2.4 Data Produsen Sejarah Charis

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "2.4 Data Produsen Sejarah Charis"

Transkripsi

1

2

3 5 Agak berbeda dengan sekoteng yang sudah dianggap asli Jawa Tengah yang memakai jahe sebagai penghangat, sikoteng (shi guo t'eng) bisa diminum hangat atau dingin pakai es, dan tidak beraroma jahe. Di Singapura, namanya adalah cheng-teng yang merupakan makanan pencuci mulut yang dapat disajikan dingin atau hangat. Sekoteng Singapura ini juga disebut cheng teng di Kepulauan Riau. Di Medan, shiguotang memakai semangka, pepaya muda, jagung, buah atap, cincau hitam, agar-agar, selasih, jali-jali dan irisan jeruk kietna. Cheng teng (es koteng) di Tanjung Pinang isinya biasa berupa jali-jali, kolang kaling, biji delima yang terbuat dari tepung dan diberi warna merah, jagung, jamur putih dan keladi. 2.4 Data Produsen Sejarah Charis Awal mulanya, perusahaan Oscarindo Utama dirintis pada tahun 1949 di Yogyakarta, Jawa Tengah. Usaha tersebut dimulai oleh sang kakek yang kemudian diteruskan secara turun temurun. Visi Oscarindo Utama yaitu untuk berusaha menjadi sebuah nama di seluruh dunia yang memproduksi produk makanan dan minuman instan yang paling segar dan bernutrisi dengan harga yang bersaing. Selain membidik pasaran lokal, Oscarindo Utama juga sudah mengeskpor produk-produknya ke Belanda, Malaysia dan Kanada. Selain memproduksi sekoteng, Oscarindo Utama juga memproduksi beberapa produk lain, antara lain kecap istimewa Achli Masak, TBH Sirup, dan Jamu tradisional instant ASIA. Sebelum Charis, Oscarindo Utama mempunyai produk sekoteng yang bernama Super Sekoteng. Seiring dengan perkembangan jaman, kemasan Super Sekoteng yang menggunakan warna emas dirasakan terlalu kaku sehingga dikeluarkan produk Charis dengan penggunaan warna merah pada kemasannya. Sampai sekarang produk Super Sekoteng juga masih tetap berjalan dengan maksud untuk melakukan penetrasi pasar yang berbeda dengan Charis. Sekoteng Charis lebih difokuskan untuk pasaran lokal Indonesia. Nama Charis sendiri diambil dari kata charisma (karisma), dengan harapan Sekoteng Charis yang sederhana dalam penyajiannya memiliki kenikmatan yang penuh karisma dalam makna dan rasa. Setiap kemasan Sekoteng Charis dilengkapi dengan dry jelly yang terbuat dari kacang hijau. Charis juga merupakan minuman alami tanpa bahan pengawet, pemanis buatan dan pengental. Sekoteng Charis ingin menempatkan sekoteng sejajar dengan kopi dan teh (coffee / tea break) karena sekoteng juga merupakan minuman yang dapat dikonsumsi sehari-hari. Charis tidak menyebut sekoteng sebagai jamu. Hal itu dihindari karena persepsi masyarakat yang cenderung menganggap jamu sebagai obat sementara Charis ingin agar produknya dapat berdiri sejajar dengan minuman lain seperti teh dan kopi. Dalam wawancara dikemukakan bahwa Beliau berharap agar Sekoteng Charis dapat menjadi sebuah ikon oleh-oleh asal Yogyakarta dan ingin supaya Charis dikenal oleh pasar nasional.

4 Cara Pembuatan Proses produksi terbagi menjadi 2, yaitu: 1. Proses produksi gula jahe Proses dilakukan dengan mengambil sari jahe dari jahe asli dengan menggunakan mesin press jahe. Berikutnya siapkan gula, rempahrempah dan air sari jahe dan dimasak sehingga terjadi penggumpalan dan terbentuk kristal-kristal yang disebut gula jahe. 2. Proses produksi jelly "tepung kacang hijau" Proses pertama dilakukan dengan melakukan pemanasan tepung kacang hijau dengan air dan gula pasir. Kemudian semuanya direbus hingga membentuk sebuah adonan berbentuk "jenang" / "jelly". Selanjutnya dilakukan proses pemotongan dan pengeringan dengan oven pengering, walaupun sebagian dijemur di bawah sinar matahari Karakteristik Produk Sekoteng Charis hadir dalam beberapa jenis, yaitu Sekoteng Jahe, Sekoteng Cocopandan dan Sekoteng Spesial. Dalam pembagian kemasannya, Charis terbagi menjadi 5 dan 10 pak dalam 1 kemasan dengan berat setiap pak sebesar 44 gram. Setiap sachet dilengkapi dengan bungkus kecil yang berisi dry jelly. Gambar 1. Kemasan Sekoteng Jahe isi 10

5 7 Gambar 2. Kemasan Sekoteng Cocopandan dan Jahe isi 5 Semua kemasan Sekoteng Charis terbuat dari plastik bening dengan gambar dan informasi berwarna merah. Walaupun ada juga yang dikemas dalam dus, isinya tetap dikemas dengan menggunakan plastik transparan dan diberi jendela pada dus sehingga produk terlihat. Gambar 3. Kemasan Sekoteng Jahe dus isi 10 dan 5

6 8 Gambar 4. Kemasan Sekoteng Special Jahe Setelah 5 atau 10 sachet telah dimasukan ke dalam kemasan plastik yang lebih besar, kemudian bagian atasnya diikat dengan menggunakan pita berwarna emas. Logo Sekoteng Charis ialah kata Charis dengan huruf script dan buah sebagai titik pada huruf i. Tipografi pada kemasan menggunakan huruf sans-serif yang mudah untuk dibaca sementara layout berkesan kurang teratur karena tidak ada sistem yang jelas. Warna yang digunakan untuk logo ialah merah dan ungu. Gambar 5. Logo Charis Warna merah dan pita pada kemasan melambangkan warna kegembiraan, kehangatan dan kesuksesan (unsur tradisi Cina). Buah pada logo yang menyerupai buah ceri ialah metafor dari Sekoteng Charis, yaitu minuman dengan rasanya manis jahe (daun jahe pada buah) dan berisi jeli (digambarkan sebagai buahnya) yang berwarna-warni. Data Kemasan Nama Produk Jenis Produk Alamat Produk Nomor Telepon Kota/kabupaten : Sekoteng Charis : Minuman : Ledok Gondomanan 2 : : Prawirodirjan, Yogyakarta 55121

7 9 Nomor Daftar Legal Jenis Pembungkus : P-IRT No : Plastik Komposisi Ekstrak jahe, gula tebu, rempah-rempah tradisional, hunkwe. 2.4 Data Kompetitor Sekoteng Cap Anggur Gambar 6. Kemasan Sekoteng Cap Anggur Data Kemasan: Nama produk Alamat Jenis produk Harga Jenis pembungkus Visual Komposisi : Sekoteng Cap Anggur Super : Jl. Trimargo Wetan 5 RT 07/04, Yogyakarta : Minuman : Rp ,00 : Plastik : Kemasan plastik transparan dengan cetakan di bagian bawahnya berupa kotak berwarna putih dan hitam dengan nama merek serta sebuah gelas. : Gula, jahe, jeli kering.

8 10 Sekoteng Hanjuang Gambar 7. Kemasan Sekoteng Hanjuang Data Kemasan Nama produk Alamat Jenis produk Harga Jenis pembungkus Visual Komposisi : Sekoteng Hanjuang : Jl. Gegerkalong Girang 79, Bandung : Minuman : * Rp 7.500,00 (Kantong kertas isi 5 sachet) * Rp ,00 (Satu pak isi 40 sachet tersusun dalam 8 kemasan kantong 5 sachet) * Rp 7.000,00 (Kantong plastik isi 5 sachet) * Rp ,00 (Satu pak isi 40 sachet tersusun dalam 8 5 sachet) : Kertas. : Kemasan terbuat dari kertas berwarna kuning dan biru muda yang dibentuk seperti kapal dengan salah satu ujung yang melancip. : Gula palem, gula putih, krim, jahe eskode, kelapa, kismis, jeruk dan rempah-rempah. Minuman tradisional Hanjuang merupakan minuman tradisional khas Priangan (Bandung). Selain mengandung beragam khasiat dari segi kemasan pun produk Hanjuang menjadi daya tarik tersendiri sehingga cocok untuk dijadikan oleh-oleh dari kota Bandung. Semua minuman yang diproduksi terbuat dari bahan-bahan alami dan tanpa pengawet dengan racikan komposisi yang diolah secara teliti. Produk Hanjuang juga mempunyai bervariasi kemasan, mulai dari kemasan kantong plastik, kertas, renceng sampai paket.

9 11 Jahe Wangi INTRA Gambar 8. Kemasan Jahe Wangi Intra Data Kemasan Nama produk Alamat Harga Jenis produk Jenis pembungkus Visual Komposisi : Jahe Wangi : Surakarta, Indonesia : Rp ,00 : Minuman : Kardus. : Kemasan terbuat Kardus dengan motif batik memenuhi kemasan. Pada bagian depan dan samping terdapat kotak berwarna putih dengan tulisan Jahe Wangi serta informasi produk. : Gula pasir murni, sari jahe segar, garam. Jahe wangi INTRA adalah minuman tradisional Indonesia yang terbuat dari bahan alami pilihan dan diproses secara higienis. Dengan aroma yang khas serta khasiat jahe yang memberi rasa hangat dan segar, Jahe wangi INTRA dapat membantu menjaga stamina tubuh, cocok untuk tua dan muda. 2.5 Target Audience Dari segi demografis target audience daripada Sekoteng Charis ialah pria dan wanita yang berumur tahun dengan golongan ekonomi kelas menengah ke atas. Secara geografis, target berasal dari seluruh Indonesia yang berdomisili di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Madura dan Bali. Target sekunder ialah penduduk lokal Yogyakarta. Dari segi psikologis, target merupakan orang-orang yang suka mengkonsumsi minuman tradisional seperti wedang jahe, bandrek, dll dan suka melakukan aktivitas di tempat dingin, sebut saja kemping dan naik gunung. 2.5 Kuesioner Penulis mempersempit target audience menjadi wanita dan pria berumur tahun dengan status ekonomi menengah keatas (A-B). Penelitian telah dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 75 orang.

10 12 1. Apakah pekerjaan Anda? a. Ibu rumah tangga b. Karyawan Lainnya c. Wiraswasta. d. Lainnya (sebutkan) 1 Wiraswasta 16 Karyawan 31 Ibu Rumah Tangga Tabel 2. Tabel pekerjaan. Dari 75 orang responden, 31 orang adalah karyawan (41.3%), 27 orang adalah ibu rumah tangga (36%), 16 orang ialah wiraswasta (21%) dan 1 orang dengan profesi lain (1%). 2. Berapakah penghasilan Anda perbulannya? a. < Rp ,00 b. Rp Rp ,00 c. Rp Rp ,00 d. Rp Rp ,00 e. > Rp ,00 f. Ikut penghasilan suami Penghasilan 9.30% 13.30% < Rp ,00 12% 22.70% Rp Rp ,00 Rp Rp ,00 12% Rp Rp ,00 > Rp , % Ikut penghasilan suami Tabel 3. Penghasilan per bulan.

11 13 Sebanyak 23 orang responden berpenghasilan antara Rp Rp ,00 (30,7%), 17 responden berpenghasilan sebesar lebih besar daripada Rp ,00 (22,7%), 13 orang responden berpenghasilan kurang dari Rp ,00 (13,3%), masing-masing sebanyak 9 responden berpenghasilan Rp Rp ,00 dan Rp Rp ,- (12%) dan 7 responden mengikuti penghasilan suami. 3. Apakah Anda suka dengan kebudayaan Indonesia (misalnya makanan dan minuman tradisional, jajanan pasar, tempat bersejarah, batik, dll)? a. Ya. b. Tidak 3% 0% Pilihan Ya Tidak 97% Tabel 4. Minat terhadap kebudayaan Indonesia Sebanyak 73 responden menyukai kebudayaan Indonesia (97%), sedangkan 2 orang responden tidak menyukai kebudayaan Indonesia (3%) Kesimpulan: Masyarakat Indonesia walaupun dalam kesehariannya sudah banyak dipengaruhi pengaruh barat, misalnya saja fast food, namun mereka tetap masih menyukai dan peduli terhadap kebudayaannya. 4. Apakah Anda suka minum sekoteng? a. Ya. b. Tidak.

12 14 0% 23% Pilihan Ya Tidak 77% Tabel 5. Penggemar sekoteng Sebanyak 58 orang responden menyukai sekoteng (77%), sedangkan 17 orang lainnya menjawab tidak menyukai sekoteng (23%). Kesimpulan: Sekoteng masih digemari walaupun banyak minuman lain yang lebih modern. 5. Apakah Anda lebih menyukai minum sekoteng biasa atau sekoteng instan? 9% 0% 12% Pilihan Biasa 52% 27% Instan Sama saja Tidak minum Tabel 6. Pilihan antara sekoteng instant dan alami Sebanyak 39 orang (52%) menjawab menyukai sekoteng biasa karena lebih menyehatkan dan tidak menggunakan bahan pengawet. 20 responden (27%) menjawab lebih menyukai sekoteng instant karena lebih praktis, 9 responden menjawab bahwa keduanya sama saja (12%) dan 7 orang responden tidak minum sekoteng (9%). Kesimpulan: Orang-orang lebih memilih sekoteng biasa (alami). Hal ini dapat menjadi penghambat dalam penjualan sekoteng instant. 6. Dimana Anda biasanya membeli sekoteng instant? a. Supermarket (Hero, Giant, Carrefour, dll).

13 15 b. Minimarket. c. Pasar. d. Tukang sekoteng keliling. 8 Pasar dan tukang sekoteng 1 1 Supermarket dan tukang sekoteng keliling 2 2 Tukang sekoteng keliling 20 6 Minimarket 4 30 Tempat membeli Tabel 7. Tempat membeli sekoteng Sebanyak 30 orang responden membeli sekoteng instant di supermarket (40%), 20 orang responden membeli di tukang sekoteng keliling (26,7%), 6 orang responden membeli di pasar (8%), 4 orang responden membeli di minimarket (5,3%), 2 orang responden membeli di supermarket dan minimarket (2,67%), 2 orang responden membeli di pasar dan tukang sekoteng keliling (2,67%), 2 orang responden lainnya membeli supermarket dan tukang sekoteng keliling (2,67%), dan 8 orang responden tidak menjawab (10,7%). Kesimpulan: Sebagian besar responden membeli sekoteng instant di supermarket, oleh karena itu media pemasaran Sekoteng Charis yang dijual di supermarket sudah tepat. 7. Di antara pilihan-pilihan berikut, manakah yang paling Anda nikmati? a. Teh d. Minuman tradisional (sekoteng, bajigur, dll) b. Kopi e. Lainnya (sebutkan) c. Jamu 1 Minuman 15 Teh 2 36 Kopi Jamu Minuman tradisional 21 Lainnya Tabel 8. Minuman yang paling dinikmati

14 16 Sebanyak 36 orang responden paling menikmati teh (48%), 21 orang responden menikmati kopi (28%), 15 orang responden menikmati minuman tradisional (20%), 2 orang menikmati jamu (2,67%) dan 1 orang menikmati minuman lain (1,33%). Kesimpulan: Teh dan kopi merupakan minuman yang paling digemari, oleh sebab itu akan sedikit susah untuk Sekoteng Charis dapat mensejajarkan dirinya dengan teh dan kopi. 8. Merek sekoteng instan apa yang Anda ketahui? (Silahkan jawab lebih dari 1). Lainnya Jahe Wangi Intra Sekoteng Charis Sekoteng Cap Anggur Sekoteng Hanjuang Merek Tabel 9. Merek sekoteng instant yang diketahui Sebanyak 26 orang responden menjawab mengetahui Jahe Wangi Intra, 22 orang responden mengetahui Sekoteng Hanjuang, 18 orang mengetahui Sekoteng Charis, 13 orang responden mengetahui Sekoteng Cap Anggur dan 20 orang responden menjawab lainnya karena mereka tidak tahu merek sekoteng. Kesimpulan: Sekoteng Charis sudah dikenal oleh masyarakat meskipun belum begitu meluas. Diharapkan dengan kemasan yang baru, Sekoteng Charis dapat lebih terangkat namanya. 9. Apakah kemasan berpengaruh pada keputusan Anda dalam membeli produk makanan atau minuman? a. Ya b. Tidak.

15 17 11% 0% Keputusan Ya Tidak 89% Tabel 10. Pengaruh kemasan pada pembelian Sebanyak 67 orang responden menjawab bahwa kemasan mempengaruhi pertimbangan mereka dalam membeli produk makanan dan minuman (89%) dan 8 orang lainnya menjawab kemasan tidak berpengaruh (11%). Kesimpulan: Kemasan memang merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi pertimbangan orang-orang ketika membeli produk makanan dan minuman. 12. Ketika sedang berbelanja, hal apakah yang pertama kali menarik perhatian Anda? a. Bentuk dan warna kemasan c. Harga b. Merek d. Lainnya:. Lainnya Harga Merek Bentuk dan warna kemasan Pilihan Tabel 11. Faktor-faktor pertimbangan dalam berbelanja Sebanyak 30 orang responden menjawab warna dan bentuk kemasan merupakan hal pertama yang menarik perhatian mereka ketika sedang berbelanja (40%), 26 orang responden menjawab merek (34,7%), 16 orang menjawab harga (21,3%) dan 3 orang lainnya menjawab lainnya (4%). Kesimpulan: Karena warna dan bentuk kemasan merupakan hal pertama yang menarik perhatian konsumen, maka warna dan bentuk kemasan

16 18 yang dibuat haruslah menarik perhatian dan dapat lebih stand-out dibandingkan produk sejenis lainnya. 13. Dari beberapa bahasan visual dibawah ini, pilihan mana yang menurut Anda menarik dan sesuai untuk minuman tradisional? a. Permainan tipografi b. Permainan ilustrasi semi realis c. Permainan ilustrasi yang dinamis.

17 19 d. Permainan pattern 0% 29% 30% Pilihan Tipografi Ilustrasi semi realis Ilustrasi dinamis Pattern 20% 21% Tabel 12. Visual yang cocok untuk minuman tradisional. Sebanyak 22 orang responden memilih permainan tipografi sebagai visual yang cocok untuk kemasan minuman tradisional (30%), 22 orang responden memilih permainan pattern (29%), 16 orang responden memilih permainan ilustrasi semi realis (21%) dan 15 orang responden memilih permainan ilustrasi dinamis (20%). Alasan-alasan mengapa responden menyukai sekoteng, yaitu: - Menghangatkan tubuh. - Mengingatkan responden akan masa-masa yang sudah lewat (nostalgia), misalnya ketika sedang pacaran, ketika kemping dengan teman-teman kuliah, saat masa kecil dan juga ketika responden masih tinggal di Jawa Tengah. - Rasanya enak, manis dan ada isinya. - Menyehatkan, untuk melancarkan peredaran darah dan baik diminum ketika sedang masuk angin. - Sesuai untuk cemilan di malam hari.

18 20 Pendapat responden mengenai kemasan minuman tradisional yang mereka anggap menarik, yaitu: - Kemasan dengan desain tradisional namun berkesan modern. - Penggunaan bahan kertas dan plastik. - Terlihat elegan, mahal, tidak kampungan dan dapat tampak seperti kemasan produk luar negri yang berkualitas. - Desain klasik dengan tidak menggunakan visual yang berlebihan. - Penggunaan warna-warna yang tidak mencolok atau norak. - Bersih, praktis, simpel dan tidak mudah rusak. - Menampilkan visual bahan-bahan yang digunakan, disertai dengan komposisi, cara membuat, khasiat, tanggal kadaluarsa dan nomor Dep. Kes. - Ada jendela pada kemasan sehingga produk dapat terlihat (tidak semuanya tertutup). 2.6 Analisa SWOT Strength: - Mutu dan kualitas yang terjamin - Sudah berpengalaman sejak tahun Tidak menggunakan bahan pengawet dan dibuat dari bahan-bahan alami. Weakness: - Sistem distribusi Sekoteng Charis yang luas mengurangi ciri khas oleh-oleh Yogyakarta karena Charis bisa didapat di tempat di luar Yogyakarta. - Harganya mahal. - Desain kemasan yang kalah dibandingkan produk sejenis yang lebih berwarna dan bermain menimbulkan pemikiran bahwa Sekoteng Charis mempunyai kualitas yang kurang. - Tidak ada hierarki dan sistem yang jelas pada kemasan sehingga terkesan campur aduk dan tidak teratur. - Masih melekatnya pemikiran masyarakat bahwa sekoteng bukanlah minuman yang sejajar dengan teh dan kopi. Opportunity: - Kesukaan sebagian segmen masyarakat akan minuman tradisional. - Kerinduan masyarakat Indonesia akan kebudayaan dan masa lalunya (nostalgia) - Permintaan di kota-kota besar seperti Jakarta meningkat. Threat: - Banyak muncul sekoteng instan lainnya di pasaran. - Kehadiran minuman-minuman lain dengan tampilan yang lebih modern dan lebih digandrungi dibandingkan minuman tradisional. - Persepsi masyarakat bahwa sekoteng merupakan jamu atau obat tradisional.

BAB 2 DATA DAN ANALISA. Gambar 2.1

BAB 2 DATA DAN ANALISA. Gambar 2.1 BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data Produsen 2.1.1 Sejarah Toko Kopi Lampung Carona Gambar 2.1 Kopi Lampung Carona adalah sebuah usaha yang bergerak di bidang penjualan kopi. Veronica sang pemilik, tadinya

Lebih terperinci

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB 2 DATA DAN ANALISA 4 BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data dan Literatur Data didapat dari: - www.lautanindonesia.com - www.iptek.net.id - www.aagos.ristek.go.id - www.iklanmax.com - www.wikipedia.org wawancara dengan pemilik

Lebih terperinci

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB 2 DATA DAN ANALISA BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Data-data yang diperoleh untuk menunjang pembahasan serta kajian data dalam tugas akhir ini, diperoleh dari beberapa sumber. Data-data tersebut antara lain: Wawancara

Lebih terperinci

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB 2 DATA DAN ANALISA BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Sumber data dan informasi untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini, diperoleh dari beberapa sumber, antara lain: 1. Literatur Pencarian data dilakukan melalui beberapa

Lebih terperinci

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB 2 DATA DAN ANALISA 3 BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data dan Literatur Sumber data yang digunakan dan didapatkan guna untuk mendukung dalam penyusunan laporan Tugas Akhir diperoleh dari beberapa sumber, yaitu :. Wawancara dengan

Lebih terperinci

BAB 2 DATA DAN ANALISA. 1. Data elektronik (internet atau online) 2. Data non elektronik (buku, media cetak)

BAB 2 DATA DAN ANALISA. 1. Data elektronik (internet atau online) 2. Data non elektronik (buku, media cetak) 4 BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data & Literatur 2.1.1 Sumber Data Data dan informasi yang mendukung proyek Tugas Akhir ini, diperoleh dari beberapa sumber, antara lain: 1. Data elektronik (internet atau

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Produk pangan berkembang pesat dengan munculnya kreasi-kreasi baru.

I. PENDAHULUAN. Produk pangan berkembang pesat dengan munculnya kreasi-kreasi baru. I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Produk pangan berkembang pesat dengan munculnya kreasi-kreasi baru. Perkembangan zaman kian pesat era globalisasi mengubah pandangan masyarakat tentang suatu produk pangan.

Lebih terperinci

TEKNOLOGI MANAJEMEN PENGEMASAN

TEKNOLOGI MANAJEMEN PENGEMASAN TEKNOLOGI MANAJEMEN PENGEMASAN Oleh : Aditya Oryza 0911033001 Novan Bagas Sayoga 0911030088 Vicky Pratama Putra 105100301111051 Winanto 0911033042 Yakun A. 0911030068 JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

Lebih terperinci

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB 2 DATA DAN ANALISA 2 BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Dalam pengerjaan proyek tugas akhir ini, penulis mendapatkan data melalui: 1. Tinjauan pustaka/referensi. 2. Wawancara dengan pemilik dan konsumen Mochi Mochi.

Lebih terperinci

Mengenal Jenis-Jenis Gula

Mengenal Jenis-Jenis Gula Mengenal Jenis-Jenis Gula Tips And Trik Layaknya garam, gula pun tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Bukan hanya untuk minuman, tapi kadang juga kita gunakan untuk masakan. Namun, jika

Lebih terperinci

f. Life-cycle : menikah (primer) &single (sekunder). g. Kewarganegaraan :Indonesia (primer) & pendatang (sekunder). 3. Psikografis a. Kelas sosial: me

f. Life-cycle : menikah (primer) &single (sekunder). g. Kewarganegaraan :Indonesia (primer) & pendatang (sekunder). 3. Psikografis a. Kelas sosial: me BAB III ANALISA 3.1. Analisa Sasaran 3.1.1. Price 1. Susu (coklat, stoberi, kopi, pisang, kopi, peach, green tea) @ Rp. 15.000,- 2. Yoghurt (stoberi, jeruk, mangga, anggur, jambu, apel, leci, mix fruit,

Lebih terperinci

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB 2 DATA DAN ANALISA 3 BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1. Sumber Data Data dan informasi untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini diperoleh dari berbagai sumber, antara lain: 1. Data dari literatur buku seperti buku buku resep jajanan

Lebih terperinci

2) Segmentasi Demografi Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa

2) Segmentasi Demografi Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa BAB III ANALISA 3.1. Literatur Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan satuan pasar yang bersifat homogen.

Lebih terperinci

BAB 2. Data dan Analisa. Proyek desain yang akan dibuat adalah merancang kembali identitas. Sumber data yang diperoleh adalah berdasarkan :

BAB 2. Data dan Analisa. Proyek desain yang akan dibuat adalah merancang kembali identitas. Sumber data yang diperoleh adalah berdasarkan : 3 BAB 2 Data dan Analisa 2.1 Data Proyek Proyek desain yang akan dibuat adalah merancang kembali identitas visual Toko Kue Ny. Ali. Sumber data yang diperoleh adalah berdasarkan : 1. Data Literatur Pencarian

Lebih terperinci

MODUL 3 PENGOLAHAN IKAN TERI ASIN

MODUL 3 PENGOLAHAN IKAN TERI ASIN MODUL 3 PENGOLAHAN IKAN TERI ASIN Standar Unit Kompetensi: Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa mampu mengolah ikan teri asin kering yang berkualitas dan higienis. Indikator Keberhasilan: Mutu ikan

Lebih terperinci

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB 2 DATA DAN ANALISA BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Metodologi Pengamatan dan Kajian Sumber data yang digunakan dan didapatkan guna untuk mendukung dalam penyusunan laporan Tugas Akhir diperoleh dari beberapa sumber, yaitu : 1.

Lebih terperinci

BAB 2. DATA DAN ANALISA. Sumber data dan informasi untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini diperoleh dari

BAB 2. DATA DAN ANALISA. Sumber data dan informasi untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini diperoleh dari 3 BAB 2. DATA DAN ANALISA 2.1. Sumber Data Sumber data dan informasi untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini diperoleh dari sumber-sumber sebagai berikut : 1. Literatur Data mengenai produk teh didapatkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kebutuhan hidup manusia terbagi menjadi dua, yaitu kebutuhan primer dan sekunder. Kebutuhan primer merupakan kebutuhan yang wajib dipenuhi untuk menjaga kelangsungan

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Analisa Kecukupan Data Data yang telah didapat, baik itu berupa data primer maupun data sekunder yang digunakan sebagai referensi dan literatur dari perancangan media promosi

Lebih terperinci

BAB II DATA DAN ANALISA. diambil dari berbagai sumber, diantaranya : 1. Wawancara dengan pemilik Kopi cap Pohon dan karyawan.

BAB II DATA DAN ANALISA. diambil dari berbagai sumber, diantaranya : 1. Wawancara dengan pemilik Kopi cap Pohon dan karyawan. 4 BAB II DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Data dan informasi yang digunakan untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini diambil dari berbagai sumber, diantaranya : 1. Wawancara dengan pemilik Kopi cap Pohon

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dikembangkan sebagai usaha tanaman industri. Rimpangnya memiliki banyak

BAB I PENDAHULUAN. dikembangkan sebagai usaha tanaman industri. Rimpangnya memiliki banyak BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Jahe (Zingiber officinale) merupakan salah satu rempah-rempah penting. Oleh karena itu, jahe menjadi komoditas yang mempunyai prospek untuk dikembangkan sebagai usaha

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengobatan Tradisional Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1076/MENKES/SK/VII/2003 tentang Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional, pengobatan tradisional

Lebih terperinci

KECAP KEDELAI 1. PENDAHULUAN

KECAP KEDELAI 1. PENDAHULUAN KECAP KEDELAI 1. PENDAHULUAN Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang kedelai, kacang tanah, biji kecipir, koro, kelapa dan lain-lain merupakan bahan pangan sumber protein dan lemak nabati yang sangat

Lebih terperinci

BAB III IDENTIFIKASI DATA

BAB III IDENTIFIKASI DATA BAB III IDENTIFIKASI DATA A. Data Perusahaan Revita Cookies merupakan merupakan produsen kue/roti kering (home industy) yang berada didaerah Solo tepatnya di Sumber yang terletak di Jl. Kahuripan Timur

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. malam). Contohnya kue kaktus.jadi, makanan ringan adalah aneka makanan atau

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. malam). Contohnya kue kaktus.jadi, makanan ringan adalah aneka makanan atau BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Makanan ringan atau kudapan (dalam bahasa Inggris biasa disebut dengan snack) adalah istilah bagi berbagai macam makanan yang tidak termasuk menu hidangan utama (contohnya seperti

Lebih terperinci

Pengolahan hasil pertanian dalam pelatihan ini dimaksudkan untuk mengubah bentuk bahan baku menjadi bahan

Pengolahan hasil pertanian dalam pelatihan ini dimaksudkan untuk mengubah bentuk bahan baku menjadi bahan Pelatihan Kewirausahaan untuk Pemula olahan dengan memperhatikan nilai gizi dan memperpanjang umur simpan atau keawetan produk. Untuk meningkatkan keawetan produk dapat dilakukan dengan cara : (1) Alami

Lebih terperinci

TEKNOLOGI PEMBUATAN KRISTAL JAHE Oleh: Masnun (BPP Jambi) BAB I PENDAHULUAN

TEKNOLOGI PEMBUATAN KRISTAL JAHE Oleh: Masnun (BPP Jambi) BAB I PENDAHULUAN TEKNOLOGI PEMBUATAN KRISTAL JAHE Oleh: Masnun (BPP Jambi) BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Jahe adalah tanaman berjuta khasiat yang berada di sekitar kita yang sudah banyak dimanfaatkan oleh manusia

Lebih terperinci

BAB III IDENTIFIKASI DATA

BAB III IDENTIFIKASI DATA BAB III IDENTIFIKASI DATA A. Data Perusahaan 1. Sejarah Kopi Jetak Mentari Kopi Jetak Mentari adalah industri rumahan milik Bp. Sudriman yang sudah berdiri sejak 1996. Namun karena usia yang semakin tua,

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Kemasan

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Kemasan BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori Kemasan Menurut Klimchuk dan Krasorvec (2007, p33), desain kemasan adalah bisnis kreatif yang mengkaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi,

Lebih terperinci

PELUANG BISNIS MAKANAN TENTANG KRIPIK TEMPE

PELUANG BISNIS MAKANAN TENTANG KRIPIK TEMPE NAMA : JOKO NUR CAHYANTO NIM : 10.12.4486 KELAS : S1,SI,2B PELUANG BISNIS MAKANAN TENTANG KRIPIK TEMPE Pernah berkunjung ke kota Cilacap????????? Pasti pernah mencicipi penganan khas kota ini. ya, sudah

Lebih terperinci

INOVASI PEMBUATAN SUSU KEDELE TANPA RASA LANGU

INOVASI PEMBUATAN SUSU KEDELE TANPA RASA LANGU INOVASI PEMBUATAN SUSU KEDELE TANPA RASA LANGU Oleh: Gusti Setiavani, S.TP, M.P Staff Pengajar di STPP Medan Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang kedelai, kacang tanah, biji kecipir, koro, kelapa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Fenomena saat ini menunjukkan bahwa penggunaan produk-produk alami

BAB I PENDAHULUAN. Fenomena saat ini menunjukkan bahwa penggunaan produk-produk alami BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Fenomena saat ini menunjukkan bahwa penggunaan produk-produk alami semakin meningkat seiring dengan meningkatnya perhatian dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

Lebih terperinci

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM JAMU BOOTH GODHONG BIDANG KEGIATAN: PKM KEWIRAUSAHAAN. Diusulkan oleh:

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM JAMU BOOTH GODHONG BIDANG KEGIATAN: PKM KEWIRAUSAHAAN. Diusulkan oleh: PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM JAMU BOOTH GODHONG BIDANG KEGIATAN: PKM KEWIRAUSAHAAN Diusulkan oleh: 1. Elnawati (D1814035 Angkatan 2014) 2. Putri Atika Dewi (D1814079 Angkatan 2014)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ilmiati Tsaniah, 2016

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ilmiati Tsaniah, 2016 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Industri pariwisata merupakan salah satu sektor yang mampu menyumbang devisa yang tinggi bagi suatu Negara. Sektor inipun dimanfaatkan dalam meningkatkan perekonomian

Lebih terperinci

4.2. Strategi Kreatif Keywords 1. Fresh Cimory merupakan produk yang memiliki kualitas dengan kesegaran alami. Produk Cimory merupakan produk y

4.2. Strategi Kreatif Keywords 1. Fresh Cimory merupakan produk yang memiliki kualitas dengan kesegaran alami. Produk Cimory merupakan produk y BAB IV STRATEGI 4.1. Strategi Komunikasi 4.1.1 Emosional Berdasarkan analisa pasar, dengan meningkatkan strategi pendekatan secara emosional, dapat mempengaruhi keinginan dan keputusan konsumen dalam memutuskan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Teh merupakan jenis tanaman yang populer di dunia. Diawali oleh penemuan teh di Cina, tanaman ini mulai merambah ke berbagai negara lain, seperti Portugal,

Lebih terperinci

CARA PEMBUATAN ROTI MANIS

CARA PEMBUATAN ROTI MANIS CARA PEMBUATAN ROTI MANIS Tahap persiapan - Semua peralatan dan bahan yang dibutuhkan di sediakan dalam jumlah dan takaran masing- masing (sehingga tidak memperlama proses pembuatan nanti), timbang terigu

Lebih terperinci

Kemudian dilakukan pembulatan untuk memudahkan dalam pengambilan sampel sehingga menjadi 300 responden.

Kemudian dilakukan pembulatan untuk memudahkan dalam pengambilan sampel sehingga menjadi 300 responden. Lampiran 1. Perhitungan Jumlah Sampel Responden Rumus : N pq n = ( N 1) D + pq Dimana : P : 85% = 0,85 Q : 15% = 0,15 Dan : D = B 2 4 Penentuan error sampling sebesar 5 % maka nilai B : B = 85 x 5% = 0,0425

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. pangan bagi masyarakatnya dari sektor pertanian. Hasil olahan dari sektor

I. PENDAHULUAN. pangan bagi masyarakatnya dari sektor pertanian. Hasil olahan dari sektor 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Negara Indonesia adalah negara agraris yang dapat mencukupi kebutuhan pangan bagi masyarakatnya dari sektor pertanian. Hasil olahan dari sektor pertanian dapat berupa

Lebih terperinci

BAB II IDENTIFIKASI DATA. A. Data Perusahaan

BAB II IDENTIFIKASI DATA. A. Data Perusahaan digilib.uns.ac.id BAB II IDENTIFIKASI DATA A. Data Perusahaan 1. Sejarah berdirinya Carang Mas Latansa Latansa adalah sebuah merek dari rumah produksi yang membuat makanan tradisional khas Magetan yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG 1.2 RUMUSAN MASALAH

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG 1.2 RUMUSAN MASALAH 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pengolahan teh saat ini pada dasarnya sama dengan pengolahan teh terdahulu. Zaman yang semakin canggih membuat alat-alat pengolahan teh berkembang menjadi teknologi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. ikan laut yang dicampur dengan bahan-bahan, seperti cabe kering yang dihaluskan

BAB 1 PENDAHULUAN. ikan laut yang dicampur dengan bahan-bahan, seperti cabe kering yang dihaluskan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Otak-otak merupakan makanan khas Kota Tanjungpinang yang terbuat dari ikan laut yang dicampur dengan bahan-bahan, seperti cabe kering yang dihaluskan kemudian dicampur

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. banyaknya aktivitas yang harus dilakukan, sementara waktu yang ada sangat terbatas. Gaya

BAB I PENDAHULUAN. banyaknya aktivitas yang harus dilakukan, sementara waktu yang ada sangat terbatas. Gaya BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Dewasa ini, gaya hidup manusia beralih ke gaya hidup yang serba instan karena banyaknya aktivitas yang harus dilakukan, sementara waktu yang ada sangat terbatas. Gaya

Lebih terperinci

Metode penelitian Rancangan penelitian (reseach Design) Rancangan Percobaan

Metode penelitian Rancangan penelitian (reseach Design) Rancangan Percobaan Abstrak Wedang cor merupakan minuman khas jember yang biasanya di jual dipenggiran jalan. Minuman ini sangat diminati oleh kalangan Mahasiswa maupun mayarakat. Wedang cor ini terdiri dari jahe, ketan dan

Lebih terperinci

7. LAMPIRAN. Lampiran 1. Perhitungan 1.1. Uji Beda Berdasarkan Jenis kelamin Pemahaman. Persepsi. Perilaku. Produk teh lain.

7. LAMPIRAN. Lampiran 1. Perhitungan 1.1. Uji Beda Berdasarkan Jenis kelamin Pemahaman. Persepsi. Perilaku. Produk teh lain. 7. LAMPIRAN Lampiran 1. Perhitungan 1.1. Uji Beda 1.2.1 Berdasarkan Jenis kelamin Pemahaman Test Statistics a Pemahaman Mann-Whitney U 8853.000 Wilcoxon W 21256.000 Z -.395 Asy mp. Sig. (2-tailed).693

Lebih terperinci

Bisnis Untung Besar Membuat Sirup Di Musim Lebaran

Bisnis Untung Besar Membuat Sirup Di Musim Lebaran Bisnis Untung Besar Membuat Sirup Di Musim Lebaran Menyajikan aneka macam minuman segar di moment buka puasa maupun ketika hari lebaran tiba, menjadi salah satu rutinitas yang tak bisa dipisahkan dari

Lebih terperinci

TUGAS BUSINESS PLAN KEWIRAUSAHAAN RAINBOW SIOMAY TUGAS PRIBADI. MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN Kls.12 SEMESTER GENAP 2015/2016

TUGAS BUSINESS PLAN KEWIRAUSAHAAN RAINBOW SIOMAY TUGAS PRIBADI. MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN Kls.12 SEMESTER GENAP 2015/2016 TUGAS BUSINESS PLAN KEWIRAUSAHAAN RAINBOW SIOMAY TUGAS PRIBADI MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN Kls.12 SEMESTER GENAP 2015/2016 Di Susun Oleh : Nama : Wilda Hidayani N I M : 201411039 JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS

Lebih terperinci

INDUSTRI KERIPIK SINGKONG

INDUSTRI KERIPIK SINGKONG INDUSTRI KERIPIK SINGKONG KARYA ILMIAH KULIAH LINGKUNGAN BISNIS SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2010/2011 OLEH : EDY SETIAWAN 10.11.3986 KELAS 2F S1 TEKNIK INFORMATIKA STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA TAHUN 2011

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PENDAHULUAN. A. Latar Belakang PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tugas akhir, mengambil topik yaitu Desain Booth Sate Manis Kelapa Bang Erick (Khas Betawi) penganan khas betawi yang memilki penggemar sate yang tersebar hanya di beberapa

Lebih terperinci

MODUL 5 PIZZA IKAN. Indikator Keberhasilan: Mutu pizza ikan yang dihasilkan memiliki tekstur yang lembut, rasa dan aroma khas ikan.

MODUL 5 PIZZA IKAN. Indikator Keberhasilan: Mutu pizza ikan yang dihasilkan memiliki tekstur yang lembut, rasa dan aroma khas ikan. MODUL 5 PIZZA IKAN Standar Unit Kompetensi: Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa mampu membuat pizza ikan yang enak, bertekstur lembut dan rasa yang lezat. Indikator Keberhasilan: Mutu pizza ikan

Lebih terperinci

BAB 5 HAS IL D AN PEMBAHAS AN DES AIN

BAB 5 HAS IL D AN PEMBAHAS AN DES AIN 28 BAB 5 HAS IL D AN PEMBAHAS AN DES AIN 5.1 Logo / Brand Logotype Dengan menggunakan huruf Goudy Old Style yang merupakan jenis huruf yang masuk ke kategori serif, yang dapat diartikan sebagai huruf yang

Lebih terperinci

TUGAS KULIAH LINGKUNGAN BISNIS

TUGAS KULIAH LINGKUNGAN BISNIS TUGAS KULIAH LINGKUNGAN BISNIS PELUANG BISNIS Disusun Oleh : Rendy Saputra 10.11.3703 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA 2010/2011 MEMBUKA PELUANG

Lebih terperinci

Untung Besar Modal Kecil. dari Bisnis. Jajanan Tradisional

Untung Besar Modal Kecil. dari Bisnis. Jajanan Tradisional Untung Besar Modal Kecil dari Bisnis Jajanan Tradisional Nama : Triana Dewi Arumsari Nim : 11.02.8138 Kelas : D3-MI-04 Jurusan : Manajemen Informatika Mata Kuliah : Lingkungan Bisnis SEKOLAH TINGGI TEKNIK

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Keanekaragaman budaya di Indonesia adalah sesuatu yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Dalam masyarakatnya yang majemuk, tentunya masyarakat Indonesia juga memiliki

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Persaingan dalam dunia bisnis semakin ketat, terutama dalam industri bisnis consumer goods. Bentangan bisnis saat ini, khususnya food and beverage company,

Lebih terperinci

LINGKUNGAN BISNIS OLEH KHAS MAGELANG

LINGKUNGAN BISNIS OLEH KHAS MAGELANG LINGKUNGAN BISNIS OLEH OLEH KHAS MAGELANG Nama : Mumpuni Widyawati Kelas : S1TI- 2L NIM : 10.11.4442 STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2010 / 2011 ABSTRAKSI Pada jaman penjajahan Jepang, beras merupakan barang langka

Lebih terperinci

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB 2 DATA DAN ANALISA BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data 2.1 Latar belakang perusahaan Kopi Luwak awalnya hanyalah sebuah nama merek kopi milik pengusaha Semarang, Tan Hok Seng yang memulai usahanya tahun 1965 silam. Pada

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarah Berdirinya Usaha Bersama Jagung Goreng Gurih di Kelurahan

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarah Berdirinya Usaha Bersama Jagung Goreng Gurih di Kelurahan BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Berdirinya Usaha Bersama Jagung Goreng Gurih di Kelurahan Labuhbaru Barat Pekanbaru 1. Latar Belakang Berdirinya Usaha Bersama Jagung Goreng Gurih Usaha

Lebih terperinci

Hidup sehat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Nenek moyang kita. Bugar Berkat Secangkir Herbal. 1 Obat Tradisional

Hidup sehat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Nenek moyang kita. Bugar Berkat Secangkir Herbal. 1 Obat Tradisional 1 Obat Tradisional Bugar Berkat Secangkir Herbal Hidup sehat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Nenek moyang kita mengajarkan pola hidup sehat antara lain lewat minuman tradisional yang diolah dari aneka

Lebih terperinci

KONSEP BAB Landasan Teori Logo. Logo adalah suatu simbol atau desain yang mewakili atau

KONSEP BAB Landasan Teori Logo. Logo adalah suatu simbol atau desain yang mewakili atau BAB 4 KONSEP 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Logo Logo adalah suatu simbol atau desain yang mewakili atau menyimbolkan suatu organisasi tertentu. Biasanya logo akan diaplikasikan ke kop surat, materi periklanan.

Lebih terperinci

II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Jus Buah 2.2. Pineapple Soft Candy

II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Jus Buah 2.2. Pineapple Soft Candy II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Jus Buah Jus buah (fruit juice) adalah cairan yang jernih atau agak jernih, tidak difermentasi dan diperoleh dari pengepresan buah-buahan yang telah matang dan masih segar (Codex

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Teh merupakan salah satu dari jenis produk minuman yang dikenal dan

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Teh merupakan salah satu dari jenis produk minuman yang dikenal dan I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Teh merupakan salah satu dari jenis produk minuman yang dikenal dan digemari oleh masyarakat Indonesia. Bagi konsumen teh, komoditas ini dianggap mempunyai keunggulan komparatif

Lebih terperinci

T E M P E 1. PENDAHULUAN

T E M P E 1. PENDAHULUAN T E M P E 1. PENDAHULUAN Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang kedelai, kacang tanah, biji kecipir, koro, kelapa dan lain-lain merupakan bahan pangan sumber protein dan lemak nabati yang sangat

Lebih terperinci

tips: Menyimpan Tahu Segar

tips: Menyimpan Tahu Segar Tip's Memasak Tip's Memasak tips: Kaldu Udang Mendapatkan kaldu udang yang gurih, sangrai atau panggang kulit, dan kepala udang hingga kering dan harum. Angkat lalu rebus dengan air secukupnya di atas

Lebih terperinci

tips: Menyimpan Tahu Segar

tips: Menyimpan Tahu Segar Tip's Memasak Tip's Memasak tips: Kaldu Udang Mendapatkan kaldu udang yang gurih, sangrai atau panggang kulit, dan kepala udang hingga kering dan harum. Angkat lalu rebus dengan air secukupnya di atas

Lebih terperinci

Minuman tradisional yang menyehatkan

Minuman tradisional yang menyehatkan Minuman tradisional yang menyehatkan Jaman sekarang kita lebih mengenal minuman modern seperti soda, juice, bahkan alkohol. Padahal kalau kita lebih mendalami khasiat minuman. Masih banyak minuman dari

Lebih terperinci

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB 2 DATA DAN ANALISA BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data 2.1.1 Sumber data 1. Wawancara dengan pemilik Harum Sari Food Industries 2. Observasi Lapangan 3. Survey dengan konsumen tahu 4. Media Elektronik 2.1.2 Definisi Industri

Lebih terperinci

PENGOLAHAN BUAH-BUAHAN

PENGOLAHAN BUAH-BUAHAN 1 DAFTAR ISI I. Kata Pengantar II. Daftar Isi III. Pendahuluan...1 IV. Bahan Tambahan 1. Pemanis...1 2. Asam Sitrat...1 3. Pewarna...1 4. Pengawet...2 5. Penstabil...2 V. Bentuk Olahan 1. Dodol...2 2.

Lebih terperinci

IV. ANALISIS KARYA. di kota Surakarta. Penulis tertarik memvisualisasikan tradisi upacara minum teh

IV. ANALISIS KARYA. di kota Surakarta. Penulis tertarik memvisualisasikan tradisi upacara minum teh IV. ANALISIS KARYA Pada Bab ini, penulis menampilkan hasil karya beserta deskripsi dari masing-masing judul karya. Karya-karya ini terinspirasi dari upacara minum teh Jepang yang sering dijumpai pada festival

Lebih terperinci

MANISAN KERING JAHE 1. PENDAHULUAN 2. BAHAN

MANISAN KERING JAHE 1. PENDAHULUAN 2. BAHAN MANISAN KERING JAHE 1. PENDAHULUAN Manisan biasanya dibuat dari buah. Produk ini merupakan bahan setengah kering dengan kadar air sekitar 30 %, dan kadar gula tinggi (>60%). Kondisi ini memungkinkan manisan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Tanaman herbal merupakan jenis-jenis tanaman yang memiliki fungsi.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Tanaman herbal merupakan jenis-jenis tanaman yang memiliki fungsi. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tanaman herbal merupakan jenis-jenis tanaman yang memiliki fungsi. Tanaman herbal tergolong rempah-rempah dan tanaman buah yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai

Lebih terperinci

BAB 2. DATA dan ANALISA

BAB 2. DATA dan ANALISA BAB 2 DATA dan ANALISA 2.1 Sumber Data Halua Delima ini berdiri sejak tahun 2001, berawal dari sebuah usaha kecil rumahan yang membuat manisan khas melayu deli yang kemudian mengikuti berbagai macam pameran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kondisi perekonomian yang menuju arah globalisasi, merek yang kuat

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kondisi perekonomian yang menuju arah globalisasi, merek yang kuat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam kondisi perekonomian yang menuju arah globalisasi, merek yang kuat bukan cuma memberikan daya saing jangka panjang bagi perusahaan. Merek juga memberikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sebanyak 22%, industri horeka (hotel, restoran dan katering) 27%, dan UKM

BAB I PENDAHULUAN. sebanyak 22%, industri horeka (hotel, restoran dan katering) 27%, dan UKM BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Produksi daging sapi di Indonesia pada tahun 2015 mencapai 523.927 ton, hasil tersebut meningkat dibandingkan produksi daging sapi pada tahun 2014 yang mencapai 497.670

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pilihan lainnya. Oleh karena itu konsumen sering menghadapi kebingungan untuk

BAB I PENDAHULUAN. pilihan lainnya. Oleh karena itu konsumen sering menghadapi kebingungan untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Minat beli merupakan sesuatu yang berhubungan dengan rencana konsumen untuk membeli produk tertentu, serta berapa banyak unit produk yang dibutuhkan pada periode tertentu.

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHANSAN DESAIN

BAB V HASIL DAN PEMBAHANSAN DESAIN 31 BAB V HASIL DAN PEMBAHANSAN DESAIN 5.1 Logo Gambar 5.1 Logo baru Kopi cap Pohon. Logogram Kopi cap Pohon yang baru dibuat secara manual menggunakan alas dari cangkir kopi yang dicelupkan dengan air

Lebih terperinci

ANEKA RUJAK DAN ASINAN NAN SEGAR

ANEKA RUJAK DAN ASINAN NAN SEGAR ANEKA RUJAK DAN ASINAN NAN SEGAR Rujak dan asinan sangat cocok disajikan saat cuaca panas seperti sekarang ini. Jenisnya pun dapat Anda pilih sesuai selera. Dari rujak buah, asinan betawi, sampai asinan

Lebih terperinci

DIVERSIFIKASI PRODUK AREN UNTUK PANGAN DAN PROSPEK PASAR

DIVERSIFIKASI PRODUK AREN UNTUK PANGAN DAN PROSPEK PASAR DIVERSIFIKASI PRODUK AREN UNTUK PANGAN DAN PROSPEK PASAR Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc & Tim Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada Disampaikan pada Pertemuan Pengembanan dan Pemanfaatan

Lebih terperinci

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS BERBISNIS DENGAN PISANG NAMA : ERMA WIDIYANTI NIM : 11.01.2948 STMIK Amikom Yogyakarta Jl. Ring Road Utara. Condong Catur, Sleman, Yogyakarta Indonesia Telp: (0274)884201-207

Lebih terperinci

Bab 5 Aspek Teknis. Bagaimana bentuk tempe yang anda suka? Apa warna tempe yang anda suka? Jenis bahan tempe apa yang anda sukai?

Bab 5 Aspek Teknis. Bagaimana bentuk tempe yang anda suka? Apa warna tempe yang anda suka? Jenis bahan tempe apa yang anda sukai? Bab 5 Aspek Teknis No 1. 5.1. Perencanaan Produk Berdasarkan data kuisioner yang terdapat pada bab 4, maka untuk menentukan perencanaan produk didapat data dari hasil penyebaran kuisioner sebagai berikut:

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELANGGAN DAN KARAKTERISTIK TEKNIS DALAM PERANCANGAN KEMASAN PRODUK TEH SEDUH

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELANGGAN DAN KARAKTERISTIK TEKNIS DALAM PERANCANGAN KEMASAN PRODUK TEH SEDUH D.6 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELANGGAN DAN KARAKTERISTIK TEKNIS DALAM PERANCANGAN KEMASAN PRODUK TEH SEDUH Ahmad Faiz Haqqoni 1*, Irwan Iftadi 1**, Wakhid Ahmad Jauhari 1*** 1 Jurusan Teknik Industri, Fakultas

Lebih terperinci

BAB III INDUSTRI KERUPUK RAMBAK DWIJOYO DESA PENANGGULAN KECAMATAN PEGANDON KABUPATEN KENDAL

BAB III INDUSTRI KERUPUK RAMBAK DWIJOYO DESA PENANGGULAN KECAMATAN PEGANDON KABUPATEN KENDAL BAB III INDUSTRI KERUPUK RAMBAK DWIJOYO DESA PENANGGULAN KECAMATAN PEGANDON KABUPATEN KENDAL A. Gambaran Umum Industri Kecil dan Menengah di Desa Penanggulan Desa Penanggulan termasuk wilayah yang memiliki

Lebih terperinci

3. METODOLOGI PENELITIAN

3. METODOLOGI PENELITIAN 3. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. BAHAN DAN ALAT Bahan yang digunakan pada penelitian ini antara lain talas bentul, gula pasir, gula merah, santan, garam, mentega, tepung ketan putih. Sementara itu, alat yang

Lebih terperinci

Bisnis Susu Kedelai Tugas Karya Ilmiah Lingkungan Bisnis

Bisnis Susu Kedelai Tugas Karya Ilmiah Lingkungan Bisnis Bisnis Susu Kedelai Tugas Karya Ilmiah Lingkungan Bisnis Disusun Oleh : Asep Firmansyah Murdas ( 11.11.4775 ) S1-TI-03 SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2012 ABSTRAK

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Logo Gambar 18 Logo baru Kopi Bubuk Cap AAA Logogram Kopi Bubuk Cap AAA dikreasikan dari pengabungan beberapa pola yang divisualisasikan dengan bentuk tali yang kokoh

Lebih terperinci

BAB 5 PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 PEMBAHASAN DESAIN 36 BAB 5 PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Konsep Visual a. Visual Menggunakan ilustrasi dengan pengaruh gaya motif batik Jogjakarta, daerah asal Ayam Goreng Suharti. Pemilihan motif batik dikarenakan batik merupakan

Lebih terperinci

Bab 2. Data dan Analisa. Data dan informasi yang digunakan untuk analisa dan konsep proyek ini didapat dari

Bab 2. Data dan Analisa. Data dan informasi yang digunakan untuk analisa dan konsep proyek ini didapat dari Bab 2 Data dan Analisa 2.1 Sumber Data dan informasi yang digunakan untuk analisa dan konsep proyek ini didapat dari berbagai sumber, dantara lain: a. Literatur: artikel elektronik maupun non elektronik,

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG LOKASI PENELITIAN

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG LOKASI PENELITIAN BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Singkat Usaha Ayam Goreng Tepung di Desa Tanjungsamak Kecamatan Rangsang Desa Tanjungsamak merupakan daerah satu-satunya yang memiliki usaha ayam

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian, dapat

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian, dapat 256 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut. (1) Faktor internal konsumen mencakup: (a) Kebiasaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sebagai obat. Sekarang ini banyak sekali berbagai jenis obat yang dikemas

BAB I PENDAHULUAN. sebagai obat. Sekarang ini banyak sekali berbagai jenis obat yang dikemas 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di Indonesia banyak sekali dijumpai berbagai jenis sirup, dari asam sampai yang paling manis. Sirup itu sendiri merupakan sediaan minuman cair berupa larutan yang

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG PENGAWASAN TAKARAN SAJI PANGAN OLAHAN

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG PENGAWASAN TAKARAN SAJI PANGAN OLAHAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG PENGAWASAN TAKARAN SAJI PANGAN OLAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN, Menimbang : a.

Lebih terperinci

NOMOR : PL /019.2/521112/2011 TANGGAL : 27 Januari 2011

NOMOR : PL /019.2/521112/2011 TANGGAL : 27 Januari 2011 KEMENTERIAN KESEHATAN RI RUMAH SAKIT PARU Dr HA ROTINSULU PANITIA PENGADAAN BARANG-JASA BELANJA RUPIAH MURNI JL BUKIT JARIAN NO40 BANDUNG 40141 TELP 2034446,2031427 FAX2031427 BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN/

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dawet Kampung Kali Semarang, diperoleh gambaran umum responden yang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dawet Kampung Kali Semarang, diperoleh gambaran umum responden yang BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Gambaran Umum Responden Berdasarkan dari hasil penyebaran kuesioner kepada 30 responden es dawet Kampung Kali Semarang, diperoleh gambaran umum responden yang meliputi: usia,

Lebih terperinci

Kepada Yth. Saudara / Saudari Responden Di tempat. Dengan hormat,

Kepada Yth. Saudara / Saudari Responden Di tempat. Dengan hormat, LAMPIRAN 74 Kepada Yth. Saudara / Saudari Responden Di tempat Dengan hormat, Dalam rangka penyusunan thesis sebagai salah satu syarat menyelesaikan studi pada Fakultas Magister Manajemen Universitas Katholik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. familiar, selain familiar dodol juga terasa enak dan banyak macamnya. Di

BAB I PENDAHULUAN. familiar, selain familiar dodol juga terasa enak dan banyak macamnya. Di 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indoesia merupakan negara yang terkenal dengan makanan tradisional. Banyak makanan Indonesia yang tidak dijumpai di negara lain termasuk dodol. Dodol adalah makanan

Lebih terperinci

I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang Penelitian, (2)

I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang Penelitian, (2) I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang Penelitian, (2) Identifikasi Masalah, (3) Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian, dan

Lebih terperinci

4.2. Strategi Kreatif 1) Positioning : Makanan ringan/ camilan asli daerah sukabumi yang mempunyai ciri khas rasa autentik dan higienis, mengandung un

4.2. Strategi Kreatif 1) Positioning : Makanan ringan/ camilan asli daerah sukabumi yang mempunyai ciri khas rasa autentik dan higienis, mengandung un BAB IV STRATEGI 4.1. Strategi Komunikasi Dalam pembuatan desain kemasan ini penulis melakukan beberapa penedekatan dalam membuat strategi komunikasi antara lain: 1) Pendekatan Emosional Konsumen tertarik

Lebih terperinci