4.1 Bentuk Gelombang Sinusoiadal
|
|
|
- Suhendra Agusalim
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Analisis yang dilakukan selama ini terbatas pada arus dan tegangan yang tetap. Selanjutnya pembahasan akan menerapkan arus dan tegangan blak-balik seperti ditunjukkan pada gambar 4.. Gambar 4.. Gelmbang blak balik Semua bentuk gelmbang pada gambar 4.. disebut sebagai bentuk gelmbang blak-balik. Gambar 4..a. disebut sebagai tegangan blakbalik sinusidal karena mengikuti pla gelmbang sinus. Gelmbang jenis ini adalah jenis yang umumnya dijumpai. Bahasan selanjutnya hanya akan menerapkan bentuk gelmbang ini. Bentuk gelmbang yang ditunjukkan pada gambar 4..b sering disebut sebagai gelmbang persegi sedangkan yang ditunjukkan pada gambar 4..c adalah gelmbang segitiga. Dua bentuk terakhir biasanya dibangkitkan di labratrium, keduanya tidak dibahas dalam buku ini. erhatikan dan bandingkan ketiga bentuk gelmbang pada gambar 4. diatas dengan tegangan searah yang ditunjukkan pada gambar 4.. 6
2 Gambar 4.. egangan Searah erlihat bahwa pada sistem D besaran tegangan besarnya tetap, tidak berubah terhadap waktu, sedangkan pada sistem A besaran tegangan berubah terhadap waktu. 4. Bentuk Gelmbang Sinusiadal egangan sinusidal dihasilkan leh berbagai sumber. Sumber yang paling umum adalah stp kntak di rumah-rumah dimana sumber aslinya berada pada pusat pembangkit listrik (N dengan berbagai pusat pembangkit seperti A, U,, G dan lain-lain. Gelmbang sinusidal dengan karakteristik yang dapat dikendalikan leh pengguna didapat dari suatu alat yang dinamakan generatr fungsi seperti ditunjukkan pada gambar 43.e Gambar 4.3. Beberapa sumber blak-balik ihatlah gambar 4.4., perhatikan bahwa antara kurva 0 s.d. π, dengan kurva π s.d. π, keduanya adalah saling berkebalikan dengan besaran puncak yang sama dimana mempunyai nilai puncak sebesar 0 Vlt. 6
3 Gambar 4.4 Secara matematis persamaan suatu tegangan sinusidal adalah v Vp sinθ (4. perhatikan bahwa pada sudut sebesar 90, sin θ sin 90, sehingga v Vp 0 Vlt. Hal yang sama muncul pada sudut sebesar 70 Sedangkan akan tetapi sin 70 - sin 90 -, sehingga V -. ada sudut 0, 80 dan 360 sinθ0 sehingga v 0 vlt. V p (tegangan puncak adalah tegangan sesaat terbesar yang mungkin terjadi. ni adalah amplitud gelmbang sinus tersebut. Saat V 0 V sering disebut sebagi puncak atas dan V-0 sering disebut sebagai puncak bawah. Beda tegangan antara V0 dan V-0 dikenal dengan V (tegangan puncak ke puncak. Sumbu hrisntal pada gambar 4.4. bersatuan radian atau degree. ersamaan berikut digunakan untuk mengknversi antara keduanya π radian ( degree 80 (4. 80 degree π ( radian (4.3 erida ( dari suatu gelmbang sinusidal adalah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu gelmbang penuh yaitu terjadinya satu puncak atas dan satu puncak bawah, yang seringkali disebut sebagai satu siklus. 63
4 Gambar 4.5. erhatikan gambar 4.5.(a, nampak gelmbang tersebut memiliki perida sebesar satu detik, sedangkan gelmbang pada gambar 4.5.(b memiliki perida sebesar 0,5 detik. Frekuensi (f dari suatu gelmbang sinusidal adalah jumlah siklus yang terjadi selama satu detik. ada gambar 4.5.(a dan 4.5.(b masing masing memiliki frekuensi satu siklus dan dua siklus perdetik. Satuan siklus per detik seringkali disebut sebagai Hertz(Hz; hertz siklus per detik (4.4 erhatikan bahwa antara perida dan frekuensi adalah saling berkebalikan sehingga dapat dinyatakan sebagai (4.5 f dimana adalah perida dengan satuan detik f adalah frekuensi dengan satuan Hertz Gelmbang sinusidal dapat dibangkitkan dengan cara mempryeksikan secara vertikal suatu vektr rtasi seperti diilustrasikan 64
5 pada gambar 4.6. Gambar 4.6. Dalam gerak translasi dikenal, kecepatan jarak/ waktu, 65
6 sedangkan pada gerak rtasi berlaku kecepatan putar (ω π ω (4.6 jika / dinyatakan sebagai f maka ω π f (4.7 jika Jarak kecepatan x waktu maka sudut θ (dalam satuan radian yang ditempuh suatu putaran dengan kecepatan ω dalam waktu t dapat ditentukan dengan persamaan θ ωt radian (4.8 persamaan 4.. dapat ditulis kembali sebagai v V sinωt (4.9 v V sin π f (4.0 gambar 4.7 Gambar
7 Gambar Nilai Efektif (MS Gambar 4.0 Berapakah tegangan sinusidal akan memask daya yang setara dengan tegangan D? perhatikan gambar 4.0. gambar tersebut menyatakan bahwa jika tegangan D sebesar 0 V dipaskkan ke suatu beban, daya yang setara dengan itu dapat dipask dari tegangan sinusidal dengan tegangan puncak sebesar 4.4 V. Dalam bentuk persamaan, nilai ekivalen atau nilai efektif dari suatu tegangan sinusidal sama dengan kali nilai tegangan puncaknya. V Vef 0.707(V (Vp (4.3 D ekuivalen ef 0.707( ( (4.4 D ekuivalen V.44V (V (4.5 ef ef.44 ( (4.6 ef ef 67
8 Dalam sistem A, suatu besaran menunjukkan nilai MSnya jika tidak diberi keterangan tertentu. 4.3 Nilai ata-ata Gambar 4.. egangan rata-rata adalah nilai rata-rata setengah gelmbang penuh dari gelmbang sinus. Ber satuan Vlts average (Vave. Nilai tegangan rata-rata adalah setara dengan kali nilai tegangan puncaknya. Vave 0.637Vp (4.7 Nilai tegangan rata-rata ditentukan hanya dari setengah gelmbang karena nilai rata-rata satu gelmbang penuh adalah sama dengan nl. 4.4 Elemen,, dalam tegangan Blak-Balik Akan kita bahas pengaruh sinyal sinusidal terhadap elemen, dan. ada gambar 4.0. suatu sinyal sinusidal dilewatkan melalui sebuah resistr. gambar
9 Seperti ditunjukkan pada gambar 4.0, arus yang dihasilkan mempunyai nilai puncak yang dapat ditentukan melalui persamaan 4.: Ep p (4. di sana juga nampak bahwa tidak terjadi pergeseran phasa sehingga dikatakan v dan i adalah sephasa. erhatikan juga bahwa frekuensi keduanya (v dan i adalah sama. persamaan Daya yang diserap leh resistr dapat ditentukan dengan V V watt ( V ( V( A 40 watt 0 erhatikan kemiripan antara penggunaan persamaan 4. pada sistem blak-balik- dengan hal yang sama pada sistem searah, perbedaan hanya pada penambahan nilai efektifnya. gambar 4. Untuk resistr ideal nilai hambatannya tidak terpengaruh leh frekuensi, seperti ditunjukkan pada gambar 4.. etapi pada prakteknya bagaimanapun akan muncul efek kapasitif dan induktif pada setiap resistr, ini akan mempengaruhi karakteristik resistr pada frekuensi sangat tinggi maupun sangat rendah. Untuk saat ini semua resistr dianggap ideal. eaksi kapasitr dan induktr terhadap sinyal sinusidal sedikit berbeda dengan reaksi resistr. Keduanya induktr dan kapasitr- 69
10 memang membatasi besaran arus yang akan mengalir, tetapi pada keadaan ideal keduanya tidak menyerap energi yang dialirkan padanya. ada induktr energi akan disimpan dalam bentuk medan magnet sedangkan pada kapasitr energi akan disimpan dalam bentuk medan listrik, dimana keduanya dapat dikembalikan ke sistem jika diinginkan melalui desain tertentu. Untuk induktr reaktansi terhadap sinyal sinusidal dapat ditentukan dengan persamaan 4.3 X ω πf (4.3 reaktansi mempunyai kemiripan dengan resistansi, yaitu mampu membatasi arus, dengan kata lain reaktansi adalah semacam daya hambat yang dimiliki suatu induktr pada sinyal blak-balik. ersamaan 4.3. memperlihatkan bahwa reaktansi induktif dipengaruhi secara prprsinal leh frekuensi sinyal yang diterapkan. ngat kembali bahwa induktr idealnya mempunyai karakter sebagai hubung pendek dalam sinyal searah. Sinyal searah mempunyai frekuensi f0, sehingga perhitungan X π f π 0 0Ω, hal ini mendukung pernyataan kalimat sebelumnya. ada frekuensi sangat tinggi induktr memiliki karakter hubung buka, karena induktr mempunyai reaktansi yang sangat tinggi. Gambar 4. Hubungan X terhadap frekuensi diperlihatkan pada gambar
11 erhatikan bahwa pada saat frekuensi bernilai nl maka X bernilai nl, dan bertambah besar secara linier terhadap penambahan frekuensi. Garis lurus untuk masing-masing dapat ditulis persamaannya sebagai y mx + b dimana b bernilai nl dan bernilai π sebagai gradien. V (4.4 X gambar 4.3. Jika tegangan sinusidal diterapkan terhadap induktr 0.5 H pada gambar 4.3. reaktansinya bernilai X ⁵(60Hz(0.5H88.5Ω. Dengan hukum Ohm dapat ditentukan nilai puncak arus yang mengalir yaitu V X 0 V 06. x ma 88. 5Ω Sebagaimana ditunjukkan pada gambar 4.3., disana terlihat bahwa penerapan tegangan terhadap induktr menyebabkan tegangan v mendahului arusnya i sebesar 90. nduktr menyebabkan pergeseran phasa antara tegangan dan arus sebesar 90. Untuk sistem arus blak-balik persamaan dasar dayanya adalah sebagai berikut: V csθ Vef ef csθ (4.5 Gambar 4.4 7
12 Sebagaimana ditunjukkan pada gambar 4.4, Vef adalah beda tegangan pada suatu elemen atau rangkaian dimana dayanya ditentukan, sedangkan ef adalah arus yang mengalir melaluinya. Sudut θ adalah sudut phasa antara tegangan dan arus. ada kasus resistr murni kita dapati tegangan dan arus adalah sephasa sehingga θ bernilai nl. Substitusi nilai sudut ke persamaan 4.5. menghasilkan V csθ V( V dimana V dan merujuk ke Vef dan ef. Sedangkan pada induktr murni sudut θ bernilai 90 sementara cs 90 adalah nl sehingga menyebabkan daya yang diserap sama dengan nl watt, ini menunjukkan kepada kita mengenai pernyataan terdahulu bahwa induktr ideal tidak menyerap daya akan tetapi hanya menyimpannya sebagai medan magnet. Suatu rangkaian yang mempunyai resistr dan induktr akan memiliki sudut phasa antara 0 dan 90. Untuk kapasitr murni reaktansi dapat ditentukan dengan persamaan 4.6 X hm (4.6 ω π f ini menyatakan bahwa kenaikan frekuensi menyebabkan turunnya reaktansi kapasitr (hal ini berlawanan dengan induktr. Jika f0 maka X π (0 Ω ini merupakan nilai yang sangat tinggi sehingga dapat disetarakan dengan hubung buka. 7
13 Gambar 4.5. Gambar 4.5 adalah kurva hiperblis hubungan antara X dan frekuensi. Dsini ditunjukkan bahwa nilai X mempunyai nilai yang sangat besar pada frekuensi mendekati nl dan turun secara cepat dengan kenaikan frekuensi. Hukum Ohm dapat juga diterapkan untuk elemen kapasitif dengan menggunakan persamaan: V (4.7 X Gambar 4.6 egangan sinusidal dengan spesifikasi seperti ditunjukkan pada gambar 4.6. dilewatkan melintasi kapasitr 0µF, reaktansi X adalah X 65. hm πf π (60Hz(0µ F 5 dan nilai puncak arusnya dapat ditentukan dengan menggunakan hukum Ohm V X 0V Ω 7 ma Seperti ditunjukkan pada gambar 4.6., perhatikan bahwa dalam hal ini pergeseran phasa sebesar 90 terjadi antara i dan v, hal ini merupakan kebalikan dari induktr. Substitusi ke persamaan umum daya menghasilkan V cs θ V cs90 V (0 0W Faktr cs θ pada persamaan daya disebut dengan faktr daya dari rangkaian biasanya dinyatakan dengan 73
14 pwer factr cs θ (4.8 F yang memiliki nilai terbesar satu, yaitu saat rangkaian bersifat resistif murni dimana sudut phasa yang terjadi adalah 0. sedangkan nilai terkecilnya adalah nl, yaitu saat rangkaian bersifat reaktif murni (kapasitif atau induktif. Untuk rangkaian dengan kmbinasi resistr dan elemen reaktif nilai faktr daya adalah antara nl sampai dengan satu. 4.5 hasr dan Bilangan kmpleks ada gambar 4.8 ditunjukkan sebuah vektr yang mewakili resistansi, reaktansi induktif dan reaktansi kapasitif. Sudut yang ditunjukkan leh ketiganya masing-masing ditentukan leh pergeseran phasa antara tegangan dan arus pada setiap elemen. Untuk resistr, tegangan dan arus adalah sephasa, karenanya tidak ada pergeseran phasa, dan sudut antara keduanya adalah 0 0. Karena sudut diukur dari sumbu x hrizntal sebelah kanan, vektr resistansi digambarkan pada sumbu x. anjangnya ditentukan leh nilai resistansi. Untuk X dan X sudutnya adalah sudut antara beda tegangan (yang mendahului dan arusnya. Untuk X sudutnya sebesar +90 0, dan untuk X sudutnya sebesar anjang dari vektr ditentukan leh nilai reaktansi dari setiap elemen. erhatikan bahwa bahwa sudut selalu diukur dari sumbu x. gambar 4.8 Kmbinasi dari elemen-elemen reaktif dan resistif pada gambar 4.8 disebut impedansi dan diberi simbl Z. mpedansi adalah suatu ukuran yang menyatakan kemampuan suatu rangkaian ac untuk menghambat 74
15 arus yang mengalir melalui rangkaian. Diagram pada gambar 4.8 disebut diagram impedansi. Hanya resistansi dan reaktansi yang ditunjukkan pada suatu diagram impedansi. egangan dan arus dinyatakan dalam diagram phasr yang ditunjukkan pada gambar 4.9 untuk setiap elemen. Sudut yang terkait adalah sudut phasa pada dmain waktu dari suatu gelmbang sinusidal. Besaran yang dipakai adalah nilai MSnya. Setiap besaran -termasuk sudut yang berhubungan- dinyatakan dengan huruf tercetak tebal dan disebut sebagai sebuah phasr. gambar 4.9 Diagram phasr untuk suatu resistr murni menunjukkan bahwa v dan i adalah sephasa karena mereka memiliki sudut yang sama dan arah yang sama. -Arah berlawanan dengan arah jarum jam menggambarkan vektr yang mendahului-. ada gambar 4.9(b. Jika v dan i adalah vektr berputar searah jarum jam seperti yang di definisikan pada gambar 4.8., v mendahului i sebesar 90. Untuk kapasitr yang terlihat pada gambar 4.9(c i mendahului v sebesar 90. -Arah berlawanan jarum jam menunjukkan ketertinggalan dari suatu besaran-. Sebuah vektr seperti yang ditunjukkan pada gambar dapat ditentukan dengan pertamaa, dinyatakan sebagai besaran dan sudutnya dari sumbu x hrizntal psitif atau kedua dinyatakan sebagai kmpnen kearah sumbu x dan kmpnen kearah sumbu y (yaitu dengan 75
16 mempryeksikan vektr tersebut kearah masing-masing sumbu. Bentuk pertama disebut dengan bentuk plar, dan bentuk kedua disebut dengan bentuk rektanguler. ersamaan yang dibutuhkan untuk mengknversikan suatu bentuk ke bentuk yang lain adalah gambar lar ---->ektanguler A csθ B sinθ ektanguler >lar θ A tan + B A B 4.9 Huruf j dicantumkan ke dalam bentuk rektanguler untuk membedakan antara kmpnen real (hrizntal dan kmpnen imajiner (vertikal. stilah real dan imajiner semata-mata berhubungan dengan definsi matematis dan tidak dijelaskan lebih lanjut disini. Untuk melakukan perasi matematis, huruf j didefinisikan sebagai, sehingga, j j ( j 3 j j ( ( j j 4 j j ( ( + 76
17 Walaupun pada perasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dapat dilakukan dengan menggunakan bentuk rektanguler, tetapi hanya perasi penjumlahan dan pengurangan yang akan dijelaskan dengan menggunakan bentuk ini. Sedangkan pada perasi perkalian dan pembagian akan dijelaskan dalam bentuk plar. erhatikan cnth berikut: nth 4.. Knversikan bentuk plar berikut ke dalam bentuk rektanguler. a sehingga A 0cs53.3 B 0sin j8 0( (0.8 8 b sehingga 6 30 A 6cs30 B 6sin ( (0.5 8 j8 Knversikan bentuk rektanguler berikut kedalam bentuk plar a j b. 4 j0 θ tan sehingga (30 + ( j
18 θ tan sehingga (4 + ( j enjumlahan Dalam bentuk rektanguler penjumlahan dilakukan dengan menjumlahkan masing-masing bagian (real dan imajiner secara terpisah ( B A + jb + ( A + jb ( A + A + j( B Gambar 4.3 nth 4.. entukan tegangan Ein pada rangkaian gambar 4.3. Jawaban: Dengan menerapkan HK menghasilkan e in v + v Dalam bentuk phasr (nilai MS: V V 0.707(0V (0V V 0 4.4V 60 Jika dinyatakan dalam bentuk rektanguler V V sehingga j0 4.4cs60 4.4( V + j4.4(0.866 j.5v + j4.4sin 60 78
19 E in θ tan (4.4V (.5 8.7V dalam bentuk plar E 8.7V in dalam dmain waktu e in (8.7 sin( ωt sin( ωt V 0V 30 V 3.6V 30 E in V + V V 0.6V 0 V.8V 60 gambar 4.3 Ei V + V. 60 n 4.5. engurangan Mirip dengan penjumlahan pada perasi pengurangan berlaku ( A B + jb ( A + jb ( A A + j( B 4.3 nth 4.3. entukan arus i pada gambar dalam bentuk rektanguler Jawaban: 79
20 gambar 4.33 Dengan menerapkan HKA maka + Maka dan 8A 90 (0 + (0 + j8 (4cs 45 j8 (.88 + ( A + 4A 45 j.88 j(8.88 i 8.34sin( ω t j4sin 45 j5.7a 5.895A 8.67 gambar erkalian dan embagian ( θ θ ( θ ( θ + (4.3 80
21 θ ( θ θ θ (4.33 Jika besaran yang tersedia berbentuk rektanguler maka harus diknversi terlebih dahulu menjadi bentuk plar: nth 4.4. entukan hasil dari perasi-perasi berikut: a. b. c. ( 0 60 (6 0 (0(60 (60 ( 0 60 ( ( (0.4(600 ( ( 40 0 /( / 5 (0 ( nth 4.5. entukan hasil dari perasi-perasi berikut: a. (5 + j0( j0.8 b. ( (8 + j6 Jawaban: a. (5 + j0( j j j ( ( b. ( (8 + j (0. 30 (0. 30 ( j ( ( hasr untuk Elemen Akan dibahas penerapan aljabar phasr pada elemen-elemen, dan. ngat kembali gambar
22 Z Z Z 0 X X Gambar 4.35 erhatikan resistr pada gambar Dengan mengacu tegangan yang tercantum maka arus yang melewatinya dapat ditentukan sebagai berikut: V Z V θ V θ 0 0 V θ erhatikan bahwa V dan dalam keadaan sephasa karena keduanya mempunyai sudut yang sama yaitu Θ. Gambar 4.36 Untuk induktr pada gambar 4.36, arus yang melaluinya adalah V V θ V ( θ 90 Z X 90 X Hasilnya menunjukkan i tertinggal dari tegangan sebesar 90 sedangkan nilainya sebesar V/X Gambar 4.37 Sedangkan untuk kapasitr pada gambar arusnya ditentukan dengan persamaan: V V θ V ( θ + 90 Z X 90 X 8
23 nth 4.6. entukan arus yang melewati sebuah resistr sebesar 0Ω jika tegangan yang diterapkan adalah 40 sin (00t+0 Jawaban: Dalam ntasi phasr O V ( 0.707(40V 0 8.8V 0 dengan hukum Ohm V 8.8V 0.44A 0 Z 0Ω 0 dalam dmain waktu i ( nth 4.7.: (.44 sin(00t + 0 sin(00t + 0 entukan beda tegangan pada sebuah induktr 0mH jika arus yang mengalir adalah sebesar 0x0-3 sin (500t+60 Jawaban: X ω (500rad Dalam ntasi phasr / det(0 x0 3 H 0000x0 ( 0.707mA mA 60 dengan menerapkan hukum Ohm 3 Ω 0Ω V Z ( 7.07mA 60 (0Ω mV 50 dalam dmain waktu, tegangannya adalah v ( (70.7x0 00x0 3 3 sin(500t sin(500t + 50 sin(500t
24 nth 4.8. Gambar 4.38 entukan arus yang melewati sebuah kapasitr sebesar 5 µf jika tegangan yang diterapkan adalah 40 sin 377t Jawaban: X Ω ω (377rad / det(5x0 6 F Ntasi phasr V ( 0.707(0V 0 4.4V 0 dengan menerapkan hukum Ohm V Z A mA Ω 90 arus dalam dmain waktu i ( (6.7x x0 3 3 sin(377t + 90 sin(377t angkaian Seri pada sistem blak-balik Dalam rangkaian seri arus sepanjang rangkaian adalah sama sedang- kan ttal impedansi rangkaian adalah penjumlahan secara vektr dari impedansi masing-masing elemen. Sehingga Z Z + Z + Z ( Z n Mengacu gambar reaktansi dari induktr adalah X ω ( 377 rad / s(0.6 mh 4Ω 84
25 gambar akan membantu jika gambar dinyatakan sebagai blk impedansi seperti ditunjukkan pada gambar 4.40 Z Z + Z gambar Dengan menggunakan persamaan maka Substitusi nilai-nilai impedansi menghasilkan Z ( 3Ω + j0 + (0 + j4ω ( 3Ω + j4ω 5Ω Gambar 4.4. Diagram impedansi pada gambar 4.4. secara jelas memperlihatkan bahwa ttal impedansi dapat ditentukan secara grafis. Dengan menerapkan hukum Ohm 85
26 E 0V A Z 5Ω 53.3 dimana dalam dmaian waktu i (4 sin( ωt sin( ωt 53.3 egangan pada resistr V V Z (4A 53.3 (3Ω 0 7V dalam dmain waktu v (7 sin( ωt sin( ωt 53.3 erhatikan bahwa v dan adalah sephasa jika keduanya mempunyai sudut yang sama. egangan pada induktr V V Z (4A 53.3 (4Ω 90 96V dengan dmain waktu v (96 sin( ωt sin( ωt Gambar 4.4 Diagram phasr dari tegangan dan arus ditunjukkan pada gambar 4.4. erhatikan bahwa tegangan E yang dikenakan adalah penjumlahan vektr V dan V sesuai dengan HK EV+V 86
27 enggunaan hukum pembagian tegangan untuk menentukan V (hal yang sama menunjukkan nilai yang sama V Z( E Z + Z (3 0 ( j Akan kita lihat secara hati-hati bentuk gelmbang tegangan dan arus yang terdapat pada gambar erlihat bahwa V dan i sephasa sedangkan V mendahului i sebesar 90. Karena rangkaian bersifat induktif perhatikan juga bahwa arus masukan juga tertinggal dengan tegangan masukan sebesar Semakin bersifat induktif sudut tertinggalnya semakin besar. ada sembarang titik sumbu x, nilai sesaat e,v,v memenuhi hukum Ohm. Saat t0 atau θ0, e0 dan ev +V sehingga 0V+V dan VV Gambar 4.43 Daya rangkaian dapat ditentukan menggunakan persamaan berikut V E cs θ V (4.36 dimana θ adalah sudut phasa antara arus dan tegangan 87
28 sementara Ei cs θ (0V(4A cs 53.3 (0V (4A (0.6 78W (4A (3Ω 78W Faktr daya rangkaian adalah F cs θ 0.6 ini menunjukkan bahwa rangkaian jauh dari sifat resitif murni tetapi tidak juga bersifat reaktif murni. angkaian seperti ini menyebabkan faktr daya tertinggal yang mengindikasikan rangkaian bersifat induktif. Untuk rangkaian dengan besar faktr daya yang sama tetapi mendahului ditambahkan label leading, jika hanya dituliskan Fp0.6 berarti faktr daya 0.6 tertinggal. misalnya Untuk rangkaian seri faktr daya dapat juga ditentukan dengan F (4.37 Z F Kadangkala, pada praktek, suatu rangkaian didesain bahwa pada range frekuensi tertentu reaktansi induktif lebih besar dari pada impedansi serinya. Sebagai cnth X 400 Ω dan 3Ω, ttal impedansi adalah Z + X (3Ω + (400Ω 400Ω sehingga rangkaian secara praktek seakan induktif murni F Z Berikutnya akan kita bahas rangkaian seri seperti ditunjukkan pada gambar substitusi blk impedansi ke masing-masing elemen ditunjukkan pada gambar sedangkan ttal impedansinya adalah 88
29 Z Z + Z (5kΩ + 5kΩ + + Z j0 + (0 + 5kΩ jkω j4kω j6kω 3kΩ j4kω + (0 j6kω Gambar 4.44 Gambar 4.45 Diagram impedansi rangkaian ini ditunjukkan pada gambar erhatikan bahwa reaktansi induktif dan reaktansi kapasitifnya saling psan, selisihnya adalah nett reaktansi dari rangkaian. Arus rangkaian adalah E 60V mA Z 3kΩ i (4.65x0 6.53x0 3 3 sin( ωt sin( ωt
30 Gambar 4.46 egangan pada masing-masing elemen dapat ditentukan secara langsung menggunakan hukum Ohm v v v (4.65mA (5kΩ V Z 8.46V Z (4.65mA (4kΩ V.6 (4.65mA (6kΩ 90 Diagram phasr dari rangkaian ditunjukkan pada gambar erlihat bahwa v dan v merupakan vektr psisi sedangkan tertinggal dari v sebesar 90 serta mendahului v sebesar 90 dan sephasa dengan v. Gambar egangan-tegangan tersebut dapat juga ditentukan menggunakan hukum 90
31 pembagian tegangan sehingga tidak memerlukan dihitungnya terlebih dahulu. V Z Z ( E + Z + Z 3 (4kΩ x dalam dmain waktu berbentuk v (8.46 sin( ωt sin( ωt Daya rangkaian E csθ ( 60V 06.5mW atau (4.65mA cs67.38 (4.65mA(5kΩ 06.5mW sedangkan faktr daya rangkaian adalah atau F cs θ cs( leading 5kΩ F 0. leading Z 3kΩ aralel Analisis terhadap rangkaian paralel ac sangat mirip dengan apa yang kita lakukan pada saat menganalisis rangkaian paralel dc. Kebalikan dari suatu impedansi yang disebut sebagai admitansi didefinisikan sebagai persamaan berikut, dengan satuan siemens: Y (4.38 Z 9
32 Gambar 4.5 Untuk paralel rangkaian A seperti ditunjukkan pada gambar 4.5. ttal nilai admitansinya ditentukan dengan persamaan Y Y + Y + Y ( Y n atau (4.40 Z Z Z Z Z 3 4 dalam kasus hanya terdapat dua impedansi maka persamaan menjadi Z Z Z Z + Z (4.4 egangan pada semua cabang bernilai sama, dan ttal arus masukan dapat ditentukan dengan HKA atau dengan cara menentukan ttal impedansi (atau admitansi input dilanjutkan dengan memanfaatkan hukum hm. Kebalikan dari nilai resistansi dalam sistem ac adalah knduktansi serta mempunyai sudut 0 sebagaimana persamaan berikut Y 0 G 0 (4.4 Kebalikan reaktansi adalah suseptansi dengan satuan siemen. Ntasi dan sudut untuk masing-masing kmpnen dinyatakan pada persamaan 4.43 dan persamaan stilah suseptansi didapat dari kata suseptibel Y B 90 (4.43 X 90 Y B 90 (4.44 X 90 Diagram admitansi dari suatu rangkaian didefinisikan seperti nampak pada gambar
33 Gambar 4.5 erhatikan paralel pada gambar Substitusi blk impedansi dinyatakan pada gambar tal admitansi dan impedansi dapat ditentukan sebagai dan Y 0.333mS 0 Z 0 3kΩ 0 Y 0.333mS 0 Z 0 3kΩ 0 Y Y + Y 0.333mS mS j0.50ms 0.46mS mS 90 atau Z.4kΩ Y 0.46mS 36.9 atau Z Z Z Z + Z (3kΩ 0 (4kΩ 90 3kΩ + j4kω Diagram admitansinya ditunjukkan pada gambar erhatikan bahwa ttal admitansi dapat ditentukan dengan menggunakan aljabar vektr yang sederhana. Arus adalah E Z 0V 0.4kΩ mA mA 36.9 atau 93
34 E Z E( Y (0V 0 (0.46mS mA 36.9 Arus yang melintasi masing-masing elemen dapat ditentukan dengan hukum Ohm: dan E 0V 0 EY 40mA 0 Z 3kΩ 0 E 0V 0 EY 30mA 90 Z 4kΩ 90 Gambar 4.53 Gambar 4.54 Gambar 4.55 Diagram phasr arus dan tegangannya dapat digambarkan pada gambar erhatikan bahwa sephasa dengan E dan tertinggal dari dari tegangan E sebesar
35 + Gambar Daya yang disalurkan ke rangkaian dapat ditentukan dengan persamaan yang sama seperti pada rangkaian seri V E csθ V (4.45 dimana semua tegangan dan arus dalam bentuk nilai MS Untuk cnth ini E csθ 4.8W (0(50mA cs36.9 (6( atau V E (0V 3kΩ 4.8W Faktr daya untuk rangkaian paralel dapat ditentukan dengan persamaan berikut F cs θ G Y pada cnth ini hasilnya adalah atau F cs θ cs lagging F G Y 0.333x0 0.46x lagging stilah lagging menyatakan bahwa tegangan input mendahului arus input. Berikutnya akan dibahas rangkaian paralel yang ditunjukkan pada gambar
36 Gambar Admitansi masing masing elemen pada gambar b adalah Y 0.5S 0 Z Ω 0 Y S 90 Z Ω 90 Y 0.S 90 Z 5Ω 90 Sehingga ttal admitansinya adalah Y Y + Y (0.5S + + Y 0.5S + j( S + 0.S 0.5S j0.8s 0.943S 58 j0 + (0 js + (0 + j0.s dan Z Y 0.943S 58 untuk mempermudah paralel dua elemen dan menghasilkan Z' Z Z Z Z Z + Z dan 96
37 ' Z ' Z Z Z Z' + Z Z Ω Diagram admitansinya ditunjukkan pada gambar Gambar4.58 erhatikan bahwa rangkaian bersifat lagging, sehingga tegangan input meninggalkan. Arus rangkaian ditentukan dengan hukum Ohm E Z E( Y (0mV 00 ( mA 4 dalam dmain waktu i (8.86 x0 3 sin( ωt x0 3sin( ωt + 4 Arus yang melintasi masing-masing elemen dapat ditentukan dengan hukum Ohm E 0mV 00 00mA 00 Z Ω 0 E 0mV 00 0mA 0 Z Ω 90 E 0mV 00 4mA 90 Z 5Ω 90 tal arus dapat juga ditentukan dengan HKA 97
38 ++ Diagram phasr rangkaian ditunjukkan pada gambar Gambar 4.59 Daya rangkaian dapat ditentukan dengan persamaan terdahulu sehingga Ei cs θ (0mV (8.86mA cs (00-4 (377.x0-6 (cs 58 (377.x0-6 ( µW atau E (0mV 400µ W 00µ W Ω Sedangkan faktr dayanya adalah F cs θ cs lagging 60 98
39 4.9 Daya pada egangan Sinusidal Dalam rangkaian blak-balik hanya elemen resistif saja yang menyerap energi listrik. Elemen reaktif murni menyimpan energi dalam bentuk medan magnet dan dapat dikembalikan ke dalam sistem. Berapa ttal watt yang diserap adalah jumlah yang diserap leh elemen-elemen resistif yang ada, perhatikan persamaan Gambar Kneksi wattmeter (alat pengukur daya ditunjukkan pada gambar erminal tegangan mengukur level tegangan, sedangkan terminal arus menunjukan level arusnya. Wattmeter telah memperhatikan efek sudut daya (cs θ dalam hal ini angka yang ditunjukkan alat adalah bersatuan watt. Meskipun dalam knsep daya A tidak mengenal disipasi energi leh elemen reaktif, energi listrik tertentu diambil dari paskan dan disimpan dalam bentuk medan magnet atau medan listrik. entu saja energi ini dapat dikembalikan kedalam sistem tetapi pada waktu sesaat hal ini akan menaikkan arus paskan ke elemen reaktif tersebut. Kenaikan arus ini menyebabkan generatr pemask untuk mengatasinya. ada tingkat tegangan yang tetap kenaikan arus mengharuskan kenaikan penyediaan daya maksimum sesaat. Kenaikan arus maupun daya akan menyebabkan kenaikan biaya peralatan maupun biaya prduksi atas energi yang diperlukan. erbedaan antara energi yang diserap sistem dengan energi yang diserap elemen resistif dinyatakan dalam faktr daya (pwer factr F (F cs θ. Untuk sistem dengan F, semua daya yang dipask 99
40 didisipasi leh sistem, pemakaian elemen reaktif yang lebih banyak menyebabkan F mendekati nl dan semakin banyak energi disimpan leh elemen reaktif sistem. erkalian E -yang tidak tergantung dari berapapun energi terserap dan disimpan-, disebut sebagai daya semu (S apparent pwer dari suatu sistem blak-balik dengan satuan vlt-ampere(va. Untuk rangkaian daya semu ditentukan dengan persamaan 4.56 S E ( vlt ampere( VA (4.56 Arus, adalah arus yang harus dipask leh sumber termasuk bagian yang akan diubah menjadi simpanan elemen reaktif. Semakin besar arus mengalir, industri mengeluarkan lebih banyak biaya untuk daya semu dari biaya Gambar 4.98 Hubungan antara daya real dan daya semu, dinyatakan dalam segitiga seperti ditunjukkan pada gambar 4.98., kmpnen dari segitiga ini adalah daya reaktif dengan satuan vlt-ampere reaktif (VA dimana besarnya dinyatakan dengan persamaan: Q E sinθ (4.XX Daya reaktif adalah ukuran dari daya masukan yang diabsrbsi (bukan didisipasi leh elemen reaktif. ada paskan dengan tegangan tetap semakin kecil daya ini menyebabkan arus paskan yang lebh kecil juga. Efisiensi sistem tertinggi dicapai pada saat Q0 atau S Untuk beberapa rangkaian, ttal daya reaktif secara sederhana adalah selisih antara kmpnen kapasitif dan kmpnen induktif 00
41 sebagaimana persamaan berikut: V Q X X V Q X X V V (4.xx (4.xx Untuk suatu rangkaian dengan VA kapasitif sama dengan VA induktif, nett daya reaktif adalah sama dengan nl, dengan kata lain daya real dan daya semu bernilai sama. Karena E OS θ S OSθ S F (4.xx maka dapat kita tentukan F (4.xx S dimana dan S merepresentasikan ttal masing-masing besaran sistem. nth 4.9. Dari tegangan dan arus yang diperlihatkan pada rangkaian gambar 4.99 tentukan: a. tal daya yang diserap b. Nett daya reaktif c. tal daya semu d. F dari rangkaian Gambar 4.99 Jawaban: a. Daya yang diserap hanyalah daya yang dipakai leh elemen resistif sehingga: 0
42 ( A (0Ω (44(0 440W b. Q X (3A (40Ω (9(40 360VA ( kapasitif Q (6A (0Ω (36(0 X Q Q Q VA ( induktif 70VA ( induktif c. S + Q d. F (440w + (360w 484VA 440W 0.97 S 484VA 4.0 Kreksi Faktr Daya ada suatu rangkaian yang bekerja pada efisiensi tertinggi, arus yang ditarik dari sumber dapat dikurangi ke titik minimalnya, jika tegangan sumber tetap. Sehingga daya semu sistem yang hanya ditentukan dari perkalian arus dan tegangan dapat dijaga agar tetap minimum. Karena S E + Q, nett kmpnen reaktif beban yang lebih kecil dalam keadaan yang tetap, akan menyebabkan mengecilnya daya semu dan naiknya faktr daya dari rangkaian (. Knsep S kreksi faktr daya adalah usaha yang dilakukan terhadap sistem untuk memastikan agar faktr daya bernilai maksimum, mendekati nilai satu jika memungkinkan dengan cara mengurangi nett kmpnen reaktif dari pembebanan sistem. Seperti ditekankan didepan hasil akhirnya adalah pengurangan arus yang ditarik leh sistem dari sumber. Sebagai cnth penerapan adalah penggunaan elemen kapasitiif untuk memperbaiki faktr daya sistem dengan suatu faktr daya tertinggal akibat beban induktif seperi mtr-mtr, traf dan lain-lain. 0
43 nth 4.0. Sebuah mtr dengan daya.h memiliki F 0.8 lagging dengan efisiensi 76%, jika dihubungkan ke sumber 08V, 60HZ. entukan besarnya kapasitansi yang harus di paralel dengan mtr untuk menaikkan F menjadi satu. Jawaban: O O 64.5W η dan i 59.47W η 0.76 F Q tanθ Q O.H (.(746W / H 64.W i csθ 0.8 i θ cs i tanθ 59.47(tan ( VA Sudut daya beban diperlihatkan pada gambar.00 agar F maka harus ditambahkan VA kapasitif sebesar var induktifnya sehingga Q Q 69.6VA Q V X E X dan X tetapi E (08V 43.6Ω 6. 7Ω Q 69.6VA 69.6 X πf sehingga πfx 99.3µ F π (60HZ(6.7Ω 03
RANGKAIAN AC. 5.1 Isyarat AC Isyarat AC merupakan bentuk gelombang yang sangat penting dalam bidang elektronika. Isyarat AC biasa ditulis sebagai
5 KOMPONEN DAN RANGKAIAN AC 5.1 Isyarat AC Isyarat AC merupakan bentuk gelmbang yang sangat penting dalam bidang elektrnika. Isyarat AC biasa ditulis sebagai A sin ( ω t + θ ) dimana A merupakan amplitud
Sudaryatno Sudirham. Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan Fasor
Sudaryatn Sudirham Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan Fasr ii A 3 Analisis Daya Dengan mempelajari analisis daya di bab ini, kita akan memahami pengertian pengertian daya nyata, daya reaktif, daya kmpleks,
Analisis Rangkaian Listrik
Sudaryatn Sudirham nalisis Rangkaian Listrik Jilid ii Sudaryatn Sudirham, nalsis Rangkaian Listrik () BB Fasr, Impedansi, dan Kaidah Rangkaian Dalam teknik energi listrik, tenaga listrik dibangkitkan,
Sudaryatno Sudirham. Analisis. Keadaan Mantap Rangkaian Sistem Tenaga
Sudaryatn Sudirham Analisis Keadaan Mantap Rangkaian Sistem Tenaga ii BAB 4 (dari Bab 7 Analisis Ragkaian Sistem Tenaga) Pembebanan Nnlinier (Analisis Di Kawasan Fasr) 7.1. Pernyataan Sinyal Sinus Dalam
DAYA ELEKTRIK ARUS BOLAK-BALIK (AC)
DAYA ELEKRIK ARUS BOLAK-BALIK (AC) 1. Daya Sesaat Daya adalah energi persatuan waktu. Jika satuan energi adalah joule dan satuan waktu adalah detik, maka satuan daya adalah joule per detik yang disebut
Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan Fasor
Open Curse nalisis Rangkaian Listrik Di Kawasan Fasr Oleh : Sudaryatn Sudirham Pengantar Saian kuliah ini mengenai analisis rangkaian listrik di kawasan fasr dalam kndisi mantap, yang hanya berlaku untuk
Bilangan Kompleks dan Fasor
Bilangan Kmpleks dan Fasr leh: Sudaryatn Sudirham. Bilangan Kmpleks.. Definisi Dalam buku Erwin Kreyszig kita baca definisi bilangan bilangan kmpleks sebagai berikut [] Bilangan kmpleks z ialah suatu pasangan
Analisis Rangkaian Listrik di Kawasan Fasor (Rangkaian Arus Bolak-Balik Sinusoidal Keadaan Mantap)
8/5/0 Sudaryatn Sudirham nalisis Rangkaian Listrik di Kawasan Fasr (Rangkaian rus lak-alik Sinusidal Keadaan Mantap) 8/5/0 Kuliah Terbuka ppsx beranimasi tersedia di www.ee-cafe.rg 8/5/0 uku-e nalisis
Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan Waktu
Sudaryatn Sudirham Analisis angkaian Listrik Di Kawasan Waktu Sudaryatn Sudirham, Analisis angkaian Listrik () BAB angkaian Pemrses Sinyal (angkaian Dida dan OPAMP) Dalam bab ini kita akan melihat beberapa
FASOR DAN impedansi pada ELEMEN-elemen DASAR RANGKAIAN LISTRIK
FASO DAN impedansi pada ELEMEN-elemen DASA ANGKAIAN LISTIK 1. Fasor Fasor adalah grafik untuk menyatakan magnituda (besar) dan arah (posisi sudut). Fasor utamanya digunakan untuk menyatakan gelombang sinus
Sudaryatno Sudirham. AnalisisRangkaian. RangkaianListrik di KawasanFasor. (Rangkaian Arus Bolak-Balik Sinusoidal Keadaan Mantap)
Sudaryatn Sudirham nalisisrangkaian RangkaianListrik di KawasanFasr (Rangkaian rus lak-alik Sinusidal Keadaan Mantap) ahan Kuliah Terbuka dalam frmat pdf tersedia di www.buku-e.lipi.g.id dalam frmat pps
Analisis Rangkaian Listrik
Sudaryatn Sudirham nalisis Rangkaian Listrik Jilid ii 3 Terema dan Metda nalisis di Kawasan Fasr Setelah mempelaari bab ini, kita akan memahami aplikasi terema rangkaian dan metda analisis rangkaian di
Berikut ini rumus untuk menghitung reaktansi kapasitif dan raktansi induktif
Resonansi paralel sederhana (rangkaian tank ) Kondisi resonansi akan terjadi pada suatu rangkaian tank (tank circuit) (gambar 1) ketika reaktansi dari kapasitor dan induktor bernilai sama. Karena rekatansi
Sudaryatno Sudirham. Distribusi Energi Listrik
udaryatn udirham istribusi Energi Listrik ii nalisis Jaringan istribusi Jaringan distribusi bertugas untuk mendistribusikan energi listrik ke pengguna energi listrik. Energi yang didistribusikan bisa berasal
Gambar 3. (a) Diagram fasor arus (b) Diagram fasor tegangan
RANGKAIAN ARUS BOLAK-BALIK Arus bolak-balik atau Alternating Current (AC) yaitu arus listrik yang besar dan arahnya yang selalu berubah-ubah secara periodik. 1. Sumber Arus Bolak-balik Sumber arus bolak-balik
BAB II KOMPONEN DAN RANGKAIAN ELEKTRONIKA
3 BAB II KOMPONEN DAN ANGKAIAN EEKTONIKA Pada bab ini akan dijelaskan beberapa cnth penerapan kmpnen elektrnik pada rangkaian aplikasi; seperti misalnya rangkaian, dan pada jaringan arus blak-balik, transfrmatr,
DAYA PADA RANGKAIAN BOLAK-BALIK.
DAYA PADA RANGKAAN BOLAK-BALK http://evan.weblog.ung.ac.id KONSEP DASAR DAYA PADA RANGKAAN AC FASA TUNGGAL Daya dalam watt yang diserap oleh suatu beban pada setiap saat sama dengan jatuh tegangan (voltage
BAB 8 RANGKAIAN TIGA FASE
BAB 8 RANGKAAN TGA FASE 8.1 Pendahuluan Dalam rangkaian-rangkaian sebelumnya yang diergunakan sebagai sumber tegangan adalah sumber tegangan satu fase, dimana sumber tegangan (generatr) dihubungkan kebeban
RANGKAIAN ARUS BOLAK-BALIK.
Arus Bolak-balik RANGKAIAN ARUS BOLAK-BALIK. Dalam pembahasan yang terdahulu telah diketahui bahwa generator arus bolakbalik sebagai sumber tenaga listrik yang mempunyai GGL : E E sinω t Persamaan di atas
Analisis Rangkaian Listrik di Kawasan Fasor (Rangkaian Arus Bolak-Balik Sinusoidal Keadaan Mantap) Fasor 8/3/2013. Mengapa Fasor?
8//0 udaryatn udirham nalisis angkaian Listrik di Kawasan Fasr (angkaian rus lak-alik inusidal Keadaan Mantap) si. Fasr. Pernyataan inyal inus. mpedansi 4. Kaidah angkaian 5. Terema angkaian 6. Metda nalisis
BAB II MOTOR SINKRON. 2.1 Prinsip Kerja Motor Sinkron
BAB II MTR SINKRN Motor Sinkron adalah mesin sinkron yang digunakan untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Mesin sinkron mempunyai kumparan jangkar pada stator dan kumparan medan pada rotor.
K13 Revisi Antiremed Kelas 12 Fisika
K13 Revisi Antiremed Kelas 12 Fisika Listrik Arus Bolak-balik - Soal Doc. Name: RK13AR12FIS0401 Version: 2016-12 halaman 1 01. Suatu sumber tegangan bolak-balik menghasilkan tegangan sesuai dengan fungsi
MODUL 1 PRINSIP DASAR LISTRIK
MODUL 1 PINSIP DASA LISTIK 1.Dua Bentuk Arus Listrik Penghasil Energi Listrik o o Arus listrik bolak-balik ( AC; alternating current) Diproduksi oleh sumber tegangan/generator AC Arus searah (DC; direct
RESONANSI PADA RANGKAIAN RLC
ESONANSI PADA ANGKAIAN LC A. Tujuan 1. Mengamati adanya gejala resonansi dalam rangkaian arus bolaik-balik.. Mengukur resonansi pada rangkaian seri LC 3. Menggambarkan lengkung resonansi pada rangkaian
ANALISIS RANGKAIAN RLC
ab Elektronika ndustri Fisika. AUS A PADA ESSTO ANASS ANGKAAN Jika sebuah resistor dilewati arus A sebesar maka pada resistor akan terdapat tegangan sebesar r. Sehingga jika arus membesar maka tegangan
Fasor adalah bilangan kompleks yang merepresentasikan besaran atau magnitude dan fasa fungsi sinusoidal dari waktu. Sebuah rangkaian yang dapat dijelaskan dengan menggunakan fasor disebut berada dalam
I t = kuat arus listrik sesaat (A) I m = kuat arus maksimum (A)
6 Kpetensi Dasar t.sin t Mengidentifikasi penerapan istrik A dan D dala kehidupan sehari-hari t = kuat arus listrik sesaat (A = kuat arus aksiu (A ndikatr Mrulasikan arus dan tegangan blakbalik serta paraeter-paraeternya
1.KONSEP SEGITIGA DAYA
Daya Aktif, Daya Reaktif dan Dan Pasif 1.KONSEP SEGITIGA DAYA Telah dipahami dan dianalisa tentang teori daya listrik pada arus bolak-balik, bahwa disipasi daya pada beban reaktif (induktor dan kapasitor)
ARUS BOLAK BALIK. I m v. Gambar 1. Diagram Fasor (a) arus, (b) tegangan. ωt X(0 o )
ARUS BOLAK BALIK Dalam kehidupan sehari-hari kita jumpai alat-alat seperti dinamo sepeda dan generator. Kedua alat tersebut merupakan sumber arus dan tegangan listrik bolak-balik. Arus bolak-balik atau
BAB III METODE PENELITIAN. pembebanan pada sistem tenaga listrik tiga fasa. Percobaan pembebanan ini
BAB III MEODE PENELIIAN III.. Peralatan yang Digunakan Dalam mengumpulkan data hasil pengukuran, maka dilakukan percobaan pembebanan pada sistem tenaga listrik tiga fasa. Percobaan pembebanan ini dilakukan
TEST KEMAMPUAN DASAR FISIKA DASAR II
TEST KEMAMPUAN DASAR FISIKA DASAR II Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan pernyataan BENAR atau SALAH. Jika BENAR jelaskan mengapa BENAR, dan jika SALAH, berilah alasan atau sanggahannya.
LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - INDUKSI ELEKTROMAGNET - INDUKSI FARADAY DAN ARUS
LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR Diberikan Tanggal :. Dikumpulkan Tanggal : Induksi Elektromagnet Nama : Kelas/No : / - - INDUKSI ELEKTROMAGNET - INDUKSI FARADAY DAN ARUS BOLAK-BALIK Induksi
BAB II DASAR TEORI. melalui gandengan magnet dan prinsip induksi elektromagnetik [1].
BAB II DASAR TEORI 2.1 Umum Transformator merupakan suatu alat listrik statis yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu rangkaian listrik ke rangkaian listrik lainnya melalui gandengan
MODUL FISIKA. TEGANGAN DAN ARUS BOLAK-BALIK (AC) DISUSUN OLEH : NENIH, S.Pd SMA ISLAM PB. SOEDIRMAN
MODUL ISIKA TEGANGAN DAN ARUS BOLAK-BALIK (AC) DISUSUN OLEH : NENIH, S.Pd SMA ISLAM PB. SOEDIRMAN TEGANGAN DAN ARUS BOLAK-BALIK (AC) 1. SUMBER TEGANGAN DAN ARUS BOLAK-BALIK Sumber tegangan bolak-balik
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER PROGRAM STUDI S1 TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK ELEKTRO TELKOM UNIVERSITY
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER PROGRAM STUDI S1 TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK ELEKTRO TELKOM UNIVERSITY MATA KULIAH KODE RUMPUN MK BOBOT (SKS) SEMESTER DIREVISI ELECTRIC CIRCUITS FEH2B4-4 - Genap 27 Juni
jawaban : Jadi pada grafik V terhadap t sumbu Vv = o sedangkan pada sumbu t,t = 0 grafik yang benar adalah grafik D. Jawab: D
UMPTN 1996 FISIKA 1. Sebuah benda berubag gerak secara beraturan dari kecepatan m/s sampai diam, jarak yang dicapainya adalah 1 meter. Gerak benda itu dapat ditunjukkan oleh grafik kecepatan (v) terhadap
Antiremed Kelas 12 Fisika
Antiremed Kelas 12 Fisika Listrik Arus Bolak Balik - Latihan Soal Doc. Name: AR12FIS0699 Version: 2011-12 halaman 1 01. Suatu sumber tegangan bolak-balik menghasilkan tegangan sesuai dengan fungsi: v =140
Bahan Ajar Ke 1 Mata Kuliah Analisa Sistem Tenaga Listrik. Diagram Satu Garis
24 Diagram Satu Garis Dengan mengasumsikan bahwa sistem tiga fasa dalam keadaan seimbang, penyelesaian rangkaian dapat dikerjakan dengan menggunakan rangkaian 1 fasa dengan sebuah jalur netral sebagai
MODUL 2 RANGKAIAN RESONANSI
MODUL 2 RANGKAIAN RESONANSI Jaringan komunikasi secara berkala harus memilih satu band frekuensi dan mengabaikan (attenuasi) frekuensi yang tidak diinginkan. Teori filter modern menyediakan metode untuk
LAPORAN PRAKTIKUM LISTRIK MAGNET Praktikum Ke 1 KUMPARAN INDUKSI
1 LAPORAN PRAKTIKUM LISTRIK MAGNET Praktikum Ke 1 KUMPARAN INDUKSI A. TUJUAN 1. Mempelajari watak kumparan jika dialiri arus listrik searah (DC).. Mempelajari watak kumparan jika dialiri arus listrik bolak-balik
20 kv TRAFO DISTRIBUSI
GENERATOR SINKRON Sumber listrik AC dari Pusat listrik PEMBANGKIT 150 k INDUSTRI PLTA PLTP PLTG PLTU PLTGU TRAFO GI 11/150 k TRAFO GI 150/20 k 20 k 20 k 220 BISNIS RUMAH TRAFO DISTRIBUSI SOSIAL PUBLIK
BAB II LANDASAN TEORI
6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Umum Untuk menjaga agar faktor daya sebisa mungkin mendekati 100 %, umumnya perusahaan menempatkan kapasitor shunt pada tempat yang bervariasi seperti pada rel rel baik tingkat
TEGANGAN DAN ARUS BOLAK-BALIK
TEGANGAN DAN ARUS BOLAK-BALIK 1.Pengertian Tegangan dan Arus Listrik Bolak-Balik Yang dimaksud dengan arus bolsk-balik ialah arus listrik yang arah serta besarnya berubah berkala,menurut suatu cara tertentu.hal
atau pengaman pada pelanggan.
16 b. Jaringan Distribusi Sekunder Jaringan distribusi sekunder terletak pada sisi sekunder trafo distribusi, yaitu antara titik sekunder dengan titik cabang menuju beban (Lihat Gambar 2.1). Sistem distribusi
RANGKAIAN AC SERI DAN PARALEL
. Konfigurasi Seri ANGKAAN A S DAN PAA Pada Gambar. beberapa elemen dihubungkan seri. Setiap impedansi dapat berupa resistor, induktor, atau kapasitor. otal impedansi dari hubungan seri dapat dituliskan
BAB 8 RANGKAIAN TIGA FASE. Ir. A.Rachman Hasibuan dan Naemah Mubarakah, ST
BAB 8 RANGKAAN TGA FASE Oleh : r. A.Rachman Hasibuan dan Naemah Mubarakah, ST 8.1 Pendahuluan v ϕ v ϕ Gambar 8.1. Sistem Satu Fase v ϕ Gambar 8.2 Sistem Satu Fase Tiga Kawat v 0 Gambar 8.3 Sistem Dua Fase
e. muatan listrik menghasilkan medan listrik dari... a. Faraday d. Lenz b. Maxwell e. Hertz c. Biot-Savart
1. Hipotesis tentang gejala kelistrikan dan ke-magnetan yang disusun Maxwell ialah... a. perubahan medan listrik akan menghasilkan medan magnet b. di sekitar muatan listrik terdapatat medan listrik c.
BAB III GERAK MELINGKAR BERATURAN DAN GERAK MELINGKAR BERUBAH BERATURAN
BAB III GERAK MELINGKAR BERATURAN DAN GERAK MELINGKAR BERUBAH BERATURAN A. KOMPETENSI DASAR : 3.. Memprediksi besaran-besaran fisika pada gerak melingkar beraturan dan gerak melingkar berubah beraturan.
Pembebanan Nonlinier
Pembebanan Nnlinier (Dampak pada Piranti) Sudaryatn Sudirham Kmpnen Harmnisa Dalam Sistem Tiga Fasa Frekuensi Fundamental. Pada pembebanan seimbang, kmpnen fundamental berbeda fasa 0 antara masing-masing
BAB II LANDASAN TEORI. listrik, dan tegangan listrik (V). Gaya bertanggung jawab terhadap adanya
BAB II LANDASAN TEORI Gaya gerak elektron dalam kelistrikan mempunyai beberapa macam sebutan : Gaya gerak listrik (ggl), potensial listrik, perbedaan potensial, tekanan listrik, dan tegangan listrik (V).
MODUL 1 GEJALA TRANSIEN
MODUL GEJALA TRANSIEN Pendahuluan. Deskripsi Singkat Bab ini akan membahas tentang kndisi awal kapasitr dan induktr sebagai elemen pasif penyimpan energi.. Manfaat Memahami gejala transien pada elemen
KATA PENGANTAR. 0 Modul Praktikum RL Tehnik Elektro UNISSULA
KATA PENGANTA 0 Modul Praktikum Tehnik Elektro UNSSUA MODU TEGANGAN DAN DAYA STK, SUPE POSS, THEENN DAN NOTON 1.1 TUJUAN a. Mahasiswa mampu menganalisis rangkaian listrik arus sederhana dengan menggunakan
drimbajoe.wordpress.com 1
drimbajoe.wordpress.com STK AUS SEAAH A. KUAT AUS STK Konsep Materi Kuat Arus istrik () Banyaknya muatan (Q) yang mengalir dalam selang (t). Besarnya Kuat arus listrik () sebanding dengan banyak muatan
OPTIMISASI Minimisasi Rugi-rugi Daya pada Saluran
OPTIMISASI Minimisasi ugi-rugi Daya pada Saluran Oleh : uriman Anthony, ST. MT ugi-rugi daya pada saluran ugi-rugi pada saluran transmisi dan distribusi dipengaruhi oleh besar arus pada beban yang melewati
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kualitas Daya Listrik Peningkatan terhadap kebutuhan dan konsumsi energi listrik yang baik dari segi kualitas dan kuantitas menjadi salah satu alasan mengapa perusahaan utilitas
RANGKAIAN PENYESUAI IMPEDANSI. Oleh: Team Dosen Elkom
RANGKAIAN PENYESUAI IMPEDANSI Oleh: Team Dosen Elkom 1 Fungsi : Digunakan untuk menghasilkan impendansi yang tampak sama dari impedansi beban maupun impedansi sumber agar terjadi transfer daya maksimum.
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Daya 2.1.1 Pengertian Daya Daya adalah energi yang dikeluarkan untuk melakukan usaha. Dalam sistem tenaga listrik, daya merupakan jumlah energi yang digunakan untuk melakukan
KONVERTER AC-DC (PENYEARAH)
KONVERTER AC-DC (PENYEARAH) Penyearah Setengah Gelombang, 1- Fasa Tidak terkontrol (Uncontrolled) Beban Resistif (R) Beban Resistif-Induktif (R-L) Beban Resistif-Kapasitif (R-C) Terkontrol (Controlled)
MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN BESARAN LISTRIK
MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN BESARAN LISTRIK LABORATORIUM TEGANGAN TINGGI DAN PENGUKURAN LISTRIK DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS INDONESIA MODUL I [ ] 2012 PENGUKURAN ARUS, TEGANGAN, DAN DAYA LISTRIK
ARUS DAN TEGANGAN BOLAK- BALIK
AUS DAN TEGANGAN BOLAK- BALK FSKA SMK PEGUUAN CKN Formulasi arus dan tegangan bolak-balik e e sin wt or v v sin wt Persamaan e and v di atas sesuai dengan persamaan simpangan pada gerak harmonik sederhanan,
Simbul skematik sumber tegangan AC adalah:
BAB II, Rangkaian AC Hal: 47 BAB II ANALISA RANGKAIAN ARUS BOLAK BALIK Arus blak-balik/alternating Current (AC) adalah arus yang berubah tanda (plaritas) pada selang waktu tertentu. Arus blak balik dapat
Generator menghasilkan energi listrik. Sumber: Dokumen Penerbit, 2006
7 AUS DAN TEGANGAN LISTIK BOLAK-BALIK Generator menghasilkan energi listrik. Sumber: Dokumen Penerbit, 006 Sebagian besar energi listrik yang digunakan sekarang dihasilkan oleh generator listrik dalam
Daya Rangkaian AC [2]
Daya Rangkaian AC [2] Slide-11 Ir. Agus Arif, MT Semester Gasal 2016/2017 1 / 16 Materi Kuliah 1 Nilai Efektif Tegangan & Arus Efektif Nilai Efektif Gelombang Berkala Nilai RMS Gelombang Sinusoidal Nilai
GENERATOR SINKRON Gambar 1
GENERATOR SINKRON Generator sinkron merupakan mesin listrik arus bolak balik yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik arus bolak-balik. Energi mekanik diperoleh dari penggerak mula (prime mover)
12/26/2006 PERTEMUAN XIII. 1. Pengantar
PERTEMUAN XIII RANGKAIAN DC KAPASITIF DAN INDUKTIF 1. Pengantar Jika sebuah rangkaian terdiri dari sebuah kapasitor dan induktor, beberapa energi dari sumber dapat disimpan dan energi tersimpan tersebut
Arus & Tegangan bolak balik(ac)
Arus & Tegangan bolak balik(ac) Dede Djuhana E-mail:[email protected] Departemen Fisika FMIPA-UI 0-0 Pendahuluan Arus dan Tegangan AC Arus dan tegangan bolak balik adalah arus yang dihasilkan oleh sebuah
Penerapan Bilangan Kompleks pada Rangkaian RLC
Penerapan Bilangan Kompleks pada Rangkaian RLC Hishshah Ghassani - 354056 Program Studi Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 0 Bandung 403, Indonesia
solenoid tersebut ada 950 lilitan yang dialiri arus 6,60 A. a) Hitunglah kerapatan energi magnetik solenoid. B) Cari energi total yang tersimpan
slenid tersebut ada 950 lilitan yang dialiri arus 6,60 A. a) Hitunglah kerapatan energi agnetik dala slenid. B) Cari energi ttal yang tersipan dala slenid 8) Sebuah generatr eberikan tegangan 00 ke lilitan
SOAL DAN PEMBAHASAN ARUS BOLAK BALIK
SOAL DAN PEMBAHASAN ARUS BOLAK BALIK Berikut ini ditampilkan beberapa soal dan pembahasan materi Fisika Listrik Arus Bolak- Balik (AC) yang dibahas di kelas 12 SMA. (1) Diberikan sebuah gambar rangkaian
Bab I. Bilangan Kompleks
Bab I Bilangan Kompleks Himpunan bilangan yang terbesar di dalam matematika adalah himpunan bilangan kompleks. Himpunan bilangan real yang kita pakai sehari-hari merupakan himpunan bagian dari himpunan
ELEKTRONIKA. Bab 1. Pengantar
ELEKTRONIKA Bab 1. Pengantar DR. JUSAK Mengingat Kembali Segitiga Ohm ( ) V(Volt) = I R I(Ampere) = V R R(Ohm) = V I 2 Ilustrasi 3 Teori Aproksimasi (Pendekatan) Dalam kehidupan sehari-hari kita sering
X. GEJALA GELOMBANG. Buku Ajar Fisika Dasar II Pendahuluan X - 1
X - 1 X. GEJALA GELOMBANG 10.1 Pendahuluan Situasi fisis yang ditimbulkan pada suatu titik menjalar dalam medium kemudian dapat dirasakan pada bagian lain, merupakan prses gerakan gelmbang. Beberapa cnth
Analisis Ajeg dari Sinusoidal
Analisis Ajeg dari Sinusoidal Slide-08 Ir. Agus Arif, MT Semester Gasal 2016/2017 1 / 23 Materi Kuliah 1 Karakteristik Sinusoid Bentuk Umum Pergeseran Fase Sinus Kosinus 2 Tanggapan Paksaan thdp Sinusoid
SOAL SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU (BESERA PEMBAHASANNYA) TAHUN 1996
SOAL SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU (BESERA PEMBAHASANNYA) TAHUN 1996 BAGIAN KEARSIPAN SMA DWIJA PRAJA PEKALONGAN JALAN SRIWIJAYA NO. 7 TELP (0285) 426185) 1. Sebuah benda berubah gerak secara beraturan
Elektronika Telekomunikasi Modul 2
Elektronika Telekomunikasi Modul 2 RANGKAIAN PENYESUAI IMPEDANSI (Impedance Matching Circuit) Prodi D3 Teknik Telekomunikasi Yuyun Siti Rohmah, MT Fungsi : Digunakan untuk menghasilkan impendansi yang
Rangkaian Arus Bolak-Balik. Balik (Rangkaian AC) Pendahuluan. Surya Darma, M.Sc Departemen Fisika Universitas Indonesia
Rangkaian Arus Bolak-Balik Balik (Rangkaian A) Surya Darma, M.Sc Departemen Fisika Universitas ndonesia Pendahuluan Akhir abad 9 Nikola esla dan George Westinghouse memenangkan proposal pendistribusian
TEKNIK KENDALI KONVERTER DC-DC
60 TEKNIK KENDAI 5 KONVERTER DC-DC 5. Pendahuluan Pada aplikasi knverter dc-dc sebagai catu daya mde penyaklaran tentunya diinginkan dapat memberikan tegangan keluaran yang tetap pada keadaan mantap ataupun
RANGKAIAN SERI-PARALEL
RANGKAIAN SERI-PARALEL 1. Contoh Rangkaian Seri-Paralel Contoh 1 Rangkaian pada Gambar 1, hitunglah : a. arus pada setiap elemen b. tegangan pada setiap elemen c. gunakan hukum tegangan Kirchhoff Contoh
ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2015 KELAS XII. Medan Magnet
ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2015 KELAS XII gaya F. Jika panjang kawat diperpendek setengah kali semula dan kuat arus diperbesar dua kali semula, maka besar gaya yang dialami kawat adalah. Medan Magnet
PENYEARAH ARUS S1 INFORMATIKA ST3 TELKOM PURWOKERTO
PENYEARAH ARUS S1 INFORMATIKA ST3 TELKOM PURWOKERTO 1. Gelombang Sinus Bentuk gelombang sinus ditunjukkan seperti pada Gambar dibawah ini. Gelombang sinus tersebut sesuai dengan persamaan v = p sin θ dimana
K13 Revisi Antiremed Kelas 12 Fisika
K13 Revisi Antiremed Kelas 12 Fisika Persiapan Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil Doc. Name: RK13AR12FIS01PAS Version: 2016-11 halaman 1 01. Perhatikan rangkaian hambatan listrik berikut. Hambatan pengganti
Arus Bolak Balik. Arus Bolak Balik. Agus Suroso Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Institut Teknologi Bandung
([email protected]) Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Institut Teknologi Bandung Materi 1 Sumber arus bolak-balik (alternating current, AC) 2 Resistor pada rangkaian AC 3 Induktor
Untai Elektrik I. Waveforms & Signals. Dr. Iwan Setyawan. Fakultas Teknik Universitas Kristen Satya Wacana. Untai 1. I. Setyawan.
Untai Elektrik I Waveforms & Signals Dr. Iwan Setyawan Fakultas Teknik Universitas Kristen Satya Wacana Secara umum, tegangan dan arus dalam sebuah untai elektrik dapat dikategorikan menjadi tiga jenis
BAB II HARMONISA PADA GENERATOR. Generator sinkron disebut juga alternator dan merupakan mesin sinkron yang
BAB II HARMONISA PADA GENERATOR II.1 Umum Generator sinkron disebut juga alternator dan merupakan mesin sinkron yang digunakan untuk menkonversikan daya mekanis menjadi daya listrik arus bolak balik. Arus
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. induk agar keandalan sistem daya terpenuhi untuk pengoperasian alat-alat.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Distribusi daya Beban yang mendapat suplai daya dari PLN dengan tegangan 20 kv, 50 Hz yang diturunkan melalui tranformator dengan kapasitas 250 kva, 50 Hz yang didistribusikan
3/22/2010. rectifier. rectifier. Uncontrolled. rectifier. Controlled. rectifier. inverter. rectifier
Penyearah Dida Pekik Arg Dahn Schl f Electrical Engineering and Infrmatics Institute f Technlgy Bandung ectifier Applicatins AC surce Uncntrlled rectifier DC - DC Cnverter DC Lad (a) Switched - mde dc
MESIN SINKRON ( MESIN SEREMPAK )
MESIN SINKRON ( MESIN SEREMPAK ) BAB I GENERATOR SINKRON (ALTERNATOR) Hampir semua energi listrik dibangkitkan dengan menggunakan mesin sinkron. Generator sinkron (sering disebut alternator) adalah mesin
EL2005 Elektronika PR#03
EL005 Elektronika P#03 Batas Akhir Pengumpulan : Jum at, 10 Februari 017, Jam 16:00 SOAL 1 Sebuah alat las listrik (DC welder) membutuhkan suatu penyearah yang dapat menangani arus besar dan tegangan tinggi.
BAB 1. RANGKAIAN LISTRIK
BAB 1. RANGKAIAN LISTRIK Rangkaian listrik adalah suatu kumpulan elemen atau komponen listrik yang saling dihubungkan dengan cara-cara tertentu dan paling sedikit mempunyai satu lintasan tertutup. Elemen
ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI
ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI RANGKAIAN PENYESUAI IMPEDANSI IMPEDANCE MATCHING CIRCUIT OLEH : HASANAH PUTRI ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI - RANGKAIAN PENYESUAI IMPEDANSI 1 Fungsi : Digunakan untuk menghasilkan
09. Pengukuran Besaran Listrik JEMBATAN ARUS BOLAK BALIK
09. Pengukuran Besaran Listrik JEMBATAN ARUS BOLAK BALIK 9.1 Pendahuluan Jembatan arus bolak balik bentuk dasarnya terdiri dari : - empat lengan jembatan - sumber eksitasi dan - sebuah detektor nol Pada
BENTUK GELOMBANG AC SINUSOIDAL
BENTUK GELOMBANG AC SINUSOIDAL. PENDAHULUAN Pada bab sebelunya telah dibahas rangkaian resistif dengan tegangan dan arus dc. Bab ini akan eperkenalkan analisis rangkaian ac diana isyarat listriknya berubah
UJIAN MASUK UNIVERSITAS GADJAH MADA (UM UGM) Mata Pelajaran : Fisika Tanggal : 05 April 009 Kde Sal : 9 Daftar knstanta alam sebagai pelengkap sal-sal fisika. g = 0 ms - (kecuali diberitahukan lain) c
BAB II DASAR TEORI. a. Pusat pusat pembangkit tenaga listrik, merupakan tempat dimana. ke gardu induk yang lain dengan jarak yang jauh.
BAB II DASAR TEORI 2.1. Sistem Jaringan Distribusi Pada dasarnya dalam sistem tenaga listrik, dikenal 3 (tiga) bagian utama seperti pada gambar 2.1 yaitu : a. Pusat pusat pembangkit tenaga listrik, merupakan
BAB III HUKUM HUKUM RANGKAIAN
BAB III HUKUM HUKUM RANGKAIAN Tujuan. - Mahasiswa dapat menyelesaikan masalah ranggkaian listrik dengan menggunakan Hukum ohm, - Mahasiswa dapat menyelesaikan masalah ranggkaian listrik dengan menggunakan
ARUS BOLAK-BALIK Pertemuan 13/14 Fisika 2
ARUS BOLAK-BALIK Pertemuan 13/14 Fisika 2 Arus bolak-balik adalah arus yang arahnya berubah secara bergantian. Bentuk arus bolakbalik yang paling sederhana adalah arus sinusoidal. Tegangan yang mengalir
05 Pengukuran Besaran Listrik INSTRUMEN PENUNJUK ARUS BOLAK BALIK
05 Pengukuran Besaran Listrik INSTRUMEN PENUNJUK ARUS BOLAK BALIK 5.1 Pendahuluan Gerak d Arsonval akan memberi respons terhadap nilai rata-rata atau searah (dc) melalui kumparan putar. Jika kumparan tersebut
LEMBAR TUGAS MAHASISWA ( LTM )
LEMBAR TUGAS MAHASISWA ( LTM ) TEORI RANGKAIAN LISTRIK Program Studi Teknik Komputer Jenjang Pendidikan Program Diploma III Tahun AMIK BSI NIM NAMA KELAS :. :.. :. Akademi Manajemen Informatika dan Komputer
ANALISIS PERBAIKAN FAKTOR DAYA BEBAN RESISTIF,INDUKTIF,KAPASITIF GENERATOR SINKRON 3 FASA MENGGUNAKAN METODE POTTIER
ANALISIS PERBAIKAN FAKTOR DAYA BEBAN RESISTIFINDUKTIFKAPASITIF GENERATOR SINKRON 3 FASA MENGGUNAKAN METODE POTTIER Fahdi Ruamta Sebayang A.Rachman Hasibuan Konsentrasi Teknik Energi Listrik Departemen
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN ANALISIS
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN ANALISIS 4.1. Topik 1. Rangkaian Pemicu SCR dengan Menggunakan Rangkaian RC (Penyearah Setengah Gelombang dan Penyearah Gelombang Penuh). A. Penyearah Setengah Gelombang Gambar
