Lampiran 3 FLOWCHART DAN BAGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TOPIK LINGKARAN

dokumen-dokumen yang mirip
Geometri Analitik Bidang (Lingkaran)

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

GRAFITASI. F = G m m 1 2. F = Gaya grafitasi, satuan : NEWTON. G = Konstanta grafitasi, besarnya : G = 6,67 x 10-11

Solusi Pengayaan Matematika Edisi 9 Maret Pekan Ke-1, 2008 Nomor Soal: 81-90

Bab. Garis Singgung Lingkaran. A. Pengertian Garis Singgung Lingkaran B. Garis Singgung Dua Lingkaran C. Lingkaran Luar dan Lingkaran Dalam Segitiga

Solusi Pengayaan Matematika Edisi 9 Maret Pekan Ke-1, 2009 Nomor Soal: 81-90

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

Teori Dasar Medan Gravitasi

TRANSFER MOMENTUM ALIRAN DALAM ANULUS

TRIGONOMETRI. Untuk SMA dan Sederajat. Penerbit. Husein Tampomas

trigonometri 4.1 Perbandingan Trigonometri

Vol. 3, No. 1, Juni 2007: INVERSI DAN TITIK-TITIK HARMONIS

FISIKA. Kelas X HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI K-13. A. Hukum Gravitasi Newton

GEOMETRI BAB II BANGUN RUANG SISI LENGKUNG

Gerak Melingkar. B a b 4. A. Kecepatan Linear dan Kecepatan Anguler B. Percepatan Sentripetal C. Gerak Melingkar Beraturan

Kata. Kunci. E ureka. A Gerak Melingkar Beraturan

Gambar 4.3. Gambar 44

II. KINEMATIKA PARTIKEL

PENURUNAN FORMULA LUAS PERMUKAAN BOLA; DARI BERPIKIR TINGKAT RENDAH HINGGA BERPIKIR TINGKAT TINGGI Oleh: Purwoko*

BAB II MEDAN LISTRIK DI SEKITAR KONDUKTOR SILINDER

BAB II KAJIAN TEORI. fakta-fakta yang sebelumnya telah dimiliki. Menurut Slameto(1998:2),

Perbandingan dan Fungsi Trigonometri

BAB III EKSPEKTASI BANYAKNYA PENGGANTIAN KOMPONEN LISTRIK MOTOR BERDASARKAN FREE REPLACEMENT WARRANTY DUA DIMENSI

1 Sistem Koordinat Polar

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 17. POTENSIAL LISTRIK

LISTRIK STATIS. F k q q 1. k 9.10 Nm C 4. 0 = permitivitas udara atau ruang hampa. Handout Listrik Statis

IDENTITAS TRIGONOMETRI. Tujuan Pembelajaran

Soal-soal Responsi Semester Pendek Mekanika Gaya Sentral 2008

Komponen Struktur Tekan

UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON

Gerak melingkar beraturan

Bab 2 Gravitasi Planet dalam Sistem Tata Surya

Gerak Melingkar. Edisi Kedua. Untuk SMA kelas XI. (Telah disesuaikan dengan KTSP)

BAB 11 GRAVITASI. FISIKA 1/ Asnal Effendi, M.T. 11.1

Fisika I. Gerak Dalam 2D/3D. Koefisien x, y dan z merupakan lokasi parikel dalam koordinat. Posisi partikel dalam koordinat kartesian diungkapkan sbb:

Hand Out Fisika II MEDAN LISTRIK. Medan listrik akibat muatan titik Medan listrik akibat muatan kontinu Sistem Dipol Listrik

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PENERIMA BEASISWA MAHASISWA KURANG MAMPU PADA STMIK BUDIDARMA MEDAN MENERAPKAN METODE PROFILE MATCHING

6. Soal Ujian Nasional Fisika 2015/2016 UJIAN NASIONAL

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. banyaknya komponen listrik motor yang akan diganti berdasarkan Renewing Free

Ini merupakan tekanan suara p(p) pada sembarang titik P dalam wilayah V seperti yang. (periode kedua integran itu).

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif,

BANGUN RUANG SISI LENGKUNG

III. METODE PENELITIAN

GEOMETRI DAN PENGUKURAN. Oleh: Al. Krismanto, M.Sc

Chap 6 Model-Gas Real dan Ekspansi Virial. 1. Ekspansi Virial 2. Gugus Mayer

Fisika Dasar I (FI-321)

ENERGI SIMETRI DAN ANTI-SIMETRI PADA ION MOLEKUL HIDROGEN H

Program Perkuliahan Dasar Umum Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Integral Garis

Universitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh

BAB III METODE PENELITIAN

Fisika Dasar I (FI-321)

STUDI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK GOVERNOR JENIS PROELL DAN HARTNELL HASIL DESAIN YANG DIGUNAKAN SEBAGAI MODUL PRAKTIKUM FENOMENA

BAB PENERAPAN HUKUM-HUKUM NEWTON

LISTRIK MAGNET. potensil listrik dan energi potensial listrik

MEDAN LISTRIK STATIS

Rosari Saleh dan Sutarto

B. Konsep dan Variabel Penelitian BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian. Pendekatan penelitian yang digunakan penulis adalah

SUMBER MEDAN MAGNET. Oleh : Sabar Nurohman,M.Pd. Ke Menu Utama

LISTRIK STATIS. F k q q 1. Gambar. Saling tarik menarik. Saling tolak-menolak. Listrik Statis * MUATAN LISTRIK.

Bab. Bangun Ruang Sisi Lengkung. A. Tabung B. Kerucut C. Bola

Pengaturan Footprint Antena Ground Penetrating Radar Dengan Menggunakan Susunan Antena Modified Dipole

BAB II METODE PENELITIAN. penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan

PENGUKURAN. Disampaikan pada Diklat Instruktur/Pengembang Matematika SD Jenjang Lanjut Tanggal 6 s.d. 19 Agustus 2004 di PPPG Matematika

TES UNIT II MEKANIKA SABTU, 08 DESEMBER 2007 JAM

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

Program Perkuliahan Dasar Umum Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Fungsi Vektor

UNIVERSITAS GADJAH MADA PROGRAM STUDI FISIKA FMIPA. Bahan Ajar 1: Kelistrikan (Minggu ke 1 dan 2)

Mata Pelajaran : FISIKA Satuan Pendidikan : SMA. Jumlah Soal : 40 Bentuk Soal : Pilihan Ganda

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Bab ini membahas mengenai uraian dan analisis data-data yang

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN. hasil. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2002:136) metode penelitian

FIsika KTSP & K-13 HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI. K e l a s A. HUKUM GRAVITASI NEWTON

1 ANGKET PERSEPSI SISWA TERH

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Untuk mempermudah memahami materi ini, perhatikan peta konsep berikut ini. Listrik Statis. membahas. Muatan Listrik. ditinjau menurut.

PERSAMAAN GARIS SINGGUNG SEKUTU DUA LINGKARAN

III. METODE PENELITIAN

FISIKA. Sesi LISTRIK STATIK A. GAYA COULOMB

BAB 7 Difraksi dan Hamburan

HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI DAN GERAK PLANET

Persamaan Garis Singgung Sekutu 2 Buah Lingkaran

Hand Out Fisika 6 (lihat di Kuat Medan Listrik atau Intensitas Listrik (Electric Intensity).

FISIKA DASAR II. Kode MK : FI SKS : 3 Program Studi : Fisika Instrumentasi (S-1) Kelas : Reguler MATERI 1

PERSAMAAN GARIS SINGGUNG SEKUTU DUA LINGKARAN

HUKUM COULOMB Muatan Listrik Gaya Coulomb untuk 2 Muatan Gaya Coulomb untuk > 2 Muatan Medan Listrik untuk Muatan Titik

ATURAN-ATURAN DASAR GAMBAR TEKNIK

Gerak Melingkar. K ata Kunci. Tujuan Pembelajaran

MODUL FISIKA SMA IPA Kelas 11

Sudaryatno Sudirham ing Utari. Mengenal. 4-2 Sudaryatno S & Ning Utari, Mengenal Sifat-Sifat Material (1)

- - BANGUN RUANG SISI LENGKUNG

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Asosiatif dengan

III. METODE PENELITIAN. menggunakan kuesioner sebagai teknik pokok. Penelitian yang bersifat

Fisika Dasar II Listrik - Magnet

BAB IV ANALISIS HUBUNGAN UMPAN BALIK DENGAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA SMP NEGERI 9 BATANG

Sejarah. Charles Augustin de Coulomb ( )

2. Menghitung luas bangun datar. Persegi Panjang : L = AB x BC K = 2( p + l) = p x l A B. p = panjang l = lebar D C

uranus mars venus bumi yupiter saturnus

Transkripsi:

184 Lampian 3 FLOWCHART DAN BAGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TOPIK LINGKARAN

185

186

187

188

189

190 Lampian 4 PEMBELAJARAN TOPIK LINGKARAN DENGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF

191 Pengetian Lingkaan Kegiatan 1A Aga dapat menyebutkan pengetian lingkaan, siswa dapat melakukan kegiatan dalam LAS 1. dalam kegiatan 1A. Uutan langkah-langkahnya adalah sebagai beikut. 1 2 3 Langkah 1. Siswa membuka media 1. Langkah 2. Siswa mengklik titik kemudian mendag dengan memuta penuh. Langkah 3. Dai langkah-langkah sebelumnya, dipeoleh model lingkaan. Dai kegiatan di atas, dapat dikatakan lingkaan tebentuk dai titik-titik yang membentuk kuva penuh dan jaaknya selalu sama tehadap kedudukan tetentu.

192 Kegiatan 1B 1 2 Langkah 1. Siswa membuka media 2, kemudian membuat sebuah titik dengan jaak tetentu dai titik P. Langkah 2. Siswa membuat titik-titik sebanyak mungkin yang bejaak sama atau hampi sama dai titik yang dibuat pada langkah satu, memuta dan mengelilingi titik P hingga membentuk lingkaan. Dai kegiatan di atas, dapat dikatakan bahwa lingkaan meupakan kumpulan titik-titik yang bejaak sama dai titik tetentu. Kegiatan 2 Pada kegiatan 2, siswa membuka pogam C.a.R, dan membuat lingkaan. Kemudian siswa membuat sebuah titik pada lingkaan tesebut. Dengan mengaktifkan tombol, titik tesebut akan begeak mengelilingi lingkaan dengan koodinat titik yang bebedabeda, namun jai-jainya tetap. Dai kegiatan di atas, dapat ditunjukkan bahwa lingkaan meupakan tempat kedudukan titik-titik yang bejaak sama tehadap titik tetentu.

193 Pesamaan Lingkaan dengan Pusat (0,0) Kegiatan 1 1 2 3 Langkah 1. Siswa membuka pogam GeoGeba, kemudian membuat lingkaan dengan pusat (0,0) dan jai-jai yang diinginkan. Langkah 2. Dai langkah 1, dipeoleh gamba lingkaan yang bepusat di (0,0) dan pesamaan lingkaan yang tedapat pada algeba window. Langkah 3. Dengan caa yang sama, siswa melakukan langkah 1 dan 2 untuk jaijai lingkaan yang bebeda, sehingga dipeoleh bebeapa pesamaan lingkaan dengan titik pusat (0,0).

194 Contoh: Ttitik pusat lingkaan: (0,0) No. Nilai jai-jai lingkaan Pesamaan lingkaan 1 1 2 2 3 2 = 2 x y 4 = 4 x y 16 = 5 x y 25 Dai tabel, pesamaan lingkaan dengan titik pusat (0,0) dan bejai-jai adalah 2 x y. Dai kegiatan diatas, siswa dapat menentukan umus pesamaan lingkaan yang bepusat di (0,0) dengan menggenealisasikan dai contoh-contoh. Kegiatan 2 Pada kegiatan 2, siswa membuka media 3, kemudian siswa menentukan sebuah titik pada lingkaan sehingga tebentuk segitiga siku-siku OP P. Untuk menentukan pesamaan lingkaan yang bepusat di (0,0) dan bejai-jai, siswa meneapkan dalil Phytagoas pada bangun OP P sehingga dipeoleh: OP OP ' P ' P 2 x y 2 Dai kegiatan di atas, pesamaan lingkaan yang bepusat di (0,0) dan bejai-jai adalah 2 x y.

195 Pesamaan Lingkaan dengan Pusat (a,b) Kegiatan 1 1 2 Langkah 1. Siswa membuka pogam GeoGeba, kemudian membuat lingkaan yang bepusat di titik selain (0,0) dengan jai-jai yang diinginkan. Langkah 2. Dengan caa yang sama, siswa melakukan langkah 1 untuk titik pusat dan jai-jai lingkaan yang bebeda, sehingga dipeoleh bebeapa pesamaan lingkaan. Contoh: No. Pusat lingkaan Jai-jai lingkaan Pesamaan lingkaan 1 (2,2) 1 = 3 ( x 2) ( y 2) 9 2 (-4,0) 2 = 2 ( x 4) y 4 3 (6,8) 2 = 4 ( x 6) ( y 8) 16 Dai tabel, pesamaan lingkaan dengan titik pusat (a,b) dan bejai-jai adalah ( x a) ( y b) 2.

196 Kegiatan 2 1 2 Langkah 1. Siswa membuka media 4. Pada media 4, tekedapat lingkaan dengan titik pusat M(0,0) dan bejai-jai 5. Siswa mendag titik M pada titik pusat yang ditentukan sehingga dipeoleh pesamaan lingkaan yang bepusat di titik tesebut. Langkah 2. Dengan caa yang sama, siswa melakukan langkah 1 untuk titik pusat yang bebeda, sehingga dipeoleh pesamaan lingkaan yang bepusat di titik tesebut. Contoh: No. Pusat Jai-jai Pesamaan lingkaan lingkaan lingkaan 1 (4,2) 1 = 5 ( x 4) ( y 2) 25 2 (3,-2) 2 = 5 ( x 3) ( y 2) 25 Dai tabel, pesamaan lingkaan dengan titik pusat (a,b) dan bejai-jai adalah ( x a) ( y b) 2. Dai kegiatan diatas, siswa dapat menentukan umus pesamaan lingkaan yang bepusat di (a,b) dengan menggenealisasikan dai contoh-contoh