BAB9 PERCOBAAN, OPTIMASI, DAN IMPLEMENTASI

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB9 PERCOBAAN, OPTIMASI, DAN IMPLEMENTASI"

Transkripsi

1 BAB9 PERCOBAAN, OPTIMASI, DAN IMPLEMENTASI 9.1. Pendahuluan Begitu model sim.ulasi suatu sistem telah divalidasi dengan tepat, praktisi selanjutnya harns mengarahkan perhatiannya pada hal pendesainan model tambahan percobaan model simulasi. Referensi statistik dapat digunakan untuk itu, seperti bukunya Montgomery (200I) dan buku-buku Desain Eksperimen lainnya yang banyak ditemukan di toko buku atau perpustakaan. Pada beberapa Program Studi, mata kuliah Desain Percobaanjuga sudah diberikan. Pilihan akan altematif desain percobaan tergantung pada tujuan proyek simulasi awal yang dikembangkan selama fase perumusan permasalahan. Teori desain percobaan cukup luas dan sangat mendetail. Dalam buku ini, kita akan bahas bagian mendasar saja, untuk pemahaman lebih dalam dapat merujuk buku Montgomery atau buku Desain Percobaan lainnya Percobaan Percobaan adalah suatu pengujian. Percobaan dilakukan di hampir semua bidang yang memerlukan jawaban, umumnya untuk menemukan jawaban tentang suatu proses atau sistem. Kita dapat mendefinisikan percobaan sebagai serangkaian uji dimana secara sengaja dilakukan perubahan pada variabel input proses atau sistem sehingga kita dapat mengamati perubahan yang teijadi pada respon output atau sistem. Jika anda kembali ke alasan penggunaan simulasi, salah satunya adalah karena kesulitan dalam melakukan percobaan terhadap sistem yang menjadi perhatian. Dengan demikian yang kita bicarakan dalam bagian ini bukanlah percobaan sistem aktual melainkan percobaan terhadap model simulasi yang sudah dibangun. Perhatikan hal tersebut dengan hati-hati. Tetapiuntuk tujuan tersebut, kita akan tetap menggunakan rancangan percobaan statistik. Model simulasi yang sudah dikembangkan harns diuji coba sebelum diimplementasikan. Tujuan percobaan model adalah untuk mengevaluasi desain sistem. Evaluasi dilakukan dengan menganalisis ukuran kineija sistem. Ulruran kineija sistem bisa tunggal ataujamak. Pada umumnya ukuran kineija sistem adalah jamak. Perhatikan misalnya model sistem antrian yang sangat sederhana, ukuran kineija sistemnya bisa berupa waktu menunggu rata-rata,jumlah rata-rata pelanggan yang menunggu pada periode tertentu, dan lain-lain. 255

2 -- Percobaan model dapat dilakukan deilgan: 1. Perbandingan dengan desain sistem yang ada 2. Eksplorasi desain sistem altematif Padapercobaan model dengan membandingkan model yang dibuat terhadap sistem yang sudah ada, beberapa hal perlu diperhatikan: Variabelkeputusan yang dimanipulasi hanya I Antarasatudesain sistem dengan satu desain sistem lainnya Membandingkan lebih dari 2 desain sistem Menggunakan statistik, yaitu dengan uji hipotesis atau pendugaan, dan ukuran kinerja: rata-rata atau standar deviasi Apakah ada perbedaan antara desain sistem satu dengan lainnya Ulangan, Faktor, dan Level Ada tiga (3) prinsip dasar desain percobaan, yaitu ulangan, keacakan, dan blok. Ulangan adalah pengulangan melakukan percobaan dasar. Ulangan memiliki dua (2) sifat penting. Pertama, ulangan memungkinkan peneliti untuk menghitung perkiraan kesalahan percobaan. Perkiraan kesalahan menjadi unit dasar pengukuran untuk menentukan apakah perbedaan yang teramati pada data adalah benar-benar berbeda secara statistik. Kedua, jika rata-rata sampel digunakan untuk mengukur pengaruh faktor pada percoabaan, ulangan memungkinkan peneliti mendapatkan perkiraan yang lebih akurat akan pengaruh ini. Ulangan bukan mengulang pengukuran. Bayangkan misalnya seorang peneliti melakukan percobaan pengaruh suhu pada dastisitas material baja. Untuk setiap level perlakuan suhu yang digunakan, dilakukan pengukuran pada tiga bagian material. Hal ini bukan ulangan, tetapi mengulang pengukuran. Jika proses diulang dan dilakukan sampai selesai menggunakan level perlakuan yang sarna dan kondisi lainnya semua sarna sampai dilakukan pengukuran respon, maka hal itu kita sebut sebagai ulangan. Keacakan adalah inti dari penggunaan metode statistik dalam desain percobaan. Keacakan diartikan bahwa alokasi material percobaan dan urutan dimana penjalanan atau percobaan individual dilakukan ditentukan secara acak. Metode statistik memerlukan bahwa pengamatan (kesalahan) berdistribusi secara bebas. Dengan keacakan, asumsi ini menjadi valid. Jika keacakan dilakukan dengan tepat, kita juga membantu merata-ratakan pengaruh faktor lain yang mungkin ada dalam sistem. Blok adalah teknik yang digunakan untuk meningkatkan keakuratan perbandingan antara faktor yang digunakan. Biasanya pemblokan digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan variabilitas yang dikirim dari faktor penggangu. 256

3 Ketiga prinsip dasar desain percobaan ini selalu menjadi bagian dari percobaan. Dalam terminologi rancangan percobaan, faktor adalah variabel berbeda yang mempunyai pengaruh terhadap kinerja output sistem. Variabel ini dapat dikontrol dalam pengertian bahwa praktisi dapat menggunakan bervariasi level baik pada sistem aktual maupun pada model simulasi. Beberapa contoh faktor adalah mesin yang memproses operasi khusus dalam industri manufaktur, jenis pupuk dalam pertanian, pekerja dalam industrijasa, dan seterusnya. Level adalah variasi nilai dari faktor. Untuk contoh di atas misalnya, jika kita perhatikan tenaga kerja sebagai faktor dalam industri jasa, dan perhatikan sistem pemeriksaan keamanan bandara udara sebagai contoh industri jasanya, maka kita bisa memiliki tiga (3) tipe tenaga kerja ini. Ketiga tipe ini adalah pemeriksa tiket, pendeteksi logam/operator, mesin X-ray/operator. Masing-masing tipe proses ini bisa menjadi faktor individual atau bisa juga menjadi level tergantung dari cakupan sistem yang dimodelkan. Jika menjadi faktor, setiap faktor itu bisa memiliki level berbeda. Tabel 9.1 memberikan beberapa contoh pendefinisian faktor dan respon untuk beberapa sistem. Sistem Sumber : Law dan Kelton, 1990 Tabel 9.1. Contoh faktor dan respon beberapa sistem Kuantitatif Terkontrol Faktor Ya Tidak Ya Tidak Respon Kasir.Rata-rata waktu antar kedatangan..waktumenunggu supermarket.waktupelayananrata-rata.waktudalamsistem.jumlahkasir. Panjang antrian. Dan lain-lain. Utilisasi Delayan Lini manufaktur.jumlahmesin..throughputkomponen.disiplin antrian.. Waktudalamsystem. Ukuranbuffer. Utilisasimesin. Kecepatankonveyor. Profitabilitas. Danlain-lain Instalasi.Jumlahterminal.Wakturesponpengguna computer.kapasitasmediapenyimpanan.utilisasicpu.kecepatancpu.utilisasimediapenyimpanan.lajukedatangankerjaan..throughputpenyimpanan. Kebijakan spesifikasi kelas pekerjaan.wakturusak.strukturlaiu...profitabilitas Jaringan.Lajukedatanganpesan.Penundaanpesan komunikasi.lamapesan.throughputpesan.jumlahsimpul.reliabilitasystem.jumlah link...profitabilitas.protocolyangdigunakan.kebijakanperawatan.. System inventori. Rata-rata waktu antar permintaan.biayapenyimpanan.jumlahpermintaanitem.biayakekurang stok.waktutenggangsupplier..biayapemesanan.titikpemesanankembali.profitabilitas.jumlahpemesanankembali.orderbacklogataulostsale.frekuensievaluasiinventori..backlogataulostsale.. 257

4 ANOVASatuArah Kita akan coba bahas sedikit Anova pada bagian ini. Untuk detilnya silahkan baca buku Desain Percobaan. Analisis Varians (ANOVA) satu arah adalah percobaan dengan satu faktor. Hati-hati, jangan terkecoh dengan uji satu arah dalam uji hipotesis Statistik. Analisis varians satu arah dapat dibedakan menjadi model tetap, acak, dan gabungan antara tetap dan acak. Dalam ANOVA satu arah, hanya ada satu faktor dengan n level perlakuan. Maka yang diperbandingkan dalam ANOVA satu arah adalah apakah ada perbedaan antara perlakuan. Uji hipotesisnya adalah: Ho:Tidak ada perbedaan pengaruh antara levelperlakuan HI :Paling tidak ada satu level perlakuan yang berbeda. Perbedaan ini diujikan menggunakan ANOVA. ditemukan level perlakuan mana yang berbeda. Bonferroni. Jika Ho ditolak, maka hams Untuk itu dapat digunakan uji Asumsi tipikal model simulasi adalah: 1. Elemen struktur desain adalah pengaruh acak. 2. Tidak ada interaksi antara elemen struktur desain dan elemen struktur perlakuan. Asumsi ini membantu dalam membangun model percobaan yang sesuai. Misalkan kita melakukan percobaan 3 level perlakuan dari 1 faktor dengan 4 ulangan. Respon teramati dari setiap perlakuan adalah variabel acak. Data yang diukur (respon) akan terlihat sepertitabel9.2. TabeI9.2. Data Perlakuan Ulangan Total Rata rata Al YII Yl2 Yl3 Yl4 Yl. 11u A2 Y21 Y22 Y23 Y24 Y2. Y211 A3 Y31 Y32 Y33 Y34 Y3. Y3j.l Dimana Yij=observasi ke-ij Respon pengamatan dari setiap perlakuan adalah variabel acak. Kita akan gunakan model untuk menggambarkan data di atas, seperti yang dapat dilihat pada Persamaan (9.1). 258

5 Dimana: 't Sl -ij = E ij i=1,2,...,a j=1,2,...,n (9.1) parameterumum untuk semua perlakuan (rata-rata umum) pengaruh perlakuan komponen kesa1ahanacak Seperti yang sudah disinggung pada bagian atas, ANOVA satu arah dapat dibedakan menjadi desain acak lengkap, dan model pengaruh tetap. Perlakuan ditentukan oleh peneliti. Simbol i ada1ahdeviasi dari rata-rata keseluruhan. Hasil penelitian tidak berlaku umum, tetapi berlaku hanya pada sampel penelitian. Hipotesis yang diiuji adalah:. Ho:sl= s2 = s3 =... =sa =0. HI:si ~ 0 untuk paling tidak satu sampel Nama ANOVA diturunkan dari partisi variasi total ke dalam bagian-bagian komponen. Totaljumlah kuadrat terkoreksi (SST)yang digunakan untuk mengukur variabilitas total adalah: a n 2 SSTL ~~ yz.=l.. I} N (9.2) I ] Variabilitasyang teijadi di dalam perlakuan adalah: SSE= SST - SStreatments SS t / "" ~!.:...- Y.. a y2 2 rea ments L inn (9.3) (9.4) Untuk keperluan penyajian ringkas dan mudah dipahami, hasil perhitungan tersebut disajikan dalam bentuk tabel seperti yang dapat dilihat pada Tabel 9.3. Jumlah derajat bebas dalam jumlah kuadrat adalah jumlah elemen bebas dalam jumlah kuadrat tersebut. Sehinggajika jumlah kuadrat dihitung dari n elemen, dimana tidak semuaelemeninibebas,karena( )x=y~o,maka derajat bebasnya adalah n-1. Kuadrat rata-rata selanjutnya dihitung derganmembagijumlah kuadrat dengan derajat bebas yang bersesuaian. Kuadrat rata-rata digunakan untuk menghitung statistik F0' yaitu dengan membagi kuadrat rata-rata perlakuan dengan kuadrat rata-rata kesalahan

6 -- Tabel Analisis Ragam Sumber Kuadrat Jumlah kuadrat Derajat rata-rata keragaman bebas (KR) Diantara a y7 2 SS treatments L( -L.=L a-i SS treatment perlakuan id n N a 1 Kesalahan (di dalam SSE = SST -SStreatments n-a -SSE n a perlakuan) Fo KR treatment KR kesa/ahan Total ANOVADuaArah SSLan22 T ( ( h=l n-i id jd I) N Perhatikan percobaan dengan dua faktor,a dan B. Masing-masing faktor terdiri dari dualevel,a) (tanpaac) dana2(denganac)untukfaktor A, danb) (60 db) danb2(70 db) untuk faktor B. Dari percobaan ini akan ada empat (4) kombinasi perlakuan, yaitua)b1,a1b2,a2b.,a2b2.perhatikan rancangan percobaanya dalam Gambar 9.1. Kita bisa mendetinisikan: Pengaruh utamaa= 0.5 (perbedaan 1+ perbedaan 2) Pengaruh utama B= 0.5 (perbedaan 3 + perbedaan 4) Interaksi=perbedaan I-perbedaan 2 = perbedaan 3-perbedaan4 Perbedaan 3= (B2-B1hl A Perbedaan 1 = (A2-A))B) Perbedaan 2= (A2-A1)B2.A2~ Perbedaan 4 = (B2-B1)AI Gambar 9.1. Kombinasi perlakuan 2 faktor dengan masing-masing 2 level 260

7 Analisis ragam untuk model pengaruh tetapnya dapat dilihat pada Tabel 9.2. Beberapa rumus yang diperlukan adalah: a 2 2 SSA L ( Yi.. = L=-. (9.1) id bn abn b ~ 2 SSB L ( ~ =L (9.2) jd an abn a b Y~ y2 SSsubtotal L ( (!.!l..:...= ~ (9.3) illjd n abn SS AB L SS subtotals = SS A = SS B (9.4) a b n 2 Y.~. SS total L ( ( ( Yijk =- (9.5) idjd kd abn SS E L SS total =SS AB =SS A =SS B (9.6) TabeI9.4. Analisis sidik ragam 2 faktor Sumber Jumlah kuadrat Derajat Kuadrat Fo keragaman bebas rata -rata (KR) a ']. 2 Faktor A SSA L ( y,.. = L... a-i id bn abn b 2 Faktor B SSB L (!..L. =.L... b-l ill an abn SSA a = I KRA KRE SSB KRB b=1 KRE Interaksi SS AB L SSsublolals = SS A = SS B (a-l)(b -1) SSAB KRAB )a-l-i+ KRE Kesalahan SSELSSIO/al =SSAB=SSA=SSB ab(n -1). SSE ab}l = 1+ Total a b n 2 y2 abn -1 SS10101L( ( ( Yi"k =-=idnhd!i abn

8 Optimasi Sistem Tidak ada jaminan hasil simulasi optimal. Menemukan solusi optimal bukan merupakan pekerjaan mudah baik menggunakan teknik atau model lain. Dalam mata kuliah atau buku Riset Operasional kita menemukan teknik/metode Matematik yang digunakan untuk menemukan solusi optimal untuk permasalahan tertentu. Dalam model simulasi, pencarian solusi optimal dapat diibaratkan dengan pencarian jarum yang jatuh dalam setumpuk jerami. Ada saran yang bisa diikuti untuk menemukan solusi optimal (Akbay, 1996): Langkah 1 Identifikasi semua kemungkinan variabel keputusan yang mempengaruhi output sistem Langkah 2 Berdasarkan kemungkinan semua nilai variabel keputusan, identifikasi semua kemungkinan solusi. Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Evaluasi semua kemungkinan solusi ini. Bandingkan semua solusi secara adil Catat dan laporkanjawaban terbaik. Jika semua kemungkinan output dari suatu model simulasi dicatat dan digambarkan, gambar yang dihasilkan disebut sebagai respon permukaan. Jika variabel keputusan hanya satu atau dua, tentunya dengan mudah dapat dibuat dan dipelajari respon permukaan yang dihasilkan. Tetapi keputusan akan semakin kompleks dan sulit jika variabel keputusan lebih dari dua. Pada dasamya, para ahli sepakat bahwa model simulasi hanya akan menghasilkan peningkatan desain sistem yang mungkinjuga bisa optimal. Untungnya, peneliti telah mengembangkan beberapa metode optimisasi yang dapat digunakan dengan cepat untuk menemukan solusi optimum. Hal ini dapat dicapaijika permasalahan sebelumnya didefinisikan dengan benar dan penyelesaian dapat dilakukan tanpa melakukan perhitungan untuk semua kemungkinan altematif. Contoh dari teknik ini adalah metode Newton-Raphson dan pemrograman linear. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah pencarian langsung (dalam kelompok pemrograman linear). Teknikpencarian langsung mencari nilai optimum variabel keputusan sistem dengan meminimisasi biaya, atau memaksimumkan keuntungan. Teknik ini dikerjakan secara langsung dengan output yang diturunkan dari sistem dan tidak ada informasi tambahan lain. Biasanya output sesuai dengan tugas optimisasi ketika model matematik tidak ada darimana informasi gradien dapat dihitung untuk mengarahkan ke solusi optimal. 262

9 Beberapa model yang dikembangkan dalam pencarian langsung ini adalah modul optimasi pada paket perangkat looak simulasi GASP IV oleh Pedgen dan Gately (1977), paket perangkat lunak simulasi SLAm oleh Pedgen dan Gately (1980). Pengembangan terbaru ada pada perangkat lunak SimRunner (dikembangkan tahoo 1995). SimRunner memiliki modul optimasi dan modul ootuk menentukan ukuran sampel yang diperlukan (ulangan) dan periode pemanasan model (dalam kasus analisis steady-state). Modul optimasi dapat mengoptimalkan variabel keputusan integer dan nyata. Salah satu kelas pencarian langsung adalah algoritma evolusi. Algoritma ini didasarkan pada konsep evolusi. Algoritma ini meniru proses evolusi dalam hal entitasnya beradaptasi dengan lingkungan ootuk dapat bertahan. Algoritma evolusi memanipulasi populasi solusi permasalahan sedemikian rupa sehingga solusi jelek akan terhilangkan dan solusi bagus akan tetap ikut dalam pencarian berikutnya. Algoritma evolusi berbeda dengan teknik optimasi non-linear tradisional dalam berbagai hal. Perbedaan utama adalah algoritma ini mencari respon permukaan menggunakan populasi solusi sebagai kebalikan dari solusi tunggal. Hal ini memoogkinkan algoritma evolusi mengumpulkan informasi tentang respon permukaan dari berbagai titik berbeda secara bersamaan. Algoritma menggunakan informasi yang dikembalikan dari berbagai lokasi respon permukaan, sebagai kebalikan titik tunggal, untuk mengarahkan pencarian solusi optimal. Algoritma evolusi paling terkenal adalah algoritma genetik (Goldberg, 1989), pemrograman evolusionari (Fogel, 1992), dan strategi evolusi (Schwefel, 1981). Empat langkah algoritma utama diperlukan dalam mengaplikasikan algoritma evolusi, yaitu: 1. Turunkan populasi solusi awal dengan cara mendistribusikannya pada respon permukaan. 2. Hitung dengan akurat kesesuaian (respon) setiap solusi. 3. Berdasarkan kesesuaian setiap solusi, pilih solusi terbaik dan aplikasikan operator genetik tipe ideal ootuk menghasilkan generasi solusi barn. 4. Kembali ke langkah 2 selama algoritma masih mencari solusi terbaik Implementasi Model Kegiatan implementasi bisa dalam salah satu bentuk di bawah ini: Membantu pengguna dengan menyediakan kode komputer untuk model simulasi Membangun model simulasi dalam lingkungan pengguna, termasuk memasang kode komputer ke komputer pengguna dan pelatihan penggunaan model

10 -- -- Mengkonversi hasil simulasi ke dalam bentuk keputusan yang mempengarnhi kinerja organisasi. Implementasi model simulasi berhubungan dengan keputusan. Dua kategori utama keputusan, yaitu keputusan yang hanya dilakukan sekali atau jarang, contoh : relokasi pabrik, pemilihan sistem komputer, perkiraan produk barn, dan lain-lain, dan keputusan yang dilakukan berulang, contoh :manajemen inventori, penjadwalan mesin, keputusan staff, dan lain-lain. Implementasi untuk kategori keputusan yang hanya dilakukan sekali atau jarang melibatkan lebih sedikit orang dibandingkan kategori keputusan berulang. Implementasi kategori kedua lebih sulit, karena melibatkan orang banyak, dibutuhkan pembentukan sistem informasi yang sedang berjalan, dan diperlukan untuk memantau sistem nyata. Tabel 9.5 di bawah meringkaskan tugas dan tingkat kepentingan untuk berbagai tugas tersebut. Tugas 1. Pelatihan pengguna akhir 2. Manual 3. Pengembangan sistem Informasi Pendukun 4. Instal model pada beberapa tempat 5.. Jelaskan dan buktikan hash studi 6. Yakinkan pengguna akan nhai studi akhir 7. Buat kesepakatan anlzlzota orlzanisasi dengan TabeI9.5. Tugas dan tingkat kepentingannya. Ke TP :Tidak Penting, M :Menolong, P :Penting TP M atau P P M TP M atau P Permasalahan implementasi berdasarkan survei: 1. Kurangjumlah manajer tinggi dan menengah yang terdidik. 2. Kurangpenggunaakhirterdidik 3. Kurang waktu 4. Kurang data yang akurat P P 264

11 5. Secara individu merasa sebagai kambing percobaan oleh profesional MS/OR 6. Menjual manajemen metode ilmiah ke manajemen 7. Reputasijelek ilmuwan manajemen sebagai pemecah masalah 8. Perolehan dari metode yang kurang canggih cukup bagus. 9. Sulit untuk mendefinisikan dan memodelkan permasalahan 10. Kekurangan karyawan Rekomendasi peningkatan analisis simulasi berdasarkan survei: 1. Tingkatkan pengetahuan teknologi simulasi pengguna akhir dan manajer lainnya. 2. Pengembangan lebih mudah penggunaannya, perangkat lunak lebih murah 3. Menyediakan akses yang banyak, besar, kualitas basis data yang lebih baik 4. Kembangkan komunikasi yang lebih baik antara analis dan pengguna 5. Kembangkan interface yang lebih mudah dengan basis data; model terintegrasi. 6. Tingkatkan pemahaman teknik dan filosofinya 7. Perangkat keras yang lebih baik 8. Biayalebihrendah Beberapa saran yang dapat diberikan untuk mencapai implementasi sukses adalaj': 1. Analis harus meyakinkan manajemen dan semua orang dalam organisasi bahwa implementasi sebagai proses perubahan ke arah yang lebih baik 2. Definisikan dengan lengkap elemen perencanaan perubahan 3. Dampak teknologi dalam implementasi hams dijelaskan dengan gamblang supaya mudah dipahami Elemen rencana perubahan terdiri dari: 1. Timperancang terdiri dari pengguna dan analis 2. Peran aktifbagi pengguna dalam proses pemodelan 3. Diperlukan studi simulasi awal pengguna 4. Didukung oleh level manajemen 5. Mengembangkan sikap yang disukai terhadap tujuan studi 6. Perencanaan hati-hati untuk implementasi 7. Perhatian yang cukup untuk membuat pelatihan dan panduan. 265

12 Daftar Pustaka 1. Akbay, K. Using Simulation Optimization to Find the Best Solution. lie Solutions,May1996,hat Hoover, Stewart V. Dan Perry, Ronald F. Simulation: A Problem Solving Approach. Addison-Wesley Publishing-Company, Massachusetts Banks, Jerry, Carson II, J. Dan Nelson, RL. Discrete-Event sistem Simulation. Prentice-Hall International, Inc., London Law, Averill M. Dan Kelton, David W. Simulation Modeling and Analysis. McGraw-Hill Inc., Singapore Pegden, C. Dennis, Shannon, Robert E. Dan Sadowski, Randall P. Introduction to Simulation Using SIMAN. McGraw-Hill, Inc., Singapore

Perbandingan dengan Desain Sistem yang Ada Variabel kep yg dimanipulasi hanya 1 Antara satu desain sist. dgn satu desain sist. Lainnya Membandingkan

Perbandingan dengan Desain Sistem yang Ada Variabel kep yg dimanipulasi hanya 1 Antara satu desain sist. dgn satu desain sist. Lainnya Membandingkan Evaluasi desain sistem Ukuran kinerja ukuran kinerja tunggal atau jamak Perbandingan dengan Desain Sistem yang Ada Variabel kep yg dimanipulasi hanya 1 Antara satu desain sist. dgn satu desain sist. Lainnya

Lebih terperinci

BAB3. LANGKAH-LANGKAHSIMULASI

BAB3. LANGKAH-LANGKAHSIMULASI Tujuan Instruksional Umum Tujuan Instruksional Khusus 3.1. Pendahuluan BAB3. LANGKAH-LANGKAHSIMULASI Mahasiswa dapat menguraikan langkahlangkah dalam simulasi 1. Mahasiswa dapat menguraikan elemen analisis

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

BAB I. PENDAHULUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN BAB I. PENDAHULUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN Model keputusan merupakan alat yang menggambarkan permasalahan keputusan sedemikian rupa sehingga memungkinkan identifikasi dan evaluasi sistematik semua alternatif

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : SIMULASI & PERMODELAN ( S1 / TEKNIK INFORMATIKA) KODE / SKS : KK / 3 SKS

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : SIMULASI & PERMODELAN ( S1 / TEKNIK INFORMATIKA) KODE / SKS : KK / 3 SKS SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : SIMULASI PERMODELAN ( S1 / TEKNIK INFORMATIKA) KODE / SKS : KK-043241 / 3 SKS Minggu Ke Pokok Bahasan dan TIU Sub-pokok Bahasan dan Sasaran Belajar Cara Pengajaran

Lebih terperinci

TEKNIK SIMULASI. Nova Nur Hidayati TI 5F

TEKNIK SIMULASI. Nova Nur Hidayati TI 5F TEKNIK SIMULASI Nova Nur Hidayati TI 5F 10530982 PENDAHULUAN TUJUAN MEMPELAJARI SIMULASI Melalui kuliah ini diharapkan kita dapat mempelajari suatu sistem dengan memanfaatkan komputer untuk meniru (to

Lebih terperinci

PRODI S1 STATISTIKA FMIPA-ITS RENCANA PEMBELAJARAN Teknik Simulasi Kode/SKS: SS / (2/1/0) Dosen : NI, PPO Semester : V

PRODI S1 STATISTIKA FMIPA-ITS RENCANA PEMBELAJARAN Teknik Simulasi Kode/SKS: SS / (2/1/0) Dosen : NI, PPO Semester : V RP-S1-SK-04 Kurikulum 2014, Edisi : September-2014 No.Revisi : 00 Hal: 1 dari 6 A. : 1. CP 3.1 : Membuat suatu sistem informasi manajemen di berbagai bidang 2. CP 9.3 : Mampu merancang pengumpulan data

Lebih terperinci

Pertemuan 14. Teknik Simulasi

Pertemuan 14. Teknik Simulasi Pertemuan 14 Teknik Simulasi Pengantar Dalam mempelajari sistem dapat dilakukan dengan pendekatan eksperimental, baik dengan menggunakan sistem aktual, maupun menggunakan model dari suatu sistem. Eksperimen

Lebih terperinci

Teknik Simulasi. Eksperimen pada umumnya menggunakan model yg dapat dilakukan melalui pendekatan model fisik atau model matametika.

Teknik Simulasi. Eksperimen pada umumnya menggunakan model yg dapat dilakukan melalui pendekatan model fisik atau model matametika. Teknik Simulasi Dalam mempelajari sistem dapat dilakukan dengan pendekatan eksperimental, baik dengan menggunakan sistem aktual, maupun menggunakan model dari suatu sistem. Eksperimen pada umumnya menggunakan

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI METODE HEURISTIK DAN SIMULASI UNTUK MENYEIMBANGKAN LINI PERAKITAN LAMPU

IMPLEMENTASI METODE HEURISTIK DAN SIMULASI UNTUK MENYEIMBANGKAN LINI PERAKITAN LAMPU IMPLEMENTASI METODE HEURISTIK DAN SIMULASI UNTUK MENYEIMBANGKAN LINI PERAKITAN LAMPU Septian Andrew Susanto 1) dan Nurhadi Siswanto 2) 1) Jurusan Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya,

Lebih terperinci

Seminar Hasil Tugas Akhir

Seminar Hasil Tugas Akhir Seminar Hasil Tugas Akhir FALAH EGY SUJANA (1209100050) JURUSAN MATEMATIKA FMIPA-ITS SIMULASI ANTRIAN SISTEM PELAYANAN NASABAH (STUDI KASUS : BANK X) Pembimbing : Drs. Soetrisno, MI.Komp. LATAR BELAKANG

Lebih terperinci

Sekenario Alokasi Sumberdaya Peralatan untuk Meningkatkan Kinerja Sistem Manufaktur dengan Pendekatan Simulasi Sistem Diskrid

Sekenario Alokasi Sumberdaya Peralatan untuk Meningkatkan Kinerja Sistem Manufaktur dengan Pendekatan Simulasi Sistem Diskrid Sekenario Alokasi Sumberdaya Peralatan untuk Meningkatkan Kinerja Sistem Manufaktur dengan Pendekatan Simulasi Sistem Diskrid Abdurrozzaq Hasibuan Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, UISU Abstraksi

Lebih terperinci

Dasar-Dasar Pemodelan Sistem

Dasar-Dasar Pemodelan Sistem Bab 1: Dasar-Dasar Pemodelan Sistem Pemodelan dan Simulasi Sistem Monica A. Kappiantari Sumber: Harrell, C., B.K. Ghosh and R.O. Bowden, Jr., Simulation Using Promodel, 2 nd ed., McGraw- Hill, Singapore,

Lebih terperinci

Pengembangan Simulasi Komputer Model Antrian Nasabah Untuk Menganalisa Unjuk Kerja Layanan Teller Bank 1

Pengembangan Simulasi Komputer Model Antrian Nasabah Untuk Menganalisa Unjuk Kerja Layanan Teller Bank 1 Pengembangan Simulasi Komputer Model Antrian Nasabah Untuk Menganalisa Unjuk Kerja Layanan Teller Bank 1 M Munawar Yusro, Nurul Hidayat, Maharani 2 Abstrak Sistem antrian merupakan faktor yang penting

Lebih terperinci

TOOLS SIMULASI INVENTORI PADA SUPERMARKET

TOOLS SIMULASI INVENTORI PADA SUPERMARKET TOOLS SIMULASI INVENTORI PADA SUPERMARKET 1) Benny Santoso 2) Liliana 3) Imelda Yapitro Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Surabaya Raya Kalirungkut Surabaya 60293 (031) 298 1395 email

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. dari ekonomi global yang melanda hampir negara-negara di Amerika dan Asia. Hal ini

BAB 1 PENDAHULUAN. dari ekonomi global yang melanda hampir negara-negara di Amerika dan Asia. Hal ini 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia perdagangan pada saat ini cukup sulit, dikarenakan dampak dari ekonomi global yang melanda hampir negara-negara di Amerika dan Asia. Hal

Lebih terperinci

Pengembangan Simulasi Komputer Model Antrian Nasabah Untuk Menganalisa Unjuk Kerja Layanan Teller Bank 1

Pengembangan Simulasi Komputer Model Antrian Nasabah Untuk Menganalisa Unjuk Kerja Layanan Teller Bank 1 Pengembangan Simulasi Komputer Model Antrian Nasabah Untuk Menganalisa Unjuk Kerja Layanan Teller Bank 1 M Munawar Yusro, Nurul Hidayat, Maharani 2 Abstrak Sistem antrian merupakan faktor yang penting

Lebih terperinci

chapter 7 Integrating quality activities in the project life cycle Empat model proses pengembangan perangkat lunak akan dibahas dalam bagian ini:

chapter 7 Integrating quality activities in the project life cycle Empat model proses pengembangan perangkat lunak akan dibahas dalam bagian ini: chapter 7 Integrating quality activities in the project life cycle 7.1 Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak Classic dan Lainnya Empat model proses pengembangan perangkat lunak akan dibahas dalam bagian

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN Versi : 1 Revisi : 0 Tanggal Revisi : Tanggal Berlaku : STUN CR PERKULIHN Fakultas / Jurusan / Program Studi : Teknologi Industri / Teknik Informatika / Teknik Informatika Kode Matakuliah : [kosongkan]

Lebih terperinci

Analisis Model dan Simulasi. Hanna Lestari, M.Eng

Analisis Model dan Simulasi. Hanna Lestari, M.Eng Analisis Model dan Simulasi Hanna Lestari, M.Eng Simulasi dan Pemodelan Klasifikasi Model preskriptif deskriptif diskret kontinu probabilistik deterministik statik dinamik loop terbuka - tertutup Simulasi

Lebih terperinci

Simulasi antrian pelayanan kasir swalayan citra di Bandar Buat, Padang

Simulasi antrian pelayanan kasir swalayan citra di Bandar Buat, Padang Simulasi antrian pelayanan kasir swalayan citra di Bandar Buat, Padang Dewi Rahmadani, Fitri Julasmasari Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Andalas Abstrak Antrian merupakan salah satu

Lebih terperinci

SISTEM TRANSPORTASI BUS KAMPUS UNAND

SISTEM TRANSPORTASI BUS KAMPUS UNAND SISTEM TRANSPORTASI BUS KAMPUS UNAND Aro Manis, Siti Tri Susiati Hutami Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Andalas Abstrak Pada umumnya, bus kampus beroperasi untuk mengantarkan mahasiswa

Lebih terperinci

LABORATORIUM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DAN INTELIGENSIA BISNIS

LABORATORIUM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DAN INTELIGENSIA BISNIS LABORATORIUM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DAN INTELIGENSIA BISNIS Latar Belakang Pelayanan terpusat di satu tempat Antrian pemohon SIM yg cukup panjang (bottleneck) Loket berjauhan Sumber daya terbatas Lamanya

Lebih terperinci

Basic Design of Experiment. Dimas Yuwono W., ST., MT.

Basic Design of Experiment. Dimas Yuwono W., ST., MT. Basic Design of Experiment Dimas Yuwono W., ST., MT. RANCANGAN PERCOBAAN Desain eksperimen (rancangan percobaan) bertujuan untuk menentukan rencana pelaksanaan eksperimen yang tepat agar dapat memperoleh

Lebih terperinci

Analisis Performansi dan Perbaikan Lini Produksi dengan Menggunakan Metoda Simulasi

Analisis Performansi dan Perbaikan Lini Produksi dengan Menggunakan Metoda Simulasi Analisis Performansi dan Perbaikan Lini Produksi dengan Menggunakan Metoda Simulasi T E K N O S I M 008 Yogyakarta, 16 Oktober 008 Irwan Sukendar, Dewi Retno F, Dian Setiadi, Dwi Riyanti, Eko Pramudyo,

Lebih terperinci

Pengantar Riset Operasi. Riset Operasi Minggu 1 (pertemuan 1) ARDANESWARI D.P.C., STP, MP

Pengantar Riset Operasi. Riset Operasi Minggu 1 (pertemuan 1) ARDANESWARI D.P.C., STP, MP Pengantar Riset Operasi Riset Operasi Minggu 1 (pertemuan 1) ARDANESWARI D.P.C., STP, MP 1 Kontrak Perkuliahan Keterlambatan 15 menit Mengoperasikan HP dan sejenisnya : di luar kelas Mengerjakan laporan/tugas

Lebih terperinci

Teknik Riset Operasional Semester Genap Tahun Akademik 2015/2016 Teknik Informatiaka UIGM

Teknik Riset Operasional Semester Genap Tahun Akademik 2015/2016 Teknik Informatiaka UIGM Teknik Riset Operasional Semester Genap Tahun Akademik 2015/2016 Teknik Informatiaka UIGM Dosen: Didin Astriani Prassetyowati, M.Stat Silabus MATAKULIAH TI214 TEKNIK RISET OPERASI (2 SKS) TUJUAN Agar mahasiswa

Lebih terperinci

Pendahuluan Perkuliahan Pemodelan Sistem

Pendahuluan Perkuliahan Pemodelan Sistem Pendahuluan Perkuliahan Pemodelan Sistem Kuliah Pemodelan Sistem Semester Genap 2015-2016 MZI Fakultas Informatika Telkom University FIF Tel-U Januari 2016 MZI (FIF Tel-U) Pendahuluan Perkuliahan Januari

Lebih terperinci

FM-UDINUS-BM-08-04/R0 SILABUS MATAKULIAH. Revisi : - Tanggal Berlaku : September 2014

FM-UDINUS-BM-08-04/R0 SILABUS MATAKULIAH. Revisi : - Tanggal Berlaku : September 2014 SILABUS MATAKULIAH Revisi : - Tanggal Berlaku : September 2014 A. Identitas 1. Nama Matakuliah : A11. 54815 / 2. Program Studi : Teknik Informatika-S1 3. Fakultas : Ilmu Komputer 4. Bobot sks : 3 SKS 5.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan adalah mengurangi pemborosan (waste) ataupun segala sesuatu yang

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan adalah mengurangi pemborosan (waste) ataupun segala sesuatu yang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan industri manufaktur yang terus meningkat mengakibatkan persaingan sengit dalam memenuhi permintaan pelanggan akan produk yang berkualitas dan diterima

Lebih terperinci

BAB l Pengujian Perangkat Lunak

BAB l Pengujian Perangkat Lunak BAB l Pengujian Perangkat Lunak 1.1 Pengertian Pengujian Pengujian Perangkat Lunak (Software Testing) adalah suatu teknik yang digunakan untuk menentukan bahwa perangkat lunak yang dihasilkan telah memecahkan

Lebih terperinci

Manajemen Sains. Pengenalan Riset Operasi. Eko Prasetyo Teknik Informatika

Manajemen Sains. Pengenalan Riset Operasi. Eko Prasetyo Teknik Informatika Manajemen Sains Pengenalan Riset Operasi Eko Prasetyo Teknik Informatika Univ. Muhammadiyah Gresik 2011 Pendahuluan Riset Operasi (Operations Research/OR) banyak diterapkan dalam menyelesaikan masalahmasalah

Lebih terperinci

Gambaran Umum Sistem Informasi Manajemen. Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Jurusan Sistem Informasi Universitas Gunadarma

Gambaran Umum Sistem Informasi Manajemen. Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Jurusan Sistem Informasi Universitas Gunadarma Gambaran Umum Sistem Informasi Manajemen Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Jurusan Sistem Informasi Universitas Gunadarma Tujuan Pembelajaran Memahami Konsep dasar SIM Mempunyai Gambaran Umum

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Teori Simulasi 2.1.1. Pengantar Simulasi Dalam dunia manufaktur, simulasi digunakan untuk menentukan schedule produksi, inventory level, dan prosedur maintenance, merencanakan

Lebih terperinci

2.1 Pengantar Model Simulasi Sistem Diskrit

2.1 Pengantar Model Simulasi Sistem Diskrit Pokok Bahasan Pendahuluan Sistem, Model dan Simulasi Keuntungan dan Kerugian Simulasi Jenis-jenis Simulasi Simulasi Komputer Bahasa Simulasi Tahapan Pemodelan Simulasi 19 20 PENGANTAR PEMODELAN & SIMULASI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Salah satu cara meningkatkan pelayanan sebuah klinik, salah satunya adalah pelayanan antrian kepada pasien. Pelayanan antrian kepada pasien dilakukan untuk medata

Lebih terperinci

SIMULASI PELAYANAN KASIR SWALAYAN CITRA DI BANDAR BUAT, PADANG

SIMULASI PELAYANAN KASIR SWALAYAN CITRA DI BANDAR BUAT, PADANG SIMULASI PELAYANAN KASIR SWALAYAN CITRA DI BANDAR BUAT, PADANG Dewi Rahmadani, Fitri Julasmasari Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Andalas Abstrak Antrian merupakan salah satu fenomena

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tujuan Operasional Penelitian Tujuan operasional penelitian ini yaitu: Untuk dapat memperoleh informasi berkualitas yang up-to-date, akurat, dan terpercaya. Kerahasiaan

Lebih terperinci

Gambaran Umum Sistem Informasi Manajemen. Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Jurusan Sistem Informasi Universitas Gunadarma 2014

Gambaran Umum Sistem Informasi Manajemen. Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Jurusan Sistem Informasi Universitas Gunadarma 2014 Gambaran Umum Sistem Informasi Manajemen Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Jurusan Sistem Informasi Universitas Gunadarma 2014 Pengertian Sistem dan Informasi Sistem Suatu jaringan kerja dari

Lebih terperinci

Perancangan Sistem Informasi Penjadwalan Kegiatan Perkualiahan Dengan Framework Code Ignetier

Perancangan Sistem Informasi Penjadwalan Kegiatan Perkualiahan Dengan Framework Code Ignetier Perancangan Sistem Informasi Penjadwalan Kegiatan Perkualiahan Dengan Framework Code Ignetier Dan Algoritma Genetika Pada Universitas Bina Darma Palembang Najjemy Pratama 1, Muhammad Izman Herdiansyah

Lebih terperinci

PERENCANAAN JUMLAH MESIN YANG OPTIMAL GUNA MENYEIMBANGKAN LINTASAN PRODUKSI DITINJAU DARI SIMULASI SISTEM DAN NILAI INVESTASI

PERENCANAAN JUMLAH MESIN YANG OPTIMAL GUNA MENYEIMBANGKAN LINTASAN PRODUKSI DITINJAU DARI SIMULASI SISTEM DAN NILAI INVESTASI PERENCANAAN JUMLAH MESIN YANG OPTIMAL GUNA MENYEIMBANGKAN LINTASAN PRODUKSI DITINJAU DARI SIMULASI SISTEM DAN NILAI INVESTASI Joko Susetyo 1*, Imam Sodikin 2, Nashrudin 3 1,2,3 Jurusan Teknik Industri,

Lebih terperinci

BAB III SIMULASI Definisi Simulasi Tahapan Simulasi

BAB III SIMULASI Definisi Simulasi Tahapan Simulasi BAB III SIMULASI 3. 1. Definisi Simulasi Simulasi adalah proses merancang model dari suatu sistem yang sebenarnya, mengadakan percobaan-percobaan terhadap model tersebut dan mengevaluasi hasil percobaan

Lebih terperinci

OPERATION RESEARCH-1

OPERATION RESEARCH-1 OPERATION RESEARCH-1 Prof.Dr.H.M.Yani Syafei,MT MATERI PERKULIAHAN 1.Pemrograman Linier (Linear Programming) Formulasi Model Penyelesaian dengan Metode Grafis Penyelesaian dengan Algoritma Simplex Penyelesaian

Lebih terperinci

6/15/2015. Simulasi dan Pemodelan. Keuntungan dan Kerugian. Elemen Analisis Simulasi. Formulasi Masalah. dan Simulasi

6/15/2015. Simulasi dan Pemodelan. Keuntungan dan Kerugian. Elemen Analisis Simulasi. Formulasi Masalah. dan Simulasi Simulasi dan Pemodelan Analisis lii Model dan Simulasi Klasifikasi Model preskriptif deskriptif diskret kontinu probabilistik deterministik statik dinamik loop terbuka - tertutup Hanna Lestari, M.Eng Simulasi

Lebih terperinci

Pengembangan Model Simulasi, oleh Hotniar Siringoringo 1

Pengembangan Model Simulasi, oleh Hotniar Siringoringo 1 Simulasi kejadian diskrit memodelkan sistem yang berubah sesuai waktu melalui suatu representasi dimana variabel status berubah secara langsung pada titik terpisah dalam waktu. Titik terpisah dalam waktu

Lebih terperinci

Pengantar Teknik Industri TIN 4103

Pengantar Teknik Industri TIN 4103 Pengantar Teknik Industri TIN 4103 Lecture 10 Outline: Penelitian Operasional References: Frederick Hillier and Gerald J. Lieberman. Introduction to Operations Research. 7th ed. The McGraw-Hill Companies,

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Nama Mata Kuliah : Rekayasa Perangkat Lunak Kode Mata Kuliah : SI 035 Bobot Kredit : 3 SKS Semester Penempatan : VII Kedudukan Mata Kuliah : Mata Kuliah Keahlian Berkarya

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah PT. Kereta Api Indonesia (PERSERO) adalah perusahaan pengelola kereta api di Indonesia yang telah banyak mengoperasikan kereta api penumpangnya, baik kereta

Lebih terperinci

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & PENDIDIKAN ISSN : VOL. 1 NO. 1 MARET 2010

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & PENDIDIKAN ISSN : VOL. 1 NO. 1 MARET 2010 PERBANDINGAN MODEL SALURAN TUNGGAL DAN SALURAN GANDA POISSON TERHADAP MEKANISME PELAYANAN ANTRIAN PASIEN Des Suryani 1 ABSTRACT Queue is a common problem faced by anyone in the community. Service delivery

Lebih terperinci

Pemodelan dalam RO. Sesi XIV PEMODELAN. (Modeling)

Pemodelan dalam RO. Sesi XIV PEMODELAN. (Modeling) Mata Kuliah :: Riset Operasi Kode MK : TKS 4019 Pengampu : Achfas Zacoeb Sesi XIV PEMODELAN (Modeling) e-mail : [email protected] www.zacoeb.lecture.ub.ac.id Hp. 081233978339 Pemodelan dalam RO Outline:

Lebih terperinci

Bab 4 Metodologi Pengembagan Sistem(Perangkat Lunak)

Bab 4 Metodologi Pengembagan Sistem(Perangkat Lunak) Bab 4 Metodologi Pengembagan Sistem(Perangkat Lunak) 4.1 Pendahuluan Proses pengembangan atau pengembangan perangkat lunak secara umum merupakan serangkaian kegiatan yang meliputi kegiatan dalam siklus

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Menurut Herlambang dan Tanuwijaya (2005: 116) definisi sistem dapat dibagi menjadi dua pendekatan, yaitu pendekatan secara prosedur dan pendekatan secara komponen. Berdasarkan

Lebih terperinci

Konsep Just in Time Guna Mengatasi Kesia-Siaan dan Variabilitas dalam Optimasi Kualitas Produk

Konsep Just in Time Guna Mengatasi Kesia-Siaan dan Variabilitas dalam Optimasi Kualitas Produk Konsep Just in Time Guna Mengatasi Kesia-Siaan dan Variabilitas dalam Optimasi Kualitas Produk Darsini Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, Jl.

Lebih terperinci

PENGATURAN LAMPU LALU LINTAS PEREMPATAN PINGIT YOGYAKARTA DENGAN SIMULASI ARENA

PENGATURAN LAMPU LALU LINTAS PEREMPATAN PINGIT YOGYAKARTA DENGAN SIMULASI ARENA PENGATURAN LAMPU LALU LINTAS PEREMPATAN PINGIT YOGYAKARTA DENGAN SIMULASI ARENA Masrul Indrayana Teknik Industri, FT, Universitas Widya Mataram Yogyakarta Email: [email protected] ABSTRAK Pertumbuhan

Lebih terperinci

PENENTUAN UKURAN CONTOH DAN REPLIKASI BOOTSTRAP UNTUK MENDUGA MODEL REGRESI LINIER SEDERHANA

PENENTUAN UKURAN CONTOH DAN REPLIKASI BOOTSTRAP UNTUK MENDUGA MODEL REGRESI LINIER SEDERHANA Jurnal Matematika UNAND Vol. 3 No. 2 Hal. 53 61 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PENENTUAN UKURAN CONTOH DAN REPLIKASI BOOTSTRAP UNTUK MENDUGA MODEL REGRESI LINIER SEDERHANA OLIVIA ATINRI,

Lebih terperinci

ISSN VOL. 12, NO. 2, OKTOBER 2011

ISSN VOL. 12, NO. 2, OKTOBER 2011 ANALISIS OPTIMASI PENJADWALAN JAGA DOKTER RESIDEN PENYAKIT DALAM PADA RUMAH SAKIT PENDIDIKAN Erlanie Sufarnap 1, Sudarto 2 STMIK Mikroskil Jl. Thamrin No. 112, 124, 140 Medan 20212 [email protected] 1,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Penjadwalan merupakan kegiatan yang harus dimiliki oleh setiap

BAB I PENDAHULUAN. Penjadwalan merupakan kegiatan yang harus dimiliki oleh setiap BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penjadwalan merupakan kegiatan yang harus dimiliki oleh setiap orang untuk dapat membantu dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari. Terlebih lagi sebuah instansi atau

Lebih terperinci

Sistem Penunjang Keputusan, Pertemuan Ke-2

Sistem Penunjang Keputusan, Pertemuan Ke-2 Sistem. SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN : MODEL DAN PENDUKUNG DSS, GDSS, EIS, dan ES melibatkan satu istilah: sistem. Sistem adalah kumpulan dari obyek-obyek seperti orang, resources, konsep, dan prosedur

Lebih terperinci

Chapter 1 The software quality challenge

Chapter 1 The software quality challenge Chapter 1 The software quality challenge 1.1 The uniqueness of software quality assurance Pemeriksaan jaminan yang ditawarkan oleh pengembang perangkat lunak umumnya mengungkapkan pola yang sama. Pengembang

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH PEMELIHARAAN PERANGKAT LUNAK. Kompetensi Lulusan 1. Pengertian Pemeliharaan OHT

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH PEMELIHARAAN PERANGKAT LUNAK. Kompetensi Lulusan 1. Pengertian Pemeliharaan OHT SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH PEMELIHARAAN PERANGKAT LUNAK Pertemuan Pendahuluan Ruang Lingkup Mata Kuliah 1 Sasaran Tujuan Pengenalan Konsep Pemeliharaan Perangkat Kompetensi Lulusan 1. Pengertian

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH REKAYASA PERANGKAT LUNAK KODE/SKS : TI11. C342 / 2 SKS

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH REKAYASA PERANGKAT LUNAK KODE/SKS : TI11. C342 / 2 SKS SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH REKAYASA PERANGKAT LUNAK KODE/SKS : TI11. C342 / 2 SKS Pertemuan Pendahuluan Ruang Lingkup Mata Kuliah 1 Sasaran Tujuan Pengenalan Rekayasa Perangkat Lunak Kompetensi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. manfaatnya meliputi segala aspek kehidupan manusia. agar tujuan tercapai merupakan hal yang penting dalam masalah penjadwalan.

BAB 1 PENDAHULUAN. manfaatnya meliputi segala aspek kehidupan manusia. agar tujuan tercapai merupakan hal yang penting dalam masalah penjadwalan. 11 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi komputer yang pesat saat ini memberikan banyak kemudahan dalam penyelesaian masalah dan pencapaian hasil kerja yang memuaskan bagi kehidupan

Lebih terperinci

4. Mahasiswa menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri. (S10); Garis Entry Behavior

4. Mahasiswa menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri. (S10); Garis Entry Behavior Mata kuliah: Pemodelan dan Simulasi Sistem (AK043327) / 3 sks CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH PEMODELAN DAN SIMULASI SISTEM : 1. Mah Menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam

Lebih terperinci

PERANAN TEAM SOFTWARE PROCESS PADA REKAYASA PERANGKAT LUNAK

PERANAN TEAM SOFTWARE PROCESS PADA REKAYASA PERANGKAT LUNAK PERANAN TEAM SOFTWARE PROCESS PADA REKAYASA PERANGKAT LUNAK Suhatati Tjandra Teknik Informatika dan Komputer Sekolah Tinggi Teknik Surabaya Email: [email protected] ABSTRAK Semakin berkembangnya dunia industrialisasi

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN A. Kerangka Pemikiran Industri pengolahan roti (bakery) seperti PT Nippon Indosari Corpindo merupakan industri ng memiliki bank tuntutan untuk selalu menyediakan produk tepat waktu

Lebih terperinci

VERIFIKASI DAN VALIDASI MODEL SIMULASI

VERIFIKASI DAN VALIDASI MODEL SIMULASI VERIFIKASI DAN VALIDASI MODEL SIMULASI Model simulasi yang dibangun harus kredibel. Representasi kredibel sistem nyata oleh model simulasi ditunjukkan oleh verifikasi dan validasi model. Verifikasi adalah

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN A. KERANGKA PEMIKIRAN III. METODOLOGI PENELITIAN Produksi bunga krisan yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun memberikan kontribusi yang positif kepada petani dalam peningkatan kesejahteraan mereka.

Lebih terperinci

Vukovich dinamis yang digabungkan dengan model PRoFIGA didalamnya.

Vukovich dinamis yang digabungkan dengan model PRoFIGA didalamnya. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Fuzzy Evolutionary Algorithm (FEA) merupakan salah satu model hybrid yang menggabungkan dua buah model soft computing yaitu algoritma genetika dan logika fuzzy. FEA

Lebih terperinci

PERTEMUAN #7 SISTEM KONTROL CONTINUE & DISKRIT 6623 TAUFIQUR RACHMAN TKT312 OTOMASI SISTEM PRODUKSI

PERTEMUAN #7 SISTEM KONTROL CONTINUE & DISKRIT 6623 TAUFIQUR RACHMAN TKT312 OTOMASI SISTEM PRODUKSI SISTEM KONTROL CONTINUE & DISKRIT Sumber: Mikell P Groover, Automation, Production Systems, and Computer- Integrated Manufacturing, Second Edition, New Jersey, Prentice Hall Inc., 2001, Chapter 4 PERTEMUAN

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI ALGORITMA GENETIKA UNTUK PENCARIAN RUTE PALING OPTIMUM

IMPLEMENTASI ALGORITMA GENETIKA UNTUK PENCARIAN RUTE PALING OPTIMUM IMPLEMENTASI ALGORITMA GENETIKA UNTUK PENCARIAN RUTE PALING OPTIMUM Anies Hannawati, Thiang, Eleazar Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131,

Lebih terperinci

RISET OPERASIONAL MINGGU KE-1. Disusun oleh: Nur Azifah., SE., M.Si. Kosep Dasar Riset Operasional

RISET OPERASIONAL MINGGU KE-1. Disusun oleh: Nur Azifah., SE., M.Si. Kosep Dasar Riset Operasional RISET OPERASIONAL MINGGU KE-1 Kosep Dasar Riset Operasional Disusun oleh: SEJARAH RISET OPERASIONAL Perang Dunia II Berlangsung Menentukan utilisasi sumber daya militer yang efektif dan menetapkan alokasi

Lebih terperinci

SIMULASI PELAYANAN PENGISIAN BAHAN BAKAR DI SPBU GUNUNG PANGILUN

SIMULASI PELAYANAN PENGISIAN BAHAN BAKAR DI SPBU GUNUNG PANGILUN SIMULASI PELAYANAN PENGISIAN BAHAN BAKAR DI SPBU GUNUNG PANGILUN Dio Putera Hasian, Aldie Kur anul Putra Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Andalas Abstrak Antrian terjadi apabila waktu

Lebih terperinci

METODE SIMPLEKS DALAM PROGRAM LINIER

METODE SIMPLEKS DALAM PROGRAM LINIER METODE SIMPLEKS DALAM PROGRAM LINIER Dian Wirdasari Abstrak Metode simpleks merupakan salah satu teknik penyelesaian dalam program linier yang digunakan sebagai teknik pengambilan keputusan dalam permasalahan

Lebih terperinci

MAKALAH REKAYASA PERANGKAT LUNAK ( PEMODELAN DATA )

MAKALAH REKAYASA PERANGKAT LUNAK ( PEMODELAN DATA ) MAKALAH REKAYASA PERANGKAT LUNAK ( PEMODELAN DATA ) Disusun Oleh : MUKHAMAT JAFAR 41813120014 MATA KULIAH : REKAYASA PERANGKAT LUNAK DOSEN : WACHYU HARI HAJI, S.KOM, MM UNIVERSITAS MERCUBUANA 2015 Mukhamat

Lebih terperinci

Chapter 6. Development and quality plans

Chapter 6. Development and quality plans Chapter 6 Development and quality plans 6.1 Sasaran Rencana Pengembangan dan Kualitas Perencanaan, sebagai suatu proses, memiliki beberapa tujuan, yang dimaksudkan untuk mempersiapkan landasan yang kuat

Lebih terperinci

Analisis Varians Satu Arah (One Way Anova)

Analisis Varians Satu Arah (One Way Anova) Analisis Varians Satu Arah (One Way Anova) Fungsi Uji : Untuk mengetahui perbedaan antara 3 kelompok/ perlakuan atau lebih Asumsi : Data berskala minimal interval Data berdistribusi Normal Varians data

Lebih terperinci

Pertemuan Ke-12. Analysis of Varians (anova)_m. Jainuri, M.Pd

Pertemuan Ke-12. Analysis of Varians (anova)_m. Jainuri, M.Pd Pertemuan Ke-1 1 Pendahuluan Statistik parametrik yang digunakan untuk mencari perbedaan atau persamaan dua rata-rata adalah Uji-t, dan analysis of varians (anova/ anova) digunakan untuk mencari perbedaan

Lebih terperinci

Analisis Kinerja Pelayanan Perpustakaan UI dengan Pendekatan Pemodelan Diskrit Menggunakan Perangkat Lunak Promodel

Analisis Kinerja Pelayanan Perpustakaan UI dengan Pendekatan Pemodelan Diskrit Menggunakan Perangkat Lunak Promodel Analisis Kinerja Pelayanan Perpustakaan UI dengan Pendekatan Pemodelan Diskrit Menggunakan Perangkat Lunak Promodel Ayu Syukrina Abrar 1, Armand Omar Moeis 2 Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN SOFTWARE SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN PERHIASAN SENTOSA ABADI

PENGEMBANGAN SOFTWARE SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN PERHIASAN SENTOSA ABADI PENGEMBANGAN SOFTWARE SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN PERHIASAN SENTOSA ABADI Lisana Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Surabaya Jl. Raya Kalirungkut, Surabaya 60293 Telp

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN , hal 9. 1 Subagyo D., Asri M., Handoko H.T., Dasar-dasar Operation Research, BPFE, Yogyakarta,

BAB I PENDAHULUAN , hal 9. 1 Subagyo D., Asri M., Handoko H.T., Dasar-dasar Operation Research, BPFE, Yogyakarta, BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Program linier merupakan suatu model umum yang dapat dipergunakan untuk menyelesaikan masalah pengalokasian sumber-sumber terbatas secara optimal 1. Masalah

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pelayanan Yang dimaksud pelayanan pada area anti karat adalah banyaknya output pallet yang dapat dihasilkan per hari pada area tersebut. Peningkatan pelayanan dapat dilihat dari

Lebih terperinci

VERIFIKASI DAN VALIDASI MODEL SIMULASI

VERIFIKASI DAN VALIDASI MODEL SIMULASI VERIFIKASI DAN VALIDASI MODEL SIMULASI Model simulasi yang dibangun harus kredibel. Representasi kredibel sistem nyata oleh model simulasi ditunjukkan oleh verifikasi dan validasi model. Verifikasi adalah

Lebih terperinci

Sesi IX : RISET OPERASI. Perkembangan Riset Operasi

Sesi IX : RISET OPERASI. Perkembangan Riset Operasi Mata Kuliah :: Riset Operasi Kode MK : TKS 4019 Pengampu : Achfas Zacoeb Sesi IX : RISET OPERASI e-mail : [email protected] www.zacoeb.lecture.ub.ac.id Hp. 081233978339 Perkembangan Riset Operasi Dimulai

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian yaitu Apotek Cibatu

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian yaitu Apotek Cibatu BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian yaitu Apotek Cibatu Antapani Bandung. 3.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan Dengan adanya keinginan

Lebih terperinci

RISET OPERASIONAL. Kosep Dasar Riset Operasional. Disusun oleh: Destianto Anggoro

RISET OPERASIONAL. Kosep Dasar Riset Operasional. Disusun oleh: Destianto Anggoro RISET OPERASIONAL Kosep Dasar Riset Operasional Disusun oleh: Destianto Anggoro SEJARAH RISET OPERASIONAL Pembentukan kelompok formal OR Berlangsung Inggris (1939) Perang Dunia II Amerika mengikuti dengan

Lebih terperinci

Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang

Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang Air adalah karunia Allah SWT yang secara alami ada di seluruh muka bumi. Makhluk hidup, termasuk manusia sangat tergantung terhadap air. Untuk kelangsungan hidupnya,

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN 20 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Perencanaan produksi yang optimal akan sia-sia jika distribusi yang diterapkan suatu perusahaan tidak tepat dan efektif. Hal tersebut dapat menimbulkan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam industri-industri makanan atau industri-industri lain yang menggunakan

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam industri-industri makanan atau industri-industri lain yang menggunakan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam industri-industri makanan atau industri-industri lain yang menggunakan bahan baku yang dapat cepat rusak jika diukur dengan parameter waktu, sangat memerlukan

Lebih terperinci

[C6, A3, P3]:8 2.Mahasiswa mampu menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang metode stokastik (mg. ke 15)

[C6, A3, P3]:8 2.Mahasiswa mampu menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang metode stokastik (mg. ke 15) Mata kuliah: Metode Stokastik (IT043239) / 2 sks CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH METODE STOKASTIK: 1. Mahasiswa mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif (KU1, KU 2); 2. Mahasiswa

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. yang terdiri dari komponen-komponen atau sub sistem yang berorientasi untuk

BAB II LANDASAN TEORI. yang terdiri dari komponen-komponen atau sub sistem yang berorientasi untuk BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Menurut Gondodiyoto (2007), sistem adalah merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari komponen-komponen atau sub sistem yang berorientasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Lebih terperinci

MAKALAH DESAIN PERANGKAT LUNAK. NAMA : RANI JUITA NIM : DOSEN : WACHYU HARI HAJI. S.Kom.MM

MAKALAH DESAIN PERANGKAT LUNAK. NAMA : RANI JUITA NIM : DOSEN : WACHYU HARI HAJI. S.Kom.MM MAKALAH DESAIN PERANGKAT LUNAK NAMA : RANI JUITA NIM : 41813120165 DOSEN : WACHYU HARI HAJI. S.Kom.MM JURUSAN SISTEM INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 2015 A. DESAIN PERANGKAT

Lebih terperinci

Riset Operasi Bobot: 3 SKS

Riset Operasi Bobot: 3 SKS Riset Operasi Bobot: 3 SKS Tujuan Perkuliahan Setelah mahasiswa mengikuti kuliah ini selama satu semester, mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan metode-metode kuantitatif dalam pengambilan keputusan

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Sistem Sistem adalah sekumpulan komponen yang saling bekerjasama untuk mencapai tujuan guna memperbaiki organisasi ke arah yang lebih baik (McLeod, 1998). Menurut Hartono (2005)

Lebih terperinci

2-RP. C. Deskripsi CP secara umum KKNI Level 6

2-RP. C. Deskripsi CP secara umum KKNI Level 6 RP-S1-SK-03 Kurikulum 2014, Edisi : September-2014.Revisi : 00 Hal: 1 dari 5 A. CAPAIAN PEMBELAJARAN : 1. CP 3.3 : untuk mengoptimalkan penggunaan program paket metode statistika yang sudah ada 2. CP 15.1

Lebih terperinci

PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK MENYELESAIKAN PERMASALAHAN PENJADWALAN DOSEN DENGAN FUZZY

PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK MENYELESAIKAN PERMASALAHAN PENJADWALAN DOSEN DENGAN FUZZY PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK MENYELESAIKAN PERMASALAHAN PENJADWALAN DOSEN DENGAN FUZZY Arief Kelik Nugroho Fakultas Teknik, Universitas PGR Yogyakarta e-mail : [email protected] Abstrak

Lebih terperinci

Karakteristik Model & Struktur Model. Ratih Setyaningrum, MT Hanna Lestari, M.Eng

Karakteristik Model & Struktur Model. Ratih Setyaningrum, MT Hanna Lestari, M.Eng Karakteristik Model & Struktur Model Ratih Setyaningrum, MT Hanna Lestari, M.Eng Referensi Prof Dr Ir Soemarno, MS MALANG, 2007 Pemodelan Proses membangun atau membentuk model dari suatu sistem nyata dalam

Lebih terperinci