LAPORAN KEUANGAN (Materi 2)

dokumen-dokumen yang mirip
LAPORAN KEUANGAN. Pengertian Laporan Keuangan

Catatan 31 Maret Maret 2010

BAB III ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN KAS

BAB II PERSAMAAN AKUNTANSI

BAB II BAHAN RUJUKAN. Undang-Undang Dasar 1945 khususnya pasal 33 ayat 1 menyatakan

BAB II BAHAN RUJUKAN. dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara data keuangan atau aktivitas

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II BAHAN RUJUKAN

PEMAKAI DAN KEBUTUHAN INFORMASI

BALANCE SHEET. (laporan Posisi Keuangan NERACA)

P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2008 DAN 2007

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

BAB II BAHAN RUJUKAN

L2

ANALISIS DANA DAN ARUS KAS

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk NERACA 31 Desember 2003 dan 2002 (dalam Ribuan Rupiah, kecuali di nyatakan lain)

BAB IV. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT GUDANG GARAM Tbk. modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya. Hal ini berarti bahwa

Pertemuan 13 Penyusunan Anggaran Kas Disarikan dari Yusnita, Wenny dan sumber2 relevan lainnya

ASSETS = LIABILITIES + EQUITY

BAB II BAHAN RUJUKAN

MEMBACA LAPORAN KEUANGAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) DAN LAPORAN ARUS KAS

ekonomi Sesi PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI A. AKUN a. Akun Riil

BAB II BAHAN RUJUKAN. Laporan keuangan merupakan laporan yang dibuat untuk mengetahui

JUMLAH AKTIVA

PT Argo Pantes Tbk dan Anak Perusahaan Neraca Konsolidasi Per tanggal 31 Desember 2007, 2006, dan

BAB 9 KEWAJIBAN. Setiap perusahaan umumnya memiliki kewajiban atau yang biasa disebut dengan utang yang harus diselesaikan atau dibayar oleh

BAB 7 LAPORAN ARUS KAS

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. untuk semua hak atau klaim atas uang, barang dan jasa. Bila kegiatan

BAB II LANDASAN TEORI. perusahaan yang mengajak orang lain untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan

PT. BPRS PUDUARTA INSANI NERACA 31 DESEMBER 2014 dan 2013

AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,2e,4, Penyertaan sementara 2c,2f,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Koperasi Resimen IndukV/Brawijaya Malang tahun Tujuan

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN PERNYATAAN

BAB II LANDASAN TEORI

ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN STMIK U BUDIYAH INDONESIA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2013/2014

PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN. Catatan 2009*) Kas dan setara kas 2d,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1,111,984, ,724,096 Persediaan 12 8,546,596, f, ,137, ,402,286 2h, 9 3,134,250,000 24,564,101,900

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

NERACA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PER 30 SEPTEMBER 2007 DAN 2006 (Dalam Jutaan Rupiah)

Laporan Keuangan. Laporan Laba/ Rugi. Laporan Perubahan Modal. Neraca. Laporan Arus Kas

MODUL 5 JURNAL PENYESUAIAN PENCATATAN TRANSAKSI - PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN. Jurnal Buku Besar Neraca Laporan Saldo Keuangan

KEWAJIBAN. penyerahan kas, barang, atau jasa. KLASIFIKASI KEWAJIBAN pendek). 2. Kewajiban jangka panjang.

PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN. Catatan 2009*) Kas dan setara kas 2d,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kaitannya dengan operasional perusahaan sehari-hari. Modal kerja yang

A. PILIHALAH JAWABAN YANG PALING BENAR

REKAP SOAL UN SMK AKUNTANSI 2008/ /2010

PT SARASA NUGRAHA Tbk NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Data Saham)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LAPORAN KEUANGAN. Budi Sulistyo

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

Contoh laporan keuangan koperasi

LAMPIRAN KHUSUS SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN

MULTIPLE CHOICE AKUNTANSI KEUANGAN

Kompetensi Dasar 5.2 Menafsirkan persamaan akuntansi

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

AKUNTANSI UNTUK PAJAK PENGHASILAN

BAB 9 LAPORAN KEUANGAN

LAPORAN KEUANGAN & ANALISIS LAPORAN KINERJA KEUANGAN

Motif Penahanan Kas John Maynard Keynes

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Modal Kerja. dan biaya-biaya lainnya, setiap perusahaan perlu menyediakan modal

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN

SURVEI KHUSUS PERUSAHAAN SWASTA NON-FINANSIAL TAHUN 2013

BAB II LANDASAN TEORI. Manajemen keuangan menurut Sutrisno (2007:3) adalah semua aktivitas

HUTANG JANGKA PENDEK DAN AKUNTANSI UNTUK GAJI DAN UPAH

LAPORAN KEUANGAN. Diisi sesuai periode aktif (awal periode) Print Date To

IV. PENYESUAIAN. Universitas Gadjah Mada

NERACA 1 Januari HARTA

Magister Manajemen Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP)

Lampiran 8 Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 3/30/DPNP tanggal 14 Desember 2001

LATIHAN AKHIR SEMESTER 1

MODUL 5 JURNAL PENYESUAIAN PENCATATAN TRANSAKSI - PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN. JURNAL BUKU BESAR NERACA LAPORAN SALDO KEUANGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. keuangan, jadi laporan keuangan merupakan suatu ringkasan transaksi yang

PT TEMPO SCAN PACIFIC Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) NERACA PER 30 SEPTEMBER 2003 & 2002

BAB II KERANGKA TEORITIS

GAMBARAN MENGENAI PERGERAKAN DAN KECENDERUNGAN SERTA MEMBERIKAN PETUNJUK YANG BERHARGA DI DALAM RANGKA MEMPREDIKSI MASA DATANG.

KEWIRAUSAHAAN - 2 Galih Chandra Kirana, SE.,M.Ak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

Ill. SIKLUS AKUNTANSI

ekonomi Sesi JURNAL PENYESUAIAN PERUSAHAAN DAGANG A. PENGERTIAN DAN FUNGSI JURNAL PENYESUAIAN B. AKUN YANG PERLU DISESUAIKAN a.

- 6 - DANA PENSIUN. PROGRAM PENSIUN IURAN PASTI LAPORAN AKTIVA BERSIH

JUMLAH ASET LANCAR

LAPORAN POSISI KEUANGAN PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI TENGGARA PER JANUARI 2015 (dalam jutaan rupiah)

Akuntansi Perusahaan Dagang

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) Pada Tanggal 31 Juli 2017 (dalam jutaan Rupiah) No. POS - POS

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) Pada Tanggal 30 April 2018 (dalam jutaan Rupiah) No. POS - POS

Transkripsi:

LAPORAN KEUANGAN (Materi 2) Laporan keuangan terdiri dari dua laporan utama dan beberapa laporan yang sifatnya sebagai pelengkap. Laporan utama tersebut adalah : 1. Laporan Perhitungan Rugi-Laba 2. Neraca 3. Laporan Perubahan Modal / Laba Ditahan Dan Laporan pelengkap seperti : 1. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana / Laporan Perubahan Posisi Keuangan 2. Laporan Arus Kas (Cash Flow) 3. Catatan atas LAPORAN PERHITUNGAN RUGI LABA Merupakan ikhtisar pengaruh-pengaruh finansial dari usaha-usaha perusahaan yang menguntungkan atau merugikan selama jangka waktu tertentu. Laporan perhitungan rugi-laba menyajikan informasi yang berguna untuk : 1. Menilai keberhasilan operasi perusahaan, dan efisiensi manajemen dalam mengelola perusahaan. 2. Membuat estimasi / taksiran laba di masa yang akan datang. 3. Menilai rentabilitas dan profitabilitas dari modal yang ditanam oleh para pemilik di dalam perusahaan. Bentuk Laporan Perhitungan Rugi Laba 1. Single Step / Satu Tahap Penyajian unsur-unsur pembentuk laba (rugi) periodik tidak dipisahkan antara elemen-elemen yang timbul dari usaha pokok perusahaan dan di luar usaha pokok perusahaan. Laporan Perhitungan Rugi Laba Periode tahun buku 200X Pendapatan : Hasil Penjualan (netto) Rp 1.000.000,- Pendapatan Sewa 25.000,- Pendapatan Bunga 75.000,- Laba Penjualan Aktiva Tetap 50.000,- Total Pendapatan Rp 1.250.000,- Biaya-biaya : Harga Pokok Penjualan *) Rp 800.000,- Biaya Pemasaran *) 140.000,- Biaya Administrasi & Umum *) 90.000,- Depresiasi Aktiva Tetap 50.000,- Halaman 1 dari 9 halaman

Biaya Bunga 25.000,- Rugi Penjualan Surat Berharga 7.500,- Biaya Lain-lain 12.500,- Total Biaya-biaya Rp 1.125.000,- Laba Sebelum Pajak Penghasilan Rp 125.000,- Pajak Penghasilan (20%) 25.000,- LABA BERSIH Rp 100.000,- 2. Multiple Step (Bertahap) Adanya pemisahan unsur-unsur pembentuk laba (rugi), yaitu elemen-elemen yang timbul dari usaha pokok perusahaan dan di luar usaha pokok perusahaan. Laporan Perhitungan Rugi Laba Periode tahun buku 200X Penjualan Rp 1.125.000,- Retur Penjualan Rp 75.000,- Potongan Penjualan 50.000,- 125.000,- Penjualan Bersih Rp 1.000.000,- Harga Pokok Penjualan Persediaan 1 Januari 1999 Rp 150.000,- Pembelian 825.000,- Barang Tersedia Untuk Dijual Rp 975.000,- Persediaan 31 Desember 1999 175.000,- Harga Pokok Penjualan Rp 800.000,- LABA KOTOR PENJUALAN Rp 200.000,- Biaya Usaha Biaya Pemasaran Rp 165.000,- Biaya Administrasi & Umum 127.500,- Jumlah Biaya Usaha Rp 292.500,- LABA (RUGI) USAHA (Rp 92.500,-) Pendapatan dan Laba di Luar Usaha Rp 250.000,- Biaya dan Rugi di Luar Usaha 32.500,- Rp 217.500,- LABA BERSIH SEBELUM PAJAK Rp 125.000,- Pajak (20 %) 25.000,- LABA BERSIH SETELAH PAJAK Rp 100.000,- Halaman 2 dari 9 halaman

LAPORAN LABA TIDAK DIBAGI Berbagai informasi yang dicatat dalam rekening Laba Ditahan (Laba Tidak Dibagi), dan mempunyai hubungan langsung dengan laporan perhitungan rugi laba antara lain : 1. Koreksi Laba (rugi) tahun-tahun yang lalu 2. Dalam hubungannya dengan deviden yang dibagikan, atas Laba Tahun berjalan. 3. Adanya transfer dari dan ke saldo laba tidak dibagi Bentuk Laporan Laba Ditahan Laporan Laba yang Tidak Dibagi Untuk Periode tahun buku 200X Laba tidak Dibagi per 1 Januari 200X Rp 1.500.000,- Laba Bersih tahun 1999 100.000,- Jumlah Rp 1.600.000,- Deviden yang dibagi dalam bentuk : - 10 % Saham Preferent, sebesar Rp 10.000,- per Rp 200.000,- lembar - Saham Biasa, sebesar Rp 5.000,- per lembar 300.000,- Rp 500.000,- LABA TIDAK DIBAGI PER 31 DESEMBER 200X Rp 1.100.000,- NERACA Kegunaan Neraca adalah memberikan informasi tentang : 1. Likuiditas 2. Fleksibilitas finansial Keterbatasan Neraca : 1. Neraca tidak menggambarkan nilai sekarang (nilai yang berlaku pada tanggal neraca). 2. Penggunaan prinsip harga perolehan berakibat tidak dapat dihindarkannya unsur-unsur taksiran. 3. Tidak seluruh informasi yang bernilai finansial bagi perusahaan dapat disajikan di dalam neraca. Penggolongan dan penyajian rekening-rekening di dalam neraca Rekening-rekening di dalam neraca dibagi menjadi tiga golongan utama, yaitu : 1. Aktiva Merupakan jumlah uang yang dinyatakan atas sumber-sumber ekonomi yang dimiliki oleh perusahaan, baik uang berupa uang, barang maupun hak-hak yang dijamin oleh undang-undang atau pihak-pihak tertentu yang timbul dari transaksi / peristiwa di masa yang lalu. Halaman 3 dari 9 halaman

2. Hutang Yaitu jumlah uang yang dinyatakan atas kewajiban-kewajiban untuk menyerahkan uang, barang dan jasajasa kepada pihak lain di masa yang akan datang. Kewajiban timbul sebagai akibat dari transaksi / peristiwa yang mempengaruhi perusahaan di masa yang lalu. 3. Modal Yaitu sisa hak atas aktiva di dalam perusahaan setelah dikurangi dengan seluruh hutang-hutangnya. Hak atas aktiva tersebut melekat pada pemilik sebagai pihak yang menanggung segala resiko dan ketidakpastian akan kegagalan perusahaan. Bentuk, isi serta susunan yang pada umumnya digunakan dalam menyajikan suatu neraca adalah sebagai berikut : Aktiva Aktiva Lancar Investasi Jangka Panjang Aktiva Tetap (Berwujud) Aktiva Tak Berwujud Beban yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain N E R A C A Hutang dan Modal Hutang Lancar Pendapatan Diterima Dimuka Hutang Jangka Panjang Hutang-hutang Lainnya Modal Saham Agio / Disagio Saham Laba Tidak Dibagi Aktiva Lancar Di dalam Neraca, aktiva lancar disajikan berdasar urutan tingkat likuiditasnya. Terdapat lima unsur pokok dari aktiva lancar, yaitu : 1. Kas Disajikan sesuai dengan jumlah yang benar-benar ada sebesar nilai nominalnya. 2. Surat-surat berharga memanfaatkan kas menganggur, disajikan sebesar harga pokok atau LOCOM 3. Tagihan (Piutang) disajikan berdasar jumlah yang diperkirakan akan dapat diterima pembayarannya (sebesar nilai realisasi) 4. Persediaan disajikan berdasar harga pokok atau LOCOM 5. Pos-pos Transitoris dan Antisipasi biaya dibayar di muka dan pendapatan yang masih akan diterima. Investasi Jangka Panjang Pada umumnya terdiri dari salah satu dari tiga unsur berikut ini : a. Investasi / penanaman modal dalam surat-surat berharga b. Investasi dalam bentuk penyisihan dana untuk tujuan yang bersifat khusus (ex. Dana pensiun, dana ekspansi, dana pelunasan hutang obligasi, dll) c. Investasi dalam bentuk barang-barang berwujud Investasi jangka panjang dilakukan untuk memiliki barang-barang tersebut dalam waktu lebih dari satu tahun / satu periode akuntansi perusahaan, dan tidak ada maksud untuk menjualnya kembali dalam waktu dekat. Halaman 4 dari 9 halaman

Aktiva Tetap Dalam akuntansi, aktiva tetap dibedakan menjadi dua golongan, yaitu : 1. Aktiva Tetap Berwujud 2. Aktiva (Tetap) tidak Berwujud Aktiva tetap berwujud meliputi semua barang yang dimiliki perusahaan dengan tujuan untuk dipakai secara aktif dalam operasi perusahaan, dan mempunyai masa kegunaan relatif permanen. Di dalam neraca, aktiva tetap berwujud disajikan mulai dari aktiva yang paling permanen sampai dengan aktiva yang relatif kurang permanen. Aktiva tetap tak berwujud meliputi hak-hak preferensi(istimewa) yang dijamin oleh undang-undang, kontrak, perjanjian, dan memiliki manfaat dalam waktu relatif permanen. Masa kegunaan terbatas didepresiasi disajikan sebesar nilai Buku Berwujud Masa kegunaan tdk terbatas tdk didepresiasi disajikan sebesar harga perolehan AKTIVA TETAP Masa kegunaan terbatas diamortisasi disajikan sebesar nilai Buku Tidak Berwujud Masa kegunaan tdk terbatas tdk diamortisasi disajikan sebesar harga perolehan Beban yang Ditangguhkan Yaitu meliputi pengeluaran-pengeluaran yang ditunda pembebanannya, dan akan dibebankan kepada pendapatan-pendapatan dalam periode-periode yang akan datang. Rekening beban yang ditangguhkan digunakan untuk mencatat pengeluaran-pengeluaran yang akan memberikan manfaat di masa yang akan datang, tetapi tidak dapat diidentifikasikan kepada aktiva tertentu, atau pengeluaran tersebut belum diketahui secara pasti manfaatnya di masa yang akan datang, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dibebankan sebagai biaya / kerugian dalam periode terjadinya pengeluaran tersebut. (Ex. Biaya Pendirian, Biaya Riset dan Pengembangan, Biaya Promosi besar-besaran, Biaya Penyusunan kembali mesin & alat-alat pabrik, dll). Aktiva Lain-lain Yaitu aktiva-aktiva yang tidak dapat digolongkan ke dalam aktiva-aktiva tersebut di atas. Rekening-rekening yang masuk ke dalam aktiva lain-lain mungkin berbeda antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain. Contoh : Piutang jangka panjang, Investasi dana-dana, Aktiva tetap dalam pembangunan, aktiva tetap yang telah diberhentikan dari pemakaiannya, dll. Halaman 5 dari 9 halaman

Hutang Lancar Adalah hutang hutang yang akan diselesaikan pembayarannya dengan menggunakan aktiva lancar atau dengan menciptakan hutang lancar yang baru. Termasuk dalam kelompok hutang lancar ini adalah : 1. Hutang yang timbul dari pembelian barang dan jasa (ex. Hutang dagang, hutang gaji & upah hutang Pph, dll) 2. Penerimaan uang muka atas penjualan barang atau jasa (ex. Pendapatan sewa diterima di muka, uang muka dari pembeli, dll) 3. Hutang-hutang lainnya yang pembayarannya akan dilakukan dalam satu periode akuntansi perusahaan (ex. Hutang jangka panjang yang segera jatuh tempo, dll) Hutang yang pembayarannya / pelunasannya akan dilakukan dalam satu periode akuntansi perusahaan tetapi tidak bisa digolongkan ke dalam hutang lancar adalah jika : a. Penyelesaian hutang tersebut akan dilakukan dengan mendanakan kembali dalam bentuk hutang jangka panjang lainnya. b. Pembayaran hutang tersebut akan dilakukan dengan menggunakan dana yang dibentuk khusus untuk tujuan tersebut. Di dalam neraca, hutang lancar disajikan sebesar jumlah yang harus dibayarkan untuk menyelesaikan hutang tersebut. Hutang Jangka Panjang Adalah semua hutang yang jatuh tempo pembayarannya melampaui batas waktu satu tahun sejak tanggal neraca atau lebih dari satu periode akuntansi perusahaan. Pada umumnya hutang jangka panjang timbul dari salah satu di antara tiga keadaan sebagai berikut : a. Aktivitas pembelanjaan / pembiayaan penanaman modal dalam rangka ekspansi (ex. Hutang Bank Jangka Panjang, Hutang Hipotik, Hutang Obligasi) b. Aktivitas operasional perusahaan (ex. Hutang Pensiun Karyawan) c. Akibat dari suatu kondisi, situasi atau kumpulan keadaan yang mengandung unsur-unsur ketidak pastian yang melalui kejadian di waktu yang akan datang mungkin akan menyebabkan hilangnya suatu aktiva atau timbulnya suatu kewajiban, yang umumnya berakhir dengan suatu kerugian (ex. Hutang garansi atas produk yang dijual) Modal Sendiri (Hak-hak Para Pemegang Saham) Pada umumnya kelompok modal sendiri di dalam neraca dibagi menjadi tiga bagian sbb: 1. Modal Saham Jumlah yang digunakan untuk menyatakan setoran modal oleh para pemegang saham (pemilik) sebesar nilai nominal, nilai pari, atau nilai yang ditetapkan atas saham-saham yang bersangkutan. 2. Agio Saham / Disagio Saham Jumlah yang digunakan untuk menyatakan setoran modal oleh para pemegang saham dalam jumlah di atas atau di bawah nilai nominal, nilai pari, atau nilai yang ditetapkan atas saham tersebut. Halaman 6 dari 9 halaman

Bentuk Neraca Bentuk (susunan) yang umum dipakai di dalam menyajikan neraca adalah : 1. Bentuk rekening (account form) Aktiva dan pasiva sejajar (aktiva di sisi kiri, dan pasiva di sisi kanan) 2. Bentuk laporan (report form) aktiva dan pasiva disusun ke bawah (aktiva di atas, dan pasiva di bawah) Neraca Komparatif Per 31 Desember 200X (Dalam jutaan) 31 Desember 1999 31 Desember 200X AKTIVA Aktiva Lancar Kas Rp 100,- Rp 125.,- Bank 250,- 275.,- Surat-surat Berharga 175,- 150.,- Piutang Dagang Rp 750,- Rp 675.,- Cadangan Kerugian Piutang 25,- 30.,- 725.,- 645,- Persediaan barang dagangan 1.250.,- 1.125,- Persekot Premi asuransi 145,- 150.,- Bunga yang masih harus 30,- 30,- diterima Jumlah Aktiva Lancar Rp 2.675.,- Rp 2.500.,- Investasi Jangka Panjang Investasi Saham Biasa PT ABC Rp 750,- Rp 650.,- Aktiva Tetap Tanah Rp 2.500,- Rp 2.500.,- Bangunan Rp 5.000.,- Rp 5.000.,- Ak.Depresiasi Bangunan 250.,- 200.,- 4.750.,- 4.800.,- Meubel dan Alat-alat Toko Rp 2.250.,- Rp 2.000,- Ak.depresiasi Meubel dan Alat-alat Toko 225,- 200,- 2.025,- 1.800,- Kendaraan Rp 4.750,- Rp 4.000,- Ak.Depresiasi Kendaraan 500,- 400,- 4.250,- 3.600,- Jumlah Aktiva Tetap Rp 13.525,- Rp 12.700.,- Aktiva Tak Berwujud Goodwill Rp 1.000,- Rp 1.050,- Beban yang Ditangguhkan Biaya Pendirian Rp 250,- Rp 250,- Biaya Promosi 1.750,- 2.000,- Jumlah Beban yang Rp 2.000.,- Rp 2.250,- ditangguhkan TOTAL AKTIVA Rp 19.950,- Rp 19.150,- Halaman 7 dari 9 halaman

HUTANG DAN MODAL Hutang Lancar Hutang Dagang Rp 275,- Rp 250,- Hutang Wesel 400,- 375,- Uang Tanggungan Botol 175,- 187.5,- Hutang PPh Karyawan 75,- 125,- Sewa yang masih harus 350,- dibayar 312.5,- Jumlah Hutang Lancar Rp 1.275,- Rp 1.250,- Hutang Jangka Panjang Hutang Bank Jangka Panjang Rp 5.475,- Rp 5.000,- Jumlah Hutang Rp 6.750,- Rp 6.250,- Modal Modal Saham (nominal @ Rp 10.000,-, otorisasi 100 lbr, 750 lbr beredar Rp 7.500,- Rp 7.500,- Agio Saham 750,- 750,- Laba yang Ditahan 4.950,- 4.650,- Jumlah Modal Rp 13.200.,- Rp 13.900,- TOTAL HUTANG & MODAL Rp 19.950,- Rp 19.150,- LAPORAN PERUBAHAN POSISI KEUANGAN Merupakan suatu ikhtisar perubahan-perubahan dari neraca pada awal dan pada akhir periode tahun buku sebagai pelengkap dari perubahan-perubahan yang terjadi dan diikhtisarkan pada laporan perhitungan rugilaba. Dari laporan perubahan posisi keuangan dapat diperoleh informasi tentang : 1. ringkasan dari pengaruh transaksi/kegiatan penanaman modal dan pembiayaannya. 2. Keterangan secara lengkap mengenai berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan keadaan finansial perusahaan, dalam periode akuntansi yang bersangkutan. Laporan Perubahan Posisi Keuangan Untuk Periode Tahun Buku 2000 Sumber Modal Kerja 1. Dari Operasi - Laba Sebelum Pos-pos Luar Biasa Rp 350.000,- Tambah (kurang) : Pendapatan & biaya yg tdk mempengaruhi Modal Kerja : - Depresiasi Aktiva Tetap 175.000,- - Amortisasi Aktiva Tak Berwujud 50.000,- - Amortisasi Beban yang Ditangguhkan 250.000,- Jumlah Sumber Modal Kerja dari Hasil Operasi Rp 825.000,- Halaman 8 dari 9 halaman

2. Lain-lain Sumber - Pinjaman Bank 475.000,- Jumlah Sumber Modal Kerja Rp 1.450.000,- Penggunaan Modal Kerja - Pembelian Meubel & Alat-alat Toko Rp 250.000,- - Pembelian Kendaraan 750.000,- - Pembelian Investasi Jangka Panjang 100.000,- - Pembagian Deviden 200.000,- Jumlah Penggunaan Modal Kerja Rp 1.300.000,- Modal Kerja Naik (Turun) Rp 150.000,- Ikhtisar Perubahan Modal Kerja Periode tahun buku 2000 Perubahan Modal Kerja Naik Turun Aktiva Lancar Penurunan Kas - 25.000,- Penurunan Bank - 25.000,- Kenaikan Surat-surat Berharga 25.000,- - Kenaikan Piutang Dagang 80.000,- - Kenaikan Persediaan 125.000,- - Penurunan Persekot Premi Asuransi - 5.000,- Hutang Lancar Kenaikan Hutang Dagang - 25.000,- Kenaikan Hutang Wesel - 25.000,- Penurunan Uang Tanggungan Botol 12.500,- - Penurunan Hutang PPH Karyawan 50.000,- - Kenaikan Sewa yang Masih Harus Dibayar - 37.500,- Jumlah 292.500,- 142.500,- Modal Kerja Naik (Turun) - 150.000,- 292.500,- 292.500,- ================ooooo170901ooooo================ Halaman 9 dari 9 halaman