Pengenalan Bahasa Isyarat Indonesia Berbasis Sensor Accelerometer dan Sensor Flex Menggunakan Dynamic Time Warping
|
|
|
- Siska Cahyadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PAPER ID : 00 Pengenalan Bahasa Isyarat Indonesia Berbasis Sensor Accelerometer dan Sensor Flex Menggunakan Dynamic Time Warping Mohammad Iqbal,2) I Ketut Eddy Purnama ) Mauridhi Hery Purnomo ) ) Jurusan Teknik Elektro ITS, Surabaya 60 2) Jurusan Teknik Elektro, Universitas Muria Kudus, Gondangmanis Kudus ) [email protected], 2) [email protected], 3) [email protected]. Abstrak Bahasa isyarat bisasanya digunakan untuk berkomunikasi di kalangan tuna rungu, tapi untuk dapat berkomunikasi dengan masyarakat luas diperlukan perantara, yaitu seorang penerjemah yang mengerti bahasa isyarat atau suatu alat bantu (piranti) yang mampu mampu mengenali bahasa isyarat. Dalam makalah ini dibahas tentang pengenalan bahasa isyarat indonesia berbasis sensor accelerometer dan sensor flex menggunakan metode dynamic time warping. Dari data-data sensor dilakukan ekstraksi ciri yaitu bentuk lekukan jarijari tangan dan gerakan tangan terhadap sumbu x, y dan z. Vektor ciri yang didapat dari data testing kemudian dicocokkan dengan data template, satu per satu, menggunakan metode dynamic time warping. template yang paling cocok diukur berdasarkan nilai jarak (distance) yang paling minimum. Pengujian dengan dilakukan menggunakan dataset 200 data yang terdiri dari 0 kelas (isyarat kata), dimana masing-masing kelas terdiri dari 20 data. Untuk data testing diambil 0 data untuk tiap-tiap kelas, dan 0 sisanya sebagai data template. Hasil pengujian menunjukkan akurasi mencapai 00%. Kata Kunci: bahasa isyarat indonesia, dynamic time warping DTW. PENDAHULUAN Seiring dengan kemajuan teknologi, telah dilakukan penelitian dalam rangka untuk menghasilkan piranti bantu untuk menerjemahkan bahasa isyarat ke dalam tulisan dan atau suara. Kategori penelitian yang dilakukan, dapat dibedakan menjadi dua yaitu pendekatan berbasis visi komputer (computer vision)[5][6] dan pendekatan berbasis data sensor[7][8][9]. Pada pendekatan berbasis visi komputer digunakan file video streaming atau langsung melalui kamera yang menangkap gerakan bahasa isyarat. Pendekatan ini lebih sulit, karena sebelum dilakukan proses pengenalan harus dilakukan pra proses berupa pengolahan citra (image processing) dulu, seperti segmentasi dan tracking tangan, sehingga dibutuhkan waktu komputasi yang lebih lama. Selain itu terdapat permasalahan pada visi komputer sendiri, seperti noise, perbedaan intensitas, dan occlusion. Sedangkan pada pendekatan berbasis data sensor, dilakukan dengan menggunakan rangkaian sensor yang terintegrasi dengan sarung tangan (glove). Sensor ini menghasilkan besaran listrik yang terukur, untuk mengetahui derajat tekukan jari-jari tangan dan gerakan tangan. Sedangkan metode yang banyak digunakan adalah HMM (Hidden Markov Model) [6][7] dan ANN (Artificial Neural Network) [5][8][9]. Khusus untuk pengenalan bahasa isyarat Indonesia berbasis sensor telah dilakukan penelitian oleh Evita [9] dengan menggunakan metode ANN, dimana datadata yang diolah, diperoleh dari sensor flex, yang meliputi informasi lelukan jari-jari tangan, lekukan pergelangan, lekukan lengan dan lekukan bahu. Pada makalah ini diusulkan metode Dynamic Time Warping (DTW) untuk pengenalan bahasa isyarat Indonesia berbasis sensor. Pada penelitian ini, selain digunakan sensor flex untuk mengetahui informasi bentuk tangan oleh lekukan jari-jari, juga digunakan sensor accelerometer untuk mendapatkan informasi gerakan tangan. DTW merupakan teknik penyelarasan (aligment) data yang bersifat sekuensial (time series). Teknik DTW yang secara umum telah digunakan pada pengenalan suara, tetapi dalam perkembangannya, DTW juga telah diterapkan untuk aplikasi lain, diantaranya untuk pengenalan gerak isyarat (gesture)[], data mining [4] dan verfikasi tanda tangan[2]. 2. SISTEM PENGENALAN BAHASA ISYARAT INDONESIA Bahasa isyarat isyarat Indonesia juga dikenal dengan istilah SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia). Isyarat dalam SIBI secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu isyarat alfabet dan isyarat kata. Untuk isyarat alfabet, SIBI mengacu kepada ASL (American Sign Language), sedangkan untuk isyarat kata terdapat standar khusus kata bahasa Indonesia
2 dan dibakukan dalam bentuk kamus sistem isyarat bahasa Indonesia. Isyarat alfabet biasanya digunakan terbatas, yaitu untuk mengeja nama atau kata yang belum tercantum dalam kosa kata kamus. Isyarat kata lebih banyak digunakan dalam prakteknya dan memiliki jumlah isyarat yang jauh lebih besar. Baik isyarat alfabet maupun isyarat kata memiliki komponen-komponen isyarat. Komponen isyarat yang utama adalah bentukan jari-jari tangan dan gerakan tangan. Pada sebagian besar isyarat kata, gerakan tangan lebih dominan dan bervariasi dibandingkan dengan bentukan jari-jari tangan. Oleh karena itu, pada penelitian Evita[9] yang hanya menggunakan sensor flex, akurasi pengenalannya turun drastis dari 83,8% untuk isyarat kata yang statis menjadi 49,58% untuk isyarat kata yang dinamis. Dalam penelitian ini, pengenalan juga ditujukan untuk isyarat kata bahasa Indonesia, tetapi dengan penambahan jenis sensor yang lain dan penggunaan metode yang berbeda. Dua informasi komponen utama isyarat kata diukur dengan penggunaan sensor flex dan sensor accelerometer yang diintegrasikan dalam bentuk sarung tangan sebagai piranti akusisi data. Blok diagram sistem pengenalan bahasa isyarat Indonesia berbasis sensor accelerometer dan sensor flex dengan metode DTW ditunjukkan pada gambar. Piranti Akusisi Akusisi File set Testing Template Ekstraksi Ciri Ekstraksi Ciri Pencocokan Template DTW Nilai Pencocokan Gambar : Diagram blok sistem pengenalan bahasa isyarat Indonesia menggunakan DTW 2.. Piranti akusisi data Untuk mendapatkan ciri berupa bentuk dan gerakan tangan, didesain dan dibuat rangkaian sensor yang diintegrasikan dengan sarung tangan sebagaimana diperlihatkan pada gambar 2. Sensor yang digunakan adalah 5 buah sensor flex dan sebuah accelerometer 3 axis. Sensor flex bersifat resisif terhadap tekukan, dimana ketika ditekuk nilai resistansi semakian besar sampai dengan 0kΩ dari kondisi normalnya 0kΩ dengan toleransi ±30% [0]. Sedangkan untuk sensor accelerometer digunakan modul Parallax yang mengintegrasikan sensor accelerometer Hitachi H48C dengan ADC (Analog to Digital Converter 2 bit. Keluaran modul H48C ini berupa data counting 2 bit, dimana untuk menghitung nilai akselarasinya digunakan rumus sebagaimana ditentukan di dalam datasheet-nya [2]. Accelerometer Hitachi H48C dapat mengukur akselarasi dinamis dan akselerasi statis (kemiringan) untuk tiga sumbu x, y dan z dengan batas pengukuran ±3g, dan non-linieritas ±2%. Rangkaian elektronika pada sarung tangan dilengkapi dengan mikrokontroler AVR ATMega8 untuk komunikasi data secara serial dengan komputer dalam proses akusisi data. sensor flex accelerometer Antarmuka USB2Serial Gambar 2: Sarung tangan terintegrasi sensor 2.2. Akusisi dari sensor dibaca oleh mikrokontroler, kemudian dikirimkan ke komputer melalui komunikasi serial dengan menggunakan antarmuka USB2Serial pada frekuensi sampling 0 Hz. sensor yang diambil memiliki 9 besaran yang masing-masing mewakili: a. lekukan jari jempol b. lekukan jari telunjuk c. lekukan jari tengah d. lekukan jari kelingking e. lekukan jari manis f. akselarasi pada sumbu X g. akselarasi pada sumbu Y h. akselarasi pada sumbu Z i. nilai referensi untuk menghitung akselarasi X, Y dan Z. Untuk kelima data lekukan jari telah dinormalisasi untuk menyamakan perbedaan nilai toleransi dari di antara sensor-sensor flex yang digunakan. Besaran lekukan jari dinormalisasi pada range nilai 0 sampai 20 menggunakan persamaan sebelum disimpan dalam file dataset. X norm X i X min * 20 () X X min max Sedangkan untuk besaran akselarasi masih berupa data counting, yang diambil 8-bit MSB (Most Significant Bit) dari 2 bit data counter-nya. Untuk mendapatkan nilai akselerasi yang sebenarnya diperlukan perhitungan khusus yang dijelaskan pada bagian ekstraksi ciri. Contoh data gerak isyarat kata cahaya yang tersimpan pada dalam bentuk file dengam format teks pada proses akusisi data diperlihatkan pada tabel. yang tersimpan adalah data sekuensial, dengan panjang
3 (baris) yang berbeda yang bergantung jenis isyarat kata dan kecepatan gerakan pada saat melakukan isyarat. Pada contoh, panjang data isyarat kata cahaya adalah 7. Tabel. Contoh data sekuensial isyarat kata cahaya N 2 ( X i X ) (3) N i Sedangkan untuk data accelormeter dihitung nilai akselerasi a yang sebenarnya, digunakan rumus yang sebagaimana tercantum dalam datasheet [2], dimana a = (c reff) * * 6 (4) Nilai akselerasi a ini relatif kecil terhadap nilai normalisasi lekukan jari, sehingga dilakukan kuantisasi nilai akselarasi a untuk masing-masing sumbu X, Y dan Z berdasarkan tabel 2. Proses kuantisasi juga bertujuan untuk mengatasi ketidaklinieran sensor accelerometer, yaitu dengan membagi range pengukuran menjadi beberapa sub-range yang kemudian dikuantisasi secara linier [5]. Tabel 2. Kuantisasi akselerasi Kolom [c c5] adalah data dari sensor flex untuk lekukan jari jempol sampai dengan jari kelingking, sedangkan [c6..c9] adalah data dari sensor accelerometer untuk sumbu X, Y, Z dan referensi. Baris [r..r7] menunjukkan urutan data diambil/disimpan, yaitu dari awal gerakan isyarat satu kata sampai dengan selesai gerakan isyarat kata tersebut. Gerak isyarat kata bahasa Indonesia yang dilakukan mengacu pada video gerak isyarat yang terdapat pada [] yang merupakan visualisasi dari gambar dua dimensi dalam kamus sistem isyarat bahasa Indonesia Ekstraksi Ciri Ekstraksi ciri dilakukan untuk mendapatkan besaran-besaran yang menunjukkan kekhususan dari data yang diolah. Ekstraksi ciri ini merupakan salah satu bagian terpenting dan berpengaruh terhadap akurasi hasil pengenalan. Untuk data testing dan data template dilakukan ekstraksi ciri yang sama untuk mendapatkan vektor ciri. Vektor ciri terdiri dari nilai-nilai hasil olahan data flex dan data accelerometer yang membentuk baris angka (nilai). Untuk data sensor flex yang mewakili ciri bentuk tangan, dihitung nilai rata-rata dan nilai simpangan baku (standard deviation) untuk tiap-tiap lekukan jari. Penggunaan nilai simpangan baku, dimaksudkan untuk mewakili perubahan lekukan tangan yang terjadi selama melakukan gerak isyarat kata. X N N X i i (2) 2.4. Dynamic Time Warping Gerak isyarat merupakan data sekuensial (time series) dimana tiap elemen data diukur dan disimpan pada satu periode waktu yang tetap antara elemen satu dengan yang berikutnya. Salah satu metode untuk membandingkan dua data sekunesial dengan panjang yang berbeda adalah dengan algoritma Dynamic Time Warping (DTW). Penjelasan algoritma secara lengkap dapat ditemukan pada [3]. Jika diasumsikan terdapat dua data sekuensial, Q dan C, dengan panjang masing-masing n dan m dimana Q = q, q 2,..., q i,..., q n (5) C = c, c 2,..., c j,..., c m (6) Maka untuk menyelaraskan (align) kedua sekuensial tersebut mengunakan DTW, dibentuk matriks m x n dimana elemen matriks (i,j) berupa nilai jarak d(q i,c j ) antara dua titik q i dan, yaitu d(q i,c j ) = (q i c j ) 2. Setiap elemen matriks (i,j) berhubungan dengan penyelarasan (alignment) antara titik qi dan c j sebagaimana ditunjukkan pada gambar 3. Warping path W merupakan sekelompok elemen matriks yang berdampingan yang mendefinisikan pemetaan antara Q dan C. Elemen ke-k dari W dirumuskan sebagai w k = (i,j) k, sehingga
4 W = w, w 2,..., w k,..., w K (7) dimana: max(m,n) K < m+n Sedangkan path didefinisikan sebagai jarak kumulatif D(i,j) yaitu jarak d(c i,q j ) untuk elemen tersebut ditambah dengan minimum dari jarak kumulatif dari elemen bertetanggaan (adjacent). D(i,j) = d(c i,q j )+min{d(i-,j-),d(i-,j),d(i,j-)} (8) Setelah didapatkan warping path yang optimal maka jarak atau warping cost dihitung berdasarkan persamaan (9). K k w DTW(Q,C) = min (9) DTW memiliki kompleksitas waktu komputasi O(nm). k sedangkan yang di luar diagonal utama adalah yang salah dikenali oleh sistem [4]. Contoh confusion matrix hasil pengenalan ditunjukkan pada tabel 4. Dengan menggunakan data confusion matrix ini, dapat diperoleh beberapa besaran untuk mengukur kinerja sistem, diantaranya yang digunakan dalam penelitian ini adalah akurasi (accuracy) dan sensitivitas (sensitivity). Akurasi digunakan untuk mengukur prosentase pengenalan secara keseluruhan dan dihitung sebagai jumlah data testing yang dikenali dengan benar (sesuai kelasnya) dibagi dengan jumlah seluruh data testing. Sedangkan sensitivitas atau yang disebut juga recall digunakan untuk mengukur prosentase pengenalan untuk masing-masing kelas dan dihitung sebagai jumlah data testing untuk satu kelas tertentu yang dikenali dengan benar (sesuai kelasnya) dibagi dengan jumlah seluruh data testing untuk kelas tersebut. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk melakukan pengujian, diambil data 0 kelas gerak isyarat kata yang masing-masing mempunyai 20 data sampel, sehingga terdapat total 200 dataset. Dari 20 data sampel, diambil 0 data sampel untuk masing-masing kelas sebagai data testing dan 0 sisanya sebagai data template. Perangkat yang digunakan untuk komputasi menggunakan Netbook Acer Aspire 380T dengan spesifikasi Intel Core2Solo,4GHz FSB 800MHz, RAM 2GB DDR3 dan Graphic Card Intel GMA 4500MHD. Sedangkan tool yg digunakan adalah bahasa pemrograman Delphi versi 7.0 untuk proses akusisi data dan Matlab versi 7.0 untuk komputasi proses pengenalannya. Pengujian yang dilakukan adalah dua jenis pengujian, yaitu yang berhubungan prosentase pengenalan dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk proses pengenalan. Gambar 3 : A) dua sekuensial Q dan C; B) matrik warping dimana bagian yang gelap adalah warping path yang optimal; C) hasil penyelarasan [3] 2.5. Evaluasi Kinerja Sistem Kinerja sistem pengenalan bahasa isyarat ini dievaluasi menggunakan confusion matrix. Confusion matrix berisi informasi detail tentang hasil pengenalan (klasifikasi) oleh sistem terhadap data testing yang disusun membentuk matrik. Elemen pada diagonal utama () confusion matrix menunjukkan jumlah data testing yang dikenali dengan benar (sesuai kelasnya) oleh sistem, Gambar 4 : Pengaruh jumlah template terhadap akurasi
5 Pengujian pertama dilakukan untuk melakukan pengenalan untuk semua data testing dengan menggunakan data template tiap kelas yang berbeda, yaitu sampai dengan 0. Hasil pengujian ini ditunjukkan pada gambar 4 dan tabel 3. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin besar jumlah template, maka dihasilkan akurasi yang semakin besar, tetapi hal ini tidak selalu berlaku untuk sensitivitasnya (yang menunjukkan prosentase pengenalan untuk masing-masing kelas), sebagaimana ditunjukkan pada tabel 3. Akurasi terbesar adalah 00% dengan menggunakan 0 data template tiap kelasnya. Tabel 3. Sensitivitas untuk jumlah template per kelas yang berbeda Gambar 5 : Isyarat kata abang dan cacing Pengujian kedua dilakukan untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan untuk proses pengenalan satu data testing terhadap jumlah template yang berbeda untuk tiap kelasnya. Hasil pengujian ini ditunjukkan pada gambar 6. Dari 0 kelas, isyarat kata yang sulit dikenali adalah kata abang, yang oleh sistem dikenali sebagai isyarat kata cacing sebagaimana ditunjukkan oleh confusion matrix pada tabel 4. Isyarat kata abang mempunyai awal gerakan tangan yang sama dengan isyarat tangan cacing, dan pada keduanya terdapat bentukan jari tangan yang hampir sama (sebagaimana gambar 5), sehingga dikenali sama oleh sistem. Gerakan isyarat kata cacing lebih pendek dari gerakan isyarat abang, yang diawali dengan gerakan yang sama dan dengan lekukan telunjuk tangan yang hampir sama, yaitu tangan mengenggam, tapi untuk isyarat kata cacing dengan jari telunjuk lurus kemudian menekuk. Tabel 4. Confusion matrix untuk testing dengan jumlah template per kelas 5 sampai dengan 8. Gambar 6: Pengaruh jumlah template terhadap waktu Besaran waktu waktu yang terukur sebenarnya relatif bergantung perangkat dan tool komputasi yang digunakan. Oleh karena itu, hasil yang didapat lebih ditujukan untuk sifat linerieritasnya dan kemungkinannya untuk bisa diterapkan pada proses pengenalan secara online. Hasil pengujian kedua ini menunjukkan bahwa semakin besar jumlah template yang digunakan maka waktu yang diperlukan juga semakin lama, akan tetapi kenaikannya bersifat linier dan dimungkinkan untuk diterapkan pada proses pengenalan secara online. 4. KESIMPULAN Penelitian ini mengembangkan sistem pengenalan bahasa isyarat Indonesia berbasis sensor accelerometer dan sensor flex. Pada tahap penelitian ini, dilakukan pengujian untuk mengenali 0 isyarat kata (kelas) SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia) dengan menggunakan metode Dynamic Time
6 Warping (DTW). Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode DTW yang digunakan mampu mengenali isyarat kata dengan akurasi sampai dengan 00%. Sampai saat ini penelitian masih dikembangkan untuk penggunaan dataset yang lebih besar dan kemungkinan penerapan secara langsung (online) dalam bentuk prototipe/alat penerjemah isyarat bahasa Indonesia. Penelitian ini mendapat bantuan dana dari Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi melalui Beasiswa Program Pasca Sarjana (BPPS) untuk periode tahun akademik 2009/200 sampai dengan 200/20. DAFTAR REFERENSI [] Ahmad Akl, Shakrokh Valaee (200). Accelerometer-Based Gesture Recognition via Dynamic-Time Warping, Affinity Propagation & Compressive Sensing. IEEE ICASSP. pp [2] A. Piyush Shanker, A.N. Rajagopalan (2007). Offline signature verification using DTW. Pattern Recognition Letters 28, pp [3] Eamonn Keogh (2002). Exact indexing of dynamic time warping. Proceedings of the 28 th VLDB Conference, Hong Kong, China [4] Eamonn J. Keogh, Michael J. (2000). Scaling up Dynamic Time Warping for mining Applications. ACM. pp [5] Y.-H.Lee, C.-Y.Tsai, (2009), Taiwan sign language (TSL) recognition based on 3D data and neural networks, Expert Systems with Applications 36, pp [6] M.AL-Rousan et al., (2009), Video-based signerindependent Arabic sign language recognition using hidden Markov models, Applied Soft Computing 9, pp [7] W.Gaoetal, (2004), A Chinese sign language recognition system based on SOFM/SRN/HMM, Pattern Recognition 37, pp [8] C.Oz, M.C.Leu, (2007), Linguistic properties based on American Sign Language isolated word recognition with artificial neural networks using a sensory glove and motion tracker, Neuro computing 70, pp [9] Evita Tunjung Sekar (200), Perancangan dan Implementasi Prototipe Sistem Pengenalan Bahasa Isyarat. Tesis Magister ITB. Bandung. [0] Spectra Symbol, Flex Sensor FS [] [2] Parallax Inc (2007), Hitachi H48C 3-Axis Accelerometer Module (#28026) Rev.2 [3] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 995, Kamus Sistem Isyarat Bahasa Indonesia. [4] Compumine. Evaluating a classification model What does precision and recall tell me?, etter/2007/precision-recall [5] J. Liu et al. (2009), uwave: Accelerometerbased personalized gesture recognition and its applications, Pervasive and Mobile Computing 5, pp
Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Mauridhi Hery Purnomo, M.Eng Dr. I Ketut Eddy Purnama, ST, MT
Pengenalan Bahasa Isyarat Indonesia Berbasis Sensor Flex dan Accelerometer Menggunakan Dynamic Time Warping Mohammad Iqbal 2209 205 024 Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Mauridhi Hery Purnomo, M.Eng Dr. I Ketut
PERANCANGAN SARUNG TANGAN UNTUK PENGENALAN SISTEM ISYARAT BAHASA INDONESIA BERBASIS SENSOR
Prosiding SNATIF Ke-1 Tahun 201 4 ISBN: 978-602-1180-04-4 PERANCANGAN SARUNG TANGAN UNTUK PENGENALAN SISTEM ISYARAT BAHASA INDONESIA BERBASIS SENSOR Mohammad Iqbal 1*, Endang Supriyati 2 1 Program Studi
RANCANG BANGUN APLIKASI MONITORING DAN REKAM DATA SISTEM PENGENALAN SISTEM ISYARAT BAHASA INDONESIA BERBASIS SENSOR
RANCANG BANGUN APLIKASI MONITORING DAN REKAM DATA SISTEM PENGENALAN SISTEM ISYARAT BAHASA INDONESIA BERBASIS SENSOR Mohammad Iqbal Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Elektro Universitas Muria Kudus
BAHASA isyarat adalah bahasa yang mengutamakan komunikasi
Pendekatan Polinomial dan Zero Crossing Untuk Parsing Kata Bahasa Isyarat Indonesia Pada Data Rekaman Finger Motion Capture Widda Ayui Silma, I Ketut Eddy Purnama, Ahmad Zaini Ringkasan Komunikasi antara
Pendekatan Polinomial dan Zero Crossing Untuk Parsing Kata Pada Data Rekaman Finger Motion Capture
Pendekatan Polinomial dan Zero Crossing Untuk Parsing Kata Pada Data Rekaman Finger Motion Capture Widda Ayui Silma 2207100096 Dosen Pembimbing: 1) Dr I Ketut Eddy Purnama, S.T., M.T. 2) Ahmad Zaini, S.T.,
Visualisasi Model 3D Jari Menggunakan Finger Motion Capture
1 Visualisasi Model 3D Jari Menggunakan Finger Motion Capture Heri Risman, Ahmad Zaini, dan Muhtadin Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief
SENSOR GERAK DENGAN LEAP MOTION UNTUK MEMBANTU KOMUNIKASI TUNA RUNGU/WICARA
SENSOR GERAK DENGAN LEAP MOTION UNTUK MEMBANTU KOMUNIKASI TUNA RUNGU/WICARA Achmad Basuki, Muhammad Zikky, Jauari Akhmad Nur Hasim, Naufal Ilham Ramadhan Program Studi Teknik Informatika Politeknik Elektronika
SISTEM IDENTIFIKASI KODE TANGAN MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS DAN BACKPROPAGATION
SISTEM IDENTIFIKASI KODE TANGAN MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS DAN BACKPROPAGATION Holisah, Prihastuti Harsani dan Arie Qur ania [email protected] Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika
Pengembangan Perangkat Finger Motion Capture Berbasis Flex Sensor
PROCEEDING SEMINAR PENELITIAN JURUSAN TEKNIK ELETRO FTI-ITS 1 Pengembangan Perangkat Finger Motion Capture Berbasis Flex Sensor Danny Kusuma Wardana 1), Dr. I Ketut Eddy Purnama ST.,MT 2), Ahmad Zaini
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Permasalahan
1.1 Latar Belakang Permasalahan BAB I PENDAHULUAN Bahasa isyarat adalah salah satu media komunikasi utama bagi para penderita tuna-rungu di seluruh dunia. Pengguna bahasa isyarat di seluruh dunia cukup
PENGEMBANGAN SARUNG TANGAN WIRELESS UNTUK PENGENALAN SISTEM ISYARAT BAHASA INDONESIA BERBASIS MODUL BLUETOOTH HC-05
PENGEMBANGAN SARUNG TANGAN WIRELESS UNTUK PENGENALAN SISTEM ISYARAT BAHASA INDONESIA BERBASIS MODUL BLUETOOTH HC-05 Mohammad Iqbal 1*, Endang Supriyati 2, Tri Listyorini 2 1 Program Studi Teknik Elektro,
Sistem Pengenalan Wajah Pada Mesin Absensi Mahasiswa Menggunakan Metode PCA Dan DTW
The 13 th Industrial Electronics Seminar 2011 (IES 2011) Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya (EEPIS), Indonesia, October 26, 2011 Sistem Pengenalan Wajah Pada Mesin Absensi Mahasiswa
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Untuk merancang aplikasi ini dibutuhkan landasan teori yang dapat membantu dalam merancang aplikasi. Berikut adalah beberapa teori yang dipergunakan dalam perancangan aplikasi ini.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian ini mengacu pada tahapan proses yang ada pada sistem
21 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian ini mengacu pada tahapan proses yang ada pada sistem pengenalan wajah ini yaitu input, proses dan output. Dengan input bahan penelitian
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN Tahap 1 : Identifikasi Permasalahan Mencari literatur-literatur yang berhubungan dengan bahan penelitian. Tahap 2 : Pengambilan Data Training : Testing 5 : 1 150 : 30 Dari 10 responden
Perbaikan Sistem Kendali Robot Tangan EH1 Milano Menggunakan Sistem Kendali Loop Tertutup
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 4, No. 1, (2015) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) A-59 Perbaikan Sistem Kendali Robot Tangan EH1 Milano Menggunakan Sistem Kendali Loop Tertutup Muhammad Faris Zaini Fu ad, Achmad
SISTEM IDENTIFIKASI CITRA JENIS KUNYIT (Curcuma Domestica Val.) MENGGUNAKAN METODE KLASIFIKASI MINKOWSKI DISTANCE FAMILY
SISTEM IDENTIFIKASI CITRA JENIS KUNYIT (Curcuma Domestica Val.) MENGGUNAKAN METODE KLASIFIKASI MINKOWSKI DISTANCE FAMILY 1 Devi Puspita Sari (08018272), 2 Abdul Fadlil (0510076701) 1 Program Studi Teknik
BAB I PENDAHULUAN. seperti tunarungu dan tunawicara. Tunarungu dan tunawicara merupakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Disabilitas merupakan salah satu isu yang penting untuk diperhatikan di Indonesia. Terdapat banyak jenis disabilitas berdasarkan keterbatasannya masingmasing,
PERANCANGAN DAN REALISASI SARUNG TANGAN PENERJEMAH BAHASA ISYARAT KE DALAM UCAPAN BERBASIS MIKROKONTROLER ABSTRAK
PERANCANGAN DAN REALISASI SARUNG TANGAN PENERJEMAH MIKROKONTROLER Disusun oleh: Julio Narabel (0822012) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,, Jln. Prof.Drg. Suria Sumantri, MPH no.65, Bandung, Indonesia,
ISBN PROSIDING SEMINAR NASIONAL EMBEDDED SYSTEM
ISBN 978-979-15035-1-8 PROSIDING SEMINAR NASIONAL EMBEDDED SYSTEM Revitalisasi Klaster Industri Perangkat Telematika Nasional Bandung, 20 September 2012 Pusat Penelitian Informatika Lembaga Ilmu Pengetahuan
KAMERA PENDETEKSI GERAK MENGGUNAKAN MATLAB 7.1. Nugroho hary Mindiar,
KAMERA PENDETEKSI GERAK MENGGUNAKAN MATLAB 7.1 Nugroho hary Mindiar, 21104209 Mahasiswa Sarjana Strata Satu (S1) Jurusan Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Gunadarma [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. menggunakan voice recognition dapat membantu user memilih produk buah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Buah Semangka adalah tanaman merambat yang berasal dari daerah gurun di Afrika bagian selatan (Agritekno, tt). Buah semangka masih sekerabat dengan labulabuan. Buah
APLIKASI ATMEGA 8535 DALAM PEMBUATAN ALAT UKUR BESAR SUDUT (DERAJAT)
APLIKASI ATMEGA 8535 DALAM PEMBUATAN ALAT UKUR BESAR SUDUT (DERAJAT) Ery Safrianti 1, Rahyul Amri 2, Setiadi 3 Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Riau Kampus Bina Widya, Jalan Subrantas
Visualisasi Model 3D Jari Menggunakan Finger Motion Capture Berbasis Flex sensors
PROCEEDING SEMINAR PENELITIAN JURUSAN TEKNIK ELETRO FTI-ITS 1 Visualisasi Model 3D Menggunakan Finger Motion Capture Berbasis Flex sensors Nugroho Adi P 1), I Ketut Eddy Purnama 2), Muhtadin 3) Jurusan
BAB 1 PENDAHULUAN. Sistem Pakar (Expert System), Jaringan Saraf Tiruan (Artificial Neural Network), Visi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era yang semakin maju ini, teknologi telah memegang peranan penting dalam kehidupan manusia sehari-hari, sehingga kemajuannya sangat dinantikan dan dinikmati para
Pengenalan Bahasa Isyarat Tangan Menggunakan Metode PCA dan Haar-Like Feature
Pengenalan Bahasa Isyarat Tangan Menggunakan Metode PCA dan Haar-Like Feature Dosen Pembimbing : 1) Prof.Dr.Ir. Mauridhi Hery Purnomo M.Eng. 2) Dr. I Ketut Eddy Purnama ST., MT. Oleh : ATIK MARDIYANI (2207100529)
APLIKASI IDENTIFIKASI ISYARAT TANGAN SEBAGAI PENGOPERASIAN E-KIOSK
APLIKASI IDENTIFIKASI ISYARAT TANGAN SEBAGAI PENGOPERASIAN E-KIOSK Wiratmoko Yuwono Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya-ITS Jl. Raya ITS, Kampus ITS, Sukolilo Surabaya 60111
Sistem Gesture Accelerometer dengan Metode Fast Dynamic Time Warping (FastDTW)
Jurnal Sistem Informasi Bisnis 02(2015) On-line : http://ejournal.undip.ac.id/index.php/jsinbis 151 Sistem Gesture Accelerometer dengan Metode Fast Dynamic Time Warping (FastDTW) Sam F. Chaerul Haviana
BAB III METODOLOGI. Dalam penelitian ini digunakan perangkat keras komputer dengan spesifikasi sebagai berikut:
BAB III METODOLOGI Pada bab ini akan dijelaskan secara lebih menyeluruh mengenai metodologi penelitian yang diusulkan dalam pembuatan sistem penerjemah bahasa isyarat sehingga didapat sistem yang handal.
Tidak ada tepat satu teori untuk menyelesaikan problem pengenalan pola Terdapat model standar yang dapat dijadikan teori acuan
Terdapat banyak jenis pola: Pola visual Pola temporal Pola logikal Tidak ada tepat satu teori untuk menyelesaikan problem pengenalan pola Terdapat model standar yang dapat dijadikan teori acuan Statistik
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Berikut merupakan desain penelitian yang akan digunakan pada proses penelitian penerapan Hidden Markov Models : 40 Studi Literatur dan Kepustakaan Rumusan
PENGENALAN KARAKTER DENGAN MENGGUNAKAN HAMMING NETWORK
PENGENALAN KARAKTER DENGAN MENGGUNAKAN HAMMING NETWORK Thiang Jurusan Teknik Elektro, Universitas Kristen Petra Siwalankerto 121-131, Surabaya, Indonesia E-mail: [email protected] Abstrak Makalah ini
PENGEMBANGAN SISTEM PEROLEHAN CITRA BERBASIS ISI PADA CITRA BATIK MENGGUNAKAN METODE INTEGRATED COLOR AND INTENSITY CO-OCCURRENCE MATRIX (ICICM)
PENGEMBANGAN SISTEM PEROLEHAN CITRA BERBASIS ISI PADA CITRA BATIK MENGGUNAKAN METODE INTEGRATED COLOR AND INTENSITY CO-OCCURRENCE MATRIX (ICICM) Rima Tri Wahyuningrum *) Program Studi Teknik Informatika,
PENGENALAN POLA BENTUK BUNGA MENGGUNAKAN PRINCIPLE COMPONENT ANALYSIS DAN K-NN
PENGENALAN POLA BENTUK BUNGA MENGGUNAKAN PRINCIPLE COMPONENT ANALYSIS DAN K-NN Herfina 1) 1) Program Studi Ilmu Komputer, FMIPA Universitas Pakuan Jl. Pakuan PO BOX 452, Ciheuleut Bogora email : [email protected]
Eddy Nurraharjo Program Studi Teknik Informatika, Universitas Stikubank Semarang
Eddy Nurraharjo Program Studi Teknik Informatika, Universitas Stikubank Semarang email: [email protected] Abstrak Teknologi elektronika dalam komponen/elemen dasar elektronika maupun pada sebuah
Peningkatan Kualitas Citra Digital Berbasis Color Constancy Menggunakan Gray World
Peningkatan Kualitas Citra Digital Berbasis Color Constancy Menggunakan Heri Priya Waspada, *, Supeno Mardi Susiki Nugroho, Eko Mulyanto Yuniarno S Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, ITS Surabaya
AKUISISI DATA PADA SLOT READER MENGGUNAKAN KOMPUTER UNTUK MEMONITOR
AKUISISI DATA PADA SLOT READER MENGGUNAKAN KOMPUTER UNTUK MEMONITOR Disusun Oleh: Ary kashogy 0622066 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Maranatha, Jl. Prof.Drg.Suria Sumantri,
Sistem Pengenalan Bahasa Isyarat Indonesia dengan Menggunakan Metode Fuzzy K-Nearest Neighbor
Sistem Pengenalan Bahasa Isyarat Indonesia dengan Menggunakan Metode Fuzzy K-Nearest Neighbor Agum Agidtama Gafar 1, Jayanti Yusmah Sari 2 Program Studi Teknik Informatika, Universitas Halu Oleo, Kendari,
BAB III METODELOGI PENELITIAN. Desain penelitian adalah langkah dan proses yang akan dilakukan dalam
BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian adalah langkah dan proses yang akan dilakukan dalam sebuah penelitian. Desain penelitian merupakan pokok utama yang mesti dikerjakan
SELF-STABILIZING 2-AXIS MENGGUNAKAN ACCELEROMETER ADXL345 BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8
SELF-STABILIZING 2-AXIS MENGGUNAKAN ACCELEROMETER ADXL345 BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8 I Nyoman Benny Rismawan 1, Cok Gede Indra Partha 2, Yoga Divayana 3 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas
BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. DESKRIPSI KERJA SISTEM Gambar 3.1. Blok diagram sistem Satelit-satelit GPS akan mengirimkan sinyal-sinyal secara kontinyu setiap detiknya. GPS receiver akan
INTEGRATION AND EVALUATION USING PATTERN RECOGNITION FOR MOBILE ROBOT NAVIGATION. Iman H. Kartowisastro.; Budiyanto Mulianto; Valentinus Rahardjo
INTEGRATION AND EVALUATION USING PATTERN RECOGNITION FOR MOBILE ROBOT NAVIGATION Iman H. Kartowisastro.; Budiyanto Mulianto; Valentinus Rahardjo Jurusan Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Dalam perancangan dan implementasi jari animatronik berbasis mikrokontroler ini menggunakan beberapa metode rancang bangun yang pembuatannya terdapat
Program Aplikasi Komputer Pengenalan Angka Dengan Pose Jari Tangan Sebagai Media Pembelajaran Interaktif Anak Usia Dini
Program Aplikasi Komputer Pengenalan Angka Dengan Pose Jari Tangan Sebagai Media Pembelajaran Interaktif Anak Usia Dini Wawan Kurniawan Jurusan PMIPA, FKIP Universitas Jambi [email protected] Abstrak
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengembangan Sistem Pengenalan Wajah 2D
30 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengembangan Sistem Pengenalan Wajah 2D Penelitian ini mengembangkan model sistem pengenalan wajah dua dimensi pada citra wajah yang telah disiapkan dalam
PENGENALAN POLA TANDA TANGAN MENGGUNAKAN METODE MOMENT INVARIANT DAN JARINGAN SYARAF RADIAL BASIS FUNCTION (RBF)
Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Yogyakarta, 14 Mei 2011 PENGENALAN POLA TANDA TANGAN MENGGUNAKAN METODE MOMENT INVARIANT DAN JARINGAN SYARAF
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. a. Spesifikasi komputer yang digunakan dalam penelitian ini adalah
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian 3.1.1 Alat Penelitian a. Spesifikasi komputer yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Prosesor Intel (R) Atom (TM) CPU N550
Bulu mata. Generalisasi= Jumlah pola dikenali dengan benar x 100% Jumlah total pola
Generalisasi Hasil penelitian ini diukur menggunakan nilai konvergen dan generalisasi. Nilai konvergen adalah tingkat kecepatan jaringan untuk mempelajari pola input yang dinyatakan dalam satuan iterasi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Elektromiografi (EMG) adalah sebuah teknik yang digunakan untuk merekam aktivitas elektris yang dihasilkan oleh kontraksi otot manusia. EMG didesain dan digunakan untuk
Rancangan Kontroler Perangkat Keras EH1 Milano dengan Modul Wireless Electronics
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 4, No. 1, (2015) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) A-53 Rancangan Kontroler Perangkat Keras EH1 Milano dengan Modul Wireless Electronics Idil Fitrianto, Achmad Arifin, dan Mohammad
PENERAPAN METODE MOST SIGNIFICANT BIT UNTUK PENYISIPAN PESAN TEKS PADA CITRA DIGITAL
Pelita Informatika Budi Darma, Volume : IV, Nomor:, Agustus 23 ISSN : 23-9425 PENERAPAN METODE MOST SIGNIFICANT BIT UNTUK PENYISIPAN PESAN TEKS PADA CITRA DIGITAL Harry Suhartanto Manalu (9259) Mahasiswa
Traffic IP Camera untuk Menghitung Kendaraan Roda Empat Menggunakan Metode Luasan Piksel
1 Traffic IP Camera untuk Menghitung Kendaraan Roda Empat Menggunakan Metode Luasan Piksel Andi Muhammad Ali Mahdi Akbar, Arief Kurniawan, Ahmad Zaini Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Industri Institut
PENGENALAN ABJAD SISTEM ISYARAT BAHASA INDONESIA (SIBI) BERBASIS KAMERA DEPTH
ISSN 1858-4667 JURNAL LINK VOL 24/No. 1/Februari 2016 PENGENALAN ABJAD SISTEM ISYARAT BAHASA INDONESIA (SIBI) BERBASIS KAMERA DEPTH Cucun Very Angkoso 1, Muhammad Fuad 2, Dian Rusydi Hadiwineka 3 Program
Implementasi Algoritma Knuth Morris Pratt pada Alat Penerjemah Suara
Implementasi Algoritma Knuth Morris Pratt pada Alat Penerjemah Suara Bima Laksmana Pramudita (13511042) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
III. METODE PENELITIAN. Pengerjaan tugas akhir ini bertempat di laboratorium Terpadu Teknik Elektro
III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Pengerjaan tugas akhir ini bertempat di laboratorium Terpadu Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Universitas Lampung pada bulan Desember 2013 sampai
Manipulator Pergerakan Kaki Manusia Dengan Kontrol Mikrokontroller
Manipulator Pergerakan Kaki Manusia Dengan Kontrol Mikrokontroller Edilla 1), Agus Wijianto 2), Adi Sucipto 3) 1) Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Caltex Riau, Pekanbaru 28265, email: [email protected]
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Program Studi Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang Abstrak. Saat ini, banyak sekali alternatif dalam
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan September 2011 s/d bulan Februari
48 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan September 2011 s/d bulan Februari 2012. Pembuatan dan pengambilan data dilaksanakan di Laboratorium
BAB III METODE PENELITIAN. dan bahan, agar mendapatkan hasil yang baik dan terstruktur. Processor Intel Core i3-350m.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Untuk menunjang penelitian yang akan dilakukan, maka diperlukan alat dan bahan, agar mendapatkan hasil yang baik dan terstruktur. 3.1.1 Alat Penelitian Adapun
Verifikasi Citra Wajah Menggunakan Metode Discrete Cosine Transform Untuk Aplikasi Login
The 13 th Industrial Electronics Seminar 011 (IES 011) Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya (EEPIS), Indonesia, October 6, 011 Verifikasi Citra Wajah Menggunakan Metode Discrete Cosine
PENGENALAN PLAT NOMOR KENDARAAN DALAM SEBUAH CITRA MENGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN ABSTRAK
PENGENALAN PLAT NOMOR KENDARAAN DALAM SEBUAH CITRA MENGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN Decy Nataliana [1], Sabat Anwari [2], Arief Hermawan [3] Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Institut
SISTEM PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN WEBCAM UNTUK ABSENSI DENGAN METODE TEMPLATE MATCHING
SISTEM PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN WEBCAM UNTUK ABSENSI DENGAN METODE TEMPLATE MATCHING Mohamad Aditya Rahman, Ir. Sigit Wasista, M.Kom Jurusan Teknik Elektronika, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
PENGENALAN BAHASA ISYARAT HURUF ABJAD MENGGUNAKAN METODE LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) SKRIPSI
PENGENALAN BAHASA ISYARAT HURUF ABJAD MENGGUNAKAN METODE LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) SKRIPSI Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer Pada Departemen Ilmu Komputer/Informatika
BAB I PENDAHULUAN. Citra digital adalah gambaran dari suatu objek yang bersifat analog berupa
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Citra digital adalah gambaran dari suatu objek yang bersifat analog berupa sinyal-sinyal video pada monitor teleovisi, atau bersifat digital yang dapat langsung disimpan
UJI KINERJA FACE RECOGNITION MENGGUNAKAN EIGENFACES
1 Uji Kinerja Face Recognition Menggunakan Eigenfaces UJI KINERJA FACE RECOGNITION MENGGUNAKAN EIGENFACES ABDUL AZIS ABDILLAH 1 1STKIP Surya, Tangerang, Banten, [email protected] Abstrak. Pada paper
Konsep Dasar Pengolahan Citra. Pertemuan ke-2 Boldson H. Situmorang, S.Kom., MMSI
Konsep Dasar Pengolahan Citra Pertemuan ke-2 Boldson H. Situmorang, S.Kom., MMSI Definisi Citra digital: kumpulan piksel-piksel yang disusun dalam larik (array) dua-dimensi yang berisi nilai-nilai real
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi di dunia telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, terutama di bidang robotika. Saat ini robot telah banyak berperan dalam kehidupan manusia. Robot adalah
BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian untuk pengenalan nama objek dua dimensi pada citra
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian untuk pengenalan nama objek dua dimensi pada citra adalah sebagai berikut. Gambar 3.1 Desain Penelitian 34 35 Penjelasan dari skema gambar
IMPLEMENTASI ALGORITMA FRACTAL NEIGHBOUR DISTANCE UNTUK FACE RECOGNITION
IMPLEMENTASI ALGORITMA FRACTAL NEIGHBOUR DISTANCE UNTUK FACE RECOGNITION Garibaldy W Mukti 13506004 Teknik Informatika ITB alamat : Srigading 29, Bandung 40132 email: [email protected] ABSTRAK
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI PENERJEMAH BAHASA ISYARAT MENJADI SUARA BERBASIS KINECT MENGGUNAKAN METODE DYNAMIC TIME WARPING
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI PENERJEMAH BAHASA ISYARAT MENJADI SUARA BERBASIS KINECT MENGGUNAKAN METODE DYNAMIC TIME WARPING DESIGN AND IMPLEMENTATION OF SIGN LANGUAGE TO SPEECH APPLICATION BASED
SISTEM ABSENSI MAHASISWA SECARA VISUAL MENGGUNAKAN WEBCAM DENGAN DYNAMIC TIMES WARPING
SISTEM ABSENSI MAHASISWA SECARA VISUAL MENGGUNAKAN WEBCAM DENGAN DYNAMIC TIMES WARPING Sandra Agustyan Putra (1), Sigit Wasista (2), Bima Sena Bayu D (2) (1) Mahasiswa Program Studi Teknik Komputer, (2)
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Universitas Sumatera Utara
BAB 1 PENDAHULUAN Pada bab ini dijelaskan tentang latar belakang penelitian dibuat, rumusan masalah, batasan masalah yang akan dibahas, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian yang
PENGARUH PEMAKAIAN EDGE DETECTION PADA SISTEM PENGENALAN HURUF KAPITAL TULISAN TANGAN
Jurnal Teknik dan Ilmu Komputer PENGARUH PEMAKAIAN EDGE DETECTION PADA SISTEM PENGENALAN HURUF KAPITAL TULISAN TANGAN (The Influence of Edge Detection Use on Capital Letter Hand Writing Recognition System)
BAB I PENDAHULUAN. Suara merupakan salah satu media komunikasi yang paling sering dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Suara merupakan salah satu media komunikasi yang paling sering dan umum digunakan oleh manusia. Manusia dapat memproduksi suaranya dengan mudah tanpa memerlukan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. manusia dengan menggunakan metode Gabor Filter dan Algoritma
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Berikut merupakan desain penelitian yang akan digunakan pada proses rancang bangun aplikasi sistem pengenalan pola fraktur tengkorak manusia dengan menggunakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Wicara atau ucapan adalah cara berkomunikasi yang paling sederhana dan sering digunakan oleh manusia. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, proses komunikasi
DAFTAR ISI. DAFTAR ISI... vii. DAFTAR GAMBAR... x. DAFTAR TABEL... xii I. PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah...
DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI... vii DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR TABEL... xii I. PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan Masalah... 2 1.3 Batasan Masalah... 2 1.4 Tujuan... 3 1.5 Manfaat...
Yoga Satria Putra 1, Astri Novianty, S.T., M.T. 2, Nurfitri Anbarsanti, S.T., M.T. 3
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENGENALAN BAHASA ISYARAT INDONESIA MENGGUNAKAN KOMBINASI SENSOR DEPTH IMAGE DAN HUMAN SKELETON KINECT DENGAN METODE HMM DESIGN AND IMPLEMENTATION RECOGNITION SYSTEM
PENDETEKSI DOCKING STATION MENGGUNAKAN ROTATION INVARIANT LOCAL BINARY PATTERN PADA VISUAL BASED SERVICE ROBOT
PENDETEKSI DOCKING STATION MENGGUNAKAN ROTATION INVARIANT LOCAL BINARY PATTERN PADA VISUAL BASED SERVICE ROBOT Riza Agung Firmansyah 1), Djoko Purwanto 2), Ronny Mardiyanto 3) 1), 2),3) Teknik Elektro
BAB I PENDAHULUAN. orang lain. Tuntutan keamanan menjadi semakin kompleks, apalagi bila data itu dikirimkan, dan
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah keamanan dan kerahasiaan data merupakan salah satu aspek yang sangat penting dari sistem berbasis komputer, informasi tidak akan berguna lagi bila telah disadap
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Dimensi : 30 x 22 x 9CM, Bobot 2.4 Kg. Display : layar LCD 16 x 2 karakter, 71.2 x 25.2 mm, 6.
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 41 Spesifikasi sistem Dimensi : 30 x 22 x 9CM, Bobot 24 Kg Display : layar LCD 16 x 2 karakter, 712 x 252 mm, 65 inchi Processor : Microcontroller with 128K Bytes, Clock
Implementasi Teori Graf Dalam Masalah Fingerprint Recognition (Pengenalan Sidik Jari)
Implementasi Teori Graf Dalam Masalah Fingerprint Recognition (Pengenalan Sidik Jari) Amalfi Yusri Darusman Jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung, jalan Ganesha 10 Bandung, email : [email protected]
ANALISIS CITRA WAJAH DENGAN HIMPUNAN FUZZY EIGEN TERBESAR
ANALISIS CITRA WAJAH DENGAN HIMPUNAN FUZZY EIGEN TERBESAR Shinta Puspasari MDP Computer and Informatics Management Institute Jl. Rajawali 14, Palembang, 30113, Indonesia e-mail : [email protected] ABSTRAKSI
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Citra, Pengolahan Citra, dan Pengenalan Pola Citra dapat dijelaskan sebagai dua dimensi dari fungsi f(x,y) dimana x dan y tersebut adalah sebuah koordinat pada bidang
Brilianda Adi WIcaksono Bidang Studi Elektronika Jurusan Teknik Elektro FTI Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Rancang Bangun Sistem Pencacah Frekuensi Untuk Sensor Gas Quartz Crystal Microbalance (DESIGN OF FREQUENCY COUNTER SYSTEM FOR QUARTZ CRYSTAL MICROBALANCE GAS SENSOR) Brilianda Adi WIcaksono 2209 100 014
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengenalan ucapan (speech recognition) merupakan sistem yang dirancang untuk dapat mengenali sinyal suara, sehingga menghasilkan keluaran berupa tulisan. Input dari
BAB III PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK MENENTUKAN JENIS KAWANAN IKAN, JARAK KAWANAN IKAN, DAN POSISI KAPAL
xxxi BAB III PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK MENENTUKAN JENIS KAWANAN IKAN, JARAK KAWANAN IKAN, DAN POSISI KAPAL Perangkat lunak pengenal gelombang perubahan fasa ini dilakukan dengan menggunakan komputer
PENGENALAN WAJAH DENGAN METODE ADJACENT PIXEL INTENSITY DIFFERENCE QUANTIZATION TERMODIFIKASI
PENGENALAN WAJAH DENGAN METODE ADJACENT PIXEL INTENSITY DIFFERENCE QUANTIZATION TERMODIFIKASI Nama Mahasiswa : Yuliono NRP : 1206 100 720 Jurusan : Matematika Dosen Pembimbing : Drs. Soetrisno, M.IKomp
Kontrol Keseimbangan Robot Mobil Beroda Dua Dengan. Metode Logika Fuzzy
SKRIPSI Kontrol Keseimbangan Robot Mobil Beroda Dua Dengan Metode Logika Fuzzy Laporan ini disusun guna memenuhi salah satu persyaratan untuk menyelesaikan program S-1 Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas
RANCANG BANGUN PENGAMAN MOTOR INDUKSI 3 FASA TERHADAP UNBALANCE VOLTAGE DAN OVERLOAD DENGAN SISTEM MONITORING
RANCANG BANGUN PENGAMAN MOTOR INDUKSI 3 FASA TERHADAP UNBALANCE VOLTAGE DAN OVERLOAD DENGAN SISTEM MONITORING I.P. Sudiarta 1, I.W.Arta Wijaya 2, I.G.A.P. Raka Agung 3 1,2,3 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Citra Berikut adalah beberapa definisi dari citra, antara lain: rupa; gambar; gambaran (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Sebuah fungsi dua dimensi, f(x, y), di mana x dan y adalah
KLASIFIKASI KAYU DENGAN MENGGUNAKAN NAÏVE BAYES-CLASSIFIER
KLASIFIKASI KAYU DENGAN MENGGUNAKAN NAÏVE BAYES-CLASSIFIER ACHMAD FAHRUROZI 1 1 Universitas Gunadarma, [email protected] Abstrak Masalah yang akan diangkat dalam makalah ini adalah bagaimana
Implementasi Deteksi Copy-move Forgery pada Citra menggunakan Metode Histogram of Oriented Gradients (HOG)
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2, (2017) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 1 Implementasi Deteksi Copy-move Forgery pada Citra menggunakan Metode Histogram of Oriented Gradients (HOG) Ni Luh Made Asri Mulyasari,
