SATUAN ACARA PERKULIAHAN

dokumen-dokumen yang mirip
TINJAUAN MATA KULIAH...

TEORI SOSIOLOGI KONTEMPORER

SOSIOLOGI KOMUNIKASI

Pengertian/Definisi Politik Terkait dengan masalah Kekuasaan/Pengaruh Terkait pula dengan negara Menentukan tujuan, pengambilan keputusan, dan impleme

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)

Gagasan dalam Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH

BAB II KAJIAN TEORI. maupun mempaparkan dua konsep diantaranya definisi yang berkaitan erat

BAB I SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU

SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI FEM3313

RUMUSAN WORKSHOP NASIONAL PENGELOLAAN JURNAL DAN PEMBELAJARAN MATAKULIAH INTI PROGRAM SARJANA DAN PASCASARJANA SOSIOLOGI

Pengetahun, wawasan, dan pengalaman menjadikan manusia bijak

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RKPKS)

Kuliah ke-7 Amika Wardana, PhD. Teori Sosiologi Kontemporer

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RKPKS)

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

Facebook :

Kuliah ke-2: Paradigma Teori Sosiologi

Memahami Akar dan Ragam Teori Konflik

4/9/2014. Kuliah ke-6 Amika Wardana, Ph.D Teori Sosiologi Kontemporer

BAB II TALCOTT PARSONS: TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL. A. Teori Struktural Fungsional Talcott Parsons

BAB II SIMBOL SIMBOL MAKNA HAUL GEORGE HERBERT MEAD. Mead. Akan tetapi Mead-lah yang paling populer sebagai perintis dasar teori

BAB II TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL

Interaksionisme Simbolik dalam Penelitian Kualitatif

BAB II TINDAKAN SOSIAL - MAX WEBER. yang menonjol, dan setiap gagasan yang mengancamnya akan disingkirkan

MASALAH SOSIAL BUDAYA DITINJAU DALAM BERBAGAI NUR ENDAH JANUARTI, MA

Tujuan Instruksional Khusus

BAB II INTERAKSIONISME SIMBOLIK. teori interaksi simbolik, istilah interaksi simbolik diciptakan oleh Herbert

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)

BAB II MODERNISASI DAN PERGESERAN BUDAYA SALAMAN DALAM TINJAUAN TEORI INTERAKSIONISME SIMBOLIK HERBERT BLUMER

DASAR-DASAR MIKRO BAGI SOSIOLOGI MAKRO

BAB II PERUBAHAN SOSIAL TALCOT PARSONS. Perubahan dapat berupa yang tidak menarik atau dalam arti

BAB II TEORI FUNGSIONALISME STRUKTURAL-TALCOTT PARSONS. (PNPM) Mandiri Perdesaan dalam menanggulangi kemiskinan (Studi di Desa

Objek : Memahami hubungan manusia dalam menentukan kegiatan ekonomi, sosial, maupun politik dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya.

HUKUM DALAM PERSPEKTIF TEORI INTEGRASI DAN TEORI KONFLIK. Sunarto 1

Summary Materi Kuliah Teori Sosiologi Kontmeporer

BAB II STRUKTURAL FUNGSIONAL TALCOTT PARSONT. Kajian teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori struktural fungsional

BAB II TEORI TINDAKAN SOSIAL-MAX WEBER. Setiap manusia mempunyai naluri untuk berinteraksi dengan

TEORI DAN METODOLOGI

SOSIOLOGI KOMUNIKASI. KOMUNIKASI SEBAGAI PROSES INTERAKSI Rika Yessica Rahma,M.Ikom. Modul ke: Fakultas Ilmu Komunikasi. Program Studi Penyiaran

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS ILMU SOSIAL

PERILAKU SOSIAL: TEORI PERTUKARAN BLAU

BAB II INTERAKSIONISME SIMBOLIK HERBERT MEAD. dahulu dikemukakan oleh George Herbert Mead, tetapi kemudian dimodifikasi oleh

Sosiologi dan Antropologi

Rencana Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS)

BAB II LANDASAN TEORI TENTANG PERKAWINAN

SOSIOLOGI DALAM KEPARIWISATAAN

Sinopsis Mata Kuliah Jurusan Sosiologi

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH

KONFLIK AGRARIA. (Studi Kasus di Desa Bilalang II Kecamatan Kotamobagu Utara) ABSTRAK

BAB II TEORI INTERAKSI SIMBOLIK GEORGE HERBERT MEAD. Blumer sekitar tahun Dalam lingkup sosiologi, idea ini sebenarnya

BAB II TEORI FENOMENOLOGI ALFRED SCHUTZ. akademik di Universitas Vienna, Austria dengan mengambil bidang ilmuilmu

DAFTAR PUSTAKA. Ace Suryadi & H.A.R. Tilaar, 1983, Analisis Kebijakan Pendidikan Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Modul ke: TEORI INTERPRETIF 15FIKOM INTERAKSIONAL SIMBOLIK. Fakultas. Dr. Edison Hutapea, M.Si. Program Studi Public Relations

KELAHIRAN SOSIOLOGI Pertemuan 2

Sosiologi Komunikasi. Ruang Lingkup Sosiologi Komunikasi. Rika Yessica Rahma,M.Ikom. Modul ke: Fakultas ILMU KOMUNIKASI. Program Studi BROADCASTING

BAB II TINDAKAN SOSIAL MARX WEBER. ketuhanan). Ia dididik dengan tradisi idealisme Jerman dan perduli

BAB II TEORI PILIHAN RASIONAL DALAM PERSPEKTIF JAMES S. COLEMAN

MAKNA PRESTASI BELAJAR (NILAI) BAGI SISWA YANG BERASAL DARI KELUARGA MISKIN DI SMA NEGERI 3 JOMBANG

BAB II INTERAKSI SOSIAL DAN INTERAKSIONISME SIMBOLIK. menyangkut hubungan antara orang-orang-perorangan, antara kelompokkelompok

PERTEMUAN KE 3 POKOK BAHASAN

CRITICAL THEORIES Bagian II

MODEL SOSIALISASI NILAI KEBANGSAAN MELALUI PELAJARAN KEWARGANEGARAAN DI SMA MUHAMMADIYAH 1 GRESIK

BAB II TEORI SOSIOLOGI PENGETAHUAN

BAB II TINJAUN PUSTAKA. socialnya (action theory), yaitu mengenai tindakan yang dilakukan seseorang

KATA PENGANTAR Prof. Kamanto Sunarto Guru Besar Emeritus Departemen Sosiologi Universitas Indonesia

BAB IV KESIMPULAN. Dengan harga rata-rata 600 ribu/ Drum (Per Drum berisi 250 liter) 2. Latar belakang masyarakat melakukan penambangan karena faktor

DOMESTIKASI SUAMI DALAM KELUARGA

SOSIOLOGI PENDIDIKAN

ULANGAN HARIAN SEMESTER GANJIL MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X TAHUN AJARAN 2016/2017

BAB II KAJIAN PUSTAKA. ide. Fakta sosial menurut Durkheim terdiri atas dua macam yaitu: dan berpengaruh terhadap kehidupan individu.

BAB II. Paradigma Sosiologi dan Posisi Teori Konflik

BAB 4 PENUTUP. pembeli yang melakukan transaksi jual beli secara langsung dan. menerapkan sistem tawar menawar dalam setiap transaksinya.

BAB II KERANGKA TEORITIK. Dalam penelitian ini peneliti mengunakan paradigma definisi sosial sebagai

BAB V PENUTUP. motif batik terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Dusun. Dongkelan Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul

BAB IV ANALISIS DATA. Analisis data merupakan proses pengaturan data penelitian, yakni

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

PERSEPSI PASIEN DAN KELUARGA TERHADAP PELAYANAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT DR SAIFUL ANWAR MALANG. Tesis Sarjana S-2 Program Studi Magister Sosiologi

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) M A T A K U L I A H P E N G A N T A R S O S I O L O G I

SILABUS. Nomor : 14 Mata Kuliah : Sosiologi Kode Mata Kuliah : PSI 506

PARADIGMA PENELITIAN KUALITATIF. By: Nur Atnan, S.IP., M.Sc.

Soal Kelas X. Fungsi dan Peran Sosiologi

BAB II TEORI FUNGSIONALISME STRUKTURAL DAN TEORI SOLIDARITAS. Solidaritas Dan Stratifikasi Antar Petani Tambak Di Dusun Dukuan Desa

Kuliah ke-8 Teori Sosiologi Kontemporer Amika Wardana, Ph.D.

BAB II TEORI FUNGSIONALISME STRUKTURAL. juga tata letak teori dalam pembahasan dengan judul Industri Rumah

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

KAWIN TANGKAP PENGENDALIAN PERILAKU REMAJA DI NAGARI AIR BANGIS KABUPATEN PASAMAN BARAT

BAB II. Tindakan Sosial Max Weber dan Relevansinya dalam Memahami Perilaku. Peziarah di Makam Syekh Maulana Ishak

Oleh: Prof. Dr. Farida Hanum, M.Si KONSEP, MATERI DAN PEMBELAJARAN SOSIOLOGI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB II TINDAKAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL. paradigma yang ada yakni Fakta Sosial (Emile Durkheim) dan Perilaku

BAB II TEORI KONFLIK RALF DAHRENDORF. dalam setiap ruang dan waktu, dimana saja dan kapan saja. Dalam pandangan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. sosial, pranata sosial dan hubungan antara individu dengan struktur sosial serta antar

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RKPKS) 1. Mata Kuliah Pengantar Sosiologi 2. Kode Mata Kuliah ISS 3. Semester Ganjil 2010/2011

MENGKAJI TEORI SOSIOLOGI MODERN: TEORI JARINGAN. Untuk Memenuhi Tugas UTS Mata Kuliah: Metode Penelitian Sosial. Dosen Pengampu : Drs. Prijana, M.

BAB II SOLIDARITAS SOSIAL DALAM PERSPEKTIF EMILE DURKHEIM. dengan pihak-pihak terkait. Peneliti memilih teori Solidaritas Emile Durkhei, teori ini

SOSIOLOGI KOMUNIKASI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan penggemar boyband Korea

Fenomenologi I: Etnometodologi Garfingkel

Transkripsi:

4 Pertemuan ke- 1 5 Indikator Pencapaian 1. Mahasiswa mampu mengenali, memahami, dan mentaati isi Kontrak Perkulihan,, dan Silabus 2. Mahasiswa mampu memahami sosiolog sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat, beserta konsep dan teorinya 6 Materi Pokok Introduction, Pengenalan Kontrak Perkuliahan,, dan Silabus 7 Pengalaman Belajar Secara umum mahasiswa: 1. Mengenali, memahami, menyepakati, dan mentaati isi Kontrak Perkuliahan,, dan Silabus. 2. Mempelajari sosiologi sebagai suatu ilmu dengan ciri-cirinya dan hubungan individu dalam masyarakat dan permasalahannya sebagai objek kajian sosiologi Pembukaan Membagikan dan memberikan ulasan umum tentang Kontrak Perkulihan,, dan Silabus Menjelaskan sosiologi sebagai suatu ilmu dengan ciricirinya dan hubungan individu dalam masyarat sebagai objek kajian sosiologi. Mengulas tentang pentingnya diperkenalkan Kontrak Perkuliahan,, dan Silabus sebagai pegangan pembelajaran selama satu semester. Merangkum Penjelasan tentang Kontrak Perkuliahan,, dan Silabus. Menerima bahan, melihat, dan mendengar penjelasan Melihat, mendengarkan penjelasan, mengajukan pertanyaan. Menyimak, mengajukan pertanyaan dan dalam diskusi - Plummer, Ken. 2011. Sosiologi the Basic. Jakarta: PT Radja Grafindo. -Wardi, Bachtiar, Prof. Dr. M.S..;2010. Sosiologi Klasik, Dari Comte hingga Parsons; Bandung. PT Remaja Rosdakarya. - Giddens, Anthony, Duneiner. M, & Appelbaum, R. 2005. Introduction to Sosiology. New York & London: W.W. Norton & Company. Dosen pengampu: Drs. Ketut Sudhana Astika, M.Si. Kontrak Perkuliahan,, Silabus, Bahan referensi, Power-point, LCD

4 Pertemuan ke- 2 5 Indikator Pencapaian Mahasiswa mampu menjelaskan kembali tentang pengklasifikasian teori sosiologi, perjalanan teori sosiologi sampai menjadi ilmu yang berparadigma, asal dan aliran-aliran keilmuannya. 6 Materi Pokok Pemikiran lanjut dari teori klasik: Peter M Blau,, George C Homans dengan teori interaksinya dilihat dari sudut pandang makro, dan intersksi sudah dilihat antara individu-kelompok, atau kelompok-kelompok, masyarakat; para pendiri lainnya. 7 Pengalaman Belajar Secara umum mempelajari tentang: 1. Sejarah perkembangan masyarakat dalam keilmuan sosial, termasuk sosiologi 2. Pengenalan para tokoh yang berjasa dalam pemikiran dan perkembangan interaksi sosial makro ilmu sosiologi Pembukaan Review materi pertemuan sebelumnya. dan Textbook, Tugas Mandiri Merangkum uraian dan pemikiran lain tentang kehidupan sosial dalam kelompok sebagai fenomena yang menjadi penting untuk analisa. Merangkum uraian mengenai sosiologi dari pemikiran August Compte, Karl Marx dan Max Weber tentang tindakans sosial dan selanjutnya ten tang interaksi sosial untuk melihat interaksi makro. a, mengajukan pertanyaan dan serta diskusi, mengajukan pertanyaan dan -Raho, Bernard SVD, 2007. Teori Sosiologi Modern; i. Jakarta: PT Prestas Pustaka raya. - Upe Ambo. 2010. Tradisi Aliran dalam Sosiologi. Jakarta: PT Readja Grafindo. - Supardan, Dadang. Dr. H. M.Pd. ;2008. Pengantar Ilmu Sosial; sebuah kajian pendekatan Struktural. Jakarta. BUMI Aksara.. Dosen pengampu: Drs. Ketut Sudahana Astika, M.Si

4 Pertemuan ke- 3 5 Indikator Pencapaian Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan kembali materi/tentang asal mula terbentuknya keilmuan sosiologi dan pandangan pertama tentang aliran positivisme, dan analog sistem sosial dan perkembngan biologi H. Spencer.. 6 Materi Pokok Pemikiran Peter M Blau, George C Homans dan lainnya tentang hubungan antar individu dalam makro sosiologii. 7 Pengalaman Belajar Secara umum mempelajari tentang:, hubungan interakakss individu kelompok, dan kelompok-kelompok, dan akhirnya pada hubungan masyarakat. Pembukaan Review materi pertemuan sebelumnya dari pemikiran tokoh klasik sampai kepada pemikiran modern tentang makrososiologi. dan Textbook, Tugas Mandiri Mengulas tentang sejarah dan silsilah tokoh-tokoh keilmuan sosiologi sampai pada revolusi berpikir tentang interaksi yang bersifat makro. Merangkum uraian mengenai sosiologi dari pemikiran awal tentang pemikiran hubungan kelompok dalam kehidupan bermasyarakat., mengajukan pertanyaan dan serta diskusi, mengajukan pertanyaan dan - Raho, Bernarda SVD, 2007. Teori Sosiologi Modern, Jakarta. Penerbit Pustaka Prestasi.Publishers.. - Upe Ambo. 2010. Tradisi Aliran dalam Sosiologi. Jakarta: PT Readja Grafindo -Anthony Giddens, Daniel Bell, Michel Forse, etc: Sosiologi Sejarah dan Berbagai Pemikirannya; 2008. Yogyakarta. Klreasi Wacana. Dosen pengampu: Drs. Ketut Sudhana Astika, M.Si

. 4 Pertemuan ke- 4 5 Indikator Pencapaian Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan kembali arti subjektif tindakan sosial, empat tipe ideal otoritas, prinsip rasionalitas birokrasi ideal, dan empat tipe ideal hukum 6 Materi Pokok Pemikiran Fungsionalisme Struktural, Robert K Merton. Tentang tindakan sosial dan orientasi subjektif, analisis struktural fungsional dan differensiasi struktural. 7 Pengalaman Belajar Secara umum mempelajari tentang pemikiran fungsionalisme struktural dari Merton, pengertian fungsi dan disfungsi dan latent funsion dalam pembentukan sistem dan struktur sosial, Pembukaan Review materi pertemuan sebelumnya. dan Textbook, Tugas Mandiri Mengulas tentang tindakan sosial dalam scope pemikiran yang fungsional dan struktural bagaimana Merton melihat pada adanya berbagai pengertian fingsi dan disfungsi, orientasi subjektif dan differensiasi struktural. Merangkum uraian mengenai pemikiran makro sosiologi tentang hubungan kelompok-kelompok dan hub ungan yang terjadi di masyarakat masyara a, mengajukan pertanyaan dan serta diskusi, mengajukan pertanyaan dan - Merton, Robert K : 1968. Social Theory and Social Action. New York. Free Press. - Reetzer, George dan Douglas J Goodman : 2003. Teori Sosiologi Modern. Jakarta. Kencana Prenada Group. - Raho, Bernard. SVD. 2007. Teori Sosiologi Modern. Jakarta Prestasi Pustaka Publisher. - Upe Ambo. 2010. Tradisi Aliran dalam Sosiologi. Jakarta: PT Readja Grafindo Dosen pengampu: Drs, Ketut Sushana Astika, M.Si

4 Pertemuan ke- 5 5 Indikator Pencapaian Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan kembali model pendekatan fungsionalisme struktural dari robert K Merton dan variasi fungsi dan disfungsi serta latent fungsi dalam sistem sosial. 6 Materi Pokok Sosiologi struktural fumgsionalismedari para pemikirnya seperti Talcot Parsons dengan Teori Besarnya AGIL teori dari tujuan sampai tindakan mencapai tujuan, integrasi sampai latent fungsi atau penciptaan dan pemeliharaan pola. 7 Pengalaman Belajar Secara umum mempelajari tentang Struktur, Fungsi, Keseimbangan.dan tujuan tindakan sampai kepada penciptaan pola dalam usaha mengatasi ketidak seimbangan dalam pola kelakuan yang terjadi. Pembukaan Review materi pertemuan sebelumnya. dan Textbook, Tugas Mandiri Mengulas tentang masyarakat sebagai organisma sosial terdiri dari elemen-elemen struktur dan fungsinya samoai terjadinya integrasi sosial.. Merangkum uraian mengenai sosiologi dari identifikasi sampai terciptanya integrasi sosial dari pandangan perspektif struktural fungsional. a, mengajukan pertanyaan dan serta diskusi, mengajukan pertanyaan dan - Retzer, George dan Douglas J Goodman : 2007. Teori Sosiologi Modern. Jakarta. Kencana Prenada Media Group. - Upe Ambo. 2010. Tradisi Aliran dalam Sosiologi. Jakarta: PT Readja Grafindo. -Tocqueville, Alexis de ; De La democratie en Amereque (dalam Sciences n 46 Januari 1995. Jurnal Sciences Humannies. -Anthony Giddens, etc ; Tentang Alexis de Tocqueville dan praktek demokrasi dalam Sosiologi, hal 17-19. Dosen pengampu: Drs. Ketut Sudhana Astika, M.Si

4 Pertemuan ke- 6 5 Indikator Pencapaian Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan kembali wujud perubahan yang terjadi dalam masyarakat sejalan dengan perubahan fungsional dan struktural lewat cara pandang Robert k Merton dan cara Talcot Parsos mencapai integrasi dalam adaptasi sampai pencapaian tujuan, dan bagaimana penciptaan pola dalam fungsi yang latent. 6 Materi Pokok Sosiologi dari Perspektif menghadapi perkembangan teori konflikdari Lewis A Coser, Karl Marx, Ralf Dahrendorf, sampai kepada pemikiran Randall Colins tentang konflik struktural. 7 Pengalaman Belajar Secara umum mempelajari tentang Sosiologi pertentangan kelompok dan kelas, konflik kelompok sampai pemikiran tentang konflik struktural sampai kepada pemikiran solusi dan pertukaran sosial, teori pertukaran prilaku menuju ke interaksionisme simbolik. Pembukaan Review materi pertemuan sebelumnya.tentang bagaimana peran pemikir fungsionalisme =struktural, peran Merton dan Parsons dalam mewujudkan pola dari adaptasi, integrasi sampai ke latent fungsions Mengulas tentang setiap elemen dalam masyarakat berpotensi untuk konflik, konflik ditentukan olemen yang tadinya bisa fungsional tapi demi perubahan diciptakanlah konflik yang dfungsional. Merangkum uraian mengenai sosiologi dari perspektif konflik. Adanya fenomena pertentangan kelas, ide tentang pembentukan kelas dan berakhir perjuangan kelas sebagai gambaran adanya perubahan sistem kemasyarakatan. dan a, mengajukan pertanyaan dan serta diskusi, mengajukan pertanyaan dan - Andi Muawiyah Ramly, 2000 : Peta Pemikiran Karl Marx, Materialisme Dialektik dan Materialisme Historis, Yogyakarta. Penerbit LkiS. -Bachtiar, Harsya : Percakapan Dengan Sidney Hook, tentang 4 masalah filsafat; 1980.Jakarta. Penerbit Jambatan -Mndel, Ernest : Tesis-tesis Pokok Marxisme; 2006. Yogyakarta. Penerbit resist Book. - Susan, Novri. 2010. Pengantar Sosiologi Konflik dan Isu-Isu Konflik. Jakarta: Prenada Media Group Textbook, Tugas Mandiri

Dosen pengampu: Drs. Ketut Sudhana Astika, M.Si

4 Pertemuan ke- 7 5 Indikator Pencapaian Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan kembali tindakan sosial yang mengarah ketindakan pertentangan dan konflik. Tindakan konflik bisa berasal dari tindakan bertentangan sebagai sebuah tindakan pertentangan kepentingan sebagai konflik fungsional, atau pertentangan yang telah berlangsung lama (tindakan struktural). 6 Materi Pokok Sosiologi dari konflik berdasar pemikiran Hegel, Karl Marx, Ralf Dahrendorf, George Lucass sampai Antonio Gramci. 7 Pengalaman Belajar Secara umum mempelajari tentang konflik karena adanya pengertian tentang materialisme historis, konflik kelas dan perjuangan kelas, konflik karena determinisme ekonomi, adanya kesadaran palsu (reifikasi), konflik karena adanya hegemoni pada kelompok lainnya. Konsep konflik sosial yang ada di masyarakat karena adanya faktor struktural.. Pembukaan Review materi pertemuan sebelumnya. dan Textbook, Tugas Mandiri Mengulas tentang tindakan manusia merupakan proses dialektika dari ide dan materi. Masyarakat adalah pola-pola tindakan sosial yang searah bahkan kemudian bisa bertentangan dan menjjadi konflik. Merangkum uraian mengenai sosiologi interaksi yang searah dan kemudian menjadi tindakan yang bertentangan dan konflik. Konflik untuk sebuah perubahan sosial yang ada dan berlaku.. a, mengajukan pertanyaan dan serta diskusi, mengajukan pertanyaan dan - Johnson, Paul D. 1990. Teori Sosiologi Klasik dan Modern. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. - Upe Ambo. 2010. Tradisi Aliran dalam Sosiologi. Jakarta: PT Readja Grafindo -Anthony Giddens, daniel Bel, Michell Force : Sosiologi, Sejarah dan Berabagai Pemikirannya; 2008. Yogyakarta. Penerbit Kreasi Wacana. Dosen pengampu: Drs. Ketut Sudhana Astika, M.Si

4 Pertemuan ke- 8 5 Indikator Pencapaian Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan kembali 1. Definisi interaksi sosial,yang menyebabkan terjadinya pertentangan dan konflik sosial, 2. Bisa menjelaskan : konflik fungsional dan konflik struktural, penyebab dan resolusinya. 6 Materi Pokok Penjelasan tentang konsep dan fenomena konflik yang ada di masyarakat dari para tokoh sosiologi koflik 7 Pengalaman Belajar Secara umum mempelajari tentang: 1. Berbagai fenomena konflik yang terjadi beserta definisinya secara sosiologis. 2. Syarat-syarat dan fenomena terjadinya konfkonflik dan langkah soslusi yang ditawarkan. 3. Bentuk konflik : fungsional konflik atau struktural konflik. Pembukaan Review materi pertemuan sebelumnya. dan Textbook, Tugas Mandiri Mengulas tentang interaksi sosial yang berakibat pada fenomena pertentangan dan konflik, fenomena sosial yang menyebabkan terjadinya konflik baik secara fungsional maupun struktural. Merangkum uraian mengenai interaksi sosial yang terjadi di masyarakat yang sedang berubah dengan menunjukkan adanya gejala konflik dan pertentang an karena adanya berbagai sebab.. a, mengajukan pertanyaan dan serta diskusi, mengajukan pertanyaan dan 1 Upe, Ambo : tradisi aliran dalam Sosiologi, Dari filosofi Positistik ke Post Positifistik,, 2010. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada. 2. Susan, Novri M.A. : Sosiologi Konflik : Isu-isu konflik Kontemporer; 2009. Jakarta. PT Kencana Prenada Group. 3. Ritzer, George dan Douglas J Goodman : Teori Sosiologi Modern. 2007. Jakarta. PT Kencana Prenada Group ; Dosen pengampu: Drs, Ketut Sudhana Astika, M.Si

1 Mata Kuliah TEORI Sosiologi MODERN 4 Pertemuan ke- 9 5 Indikator Pencapaian Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan kembali: 1. Interaksi sosial yang bernuansa pertentangan dan konflik sosial, dan fenomena konflik dan dampaknya. 2. konflik sosial struktural dan fungsional dan analisatentang negosiasi perdamaian (resolusi konfliknya). 3. Perubahan sosial dan konflik dalam sebuah jalinan fenomena. 6 Materi Pokok Konsep dan pengembangan teori Interaksionisme Simbolik dari Horton Colley, Herbert Mead dan Herbert Blumer. 7 Pengalaman Belajar Secara umum mempelajari tentang peran masyarakat dalam intewraksi sosial. 1. Konsep dandefinisi tentag Cermin Diri atau Looking Glass Self dari Charles Horton Cooley, 2. tentang arti konsep (I) dan (Me) dalam hubungan sosial dan interaksi sosial. 3. Pengertian simbolik dalam arti peran individu dalam komunikasi sebagai objek atau subjek Pembukaan Review materi pertemuan sebelumnya.: 1. Interaksi dan konflik sosial, dalam masyarakat, 2. perubahan sosial dan fenomena konflik yang terjadi, negosiasi tentang perdamaian. Mengulas tentang pengertian konsep Cermin Diri dan simbol-simbol yang diterapkan dalam komunikasi dan peran dalam subjek dan objek sosial Merangkum uraian mengenai peran simbol dalam komunikasi dalam interaksi sosial di masyarakat. Sadar pada peran sebagai subjek/objek interaksi sosial di masyarakat. dan a, mengajukan pertanyaan dan serta diskusi, mengajukan pertanyaan dan - Ritzer, George dan Douglas J Godman, Teori Sosiologi Modern, 2007. Jakartra. PT Kencana Prenada Group. - Bruce C Cohen. 1983. Sosiologi Suatu Pengfantar. Jakarta: Bina Aksara. Dosen pengampu: Drs. Ketut Sudhana Astika, M.Si Textbook, Tugas Mandiri

4 Pertemuan ke- 10 5 Indikator Pencapaian Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan: 1. Pengertian tentang konsep interaksionisme simbolik dari Herbert Mead yang berasal Cermin Dirinya H.Cooley, 2. Definisi tentang terapan dari interaksionisme simbolik dalam komunikasi sosial, 3. Terapan dari konsep InteraSimbolik dalam perwujudan peran Subjek (I) dan Objek (Me), dalam interaksi sosial. 6 Materi Pokok Definisi Sosial dari William Isaac Thomas, perilaku sebagai buah dari Proses Definisi Sosial. 7 Pengalaman Belajar Secara umum mempelajari tentang : 1. Definisi pengertian tentang fenomena interaksionisme simbolik terhadap objek, 2. Pengaruh lingkungan yang menandai keberadaan objek tertentu, dengan penampilannya, 3. Definisi sosial memberikan pengaruh pada penampilan objek sosial di masyarakat. Pembukaan Review materi pertemuan sebelumnya. dan Textbook, Tugas Mandiri Mengulas tentang pengertian yang berkaitan dengan Interaksionisme Simboleik adalah definisi sosial dari perilaku sosial yang terjadi karena anggapan subjek dari stimulus yang ada pada objek sosial. Merangkum uraian mengenai definisi sosial menurut WI. Thomas, yaitu dalam interaksionisme simbolik peran definisi sosial menjadi penting. a, mengajukan pertanyaan dan serta diskusi, mengajukan pertanyaan dan - Sunarto, Kamanto : Pengantar Sosiologi; Edisi Revisi; 2004. Jakarta. Penerbit Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. - Ritzer, George dan Douglass J Goodnan : 2007 : Teori Sosiologi Modern; Jakarta. PT. Prenada Media Group. - Raho, Bernard SVD : Teori Sosiologi Modern; 2007. Jakarta. PT Prestasi Pustaka Publishers. Dosen pengampu: Drs. Ketut Sudhana Astika, M.Si

4 Pertemuan ke- 11 5 Indikator Pencapaian Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian konsep tentang definisi sosial Dari W,I. Thomas, dan hubungannya dengan konsep sebelumnya yaitu interaksionisme simbolik. Konsep tersebut dengan pengertian stimulus dari lingkungan sosial yang menyertainya. Dan dapat mengubah oenampilan subjek atau objek yang ada. 6 Materi Pokok Humanistic sosiologis dari William Edward Boughardt DU BOIS. 7 Pengalaman Belajar Secara umum mempelajari tentang: 1. Definisi scientific sociologist yang berkutat sebagai ilmu murni dengan pengembangan konsep dan teori, 2. Definisi yang erat kaitannya dengan orientasi pada action yang dapat dilakukan secara sosiologist pada berbagai fenomena. 3. Social imagination dari Social Invention C.Wright Mills sebagai dasar pandangan. Pembukaan Review materi pertemuan sebelumnya. dan Textbook, Tugas Mandiri Mengulas tentang fenomena kemasyarakatan yang ditemui yang memerlukan pemecahannya/solusinya, dengan menerapkan social invention sosiolog melakukan sebuah imaginasi social dapat dilakukan solusi terhadap masalah yang dihadapi. Merangkum pemikiran secara sosiologis agar permasalahan sosial dapat diatasi secara sosial juga, dan dibenarkan secara konsep dan teori sosial. a, mengajukan pertanyaan dan serta diskusi, mengajukan pertanyaan dan Ritzer George dan Douglas J Goodman, Teori Sosiologi Modern, 2004. Jakarta. Penerbit Kencana Prenada Group Raho, Bernard SVD, Teori Sosiologi Modern, Jakarta. Pusataka Prestasi Publishers. Bruce C Cohen. 1983. Sosiologi Suatu Pengfantar. Jakarta: Bina Aksara. Dosen pengampu: Drs. Ketut Sudhana Astika, M.Si

4 Pertemuan ke- 12 5 Indikator Pencapaian Mahasiswa mampu memahami, dan menjelaskan kembali: 1. Pengertian tentang humanistic sociology sebagai terapan konsep dan teori sosiologi yang manusiawi, 2. Perpaduan antara konsep sosiologi dan metodologisnya dan pemecahan masalah dengan berimaginasi, 3. Tercapailah kemudian apa yang disebut dengan social invention sebagai solusi bagi fenomena tertentu 6 Materi Pokok Teori pertukaran dan pilihan rasional dari George Homans. 7 Pengalaman Belajar Secara umum belajar untuk: 1. Memahami fenomena sosiologis yang berkaitan dengan proposisi dari keilmuan lain seperti psikologi, 2. Proposisi adalah pilihan terhadap sejumlah rasionalitas yang ada dalam proposisi fundamental, 3. Dan Homans kemudian sampai kepada kesimpulan pada pilihan pertukaran rasional.. Pembukaan Review materi pertemuan sebelumnya. dan Textbook, Tugas Mandiri Mengulas tentang pengertian proposisi yang harus dipecahkan dengan bantuan ilmu sosial lain seperti psikologi. Proposisi kemudian harus memilih pada teori pertukaran rasional yang tidak begitu kompleks Merangkum uraian mengenai pembahasan tentang pentingnya pembahasan proposisi yang penting untuk dilakukan dalam pilihan terhadap proposisi yg ditawarkan. Homans kemudian menyatakan bahwa teori pertukaran dan pilihan rasional banyak dipakai. a, mengajukan pertanyaan dan serta diskusi, mengajukan pertanyaan dan Bruce C Cohen. 1983. Sosiologi Suatu Pengfantar. Jakarta: Bina Aksara. Ritzer, George dan Douglas J. Goodman : Teori Sosiologi Modern: 2004. Jakarta. Penerbit Kencana Prenasa Media Group. Dosen pengampu: Drs. Ketut Sudhana Astika, M.Si

4 Pertemuan ke- 13 5 Indikator Pencapaian Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan: 1. Arti konsep dan defnisi tentang teori pertukaran menurut george Homans, 2. Arti konsep dan definisi teori pilihan rasional sebagai salah satu pilihan terhadap sejumlah proposisi yang ada, 3. Psikologi adalah ilmu sosial yang dekat dengan sosiologi, dan mempunyai cara pendekatan tentang perilaku. 6 Materi Pokok Teori Pertukaran Peter M Blau 7 Pengalaman Belajar Secara umum mempelajari tentang: 1. Proses pertukaran yang sudah mengerah dari pertukaran antar individu ke kelompok (makro) 2. Blau berharap bahwa ada pilihan bahwa yang mampu memberi lebih banyak akan bergerak ke arah itu. 3. Blau mengharapkan bahwa pertukaran lebih mementingkan peran norma dari sistem pertukaran itu (behaviorism). Pembukaan Review materi pertemuan sebelumnya. dan Textbook, Tugas Mandiri Mengulas tentang sistem pertukaran antara satu pihak yang memberi dan pihak lain yang menerima. Pemberi bisa saja individu atau kelompok, demikian sebaliknya penerima sehingga ada sistem pertukaran yang mementingkan norma atau sebuah gambaran struktur sosial yang dikembangkan`dalam sistem tersebut (behaviorism atau mementingkan perilaku dalam proses pertukaran di masyarakat).. Merangkum uraian mengenai sistem pertukaran yang terjadi di masyarakat, pertukaran yang terjadi antara individu dengan kelompok. a, mengajukan pertanyaan dan serta diskusi, mengajukan pertanyaan dan Wirutomo, Paulus. 1981. Pokok-Pokok Pikiran dalam Sosiologi Jakarta: Rajawali.. Ritzer, George dan Dauglas J Goodman : Teori Sosiologi Modern; 2004. Jakarta. Penerbit Kencana Prenada Media Group. Dosen pengampu: Drs. Ketut Sudhana Astika, M.Si.

4 Pertemuan ke- 14 5 Indikator Pencapaian Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan kembali: 1). Konsep kebudayaan. 2). Empat wujud kebudayaan dan 7 unsur kebudayaan universal. 3). Sifat universil, stabil dan dinamis, mengisi dan menentukan kehidupan manusia; akulturasi dan difusi sebagai proses gerak kebudayaan 6 Materi Pokok Teori Fenomenologi, pemikiran Edmund Husserl dan Alfred Schutz,. 7 Pengalaman Belajar Secara umum mempelajari tentang: 1. Definisi dan pengertian tentang dunia dan kesadaran tentang kehidupan indivvidu dan masyarakat senyatanya, 2. Pengertian tentang kehidupan manusia yang riil dan, kenyataan sosial yang tercipta dari proses subjektip pikiran manusia. 3. Definisi dan pengertian tentang tafsir sosial atas kenyataan pembedaan antara realitas sosial dan yang benar-benar riil terjadi, Pembukaan Review materi pertemuan sebelumnya. dan Textbook, Tugas Mandiri Mengulas tentang konsep fenomenologi awal, membedakan antara yang riil dan benar-benar nyata sebagai sebuah realitas sosial. Proses mental yang bisa membentuk hakekat dunia sosial yang hadir karena tercipta dari proses subjektif pikiran manusia. Merangkum uraian mengenai dunia kehidupan keseharian yang diterima begitu saja, kehidupan tanpa pemikiran yang reflektif tetapi menjadi sebuah tuntutan taentang cara bertindak (sebuah fakta sosial dalam pemikiran sosiologis). a, mengajukan pertanyaan dan serta diskusi, mengajukan pertanyaan dan - Raho, Bernard. SVD : Teori Sosiologi Modern, 2004. Jjakarta. Penerbit Prestasi Pustaka Publishers. - Ritzer, George dan Douglas J Goodman, 2004. Jakarta Penerbit Kenana Prenada Media Group Dosen pengampu: Drs. Ketut Sudhana Astka M.Si.

4 Pertemuan ke- 15 5 Indikator Pencapaian Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan kembali: 1. Definisi dan pengertian dari konsep fenomenologi sebagai sebuah wujud dari realitas sosial; 2. Bahwa kesadaran individu dalam hidupnya tercipta karena adanya nilai norma dan objekobjek fisik lainnya sebagai sebuah rekaman kesadaran seseorang dalam hidupnya; 3. Individu harus bisa membedakan sesuatu yang riil/nyata dengan realitas sosial yang ada di dunia kehidupannya. 6 Materi Pokok Teori Ethnometodologi pemikiran dari Harold Garfinkel 7 Pengalaman Belajar Secara umum mempelajari tentang: 1. Definisi dan pengertian ethnomethodologi secara harfiah, sebagai ilmu yang mempelajari hidupnya, 2. Ilmu yang mempelajari tentang metode penciptaan perasaan keteraturan/keseimbangan interaksi mereka, 3.Kenyataan kehidupan tidak terjadi begitu saja, tetapi direkonstruksi oleh kehidupan individu Pembukaan Review materi pertemuan sebelumnya. dan Textbook, Tugas Mandiri Mengulas tentang konsep dan pengertian keseimbangan dan keteraturan interaksi sebagai sebuah wujud rekonstruksi dunia sosialnya. Kenyataan kehidupan tidak terjadi begitu saja, tetapi direkonstruksi oleh kehidupan individu didalam masyarakat yang kalau dilanggar aturannya akan membawa dampak/akibatnya. Merangkum uraian mengenai.ethnometodologi sebagai sebuah metode atau cara dalam emncari keteraturan/keseimbangan dalam kehidupan sosial. a, mengajukan pertanyaan dan serta diskusi, mengajukan pertanyaan dan Bruce C Cohen. 1983. Sosiologi Suatu Pengfantar. Jakarta: Bina Aksara. Ritzer, George dan Douglas J. Goodman : Teori Sosiologi Modern; 2004. Jkarta. Penerbit Kencana Prenada Media Group. Dosen pengampu:: Drs. Ketut Sudhana AstikA, m.si

4 Pertemuan ke- 16 5 Indikator Pencapaian Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan kembali: 1). Definisi dan pengertian tentang konsep Ethnometodologi sebagai sebuah cara dalam hubungan antar individu di masyarakat, 2. Wujud pemaknaan dari hubungan seperti komunikasi, dan gerak dari kehidupan antar individu, 3 Teori ini mengajak individu untuk menginvestigasi dan merekonstruksi dunia sosial mereka, agar menjdi jelas wujudnya. 6 Materi Pokok Teori Ethnometodology dari pemikiran Harold Garfunkel, sebagai wujud hubungan antar individu di masyarakat. 7 Pengalaman Belajar Secara umum mempelajari tentang: 1. Pengertian dan definisi dari paradigma definisi sosial dalam sosiologi, sebagai sebuah wujud dari hubungan antar individu, 2. tentang mencari pemaknaan dari hubungan sosial mereka di masyarakat sehingga menjadi lebih jelas, 3. Penafsiran individu apakah keteraturan yang mereka temui/jalani apakah sudah benar adanya. Pembukaan Review materi pertemuan sebelumnya. dan Textbook, Tugas Mandiri Mengulas tentang bagaimana pemaknaan diberikan oleh para aktor yang sedang berinteraksi dalam kehidupan kesehariannya. Teratur tidaknya polapola interaksi yang di lakukan, pelaku harus bisa merekonstruksi dunia sosialnya sebagai sebuah kehidupan yang diharapkannya sebagai dunia yang hidup dan berkembang. Merangkum uraian ethbometodology bisa merupakan sebuah kritik teori dalam pencarian makna dari apa yang dilakukan oleh teori interaksionisme simbolik dan fenomenulogy. a, mengajukan pertanyaan dan serta diskusi, mengajukan pertanyaan dan Raho, Bernarad SVD, Teori Sosiologi Modern, 2004. Penerbit Prestasi Pustaka Publishers. Dosen pengampu: Imron : Drs. Ketut Sodhana Astika, M.Si