-1,000 Sangat kuat Selain menunjukkan kuat lemah hubungan antar variabel, koefisien korelasi juga dapat digunakan untuk menentukan arah korelasi. Koefisien korelasi yang bernilai positif menunjukkan hubungan searah yang memiliki arti jika skor pada satu variabel tinggi maka skor pada variabel lainnya tinggi begitupula sebaliknya. Apabila koefisien korelasi bernilai negatif menandakan hubungan berlawanan
12 44 arah yang memiliki arti jika skor pada satu variabel tinggi maka varaiabel lainnya memiliki skor rendah, begitu pula sebaliknya (Fraenkel, Wallen & Hyun, 2012). H. Prosedur Penelitian Tahapan yang dilakukan peneliti dalam melaksanakan penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Tahap persiapan 1. Menentukan masalah yang akan diteliti berdasarkan fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar. 2. Melakukan kajian literatur untuk mendapatkan teori yang mendukung penelitian. 3. Melakukan studi pendahuluan terhadap mahasiswa prodi PR UNPAD. 4. Menyusun proposal penelitian. 5. Mengajukan permohonan izin penelitian. 6. Menyusun instrumen penelitian. 7. Melakukan uji validitas instrumen dengan expert judgement. 8. Melakukan uji coba instrumen. b. Tahapan Pelaksanaan 1. Melakukan penyebaran kuesioner pada mahasiswa Prodi PR UNPAD. 2. Mengumpulkan kuesioner yang telah diisi oleh responden. 3. Melakukan pengolahan dan analisa data. c. Tahap pelaporan Menyusun laporan dari hasil penelitian dalam bentuk skripsi.
BAB III METODE PENELITIAN
43 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional.
BAB III METODE PENELITIAN
20 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di salah satu Bank swasta nasional di Kota Jakarta. Dasar pertimbangan yang digunakan dalam
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini akan memaparkan metode penelitian dan bagaimana teori yang dibahas dalam kajian pustaka diaplikasikan dalam penelitian. Bab ini terdiri dari beberapa bagian, diantaranya
BAB III METODE PENELITIAN
17 BAB III METODE PENELITIAN Bab ini akan membahas mengenai metodologi penelitian yang digunakan antara lain, desain penelitian, populasi dan sampel dan definisi operasional dari variabel yang dijadikan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Bab ini akan dibahas mengenai metode yang digunakan dalam penelitian, mulai dari lokasi penelitian, populasi, sampel, teknik penelitian, teknik analisis data, dan prosedur pelaksanaan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/ Sampel Penelitian Penelitian ini dilakukan di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang asuransi jiwa, yaitu PT. Prudential Life Assurance (Prudential
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Bab ini menjelaskan desain penelitian, lokasi, populasi dan sampel penelitian, variabel penelitian, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan prosedur
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif karena menurut Sugiyono (2012) metode penelitian kuantitatif
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subyek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di Kota Bandung, karena menurut data dari Pengadilan Tinggi tahun 2010, Bandung menempati
C. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel, dengan dua variabel X dan Y. Kedua variabel tersebut adalah sebagai berikut :
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Desain penelitian korelasional dipilih oleh peneliti karena desain
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Pendidikan Indonesia, yang beralamat di Jalan Setiabudhi No. 229 Bandung, Jawa
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam bab ini akan diuraikan rancangan penelitian yang dianggap relevan
27 BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini akan diuraikan rancangan penelitian yang dianggap relevan dengan permasalahan yang diteliti, untuk menjelaskan hubungan antara minat mahasiswa dalam membaca buku
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Bab ini akan membahas mengenai metode penelitian yang digunakan oleh peneliti. Hal yang dibahas diantaranya subjek penelitian, desain penelitian, variabel dan definisi operasional,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang berlokasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kota Bandung melalui kuesioner yang disebarkan secara online dengan format Google Docs melalui
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana variasi pada satu atau lebih faktor lain
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian kali ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang menggunakan paradigma
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional. Metode korelasional yaitu suatu cara untuk menemukan hubungan antara variabel-variabel
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian, identifikasi variabel penelitian, definisi operasional, subjek penelitian,
BAB III METODE PENELITIAN Metode merupakan unsur penting dalam penelitian ilmiah, karena metode yang digunakan dalam penelitian dapat menemukan apakah penelitian tersebut dapat dipertanggungjawabkan hasilnya.
C. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdapat 2 variabel, yaitu: 1. Variabel independen : body image 2. Variabel dependen : perilaku diet
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik khusus yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini peneliti akan membahas mengenai metodologi penelitian yang terdiri atas lokasi dan subjek penelitian, metode dan desain yang digunakan dalam penelitian, variabel
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Desain Penelitian dan Metode Penelitian
46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian dan Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan mempergunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan mengenai metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Hal yang dibahas diantaranya lokasi dan sampel penelitian, desain penelitian, variabel
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan penelitian Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu dan menggunakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. data dan mengkorelasikan variabel tanpa melakukan treatmen selama
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif korelasional, di sini penulis hanya bermaksud untuk mengumpulkan data dan
BAB III METODE PENELITIAN. merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif komparatif, yakni jenis
26 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Menurut Arikunto (2002) desain penelitian merupakan serangkaian proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Penelitian ini merupakan
BAB 3 Metode Penelitian
BAB 3 Metode Penelitian 3.1. Variabel Penelitian dan Hipotesis 3.1.1. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Terdapat enam variabel dalam penelitian ini, yaitu faktor kepribadian yang terdiri dari
BAB III METODE PENELITIAN. sampel tertentu, teknik pengambilan sampel biasanya dilakukan dengan cara random,
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Penelitian yang akan dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana penelitian ini ditujukan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu,
BAB III METODE PENELITIAN. 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Hijabers Community Bandung.
36 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Hijabers Community Bandung. 2. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini merupakan anggota
BAB III METODE PENELITIAN. analisisnya pada data numerikal (angka) yang diolah dengan metoda
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang menekankan analisisnya pada data numerikal (angka) yang diolah dengan metoda statistika.
BAB III METODE PENELITIAN
40 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Populasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di PT. Dirgantara Indonesia, merupakan perusahaan industri pesawat terbang di Indonesia. Terletak di Jl. Pajajaran
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Metode Penelitian Dan Rancangan Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Dan Rancangan Penelitian 3.1.1 Metode Penelitian Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian/ Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri obat-obatan, yang terletak
BAB III METODE PENELITIAN A.
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Populasi Pada penelitian ini populasi penelitiannya adalah siswa kelas VIII SMP Yayasan Atikan Sunda (YAS) Bandung tahun ajaran 2012/201, hal ini merujuk pada pendapat
4. METODE PENELITIAN
40 4. METODE PENELITIAN Bab ini terbagi ke dalam empat bagian. Pada bagian pertama, peneliti akan membahas responden penelitian yang meliputi karakteristik responden, teknik pengambilan sampel, jumlah
membeli aksesoris yang sedang menjadi trend dengan kepercayaan diri pada siswi kelas XI jurusan sekretaris SMK Kristen 1 Salatiga.
2 Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dimana penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan, meringkas berbagai kondisi, berbagai situasi atau berbagai variabel yang timbul dimasyarakat yang
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, yaitu kepribadian, yang terdiri dari:
28 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi. Regresi berguna untuk mencari
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertempat di SDN Sukagalih Bandung yang berlokasi di Jalan Sukagalih No. 108, Bandung.
32 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini bertempat di SDN Sukagalih Bandung yang berlokasi di Jalan Sukagalih No. 108, Bandung. 2. Populasi Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Bab ini terdiri atas beberapa bagian, yaitu lokasi dan partisipan penelitian, metode penelitian, definisi operasional, instrumen beserta proses pengembangannya, teknik pengumpulan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Universitas Pendidikan Indonesia yang beralamat di Jl. Dr. Setiabudhi
BAB III METODE PENELITIAN
4 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Pedoman Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan jenis studi korelasi. Alasan peneliti menggunakan metode
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti melakukan penelitian di lingkungan Kampus Universitas Pendidikan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilakukan pada PT. Mahameru Centratama Spinning Mills yang beralamat di jln. Cisirung Km. 2 (Cangkuang Wetan) Moh. Toha Km 6.5
BAB III METODE PENELITIAN. A. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling. 1. Berusia dewasa madya antara tahun.
48 BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling 1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah penderita kanker serviks yang telah menjalani pengobatan. Adapun karakteristik populasi
BAB II ORIENTASI TUJUAN DAN NILAI TUGAS
DAFTAR ISI SURAT PERNYATAAN... i KATA PENGANTAR... ii UCAPAN TERIMA KASIH... iii ABSTRAK... v ABSTRACT... vi DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR LAMPIRAN... xi BAB 1 PENDAHULUAN
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan deskriptif kuantitatif. Dimana, metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang digunakan untuk meneliti sampel
BAB III METODE PENELITIAN
38 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 15 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013. Alasan pemilihan lokasi penelitian karena peneliti
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui pengaruh tipe kepribadian Big Five dan citra merek terhadap keputusan pembelian
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Desain Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran karier peserta didik. Sugiyono menjelaskan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diferensial. Penelitian diferensial adalah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Rancangan penelitian dan prosedur penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diferensial. Penelitian diferensial adalah membandingkan dua atau lebih kelompok
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian kuantitatif dan (b). Penelitian kualitatif (Azwar, 2007: 5). Dalam
49 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian dapat diklasifikasikan dari berbagai cara dan sudut pandang. Dilihat dari pendekatan analisisnya, penelitian dibagi atas dua macam, yaitu:
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasi. Korelasi merupakan istilah statistik yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. merupakan penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data numerical
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data kuantitatif merupakan penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data numerical (angka)
BAB IV ANALISIS DATA. Larangan yang berjumlah 138 orang dalam rentang usia tahun. 1) Deskripsi Subjek Berdasarkan Panti Asuhan
BAB IV ANALISIS DATA 4.1. Deskripsi Subjek Penelitian Deskripsi subjek penelitian ini diuraikan berdasarkan panti asuhan, jenis kelamin dan usia. Subjek penelitian ini adalah anak asuh panti asuhan di
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, tujuan dari metode deskriptif adalah untuk mendeskripsikan tingkat penguasaan kompetensi
BAB III METODE PENELITIAN. mambandingkan prasangka sosial terhadap etnis Tionghoa oleh mahasiswa etnis
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian perbandingan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini mambandingkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah level of explanation yaitu penelitian deskriptif dan asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Siregar (2013, p.15)
BAB III METODE PENELITIAN. yang beralamatkan Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung Jawa Barat.
50 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian akan dilaksanakan di Universitas Pendidikan Indonesia yang beralamatkan Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung
BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah :
31 BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Untuk membuktikan secara empiris hipotesis pada Bab II tersebut, maka variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah : 1. Variabel Tergantung
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Hipotesis 3.1.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Azwar (2007) pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam bab ini akan diuraikan rancangan penelitian yang dianggap relevan
30 BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini akan diuraikan rancangan penelitian yang dianggap relevan dengan permasalahan yang diteliti, untuk menjelaskan hubungan antara religiusitas dengan sikap terhadap
BAB III METODE PENELITIAN
26 BAB III METODE PENELITIAN.1. Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode rancangan korelasional dengan teknik survei untuk melihat hubungan variabel terikat dengan variabel tergantungnya.
BAB III METODE PENELITIAN. Pada bab ini diuraikan secara jelas mengenai pendekatan dan metode
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini diuraikan secara jelas mengenai pendekatan dan metode penelitian yang digunakan, langkah-langkah penelitian, definisi operasional variabel, populasi dan sampel penelitian,
Variabel Penelitian Identifikasi Variabel Penelitian Variabel dapat diartikan sebagai konsep mengenai atribut atau sifat yang terdapat pa
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain Penelitian 3.1.11 Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Menurut Azwar (1998) pendekatan kuantitatif
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Metode penelitian mempunyai peranan yang penting dalam penelitian karena berhasil tidaknya pengujian suatu hipotesis sangat tergantung pada ketepatan dan
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah
BAB III METODE PENELITIAN. Salatiga Tahun Ajaran 2013/2014 adalah penelitian inferensial. Analisis
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian pengaruh kegiatan olahraga terhadap prokrastinasi akademik siswa kelas XI Teknik Permesinan SMK Muhammadyah Kota Salatiga Tahun Ajaran 2013/2014
BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain
36 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian korelasional yang bertujuan untuk mendeteksi sejauh mana variasivariasi
BAB III METODE PENELITIAN. Bandung, yang terletak di Jalan Pasir Kaliki Nomor 51. Pemilihan lokasi
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Bandung, yang terletak di Jalan Pasir Kaliki Nomor 51. Pemilihan lokasi tersebut
BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Psikologi
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling 1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia
BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah:
BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Variabel penelitian pada dasarnya adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. penelitian kuantitatif menurut Sugiyono (2009), adalah metode berlandaskan pada
18 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode penelitian yang dipakai pada penelitian ini adalah kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif menurut Sugiyono (2009), adalah metode berlandaskan
BAB III METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Identifikasi Variabel Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independen (bebas) adalah big five personality yang terdiri
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif yang merupakan suatu bentuk penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Arikunto (2010) menjelaskan bahwa penelitian populasi hanya dapat dilakukan bagi populasi terhingga dan subjeknya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel gaya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Identifikasi Variabel Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel gaya kepemimpinan partisipatif dan Work
BAB III METODE PENELITIAN
36 BAB III METODE PENELITIAN Bab III membahas mengenai lokasi, populasi, sampel, desain penelitian, metode penelitian, variabel penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, proses pengembangan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, yaitu digunakan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Metode Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, yaitu digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada
BAB III METODE PENELITIAN
36 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Dalam hal ini penelitian dipilih tentang implementasi SAP dalam menghasilkan laporan keuangan. Objek penelitian ini adalah PT Tri Swardana Utama
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pengukuran skalanya. Metode kuantitatif menurut Sugiyono (2014) yaitu metode
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif karena penelitian ini menggunakan perhitungan statistik dalam pengukuran
BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan data berupa angka-angka yang kemudian dianalisa.
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian yang bersifat kuantitatif, karena menggunakan data berupa angka-angka yang kemudian dianalisa. Penelitian kuantitatif
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di wilayah Kota Bandung Jawa Barat.
0 BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di wilayah Kota Bandung Jawa Barat.. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah wilayah generalisasi yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian 1. Pendekatan Kuantitatif Pendekatan merupakan salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu penelitian. Pendekatan yang digunakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam penelitian korelasional. Penelitian korelasional dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua atau beberapa
