BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II LANDASAN TEORI

BAB 4 PENILAIAN PERSEDIAAN DAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PENJUALAN

Akuntansi Persediaan (INVENTORY)

BAB 4 Persediaan (inventory)

BAB II LANDASAN TEORI. mengenai definisi akuntansi terlebih dahulu. Penjelasan mengenai definisi

BAB II LANDASAN TEORI

: Felicia Mariska Hendrikasari NPM : Dosen Pembimbing : Mulatsih, S.E., M.M.

Analisis Estimasi Biaya. Hanna Lestari, M.Eng Teknik Industri-UDINUS-2014

BAB II LANDASAN TEORI. oleh beberapa ilmuan dalam ruang lingkup yang berbeda, antara lain :

PERSEDIAAN BARANG DAGANGAN

BAB IV ANALISIS 4.1 Metode Pencatatan Persediaan pada PT Bio Farma (Persero) 1. Kegiatan pengadaan bahan baku Bon Permintaan Barang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 24 AKUNTANSI DI PERUSAHAAN DAGANG

BAB VXII AKUNTANSI PERSEDIAAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang kegiatan. usahanya melakukan transaksi pembelian barang dagang kemudian untuk

PERSEDIAAN. Berdasarkan kriteria di atas, persediaan akan mencakup unsure-unsur sebagai berikut:

BAB III PEMBAHASAN HASIL PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Dalam pelaksanaan Kerja Praktek di PT Industri Telekomunikasi

Bahan atau perlengkapan (supplies) yang digunakan dalam proses produksi;

AKUNTANSI PERPAJAKAN. Akuntansi Pajak Persediaan. Dr. Suhirman Madjid, SE.,MS.i.,Ak., CA. HP/WA :

Ekonomi & Bisnis Manajemen

BAB II LANDASAN TEORI. keakuratan data dan penelitian yang dilakukan saat ini. Dalam penelitian

AKUNTANSI BIAYA BAHAN BAKU. Akuntansi Biaya TIP FTP UB Mas ud Effendi

BAB II BAHAN RUJUKAN. 2.1 Tinjauan Umum Atas Sistem Informasi Akuntansi. Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang berhubungan erat

Prosedur Audit Persediaan

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha iv

Analisis Penerapan Metode Pencatatan dan Penilaian Persediaan Sesuai PSAK No. 14 Tahun 2009 Pada PT. Indolakto

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

PERSEDIAAN (Penilaian Berdasar Harga Pokok)

BAB II LANDASAN TEORITIS. Istilah akuntansi untuk persediaan yang digunakan untuk menunjukkan

Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

5 BAB PENCATATAN AYAT JURNAL PENYESUAIAN PERUSAHAAN DAGANG

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISIS PERHITUNGAN PERSEDIAAN MENURUT STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN DAN MENURUT PERPAJAKAN PADA CV ALAM ABADI MULIA PALEMBANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Analisis Sistem Persediaan dalam Akuntansi Mina Sari dan Muhammad Dahria

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Penilaian Persediaan: Pendekatan Kos (Inventory Valuation: Cost Method)

Bab 9 Persediaan. Pengantar Akuntansi, Edisi ke-21 Warren Reeve Fess

AKUNTANSI PERSEDIAAN PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA

Pengaruh Metode Penilaian Persediaan Bahan Baku Terhadap Besarnya Laba kotor

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Berdirinya suatu perusahaan tentunya memiliki tujuan, baik tujuan jangka pendek

Soal-soal Kartu Persediaan (Inventory Card) Metode Periodik (Periodic Inventory System) Metode Perpetual (Perpectual Inventory System)

Materi: 06 INVENTORIES (PERSEDIAAN) (Sistem Pencatatan & Metode Persediaan)

Penilaian Persediaan Pada Home industri Tempe Pak Nurhadi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Analisis Sistem Akuntansi Persediaan

COST ACCOUNTING (Akuntansi Biaya) Metode Harga Pokok Pesanan

Aplikasi Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Barang Dagangan dengan Menggunakan Metode Rata-Rata Bergerak pada PT. Distribusi Indonesia Jaya

Akuntansi Biaya. Materials : Controlling, Costing, and Planning. Wahyu Anggraini, SE., M.Si. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen S1

Persediaan Barang Dagangan

Kalkulasi Biaya Persediaan Makanan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sangat sensitif bagi perkembangan financial perusahaan. Dalam akuntansi,

BAB III PEMBAHASAN 1.1 Tinjauan Teori Pengertian Aset

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

PERSEDIAAN (Penilaian Berdasar Harga Pokok)

BAB I PENDAHULUAN. This page was created using BCL ALLPDF demo software. To purchase, go to

Pembimbing : Edi Pranoto, SE., MMSI

ekonomi Sesi METODE PENCATATAN PERSEDIAAN BARANG DAGANG A. SISTEM PENCATATAN PERSEDIAAN BARANG DAGANG

BAB II LANDASAN TEORI Definisi atau Pengertian Persediaan. persediaan dapat diartikan sebagai berikut :

PROGRAM INVENTORY CONTROL

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II BAHAN RUJUKAN. Setiap perusahaan, baik itu perusahaan jasa maupun perusahaan manufaktur,

PERSEDIAAN A. HARGA PEROLEHAN/HARGA POKOK PERSEDIAAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengendalian internal merupakan kebijakan dan prosedur yang

PROSES PERHITUNGAN PERSEDIAAN PADA CV PARAHYANGAN EXPRESS CAB KARAWANG. Nama : Rosiana Arifah NPM : Kelas : 3DA03

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1. MODUL GENERAL LEDGER

BAB I PENDAHULUAN. Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi penting yang

TINJAUAN ATAS METODE PENCATATAN, PENILAIAN, DAN PELAPORAN PERSEDIAAN PADA PT. TRISULA TEXTILE INDUSTRIES BERDASARKAN PSAK NO. 14

COST ACCOUNTING (Akuntansi Biaya) Metode Harga Pokok Pesanan

BAB II TINJAUAN PUSATAKA

SILABUS PENGANTAR AKUNTANSI BISNIS II

ANALISIS PENERAPAN PENCATATAN DAN PENILAIAN PERSEDIAAN OLI MERK MPX2 PADA PT CATUR PUTRA JAYA DWITA FHADILLAH AKUNTANSI

2.1.2 Jenis-jenis Persediaan Menurut Carter (2006:40) Jenis-jenis persediaan pada perusahaan manufaktur adalah sebagai berikut :

BAB III LANDASAN TEORI. 3.1 Konsep Dasar Sistem Inventory (Persediaan) Konsep dasar dari Sistem Inventori terbagi atas dua pengertian.

ANALISIS METODE PENILAIAN PERSEDIAAN AKHIR BAHAN BAKAR MINYAK PADA PT. DIMAS GAPERBI BITRUL MENTARI (SPBU KARANGANYAR) TEGAL

Pengujian Substantif Persediaan

COST ACCOUNTING MATERI-9 BIAYA BAHAN BAKU. Universitas Esa Unggul Jakarta

Sistem akuntansi penjualan, terdiri dari kegiatan-kegiatan transaksi penjualan: kredit dan tunai

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Biaya persediaan = Rp ,-

Transaksi Persediaan Antar Perusahaan

PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS PERSEDIAAN MATERIAL PADA PT. PLN (PERSERO) AREA PELAYANAN DAN JARINGAN (APJ) GRESIK RANGKUMAN TUGAS AKHIR

BAB II KAJIAN PUSTAKA. American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) dalam Zaki Baridwan

BAB I PENDAHULUAN. menjaga kesehatan masyarakat. Rumah sakit merupakan suatu bentuk

Transkripsi:

39 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Metode Perhitungan Persediaan yang Dilakukan RS. Medika Permata Hijau Menggunakan Metode. Dalam menghitung persediaan RS. Medika Permata Hijau menggunakan metode FIFO (First-In First-Out), karena dirasa lebih mudah dalam perhitungannya dan cukup fleksibel. Dimana, perhitungan fisik dilakukan secara terus-menerus, yaitu setiap terjadi transaksi pembelian (barang masuk) dan atau penjualan (barang keluar) oleh bagian yang bersangkutan dan akhir bulan oleh bagian gudang material untuk mengetahui jumlah persediaan yang ada pada saat itu. Bagian gudang yang mempunyai tanggung jawab terhadap arus barang, mencatat setiap pemakaian persediaan berdasarkan urutan persediaan tersebut masuk ke gudang. Perhitungan persediaan yang dilakukan RS. Medika Permata Hijau didasarkan pada data pencatatan pembelian dan penjualan yang dilakukan RS. Medika Permata Hijau. Dalam pencatatan persediaan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Medika Permata Hijau menggunakan yang dilakukan 3 bulan sekali, yang berfungsi untuk kesinambungan sebagai upaya pengawasan terhadap obat-obatan yang sudah memasuki masa kadaluarsa (expire). 39

40 Slow moving dapat mengetahui obat-obatan yang selama 3 bulan sudah tidak ada pergerakan sama sekali digudang dalam Rumah Sakit maka akan dilakukan slow moving, kemudian dokter tersebut diberikan surat peringatan untuk dilanjutkan atau dikeluarkan dari Rumah Sakit dengan persyaratan obat harus dikosongkan stocknya terlebih dahulu. 1. Metode Pencatatan Persediaan Dalam metode pencatatan persediaan yang digunakan adalah metode mutasi persediaan atau metode perpetual. Metode ini dipakai karena pada akhir bulan diadakan penghitungan fisik, sehingga dapat disesuaikan antara pembukuan yang dilakukan oleh bagian gudang dengan hasil penghitungan fisik. Dalam metode ini setiap terjadi mutasi persediaan baik itu pembelian maupun pemakaian, oleh bagian gudang akan dicatat dalam buku gudang. Bagian gudang bertanggung jawab atas barang yang ada digudang, keluar masuknya barang, membuat catatan atas semua yang terjadi digudang. Penjualan dicatat pada perkiraan penjualan, Harga Pokok Penjualan (HPP) dicatat dengan mendebet harga pokok penjualan dan mengkredit persediaan pada akhir periode saldo dalam perkiraan persediaan dilaporkan pada neraca dan saldo perkiraan harga pokok penjualan dilaporkan pada perhitungan laba rugi. Karena persediaan di Rumah Sakit banyak jumlahnya maka penulis hanya menyajikan data untuk persediaan obat-obatan 2 jenis obat dengan menggunakan slow moving yaitu baquinor Infus dan zithromax Dry.

41 Berikut ini adalah proses pencatatan faktur pembelian barang yang terjadi selama bulan November s/d Desember 2009 pada RS. Medika Permata Hijau : Tabel 4.1.1 Pencatatan Pembelian Pada Kartu Persediaan Saldo Awal Baquinor Infus 11 Rp 174.735 Rp 1.922.085 5-Nov-09 Baquinor Infus 23 Rp 174.735 Rp 4.018.905 12-Nov-09 Baquinor Infus 13 Rp 174.735 Rp 2.271.555 21-Nov-09 Baquinor Infus 24 Rp 174.735 Rp 4.193.640 26-Nov-09 Baquinor Infus 16 Rp 174.735 Rp 2.795.760 Tabel 4.1.2 Pencatatan Pembelian Pada Kartu Persediaan Saldo Awal Baquinor Infus 20 Rp 174.735 Rp 3.494.700 4 Des 2009 Baquinor Infus 3 Rp 174.735 Rp 524.205 16 Des 2009 Baquinor Infus 6 Rp 174.735 Rp 1.048.410 25 Des 2009 Baquinor Infus 7 Rp 174.735 Rp 1.223.145 30 Des 2009 Baquinor Infus 10 Rp 174.735 Rp 1.747.350

42 Berikut ini adalah proses pencatatan faktur penjualan barang yang terjadi selama bulan November s/d Desember 2009 pada RS. Medika Permata Hijau : Tabel 4.1.3 Pencatatan Penjualan Pada Kartu Persediaan 2-Nov-09 Baquinor Infus 6 Rp 174.735 Rp 1.048.410 5-Nov-09 Baquinor Infus 17 Rp 174.735 Rp 2.970.495 23-Nov-09 Baquinor Infus 12 Rp 174.735 Rp 2.096.820 24-Nov-09 Baquinor Infus 11 Rp 174.735 Rp 1.922.085 28-Nov-09 Baquinor Infus 11 Rp 174.735 Rp 1.922.085 Tabel 4.1.4 Pencatatan Penjualan Pada Kartu Persediaan 2 Des 09 Baquinor Infus 12 Rp 174.735 Rp 2.096.820 5 Des 09 Baquinor Infus 7 Rp 174.735 Rp 1.223.145 24 Des 09 Baquinor Infus 4 Rp 174.735 Rp 698.940 29 Des 09 Baquinor Infus 5 Rp 174.735 Rp 873.675 Berdasarkan data diatas, berikut ini ialah pencatatan persediaan slow moving dengan menggunakan penilaian FIFO pada bulan November dan Desember 2009 :

43 Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel kartu persediaan tersebut, terlihat bahwa total harga pokok penjualan pada baquinor infus November dengan menggunakan metode FIFO adalah sebesar Rp. 9.959.895,- (Rp. 1.048.410 + 873.675 + 2.096.820 + 1.922.085 + 174.135 + 1.922.085 + 174.735 + 1.747.350), sedangkan pada tanggal 1 November ada persediaan awal 11pcs dengan harga/pcs Rp.174.735 jadi total harga Rp. 1.922.085,- ditambah dengan total saldo persediaan adalah sebesar Rp. 45.256.365,- (Rp. 1.922.085 + 873.675 + 873.675 + 4.018.905 + 1.922.085 + 1.922.085 + 2.271.555 + 1.922.085 + 2.271.555 + 4.193.640 + 2.096.820 + 4.193.640 + 174.735 + 4.193.640 + 174.735 + 4.193.640 + 2.795.760 + 2.446.290 + 2.795.760). Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel tersebut, terlihat bahwa total harga pokok penjualan pada baquinor infus Desember dengan menggunakan metode FIFO adalah sebesar Rp. 4.892.580,- (Rp. 2.096.820 + 1.223.145 + 174.735 + 524.205 + 873.675), sedangkan pada tanggal 1 Desember ada persediaan awal 20pcs dengan harga/pcs Rp.174.735 jadi total harga Rp. 3.494.700,- ditambah dengan total saldo persediaan adalah sebesar Rp. 17.124.030,- (Rp.3.494.700 + 1.397.880 + 1.397.880 + 524.205 + 174.735 + 524.205 + 174.735 + 524.205 + 1.048.410 + 1.048.410 + 1.223.145 + 174.735 + 1.223.145 + 174.735 + 1.223.145 + 1.747.350).

44 2. Metode Penilaian Persediaan Perusahaan menilai semua persediaan berdasarkan harga perolehannya (historical cost) dengan metode penilaian Masuk pertama Keluar Pertama (FIFO). Dengan metode FIFO, harga pokok barang yang dibeli merupakan biaya yang pertama kali diakui sebagai harga pokok penjualan. Tetapi hal ini bukan berarti barang yang dibeli lebih dulu adalah barang yang harus dijual pertama kali, melainkan harga pokok dari persediaan yang pertama kali dibeli akan diakui pertama kali. Penulis mencoba menggunakan metode AVERAGE dalam menghitung persediaan, untuk membandingkan metode mana yang lebih baik untuk digunakan dalam perusahaan dimana metode ini mengasumsikan bahwa barang yang tersedia untuk dijual memiliki biaya per unit yang sama (rata-rata). Berdasarkan pencatatan pembelian pada kartu persediaan bulan November dan Desember 2009 dan pencatatan penjualan pada RS. Medika Permata Hijau membuat perhitungan persediaan menggunakan sistem perpetual dengan menggunakan metode AVERAGE adalah sebagaberikut ini adalah proses pencatatan faktur pembelian barang yang terjadi selama bulan November s/d Desember 2009 pada RS. Medika Permata Hijau :

45 Tabel 4.2.1 Pencatatan Pembelian Pada Kartu Persediaan Saldo Awal Zithromax Dry 6 Rp 79.665 Rp 477.990 19-Nov-09 Zithromax Dry 1 Rp 79.665 Rp 79.665 25-Nov-09 Zithromax Dry 1 Rp 79.665 Rp 79.665 Tabel 4.2.2 Pencatatan Pembelian Pada Kartu Persediaan Saldo Awal Zithromax Dry 2 Rp 79.665 Rp 159.330 3 Des 09 Zithromax Dry 2 Rp 79.665 Rp 159.330 14 Des 09 Zithromax Dry 2 Rp 79.665 Rp 159.330 Berikut ini adalah proses pencatatan faktur penjualan barang yang terjadi selama bulan November s/d Desember 2009 pada RS. Medika Permata Hijau :

46 Tabel 4.2.3 Pencatatan Penjualan Pada Kartu Persediaan 13-Nov-09 Zithromax Dry 3 Rp 79.665 Rp 238.995 20-Nov-09 Zithromax Dry 1 Rp 79.665 Rp 79.665 26-Nov-09 Zithromax Dry 1 Rp 79.665 Rp 79.665 28-Nov-09 Zithromax Dry 1 Rp 79.665 Rp 79.665 Tabel 4.2.4 Pencatatan Penjualan Pada Kartu Persediaan 4 Des 09 Zithromax Dry 1 Rp 79.665 Rp 79.665 5 Des 09 Zithromax Dry 1 Rp 79.665 Rp 79.665 24 Des 09 Zithromax Dry 1 Rp 79.665 Rp 79.665 Berdasarkan data diatas, berikut ini ialah pencatatan persediaan dengan menggunakan metode slow moving dan penilaian menggunakan metode FIFO pada bulan November dan Desember 2009 dan metode Average untuk membandingkan kedua metode tersebut adalah sebagai berikut :

47 Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel kartu persediaan tersebut, terlihat bahwa total harga pokok penjualan pada Zithromax Dry November dengan menggunakan metode FIFO adalah sebesar Rp. 477.990,- (Rp.238.995 + 79.665 + 79.665 + 79.665), sedangkan pada tanggal 1 November ada persediaan awal 6pcs dengan harga/pcs Rp.79.665 jadi total harga Rp. 477.990,- ditambah dengan total saldo persediaan adalah sebesar Rp. 1.991.625,- (Rp. 238.995 + 238.995 + 79.665 + 159.330 + 79.665 + 159.330 + 79.665 + 79.665 + 79.665 + 79.665 + 79.665 + 79.665 + 79.665). Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel tersebut, terlihat bahwa total harga pokok penjualan pada Zithromax Dry Desember dengan menggunakan metode FIFO adalah sebesar Rp.238.995,- (Rp. 79.665 + 79.665 + 79.665), sedangkan pada tanggal 1 Desember ada persediaan awal 2pcs dengan harga/pcs Rp.79.665 jadi total harga Rp. 159.330,- ditambah dengan total saldo persediaan adalah sebesar Rp. 1.433.970,- (Rp. 159.330 + 159.330 + 159.330 + 79.665 + 159.330 + 159.330 + 159.330 + 159.330 + 79.665 + 159.330).

48 Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel kartu persediaan tersebut, terlihat bahwa total harga pokok penjualan pada Zithromax Dry November dengan menggunakan metode LIFO adalah sebesar Rp. 477.990,- (Rp.238.995 + 79.665 + 79.665 + 79.665), sedangkan pada tanggal 1 November ada persediaan awal 6pcs dengan harga/pcs Rp.79.665 jadi total harga Rp. 477.990,- ditambah dengan total saldo persediaan adalah sebesar Rp. 1.991.625,- (Rp. 238.995 + 238.995 + 79.665 + 238.995 + 238.995 + 79.665 + 238.995 + 159.330). Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel tersebut, terlihat bahwa total harga pokok penjualan pada Zithromax Dry Desember dengan menggunakan metode LIFO adalah sebesar Rp.238.995,- (Rp. 79.665 + 79.665 + 79.665), sedangkan pada tanggal 1 Desember ada persediaan awal 2pcs dengan harga/pcs Rp.79.665 jadi total harga Rp. 159.330,- ditambah dengan total saldo persediaan adalah sebesar Rp. 1.433.970,- (Rp. 159.330 + 159.330 + 159.330 + 79.665 + 159.330 + 159.330 + 159.330 + 159.330 + 79.665).

49 Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel kartu persediaan tersebut, terlihat bahwa total harga pokok penjualan pada Zithromax Dry November dengan menggunakan metode Average adalah sebesar Rp. 477.990,- (Rp.238.995 + 79.665 + 79.665 + 79.665), sedangkan pada tanggal 1 November ada persediaan awal 6pcs dengan harga/pcs Rp.79.665 jadi total harga Rp. 477.990,- ditambah dengan total saldo persediaan adalah sebesar Rp. 1.991.625,- (Rp. 238.995 + 318.660 + 238.995 + 318.660 + 238.995 + 159.330). Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel tersebut, terlihat bahwa total harga pokok penjualan pada Zithromax Dry Desember dengan menggunakan metode Average adalah sebesar Rp.238.995,- (Rp. 79.665 + 79.665 + 79.665), sedangkan pada tanggal 1 Desember ada persediaan awal 2pcs dengan harga/pcs Rp.79.665 jadi total harga Rp. 159.330,- ditambah dengan total saldo persediaan adalah sebesar Rp. 1.433.970,- (Rp. 318.660 + 238.995 + 159.330 + 318.660 + 238.995).

50 1. Pencatatan Persediaan dengan Metode dalam RS. Medika Permata Hijau. RS. Medika permata Hijau menggunakan sistem komputerisasi dengan sistem pengkodean (program system for retail) untuk memantau persediaannya. Dengan adanya program komputer ini maka mudah untuk mengawasi keluar masuknya persediaan dalam gudang. Terdapat dua sistem pencatatan dalam akuntansi persediaan, yaitu pencatatan sistem periodik dan sistem perpetual. Dalam sistem perpetual digunakan catatan akuntansi yang secara terus-menerus untuk mengungkapkan jumlah persediaan yang ada dan setiap kenaikan dan penurunan persediaan dicatat dengan cara yang kurang lebih sama dengan pencatatan kenaikan dan penurunan kas. Dan ditambah dengan dijalankannya metode slow moving dalam Rumah Sakit dapat meningkatkan efektivitas kinerja perusahaan dalam memantau jumlah persediaan obat-obatan dalam gudang RS. Medika Permata Hijau yang sudah habis masa kadaluarsanya (expired). Perkiraan persediaan obat pada awal periode akuntansi mencerminkan obat yang masih ada pada tanggal itu. Penjualan dicatat pada perkiraan penjualan, harga pokok penjualan dicatat dengan mendebet harga pokok penjualan dan mengkredit persediaan. Pada akhir periode saldo dalam perkiraan persediaan dilaporkan pada perhitungan laporan keuangan.

51 Dalam penyimpanan persediaan obat-obatan, barang yang masuk kedalam gudang akan diberikan kartu yang berisikan nomor barang, tanggal masuk barang kedalam gudang, nama supplier, dan kuantitas barang. Dan harga pokok persediaan akan dibebankan sesuai dengan urutan masuknya barang tersebut. Dalam situasi persediaan yang beragam jenisnya, maka diperlukan kemampuan perusahaan untuk selalu menjaga pencatatan persediaan yang di milikinya sehingga dapat mengikuti kontinuitas peredaran persediaan dalam kuantitas maupun dalam harga perolehan karena bisa saja sewaktu-waktu harga berubah menjadi naik atau pun turun. Hal inilah yang mendasari perusahaan untuk memilih metode FIFO dalam menetapkan Harga Pokok Penjualan dari persediaannya. B. Penyajian dan Pengungkapan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Penilaian persediaan yang diterapkan oleh perusahaan telah disesuaikan dengan PSAK No.14 tentang akuntansi persediaan dengan diberlakukannya metode FIFO, yang menyatakan bahwa biaya persediaan harus dihitung dengan menggunakan rumus biaya Masuk Pertama Keluar Pertama (First-In First-Out), yakni metode yang mengasumsikan barang yang pertama dibeli akan dijual terlebih dahulu sehingga yang tertinggal dalam persediaan diakui menurut harga perolehannya.