SUMBER NUTRIEN DAN ENERGI DLM MEMBUAT PAKAN IKAN

dokumen-dokumen yang mirip
Masa nifas adalah masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai 6 minggu setelah melahirkan (Pusdiknakes, 2003:003). Masa nifas dimulai

KEBUTUHAN NUTRISI ITI PEDAGING : SUPRIANTO NIM : I

PENGETAHUAN BAHAN PAKAN. Oleh : Muhammad Fakhri, S.Pi, MP, M.Sc

Pengertian Bahan Pangan Hewani Dan Nabati Dan Pengolahannya

LOGO VITAMIN DAN MINERAL

BAB I PENDAHULUAN. kuning melalui proses fermentasi jamur yaitu Rhizopus oryzae, Rhizopus stolonifer, atau Rhizopus oligosporus. Tempe dikenal sebagai

PEMBUATAN PAKAN IKAN BERBAHAN BAKU LOKAL:

PEMANFAATAN JENIS POHON. (Avicennia spp.) SEBAGAI BAHAN

NUTRISI UNGGAS 11/8/2016. Catootjie L. Nalle, Ph.D. Jurusan Peternakan Program Study Teknologi Pakan Ternak Politeknik Pertanian Negeri Kupang

BAB I PENDAHULUAN. mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga mampu

ANALISIS NUTRIEN D R H. F I K A Y U L I Z A P U R B A, M. S C. 1 4 F E B R U A R I

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pengalaman langsung maupun dari pengalaman orang lain (Notoatmodjo, 2005, hal. 3

I. PENDAHULUAN. pertumbuhan tubuh dan kesehatan manusia. Kebutuhan protein hewani semakin

Teknologi Produksi Bahan Baku Pakan. Program Alih Jenjang D4 Bidang Akuakultur SITH, ITB VEDCA - SEAMOLEC

Pengetahuan Dasar Gizi Cica Yulia, S.Pd, M.Si

BAB I PENDAHULUAN. untuk hidup bukan hidup untuk makan. Hal ini dimaksudkan agar dapat menjaga

BAB I PENDAHULUAN. occidentale L.) seluas ha, tersebar di propinsi Sulawesi. Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur,

BAB I KLARIFIKASI HASIL PERTANIAN

Makanan Kasar (Roughage) Pakan Suplemen (Supplement) Pakan Aditive (Additive)

7 Manfaat Daun Singkong

TINJAUAN PUSTAKA. perkembangan di Inggris dan Amerika Serikat, itik ini menjadi popular. Itik peking

Kehamilan akan meningkatkan metabolisme energi karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya juga mengalami peningkatan selama masa kehamilan.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dilihat dari letak geografis, Indonesia merupakan negara yang terletak pada

II. TINJAUAN PUSTAKA. Beras analog merupakan beras tiruan yang terbuat dari tepung lokal non-beras.

Pada ternak ruminansia adalah keharusan Faktor yang mempengaruhi kualitas: Sebagai sumber Energi dan Protein Pemilihan Bahan Konsentrat:

BAB I PENDAHULUAN. Bab I Pendahuluan

KONSENTRAT TERNAK RUMINANSIA

BAB I PENDAHULUAN. tanaman kesumba mempunyai biji yang biasa digunakan anak-anak untuk

Obat Herbal Diabetes dan Diet Makanan, Pasangan Serasi Untuk Diabetesi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MENU BERAGAM BERGIZI DAN BERIMBANG UNTUK HIDUP SEHAT. Nur Indrawaty Liputo. Bagian Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

1 I PENDAHULUAN. yang cukup baik terutama kandungan karbohidrat yang tinggi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. nutrisi yang sesuai sehingga dapat dikonsumsi dan dapat dicerna oleh ternak yang

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I PENDAHULUAN. Penelitian merupakan sebuah proses dimana dalam pengerjaannya

Pakan ternak. Dibutuhkan oleh ternak untuk : 1. Hidup pokok 2. Pertumbuhan 3. Produksi 4. Mengganti sel yang rusak pada jaringan

FORMULASI PAKAN IKAN

KOMPOSISI KIMIA BEBERAPA BAHAN LIMBAH PERTANIAN DAN INDUSTRI PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN

2017, No penyerahannya dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai; b. bahwa untuk memberikan kepastian hukum, perlu melakukan penyesuai

PENGENALAN DKBM (TKPI) & UKURAN RUMAH TANGGA (URT) Rizqie Auliana, M.Kes

Sistem Pencernaan Manusia

I. PENDAHULUAN. dan siap untuk dimakan disebut makanan. Makanan adalah bahan pangan

BAB I PENDAHULUAN. asli Indonesia. Daerah asalnya adalah India dan Afrika Tengah. Tanaman ini

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Milik MPKT B dan hanya untuk dipergunakan di lingkungan akademik Universitas Indonesia

PRAKTIKUM III PENGENALAN BAHAN PAKAN TERNAK (FEEDS STUFF)

Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Bahan utama pembuatan biskuit pada umumnya adalah dengan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Jamur merang merupakan salah satu jenis jamur pangan yang memiliki nilai gizi yang tinggi dan permintaan pasar

PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN IKAN LELE, MAS DAN NILA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sapi potong merupakan sumber utama sapi bakalan bagi usaha

PAKAN AYAM BURAS INSTALASI PENELITIAN DAN PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN DKI JAKARTA 1996

1 I PENDAHULUAN. Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian, dan (7) Waktu dan Tempat Penelitian.

Butir-butiran dan limbahnya

TEKNOLOGI PENINGKATAN PRODUKTIFITAS KOLONI LEBAH Apis mellifera dan Apis cerana YANG DIPELIHARA DI AREAL Acacia crassicarpa

BAB I PENDAHULUAN. antar jenis tanaman menyebabkan tanaman ini tersisih dan jarang ditanam dalam

BAB V. HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI

KULIAH ke: 9. POKOK BAHASAN: Zat Makanan Untuk Itik Pedaging. SUB POKOK BAHASAN: 1) Energi, 2)Protein, 3) Mineral, dan 4) Vitamin untuk itik pedaging.

BAB I PENDAHULUAN. laut ini, salah satunya ialah digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Kuisioner Penelitian. Hubungan Pola Makan dengan Status Gizi Anak Kelas IV dan V di SDN Panunggangan 1

BAB 1 PENDAHULUAN. macam komoditi pangan pertanian, tetapi kemampuan produksi pangan di

GIZI. Pentingnya makanan bagi kesehatan Makanan bergizi Syarat dan Nilai makanan sehat Zat makanan yang mengganggu kesehatan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pakan pelengkap (Hartadi dkk., 1991). Konsentrat terdiri dari campuran jagung,

II. TINJAUAN PUSTAKA. Upaya mengurangi ketergantungan konsumsi beras masyarakat Indonesia adalah

I. PENDAHULUAN. Peternakan dan Kesehatan Hewan (2012) menunjukkan bahwa konsumsi telur burung

PENDAHULUAN. Masalah pangan: ketersediaan pangan; kerawanan konsumsi pangan oleh pengaruh kemiskinan, pendidikan rendah & pantangan terhadap makanan

3 METODE 3.1 Pakan Uji

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 16. SISTEM PENCERNAANLatihan Soal 16.1

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian tentang pengaruh penggunaan tepung daun katuk (Sauropus

GIZI WANITA HAMIL SEMESTER VI - 6 DAN 7

II. TINJAUAN PUSTAKA. Limbah adalah kotoran atau buangan yang merupakan komponen penyebab

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Tempe merupakan makanan khas Indonesia yang cukup populer dan

BAB I PENDAHULUAN. seperti selulosa, hemiselulosa, dan pektin. Karbohidrat pada ubi jalar juga

I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi

mi. Sekitar 40% konsumsi gandum di Asia adalah mi (Hoseney, 1994).

BAB I PENDAHULUAN. dapat mengkonsumsi berbagai jenis pangan sehingga keanekaragaman pola

I. PENDAHULUAN. saji kaya protein yang bersumber dari bahan pangan hewani, memengaruhi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ,

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab III Konsentrat. Universitas Gadjah Mada

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. didalamnya terkandung senyawa-senyawa yang sangat diperlukan untuk

Ukuran rumah tangga dalam gram: 1 sdm gula pasir = 8 gram 1 sdm tepung susu = 5 gram 1 sdm tepung beras, tepung sagu. = 6 gram

I PENDAHULUAN. nugget yang relatif mahal. Oleh karena itu dibutuhkan alternatif nugget yang

BABI PENDAHULUAN. Dalam beberapa tahun terakhir, budidaya ikan banyak membutuhkan pakan ikan

BAB I PENDAHULUAN. indikator yang tertuang di dalam Millenium Development Goals (MDGs).

LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2013 TENTANG PENGAWASAN FORMULA PERTUMBUHAN

I PENDAHULUAN. Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian, dan (7) Waktu dan Tempat Penelitian.

ANALISIS PENDAPATAN DAN BIAYA PRODUKSI AGROINDUSTRI TAHU DI DESA PANDANSARI KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. unggas air yang cocok untuk dikembangbiakkan di Indonesia. Sistem

SUSU KEDELAI 1. PENDAHULUAN

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Di Indonesia kaya akan berbagai jenis tanaman umbi-umbian, baik

Vitamin. Dibawah ini merupakan penjelasan jenis jenis vitamin, dan sumber makanan yang mengandung vitamin

Tingkat Penggunaan Limbah Laju Pertumbuhan %

I. PENDAHULUAN. (1995) roti adalah produk yang diperoleh dari adonan tepung terigu yang. makanan lain dan bahan tambahan makanan yang diizinkan.

12 PESAN DASAR NUTRISI SEIMBANG

BAB I PENDAHULUAN. Protein merupakan suatu senyawa yang dibutuhkan dalam tubuh. manusia sebagai zat pendukung pertumbuhan dan perkembangan.

TINJAUAN PUSTAKA. Nangka memiliki nama latin artocarpus heteropyllus sedangkan dalam

Transkripsi:

6 SUMBER NUTRIEN DAN ENERGI DLM MEMBUAT PAKAN IKAN Berdasarkan sumbernya bahan baku pakan dibedakan menjadi bahan baku hewani dan bahan baku nabati (tumbuh-tumbuhan). Bahan baku hewani sangat penting dalam pembuatan pakan. Dibandingkan dengan bahan nabati, bahan baku hewani pada umunya lebih memiliki keunggulan karena mengandung nilai gizi (terutama protein) yang lebih tinggi dan mengandung asam amino esensial yang lebih lengkap. Meskipun demikian dalam pembuatan pakan sangat dianjurkan untuk menggunakan campuran dari kedua sumber tersebut karena komposisi zat gizi yang terkandung menjadi lebih lengkap. 55

A. Sumber Protein Sumber protein diperoleh dari hewan atau tumbuhan. Bahan pakan yang bersumber dari hewan biasanya mengandung protein berkisar 27-85%, sedangkan tumbuhan memiliki kandungan protein 15-55%. Sumber protein diperoleh biasanya dari ikan laut, sedangkan protein tumbuhan berasal dari kacangkacangan dan biji-bijian. Kacang polong merupakan sumber energi pakan yang bermutu di daerah tropis karena banyak mengandung protein. Profil sumber asam amino dari kedua sumber (hewan dan tumbuhan) tertera pada Tabel 6.1, komposisi proksimat (%) bahan-bahan yang biasa digunakan di Asia pada Tabel 6.2, dan komposisi (%) bahan-bahan yang umum digunakan pada pakan ikan pada Tabel 6.3 (Bautista et al. 1994). B. Sumber Lemak Lemak diperoleh dari hewan atau tumbuhan, lemak yang umunya digunakan terdapat pada ikan atau minyak dari ikan laut seperti minyak hati ikan cod, minyak hati pollak, minyak sardine dan minyak hati 56

cumi. Sedangkan minyak tumbuhan adalah minyak jagung, kelapa, kacang kedelai, bunga matahari, kacang tanah, biji kapas, biji rami (Bautista et al. 1994) C. Sumber Karbohidrat Karbohidrat berasal dari biji-bijian atau sumber hasil tanaman. Biji-bijian merupakan komponen penting pada pakan ikan budidaya dan merupakan sumber energi yang murah karena mengandung karbohidrat dan baik pula sebagai sumber vitamin B, khususnya dedak. Selain itu dedak sangat baik sebagai sumber karbohidrat untuk makanan ikan. Sumber-sumber karbohidrat termasuk di dalamnya adalah roti dan tepung terigu, pati (jagung, kentang, singkong, sagu), dedak dan produk padi lainnya dari jenis makanan yang menyerupai jagung atau gandum (Bautista et al. 1994) 57

Tabel 6.1. Profil komposisi asam amino dari Fish meal (FM), leaf Meals (LM) dan dari sumber lainnya Ipilipil Asam amino White Peruvian Sapsap Tuna Tabagak Shrimp Squid Soyabean Kangkong Camote Acacia Tamarind (FM) (FM) (FM) (FM) (FM) meal meal meal (LM) (LM) (LM) (LM) (LM) Alanine 6 6,1 6,7 5 5,5 5,5 5,8 4 5 5,2 6,2 3,2 3,6 Arginine 6,2 5,5 4 5,4 4,7 7,1 7,5 6 3,3 3,7 5,2 2,2 2,4 Aspartic acid 9,4 8,7 9,5 8,5 8,1 8,3 10,1 11,1 8,7 10,2 11,4 6,3 7,6 Cystine 0,7 0,9 0,8 0,7 0,9 0,6 0,9 1,2 0,5 0,3 0,6 0,5 0,5 Glutamic acid 13,8 13,2 14,9 11,2 11,3 12,4 15,8 18,7 8,8 10,2 11,2 6,6 7,6 Glycine 7 5,4 6,4 5,2 5,3 4,9 5,7 4 4,3 4,7 6 3,2 4 Histidine 2,2 1,8 3,9 5,6 2,3 2,1 2,2 3,2 2,7 2,8 1,4 3,9 4 Isoleucine 3,9 4,1 4,5 3,9 4,2 3,8 4,2 4,5 3,4 3,7 6,6 2,4 3 Leucine 7,4 7,1 7,5 6,5 6,6 6,7 7,7 7,2 6,5 7,9 6,6 4,8 5,7 Lysine 7,7 7,4 7,3 6,2 7,3 6,3 7,8 5,8 4,6 4,4 6,1 2,9 3,4 Methionine 3 2,8 2,9 2,3 2,8 2,4 2,8 1,4 1,5 1,8 1,2 0,9 0,9 Phenylalanine 4,3 3,8 3,8 3,8 3,5 3,8 3,4 5,2 5,7 6,5 3,9 3,8 4,2 Proline 4,3 4,2 3,5 3,7 3 3,2 3,8 5,5 3,9 3,8 5,5 3,6 3,8 Serine 4,4 3,6 3,4 3,3 3,1 3,1 3,9 5,2 3,7 4,3 4,4 3,2 3,8 Threonine 4,2 3,9 3,9 3,6 3,7 3,6 4,1 3,8 3,9 4,4 5,1 2,7 3,6 Tryptopan 1 0,7 1,2 0,8 0,8 1,1 1 0,4 NA NA NA NA NA Tyrosine 3,8 3,2 4,4 2,6 3,3 3,3 3,1 2,7 4,1 6,5 3,4 3,5 3 Valine 5,1 5,2 5,2 4,5 4,9 4,3 4,3 4,4 5,3 5,8 6,3 3,5 3,9 % Protein 70,4 70,5 66 77,2 78,4 71,8 78,7 43,8 31,9 30,8 27,8 25,3 15,1 58

Tabel 6.2 Komposisi proksimat (%) bahan-bahan yang biasa digunakan di Asia Bahan Air Protn Lmk Srt Abu Lysine Methionone+ Cystine Susu mentega 7.0 32.0 5.0 0.1 8.0 2.4 1.1 Tp. Ikan-1 9.5 53.9 6.1 3.0 25.7 3.7 1.7 Tp. Ikan-2 10.7 55.0 6.7 2.8 28.0 5.1 2.8 Tp. daging 70 46.0 8.8 2.8 2.0 2.2 1.2 Bubuk kepala susu 9.6 33.0 1.0 2.0 0.2 2.6 1.4 Bubuk air dadih 8.0 12.0 0.8 0.2 0.9 1.0 0.5 Pembuat ragi 8.1 26.0 12.1 0.9 3.0 0.8 1.0 Ragi kering 8.9 44.2 1.4 3.0 11.8 3.0 1.2 Tp.kcg.tanah 9.4 42.0 1.5 11.8 17.4 2.0 1.0 Tp.biji pala 8.9 14.0 2.6 17.4 6.5 1.0 0.6 Tp.wijen 7.4 37.4 6.9 6.5 6.6 1.2 1.8 Tp.kcg.kedelai 10.8 43.0 2.5 6.6 2.5 2.8 1.3 Maizena 11.0 8.5 3.6 2.5 20.0 0.2 0.3 Dedak padi-1 10.0 8.5 8.0 20.0 16.0 0.6 0.4 Dedak padi-2 9.7 12.5 1.3 16.0 2.5 0.5 0.3 Borghum 13.1 7.6 2.5 2.5 3.0 0.3 0.3 Tp.tapioka 11.5 2.1 0.5 3.0 8.9-0.4 Dedak terigu 11.6 14.0 3.0 8.9 2.8 0.4 0.3 Biji-bijian padi 11.8 11.7 1.7 2.8 1.6 0.3 0.3 Minyak ikan 1.0-99.0 - - - - Mnk palm merah 1.0-99.0 - - - - Sumber: NRC (1983, 1993) Tabel 6.3 Komposisi bahan yang umum digunakan pada ikan Bahan Protn Lmk Srt Methionone+ Ca ksr ksr ksr Cystine Tepung alfalfa 17.0 3.0 24.0 1.3 0.5 Tepung darah hewan 80.0 1.0 1.0 0.3 2.4 Pembuat ragi kering 45.0 0.4 1.5 0.1 1.5 Jagung kuning 8.9 3.5 2.9 0.01 0.3 Tepung perekat jagung 21.0 2.0 10.0 0.3 1.0 Jg. kering terlarut hsl penyulingan 27.0 9.0 4.0 0.4 1.2 Tepung bulu unggas 85.0 2.5 1.5 0.2 3.6 Tepung ikan kering 70.0 10.0 1.0 2.0 2.9 Daging dan tepung tulang 45.0 8.5 2.5 11.0 0.8 Tepung produk unggas 58.0 14.0 2.5 4.0 2.0 Tepung lobak 36.0 2.6 13.2 0.7 1.2 Kacang kedelai lemak 38.0 18.0 5.0 0.3 1.1 Kacang kedelai 48.0 0.5 3.0 0.2 1.5 Terigu sedang 17.0 3.6 7.0 0.2 0.3 59

Air dadih, dehidrasi 12.0 0.7-0.9 0.5 Konsentrat, protein ikan 80.0 0.3 1.0 3.5 4.7 Konsentrat protein kacang K 68.0 0.3 3.6 0.3 2.8 C201-Guelph reference diet 48.0 15.0 3.4 0.8 1.6 C202- Guelph reference diet 40.0 17.0 3.0 0.7 1.7 Sumber: NRC (1983, 1993) D. Sumber Vitamin Vitamin merupakan zat gizi esensial yang dibutuhkan ikan dari makanannya, karena ikan tidak dapat mensintesis sendiri di dalam tubuhnya. Kebutuhan vitamin oleh ikan bervariasi menurut spesies, ukuran, dan umur ikan. Sedangkan bahan yang dapat dijadikan sebagai sumber vitamin disajikan pada Tabel 6.4 Tabel 6.4 Sumber Vitamin Yang Terdapat Pada Bahan Pakan Vitamin Sumber B1, thiamin Kacang polong, dedak, ragi B2, riboflavin Ragi, hati, susu, kacang kedelai B5, pantothenic acid Dedak, ragi, kotoran hewan, daging ikan B6, pyridoxin Ragi, biji-bijian, hati B12, cyanocobalamin Tepung ikan dan jeroan, buangan rumah pemotongan hewan C, ascorbic acid Jaringan ikan segar, serangga Niacin Ragi, kacang polong, makanan hewan/lemak Biotin Hati, ragi, produk susu Folic acid Ragi, jaringan ikan, dan jeroan tepung daun Cholin Benih gandum, kacang polong Inositol Kacang polong, ragi, benih gandum A, retinol Minyak ikan D, calciferol Minyak ikan E, tocopherol Minyak sayur K, menadione Lembaran gading, alfalfa, medicago sativa 60

E. Sumber Mineral Kebutuhan mineral bagi ikan sulit ditentukan karena ikan mampu menyerap ion dari lingkungan luar (lihat Tabel 6.5). Pertukaran ion melalui insang dan kulit sangat menyulitkan penentuan kebutuhan mineral. Namun demikian untuk kebutuhan pembuatan pakan dan udang maka sumber mineral makro seperti kalsium, fosfor dapat digunakan tepung ikan, udang, daging dan tepung tulang, serta tepung remis, karena material tersebut tinggi kandungan mineralnya (Bautista et al. 1994). F. Feed Aditive Feed aditive dapat didefinisikan sebagai suatu zat (materi-materi) pelengkap non nutritif yang ditambahkan dalam pakan untuk tujuan tertentu. Secara fisiologis, bahan aditive tersebut dipergunakan untuk meningkatkan metabolisme tubuh ikan dan udang. Selain untuk tujuan yang bersifat fisiologis, penambahan zat aditive juga bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu pakan, memasok nutrien penting dalam bentuk murni atau bahkan untuk memenuhi kepentingan ekonomis (NRC 1993). Jenis-jenis yang biasa digunakan dalam pakan ikan adalah sebagai berikut: antioksidan, penghambat jamur, binders/bahan pengikat, atraktan atau perangsang makan, 61

pigmen, antibiotik, dan immunostimulan. Untuk lebih memudahkan dalam memahaminya dapat dilihat pada Gambar 6.1 62

Tepung kedelai Gelatin jagung Gelatin gandum Bungkil kelapa Tepung daun PROTEIN Tepung ikan Tepung daging dan tulang Tepung udang Tepung darah Minyak kelapa Minyak sawit Minyak jagung LEMAK Minyak ikan Lemak sapi Dedak padi Dedak jagung Pollard Sorgum KARBOHIDRAT Tetes gula Pati jagung Pati gandum Ubi kayu Minyak nabati Tepung daun Tepung ikan Dedak padi Dedak jagung Ragi, inositol Pyridoxin VITAMIN Thiamin hodrpkhlorida Cholin khlorida Kalsium pantothenat Riboflavin, Menadion Folacin, Alfa-tocoferol Biotin, Beta-caroten Niacin, Asam askorbat Kapur pertanian Tepung ikan Garam Tepung tulang Tepung daging MINERAL FEED ADITIVE Dikalsium fosfat Natrium khlorida Kalium iodida Kobalt khlorida Seng sulfat Mangan sulfat Kupri sulfat Magnesium sulfat Ferro sulfat Antioksidan Penghambat jamur Bahan pengikat/binders Antraktan/peransang makan Pigmen Antibiotik Immunostimulan Gambar 6.1. Sumber nutrien alami dan buatan (Cruz, 1986- modifikasi) 63