1). Synchronous Counter

dokumen-dokumen yang mirip
1). Synchronous Counter

APLIKASI JK FLIP-FLOP UNTUK MERANCANG DECADE COUNTER ASINKRON

ABSTRAK. Kata Kunci : Counter, Counter Asinkron, Clock

Register & Counter -7-

Operasi Counting Q 1 Q 2. Pulsa clock Belum ada pulsa Setelah pulsa # Setelah pulsa # 2

BAB III COUNTER. OBYEKTIF : - Memahami jenis-jenis counter - Mampu merancang rangkaian suatu counter

BAB VIII REGISTER DAN COUNTER

=== PERANCANGAN RANGKAIAN SEKUENSIAL ===

REGISTER DAN COUNTER.

BAB VIII COUNTER (PENCACAH)

=== PENCACAH dan REGISTER ===

adalah frekuensi detak masukan mula-mula, sehingga membentuk rangkaian

PERTEMUAN 12 PENCACAH

BAB VIII REGISTER DAN COUNTER

PERTEMUAN 12 PENCACAH

BAB I PENDAHULUAN. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa pengertian Counter? 2. Apa saja macam-macam Counter? 3. Apa saja fungsi Counter?

Percobaan 6 PENCACAH (COUNTER) Oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA, UNY

Arsitektur Komputer. Rangkaian Logika Kombinasional & Sekuensial

PERCOBAAN 4 FLIP-FLOP 2

6. Rangkaian Logika Kombinasional dan Sequensial 6.1. Rangkaian Logika Kombinasional Enkoder

Laboratorium Sistem Komputer dan Otomasi Departemen Teknik Elektro Otomasi Fakultas Vokasi Institut Teknologi Sepuluh November

FLIP-FLOP. FF-SR merupakan dasar dari semua rangkaian flip flop. FF-SR disusun dari dua gerbang NAND atau dua gerbang NOR. Gambar Simbol SR Flip-Flop

FLIP-FLOP (BISTABIL)

TKC305 - Sistem Digital Lanjut. Eko Didik Widianto. Sistem Komputer - Universitas Diponegoro

7.1. TUJUAN Mengenal, mengerti dan memahami operasi dasar pencacah maju maupun pencacah mundur menggunakan rangkaian gerbang logika dan FF.

Kuliah#11 TKC-205 Sistem Digital. Eko Didik Widianto. 11 Maret 2017

Bab XI, State Diagram Hal: 226

PENCACAH. Gambar 7.1. Pencacah 4 bit

8. TRANSFER DATA. I. Tujuan

PERCOBAAN 6 COUNTER ASINKRON

R ANGKAIAN LOGIKA KOMBINASIONAL DAN SEQUENSIAL

FLIP-FLOP T (Tugas Sistem Digital) Oleh Fitri Anggraini Novia Puspasari

PERCOBAAN 2. FLIP-FLOP

LEMBAR TUGAS MAHASISWA ( LTM )

Rangkaian Sequensial. Flip-Flop RS

PENCACAH (COUNTER) DAN REGISTER

1. FLIP-FLOP. 1. RS Flip-Flop. 2. CRS Flip-Flop. 3. D Flip-Flop. 4. T Flip-Flop. 5. J-K Flip-Flop. ad 1. RS Flip-Flop

MAKALAH TEKNIK DIGITAL RANGKAIAN FLIP-FLOP DASAR

PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL

BAB VII FLIP FLOPS. Gate-gate logika kombinatorial. Elemenelemen. memori. Input-input eksternal. Gambar 7.1 Diagram Sistem Digital Umum

6.1. TUJUAN PERCOBAAN Mahasiswa/i mengenal, mengerti dan memahami cara kerja register.

LAB #5 REGISTER, SYNCHRONOUS COUNTER AND ASYNCHRONOUS COUNTER

Hanif Fakhrurroja, MT

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

MODUL DASAR TEKNIK DIGITAL

5.1. TUJUAN 1. Mengenal, mengerti dan memahami operasi dasar rangkaian flip-flop. 2. Mengenal berbagai macam IC flip-flop.

P E N C A C A H 7.1 Pencacah Berurutan dan tak berurutan

FLIP - FLOP. Kelompok : Angga Surahman Sudibya ( ) Ma mun Fauzi ( ) Mudesti Astuti ( ) Randy Septiawan ( )

BAB 7 REGISTER Register

COUNTER ASYNCHRONOUS

BAB VII REGISTER. Keluar dan masuknya data ke dalam register dapat dilakukan dengan 2 cara:

Rangkaian Sekuesial. [Rangkaian Sekuensial] BAB V

PERCOBAAN 3 FLIP FLOP 1

Output. Input R.Kombinasi Onal. Flip-Flop. Pulsa Clock. Pulsa Clock

Jobsheet Praktikum FLIP-FLOP J-K

Gambar 1.1. Rangkaian Sekuensial

Eko Didik Widianto. 23 Maret 2014

Sistem Digital. Sistem Angka dan konversinya

BAB 4 RANGKAIAN LOGIKA DIGITAL SEKUENSIAL. 4.1 Flip-Flop S-R

Review Kuliah. TKC305 - Sistem Digital Lanjut. Eko Didik Widianto

BAB VII DASAR FLIP-FLOP

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET PRAKTIK TEKNIK DIGITAL

Tahun Akademik 2015/2016 Semester I DIG1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer

COUNTER ASYNCHRONOUS

FLIP-FLOP JK (Tugas Sistem Digital) Oleh Riza Amelia ( ) Zaitun ( )

Tugas Mata Kuliah Pengantar Sistem Digital

REGISTER. uart/reg8.html

PERTEMUAN 10 RANGKAIAN SEKUENSIAL

PERTEMUAN 10 RANGKAIAN SEKUENSIAL

Flip-Flop (FF) Disusun oleh: Tim dosen SLD Diedit ulang oleh: Endro Ariyanto. Prodi S1 Teknik Informatika Fakultas Informatika Universitas Telkom

MODUL I GERBANG LOGIKA DASAR

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Percobaan 5 FLIP-FLOP (MULTIVIBRATOR BISTABIL) Oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA, UNY

Sistem Digital. Flip-Flop -6- Sistem Digital. Missa Lamsani Hal 1

MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN DIGITAL

DIODE TRANSISTOR LOGIC (DTL)

Gerbang AND Gerbang OR Gerbang NOT UNIT I GERBANG LOGIKA DASAR DAN KOMBINASI. I. Tujuan

Percobaan 7 REGISTER (PENCATAT) Oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA, UNY

RANGKAIAN LOGIKA DISKRIT

MATERI RANGKAIAN SEKUENSIAL

ANALISA RANGKAIAN ALAT PENGHITUNG JUMLAH MOBIL PADA PELATARAN PARKIR. Noveri Lysbetti Marpaung

Lutfi Rasyid Nur Hidayat PTI D / SHIFT REGISTER

Modul 5 : Rangkaian Sekuensial 1

MODUL IV FLIP-FLOP. Gambar 4.1 Rangkaian RS flip-flop dengan gerbang NAND dan NOR S Q Q R

Konsep dasar perbedaan

BAB VI RANGKAIAN ARITMATIKA

Gambar 1.1 Logic diagram dan logic simbol IC 7476

LAB #4 RANGKAIAN LOGIKA SEKUENSIAL

BAB I : APLIKASI GERBANG LOGIKA

BAB I Tujuan BAB II Landasan Teori

Perlu diperhatikan bahwa perubahan sinyalnya sebenarnya tidaklah curam

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

dan Flip-flop TKC Sistem Digital Lanjut Eko Didik Widianto Sistem Komputer - Universitas Diponegoro

Modul 7 : Rangkaian Sekuensial 3

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

3.TEORI SINGKAT 3.1. BILANGAN BINER

RANGKAIAN SEKUENSIAL

KEGIATAN BELAJAR 1 SISTEM KOMPUTER

SISTEM DIGITAL; Analisis, Desain dan Implementasi, oleh Eko Didik Widianto Hak Cipta 2014 pada penulis GRAHA ILMU Ruko Jambusari 7A Yogyakarta 55283

Finite State Machine (FSM)

Transkripsi:

Counter juga disebut pencacah atau penghitung yaitu rangkaian logika sekuensial yang digunakan untuk menghitung jumlah pulsa yang diberikan pada bagian masukan. Counter digunakan untuk berbagai operasi aritmatika, pembagi frekuensi, penghitung jarak (odometer), penghitung kecepatan (spedometer), yang pengembangannya digunakan luas dalam aplikasi perhitungan pada instrumen ilmiah, kontrol industri, komputer, perlengkapan komunikasi, dan sebagainya. Counter tersusun atas sederetan flip-flop yang dimanipulasi sedemikian rupa dengan sehingga pulsa yang masuk dapat dihitung sesuai rancangan. Dalam perancangannya counter dapat tersusun atas semua jenis flip-flop, tergantung karakteristik masing-masing flip-flop tersebut. Dilihat dari arah cacahan, rangkaian pencacah dibedakan atas pencacah naik (Up Counter) dan pencacah turun (Down Counter). Pencacah naik melakukan cacahan dari kecil ke arah besar, kemudian kembali ke cacahan awal secara otomatis. Pada pencacah menurun, pencacahan dari besar ke arah kecil hingga cacahan terakhir kemudian kembali ke cacahan awal. Tiga faktor yang harus diperhatikan untuk membangun pencacah naik atau turun yaitu (1) pada transisi mana Flip-flop tersebut aktif. Transisi pulsa dari positif ke negatif atau sebaliknya, (2) output Flip-flop yang diumpankan ke Flip-flop berikutnya diambilkan dari mana. Dari output Q atau Q, (3) indikator hasil cacahan dinyatakan sebagai output yang mana. Output Q atau Q. ketiga faktor tersebut di atas dapat dinyatakan dalam persamaan EX-OR. Secara global counter terbagi atas 2 jenis, yaitu: Syncronus Counter dan Asyncronous counter. Perbedaan kedua jenis counter ini adalah pada pemicuannya. Pada Syncronous counter pemicuan flip-flop dilakukan serentak (dipicu oleh satu sumber clock) susunan flip-flopnya paralel. Sedangkan pada Asyncronous counter, minimal ada salah satu flip-flop yang clock-nya dipicu oleh keluaran flip-flop lain atau dari sumber clock lain, dan susunan flip-flopnya seri. Dengan memanipulasi koneksi flip-flop berdasarkan peta karnough atau timing diagram dapat dihasilkan counter acak, shift counter (counter sebagai fungsi register) atau juga up-down counter. 1). Synchronous Counter Syncronous counter memiliki pemicuan dari sumber clock yang sama dan susunan flipflopnya adalah paralel. Dalam Syncronous counter ini sendiri terdapat perbedaan penempatan atau

manipulasi gerbang dasarnya yang menyebabkan perbadaan waktu tunda yang di sebut carry propagation delay. Penerapan counter dalam aplikasinya adalah berupa chip IC baik IC TTL, maupun CMOS, antara lain adalah: (TTL) 7490, 7493, 74190, 74191, 74192, 74193, (CMOS) 4017,4029,4042,dan lain-lain. Pada Counter Sinkron, sumber clock diberikan pada masing-masing input Clock dari Flipflop penyusunnya, sehingga apabila ada perubahan pulsa dari sumber, maka perubahan tersebut akan men-trigger seluruh Flip-flop secara bersama-sama. Tabel Kebenaran untuk Up Counter dan Down Counter Sinkron 3 bit : Gambar rangkaian Up Counter Sinkron 3 bit Gambar rangkaian Down Counter Sinkron 3 bit

Rangkaian Up/Down Counter Sinkron Rangkaian Up/Down Counter merupakan gabungan dari Up Counter dan Down Counter. Rangkaian ini dapat menghitung bergantian antara Up dan Down karena adanya input eksternal sebagai control yang menentukan saat menghitung Up atau Down. Pada gambar 4.4 ditunjukkan rangkaian Up/Down Counter Sinkron 3 bit. Jika input CNTRL bernilai 1 maka Counter akan menghitung naik (UP), sedangkan jika input CNTRL bernilai 0, Counter akan menghitung turun (DOWN). Gambar rangkaian Up/Down Counter Sinkron 3 bit : 2). Asyncronous counter Seperti tersebut pada bagian sebelumnya Asyncronous counter tersusun atas flip-flop yang dihubungkan seri dan pemicuannya tergantung dari flip-flop sebelumnya, kemudian menjalar sampai flip-flop MSB-nya. Karena itulah Asyncronous counter sering disebut juga sebagai ripple-through counter.

Sebuah Counter Asinkron (Ripple) terdiri atas sederetan Flip-flop yang dikonfigurasikan dengan menyambung outputnya dari yan satu ke yang lain. Yang berikutnya sebuah sinyal yang terpasang pada input Clock FF pertama akan mengubah kedudukan outpunyanya apabila tebing (Edge) yang benar yang diperlukan terdeteksi. Output ini kemudian mentrigger inputclock berikutnya ketika terjadi tebing yang seharusnya sampai. Dengan cara ini sebuah sinyal pada inputnya akan meriplle (mentrigger input berikutnya) dari satu FF ke yang berikutnya sehingga sinyal itu mencapau ujung akhir deretan itu. Ingatlah bahwa FF T dapat membagi sinyal input dengan faktor 2 (dua). Jadi Counter dapat menghitung dari 0 sampai 2 = 1 (dengan n sama dengan banyaknya Flip-flop dalam deretan itu). Tabel Kebenaran dari Up Counter Asinkron 3-bit Gambar rangkaian Up Counter Asinkron 3 bit : Timing Diagram untuk Up Counter Asinkron 3 bit :

Berdasarkan bentuk timing diagram di atas, output dari flip-flop C menjadi clock dari flipflop B, sedangkan output dari flip-flop B menjadi clock dari flip-flop A. Perubahan pada negatif edge di masing-masing clock flip-flop sebelumnya menyebabkan flip-flop sesudahnya berganti kondisi (toggle), sehingga input-input J dan K di masing-masing flip-flop diberi nilai 1 (sifat toggle dari JK flip-flop). Counter Asinkron Mod-N Counter Mod-N adalah Counter yang tidak 2 n. Misalkan Counter Mod-6, menghitung : 0, 1, 2, 3, 4, 5. Sehingga Up Counter Mod-N akan menghitung 0 s/d N-1, sedangkan Down Counter MOD-N akan menghitung dari bilangan tertinggi sebanyak N kali ke bawah. Misalkan Down Counter MOD-9, akan menghitung : 15, 14, 13, 12, 11, 10, 9, 8, 7, 15, 14, 13,.. Gambar rangkaian Up Counter Asinkron Mod-6 Sebuah Up Counter Asinkron Mod-6, akan menghitung : 0,1,2,3,4,5,0,1,2, Maka nilai yang tidak pernah dikeluarkan adalah 6. Jika hitungan menginjak ke-6, maka counter akan reset kembali ke 0. Untuk itu masing-masing Flip-flop perlu di-reset ke nilai 0 dengan memanfaatkan input-input

Asinkron-nya ( dan ). Nilai 0 yang akan dimasukkan di PC didapatkan dengan me- NAND kan input A dan B (ABC =110 untuk desimal 6). Jika input A dan B keduanya bernilai 1, maka seluruh flip-flop akan di-reset. Gambar rangkaian Up/Down Counter Asinkron 3 bit Rangkaian Up/Down Counter merupakan gabungan dari Up Counter dan Down Counter. Rangkaian ini dapat menghitung bergantian antara Up dan Down karena adanya input eksternal sebagai control yang menentukan saat menghitung Up atau Down. Pada rangkaian Up/Down Counter ASinkron, output dari flip-flop sebelumnya menjadi input clock dari flip-flop berikutnya.