Analisis Puncak Difraksi

dokumen-dokumen yang mirip
LOGO. STUDI EKSPANSI TERMAL KERAMIK PADAT Al 2(1-x) Mg x Ti 1+x O 5 PRESENTASI TESIS. Djunaidi Dwi Pudji Abdullah NRP

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk menentukan waktu aging

PETUNJUK PENGGUNAAN PROGRAM RIETICA UNTUK ANALISIS DATA DIFRAKSI DENGAN METODE RIETVELD

Bab IV Hasil dan Pembahasan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

IDENTIFIKASI KEMURNIAN BATU KAPUR TUBAN DENGAN ANALISIS RIETVELD DATA DIFRAKSI SINAR-X

Untuk mengkonversi file pola XRD ke tipe yang lainnya dapat menggunakan aplikasi POWDLL.

SINTESIS TITANIUM DIOKSIDA MENGGUNAKAN METODE LOGAM-TERLARUT ASAM

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga BAB I PENDAHULUAN. Pemilihan semen gigi yang baik ini bertujuan untuk memperbaiki susunan gigi sekaligus

Sintesis Nanopartikel ZnO dengan Metode Kopresipitasi

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel 3.1 Efisiensi proses kalsinasi cangkang telur ayam pada suhu 1000 o C selama 5 jam Massa cangkang telur ayam. Sesudah kalsinasi (g)

ANALISIS KOMPOSISI FASA CAMPURAN NANO-PERIKLAS DAN SUBNANO-RUTIL

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2013 sampai selesai. Penelitian dilakukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada pembuatan dispersi padat dengan berbagai perbandingan

BAB III PROSEDUR DAN HASIL PERCOBAAN

SINTESIS OKSIDA LOGAM AURIVILLIUS SrBi 4 Ti 4 O 15 MENGGUNAKAN METODE HIDROTERMAL DAN PENENTUAN SIFAT FEROELEKTRIKNYA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Karakterisasi mikroskopik yang pertama dilakukan adalah analisis

Bab III Metodologi Penelitian

Bab IV Hasil dan Pembahasan

Kapabilitas dan Karakterisasi Rigaku MiniFlex Powder Diffractrometer. Kardiawarman Jurusan Pendidikan Fisika-FPMIPA-UPI Jl. Setiabudi 229-Bandung

ANALISIS DATA DIFRAKSI DENGAN METODE RIETVELD PRINSIP ANALISIS RIETVELD 16/12/2014. Contoh penelitian analisis data difraksi dengan metode Rietveld

SINTESIS SERBUK MgTiO 3 DENGAN METODE PENCAMPURAN DAN PENGGILINGAN SERBUK. Abstrak

Gambar 4.2 Larutan magnesium klorida hasil reaksi antara bubuk hidromagnesit dengan larutan HCl

UJI KEMURNIAN KOMPOSISI BATU KAPUR TUBAN DENGAN ANALISIS RIETVELD DATA DIFRAKSI SINAR-X

PASI NA R SI NO L SI IK LI A KA

III. METODE PENELITIAN. preparsai sampel dan pembakaran di furnace di Laboratorium Fisika Material

ANALISIS FASA KARBON PADA PROSES PEMANASAN TEMPURUNG KELAPA

dengan panjang a. Ukuran kristal dapat ditentukan dengan menggunakan Persamaan Debye Scherrer. Dilanjutkan dengan sintering pada suhu

Hand out ini merupakan kelengkapan perkuliahan Karakterisasi Material dan merangkum prinsip dasar teknik karakterisasi material padat serta

Bab IV. Hasil dan Pembahasan

KARAKTERISASI DIFRAKSI SINAR X DAN APLIKASINYA PADA DEFECT KRISTAL OLEH: MARIA OKTAFIANI JURUSAN FISIKA

Spektroskopi Difraksi Sinar-X (X-ray difraction/xrd)

+ + MODUL PRAKTIKUM FISIKA MODERN DIFRAKSI SINAR X

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

MAKALAH FABRIKASI DAN KARAKTERISASI XRD (X-RAY DIFRACTOMETER)

METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan terhitung sejak bulan Desember 2014 sampai dengan Mei

DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR ISTILAH DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG BAB I

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2013 di

STUDI MIKROSTRUKTUR SERBUK LARUTAN PADAT MxMg1-xTiO3 (M=Zn & Ni) HASIL PENCAMPURAN BASAH

METODE PENELITIAN. Waktu pelaksanaan penelitian terhidung sejak bulan Juni 2013 sampai dengan

STRUKTUR KRISTAL DAN MORFOLOGI TITANIUM DIOKSIDA (TiO 2 ) POWDER SEBAGAI MATERIAL FOTOKATALIS

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengujian Densitas Abu Vulkanik Milling 2 jam. Sampel Milling 2 Jam. Suhu C

Bab III Metodologi Penelitian

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada penelitian ini akan dibahas tentang sintesis katalis Pt/Zr-MMT dan

METODE. Penentuan kapasitas adsorpsi dan isoterm adsorpsi zat warna

HASIL DAN PEMBAHASAN. Struktur Karbon Hasil Karbonisasi Hidrotermal (HTC)

HASIL DA PEMBAHASA 100% %...3. transparan (Gambar 2a), sedangkan HDPE. untuk pengukuran perpanjangan Kemudian sampel ditarik sampai putus

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2013 sampai dengan Juni 2013 di

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan di Kelompok Bidang Bahan Dasar PTNBR-

3.5 Karakterisasi Sampel Hasil Sintesis

BAB IV PROSEDUR KERJA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. metode freeze drying kemudian dilakukan variasi waktu perendaman SBF yaitu 0

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini dilakukan pembuatan keramik Ni-CSZ dengan metode kompaksi

IDENTIFIKASI PENGARUH VARIASI UKURAN BUTIRAN TERHADAP UNSUR DAN STRUKTUR KRISTAL CANGKANG TELUR AYAM RAS

Bab IV Hasil dan Pembahasan

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis proses preparasi, aktivasi dan modifikasi terhadap zeolit

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

SINTESIS SERBUK MgTiO 3 DENGAN ADITIF Ca DARI BATU KAPUR ALAM DENGAN METODE PENCAMPURAN LARUTAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini dilakukan pembuatan keramik komposit CSZ-Ni dengan

METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan terhitung sejak bulan Januari 2015 sampai dengan Juni

SPEKTROMETRI SINAR X. Divisi Kimia Analitik Departemen Kimia FMIPA IPB

METODE X-RAY. Manfaat dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :

4 Hasil dan Pembahasan

4 Hasil dan pembahasan

BAB 3 METODE PENELITIAN. Neraca Digital AS 220/C/2 Radwag Furnace Control Indicator Universal

Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan. IV.1 Sintesis dan karaktrisasi garam rangkap CaCu(CH 3 COO) 4.6H 2 O

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2012 di Laboratorium. Fisika Material, Laboratorium Kimia Bio Massa,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. bulan Agustus 2011 sampai bulan Januari tahun Tempat penelitian

BAB 4 DATA DAN ANALISIS

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Agustus Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. A. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah senyawa zeolit dari abu sekam padi.

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

Difraksi. Agus Suroso Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Institut Teknologi Bandung

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Suhu Sinter Terhadap Struktur Kristal

Bab III Metodologi Penelitian

Hubungan kristalinitas sampel CaO sintesis, CaO pada CaOZnO 0,08 dan CaO pada CaOZnO 0,25

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode eksperimen.

AKTIVASI ABU LAYANG BATUBARA DAN APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN TIMBAL DALAM PENGOLAHAN LIMBAH ELEKTROPLATING

SINTESIS SUPERKONDUKTOR BSCCO DENGAN VARIASI Bi DAN Pb MELALUI METODE SOL GEL DAN ANALISIS POLA DIFRAKSI SINAR X MENGGUNAKAN METODE RIETVELD FULLPROF

Bab 4 Data dan Analisis

Petunjuk Refinement. Analisis Pola Difraksi Sinar-X Serbuk Menggunakan Metode Le Bail Pada Program Rietica

HASIL DAN PEMBAHASAN

KARAKTERISASI DIFRAKSI SERBUK YTRIA NANOPARTIKEL HASIL PENGGILINGAN

X- RAY DIFFRACTION. Naufal Fauzan You and Affandy Baskoro Adhi Pradana Gilmar Wicaksono M. Helmi Faisal Nicky Rahmana Putra KELOMPOK VI

KARAKTERISASI PASIR KUARSA( SiO 2 ) DENGAN METODE XRD DRS. ASMUNI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGATAHUIAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil XRD

Gambar 3.1 Diagram alir penelitian

Uji Kekerasan Sintesis Sintesis BCP HASIL DAN PEMBAHASAN Preparasi Bahan Dasar

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Anorganik / Fisik Fakultas

sumber daya alam yang tersimpan di setiap daerah. Pengelolaan dan pengembangan

OXEA - Alat Analisis Unsur Online

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Hasil Pemeriksaan Bahan Baku Ibuprofen

Kaidah difraksi sinar x dalam analisis struktur kristal KBr

Transkripsi:

Pertemuan ke-8 Analisis Puncak Difraksi Nurun Nayiroh, M.Si DIFRAKSI SINAR-X ANALISIS PUNCAK DIFRAKSI Keluaran utama dari pengukuran data difraksi serbuk dengan difraktometer adalah sudut 2θ dan intensitas pada sudut yang sesuai. Dalam hal ekstraksi informasi, ada 3 karakter dasar puncak difraksi yang memberikan gambaran mengenai kondisi pengukuran dan sifat-sifat kristal; yaitu posisi, tinggi, dan lebar dan bentuk puncak difraksi 1

2

Ada 2 cara analisis data difraksi, yaitu: a. Analisis Kualitatif Analisis kualitatif sering disebut dengan proses identifikasi fasa, dengan melalui pencocokan puncak-puncak difraksi dengan kartu PDF (Powder Diffraction File). Menurut Pratapa (2004), langkah-langkah dalam mengindentifikasi fasa dengan menggunakan software, terdiri dari: Peak search (menemukan posisi puncak) dan Search match (pencocokan terhadap basis data). Search march dapat dilakukan dengan cara manual maupun cara berbasis komputer. b. Analisis Kuantitatif Analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai material yang diuji, yaitu komposisi fasa (Cullity, 1978). 3

Analisis Kualitatif: Identifikasi Fasa Pola difraksi yang diperoleh dari difraktometer menggambarkan status kristalinitas material yang diuji. Yang pertama dapat dilihat dengan kasat mata dari sebuah pola difraksi adalah keberadaan fasa kristal dan/atau 'fasa' amorf. Keberadaan fasa kristal dapat segera dilihat dari adanya puncak-puncak difraksi, sedangkan material amorf memberikan pola berbentuk punuk difraksi atau intensitas latar yang tidak teratur. Komposisi fasa kristal dan material amorf pada material uji dapat dihitung menggunakan metode analisis lanjut dari data difraksi yang telah terukur (metode Rietveld). Identifikasi berikutnya adalah menentukan fasa (kristal) apa saja yang terdapat di dalam materi uji. Pada dasarnya identifikasi fasa didasarkan pada pencocokan data posisi-posisi puncak difraksi terukur dengan basis-data (database) fasafasa yang telah dikompilasi, misalnya dalam bentuk kartu PDF (Powder Diffraction File). Kartu PDF untuk sebuah fasa berisi informasi mengenai: (1) nama fasa (termasuk nama khas fasa tersebut, misalnya nama mineralnya), (2) sifat fisik dan kristalografi (cara memperoleh material tersebut, densitasnya, grup ruang dan sebagainya), (3) posisi puncak dan intensitas relatif untuk panjang gelombang radiasi tertentu. 4

Contoh kartu PDF 5

Karena yang dilakukan adalah pencarian (posisi puncak) dan pencocokan (terhadap fasa pada basis-data), maka indentifikasi fasa dinamakan juga langkah cari-dan-cocokkan (searchmatch, S/M). S/M dapat dilakukan dengan cara manual maupun cara berbasis komputer. Identifikasi fasa sering juga dinamakan analisis kualitatif, karena analisis yang dilakukan adalah sebatas mengetahui fasa apa saja yang ada di dalam materi uji, tidak untuk menentukan komposisi masing-masing fasa. Identifikasi fasa merupakan langkah dasaryang harus dilakukan secara hati-hati agar hasil yang hendak dilaporkan pada analisis data lanjutan (analisis kuantitatif) benar-benar menggambarkan keadaan sampel seutuhnya 6

Kendala Identifikasi Fasa Resolusi alat yang berakibat pada adanya puncak-puncak difraksi yang bertumpuk (overlap). Solusi: menggunakan difraktometer dengan sumber radiasi sinar-x sinkrotron (SRD); namun aksesibilitasnya terbatas. Keunggulan SRD: resolusi tinggi, intensitasnya yang sangat tinggi (> 100.000 cacah dalam waktu akusisi kurang dari 15 menit). Penempatan (mounting) sampel pada wadah yang dapat berakibat pada bergesernya puncak-puncak difraksi. Akibatnya adalah kesalahan identifikasi atau ketidakberhasilan identifikasi, terutama bila analisis dilakukan dengan perangkat lunak komputer. Solusi:menggunakan wadah yang sudah dirancang khusus untuk difraktometer tertentu Pengetahuan mengenai komposisi kimiawi (paling tidak kualitatif) bahan yang diuji. Kemurnian, pemrosesan dan sifat-sifat kimiawi atau fisik bahan sangat berpengaruh pada identifikasi fasa. Fasa dengan kemurnian sangat tinggi (misalnya di atas 99.9%) secara alami lebih mudah teridentifikasi sebagai fasa tunggal dibandingkan dengan, misalnya, fasa berpuritas 95%. Adanya fasa minor menyebabkan beberapa akibat, misalnya Munculnya puncak-puncak berintensitas rendah yang relatif lebih sukar diidentifikasi, munculnya puncak-puncak baru yang tidak diharapkan akibat, misalnya, reaksi kimia antara dua fasa dalam sampel setelah pemanasan. Sifat-sifat seperti korosif atau kemudahan beroskidasi juga bisa berakibat pada munculnya puncak-puncak fasa baru dalam bahan Oleh sebab itu, pengetahuan mengenai komposisi kualitatif bahan uji sering membantu identifikasi fasa. Uji komposisi kualitatif dapat dilakukan dengan spektroskopi massa, EDS pada mikroskop elektron atau fluoresensi sinar-x (XRF). 7

Latihan Identifikasi Fasa (Manual) 8

Kartu PDF 9

10

Masih banyak lagi... 11

Identifikasi Fasa Berbasis Komputer 12

13