BAB3. LANGKAH-LANGKAHSIMULASI

dokumen-dokumen yang mirip
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : SIMULASI & PERMODELAN ( S1 / TEKNIK INFORMATIKA) KODE / SKS : KK / 3 SKS

PRODI S1 STATISTIKA FMIPA-ITS RENCANA PEMBELAJARAN Teknik Simulasi Kode/SKS: SS / (2/1/0) Dosen : NI, PPO Semester : V

7/28/2005 created by Hotniar Siringoringo 1

Teknik Simulasi. Eksperimen pada umumnya menggunakan model yg dapat dilakukan melalui pendekatan model fisik atau model matametika.

BAB9 PERCOBAAN, OPTIMASI, DAN IMPLEMENTASI

IMPLEMENTASI METODE HEURISTIK DAN SIMULASI UNTUK MENYEIMBANGKAN LINI PERAKITAN LAMPU

SISTEM TRANSPORTASI BUS KAMPUS UNAND

Analisis Model dan Simulasi. Hanna Lestari, M.Eng

Pertemuan 14. Teknik Simulasi

Pengembangan Simulasi Komputer Model Antrian Nasabah Untuk Menganalisa Unjuk Kerja Layanan Teller Bank 1

METODOLOGI Kerangka Pemikiran

Seminar Hasil Tugas Akhir

TOOLS SIMULASI INVENTORI PADA SUPERMARKET

Sekenario Alokasi Sumberdaya Peralatan untuk Meningkatkan Kinerja Sistem Manufaktur dengan Pendekatan Simulasi Sistem Diskrid

Simulasi antrian pelayanan kasir swalayan citra di Bandar Buat, Padang

6/15/2015. Simulasi dan Pemodelan. Keuntungan dan Kerugian. Elemen Analisis Simulasi. Formulasi Masalah. dan Simulasi

4. Mahasiswa menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri. (S10); Garis Entry Behavior

Seminar Nasional IENACO ISSN: OPTIMASI BIAYA TRANSPORTASI PENGUMPULAN DAN PENGANGKUTAN SUSU SAPI PERAH DENGAN MODEL SIMULASI

SIMULASI PELAYANAN KASIR SWALAYAN CITRA DI BANDAR BUAT, PADANG

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

LABORATORIUM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DAN INTELIGENSIA BISNIS

Pengembangan Simulasi Komputer Model Antrian Nasabah Untuk Menganalisa Unjuk Kerja Layanan Teller Bank 1

SIMULASI PELAYANAN TELLER DI BANK BRI UNIT PASAR BARU, PADANG

VERIFIKASI DAN VALIDASI MODEL SIMULASI

EVALUASI SISTEM PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI (STUDI KASUS : PT. MECO INOXPRIMA) Oleh :

FM-UDINUS-BM-08-04/R0 SILABUS MATAKULIAH. Revisi : - Tanggal Berlaku : September 2014

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

PENDEKATAN SIMULASI MONTE CARLO UNTUK PEMILIHAN ALTERNATIF DENGAN DECISION TREE PADA NILAI OUTCOME YANG PROBABILISTIK

BAB III METODOLOGI. Gambar 1. Kerangka Pikir

BAB III TAHAPAN ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. aplikasi penjualan perangkat komputer pada CV. Data Baru. Tahap-tahap tersebut

2-RP. C. Deskripsi CP secara umum KKNI Level 6

VERIFIKASI DAN VALIDASI MODEL SIMULASI

Sistem, Model dan Simulasi

Pendahuluan Perkuliahan Pemodelan Sistem

Pemodelan Dan Simulasi Sistem Industri Manufaktur Menggunakan Metode Simulasi Hybrid (Studi Kasus: PT. Kelola Mina Laut)

EVALUASI DAN USULAN PERBAIKAN KAPASITAS PRODUKSI UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE THEORY OF CONSTRAINTS DAN SIMULASI

PENGATURAN KOMPOSISI TENAGA KERJA UNTUK MEMINIMASI WAITING TIME DENGAN PENDEKATAN SIMULASI BERBASIS INTERAKSI PROSES

Prinsip Dasar Selain didasarkan pada seni dan kreatifitas pemodelan juga didasarkan pada; 1. Konseptualisasi sebuah model membutuhkan pengetahuan sist

SIMULASI PELAYANAN PENGISIAN BAHAN BAKAR DI SPBU GUNUNG PANGILUN

OPTIMASI PENJADWALAN KASIR PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA, Tbk CABANG PADANG

PERENCANAAN JUMLAH MESIN YANG OPTIMAL GUNA MENYEIMBANGKAN LINTASAN PRODUKSI DITINJAU DARI SIMULASI SISTEM DAN NILAI INVESTASI

Pengantar Teknik Industri TIN 4103

OPERATION RESEARCH-1

Algoritma dan Pemograman 1A. Minggu 2

Penentuan Waktu Optimal Nyala Pengatur Lampu Lalu Lintas Dengan Menggunakan Metode Simulasi (Studi Kasus di Perempatan Jl. Soekarno Hatta Buah Batu)

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

Nama : Rendi Setiawan Nim :

Model Simulasi Sistem Antrean Elevator *

Beberapa saran yang dapat disampaikan ljagi PT. Wonokoyo maupun bagi penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut :

SILABUS. Tatap Muka Ruang Kelas, papan tulis, OHP, sound system. Evaluasi latihan/quiz selama proses pembelajaran berlangsung. Bentuk angka (0-100)

SILABUS MATA KULIAH Program Studi : Teknik Industri Kode Mata Kuliah : TKI-303 Nama Mata Kuliah : Pemodelan Sistem Jumlah SKS

BAB 2 LANDASAN TEORI. Hill, hlm Chase, dkk., Operations Management for Advantage Competition. New York: McGraw-

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, [2012) 1-5 1

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 4 METODOLOGI. Pengembangan sistem..., Niken Ayu Damayanti, FKM UI, Universitas Indonesia

PENGGUNAAN SIMULASI UNTUK PEMECAHAN MASALAH TRANSPORTASI

TEKNIK SIMULASI. Nova Nur Hidayati TI 5F

Pengukuran Beban Komputasi Algoritma Dijkstra, A*, dan Floyd-Warshall pada Perangkat Android

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI

MODEL SIMULASI KEJADIAN DISKRIT UNTUK MENGEVALUASI KINERJA OPERASIONAL SISTEM PELAYANAN PADA SEBUAH KANTOR CABANG BANK X

[C6, A3, P3]:8 2.Mahasiswa mampu menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang metode stokastik (mg. ke 15)

Perkuliahan. Pemodelan dan Simulasi (FI-476 )

ANALISIS MODEL DAN SIMULASI PADA SISTEM ANTRIAN PADA SONY ERICSON CARE CENTER

SATUAN ACARA PERKULIAHAN SIMULASI SISTEM AGROINDUSTRI. Oleh : Prof. Dr. Ir. M. Syamsul Ma arif, MEng. Prof Dr. Sukardi. Dr. Ir.

PENGENALAN KOMPUTER DAN SOFTWARE II. Semester: 2 Pengenalan Komputer dan Software II. Introduction to Computer and Software II

BAB I. PENDAHULUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

3. METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran

Minggu 6 Prinsip & Konsep Desain

PERBAIKAN SISTEM PELAYANAN NASABAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMULASI (Studi Kasus: Bank BRI Unit Selopuro Blitar)

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

EKSPRESI REGULAR PADA SUATU DETERMINISTIC FINITE STATE AUTOMATA

PENGATURAN LAMPU LALU LINTAS PEREMPATAN PINGIT YOGYAKARTA DENGAN SIMULASI ARENA

DAB 7. VERIFIKASI DAN VALIDASI

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...

Analisis Performansi dan Perbaikan Lini Produksi dengan Menggunakan Metoda Simulasi

Rancang Bangun Aplikasi Web Pencarian Rute Terpendek Antar Gedung di Kampus Menggunakan Algoritma Floyd-warshall

III. METODOLOGI. Mulai. Autentifikasi

RANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA HOME INDUSTRY SOUVENIR

BAB II LANDASAN TEORI

Dasar-Dasar Pemodelan Sistem

Algoritma. Contoh Algoritma

BAB III LANDASAN TEORI. Pengadaan adalah proses untuk mendapatkan pasokan barang di bawah

VALIDASI DAN VERIFIKASI MODEL

DAFTAR ISI. Halaman Judul... Halaman Pengesahan... Halaman Persembahan... Halaman Motto... Kata Pengantar... Daftar Isi... Daftar Gambar...

Prinsip Fundamental dalam Desain Perangkat Lunak

SIMULASI PELAYANAN PUSKESMAS SADANG SERANG

STUDI PENGURANGAN DWELLING TIME PETIKEMAS IMPOR DENGAN PENDEKATAN SIMULASI (STUDI KASUS : TERMINAL PETIKEMAS SURABAYA)

SEMAI TEKNOLOGI ISSN : PENJADWALAN PERALATAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA SISTEM MANUFAKTUR DENGAN PENDEKATAN SIMULASI SISTEM DISKRIT

BAB II DASAR TEORI. terbagi atas beberapa tahap yaitu: perancangan basis data secara konseptual, logis dan fisis.

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Transkripsi:

Tujuan Instruksional Umum Tujuan Instruksional Khusus 3.1. Pendahuluan BAB3. LANGKAH-LANGKAHSIMULASI Mahasiswa dapat menguraikan langkahlangkah dalam simulasi 1. Mahasiswa dapat menguraikan elemen analisis simulasi 2. Mahasiswa dapat menguraikan sistem yang akan dimodelkan 3. Mahasiswa dapat mengidentifikasikan teknik pengumpulan data dan analisis data 4. Mahasiswa dapat menyebutkan model simulasi 5. Mahasiswa mengerti peran dan makna verifikasi dan validasi model 6. Mahasiswa dapat mengerti manfaat percobaan dan optimasi 7. Mahasiswa dapat menguraikan implementasi hasil simulasi Simulasi dilakukan mengikuti beberapa langkah, seperti yang dapat dilihat pada Gambar 3.1. Permodelan simulasi diawali dengan kegiatan memformulasikan masalah dan membuat rencana pemecahannya. Jika formulasi masalah dan rencana pemecahan sudah jelas, data yang dibutuhkan sudah diketahui dan dapat dikumpulkan. Model juga sudah dapat didefinisikan. Uji validitas dilakukan terhadap model yang sudah terbentuk. 3.2. Formulasi Permasalahan Formulasi masalah merupakan suatu langkah yang sangat penting dalam perancangan model simulasi. Formulasi masalah yang tidak tepat tidak akan mungkin menghasilkan model yang tepat (akurat). Formulasi masalah merupakan suatu kegiatan untuk memilih satu permasalahan yang dianggap paling penting untuk diselesaikan saat itu dari sekian banyak permasalahan. 3.1.l.Variabel dan pembatas Hal-hal berikut diungkapkan dalam formulasi masalah: Identifikasi keputusan dan variabel yang tidak dapat dikontrol Spesifikasipembatas variabel keputusan 61

-- --- - ---. Mendefinisikan ukuran kinerja sistem dan fungsi tujuan. Mengembangkan model struktur awal yang menghubungkan variabel sistem dan ukurankinerja Formulasikan Masalah & Buat Rencana Pemecahannya Kumpulkan Data dan Definisikan Modelnya Uji Validitas (Model) Buat Program Komputer Jalankan Programnya Uji Validitas Rancang Percobaan Jalankan Produksi Analisis Data Output Penyimpanan Hasil dan Program yang Dipakai Gambar 3.1. Langkah - langkah model simulasi 62

Setelah manajemen memutuskan permasalahan yang akan diselesaikan dalam model simulasi, maka langkah selanjutnya adalah menentukan variabel yang mendefinisikan sistem dan outputnya. Variabel dapat dikategorikan sebagai variabel eksogenus dan endogenus. Variabeleksogenus kadang-kadang disebutjuga sebagai variabel input sedangkan variabel endogenus disebut juga sebagai variabel output. Variabel eksogenus ada di luar sistem dan tidak terikat dengan model. Di sisi lain, variabel endogenus ada dalam sistem dan mernpakan fungsi variabel eksogenus. Variabel eksogenus terdiri dari variabel yang dapat dikontrol dan tidak dapat dikontrol. Variabel eksogenus yang dapat dikontrol dapat dimanipulasi pengambil keputusan, sedangkan variabel eksogenus yang tidak dapat dikontrol tidak dapat dimanipulasi pengambil keputusan. Jadi untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi manajemen, menggunakan model simulasi, mereka hanya dapat memanipulasi variabel eksogenus yang dapat dikontrol. Penentuan variabel sebagai terkontrol atau tidak tergantung dari kemampuan pengambil keputusan mengendalikan sumber daya. Variabel eksogenus yang dapat dikontrol kadang-kadang disebut dengan variabel keputusan. Variabel eksogenus yang tidak dapat dikontrol kadang-kadang disebut dengan parameter sistem. Sumber daya yang membatasi dalam mencapai tujuan juga hams didefinisikan dengan tepat. Permasalahan timbul karena adanya batasan-batasan dalam sistem. Ukuran kinerja sistem bisa lebih dari satu. Pengoptimalan salah satunya bisa saling bertentangan dengan ukuran kinerja lainnya. Pengambil keputusan hams dapat memilih ukuran kinerja yang paling tepat untuk tujuan optimasi. Detail model tergantung dari tujuan pengembangan model dan kontribusi marjinal penambahan detail. Kompleksitas model ditentukan secara subjektif, dengan cara coba-coba yang diturnnkan dari perkiraan biaya marjinal yang hams dikeluarkan untuk mendapatkan data dan relasi dalam model terhadap akurasi tambahan yang dapat diberikan. 3.3. Pengumpulan Data Data diperlukan untuk percobaan model. Verifikasidan validasi model dapat dilakukan dengan adanya data. Dalam validasi dan verifikasi, analisis menguji seberapa dekat model yang dibuat dapat menirn sistem aslinya dengan membandingkan output model dengan kinerja sistem. Output akan diperoleh jika 63 --

-- -- simulasi dijalankan untuk data tertentu. Data bisa diperoleh dengan pengamatan dan pelaporan pribadi, atau dengan membangkitkan bilangan acakjika data historisnya sudah ada. Cara kedua ini khususnya digunakan untuk model probabilistik. Ukuran sampel tergantung dari biaya yang bersedia dikeluarkan untuk keakuratan tertentu. 3.4. Pengembangan Model Pemahaman yang baik akan sistem sebenamya sangat diperlukan dalam membentuk model dan merupakan hal yang sulit juga untuk dilakukan. Tidak ada pendekatan yang baku dalam membentuk model. Ada dua pendekatan yang dapat kita gunakan, yaitu pendekatan aliran fisik dan perubahan status. Dalam pendekatan aliran fisik, pemrosesan atau perpindahan entitas secara fisik ditunjukkan dalam model. Keberadaan entitas ini dilacak dalam sistem selama proses penjalanan simulasi, untuk mengetahui entitas sedang diproses dimana dan pencabangan aturan keputusan untuk menentukan rutenya. Diagram alur entitas dan pemrosesan elemen sistem memberikan representasi sistem darimana model dan pemrograman komputemya dikembangkan. Dalam pendekatan perubahan status, kita memerlukan variabel status (termasuk dalam klasifikasi variabel endogenus) dan kejadian. Kita dapat bedakan model yang akan kita bangun ke dalam model konseptual, logika dan simulasi. Penggolongan ini akan memudahkan dalam membentuk model simulasinya. Model konseptual : menggambarkan sistem secara konsep, dapat secara verbal atau menggunakan grafik. Model logika : menerjemahkan model konseptual ke dalam bentuk suatu diagram alur atau algoritma. Model simulasi :menerjemahkan modellogika ke dalam program komputer 3.5. Verifikasi dan Validasi Verifikasi dan validasi dilakukan untuk ketiga model (konseptual, logika dan simulasi). Model valid jika ukuran outputnya sangat dekat dengan ukuran sistem nyata yang sesuai. Validasi menunjukkan seberapa akurat model memprediksi kejadian mendatang. Prediksi kejadian masa mendatang harus didahului prediksi nilai variabel input. 3.6. Percobaan model dan optimasi Analisis output menggunakan metode statistik. Teknik statistik yang umumnya digunakan adalah rancangan percobaan, dan metode respon permukaan. Dalam melakukan analisis output, sistem dibedakan menjadi dua (2) jenis. Jenis pertama adalah sistem yang memiliki masa akhir (terminating), yaitu semua 64

kegiatan berlangsung pada periode tertentu dan akan ditutup untuk istirahat pada waktu yang sudah ditentukan. Sistem akan mulai beroperasi kembali untuk memulai periode berikutnya. Contoh dari sistem ini adalah hampir semua aktivitas kantor. Pada umumnya kantor mulai beraktivitas jam 09.00 pagi lalu akan tutup jam 17.00 untuk istirahat, dan akan beraktivitas kembali pada hari berikutnya dan jam yang sarna. Jenis kedua adalah sistem yang tidak mempunyai akhir secara nyata pada periode tertentu (tidak terminating). Padajenis ini, tidak ada kejadian spesifik yang mengakhiri kegiatan sistem. Sistem akan tetap beraktivitas kecuali ada kerusakan dari sub sistem atau komponen lainnya yang memaksa sistem untuk berhenti. Contoh dari sistem ini adalah pabrik otomasi yang bekerja sepanjang hari, sepanjang minggu, bulan, dan tahun. Contoh lainnya dalam industri jasa adalah layanan telepon 24jam sehari. 3.7 Analisis Output Analisis output menggunakan metode statistik. Teknik statistik yang umumnya digunakan adalah pendugaan parameter dan uji hipotesis. Bagian ini akan dibahas secara khusus dan detail pada bab 8. 65

-- Daftar Pustaka 1. Hoover, Stewart V. Dan Perry, Ronald F. Simulation: A Problem Solving Approach. Addison-WesleyPublishing-Company, Massachusetts. 1989. 2. Banks, Jerry, Carson II, J. Dan Nelson, B.L. Discrete-Event System Simulation. Prentice-Hall International, Inc., London. 1984. 3. Law, Averill M. Dan Kelton, David W. Simulation Modeling and Analysis. McGraw-Hill Inc., Singapore. 1991. 4. Peg~en, C. Dennis, Shannon, Robert E. Dan Sadowski, Randall P. Introduction to Simulation Using SIMAN. 1995. McGraw-Hill, Inc., Singapore. 66