BAB IV PEMECAHAN MASALAH

dokumen-dokumen yang mirip
MATERI 13 ANALISIS TEKNIKAL ANALISIS TEKNIKAL

Inflasi dan Indeks Harga I

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Disini penerapan kriteria optimasi yang digunakan untuk menganalisis

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Sebagai hasil penelitian dalam pembuatan modul Rancang Bangun

BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di kelas X SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. semester ganjil tahun ajaran 2013/2014.

BAB III METODOLOGI 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2 Bahan dan Alat 3.3 Metode Pengumpulan Data Pembuatan plot contoh

LOGO MATEMATIKA BISNIS (Deret)

BAB IV. METODE PENELITlAN. Rancangan atau desain dalam penelitian ini adalah analisis komparasi, dua

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

UKURAN PEMUSATAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. Langkah Langkah Dalam Pengolahan Data

PENGARUH INFLASI TERHADAP KEMISKINAN DI PROPINSI JAMBI

KEKONVERGENAN MODEL BINOMIAL UNTUK PENENTUAN HARGA OPSI EROPA. Fitriani Agustina, Math, UPI

BAB III METODE PENELITIAN

simulasi selama 4,5 jam. Selama simulasi dijalankan, animasi akan muncul pada dijalankan, ProModel akan menyajikan hasil laporan statistik mengenai

METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersifat historis.

BAB 2 LANDASAN TEORI

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

BAB 3 ENTROPI DARI BEBERAPA DISTRIBUSI

Bab 7 Penyelesaian Persamaan Differensial

III. METODOLOGI PENELITIAN

REGRESI LINIER DAN KORELASI. Variabel bebas atau variabel prediktor -> variabel yang mudah didapat atau tersedia. Dapat dinyatakan

STATISTIKA NON PARAMETRIK

III PEMBAHASAN. λ = 0. Ly = 0, maka solusi umum dari persamaan diferensial (3.3) adalah

3 METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

MATEMATIKA EKONOMI (Deret)

Bab III Metoda Taguchi

PETA KONSEP RETURN dan RISIKO PORTOFOLIO

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan waktu 4.2. Jenis dan Sumber Data 4.3 Metode Pengumpulan Data

III. METODOLOGI PENELITIAN. diinginkan. Menurut Arikunto (1991 : 3) penelitian eksperimen adalah suatu

BAB 3 METODE PENELITIAN

MATEMATIKA EKONOMI 1 Deret. DOSEN Fitri Yulianti, SP, MSi.

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I

III BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuda berjumlah 25

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Madiun, untuk mendapatkan gambaran kondisi tempat penelitian secara umum,

Pengamatan, Pengukuran dan Eksperimen

IV. METODE PENELITIAN

Probabilitas dan Statistika Teorema Bayes. Adam Hendra Brata

BAB III 1 METODE PENELITAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Batudaa Kab. Gorontalo dengan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di halaman Pusat Kegiatan Olah Raga (PKOR) Way Halim Bandar Lampung pada bulan Agustus 2011.

MANAJEMEN RISIKO INVESTASI

PENAKSIRAN DAN PERAMALAN BIAYA D. PENAKSIRAN BIAYA JANGKA PANJANG E. PERAMALAN BIAYA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Analisa Data Statistik. Ratih Setyaningrum, MT

III BAHAN DAN METODE PENELITIAN. memelihara itik Damiaking murni di Kampung Teras Toyib Desa Kamaruton

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Sebelum melakukan deteksi dan tracking obyek dibutuhkan perangkat

PENDAHULUAN. Statistika penyajian DATA untuk memperoleh INFORMASI penafsiran DATA. Data (bentuk tunggal : Datum ) : ukuran suatu nilai

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH

III. METODE PENELITIAN. Subjek dari penelitian adalah siswa kelas X.B SMA Muhammadiyah 2 Bandar

Kata Kunci : Forecasting, Program Perhitungan, Simple Moving Averages, Weighted Moving Averages, Mean Absolute Deviation, Mean Square Error

IV. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Desember

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI MIA SMA Negeri 5

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

STATISTICS. Hanung N. Prasetyo Week 11 TELKOM POLTECH/HANUNG NP

Mata Kuliah: Statistik Inferensial

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa

KIMIA. Sesi. Sifat Koligatif (Bagian II) A. PENURUNAN TEKANAN UAP ( P)

MATERI 14 EVALUASI KINERJA PORTOFOLIO

Pengendalian Proses Menggunakan Diagram Kendali Median Absolute Deviation (MAD)

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam tugas akhir ini akan dibahas mengenai penaksiran besarnya

BAB III METODOLOGI DAN PELAKSANAAN PENELITIAN. Perumusan - Sasaran - Tujuan. Pengidentifikasian dan orientasi - Masalah.

Projek. Contoh Menemukan Konsep Barisan dan Deret Geometri a. Barisan Geometri. Perhatikan barisan bilangan 2, 4, 8, 16,

Definisi Integral Tentu

REGRESI DAN KORELASI SEDERHANA

Pedahulua Hipotesis: asumsi atau dugaa semetara megeai sesuatu hal. Ditutut utuk dilakuka pegeceka kebearaya. Jika asumsi atau dugaa dikhususka megeai

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Pantai Anyer, Kabupaten Serang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah penelitian diskriptif kuantitatif. Dalam hal ini peneliti akan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 20 Bandar Lampung, dengan populasi

BAB V UKURAN GEJALA PUSAT (TENDENSI CENTRAL)

PRESENTASI TUGAS AKHIR KI091391

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif karena bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik mahasiswa

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Alat terapi ini menggunakan heater kering berjenis fibric yang elastis dan

Studi Model Variasi Harian Komponen H Berdasarkan Pola Hari Tenang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI

III. METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

TINJAUAN PUSTAKA Pengertian

BAB II TEORI MOTOR LANGKAH

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII (delapan) semester ganjil di

BAB IV PENGUMPULAN DAN PERHITUNGAN DATA

Soal dan Pembahasan. Ujian Nasional Matematika Teknik SMK matematikamenyenangkan.com

Program Perkuliahan Dasar Umum Sekolah Tinggi Teknologi Telkom. Barisan dan Deret

BAB 2 LANDASAN TEORI. Statistika merupakan salah satu cabang penegtahuan yang paling banyak mendapatkan

6. Pencacahan Lanjut. Relasi Rekurensi. Pemodelan dengan Relasi Rekurensi

BAB IV ANALISIS DATA PENELITIAN. Data yang digunakan untuk mengevaluasi Gardu Induk Bandar Sribhawono

Model Pertumbuhan BenefitAsuransi Jiwa Berjangka Menggunakan Deret Matematika

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. cuci mobil CV. Sangkara Abadi di Bumiayu. Metode analisis yang dipakai

METODE PENELITIAN. Penelitian tentang Potensi Ekowisata Hutan Mangrove ini dilakukan di Desa

PERTEMUAN 3 CARA MEMBUAT TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI UKURAN PEMUSATAN DATA

Transkripsi:

BAB IV PEMECAHAN MASALAH 4.1 Metodologi Pemecaha Masalah Dalam ragka peigkata keakurata rekomedasi yag aka diberika kepada ivestor, maka dicoba diguaka Movig Average Mometum Oscillator (MAMO). MAMO ii termasuk dalam metode grafis stock oscillator, dimaa perhitugaya berdasarka pada rata rata berjala dari persetase keaika harga peutupa rata rata suatu saham. Mulai STUDI KEPUSTAKAAN Mempelajari metode peramala tred pergerakaa harga saham berdasarka metode berjala yag umum diguaka. Stock Oscillator. Mempelajari metode perhituga MACD. Pegumpula Data Harga peutupa saham (LQ45) di BEJ Perhituga Peramala Tred Pergeraka Harga Saham Metode yag diguaka dalam peramala ii adalah: Movig Average (MA) Movig Average Covergece Divergece (MACD) MAMO Peetua Tred Pergeraka Saham Secara Grafis Iterpretasi Hasil Perhituga Sara Da Rekomedasi Peerapa Selesai Gambar 4.1 Flowchart Metodologi Pemecaha Masalah 21

4.1.1 Tred Pergeraka Harga Saham yag Diamati Dalam peelitia ii, data yag diguaka adalah data harga peutupa haria dari saham saham yag termasuk dalam saham LQ45 dalam retag waktu dari bula Oktober 2006 higga Februari 2007. Utuk memudahka perhituga da perbadiga, maka dipilih 10 saham LQ45 yag memiliki ilai trasaksi rata rata terbesar da 10 saham LQ45 yag memiliki ilai ratarata trasaksi terkecil. Adapu 10 saham LQ45 dega rata rata ilai trasaksi terbesar adalah TLKM, PGAS, BMRI, ASII, ISAT, MEDC, BBRI, BUMI, CMNP, PTBA, sedagka 10 saham yag memiliki ilai rata rata trasaksi terkecil adalah RALS, INKP, UNVR, GJTL, SMRA, GGRM, APOL, TKIM, MPPA, ADMG. Periode pegamata di bagi mejadi 2 meurut kodisi trasaksi yag terjadi di bursa, yaitu pada saat trasaksi di bursa sedag meigkat (bullish) da pada saat trasaksi di bursa sedag meuru (bearish). 4.1.2 Aalisa Tred Pergeraka Harga Saham Berdasarka Metode Berjala Metode berjala merupaka metode yag umum diguaka dalam aalisa tekikal saham. Keuggula metode ii adalah kesederhaa dalam proses perhitugaya, sehigga dapat memberika hasil perhituga (rekomedasi) secara lebih cepat. Selai kelebihaya, metode ii pu memiliki kelemaha berupa keterlambata muculya siyal. 22

Peerapa metode berjala pada aalisa tekikal pergeraka harga saham sedikit berbeda dega metode berjala pada forecastig yag umum. Pada aalisa tekikal harga saham, rata rata berjala dari periode saat ii mejadi ilai utuk periode saat ii, sedagka pada forecastig yag umum diguaka ilai rata rata berjala saat ii mejadi ilai forecastig utuk periode berikutya. Metode berjala yag umum diguaka atara lai adalah (Syamsir, 2004): 1. Simple Movig Average (SMA) Metode ii dibetuk dega megguaka rata rata berjala dari periode terakhir dari data yag dimiliki. Pada metode ii tidak ada perbedaa pembobota utuk data data yag diguaka. Y m i= = 1 Y i Dimaa: Ym Yi = ilai rata rata bergerak saat ii = ilai saat ii selama periode = periode berjala 2. Weighted Movig Average (WMA) Metode ii dibetuk dega megguaka rata rata berjala dari periode terakhir dari data yag dimiliki. Pada metode ii data yag terbaru memiliki bobot yag lebih besar. Y m i= 1 = i= 1 i.y i i 23

Dimaa: Ym Yi = ilai rata rata bergerak saat ii = ilai saat ii selama periode = periode berjala 3. Expoetial Movig Average (EMA) Metode ii dibetuk dega megguaka rata rata berjala dari periode terakhir dari data yag dimiliki. Pada metode ii data yag terbaru memiliki bobot yag lebih kecil dari forecastig ilai rata rata sebelumya tergatug dari pajag periode yag diguaka. ( k ( C P) ) P Y m = + k 2 = + 1 Dimaa: Ym C P k = ilai rata rata bergerak saat ii = ilai saat ii = ilai rata rata bergerak sebelumya = kostata peghalus 4.1.3 Aalisa Tred Pergeraka Harga Saham Berdasarka MACD MACD merupaka metode aalisa tekikal yag umum diguaka utuk membatu membaca siyal yag mucul pada metode movig average. MACD diperoleh dega meghitug selisih atara ilai MA yag lebih pedek da MA yag lebih pajag, sedagka jeis MA yag umum diguaka utuk perhituga MACD adalah WMA atau EMA. Pada 24

metode ii terdapat pula trigger lie (TL), TL adalah rata rata berjala dari MACD. MACD = MA 1 MA 2 Dimaa: MACD = Movig Average Covergece Divergece. MA1 MA2 = Movig Average periode pedek. = Movig Average periode pajag. 4.1.4 Aalisa Tred Pergeraka Harga Saham Berdasarka MAMO Movig Average Mometum Oscillator ii termasuk dalam metode grafis stock oscillator, dimaa perhitugaya berdasarka pada rata rata berjala dari persetase perubaha harga peutupa rata rata suatu saham. MAMO ^ P = Dimaa: i= = 1 Pi ( P P 1 ) / P 1 ^ MAMO = Metode alteratif yag ditawarka. ^ P = Percetase perubaha harga rata rata berjala. P P 1 = Harga rata rata berjala peutupa saat ii. = Harga rata rata berjala peutupa sebelumya. 25

4.1.5 Peetua Tred dega Metode Berjala 1. Metode Berjala Dalam peerapaya pada kodisi yata, umumya diguaka movig average dega dua pajag periode pegamata yag berbeda. Perpotoga kedua grafik movig average yag berbeda periode ii dijadika pertada atau siyal perubaha tred. Pajag periode yag diguaka umumya ditetapka secara coba coba (trial ad error) utuk setiap sahamya, tetapi disaraka diguaka atara 5 15 satua waktu walaupu ilai ii bukalah ilai pasti yag tidak dapat diubah. Movig Average 250 200 B Harga 150 100 50 A Pt MA 3 MA 4 0 0 5 10 15 20 Waktu Gambar 4.2 Cotoh Peerapa Movig Average Pada Gambar 4.2. terlihat bahwa jika ilai MA pedek lebih besar dari ilai MA pajag, maka tred pergeraka harga aka meaik. Tred keaikka ii ditadai dega perpotoga kurva pada titik A. Pada tred peurua seperti pada titik B, ilai MA pedek aka lebih kecil dari ilai MA pajag. 2. MACD MACD merupaka metode tekikal yag berjeis Oscillator, sehigga sagat memudahka dalam megiterpretasika siyal yag dihasilka. 26

MACD 10 Harga 5 0 0 5 10 15 20-5 B MACD TL -10 A Waktu Gambar 4.3 Cotoh Peerapa MACD Siyal yag dihasilka oleh metode ii berupa pembalika arah kurva, seperti halya pada metode movig average, maka siyal yag dihasilka harus dikofirmasi oleh trigger lie seperti pada titik A da B. 3. MAMO MAMO merupaka metode tekikal yag berjeis Oscillator seperti halya metode MACD, sehigga sagat memudahka dalam megiterpretasika siyal yag dihasilka. MAMO Harga 40% 30% B 20% 10% 0% -10% 0 5 10 15 20-20% -30% -40% A Waktu MAMO TL Gambar 4.4 Cotoh Peerapa MAMO Siyal yag dihasilka oleh metode ii berupa pembalika arah kurva, maka siyal yag dihasilkaya harus dikofirmasi oleh trigger lie seperti pada titik A da B. 27

4.2 Pegolaha Data da Iterpretasi Hasil Perhituga 4.2.1 Pegolaha Data Dalam perhituga ii metode berjala yag diguaka adalah SMA dega pajag periode 10 da 15. Utuk perhituga MAMO diguaka perse perubaha harga SMA 10 dega pajag periode 5 da pajag periode TL 5, sedagka pajag periode TL utuk MACD adalah 5. Detail perhituga dilampirka pada lampira. 4.2.2 Hasil Perhituga Dalam perbadiga hasil perhituga diguaka 3 idikator yaitu, kecepata pemucula siyal yag diyataka dalam jumlah, rata rata selisih waktu pemucula siyal yag diyataka dalam hari, da selisih keutuga/kerugia yag diyataka dalam %. 1. Bullish Saham Kapitalisasi Besar Tabel 4.1 Hasil Perhituga Saham Kapitalisasi Besar Pada Saat Pasar Bullish 28

Pada kelompok saham ii terdapat 49 siyal yag timbul selama periode pegamata. Dari 49 siyal yag timbul, MAMO meghasilka 39 (79,6%) siyal yag lebih cepat dibadig metode MACD, 9 (18,4%) siyal relatif sama, da metode MACD haya meghasilka 1 (2,0%) siyal yag lebih cepat daripada MAMO. Selisih waktu rata rata pada kelompok saham ii bervariasi atara 0,00 hari higga 1,67 (MAMO lebih cepat dari metode MACD). Rata rata selisih waktuya adalah 0,67 hari. Utuk perhituga selisih keutuga pada kodisi bullish diguaka posisi Log (beli redah jual tiggi). Selisih keutuga per saham pada kelompok saham ii bervariasi atara 0,4% higga 3,4%, sedagka ratarata keseluruha utuk kelompok saham ii adalah 1,1%. Saham Kapitalisasi Kecil Tabel 4.2 Hasil Perhituga Saham Kapitalisasi Kecil Pada Saat Pasar Bullish 29

Pada kelompok saham ii terdapat 39 siyal yag timbul selama periode pegamata. Dari 39 siyal yag timbul, MAMO meghasilka 25 (64,1%) siyal yag lebih cepat dibadig metode MACD, 11 (28,2%) siyal relatif sama, da metode MACD haya meghasilka 3 (7,7%) siyal yag lebih cepat daripada MAMO. Pada kelompok saham ii selisih waktu rata rata bervariasi atara 0,00 hari higga 1,00 hari (MAMO lebih cepat dari metode MACD). Rata rata selisih waktuya adalah 0,44 hari. Selisih keutuga per saham pada kelompok saham ii bervariasi atara 1,7% higga 3,9%, sedagka rata rata keseluruha utuk kelompok saham ii adalah 0,6%. Saham Gabuga Tabel 4.3 Hasil Perhituga Saham Gabuga Pada Saat Pasar Bullish 30

Jika kedua kelompok ii digabugka, maka dihasilka 88 siyal selama periode pegamata, dimaa MAMO meghasilka 64 (72,7%) siyal yag lebih cepat dibadig metode MACD, 20 (22,7%) siyal relatif sama, da haya ada 4 (4,5%) siyal dimaa metode MACD lebih cepat dibadigka MAMO. Rata rata selisih waktuya adalah 0,57 hari. Selisih keutuga per saham pada kelompok saham ii bervariasi atara 1,7% higga 3,9%, sedagka rata rata keseluruha utuk kelompok saham ii adalah 0,9%. 2. Bearish Saham Kapitalisasi Besar Tabel 4.4 Hasil Perhituga Saham Kapitalisasi Besar Pada Saat Pasar Bearish Pada kelompok saham ii terdapat 50 siyal yag timbul selama periode pegamata. Dari 50 siyal yag timbul, MAMO meghasilka 34 (68,0%) siyal yag lebih cepat dibadig metode MACD, 13 (26,0%) siyal relatif 31

sama, da metode MACD haya meghasilka 3 (6,0%) siyal yag lebih cepat daripada MAMO. Pada kelompok saham ii selisih waktu rata rata bervariasi atara 0,17 hari (metode MACD lebih cepat dibadigka MAMO) higga 1,71 (metode MACD lebih lambat dari MAMO). Rata rata selisih waktuya adalah 0,76 hari. Utuk perhituga selisih keutuga pada kodisi bearish diguaka posisi Short (jual tiggi beli redah). Selisih keutuga per saham pada kelompok saham ii bervariasi atara 1,6% higga 3,6%, sedagka ratarata keseluruha utuk kelompok saham ii adalah 0,8%. Saham Kapitalisasi Kecil Tabel 4.5 Hasil Perhituga Saham Kapitalisasi Kecil Pada Saat Pasar Bearish Pada kelompok saham ii terdapat 56 siyal yag timbul selama periode pegamata. Dari 56 siyal yag timbul, MAMO meghasilka 42 (75,0%) siyal yag lebih cepat dibadig metode MACD, 9 (16,1%) siyal relatif 32

sama, da metode MACD haya meghasilka 5 (8,9%) siyal yag lebih cepat daripada MAMO. Pada kelompok saham ii selisih waktu rata rata bervariasi atara 0,14 hari higga 0,83 hari (metode MACD lebih lambat dari MAMO). Rata rata selisih waktuya adalah 0,61 hari. Selisih keutuga per saham pada kelompok saham ii bervariasi atara 0,8% higga 6,3%, sedagka rata rata keseluruha utuk kelompok saham ii adalah 2,2%. Saham Gabuga Tabel 4.6 Hasil Perhituga Saham Gabuga Pada Saat Pasar Bearish 33

Jika kedua kelompok ii digabugka, maka dihasilka 106 siyal selama periode pegamata, dimaa MAMO meghasilka 76 (71,7%) siyal yag lebih cepat dibadig metode MACD, 22 (20,8%) siyal relatif sama, da haya ada 8 (7,5%) siyal dimaa metode MACD lebih cepat dibadigka MAMO, dimaa rata rata selisih waktuya adalah 0,68 hari. Selisih keutuga per saham pada kelompok saham ii bervariasi atara 1,6% higga 6,3%, sedagka rata rata keseluruha utuk kelompok saham ii adalah 1,6%. 4.2.3 Uji Hipotesis Uji ii dilakuka utuk megetahui apakah hasil yag didapatka dari perhituga kedua metode ii bear bear berbeda secara sigifika. (Detail perhituga pada lampira D). 1. Bullish Pada kodisi pasar Bullish, selisih kecepata pemucula siyal berbeda secara sigifika utuk kedua kelompok saham. Utuk selisih P/L, perbedaa sigifika terjadi haya pada kelompok saham kapitalisasi besar, sedagka pada kelompok saham kapitalisasi kecil perbedaa yag terjadi tidak sigifika. 2. Bearish Pada kodisi pasar Bearish, selisih kecepata pemucula siyal berbeda secara sigifika utuk kedua kelompok saham. Utuk selisih P/L, perbedaa sigifika terjadi haya pada kelompok saham kapitalisasi kecil, sedagka pada kelompok saham kapitalisasi besar perbedaa yag terjadi tidak sigifika. 34