BAB II DATA DAN ANALISA
|
|
|
- Ratna Setiabudi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 3 BAB II DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber data Data dan informasi untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini diperoleh dari berbagai sumber. Diantaranya adalah : 1. Pencarian bahan melalui buku, artikel, dan literatur dari internet mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tema yang diangkat. 2. Hasil wawancara dengan narasumber dari pihak terkait, yaitu: Hasil wawancara oleh Bonishita Pariwondo dengan Pak Hadi Semedi, Direktur Utama Sarangsari. Pak Syarif, mantan Pengawas Pelaksana Proyek Sarangsari. 3. Kuesioner yang dibagikan kepada sejumlah responden sesuai target audience. 2.2 Data Produk Sirup Sirup adalah adalah minuman yang berupa cairan yang kental dan memiliki kadar gula yang tinggi. Untuk dikonsumsi, sirup biasa dicampur dengan air dan dihidangkan dengan es batu. Sirup dapat memiliki jumlah varian yang beragam. Varian yang paling populer adalah buah-buahan. Sirup tersedia di berbagai pasar, dari toko kelontong hingga hypermarket. 2.3 Sirup Sarangsari Sejarah Sirup Sarangsari Sirup Sarangsari berawal dari pengusaha asal Groningen, Belanda, bernama De Wed Bijlsma di tahun 1934 yang membangun NV Conservenbedrijf de Friesche Boerin, perusahaan yang memproduksi limonadestroop atau sirup sebagai minuman ringan pelepas dahaga. Presiden Soekarno menasionalisasikan seluruh perusahaan asing pada tahun 1959, sehingga perusahaan sirup ini diambil alih oleh Keluarga Gunawan. Dengan 3
2 4 modal resep yang diperoleh untuk melanjutkan usaha limonadestroop, Keluarga Gunawan mendirikan PT Sarangsari di Jl. Cikini Raya 77, Jakarta Pusat. Salah satu partner menjual sahamnya kepada Rachmat Semedi karena usia lanjut dan anak-anak mereka tidak berminat meneruskan usaha di lahan yang relatif kecil pada tahun 1980, masa dimana sirup sedang naik daun di Indonesia. Kompetisi belum begitu sengit karena hanya ada 4 merek besar: Sirup Bango, ABC, Marjan, dan Sarangsari. Untuk mendapatkan Sarangsari di bulan-bulan tertentu pada era ini, para agen atau toko dibatasi jumlah pembeliannya dikarenakan demand over supply. Melihat bahwa bisnis berkembang pesat, Rachmat mempertaruhkan hartanya & membangun pabrik di Cimanggis, Depok, untuk meningkatkan produksi sirup. Sarangsari menjadi market leader di eranya. Namun sejak 1990-an, popularitas sirup menurun dengan kehadiran sirup-sirup lain yang pada tahun 1996 mencapai 47 merek, sehingga pasar menjadi jenuh dengan persaingan harga. Di saat yang sama, importir memperkenalkan minuman ringan instan lainnya seperti teh dalam kemasan, serta aneka ragam jus dalam kemasan tetrapack. Hal ini membuat 72% dari merekmerek sirup tumbang atau kembali ke daerah asal. Walaupun tidak jadi diterapkan, draft peraturan untuk mengenakan PPnBm pada minuman berbahan dasar gula juga ikut menghilangkan banyak merek-merek sirup. Produksi Sarangsari turun drastis hingga 240 ribu botol per tahun. Bukan hanya jumlah produksinya yang mengalami penurunan, namun jumlah karyawan juga berkurang. Selain 8 varian rasa yang tersedia, terdapat beberapa rasa yang kini sudah tidak diproduksi lagi, seperti kurma, nanas, dan fruit punch. Tantangan lain yang dihadapi perusahaan yang kini dipimpin oleh Hadi Semedi adalah bahan bakunya yang berupa gula tebu asli, yang membuat perusahaan ini terus mengejar harga gula yang selalu naik, terutama pada bulan puasa Produk PT Sarangsari Berikut adalah daftar ragam varian sirup Sarangsari : Frambozen Vanille Pisang Ambon Jeruk Keprok Manalagi Sarsaparilla Rozen Mocca
3 5 Harga sirup Sarangsari : Botol 620 ml : Rp , Analisa Kemasan Sarangsari Gambar 2.1 (Kemasan Sirup Sarangsari) Heritage. Itulah yang diakui oleh Hadi Semedi sebagai aset yang paling berharga karena Sarangsari sudah berdiri sejak tahun Sirup Sarangsari khas dengan kemasan yang berupa botol bir berwarna hijau, dan label yang berwarna jingga. Sarangsari adalah satu-satunya sirup lokal yang menggunakan botol bir sebagai kemasan. Menurut Pak Syarif selaku mantan Pengawas Pelaksana Proyek PT Sarangsari, warna hijau dari botol bir dapat menjaga kualitas sirup dan melindunginya dari sinar matahari yang dapat merusak kualitas sirup yang tidak menggunakan bahan pengawet ini, bila dibandingkan dengan merek-merek sirup lain yang menggunakan pengawet dan botol bening. Selain tanpa pengawet, sirup ini berbahan dasar gula tebu, sehingga dipercaya masyarakat dari generasi ke generasi dapat menghindarkan konsumen dari penyakit gangguan hati. Menurut hasil wawancara dengan Hadi Semedi, Sirup Sarangsari tidak berubah sejak dahulu, masih dengan kemasan botol hijau dan label oranye. Warna dasar label oranye dipertahankan karena warna ini diasosiasikan dengan Belanda. Logo Sarangsari terdiri dari logotype Sarangsari, dan maskot yang berupa gadis penari Bali. Hanya ada 4 merek sirup besar di tahun 1959 (Sarangsari, ABC, Bango & Marjan) sehingga saat dilakukan penasionalisasian seluruh perusahaan asing oleh Presiden Soekarno, Sarangsari memilih maskot yang berupa gadis penari Bali untuk menyenangkan hati sang Presiden yang ibunya berasal dari pulau dewata. Selain itu, alasan penggunaan
4 6 gambar gadis penari Bali menurut Pak Syarif adalah adanya opini/anggapan bahwa di mata dunia, Bali lebih populer dibanding Indonesia. Dengan ini, diharapkan saat dilihat oleh warga negara asing, dapat secara mudah diidentifikasi bahwa sirup Sarangsari adalah hasil produksi dari Indonesia. Sarangsari menggunakan botol berwarna hijau untuk kemasan, sedangkan ada banyak sirup lokal maupun impor yang menggunakan botol bening sehingga warnawarni sirup dapat terlihat dengan jelas sesuai dengan ragam varian rasa yang tersedia. Selain itu, merek sirup-sirup lain memiliki desain label yang lebih menarik dengan adanya pembeda berupa warna, ilustrasi ataupun foto tiap varian yang terlihat lebih segar dibanding label sirup Sarangsari yang baik dari botol ataupun labelnya, ragam varian hanya dapat diidentifikasi dari nama yang tertera, sehingga sulit untuk membedakan ragam masing-masing varian. Tutup dari botol Sarangsari adalah tutup kaleng yang hanya bisa dibuka menggunakan alat bantu yang berupa pembuka tutup botol. Jika sirup Sarangsari tidak habis dalam sekali konsumsi, konsumen hanya bisa menutupnya kembali menggunakan tutup kaleng yang sudah rusak karena proses pembukaan botol, sehingga botol tidak dapat tertutup rapat Pemasaran Produk PT Sarangsari Pasar dari sirup Sarangsari antara lain pedagang, dan juga pembeli yang menggunakannya untuk keperluan pribadi. Pemasaran dilakukan dengan proses beli putus, bukan konsignasi (titip barang), sehingga orang atau pihak yang membutuhkan sirup Sarangsari untuk dijual harus membayar dengan uang tunai. Sirup Sarangsari dapat ditemukan baik di pasar tradisional maupun di sejumlah pasar modern. Diantaranya adalah Superindo, Grand Lucky, Hero, Tip Top, Foodhall & Carrefour. Sirup Sarangsari tersedia di kota-kota besar di Pulau Jawa dan Pulau Bali, antara lain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan Denpasar.
5 7 2.4 Target Audience Target Primer Demografi Jenis Kelamin Usia Kelas Sosial Jenjang Pendidikan : Perempuan : tahun : A : Diploma - S2 Geografi Kota-kota besar di P. Jawa & P. Bali : Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan Denpasar. Psikografi Personality Interest Lifestyle Behavior : Senang bersosialisasi : Loyal terhadap merek : Belanja : Memasak : Kecantikan : Berkebun : Gossip : Perkumpulan (arisan, pengajian, reuni) : Hemat : Perawatan tubuh (salon & fitness) : Menjaga penampilan : Memperhatikan kesehatan anggota keluarga : Peduli terhadap lingkungan sekitar
6 Target Sekunder Demografi Jenis Kelamin Usia Kelas Sosial Jenjang Pendidikan : Perempuan & laki-laki : tahun : 36 tahun : A - B : SMA - S1 Geografi Seluruh kota di Indonesia Psikografi o Gemar memasak. o Loyal terhadap brand. o Hobi kuliner. o Up-to-date dengan tempat-tempat hangout terbaru. o Senang berjalan-jalan & menjelajah.
7 9 2.5 Kompetitor Di pasaran tersedia produk-produk sejenis lainnya dalam kategori sirup selain hasil produksi PT Sarangsari. Kompetitor Sarangsari terbagi menjadi 2, yaitu kompetitor langsung dan kompetitor tidak langsung Kompetitor Langsung Berikut adalah daftar produk-produk lokal yang menjadi kompetitor langsung sirup Sarangsari. Tabel 2.1 (Kompetitor Langsung Sirup Sarangsari) No Merek Varian Ukuran Harga Kemasan 1. ABC Special Grade Anggur Blackcurrant, Cocopandan, Melon, Mocca, Rose, Stroberi 585 ml Rp ,- 2. ABC Squash Delight Anggur, Jeruk, Leci, Mangga, Nanas, Sirsak 600 ml Rp ,- 3. Freiss Cocopandan, Frambozen, Jeruk, Leci, Melon 650 ml Rp ,-
8 10 4. Kurnia Raspberry 600 ml Rp ,- 5. Marjan Boudoin Fruitpunch, Grenadine, Kopi, Leci, Melon, Moka, Pisang Susu, Ros, Stroberi, Vanila 620 ml Rp ,- 6. Marjan Squash Cocopandan, Guava, Fruitpunch, Mango 570 ml Rp ,- 7. Marjan Syrup with Milk Melon, Orange, Rozen, Strawberry 600 ml Rp ,-
9 11 8. Sarang Tawon Lychee, Marquisa, Melon, Terong Belanda 630 ml Rp ,- 9. Tjap Buah Tjampolay 10. Tropicana Slim Melon, Djeruk Nipis, Lychee, Mangga Gedong, Coffie Mocca, Nanas, Coco Pandan, Kopyor, Pisang Susu, Rozen Roos, Asam Jeruk, Durian, Sirsak, Jambu, Strawberry Cocopandan, Lychee, Orange 700 ml Rp ,- 750 ml Rp ,-
10 Kompetitor Tidak Langsung Berikut adalah daftar produk-produk impor yang menjadi kompetitor tidak langsung sirup Sarangsari. Tabel 2.2 (Kompetitor Tidak Langsung Sirup Sarangsari) No Merek Varian Ukuran Harga Kemasan 1. Monin Grenadine, Caramel, Butterscotch, Pomme Verte, Noisette, Mojito Mint, Fruit de la Passion, Menthe Glaciale, Rose, Mangue, Curacao Bleu, Cerise, Vanille, Fraise 700 ml Rp ,- 2. Bols Grenadine, Cranberry 750 ml Rp ,- 3. Muhlebach Himbeer, Schwarze Johannisbeere 500 ml Rp ,-
11 Data & Analisa Sirup Tjap Buah Tjampolay Profil Sirup Tjap Buah Tjampolay Sama seperti sirup Sarangsari, sirup Tjampolay adalah salah satu sirup lokal yang tersedia di pasaran sejak 1930-an. Diformulasi oleh Tan Tjek Tjiu pada tahun 1936, sirup Tjampolay telah menjadi ikon di kota asalnya, Cirebon. Di tahun 2001, sirup ini menerima penghargaan Bintang I Standardisasi Kelayakan Industri dari Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. Selain itu, sirup Tjampolay mengungguli 14 perusahaan se-jawa Barat yang diukur berdasarkan kualitas produk, proses produksi dan racikan. Di tahun yang sama, sirup ini juga berhasil memperoleh Piagam Penghargaan Standardisasi Industri Internasional. Walaupun produksi sirup Tjampolay sempat terhenti di tahun 1964 karena Tan Tjek Tjiu meninggal, putranya Setiawan meneruskan kegiatan perusahaan ini di tahun Perusahaan ini terus bertahan hingga pada tahun 1983 berpindah lokasi pabrik ke daerah Lawang Gada, Cirebon. Pada periode 1990-an, usaha keluarga ini naik daun berkat kerja keras Setiawan & kakaknya, Budiman. Sirup Tjampolay yang awalnya hanya tersedia dengan 3 varian (Rossen, Asam Jeruk & Nanas) berkembang hingga menjadi 9, dengan tambahan varian rasa Pisang Susu, Melon, Leci, Mangga, Jeruk Nipis dan Kopi Moka. Produksi dan distribusi sirup ini berjalan dengan lancar, dimana dalam sehari sirup ini diproduksi tanpa mesin sebanyak botol. Sirup Tjampolay didistribusikan langsung ke pedagang ritel. Kini sirup Tjampolay dapat ditemui diberbagai tempat, mulai dari toko kelontong, minimarket, toko pusat oleh-oleh, hingga supermarket seperti Carrefour dan Alfa. Sirup Tjampolay juga telah memperluas pasarnya ke kota-kota besar diluar Cirebon, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, sampai Bali, Bandar Lampung dan Kalimantan. Menurut Budiman yang sekarang memimpin perusahaan keluarga ini, kelebihan Tjampolay dibanding sirup lain adalah penggunaan gula murni, sehingga tidak memiliki efek samping bagi kesehatan. Selain itu, banyak sirup lain yang mengandung sakarin. Inilah alasan kenapa dalam hitungan bulan, sirup Tjampolay yang sudah dibuka segelnya akan mengkristal. Oleh karena itu, Budiman tidak bisa mengambil resiko untuk mengekspor produknya.
12 Analisa Kemasan Sirup Tjap Buah Tjampolay Gambar 2.2 (Kemasan Botol Sirup Tjap Buah Tjampolay) Kemasan sirup Tjap Buah Tjampolay tidak berubah sejak 1936 dengan label kertas yang berwarna putih dengan 1 warna tinta pada masing-masing varian, dengan gambar buah tjampolay atau juga dikenal sebagai buah kesa, terpampang di permukaan botol. Dengan isi bersih 700 ml, botol kaca yang bening memperlihatkan warna-warni cairan sirup Tjampolay, berikut tinta dari label yang juga menyesuaikan warna tiap varian. Selain warnanya yang terlihat menarik, pembeli dapat dengan mudah mengidentifikasi varian sirup Tjap Buah Tjampolay apa yang tersedia di etalase toko. Penutup botol sirup Tjampolay berbahan kaleng. Cara membukanya mudah, tinggal memutarnya menggunakan tangan. Bila sirup tidak habis dalam sekali konsumsi, hanya perlu memutar tutupnya kembali untuk menutup botol.
13 Analisa SWOT Strength Mutu dan kualitas produk terjamin sejak tahun Menggunakan gula murni Weakness Tidak up-to-date dengan tuntutan marketing masa kini. Desain kemasan sirup Sarangsari tidak mencerminkan kualitasnya Opportunity Generasi terdahulu sudah mengenal produk sirup Sarangsari Threat Semakin banyak produk sejenis yang muncul di pasaran lokal dengan harga bersaing dan kemasan yang lebih menarik.
Nostalgia Dengan Sejarah Sarangsari
Nostalgia Dengan Sejarah Sarangsari Sejarah sirup Sarangsari memang semanis rasanya, kita akan dibuat bernostalgia dengan cerita Bapak Hadi Semedi, Dirut PT Sarangsari sejak Juli 2012 hingga sekarang.
BAB 2 DATA DAN ANALISA
BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Sumber data dan informasi untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini, diperoleh dari beberapa sumber, antara lain: 1. Literatur Pencarian data dilakukan melalui beberapa
f. Life-cycle : menikah (primer) &single (sekunder). g. Kewarganegaraan :Indonesia (primer) & pendatang (sekunder). 3. Psikografis a. Kelas sosial: me
BAB III ANALISA 3.1. Analisa Sasaran 3.1.1. Price 1. Susu (coklat, stoberi, kopi, pisang, kopi, peach, green tea) @ Rp. 15.000,- 2. Yoghurt (stoberi, jeruk, mangga, anggur, jambu, apel, leci, mix fruit,
BAB I PENDAHULUAN. Makanan dan minuman merupakan hal yang penting demi berlangsungnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Makanan dan minuman merupakan hal yang penting demi berlangsungnya kehidupan manusia. Sejak jaman dahulu sampai sekarang makanan dan minuman masih diperlukan, dimulai
BAB 2 DATA DAN ANALISA
2 BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Dalam pengerjaan proyek tugas akhir ini, penulis mendapatkan data melalui: 1. Tinjauan pustaka/referensi. 2. Wawancara dengan pemilik dan konsumen Mochi Mochi.
BAB II DATA DAN ANALISA
BAB II DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Data dan informasi yang digunakan untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini akan diambil dari berbagai sumber yang ada, diantaranya adalah : Literatur : buku, serta
BAB 2 DATA DAN ANALISA
3 BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1. Sumber Data Data dan informasi untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini diperoleh dari berbagai sumber, antara lain: 1. Data dari literatur buku seperti buku buku resep jajanan
BAB III IDENTIFIKASI DATA
BAB III IDENTIFIKASI DATA A. Data Perusahaan Revita Cookies merupakan merupakan produsen kue/roti kering (home industy) yang berada didaerah Solo tepatnya di Sumber yang terletak di Jl. Kahuripan Timur
Edisi 2015 KATALOG PRODUK
Edisi 2015 KATALOG PRODUK 1 Kecap Kecap KECAP MANIS 100142 100074 100129 100083 48 X 70ml 711844110182 24 X 225ml 711844110144 12 X 580ml 7118441101378 711844110113 Kecap ABC diproduksi dari bahan-bahan
BAB 2. Data dan Analisa. Proyek desain yang akan dibuat adalah merancang kembali identitas. Sumber data yang diperoleh adalah berdasarkan :
3 BAB 2 Data dan Analisa 2.1 Data Proyek Proyek desain yang akan dibuat adalah merancang kembali identitas visual Toko Kue Ny. Ali. Sumber data yang diperoleh adalah berdasarkan : 1. Data Literatur Pencarian
EDUCATION & QUALIFICATION
CURRICULUM VITAE PERSONAL DATA Name : Jayanti Ragumani Date of Birth : June 30, 1991 Address : Jl. Taman Ratu Indah Blok D/10 - No.1, Jakarta 11510 Indonesia Email : [email protected] Home Phone
BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Kemasan
BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori Kemasan Menurut Klimchuk dan Krasorvec (2007, p33), desain kemasan adalah bisnis kreatif yang mengkaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi,
BAB 2 DATA DAN ANALISA. ini akan diambil dari berbagai sumber, diantaranya : Senang Anak,Pak Marsa ad
BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Data data dan informasi yang digunakan untuk mendukung proyek tugas akhir ini akan diambil dari berbagai sumber, diantaranya : a. Data literatur berupa artikel elektronik
BAB I PENDAHULUAN. Jumlah Konsumsi. Pertumbuhan (%) Konsumsi Per Kapita (Gram) Jumlah Populasi. Tahun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan kopi olahan di Indonesia secara keseluruhan selama setengah dasawarsa terakhir mengalami peningkatan, dengan rata-rata pertumbuhan lebih kurang 5,12 persen
BAB 2 DATA DAN ANALISA
BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Data-data yang diperoleh untuk menunjang pembahasan serta kajian data dalam tugas akhir ini, diperoleh dari beberapa sumber. Data-data tersebut antara lain: Wawancara
BAB 2 DATA DAN ANALISA
3 BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data 2.1.1 Survey Lapangan Penulis mengunjungi Madu Mutiara Ibu yang terletak di Jl. Putri Tunggal, Komplek Casa Soronza, RT. 002/03 No.102, Harjamukti Cimanggis Depok,
BAB 2 DATA DAN ANALISA
BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Data dan informasi yang digunakan untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini akan diambil dari berbagai sumber yang ada, diantaranya adalah : 1. Literatur : buku, serta
BAB 2 DATA DAN ANALISA. Gambar 2.1
BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data Produsen 2.1.1 Sejarah Toko Kopi Lampung Carona Gambar 2.1 Kopi Lampung Carona adalah sebuah usaha yang bergerak di bidang penjualan kopi. Veronica sang pemilik, tadinya
BAB 2 DATA & ANALISA
3 BAB 2 DATA & ANALISA 2.1 Data 2.1.1 Sumber Data Di bawah ini merupakan beberapa sumber data yang mendukung untuk membuat laporan ini. Diantaranya: - www.yubiomex.com - Observasi ke pabrik PT. Yubi Citra
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kebutuhan hidup manusia terbagi menjadi dua, yaitu kebutuhan primer dan sekunder. Kebutuhan primer merupakan kebutuhan yang wajib dipenuhi untuk menjaga kelangsungan
V. GAMBARAN UMUM PENELITIAN
45 V. GAMBARAN UMUM PENELITIAN 5.1 PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk Secara administratif PT Ultrajaya Milk Industry berlokasi di Jalan Raya Cimareme 131, Kecamatan Padalarang, Kabupaten
2) Segmentasi Demografi Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa
BAB III ANALISA 3.1. Literatur Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan satuan pasar yang bersifat homogen.
1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan berkembang nya teknologi, buah tidak hanya dikonsumsi secara segar tetapi juga dapat dikonsumsi dalam bentuk sari buah. Sari buah dapat berupa jus buah
BAB II DATA DAN ANALISA. diambil dari berbagai sumber, diantaranya : 1. Wawancara dengan pemilik Kopi cap Pohon dan karyawan.
4 BAB II DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Data dan informasi yang digunakan untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini diambil dari berbagai sumber, diantaranya : 1. Wawancara dengan pemilik Kopi cap Pohon
I. PENDAHULUAN. pangan bagi masyarakatnya dari sektor pertanian. Hasil olahan dari sektor
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Negara Indonesia adalah negara agraris yang dapat mencukupi kebutuhan pangan bagi masyarakatnya dari sektor pertanian. Hasil olahan dari sektor pertanian dapat berupa
A. Penggunaan. B. Alat dan Bahan. Berikut ini alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan selai. 1. Alat
A. Penggunaan Siapa yang tidak kenal dengan selai? Bahan pelengkap dalam menyantap roti atau singkong rebus ini memiliki rasa yang manis dan terbuat dari buah segar. Tak hanya itu, variasi rasa dari selai
BAB II PERANCANGAN MEDIA PROMOSI KULINER TRADISIONAL ACEH
BAB II PERANCANGAN MEDIA PROMOSI KULINER TRADISIONAL ACEH 2.1 Kuliner Tradisional Masakan Tradisional adalah kegiatan manusia dalam menciptakan makanan dengan cara dan kebiasaan yang dilakukan turun temurun
Bisnis Untung Besar Membuat Sirup Di Musim Lebaran
Bisnis Untung Besar Membuat Sirup Di Musim Lebaran Menyajikan aneka macam minuman segar di moment buka puasa maupun ketika hari lebaran tiba, menjadi salah satu rutinitas yang tak bisa dipisahkan dari
BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan kegemaran masyarakat Indonesia dalam mengkonsumsi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan kegemaran masyarakat Indonesia dalam mengkonsumsi makanan ringan, kue kering merupakan alternatif konsumen dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Kue kering
Masakan. Ikan - Per ekor (Sniper, Gurami, Kerapu) Capcay (Stir Fry Mixed Vegetables) Ukuran Kecil... Rp. 20,000,- Capcay Vegetarian... Rp.
Masakan Capcay (Stir Fry Mixed Vegetables) Capcay Vegetarian... Rp. 10,000,- Capcay Telur. Rp. 10,000,- Ikan - Per ekor (Sniper, Gurami, Kerapu) Ukuran Kecil... Rp. 20,000,- Ukuran Sedang.. Rp. 30,000,-
I. PENDAHULUAN. Minuman ringan (soft drink) adalah minuman yang tidak mengandung. alkohol, merupakan minuman olahan dalam bentuk bubuk atau cair yang
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Minuman ringan (soft drink) adalah minuman yang tidak mengandung alkohol, merupakan minuman olahan dalam bentuk bubuk atau cair yang mengandung bahan makanan atau bahan
BAB 1 PENDAHULUAN 1-1
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah PT Sinar Sosro adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri minuman ringan di Indonesia. Produk yang pertama kali dikeluarkan PT Sinar Sosro
BAB V ANALISA SWOT, PEMASARAN, DAN LINGKUNGAN BISNIS
65 BAB V ANALISA SWOT, PEMASARAN, DAN LINGKUNGAN BISNIS 5.1. Analisa SWOT 5.1.1. Strength (Kekuatan) - Mempunyai ragam variasi kegunaan yang tinggi (masak, membuat roti, minum, mengobati penyakit autisme,
II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Sejarah dan Perkembangan Nata De Coco
II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Sejarah dan Perkembangan Nata De Coco Istilah nata berasal dari bahasa Spanyol yang diterjemahkan ke dalam bahasa latin sebagai natare, yang berarti terapung-apung. Nata dapat
BAB I PENDAHULUAN. perkotaan. Industri ritel dibagi menjadi 2 yaitu ritel tradisional dan ritel
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Perkembangan industri ritel belakangan ini menunjukkan kemajuan yang begitu berarti ditandai dengan makin banyaknya toko ritel modern di perkotaan. Industri ritel
BAB 2. DATA DAN ANALISA. Sumber data dan informasi untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini diperoleh dari
3 BAB 2. DATA DAN ANALISA 2.1. Sumber Data Sumber data dan informasi untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini diperoleh dari sumber-sumber sebagai berikut : 1. Literatur Data mengenai produk teh didapatkan
I. PENDAHULUAN. Minuman ringan (soft drink) adalah minuman yang tidak mengandung
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Minuman ringan (soft drink) adalah minuman yang tidak mengandung alkohol, dan merupakan minuman olahan dalam bentuk bubuk atau cair yang mengandung bahan makanan dan
Customer Retention Marketing
Modul ke: Fakultas Ilmu Komunikasi Program Studi Periklanan & Komunikasi Pemasaran www.mercubuana.ac.di Customer Retention Marketing Customer Segregation & Behaviour The value of customer knowledge Perilaku
BAB I PENDAHULUAN. Carrefour, Hero, Superindo, Hypermart, dan lainnya. Dengan adanya berbagai
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan bisnis saat ini, membuat persaingan bisnis ritel menjadi semakin ketat. Menurut Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), bisnis ritel atau
BAB II DATA & ANALISA. Data untuk menunjang proyek Tugas Akhir ini didapat dari berbagai
BAB II DATA & ANALISA 2.1 Data Data untuk menunjang proyek Tugas Akhir ini didapat dari berbagai sumber, antara lain : a. Metode yang digunakan penulis untuk mendapatkan data adalah dengan melakukan tinjauan
2.4 Data Produsen Sejarah Charis
5 Agak berbeda dengan sekoteng yang sudah dianggap asli Jawa Tengah yang memakai jahe sebagai penghangat, sikoteng (shi guo t'eng) bisa diminum hangat atau dingin pakai es, dan tidak beraroma jahe. Di
BAB I PENDAHULUAN. membuat para pelaku bisnis harus mampu bersaing. Persaingan yang terjadi tidak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dan persaingan dalam bisnis yang semakin lama semakin ketat membuat para pelaku bisnis harus mampu bersaing. Persaingan yang terjadi tidak hanya
BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan berkembangnya perusahaan perusahaan Fast Moving Consumer
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan berkembangnya perusahaan perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) saat ini dengan berbagai merk atau brand brand yang mereka miliki dari masing
BAB 2 DATA ANALISA. Data yang digunakan sebagai penunjang proyek ini ditinjau dari beberapa sumber antara lain :
BAB 2 DATA ANALISA 2.1 Data Produk 2.1.1 Sumber Literatur Data yang digunakan sebagai penunjang proyek ini ditinjau dari beberapa sumber antara lain : 2.1.2 Sejarah Bubble Tea 1. Wawancara dengan Ibu Juli
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1 Brand Evaluation Adapun pada brand evaluation, akan dilihat objektifitas yang dilakukan Unilever Indonesia dalam mengembangkan brand Buavita setelah diakuisisi dari Ultrajaya.
DAFTAR ISI. DAFTAR TABEL... xxiii DAFTAR GAMBAR... xxv DAFTAR LAMPIRAN... xxvii
DAFTAR ISI DAFTAR TABEL... xxiii DAFTAR GAMBAR... xxv DAFTAR LAMPIRAN... xxvii I. PENDAHULUAN... 1 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Perumusan Masalah... 6 1.3. Tujuan Penelitian... 6 1.4. Manfaat Penelitian...
BAB 2 DATA DAN ANALISA. Data dan informasi untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini diperoleh dari berbagai sumber, antara lain:
BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Data dan informasi untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini diperoleh dari berbagai sumber, antara lain: 1. Literatur Pencarian bahan melalui buku, artikel, dan literature
I. PENDAHULUAN. Tabel 1. Pembelian Konsumen terhadap Minuman Ringan (Tahun )
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Industri minuman ringan Indonesia tumbuh dengan pesat dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini terbukti dengan semakin banyak jenis produk minuman tersebut ditemukan di
BAB 2 Data & Analisa. Data diambil bersumber dari internet dan wawancara dengan pemilik disanda cake
BAB 2 Data & Analisa 2.1 Data Data diambil bersumber dari internet dan wawancara dengan pemilik disanda cake 2.1.1 Data Disanda Disanda Cake berdiri sejak tahun 2004 dengan mengandalkan resep warisan keluarga.
PENDAHULUAN. 2 Keamanan Air Minum Isi Ulang. Suprihatin.
I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air minum merupakan kebutuhan manusia yang paling penting. Sekitar tiga perempat bagian dari tubuh kita terdiri dari air, dan tidak seorang pun dapat bertahan hidup lebih
BAB I PENDAHULUAN. penghasil produk melalui merek. Pesaing bisa saja menawarkan janji
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Di era globalisasi peran merek semakin besar. Banyaknya pilihan produk membuat konsumen cenderung menjatuhkan pilihan sesuai dengan persepsi mereka terhadap
I. PENDAHULUAN. Teh atau lebih dikenal dengan nama latin Camelia sinensis L. merupakan salah
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teh atau lebih dikenal dengan nama latin Camelia sinensis L. merupakan salah satu minuman kegemaran masyarakat Indonesia. Teh dipercayai mempunyai berbagai khasiat didalamnya
BAB 2 DATA DAN ANALISA
4 BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data dan Literatur Data didapat dari: - www.lautanindonesia.com - www.iptek.net.id - www.aagos.ristek.go.id - www.iklanmax.com - www.wikipedia.org wawancara dengan pemilik
I. PENDAHULUAN Latar Belakang
1.1. Latar Belakang I. PENDAHULUAN Bisnis eceran (ritel) merupakan salah satu bagian yang penting dalam saluran pemasaran. Pengecer berperan sebagai perantara yang menyalurkan produk dari produsen ke konsumen
BAB 2. Data & Analisa
BAB 2 Data & Analisa 2.1 Data & Literatur Data dan informasi untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini diperoleh dari berbagai sumber antara lain : 1. Website 2. Wawancara dengan wakil perusahaan 3. Riset
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kinerja dan harapan atribut
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 1. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kinerja dan harapan atribut produk minuman ringan jus kemasan Buavita dapat disimpulkan sebagai berikut : Pada
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di Indonesia penyedap makanan sangatlah di gemari oleh kalangan ibu-ibu yang gemar memasak dan menjadikan penyedap sebagai tambahan untuk memberikan cita rasa dan aroma
BAB II DATA DAN ANALISA
BAB II DATA DAN ANALISA Manisan adalah salah satu bentuk makanan olahan yang banyak disukai oleh masyarakat. Rasanya yang manis bercampur dengan rasa khas buah sangat cocok untuk dinikmati diberbagai kesempatan.
PERANCANGAN ULANG KOMUNIKASI VISUAL KEMASAN NEW DAY COFFEE CITA RASA BUAH
PERANCANGAN ULANG KOMUNIKASI VISUAL KEMASAN NEW DAY COFFEE CITA RASA BUAH Yunita Fitriani Dosen Pembimbing: Inda Ariesta S.Sn School of Design Universitas Bina Nusantara Jl. K. H. Syahdan No. 9, Kemanggisan,
BAB I PENDAHULUAN. perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian Berawal dari kebutuhan manusia yang beraneka ragam, perusahaanperusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Berawal dari kebutuhan manusia yang beraneka ragam, perusahaanperusahaan mencoba memproduksi dan menawarkan produk-produknya, sehingga tingkat persaingan
Kumpulan Resep Dessert
ES PUDING TAPE HIJAU HeHeader Bahan: 1 bks Agar-agar bubuk hijau 600 ml air 150 gr Gula Pasir 250 gr Tape Ketan Hijau Isi: 1 bh Kelapa Muda 300 ml Santan Sirup Merah Susu Kental Manis Es Serut Cara Membuat:
SEHAT dan CANTIK NATURAL. 45 Bahan Alami Paling Penting yang Perempuan Harus Tahu
SEHAT dan CANTIK NATURAL dengan BAHAN-BAHAN ALAMI 45 Bahan Alami Paling Penting yang Perempuan Harus Tahu SEHAT dan CANTIK NATURAL dengan BAHAN-BAHAN ALAMI 45 Bahan Alami Paling Penting yang Perempuan
BAB 2 DATA DAN ANALISA
BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data dan Literatur Data dan informasi yang digunakan untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini diperoleh dari berbagai sumber, antara lain : Website - www.enchantedlearning.com
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kota Batu adalah sebuah Kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Sejak dahulu telah di kenal sebagai pusat pariwisata Jawa Timur. Kota Batu memiliki suhu yang dingin
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Persaingan bisnis dalam era globalisasi makin dinamis dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Persaingan bisnis dalam era globalisasi makin dinamis dan kompleks. Perusahaan dapat memperoleh peluang lebih besar jika perusahaan memanfaatkan persaingan
BAB I PENDAHULUAN. juga perlu mengkomunikasikan produk kepada para konsumennya.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin banyaknya perusahaan ritel di Bandarlampung yang berdiri, memacu para pengusaha di bidang ini untuk memaksimalkan dalam mempertahankan atau meningkatkan perusahaan
Kepada Yth. Saudara / Saudari Responden Di tempat. Dengan hormat,
LAMPIRAN 74 Kepada Yth. Saudara / Saudari Responden Di tempat Dengan hormat, Dalam rangka penyusunan thesis sebagai salah satu syarat menyelesaikan studi pada Fakultas Magister Manajemen Universitas Katholik
BAB 2 DATA DAN ANALISIS
BAB 2 DATA DAN ANALISIS 2.1. Sumber Data Data dan informasi yang akan digunakan untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya, yaitu: a. Pencarian pengetahuan melalui
BAB I PENDAHULUAN. Berkembangnya keidupan modern masyarakat khususnya di perkotaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Berkembangnya keidupan modern masyarakat khususnya di perkotaan saat ini membawa konsekwensi pada gaya hidup yang dijalani mereka. Gaya hidup modern masyarakat
BAB I PENDAHULUAN. pilihan lainnya. Oleh karena itu konsumen sering menghadapi kebingungan untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Minat beli merupakan sesuatu yang berhubungan dengan rencana konsumen untuk membeli produk tertentu, serta berapa banyak unit produk yang dibutuhkan pada periode tertentu.
BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN DAN PRODUK SIRUP MARJAN
BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN DAN PRODUK SIRUP MARJAN 4.1 Gambaran Umum Desa Babakan Desa Babakan terletak di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Desa ini secara geografis
BAB I PENDAHULUAN. salah satu minuman ringan yang cukup popular dan digemari masyarakat. Sari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di zaman yang semakin modern ini, buah tidak hanya dikonsumsi secara segar tetapi juga dapat dikonsumsi dalam bentuk sari buah. Sari buah merupakan salah satu
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Minum teh sudah merupakan kebiasaan masyarakat Indonesia semenjak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Minum teh sudah merupakan kebiasaan masyarakat Indonesia semenjak jaman dahulu kala, hal itu dikarenakan Negara Indonesia merupakan salah satu penghasil teh terbaik
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Keluarga Sosrodjojo memulai usaha dengan menjual teh wangi pada tahun 1940 di Slawi, Jawa Tengah. Pada tahun 1965 keluarga Sosrodjojo melakukan ekspansi
KUESIONER PENGARUH PRIVATE LABEL STRATEGY TERHADAP SHOPPING PREFERENCE MELALUI BRAND EQUITY (STUDI KASUS : GIANT PONDOK GEDE)
151 L-1 KUESIONER PENGARUH PRIVATE LABEL STRATEGY TERHADAP SHOPPING PREFERENCE MELALUI BRAND EQUITY (STUDI KASUS : GIANT PONDOK GEDE) Saya adalah mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Bina Nusantara
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dawet Kampung Kali Semarang, diperoleh gambaran umum responden yang
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Gambaran Umum Responden Berdasarkan dari hasil penyebaran kuesioner kepada 30 responden es dawet Kampung Kali Semarang, diperoleh gambaran umum responden yang meliputi: usia,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Circle K
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Pengambilan objek studi dalam penelitian ini adalah minimarket yang memiliki konsep convenience store di Kota Bandung. Menurut data dari Dinas KUKM
BAB I PENDAHULUAN. yang mencolok untuk dijadikan daya tariknya. Selain kemasan. hal yang penting dalam pemasaran produk.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap produk berkeinginan mempunyai kemasan yang beragam dan bisa menarik perhatian calon konsumennya, hal ini terjadi pada produkproduk yang beredar di pasaran
1 PENDAHULUAN. Latar Belakang
1 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang kaya akan hasil perkebunan. Salah satu komoditas hasil perkebunan yang dihasilkan adalah teh. Tanaman teh pertama kali masuk Indonesia pada
I. PENDAHULUAN. bersaing dari negara lain yaitu tanaman kopi. Dari 10 negara penghasil kopi
1 I. PENDAHULUAN A Latar Belakang dan Masalah Negara Indonesia memiliki salah satu tanaman perkebunan yang mampu bersaing dari negara lain yaitu tanaman kopi. Dari 10 negara penghasil kopi di dunia, Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. berpengaruh dalam persaingan. Siapa yang semakin populer maka memiliki
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dengan perkembangan jaman yang semakin canggih maka semakin meningkat kebutuhan setiap manusia, dalam hal ini tentu akan menimbulkan banyak peluang dalam berbisnis.
BAB I PENDAHULUAN. Jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar menjadi pasar yang sangat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar menjadi pasar yang sangat potensial bagi perusahaan-perusahaan untuk memasarkan produknya. Perusahaan dalam negeri maupun
BAB I PENDAHULUAN. industri pangan dengan produk utama berupa minuman serbuk aneka rasa. Perusahaan yang
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang I.1.1. Sejarah PT. Marimas Putera Kencana PT. Marimas Putera Kencana merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri pangan dengan produk utama berupa
BAB II STUDI EKSISTING
BAB II STUDI EKSISTING 2.1 Eksisting Produk Madu Perhutani memiliki keunggulan sebagi madu asli murni, tanpa adanya campuran dari bahan apapun.perum Perhutani memproduksi madu dari areal pengelolaan di
BAB 1 PENDAHULUAN. nya dalam menghadapi konsumen yang sangat beragam. Situasi persaingan yang
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam memasuki era globalisasi perekonomian yang semakin ketat ini sangat berpengaruh terhadap kegiatan pemasaran di suatu perusahaan salah satu nya dalam menghadapi
BAB II IDENTIFIKASI DATA. A. Data Perusahaan
digilib.uns.ac.id BAB II IDENTIFIKASI DATA A. Data Perusahaan 1. Sejarah berdirinya Carang Mas Latansa Latansa adalah sebuah merek dari rumah produksi yang membuat makanan tradisional khas Magetan yang
BAB IV KONSEP PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Analisa Kecukupan Data Data yang telah didapat, baik itu berupa data primer maupun data sekunder yang digunakan sebagai referensi dan literatur dari perancangan media promosi
BAB I PENDAHULUAN. perindustrian. Perkembangan industrialisasi di Indonesia ditandai dengan munculnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan bangsa yang besar, yang memiliki keberagaman kehidupan dengan berbagai macam peristiwa sejarah. Salah satunya adalah sejarah perusahaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Bisnis ritel atau eceran mengalami perkembangan cukup pesat, ditandai dengan semakin banyaknya bisnis ritel tradisional yang mulai membenah diri menjadi bisnis
PENGARUH EKUITAS MEREK TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI PELANGGAN ATAS KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KECAP ABC DI SURABAYA SELATAN SKRIPSI
PENGARUH EKUITAS MEREK TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI PELANGGAN ATAS KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KECAP ABC DI SURABAYA SELATAN SKRIPSI Disusun Oleh : M. Taufik Trian Wibowo 0412010377/FE/EM FAKULTAS EKONOMI
BAB I PENDAHULUAN. yang lainnya. Merek merupakan intangible asset yang nilainya lebih mahal dan lebih
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Konsumen dapat mengenal suatu produk atau jasa melalui merek. Melalui merek pula, konsumen dapat membedakan antara produk dan jasa yang satu dengan yang lainnya.
