I. PENDAHULUAN II. LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

Part III DETERMINAN. Oleh: Yeni Susanti

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Pada bab ini akan diberikan landasan teori tentang optimasi, fungsi, turunan,

II LANDASAN TEORI. ii. Constant returns to scale, yaitu situasi di mana output meningkat sama banyaknya dengan porsi peningkatan input

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. pemrograman nonlinear, fungsi konveks dan konkaf, pengali lagrange, dan

OPTIMASI (Pemrograman Non Linear)

III. KERANGKA TEORITIS

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Bab II. Teori Produksi Pertanian Neo Klasik

PRODUKSI TOTAL, PRODUKSI MARJINAL DAN PRODUK RATA RATA Hints :

III HASIL DAN PEMBAHASAN

Matematika Ekonomi. Oleh: Osa Omar Sharif Institut Manajemen Telkom

II LANDASAN TEORI. Contoh. Ditinjau dari sistem yang didefinisikan oleh:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

EKONOMI MIKRO TEORI PRODUKSI

I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI

Trihastuti Agustinah

Teori Produksi. Abd. Jamal, S.E, M.Si

MA5031 Analisis Real Lanjut Semester I, Tahun 2015/2016. Hendra Gunawan

BAB 2 : DETERMINAN. 2. Tentukan banyaknya permutasi dari himpunan bilangan bulat {1, 2, 3, 4}

Soal kasus 5.1 Jawaban soal kasus 5.1 Soal kasus 5.2 Jawaban soal kasus 5.2 Soal kasus 5.3 Jawaban soal kasus 5.3

BAB 2 LANDASAN TEORI

11. FUNGSI MONOTON (DAN FUNGSI KONVEKS)

ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN Pertemuan 9

KERANGKA TEORI. Konsumsi didefinisikan sebagai penggunaan komoditas-komoditas oleh. rumahtangga. Pola konsumsi merupakan cara mengkombinasikan unsur

SYARAT FRITZ JOHN PADA MASALAH OPTIMASI BERKENDALA KETAKSAMAAN. Caturiyati 1 Himmawati Puji Lestari 2. Abstrak

BAB 2 LANDASAN TEORI

(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, / 66

Penerapan Teorema Mesh dalam Penyederhanaan Arus Bolak Balik serta Penyelesaian Matriks (Minor, Kofaktordan Determinan)

PRINSIP EKONOMI DAN APLIKASINYA DALAM USAHATANI

Bab 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. nelayan dapat dilihat dari berbagai segi, sebagai berikut:

PERILAKU KONSUMEN. A. Pengertian Konsumen dan Perilaku Konsumen

III. KERANGKA PEMIKIRAN. elastisitas, konsep return to scale, konsep efisiensi penggunaan faktor produksi

Pengantar Ekonomi Mikro

Sebuah garis dalam bidang xy bisa disajikan secara aljabar dengan sebuah persamaan berbentuk :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA. Herawati (2008) menyimpulkan bahwa bersama-bersama produksi modal, bahan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

MODUL 2 OPTIMISASI OPTIMISASI EKONOMI EKONOMI. SRI SULASMIYATI, S.Sos, M.AP. Ari Darmawan, Dr., S.AB, M.AB

Lampiran 1 Pembuktian Teorema 2.3

LIMIT KED. Perhatikan fungsi di bawah ini:

Definisi : det(a) Permutasi himpunan integer {1, 2, 3,, n}:

MUH1G3/ MATRIKS DAN RUANG VEKTOR

III. KERANGKA PEMIKIRAN. Kerangka pemikiran teoritis meliputi penjelasan-penjelasan mengenai halhal

Nilai Ekstrim. (Extreme Values)

BAB VI FUNGSI KUADRAT (PARABOLA) a < 0 dan D = 0 a < 0 dan D < 0. a < 0 0 x 0 x

BAB II DETERMINAN DAN INVERS MATRIKS

TEORI PRODUKSI DAN ESTIMASI

III KERANGKA PEMIKIRAN

BAGIAN KEDUA. Fungsi, Limit dan Kekontinuan, Turunan

BAB III TURUNAN DALAM RUANG DIMENSI-n

EKONOMI PRODUKSI PERTANIAN: POLA HUBUNGAN PRODUKSI INPUT-INPUT

MODUL ALJABAR LINEAR 1 Disusun oleh, ASTRI FITRIA NUR ANI

SILABUS MATA KULIAH. Tujuan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Produksi merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa inggris to

ALJABAR LINIER DAN MATRIKS

PAM 252 Metode Numerik Bab 4 Pencocokan Kurva

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Bahan Kuliah7:Ek_Manajerial

BAB III PEREDUKSIAN RUANG INDIVIDU DENGAN ANALISIS KOMPONEN UTAMA. Analisis komponen utama adalah metode statistika multivariat yang

III. KERANGKA PEMIKIRAN

Variabel Banyak Bernilai Real 1 / 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERILAKU PETANI PANGAN

Prosiding Matematika ISSN:

BAB I PENDAHULUAN. Standar hidup suatu bangsa dalam jangka panjang tergantung pada

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Fungsi produksi adalah hubungan di antara faktor-faktor produksi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kestabilan model predator-prey tipe Holling II dengan faktor pemanenan.

Modul 2.2 Matriks dan Sistem Persamaan Linear (Topik 3) A. Pendahuluan Matriks dan Sistem Persamaan Linear

TINJAUAN PUSTAKA. Pada bagian ini akan diberikan konsep dasar graf dan bilangan kromatik lokasi pada

Matematika Teknik DETERMINAN

V. TEORI PERILAKU PRODUSEN

BAB III PEMBAHASAN. Bab III terbagi menjadi tiga sub-bab, yaitu sub-bab A, sub-bab B, dan subbab

MA3231 Analisis Real

CATATAN KULIAH #5&6 Optimasi Tanpa Kendala dengan Lebih dari Satu Variabel

III KERANGKA PEMIKIRAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN

MENENTUKAN NILPOTENT ORDE 4 PADA MATRIKS SINGULAR MENGGUNAKAN TEOREMA CAYLEY HAMILTON TUGAS AKHIR

EKONOMI PRODUKSI PERTANIAN: teori dan aplikasi di Indonesia

Bagian 2 Matriks dan Determinan

Oleh: Osa Omar Sharif Institut Manajemen Telkom

BAB 3.Penerapan Diferensial Fungsi Sederhana dalam Ekonomi

III. KERANGKA PEMIKIRAN

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Dalam beberapa tahun terakhir, model graph secara statistik telah diaplikasikan

BAB III PEMBAHASAN. digunakan untuk membentuk fungsi tujuan dari masalah pemrograman nonlinear

Pengantar Ekonomi Mikro

M AT E M AT I K A E K O N O M I KALKULUS TURUNAN I N S TITUT P ERTA N I A N BOGOR

vii Tinjauan Mata Kuliah

Syarat Fritz John pada Masalah Optimasi Berkendala Ketaksamaan. Caturiyati 1 Himmawati Puji Lestari 2. Abstrak

ELASTISITAS TEAM TEACHING I. ELASTISITAS PERMINTAAN

I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI

Transkripsi:

1 I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang Setiap perusahaan menyadari bahwa total biaya produksi sangat berkaitan dengan outputnya Jika perusahaan meningkatkan kapasitas produksi, maka perusahaan tersebut tentunya membutuhkan input yang lebih banyak dan biaya produksi yang digunakan juga akan semakin tinggi Oleh karena itu, perusahaan dituntut membuat keputusan dan perencanaan yang tepat dalam masalah produksi Dalam ilmu ekonomi, ada dua waktu perencanaan yang biasa diambil perusahaan mengenai masalah produksi, yaitu (1) jangka pendek, yang merupakan jangka waktu ketika hanya ada satu input produksi yang berubah Satu-satunya cara memproduksi output adalah dengan menyesuaikan input produksi variabel terhadap produksinya sampai tingkat output yang diinginkan bisa tercapai () Jangka panjang, yaitu jangka waktu ketika semua input produksi dapat diubah sehingga ada berbagai cara yang efisien secara teknik untuk memproduksi output yang diinginkan Dalam menentukan pilihannya, perusahaan akan berusaha untuk menghindari inefisien secara teknis Akan tetapi efisien secara teknis tidaklah cukup Untuk menjadi efisien secara ekonomis, perusahaan harus menentukan input optimal dan metode produksi yang meminimumkan biaya agar keuntungan maksimum bisa tercapai Salah satu caranya adalah dengan prinsip substitusi Dalam prinsip substitusi, perusahaan akan menggunakan lebih banyak input produksi yang relatif lebih murah dan menggunakan lebih sedikit input produksi yang relatif lebih mahal Dua konsep mendasar mengenai prinsip substitusi adalah konsep return to scale dan konsep elastisitas substitusi Return to scale mengukur respon output saat input produksi berubah sedangkan konsep elastisitas substitusi mengukur seberapa mudah menukarkan suatu input dengan input lainnya dalam proses produksi Dalam ilmu ekonomi, ada beberapa fungsi produksi yang memiliki return to scale yang konstan Tiap tipenya dibedakan menurut elastisitas substitusi, ada yang bernilai tak hingga, nol ataupun satu Pada karya ilmiah ini, kita akan membahas fungsi produksi yang memiliki nilai elastisitas konstan positif atau sering disebut dengan fungsi produksi CROPPES (constant ratio of pairwise partial elasticities of substitution) 1 Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah: 1 mempelajari sifat-sifat dari fungsi produksi croppes mempelajari elastisitas parsial substitusi dalam fungsi produksi croppes 3 menentukan input produksi yang optimal 13 Sistematika Penulisan Pada Bab Pertama dijelaskan latar belakang dan tujuan dari penulisan karya ilmiah ini Bab Dua berisi landasan teori yang menjadi konsep dasar dalam penyusunan pembahasan Pada Bab Tiga diberikan pembahasan tentang fungsi produksi croppes Bab Empat berisi tentang studi kasus Bab Lima merupakan kesimpulan Kemudian Bab Enam berisikan daftar pustaka yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini II LANDASAN TEORI Pada Bab ini akan diberikan teori yang menjadi landasan pengerjaan karya ilmiah ini Berikut ini adalah definisi-definisi mengenai istilah ekonomi yang digunakan Definisi 1 (Faktor Produksi) Faktor produksi adalah variabel-variabel input yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan output Definisi (Input Produksi Tetap) Input produksi tetap adalah input produksi yang jumlah penggunaannya tidak tergantung pada jumlah produksi

Definisi 3 (Input Produksi Variabel) Input produksi variabel adalah input produksi yang tergantung pada tingkat produksinya Semakin besar tingkat produksi, maka akan semakin banyak pula input produksi variabel yang digunakan Definisi 4 (Fungsi Produksi) Fungsi produksi untuk suatu barang tertentu, Y=f(K,L, ) dengan K menyatakan input kapital dan L menyatakan input tenaga kerja sedangkan tanda titik-titik pada fungsi di atas menunjukkan kemungkinan digunakannya input produksi yang lain, memperlihatkan jumlah output maksimum yang dapat diperoleh dengan menggunakan berbagai alternatif kombinasi input produksi Definisi 5 (Produk Marjinal) Misalkan didefinisikan fungsi produksi Y=f(K,L) dengan K menyatakan input kapital dan L menyatakan input tenaga kerja Produk marjinal dari suatu input adalah output tambahan yang dapat diperoleh dengan menambah input yang bersangkutan 1 unit, sedangkan input-input lain dianggap konstan Secara matematis dinotasikan sebagai berikut: produk marjinal kapital Y PMK = = fk produk marjinal tenaga kerja Y PML = = fl Definisi 6 (Diminishing Return / Produktivitas yang semakin menurun) Misalkan didefinisikan fungsi produksi Y=f(K,L), Produktivitas marjinal dari satu unit input tenaga kerja tidak selalu sama besarnya Ketika input tenaga kerja yang digunakan masih sedikit, biasanya produktivitas marjinal yang dihasilkannya sangat tinggi Tetapi semakin banyak input tenaga kerja tersebut digunakan, dan input modal dibiarkan konstan maka produktivitas marjinal tenaga kerja tersebut akan semakin berkurang Secara matematis dinotasikan sebagai berikut: PMK Y = = f 0 KK < K K PML Y = = f 0 LL < (Nicholson, 00) Definisi 7 (Isokuan) Isokuan yaitu sebuah kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi input produksi yang akan menghasilkan output dalam jumlah yang sama (Nicholson, 00) Definisi 8 (Rate of Technical Substitution/ RTS) Misalkan didefinisikan fungsi produksi Y=f(K,L) Rate of technical substitution atau tingkat substitusi teknis yaitu banyaknya pengurangan salah satu input ketika satu unit input lainnya ditambahkan untuk output tetap Secara matematis dinotasikan sebagai berikut dk RTS( L terhadap K ) = dl PML = PMK Bukti: didefinisikan fungsi produksi dengan dua input adalah sebagai berikut Y = f K, L ( ) f f dy = dk + dl K dy = ( PMK) dk + ( PML) dl di sepanjang isokuan dy=0 sehingga PMK dk + PML dl = 0 ( ) ( ) ( L) = ( K) PM dl PM dk dk PML = = RTS LK dl PMK Persamaan di atas menyatakan bahwa di sepanjang isokuan hasil yang diperoleh karena adanya peningkatan input L persis sama dengan pengorbanan output produksi karena dikuranginya input K Definisi 9 (Return to Scale) Return to scale yaitu suatu keadaan ketika output meningkat sebagai respon adanya kenaikan yang proporsional dari seluruh input Jika diketahui fungsi produksi Y=f(K,L) dan semua input dikalikan dengan suatu bilangan konstan positif m, maka return to scale-nya bisa diklasifikasikan menjadi

3 Efek dalam output f(mk,ml)= mf(k,l) f(mk,ml)> mf(k,l) f(mk,ml)< mf(k,l) Return to scale konstan berkurang meningkat (Nicholson, 00) Definisi 10 (Elastisitas) Elastisitas yaitu ukuran persentase perubahan suatu variabel yang disebabkan oleh satu persen perubahan variabel lainnya (Nicholson, 00) Definisi 11 (Elastisitas Harga dari Permintaan) Elastisitas harga dari permintaan mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu barang berubah bila harganya berubah sebesar satu persen Secara matematis dinotasikan sebagai berikut Q % Q ( Q ) P Q E P = = = % P ( P ) Q P P Nilai elastisitas harga dari permintaan adalah: 1 inelastis (E p <1), yaitu bila perubahan permintaan (dalam persentase) lebih kecil dari pada perubahan harga elastis (E p >1), yaitu bila perubahan harga suatu barang menyebabkan perubahan permintaan yang lebih besar 3 elastis unitari (E p =1), yaitu bila kenaikan harga menyebabkan penurunan permintaan dengan proporsi yang sama 4 inelastis sempurna (E p =0), yaitu bila terjadi perubahan harga baik turun maupun naik, orang akan tetap membeli jumlah yang dibutuhkan 5 elastis sempurna (E p = ), yaitu bila terjadi perubahan harga sedikit saja memyebabkan perubahan permintaan dari tak terhingga menjadi nol Definisi 1 (Elastisitas Substitusi/s) Untuk fungsi produksi Y=f(K,L), elastisitas substitusi mengukur perubahan proporsional yang terjadi dalam ratio K/L relatif terhadap perubahan proporsional yang terjadi dalam RTS di sepanjang sebuah isoquan Secara matematis dinotasikan sebagai berikut ( d( K ))( RTS L ) σ = ( drts )( K L) Nilai s berada pada interval 0 dan Semakin besar s, maka semakin besar pula kemampuan substitusi kedua input Kasus khusus di mana s=0 terjadi bila kedua input harus digunakan dengan proporsi yang tetap sebagai pelengkap dari masing-masing input Kasus khusus lainnya dengan s= adalah bila kedua input merupakan substitusi sempurna Definisi 13 (Barang Komplemen) Komplemen yaitu sifat dua barang yang jika harga satu barang meningkat, maka kuantitas barang lain yang diminta akan turun (Nicholson, 00) Definisi 14 (Keuntungan) Keuntungan adalah nilai penerimaan total dikurangi biaya total yang dikeluarkan perusahaan Keuntungan nol disebut juga keuntungan normal yaitu tingkat keuntungan yang memberikan tingkat pengembalian yang sama (penerimaan total sama dengan biaya total), sedangkan keuntungan ekonomis adalah tingkat keuntungan yang memberikan tingkat pengembalian yang positif (penerimaan total lebih besar daripada biaya total) Definisi 15 (Pasar Persaingan Sempurna) Dalam pasar persaingan sempurna, jumlah perusahaan sangat banyak dan kemampuan setiap perusahaan dianggap sedemikian kecilnya sehingga tidak mampu mempengaruhi pasar Berikut ini adalah beberapa karakteristik agar sebuah pasar dapat dikatakan persaingan sempurna: 1 semua perusahaan memproduksi barang yang homogen produsen dan konsumen memiliki informasi yang sempurna 3 output sebuah perusahaan relatif kecil bila dibandingkan dengan output pasar 4 perusahaan menerima harga yang ditentukan oleh pasar 5 semua perusahaan bebas untuk keluar masuk pasar Definisi 16 (Monomial) Monomial adalah variabel bebas maupun perkalian dari variabel bebas yang mempunyai pangkat berupa intejer positif

4 Contoh: 3 x, x y atau x y z (wwwwikipediacom) Definisi 17 (Fungsi Polinomial Homogen) Fungsi polinomial homogen adalah fungsi polinom yang terbentuk dari penjumlahan monomial, dengan derajat total dari masingmasing monomial tersebut adalah sama Contoh: 1 fungsi monomial berderajat 10 5 3 f( x, y, z) = x y z fungsi polinomial homogen berderajat 5 5 3 3 f( x, y, z) = x + x y + 9y z 3 bukan fungsi polinomial homogen 4 3 3 f ( xyz,, ) = x + x y + 9yz (wwwwikipediacom) Definisi 18 (Fungsi Homogen Berderajat k) Misalkan f adalah fungsi polinomial homogen dari n variabel yang terdefinisi dalam domain D Bila (x 1,x,,x n )œd dan t > 0, maka (tx 1,tx,,tx n ) juga terletak dalam D Fungsi f dikatakan homogen berderajat k pada D jika f(tx 1,tx,,tx n )= t k f(x 1,x,,x n ) untuk t > 0 dengan k R (Saeter & Hammond, 006) Definisi 19 (Kofaktor) Misalkan A adalah matriks berukuran nxn, elemen-elemen dari matriks A dilambangkan a ij dengan i, j=1,,,n Misalkan pula M ij adalah submatriks A berukuran (n-1)x(n-1) yang diperoleh dengan menghapus baris ke-i dan kolom ke-j dari matriks A Determinan dari M ij disebut minor dari a ij Kofaktor dari a ij dalam matriks A dinotasikan dengan A ij didefinisikan sebagai perkalian dari (-1) i+j dengan M ij (Zhang, 005) Definisi 0 (Fungsi Produksi Neoklasik) Fungsi produksi Y=f(K,L), dengan K menyatakan input kapital dan L menyatakan input tenaga kerja disebut neoklasik jika memenuhi kondisi berikut: 1 f(k,l) adalah fungsi taknegatif jika K dan L taknegatif f(0,0)=0 3 f K dan f L adalah fungsi taknegatif 4 ada turunan parsial kedua dari fungsi f terhadap K dan L 5 fungsi tersebut homogen berderajat satu 6 f(λk,λl)=λf(k,l) untuk semua λ yang taknegatif 7 fungsi produksi tersebut adalah fungsi strictly quasiconcave (Zhang, 005) Beberapa definisi tentang kekonveksan dan kekonkafan fungsi yang terdiferensiabel Definisi 1 (Kedefinitan dari Fungsi yang Terdiferensiabel) Misalkan fungsi Y=f(x 1,x,,x n ) adalah fungsi kontinu dan terdiferensiabel dua kali pada suatu domain D Turunan orde kedua dari fungsi f dilambangkan dengan dy= H=Δ n yang didefinisikan sebagai berikut: f11 f1 f1n f1 f fn dy= H=Δ n = fn1 fn fnn Dengan: f f 11, f f 1,, f = = nn = f, x1x1 xx 1 xnxn Δ 1 = f 11, f11 f1 Δ =, f1 f f11 f1 f1n f1 f fn Δn = H = f f f n1 n nn dy= H=Δ n dikenal dengan istilah Hessian determinant H merupakan matriks simetrik berukuran nxn, misalkan Δ k adalah minor utama ke-k dari matriks H untuk 1 k n maka 1 H adalah definit positif jika dan hanya jika Δ k > 0 untuk k=1,,n H adalah definit negatif jika dan hanya jika ( 1) k Δ k > 0 untuk k=1,,n 3 jika Δ1> 0, Δ> 0,, Δ n 1> 0 dan Δ n = 0 maka H adalah semidefinit positif 4 jika ( 1) k Δ k > 0 untuk k=1,,n-1 dan n = 0 Δ maka H adalah semidefinit negatif (Peressini, 1988)

5 Definisi 1 (Fungsi Konveks dan Konkaf) Misalkan fungsi Y=f(x 1,x,,x n ) adalah fungsi kontinu dan terdiferensiabel dua kali pada suatu domain D Turunan orde kedua dari fungsi f dilambangkan dengan dy= H=Δ n, maka: 1 fungsi Y disebut fungsi konkaf jika dan hanya jika dy= H=Δ n adalah semidefinit negatif fungsi Y disebut fungsi strictly konkaf jika dy= H=Δ n adalah definit negatif 3 fungsi Y disebut fungsi konveks jika dan hanya jika dy= H=Δ n adalah semidefinit positif 4 fungsi Y disebut fungsi strictly konveks jika dy= H=Δ n adalah definit positif (Chiang & Wainwright, 005) Definisi (Fungsi strictly quasiconcave) Misalkan Y=f(x 1,x,,x n ) adalah fungsi kontinu dan terdiferensiabel dua kali pada suatu domain D Domain D hanya terdefinisi untuk nilai x 1,x,x 3,x n >0 Kuasi kekonkafan dapat dicek dengan menggunakan prinsip minor utama yang disusun dalam bordered determinant sebagai berikut: 0 f1 fn f1 f11 f1n Fn = F = fn fn1 fnn Dengan: f f 1,, f f n,, f f = = 11 =,, f f x nn =, 1 xn x1x1 xnxn 0 f1 F1 =, f f 1 11 0 f1 f F = f1 f11 f1, f f f Fn 1 0 f1 fn f1 f11 f1n fn fn1 fnn = F = Fungsi Y=f(x 1,x,,x n ) disebut fungsi strictly quasiconcave jika: F1 < 0, F > 0, Fn = F < 0, jika n ganjil F1 < 0, F > 0, Fn = F > 0, jika n genap (Chiang & Wainwright, 005) Definisi 3 (Metode Pengali Lagrange) Misalkan didefinisikan sebuah masalah Maksimumkan (minimumkan) f(x,y) Terhadap kendala g(x,y)=c Langkah-langkah untuk menemukan solusi yang optimal bagi masalah di atas adalah sebagai berikut: 1 tuliskan fungsi Lagrange-nya ( x, y) = f ( x, y) λ ( g( x, y) c) dengan λ adalah pengali Lagrange-nya turunkan terhadap x, y dan λ, lalu turunan parsial yang didapatkan bernilai sama dengan nol 3 langkah (), menghasilkan tiga persamaan sebagai berikut x( xy, ) = fx( xy, ) λgx( xy, ) = 0 y( xy, ) = fy( xy, ) λgy( xy, ) = 0 λ = ( gxy (, ) c) = 0 4 selesaikan tiga persamaan ini untuk mencari nilai x, y dan λ Langkah (3) sering disebut kondisi orde pertama untuk masalah (1) (Saeter & Hammond, 006) Teorema 1 (Teorema Euler) Misalkan f adalah fungsi yang terturunkan dari n variabel dalam domain terbuka D, didefinisikan X=(x 1,x,,x n ) dan t > 0 sehingga tx œ D Fungsi f adalah fungsi homogen berderajat k dalam D jika dan hanya jika persamaan berikut berlaku untuk semua x dalam D n x f X = kf X i i i= 1 ( ) ( ) Dengan: f(x)=f(x 1,x,,x n ) f ( X ) fi ( X) = i =1,,n xi (Saeter & Hammond, 006) Bukti: Lihat Lampiran 1 Teorema (Teorema Young) Andaikan f(x 1,x,,x n ) adalah fungsi kontinu dan terdiferensiabel pada suatu daerah D n sehingga f : Df R, D f R Misalkan f 1 dan f 1 yang kontinu di D adalah turunan parsial orde dua dari fungsi f terhadap x 1 dan x, maka kedua turunan parsial itu adalah sama Secara umum dapat dinotasikan sebagai berikut

6 f f = x i x j x j x i i, j=1,,n (Saeter & Hammond, 006) III PEMBAHASAN 31 Fungsi produksi Hubungan antara input dan output dapat ditransformasikan oleh sebuah fungsi produksi Secara matematis, fungsi produksi dapat dituliskan sebagai berikut: Y = f ( K, L, M, ) dengan: Y = output yang dihasilkan selama 1 periode waktu K = input kapital L = input tenaga kerja M = input material Tanda titik-titik pada fungsi di atas menunjukkan kemungkinan digunakannya input produksi yang lain Untuk menunjukkan berbagai kombinasi input yang digunakan dalam memproduksi tingkat output tertentu, kita menggunakan konsep isokuan Isokuan adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi input produksi secara efisien yang menghasilkan tingkat produksi yang sama Misalkan dalam berproduksi perusahaan hanya menggunakan dua input produksi saja, yaitu input modal dan input tenaga kerja maka fungsi produksi menjadi Y=f(K,L) dengan K menyatakan input modal dan L menyatakan input tenaga kerja Isokuan untuk fungsi produksi seperti ini dapat digambarkan sebagai berikut Slope kurva ini menunjukkan suatu tingkat ketika sebuah input dapat dipertukarkan dengan input lainnya dengan output dianggap konstan Slope yang negatif ini disebut sebagai tingkat marjinal substitusi teknik Jika kuantitas tenaga kerja yang digunakan perusahaan meningkat, perusahaan seharusnya dapat mengurangi input modal dan masih tetap menghasilkan output konstan Jika tenaga kerja sebelumnya diasumsikan memiliki produktivitas marjinal positif, perusahaan seharusnya dapat menggunakan input modal yang lebih sedikit saat lebih banyak tenaga kerja yang digunakan Untuk tingkat output yang tetap, jika kenaikan jumlah tenaga kerja pada akhirnya mengharuskan perusahaan untuk menggunakan lebih banyak modal, hal ini menandakan bahwa produktivitas marjinal tenaga kerja adalah negatif Semua isokuan memiliki slope negatif yang menunjukkan bahwa terdapat pertukaran antara input modal dan input tenaga kerja Hal lain yang penting dari fungsi produksi adalah seberapa mudah suatu input dapat digantikan oleh input lainnya Kita telah mengasumsikan bahwa tingkat output tertentu dapat diproduksi dengan berbagai variasi input yang berbeda Perusahaan dapat melakukan substitusi tenaga kerja terhadap modal dengan mempertahankan output tetap konstan Secara umum, kasus substitusi input diukur dengan konsep elastisitas substitusi Elastisitas substitusi dilambangkan dengan s dan nilainya biasanya berbeda di sepanjang isoquan untuk return to scale yang berbeda Jika return to scale diasumsikan konstan, maka nilai elastisitas substitusinya akan sama di sepanjang semua isokuan 3 Fungsi produksi CES Gambar 1 Isokuan Fungsi produksi yang mempunyai elastisitas substitusi konstan positif sering disebut dengan fungsi produksi CES (constant elasticities of substitution) Fungsi produksi yang termasuk ke dalam constant elasticities of substitution mempunyai dua karakteristik utama, yaitu: