PENGETAHUAN DASAR TEORI GRAF

dokumen-dokumen yang mirip
Kode MK/ Matematika Diskrit

Graph. Rembang. Kudus. Brebes Tegal. Demak Semarang. Pemalang. Kendal. Pekalongan Blora. Slawi. Purwodadi. Temanggung Salatiga Wonosobo Purbalingga

HAND OUT MATA KULIAH TEORI GRAF (MT 424) JILID SATU. Oleh: Kartika Yulianti, S.Pd., M.Si.

KONSEP DASAR GRAF DAN GRAF POHON. Pada bab ini akan dijabarkan teori graf dan bilangan kromatik lokasi pada suatu graf

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGERTIAN GRAPH. G 1 adalah graph dengan V(G) = { 1, 2, 3, 4 } E(G) = { (1, 2), (1, 3), (2, 3), (2, 4), (3, 4) } Graph 2

Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut. Demak Semarang. Kend al. Salatiga.

LOGIKA DAN ALGORITMA

BAB II LANDASAN TEORI

Gambar 6. Graf lengkap K n

Bab 2 LANDASAN TEORI

SEKILAS TENTANG GRAPH. Oleh: Baso Intang Sappaile

Graph. Rembang. Kudus. Brebes Tegal. Demak Semarang. Pemalang. Kendal. Pekalongan Blora. Slawi. Purwodadi. Temanggung Salatiga Wonosobo Purbalingga

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kromatik lokasi sebagai landasan teori dari penelitian ini.

Suatu graf G adalah pasangan himpunan (V, E), dimana V adalah himpunan titik

TERAPAN POHON BINER 1

MATEMATIKA DISKRIT II ( 2 SKS)

2. TINJAUAN PUSTAKA. Chartrand dan Zhang (2005) yaitu sebagai berikut: himpunan tak kosong dan berhingga dari objek-objek yang disebut titik

TINJAUAN PUSTAKA. Pada bab ini akan dijelaskan beberapa konsep dasar teori graf dan dimensi partisi

Graph. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

TEORI GRAF UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER ILHAM SAIFUDIN PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK. Selasa, 13 Desember 2016

GRAF. V3 e5. V = {v 1, v 2, v 3, v 4 } E = {e 1, e 2, e 3, e 4, e 5 } E = {(v 1,v 2 ), (v 1,v 2 ), (v 1,v 3 ), (v 2,v 3 ), (v 3,v 3 )}

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

Graf. Matematika Diskrit. Materi ke-5

8/29/2014. Kode MK/ Nama MK. Matematika Diskrit 2 8/29/2014

Termilogi Pada Pohon Berakar 10 Pohon Berakar Terurut

Graf. Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut.

LATIHAN ALGORITMA-INTEGER

II. KONSEP DASAR GRAF DAN GRAF POHON. Graf G adalah himpunan terurut ( V(G), E(G)), dengan V(G) menyatakan

Graf. Matematika Diskrit. Materi ke-5

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan diberikan beberapa konsep dasar teori graf dan bilangan. kromatik lokasi sebagai landasan teori pada penelitian ini.

I. PENDAHULUAN. Teori graf merupakan salah satu bidang matematika yang memiliki banyak. terapan di berbagai bidang sampai saat ini.

Graf. Program Studi Teknik Informatika FTI-ITP

BAB 2 LANDASAN TEORI. yang tak kosong yang anggotanya disebut vertex, dan E adalah himpunan yang

Analogi Pembunuhan Berantai Sebagai Graf Dalam Investigasi Kasus

Pohon (Tree) Universitas Gunadarma Sistem Informasi 2012/2013

MA3051 Pengantar Teori Graf. Semester /2014 Pengajar: Hilda Assiyatun

LANDASAN TEORI. Bab Konsep Dasar Graf. Definisi Graf

TINJAUAN PUSTAKA. Pada bagian ini akan diberikan konsep dasar graf dan bilangan kromatik lokasi pada

Aplikasi Shortest Path dengan Menggunakan Graf dalam Kehidupan Sehari-hari

v 3 e 2 e 4 e 6 e 3 v 4

Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut. Demak Semarang. Kendal.

Matematika Diskret (Graf I) Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

Graf. Bahan Kuliah IF2120 Matematika Diskrit. Rinaldi Munir/IF2120 Matematika Diskrit 1

BAB 2 LANDASAN TEORI

Graf. Bekerjasama dengan. Rinaldi Munir

BAB III KONSEP DASAR TEORI GRAF. Teori graf adalah salah satu cabang matematika yang terus berkembang

POLA PERMAINAN SEPAK BOLA DENGAN REPRESENTASI GRAF

47 Matematika Diskrit BAB IV TEORI GRAF

BAB I PENDAHULUAN. himpunan bagian bilangan cacah yang disebut label. Pertama kali diperkenalkan

MIDDLE PADA BEBERAPA GRAF KHUSUS

Matematika Diskret (Graf II) Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

Course Note Graph Hamilton

BAB 2 LANDASAN TEORI

MateMatika Diskrit Aplikasi TI. Sirait, MT 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

II. LANDASAN TEORI. Ide Leonard Euler di tahun 1736 untuk menyelesaikan masalah jembatan

II. TINJAUAN PUSTAKA. kromatik lokasi pada suatu graf sebagai landasan teori pada penelitian ini

Konsep. Graph adalah suatu diagram yang memuat informasi tertentu. Contoh : Struktur organisasi

GRAF. Graph seperti dimaksud diatas, ditulis sebagai G(E,V).

Matematik tika Di Disk i r t it 2

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sepasang titik. Himpunan titik di G dinotasikan dengan V(G) dan himpunan

DIMENSI METRIK PADA HASIL OPERASI KORONA DUA BUAH GRAF

ALTERNATIF PEMBUKTIAN DAN PENERAPAN TEOREMA BONDY. Hasmawati Jurusan Matematika, Fakultas Mipa Universitas Hasanuddin

PENDAHULUAN MODUL I. 1 Teori Graph Pendahuluan Aswad 2013 Blog: 1.

Misalkan dipunyai graf G, H, dan K berikut.

TINJAUAN PUSTAKA. Pada bab ini akan diberikan beberapa definisi, istilah istilah yang berhubungan dengan materi

Sebuah graf sederhana G adalah pasangan terurut G = (V, E) dengan V adalah

APLIKASI PEWARNAAN SIMPUL GRAF UNTUK MENGATASI KONFLIK PENJADWALAN MATA KULIAH DI FMIPA UNY

Graf dan Pengambilan Rencana Hidup

PELABELAN GRAF SIKLUS SEDERHANA UNTUK MENGKONSTRUKSI VERTEX-MAGIC GRAPH

DIGRAF EKSENTRIK DARI GRAF STAR DAN GRAF WHEEL

I. LANDASAN TEORI. Seperti yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, teori graf merupakan salah satu ilmu

Dasar-Dasar Teori Graf. Sistem Informasi Universitas Gunadarma 2012/2013

Discrete Mathematics & Its Applications Chapter 10 : Graphs. Fahrul Usman Institut Teknologi Bandung Pengajaran Matematika

Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut. Demak Semarang. Kend al.

Graf dan Analisa Algoritma. Pertemuan #01 - Dasar-Dasar Teori Graf Universitas Gunadarma 2017

Struktur dan Organisasi Data 2 G R A P H

BAB II LANDASAN TEORI

Pohon. Modul 4 PENDAHULUAN. alam modul-modul sebelumnya Anda telah mempelajari graph terhubung tanpa sikel, misalnya model graph untuk molekul C 4

PERANGKAT PEMBELAJARAN

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Penugasan Sebagai Masalah Matching Bobot Maksimum Dalam Graf Bipartisi Lengkap Berlabel

II. TINJAUAN PUSTAKA. Graf G adalah suatu struktur (V,E) dengan V(G) = {v 1, v 2, v 3,.., v n } himpunan

BAB I PENDAHULUAN. Teori graf merupakan salah satu kajian matematika yang memiliki banyak

7. PENGANTAR TEORI GRAF

Bab 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Penerapan Teorema Bondy pada Penentuan Bilangan Ramsey Graf Bintang Terhadap Graf Roda

Aplikasi Graf dalam Merancang Game Pong

BAB II LANDASAN TEORI. Teori graf dikenal sejak abad ke-18 Masehi. Saat ini teori graf telah

HAND OUT MATA KULIAH TEORI GRAF (MT 424) JILID DUA. Oleh: Kartika Yulianti, S.Pd., M.Si.

9. Algoritma Path. Oleh : Ade Nurhopipah

Aplikasi Pohon Merentang Minimum dalam Rute Jalur Kereta Api di Pulau Jawa

BAB 2 DEGREE CONSTRAINED MINIMUM SPANNING TREE. Pada bab ini diberikan beberapa konsep dasar seperti beberapa definisi dan teorema

Graph. Matematika Informatika 4. Onggo

Aplikasi Graf pada Hand Gestures Recognition

Penerapan Teori Graf untuk Mencari Eksentrik Digraf dari Graf Star, Graf Double Star dan Graf Komplit Bipartit

Transkripsi:

PENGETAHUAN DASAR TEORI GRAF 1 Sejarah Singkat dan Beberapa Pengertian Dasar Teori Graf Teori graf lahir pada tahun 1736 melalui makalah tulisan Leonard Euler seorang ahli matematika dari Swiss. Euler adalah orang pertama yang berhasil memecahkan masalah jembatan Konigsberg (kota Konigsberg, sebelah timur Prussia, Jerman sekarang) di sungai Pregal yang sangat terkenal di Eropa heri sutarno - 131410892 1

Tahun 1847, G.R. Kirchoff (1824 1887) berhasil mengembangkan teori pohon (Theory of trees) yang digunakan dalam persoalan jaringan listrik. Sepuluh tahun kemudian, A. Cayley (1821 1895) juga menggunakan konsep pohon untuk menjelaskan permasalahan kimia yaitu hidrokarbon. heri sutarno - 131410892 2

Teori graf itu diawali oleh masalah transportasi yang terkenal yaitu Jembatan Konigsberg. Ilustrasi jembatan tersebut dapat dilihat pada Gambar di bawah ini. A B D C Gambar Ilustrasi jembatan Konigsberg Pada gambar tersebut, A, B, C, dan D adalah daerah-daerah yang dihubungkan oleh tujuh buah jembatan. Masalahnya, para penduduk Konigsberg tidak mampu menemukan rute yang melalui setiap jembatan tepat satu kali, bergerak dari suatu tempat tertentu dan kembali ke tempat itu lagi. heri sutarno - 131410892 3

Graf Model Jembatan Konigsberg A B D e7 loop/gelang C e7 v1 e3 v2 v5 e1 e2 e5 e6 v3 e4 v4 heri sutarno - 131410892 4

2 Istilah-istilah yang Berkaitan dengan Graf Sisi yang dua titik ujungnya sama disebut loop/gelang. Dalam sebuah graf dimungkinkan adanya lebih dari satu sisi yang dikaitkan dengan sepasang titik. Pasangan sisi semacam ini disebut sisi-sisi paralel/sejajar atau sisi rangkap (multiple edges atau paralel edges). Sebuah graf yang tidak memiliki loop dan tidak memiliki sisi paralel disebut graf sederhana (simple graph). Jika sebuah titik vi merupakan titik ujung dari suatu sisi ej, maka vi dan ej disebut saling berinsidensi atau titik vi menempel/insiden (incidency) dengan sisi ej. Dua sisi yang tidak paralel disebut bertetangga/ajasen (adjacent), bila kedua sisi tersebut menempel dengan titik yang sama. heri sutarno - 131410892 5

Graf Sederhana A B C D d(a) = 2 d(b) = 3 d(c) = 3 d(d) = 2 heri sutarno - 131410892 6

Derajat (degree) Titik Jumlah atau banyaknya sisi yang menempel dengan suatu titik vi (loop dihitung dua kali), disebut derajat (degree) dari titik tersebut; dinotasikan d (vi). Derajat suatu titik sering juga disebut valensi dari titik tersebut. Derajat minimum dari graf G dinotasikan dengan (G) dan derajat maksimumnya dinotasikan dengan (G). heri sutarno - 131410892 7

Lemma Jabat Tangan (Handshaking Lemma) Untuk setiap graf G dengan n titik dan m sisi berlaku: Teorema n i 1 d( v i ) 2m Banyaknya titik berderajat ganjil dalam sebuah graf selalu genap. heri sutarno - 131410892 8

Sebuah titik yang tidak memiliki sisi menempel terhadap titik tersebut disebut titik terisolasi/titik terpencil (isolated vertex). Sebuah titik berderajat satu disebut titik anting/ujung, yang selanjutnya disebut daun. Graf yang tidak memiliki sisi, disebut graf nol atau graf kosong (null graph). Dengan kata lain, tiap titik dalam sebuah graf nol merupakan titik-titik terisolasi. Graf nol dengan n titik, dinotasikan Nn. heri sutarno - 131410892 9

Titik terpencil A Titik ujung/daun C B C D A E F heri sutarno - 131410892 10

Sebuah jalan (walk) di G adalah sebuah barisan berhingga (tak kosong) W = v0 e1 v1 e2 v2 ek vk yang sukusukunya bergantian titik dan sisi Titik vo dan titik vk berturut-turut disebut titik awal dan titik akhir W. Sedangkan titik-titik v1, v2,, vk-1 disebut titik-titik internal dari W ; dan k disebut panjang dari W. heri sutarno - 131410892 11

Jika semua sisi e1, e2, e3,, ek dalam jalan W berbeda, maka W disebut sebuah jejak (trail). Jika semua titik vo, v1, v2,, vk dalam jalan W juga berbeda, maka W disebut sebuah lintasan (path). Sebuah jalan W disebut tertutup, jika titik awal dan titik akhir dari W identik (sama). Jejak tertutup disebut sirkit (circuit). Sirkit yang titik awal dan titik internalnya berlainan disebut lingkaran/siklus (cycle). Siklus dengan n titik dinotasikan dengan Cn. heri sutarno - 131410892 12

3 Beberapa Graf Khusus Graf Lengkap (Complete Graph) Misalkan G = (V,E) adalah sebuah graf sederhana. Jika untuk setiap pasangan titik vi dan vj di G terdapat sebuah sisi yang menghubungkannya, maka G disebut graf lengkap. Sebuah graf lengkap sering juga disebut sebagai graf universal. Graf lengkap dengan n titik dinotasikan dengan Kn. heri sutarno - 131410892 13

Banyaknya sisi dalam graf lengkap G n( n 1) adalah. 2 heri sutarno - 131410892 14

Graf Lingkaran (Cycles Graph) Graf lingkaran adalah graf sederhana yang setiap titiknya berderajat dua. Graf lingkaran dengan n titik dilambangkan dengan Cn. Graf Teratur (Regular Graph) Sebuah graf disebut graf teratur jika semua titiknya berderajat sama. Apabila derajat setiap titik adalah r, maka graf tersebut disebut sebagai graf teratur derajat r. heri sutarno - 131410892 15

Graf Bipartit (Bipartite Graph) Sebuah graf G disebut graf bipartit jika V(G) (himpunan titik graf G) dapat dipartisi menjadi dua himpunan bagian X dan Y, sedemikian sehingga setiap sisi pada G menghubungkan sebuah titik di X ke sebuah titik di Y. Apabila G sederhana dan bipartit dengan partisi (X,Y) sedemikian sehingga setiap titik di X bertetangga dengan setiap titik di Y, maka G disebut graf bipartit lengkap, dinotasikan dengan Km,n dengan m dan n adalah banyaknya titik di kedua partisi tersebut. heri sutarno - 131410892 16

graf bipartit lengkap heri sutarno - 131410892 17

Graf Bagian (Subgraph) Sebuah graf K disebut graf bagian (subgraph) dari graf G, dinotasikan K G, jika V(K) V(G) dan E(K) E(G). Graf bagian dapat diperoleh melalui suatu operasi penghapusan titik atau penghapusan sisi pada sebuah graf. heri sutarno - 131410892 18

Graf Komplemen Komplemen dari sebuah graf G, dinotasikan G, adalah sebuah graf dengan himpunan titik yang sama seperti dalam G dan dengan sifat bahwa dua titik di G bertetangga jika dan hanya jika dua titik yang sama dalam G tidak bertetangga. Graf Isomorfik (Isomorphic Graph) Sebuah graf G disebut isomorfik dengan graf H jika terdapat pemetaan satu-satu ( yang disebut isomorfisme dari V(G) ke V(H) ) sedemikian sehingga mempertahankan ketetanggaan. Jadi, (u,v) E(G) jika dan hanya jika ( (u), (v)) E(H). Jika G isomorfik dengan H, kita tulis G H. heri sutarno - 131410892 19

Graf Komplemen A A B B C E D C E D G G heri sutarno - 131410892 20

Graf Terhubung (Connected Graph) Setiap graf G terdiri atas beberapa graf bagian. Komponen graf adalah jumlah maksimum graf bagian dalam sebuah graf G. Sebuah graf disebut terhubung (connected) jika graf tersebut hanya terdiri atas satu bagian (satu komponen). Definisi Sebuah himpunan pemotong (cutset) pada sebuah graf terhubung G adalah sebuah himpunan S yang memuat sisi-sisi dengan sifat-sifat berikut: a. penghapusan semua sisi pada S membuat G menjadi tak terhubung; b. penghapusan beberapa sisi pada S (tapi tidak semuanya) tidak mengakibatkan G tak terhubung. heri sutarno - 131410892 21

Definisi Himpunan pemotong dengan hanya satu sisi disebut jembatan (bridge). Definisi Keterhubungan sisi (edge connectivity) pada graf terhubung G, yang dilambangkan dengan (G), adalah banyaknya sisi paling sedikit yang dapat dihapus, demikian sehingga graf G menjadi graf tak terhubung. Jika (G) k, maka G disebut graf terhubung dalam k-sisi. heri sutarno - 131410892 22

Definisi Sebuah titik pemotong adalah sebuah titik tunggal yang penghapusannya mengakibatkan sebuah graf terhubung menjadi graf tak terhubung. Definisi Keterhubungan titik (G) dari graf terhubung G adalah jumlah titik paling sedikit yang penghapusannya mengakibatkan G tak terhubung. Jika (G) k, maka graf G disebut terhubung dengan k-titik. heri sutarno - 131410892 23

jembatan (bridge) : EF titik pemotong : E, F, G (G) = 1 dan (G) = 2 (G) = 1 dan (G) = 1 A B C D E F G H I J K L M heri sutarno - 131410892 24

4 Graf Euleur dan Graf Hamilton Sebuah sirkit/jejak tertutup (closed trail) pada graf G yang memuat semua sisi G disebut sirkit Euler. Sebuah graf yang memuat sirkit Euler disebut graf Euler (Eulerian graph). Apabila jejak Euleur tidak disyaratkan harus tertutup, maka graf ini disebut graf semi- Euleur (semi-eulerian graph). heri sutarno - 131410892 25

Sebuah siklus yang memuat semua titik sebuah graf disebut siklus Hamilton. Graf yang memuat siklus Hamilton disebut graf Hamilton (Hamiltonian Graph). Apabila siklus ini tidak tertutup, maka graf ini disebut graf semi-hamilton (semi-hamiltonian graph). Teorema Suatu graf terhubung adalah graf semi Euler jika dan hanya jika graf tersebut hanya mempunyai dua titik berderajat ganjil. heri sutarno - 131410892 26

Teorema Misalkan G adalah graf terhubung. G adalah graf Euler jika dan hanya jika semua titik pada G mempunyai derajat genap. Teorema (Teorema Dirac, 1952) Jika G adalah graf sederhana dengan n 3 buah titik, dan jika d(v) n/2 untuk setiap titik v, maka G adalah graf Hamilton. Teorema (Teorema Ore, 1960) Misalkan G adalah graf sederhana dengan n 3 titik sedemikian sehingga d(u)+d(v) n untuk setiap pasang titik u dan v yang tidak bertetangga, maka G adalah graf Hamilton. heri sutarno - 131410892 27

Beberapa Aplikasi Graf Persoalan lintasan terpendek (shortest path), persoalan pedagang keliling (travelling salesperson), dan persoalan tukang pos Cina (Chinese postman). heri sutarno - 131410892 28

5 Pohon (Tree) Definisi Pohon ialah graf terhubung yang tidak memiliki siklus/lingkaran. Teorema Jika T pohon, maka untuk setiap dua titik u dan v yang berbeda di T terdapat tepat satu lintasan (path) yang menghubungkan kedua titik tersebut. heri sutarno - 131410892 29

Teorema Banyaknya titik dari sebuah pohon T sama dengan banyaknya sisi ditambah 1 atau ditulis : Jika T pohon, maka V(T ) E(T ) 1. heri sutarno - 131410892 30

Teorema Misalkan T adalah graf sederhana dengan n buah titik. Maka, beberapa pernyataan berikut ini ekuivalen: (a) T adalah pohon. (b) T tidak memiliki siklus dan mempunyai m = n 1 buah sisi. (c) T terhubung dan mempunyai m = n 1 buah sisi. (d) Ada tepat satu lintasan (path) untuk setiap pasang titik di T. (e) T terhubung dan penghapusan sembarang sisi pada T menghasilkan graf yang tidak terhubung. (f) T tidak memiliki siklus dan penambahan satu sisi pada T akan menghasilkan hanya satu siklus. heri sutarno - 131410892 31

Definisi Hutan (forest) adalah graf yang tidak memiliki siklus. Definisi Misalkan G adalah sebuah graf terhubung yang bukan pohon. G dapat diubah menjadi pohon dengan cara memutuskan siklus-siklus yang ada, sampai semua siklus di G hilang. Sebuah pohon T yang memuat semua titik di G disebut pohon rentang/ pembangun (spanning tree) dari G. heri sutarno - 131410892 32

Teorema Graf G terhubung jika dan hanya jika G memuat pohon rentang. Penandaan (labelling) pada Graf Pohon Teorema (Teorema Cayley) Banyaknya pohon bertanda yang berbeda dengan n titik ada sebanyak n 2 n buah. heri sutarno - 131410892 33

Pohon Rentang Minimum Di antara semua pohon rentang di G, pohon rentang yang berbobot minimum dinamakan pohon rentang minimum Algoritma yang dapat digunakan untuk mendapatkan pohon rentang minimum ditemukan oleh Kruskal. Pohon Biner Pohon biner adalah pohon yang setiap titik cabangnya mempunyai maksimum dua buah anak. heri sutarno - 131410892 34

Pohon yang semua titiknya terletak di bagian kiri saja atau di bagian kanan saja disebut pohon condong (skewed tree). Pohon yang condong ke kiri disebut pohon condong kiri (skew left), dan pohon yang condong ke kanan disebut pohon condong kanan (skew right). heri sutarno - 131410892 35

Pohon biner penuh (full binary tree) adalah pohon biner yang setiap titiknya mempunyai tepat dua buah anak, kiri dan kanan, kecuali titik terbawahnya. Pohon biner penuh dengan tinggi h memiliki h jumlah daun sebanyak 2, sedangkan jumlah seluruh titiknya adalah: S 2 0 2 1 2 2... 2 h 2 h 1 1 heri sutarno - 131410892 36

Salah satu terapan pohon biner adalah pohon ekspresi (expression tree). Pohon ekspresi ialah pohon biner dengan daun berupa operand dan titik dalam berupa operator. Tanda kurung tidak lagi diperlukan bila suatu ekspresi aritmetik direpresentasikan sebagai pohon biner. heri sutarno - 131410892 37

Pohon ekspresi digunakan oleh compiler bahasa tingkat tinggi untuk mengevaluasi ekspresi yang ditulis dalam notasi infix, postfix, dan prefix. Ekspresi (a + b)*(c/(d + e)) adalah dalam bentuk infix, sedangkan ekspresi prefix nya adalah * + a b / c + d e dan ekspresi postfix nya adalah a b + c d e + / *. heri sutarno - 131410892 38

6 Graf Planar (Planar Graph) Sebuah graf G disebut planar, jika G dapat digambar pada bidang datar sedemikian hingga sisi-sisinya tidak ada yang saling berpotongan, kecuali mungkin pada titik-titik akhir dari sisi-sisi tersebut. heri sutarno - 131410892 39

Teorema (Teorema Kuratowski, 1930) Sebuah graf G nonplanar jika dan hanya jika G memuat sebuah graf bagian yang homeomorfik dengan graf K3,3 atau K5. Teorema (Formula Euler) Jika G graf bidang terhubung, maka V(G) - E(G) + F(G) = 2. heri sutarno - 131410892 40

Graf Dual (Dual Graph) Lemma: Jika G adalah graf bidang dan terhubung dengan n titik, m sisi, dan f muka, maka graf dualnya G* akan mempunyai n* = f titik, m* = m sisi, dan f* = n muka. heri sutarno - 131410892 41

Pewarnaan Graf Mewarnai sebuah graf berarti memberi warna pada setiap titik graf itu sedemikian hingga titik yang berdekatan mendapat warna berbeda. Bila suatu graf G dapat diwarna dengan tidak kurang dari n warna, maka G dikatakan memiliki bilangan khromatik ( (G)) n. heri sutarno - 131410892 42

Secara umum, jika suatu siklus memiliki titik yang banyaknya genap, maka siklus itu dapat diwarnai menggunakan dua warna. Graf lengkap Kn dapat diwarnai dengan menggunakan n warna. Karena setiap titik saling berdekatan dengan titik lainnya, maka kurang dari n warna tidak cukup untuk mewarna graf itu. Jadi Kn memiliki bilangan khromatik n. heri sutarno - 131410892 43

Suatu graf G bukan nol tidak memiliki siklus yang panjangnya ganjil, jika dan hanya jika G dapat diwarna dengan 2 warna. Pewarnaan Sisi Jumlah warna minimal yang dapat digunakan untuk mewarnai sisi-sisi dalam suatu graf G disebut indeks khromatik G dinotasikan (G). heri sutarno - 131410892 44

Jika G adalah graf sederhana yang derajat maksimum titiknya adalah m, maka indeks khromatiknya (G) adalah : m (G) m+1. Jika G adalah graf sederhana bipartit yang derajat maksimum titiknya ( (G)) adalah m, maka (G) = m. heri sutarno - 131410892 45

heri sutarno - 131410892 46