55 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 4.1.1 Sejarah Perusahaan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (PT. BTPN Tbk) didirikan di Bandung pada 5 Februari 1958, yang awalnya bernama Bank Pegawai Pensiunan Militer (BAPEMIL) dengan status usaha sebagai badan perkumpulan yang menerima simpanan dan memberikan pinjaman kepada para anggotanya. BAPEMIL memiliki tujuan untuk membantu meringankan beban ekonomi para pensiunan, baik angkatan bersenjata maupun sipil. Berkat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat maupun mitra usaha, pada tahun 1986 para anggota BAPEMIL membentuk PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk dengan ijin usaha sebagai Bank Tabungan. Pada tahun 1993 status PT. BTPN Tbk menjadi Bank Umum. Kini, PT. BTPN Tbk dikenal sebagai bank publik skala menengah bereputasi prima dan salah satu bank dengan kinerja keuangan terbaik di Indonesia, yang telah meraih berbagai pengakuan dalam bentuk penghargaan dari lembaga-lembaga terkemuka dan terpercaya. Sepanjang 2009, pengembangan Sumber Daya Manusia PT. BTPN Tbk memprioritaskan pada lima aspek kegiatan yang menjadi kunci 55
56 keberhasilan untuk meningkatkan komitmen dan kinerja tinggi Karyawan, dalam menjalankan Misi dan mewujudkan Visi PT. BTPN Tbk. Pertama, Perumusan Mission, Vision and Values (MVV) PT. BTPN Tbk sendiri dimulai sejak Januari 2009 pada tahap Direksi dan Senior Management, selanjutnya draft MVV didiskusikan dengan 3.000 karyawan melalui workshop yang difasilitasi oleh Direktur dan Senior Management. Visi yang dianut oleh PT. BTPN Tbk adalah Menjadi bank mass market terbaik, mengubah hidup berjuta rakyat Indonesia. Dan Misi PT. BTPN Tbk adalah Bersama, kita ciptakan kesempatan tumbuh dan hidup yang lebih berarti. Kedua, menyelesaikan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) sebagai bukti nyata dalam membangun hubungan yang berbasis rasa saling percaya. Penandatanganan PKB yang merupakan pertama kali sepanjang 51 tahun sejarah PT. BTPN Tbk, telah melalui proses perumusan PKB dalam diskusi dan dialog intensif yang diinisasi oleh wakil Manajemen dan wakil Serikat Kerja. Ketiga, membangun budaya kerja yang berbasis kinerja. Prosesnya berawal dari kejelasan struktur organisasi, tugas dan tanggung jawab serta Key Performance Indicator (KPI) untuk setiap pekerjaan; diikuti dengan sistem penilaian kerja yang transparan; didukung oleh MIS yang memberikan informasi pencapaian KPI kepada setiap karyawan setiap hari; Program Insentif yang signifikan; dan didukung dengan program pelatihan yang terstruktur.
57 Keempat, pembangunan ulang yang mencakup semua infrastuktur utama dari bagian Operasional SDM, Rekrutmen dan Training merupakan langkah PT. BTPN Tbk meningkatkan Sumber Daya Manusia dalam mendukung berbagai pertumbuhan bisnis yang sangat ekspansif dan jumlah karyawan di atas 10.000 orang. Kelima, menyelaraskan kebijakan SDM. Dengan rencana pengembangan bisnis PT. BTPN Tbk ke depan yang sangat agresif maka kebijakan-kebijakan SDM yang ada perlu diselaraskan dengan arah bisnis, menjamin kesetaraan secara internal namun cukup kompetitif dengan praktek pada umumnya di perbankan, terutama dengan bank pesaing. Dalam meningkatkan kualitas karyawan dan sejalan dengan pertumbuhan jumlah karyawan, PT. BTPN Tbk telah membangun 10 Pusat Rekrutmen yang tersebar di 10 wilayah dengan kualitas dan standar proses yang terjaga. Sepanjang 2009, Learning Institute telah menyelenggarakan 385 program, dihadiri oleh 21.765 orang dengan total 81.088 hari pelatihan yang diberikan oleh 265 instruktur dimana 75%nya adalah instruktur internal. Mendukung pertumbuhan tersebut, PT. BTPN Tbk telah meluncurkan kebijakan-kebijakan SDM baru untuk semakin meningkatkan layanan serta mengurangi risiko operasional dan keuangan. Kedepan, organisasi tentu akan bertumbuh semakin cepat diiringi kompleksitas yang meningkat. Mengantisipasi tantangan dan memenuhi kebutuhan organisasi secara tepat waktu dan tepat kualitas, PT. BTPN Tbk memfokuskan pengembangan Sumber Daya Manusia 2010 yaitu : 1)
58 meningkatkan kompetensi profesional SDM terutama para Human Capital Relationship Manager, 2) meningkatkan kualitas layanan operasional SDM, 3) memastikan tersedianya SDM yang profesional, sesuai dengan kebutuhan organisasi, 4) talent management dan succession plan untuk memastikan kelangsungan kaderisasi terutama di posisi-posisi penting dan langka, dan 5) mendorong terciptanya team engagement di setiap lapisan organisasi yang dipercaya mempunyai korelasi langsung dengan loyalitas nasabah dan kinerja bisnis. 4.1.2 Visi dan Misi Perusahaan Visi dari perusahaan adalah menjadi bank mass market terbaik, mengubah hidup berjuta rakyat Indonesia. Dalam hal ini perusahaan menjalankan usahanya dengan mengutamakan segmen masyarakat yang berpenghasilan rendah dan segmen usaha mikro dan kecil. Misi dari perusahaan adalah bersama, kita ciptakan kesempatan tumbuh dan hidup yang lebih berarti. PT. BTPN Tbk membantu masyarakat menengah untuk hidup maju dan mandiri juga mengutamakan sumber daya manusia yang dapat dipercaya karena memiliki kompetensi yang tinggi dalam menangani kebutuhan masyarakat. 4.1.3 Struktur Organisasi Perusahaan Struktur organisasi pada hakekatnya adalah suatu kerangka yang menunjukkan segenap fungsi dari pekerja atau karyawan dalam melakukan
59 tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan struktur organisasi diharapkan perusahaan dapat mencapai sasaran dan tujuannya. Berikut ini struktur organisasi PT. BTPN Tbk. Gambar 4.1 STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN PRESIDENT DIRECTOR DEPUTY PRESIDENT DIRECTOR SKAI RETAIL BANKING DIRECTOR MICRO- SMALL BUSINESS DIRECTOR OPERATIONS & BUSINESS PLANNING DIRECTOR INFORMATION TECHNOLOGY DIRECTOR HUMAN CAPITAL DIRECTOR COMPLIANCE DIRECTOR & CORPORATE SECRETARY FINANCE DIRECTOR Pension Business Head Retail Funding Business Head Sharia Business Head Treasury, Financial Institution & Public Sector Head 10 Regional Business Leader Business Support Head C2G Head Operation Head Business Planning & Corporate Alignment Head IT Planning Head IT Business Alliance Head- Support Function IT Business Alliance Head- Retail IT Application Development Head IT Operations and Infrastructure Head Corporate HC and HC Head for Operations, IT & Support Functions Organizatio n Developme nt and HC Head for Retail Banking Mass Resourcing and HC Head for Compliance & KYC Head Legal Head - Business Legal Head Support Functions & Litigations Corporate Secretariat Head Corporate Communicatio n Head Corporate Strategy Head Financial Control & Planning Head Corporate Performance Management Head IT Service Delivery Head BTPN Learning Institute Head Corporate Social Responsibilty Head HC Operations & Service Head Risk Management Head
60 4.2 Hasil Penelitian Sub bab ini merupakan pembahasan hasil-hasil penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada seluruh sampel dalam penelitian ini yakni para karyawan PT. BTPN Tbk Periode 2011 yang tersebar di lima cabang Jakarta Barat yang berjumlah 100 orang dengan pertanyaan yang diajukan adalah kegiatan karyawan dalam tiga bulan terakhir yaitu bulan Februari hingga Mei. Berdasarkan data yang diperoleh dari sampel pada penelitian ini, berikut ini adalah hasil penelitian yang berkaitan dengan hubungan Human Relations dengan Sense Of Belonging karyawan di PT. BTPN Tbk. Hasil data yang diperoleh setelah dikategorikan menurut kelompoknya masing-masing, disajikan ke dalam bentuk tabel-tabel yang diuraikan secara rinci di bawah ini. 4.2.1 Data Responden Karakteristik responden dalam penelitian ini meliputi : Jenis kelamin responden, Usia Responden, Pendidikan responden, dan Lama bekerja responden. Berikut adalah hasil data yang diperoleh : Tabel 4.1 Jenis Kelamin No. Jenis Kelamin F % 1. Laki-laki 43 43 2. Perempuan 57 57 % Sumber : Kuesioner Data Responden
61 Berdasarkan tabel 4.1 di atas diperoleh keterangan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan dengan jumlah 57 orang dan persentase sebesar 57%. Sedangkan responden berjenis kelamin laki-laki berjumlah 43 orang dengan persentase sebesar 43%. Berikutnya akan dilihat hasil mengenai usia responden penelitian ini. Tabel 4.2 Usia No. Usia Responden f % 1. < 25 Tahun 27 27 2. 25 40 Tahun 36 36 3. 41 50 Tahun 24 24 4. > 50 Tahun 13 13 % Sumber : Kuesioner Data Responden Berdasarkan tabel 4.2 di atas diperoleh keterangan bahwa persentase terbesar adalah responden yang berusia 25 40 tahun berjumlah 36 orang dengan persentase 36%, kemudian usia kurang dari 25 tahun sebanyak 27 orang dengan persentase 27%, sedangkan usia 41-50 tahun sebanyak 24 orang dengan persentase 24% dan responden dengan usia lebih dari 50 tahun sebanyak 13 orang dengan persentase sebanyak 13%. Selanjutnya akan dilihat mengenai tingkat pendidikan dari responden yang menjadi sampel penelitian ini.
62 Tabel 4.3 Pendidikan No. Pendidikan f % 1. S2 28 28 2. S1 42 42 3. SMU 22 22 4. Lainnya 8 8 % Sumber : Kuesioner Data Responden Berdasarkan tabel 4.3 di atas diperoleh hasil bahwa dari keseluruhan responden yang diteliti mengenai tingkat pendidikan terakhirnya, terbanyak adalah responden dengan tingkat pendidikan S1 sebanyak 42 orang dengan persentase 42%, sedangkan yang berpendidikan S2 yakni sebanyak 28 orang dengan persentase 28% dan yang berpendidikan SMU sebanyak 22 orang dengan persentase 22% dan untuk yang berpendidikan lainnya berjumlah 8 orang dengan persentase 8%. Berikutnya akan dilihat hasil mengenai berapa lama responden bekerja di PT. BTPN Tbk tersebut. Tabel 4.4 Lama Bekerja No. Lama Bekerja f % 1. < 5 Tahun 37 37 2. 5 10 Tahun 43 43 3. 11 20 Tahun 14 14 4. > 21 Tahun 6 6 % Sumber : Kuesioner Data Responden
63 Berdasarkan tabel 4.4 di atas diperoleh keterangan bahwa untuk karyawan yang bekerja dengan masa kerja 5-10 tahun sebanyak 43 orang dengan persentase 43%, sedangkan karyawan yang bekerja kurang dari 5 tahun sebanyak 37 orang dengan persentase sebesar 37%. Karyawan yang bekerja dengan masa kerja 11-20 tahun sebanyak 14 orang dengan persentase sebesar 14%, dan masa kerja selama lebih dari 21 tahun sebanyak 6 orang dengan persentase sebesar 6%. 4.2.2 Human Relations Untuk variabel pertama dalam penelitian ini yakni Human Relations karyawan di PT. BTPN Tbk. Pada Human Relations ini pilihan jawaban responden dikategorikan melalui pilihan jawaban sangat setuju, setuju, netral, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Adapun hasil penelitian yang didapat adalah sebagai berikut : Tabel 4.5 Karyawan merasakan adanya dukungan dari pimpinan No. Value Tabel F % 1. Sangat Setuju 14 14 2. Setuju 49 49 3. Netral 28 28 4. Tidak Setuju 7 7 5. Sangat Tidak Setuju 2 2 Sumber : Kuesioner Human Relations no. 1 N=100 Berdasarkan tabel 4.5 di atas diperoleh keterangan bahwa karyawan merasakan adanya dukungan pimpinan kepada karyawan, jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban setuju yakni sebesar 49%. Disusul
64 dengan pilihan jawaban netral yakni sebesar 28%. Sedangkan yang memilih jawaban sangat setuju sebesar 14% dan responden yang memilih jawaban tidak setuju sebesar 7%. Terakhir yang memilih jawaban sangat tidak setuju sebesar 2%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa karyawan merasakan adanya dukungan pimpinan kepada karyawan. Selanjutnya akan dilihat hasil Human Relations mengenai karyawan merasa memberikan dukungan kepada pimpinan Tabel 4.6 Karyawan merasa memberikan dukungan kepada pimpinan No. Value Tabel F % 1. Sangat Setuju 30 30 2. Setuju 45 45 3. Netral 22 22 4. Tidak Setuju 2 2 5. Sangat Tidak Setuju 1 1 Sumber : Kuesioner Human Relations no. 2 N=100 Berdasarkan tabel 4.6 di atas diperoleh keterangan bahwa karyawan merasa memberikan dukungan kepada pimpinan, jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban setuju yakni sebesar 45%. Disusul dengan pilihan jawaban sangat setuju yakni sebesar 30%. Sedangkan yang memilih jawaban netral sebesar 22%, untuk responden yang memilih pilihan jawaban tidak setuju sebesar 2 % dan jawaban sangat tidak setuju sebesar 1%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar
65 responden menyatakan setuju bahwa karyawan merasa memberikan dukungan kepada pimpinan. Selanjutnya akan dilihat hasil Human Relations mengenai karyawan merasa memberikan dukungan kepada sesama karyawan. Tabel 4.7 Karyawan merasa memberikan dukungan kepada sesama karyawan 1. Sangat Setuju 28 28 2. Setuju 33 33 3. Netral 36 36 4. Tidak Setuju 3 3 5. Sangat Tidak Setuju 0 0 Sumber : Kuesioner Human Relations no. 3 N=100 Berdasarkan tabel 4.7 diatas diperoleh keterangan bahwa karyawan merasa memberikan dukungan kepada sesama karyawan, jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban nteral yakni sebesar 36%. Disusul dengan pilihan jawaban setuju yakni sebesar 33%. Sedangkan yang memilih jawaban sangat setuju sebesar 28%. Kemudian pilihan jawaban tidak setuju sebesar 3%.. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan netral bahwa karyawan merasa memberikan dukungan kepada sesama karyawan. Selanjutnya akan dilihat hasil Human Relations mengenai karyawan menerima pendapat dari sesama karyawan.
66 Tabel 4.8 Karyawan menerima pendapat dari sesama karyawan 1. Sangat Setuju 27 27 2. Setuju 38 38 3. Netral 35 35 4. Tidak Setuju 0 0 5. Sangat Tidak Setuju 0 0 Sumber : Kuesioner Human Relations no. 4 N=100 Berdasarkan tabel 4.8 di atas diperoleh keterangan bahwa dalam melakukan pekerjaannya, karyawan menerima pendapat dari sesama karyawan, jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban setuju sebesar 38% dan jawaban netral yakni sebesar 35%. Disusul dengan pilihan jawaban sangat setuju yakni sebesar 27%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan setuju dalam hal karyawan menerima pendapat dari sesama karyawan. Selanjutnya akan dilihat hasil Human Relations mengenai pimpinan memberi contoh yang baik kepada karyawan. Tabel 4.9 Pimpinan memberi contoh yang baik kepada karyawan 1. Sangat Setuju 34 34 2. Setuju 44 44 3. Netral 16 16 4. Tidak Setuju 6 6 5. Sangat Tidak Setuju 0 0 Sumber : Kuesioner Human Relations no. 5 N=100
67 Berdasarkan tabel 4.9 diatas diperoleh keterangan bahwa pimpinan memberikan contoh yang baik kepada karyawan, jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban setuju yakni sebesar 44%. Disusul dengan pilihan jawaban sangat setuju yakni sebesar 34%. Sedangkan yang memilih jawaban netral sebesar 16%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa pimpinan memberi contoh yang baik kepada karyawan. Selanjutnya akan dilihat hasil Human Relations mengenai Karyawan merasa memiliki peranan dalam membuat keputusan. Tabel 4.10 Karyawan merasa memiliki peranan dalam membuat keputusan 1. Sangat Setuju 36 36 2. Setuju 33 33 3. Netral 25 25 4. Tidak Setuju 4 4 5. Sangat Tidak Setuju 2 2 Sumber : Kuesioner Human Relations no. 6 N=100 Berdasarkan tabel 4.10 diatas diperoleh keterangan bahwa karyawan merasa memiliki peranan dalam membuat keputusan, jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban sangat setuju yakni sebesar 36%. Disusul dengan pilihan jawaban setuju yakni sebesar 33%. Sedangkan yang memilih jawaban netral sebesar 25%. Kemudian pilihan jawaban tidak setuju sebesar 4%. Terakhir yang memilih jawaban sangat tidak
68 setuju sebesar 2%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan sangat setuju bahwa karyawan merasa memiliki peranan dalam membuat keputusan. Selanjutnya akan dilihat hasil Human Relations mengenai Karyawan memiliki sifat yang profesional terhadap kepentingan perusahaan. Tabel 4.11 Karyawan memiliki sifat yang profesional terhadap kepentingan perusahaan 1. Sangat Setuju 42 42 2. Setuju 38 38 3. Netral 19 19 4. Tidak Setuju 1 1 5. Sangat Tidak Setuju 0 0 Sumber : Kuesioner Human Relations no. 7 N=100 Berdasarkan tabel 4.11 di atas diperoleh keterangan bahwa Karyawan memiliki sifat yang profesional terhadap kepentingan perusahaan, jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban sangat setuju yakni sebesar 42%. Disusul dengan pilihan jawaban setuju yakni sebesar 38%. Sedangkan yang memilih pilihan jawaban netral sebesar 19%. Dan yang memilih jawaban tidak setuju sebesar 1 %. Terakhir yang memilih jawaban sangat tidak setuju sebesar 0%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan
69 sangat setuju bahwa karyawan merasa memiliki sifat yang profesional terhadap kepentingan perusahaan. Selanjutnya akan dilihat hasil Human Relations mengenai Karyawan menilai tujuan perusahaan sudah benar dan tepat. Tabel 4.12 Karyawan Menilai tujuan perusahaan sudah benar dan tepat 1. Sangat Setuju 41 41 2. Setuju 31 31 3. Netral 24 24 4. Tidak Setuju 3 3 5. Sangat Tidak Setuju 1 1 Sumber : Kuesioner Human Relations no. 8 N=100 Berdasarkan tabel 4.12 di atas diperoleh keterangan bahwa Karyawan menilai tujuan perusahaan sudah benar dan tepat, jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban sangat setuju yakni sebesar 41%. Disusul dengan pilihan jawaban setuju yakni sebesar 31%. Sedangkan yang memilih pilihan jawaban netral sebesar 24%, dan yang memilih pilihan jawaban tidak setuju sebesar 3% dan sisanya 1% menjawab sangat tidak setuju. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan sangat setuju bahwa Karyawan menilai tujuan perusahaan sudah benar dan tepat.
70 Selanjutnya akan dilihat hasil Human Relations mengenai Karyawan memiliki kesadaran yang tinggi terhadap perusahaan untuk tujuan bersama. Tabel 4.13 Karyawan memiliki kesadaran yang tinggi terhadap perusahaan untuk tujuan bersama 1. Sangat Setuju 34 34 2. Setuju 33 33 3. Netral 27 27 4. Tidak Setuju 6 6 5. Sangat Tidak Setuju 0 0 Sumber : Kuesioner Human Relations no. 9 N=100 Berdasarkan tabel 4.13 di atas diperoleh keterangan bahwa Karyawan memiliki kesadaran yang tinggi terhadap perusahaan untuk tujuan bersama, jawaban dari responden adalah jawaban sangat setuju yakni sebesar 34%. Disusul dengan pilihan jawaban setuju yakni sebesar 33%. Sedangkan yang memilih jawaban netral sebesar 27%, dan yang memilih jawaban tidak setuju sebesar 6%. Terakhir yang memilih jawaban sangat tidak setuju yakni sebesar 0%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan sangat setuju bahwa Karyawan memiliki kesadaran yang tinggi terhadap perusahaan untuk tujuan bersama.
71 Selanjutnya akan dilihat hasil Human Relations mengenai Karyawan menilai adanya komunikasi yang terbuka diantara atasan bawahan. Tabel 4.14 Karyawan menilai adanya komunikasi yang terbuka antara atasan bawahan. 1. Sangat Setuju 42 42 2. Setuju 31 31 3. Netral 22 22 4. Tidak Setuju 2 2 5. Sangat Tidak Setuju 3 3 Sumber : Kuesioner Human Relations no. 10 N=100 Berdasarkan tabel 4.14 di atas diperoleh keterangan bahwa Karyawan menilai adanya komunikasi yang terbuka antara atasan bawahan, jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban sangat setuju yakni sebesar 42%. Disusul dengan pilihan jawaban setuju yakni sebesar 31%. Sedangkan yang memilih pilihan jawaban netral sebesar 22%, yang menjawab sangat tidak setuju sebesar 3% dan sisanya 2% menjawab tidak setuju. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan sangat setuju bahwa Karyawan menilai adanya komunikasi yang terbuka diantara atasan bawahan.
72 Selanjutnya akan dilihat hasil Human Relations mengenai Karyawan menilai adanya keterbukaan pimpinan kepada bawahan mengenai masalah-masalah perusahaan. Tabel 4.15 Karyawan menilai adanya keterbukaan pimpinan kepada bawahan mengenai masalah-masalah perusahaan. 1. Sangat Setuju 39 39 2. Setuju 27 27 3. Netral 23 23 4. Tidak Setuju 4 4 5. Sangat Tidak Setuju 7 7 Sumber : Kuesioner Human Relations no. 11 N=100 Berdasarkan tabel 4.15 di atas diperoleh keterangan bahwa karyawan menilai adanya keterbukaan pimpinan kepada bawahan mengenai masalah-masalah perusahaan. Jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban sangat setuju yakni sebesar 39%. Disusul dengan pilihan jawaban setuju yakni sebesar 27%. Sedangkan yang memilih jawaban netral sebesar 23%. Dan yang memilih jawaban tidak setuju sebesar 4% dan sisanya menjawab sangat tidak setuju sebesar 7%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan sangat setuju bahwa karyawan menilai adanya keterbukaan pimpinan kepada bawahan mengenai masalah-masalah perusahaan.
73 Selanjutnya akan dilihat hasil Human Relations mengenai Karyawan merasa adanya keterbukaan diantara sesama karyawan. Tabel 4.16 Karyawan merasa adanya keterbukaan diantara sesama karyawan 1. Sangat Setuju 46 46 2. Setuju 26 26 3. Netral 23 23 4. Tidak Setuju 3 3 5. Sangat Tidak Setuju 2 2 Sumber : Kuesioner Human Relations no. 12 N=100 Berdasarkan tabel 4.16 di atas diperoleh keterangan bahwa karyawan merasa adanya keterbukaan diantara sesama karyawan, jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban sangat setuju yakni sebesar 46%. Disusul dengan pilihan jawaban setuju yakni sebesar 26%. Sedangkan yang memilih jawaban netral sebesar 23%. Untuk responden yang memilih jawaban tidak setuju sebesar 3% dan jawaban sangat tidak setuju sebesar 2%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan sangat setuju bahwa karyawan merasa adanya keterbukaan diantara sesama karyawan. Selanjutnya akan dilihat hasil Human Relations mengenai karyawan memiliki hak untuk mengemukakan pendapat dalam suatu kebijakan.
74 Tabel 4.17 Karyawan memiliki hak untuk mengemukakan pendapat dalam suatu kebijakan. 1. Sangat Setuju 31 31 2. Setuju 31 31 3. Netral 34 34 4. Tidak Setuju 3 3 5. Sangat Tidak Setuju 1 1 Sumber : Kuesioner Human Relations no. 13 N=100 Berdasarkan tabel 4.17 di atas diperoleh keterangan bahwa karyawan memiliki hak untuk mengemukakan pendapat dalam suatu kebijakan, jawaban dari responden adalah jawaban sangat setuju dan setuju masing-masing sebesar 31%. Disusul dengan pilihan jawaban netral yakni 34%. Sedangkan yang memilih jawaban tidak setuju sebesar 3%, dan terakhir yang memilih jawaban sangat tidak setuju sebesar 1%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan netral bahwa karyawan memiliki hak untuk mengemukakan pendapat dalam suatu kebijakan. Selanjutnya akan dilihat hasil Human Relations mengenai karyawan selalu terlibat dalam setiap pembuatan keputusan.
75 Tabel 4.18 Karyawan menilai selalu terlibat dalam setiap pembuatan keputusan. 1. Sangat Setuju 35 35 2. Setuju 30 30 3. Netral 27 27 4. Tidak Setuju 6 6 5. Sangat Tidak Setuju 2 2 Sumber : Kuesioner Human Relations no. 14 N=100 Berdasarkan tabel 4.18 di atas diperoleh keterangan bahwa karyawan selalu terlibat dalam setiap pembuatan keputusan, jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban sangat setuju yakni sebesar 35% Disusul dengan pilihan jawaban setuju yakni sebesar 30%. Sedangkan yang memilih jawaban netral sebesar 27%. Untuk responden yang memilih jawaban tidak setuju sebesar 6% dan jawaban sangat tidak setuju sebesar 2%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan sangat setuju, bahwa karyawan menilai selalu terlibat dalam setiap pengambilan keputusan. Selanjutnya akan dilihat hasil Human Relations mengenai karyawan menilai pimpinan sudah jelas dalam menginformasikan aktifitas dan arah tujuan perusahaan
76 Tabel 4.19 Karyawan menilai pimpinan sudah jelas dalam menginformasikan aktifitas dan arah tujuan perusahaan. 1. Sangat Setuju 40 40 2. Setuju 24 24 3. Netral 24 24 4. Tidak Setuju 8 8 5. Sangat Tidak Setuju 4 4 Sumber : Kuesioner Human Relations no. 15 N=100 Berdasarkan tabel 4.19 di atas diperoleh keterangan bahwa Karyawan menilai pimpinan sudah jelas dalam menginformasikan aktifitas dan arah tujuan perusahaan. jawaban dari responden adalah jawaban sangat setuju yakni sebesar 40%. Disusul dengan pilihan jawaban setuju dan netral masing-masing yakni 24%. Sedangkan yang memilih jawaban tidak setuju sebesar 8%, Terakhir yang memilih jawaban sangat tidak setuju sebesar 4%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan sangat setuju bahwa karyawan menilai pimpinan sudah jelas dalam menginformasikan aktifitas dan arah tujuan perusahaan. 4.2.3 Sense of Belonging Karyawan Variabel berikutnya dalam penelitian ini adalah Sense of Belonging di PT. BTPN Tbk. Sense of Belonging ini terbagi menjadi beberapa elemen, yaitu:
77 Tabel 4.20 Karyawan ingin menunjukkan potensi dan keahlian yang dimiliki kepada atasan 1. Sangat Setuju 25 25 2. Setuju 65 65 3. Netral 10 10 4. Tidak Setuju 0 0 5. Sangat Tidak Setuju 0 0 Sumber : Kuesioner Sense of Belonging no. 1 N=100 Berdasarkan tabel 4.20 di atas diperoleh keterangan bahwa karyawan ingin menunjukkan potensi dan keahlian yang dimiliki kepada atasan, jawaban dari responden adalah jawaban sangat setuju yakni sebesar 65%. Disusul dengan pilihan jawaban setuju yakni 25%. Sedangkan yang memilih jawaban netral sebesar 10%,. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa karyawan ingin menunjukkan potensi dan keahlian yang dimiliki kepada atasan. Selanjutnya akan dilihat hasil Sense of Belonging mengenai karyawan ingin mendapat penghargaan atas potensi dan keahlian yang dimiliki.
78 Tabel 4.21 Karyawan ingin mendapat penghargaan atas potensi dan keahlian yang dimiliki 1. Sangat Setuju 34 34 2. Setuju 42 42 3. Netral 24 24 4. Tidak Setuju 0 0 5. Sangat Tidak Setuju 0 0 Sumber : Kuesioner Sense of Belonging no. 2 N=100 Berdasarkan tabel 4.21 di atas diperoleh keterangan bahwa karyawan ingin mendapat penghargaan atas potensi dan keahlian yang dimiliki, jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban setuju yakni sebesar 42%. Disusul dengan pilihan jawaban sangat setuju yakni sebesar 34%. Sedangkan yang memilih jawaban netral sebesar 24%.. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa karyawan ingin mendapat penghargaan atas potensi dan keahlian yang dimiliki. Selanjutnya akan dilihat hasil Sense of Belonging mengenai karyawan ingin menjadi yang terbaik diantara karyawan lain.
79 Tabel 4.22 Karyawan ingin menjadi yang terbaik diantara karyawan lain 1. Sangat Setuju 33 33 2. Setuju 56 56 3. Netral 10 10 4. Tidak Setuju 1 1 5. Sangat Tidak Setuju 0 0 Sumber : Kuesioner Sense of Belonging no. 3 N=100 Berdasarkan tabel 4.22 di atas diperoleh keterangan bahwa karyawan ingin menjadi yang terbaik diantara karyawan lain, jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban setuju yakni sebesar 56%. Disusul dengan pilihan jawaban sangat setuju yakni sebesar 33%. Sedangkan yang memilih jawaban netral sebesar 10%. Untuk responden yang memilih jawaban tidak setuju sebesar 1%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa karyawan ingin menjadi yang terbaik diantara karyawan lain. Selanjutnya akan dilihat hasil Sense of Belonging dimana karyawan telah mengabdikan diri untuk perusahaan.
80 Tabel 4.23 Karyawan telah mengabdikan diri untuk perusahaan 1. Sangat Setuju 32 32 2. Setuju 45 45 3. Netral 21 21 4. Tidak Setuju 2 2 5. Sangat Tidak Setuju 0 0 Sumber : Kuesioner Sense of Belonging no. 4 N=100 Berdasarkan tabel 4.23 di atas diperoleh keterangan bahwa karyawan telah mengabdikan dirinya untuk perusahaan, jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban setuju yakni sebesar 45%. Disusul dengan pilihan jawaban sangat setuju yakni sebesar 32%. Sedangkan yang memilih jawaban netral sebesar 21%. Untuk responden yang memilih jawaban tidak setuju sebesar 2%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa karyawan telah mengabdikan diri untuk perusahaan. Selanjutnya akan dilihat hasil Sense of Belonging mengenai karyawan merasa mereka selalu menjaga nama baik perusahaan.
81 Tabel 4.24 Karyawan merasa bangga menjadi bagian dari perusahaan 1. Sangat Setuju 38 38 2. Setuju 37 37 3. Netral 24 24 4. Tidak Setuju 1 1 5. Sangat Tidak Setuju 0 0 Sumber : Kuesioner Sense of Belonging no. 5 N=100 Berdasarkan tabel 4.24 di atas diperoleh keterangan bahwa karyawan merasa bangga menjadi bagian dari perusahaan, jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban sangat setuju yakni sebesar 38%. Disusul dengan pilihan jawaban setuju yakni sebesar 37%. Sedangkan yang memilih jawaban netral sebesar 24%. Untuk responden yang memilih jawaban tidak setuju sebesar 1%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan sangat setuju bahwa karyawan merasa bangga menjadi bagian dari perusahaan. Selanjutnya akan dilihat hasil Sense of Belonging diman karyawan merasa senang jika perusahaan mengalami kemajuan.
82 Tabel 4.25 Karyawan dapat bekerja sama dengan teman sekerja di dalam perusahaan 1. Sangat Setuju 48 48 2. Setuju 34 34 3. Netral 17 17 4. Tidak Setuju 1 1 5. Sangat Tidak Setuju 0 0 Sumber : Kuesioner Sense of Belonging no. 6 N=100 Berdasarkan tabel 4.25 di atas diperoleh keterangan bahwa karyawan dapat bekerja sama dengan teman sekerja di dalam perusahaan, jawaban dari responden adalah jawaban sangat setuju yakni sebesar 48%. Disusul dengan pilihan jawaban setuju yakni sebesar 34%. Sedangkan yang memilih jawaban netral sebesar 17%, dan yang memilih jawaban tidak setuju sebesar 1%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan sangat setuju bahwa Karyawan dapat bekerja sama dengan teman sekerja di dalam perusahaan. Selanjutnya akan dilihat hasil Sense of Belonging mengenai karyawan mampu menyelesaikan tugas yang diberikan atasan.
83 Tabel 4.26 Karyawan mampu menyelesaikan setiap tugas yang diberikan atasan 1. Sangat Setuju 33 33 2. Setuju 48 48 3. Netral 33 33 4. Tidak Setuju 0 0 5. Sangat Tidak Setuju 0 0 Sumber : Kuesioner Sense of Belonging no. 7 N=100 Berdasarkan tabel 4.26 di atas diperoleh keterangan bahwa karyawan mampu menyelesaikan tugas yang diberikan atasan, jawaban dari responden adalah jawaban setuju yakni sebesar 48%. Disusul dengan pilihan jawaban sangat setuju dan netral masing-masing yakni sebesar 33%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa Karyawan mampu menyelesaikan tugas yang diberikan atasan. Selanjutnya akan dilihat hasil Sense of Belonging mengenai karyawan selalu menyelesaikan tugas yang diberikan atasan dengan tepat waktu.
84 Tabel 4.27 Karyawan selalu menyelesaikan tugas yang diberikan atasan dengan tepat waktu 1. Sangat Setuju 34 34 2. Setuju 40 40 3. Netral 25 25 4. Tidak Setuju 1 1 5. Sangat Tidak Setuju 0 0 Sumber : Kuesioner Sense of Belonging no. 8 N=100 Berdasarkan tabel 4.27 di atas diperoleh keterangan bahwa karyawan selalu menyelesaikan tugas yang diberikan atasan dengan tepat waktu, jawaban dari responden adalah jawaban setuju yakni sebesar 40%. Disusul dengan pilihan jawaban sangat setuju yakni sebesar 34%. Sedangkan yang memilih jawaban netral sebesar 25%, dan yang memilih jawaban tidak setuju sebesar 1%.. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa Karyawan selalu menyelesaikan tugas yang diberikan atasan dengan tepat waktu. Selanjutnya akan dilihat hasil Sense of Belonging karyawan mengerjakan tugas dengan sangat memuaskan dan yang telah diharapkan oleh atasan
85 Tabel 4.28 Karyawan mengerjakan tugas dengan sangat memuaskan dan yang telah diharapkan oleh atasan 1. Sangat Setuju 31 31 2. Setuju 45 45 3. Netral 22 22 4. Tidak Setuju 2 2 5. Sangat Tidak Setuju 0 0 Sumber : Kuesioner Sense of Belonging no. 9 N=100 Berdasarkan tabel 4.28 di atas di peroleh kesimpulan bahwa karyawan mengerjakan tugas dengan sangat memuaskan dan yang telah diharapkan oleh atasan. Jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban setuju yakni sebesar 45%. Disusul dengan pilihan jawaban sangat setuju yakni sebesar 31%. Sedangkan yang memilih jawaban netral sebesar 22%. Dan yang memilih jawaban tidak setuju sebesar 2%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa karyawan mengerjakan tugas dengan sangat memuaskan dan yang telah diharapkan oleh atasan. Selanjutnya akan dilihat hasil Sense of Belonging mengenai karyawan bersedia meningkatkan produktivitas kerja.
86 Tabel 4.29 Karyawan bersedia meningkatkan produktivitas kerja 1. Sangat Setuju 39 39 2. Setuju 39 39 3. Netral 19 19 4. Tidak Setuju 2 2 5. Sangat Tidak Setuju 1 1 Sumber : Kuesioner Sense of Belonging no. 10 N=100 Berdasarkan tabel 4.29 di atas diperoleh keterangan bahwa karyawan bersedia meningkatkan produktivitas kerja. Jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban setuju dan sangat settuju masing-masing yakni sebesar 39%. Disusul dengan pilihan jawaban netral yakni sebesar - 19%. Sedangkan yang memilih jawaban tidak setuju sebesar 2%. Dan yang memilih jawaban sanat tidak setuju sebesar 1%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan sangat setuju dan setuju bahwa karyawan bersedia meningkatkan produktivitas kerja. Selanjutnya akan dilihat hasil Sense of Belonging mengenai karyawan sering memberi ide dan masukan tanpa diminta oleh atasan.
87 Tabel 4.30 Karyawan sering memberi ide dan masukan tanpa diminta oleh atasan 1. Sangat Setuju 34 34 2. Setuju 38 38 3. Netral 23 23 4. Tidak Setuju 3 3 5. Sangat Tidak Setuju 2 2 Sumber : Kuesioner Sense of Belonging no. 11 N=100 Berdasarkan tabel 4.26 di atas diperoleh keterangan bahwa karyawan sering memberi ide dan masukan tanpa diminta oleh atasan, jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban setuju yakni sebesar 38%. Disusul dengan pilihan jawaban sangat setuju yakni sebesar 34%. Sedangkan yang memilih jawaban netral sebesar 23%, untuk responden yang memilih pilihan jawaban tidak setuju sebesar 3% dan jawaban sangat tidak setuju sebesar 2%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa karyawan sering memberi ide dan masukan tanpa diminta oleh atasan. Selanjutnya akan dilihat hasil Sense of Belonging mengenai karyawan giat mempelajari hal-hal baru mengenai pekerjaan.
88 Tabel 4.31 Karyawan giat mempelajari hal-hal baru mengenai pekerjaan 1. Sangat Setuju 37 37 2. Setuju 39 39 3. Netral 19 19 4. Tidak Setuju 4 4 5. Sangat Tidak Setuju 1 1 Sumber : Kuesioner Sense of Belonging no. 12 N=100 Berdasarkan tabel 4.31 di atas diperoleh keterangan karyawan giat mempelajari hal-hal baru mengenai pekerjaan, jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban setuju yakni sebesar 39%. Disusul dengan pilihan jawaban setuju yakni sangat sebesar 37%. Sedangkan yang memilih jawaban netral sebesar 19%, untuk responden yang memilih pilihan jawaban tidak setuju sebesar 4% dan jawaban sangat tidak setuju sebesar 1%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa karyawan giat mempelajari hal-hal baru mengenai pekerjaan. Selanjutnya akan dilihat hasil Sense of Belonging mengenai karyawan selalu masuk kerja dalam tiga bulan terakhir.
89 Tabel 4.32 Karyawan selalu masuk kerja dalam tiga bulan terakhir 1. Sangat Setuju 37 37 2. Setuju 39 39 3. Netral 21 21 4. Tidak Setuju 3 3 5. Sangat Tidak Setuju 0 0 Sumber : Kuesioner Sense of Belonging no. 13 N=100 Berdasarkan tabel 4.32 di atas diperoleh keterangan karyawan selalu masuk kerja dalam tiga bulan terakhir, jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban setuju yakni sebesar 39%. Disusul dengan pilihan jawaban sangat setuju yakni sebesar 37%. Sedangkan yang memilih jawaban netral sebesar 21%, untuk responden yang memilih pilihan jawaban tidak setuju sebesar 3%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa karyawan selalu masuk kerja dalam tiga bulan terakhir. Selanjutnya akan dilihat hasil Sense of Belonging mengenai karyawan tidak pernah meninggalkan pekerjaan pada saat jam kerja dalam tiga bulan terakhir.
90 Tabel 4.33 Karyawan tidak pernah meninggalkan pekerjaan pada saat jam kerja dalam tiga bulan terakhir 1. Sangat Setuju 32 32 2. Setuju 29 29 3. Netral 34 34 4. Tidak Setuju 2 2 5. Sangat Tidak Setuju 3 3 Sumber : Kuesioner Sense of Belonging no. 14 N=100 Berdasarkan tabel 4.31 di atas diperoleh keterangan karyawan tidak pernah meninggalkan pekerjaan pada saat jam kerja dalam tiga bulan terakhir, jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban netral yakni sebesar 34%. Disusul dengan pilihan jawaban sangat setuju yakni sebesar 29%. Sedangkan yang memilih jawaban tidak setuju sebesar 2%, untuk responden yang memilih pilihan jawaban sangat tidak setuju sebesar 3%. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan netral bahwa karyawan tidak pernah meninggalkan pekerjaan pada saat jam kerja dalam tiga bulan terakhir. Selanjutnya akan dilihat hasil Sense of Belonging mengenai karyawan datang dan pulang tepat waktu dalam tiga bulan terakhir.
91 Tabel 4.34 Karyawan datang dan pulang tepat waktu dalam tiga bulan terakhir 1. Sangat Setuju 31 31 2. Setuju 30 30 3. Netral 30 30 4. Tidak Setuju 7 7 5. Sangat Tidak Setuju 2 2 Sumber : Kuesioner Sense of Belonging no. 15 N=100 Berdasarkan tabel 4.31 di atas diperoleh keterangan karyawan datang dan pulang tepat waktu dalam tiga bulan terakhir, jawaban terbanyak dari responden adalah jawaban sangat setuju yakni sebesar 31%. Disusul dengan pilihan jawaban setuju dan netral yakni sebesar 30%. Sedangkan yang memilih jawaban tidak setuju sebesar 7%, untuk responden yang memilih pilihan jawaban sangat tidak setuju sebesar 2% Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ternyata sebagian besar responden menyatakan sangat setuju dalam hal bahwa karyawan datang dan pulang tepat waktu dalam tiga bulan terakhir. 4.3 Pembahasan 4.3.1 Analisis Korelasi Sehubungan dengan adanya dugaan terdapat hubungan antara Variabel Human Relations dengan Variabel Sense of Belonging, maka analisis berikut ini adalah dengan uji korelasi. Uji ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kedua variabel, maka hipotesis mengenai korelasi ini adalah sebagai berikut :
92 1. Hipotesis yang diajukan adalah : H 0 = Tidak terdapat hubungan antara Human Relations dengan Sense of Belonging H a = Terdapat hubungan antara Human Relations dengan Sense of Belonging Nilai kepercayaan 95%, dengan nilai kesalahan (α ) = 5 % Asumsi : Tolak H 0 bila nilai signifikansi < 0,05, Terima H 0 bila nilai signifikan > 0,05 2. Uji hipotesis menggunakan uji t 3. Koefisien Determinasi (KD) Tabel 4.35 Correlations Human Relations Sense of Belonging Human Relations Pearson Correlation Sig. (1-tailed) 1,616**,000 N 100 100 Sense of Belonging Pearson Correlation,616** 1 Sig. (1-tailed) N,000 100 100 **. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed). Dari tabel output correlations pearson diatas dapat dijelaskan bahwa nilai pearson correlation adalah 0,616, hal tersebut mengandung arti bahwa hubungan antara Human Relations dengan Sense of Belonging kuat positif, karena nilai 0,616 mendekati angka 1 correlation coefficient. Semakin mendekati angka 1 nilai korelasi, maka semakin kuat hubungannya. Nilai
93 signifikan (Sig.) pada tabel diatas adalah 0,000 yang berarti nilai tersebut dibawah 0,05 (5%). Dengan demikian hasilnya adalah ditolak H o atau diterima H a. Hasil dari analisis tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan yang kuat dari kedua variabel tersebut. Yang menjadi responden sebanyak 100 orang dalam penelitian ini. 4.3.2 Analisis Pengujian Signifikansi Untuk mengetahui kebenaran dari perhitungan korelasi dilakukan uji hipotesis, yang artinya suatu pengujian yang menjelaskan keeratan hubungan Human Relations dengan Sense of Belonging. Pengujian ini menggunakan uji t hitung dengan tingkat keyakinan 95% dan derajat kebebasan n-2, maka : t o = r. n-2 1-r 2 = 0,616 100-2 1-0,616 2 = 0,616 98 0,620 = (0,616). (9,899 ) 0,787 = 6,097 Nilai t hitung (6,097) akan dibandingkan dengan t tabel dengan tingkat keyakinan 95% (α = 5%), yaitu dengan cara : t α = (n-2) = 0,05(100-2)
94 = 0,05 (98) = 1,660 Dari perhitungan diatas maka dapat diketahui bahwa t hitung > t tabel 6,097 > 1,660 Dari perhiutngan diatas, nilai t hitung (6,097) lebih besar dari t tabel (1,660), maka dapat diambil kesimpulan bahwa H o ditolak, berarti Human Relations mempunyai hubungan yang kuat dengan Sense of Belonging, hal ini dapat dijelaskan dengan gambar daerah penolakan dan penerimaan H o Daerah Penolakan H o α = 5% Daerah Penerimaan H o 0 t α = 1,660 ( 6,097 ) Untuk mengetahui seberapa besar hubungan/sumbangan Human Relations dengan Sense of Belonging, maka digunakan rumus koefisien determinasi sebagai berikut : KD = r 2 x 100% = 0,616 2 x 100% = 37,94%
95 Dari perhitungan diatas dapat dijelaskan bahwa nilai KD = 37,94% artinya hubungan/sumbangan Human Relations mempunyai andil sebesar 37,94% dengan Sense of Belonging dan sisanya 62,06% (100%-37,94%) dijelaskan oleh faktor lain diluar dari variabel Human Relations. 4.3.2 Analisis Uji Validitas dan Reabilitas Setelah responden menjawab pertanyaan-pertanyaan dari koesioner yang telah dibagikan, maka peneliti akan melakukan uji validitas dan reabilitas terhadap setiap butir pertanyaan tersebut. Adapun hasil dari analisis uji validitas dan reabilitas kuesioner tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah : Cases Tabel 4.36 Case Processing Summary Valid Excluded a Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. N % 100 100,0 0,0 100 100,0 Tabel Case Processing Summary menjelaskan bahwa 100 kasus telah diproses atau 100% sudah valid. Tabel 4.37 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items,844 30
96 Tabel reliability Statistics menginformasikan bahwa nilai reabilitas dengan alpha cronbach`s sebesar 0,844. Kriteria menyebutkan jika nilai korelasi sama dengan atau lebih dari 0,800 maka butir-butir pertanyaan tersebut reliable. Hasil perhitungan menunjukan bahwa semua butir pertanyaan pada kolom alpha cronbach`s mempunyai nilai diatas 0,800 dengan demikian semua butir pertanyaan diatas sudah reliable. Tabel 4.38 Tabel correlated Item Total Correlations Butir r hitung r tabel Keterangan Pertanyaan Butir 1 0,322 0,202 Valid Butir 2 0,239 0,202 Valid Butir 3 0,323 0,202 Valid Butir 4 0,214 0,202 Valid Butir 5 0,451 0,202 Valid Butir 6 0,257 0,202 Valid Butir 7 0,397 0,202 Valid Butir 8 0,396 0,202 Valid Butir 9 0,382 0,202 Valid Butir 10 0,515 0,202 Valid Butir 11 0,307 0,202 Valid Butir 12 0,549 0,202 Valid Butir 13 0,536 0,202 Valid Butir 14 0,534 0,202 Valid Butir 15 0,477 0,202 Valid Butir 16 0,332 0,202 Valid Butir 17 0,500 0,202 Valid Butir 18 0,403 0,202 Valid Butir 19 0,394 0,202 Valid Butir 20 0,245 0,202 Valid Butir 21 0,270 0,202 Valid Butir 22 0,205 0,202 Valid Butir 23 0,430 0,202 Valid Butir 24 0,374 0,202 Valid Butir 25 0,347 0,202 Valid Butir 26 0,414 0,202 Valid Butir 27 0,551 0,202 Valid Butir 28 0,444 0,202 Valid Butir 29 0,412 0,202 Valid
97 Butir 30 0,438 0,202 Valid Sumber : lampiran Menentukan besarnya r tabel dengan ketentuan tingkat kepercayaan (degree of fereedom = df ) jumlah kasus dikurangi dua atau 100-2 = 98 dengan tingkat signifikansi 5% maka nilai r tabel sebesar 0,202. Membandingkan r tabel dengan setiap butir pertanyaan, dengan cara membandingkan output correlated item total correlation dengan 0,202 (r tabel), jika r hitung > dari r tabel maka butir pertanyaan tersebut valid dan begitu juga sebaliknya. 4.4 Analisa Hubungan Human Relations dengan Sense Of Belonging Karyawan di PT. BTPN MUR Melihat uraian dan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Human Relations di PT. BTPN Tbk cukup ideal dan memuaskan karyawan karena adanya dukungan dari atasan dalam bekerja. Dengan adanya dukungan dari atasan maka timbul adanya rasa memiliki (Sense of Belonging) di diri karyawan. Hal ini mengacu kepada hasil korelasi antara Human Relations dengan Sense of Belonging karyawan cukup memuaskan dengan memperoleh nilai positif yakni sebesar rs = 0,616. Kemudian melalui uji signifikasi dengan uji t menghasilkan penolakan Ho yang berarti bahwa hubungan yang terjadi bermanfaat. Sehingga karyawan memiliki Sense of Belonging yang tinggi saat perusahaan mengalami kesulitan. Hal ini tentu saja menguntungkan
98 perusahaan melainkan karyawan itu sendiri, karena dapat membuat mereka merasa bahwa yang dikerjakannya bukan hanya semata-mata pekerjaan yang harus dikerjakan melainkan suatu rasa tanggung jawab kepada perusahaan. Pimpinan memiliki peranan yang paling penting dari pembentukan sense of belonging karyawan, karena pimpinan dapat melibatkan karyawan dalam setiap pembuatan kebijakan sehingga keryawan merasa dihargai. Pimpinan berhasil melakukan komunikasi dengan karyawannya, dan pimpinan telah menjadi seorang Public Relations yang baik dalam menyampaikan pesannya. Hal ini tentu saja menguntungkan perusahaan dan karyawan itu sendiri karena apabila seorang karyawan biasa memiliki (Sense of Belonging) yang tinggi maka ia akan sangat peduli saat perusahaan mengalami kesulitan. Dengan tumbuhnya Sense of Belonging akan membuat karyawan merasa bahwa yang dikerjakannya tidak hanya kepentingan itu sendiri. Sehingga dapat dikatakan bahwa Human Relations yang berkembang akan turut menciptakan Sense of Belonging, ini terlihat dari karyawan merasa bangga menjadi bagian dari perusahaan, karyawan memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap perusahaan serta karyawan merasa telah mengabdikan diri untuk perusahaan.