Bab 5 Masalah Penugasan

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 5 MASALAH PENUGASAN

MASALAH PENUGASAN PENDAHULUAN

PROGRAM MAGISTER TEKNIK SIPIL UNLAM

Operations Management

#8 Operation Research : Assignment

TEKNIK RISET OPERASI UNDA

MODUL PRAKTIKUM RISET OPERASIONAL 1

Azwar Anas, M. Kom 11/1/2016. Azwar Anas, M. Kom - STIE-GK Muara Bulian

Pertemuan 5 Penugasan Tanpa Dummy

Manajemen Sains. Eko Prasetyo. Teknik Informatika UMG Modul 6 MODEL PENUGASAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Metode Penugasan. Iman P. Hidayat

Masih ingat khan, bahwa kedua fungsi di atas berasal dari tabel penyederhanaan yg dibuat pada kasus berikut ini :

Materi #13. TKT306 Perancangan Tata Letak Fasilitas T a u f i q u r R a c h m a n

Manajemen Sains. Model Penugasan (Assignment Modelling) Eko Prasetyo Teknik Informatika Univ. Muhammadiyah Gresik 2011

Pembahasan Materi #14

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Analisis Penempatan Tenaga Kerja Dengan Metode Hungarian Pada UD. Sate Yayu SYIFAH FAUZIAH Dosen Pembimbing : Dr..Bagus Nurcahyo, SE., MM.

BAB III. Persoalan Penugasan Multi Kriteria

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berhubungan dengan pendistribusian barang dari sumber (misalnya, pabrik) ke

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

PENGGUNAAN ALGORITMA HUNGARIAN DALAM MENYELESAIKAN PERSOALAN MATRIKS BERBOBOT

ASSIGNMENT MODEL MATAKULIAH RISET OPERASIONAL Pertemuan Ke-12

TRANSPORTASI, PENUGASAN, PEMINDAHAN

ASSIGNMENT MODEL MATAKULIAH RISET OPERASIONAL Pertemuan Ke-10. Riani Lubis Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

BAB 2 LINIER PROGRAMMING DENGAN SIMPLEX

ASSIGNMENT MODEL. Pertemuan Ke-10. Riani Lubis. Universitas Komputer Indonesia

TRANSPORTASI, PENUGASAN, PEMINDAHAN

DESAIN PEKERJAAN DAN ASSIGNMENT PROBLEM DALAM PENGELOLAAN KARYAWAN Oleh: Muhammad Isa Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Padangsidimpuan

Bab 6 Teori Permainan (Dua pemain-jumlah Nol)

Masalah Penugasan. Tujuan : Memahami dan membuat formulasi model dari permasalahan alokasi sumber daya yang ada dan solusinya

MODIFIKASI METODE HUNGARIAN UNTUK PENYELESAIAN MASALAH PENUGASAN

Pencapaian Biaya Minimum Menggunakan Metode Hungarian Dan Daftar Kombinasi

2

Program Intensif SBMPTN Matematika Dasar KAJI LATIH 13 (STATISTIKA)

Tentukan alokasi hasil produksi dari pabrik pabrik tersebut ke gudang gudang penjualan dengan biaya pengangkutan terendah.

Optimasi Penugasan Menggunakan Metode Hungarian Pada CV. L&J Express Malang (Kasus Minimasi)

PERTEMUAN 12 KEMEROSOTAN (DEGENERACY)

MODEL PENUGASAN. Tujuan optimasi adalah meminimumkan biaya penugasan atau memaksimumkan keuntungan dari penugasan.

18/09/2013. Ekonomi Teknik / Sigit Prabawa / 1. Ekonomi Teknik / Sigit Prabawa / 2

TRANSPORTASI & PENUGASAN

OPTIMALISASI MASALAH PENUGASAN MENGGUNAKAN METODE HUNGARIAN (Studi kasus pada PT Pos Indonesia (Persero) Pontianak)

BAB IV PEMBAHASAN. Dalam bab ini akan dibahas tentang pengimplementasian Zero Point Method

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PROGRAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR KELAS II SEMESTER 2

SOAL LATIHAN. Kerjakan soal-soal berikut ini dengan singkat dan jelas!

Area Pasar. Gambar 1. Alokasi Masalah/Metode Penugasan

BAB VII METODE TRANSPORTASI

PROGRAM LINIER METODE SIMPLEKS

PROGRAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR KELAS I - SEMESTER 2

BAB 2 LANDASAN TEORI

Masalah Penugasan (Assignment Problem) Bentuk khusus metode transportasi

BAB II LANDASAN TEORI

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN UNTUK OPTIMASI PENUGASAN DALAM PROYEK PENGEMBANGAN WEBSITE DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA HUNGARIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KONDISI KONFLIK (GAME THEORY)

OPTIMALISASI PENDAPATAN PADA CV. PALUNESIA COLLECTION TEAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE HUNGARIAN

FACTORIAL DESIGN: LATIHAN SOAL Statistik Psikologi. Unita Werdi Rahajeng

MASALAH PENUGASAN (ASSIGNMENT PROBLEMS)

SOLUSI PENCAPAIAN BIAYA MINIMUM BAGI PASANGAN LIMA PEKERJAAN DAN LIMA MESIN MENGGUNAKAN METODE HUNGARIAN

Manajemen Proyek PERT R EMUA U N 9

Prof. Dr. Ir. ZULKIFLI ALAMSYAH, M.Sc. Program Magister Agribisnis Universitas Jambi

Judul Daftar. sel. Tahun Banyak Harga Banyak Harga (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan

PENERAPAN MATRIK DAN ALJABAR VEKTOR PADA MASALAH PENUGASAN DENGAN METODE HUNGARIA. Januari Ritonga ABSTRAK

BAB 2 LANDASAN TEORI

TEKNIK RISET OPERASI

PENGOPTIMALAN BIAYA DISTRIBUSI BARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE TRANSPORTASI PADA PT. YUSINDO MITRA PERSADA

Pertemuan 6 Penugasan Dengan Dummy

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB V P E N U T U P. 5.1 Simpulan

Soal dan Jawaban Tes

RENCANAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD

Metode Transportasi. Muhlis Tahir

ANALISIS ALOKASI TENAGA KERJA UNTUK MEMAKSIMALKAN LABA PADA CV ANUGRAH TIRTA DIKABUPATEN PANGKALAN BUN. Okti Umi Widhayati

METODE SIMPLEKS DALAM PROGRAM LINIER

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem dan Model Pengertian sistem Pengertian model

PERTEMUAN 10 METODE PENDEKATAN VOGEL / VOGEL S APPROXIMATION METHOD (VAM)

PERTEMUAN 9 MENENTUKAN SOLUSI FISIBEL BASIS AWAL

METODE TRANSPORTASI. Dr. Mohammad Abdul Mukhyi, SE., MM

SD kelas 4 - MATEMATIKA PECAHAN (K13 REVISI 2016)UJI KOMPETENSI PECAHAN (K13 REVISI 2016)

S I L A B U S. : Memecahkan Masalah Berkaitan dengan Konsep Matrik. Alokasi Waktu. Kompetensi Dasar. Materi Pembelajaran. Sumber Belajar.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Guru M1 M2 M3 M4 Pekerjaan P P P P

Model Penempatan Guru Sekolah Dasar Negeri Kabupaten. Magelang dengan Algoritma Weighted Product dan Hungarian

MAKSIMALISASI KEUNTUNGAN DENGAN PENDEKATAN METODE SIMPLEKS Kasus pada Pabrik Sosis SM

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN

30 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Kelas IV

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

INVERS MATRIKS DENGAN PENDEKATAN REALISTIK MATEMATIKA

DIKTAT MATEMATIKA II

METODE SIMPLEKS DALAM PROGRAM LINIER

OPTIMASI DISTRIBUSI BERAS MENGGUNAKAN METODE HUNGARIAN ( STUDI KASUS : PERUM BULOG DIVRE SULAWESI TENGAH )

A. Soal isian singkat 1. Temukan nilai A yang memenuhi operasi berikut ini: x : 5 20

BAB 2 LANDASAN TEORI

METODE SIMPLEKS DALAM PROGRAM LINIER

BAB IV HASIL PENELITIAN. Tabel 4 Hasil Pekerjaan Siswa

Riset Operasi GAME THEORY. Evangs Mailoa, S.Kom., M.Cs.

Transkripsi:

Bab 5 Masalah Penugasan Masalah penugasan berkaitan dengan keinginan perusahaan dalam mendapatkan pembagian atau alokasi tugas (penugasan) yang optimal, dala arti apabila penugasan tersebut berkaitan dengan keuntungan maka bagaimana alokasi tugas atau penugasan tersebut dapat memberikan keuntugan yang maksimal, begitu pula sebaliknya bila menyangkut biaya. Penyelesaian masalah penugasan biasanya dilakukan dengan menggunakan metode Hungarian yang pada tahun 1916 dikembangkan oleh seorang ahli matematika berkebangsaan Hungaria yang bernama D KÖnig. Secara umum lagkah-langkah penyelesaian masalah penugasan yang normal adalah : 1. Identifikasi dan penyederhanaan masalah dalam bentuk tabel penugasan 2. Untuk kasus minimalisasi, mencari biaya terkecil untuk setiap baris, dan kemudian menggunakan biaya terkecil tersebut untuk mengurangi semua biaya yang ada pada baris yang sama. Sedangkan untuk kasus maksimalisasi, mencari nilai tertinggi untuk setiap baris yang kemudian nilai tertinggi tersebut dikurangi dengan semua nilai yang ada dalam baris tersebut. 3. Memastikan semua baris dan kolom sudah memiliki nilai nol. Apabila masih ada kolom yang belum memiliki nilai nol, maka dicari nilai terkecil pada kolom tersebut untuk selanjutnya digunakan untuk mengunrangi semua nilai yang ada pada kolom tersebut 4. Setelah semua baris dan kolom memiliki nilai nol, maka langkah selanjutnya adalah memastikan atau mengecek apakah dalam tabel penugasan tersebut, telah berhasil ditemukan nilai nol, sebanyak sumber daya (bisa karyawan, mesin, alat transportasi, atau sumber daya lainnya) yang juga tercermin dengan jumlah barisnya. Misalnya bila yang akan ditugaskan adalah 4 karyawan, maka harus ditemukan nilai nol sebanyak 4 buah yang terletak di baris dan kolom yang berbeda. Sebaiknya dimulai dari baris yang hanya memiliki 1 nilai nol. Langkah ini menganduk arti bahwa setiap karyawan hanya dapan ditugaskan pada satu pekerjaan saja. 5. Apabila belum, maka langkah selanjutnya adalah menarik garis yang menghubungkan minimal dua buah nilai nol dalam tabel penugasan tersebut. 6. Selanjutnya, perhatikan nilai-nilai yang belum terkena garis. Pilih nilai yang paling kecil, kemudian pergunakan untuk mengurangi nilai-nilai lain yang belum terkena garis, dan gunakan untuk menambah nilai-nilai yang terkena garis dua kali. 7. Dari hasil lagkah ke-6 tersebut, apakah sekarang telah berhasil ditemukan nilai nol sejumlah atau sebanyak sumber daya (bisa karyawan, mesin, alat transportasi, atau sumber daya lainnya) yang juga tercermin dengan jumlah barisnya.. Jika sudah, maka masalah penugasan telah optimal, dan apabila belum maka perlu diulangi langkah penyelesaian ke-5 di atas. Bahan Kuliah OR Aris B. Setyawan 73

Sebagai catatan, kasus penugasan dianggap normal apabila jum;lah sumber daya yang akan ditugaskan dan jumlah pekerjaan atau tujuan adalah sama. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh kasus berikut ini. A. Masalah Minimalisasi (untuk kasus normal) Sebuah perusahaan memiliki 4 orang karyawan yang harus menyelesaikan 4 pekerjaan yang berbeda. Karena sifat pekerjaan dan juga ketrampilan, karakteristik dari masingmasing karyawan, maka biaya yang timbul dari berbagai alternatif penugasan dari ke-4 karyawan tersebut juga berbeda, seperti terlihat dari tabel / matrik penugasan berikut ini : Karyawan Pekerjaan I II III IV A B C D 14 25 17 20 16 20 1 1 21 23 1 22 17 20 16 Catatan : Nilai-nilai dalam tabel tersebut dalam rupiah. Dari kasus penugasan tersebut di atas, penyelesaiannya adalah : Langkah 1 Mencari biaya terkecil untuk setiap baris, dan kemudian menggunakan biaya terkecil tersebut untuk mengurangi semua biaya yang ada pada baris yang sama. Dengan langkah ini hasil yang diperoleh adalah : 0 5 3 7 0 2 7 3 5 0 3 0 1 2 2 0 Langkah 2 Memastikan semua baris dan kolom sudah memiliki nilai nol. Dan ternyata masih ada kolom yang belum memiliki nilai nol, yakni kolom 3. Dengan demikian perlu dicari nilai terkecil pada kolom tersebut untuk selanjutnya digunakan untuk mengunrangi semua nilai yang ada pada kolom tersebut, sehingga akan menjadi : 0 5 1 7 0 2 5 3 5 0 1 0 1 2 0 0 Bahan Kuliah OR Aris B. Setyawan 74

Nah, sekarang setiap baris dan kolom sudah memiliki nilai nol, maka langkah selanjutnya adalah : Langkah 3 Langkah selanjutnya adalah memastikan atau mengecek apakah dalam tabel penugasan tersebut, telah berhasil ditemukan nilai nol, sebanyak sumber daya (bisa karyawan, mesin, alat transportasi, atau sumber daya lainnya) yang juga tercermin dengan jumlah barisnya. Misalnya bila yang akan ditugaskan adalah 4 karyawan, maka harus ditemukan nilai nol sebanyak 4 buah yang terletak di baris dan kolom yang berbeda. Sebaiknya dimulai dari baris yang hanya memiliki 1 nilai nol. Langkah ini menganduk arti bahwa setiap karyawan hanya dapan ditugaskan pada satu pekerjaan saja. Perhatikan! Dari matrik di atas ternyata nilai nol yang ditemukan dalam baris 1 dan 2, meskipun berbeda baris namun masih berada dalam kolom yang sama, sehingga dapat dipastikan masalah belum optimal dan perlu dilanjutkan ke langkah berikutnya. Langkah 4 Karena belum optimal maka langkah selanjutnya adalah menarik garis yang menghubungkan minimal dua buah nilai nol dalam tabel penugasan tersebut, seperti terlihat pada tabel atau matrik berikut ini : 0 5 1 7 0 2 5 3 5 0 1 0 1 2 0 0 Dari langkah di atas terlihat bahwa garis yang berhasil dibuat adalah tiga, dengan menyisakan beberapa nilai yang tidak terkena garis. Langkah 5 Selanjutnya, perhatikan nilai-nilai yang belum terkena garis. Pilih nilai yang paling kecil (dari tabel di atas adalah nilai 1), kemudian nilai 1 tersebut dipergunakan untuk mengurangi nilai-nilai lain yang belum terkena garis, dan gunakan untuk menambah nilai-nilai yang terkena garis dua kali. Dengan langkah ini hasilnya adalah : 0 4 0 6 0 1 4 2 6 0 1 0 2 2 0 0 Perhatikan! semua nilai yang tidak terkena garis nilainya akan berkurang sebesar nilai terkecil dari nilai yang belum terkena garis sebelumnya. Sementara itu nilai 5 dan 1 pada kolom 1 akan bertambah 1, karena kedua nilai tersebut terkena garis dua kali. Bahan Kuliah OR Aris B. Setyawan 75

Langkah 6 Dari hasil lagkah di atas tersebut, apakah sekarang telah berhasil ditemukan nilai nol sejumlah atau sebanyak sumber daya (bisa karyawan, mesin, alat transportasi, atau sumber daya lainnya) yang juga tercermin dengan jumlah barisnya (mulai dari baris yang hanya memiliki 1 nilai nol)? Dari tabel atau matrik di atas ternyata telah berhasil ditemukan 4 nilai nol ( sejumlah karyawan yang akan ditugaskan), yang berada di baris dan kolom yang berbeda. 0 4 0 6 0 1 4 2 6 0 1 0 2 2 0 0 Dari hasil di atas dapat dikatakan bahwa kasus penugasan tersebut telah optimal, dengan alokasi penugasan sebagai berikut : Karyawan A ditugaskan mengerjakan pekerjaan III dengan biaya Rp 1,- Karyawan B ditugaskan mengerjakan pekerjaan I dengan biaya Rp 14,- Karyawan C ditugaskan mengerjakan pekerjaan II dengan biaya Rp 20,- Karyawan D ditugaskan mengerjakan pekerjaan IV dengan biaya Rp 16,- --------- + Total biaya Rp 6,- Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan metode Hungarian, kasus penugasan dalam perusahaan di atas dapat diselesaikan dengan biaya optimal sebesar Rp 6,- B. Masalah Maximalisasi (untuk kasus normal) Sebuah perusahaan memiliki 5 orang karyawan yang harus menyelesaikan 5 pekerjaan yang berbeda. Karena sifat pekerjaan dan juga ketrampilan, karakteristik dari masingmasing karyawan, produktifitas atau keuntungan yang timbul dari berbagai alternatif penugasan dari ke-5 karyawan tersebut juga berbeda, seperti terlihat dari tabel / matrik penugasan berikut ini : Pekerjaan Karyawan A B C D E I II III IV V 14 9 13 12 13 9 7 14 Catatan : Nilai-nilai dalam tabel tersebut dalam rupiah. 16 11 13 12 11 17 Bahan Kuliah OR Aris B. Setyawan 76

Dari kasus penugasan tersebut di atas, penyelesaiannya adalah : Langkah 1 Mencari produktifitas atau keuntungan terbesar untuk setiap baris, dan kemudian nilai tersebut dikurangi dengan semua nilai produktifitas yang ada pada baris yang sama. Dengan langkah ini hasil yang diperoleh adalah : 5 3 5 7 0 1 5 6 0 2 3 4 5 4 0 3 1 0 5 7 4 3 6 0 Langkah 2 Memastikan semua baris dan kolom sudah memiliki nilai nol. Dan ternyata masih ada kolom yang belum memiliki nilai nol, yakni kolom 3. Dengan demikian perlu dicari nilai terkecil pada kolom tersebut untuk selanjutnya digunakan untuk mengunrangi semua nilai yang ada pada kolom tersebut, sehingga akan menjadi : 4 2 2 7 0 0 4 3 0 2 2 3 2 4 0 2 0 5 0 5 6 3 0 6 0 Nah, sekarang setiap baris dan kolom sudah memiliki nilai nol, maka langkah selanjutnya adalah : Langkah 3 Langkah selanjutnya adalah memastikan atau mengecek apakah dalam tabel penugasan tersebut, telah berhasil ditemukan nilai nol, sebanyak sumber daya (bisa karyawan, mesin, alat transportasi, atau sumber daya lainnya) yang juga tercermin dengan jumlah barisnya. Misalnya bila yang akan ditugaskan adalah 5 karyawan, maka harus ditemukan nilai nol sebanyak 5 buah yang terletak di baris dan kolom yang berbeda. Sebaiknya dimulai dari baris yang hanya memiliki 1 nilai nol. Langkah ini menganduk arti bahwa setiap karyawan hanya dapan ditugaskan pada satu pekerjaan saja. Perhatikan! Dari matrik di atas ternyata nilai nol yang ditemukan dalam baris 1 dan 3, meskipun berbeda baris namun masih berada dalam kolom yang sama, sehingga dapat dipastikan masalah belum optimal dan perlu dilanjutkan ke langkah berikutnya. Langkah 4 Karena belum optimal maka langkah selanjutnya adalah menarik garis yang menghubungkan minimal dua buah nilai nol dalam tabel penugasan tersebut, seperti terlihat pada tabel atau matrik berikut ini : Bahan Kuliah OR Aris B. Setyawan 77

4 2 2 7 0 0 4 3 0 2 2 3 2 4 0 2 0 5 0 5 6 3 0 6 0 Dari langkah di atas terlihat bahwa garis yang berhasil dibuat adalah empat, dengan menyisakan beberapa nilai yang tidak terkena garis. Langkah 5 Selanjutnya, perhatikan nilai-nilai yang belum terkena garis. Pilih nilai yang paling kecil (dari tabel di atas adalah nilai 2), kemudian nilai 2 tersebut dipergunakan untuk mengurangi nilai-nilai lain yang belum terkena garis, dan gunakan untuk menambah nilai-nilai yang terkena garis dua kali. Dengan langkah ini hasilnya adalah : 2 0 0 5 0 0 4 3 0 4 0 1 0 2 0 2 0 5 0 7 6 3 0 6 2 Perhatikan! semua nilai yang tidak terkena garis nilainya akan berkurang sebesar (2) atau nilai terkecil dari nilai yang belum terkena garis sebelumnya. Sementara itu nilai 2, 5 dan 0 pada kolom 5 akan bertambah 2, karena kedua nilai tersebut terkena garis dua kali. Langkah 6 Dari hasil lagkah di atas tersebut, apakah sekarang telah berhasil ditemukan nilai nol sejumlah atau sebanyak sumber daya (bisa karyawan, mesin, alat transportasi, atau sumber daya lainnya) yang juga tercermin dengan jumlah barisnya (mulai dari baris yang hanya memiliki 1 nilai nol yakni baris ke-5)? Dari tabel atau matrik di atas ternyata telah berhasil ditemukan 5 nilai nol ( sejumlah karyawan yang akan ditugaskan), yang berada di baris dan kolom yang berbeda. 2 0 0 5 0 0 4 3 0 4 0 1 0 2 0 2 0 5 0 7 6 3 0 6 2 Dari hasil di atas dapat dikatakan bahwa kasus penugasan tersebut telah optimal, dengan alokasi penugasan sebagai berikut : Bahan Kuliah OR Aris B. Setyawan 7

Karyawan A ditugaskan mengerjakan pekerjaan II dengan biaya Rp 12,- Karyawan B ditugaskan mengerjakan pekerjaan I dengan biaya Rp 14,- Karyawan C ditugaskan mengerjakan pekerjaan V dengan biaya Rp 12,- Karyawan D ditugaskan mengerjakan pekerjaan IV dengan biaya Rp 16,- Karyawan C ditugaskan mengerjakan pekerjaan III dengan biaya Rp 14,- --------- + Total biaya Rp 6,- Namun demikian, alternatif lain dari penugasan di atas dapat dipilih seperti terlihat pada tabel berikut ini : 2 0 0 5 0 0 4 3 0 4 0 1 0 2 0 2 0 5 0 7 6 3 0 6 2 Karyawan A ditugaskan mengerjakan pekerjaan V dengan biaya Rp,- Karyawan B ditugaskan mengerjakan pekerjaan IV dengan biaya Rp,- Karyawan C ditugaskan mengerjakan pekerjaan I dengan biaya Rp 9,- Karyawan D ditugaskan mengerjakan pekerjaan II dengan biaya Rp,- Karyawan C ditugaskan mengerjakan pekerjaan III dengan biaya Rp 14,- --------- + Total biaya Rp 6,- Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan metode Hungarian, kasus penugasan dalam perusahaan di atas dapat diselesaikan dengan biaya optimal sebesar Rp 6,- Catatan : Dalam praktek sehari-hari, tidak semua masalah penugasan memiliki matrix biaya atau keuntungan seperti dalam dua contoh kasus di atas. Ada kalanya seorang karyawan misalnya, tidak dapat dialokasikan atau ditugaskan untuk sebuah pekerjaan tertentu (karena alasan, usia, jenis kelamin, ketrampilan yang tidak memadai, kondisi fisik, atau karena sebab lainnya). Dengan demikian karyawan dengan keterbatasan seperti itu tidak dapat dipaksakan mengerjakan sebuah pekerjaan yang memang tidak mungkin baginya. Untuk mengatasi hal semacam ini, maka dalam proses penyelesaiannya, perlu ditambahkan sebuah bilangan yang sangat besar, dan disebut dengan bilangan M (untuk masalah minimalisasi) dan M (untuk masalah maximalisasi). Proses penyelesaian selanjutnya dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti pada kasus penugasan yang normal, hanya saja pada keptusan optimalnya akan dihindari menugaskan karyawan pada tugas yang memiliki bilangan M atau M tersebut. Bahan Kuliah OR Aris B. Setyawan 79