Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab

dokumen-dokumen yang mirip
LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB VIII. SISTEM MANAJEMEN DAN ORGANISASI PERUSAHAAN

Lampiran 1. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab

VIII. SISTEM MANAJEMEN DAN ORGANISASI PERUSAHAAN

Neraca Panas Heater II

LAMPIRA N. Universitas Sumatera Utara

VIII. SISTEM MANAJEMEN DAN ORGANISASI PERUSAHAAN

VIII. SISTEM MANAJEMEN DAN ORGANISASI PERUSAHAAN

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS MATA KULIAH PRA PERANCANGAN PABRIK KIMIA

TUGAS PRA PERANCANGAN PABRIK KIMIA

Indonesia Kebun Matapao adalah sebagai berikut: tertinggi di PT. Socfindo Kebun Mata Pao. Manager/ADM mempunyai

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA

Lampiran 1: Uraian tugas, wewenang dan tanggung jawab dari masing-masing

: Dr. Rr. Sri Poernomo Sari ST., MT.

III. METODA PENELITIAN

BAB V SPESIFIKASI ALAT PROSES

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES

III. METODE PENELITIAN

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Tugas dan Tanggung Jawab Tiap-Tiap Jabatan pada Struktur. Organisasi. Menurut data bagian kantor Pabrik Minyak Kelapa Sawit PT.

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA

PABRIK BIODIESEL dari RBD (REFINED BLEACHED DEODORIZED) STEARIN DENGAN PROSES TRANSESTERIFIKASI

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES. Kode M-01 M-02 M-03 Fungsi Mencampur NaOH 98% dengan air menjadi larutan NaOH 15%

Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab Masing-Masing Jabatan di. PT. Intan Suar Kartika. 1. Menentukan visi dan misi perusahaan

PRA RANCANGAN PABRIK PEMBUATAN KUPRI SULFAT PENTAHIDRAT DARI TEMBAGA OKSIDA DAN ASAM SULFAT KAPASITAS TON/TAHUN

Oleh : BRAGAS PRAKASA B. W. P ARIE KURNIAWAN Dosen Pembimbing : Ir. Imam Syafril, MT

LAMPIRAN 1. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab. Tugas dan tanggung jawab dari direktur adalah sebagai berikut:

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PRA PERANCANGAN PABRIK KIMIA

BAB III METODA PENELITIAN. yang umum digunakan di laboratorium kimia, set alat refluks (labu leher tiga,

LAMPIRAN A. : ton/thn atau kg/jam. d. Trigliserida : 100% - ( % + 2%) = 97.83% Tabel A.1. Komposisi minyak jelantah

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

LAPORAN TUGAS PRARANCANGAN PABRIK ASAM BENZOAT DENGAN PROSES OKSIDASI TOLUENA DAN KATALIS KOBALT ASETAT KAPASITAS TON/TAHUN

PRARANCANGAN PABRIK FORMALDEHID PROSES FORMOX KAPASITAS TON / TAHUN

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

PABRIK GLISEROL DARI COTTON SEED OIL DENGAN PROSES HIDROLISA KONTINYU

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

PRARANCANGAN PABRIK BIODIESEL DARI MINYAK JARAK PAGAR DAN METANOL KAPASITAS TON/TAHUN

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

PRA RANCANGAN PABRIK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI BAHAN BAKU LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU DENGAN KAPASITAS PRODUKSI TON/TAHUN TUGAS AKHIR

PRARANCANGAN PABRIK UREA FORMALDEHID PROSES FORMOX KAPASITAS TON / TAHUN

AGUSTIN MAROJAHAN BUTAR-BUTAR

LAMPIRAN 1 URAIAN TUGAS, WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB UNTUK MASING MASING JABATAN DI PT. KARYA DELI STEELINDO MEDAN.

II. DESKRIPSI PROSES

Struktur Organisasi Perusahaan. Direksi. Manajer Umum

Analisis Dukungan Fungsi Produksi dalam Pencapaian Tujuan Perusahaan. No. Kategori Pertanyaan Y T. tujuan-tujuan jangka pendek?

Oleh : Wahyu Jayanto Dosen Pembimbing : Dr. Rr. Sri Poernomo Sari ST., MT.

Prarancangan Pabrik Polistirena dengan Proses Polimerisasi Suspensi Kapasitas Ton/Tahun BAB III SPESIFIKASI ALAT

BAB III PERANCANGAN PROSES

Pabrik Alumunium Sulfat dari Bauksit Dengan Modifikasi Proses Bayer dan Giulini

PT Karya Murni Perkasa didirikan pada tanggal 4 Februari 1978 dengan. nama CV. Karya Murni Perkasa yang berlokasi di jalan Sei Musi NO.

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

LAMPIRAN I. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab

BAB II DISKRIPSI PROSES

Prarancangan Pabrik Aluminium Oksida dari Bauksit dengan Proses Bayer Kapasitas Ton / Tahun BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES

C. Spesifikasi Alat Utilitas 1. Filter 2. Bak Pengendap Awal 3. Bak Penggumpal

BAB II KAJIAN PUSTAKA. manajemen juga memiliki peranan penting. Prosedur merupakan rangkaian

TUGAS PRA RANCANGAN PABRIK PEMBUATAN BIOETANOL DARI JERAMI PADI DENGAN PROSES FERMENTASI DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 1000 TON/ TAHUN

1. Jawaban Quiz. A. Direktur Utama

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

PRA RANCANGAN PABRIK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI BAHAN BAKU LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU DENGAN KAPASITAS PRODUKSI TON/TAHUN TUGAS AKHIR

III. METODE PENELITIAN

BAB 2 DASAR TEORI. Universitas Indonesia. Pemodelan dan..., Yosi Aditya Sembada, FT UI

METODOLOGI A. BAHAN DAN ALAT 1. Bahan a. Bahan Baku b. Bahan kimia 2. Alat B. METODE PENELITIAN 1. Pembuatan Biodiesel

Oleh : PABRIK BIODIESEL DARI MINYAK NYAMPLUNG DENGAN PROSES TRANSESTERIFIKASI (METODE FOOLPROOF)

TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik. Oleh Ahmad Raya Lubis NIM.

TUGAS AKHIR PRARANCANGAN PABRIK ALUMINIUM OKSIDA DARI BAUKSIT DENGAN PROSES BAYER KAPASITAS TON/TAHUN

Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab dari masing-masing jabatan di PT. Perkebunan Nusantara I Unit Tanjung Seumantoh

BAB III METODOLOGI ANALISIS

BAB VIII ORGANISASI PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Air dingin ( Chiller water ) merupakan air dingin yang di hasilkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PEMILIHAN DAN URAIAN PROSES

BAB III PERANCANGAN PROSES. bahan baku Metanol dan Asam Laktat dapat dilakukan melalui tahap-tahap sebagai

STRUKTUR ORGANISASI SEDERHANA DAN DESKRIPSI TUGASNYA

BAB. V SPESIFIKASI PERALATAN

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

TUGAS PRA PERANCANGAN PABRIK BIODIESEL DARI DISTILAT ASAM LEMAK MINYAK SAWIT (DALMS) DENGAN PROSES ESTERIFIKASI KAPASITAS 100.

DIMETIL TEREFTALAT DARI ASAM TEREFTALAT DAN METANOL DENGAN KAPASITAS PRODUKSI TON/TAHUN ANDHY JULIANTO W

PRARANCANGAN PABRIK SIRUP MALTOSA BERBAHAN DASAR TAPIOKA KAPASITAS TON/TAHUN

PRARENCANA PABRIK PRARENCANA PABRIK BIODIESEL DARI CHLORELLA VULGARIS BASAH SECARA IN- SITU PADA KONDISI SUBKRITIS

BAB V MANAJEMEN PERUSAHAAN

LAPORAN SKRIPSI PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK KELAPA SAWIT DENGAN KATALIS PADAT BERPROMOTOR GANDA DALAM REAKTOR FIXED BED

HASIL DAN PEMBAHASAN

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

PENGARUH STIR WASHING, BUBBLE WASHING, DAN DRY WASHING TERHADAP KADAR METIL ESTER DALAM BIODIESEL DARI BIJI NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum)

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

TUGAS AKHIR PRARANCANGAN PABRIK ISOPROPIL ASETAT DARI ASAM ASETAT DAN ISOPROPANOL KAPASITAS TON/TAHUN

Transkripsi:

Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab

Uraian tugas, wewenang dan tanggung jawab masing-masing bagian yang ada di Pabrik Biodiesel Kerja Sama Operasi (KSO) PT. Pamina Adolina-PT. Ganesha Energy 77 dijabarkan sebagai berikut : 1. Direktur Direktur merupakan pimpinan tertinggi yang diangkat oleh dewan komisaris. Tugas dan wewenangnya adalah sebagai berikut : a. Menentukan kebijakan tertinggi perusahaan. b. Bertanggung jawab terhadap keuntungan dan kerugian perusahaan. c. Mengangkat dan memberhentikan karyawan perusahaan. d. Memelihara dan mengawasi kekayaan peseroaan terbatas. e. Bertanggung jawab dalam memimpin dan membina perusahaan secara efektif dan efesien. f. Mewakili perusahaan, mengadakan perjanjian-perjanjian, merencanakan dan mengawasi pelaksanaan tugas personalia yang bekerja pada perusahaan. g. Menyusun dan melaksanakan kebijakan umum pabrik sesuai dengan kebijakan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). h. Menetapkan besarnya deviden perusahaan. 2. Kepala Unit

Kepala Unit bertugas merencanakan, mengorganisir, mengarahkan serta mengendalikan semua kegiatan operasional yang berhubungan dengan proses produksi seperti : a. Menyusun dan melaksanakan kebijakan umum perusahaan sesuai dengan norma pedoman dan instruksi dari pimpinan umum. b. Melaporkan data serta kegiatan yang ada ke Direksi. c. Mengarahkan dan mengawasi kegiatan-kegiatan kepada Asisten. d. Membina dan mengawasi serta mempertanggung jawabkan jalannya koperasi. e. Mengkoordinasikan dan bertanggungjawab terhadap penyusunan rencana anggaran belanja perusahaan. f. Menandatangani dan mengecek dokumen, formulir dan laporan sesuai dengan sistem prosedur yang berlaku. g. Membina dan meningkatkan kesejahteraan sosial karyawan. h. Membina suasana kekeluargaan dan kerja sama yang baik antara asisten, karyawan serta memelihara keamanan. 3. Asisten Pengolahan Asisten pengolahan bertugas : a. Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan pengolahan bahan baku menjadi produk akhir. b. Melakukan pengawasan terhadap identifikasi yang berhubungan dengan proses pengolahan sampai pada final produk di gudang.

c. Mempersiapkan agenda meeting yang berhubungan dengan proses pengolahan seperti produksi, tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan kimia yang digunakan. d. Membuat rencana pemakaian tenaga kerja, peralatan dan bahan-bahan kimia yang digunakan pada proses pengolahan Biodiesel. e. Melakukan pengawasan terhadap jumlah bahan baku yang diterima serta produksi yang dikirim. f. Melakukan adjustment sesuai dengan data-data yang telah diberikan oleh Asisten Laboratorium. g. Membuat laporan manajemen pengolahan. h. Bertanggung jawab terhadap pencapaian target produksi sesuai bahan baku yang diterima. 4. Asisten Laboratorium berikut : Asisten Laboratorium memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai a. Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan pengawasan mutu hasil produksi dan mengadakan percobaan-percobaan yang diperlukan untuk mencapai mutu yang lebih baik. b. Mengawasi dan mengidentifikasi pada penerimaan bahan baku, dalam proses dan produk akhir. c. Melaksanakan penelitian dan pengujian terhadap proses/produk baru. d. Membimbing semua personil yang ada di laboratorium dan sortasi. e. Mengawasi dokumen yang berhubungan dengan laboratorium dan sortasi.

f. Melakukan pemeriksaan dan pengujian pada penerimaan bahan baku, dalam proses dan produk akhir. 5. Asisten Teknik Asisten tekhnik bertugas : a. Melakukan kegiatan perbengkelan untuk melaksanakan kelancaran proses pengolahan. b. Mempersiapkan agenda meeting untuk tinjauan manajemen yang berhubungan dengan problem-problem Teknik c. Merencanakan semua peralatan/mesin-mesin untuk dipelihara baik secara rutin maupun break down maintenance. d. Menjamin bahwa semua aktivitas yang dilakukan di bagian teknik sesuai dengan prosedur mutu dan catatan mutu. e. Mengajukan permintaan bahan-bahan alat/mesin untuk kepentingan Teknik f. Bertanggung jawab terhadap pemakaian spare part dan mencatatnya pada kartu onderdil. g. Memelihara semua dokumen prosedur mutu dan catatan-catatan mutu di bagian Teknik. 6. Bagian Administrasi Bagian administrasi bertanggung jawab :

a. Mengawasi dan bertanggung jawab terhadap administrasi produksi dan administrasi keuangan. b. Membuat catatan laporan pemakaian bahan baku dan penjualan produk. c. Bertanggung jawab dan mengawasi terhadap proses permintaan barang, penyimpanan dan pengeluaran produk dari gudang. d. Memberikan laporan kepada kepala unit mengenai administrasi keuangan dan administrasi produk. e. Menerima laporan dari administrasi keuangan. f. Menerima laporan harian, bulanan dan tahuan dari administrasi produksi. 7. Kepala Tata Usaha Kepala Tata Usaha bertanggung jawab : a. Menyusun penerimaan dan pengeluaran dana seefesien mungkin yang sesuai dengan prosedur. b. Melaksanakan dan mengawasi proses permintaan barang, penyimpanan barang dan pengeluaran barang dari gudang. c. Melaksanakan dan mengawasi proses financial. d. Melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan bila ada masalah yang berhubungan dengan personalia dan umum dengan persetujuan kepala unit. e. Mengkoordinir proses pembukuan. f. Melaksanakan evaluasi bulanan, semester dan tahunan.

8. Kepala Shift Pengolahan Kepala Shift pengolahan bertugas : a. Menentukan jadwal kerja karyawan perusahaan. b. Mengawasi semua aktivitas operator baik bagian proses produksi maupun bagian laboratorium. c. Memberikan laporan kepada asisten pengolahan dari operator mesin, operator genset, operator boiler, operator tangki dan operator water treatment. d. Bertanggung jawab terhadap peralatan yang dibutuhkan oleh operator pabrik e. Membuat catatan setiap alat yang masuk keperusahaan. f. Bertanggung jawab terhadap proses pengolahan terutama laporan harian pabrik. 9. Mandor Laboratorium Mandor laboratorium bertanggung jawab : a. Bertanggung jawab terhadap kebersihan laboratorium pabrik. b. Memberikan arahan terhadap operator laboratorium pabrik. c. Mengawasi dan bertanggung jawab kegiatan bidang laboratorium. d. Bertanggung jawab dan Membuat laporan harian mutu atau kualitas produksi. e. Bertanggung jawab dan Membuat laporan harian analisa laboratorium. f. Memonitoring pemakaian bahan kimia oleh operator laboratorium pabrik. g. Membuat catatan bahan kimia untuk kebutuhan laboratorium. h. Memonitoring pemakaian bahan kimia analisa.

10. Mandor Dinas Sivil Mandor Dinas Sivil bertugas : a. Mengajukan perbaikan kendaraan yang rusak kepada Asisten Teknik. b. Mengisi buku mandor. c. Mengecek bangunan perumahan. d. Mengecek limbah padat pabrik kendaraan. e. Memberikan arahan terhadap karyawan pabrik khususnya bagian tukang kebun, tukang sapu dan supir. f. Mengecek kendaraan/alat berat. g. Bertanggung jawab terhadap kebersihan perusahaan baik didalam perusahaan mamupun diluar perusahaan. 11. Mandor Teknik Mandor Teknik bertugas : a. Mengisi buku mandor. b. Mengecek instalasi lampu pabrik. c. Mengecek instalasi lampu perumahan karyawan pimpinan. d. Mengajukan kebutuhan alat kerja teknik listrik. e. Bertanggung jawab terhadap kekurangn peralatan perbengkelan pabrik. f. Memberikan arahan terhadap teknisi listrik dan teknisi perbengkelan. 12. Administrasi Produksi Administrasi Produksi bertanggung jawab :

a. Membuat laporan tentang administrasi produksi. b. Memberikan laporan harian produksi kepada bagian administrasi. c. Bertanggung jawab dan mengawasi semua pengeluaran biaya bahan baku dan peralatan pabrik. d. Bertanggung jawab terhadap kegiatan administrasi. e. Bertanggung jawab terhadap keberishan dan karapian ruangan administrasi. 13. Administrasi Keuangan Administrasi Keuangan bertanggung jawab : a. Bertanggung jawab terhadap pengeluaran kas perusahaan. b. Membuat laporan keuangan produksi. c. Memberikan laporan pengeluaran keuangan pabrik kepada atasan. d. Mengawasi dan bertanggung jawab terhadap kebersihan ruangan administrasi keuangan. e. Memberikan arahan terhadap karyawan mengenai pekerjaan administrasi keuangan. 14. Krani Tata Usaha Krani tata usaha bertugas dan bertanggung jawab : a. Membuat bukti pengeluaran kas dari bank. b. Memeriksa biaya pengajuan untuk pemeliharaan pabrik c. Mengkoordinir seluruh pekerjaan administrasi. d. Membuat daftar permintaan uang pembelian Biodiesel.

e. Membukukan bukti pengeluaran uang dari bank di buku bank dan buku kas. 15. Krani Personalia Tugas dan tanggung jawab krani personalia adalah : a. Mengerjakan urusan cuti karyawan pimpinan. b. Mengkoordinir pekerjaan krani Jamsostek/Dapenbun. c. Mengawasi surat-surat yang bersifat rahasia dan sangat rahasia. d. Menyelesaikan tugas-tugas rutin yang sifatnya tidak prinsipil dan melaporkan hasilnya kepada Kepala Tata Usaha. e. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diinstruksikan oleh Kepala Tata Usaha.

Mesin dan Peralatan Produksi 1. Mesin Produksi Adapun mesin produksi yang digunakan oleh Kerja Sama Operasi (KSO) PT. Pamina Adolina dengan PT. Ganesha Energy-77 dan spesifikasinya secara umum adalah sebagai berikut : 1. Tahun pembelian : 2006 Simbol : P-111A Nama mesin : Esterification Pump : Centrifugal Frekuensi : 50 Hz Daya : 2,20 kw Kapasitas : 15 m 3 /cm 2 : 0,84 kg/cm 2 Phase : 3 : 2 Unit : Untuk memompa stearin untuk dialirkan ke esetrification reactor setelah dilakukan konversi

2. Tahun pembelian : 2006 Simbol : P-114A Nama mesin : Transesterification Pump : Centrifugal Frekuensi : 50 Hz Daya : 0,37 kw Kapasitas : 15 m 3 /cm 2 : 1,2 kg/cm 2 Phase : 3 : 2 Unit : Untuk memompa stearin untuk dialirkan ke 1st dan 2nd transesterification reactor setelah dilakukan konversi 3. Tahun pembelian : 2006 Simbol : P-121 Nama mesin : Glycerin & Catalyst Pump : Helicoidal/Screw

Frekuensi : 50 Hz Daya : 0,55 kw Kapasitas : 2 m 3 /cm 2 : 1 kg/cm 2 Phase : 3 : Untuk memompa glycerine & catalyst setelah dilakukan pencampuran di tangki mixer yang dialirkan ke esterification reactor 4. Tahun pembelian : 2006 Simbol : P-240 Nama mesin : Process Water Pump : Centrifugal Kapasitas : 2 m 3 /cm 2 : 1,1 kg/cm 2 Phase : 3

: Untuk memompa air yang beasal dari proses boiler untuk dialirkan wasing tank sebagai air cucian 5. Tahun pembelian : 2006 Simbol : P-281A Nama mesin : Biodiesel Water Pump : Centrifugal Frekuensi : 60 Hz Daya : 7,5 kw Kapasitas : 1,5 m 3 /cm 2 : 1,4 kg/cm 2 Phase : 3 : 2 Unit : Untuk memompa air yang berasal dari proses boiler sebagai air cucian biodiesel hingga terjadi pemisahaan biodiesel dengan air hasil cucian

6. Tahun pembelian : 2006 Simbol : P-282A Nama mesin : Biodiesel Pump : Centrifugal Kapasitas : 1,5 m 3 /cm 2 : 2,1 kg/cm 2 : 2 Unit : Untuk memompa biodiesel yang dialirkan ke tangki biodiesel 7. Tahun pembelian : 2006 Simbol : P-423A Nama mesin : Methanol Pump : Centrifugal Frekuensi : 50 Hz Daya : 7,5 kw Kapasitas : 4,5 m 3 /cm 2 : 1,1 kg/cm 2

: 2 Unit : Untuk memompa methanol yang dialirkan ke tangki methanol yang selanjutnya di transesterifikasi 8. Tahun pembelian : 2006 Simbol : P-322A Nama mesin : Methoxide Pump : Centrifugal Frekuensi : 50 Hz Daya : 3,7 kw Kapasitas : 4,5 m 3 /cm 2 : 1,1 kg/cm 2 Phase : 3 : 2 Unit : Untuk memompa methoxide yang berasal dari tangki mixer yang akan diproses di transesterification reactor

9. Tahun pembelian : 2006 Simbol : P-409A Nama mesin : Raw Glycerin Pump : Helicoidal/Screw Kapasitas : 2 m 3 /cm 2 : 1,01 kg/cm 2 : Untuk memompa glycerol ke tahap transesterifikasi yang dialirkan transesterification reactor 10. Tahun pembelian : 2006 Simbol : P-421A Nama mesin : Methanol Water Pump : Centrifugal Kapasitas : 0,5 m 3 /cm 2 : 1 kg/cm 2 : 2 Unit

: Untuk memompa air ke tank methanol dengan tujuan memanaskan methanol yang ada ditangki methanol 11. Tahun pembelian : 2006 Simbol : P-412 Nama mesin : Glycerol Storage Pump : Centrifugal Kapasitas : 0,5 m 3 /cm 2 : 1,1 kg/cm 2 Phase : 3 : Untuk memompa glycerol yang dialirkan ke tahap transesterifikasi 12. Tahun pembelian : 2006 Simbol : P-424 Nama mesin : Ejector Pump : Centrifugal

Kapasitas : 25 m 3 /cm 2 : 5,2 kg/cm 2 : Untuk menyuntikkan gliserol ke transesterification reactor 13. Tahun pembelian : 2006 Simbol : P-610A Nama mesin : Cooling Water Pump Kapasitas : 262 m 3 /cm 2 : 3 kg/cm 2 : 2 Unit : Untuk menurunkan air panas dengan cara memompa ke semua tangki terutama pemisahan gliserol dengan biodiesel 14. Tahun pembelian : 2006 Simbol : P-283

Nama mesin : Vacumm Pump : Water Ring Kapasitas : 20 m 3 /cm 2 : 100 mbar Daya : 11 kw Phase : 3 Frekuensi : 50 Hz : Untuk memvakumkan biodiesel yang dialirkan ke biodiesel evaporator tank 2. Peralatan (Equipment) Adapun peralatan (Equipment) yang digunakan oleh Kerja Sama Operasi (KSO) PT. Pamina Adolina dengan PT. Ganesha Energy-77 dan spesifikasinya secara umum adalah sebagai berikut : 1. Simbol : R-111 : Esterification Reactor

: Agitated Tank Diameter : 1604 mm Panjang : 2072 mm : Atm + 1000 mmwc : 100 o C : Untuk mengkonversi asam lemak menjadi metil ester 2. Simbol : R-113 : 1 St Transesterification Reactor : Agitated Tank Diameter : 1604 mm Panjang : 2072 mm : Atm + 1000 mmwc : 100 o C : Untuk mengkonversi trigliserida menjadi metil ester

3. Simbol : R-114 : 2 St Transesterification Reactor : Agitated Tank Diameter : 1604 mm Panjang : 2072 mm : Atm + 1000 mmwc : 100 o C : Untuk mengkonversi trigliserida menjaadi metil ester dari 1st transesterification reactor 4. Simbol : E-111 : Heater : Coil : 5 kg/cm 2 G : 170 o C

: Untuk memanaskan metil ester yang ada didalam esterification reactor 5. Simbol : E-113 : Heater : Coil : 5 kg/cm 2 G : 170 o C : Untuk memanaskan metil ester yang ada didalam 1st transesterificatioan reactor 6. Simbol : E-114 : Cooler : Coil : 5 kg/cm 2 G : 120 o C

: Untuk memanaskan metil ester yang ada didalam 2nd transesterification reactor 7. Simbol : C-422 : Methanol Distilation Tower : Packed Tower : Atm + 1000 mmwc : 120 o C : Untuk memisahkan methanol dengan kotoran-kotoran yang ada pada tangki sebelum dilakukan pengadukan terhadap sodium methylate pada esterification reactor 8. Simbol : E-422 : Bottom Heater : Coil : Atm + 1000 mmwc

: 170 o C : Untuk memanaskan larutan metil ester bagian bawah yang ada didalam esterification reactor 9. Simbol : V-280 : Washing Tank : Vertical : 80 o C : Untuk tempat penampungan limbah yang dihasilkan dari hasil cucian biodiesel sebelum dialirkan ke sungai ular 10. Simbol : V-282 : Biodiesel Evaporator : Vertical : Full Vacumm & 1,75 kg/cm 2 G

: 120 o C : Untuk pengeringan hasil cucian biodiesel yang dilakukan sebelumnya di washing tank 11. Simbol : V-321 : KOH-Methanol Mixer : Vertical : Full Water +500 mmwc : 100 o C : Untuk pencampuran KOH dengan methanol yang dilakukan di tangki mixer untuk transesterifikasi 12. Simbol : V-411 : Glycerin Evaporator : Vertical : Full Vacumm & 1,75 kg/cm 2 G

: 120 o C : Untuk pengeringan glycerin hasil cucian yang dihasilkan dari washing tank 13. Simbol : E-321 : Tank Coil Cooler : Coil : 5 kg/cm 2 G : 80 o C : Untuk memberikan panas pada tangki mixer untuk pengadukan KOH-Methanol 14. Simbol : E-322 : Water Coil Cooler : Coil : 5 kg/cm 2 G

: 80 o C : Air yang digunakan sebagai pemanas pada pencampuran KOH-Methanol di tangki mixer 15. Simbol : T-121 : Glycerin Settle Tank : Cylindrical : Full Water+500 mmwc : 80 o C : Untuk tempat penampungan glycerin yang berasal dari 1st transesterification reactor 16. Simbol : T-240 : Process Water Tank : Cylindrical : Full Water+500 mmwc

: 120 o C : Untuk tempat penampungan proses air yang selanjutnya digunakan untuk air cucian dengan biodiesel 17. Simbol : T-281 : Biodiesel Buffer Tank : Cylindrical : Full Water+500 mmwc : 80 o C : tempat penampungan sementara biodiesel sebelum didistribusikan ke decanter. 18. Simbol : T-284 : Biodiesel Storage Tank : Cylindrical

: Full Water+500 mmwc : 100 o C : tempat penampungan biodiesel yang sudah dipisahkan dengan air cucian biodiesel. 19. Simbol : T-421 : Methanol Buffer Tank : Cylindrical : Full Water+500 mmwc : 80 o C : Untuk tempat penampungan methanol sebelum dialirkan ke transesetrifikasi kedua. 20. Simbol : E-111 : Esterification Heater : Coil

: Untuk pemanasan stearin didalam esterification reactor 21. Simbol : E-113 : Trans-Esterification Heater 1 : Coil : Untuk pemanasan trans-esterification pertama untuk metil ester sebelum dipisahkan dengan gliserol yang diaduk dengan aqitator 22. Simbol : E-114 : Trans-Esterification Heater 2 : Coil : Untuk pemanasan trans-esterification kedua untuk metil ester sebelum dipisahkan dengan gliserol yang diaduk dengan aqitator

23 Simbol : E-422 : Distillation Heater : Coil : Untuk pemisahan air cucian dengan biodiesel untuk dialirkan ketangki biodiesel 24. Simbol : E-283 : Biodiesel Coil Heater : Coil : Untuk pengeringan biodiesel sebelum disimpan ke tangki biodiesel 25. Simbol : E-321 : KOH-Methanol Cooler : Coil

: Untuk pengeringan KOH-Methanol yang telah dicampurkan sebelumnya di tangki mixer yang selanjutnya dilakukan proses tanseterifikasi 26. Simbol : E-409 : Glycerine Heater : Coil : Untuk pemanasan glycerine yang berasal dari tangki glycerine yang selanjutnya dipisahkan dengan air yang masih terdapat pada glycerine 27. Simbol : E-285 : Biodiesel Evaporator Heater : Shell & Tube : 5 kg/cm 2 G : 120-170 o C

: Untuk mengeringkan biodiesel dengan pemanasan yang dihasilkan dari biodiesel heater yaitu tahap terakhir untuk disimpan ke tangki biodiesel 28. Simbol : A- 111 : Esterification Agitator : Turbine & Motor : 120 o C Putaran : 250 rpm : Untuk pengadukan metil ester yang ada di esterification reaktor dengan cara pemanasan agar larutan metil ester dapat dialirkan ke transesterifikasi pertama 29. Simbol : A- 113 : 1st Transesterification Agitator : Turbine & Motor

: 120 o C Putaran : 250 rpm : Untuk pengadukan metil ester yang ada di 1st transesterification reactor dengan cara pemanasan agar larutan metil ester tidak mengalami pengedapan yang ada di bagian bawah tangki. 30. Simbol : A- 114 : 2nd Transesterification Agitator : Turbine & Motor : 120 o C Putaran : 250 rpm : Untuk pengadukan metil ester yang ada di 2nd transesterification reactor dengan cara pemanasan agar larutan metil ester tidak mengalami pengendapan yang selanjutnya ditransesterifikasi kedua 31. Simbol : A- 280

: Washing Agitator : Turbine & Motor : 120 o C Putaran : 80 rpm : Untuk pengadukan biodiesel dengan air hasil cucian yang dilakukan di washing tank hingga terjadi pemisahan antara biodiesel dengan air hasil cucian 32. Simbol : A- 321 : Methoxide Agitator : Turbine & Motor : 120 o C Putaran : 100 rpm : Untuk pengadukan methanol yang ada di methanol tank dengan cara pemanasan agar larutan methanol tidak mengalami pengedapan yang ada di bagian bawah tangki