BAB 2 DATA DAN ANALISA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Kemasan

BAB II DATA DAN ANALISA

A. Penggunaan. B. Alat dan Bahan. Berikut ini alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan selai. 1. Alat

BAB 2 DATA DAN ANALISA. Gambar 2.1

BAB III IDENTIFIKASI DATA

f. Life-cycle : menikah (primer) &single (sekunder). g. Kewarganegaraan :Indonesia (primer) & pendatang (sekunder). 3. Psikografis a. Kelas sosial: me

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB V ANALISA SWOT, PEMASARAN, DAN LINGKUNGAN BISNIS

Bisnis Untung Besar Membuat Sirup Di Musim Lebaran

BAB 2. Data dan Analisa. Proyek desain yang akan dibuat adalah merancang kembali identitas. Sumber data yang diperoleh adalah berdasarkan :

BAB 2 DATA & ANALISA

2.4 Data Produsen Sejarah Charis

BAB 2 DATA DAN ANALISA

PENDAHULUAN. Tebu atau Saccharum officinarum termasuk keluarga rumput-rumputan. Mulai

BAB 2 DATA DAN ANALISA. ini akan diambil dari berbagai sumber, diantaranya : Senang Anak,Pak Marsa ad

BAB 2 DATA DAN ANALISA. 1. Data elektronik (internet atau online) 2. Data non elektronik (buku, media cetak)

BAB II DATA DAN ANALISA

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Makanan dan minuman merupakan hal yang penting demi berlangsungnya

RINGKASAN Herlina Gita Astuti.

TEKNOLOGI MANAJEMEN PENGEMASAN

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Sejarah dan Perkembangan Nata De Coco

BAB V KARAKTERISTIK RESPONDEN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dawet Kampung Kali Semarang, diperoleh gambaran umum responden yang

The First Food Technology Undergraduate Program Outside of North America Approved by the Institute of Food Technologists (IFT)

BAB 2 DATA DAN ANALISA

PERANCANGAN ULANG KOMUNIKASI VISUAL KEMASAN NEW DAY COFFEE CITA RASA BUAH

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 DATA DAN ANALISA

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan untuk mengetahui

BAB I PENDAHULUAN. teknologi pangan dan bahan kimia yang dibutuhkan agar mutunya baik.

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS

SELAI DAN JELI BUAH 1. PENDAHULUAN

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB III DATA A. KEMASAN

VI. ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK MINUMAN SARI BUAH MINUTE MAID PULPY ORANGE DI KOTA BOGOR

2) Segmentasi Demografi Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa

Nama :Saefulloh Lipana Kelas :4EA04 NPM :

V. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II DATA & ANALISA. Data untuk menunjang proyek Tugas Akhir ini didapat dari berbagai

4. Menurut anda jenis es batu apa yang baik digunakan?

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III IDENTIFIKASI DATA

BAB I PENDAHULUAN. Keanekaragaman dunia kuliner yang ada di Indonesia sudah tersohor

Bab 3. Metode penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi ini, muncul banyak persaingan-persaingan industri

PENGOLAHAN BUAH-BUAHAN

BAB 2 DATA DAN ANALISIS

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

DAFTAR ISI. DAFTAR ISI...iii DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... viii

Menimbang : Mengingat :

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

I. PENDAHULUAN. Minuman ringan (soft drink) adalah minuman yang tidak mengandung. alkohol, merupakan minuman olahan dalam bentuk bubuk atau cair yang

BAB I PENDAHULUAN. Rebranding Usaha Pindang Bandeng Presto Sari Rasa Pak Kumis

V. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAN KONSUMEN

BAB I PENDAHULUAN. Jumlah Konsumsi. Pertumbuhan (%) Konsumsi Per Kapita (Gram) Jumlah Populasi. Tahun

DIVERSIFIKASI PRODUK AREN UNTUK PANGAN DAN PROSPEK PASAR

BAB II IDENTIFIKASI DATA

BAB 1 PENDAHULUAN. pemilihan produk untuk dikonsumsi. Hal ini disebabkan oleh perkembangan

BAB 1. Pendahuluan. 1.1 Bentuk, Bidang, dan Perkembangan Usaha

BAB 2 Data & Analisa. Data diambil bersumber dari internet dan wawancara dengan pemilik disanda cake

BAB 2. DATA dan ANALISA

BAB 1 PENDAHULUAN. pesatnya, terutama pada usaha kecil menengah yang selalu mengalami

BAB V PENUTUP. Setelah menganalisa dan membahas data yang diperoleh dari hasil. wawancara baik dengan pihak PT Heinz ABC maupun dengan pihak TBWA\,

Customer Retention Marketing

BAB II PERENCANAAN BISNIS ES BUAH FRESH FRUIT. Ingin menjadikan Es Buah sebagai minuman yang sehat dan bergizi

I. PENDAHULUAN. karena berpengaruh terhadap eksistensi dan ketahanan hidup setiap manusia,

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan berbasis agroindustri semakin ketat. Selain itu, ketatnya

Lampiran 1. Jumlah Penduduk Kota Bogor Menurut Kelompok Jenis Kelamin Tahun

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM JAMU BOOTH GODHONG BIDANG KEGIATAN: PKM KEWIRAUSAHAAN. Diusulkan oleh:

ARTIKEL IDENTIFIKASI SAKARIN PADA MINUMAN JAJANAN DI KAWASAN PENDIDIKAN SD DI WILAYAH KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI

BAB 2 DATA DAN ANALISA

TUGAS INDIVIDU PENGANTAR MIKROBIOLOGI. Penerapan HACCP pada Proses Produksi Yoghurt

DIVERSIFIKASI OLAHAN BUAH SIRSAK BAGI KELOMPOK PEREMPUAN DI DESA BALE ABSTRAK

PENDAHULUAN. Buah-buahan tidak selalu dikonsumsi dalam bentuk segar, tetapi sebagian

BAB I PENDAHULUAN. industri pangan dengan produk utama berupa minuman serbuk aneka rasa. Perusahaan yang

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Perpustakaan Unika LAMPIRAN

BAB 2. DATA DAN ANALISA. Sumber data dan informasi untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini diperoleh dari

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. malam). Contohnya kue kaktus.jadi, makanan ringan adalah aneka makanan atau

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kinerja dan harapan atribut

BAB I PENDAHULUAN. kedelai (sari kacang kedelai). Susu kacang kedelai adalah semacam minuman

BAB VI KESADARTAHUAN DAN PREFERENSI RESPONDEN PADA IKLAN PRODUK SIRUP MARJAN

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini banyak pengusaha yang mulai membuka usaha produk kaos kaki

BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN

Lampiran 1. A. Karakteristik Responden 1. Nama Responden : 2. Usia : 3. Pendidikan :

Bisnis Susu Kedelai Tugas Karya Ilmiah Lingkungan Bisnis

BAB II IDENTITAS PRODUK C59 JUNIOR KID BANDUNG

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

PENDAHULUAN. Nira adalah cairan yang rasanya manis dan diperoleh dari bagian tandan

I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai : (1) Llatar Belakang, (2) Identifikasi

Transkripsi:

BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Sumber data dan informasi untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini, diperoleh dari beberapa sumber, antara lain: 1. Literatur Pencarian data dilakukan melalui beberapa media yang berhubungan dengan proyek yang diangkat, yaitu mengenai desain kemasan, sirup, dan home industry yang berhubungan dengan profil Putra Perkasa pada umumnya dan Sirup Astina pada khususnya, yaitu sebagai berikut: http://www.facebook.com/people/sirup-astina/ Website http://cirebonkotaku.blogspot.com/2008/09/sirop-campolaytjampolay.html http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/06/25/desain-grafispada-kemasan/ logoresource.com Buku Desain Kemasan, Marriane Rosner Klimchuk and Sandra A. Krasorvec(2007) Pantone:Guide to Communication with Color, Leatrice Eiseman (2000) 2. Wawancara dengan pihak Putra Perkasa dan Sirup Astina Perolehan data dari hasil wawancara dengan Bapak Mulyadi selaku pemilik dari Putra Perkasa, Ibu Jeni selaku pembuat formula dari Sirup Astina, dan Bapak Alan selaku Marketing Sirup Astina. 3. Kuisioner Kuisioner disebarkan di Temanggung kepada 50 responden. 3

4 Dari data yang sudah diperoleh tersebut dilakukan pengolahan data, yaitu melalui proses penyaringan dan analisa. Pada proses penyaringan, data yang sudah terkumpul diperiksa kembali untuk dipisahkan dan disesuaikan mana yang dapat dipergunakan untuk mendukung proyek tugas akhir. Proses selanjutnya adalah menganalisa, yaitu data yang sudah terpilih kemudian diolah dan diambil kesimpulan yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi sebagai dasar dalam mengambil keputusan. Hasil rangkuman pencarian data adalah sebagai berikut: 2.1.1 Pengertian Sirup Sirup adalah cairan yang kental dan memiliki kadar gula terlarut yang tinggi, namun hampir tidak memiliki kecenderungan untuk mengendapkan kristal. Untuk meningkatkan kadar gula terlarut, biasanya sirup dipanaskan. Larutan sirup menjadi super-jenuh. Sirup juga sering digunakan pada dunia obat-obatan, kuliner serta minuman. Seiring dengan berjalannya waktu muncul jenis sirup cair juga. 2.1.2 Sejarah Singkat Putra Perkasa dan Sirup Astina Berawal dari keahlian Ibu Jeni dalam membuat formula untuk sirup, maka timbul keinginan dari Bapak Mulyadi, S.E. sebagai suami dari Ibu Jeni untuk mendirikan usaha pembuatan sirup yang diberi nama Putra Perkasa pada bulan Maret tahun 1993. Perusahaan yang bergerak di bidang home industry sirup ini terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Joho, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, PO BOX 146, Kode Pos 56201. Pada awal berdiri hanya memiliki 6 orang pekerja, namun sampai sekarang sudah bertambah menjadi 10 orang pekerja tetap dan 5 orang pekerja musiman. Putra Perkasa beroperasi mulai dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Putra Perkasa pada awalnya memproduksi sirup yang diberi nama dagang Sirup Astina. Seiring dengan berjalannya waktu Ibu Jeni mulai mencoba memproduksi kecap manis dengan merek yang sama. Namun kuantitas produksi sirup jauh lebih banyak daripada produksi kecap. Komposisi dasar dari Sirup Astina terdiri dari gula, pewarna, dan perasa. Gula yang dipakai adalah gula pasir murni, bukan pemanis buatan sehingga tidak berasa pahit. Pewarna yang digunakan adalah pewarna untuk makanan. Gula pasir dan pewarna dipasok dari Jakarta. Untuk rasa dan aroma sirup menggunakan perasa yang diimpor dari Inggris dan Netherland, melalui pemasok di Jakarta. Kemasan Sirup Astina menggunakan botol kaca yang dipasok oleh distributor dari Semarang dan Temanggung. Label Sirup Astina didesain oleh Bapak Mulyadi sendiri, dan belum pernah dirubah sejak tahun 1993.

5 Proses pembuatan sirup mula-mula dilakukan dengan merebus gula yang dicampur dengan air, pewarna, dan perasa, hingga gula mencair. Setelah semua bahan tercampur merata dan mengental, sirup didinginkan terlebih dahulu sebelum dikemas dalam botol. Proses pengemasan ke dalam botol masih dilakukan dengan cara manual, yaitu menggunakan alat bantu takaran agar volume tiap-tiap botol sesuai dengan takaran. Selanjutnya, botol-botol yang telah terisi diberikan segel dan label sebelum dimasukkan ke dalam kardus untuk pengepakan sebelum dijual. Sirup Astina ini mempunyai 6 varian rasa, yaitu: Framboise, Jeruk, Nanas, Melon, Rose, dan Leci. Seiring dengan perkembangan lingkup penjualan dan permintaan konsumen, Ibu Jeni melakukan inovasi terhadap formula sirup, dan menghasilkan 2 varian baru yaitu: Anggur dan Fruit Punch. Pada tahun 1993 Sirup Astina hanya dipasarkan di sekitar daerah Temanggung dan Parakan. Kemudian seiring dengan berjalannya waktu dan semakin berkembangnya usaha sirup ini, daerah pemasaran semakin diperluas, tidak hanya di daerah Temanggung dan Parakan, tetapi juga ke Ngadirejo, Magelang, dan Ambarawa. Penjualan Sirup Astina ini disetorkan ke toko-toko dan beberapa swalayan, seperti Gardena dan Surya Swalayan. Dengan harga yang terjangkau sekitar Rp 13.500,-, satu botol sirup ini dapat disajikan menjadi 20 gelas. Sehingga sirup ini dapat menarik banyak peminat mulai dari anak-anak hingga dewasa. Sebagian besar konsumennya berpendapat bahwa rasa dari sirup ini manis dan enak, karena tidak memakai pemanis buatan. Di samping itu varian rasanya yang beraneka macam membuat konsumen bisa memilih rasa yang disukainya. Omset penjualan sirup ini mencapai 30 juta per bulan atau sekitar 360 juta per tahun dan omsetnya selalu naik tiap tahunnya. Periode puncak penjualan sirup adalah pada bulan puasa. Untuk lebih memperkenalkan Sirup Astina di pasaran, Ibu Jeni juga melakukan promosi pada event-event tertentu, misalnya pada acara bazaar di Sekolah Masehi, Ibu Jeni membuka stand Sirup Astina yang menyediakan minuman dingin Sirup Astina. Hasil penjualan pada acara ini lumayan besar, karena banyak yang menyukai rasa dari es sirup ini. 2.1.3 Visi dan Misi Perusahaan Visi: Memajukan usaha home industry terutama dalam bidang pangan melalui berbagai produk yang diproduksi oleh Putra Perkasa. Misi: Membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Menambah varian rasa dan menciptakan produk baru sesuai dengan permintaan dan selera konsumen.

6 2.1.4 Deskripsi Umum tentang Sirup Astina Visual Kemasan Kemasan sirup ini merupakan kemasan yang terbuat dari material botol kaca bekas dengan label. Visual pada kemasan sedikit terpengaruh gaya Art Deco, terlihat dari penggunaan bentuk yang geometris dan kaku. Desain sangat geometris terlihat simetris bila dilipat menjadi 2 sama besar. Pada bagian atas label terdapat pita bertuliskan syrup, kemudian di bawah pita terdapat logo Astina, di bawahnya lagi terdapat keterangan rasa dan komposisi. Warna yang dominan orange dan emas. Tipografi pada kemasan menggunakan huruf arial yang mudah dikenali. Layoutnya seimbang dan label dibuat dengan cara dicetak pada kertas kemudian dilem pada botol. Gambar 1 Gambar 2 Data Produk Nama Produk : Sirup Astina Jenis Produk : Minuman Alamat Produk : PO BOX 146, Temanggung 56201, Indonesia Tahun Daftar Merek : P-IRT No. 109332301439 Isi Bersih : 620 ml Visual : Logo Astina dan pita bertuliskan syrup

7 Komposisi Sirup Astina - Gula pasir - Asam Sitrat - Pewarna - Air - Aroma buah / perasa Varian Rasa - Framboise - Melon - Jeruk - Leci - Nanas - Rose - Anggur - Fruit Punch 2.1 Hasil Survei 2.2.1 Data Kompetitor Sirup Tjampolay Gambar 3 Data Produk Nama Produk : Siroop Tjap Buah Tjampolay

8 Jenis Produk : Minuman Alamat Produk : Cirebon Indonesia No. REG : 008760-345066 Visual : Gambar buah tjampolay Isi Bersih : 700 ml Komposisi - Gula Batu - Pewarna Varian Rasa - Pisang Susu - Rozen Roos - Strawberry - Mangga Gedong - Sirsak - Durian - Nanas - Asam Jeruk - Jeruk Nipis - Lychee - Melon - Cocopandan - Coffe Mocca - Copyor - Jambu Deskripsi Produk Siroop Tjap Buah Tjampolay ini merupakan sirup dengan bahan dasar gula batu. Didirikan sejak 11 Juli 1936. Kelebihan dari sirup ini adalah tanpa bahan pengawet dan tidak menyebabkan batuk. Siroop Tjap Buah Tjampolay ini memiliki 15 varian rasa yang bisa dinikmati. Harga di pasar sekitar Rp 18.500,00 - Rp 23.000,00. Satu botol bisa dibuat menjadi 10-15 gelas.

9 Sirup Nyonya Gwat Gambar 4 Data Produk Nama Produk : Syrup Ny. Gwat Jenis Produk : Minuman Alamat Produk : Muntilan No. REG : Dep. Kes. RI. No. Sp. 142/11.11/1994 Isi Bersih : 630 ml Visual : Gambar bunga mawar Komposisi - Pemanis buatan - Air - Pewarna - Perasa Varian Rasa - Framboise

10 Deskripsi Produk Syrup Ny. Gwat ini merupakan sirup dengan bahan dasar gula, pewarna, perasa, dan pemanis buatan. Syrup Ny. Gwat ini hanya memiliki 1 varian rasa, yaitu Framboise. Harga di pasar sekitar Rp 20.000,00. Satu botol bisa dibuat menjadi 10-15 gelas. Tabel Perbandingan Produk Nama Produk Isi Bersih Harga (Rp) 1 botol setara dengan Jumlah Varian Rasa 2.2.2 Kuisioner Sirup Astina 620ml 13.500 20 gelas 8 Sirup Ny. Gwat 630ml 20.000 10-15 gelas 1 Sirup Tjampolay 700ml 18.500 23.000 10-15 gelas 15 Tabel 1. Perbandingan produk Sirup Astina dengan kompetitor Penulis melakukan survey mengenai Sirup Astina dari sudut pandang target audience yang baru, yaitu wanita yang sudah menjadi Ibu rumah tangga, dengan umur sekitar 30-40 tahun. Survey ini dilakukan kepada 50 responden di Temanggung dengan cara membagikan kuisioner. Hasil dari survey ini akan dijelaskan dengan diagram dan telah ditabulasikan secara akurat dengan presentase. Berikut daftar pertanyaan yang diajukan dan hasil dari responden : Nama : Umur : tahun Pekerjaan: Penghasilan sebulan : o < Rp 2.000.000,00 o Rp 2.000.000,00 - Rp 3.500.000,00 o Rp 3.000.000,00 - Rp 5.000.000,00 o Rp 5.000.000,00 - Rp 7.500.000,00 < Rp 2.000.000,00 = 25 Rp 2.000.000,00 - Rp 3.500.000,00 = 16 Rp 3.000.000,00 - Rp 5.000.000,00 = 5 Rp 5.000.000,00 - Rp 7.500.000,00 = 4 1. Apakah anda suka minum sirup? o Ya o Tidak

11 Ya = 37 Tidak = 13 No. 1 13 26% Ya 37 Tidak 74% Diagram 1 Kesimpulan : Sebanyak 74% responden suka minum sirup ini membuktikan bahwa produk sirup banyak diminati oleh target audience. Hal ini merupakan peluang bagi Sirup Astina untuk meningkatkan produksinya. 2. Sirup apa yang biasa anda konsumsi? o ABC o Marjan o Tropicana Slim o Tjampolay o Astina ABC = 17 Marjan = 8 Tropicana Slim = 4 Tjampolay = 5 Astina = 16

12 No. 2 16 32% 5 10% 4 8% 17 34% 8 16% ABC Marjan Tropicana Slim Tjampolay Astina Diagram 2 Kesimpulan : Sirup ABC menjadi sirup paling disukai masyarakat Temanggung. Hasilnya sedikit bersaing dengan Sirup ABC yang mencapai 17%, sedangkan Sirup Astina 16%. Hal ini membuktikan bahwa Sirup Astina belum menjadi market leader di Temanggung. 3. Berapa standar harga sirup yang anda biasa konsumsi? o Rp 10.000,00 - Rp 15.000,00 o Rp 16.000,00 - Rp 20.000,00 o Rp 21.000,00 - Rp 25.000,00 o Rp 26.000,00 - Rp 30.000,00 Rp 10.000,00 - Rp 15.000,00 = 16 Rp 16.000,00 Rp 20.000,00 = 34 Rp 21.000,00 Rp 25.000,00 = 0 Rp 26.000,00 Rp 30.000,00 = 0 No. 3 34 68% 16 32% 10,000-15,000 16,000-20,000 21,000-25,000 26,000-30,000 Diagram 3

13 Kesimpulan : Rata-rata 68% responden membeli sirup dengan kisaran harga Rp 16.000,00 Rp 20.000,00, tetapi banyak juga yang memilih sirup dengan harga yang lebih murah. Di sini jelas bahwa masih ada responden yang mengkonsumsi sirup dengan harga yang berkisar Rp 10.000,00-Rp 15.000,00. hal ini menunjukkan bahwa Sirup Astina masih mempunyai peluang di pasar untuk bersaing dengan produk yang lebih mahal dan terkenal. 4. Pernahkah anda mendengar tentang Sirup Astina? o Pernah o Tidak pernah (langsung ke pertanyaan no. 7) Pernah = 37 Tidak pernah = 13 No. 4 13 26% Pernah 37 74% Tidak pernah Diagram 4 Kesimpulan : Rata-rata sebanyak 74% responden mengetahui tentang keberadaan Sirup Astina. Hal ini membuktikan bahwa Sirup Astina terkenal di Temanggung, namun belum dapat menjadi market leader. 5. Pernahkah mengkonsumsi Sirup Astina? o Pernah Alasan : o Tidak pernah Alasan : Pernah = 37 Tidak pernah = 0

14 No. 5 37 100% Pernah Tidak pernah Diagram 5 Kesimpulan : Responden yang mengetahui keberadaan Sirup Astina pernah mengkonsumsi Sirup Astina. Alasan responden mencoba mengkonsumsi Sirup Astina adalah karena ingin mencoba saja, kesukaan keluarga, murah, dan anak-anak suka rasanya. Hal ini menjadi keunggulan Sirup Astina, selain harganya murah, anakanak dan keluarga menyukainya. 6. Bagaimana pendapat anda tentang rasa dari Sirup Astina? o Sangat enak o Enak o Biasa o Tidak enak Sangat enak = 2 Enak = 29 Biasa = 6 Tidak enak = 0 No. 6 2 6 5% 16% Sangat enak 29 79% Enak Biasa Tidak enak Diagram 6

15 Kesimpulan : Sebanyak 79% responden berpendapat bahwa rasa dari Sirup Astina enak, 16% biasa saja, dan 5% sangat enak. Hal ini menunjukkan bahwa dari segi rasa Sirup Astina cukup disukai responden. 7. Setelah anda melihat desain dari kemasan produk Sirup Astina bagaimana pendapat anda? o Kurang menarik o Biasa saja o Menarik o Sangat menarik Kurang Menarik = 20 Biasa saja = 22 Menarik = 8 Tidak menarik = 0 No. 7 8 16% 22 44% 20 40% Kurang Menarik Biasa Saja Menarik Sangat Menarik Diagram 7 Kesimpulan : Mengenai desain kemasan responden rata-rata berpendapat bahwa desainnya kurang menarik dan biasa saja. Hasil ini menunjukkan bahwa desain kemasan Sirup Astina belum diminati target audience secara visual. Oleh karena itu desain kemasannya perlu diperbaiki, baik secara desain visual maupun bentuk. 8. Apakah desain kemasan Sirup Astina tersebut sudah mendukung faktor penjualan dan daya minat dari konsumen? o Sudah o Belum Sudah = 12 Belum = 38

16 No. 8 38 76% 12 24% Sudah Belum Diagram 8 Kesimpulan : Menurut 38 responden desain kemasan dari Sirup Astina belum mendukung faktor penjualan dan daya minat konsumen. Hal ini dikarenakan desain yang kurang menarik perhatian mata. Menurut hasil survey di atas, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden suka mengkonsumsi sirup dan Sirup Astina adalah salah satu pilihan tertinggi target audience. Mereka memilih Sirup Astina karena rasanya yang enak, harganya murah, dan disukai keluarga. Hal ini merupakan keunggulan Sirup Astina yang dapat menjadi peluang untuk meningkatkan penjualan. Namun Sirup Astina belum menjadi market leader, hal ini dikarenakan desain kemasan yang kurang menarik perhatian responden sehingga belum mendukung faktor penjualan dan daya minat konsumen terhadap produk ini. 2.3 Target Audience 2.3.1 Target Audience Primer Geografi Target audience primer Sirup Astina dari segi geografinya adalah seluruh masyarakat yang tinggal di Temanggung dan daerah sekitarnya. Demografi Target audience primer Sirup Astina dari segi demografi yaitu sebagai berikut: Usia Gender Kelas Sosial : anak-anak sampai dewasa : Unisex : B (menengah)

17 Psikografi Target audience primer Sirup Astina dari segi psikografinya adalah masyarakat yang menyukai sirup dengan bahan alami tanpa pemanis buatan dengan harga yang terjangkau. 2.3.2 Target Audience Sekunder Geografi Target audience sekunder Sirup Astina dari segi geografinya adalah para pedagang makanan dan minuman di wilayah Temanggung dan sekitarnya. Demografi Target audience sekunder Sirup Astina dari segi demografi yaitu sebagai berikut: Usia : dewasa (25-50 tahun) Gender : Unisex Kelas Sosial : B (menengah) Pekerjaan : pedagang Psikografi Target audience sekunder Sirup Astina dari segi psikografinya adalah para pedagang yang menjual makanan dan minuman baik yang memiliki toko atau swalayan yang menginginkan harga kulak yang terjangkau dengan kualitas barang yang bermutu. 2.4 Analisa SWOT Strength: - Terbuat dari gula murni - Tanpa bahan pengawet dan dapat bertahan hingga 1,5 tahun - Kualitas terjamin - Harga terjangkau Weakness: - Kemasan masih kurang menarik - Daerah distribusi masih belum terlalu luas

18 Opportunity: - Masyarakat menyukai sirup dengan rasa manis yang tanpa pemanis buatan. - Masyarakat cenderung memilih sirup dengan harga terjangkau namun dengan kualitas yang baik. Threat: - Adanya sirup home industry merek lain dengan variasi rasa lebih banyak. - Adanya sirup buatan pabrik dengan merek yang lebih terkenal. 2.5 Preposisi Preposisi (keunikan) Sirup Astina dari sirup-sirup home industry yang lain adalah diproduksi oleh tenaga manusia, dibuat dengan bahan-bahan berkualitas baik, 100% gula murni, tanpa pemanis buatan namun harganya tetap terjangkau, dan dapat bertahan hingga 1,5 tahun tanpa bahan pengawet.