1. Lapisan Rangkap Listrik

dokumen-dokumen yang mirip
1. Lapisan Rangkap Listrik

TEST KEMAMPUAN DASAR FISIKA DASAR II

SAMBUNGAN P-N. Diode Sambungan p-n 63

MODUL PRAKTIKUM FISIKA MODERN PERCOBAAN THOMSON e/m

POTENSIAL LISTRIK. Mengingat integral garis dari medan listrik tidak bergantung pada bentuk lintasan, maka didefinisikan suatu besaran baru, yaitu

Hand Out Fisika II KAPASITOR. pada konduktor. +Q -Q

MODUL 1 GEJALA TRANSIEN

BAB 6 LARUTAN ELEKTROLIT DAN KONSEP REDOKS

Hal ini akan memberikan kestabilan terhadap sistem koloid.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KUIS I PROSES TRANSFER Hari, tanggal : Rabu, 3 November 2004 Waktu : 100 menit Sifat : Tabel Terbuka

MEDAN LISTRIK OLEH DISTRIBUSI MUATAN. Tri Rahajoeningroem, MT T. Elektro - UNIKOM

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Uji standard yang kita kenal saat ini diadopsi dari: SNI

Latihan Soal UM Unair 2015 IPA MATEMATIKA. tg15 dan. tg75 adalah.

BAB II PENGUKURAN TEGANGAN PUNCAK DENGAN PERCIKAN SELA

Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan Waktu

C w : konsentrasi uap air dalam kesetimbangan, v f dan f w menyatakan laju penguapan dengan dan tanpa film di permukaan


INDUKSI MAGNET B A B B A B

Medan Listrik. Medan : Besaran yang terdefinisi di dalam ruang dan waktu, dengan sifat-sifat tertentu.

TEKNOLOGI ALAMIAH UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA. Tegangan Permukaan. Disusun oleh: Wawan Gunawan

NEWTON S CRADLE (AYUNAN NEWTON)

Sudaryatno Sudirham. Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan Fasor

Laporan Praktikum Rangkaian Seri dan Paralel. Di SMA Negeri 2 Unggul Sekayu, 11 November 2015

TEKNIK KENDALI KONVERTER DC-DC

TOPIK: KESETIMBANGAN STATIK DAN ELASTISITAS. 1. Dapatkah sebuah berada dalam kesetimbangan jika dalam keadaan bergerak? Jelaskan!

Sudaryatno Sudirham. Distribusi Energi Listrik

Film adalah lapisan suatu zat yang menyebar melalui permukaan dengan ketebalan sangat kecil, dan pengaruh gravitasi dapat diabaikan.

FENOMENA LISTRIK PADA PERMUKAAN. 1. Lapis rangkap listrik 2. Potensial Zeta 3. Jenis potensial

Bilamana beberapa fase berada bersama-sama, maka batas di antara fase-fase ini dinamakan antarmuka (interface).

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. L HASIL PENGUKURAN DENSITAS DAN POROSITAS. Hasil pengukuran densitas dan porositas dari sampel yang telah

BAB 16. MEDAN LISTRIK

Massa m Muatan q (±) Menghasilkan: Merasakan: Tinjau juga Dipol p. Menghasilkan: Merasakan:

Elektroda Cu (katoda): o 2. o 2

K13 Revisi Antiremed Kelas 12 Fisika

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II POLARIMETRI

Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Tehnik Bentuk Contoh Instrumen

Geografi. Kelas X ATMOSFER II KTSP & K-13. E. Suhu Udara. 1. Kondisi Suhu Udara di Indonesia

TEGANGAN PERMUKAAN KEGIATAN BELAJAR 3 A. LANDASAN TEORI

Analisis Rangkaian Listrik

FISIKA IPA SMA/MA 1 D Suatu pipa diukur diameter dalamnya menggunakan jangka sorong diperlihatkan pada gambar di bawah.

MEKANIKA FLUIDA I HMKK 325. Dr. Aqli Mursadin Rachmat Subagyo, MT

Sifat-sifat Penting Fluida

PENENTUAN Mv DAN DIMENSI POLIMER SECARA VISKOMETER

Analisis Rangkaian Listrik

Xpedia Fisika. Dinamika Newton

INTERKONEKSI IC DIGITAL BERBAHAN GALLIUM ARSENIDE. Andreas Ardian Febrianto. Intisari

5. Tentukanlah besar dan arah momen gaya yang bekerja pada batang AC dan batang AB berikut ini, jika poros putar terletak di titik A, B, C dan O

BAB II BUSUR API LISTRIK

KAJIAN DUA MODEL EMPIRIS LAPISAN E IONOSFER

Perkuliahan PLPG Fisika tahun D.E Tarigan Drs MSi Jurusan Fisika FPMIPA UPI 1

II LANDASAN TEORI. Misalkan adalah suatu fungsi skalar, maka turunan vektor kecepatan dapat dituliskan sebagai berikut :

INFORMASI PENTING. m e = 9, kg Besar muatan electron. Massa electron. e = 1, C Bilangan Avogadro

FLUIDA STATIS. Seekor serangga hinggap di atas permukaan air tanpa basah. Penjepit kertas

DINAMIKA GERAK. DISUSUN OLEH : Ir. ARIANTO. Created by : Ir. Arianto, Guru Fisika SMAK. St. Louis 1 ELASTISITAS BAHAN MODULUS KELENTINGAN GAYA PEGAS

OLEH: I MADE TISNA SAGITA

Analisis Rangkaian Listrik

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1. a) Kesetimbangan silinder m: sejajar bidang miring. katrol licin. T f mg sin =0, (1) tegak lurus bidang miring. N mg cos =0, (13) lantai kasar

Ciri dari fluida adalah 1. Mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah

BAB 9 FLUIDA STATIS. Gaya kohesi antar molekul gas sangat kecil jika dibandingkan gaya kohesi antar

Hasil dan Pembahasan

BAB 20. KEMAGNETAN Magnet dan Medan Magnet Hubungan Arus Listrik dan Medan Magnet

Arus Listrik dan Resistansi

2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Voltametri

Berikan jawaban anda sesingkatnya langsung pada kertas soal ini dan dikumpulkan paling lambat tanggal Kamis, 20 Desember 2012.

Doc Name: XPFIS0701 Version :

Bab 4 Hukum Gauss. A. Pendahuluan

PENGARUH VARIASI KUAT ARUS LAS LISTRIK PADA SUDUT KAMPUH V GANDA TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETANGGUHAN IMPACT DARI MATERIAL ST 37

Perkuliahan Fisika Dasar II FI-331. Oleh Endi Suhendi 1

D. 30 newton E. 70 newton. D. momentum E. percepatan

Soal dan Pembahasan Termokimia Kelas XI IPA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

K13 Revisi Antiremed Kelas 10 Fisika

Soal :Stabilitas Benda Terapung

D. 85 N E. 100 N. Kunci : E Penyelesaian : Kita jabarkan ketiga Vektor ke sumbu X dan dan sumbu Y, lihat gambar di bawah ini :

HASIL DAN PEMBAHASAN

MODUL- 9 Fluida Science Center U i n versit itas Brawijijaya

Bab II Model Lapisan Fluida Viskos Tipis Akibat Gaya Gravitasi

Konsep energi potensial elektrostatika muatan titik : Muatan q dipindahkan dari r = ke r = r A Seperti digambarkan sbb :

Rheologi. Rini Yulianingsih

PENGANTAR SISTEM KENDALI

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI FAKULTAS TEKNIK ELEKTRO TELKOM UNIVERSITY

POTENSIAL LISTRIK MINGGU KE-4

4.1 Bentuk Gelombang Sinusoiadal

Bilangan Kompleks dan Fasor

KISI-KISI UJIAN TEORI KEJURUAN

4 Hasil dan Pembahasan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II. 1. Motor arus searah penguatan terpisah, bila arus penguat medan rotor. dan medan stator diperoleh dari luar motor.

Rangkuman Listrik Statis

Antiremed Kelas 12 Fisika

Sudaryatno Sudirham. Analisis. Keadaan Mantap Rangkaian Sistem Tenaga

D. 15 cm E. 10 cm. D. +5 dioptri E. +2 dioptri

Hasil dan Pembahasan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Turbin gas merupakan suatu penggerak mula yang mengubah energi

Transkripsi:

1. Lapisan Rangkap Listrik Permukaan lgam yang kntak dengan larutan elektrlit akan memiliki muatan listrik melalui 4 cara: diberi perbedaan ptensial listrik dari luar. absrbsi in pada permukaan lgam atau arbspsi daripermukaan klidnya. adanya perpindahan elektrn antara knduktr lgam dengan elektrlitnya. pada, misel, makrmlekul bilgi dan membran, muatan listrik diperleh akibat inisasi dari gugus fungsinal seperti karbksilat, fsfat atau amina. Daerah antarmuka yang terletak di larutan dikenal sebagai daerah lapis ganda elektrlit electrlyte duble layer regin sedangkan daerah antarmuka pada daerah padat/lgam dikenal sebagai daerah muatanruang space-charge regin. Rentang daerah pada lgam lebih tipis. Gambar 1.1. Illustrasi skematik antarmuka elektrda-larutan

1.1. Lapisan Ganda Rangkap Listrik. Bila permukaan lgam yang bermuatan listrik kntak dengan larutan elektrlit, permukaan tersebut akan menarik muatan yang berlawanan dan menlak muatan yang sejenis. Akan terbentuk lapisan ganda muatan listrik, yaitu lapisan pada permukaan lgam dan lapisan pada permukaan dekat lgam yang memiliki muatan yang berbeda. Beberapa mdel Lapisan-ganda Rangkap Listrik dikemukakan leh Helmhtz, Guy-Chapman, dan Stern. Mdel Helmhzt, beda ptensial antara titik tertentu di LRL dgn fasa ruah adalah linear, semakin jauh dari elektrda semakin kecil hingga mencapai nl. Guy Chapman, memperhitungkan adanya gerakan termal dari in-in. Stren, gabungan dari Helmhlzt dan Guy-Chapman; 2 Gambar 1.2. Beberapa mdel lapis rangkap listrik.

3 1.2. Lapis ganda listrik : Tegangan permukaan, kerapatan muatan dan kapasitas Daerah antarmuka pada suatu larutan adalah daerah yang memiliki harga ptensial listrik,, yang berbeda dibandingkan dengan fasa ruahnya. Terdapat penataan muatan psitif dan negatif dimulai dari permukaan elektrda hingga ke fasa ruah. Kapasitas lapis ganda adalah kntanta perbandingan antara ptensial yang diberikan dengan muatan terhadap spesi dalam daerah antarmuka. Besarnya kapasitas lapis ganda pada berbagai ptensial dapat dilakukan dengan teknik impendasi atau pengukuran elektrkapilaritas. Metda ini diperkenalkan leh Lippmann. Gambar 1.3. Skematis alat pengukuran tegangan permukaan air raksa dengan metda Lippmann.

Prinsip utama dalam pengukuran ini adalah klm kapiler yang diisi dengan air raksa hingga tinggi h di beri beda ptensial akan berada pada ketinggian yang sama. Pada kndisi ini tegangan permukaan akan diimbangi dengan gaya gravitasi, sehingga: 2 r c cs = r c 2 Hg h g (1.1) dengan r c = jari-jari kapiler; = sudut kntak; = tegangan permukaan; Hg = rapat massa air raksa. Aluran terhadap E dikenal sebagai kurva elektrkapiler. (Lihat Gambar 1.4.a). Fluks massa untuk percbaan ini adalah m 1 = r 2 c Hg h dengan dalah waktu hidup tetes (drp lifetime). (1.2) Substitusi persamaan 1.2 ke dalam persamaan 1.1 akan memberikan 2 r c = m 1 g t (1.3) Aluran terhadap E akan memberikan Gambar 1.4.a. Sedangkan knversi menjadi kapasitas diperleh dengan penurunan ganda terhadap perbedaan ptensial,, antara lgam/elektrda, M dengan larutan, S. Turunan pertama akan memberikan muatan pada permukaan yang dikenal sebagai persamaan Lippmann = M= S (1.4) dengan M = muatan pada lgam (charge n metal) dan S = muatan pada larutan. Dan M S =0. 4

5 Gambar 1.4. Aluran skematik pada daerah rangkap. (a) tegangan permukaan vs ptensial) (b) kerapatan muatan elektrda vs ptensial (c ) kapasitas diferensial terhadap ptensial. Bila diambil ptensial pembanding sembarang dan ptensial yang berhubungan dengan ptensial pembanding tersebut adalah E maka ~ E dan E = M (1.5) Persamaan Lippmann merupakan persamaan differensial dari elektrkapilaritas menunjukkan bahma muatan M bernilai nl saat kemiringan kurva elektrkapilaritas adalah nl. Ptensial dititik ini disebut sebagai titik muatan nl, E Z. Turunan kedua dari kurva elektrkapilaritas akan memberikan nilai kapasitas diferensial, yaitu kapasitas diferensial, C d, dan kapasitas integral C i :

6 C d = M E Kapasitas integral diperleh dari C i = M E E z (1.6) (1.7) E C d de C i = E z E E z de (1.8) 1.3. Mdel Helmhltz (1879) Mdel ini memperlihatkan adanya keteraturan muatan psitif dan negatif dengan pla yang teratur dan rigid pada kedua sisi dari antarmuka. Mdel ini mirip dengan menggambarkan keadaan suatu kapasitr plat paralel.

7 Gambar 1.5. Mdel Helmhltz untuk lapis rangkap listrik. (a) penataan in secara kaku. (b) Variasi ptensial elektrstatik sebagai fungsi dari jarak (c) variasi C d terhadap ptensial yang di berikan. Besarnya harga kapasitas adalah C d, H = r 0 x H (1.9) dengan x H merupakan jarak antara titik terdekat dari muatan, dan r adalah permisivitas relatif dan 0 = permisivitas vakum. Nilai r biasanya adalah 6-7, sehingga C d, H =10 F cm -2. Turunnya ptensial dari M ke S bersifat linier, dan C d, H bukan merupakan fungsi ptensial yang diterapkan pada elektrda Kekurangan dari mdel Helmhltz adalah.pada mdel ini interaksi inin yang terletak lebih jauh tidak diperhitungkan dan faktr knsentrasi tidak ikut diperhitungkan juga.