KEPERAWATAN SISTEM PENCERNAAN

dokumen-dokumen yang mirip
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) MATA KULIAH: ILMU KEPERAWATAN DASAR II. Koordinator Nelwati, S.Kp, MN

SILABUS DAN KONTRAK BELAJAR

LAPORAN PENDAHULUAN PERAWATAN KOLOSTOMI Purwanti,

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) MATA KULIAH: ILMU KEPERAWATAN DASAR III. Koordinator Nelwati, S.Kp, MN

RANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN (RPP)

RPKPS Pengkajian Keperawatan Kesehatan Jiwa

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM LABORATORIUM KEPERAWATAN ANAK

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER KEGAWAT-DARURATAN SISTEM II. Kode MK: MKL 451 (2 sks, 1,5 T, 0,5 P) Semester VII. Pengampu Mata Kuliah:

DOKUMENTASI KEPERAWATN

MODUL COOPERATIVE LEARNING. Coordinator. Vita Purnamasari, S. Kep, Ns. Prodi S1 Keperawatan STIKES SURYA GLOBAL YOGYAKARTA

Mira Asmirajanti Fikes Universitas Esa Unggul Jl. Raya Arjuna no. 9 Jakarta Barat

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DHARMA HUSADA BANDUNG. Konsep Keperawatan

KEPERAWATAN DASAR PROFESIONAL (KDP)

GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

BAB I PENDAHULUAN. Intensif Care Unit berkembang cepat sejak intensif care unit (Intensive Terapy

DOKUMEN PEMBELAJARAN KONSEP DASAR KEPERAWATAN SEMESTER GASAL TAHUN AJARAN 2017/2018

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DHARMA HUSADA BANDUNG. Konsep Keperawatan

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DHARMA HUSADA BANDUNG. Konsep Keperawatan

METODOLOGI KEPERAWATAN

SILABUS MATA KULIAH A. IDENTITAS MATA KULIAH

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) MATA KULIAH: KEPERAWATAN INFORMATIKS

PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE

MODUL KEPERAWATAN JIWA I NSA : 420 MODUL KEPUTUSASAAN DISUSUN OLEH TIM KEPERAWATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL

PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN:

Ranah Kompetensi Assesment Good nursing practice

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) MATA KULIAH: TERAPI KOMPLEMENTER MKL 353 (2 sks) Semester Genap

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER MATA KULIAH : BIOSTATISTIK

MATA KULIAH Onkologi dan Kemoterapi

SILABUS PRE KLINIK KEPERAWATAN JIWA PROGRAM A 2011

Jurnal Keperawatan, Volume XII, No. 1, April 2016 ISSN DIAGNOSIS KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PENCERNAAN

PW226 KEPERAWATAN KOMUNITAS I

MODUL KEPERAWATAN JIWA I NSA : 420 MODUL DISTRES SPIRITUAL DISUSUN OLEH TIM KEPERAWATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL

KEPERAWATAN KLINIK IIIA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Rencana Kegiatan Belajar Mengajar (RKBM) Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang Tahun Akademik 2010/2011

PEDOMAN AKADEMIK PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA BAB IV PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN

PW217 DOKUMENTASI KEPERAWATAN

MODUL KEPERAWATAN JIWA I NSA : 420 MODUL ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN RESIKO BUNUH DIRI DISUSUN OLEH TIM KEPERAWATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL

MATA KULIAH FARMAKOTERAPI SISTEM PENCERNAAN DAN PERNAFASAN

KONTRAK KULIAH FALSAFAH DAN TEORI DALAM KEPERAWATAN

MODUL PEMBELAJARAN MATA KULIAH: RISET KEPERAWATAN

RANCANGAN PEMBELAJARAN SEMESTER ILMU DASAR KEPERAWATAN 3

Kekurangan volume cairan b.d kehilangan gaster berlebihan, diare dan penurunan masukan

LAMPIRAN 1 INSTRUMEN PENELITIAN

PW212 KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH 1 (Praktikum)

KONTRAK PERKULIAHAN KEPERAWATAN KLINIK IIIA. Penanggung Jawab Mata Kuliah Ns. Nur Widayati, MN.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. mengalami kelemahan kemampuan dalam melakukan atau melengkapi aktivitas

GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

MODUL KEPERAWATAN JIWA I NSA : 420 MODUL ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN WAHAM DISUSUN OLEH TIM KEPERAWATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. keperawatan yang mempunyai wewenang untuk melaksanakan peran dan

RANCANGAN PEMBELAJARAN SEMESTER TERAPI KOMPLEMENTER

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER KEGAWAT-DARURATAN SISTEM I. Kode MK: MKL 355 (3 sks, 2 T, 1 P) Semester VI. Pengampu Mata Kuliah: Emil Huriani, S.

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PW212 KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH 1

BAB II TINJAUAN TEORISTIS

BAB 7 MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN EDUKASI (MKE)

KARYA TULIS ILMIAH. ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH PADA Tn. ASDENGAN DIAGNOSA MEDIS POST OP. CLOSE FRAKTUR FEMUR DI RS SITI KHODIJAH

RANCANGAN PEMBELAJARAN SEMESTER Home Care

BAB V HASIL PENELITIAN

RANCANGAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPS) ETIKA DAN HUKUM KESEHATAN TIM PENGAJAR: PM-UMM-02003/L1

PERSPEKTIF KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH Muhammad Ardi, M.Kep., Ns. Sp.Kep.M.B

PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HARGA DIRI RENDAH. Kata Kunci : harga diri rendah, pengelolaan asuhan keperawatan jiwa

HUBUNGAN KARATERISTIK PERAWAT DENGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PROSES KEPERAWATAN DAN DIAGNOSIS NANDA

TUGAS MADIRI BLADDER TRAINING

LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASKEP AN. R DENGAN BISITOPENIA DI RUANG HCU ANAK RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER. Dan BAHAN AJAR ILMU GIZI. Penyusun: Zaki Utama, STP., MP.

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER MANAJEMEN KEPERAWATAN

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DENGAN PERILAKU PERAWAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN DEKUBITUS DI RUMAH SAKIT CAKRA HUSADA KLATEN

Kontrak Pembelajaran (Pedoman Pembelajaran Mahasiswa)

DAFTAR PUSTAKA. Ali, Z. (2010). Dasar-dasar Pendidikan Kesehatan Masyarakat dan Promosi

BAB I PENDAHULUAN. berjalan secara efektif dan efisien yang dimulai dari perencanaan, mengupayakan agar individu dewasa tersebut mampu menemukan

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TERHADAP SPIRITUAL CARE DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. Masalah kesehatan anak merupakan salah satu masalah utama

MODUL KEPERAWATAN JIWA I NSA : 420 MODUL ANXIETAS DISUSUN OLEH TIM KEPERAWATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL

PERAWATAN KOLOSTOMI Pengertian Jenis jenis kolostomi Pendidikan pada pasien

MATA KULIAH PATOLOGI KLINIK

EDUKASI KLIEN BPH POST TURP DI RUMAH

PW214 KEPERAWATAN ANAK 1

RENCANA PEMBELAJARAN BLOK 1 ILMU KEPERAWATAN DASAR 1 (FUNDAMENTAL of NURSING 1)

BAB III KERANGKA KONSEP, HIPOTESIS, DAN DEFINISI OPERASIONAL

Pancasila. Agama. Materi ajar (v)

MODEL DOKUMENTASI KEPERAWATAN METODE FOCUS

BUKU PEDOMAN KERJA MAHASISWA MATA AJAR KEPERAWATAN KOMUNITAS II TAHUN AKADEMIK

Disampaikan Oleh: R. Siti Maryam, MKep, Ns.Sp.Kep.Kom 17 Feb 2014

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. Konstipasi adalah perubahan dalam frekuensi dan konsistensi

Kode: NAMA MATA KULIAH. BUKU BLOK PSIK FKUB Semester, Program A Reguler TIM FASILITATOR:

MahakamNursingJournalVol2,No.2, Nov2017:50-61 ARTIKEL PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Salah satu keterampilan yang harus dikuasai perawat adalah mampu

Metodologi Asuhan Keperawatan

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

LAPORAN PENDAHULUAN ASKEP PADA KLIEN DENGAN PERDARAHAN SALURAN CERNA

DOKUMEN PEMBELAJARAN

BAB 1 PENDAHULUAN. kebutuhan yang terus meningkat dari pasien. Berbagai permasalahan bertambah

Manajemen Asuhan Keperawatan. RAHMAD GURUSINGA, Ns., M.Kep.-

DOKUMENTASI BERBASIS KOMPUTER. Oleh Yoani Aty

KONTRAK PERKULIAHAN. Hari Pertemuan/Jam : Rabu/ WIB Tempat Pertemuan : Ruang kuliah program B (Ruang F)

Transkripsi:

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER KEPERAWATAN SISTEM PENCERNAAN NS. DWI NOVRIANDA, S.KEP., M.KEP. PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG, 2014

KEPERAWATAN SISTEM PENCERNAAN [3 SKS (2 SKS Kuliah, 1 SKS Praktik) Dosen : Ns. Dwi Novrianda, S.Kep., M.Kep. (DN) Ns. Leni Merdawati, S.Kep., M.Kep. (LM) dr. Susmiati, M.Biomed (SM) Staf Ahli RS (Dokter/Perawat) A. Rencana Pembelajaran 1. Deskripsi Mata Kuliah Keperawatan sistem pencernaan merupakan mata kuliah klinis yang mempelajari tentang asuhan profesional pada klien dengan permasalahan pada sistem pencernaan mulai dari bayi hingga lanjut usia. Mata kuliah ini mencakup berbagai konsep dan prinsip ilmu dasar yang berkaitan dengan sistem pencernaan pada semua tingkat usia sehingga mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Andalas mampu memahami konsep dan teori sistem pencernaan tersebut. Lebih lanjut mahasiswa mampu menggali dan menerapkan hasil-hasil penelitian sebagai dasar ilmiah dalam memberikan asuhan yang komprehensif. Akhirnya, mahasiswa mampu memberikan edukasi kesehatan dalam pencegahan primer, sekunder dan rehabilitasi pada klien dengan gangguan sistem pencernaan pada semua tingkat usia melalui pemanfaatan sumberdaya di komunitas. 2. Tujuan Pembelajaran Tujuan dari proses pembelajaran sistem pencernaan adalah: a. Diketahuinya konsep dan teori sistem pencernaan pada semua tingkat usia. b. Diketahuinya asuhan sistem pencernaan pada semua tingkat usia dengan menggunakan pendekatan proses dan etika profesi sebagai tuntutan dalam melakukan praktik profesional. c. Diketahuinya penerapan hasil-hasil penelitian sebagai dasar ilmiah dalam memberikan asuhan pada klien dengan gangguan sistem pencernaan pada semua tingkat usia. d. Diketahuinya edukasi kesehatan dalam pencegahan primer, sekunder dan rehabilitasi pada klien dengan gangguan sistem pencernaan pada semua tingkat usia melalui pemanfaatan sumberdaya di komunitas.

3. Kriteria Hasil Pembelajaran Setelah mengikuti proses pembelajaran sistem pencernaan diharapkan mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Andalas mampu: a. Menjelaskan konsep dan teori sistem pencernaan pada semua tingkat usia. b. Menerapkan asuhan sistem pencernaan pada semua tingkat usia dengan menggunakan pendekatan proses dan etika profesi sebagai tuntutan dalam melakukan praktik profesional. c. Menganalisis penerapan hasil-hasil penelitian sebagai dasar ilmiah dalam memberikan asuhan pada klien dengan gangguan sistem pencernaan pada semua tingkat usia. d. Mensintesis edukasi kesehatan dalam pencegahan primer, sekunder dan rehabilitasi pada klien dengan gangguan sistem pencernaan pada semua tingkat usia melalui pemanfaatan sumberdaya di komunitas. B. Jadwal Pembelajaran 1. Topik per Minggu Pertemuan Topik Subtopik Metode pembelajaran Minggu 1-3 Konsep dan - Anatomi sistem Small Group teori sistem pencernaan bayi, Discussion pencernaan anak-anak, pada semua dewasa, dan lansia tingkat usia - Fisiologi sistem pencernaan bayi, anak-anak, dewasa, dan lansia - Patofisiologi sistem pencernaan bayi, anak-anak, dewasa, dan lansia Pengajar DN SM Minggu 4-6 Asuhan gangguan sistem pencernaan pada semua tingkat usia - Pengkajian gangguan sistem pencernaan - Analisis data dan diagnosis gangguan sistem Case study DN LM

pencernaan menggunakan NANDA Domain 2: Nutrition, Kelas 1-5 (17 Diagnosis) - Tujuan, kriteria hasil dan intervensi gangguan sistem pencernaan menggunakan NOC NIC - Evaluasi gangguan sistem pencernaan Minggu 7-8 Minggu 9 Hasil penelitian tentang sistem pencernaan Hospital malnutrition Telaah hasil-hasil penelitian terkait asuhan pada sistem pencernaan - Prevalensi - Definisi - Penyebab - Dampak lanjut - Penatalaksanaan - Asuhan Small Group Discussion Kuliah pakar dan diskusi DN LM Staf Ahli RS Minggu 10-11 Edukasi kesehatan gangguan sistem pencernaan - Pencegahan primer - Pencegahan sekunder - Pencegahan tersier Small Group Discussion DN SM Minggu 12-14 Prosedur tindakan pada sistem pencernaan - Pemasangan NGT - Bilas lambung - Menghitung kebutuhan kalori - Enema - Perawatan stoma Praktik laboratorium Fasilitator

2. Laboratorium Modul praktik adalah dokumen yang terlampir dan bagian integral dari rencana program kegiatan pembelajaran semester. 3. Penilaian Pembelajaran Aspek penilaian meliputi: No Aspek Kegiatan pembelajaran Skor Persentase 1. Kognitif and Psikomotor Tugas Ujian tengah semester Tugas laboratorium Ujian akhir semester 2. Afektif (sikap) Keinginan untuk terlibat aktif dalam pembelajaran Penulisan resume 3. Kepemimpinan Integritas Presentasi Skor akhir: 7.5 15 15 25 7.5 7.5 7.5 7.5 Partisipasi dalam kelas 7.5 Total skor 100 Skor Mutu Ekuivalen Deskripsi 85 A 4 Sangat baik 80 - < 85 A - 3,50 75 - < 80 B + 3,25 70 - < 75 B 3,00 65 - < 70 B - 2,75 60 - < 65 C + 2,25 55 - < 60 C 2,00 50 - < 55 C - 1,75 40 - < 50 D 1,00 0-40 E 0,00 Baik Memuaskan Gagal 4. Daftar Pustaka Bocock, M. A. & Keller, H. H. (2009). Hospital diagnosis of malnutrition: A call for action. Canadian Journal of Dietetic Practice and Research, 70 (1): 37-41. DOI: 10.3148/70.1.2009.37.

Bulechek, G. M., Butcher, H. K., & Dochterman, J. M. (2012). Nursing intervention classification (NIC). Fifth Edition. St. Louis: Mosby Elsevier. Copstead, L. C. & Banasik, J. L. (2010). Pathophysiology. Fourth Edition. St. Louis, Missiouri: Saunders Elsevier. Herdman, T. H. (2012) (Ed). NANDA Internasional Nursing diagnosis: Definitions and classification, 2012-2014. Oxford: Wiley-Blackwell. Johnson, M., Moorhead, S., Bulechek, G., Butcher, H., Maas, M., & Swawnson, E. (2012). NOC and NIC linkages to NANDA-I and clinical conditions: supporting critical reasoning and quality care. St. Louis, Missouri: Mosby Elsevier. Hart, A. M. (2013). Evidence-based recommendations for GERD treatment. The Nurse Practitioner Journal, 38(8): 26-34. DOI-10.1097/01. www.tnpj.com. Kozier, B., Erb, G., Blais, K., & Wilkinson, J. M. (1995). Fundamentals of nursing: Concepts, process, and practice. Fifth Edition. California: Addison-Wesley Publishing Company, Inc. McDonald, J. W. D., Burroughs, A. K., & Feagan, B. F. (2004). Evidence-based gastroenterology and hepatology. Second Edition. Massachusetts: Blackwell Publishing, Inc. Moorhead, S., Johnson, M., Maas, M. L., & Swanson, E. (2012). Nursing outcomes classification (NOC). Fourth Edition. St. Louis: Mosby Elsevier. Perry, A. G., & Potter, P. A. (2010). Clinical nursing skills & techniques. Seventh Edition. St. Louis, Missouri: Mosby Elsevier. Potter, P. A., Perry, A. G., Stockert, P. A., & Hall, A. (2011). Basic nursing. Seventh Edition. St. Louis, Missouri: Mosby Elsevier. Smith, G. & Watson, R. (2005). Gastrointestinal nursing. United Kingdom: Blackwell Science Ltd. Taylor, C. R., Lillis, C., LeMone, P., & Lynn, P. (2008). Fundamentals of nursing: The art and science of nursing care. Sixth Edition. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

MODUL PRAKTIK KEPERAWATAN SISTEM PENCERNAAN DOSEN: NS. DWI NOVRIANDA, S.KEP., M.KEP. Nama : NIM : Program/Kelas : PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG, 2014

KATA PENGANTAR Alhamdulillahirobbil alamiin, penulis sampaikan kehadirat Allah swt, karena Modul Praktik Keperawatan Sistem Digestif dapat diselesaikan dengan baik. Modul ini dirancang untuk memaparkan pada mahasiswa gambaran berbagai kasus sistem pencernaan, menstimulasi proses berfikir kritis dalam mengelola kasus tersebut, dan menyediakan langkah-langkah prosedural dari intervensi khusus yang dapat dilaksanakan oleh perawat dalam menangani kasus tersebut. Pada akhirnya, dengan keberadaan modul ini diharapkan dapat menjadi panduan belajar bagi mahasiswa untuk mencapai kompetensi pembelajaran mata kuliah sistem pencernaan. Penulis menyadari bahwa modul ini belumlah sempurna, maka dengan itu penulis mengharapkan berbagai saran dan umpan balik yang positif demi perbaikan di masa mendatang. Semoga modul ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Universitas Andalas Padang. Padang, Januari 2014 Penulis

PRAKTIK LABORATORIUM KOMPETENSI UMUM Setelah mengikuti praktik laboratorium Keperawatan Sistem Pencernaan, mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Universitas Andalas Padang diharapkan mampu: 1. Menjelaskan berbagai kasus pada sistem pencernaan dan manajemen kasusnya. 2. Melaksanakan prosedural yang dapat dilakukan oleh perawat dalam mengelola kasus tersebut. PANDUAN PRAKTIK 1. Terdapat lima materi praktik, yaitu: - Pemasangan NGT - Bilas lambung - Menghitung kebutuhan kalori - Enema - Perawatan stoma 2. Praktik ini akan diadakan pada: Hari/Tanggal/Waktu Modul Minggu Kelas A Kelas B A 12...... B 13...... C 14...... 3. Praktik akan dimulai pada minggu kedua belas perkuliahan. 4. Ketika jadwal praktikum bertepatan dengan Hari Libur Nasional, perwakilan kelompok diharapkan untuk menemui dosen penanggung jawab praktik dan mencari jadwal pengganti praktik yang telah disepakati dengan persetujuan fasilitator. 5. Setiap mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti keseluruhan kegiatan praktikum sesuai dengan jadwal kelompok. 6. Dua hari sebelum jadwal praktik, setiap kelompok diwajibkan untuk mengingatkan fasilitator mengenai praktik.

7. Inisial fasilitator: DN : Dwi Novrianda EA : Esthika Ariany Maisa IK : Ilfa Khairina RO : Rola Oktorina 8. Setiap mahasiswa diwajibkan untuk membawa modul praktik ini pada saat praktik laboratorium dilaksanakan. 9. Setiap mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti peraturan praktik.

MODUL A KETIDAKSEIMBANGAN NUTRISI ISI MODUL: 1. Kompetensi yang diharapkan (kognitif, afektif, and psikomotor) 2. Kasus pemicu 3. Prosedural 4. Referensi KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN A. Kognitif Mahasiswa diharapkan mampu: 1. Mengidentifikasi tipe ketidakseimbangan nutrisi dan faktor risiko ketidakseimbangan nutrisi. 2. Mengidentifikasi metode untuk mengkaji ketidakseimbangan nutrisi. 3. Mengidentifikasi terapi pilihan ketidakseimbangan nutrisi. 4. Mengidentifikasi metode untuk memasang selang nasogastrik dan menghitung kebutuhan kalori. B. Psikomotor and Afektif (terintegrasi) Kegiatan Tugas fasilitator Pencapaian mahasiswa Latihan kasus Praktik Fasilitator mengarahkan mahasiswa untuk menganalisis kasus pemicu pada modul A Fasilitator mendemonstrasikan keterampilan topik praktik Fasilitator mengobservasi dan mengevaluasi hasil pengkajian Mahasiswa menganalisis kasus pemicu yang ditunjukkan oleh kemampuan menjelaskan fokus pengkajian dari kasus, menentukan masalah dan menyusun intervensi Mahasiswa mampu melakukan redemonstrasi keterampilan praktik Mahasiswa mampu mengkaji klien dengan ketidakseimbangan nutrisi Penilaian Hard skills Soft skills - Kemampuan Percaya diri sintesis dan Terampil analisis kasus Aktif - Kemampuan Berfikir untuk kritis memahami konsep dan aplikasi prosedural - Kemampuan untuk berfikir kritis dalam prosedural - Kemampuan untuk melaksanakan prosedural

Fasilitator mengobservasi dan mengevaluasi analisis data dan pemilihan intervensi Fasilitator mengobservasi dan mengamati tindakan mahasiswa Mahasiswa mampu menganalisis data dan menyusun intervensi pada klien dengan ketidakseimbangan nutrisi Mahasiswa mampu melaksanakan prosedural (independen dan kolaboratif) pada klien dengan ketidakseimbangan nutrisi PENCAPAIAN KOMPETENSI KOGNITIF 1. Mahasiswa melaksanakan pembelajaran mandiri (student s center learning) untuk mencapai kompetensi kognitif yang diharapkan. 2. Pertanyaan-pertanyaan pada kompetensi kognitif di bawah ini wajib diisi lengkap sebelum mengikuti praktikum dan dilengkapi dengan sumber pustaka. 3. Evaluasi dari pencapaian kompetensi dilaksanakan oleh fasilitator dan dosen penanggung jawab praktik. 4. Setiap mahasiswa diwajibkan untuk mengumpulkan modul yang telah diisi kepada fasilitator untuk pertama kali (pada minggu akhir praktik modul A) dan dosen penanggung jawab praktik untuk yang terakhir (setelah menyelesaikan keseluruhan modul). Kompetensi Kognitif 1: Identifikasi tipe ketidakseimbangan nutrisi dan faktor risiko ketidakseimbangan nutrisi.

Kompetensi Kognitif 2: Identifikasi metode untuk mengkaji ketidakseimbangan nutrisi.

Kompetensi Kognitif 3: Identifikasi terapi pilihan dari ketidakseimbangan nutrisi.

Kompetensi Kognitif 4: Identifikasi metode untuk memasang selang nasogastrik dan menghitung kebutuhan kalori klien. DOSEN PENANGGUNG JAWAB FASILITATOR ( ) TANDA TANGAN DAN NAMA LENGKAP ( )

KASUS PEMICU a. Setiap mahasiswa dalam satu kelompok diwajibkan untuk memilih satu kasus pemicu yang berbeda satu sama lain. b. Setiap pilihan kasus hanya boleh sama untuk kurang dari tiga mahasiswa dalam satu kelompok. 1. Kasus pertama... Jawaban:... 2. Kasus kedua... Jawaban:... 3. Kasus ketiga... Jawaban:...

PROSEDURAL A. Pemasangan selang nasogastrik Definisi : Memasukkan selang lembut dan lentur melalui nasofaring klien hingga lambung. Tujuan : Untuk memberikan makanan dan medikasi melalui selang pada klien yang tidak mampu makan dengan mulut atau menelan diet yang cukup tanpa aspirasi makanan atau cairan ke dalam paru-paru. Untuk menyedot kandungan lambung agar tidak terjadi distensi lambung, mual, dan muntah. Untuk mengambil cairan lambung yang digunakan untuk analisis labor. Untuk lavase (cuci lambung) pada kasus keracunan atau overdosis obatobatan. NO. TINDAKAN DILAKUKAN TIDAK DILAKUKAN 1. Mencuci tangan 2. Mempersiapkan pasien 3. Mengkaji kepatenan jalan nafas klien 4. Mempersiapkan alat 5. Menentukan panjang selang yang akan dimasukkan dan menandai lokasinya dengan plester atau tinta permanen 6. Memasukkan selang 7. Memastikan ketepatan dan kebenaran penempatan selang pada lambung 8. Mengamankan posisi selang dengan menempelkan plester pada batang hidung klien 9. Menghubungkan ujung selang luar dengan peralatan makan sesuai perintah atau menjepit ujung selang luar 10. Mengamankan selang pada pakaian klien 11. Mendokumentasikan informasi yang relevan 12. Menetapkan rencana untuk melakukan perawatan harian selang nasogastrik DOSEN PENANGGUNG JAWAB FASILITATOR ( ) TANDA TANGAN DAN NAMA LENGKAP ( )

B. Menghitung kebutuhan kalori Definisi : Tujuan : NO. TINDAKAN DILAKUKAN TIDAK DILAKUKAN 1. Menentukan berapa banyak berat badan klien yang akan dikurangi atau ditingkatkan sesuai dengan order 2. Menghitung basal metabolic rate klien 3. Menghitung kebutuhan kalori klien 4. Mendokumentasikan informasi yang relevan DOSEN PENANGGUNG JAWAB FASILITATOR ( ) TANDA TANGAN DAN NAMA LENGKAP ( ) REFERENSI

MODUL B DISFUNGSIONAL MOTILITAS GASTROINTESTINAL ISI MODUL: 1. Kompetensi yang diharapkan (kognitif, afektif, and psikomotor) 2. Kasus pemicu 3. Prosedural 4. Referensi KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN A. Kognitif Mahasiswa diharapkan mampu: 1. Mengidentifikasi tipe disfungsional motilitas gastrointestinal dan faktor risiko disfungsional motilitas gastrointestinal. 2. Mengidentifikasi metode untuk mengkaji disfungsional motilitas gastrointestinal. 3. Mengidentifikasi metode untuk menurunkan disfungsional motilitas gastrointestinal. B. Psikomotorik and Afektif (terintegrasi) Kegiatan Tugas fasilitator Pencapaian mahasiswa Latihan kasus Praktik Fasilitator mengarahkan mahasiswa untuk menganalisis kasus pemicu pada modul B Fasilitator mendemonstrasikan keterampilan topik praktik Fasilitator mengobservasi dan mengevaluasi hasil pengkajian Mahasiswa menganalisis kasus pemicu yang ditunjukkan oleh kemampuan menjelaskan fokus pengkajian dari kasus, menentukan masalah dan menyusun intervensi Mahasiswa mampu melakukan redemonstrasi keterampilan praktik Mahasiswa mampu mengkaji klien dengan disfungsional motilitas Penilaian Hard skills Soft skills - Kemampuan Percaya diri sintesis dan Terampil analisis kasus Aktif - Kemampuan Berfikir kritis untuk memahami konsep dan aplikasi prosedural - Kemampuan untuk berfikir kritis dalam prosedural - Kemampuan untuk melaksanakan prosedural

Fasilitator mengobservasi dan mengevaluasi hasil pengkajian Fasilitator mengobservasi dan mengamati tindakan mahasiswa gastrointestinal Mahasiswa mampu menganalisis data dan menyusun intervensi pada klien dengan disfungsional motilitas gastrointestinal Mahasiswa mampu melaksanakan prosedural (independen dan kolaboratif) pada klien dengan disfungsional motilitas gastrointestinal PENCAPAIAN KOMPETENSI KOGNITIF 1. Mahasiswa melaksanakan pembelajaran mandiri (student s center learning) untuk mencapai kompetensi kognitif yang diharapkan. 2. Pertanyaan-pertanyaan pada kompetensi kognitif di bawah ini wajib diisi lengkap sebelum mengikuti praktikum dan dilengkapi dengan sumber pustaka. 3. Evaluasi dari pencapaian kompetensi dilaksanakan oleh fasilitator dan dosen penanggung jawab praktik. 4. Setiap mahasiswa diwajibkan untuk mengumpulkan modul yang telah diisi kepada fasilitator untuk pertama kali (pada minggu akhir praktik modul B) dan dosen penanggung jawab praktik untuk yang terakhir (setelah menyelesaikan keseluruhan modul). Kompetensi Kognitif 1: Identifikasi tipe disfungsional motilitas gastrointestinal dan faktor risiko disfungsional motilitas gastrointestinal.

Kompetensi Kognitif 2: Identifikasi metode untuk mengkaji disfungsional motilitas gastrointestinal.

Kompetensi Kognitif 3: Identifikasi metode untuk menurunkan disfungsional motilitas gastrointestinal.

DOSEN PENANGGUNG JAWAB FASILITATOR ( ) TANDA TANGAN DAN NAMA LENGKAP ( )

KASUS PEMICU a. Setiap mahasiswa dalam satu kelompok diwajibkan untuk memilih satu kasus pemicu yang berbeda satu sama lain. b. Setiap pilihan kasus hanya boleh sama untuk kurang dari tiga mahasiswa dalam satu kelompok. 1. Kasus pertama... Jawaban:... 2. Kasus kedua... Jawaban:... 3. Kasus ketiga... Jawaban:...

PROSEDURAL A. Melakukan lavase lambung Definisi : Tujuan : Untuk mengeluarkan kandungan lambung agar tidak terjadi distensi lambung, mual, dan muntah. Untuk lavase (cuci lambung) pada kasus-kasus keracunan atau overdosis obat-obatan. NO. TINDAKAN DILAKUKAN TIDAK DILAKUKAN 1. Mencuci tangan 2. Mempersiapkan klien 3. Memasang sarung tangan bersih, menghubungkan botol cairan irigasi (normal saline) dengan selang nasogastrik menggunakan konektor Y 4. Melekatkan selang isap atau drainase pada lengan konektor lainnya 5. Mengosongkan lambung, mengklem selang drain atau menutup alat pengisap, dan memasukkan cairan 50-200 ml ke dalam lambung 6. Menghentikan pemberian cairan dan mengeluarkan drain untuk mengosongkan lambung 7. Mengulang kembali hingga memenuhi jumlah yang dianjurkan atau hasil yang dicapai 8. Mengukur jumlah drainase, substrak jumlah cairan yang dimasukkan, untuk memperoleh haluaran lambung 9. Mendokumentasikan informasi yang relevan DOSEN PENANGGUNG JAWAB FASILITATOR ( ) TANDA TANGAN DAN NAMA LENGKAP ( ) REFERENSI

MODUL C INKONTINENSIA BOWEL ISI MODUL: 1. Kompetensi yang diharapkan (kognitif, afektif, and psikomotor) 2. Kasus pemicu 3. Prosedural 4. Referensi KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN A. Kognitif Mahasiswa diharapkan mampu: 1. Mengidentifikasi tipe inkontinensia bowel dan penyebabnya. 2. Mengidentifikasi metode untuk mengkaji inkontinensia bowel. 3. Mengidentifikasi metode untuk menurunkan inkontinensia bowel. B. Psikomotorik and Afektif (terintegrasi) Kegiatan Tugas fasilitator Pencapaian mahasiswa Latihan kasus Praktik Fasilitator mengarahkan mahasiswa untuk menganalisis kasus pemicu pada modul C Fasilitator mendemonstrasikan keterampilan topik praktik Fasilitator mengobservasi dan mengevaluasi hasil pengkajian Fasilitator Mahasiswa menganalisis kasus pemicu yang ditunjukkan oleh kemampuan menjelaskan fokus pengkajian dari kasus, menentukan masalah dan menyusun intervensi Mahasiswa mampu melakukan redemonstrasi keterampilan praktik Mahasiswa mampu mengkaji klien dengan inkontinensia bowel Mahasiswa Penilaian Hard skills Soft skills - Kemampuan Percaya diri sintesis dan Terampil analisis kasus Aktif - Kemampuan Berfikir kritis untuk memahami konsep dan aplikasi prosedural - Kemampuan untuk berfikir kritis dalam prosedural - Kemampuan untuk melaksanakan prosedural

mengobservasi dan mengevaluasi hasil pengkajian Fasilitator mengobservasi dan mengamati tindakan mahasiswa mampu menganalisis data dan menyusun intervensi pada klien dengan inkontinensia bowel Mahasiswa mampu melaksanakan prosedural (independen dan kolaboratif) pada klien dengan inkontinensia bowel PENCAPAIAN KOMPETENSI KOGNITIF 1. Mahasiswa melaksanakan pembelajaran mandiri (student s center learning) untuk mencapai kompetensi kognitif yang diharapkan. 2. Pertanyaan-pertanyaan pada kompetensi kognitif di bawah ini wajib diisi lengkap sebelum mengikuti praktikum dan dilengkapi dengan sumber pustaka. 3. Evaluasi dari pencapaian kompetensi dilaksanakan oleh fasilitator dan dosen penanggung jawab praktik. 4. Setiap mahasiswa diwajibkan untuk mengumpulkan modul yang telah diisi kepada fasilitator untuk pertama kali (pada minggu akhir praktik modul B) dan dosen penanggung jawab praktik untuk yang terakhir (setelah menyelesaikan keseluruhan modul). Kompetensi Kognitif 1: Identifikasi tipe inkontinensia bowel dan penyebabnya.

Kompetensi Kognitif 2: Identifikasi metode untuk mengkaji inkontinensia bowel.

Kompetensi Kognitif 3: Identifikasi metode untuk menurunkan inkontinensia bowel.

DOSEN PENANGGUNG JAWAB FASILITATOR ( ) TANDA TANGAN DAN NAMA LENGKAP ( )

KASUS PEMICU a. Setiap mahasiswa dalam satu kelompok diwajibkan untuk memilih satu kasus pemicu yang berbeda satu sama lain. b. Setiap pilihan kasus hanya boleh sama untuk kurang dari tiga mahasiswa dalam satu kelompok. 1. Kasus pertama... Jawaban:... 2. Kasus kedua... Jawaban:... 3. Kasus ketiga... Jawaban:...

PROSEDURAL A. Melakukan enema Definisi : Memasukkan cairan ke dalam rektum dan kolon sigmoid Tujuan : Untuk merangsang peristaltis dan mengeluarkan feses atau flatus Untuk melunakkan feses dan lubrikasi rektum dan kolon Untuk membersihkan rektum dan kolon sebagai persiapan pemeriksaan laboratorium Untuk mengeluarkan feses sehubungan dengan prosedur bedah atau persalinan, sehingga untuk mencegah defekasi dan kontaminasi NO. TINDAKAN DILAKUKAN TIDAK DILAKUKAN 1. Mencuci tangan. 2. Mempersiapkan klien 3. Mempersiapkan peralatan 4. Memasang sarung tangan dan memasukkan selang rektal 5. Memasukkan cairan enema secara perlahanlahan 6. Meminta klien untuk menahan cairan enema 7. Membantu klien untuk defekasi 8. Mencatat dan melaporkan data yang relevan DOSEN PENANGGUNG JAWAB FASILITATOR ( ) TANDA TANGAN DAN NAMA LENGKAP ( )

B. Perawatan stoma Definisi : Tujuan : Untuk mengkaji dan merawat kulit sekitar stoma Untuk mengumpulkan cairan stoma sebagai penilaian jumlah dan tipe haluaran Untuk meminimalkan bau sebagai kenyamanan dan harga diri klien NO. TINDAKAN DILAKUKAN TIDAK DILAKUKAN 1. Mencuci tangan 2. Menentukan kebutuhan untuk mengganti aplikasi kantong stoma 3. Memilih waktu yang tepat 4. Mempersiapkan klien dan orang yang mendukung/keluarga 5. Membersihkan/mencukur kulit sekitar stoma untuk mempertahankan keutuhan stoma sesuai kebutuhan 6. Mengosongkan dan mengganti aplikasi kantong stoma 7. Membersihkan dan mengeringkan kulit sekitar stoma dan stoma 8. Mengkaji stoma dan kulit sekitar stoma 9. Mengaplikasikan perekat kulit jika diperlukan 10. Mempersiapkan dan mengaplikasikan barrier kulit (segel peristomal) 11. Tempelkan pada setiap kulit yang terkena di sekitar stoma 12. Mempersiapkan dan mengaplikasikan aplikasi yang bersih 13. Membuang peralatan atau mencuci peralatan yang dapat digunakan kembali 14. Mencatat dan melaporkan data yang relevan DOSEN PENANGGUNG JAWAB FASILITATOR ( ) TANDA TANGAN DAN NAMA LENGKAP ( ) REFERENSI