BAB III BUSINESS MODEL CANVAS

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III BUSINESS MODEL CANVAS"

Transkripsi

1 BAB III BUSINESS MODEL CANVAS Sebagai bisnis yang bergerak di industri makanan, Sushi Dessert menawarkan jenis makanan ringan yang belum pernah ditawarkan sebelumnya. Sebagai bisnis trendsetter di bidang kuliner, dalam pengembangan bisnis modelnya Sushi Dessert mengadopsi pola bisnis model Nine Building Blocks yang dikembangkan oleh Osterwalder dan Pigeur (2010). Melalui teori dari Osterwalder dan Pigneur (2010) yang membahas mengenai teori Nine Building Blocks pada tahap pendirian awal bisnis baru serta mengetahui bagaimana cara untuk menjelaskan gambaran bisnis yang akan dijalankan, serta menganalisa dan mendesain bisnis model dari usaha tersebut. Pola bisnis model berdasarkan dari ide para pemimpin bisnis. Teknik dalam menjalankan bisnis serta membantu untuk memberikan gambaran bisnis tersebut berjalan. Mengintrepretasikan strategi yang akan dijalankan oleh bisnis Sushi Dessert. Mengetahui bagaimana proses bisnis yang telah dilakukan sebelumnya dapat berjalan dengan baik atau tidak terhadap bisnis yang akan dijalankan. Mengkolaborasikan setiap teori yang ada di dalam Nine Building Blocks agar bisnis Sushi Dessert dapat terealisasi dengan jelas gambaran bisnisnya. 36

2 37 Bisnis model kanvas Nine Building Blocks merupakan konsep bisnis hasil penyederhanaan dari konsep bisnis yang rumit. Melalui pola bisnis ini, kita dapat melakukan evaluasi konsep bisnis yang akan dijalankan secara sederhana. Pendekatan model bisnis kanvas ditampilkan melalui selembar kanvas yang terdiri dari 9 elemen dasar yaitu: value proposition, customer segments, channel, customer relationship, revenue streams, key resources, key activities, key partnerships, cost structure. 3.1 Value Proposition Sushi Dessert merupakan bisnis yang berjalan di industri makanan yang menawarkan makanan ringan dalam bentuk baru yang belum pernah ada sebelumnya. Selain menu yang sudah ada, Sushi Dessert juga menawarkan menu custom yang berarti konsumen dapat membebaskan konsumen dalam memilih menu sesuai keinginan dengan membuat sendiri model mereka sendiri. Sushi merupakan makanan khas Jepang yang memiliki image di mata masyarakat sebagai makanan yang tergulung dimana inti dari makanan digulung oleh suatu lapisan dasar sebagai kulit pembungkusnya.

3 38 Sumber: Gambar 3.1 Gambar Menu Sushi Restoran Sushi Tei Kebanyakan restoran sushi yang sudah ada saat ini menawarkan sushi sebagai menu utama/main menu dengan menggunakan nasi sebagai lapisan luar yang membungkus daging sapi, ikan, crab stick dan lain-lain sebagai inti. Sushi Dessert memiliki keunikan yang belum pernah ditawarkan oleh restoran lain. Berdasarkan pola bisnis model Nine Building Blocks Osterwalder dan Pigeur (2010). Value proposition dari bisnis Sushi Dessert adalah : 1. Newness Sushi Dessert merupakan konsep makanan ringan baru yang disajikan dalam tampilan sushi. Sushi yang ditawarkan oleh Sushi Dessert berbahan dasar tepung sebagai kulit luar yang melapisi buahbuahan dengan tambahan rumput laut kering (nori) pada bagian luar serta taburan topping. Sushi Dessert dapat dinikmati sebagai makanan pembuka, cemilan ataupun makanan penutup. Karena menggunakan

4 39 bahan dasar buah-buahan, Sushi Dessert dapat dikonsumsi oleh banyak konsumen. 2. Customization Sushi Dessert menghadirkan menu custom bagi konsumen yang ingin menikmati hidangan sesuai dengan yang diinginkan. Menu custom yang memperbolehkan konsumen untuk memilih buah-buahan dan topping yang akan dihidangkan sesuai dengan keinginannya. Pemilihan buah-buahan dapat berupa satu jenis buah ataupun dapat juga ditambahkan lebih dari satu jenis buah-buahan sebagai isi didalam sushi tersebut. Selain buah-buahan, konsumen juga dapat menentukan topping yang akan ditaburkan pada hidangan sesuai dengan keinginan konsumen. Menu custom dapat dinikmati ditempat ataupun pemesanan khusus untuk acara-acara seperti acara ulang tahun, pernikahan, meeting dan lain-lain. 3.2 Customer Segments Sebagai bisnis yang menawarkan makanan ringan, customer segments "Sushi Dessert" adalah segmented market dimana bisnis model yang mendukung kebutuhan gaya hidup konsumen saat ini yang membutuhkan tempat berkumpul bersama teman, keluarga dan melakukan perjanjian dengan klien. "Sushi Dessert" melalui penawaran makanan ringan yang sehat, konsumen dapat menikmati waktu berkumpul bersama dengan menggurangi kekhawatiran terhadap pemilihan asupan seperti contoh adalah makanan

5 40 ringan yang menggandung lemak tinggi kurang baik bagi konsumen yang memiliki penyakit kolesterol ataupun masalah penyakit lainnya. "Sushi Dessert" dapat dinikmati oleh semua konsumen dari anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua karena berbahan dasar buah-buahan, dan semua konsumen yang ingin menikmati cemilan sehat. Mengutamakan segmented market bisnis karena konsumen yang dituju "Sushi Dessert" adalah kelas menengah keatas, jadi pendistribusian produknya harus disesuaikan dengan tempat-tempat yang memiliki segmen menengah keatas agar produk yang ditawarkan ke konsumen tepat sasaran sesuai dengan konsumen yang dituju. Mengutamakan kualitas produk, tempat yang nyaman, dan memberikan pelayanan yang terbaik secara langsung kepada konsumen. Belum ada pesaing lain yang bergerak dalam bisnis "Sushi Dessert" saat ini menjadi salah satu kelebihan value proposioning yang ditawarkan ke konsumen, sehingga dapat disebut sebagai pionir dalam bisnis "Sushi Dessert". Berikut pembagian segmen konsumen berdasarkan letak geografis, demografis dan psikografis khususnya di wilayah Jakarta, Indonesia. 1. Geografis Lokasi memiliki pengaruh terhadap penjualan produk. Lokasi yang mudah dicapai oleh konsumen akan menjadi nilai tambah untuk meningkatkan penjualan. Mall merupakan lokasi paling strategis untuk produk baru karena merupakan tempat yang banyak dilalui oleh

6 41 pengunjung mall yang menjadi konsumen "Sushi Dessert", selain itu juga dapat mengurangi biaya promosi. Lokasi yang akan menjadi target bisnis ini adalah mall-mall yang berada pada segmen kelas menengah ke atas. Pada umumnya membuka usaha di mall lebih mudah untuk mendapatkan awareness dari konsumen pengunjung mall. Melalui media promosi seperti brosur, banner dan lainlain diharapkan pengunjung mall akan mencoba dan berlanjut menjadi promosi word of mouth untuk mendapatkan konsumen lainnya. Pada awal bisnis ini, lokasi yang dipilih adalah mall Senayan City dengan jumlah pengunjung pada hari regular rata-rata pengunjung ( Selain itu, Senayan City berada pada lokasinya yang strategis, yaitu di kawasan Senayan, dekat dengan kawasan SCBD yang merupakan pusat bisnis dan dekat dengan universitas Bina Nusantara dan universitas Prof.Dr. Moestopo. Lokasinya yang bebas three in one memudahkan pengunjung untuk menuju Senayan City. Tersedia pula U turn tepat di depan main entrance Senayan City, yang makin mempermudah akses menuju Senayan City, serta jalan 47 yang menghubungkan Jl. Asia Afrika dan Jl. Simprug.

7 42 2. Demografis Segmen demografis merupakan pembagian segmen konsumen berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, ras dan lain-lain. Segmen demografis yang menjadi target pemasaran produk "Sushi Dessert" konsumen dengan usia tahun ke atas yang memiliki profesi sebagai pekerja ataupun pelajar yang dikhususkan pada bangku kuliah dengan tingkat daya beli kelas menegah ke atas. Namun segmen pendapatan yang menjadi target adalah konsumen dengan pendapatan kelas menegah keatas. 3. Psikografis Segmentasi psikografis "Sushi Dessert" yaitu gaya hidup. Gaya hidup kosumen saat ini yang suka berkumpul bersama teman, keluarga dan melakukan perjanjian dengan klien di suatu tempat sambil menikmati makanan ringan. Hal ini berdasarkan pengamatan dimana saat ini cafe ataupun resto yang banyak diminati oleh konsumen sebagai tempat berkumpul dan berbincang-bincang bersama teman, klien ataupun keluarga. Untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup konsumen yang suka berkumpul, Selain tempat, "Sushi Dessert" menawarkan jenis makanan ringan baru yang dapat dinikmati oleh konsumen baik dari menu yang sudah disediakan maupun menu yang dapat di customized oleh konsumen sesuai dengan selera konsumen.

8 Channels Channel menurut Osterwalder & Pigneur (2010) merupakan media yang digunakan oleh perusahaan untuk menyampaikan value proposition kepada konsumen. Menurut Osterwalder & Pigneur (2010) terdapat lima tahapan channel yaitu: 1. Awareness Awareness konsumen terhadap produk dan servis yang telah diberikan kepada konsumen. Dengan menggunakan brosur, banner, sticker, POP (point of purchase) mempermudah awareness pengunjung mall akan kehadiran Sushi Dessert. Melihat dari jenis makanan yang disajikan di tempat tersebut belum ada sehingga memudahkan bisnis Sushi Dessert untuk menarik konsumen. Kerjasama dengan media komunikasi seperti internet memudahkan bisnis Sushi Dessert dipasarkan seperti melalui website, facebook, twitter, dan media lain yang berhubungan dengan kegiatan promosi dalam rangka pengenalan produk baru yang akan dipasarkan ke masyarakat luas. 2. Evaluasi Mengevaluasi bagaimana bisnis tersebut telah sesuai dengan value proposition yang dimiliki oleh perusahaan. Melalui forum yang pada website, facebook dan twitter dimana konsumen dapat membagi pengalamannya berkunjung ke Sushi Dessert untuk menjadi alat

9 44 promosi secara tidak langsung untuk mengenalkan Sushi Dessert ke konsumen lainnya. Pencantuman hotline customer care untuk menerima kritik dan saran konsumen untuk dijadikan bahan evaluasi dalam perbaikan kualitas produk dan pelayanan. 3. Purchase Selain pembelian secara langsung di outlet, pelayanan pesan antar juga disediakan. Pelayanan pesan antar dapat dilakukan via telepon maupun pemesanan lewat website dimana menu tertera pada website beserta dengan gambaran menu untuk memudahkan konsumen dalam menentukan pilihan tanpa harus bertanya terlebih dahulu. Rekanan bisnis dalam melakukan pembayaran yang baik dilakukan untuk berbagai transaksi keuangan bertujuan untuk memudahkan sistem keuangan. Bekerjasama dengan pihak bank dengan pengadaan credit card, debit card, dan lainnya untuk memberikan kemudahan konsumen dalam transaksi pembayaran. 4. Delivery Channel Melalui media-media promosi seperti media internet yaitu website, facebook, twitter yang menampilkan gambaran setiap menu yang ditawarkan dan media promosi cetakan seperti brosur, banner dan lainlain.

10 45 5. After Sales Memberikan pelayanan yang terbaik setelah menjual produk menjadi nilai lebih untuk pengembangan usaha. Menjalin hubungan baik dengan konsumen melalui pemberitahuan info terbaru baik diskon maupun produk-produk baru kepada pemegang kartu keanggotaan, serta pemberian diskon kepada pemegang member yang berulang tahun. Mencantumkan hotline telepon pada website untuk mempermudahkan konsumen mendapatkan informasi mengenai Sushi Dessert Customer Relationship Demi mewujudkan hubungan yang baik dengan konsumen, maka Sushi Dessert melakukan customer relationship dengan cara penjualan langsung kepada konsumen atas produk yang ditawarkan kepada pelanggan. Pada bagian customer relationship yang terdapat pada bisnis Sushi Dessert menggunakan 3 hubungan customer relationship agar dapat meminimalisasi modal pada saat memulai bisnis yaitu: 1. Personal Assistance Supaya kebutuhan konsumen terpenuhi, maka Sushi Dessert menerapkan pekerja yang melingkupi manager, koki, dan pegawai. Setiap pekerja yang meliputi koki dan pegawai dibagi kedalam shift. Pemilihan koki yang berpengalaman dalam bidang pastry serta memberikan pelatihan kepada setiap pegawai mengenai bagaimana jenis produk yang akan

11 46 ditawarkan serta memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen. Melalui pelayanan yang diberikan oleh pegawai kepada konsumen, diharapkan pegawai mengenal lebih baik apa yang menjadi produk kesukaan dari konsumen. 2. Communities Membangun hubungan antar sesama anggota khususnya bagi para mahasiswa dan pekerja yang selalu dinamis dengan kemajuan teknologi saat ini dilakukan dengan cara membuat komunitas jejaring sosial seperti facebook, twitter, dll. Melalui forum ini diharapkan ada hubungan timbalbalik antara bisnis Sushi Dessert dengan pelanggannya sebagai salah satu cara untuk membangun customer feedback konsumen. Jejaring digunakan untuk dapat sharing informasi mengenai kesehatan serta tips-tips yang berguna bagi kesehatan serta promo yang berlaku khususnya bagi yang memiliki kartu keanggotaan khususnya bagi mahasiswa dengan menunjukkan kartu mahasiswa Bina Nusantara (Binus ID) karena lokasi yang dekat dengan kampus. Bagi pekerja kantoran dapat memiliki kartu keanggotaan dari "Sushi Dessert" dengan mengeluarkan sejumlah biaya untuk pembuatan kartu tersebut, yang nantinya kartu tersebut dapat digunakan sebagai kartu diskon bagi pelanggan. 3. Co-creation Membangun hubungan dengan konsumen dengan hasil kreasi konsumen dilakukan untuk menyambut hari raya dan menambah antusias

12 47 konsumen dalam menyalurkan ide yang berhubungan dengan produkproduk yang ditawarkan oleh Sushi Dessert. Meluncurkan produk limited edition yang dapat hasil kreasi khusus dari "Sushi Dessert" kepada konsumen. 3.5 Revenue Streams Revenue streams yang akan digunakan dalam bisnis Sushi Dessert adalah: 1. Sales Produk yang ditawarkan oleh Sushi Dessert seperti makanan yang berupa sushi yang berisikan buah-buahan segar menjadi pendapatan utama dari hasil penjualan produk kepada konsumen. Produk disajikan semenarik mungkin untuk menarik minat konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan, dan juga meningkatkan pendapatan bisnis. Penjualan minuman berupa ocha (minuman teh hijau khas Jepang) serta jus buah-buahan yang menyehatkan untuk dikonsumsi. 2. Customer Membership Bagi konsumen yang tertarik untuk menjadi membership dari Sushi Dessert, konsumen dengan membayar biaya member dan mereka akan mendapatkan benefit berupa diskon pada saat melakukan kunjungan berikutnya serta konsumen mendapatkan kabar terbaru tentang program serta mengenai produk Sushi Dessert terbaru.

13 48 3. Franchise Jika ada investor yang ingin bekerja sama dengan bisnis Sushi Dessert, maka investor dapat menginvestasikan uangnya serta dalam pengembangan usaha bisnis yaitu berupa membuka outlet-outlet dari Sushi Dessert dan ikut berpartisipasi menjadi rekanan bisnis. Investor yang menjadi rekanan bisnis dapat mengetahui bagaimana proses pengolahan dari bahan mentah menjadi barang jadi serta mengetahui bisnis dari Sushi Dessert untuk mengembangkan usaha. 3.6 Key Resources Agar menunjang kegiatan operasional perusahaan yang baik dan mewujudkan value proposition yang sesuai dengan bisnis Sushi Dessert, memerlukan sumber daya yang layak dan sesuai standar. Sumber daya tersebut dapat berupa sumber daya fisik, intelektual, manusia, dan keuangan. 1. Fisik Sumber daya fisik dalam bisnis Sushi Dessert meliputi aset fisik bisnis seperti tempat untuk mendirikan bisnis Sushi Dessert yang meliputi kursi, meja, dan dekorasi yang mengutamakan kenyamanan pengunjung dan bertemakan cozy yang diharapkan dapat menunjang bisnis tersebut sesuai dengan segmen pasar. Lokasi untuk bisnis Sushi Dessert adalah di daerah mall Senayan City karena lokasi tersebut mudah dijangkau dan merupakan daerah yang ramai akan pengunjung

14 49 mall. Perlengkapan dan peralatan yang digunakan untuk kegiatan operasional seperti pakaian khusus untuk pegawai, EDC Machine, lokasi bisnis, line untuk customer representative, logo Sushi Dessert, dan website yang dijadikan sebagai media komunikasi melalui jejaring sosial. 2. Intelektual Salah satu sumber daya yang penting dalam bisnis ini adalah sumber daya intelektual. Sumber daya tersebut mencakup merek bisnis, hubungan kerjasama seperti kemitraan seperti bank, dan komunitas-komunitas kuliner. Hal paling utama dari bagian ini adalah hasil produk yang memiliki cita rasa unik dan dioleh dengan kualitas yang terbaik dengan menggunakan resep khusus untuk menjadikan produk Sushi Dessert. 3. Manusia Dalam menjalankan bisnis Sushi Dessert diperlukan sumber daya manusia untuk menunjang kegiatan operasional bisnis. Sumber daya dalam usaha Sushi Dessert meliputi koki atau juru masak yang memiliki keahlian dalam bidang pastry, bertujuan agar hasil kreasi produk yang ditawarkan memiliki cita rasa yang baik dan sesuai dengan skill yang dimiliki. Manajer yang ditunjuk juga harus memiliki pengalaman terutama dalam bidang food and beverages yaitu supaya dia dapat mengatur proses operasional dan mengatasi permasalahan yang terdapat dalam bisnis tersebut.

15 50 Pegawai yang bekerja pada Sushi Dessert harus memiliki pengetahuan mengenai produk yang ditawarkan serta mengutamakan sopan-santun terhadap konsumen, supaya konsumen merasa nyaman saat berkunjung nantinya. Setiap perkerja dibagi kedalam dua shift waktu kerja. 4. Keuangan Saat memulai bisnis Sushi Dessert memerlukan modal awal yang tidak sedikit, maka diperlukan adanya kerjasama dengan investor yang akan menginvestasikan uangnya kedalam bisnis Sushi Dessert agar bisnis tersebut berjalan dengan lancar dan berhasil dijalankan. 3.7 Key Activities Pada key activites aktivitas bisnis dapat dikategorikan kepada production, problem solving dan network/jaringan. Dimana key activities mendukung apa yang menjadi value proposition. Hal tersebut dikarenakan key activities memegang peranan untuk penilaian seberapa besar bisnis itu berjalan bersama produknya. Dalam artian kata key activities menjadi pegangan dan menjadi kunci dalam kesuksesan sebuah bisnis ke depannya. Sushi Dessert mempunyai beberapa key activities yang tentunya bertujuan untuk mendukung kinerja dan kerja dari bisnis Sushi Dessert diantaranya adalah pelayanan yang ramah, produk yang unik dan rantai

16 51 distribusi yang diharapkan dapat menunjang semua aktivitas dari Sushi Dessert. Penjelasan dari key activities tersebut akan diuraikan sebagai berikut: 1. Pelayanan yang ramah Dari semua pengalaman dan semua yang terdapat dipasar usaha pada umumnya, maka dapat disimpulkan bahwa pelayanan merupakan hal yang harus ditempuh dan merupakan keharusan. Tidak ada usaha yang tidak lepas dari kata pelayanan ini (service), namun tidak semua pelayanan itu dianggap memuaskan dan baik. Pelayanan yang ramah, penuh senyuman dan tegur sapa adalah sesuatu hal yang perlu dilakukan agar para pelanggan dapat menjadi nyaman dan betah karena pelayanan yang memuaskan. Seperti layaknya sebuah rumah, desain Sushi Dessert sebagai tempat yang nyaman. Hal tersebut akan membuat image atau gambaran bahwa Sushi Dessert memang menjadi tempat yang menyenangkan. Menyenangkan disini berarti setiap tamu harus disambut dengan senyuman dan sikap yang ramah. Memang terkadang sikap dan karakter dari seorang pelayan itu akan susah dikelola, namun dengan training dan pengetahuan serta lingkungan yang penuh dengan kekeluargaan akan membuat semua pelayan Sushi Dessert menjadi seorang yang lembut dan ramah bukan hanya terhadap konsumen, namun terhadap teman,

17 52 atasan maupun supplier akan mendapatkan keramahan dari pegawai Sushi Dessert. 2. Produk yang unik dan menarik Seperti pada penjelasan diawal, Sushi Dessert menyediakan produk yang berbeda dengan tempat makanan lain, karena inovasi ini merupakan inovasi yang belum pernah ada sebelumnya. Produk inovasi ini akan menjadi sebuah produk basi atau tertinggal jika tidak mempunyai inovasi lanjutannya. Oleh karena itu kami mencoba membuat tim riset dan pengembangan yang bertugas untuk meriset setiap model makanan sushi yang disuka maupun tidak disuka dan juga mengajak setiap dari konsumen untuk ikut serta dalam pengembangan produk. Selain itu, Sushi Dessert menawarkan produk sushi yang dapat dipilih baik itu topping, model dan rasa untuk disantap langsung oleh konsumen. Hal ini bertujuan agar konsumen tidak bosan, namun tetap mempunyai menu-menu andalan untuk tetap menjamin rasa dan kualitas yang baik serta tentunya mempertahankan keunikkan dari produk Sushi Dessert. Hal ini sesuai dengan kriteria production dalam key activities yaitu menjadi model bisnis dari usaha Sushi Dessert itu sendiri. 3. Rantai Distribusi Dengan adanya rantai distibusi yang baik, maka akan mencapai produksi yang maksimal. Hal ini bukan hanya dalam sebuah pabrik

18 53 atapun produk layanan berupa barang, namun dalam hal tempat makanan, rantai distribusi pun menjadi sesuatu hal yang menarik dan patut untuk di perhatikan. Sebagai contoh ketika sebuah tempat makanan mempunyai pemasok bahan makanan hingga kepada pengantaran dari lokasi satu ke lokasi dengan keadaan yang segar tentunya harus dengan ketepatan dan kehandalan rantai distribusi, atau taruhannya makanan tersebut tidak segar lagi atau tidak dalam kondisi yang baik. Oleh karena itu sudah seharusnya penyiapan struktur organisasi rantai distibusi (supply chain) dibutuhkan agar pembelian bahan mentah dari supplier hingga kepada pendistribusian ke outlet-outlet Sushi Dessert ke depan dapat berjalan dengan baik. 3.8 Key Partnerships Seperti telah dijelaskan pada bab sebelumnya, key parterships merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dan menjadi salah satu hal yang dibutuhkan untuk menjadi kelangsungan hidup Sushi Dessert ataupun perusahaan lainnya. Sama seperti key activities, key partnerships dilakukan dengan cara membentuk jaringan-jaringan yang dibentuk untuk menjadi bagian perjalanan usaha Sushi Dessert. Jaringan yang dimaksudkan adalah mereka para supplier, baik itu supplier yang besar maupun yang kecil. Semua tergabung membangun sebuah jaringan dan membangun bisnis ini menjadi bisnis jangka panjang secara tidak langsung.

19 54 Mereka yang disebut sebagai key partnerships harus memilliki kualitas hubungan yang baik untuk dapat memberikan produk yang baik juga yang memiliki tujuan untuk mengembangkan produk dari Sushi Dessert. Sebagai pembangun usaha makanan dan minuman maka sudah seharusnya jaringan-jaringan dalam rangka pemenuhan bahan baku makanan terus ditingkatkan. Sushi Dessert pun memiliki banyak supplier bahan baku yang harus dipergunakan untuk membuat sebuah sushi. Tidak jarang dari supplier Sushi Dessert sudah mempunyai nama dan besar dibidangnya masing. Seperti contohnya PT Indofood Sukses Makmur untuk pengambilan tepung terigu bogasari dengan kualitas yang tidak perlu diragukan dan tentunya dengan harga yang menarik dan murah, serta beberapa perusahaan penyedia buahbuahan dan beberapa supplier penyedia topping dari Sushi Dessert termasuk perusahaan-perusahaan jaringan yang dibentuk oleh Sushi Dessert guna membangun usaha yang lebih baik dengan kualitas produk yang baik. Banyak yang dilakukan oleh Sushi Dessert dalam membentuk jaringan key partnership yaitu diantaranya dengan mengadakan gathering bersama supplier Sushi Dessert dimana bersama pergi ke suatu daerah ataupun hanya mempunyai waktu berkualitas dengan makan bersama para perwakilan supplier. Sushi Dessert pun juga akan memberi rewards kepada supplier yang dapat memberikan kualitas dan kuantitas dengan jumlah

20 55 tertentu dan beberapa pembinaan hubungan yang bertujuan untuk terus membangun hubungan yang baik. Pada dasarnya semua yang dilakukan Sushi Dessert bertujuan untuk terus membangun kerja sama kepada supplier yang pada akhirnya juga dapat menunjang semua keperluan perjalanan bisnis dari Sushi Dessert sendiri. 3.9 Cost Structure Seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka cost structure semua biaya yang terhitung untuk menetapkan sebuah harga pada produk barang dan jasa. Pada cost structure sendiri terdapat dua bagian yang berguna untuk meminimalisasi biaya. Serta hal yang kedua adalah untuk memfokuskan nilai kreasi, yang berarti cost structure harus di diperhitungkan agar semua harga yang akan dijual di pasar tidak sembarangan, namun semua terhitung dengan tepat dan memiliki dasar yang tepat. Memang benar tidak semua harga yang terdapat dipasaran atau yang dipunyai oleh sebuah tempat usaha baik itu makanan, minuman, jasa dan lain sebagainya harus mendasar pada cost structure, namun cost structure inilah yang menjadi dasar perhitungan berapa biaya operasional, atau biaya-biaya yang pada nantinya diperuntukkan untuk penetapan harga jual dari sebuah barang dan jasa tersebut.

21 56 Bila dilihat dari karakteristik dari struktur biaya, maka dapat disimpulkan bahwa cost structure memiliki perhitungan-perhitungan yang matang, agar harga jual yang akan ditetapkan akan mempunyai dasar yang tetap. Karakteristik dari struktur biaya tersebut adalah: 1. Fixed Cost Biaya tetap ini merupakan biaya yang sudah pasti untuk dikeluarkan untuk setiap aktivitas atau kegiatan dari Sushi Dessert. Melalui pengertiannya, maka dapat disimpulkan bahwa meskipun usaha tersebut dalam keadaan tersulit sekalipun, biaya ini harus tetap dikeluarkan. Oleh karena itu, pada fixed cost ini merupakan hal yang tidak boleh tertinggal dalam perhitungan cost structure. Pada Sushi Dessert biaya pasti yang harus dikeluarkan diantaranya adalah: a. Biaya Gaji Pegawai Sushi Dessert terdiri dari pegawai tetap yang bertugas untuk mengolah sushi, melayani para tamu atau konsumen (pramusaji), seorang kasir dan seorang seorang pembersih yang semua dibayarkan dengan mengikuti gaji (Upah Minimum Regional) UMR yang berlaku.

22 57 b. Biaya Operasional Biaya listrik, air, gas, biaya sewa gedung pada Senayan City merupakan biaya yang sudah dipastikan menjadi fixed cost yang harus diperhitungkan. c. Biaya bunga dan biaya penyusutan juga harus diperhitungkan dan menjadi biaya tetap yang harus diperhitungkan dalam cost structure. 2. Variable Cost Sesuai dengan pengertiannya, maka variabel cost ini mengikuti kebutuhan yang mungkin saja dibutuhkan untuk menunjang seluruh kegiatan operasional Sushi Dessert. Adapun variable cost yang dimiliki oleh Sushi Dessert adalah sebagai berikut: a. Biaya Bahan Baku Oleh karena Sushi Dessert merupakan usaha yang bergerak dibidang makanan dan minuman, maka tentunya ada bahan baku yang harus disediakan untuk membuat Sushi Dessert ini. Tentunya bahan baku yang disediakan harus sesuai dengan kebutuhan penjualan pada setiap harinya.

23 58 Hal ini disesuaikan dan didasarkan dari history penjualan. Oleh karena itu setiap penyediaan bahan baku harus melalui perhitungan yang tepat untuk penetapan biaya bahan baku sebagai variable cost di cost structure. b. Biaya penolong lainnya Biaya ini terdiri dari adanya kegiatan-kegiatan yang mendukung penjualan dari Sushi Dessert. Seperti contohnya adalah melakukan promo dengan biaya diskon dan lain sebagainya. 3. Economies of Scale Kesimpulan pengertian economies of scale adalah meminimalisasi biaya perusahaan dengan memaksimalkan sumber daya yang ada, seperti produksi ataupun biaya operasional lainnya. Sebagai contoh dengan adanya produksi 1000 buah televisi akan menghemat biaya produksi dibandingkan memproduksi 100 buah televisi. Hal ini disebabkan adanya biaya-biaya yang dapat dihemat dengan memproduksi dalam kapasitas yang besar tersebut dengan perhitungan-perhitungan yang sudah dilakukan sebelumnya. Pada Sushi Dessert sendiri, perhitungan biaya economic of scale terdiri dari beberapa hal. Hal pertama adalah perhitungan penggajian dan jumlah karyawan, yang harus diperhitungkan agar penggunaan karyawan dan pembayaran biaya gaji agar sesuai dengan harga yang akan dijual.

24 59 Hal kedua yang menjadi perhitungan dalam biaya economic of scale adalah tempat atau letak dari Sushi Dessert. Hal ini berkaitan dengan penggunaan yang efektif terhadap outlet yang tersedia, baik itu penggunaan untuk wilayah konsumen serta penggunaan wilayah untuk tempat pembuatan sushi tersebut, harus diperhitungkan secara jelas agar efektif dan efisien. Hal yang ketiga adalah penggunaan bahan baku. Sushi Dessert harus benar-benar mengetahui harga bahan baku yang murah dengan supplier yang mempunyai kualitas dan harga yang terjangkau. Dengan mengetahui supplier yang baik, maka biaya bahan baku dapat terkontrol dengan perjanjian pembelian bahan baku dengan jumlah tertentu akan lebih murah dari harga satuan maka dari itu dengan pembelian dalam jumlah besar baik bagi perkembangan bisnis Sushi Dessert namun harus mengutamakan pemakaian jumlah produk yang diperlukan. 4. Economies of Scope Pada economies of scope, Sushi Dessert memperhatikan dalam biaya yang termasuk dalam bahan baku. Dalam pengertian economies of scope yang telah dipaparkan sebelumnya, maka economies of scope ini merupakan perhitungan biaya yang memaksimalkan sumber daya yang ada dengan melebarkan sayap usaha dengan mempergunakan bahan yang sudah dimiliki sebelumnya tanpa harus memiliki investasi yang baru.

25 60 Sebagai contoh, ketika sebuah usaha mengharuskan membuat buah televisi karena struktur biaya yang telah hitung lebih baik, namun dipasaran televisi tersebut hanya bisa dijual sebanyak 800, maka usaha tersebut harus memikirkan 200 buah yang tersisa tersebut harus tetap dapat terjual dengan cara mengurangi beberapa komponen yang baik dan menjadikan 200 buah televisi tersebut dijual dengan harga yang low atau second level agar tetap terjual. Maka dari ilustrasi dan penjelasan di atas, Sushi Dessert juga akan melakukan economies of scope yang dapat meminimalisasi biaya Sushi Dessert. Hal ini dilakukan dengan ketika bahan baku yang ada seperti buah-buahan yang sudah dibeli dengan harga yang baik dalam jumlah tertentu, namun ketika penjualan tidak mencapai jumlah bahan baku yang telah dibeli, maka Sushi Dessert akan mempergunakan bahan tersebut menjadi seperti jus buah segar untuk buah-buahan, sisa tepung sushi yang biasa di pakai untuk bahan pembuatan Sushi Dessert, dapat menjadi pancake dan dapat dipakai untuk pembuatan produk lainnya agar bahanbahan baku yang digunakan tidak terbuang sia-sia ataupun kadarluarsa karena jarang digunakan dalam pembuatan produk utama dari Sushi Dessert.

26 Key Key Value Customer Customer Partners Activities Proposition Relationships Segments - Suppliers : - Pelayanan - Newness - Personal Assistances - Segmented Market: Distributor Bahan Baku Penduduk yang berumur - Penjualan Produk - Customization - Communities 20-40thn - Bank BCA - Distribusi - Trend - Co-creation Mahasiswa/i - Bina Nusantara Pekerja Kantoran Key Resources Channels - Fisik - Awarness - Manusia - Evaluation - Intelektual - Purchase - Keuangan - Delivery Channel - After Sales Cost Structure Revenue Streams - Fix Cost : Sallary, rent, etc Sales - Variable Cost : Operational expense Customer Membership - Economies of Scale : maximum capacity room Joint Venture - Economies of Scope : maximum effectivity product Sumber: Penulis Gambar 3.2 Bisnis Model Kanvas Sushi Dessert 61

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Sejak kemunculan model bisnis e-commerce, maka para praktisi bisnis mengubah model bisnis lama menjadi model bisnis baru yang lebih sesuai. Bisnis model sendiripun menjadi sangat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kecenderungan manusia yang selalu tidak puas itulah yang membuat sebuah

BAB I PENDAHULUAN. Kecenderungan manusia yang selalu tidak puas itulah yang membuat sebuah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada perkembangan dunia yang pesat sekarang ini. Banyak orang yang lebih menginginkan sesuatu yang lebih baik dan terus meningkat. Tidak banyak pula dari mereka yang

Lebih terperinci

BAB III BUSINESS MODEL

BAB III BUSINESS MODEL BAB III BUSINESS MODEL Business Model Canvas PT. The Ayam Kampoeng merupakan perusahaan distributor ayam kampung yang bergerak di bidang produksi, distribusi dan pengolahan ayam kampung pembangunan bisnis

Lebih terperinci

BAB 3 FINAL DESIGN OF BUSINESS MODEL

BAB 3 FINAL DESIGN OF BUSINESS MODEL BAB 3 FINAL DESIGN OF BUSINESS MODEL 3.1. Customer Segments KULTUR&CO menggunakan pendekatan niche market sebagai jenis konsumen dalam perancangan 9 building blocks yang mempunyai segmentasi dan spesialisasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek penelitian Sejarah Resto Rumah Soto Padang Gambar 1. 1 Logo Resto Rumah Soto Padang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek penelitian Sejarah Resto Rumah Soto Padang Gambar 1. 1 Logo Resto Rumah Soto Padang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek penelitian 1.1.1 Sejarah Resto Rumah Soto Padang Resto Rumah Soto Padang merupakan sebuah restoran dengan menu khas soto yang berdiri pada 20 November 2013 di

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Value Chain Value chain menurut Porter adalah alat bantu yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi cara menciptakan customer value lebih bagi pelanggan. Dijelaskan bahwa setiap

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 5 BAB II LANDASAN TEORI II.1 Salon Istilah salon diadaptasi dari bahasa Inggris yang bermakna ruangan atau ruang besar. Terdapat pula pengertian lain berdasar kamus saku Oxford Learner's Pocket Dictionary,

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan Mie Ayam Oplosan Kedai Shoimah, perusahaan ini termasuk perusahaan baru di dunia kuliner. Berawal dari kesukaan sang pemilik terhadap mie ayam,

Lebih terperinci

Tuangkan Ide Bisnis mu di Business Model Canvas

Tuangkan Ide Bisnis mu di Business Model Canvas PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BUSINESS MODEL CANVAS Tuangkan Ide Bisnis mu di Business Model Canvas Apa itu business model canvas [BMC]??? BMC adalah model bisnis yang memaparkan 9 elemen bisnis secara singkat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 BUSINESS MODEL CANVAS Konsep bisnis kafe yang direncanakan menggunakan nama Tourner Café. Konsep bisnis ini menggunakan suatu konsep permainan roulette yang sudah dikenal

Lebih terperinci

BAB II BUSINESS CANVAS

BAB II BUSINESS CANVAS BAB II BUSINESS CANVAS Osterwalder & Pigneur (2010) menjabarkan dalam bukunya Business Model Generation mengenai bagaimana suatu bisnis dapat berjalan dengan baik dan mampu memberikan value kepada konsumen.

Lebih terperinci

BAB 3 FINAL DESIGN OF BUSINESS MODEL

BAB 3 FINAL DESIGN OF BUSINESS MODEL 59 BAB 3 FINAL DESIGN OF BUSINESS MODEL Gambar 3. 1 Final Design Business Model Canvas 3.1 Customer Segment Makanan sehat yang mengandung protein tinggi ini akan dipasarkan kepada beberapa segmen pasar.

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN. V.1 Kesimpulan Model Bisnis Distro Dista. Distro merupakan industri kreatif yang dijalankan oleh anak muda

BAB V KESIMPULAN. V.1 Kesimpulan Model Bisnis Distro Dista. Distro merupakan industri kreatif yang dijalankan oleh anak muda BAB V KESIMPULAN V.1 Kesimpulan Model Bisnis Distro Dista Distro merupakan industri kreatif yang dijalankan oleh anak muda dalam membuat dan menjual produk dengan desain yang berbeda dari yang lainnya.

Lebih terperinci

BAB III DESAIN AKHIR

BAB III DESAIN AKHIR 62 BAB III DESAIN AKHIR 3.1. Kanvas Model Bisnis Gambar 3.1.1 Business Model Clip On 62 63 3.2. Nine Building Blocks 3.2.1. Customer Segments Sumber: McKinsey Consumer and Shopper Insights Indonesia Study,

Lebih terperinci

BAB III BUSINESS MODEL CREATION

BAB III BUSINESS MODEL CREATION 43 BAB III BUSINESS MODEL CREATION 3.1. COMPETITORS 9 BUILDING BLOCKS Kompetitor dari bisnis ini adalah kompetitor tidak langsung karena belum ada brand atau kompetitor yang menjual produk yang sama persis.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. keamanan rumah. Namun, sebagai makhluk hidup, anjing memerlukan

BAB I PENDAHULUAN. keamanan rumah. Namun, sebagai makhluk hidup, anjing memerlukan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Anjing merupakan salah satu hewan peliharaan yang banyak diminati oleh masyarakat, baik anak-anak sampai orang dewasa. Sebagian orang memelihara anjing sebagai teman

Lebih terperinci

BAB III BUSINESS MODEL CANVAS

BAB III BUSINESS MODEL CANVAS BAB III BUSINESS MODEL CANVAS Bab ini menjelaskan mengenai implementasi Business Model Canvas dalam Pooch Village. Business Model Canvas ini terdiri dari Customer Segments, Value Propositions, Channels,

Lebih terperinci

BAB III BUSINESS MODEL CANVAS

BAB III BUSINESS MODEL CANVAS BAB III BUSINESS MODEL CANVAS Gambar 3.1: Business Model Canvas dari Lalita 58 59 3.1 SEGMENTASI PELANGGAN (CUSTOMER SEGMENTS) Blok bangunan segmen pelanggan menggambarkan sekelompok orang atau organisasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Republika.co.id, Jakarta)

BAB I PENDAHULUAN. Republika.co.id, Jakarta) BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pada era globalisasi ini, persaingan bisnis semakin ketat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya bisnis serupa didirikan yang menawarkan produk barang dan/

Lebih terperinci

a home base to excellence Mata Kuliah : Rancangan Bisnis (Kewirausahaan Lanjut) Kode : LSE 304 Review BMC Pertemuan - 1

a home base to excellence Mata Kuliah : Rancangan Bisnis (Kewirausahaan Lanjut) Kode : LSE 304 Review BMC Pertemuan - 1 a home base to excellence Mata Kuliah : Rancangan Bisnis (Kewirausahaan Lanjut) Kode : LSE 304 SKS : 3 SKS Review BMC Pertemuan - 1 a home base to excellence Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa dapat

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pada bidang penjualan makanan yang memiliki usaha berupa Warung Angkringan

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pada bidang penjualan makanan yang memiliki usaha berupa Warung Angkringan BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Latar Belakang Perusahaan PT. Karya Perdana Kofienti merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang penjualan makanan yang memiliki usaha berupa Warung Angkringan SO

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan 1. Segmentasi, Targeting, dan Positioning Rumah Imoet Segmentasi Segmentasi Geografis Berdasarkan hasil pengolahan data, segmen yang menjadi target pasar berdasarkan

Lebih terperinci

BISNIS RUMAH MAKAN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA. Oleh : Muhamad Amirudin Fauzi / S1TI2M

BISNIS RUMAH MAKAN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA. Oleh : Muhamad Amirudin Fauzi / S1TI2M BISNIS RUMAH MAKAN Oleh : Muhamad Amirudin Fauzi 10.11.4479 / S1TI2M STMIK AMIKOM YOGYAKARTA BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemenuhan kebutuhan dan keinginan serta nilai kualitas jasa sangat ditentukan

Lebih terperinci

ANALISA PENERAPAN BUSINESS MODEL CANVAS PADA TOKO MOI COLLECTION

ANALISA PENERAPAN BUSINESS MODEL CANVAS PADA TOKO MOI COLLECTION AGORA Vol. 3, No. 2, (2015) 358 ANALISA PENERAPAN BUSINESS MODEL CANVAS PADA TOKO MOI COLLECTION Feliciana Priyono Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 BUSINESS MODEL CANVAS Bisnis model menjelaskan mengenai dasar pemikiran bagaimana sebuah bisnis diciptakan, diberikan, dan ditangkap nilainya (Osterwalder & Pigneur, 2010, hal

Lebih terperinci

BAB 3 FINAL DESIGN BUSINESS MODEL

BAB 3 FINAL DESIGN BUSINESS MODEL BAB 3 FINAL DESIGN BUSINESS MODEL Pattern menurut Osterwalder & Pigneur (2010, hal.54) adalah suatu gagasan untuk menangkap ide-ide desain sebagai suatu pola dasar dan deskripsi yang dapat digunakan secara

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 RUMAH Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok manusia selain sandang dan pangan. Rumah biasanya digunakan manusia sebagai tempat berlindung dari panas matahari dan hujan. Selain

Lebih terperinci

BUSINESS MODEL CANVAS

BUSINESS MODEL CANVAS BUSINESS MODEL CANVAS Coach Ferdy D. Savio Surabaya, 11 Mei 2016 Apa Faktor yang paling Penting dari sebuah Bisnis? Business Model Generation Alexander Osterwalder & Yves Pigneur Apakah Anda memiliki SEMANGAT

Lebih terperinci

PENGANTAR BISINIS INFORMATIKA. Komang Anom Budi Utama, SKom

PENGANTAR BISINIS INFORMATIKA. Komang Anom Budi Utama, SKom PENGANTAR BISINIS INFORMATIKA Komang Anom Budi Utama, SKom [email protected] Business Model Canvas Alexander Osterwalder dalam bukunya Business Model Generation menciptakan sebuah framework

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR LINGKUNGAN BISNIS

TUGAS AKHIR LINGKUNGAN BISNIS TUGAS AKHIR LINGKUNGAN BISNIS Bisnis Makanan Tradisional Semakin Diburu Pasar Zakki Mubaraq 10.11.3992 SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2010/2011 STMIK AMIKOM YOGYAKARTA ABSTRAK Seiring dengan perkembangan

Lebih terperinci

BAB III BUSINESS MODEL CANVAS

BAB III BUSINESS MODEL CANVAS BAB III BUSINESS MODEL CANVAS 3.1 Customer Segments (Segmentasi Pelanggan) Jenis segmen pelanggan jaket LED ini terbagi menjadi dua yaitu: penyewa sepeda motor dan pembeli individual. Penyewa Sepeda Motor

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. 1.1 Latar Belakang Rumusan Masalah Pertanyaan Penelitian Tujuan dan Kegunaan Penelitian 11

DAFTAR ISI. 1.1 Latar Belakang Rumusan Masalah Pertanyaan Penelitian Tujuan dan Kegunaan Penelitian 11 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.. i HALAMAN PENGESAHAN ii HALAMAN PERNYATAAN iii KATA PENGANTAR iv DAFTAR ISI... vi DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR.. xiii INTISARI xv ABSTRACT xvi BAB I PENDAHULUAN.. 1 1.1 Latar

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Di Indonesia, industri kreatif dibagi menjadi 15 subsektor, diantaranya: mode,

I. PENDAHULUAN. Di Indonesia, industri kreatif dibagi menjadi 15 subsektor, diantaranya: mode, 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Industri kreatif merupakan salah satu faktor yang menjadi penggerak perekonomian nasional. Industri kreatif Indonesia semakin berkembang dan diminati pasar global. Di

Lebih terperinci

BAB 1 LATAR BELAKANG

BAB 1 LATAR BELAKANG BAB 1 LATAR BELAKANG 1.1 Latar Belakang Transportasi merupakan salah satu kebutuhan manusia yang dianggap penting, karena setiap aktifitas manusia membutuhkan sarana transportasi khususnya daerah ibu kota

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BISNIS PADA DEPOT DAHLIA MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS

PENGEMBANGAN BISNIS PADA DEPOT DAHLIA MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS AGORA Vol. 3, No. 2 (2015) 588 PENGEMBANGAN BISNIS PADA DEPOT DAHLIA MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS Jeffrey Yosh Pradipta dan Dhyah Harjanti Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas

Lebih terperinci

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan 1. Faktor yang menjadi bahan pertimbangan konsumen dalam memilih cafe yaitu : - Variasi makanan yang ditawarkan - Variasi minuman yang ditawarkan - Rasa makanan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN. dari waktu ke waktu. Ini dikarenakan karena cepatnya waktu yang dibutuhkan

BAB V KESIMPULAN. dari waktu ke waktu. Ini dikarenakan karena cepatnya waktu yang dibutuhkan BAB V KESIMPULAN 5.1 Kelayakan dari Bisnis Model Bisnis restoran merupakan sebuah bisnis yang sangat menjanjikan pada saat ini di Indonesia. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya restoran yang berdiri

Lebih terperinci

BAB III DESIGN OF BUSINESS MODEL

BAB III DESIGN OF BUSINESS MODEL BAB III DESIGN OF BUSINESS MODEL 3.1 Indonesian Food & Beverages Industry Overview Industry Food & Beverage di Indonesia merupakan salah satu sector yang saat ini sedang bertumbuh. Tercatat menurut data

Lebih terperinci

PROPOSAL Kedai Goyang lidah PasundanPeluang Bisnis

PROPOSAL Kedai Goyang lidah PasundanPeluang Bisnis PROPOSAL Kedai Goyang lidah PasundanPeluang Bisnis makanan sunda dengan Investasi Rendah ANDA, bisa langsung mulai menjalankan Bisnis dan menjadi PENGUSAHA Info kedai sunda: Refi Eko Priyanto Jl. Cilendek

Lebih terperinci

PROPOSAL USAHA PEMBUATAN CAFE

PROPOSAL USAHA PEMBUATAN CAFE PROPOSAL USAHA PEMBUATAN CAFE Dr. CAFE (Hotspot WI-FI) di Wilayah Bandung DENGAN MENGUTAMAKAN CITA RASA KOPI & KENYAMANAN TEMPAT Oleh Nama : Rangga Praditya Kelas : c NPM : 0112U094 Pendahuluan Latar Belakang

Lebih terperinci

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Faktor-faktor yang dipentingkan konsumen dalam memilih gerai pizza

Lebih terperinci

Menyusun Model Bisnis dengan Puzzle (1/2)

Menyusun Model Bisnis dengan Puzzle (1/2) Menyusun Model Bisnis dengan Puzzle (1/2) Oleh Sapri Pamulu, Ph.D. Manager SMO PT Wiratman Menurut Kaplan & Norton (2012) dalam dunia bisnis sekarang yang keberhasilannya sangat ditentukan oleh sumber

Lebih terperinci

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Faktor yang dipentingkan konsumen dalam memilih suatu restoran, yakni:

Lebih terperinci

BAB III BISNIS MODEL KANVAS

BAB III BISNIS MODEL KANVAS BAB III BISNIS MODEL KANVAS Setelah membahas tentang analisa pasar dan industri minuman sehat, gaya hidup sehat untuk golongan middle class income, dan media penjualan yang menggunakan food truck pada

Lebih terperinci

V GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

V GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN V GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 5.1 Sejarah Perusahaan Restoran Karimata merupakan usaha perseorangan yang didirikan oleh Bapak Agung Eko Widodo pada tanggal 22 Desember 2008. Restoran ini pertama kali didirikan

Lebih terperinci

MODEL BISNIS PADA PERUSAHAAN X MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS

MODEL BISNIS PADA PERUSAHAAN X MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS MODEL BISNIS PADA PERUSAHAAN X MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS 18 Devyana Chandra Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya E-mail:

Lebih terperinci

Refining Key Resources and Partnerships week 12 (11 Mei 2016):

Refining Key Resources and Partnerships week 12 (11 Mei 2016): Refining Key Resources and Partnerships week 12 (11 Mei 2016): Learning Outcomes week 12 dan 12a Team mampu mengembangkan desain blok key partnership dan key resources BMC dengan menggunakan feedback and

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. untuk melakukan pembelian atas produk ataupun jasa tertentu. Minat konsumen

BAB I PENDAHULUAN. untuk melakukan pembelian atas produk ataupun jasa tertentu. Minat konsumen BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Minat untuk mengunjungi suatu tempat didasari dari rencana konsumen untuk melakukan pembelian atas produk ataupun jasa tertentu. Minat konsumen untuk berkunjung ke

Lebih terperinci

BAB 1 LATAR BELAKANG

BAB 1 LATAR BELAKANG BAB 1 LATAR BELAKANG 1.1 Latar Belakang Membahas tentang kebutuhan utama manusia adalah salah satunya kebutuhan akan pangan. Pangan adalah kebutuhan yang paling utama secara kuantitatif maupun secara kualitatif.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Industri makanan di Indonesia menunjukkan perkembangan yang cukup pesat.

BAB I PENDAHULUAN. Industri makanan di Indonesia menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Industri makanan di Indonesia menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Dari tahun ke tahun makanan memiliki peran penting dalam pembangunan industri nasional,

Lebih terperinci

BISNIS WARUNG KOPI STMIK AMIKOM YOGYAKARTA. Oleh : Nur cholis / S1TI2M

BISNIS WARUNG KOPI STMIK AMIKOM YOGYAKARTA. Oleh : Nur cholis / S1TI2M BISNIS WARUNG KOPI Oleh : Nur cholis 10.11.4545 / S1TI2M STMIK AMIKOM YOGYAKARTA BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kepuasan seseorang tergantung pada mutu minuman dan pelayanan pada konsumen sebagai

Lebih terperinci

BUSINESS PLAN RUMAH PRODUKSI KEPITING SOKA

BUSINESS PLAN RUMAH PRODUKSI KEPITING SOKA BUSINESS PLAN RUMAH PRODUKSI KEPITING SOKA PIU KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2014 BUSINESS PLAN INFRASTRUKTUR KOMPONEN 2 RUMAH PRODUKSI KEPITING SOKA A. LATAR BELAKANG Business Plan (Rencana Bisnis) adalah

Lebih terperinci

V GAMBARAN UMUM RESTORAN

V GAMBARAN UMUM RESTORAN V GAMBARAN UMUM RESTORAN 5.1 Sejarah Pendirian Perusahaan Pecel Lele Lela didirikan pertama kali oleh Bapak Rangga Umara pada tahun 2006 di Kalimalang Jakarta. Merek Pecel Lele Lela merupakan singkatan

Lebih terperinci

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan 1. Atribut-Atribut yang di anggap penting oleh konsumen dari sebuah Cafe. Penyajian makanan yang menarik Penyajian minuman yang menarik Kualitas makanan dan minuman

Lebih terperinci

BAB II. Dalam bisnis servis makanan, dapat dilihat poin yang terpenting dengan. menggunakan rantai nilai yang dikembangkan oleh Michael Porter.

BAB II. Dalam bisnis servis makanan, dapat dilihat poin yang terpenting dengan. menggunakan rantai nilai yang dikembangkan oleh Michael Porter. BAB II PROSES BISNIS 2.1 Proses Bisnis Utama Dalam bisnis servis makanan, dapat dilihat poin yang terpenting dengan menggunakan rantai nilai yang dikembangkan oleh Michael Porter. Model rantai nilai adalah

Lebih terperinci

Perpustakaan Unika LAMPIRAN

Perpustakaan Unika LAMPIRAN LAMPIRAN Pertanyaan Wawancara untuk Pemilik Resto Pesaing 1. Terkait dengan Ide dan Konsep Bisnis a. Pada awalnya, peluang apa yang Anda lihat sehingga tertarik untuk membuka usaha resto ini? b. Ide bisnis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tesis, ruang lingkup, tujuan dan manfaat dari penulisan tesis serta sistematika

BAB I PENDAHULUAN. tesis, ruang lingkup, tujuan dan manfaat dari penulisan tesis serta sistematika BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini dijelaskan secara garis besar tentang latar belakang pembuatan tesis, ruang lingkup, tujuan dan manfaat dari penulisan tesis serta sistematika penulisan tesis ini dilakukan.

Lebih terperinci

ANALISIS INOVASI MODEL BISNIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS BUSINESS MODEL INNOVATION USING BUSINESS MODEL CANVAS IN CULLINARY BUSINESS

ANALISIS INOVASI MODEL BISNIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS BUSINESS MODEL INNOVATION USING BUSINESS MODEL CANVAS IN CULLINARY BUSINESS ANALISIS INOVASI MODEL BISNIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS BUSINESS MODEL INNOVATION USING BUSINESS MODEL CANVAS IN CULLINARY BUSINESS Fitri Fatimah Patmana Putri 1), Farah Alfanur 2) Prodi

Lebih terperinci

SIMPULAN. pemaparan model bisnis dan strategi pengembangan bisnis yang akan dijalankan

SIMPULAN. pemaparan model bisnis dan strategi pengembangan bisnis yang akan dijalankan 5BAB V SIMPULAN 5.1 Simpulan Simpulan terdiri dari tiga bagian yaitu simpulan mengenai perencanaan keuangan, pemaparan model bisnis dan strategi pengembangan bisnis yang akan dijalankan oleh bisnis kuliner

Lebih terperinci

Internal Value Chain Starbucks

Internal Value Chain Starbucks Internal Value Chain Starbucks 1. Primary Activities Starbucks Coffee Indonesia Logistik Masuk (Inbound logistics) Pada tahapan ini meliputi kegiatan untuk memperoleh bahan baku dari pemasok. Bahan baku

Lebih terperinci

BAB II Landasan Teori

BAB II Landasan Teori BAB II Landasan Teori 2.1 Pemasaran 2.1.1 Kebutuhan, Keinginan dan Permintaan Pembahasan konsep pemasaran dimulai dari adanya kebutuhan manusia. Kebutuhan dasar manusia bisa dibedakan berupa fisik seperti

Lebih terperinci

LAMPIRAN. 1. Meliputi daerah mana saja jangkauan penjualan produk PT. Best Denki

LAMPIRAN. 1. Meliputi daerah mana saja jangkauan penjualan produk PT. Best Denki LAMPIRAN Wawancara 1 1. Meliputi daerah mana saja jangkauan penjualan produk PT. Best Denki Indonesia? Target saat ini sampai tahun 2010 masi tetap di daerah Jakarta. Mulai dari Jakarta Barat, Jakarta

Lebih terperinci

V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.1 Sejarah dan Perkembangan Strawberry Cafe Strawberry Cafe beroperasi pertama kali pada tahun 2004 yang berlokasi di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Restoran ini merupakan

Lebih terperinci

TUGAS PENGANTAR BISNIS Bussines Plan

TUGAS PENGANTAR BISNIS Bussines Plan TUGAS PENGANTAR BISNIS Bussines Plan BUDI AMIN 15101119 BAB 1 PENDAHULUAN Nama Usaha Bidang Usaha Jenis Produk Alamat perusahaan : Sego Buntel Masming : Produk Makanan : Sego Buntel & Sego Goreng Buntel

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN IMPLIKASI. menyajikan simpulan dan implikasi atas permasalahan mengenai kesadaran UKM

BAB V SIMPULAN DAN IMPLIKASI. menyajikan simpulan dan implikasi atas permasalahan mengenai kesadaran UKM BAB V SIMPULAN DAN IMPLIKASI Setelah melakukan penelitian, analisis dan pembahasan maka peneliti dapat menyajikan simpulan dan implikasi atas permasalahan mengenai kesadaran UKM kuliner rumah makan terhadap

Lebih terperinci

MENGENAL BUSSINESS MODEL CANVAS (BMC) DALAM DUNIA START UP

MENGENAL BUSSINESS MODEL CANVAS (BMC) DALAM DUNIA START UP MENGENAL BUSSINESS MODEL CANVAS (BMC) DALAM DUNIA START UP PEPEN AANDRIAN SYAH [email protected] Abstrak Business Model Canvas atau yang biasa disingkat dengan BMC mulai mendapatkan ketenaran di Indonesia.

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. sebagai waiter di salah satu rumah makan, dari hanya sekedar mencari biaya

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. sebagai waiter di salah satu rumah makan, dari hanya sekedar mencari biaya BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Gambaran Umum Zupparella Berdasarkan informasi yang didapatkan peneliti dari pemilik Zupparella, bernama Alfiat Kurnia Graha, Zupparella berdiri sejak 26 Juni 2010. Ide

Lebih terperinci

BAB III RANCANGAN AKHIR

BAB III RANCANGAN AKHIR BAB III RANCANGAN AKHIR Setelah proses brainstorming, bisnis model kanvas pada bab rancangan akhir ini akan menjelaskan model bisnis dari D Sumaya. Gambar 3.1. D Sumaya Bisnis Model Kanvas 3.1 Customer

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. 1. Strategi Komunikasi Pemasaran Player s Pool n Lounge

BAB IV ANALISIS DATA. 1. Strategi Komunikasi Pemasaran Player s Pool n Lounge 85 BAB IV ANALISIS DATA A. Temuan Penelitian 1. Strategi Komunikasi Pemasaran Player s Pool n Lounge Manajemen Player s Pool n Lounge menyusun sebuah strategi komunikasi pemasaran, dengan mengacu beberapa

Lebih terperinci

STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS PADA DEPOT SELARIS DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS

STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS PADA DEPOT SELARIS DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS AGORA Vol. 3, No. 2 (2015) 292 STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS PADA DEPOT SELARIS DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS Laurentia Priska Boedianto dan Dhyah Harjanti Program Manajemen Bisnis, Program Studi

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN. photography, wedding, bahkan ATPM yang ingin launching mobil. terbaru, kegiatan komunitas mobil dan sebagainya.

BAB VI KESIMPULAN. photography, wedding, bahkan ATPM yang ingin launching mobil. terbaru, kegiatan komunitas mobil dan sebagainya. 206 BAB VI KESIMPULAN 6.1. Kesimpulan 6.1.1. General Summary The Cars Restaurant (TCR) merupakan restoran yang tidak hanya menjual makanan dan minuman, namun konsep yang kami tawarkan yaitu desain restoran

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN VI. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.1 Sejarah dan Perkembangan Restoran Karimata Restoran Karimata didirikan pada tanggal 22 Desember 2008 oleh Bapak Agung Eko Widodo di wilayah Sentul Selatan. Restoran

Lebih terperinci

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN Bab 6 Kesimpulan dan Saran 6-1 BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Dari hasil pengumpulan data, pengolahan data dan analisa maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Terdapat 6 faktor yang

Lebih terperinci

BAB 1 LATAR BELAKANG

BAB 1 LATAR BELAKANG BAB 1 LATAR BELAKANG 1.1 Latar Belakang Pemilihan Usaha Semakin bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia mengakibatkan peningkatan kebutuhan akan konsumsi makanan yang harus di sediakan, makanan merupakan

Lebih terperinci

BAB V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN BAB V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.1. Gambaran Umum Restoran Restoran Ikan Bakar dalam Bambu Karimata terletak di Depan Pintu Tol Sentul Selatan 2 Grand Sentul City, baru didirikan pada tahun 2009

Lebih terperinci

diarahkan untuk memenuhi tujuan tersebut.

diarahkan untuk memenuhi tujuan tersebut. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Era globalisasi menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Di satu sisi, eraglobalisasi memperluas pasar produk

Lebih terperinci

ANALISIS PENGEMBANGAN BISNIS PADA PT.BONLI CIPTA SEJAHTERA DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS

ANALISIS PENGEMBANGAN BISNIS PADA PT.BONLI CIPTA SEJAHTERA DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS ANALISIS PENGEMBANGAN BISNIS PADA PT.BONLI CIPTA SEJAHTERA DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS BUSINESS DEVELOPMENT ANALYSIS IN PT. BONLI CIPTA SEJAHTERA USING BUSINESS MODEL CANVAS APPROACH Abu Hafs

Lebih terperinci

Peluang Bisnis Sampingan Distro Online

Peluang Bisnis Sampingan Distro Online Peluang Bisnis Sampingan Distro Online Bagi sebagian besar anak muda, terlihat modis, rapi, dan trendy, sudah menjadi sebuah kebutuhan yang tak bisa dipisahkan. Tidaklah heran bila perubahan gaya hidup

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Restoran Restoran adalah bangunan yang menetap dengan segala peralatan yang digunakan untuk proses pembuatan (pengolahan) dan penjualan (penyajian) makanan dan minuman bagi

Lebih terperinci

USAHA RUMAH MAKAN. bisnis rumah makan, Sebelum anda menginvestasikan. waktu anda untuk belajar tentang

USAHA RUMAH MAKAN. bisnis rumah makan, Sebelum anda menginvestasikan. waktu anda untuk belajar tentang Tugas lingkungan bisnis Nama : Vicky Niyanda Libriyanto NIM : 10.12.4419 Kelas : S1-SI-2A USAHA RUMAH MAKAN Rumah makan dapat diartikan sebagai suatu tempat yang menyediakan atau menjual makanan untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru bagi

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru bagi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Era globalisasi menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Di satu sisi, era globalisasi memperluas pasar produk

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, didapatkan kesimpulan sebagai berikut: 1. Hal-hal yang dianggap penting oleh konsumen dalam memilih rumah makan dapur

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI ASPEK ASPEK USAHA

BAB II DESKRIPSI ASPEK ASPEK USAHA BAB II DESKRIPSI ASPEK ASPEK USAHA A. Deskripsi Umum Usaha Untuk melayani kebutuhan manusia yang tak lepas dari rutinitas yang harus dilakukan yaitu makan karena dengan makan bias mengembalikan energi

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN. No. 7B Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Usaha ini dirintis mulai dari awal tahun

BAB II GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN. No. 7B Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Usaha ini dirintis mulai dari awal tahun BAB II GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN I. Gambaran Umum Perusahaan A. Sejarah Singkat Berdirinya Uncle s Kitchen Uncle s Kitchen adalah salah satu restoran yang terletak di Jl. Lempongsari No. 7B Ngaglik,

Lebih terperinci

BAB 3 FINAL DESIGN BUSINESS MODEL

BAB 3 FINAL DESIGN BUSINESS MODEL BAB 3 FINAL DESIGN BUSINESS MODEL Pattern menurut Osterwalder & Pigneur (2010, hal 54) adalah suatu gagasan untuk menangkap ide-ide desain sebagai suatu pola dasar dan deskripsi yang dapat digunakan secara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perilaku pembelian seseorang dapat dikatakan unik karena sikap dan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perilaku pembelian seseorang dapat dikatakan unik karena sikap dan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perilaku pembelian seseorang dapat dikatakan unik karena sikap dan pemilihan terhadap objek setiap orang berbeda. Banyak faktor yang mempengaruhi keputusan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULIAN. Di era hiperkompetitif seperti sekarang ini dunia usaha sedang bergerak menuju

BAB 1 PENDAHULIAN. Di era hiperkompetitif seperti sekarang ini dunia usaha sedang bergerak menuju 1 BAB 1 PENDAHULIAN 1.1 Latar belakang Di era hiperkompetitif seperti sekarang ini dunia usaha sedang bergerak menuju kebebasan dan memilih, perusahaan sudah tidak mampu lagi memaksa konsumen untuk selalu

Lebih terperinci

Bisnis Sampingan Pakaian Anak

Bisnis Sampingan Pakaian Anak Bisnis Sampingan Pakaian Anak Memilih segementasi pasar yang tepat bisa menjadi cara yang jitu merebut pasar. Di antaranya adalah pasar anak-anak antara umur 1-15 tahun. Anak-anak seumuran ini menjadi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI. Gambar 3.1. Metodologi penelitian. Business Canvassing. Ruang Lingkup Bisnis. Produk dan Layanan STP. Business Feasibility

BAB III METODOLOGI. Gambar 3.1. Metodologi penelitian. Business Canvassing. Ruang Lingkup Bisnis. Produk dan Layanan STP. Business Feasibility BAB III METODOLOGI 3.1 METODE PERENCANAAN BISNIS Untuk merencanakan konsep pengembangan model bisnis dari developer rumah container ini, kami menggunakan berbagai macam perencanaan dan sistem untuk menjaga

Lebih terperinci

BUSINESS MODEL CANVAS PADA UD SVASTIKA JAYA

BUSINESS MODEL CANVAS PADA UD SVASTIKA JAYA BUSINESS MODEL CANVAS PADA UD SVASTIKA JAYA Andreas Dwi Rahardjo Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya E-mail: [email protected]

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan jaman saat ini, persaingan pun semakin ketat dalam proses penawaran serta penyajian dari makanan dan minuman. Dari perkembangan jaman inilah,

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN & SARAN

BAB VI KESIMPULAN & SARAN BAB VI KESIMPULAN & SARAN 6. Kesimpulan berikut: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan sebagai. Faktor-faktor yang dianggap penting oleh konsumen dalam pemilihan restaurant

Lebih terperinci

IX. ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN IMPLIKASI ALTERNATIF BAURAN PEMASARAN

IX. ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN IMPLIKASI ALTERNATIF BAURAN PEMASARAN IX. ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN IMPLIKASI ALTERNATIF BAURAN PEMASARAN 9.1. Hubungan Hasil Analisis Karateristik Umum dengan Kepuasan Secara Umum Variabel yang ingin diketahui hubungannya dengan variabel

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bisnis untuk bisa tetap eksis di bidang usahanya. Secara umum tujuan dari pelaku

BAB I PENDAHULUAN. bisnis untuk bisa tetap eksis di bidang usahanya. Secara umum tujuan dari pelaku BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi saat ini ketatnya persaingan pasar dan tingginya pertumbuhan jumlah bisnis di Indonesia setiap tahun tentu menuntut para pelaku bisnis

Lebih terperinci

BUSINESS PLAN GOOD SEAWEED (SNACK RUMPUT LAUT)

BUSINESS PLAN GOOD SEAWEED (SNACK RUMPUT LAUT) BUSINESS PLAN GOOD SEAWEED (SNACK RUMPUT LAUT) Makanan Ringan Sehat & Bermutu DISUSUN OLEH MOKHAMMAD HILMAN FATAH 105060807111093 [Jl Kembang Kertas IV Kav 2A, Malang] [email protected] No. Telp:

Lebih terperinci

BAB V ANALISA. terbanyak dalam segmen ini adalah sebagai wiraswasta dengan pendapatan

BAB V ANALISA. terbanyak dalam segmen ini adalah sebagai wiraswasta dengan pendapatan BAB V ANALISA 5.1 Analisis Segmentasi Segmentasi berdasarkan variabel demografi dengan analisis klaster pada bab sebelumnya terbentuk 3 klaster, berdasarkan variabel gaya hidup juga terbentuk 3 klaster,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dikembangkan karena memiliki peran yang besar dalam kegiatan perekonomian

BAB I PENDAHULUAN. dikembangkan karena memiliki peran yang besar dalam kegiatan perekonomian BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN Perkembangan pariwisata di dunia sudah sangat maju dan terus dikembangkan karena memiliki peran yang besar dalam kegiatan perekonomian masyarakat suatu Negara

Lebih terperinci

VIII ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN IMPLIKASI ALTERNATIF BAURAN PEMASARAN

VIII ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN IMPLIKASI ALTERNATIF BAURAN PEMASARAN VIII ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN IMPLIKASI ALTERNATIF BAURAN PEMASARAN 8.1 Implikasi Alternatif Bauran Pemasaran Hasil dari analisis kepuasan dan loyalitas konsumen berimplikasi terhadap strategi bauran

Lebih terperinci

PERENCANAAN USAHA MODEL CANVAS

PERENCANAAN USAHA MODEL CANVAS PERENCANAAN USAHA MODEL CANVAS 2016 BANGUN USAHA Pemasaran Adm & Keuangan Produksi Organisasi & SDM Penjualan Gagasan/Kreativitas Impian/Motivasi 2 Dari Yang Kecil Bergerak cepat Berpikir besar 3 CITA-CITA

Lebih terperinci