BAB II LANDASAN TEORI Sejak kemunculan model bisnis e-commerce, maka para praktisi bisnis mengubah model bisnis lama menjadi model bisnis baru yang lebih sesuai. Bisnis model sendiripun menjadi sangat penting bagi sebuah perusahaan dikarenakan sebuah model bisnis dapat dijadikan sebagai sebuah gambaran awal dalam menjalankan bisnis. Model bisnis kanvas yang dikembangkan oleh Osterwalder dan Pigeur (2010) sendiri mempunyai 9 elemen yang dapat mewakili dasar sebuah bisnis dan diharapkan dari 9 elemen model bisnis ini para karyawan dapat terlibat aktif dalam pengembangan bisnis organisasinya. 2.1 Customer Segments Berdasarkan teori dari Osterwalder & Pigneur (2010, p20-21) terdapat dua segmen pasar yang berdasarkan pada desain Nine Building Blocks dan value proposition harus ditawarkan berbeda untuk masing-masing segmen yaitu segmen kelas menengah atas dan segmen kelas menengah bawah. Perbedaan tipe dari segmen konsumen meliputi: 15
16 1. Mass Market Hubungan yang erat dengan konsumen, dimana konsumen tersebut berfokus dalam satu group besar sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang sama. Menguasai pasar dengan jumlah produksi yang banyak. Contoh mass market yaitu Iphone 4S hanya diproduksi dengan warna hitam dan putih. 2. Niche Market Segmen konsumen berdasarkan dari spesialisasi khusus apa yang konsumen perlukan dan mengetahui karakteristiknya. 3. Segmented Beberapa model bisnis membedakan antara segmen pasar dengan perbedaan kebutuhan dan permasalahan. 4. Diversify Sebuah bisnis melayani segmen pelanggan secara ganda dengan kebutuhan yang berbeda dan karakteristik. Contoh diversify adalah seperti perusahaan Amazon.com membagi bisnisnya menjadi bisnis retail yang menjual barang serta menjual cloud computing yaitu media penyimpanan data seperti lagu, video, dll. 5. Multi-Sided Platform / Market Beberapa perusahaan menyediakan dua atau lebih saling bergantung antar segmen konsumen. Contoh multi-sided platform/market adalah perusahaan kartu kredit memerlukan konsumen dalam jumlah banyak
17 pengguna kartu kredit, maka diperlukan juga rekanan bisnis seperti tokotoko yang luas untuk penggunaan menunjang kartu kredit tersebut. Menurut Kotler & Keller (2012, p428) perbedaan kelompok konsumen membeli dengan harga yang berbeda untuk produk atau servis yang sama. Melalui semua pengertian diatas, maka dalam perjalanan sebuah bisnis, customer segment merupakan bagian dari Nine Building Blocks, hal ini dikarenakan sebuah organisasi sebelum menjalankan bisnisnya maka harus menetapkan siapa yang harus dilayani. Konsumen yang dituju dalam bisnis Sushi Dessert adalah semua masyarakat seperti para pekerja kantoran, mahasiswa, keluarga, dan orang-orang yang mengutamakan hidup sehat. Melalui bisnis ini konsumen diharapkan mendapatkan kepuasan pemenuhan kebutuhan hidup atas makanan yang sehat dan dapat dijadikan sebagai tempat bersantai bagi banyak kalangan. Berikut pembagian segmen konsumen berdasarkan letak geografis, demografis dan psikografis khususnya di wilayah Jakarta, Indonesia. a. Geografis Dilihat dari segmentasi geografis, maka segmen konsumen dibagi kedalam bagian geografis yang meliputi warga negara, kota, dan lingkungan sekitarnya yang berpengaruh terhadap geografis.
18 Sumber: Badan Pusat Statistik 2011 http://bps.go.id, diakses 4 Desember 2012 Gambar 2.1 Persentase Jumlah Penduduk Jakarta 2011 Tabel 2.1 Tabel Jumlah Penduduk Provinsi DKI Jakarta, November 2011 Sumber: Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Administrasi, http://www.kependudukancapil.go.id, diakses 18 Desember 2012.
38 39 41 31 23 20 19 1 17 7 19 Jumlah Perumahan dan Apartement di Jakarta 50 40 30 20 10 0 Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Selatan Apartemen Perumahan mber: www.e-realestat.com, diakses 18 Desember 2012 Gambar 2.2 Jumlah Perumahan dan Apartement di Jakarta Su Tabel 2.2 Tabel Kunjungan Konsumen Ke Mall Dalam 1 Bulan http://dzumar.wordpress.com, diakses 18 Desember 2012 b. Demografis Segmen demografis merupakan pembagian segmen konsumen berdasarkan usai, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, ras dan lain-lain.
20 Tabel 2.3 Tabel Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia http://kependudukancapil.go.id, diakses 18 Desember 2012 c. Psikografis Merupakan segmentasi pasar yang didasarkan pada kelas sosial, gaya hidup dan karakterisitik kepribadian konsumen. Dimana pada segmen ini, perubahan perilaku konsumen berpengaruh terhadap penjualan suatu produk karena pada segmen psikografis ini, daya konsumsi konsumen bukan didasarkan kepada kebutuhan tetapi keinginan.
21 2.2. Value Propositions Value proposition yaitu menciptakan nilai kepada segmen konsumen yang berbeda dengan menggabungkan elemen yang diperlukan oleh setiap segmen. Nilai dapat berupa kuantitatif (contoh: harga, kecepatan servis) atau kualitatif (contoh: desain, pengalaman konsumen) (Osterwalder & Pigneur, 2010, p23). Menurut Kotler & Keller (2012) value proposition merupakan keuntungan yang bertujuan untuk mencapai kepuasan konsumen sesuai dengan kebutuhan yang inginkan konsumen. Value proposition dilihat melalui apa yang ditawarkan, dimana yang dapat berupa kombinasi produk, servis, informasi, dan pengalaman. Melalui value proposition dapat mengetahui bagaimana target bisnis ke depan. Berdasarkan teori dari Finkelstein, Harvey, dan Lawton (2007, p.183) terdapat enam pilar dari value proposition yaitu apa yang menjadi pilihan konsumen saat konsumen membandingkan untuk memilih produk atau servis yang ada. Keenam pilar dari value proposition adalah harga, fitur, kualitas, dukungan, ketersediaan, dan reputasi. Keseluruhan dari pilar tersebut merupakan tolak ukur untuk bisnis kedepannya sebagai visi. Jadi pada dasarnya, value proposition merupakan hal yang ditawarkan oleh organisasi kepada segmen pasar berupa sebuah manfaat yang tentu saja akan menentukan segmen pelanggannya. Oleh karena itu, penggunaan value proposition terhadap bisnis kami akan berdampak kepada siapa saja yang
22 akan menjadi pelanggan kami dan bagaimana keunikkan yang akan ditawarkan dari produk dan kualitas bisnis kami. Sushi Dessert memiliki keunikan atau kelebihan dibandingkan dengan jenis makanan yang kebanyakan ditawarkan oleh restoran Jepang yaitu sushi yang menjadi hidangan penutup. Biasanya sushi dijadikan sebagai makanan utama bagi kebanyakan orang Jepang, namun dengan kelebihan yang dimiliki dari Sushi Dessert ini menjadi salah satu keunikan dari bisnis ini. Mengutamakan produk yang disajikan serta dengan servis yang diberikan yang bertujuan kepuasan konsumen menjadikan nilai tambah bagi bisnis kami, sehingga konsumen mendapatkan pengalaman yang berkesan dari produk yang disajikan. Trend makanan sushi menjadi salah satu makanan yang saat ini banyak diminati oleh konsumen saat ini. Terdiri dari buah-buahan yang segar serta topping yang berupa choco chips, oreo, dan topping jenis lainnya menjadikan produk yang disajikan memiliki nilai lebih sebagai hidup sehat dengan mengkonsumsi Sushi Dessert. Penambahan garnish menjadi salah satu kelebihan dari Sushi Dessert tersebut, yaitu dengan menggunakan buah-buahan yang juga dapat dikonsumsi secara langsung oleh konsumen. Penggunaan bahan yang berkualitas serta kepuasan konsumen harus selalu tetap dijaga untuk keberlangsungan bisnis kedepannya.
23 2.3. Channels Perusahaan dapat memilih cara yang terbaik untuk mendapatkan konsumen baik dengan menggunakan channel milik sendiri, atau dengan bekerjasama dengan partner channel, atau dapat menggabungkan keduanya. (Osterwalder & Pigneur, 2010). Menurut Osterwalder & Pigneur (2010) membagi dua tipe channel yaitu baik dengan secara langsung seperti melalui penjualan di website dan marketing, dan secara tidak langsung seperti memiliki toko sendiri, maupun toko rekanan. Menurut Osterwalder & Pigneur (2010) Terdapat lima tahapan channel yaitu: 1. Awareness konsumen terhadap produk dan servis yang telah diberikan kepada konsumen, 2. Mengevaluasi bagaimana bisnis tersebut telah sesuai dengan value proposition yang dimiliki oleh perusahaan. 3. Rekanan bisnis dalam melakukan pembayaran yang baik dilakukan konsumen maupun untuk berbagai transaksi keuangan yang ada di dalam usaha tersebut dan bertujuan untuk memudahkan sistem keuangan di dalam bisnis yang biasanya bekerjasama dengan pihak bank dengan pengadaan credit card, debit card, dan lainnya. 4. Delivery merupakan bisnis yang dilakukan benar-benar memiliki nilai value proposition yang diberikan kepada konsumen.
24 5. After Sales dapat dilakukan dengan layanan antar pesanan kepada konsumen dapat menjadi nilai lebih dalam bisnis. Memberikan pelayanan yang terbaik setelah menjual produk menjadi nilai lebih untuk pengembangan usaha. Menurut Kotler & Keller (2012) agar dapat mengoptimalkan kegiatan operasional dan meminimalisasi biaya, banyak bisnis yang menggunakan sistem efficient consumer response (ECR) practices untuk mengorganisir hubungan dalam tiga area yaitu yang pertama mengkolaborasikan kerjasama dengan bidang usaha yang berhubungan dengan promosi, kedua adalah mengkolaborasikan kerjasama dengan penyaluran logistik, dan yang ketiga adalah mengkolaborasikan teknologi informasi dan proses pengembangannya untuk mendukung kegiatan operasional. Pemilihan lokasi berpengaruh dengan kemudahan konsumen dalam menjangkaunya. Sesuai dengan target market yang dituju, maka pemilihan lokasi awal untuk bisnis ini adalah di Senayan City Jakarta Selatan. Lokasi tersebut menjadi salah satu tujuan banyak konsumen seperti pekerja kantoran, keluarga, serta mahasiswa. Banyaknya perkantoran elit dan sebagai pusat bisnis di wilayah tersebut serta menjadi salah satu tempat tujuan mall yang telah dikenal oleh masyarakat di Jakarta pada khususnya. Melihat dari jenis makanan yang disajikan di tempat tersebut belum ada sehingga memudahkan bisnis Sushi Dessert untuk menarik konsumen.
25 Produk yang ditawarkan adalah direct selling atau secara langsung kepada konsumen yang datang dan memesan langsung menu pilihannya, dan produk yang fresh sehingga dapat disantap dengan nikmat oleh konsumen. Kerjasama dengan media komunikasi seperti internet memudahkan bisnis Sushi Dessert dipasarkan seperti melalui facebook, twitter, dan media lain yang berhubungan dengan kegiatan promosi dalam rangka pengenalan produk baru yang akan dipasarkan ke masyarakat luas. Berdasarkan lokasi yang ramai dikunjungi konsumen, produk dan fasilitas internet yang ada saat ini sangat menunjang informasi dengan cepat adanya produk baru yang di launching terutama bagi masyarakat dan keunikan produk yang membuat konsumen ingin mencoba makanan baru. 2.4. Customer Relationship Hubungan antara perusahaan dengan konsumen sangat penting karena akan berpengaruh terhadap pendapatan bisnis. Menurut Osterwalder & Pignuer (2010) customer relationship yaitu menunjukan hubungan antara binis yang dijalankan dengan setiap segmen konsumen tertentu. Segmen konsumen terbagi atas: 1. Personal assistance yaitu adanya interaksi antara konsumen dengan orang yang mewakili bisnis yang membantu selama proses penjualan,
26 2. Dedicated personal assistance yaitu dengan mendedikasikan seseorang yang khusus untuk klien secara individual, 3. Self service yaitu perusahaan melakukan penjualan secara langsung kepada konsumen, 4. Automated services seperti pemilihan secara otomatis kesukaan pelanggan, 5. Communities yaitu membangun hubungan antar sesama anggota, dan 6. Co-creation membangun hubungan dengan konsumen sesuai dengan kreasi konsumen itu sendiri. Kesuksesan bisnis tidak terlepas dari adanya customer relationship management yaitu adanya hubungan yang baik antara konsumen dengan bisnis yang dijalankan. Menurut Kotler & Keller (2012, p157) customer relationship management merupakan suatu proses yang dengan seksama diatur dengan informasi yang detail mengenai konsumen secara individual dan seluruh konsumen untuk memaksimalkan loyalty konsumen. Hubungan kerjasama dengan konsumen menjadi salah satu nilai tambah bagi bisnis untuk mengetahui pendapat serta saran baik mengenai lokasi dan juga mengetahui bagaimana produk yang ditawarkan apakah telah sesuai dengan keinginan konsumen. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengisi customer feedback, customer loyalty, customer centricity.
27 1. Customer feedback yang dilakukan dalam bisnis ini melalui media internet maupun mengisi questionaire yang diberikan setelah pelanggan akan melakukan pembayaran, serta menginformasikan kesehatan yang berhubungan dengan kesehatan seperti vitamin yang terkandung di dalam buah melalui media jejaring sosial. 2. Customer loyalty memberikan membership khusus bagi konsumen yang tertarik untuk membuat member serta mendapatkan diskon khusus pada saat konsumen melakukan kunjungan berikutnya serta diskon khusus bagi pemegang kartu mahasiswa Bina Nusantara (Binusian ID). 3. Customer centricity dengan menyajikan produk khusus yang sesuai dengan perayaan hari besar yang berlaku di Indonesia serta programprogram lainnya seperti diskon dan juga pembuatan Sushi Dessert creation yang dapat mengembangkan kreatifitas konsumen serta peluncuran produk secara limited edition sehingga konsumen akan terus berusaha mencoba produk-produk yang disajikan. 2.5 Revenue Streams Menurut Osterwalder & Pigneur (2010, p30-31) revenue streams menampilkan keadaan keuangan perusahaan yang diperoleh dari setiap segmen konsumen (biaya harus menjelaskan dari pendapatan sampai mekreasikan menghasilkan keuntungan). Berikut ada beberapa cara untuk
28 membagi penjualan yaitu asset sale, usage fee, subscription fees, lending/renting/leasing, lisencing, brokerage fees, dan advertising. Setiap revenue stream kemungkinan memiliki mekanisme harga yang dinamis. Mekanisme harga terdiri atas: 1. Harga tetap yaitu harga yang telah ditetapkan sesuai dengan standar yang ditentukan oleh perusahaan seperti daftar harga, fitur produk, segmen pasar, dan volumenya. 2. Harga yang dinamis yaitu harga tergantung terhadap kondisi pasar yang ada saat tertentu seperti negosiasi, lelang, faktor pasar, dan real time market. Pendapatan yang diperoleh dari Sushi Dessert yaitu dari penjualan produk yang ditawarkan dan rekanan bisnis. Produk yang ditawarkan adalah berupa sushi yang dijadikan sebagai hidangan penutup serta dengan adanya tambahan topping yang dipilih oleh konsumen. Jumlah pengunjung yang datang membeli produk Sushi Dessert seperti pekerja, mahasiswa, dan keluarga yang membeli pada waktu makan siang atau pada waktu malam hari bahkan dalam waktu weekend. Sumber pemasukan lainnya didapat dari investor yang ingin bekerja sama untuk mengembangkan bisnis tersebut dengan membuka cabang-cabang baru seperti bisnis Sushi Dessert yang awal dijalankan.
29 2.6 Key Resources Sumber bahan baku yang berkualitas dan sesuai standar melalui pemilihan distributor baik secara langsung dan tidak langsung akan terus dijaga oleh perusahaan. Terdapat teori dari Osterwalder & Pigneur (2010, p34-35) key resources berusaha untuk menciptakan dan menberikan value proposition. Terdapat perbedaan dari key resources itu tergantung dari jenis bisnis apa yang dijalankan. Key resources dapat berupa fisik, keuangan, intelektual, atau manusia. Key resources dari Sushi Dessert adalah resep khusus pembuatan Sushi Dessert dari bahan-bahan mentah sampai menjadi produk jadi yang siap dihidangkan kepada konsumen. Bahan dasar dari Sushi Dessert yang berupa lembaran paling luar dari lapisan Sushi Dessert menjadi bahan utama dimana rasa campuran adonan yang dipadu dengan isi dari Sushi Dessert yang dapat berupa buah-buahan maupun topping. Setiap bahan dari bahan mentah harus diseleksi terlebih dahulu sebelum diolah, harus disesuaikan dengan standar yang ada pada bisnis tersebut. Pemilihan koki yang ahli dalam bidangnya serta memiliki pengalaman dalam pembuatan pastry yang dapat menjadi kelebihan serta koki tersebut dapat mengkreasikan keahliannya dalam pengembangan produk dari Sushi Dessert yang telah ada sebelumnya, agar konsumen yang datang tidak bosan dan selalu ingin mencoba produk baru.
30 2.7 Key Activities Aktifitas bisnis merupakan suatu kebutuhan untuk menjalankan bisnis model perusahaan termasuk bagaimana cara perusahaan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di dalamnya. Menurut Osterwalder & Pigneur (2010) key activities dapat dikategorikan sebagai berikut produksi, pemecahan permasalahan, dan program/jaringan. Pembuatan bisnis awal adalah dengan adanya susunan organisasi yang berguna untuk kegiatan pengaturan serta pengawasan dalam kelancaran bisnis serta dalam proses pemecahan masalah yang terdapat di dalam organisasi. Setiap permasalahan harus melalui setiap tingkatan/lini jabatan yang sesuai dengan deskripsi pekerjaan dan keahlian dari setiap pegawai yang ada di dalam bisnis Sushi Dessert. Penetapan standar produk yang digunakan dalam perusahaan menjadi salah satu acuan pegawai untuk menghasilkan produk yang berkualitas, dimana produk tersebut nantinya akan disajikan kepada konsumen dengan tujuan mencapai kepuasan konsumen. Servis yang baik dari pelayan kepada konsumen harus sesuai dengan selogan yang dimiliki oleh pegawai dalam bekerja dan dijadikan sebagai displin diri pegawai dalam bekerja. Konsumen yang mendapatkan pelayanan yang baik akan merasakan kebanggaan yang lebih dan terutama mencapai kepuasaan konsumen.
31 2.8 Key Partnerships Hubungan kerjasama sangat penting untuk meningkatkan jaringan yang berguna bagi bisnis kedepannya. Menurut Osterwalder & Pignuer (2010) perusahaan mengutamakan hubungan kerjasama untuk berbagai alasan, dan hubungan kerjasama menjadi dasar yang banyak digunakan oleh model bisnis. perusahaan membuat hubungan yang kuat dengan tujuan mengoptimalkan bisnis model mereka, mengurangi resiko, atau memperoleh sumber daya. Terdapat tiga motivasi utama dalam membangun hubungan yang baik yaitu: 1. Optimization and economic of scale yaitu untuk mengoptimalkan alokasi dari sumber daya dan kegiatan bisnis, 2. Reduction of risk and uncertainty yaitu kerjasama dapat membantu bisnis untuk mengurangi resiko dalam lingkungan persaingan yang merupakan ciri dari ketidakpastian bisnis, dan 3. Acquisition of particular resources and activity yaitu beberapa bisnis memiliki sendiri sumber dayanya atau melakukan kegiatan bisnisnya sesuai dengan model bisnisnya. Bisnis yang akan dijalankan memiliki kerjasama baik secara langsung maupun tidak langsung dengan beberapa perusahaan dalam menjalankan usaha bisnisnya. Kerjasama antar perusahaan ini sangat diperlukan dalam rangka pemenuhan bahan baku sebagai dasar pembuatan Sushi Dessert tersebut seperti tepung terigu, buah-buahan serta bahan lainnya yang dapat
32 dijadikan sebagai topping, dan juga bumbu sebagai bahan pelengkap lainnya dalam proses pembuatannya. Bisnis ini memiliki kerjasama yang utama adalah pemasok tepung terigu sebagai bahan utamanya dengan perusahaan yang merupakan bagian perusahaan dari PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yaitu memproduksi tepung dengan merek Bogasari, dimana produk tepung terigu yang ditawarkan memiliki kualitas yang baik serta telah dikenal luas oleh masyarakat di Indonesia. Bahan-bahan yang digunakan seperti buahbuahan serta topping diperoleh melalui kerja sama dengan pemasok lokal dengan mensurvei kualitas dari barang yang ditawarkan dan juga untuk menekan biaya produksi agar bisnis dapat berkembang dengan baik. Pemenuhan bahan pelengkap lainnya seperti gula, garam, dan lainnya didapatkan dari supermarket yang dijadikan rekanan dalam bisnis ini biasanya menjual barang dalam jumlah partai besar dengan harga yang relatif lebih murah. Bentuk kerjasama dengan para pemasok yaitu dengan adanya pengiriman barang serta perjanjian awal dalam pemesanan barang baik dalam jangka pendek serta jangka panjang agar menjalin kerjasama yang baik dengan para pemasok dan meningkatkan kepercayaan satu sama lainnya.
33 2.9 Cost Structure Berdasarkan dari Osterwalder & Pigneur (2010) terdapat dua bagian dari struktur biaya yaitu cost driven yaitu agar dapat meminimalisasi biaya dan value driven adalah biaya yang digunakan yang berfokus kepada nilai kreasi. Karakteristik dari struktur biaya adalah: 1. Fixed Cost Fixed cost merupakan biaya tetap yang tidak berubah atau tidak berpengaruh terhadap tingkat penjualan baik berupa produk atau jasa yang dihasilkan seperti biaya sewa, gaji, dan lain-lain. 2. Variable Cost Variable cost adalah biaya yang dapat berubah sesuai dengan tingkat penjualan baik produk maupun jasa. 3. Economies of Scale Economies of scale adalah meminimalisasi biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusaaan, saat perusahaan tersebut memproduksi barang atau output dalam jumlah besar dibandingkan pada saat perusahaan memproduksi barang dengan kapasitas kecil. 4. Economies of Scope Economies of scope adalah meminimalisasi biaya oleh perusahaan dengan cara perusahaan memperluas area industrinya baik di dalam negara atau diluar negara.
34 Pada pengertian dan model paling akhir dari Nine Building Blocks ini, merupakan hal yang tidak boleh dilupakan, hal tersebut dikarenakan melalui cost structure akan dihitung sebuah komponen harga dari biaya operasional dari berjalannya sebuah organisasi. Jadi dapat dikatakan cost structure bertujuan untuk menghitung besaran harga dari produk yang akan dijual. Unsur-unsur dari pendirian bisnis ini meliputi besarnya biaya yang akan digunakan dalam menjalankan bisnis yang meliputi modal awal, biaya bahan baku, dan biaya operasional. Modal awal merupakan biaya yang dikeluarkan yang dijadikan sebagai biaya awal dalam mendirikan bisnis tersebut, yang meliputi sewa tempat, pembelian bahan baku, peralatan, perlengkapan, serta bahan-bahan lainnya yang dipelukan untuk menjunjang kegiatan bisnis. Biaya bahan baku atau merupakan biaya yang dikeluarkan dalam pemenuhan kebutuhan atas bahan baku sebagai proses dari produksi menjadi barang jadi. Mengutamakan bahan yang berkualitas yang sesuai dengan standar yang digunakan sebagai patokan dalam bisnis menjadi salah satu kunci agar setiap produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi serta dapat memuaskan kebutuhan konsumen. Pemilihan distributor yang cukup dikenal memiliki reputasi baik di kalangan masyarakat Indonesia menjadi salah satu kelebihan yang dimiliki oleh bisnis yang akan dijalankan. Kepuasan konsumen dapat menjadikan bisnis berjalan dengan baik sehingga besarnya pemasukan berpengaruh terhadap pemesanan besarnya jumlah bahan baku
35 baik pada distributor langsung atau supermarket rekanan yang nantinya disajikan kepada konsumen melalui pesanan konsumen dalam bentuk produk. Unsur biaya operasional yaitu besarnya biaya yang dikeluarkan untuk digunakan kegiatan operasional bisnis seperti biaya sewa, pembayaran gaji pegawai yang mencakup bonus, dan lembur, serta pembayaran rekening telephone, air, listrik, gas, dan lain-lainnya. Penggunaan biaya diharapkan dapat digunakan dengan seefektif mungkin dan seefisien mungkin dalam tahap awal pendirian bisnis sampai bisnis tersebut berhasil. Besarnya biaya yang keluar pada saat awal pendirian bisnis diiringi dengan pertumbuhan pendapatan yang akan diperoleh oleh bisnis yang akan dijalankan. Salah satu penunjang perhitungan besarnya biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan tidak terlepas dari laporan keuangan yang akan digunakan dalam menjalankan bisnis seperti laporan laba rugi, laporan arus kas, serta neraca.