Visualisasi Model 3D Jari Menggunakan Finger Motion Capture

dokumen-dokumen yang mirip
Visualisasi Model 3D Jari Menggunakan Finger Motion Capture Berbasis Flex sensors

Visualisasi Model 3D Jari Menggunakan Finger Motion

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Pengembangan Perangkat Finger Motion Capture Berbasis Flex Sensor

BAHASA isyarat adalah bahasa yang mengutamakan komunikasi

Perbaikan Sistem Kendali Robot Tangan EH1 Milano Menggunakan Sistem Kendali Loop Tertutup

Pendekatan Polinomial dan Zero Crossing Untuk Parsing Kata Pada Data Rekaman Finger Motion Capture

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Panorama 360 o untuk Virtual Touring pada Museum Tugu Pahlawan Surabaya

PENGEMBANGAN MOTION CAPTURE SYSTEM UNTUK TRAJECTORY PLANNING

A364. JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: ( Print)

ANIMASI GERAKAN EXAGGERATION PUKULAN TINJU BERBASIS PENDEKATAN KURVA BEZIER

Traffic IP Camera untuk Menghitung Kendaraan Roda Empat Menggunakan Metode Luasan Piksel

Rancangan Kontroler Perangkat Keras EH1 Milano dengan Modul Wireless Electronics

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Perbaikan Kualitas Rekonstruksi Motion Capture

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III PERANCANGAN SISTEM

PERBAIKAN KUALITAS REKONSTRUKSI METODE INTERPOLASI. Winaryo Dosen Pembimbing: Ahmad Zaini ST., MT. JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

Manipulator Pergerakan Kaki Manusia Dengan Kontrol Mikrokontroller

Penelitian Numerik Turbin Angin Darrieus dengan Variasi Jumlah Sudu dan Kecepatan Angin

SENSOR GERAK DENGAN LEAP MOTION UNTUK MEMBANTU KOMUNIKASI TUNA RUNGU/WICARA

PENERAPAN HAND MOTION TRACKING PENGENDALI POINTER PADA VIRTUAL MOUSE DENGAN METODE OPTICAL FLOW

BAB II DASAR TEORI 2.1. Metode Trial and Error

PEMETAAN LOKASI OBJEK PAJAK UNTUK PAJAK BUMI DAN BANGUNAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SENSOR FUSION PADA PERANGKAT BERGERAK DENGAN SISTEM OPERASI ANDROID

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN PEMBAHASAN

KONTROL ROBOT MOBIL PENJEJAK GARIS BERWARNA DENGAN MEMANFAATKAN KAMERA SEBAGAI SENSOR

BAB V ANALISIS 5.1 Analisis Kebutuhan Desain

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN HAND ROBOT

Pengenalan Bahasa Isyarat Indonesia Berbasis Sensor Accelerometer dan Sensor Flex Menggunakan Dynamic Time Warping

Rancang Bangun Sistem Takeoff Unmanned Aerial Vehicle Quadrotor Berbasis Sensor Jarak Inframerah

Rancang Bangun Sistem Pengukuran Posisi Target dengan Kamera Stereo untuk Pengarah Senjata Otomatis

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Rancang Bangun Sistem Penghitung Laju dan Klasifikasi Kendaraan Berbasis Pengolahan Citra

BAB II SISTEM PENENTU AXIS Z ZERO SETTER

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Mauridhi Hery Purnomo, M.Eng Dr. I Ketut Eddy Purnama, ST, MT

Pendeteksian Arah Jalan pada Gps Googlemaps sebagai Navigasi Mobil Tanpa Pengemudi

DAFTAR ISI. HALAMAN PENGESAHAN... i. PERNYATAAN... ii. HALAMAN PERSEMBAHAN... iii. KATA PENGANTAR...iv. DAFTAR ISI...vi. DAFTAR TABEL...

TEKNIK MOTION CAPTURE DALAM PROSES PEMBUATAN ANIMASI 3D MENGUNAKAN MICROSOFT KINECT

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan videografi saat ini sangat dituntut untuk dapat menghasilkan

APLIKASI IDENTIFIKASI ISYARAT TANGAN SEBAGAI PENGOPERASIAN E-KIOSK

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

DT-51 Application Note

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1. Letak CoM dan poros putar robot pada sumbu kartesian.

REALISASI OPTICAL MOTION CAPTURE MELALUI FILE CSM UNTUK PEMBUATAN ANIMASI KARAKTER TANGAN KANAN DALAM 3D STUDIO MAX

BAB 3 PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI

Implementasi Skeletal Tarcking dalam Sistem Navigasi Mobile Robot Menggunakan Sensor Kinect

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

PERANCANGAN SISTEM KENDALI PERGERAKAN ARM MANIPULATOR BERBASIS SENSOR INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU) DAN SENSOR FLEX

Hasil Uji Kalibrasi Sensor Accelerometer ADXL335

TRACKING ARAH GERAKAN TELUNJUK JARI BERBASIS WEBCAM MENGGUNAKAN METODE OPTICAL FLOW

Rancang Bangun Prototype Alat Sistem Pengontrol Kemudi Kapal Berbasis Mikrokontroler

BAB IV ANALISA DAN HASIL PENGUJIAN ROBOT

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI MOTION CAPTURE DALAM PEMBUATAN ANIMASI 3D GERAKAN DASAR WUSHU WU BU QUAN MENGGUNAKAN 8 KAMERA INFRARED OPTITRACK V100:R2

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Pengaruh Sudut Roll Terhadap Perubahan Sudut Pitch Pada Sensor Accelerometer

SISTEM PENGENDALI ROBOT LENGAN MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN VISUAL BASIC

PENENTUAN SUDUT LENGAN ROBOT HUMANOID BERDASARKAN KOORDINAT YANG DIKIRIM DARI PC MENGGUNAKAN USER INTERFACE YANG DIBUAT DARI Qt

Rancang Bangun Sistem Pelacakan Obyek Menggunakan CCTV dan Webcam. Kampus ITS, Surabaya

Web SCADA untuk Mengendalikan Miniatur Pintu Air

Pemanfaatan Leap Motion (Hand Motion Tracking) sebagai Pengganti Mouse dan Keyboard Disusun oleh : Rusmono Yulianto, SE,S.

PERANCANGAN SISTEM PENDETEKSI ALAT PELINDUNG DIRI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI IMAGE PROCESSING

Kontrol Mesin Bor PCB Otomatis dengan Menggunakan Programmable Logic Controller

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN LEMBAR PERNYATAAN HALAMAN PERSEMBAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR. Abstract. viii BAB I PENDAHULUAN 1

PERANCANGAN ROBOT TANGAN SEDERHANA

Perancangan dan Realisasi Robot Peniru Gerakan Jari Tangan

SISTEM KONTROL GERAK SEDERHANA PADA ROBOT PENGHINDAR HALANGAN BERBASIS KAMERA DAN PENGOLAHAN CITRA

PENGONTROLAN WEBCAM UNTUK APLIKASI SISTEM MONITORING RUANGAN

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM AKUISISI DATA DAN PENGAMBILAN GAMBAR MELALUI GELOMBANG RADIO FREKUENSI

Analisis Kesalahan Pengukuran Kecepatan Akibat Distorsi Lensa

Pengembangan Robot Hexapod untuk Melacak Sumber Gas

Analisa Kinematik Secara Spatial Untuk Rack and Pinion pada Kendaraan Hybrid Roda Tiga Sapujagad 2

APLIKASI BLUETOOTH SEBAGAI INTERFACING KENDALI MULTI- OUTPUT PADA SMART HOME

Rancang Bangun Alat Ukur Unting-unting Digital dan Waterpass Digital dengan Accelero Sensor Berbasis Mikrokontroler ATmega8

SELF-STABILIZING 2-AXIS MENGGUNAKAN ACCELEROMETER ADXL345 BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8

RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI ROBOT TANGAN MENGGUNAKAN BLUETOOTH BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8535

JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) 1-6 1

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB 3. Metodologi Penelitian. 3.1 Rencana Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian

Desain Dan Realisasi Robot Meja Dengan Kemampuan Rekonfigurasi Permukaan (Self-Reconfigurable Table-1)

Stabilisasi Robot Pendulum Terbalik Beroda Dua Menggunakan Kontrol Fuzzy Hybrid

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI ONLINE PENGGUNAAN DAYA LISTRIK DAN PEMUTUSAN LISTRIK JARAK JAUH

STUDY SIMULASI AUTOPILOT KAPAL DENGAN LAB VIEW

MODUL 10 REBA. 1. Video postur kerja operator perakitan

PEMBUATAN PROGRAM INTERFACE UNTUK PENGONTROLAN RV-M1

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSAKA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS SISTEM

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PROGRAM APLIKASI HANDS RECOGNIZER

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

Gestur Berbasis Estimasi Sudut Gulung untuk Pengendalian Manipulator

Transkripsi:

1 Visualisasi Model 3D Jari Menggunakan Finger Motion Capture Heri Risman, Ahmad Zaini, dan Muhtadin Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 E-mail: muhtadin_s@elect-eng.its.ac.id, zaini@ee.its.ac.id Abstrak Pada penelitian ini diajukan suatu sistem visualisasi dan perekaman gerakan jari tangan dengan menggunakan alat finger motion capture berbasis flex sensor dan accelerometer. Data visualisasi gerakan diperoleh dari pengolahan data-data sensor menjadi data sudut untuk masing-masing joint jari tangan, dimana data tersebut kemudian disimpan sebagai data motion dengan format BVH. Pengujian dilakukan pada visualisasi jari saat menampilkan karakter angka, pergerakan tangan berputar dan gerakan pada pergelangan tangan. Hasil prosentase error sudut joint yang diperoleh kurang dari 35% untuk visualisasi karakter angka, serta visualisasi gerakan perputaran tangan dan gerakan pada pergelangan tangan sudah mampu dihasilkan sistem. 1. Jari tangan yaitu thumb, index, middle, ring, little, wrist. 2. Tulang-tulang setiap jari yaitu distal phalanx, middle phalanx, proximial phalanx, metacarpal. 3. Sambungan antar tulang yaitu distal interphalangeal (DIP), proximial interphalangeal (PIP), interphalangeal (IP), metacarpophalangeal (MCP), hamate me-tacarpal (HM), trapeziometacarpal (TM). Kata Kunci Biovosion Hierarchy, Finger motion capture, Flex sensor. P I. PENDAHULUAN ERKEMBANGAN teknologi motion capture dari tahun ke tahun semakin meningkat, dimana teknologi tersebut banyak dipakai untuk berbagai aplikasi pada pembuatan animasi, data pergerakan robot, data medis dan lain-lain. Beberapa metode motion capture yang berkembang selama ini diantaranya menggunakan kamera untuk menangkap pergerakan obyek, tetapi metode tersebut hanya mampu menangkap gerakan badan secara keseluruhan dan masih memiliki kekurangan dalam menangkap gerakan jari tangan. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, telah ada penelitian[1] yang dilakukan dengan menggunakan alat finger motion capture berbasis flex sensor dan accelerometer. Pada penelitian ini ditujukan untuk mengembangkan suatu sistem yang mampu memvisualisasikan dan merekam gerakan masing-masing jari tangan yang dihasilkan oleh device finger motion capture pada [1]. Sistem yang dibuat terdiri dari proses penerimaan, pengolahan, kalibrasi, dan visualisasi data masing-masing flex sensor dan accelerometer. Hasil pergerakan yang dihasilkan oleh sistem kemudian disimpan sebagai data motion dengan format BVH, sehingga data pergerakan tersebut dapat digunakan kembali pada sistem motion capture lainnya. A. Tulang Tangan Manusia II. METODE PENELITIAN Berdasarkan analisa anatomi dan medical tentang tulang tangan (gambar. 1)[2] [3] yang telah dilakukan, struktur tulang manusia terdiri dari : Gambar 1. Struktur Tulang Manusia[2]-[3] Pergerakan tulang tangan manusia dibentuk pada sambungan antar tulang, diantaranya adalah untuk ibu jari pada MCP, IP, dan TM dan untuk ke empat jari yang lainnya pada MCP, PIP, dan DIP. Sehingga tulang tangan manusia memiliki 23 degree of freedom (DOF) yang terdiri dari : 1) 16 DOF pada jari telunjuk, tengah, manis, dan kelingking yang terdiri dari dua DOF untuk masingmasing sambungan DIP dan PIP serta dua DOP pada sambungan MCP. 2) Lima DOF pada ibu jari yang terdiri dari dua DOF pada sambungan TM, dua DOF pada sambungan MCP, dan satu DOF pada sambungan IP. 3) Sisanya dua DOF terdapat pada metacarpal jari manis dan kelingking dimana sudut pergerakan yang dibentuk adalah melengkung terhadap telapak tangan. Berdasarkan tipe pergerakan jari pada tulang tangan manusia maka dapat dibagi atas : 1) Flexion dan extension (F/E) Flexion adalah gerakan meluruskan jari dan extension adalah gerakan membengkokan jari. F/E terletak pada

2 MCP, dan IP pada ibu jari, dan MCP, DIP, dan IP untuk keempat jari lainnya. 2) Abduction dan Adduction (Ab/Ad) Abduction adalah gerakan merenggangkan jari-jari tangan, dan Adduction adalah gerakan merapatkan jarijari tangan. Ab/Ad hanya bisa dilakukan pada setiap MCP dan TM jari tangan. B. Desain Sistem Desain sistem yang dibuat untuk menagkap gerakan finger motion capture sesuai dengan data flow diagram yang ditunjukkan oleh gambar 2, yang terdiri dari input (control, device) dan ouput (vilualisation, BVH). D. Akusisi Data Proses akusisi data finger motion capture yang diterima oleh sistem terdiri dari sembilan besaran yang masingmasing mewakili : 1) Lekukan ibu jari 2) Lekukan jari telunjuk 3) Lekukan jari tengah 4) Lekukan jari manis 5) Lekukan jari kelingking 6) Data counter sumbu-x 7) Data counter sumbu-y 8) Data counter sumbu-z 9) Nilai referensi accelerometer Data kelima lekukan yang dihasilkan masing-masing flex sesnsor dinormalisasi untuk mendapatkan range baru dari. Besar lekukan jari dinormalisasi pada range nilai 0 sampai 20 menggunakan persamanaan[1] X Range X i min X X min max * 20, (2) Gambar. 2. Desain sistem Control merupakan interface sistem yang berfungsi untuk menerima perintah user, device adalah alat finger motion capture yang digunakan untuk menangkap dan mengirimkan data pergerakan jari tangan, visualisation adalah bagian yang memvisualisasikan gerakan dari finger motion capture pada perangkat komputer, dan BVH adalah file rekaman perge-rakan jari tangan yang berformat BVH. C. Finger Motion Capture Finger motion capture merupakan device yang digunakan untuk menangkap pergerakan tangan beserta jari-jarinya (gambar.3). Device terdiri dari flex sensor pada masingmasing jari (thumb, index, middle, ring, little), accelerometer, mikrokontroler dan USB2Serial. Flex sensor, accelerometer berfungsi untuk membaca per-gerakan jari dan tangan, mikrokontroler berfungsi untuk mengolah data flex sensor menjadi data digital serta mengirimkan data-data sensor ke sistem melalui USB2Serial. Kecepatan komunikasi serial dari device adalah 19200 bps (bit per seconds). dimana X i adalah nilai data flex sensor, X min adalah nilai minimal X i, dan X max adalah nilai maksimal X i. Gaya gravitasi masing-masing sumbu-x, y, z dihitung dari data counter yang dihasilkan accelerometer dengan persamaan[4] axis vref *0, 002 G, (3) dimana axis, vref adalah data counter setiap sumbu dan referensi serta 0,002 adalah konstanta accelerometer. Besar sudut pitch dan roll accelerometer dihitung dari nilai gaya gravitasi yang diperoleh dari persamaan 4, dimana pitch adalah sudut perputaran pada sumbu-y, dan roll adalah sudut perputaran pada sumbu-x. E. Kalibrasi Device Proses kalibrasi pada finger motion capture dibutuhkan untuk memperoleh nilai minimal, maksimal dan range maksimal yang dimiliki oleh masing-masing data flex sensor. Nilai-nilai tersebut diperlukan untuk menentukan besar sudut sambungan masing-masing jari pada visualisasi pergerakan jari tangan. Parameter pada proses kalirasi adalah : 1) Nilai minimal dihasilkan ketika keadaan flex sensor dalam keadaan lurus (gambar. 4). 2) Nilai maksimal dihasilkan ketika keadaan flex sensor dalam keadaan menekuk atau membengkok maksimal (gambar. 5). 3) Range maksimal dari data flex sensor dihitung dengan persamaan 2 (X i = X max ). Gambar. 3. Finger motion capture[1]

3 Ay Roll arctan, (5) 2 2 Ax Az Gambar 4. Kalibrasi nilai minimal Ax Picth arctan 2 2, (6) Ay Az dimana A x, A y, A z adalah gaya gravitasi pada sumbu-x, y, z. III. HASIL DAN DISKUSI A. Pengujian Visualisasi Gerakan Jari Pengujian dilakukan untuk mengetahui seberapa besar prosentase error yang dihasilkan untuk setiap sudut joint pada visualisasi karakter angka satu, dua, tiga, empat dan lima pada komputer (gambar. 6), dengan parameter masingmasing karakter ditunjukkan oleh tabel 2. Gambar 5. Kalibrasi nilai maksimal F. Model Visualisasi Model visualisasi yang dihasilkan oleh finger motion capture dibedakan menjadi dua bagian yaitu : 1) Visualisasi gerakan jari. Model visualisasi diperoleh dari hasil pengolahan data flex sensor pada masing-masing jari. 2) Visualisasi gerakan tangan. Model visualisasi diperoleh dari hasil pengolahan data accelerometer. Pada visualisasi gerakan jari tangan, besar perubahan sudut untuk masing-masing sambungannya adalah sama dan berbanding lurus dengan perubahan besar data flex sensor. Tabel 1 merupakan range sudut untuk masingmasing sam-bungan (joint) yang digunakan pada visualisasi gerakan jari tangan. Sudut masing-masing joint dihitung dengan persa-maan maksimum Sudut rangemax joint flex norm, (4) dimana maksimum joint adalah sudut maksimal joint (tabel 1), range max adalah range maksimal data flex sensor yang dihasilkan oleh proses kalibrasi device, dan flex norm adalah data pembacaan flex sensor yang telah dinormalisasi. Tabel 1. Batas minimal dan maksimal sudut joint (degree) DIP, P Minimal 0 0 0 0 0 Maksimal 60 90 90 90 90 Visualisasi gerakan tangan dihasilkan dari perubahan sudut pitch dan roll. Pitch mewakili besar sudut gerakan tangan ketika berputar dan roll mewakili besar sudut ketika gerakan F/E pada pergelangan tangan. Besar nilai sudut roll dan pitch dihitung dengan persamaan[5] Gambar. 6. Visualisasi karakter angka satu, dua, tiga, empat, dan lima Karakter Angka Tabel 2 merupakan nilai rata-rata sudut joint jari yang diperoleh dari 10 kali percobaan untuk masing-masing karakter angka Karakter Angka Tabel 2. Parameter karakter angka (degree) Tabel 3, Rata-rata sudut joint (degree) DIP, P Satu 60 0 90 90 90 Dua 60 0 0 90 90 Tiga 60 0 0 0 90 Empat 60 0 0 0 0 Lima 0 0 0 0 0 MCP = metacarpophalageal, DIP = distal intephalangeal, PIP = proximal interphalangeal, IP = interphalangeal DIP, P Satu 43,97 5,98 83,93 68,14 81,97 Dua 44,87 3,40 8,02 61,72 76,36 Tiga 42,96 2,42 7,92 4,87 78,87 Empat 47,83 0,99 2,49 0,19 0,29 Lima 2,35 0,11 2,28 0,19 1,67 MCP = metacarpophalageal, DIP = distal intephalangeal, PIP = proximal interphalangeal, IP = interphalangeal Berdasarkan rata-rata sudut (tabel 3) dan parameter karakter angka (tabel 2) maka nilai prosentase error untuk masing-masing sudut joint jari yang dihasilkan kurang dari

4 35% (gambar. 7) untuk visualisasi semua karakter angka. Prosentase error terbesar dihasilkan oleh sudut joint pada ibu jari untuk karakter angka satu sampai empat, hal ini disebabkan karena jumlah joint yang dideteksi oleh alat finger motion capture hanya untuk IP dan MCP sedangkan untuk pergerakannya sendiri sambungan TM juga memiliki peranan dalam menetukan visualisasi karakter angka yang diuji. Gambar. 11. Sudut -57 o pitch Gambar. 12. Sudut -110 o pitch Gambar. 7. Nilai error pada masing-masing jari untuk setiap karakter B. Pengujian Gerakan Perputaran Tangan Sistem sudah mampu memvisualisasi perputaran tangan yang dihasilkan oleh alat finger motion capture dengan besar sudut perputaran adalah 360 o. Tangan berputar pada sumbu-y dengan kondisi awal atau sudut 0 o (gambar. 8) yang menjadi titik acuan dalam penambahan (gambar. 8 10) atau pengu-rangan (gambar. 11 12 ) sudut perputaran. C. Pengujian Gerakan pada Pergelangan Tangan. Sistem sudah mampu memvisualisasikan gerakan pada pergelangan tangan (sumbu-x) dengan kondisi sumbu-z accelerometer bernilai positif (gambar. 13 15), dan negatif (gambar. 16 18) serta sudut 0 o ditunjukkan oleh gambar 14 dan 17. Gambar. 13. Sudut 0 o roll Gambar. 8. Sudut 0 o pitch Gambar. 14. Sudut -40 o roll Gambar. 9.Sudut 90 o pitch Gambar. 15. Sudut 66 o roll Gambar. 10. Sudut 180 o pitch

5 Gambar. 16. Sudut 0 o roll kurang dari 35%. Serta sistem juga sudah mampu memvisualisasikan gerakan tangan berputar 360 0, dan gerakan pada pergelangan tangan. Untuk pengembangan selanjutnya dapat dilakukan penambahan sensor pada masing-masing sambungan tulang tangan dan pergelangan tangan sehingga visualisasi gerakan F/E dan Ab/Ad jari tangan menjadi lebih detail lagi. LAMPIRAN Gambar. 17. Sudut 68 o roll UCAPAN TERIMA KASIH Penulis H.R mengucapkan terima kasih kepada pihakpihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penelitian ini, diataranya keluarga dan orang-orang terdekat yang selalu memberikan doa dan dukungannya serta dosen-dosen pengajar Bidang Studi Teknik Komputer dan Telematika Jurusan Elektro ITS atas saran dan bimbingan yang telah diberikan. Gambar. 18. Sudut -30 o roll D. Hasil BVH Perekaman Gerakan Jari dan Tangan Pengujian dilakukan untuk mengetahui berapa kapasitas memori yang dibutuhkan untuk penyimpanan data gerakan (jumlah frame) yang dihasilkan oleh alat finger motion capture. Gambar. 19 merupakan hasil dari pengujian. DAFTAR PUSTAKA [1] M. Iqbal, I. K. E. Purnama, M. H. Purnomo, Pengenalan Bahasa Isyarat Indonesia Berbasis Sensor Accelerometer dan Sensor Flex Menggunakan Dynamic Time Warping, THE 12 TH SEMINAR INTELLIGENT TECHNOLOGY AND ITS APPLICATIONS, ID : 010, 25, Mei, 2011 [2] Wu Y, Huang TS, Human hand modeling, analysis and animation in the context of HCI, Proceedings of the International Conference on Image Processing; 1999, Japan. p. 6 10. [3] Rhee T, Neumann U, Lewis JP, Human hand modeling from surface anatomy, Proceedings of the 2006 Symposium on Interactive 3D Graphics and Games; 2006 Mar 14 17, Redwood City, CA.,New York [4] Parallax Inc (2007), Hitachi H48C 3-Axis Accelerometer Module (#28026) Rev 1.2 [5] AN3182 Applecation note (April 2010), Tilt measurement using a low-g 3-axis accelerometer, DOC ID 17289 Rev 1 Gambar. 19. Pengaruh jumlah frame terhadap memori Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa jumlah frame yang disimpan berpengaruh terhadap kapasitas memori yang diperlukan dimana semakin banyak data gerakan yang disimpan maka kapasitas memori yang dibutuhkan juga bertambah. IV. KESIMPULAN / RINGKASAN Sistem sudah bisa menunjukkan gerakan jari lurus, dan menekuk sempurna pada visualisasi karakter angka dengan nilai prosentase error untuk sudut masing-masing joint