Arah dan Kebijakan Pengembangan RS Universitas

dokumen-dokumen yang mirip
Djoko Santoso Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi

Sinergi Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran di RSP

Konsep Pengelolaan SDM di RS PTN dan Wahana Pendidikan, Penelitian, dan Pelayanan

Pokok- pokok UU No.20 tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran

Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai Dosen di Rumah Sakit dan Wahana Pendidikan

Laporan Perkembangan Komite Bersama 2017

Situasi Pendidikan Dokter di Indonesia

PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS DI INDONESIA

Pengembangan dan Pembinaan Sistem Pendidikan Kedokteran di Indonesia

Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (I-MHERE) IBRD Loan No IND (USD 50 juta) IDA Loan No IND (USD 30 juta)

KRITERIA JENJANG KARIER DOSEN KLINIK DI RS PENDIDIKAN DAN JEJARING Oleh: Dr. Endro Basuki, SpBS (K), MKes

SOSIALISASI UNDANG- UNDANG

ORGANISASI PELAYANAN KESEHATAN PERTEMUAN II LILY WIDJAYA, SKM.,MM, PRODI D-III REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN

ALTERNATIF PEMBIAYAAN SARANA DAN PRASARANA PERGURUAN TINGGI NEGERI

Revisi PP.38/2007 serta implikasinya terhadap urusan direktorat jenderal bina upaya kesehatan.

FORMULIR PERMOHONAN BEASISWA PENDIDIKAN PASCASARJANA ( BPPS ) TAHUN AKADEMIK 2011/2012

g.pemantauan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan pelayanan medik, keperawatan dan keteknisan medik

KEBIJAKAN PENDIDIKAN BERKELANJUTAN SDM KESEHATAN

SEMILOKA NASIONAL PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS DAN PERAN DOKTER LAYANAN PRIMER

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 SERI D NOMOR 9 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG

IONAL AL PT P N (TRANSISI ME

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT JENDERAL PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN

Peran Kemenkes dalam Pembinaan Pendidikan Tinggi Bidang Kesehatan (Termasuk Academic Center)

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I

PROFIL INSTITUSI PENDIDIKAN KEDOKTERAN GIGI DAN SPESIALIS INDONESIA. Konsil Kedokteran Gigi Indonesia

Lustrum ke-13 FK-UGM Yogyakarta, 4 Maret 2011

BAB 1 PENDAHULUAN. Pelayanan kesehatan merupakan hak setiap orang yang dijamin dalam Undang-

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. asuransi sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar kesehatan

Kata Kunci: Dasar Hukum implementasi KBK, Implementasi KBK.

Perbedaan jenis pelayanan pada:

Petunjuk Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Menengah Tahun 2013

BAB I PENDAHULUAN. pencapaian Millenium Development Goals (MDGs). Dimana MDGs adalah. Millenium Summit NewYork, September 2000 (DKK Padang, 2012).

HUBUNGAN WAKTU PELAYANAN REKAM MEDIS DI TPPRJ DENGAN KEPUASAN PASIEN POLIKLINIK BEDAH DI RUMAH SAKIT UMUM Dr. SAIFUL ANWAR MALANG TAHUN 2012

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA STANDAR PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

IMPLEMENTASI AHS DI RSUP DR.SARDJITO. Direktur Utama RSUP.Dr. Sardjito

MAKALAH MANAJEMEN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT

PERATURAN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2013 TENTANG PENERBITAN REKOMENDASI PEMBUKAAN DAN PENUTUPAN PROGRAM STUDI DOKTER

Uji Coba Ketiga OSCE UKDI

Rancangan Kepmen Nomenklatur Program Studi dan Gelar Lulusan

BAB I. PENDAHULUAN. Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang. menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi 2017

KAJIAN PENYELENGGARAAN RSGM Tim Perumus

INDIKATOR KINERJA UTAMA

BAB I PENDAHULUAN Kondisi Umum Identifikasi Masalah

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 77 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN ORGANISASI RUMAH SAKIT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

NASKAH AKADEMIK PENYELENGGARAAN RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT (PENDIDIKAN) Konsil Kedokteran Gigi Konsil Kedokteran Indonesia Bogor, September 2010

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 77 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN ORGANISASI RUMAH SAKIT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

No : 0065/SDAR/BSNP/XII/ Desember 2015 Lampiran : satu berkas. Perihal : Peraturan Menteri dan POS UN Tahun Pelajaran 2015/2016

Komentar dan Rekomendasi

HPEQ Program Sebagai Pijakan Awal Perbaikan Sistem Pendidikan Kesehatan Masyarakat. CPCU HPEQ Project Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 93 TAHUN 2015 TENTANG RUMAH SAKIT PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 93 TAHUN 2015 TENTANG RUMAH SAKIT PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Penyelenggaraan Pendidikan Profesi berdasarkan Ketentuan Perundang-undangan untuk Menghasilkan Lulusan sesuai KKNI

BAB I PENDAHULUAN. menuntut tiap organisasi profit dan non profit untuk saling berkompetisi

BAB I LATAR BELAKANG

BAB 1 PENDAHULUAN. pelayanan kepada masyarakat dalam lingkup lokal maupun internasional.

Bagaimana Hubungan antara Rumah Sakit dengan Dinas Kesehatan di Era JKN?

BAB 1 PENDAHULUAN. tingginya tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, maka tuntutan

I. PENDAHULUAN. Pemerintah sebagai abdi masyarakat merupakan pihak yang bertanggung

Rencana Pelaksanaan Program Percepatan Pendidikan Diploma III Bidang Kesehatan. Kepala Pusdik SDM Kesehatan Badan PPSDM Kesehatan

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA RSUD KOTA SALATIGA TAHUN 2017

Penyelenggaraan Program Percepatan Pendidikan Tenaga Kesehatan. Disampaikan 0leh : Kepala Pusat Pendidikan SDM Kesehatan

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA. 1. Penerapan Standar Pendidikan drg 2. Penerapan Standar Pendidikan drg Sp 3. Uji Kompetensi 4. RSGMP 5.

INDIKATOR KINERJA UTAMA

PROFIL LULUSAN DOKTER GIGI DI INDONESIA

Oleh Dewa Ngurah Suprapta Lab. Biopestisida Fakultas Pertanian Universitas Udayana

Sinkronisasi UU Pendidikan Kedokteran dengan Berbagai Peraturan Perundangan Pendidikan Tinggi

Rumah Sakit Akademik di Indonesia. Ova Emilia

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 43 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN FASILITASI AKREDITASI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA

Uji Coba Ketiga OSCE UKDI. Komite Bersama Uji Kompetensi Dokter Indonesia HPEQ Project Komponen Februari 2012

Kebijakan dan Program DAK Bidang Pendidikan Menengah Tahun 2013 Dan Rencana Tahun 2014

Visi Pendidikan Spesialis dan Subspesialis: Menjadi bagian integral dalam Sistem Pelayanan Kesehatan di Indonesia

Evaluasi Uji Coba OSCE UKDI. Forum Dekan AIPKI HPEQ Project Komponen 2 31 Agustus 1 September 2012

INTEGRASI PROGRAM PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SDM KESEHATAN. Usman Sumantri Kepala Badan PPSDM Kesehatan Surabaya, 23 November 2016

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Deskripsi 1.2 Latar Belakan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PROFIL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN JAKARTA

PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN KEBUTUHAN SDM KESEHATAN. Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2013

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A.Sejarah Singkat Perkembangan Rumah Sakit Dr. H. Kumpulan Pane Kota

Kopertis Wilayah III Jakarta RENSTRA. Tahun

BAB I PENDAHULUAN. yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana

Perubahan Paradigma Sistem Penjaminan Mutu dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi Kesehatan : Revitalisasi Peran Masyarakat Profesi Kesehatan

Kebijakan Uji Kompetensi sebagai Bagian dari Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi Kesehatan

Kebijakan Pemerintah Dalam Bidang Pelayanan Medik. dr. Supriyantoro,Sp.P, MARS

SOSIALISASI BEASISWA UNGGULAN DOSEN INDONESIA (BUDI) DALAM NEGERI TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN 1.1 TINJAUAN UMUM

KEBUTUHAN DATA DAN INFORMASI UNTUK MENDUKUNG PERENCANAAN SDMK

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN,

I. PENDAHULUAN. agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk

Konsep Mutu RS Pendidikan

Uji Coba Kelima OSCE UKDI

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2018 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN KEDOKTERAN

Tabel 1. Jumlah Residen di RSCM Tahun 2014

Bagian Program dan Informasi DITJEN BUK KEMENTERIAN KESEHATAN RI

KATA SAMBUTAN Akses pelayanan kesehatan rujukan yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... RUMAH SAKIT PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Transkripsi:

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2013 Arah dan Kebijakan Pengembangan RS Universitas Djoko Santoso Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Annual Scientific Meeting FK UGM, 2 Maret 2013 1

LATAR BELAKANG

Isu Pengembangan Program RS Universitas 1. Implikasi akreditasi program studi kesehatan yang mengharuskan adanya RS Universitas atau wahana pendidikan klinik dalam menghasilkan tenaga kesehatan; 2. Strategi rencana pemenuhan jumlah dan kelayakan RSP untuk pelaksanaan pendidikan tinggi kesehatan (serta fasilitas pelayanan kesehatan lain sebagai jejaring); 3. Konsep hubungan fungsi, struktur dan pembiayaan prodi kesehatan dan RS Universitas untuk pelaksanaan pendidikan tinggi kesehatan (academic environment assurance); Perlu mekanisme koordinasi berbagai Kementerian, lembaga dan swasta sebagai pemilik RS dalam perencanaan, penetapan, pengembangan dan pembinaan RSP; Diperlukan sebuah komite (independen)

Penjelasan Isu Pengembangan RS Universitas terkait Implikasi Akreditasi dengan Instrumen Baru Standar 6 : Pembiayaan, Sarana & Prasarana, Sistem Informasi Elemen Penilaian : Sumberdaya pendidikan klinik dan kedokteran komunitas seperti ketersediaan sarana laboratorium keterampilan klinik, sarana ketrampilan klinik yang menjamin pencapaian kompetensi sebagai dokter layanan primer dan kedaruratan medik, ketersediaan RS Pendidikan yang memenuhi persyaratan kualifikasi, jumlah dan variasi pasien rawat inap dan rawat jalan, jumlah SDM pada sarana pendidikan klinik yang menjamin tercapainya Kompetensi Dokter Indonesia.

Penjelasan Isu Pengembangan RS Universitas terkait Implikasi Akreditasi dengan Instrumen Baru Implikasi Akreditasi Program Studi Kesehatan : Pengajuan RSP datang dari institusi pendidikan karena RS yang akan digunakan harus menyesuaikan dengan kebutuhan pendidikan di institusi pendidikan sesuai dengan standar dalam proses akreditasi

Data Institusi Pendidikan Dokter PT Negeri PT Swasta Jumlah Institusi 31 41 Jumlah Mahasiswa 21.356 24.746 Jumlah Dosen Tetap 2.233 1.606 Jumlah Dosen Klinis 2.813* 2.894* Jumlah RS yg dipakai 151* 187* Catatan: Sumber data * = hasil survei Pemetaan RS yang digunakan Pendidikan Dokter, Dikti, 2011. Total FK yang mengembalikan form = 56 FK Akreditasi Sumber data = BAN PT A B C Belum A B C Belum 12 8 6 5 3 14 16 8 Range SPP per tahun Sumber data = Survey biaya pendidikan kedokteran, Dikti, tahun 2011 Terendah Rata2 Tertinggi Terendah Rata2 Tertinggi 1 jt 7 jt 60 jt 8,8 jt 35,6 jt 230 jt

Distribusi Jumlah RSP di Indonesia REGION JUMLAH RSP (Sudah Ditetapkan Kemkes) JUMLAH RSP (Belum Ditetapkan Kemkes) SUMATERA 4 64 JAWA 24 241 BALI & NUSA TENGGARA 1 21 KALIMANTAN 2 10 SULAWESI 1 39 MALUKU & PAPUA 0 5 GRAND TOTAL 32 380 Sumber Data : Ditjen BUK Kemkes, Desember 2011 Jumlah RSP yang sudah ditetapkan baru 1/10 dari total jumlah RSP Ditjen Dikti saat ini sedang mengembangkan 19 RS Universitas

Perbedaan RS Pendidikan yang ada saat ini dengan RS Universitas RS P SAAT INI RS UNIVERSITAS Rumah Sakit pelayanan yang dijadikan sebagai wahana pendidikan (tidak di desain dari awal sebagai RS Pendidikan) Pemenuhan persyaratan mengikuti perkembangan pendidikan dokter Di desain dari awal sebagai RS yang mendukung pendidikan kedokteran, pendidikan kesehatan lainnya dan pendidikan non kesehatan. Sejak awal dibangun dengan memenuhi persyaratan bisa menjadi RSP RS Universitas diproyeksikan menjadi RS Pendidikan yang baik

Konsep Rumah Sakit Universitas untuk Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan di Indonesia Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dokter, Nakes Pendidikan Dokter, Nakes yang akan datang Riset PERKEMBANGAN IPTEK Rumah Sakit Pendidikan Pelayanan Pendidikan (Fakultas Kedokteran)

Peta Jalan Kebijakan RS Universitas Pendidikan Dokter & Tenaga Kesehatan RI Lulusan Kinerja Kemdikbud Kemdikbud Kemkes Masyarakat Sehat Kinerja Kemkes (-) Layanan (-) Pendidikan Kebijakan RS Universitas Kelembagaan = Persyaratan SDM Keuangan Aset

Tujuan RS Universitas PELAYANAN ETIKA RS Univ PENELITIAN PENDIDIKAN

Etika Penelitian Pendidikan Pelayanan 9 8 7 6 5 4 3 9 KONSEP DASAR RSP RS Pendidikan berfungsi sebagai contoh (pemandu) fasilitas layanan kesehatan yang mengedepankan pelayanan prima kesehatan, keselamatan pasien dan penghargaan terhadap hak-hak pasien/klien/komunitas/masyarakat yang terjangkau, mudah diakses, berkeadilan dan berbasis bukti (evidence based) RS Pendidikan menyelenggarakan pelayanan terintegrasi untuk masalah lansia (penyakit degeneratif); penyakit akibat perilaku dan budaya; akibat kerja; akibat disparitas pelayanan/geografis; infeksi (termasuk pinere); traumatologi (kecelakaan) dan beyond health (sebagai provider kesehatan dalam universal coverage/sjsn) dan tidak berbasis departemen RS Pendidikan digunakan untuk menghasilkan dokter layanan primer (tingkat dasar) secara holistik/komprehensif untuk menjawab problem kesehatan bangsa Indonesia masa kini dan masa depan dengan menekankan juga aspek promotif dan preventif dalam mencapai MDGs, masalah lansia (penyakit degeneratif); penyakit akibat perilaku dan budaya; akibat kerja; akibat disparitas pelayanan/geografis; infeksi (termasuk pinere); traumatologi (kecelakaan) dan beyond health (sebagai provider kesehatan dalam universal coverage/sjsn) RS Pendidikan merupakan institusi utama yang membina jejaring wahana pendidikan sebagai satu entitas tersendiri yang sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia dan Standar Pendidikan Profesi Dokter, serta Standar Kompetensi tenaga kesehatan lainnya yang dilengkapi dengan sistem IT dan atau visiting dosen klinik dalam rangka koordinasi pencapaian kompetensi sebagaimana butir (1) dan butir (2) RS Pendidikan harus memenuhi profesionalitas inti dari 4 keilmuan klinis dasar (bedah, penyakit dalam, anak dan kandungan) dan 8 keilmuan klinis lainnya (Radiologi, Anestesi, Patologi, Kulit dan Kelamin, THT, Mata, Neurologi dan Psikiatri ) RS Pendidikan harus menyediakan real patient yang memadai (jenis dan jumlahnya) dan atau simulasi tentang pasien yang relevan untuk mencapai kompetensi tertentu RS Pendidikan berfungsi sebagai wahana pendidikan bagi tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan lainnya baik di RS maupun jejaringnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang berkelanjutan dan pengembangan profesi berkelanjutan 2 1 RS Pendidikan merupakan institusi yang berfungsi sebagai pelaksana penelitian translasional dalam rangka pengembangan pelayanan dan pendidikan dokter layanan primer dan tenaga kesehatan lain RSP harus mengutamakan aspek medikoetik dan medikolegal profesi dalam melaksanakan pelayanan dan pendidikan oleh DPJP

Tujuan RS Universitas (Pelayanan) Sebagai contoh (pemandu) fasilitas layanan kesehatan Menyelenggarakan pelayanan terintegrasi dan tidak berbasis departemen Digunakan untuk menghasilkan dokter layanan primer (tingkat dasar) secara holistik/komprehensif, menekankan aspek promotif dan Preventif Institusi utama yang membina jejaring wahana pendidikan

Tujuan RS Universitas (Pendidikan) Memenuhi profesionalitas inti dari 4 keilmuan klinis dasar dan 8 keilmuan klinis lainnya Menyediakan real patient yang memadai (jenis dan jumlahnya) dan atau simulasi tentang pasien yang relevan untuk mencapai kompetensi tertentu Sebagai wahana pendidikan bagi tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan lainnya baik di RS maupun jejaringnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang berkelanjutan dan pengembangan profesi berkelanjutan

Tujuan RS Universitas (Penelitian) RS Pendidikan merupakan institusi yang berfungsi sebagai pelaksana penelitian translasional dalam rangka pengembangan pelayanan dan pendidikan dokter layanan primer dan tenaga kesehatan lain

Tujuan RS Universitas (Etika) RSP harus mengutamakan aspek medikoetik dan medikolegal profesi dalam melaksanakan pelayanan dan pendidikan oleh DPJP

KONSEP PERANCANGAN RS UNIVERSITAS PENDIDIKAN KEBUTUHAN SDM 9 KONSEP DASAR RSP EVALUASI KEGIATAN UNIT ATAS 9 KONSEP DASAR RSP Tim RSP Dikti Tim Arsitektur Universitas PELAYANAN PENELITIAN KEBUTUHAN SARANA JANGMED KEBUTUHAN SARANA JANGUM Tim RSP & Tim Arsitektur Dikti Tim Arsitektur Dikti KEBUTUHAN RUANGAN SAR & PRASAR STRUKTUR ARSITEKTUR FS DESIGN / REDESIGN RSP TEMPLATE ARSITEKTUR RSP KONSEP DASAR ARSITEKTUR RSP INTERIOR KONDISI LAHAN PERSYARATAN UMUM RS TIPE B

Peta Pengembangan RS Universitas dan Akreditasi FK USU :A UNTAN : - UNSRAT : B UNAND : A UNRI : B UNJA : C UNCEN : - UNILA : B UI : A UNPAD : A UNAIR : A UNHAS :A UNDIP : A UNS : A UGM : A UNRAM : C UB : A UNEJ : B UNUD : A Data Dikti, 2012

LANJUTAN PEMBANGUNAN 19 RS UNIVERSITAS (PERSENTASE INVESTASI FISIK S/D 2012) USU 80% UR 20% UNJA 10% UNTAN 80% UNSRAT 20% UNCEN 10% UNAND 0% UNILA 10% UNAIR 90% UB 40% UNHAS 60% UI 0% UNPAD 90% UNDIP 80% UNS 0% UNEJ UGM 60% UNUD 40% UNRAM 40% Catatan : UNAND, UNS, dan UI dibiayai dari Loan mulai Kontruksi 2013 Data Dikti, 2012

LANJUTAN PEMBANGUNAN 19 RS UNIVERSITAS (PERSENTASE INVESTASI FISIK S/D 2012) USU Luas Gedung Gedung 50252 = m2 50252 m2 T. Tidur 500 Jumlah TT = 500 Target AnggaranDana = 480 480 M M UNTAN Luas Gedung = 30000 Gedung m2 30000 m2 Jumlah TT = 300 T. Tidur 300 Target Dana = 128.7 Anggaran M 128.7 M UI Luas Gedung Gedung 70000 = m2 70000 m2 Jumlah T. Tidur TT = 300 Target Anggaran Dana = LOAN LOAN UB Luas Gedung = 60000 Gedung m2 60000 m2 Jumlah TT = 300 T. Tidur 300 Target Dana = 388.7 Anggaran M 388.7 M UNUD Gedung 32829 m2 Luas Gedung = T. Tidur 270 Jumlah TT = Target Dana Anggaran = 120 M UNRAM Gedung 25239 m2 Luas Gedung = T. Tidur 301 Jumlah TT = Target Dana Anggaran = 456.8 M UNRI Luas Gedung Gedung 32962 = m2 32962 T. Tidur m2 250 Jumlah TT = 250 Target AnggaranDana = 448 448 M M UNSRAT Luas Gedung = 24430 Gedung m2 24430 m2 Jumlah TT = 400 T. Tidur 400 Target Dana = 218,6 Anggaran M 218.6 M UNAND UNCEN Luas Gedung Gedung 21306 = m2 21306 T. Tidur m2 200-500 Jumlah TT = 200-500 Target AnggaranDana = LOAN Luas Gedung Gedung 42053 = m2 42053 m2 T. Tidur 400 Jumlah TT = 400 Target AnggaranDana = 294 294 M M UNJA Luas Gedung = 32256 Gedung m2 32256 m2 Jumlah TT = 600 T. Tidur 600 Target Dana = 134.7 Anggaran M 134 M UNHAS Luas Gedung Gedung 68335 = m2 68335 m2 T. Tidur 550 Jumlah TT = 550 Target Anggaran Dana = 885 885 M M UNILA UNPAD UNDIP UNS UGM UNAIR UNEJ Luas Gedung = 58000 Gedung m2 58000m2 Jumlah TT = 343 T. Tidur 343 Target Dana = 355 Anggaran M 355 M Luas Gedung Gedung 27305 = m2 27.305 m2 T. Tidur - Jumlah TT = Target AnggaranDana 191 = 191 M M Luas Gedung Gedung 31000 = m2 31000 m2 T. Tidur 300 Jumlah TT = Target AnggaranDana 199 = 199 M M Luas Gedung Gedung 24387 = m2 24387 m2 T. Tidur 150 Jumlah TT = Target AnggaranDana LOAN = LOAN Gedung Luas Gedung 59942 = m2 59942 m2 T. Jumlah Tidur TT = 300 Anggaran Target Dana 291 = 291 M M Luas Gedung Gedung 40000 = m2 40000 m2 T. Tidur 250 Jumlah TT = Target AnggaranDana 690 = 690 M M Luas Gedung Gedung 21077 = m2 21077 m2 T. Tidur 212 Jumlah TT = Target AnggaranDana = 228 228 M M Catatan : UNAND, UNS, dan UI dibiayai dari Loan mulai Kontruksi 2013 Data Dikti, 2012

LANJUTAN PEMBANGUNAN 19 RS UNIVERSITAS (PERSENTASE INVESTASI FISIK S/D 2012) USU UNTAN UI UB UNUD UNRAM UNRI UNSRAT UNAND UNCEN UNJA UNHAS UNILA UNPAD UNDIP UNS UGM UNAIR UNEJ Catatan : UNAND, UNS, dan UI dibiayai dari Loan mulai Kontruksi 2013 Data Dikti, 2012

RENCANA KERJA 2013 : KOMITE PENGARAH, PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN & RS UNIVERSITAS KEMKES & KEMDIKBUD DIKTI PROYEK HPEQ DAN IDB Kebijakan tentang RS Universitas Pendampingan RS Univ Program Penunjang Mekanisme penetapan RS Univ Revisi pedoman standar dan klasifikasi RS Univ Peran dan fungsi RS Univ Kebijakan tentang dosklin Pedoman-pedoman RS Univ Pendampingan oleh Tim MP dan DED Sosialisasi 9 Konsep Dasar RSP Monitoring perkembangan operasionalisasi RS Univ Unit cost pendidikan klinik di RS Root cause analysis (RCA) Standar Pendidikan Magister RS EXTERNAL PROCESS INTERNAL PROCESS

GOOD UNIVERSITY TEACH GREAT UNIVERSITY TRANSFORM GOOD UNIVERSITY PRODUCE GRADUATES GREAT UNIVERSITY PRODUCE LEADERS www.dikti.go.id Jaringan Mahasiswa Kesehatan dlm program HPEQ Student