SISTEM INFORMASI PERUSAHAAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SISTEM INFORMASI PERUSAHAAN"

Transkripsi

1 SISTEM INFORMASI PERUSAHAAN CHAPTER 1 PENGANTAR Integrated enterprise information system: Enterprise (perusahaan): organisasi yang didirikan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan melibatkan aktivitas yang produktif dan sistematis Information system (sistem informasi): jaringan kerja dari semua saluran komunikasi yang digunakan dalam suatu organisasi Integration (integrasi): aktivitas untuk mengkombinasikan beberapa bagian menjadi satu kesatuan yang utuh Sistem informasi perusahaan terintegrasi (integrated enterprise information system): suatu himpunan saluran komunikasi pada suatu organisasi bisnis, yang dikombinasikan sedemikian rupa sehingga membentuk suatu jaringan kerja dimana informasi dikumpulkan dan disebarkan Business Process Reengineering adalah analisis dan desain ulang dari workflow di dalam dan antar perusahaan (+) Memotong biaya dan meningkatkan fungsionalitas ( menghilangkan tahapan kerja yang tidak penting, penggunaan IT dalam sistem kerja ) (+) Mengidentifikasi waste / masalah / inefisiensi (BPR membantu menunjukan proses, item, dan orang yang tidak efisien ) (-) Menurunkan moral pekerja (ada beberapa pekerja yang mungkin menentang BPR atau kelebihan tanggung jawab karena tugas dan standar yang baruu) (-) Membutuhkan investasi (BPR membutuhkan investasi yang terkadang tidak murah, seperti untuk penerapan software baru dan training) Contoh Bussiness Process CHAPTER 2 REPRESENTASI DAN REA Model Suatu simplifikasi dari sesuatu pada realita. Dibuat dengan tujuan tertentu.menghilangkan detil yang tidak dibutuhkan untuk tujuan tersebut. Contoh: maket, model mobil, dll Mengapa model dibutuhkan untuk sistem perusahaan? - Model dibuat agar kita dapat memahami sistem yang sedang dikembangkan. Pemodelan sangat bermanfaat untuk meminimalkan kompleksitas dan memungkinkan pengembangan solusi sistem perusahaan. Sistem perusahaan biasanya sangat besar dan kompleks untuk dapat dipahami secara menyeluruh - Tujuan pemodelan dalam sistem perusahaan adalah untuk menciptakan representasi realita bisnis dalam suatu bentuk yang bisa dibaca oleh computer Dimulai dengan membuat representasi di atas kertas dari realita perusahaan. Kemudian Menerjemahkan model di atas kertas tersebut ke dalam format yang compatible dengan paket perangkat lunak basis data Model yang baik adalah: - Model yang sedapat mungkin menyerupai realita yang sesungguhnya - Model yang baik dapat di-ekpresikan dalam berbagai tingkatan presisi - Model yang baik dapat dipecah menjadi model-model kecil untuk pengujian fitur dan dapat di-agregasi-kan untuk tinjauan holistik Object Patterns adalah kumpulan stereotip benda dan hubungan antar mereka Dalam menentukan benda & hubungannya, Andaipun kita tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu di realita, bila C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2148

2 kita memiliki pengetahuan (baik secara first-hand ataupun second-hand) tentang sesuatu yang mirip dengan hal tersebut - kita dapat menggunakan pengetahuan tentang obyek yang kita kenal pada obyek yang kita tidak kenal proses sumber daya manusia, proses konversi (manufaktur) dan proses sales/collection RSWS value chain level REA Model (Summarized Version) Dalam pemodelan konseptual, pola obyek disebut stereotypical constellation of entities : Suatu kumpulan entitas dan hubungan yang kita harapkan eksis pada realita Pada tingkatan proses bisnis, REA adalah suatu pola yang secara khusus dibuat untuk merepresentasikan perusahaan dan menjadi fondasi bagi sistem informasi perusahaan yang terintegrasi Script Patterns Rangkaian stereotip event (kejadian) yang biasanya terjadi sebagai kombinasi antar satu sama lain. Sama seperti pada pola obyek, scripts pattern merupakan pattern-based thinking yang diaplikasikan pada rangkaian events. Kombinasi dari pola obyek dan script pattern dapat digunakan untuk memodelkan sistem perusahaan Enterprise Ontology Usaha untuk mendefinisikan hal-hal tentang perusahaan yang harus direpresentasikan REA Enterprise Ontology (Konstruksi dasar) : Resources: sesuatu dengan nilai ekonomis yang disediakan atau dikonsumsi oleh perusahaan Events: aktivitas dalam perusahaan yang harus direncanakan, dikendalikan, dieksekusi dan dievaluasi Agents: individu, departemen, divisi atau organisasi yang berpartisipasi dalam pengendalian dan eksekusi events 3. Business Process Level (object-based pattern): Fokus pada satu atau lebih siklus transaksi dalam suatu enterprise s value chain. Memperluas representasi dengan menyertakan berbagai jenis resources, events dan agents serta hubungan (relationship) diantara mereka. Tingkatan REA Enterprise Ontology : 1. Value system level (object-based pattern): Fokus pada resources yang dipertukarkan antara perusahaan dengan berbagai mitra eksternalnya (pemasok, konsumen, kreditur/investor, karyawan). Kombinasi value system dari para mitra bisnis membentuk rantai pasokan RSWS Value System Level REA Model Hubungan: o Stockflow (hubungan antara resources and events naik atau turun) o Dualitas (hubungan antara increment economic events dan decrement economic events) o Kontrol (hubungan antara events and agents yang berpartisipasi) 2. Value chain level (script-based pattern) Fokus pada aliran resources antar berbagai proses bisnis yang terhubung satu sama (interconnected business processes) lain dan pada events ekonomis yang menyebabkan aliran resources. Interconnected business processes yang lazim disertakan dalam model REA, value chain level: proses keuangan, proses akuisisi/pembayaran, 4. Task Level (script-based pattern) Fokus pada tahapan individual yang menyebabkan events dalam perusahaan. Dapat digambarkan dalam berbagai format seperti fishbone diagram, system flowchart, data flow diagram, process model, dll C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2149

3 Markeing & sales = aktivitas menarik pelanggan untuk membeli Service = aktivitas jasa untuk meningkatkan atau memelihara nilai produk 1. UTS a. Apakah yang dimaksud dengan business process reengineering (BPR)? Apakah manfaat dari BPR? (5%) b. Jelaskan keempat tingkatan dari REA-Enterprise Ontology dan jelaskan pula tipe pola (object pattern atau script pattern) pada tiap tingkatan pemodelan tersebut! (5%) 2. UTS a. Apa yang dimaksud dengan model dan apa saja karakteristik model yang baik? b. Jelaskan dengan contoh apa yang dimaksud dengan business process! (1 proses) c. Jelaskan perbedaan antara pola object (object pattern) dan pola script (script pattern)! Support value activities : 6. Firm infrastructure = aktivitas pendukung keseluruhan value chain, contoh : manajemen umum, perencanaan, keuangan, akuntansi 7. Human resource = aktivitas perekrutan, pelatihan, pengembangan, dan kompensasi seluruh karyawan 8. Technology development = prosedur teknologi dalam proses peningkatan kualitas produk 9. Procurement = fungsi pembelian input untuk value chain perusahaan Aktivitas perusahaan pada tingkat value system dan value chain : 1. Dapat membantu agar tetap memiliki perspektif 2. Memberi struktur untuk mengarahkan analisis atas tingkatan yang lebih rendah 3. Mempertimbangkan misi dan strategi perusahaan agar tetap konsisten dan proses bisnis bias berkembang Value system Value system = serangkaian sistem yang memuat aliran kegiatan antar pihak yang terlibat dalam core business perusahaan. CHAPTER 3 VALUE CHAIN SYSTEMS Porter s generic value chain : Segala sesuatu yang dilakukan oleh suatu perusahaan harus meciptakan nilai bagi para pelanggannya dengan cara menyediakan barang dan jasa sesuai keinginan pelanggannya, tetapi hal itu membutuhkan biaya. Primary value activities : Inbound logistics = aktivitas penerimaan, penyimpanan, dan pengiriman input Operations = aktivitas proses transformasi input menjadi produk akhir Outbound logistics = aktivitas pengumpulan, penyimpanan, dan distribusi fisik Langkah langkah membuat value system : 1. Buat firm dengan bentuk lingkaran atau oval di tengah 2. Perhatikan aliran resources (uang, persediaan, tenaga kerja, property, asuransi, jasa, energy, dll) yang masuk perusahaan beserta asalnya dari mana, buat tanda panah sebagai penghubung 3. Perhatikan aliran resources (uang, persediaan, tenaga kerja, property, asuransi, jasa, energy, dll) yang keluar dari perusahaan beserta tujuannya kemana, buat tanda panah sebagai penghubung 4. Buat external party (vendor, pelanggan, karyawan, investor) dengan simbol persegi panjang atau persegi sebagai asal dan tujuan aliran resources baik uang maupun non-uang -> untuk eksternal party yang berbeda tapi sumberdaya nya sama atau sebaliknya perusahaan sama C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2150

4 tapi sumberdaya beda maka bias disatukan atau dipisahkan, subjektif sekali 5. Buat aliran uang dan non-uang masuk dan keluar perusahaan dengan menggunakan tanda panah pada model Sumber aliran uang masuk : 1. Dari investor = untuk arus kas (tambahan modal atau asset) 2. Dari kreditur = untuk arus kas (tambahan pinjaman modal) 3. Dari pelanggan = untuk pembayaran atas barang, layanan perbaikan, dan sewa barang Sumber aliran uang keluar : 1. Kepada investor = untuk arus kas masa lalu (pembayaran dividen) 2. Kepada kreditur = untuk arus kas masa lalu (pembayaran hutang) 3. Kepada pemasok = untuk pembayaran bahan mentah, persediaan, properti, peralatan, layanan, utilities 4. Kepada karyawan = untuk tenaga kerja (pembayaran gaji, tunjangan, dll) Value chain level Value chain level dibagi sesuai functional area dengan jobdesc masing masing dan tetap memakai simbol lingkaran atau oval untuk functional area,tanda panah untuk aliran, danpersegi panjang atau persegi untuk jobdesc. Pada tingkat ini analisis fokus pada aliran resources (input) pada proses bisnis internal. Lalu identifikasi apa yang dilakukan perusahaan pada input dan bagaimana perusahaan dapat menghasilkan output. Tiap organisasi biasanya paling tidak memiliki tiga jenis proses bisnis: Proses akuisisi/pembayaran (acquisition/payment): - bertujuan untuk akuisisi, memelihara dan membayar resources yang dibutuhkan organisasi - Karena akuisisi financial resources & human resources memiliki kompleksitas yang berbeda, banyak perusahaan memisahkan aktivitas ini menjadi proses bisnis terpisah: proses keuangan (financing process) & proses sumber daya manusia (human resources process) Proses konversi (conversion) bertujuan untuk mengubah resources yang dibutuhkan menjadi produk & jasa untuk pelanggan Proses penjualan/koleksi (sales/collection) bertujuan untuk menjual dan mengirimkan barang & jasa bagi pelanggan dan mengumpulkan pembayaran - Didalam value chain level terdapat relasi dualitas yang terdiri dari : 1. Increment economic events : meningkatkan resources (stock inflow) 2. Decrement economic events : mengurangi resources (stock outflow) Tiap event (aktivitas) ekonomis dalam tiap siklus pada value chain, berkaitan dengan suatu aliran resource yang masuk/keluar. Contoh : jika ada 3 aliran masuk ke siklus dan hanya ada 1 aliran keluar, maka harus ada 3 event yang menggunakan resources itu da nada 1 event yang menyediakan resources itu. Value chain level = Menggambarkan interkoneksi dari siklus transaksi pada suatu perusahaan dan aliran resources antar mereka. Langkah langkah membuat value chain level : 1. Tulis script berdasarkan deskripsi dan model value system 2. Hubungkan scenes (simbol simbol lingkara atau oval) dengan aliran resources-> scenes pertama dan terakhir merupakan proses keuangan 3. Tentukan economic exchange events untuk tiap scene. Tiap scene paling tidak harus memiliki satu economic decrement event dan satu economic increment event. Tiap aliran resource yang masuk harus dikaitkan dengan suatu economic decrement event dan arus ada suatu event dalam proses yang menggunakan resource tsb. Tiap aliran resource yang keluar harus dikaitkan dengan suatu economic increment event dan harus ada suatu event dalam proses untuk mendapatkan atau menghasilkan resource tsb. Pemodelan sistem perusahaan pada tingkatan value system dan value chain - memberikan gambaran tentang strategi dan stockflow suatu perusahaan dan mengindikasikan perpindahan tanggung jawab atau kepemilikan dari satu C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2151

5 agen atau siklus transaksi ke agen atau siklus transaksi lainnya. Contoh alur dari value chain level di atas : Uang yang didapatkan dari proses keuangan digunakan sebagai input untuk proses akuisisi/pembayaran dan proses penggajian -> Proses penggajian menggunakan uang dan menghasilkan tenaga kerja -> Proses akuisisi/pembayaran menggunakan uang untuk menghasilkan instrumen, material, overhead & peralatan -> Proses konversi mengubah tenaga kerja, material, overhead dan peralatan menjadi aksesoris & layanan perbaikan -> Proses penjualan/pengumpulan menggunakan aksesoris, layanan perbaikan dan instrumen untuk mendapatkan uang. CHAPTER 4 REA MODELLING Pola REA untuk memodelkan tingkatan proses bisnis bebas menggunakan apa saja, antara lain dengan : - Deskripsi naratif - Berbagai diagram dengan notasi yang berbeda - Bahasa terstruktur - Predicate logic notations - Tags seperti yang digunakan pada XML (Extensible Markup Language) & XBRL (Extensible Business Reporting Language) - Notasi bahasa pemrograman Tetapi notasi yang akan digunakan: diagram & bahasa terstruktur yang merupakan turunan dari kumpulan constructs yang dinamakan entity-relationship (ER) modeling (pemodelan relasi entitas) Conceptual Modelling Constructs : 1. Entitas kumpulan objek riil, baik bersifat fisik maupun konseptual (berarti himpunan entitas). Contoh : pelanggan ZARA membentuk himpunan entitas pelanggan dan mereka memiliki identitas yang sama (nama, no tlp, alamat) -> kata instance berarti anggota suatu himpunan 2. Relasi kumpulan asosiasi / hubungan antar entitas (berarti himpunan relasi). Contoh : entitas pelangga IM3 & entitas paket full BB service, relasinya mungkin adalah pendaftaran langganan paket 3. Atribut karakteristik / sifat dasar yang dimiliki entitas dan atau relasi. Atribut derivatif dapat diturunkan atau dihitung dari nilai atribut lain dalam basis data. Contoh : IPK, ranking kelas, biaya konsumsi, dll. Jenisnya ada 2, yaitu : (1) Statik = tidak dapat berubah, contoh : atribut total sale amount dari entitas sale -> kalo ada data penjualan dari pelanggan baru di-input, data jumlah penjualan dari tiap pelanggan lama gak akan berubah. (2) Volatile = akan berubah kalau ada data baru di-input lagi ke sistem, contoh : atribut IPK dari entitas mahasiswa 4. Kardinalitas partisipasi untuk merepresentasikan aturan bisnis, berapa kali suatu himpunan entitas diperbolehkan berpartisipasi dalam suatu relasi. Contoh : entitas pelanggan dengan penjualan, relasinya adalah transaksi jual-beli, misal aturan kardinalitas bagi pelanggan (1,N) artinya minimum pelanggan harus melakukan transaksi pembelian 1 kali dan maksimum tak terhingga. Sedangkan aturan kardinalitas bagi penjualan (0,N) artinya minimum penjualan melakukan transaksi jual beli dengan 0 pelanggan dan maksimum tak terhingga. Baca (min, max). Kardinalitas minimum : jumlah minimum partisipasi yang harus dilakukan. 0 = partisipasi opsional (boleh gak ada samsek), 1 = partisipasi wajib (min harus 1 kali berpartisipasi) Kardinalitas maksimum : jumlah maksimum partisipasi yang boleh dilakukan. 1 = partisipasi max hanya 1 kali, N = partisipasi tak terhingga, sebanyak yang dibutuhkan - 5. Mekanisme abstraksi untuk merepresentasikan kategori entitas / hirarkhi entitas. Typification : bisa menyimpan karakteristik suatu kategori / tipe dari entitas. Contoh : universitas menyimpan karakteristik jumlah maksimum SKS yang boleh diambil per semesternya, Menteri Perekonomian menyimpan karakteristik wage rate per hour dari buruh Indonesia, dll. Atribut kunci primer (primary key attributes) untuk mendeskripsikan anggota dari suatu himpunan entitas atau relasi secara unik dan universal. Atribut sederhana Tidak dapat dipecah lagi. Contoh : jenis kelamin Atribut komposit Dapat dipecah menjadi beberapa atribut lain. Contoh : alamat, bisa dipecah jadi alamat rumah, alamat kantor, dll. C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2152

6 Identifiers: PRIMARY KEY ATTRIBUTE -> yang jadi pembeda utama Relationship: RELATIONSHIP NAME Connected entities: (min,max) ENTITY1 (min,max) ENTITY2 Attributes: ATTRIBUTE NAMES (if any) Objek biasanya disimpan berdasarkan urutan alphabet dari nama dan relasi entitas (urut a-z), ditulis relasi dulu baru entitas. Nama lain notasi ini : BNF Grammar oleh Backus- Nour Form. Entity Relationship (ER) diagram notation = alternatif untuk merepresentasikan constructs yang sama seperti di ER Grammar. Bedanya ini menggunakan simbol gambar / diagram Generalization : menyimpan entitas subtype (anggota entitas yang lebih spesifik) dan supertype (entitas yang lebih general) dengan relasi is - a. Contoh : supertype = instrumen musik subtype = alat music tiup, supertype = jus buah subtype = jus manga Dipakai kalau sebagian karakteristik dimiliki oleh semua entitas subtype, tapi ada juga sebagian karakteristik yang hanya dimiliki subtype tertentu. Contoh atribut karyawan NIK, nama, alamat, no tlp, TTL. Tapi atribut SIM Cuma dimiliki oleh beberapa karyawan. Conceptual Modeling Notations : Beberapa notasi digunakan untuk mengkomunikasikan konsep pemodelan konseptual yang sama. Contoh : Pak Fulan bisa berbicara dengan Bahasa Indonesia, Inggris, Jerman, dan Prancis. - Entity Relationship (ER) grammar notation = notasi menggunakan kata kata / kalimat. *Contoh format notasinya : Entity: ENTITY NAME Attributes: ATTRIBUTE NAMES Entitas C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2153

7 # ER Grammars = diurut berdasarkan nama (secara alfabetis, urut dari a-z) & tiap nama didahului oleh kata Entity dan tanda titik dua. Contoh -> Entity : Customer # ER Diagrams = menggunakan lambang persegi panjang & diberi nama entitas. Contoh -> Relasi # ER Grammars = diurut berdasarkan nama (secara alfabetis, urut dari a-z) & tiap nama didahului oleh kata Relationship dan tanda titik dua. Lalu di bawahnya ditulis kata Connected Entities dan tanda titik dua nama entitas terkait. Contoh # ER Grammars = masukkan ke deskripsi relasi, ditulis setelah nama entitas pada pernyataan Connected Entities dan tanda titik dua. *Contoh -> Relationship: Assigned-to Connected Entities: (0,1) Employee (1,N) Department # ER Diagrams = menggunakan lambang label pada garis antara entitas & relasi. * Contoh Latihan kardinalitas # ER Diagrams = menggunakan lambang belah ketupat & dihubungkan dengan garis lurus ke entitas yang saling memiliki relasi tsb. Contoh -> Atribut # ER Grammars = diurut berdasarkan nama dalam deskripsi entitas dan atau relasi. Dipaling bawah tulis juga kata Identifier dan tanda titik dua lalu nama primary key nya. Contoh Q1: Can at least one sale exist in the database without a related instance of cash receipt? NO! - 1 min on sale Q2: Can at least one sale in the database relate to multiple instances of cash receipt? NO! 1 max on sale Q3: Can at least one cash receipt exist in the database without a related instance of sale? NO! 1min on cahs receipt Q4: Can at least one cash receipt in the database relate to multiple instances of sale? NO! 1 max on cash receipt In other words, all sales are paid for immediately with cash, and sales are the company s only source of cash Langkah langkah membuat REA business process level : 1. Identifikasi Economic Exchange Events (EEE) -> pakai value chain(kalau ada), mana yang menggunakan resources dan mana yang menghasilkan, tiap EEE menjadi suatu entitas dan bukan relasi dualitas. # ER Diagrams = menggunakan lambang lingkaran kecil yang dihungkan dengan garis pendek ke entitas atau relasi terkait. Lingkaran untuk primary key attribute digelapkan Contoh 2. Tambahkan resources EEE -> pakai value chain (kalo ada), tentuin mana yang increment event dana decrement event, tiap resources jadi suatu entitas dan buat relasi stockflow antara resources EEE terkait 3. Tambahkan internal agents pada EEE -> pakai value systems (kalo ada), buat relasi partisipasi diantara event dan agent, tentukan external agent yang jadi sumber dan tujuan aliran resources 4. Tambahkan internal agents pada EEE -> relasi partisipasi, pihak pihak yang bikin increment dan decrement event Kardinalitas partisipasi 5. Tambahkan atribut pada entitas dan relasi 6. Tambahkan kardinalitas partisipasi pada tiap relasi C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2154

8 7. Lakukan validasi model (periksa) REA business process level with extensions : 1. ) Entitas = *Resources dan resources type *Events : (1) Instigation = event yg memulai aktivitas pada proses bisnis, internal (event pemasaran), eksternal (telepon dari orang supplier kita bagian pemasaran). (2) Mutual Commitment Event = event tentang komitmen antara perusahaan dengan mitra bisnis eksternalnya. (3) Economic Exchange Event = event ttg inflow dan outflow resources. *Agen : internal (mewakili perusahaan), eksternal (mitra bisnis) 2. Relasi = *Event Event relationships : (1) Dualitas, menghubungkan encrement dan decrement events. (2) Reciprocal, menghubungkan increment dan decrement commitment event. (3) Fulfillment, menghubungkan commitment event dengan economic event). *Event - Resources relationships : (1) Stockflow, menghubungkan economic events dan resources atau resource types. (2) Reservation, menghubungkan commitment events dan resources atau resource types. *Event - Agent relationships : Partisipasi, menghubungkan events dan agents yang betpartisipasi dalam events. *Agent Agent relationships : (1) Assignment, menghubungkan agen eksternal hanya bila relasinya independen. internal dan (2) Responsibility, menghubungkan agen internal dan eksternal hanya bila agent internal bertanggung jawab atas agent internal lainnya dan relasinya independen. *Resources Agent relationships : Custody, menghubungkan resource dan internal agent hanya bila pertanggungjawaban seorang agen internal atas suatu resource di-track secara terpisah dari tiap event. *Resources Resources relationships : Linkage, menghubungkan dua resources untuk identifikasi resource yang dibuat dari resource lain. berpartisipasi dalam suatu relasi dengan subclass or superclass melalui suatu relasi generalisasi. Kesimpulan : 1. Tujuan model konseptual REA pada proses bisnis untuk merancang arsitektur basis data suatu perusahaan dengan menggunakan pola objek tertentu 2. Komponen-komponen arsitektur basis data yang disertakan dalam pemodelan REA adalah entitas, atribut, relasi dan kardinalitas 3. Tiga jenis entitas utama dalam REA ontology adalah Resources, Events, and Agents 4. Tiga jenis relasi utama dalam REA ontology adalah duality, stockflow, dan participation; jenis tambahan adalah assignment, custody, fulfillment, linkage, reciprocal, reservation, dan responsibility. REA ontology juga membolehkan relasi generalization and typification 5. Tambahannya : assignment, custody, fulfillment, linkage, reciprocal, reservation, responsibility, serta generalization dan typification CHAPTER 5 FLOWCHART Tasks (tugas) adalah tahapan individual yang terkait dalam penyelesaian suatu event dalam suatu perusahaan Events adalah tasks; tetapi tidak semua tasks boleh direpresentasikan sebagai events Task yang pengukurannya tidak mungkin dilakukan atau tidak berbiaya efektif, tidak boleh direpresentasikan sebagai events. Tasks adalah berbagai aktivitas yang dapat dirubah atau dihilangkan tanpa mengubah karakteristik perusahaan secara substansial. Tujuan pemodelan pada level ini, bukan untuk merancang suatu basis data, tetapi untuk mendokumentasikan aliran data dalam suatu perusahaan. Belum ada suatu pola yang teridentifikasi pada task level System Flowchart Mendokumentasikan sistem informasi secara grafis Meringkas halaman-halaman narasi dalam format diagram Fokus pada aspek fisik dari aliran dan proses informasi System Flowcharts: Elemen Dasar System flowcharts dapat digambarkan secara manual ataupun dengan menggunakan alat bantu plastic flowchart template/stencil. System flowcharts dapat pula dibuat dengan menggunakan perangkat lunak computer. Contoh: SmartDraw, Visio, ABC Flowcharter, Microsoft Word and Powerpoint. System flowcharts menggabungkan tiga elemen dasar grafis untuk merepresentasikan berbagai jenis aliran dan proses informasi fisik. *Typification : Tiap resource, event, atau agent dapat dihubungkan pada suatu resource type, event type, atau agent type. *Generalization : Tiap resource, event, agent, dan commitment dapat pula C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2155

9 Flowchart symbols Contoh System Flowchart Flow Chart symbols : Document C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2156

10 More flowchart symbols aliran dokumen dalam sistem. Dalam flowchart, areas of responsibility direpresentasikan dengan menggunakan kolom-kolom terpisah yang diberi label. Areas of responsibility dapat berupa departemen, seksi dalam dalam suatu departemen, ataupun karyawan suatu departemen. Pertimbangkan dengan benar pemilihan tingkat subdivisi yang direpresentasikan oleh suatu kolom Flowchart Preparation Conventions Left-to-right, Top-to-bottom Semua dokumen harus memiliki asal dan tujuan ( cradle to grave documentation ). Setiap duplikat dari dokumen harus menuju: Suatu simbol file permanen Suatu simbol yang melambangkan titik keluar dari sistem, atau Penghubung (connector) ke halaman berikutnya Suatu simbol yang melambangkan penghancuran dokumen (kotak hitam kecil) Sudut dari originating symbol dapat digelapkan sebagai indikasi dari introduksi terhadap sistem Buatlah flowchart dengan rapi. Letakkan responsibility area dengan frequent interchange bersebekahan satu sama lain. Tuliskan narasi hanya di dalam simbol Hindari penjelasan dengan narasi yang tidak perlu Pastikan bahwa setiap dokumen memiliki aliran yang jelas. Gambarkan suatu dokumen : Sebelum dan sesudah tiap proses Masuk dan keluar suatu file Masuk dan pindah (keluar) halaman atau area of responsibility Pastikan bahwa flowchart dibuat secara lengkap Ringkasan system flowchart Kelebihannya: Flowcharts relatif mudah dimengerti oleh pelanggan dan manajer informasi Flowcharts membantu auditor untuk memahami business and systems controls Flow Lines Flow lines (garis aliran) digunakan untuk menghubungan berbagai simbol pada document flowchart. Garis yang tidak putus-putus menggambarkan aliran suatu dokumen atau obyek. Garis titik-titik, atau garis putus-putus menggambarkan suatu aliran informasi, bukan aliran dokumen fisik Beberapa flowchart juga menggambarkan aliran komunikasi, seperti komunikasi dengan menggunakan modem telepon atau satelit. Tanda panah digunakan bila aliran dokumen atau informasi bukan dari kiri ke kanan ataupun dari atas ke bawah Areas of Responsibility Areas of responsibility (Wewenang tanggung jawab) digambarkan agar pembaca flowchart dapat dengan jelas mengetahui perpindahan tanggung jawab seiring dengan Kekurangannya: Flowcharts terikat pada aliran informasi dan karakteristik sistem yang menutupi intisari prosedural suatu sistem Flowcharts dapat bersifat artifactual dan terikat pada teknologi informasi yang sudah kadaluarsa Jenis Data Master files (file induk). Berisikan balance atau status dari entitas. Contoh: vendors, credit customers, persediaan, assets, karyawan. Transaction files (file transaksi). Berisikan data tentang aktivitas. Contoh: pesanan, penjualan, pembayaran. History or archive files (file arsip). Berisikan data historis atau data masa lalu yang tidak aktif. Reference files (file acuan). Berisikan informasi yang dibutuhkan untuk tujuan referensi. Contoh: kurs, harga, kode pos, chart of accounts. C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2157

11 Suspense files. Berisikan data yang menunggu diproses, errors, dan informasi yang hilang Penyimpanan dan Akses Data Penyimpanan sekuensial dan akses sekuensial Records disimpan secara berurutan Untuk mengakses suatu record, perangkat aksesnya harus membaca semua record yang disimpan sebelum record yang diinginkan Tape cartridges dan open reel tapes menggunakan penyimpanan dan akses data sekuensial Penyimpanan secara acak (random Storage) & akses langsung Records disimpan secara acak (tidak berurutan) Setiap record dapat diakses secara langsung tidak bergantung pada posisi fisiknya pada media penyimpanan; perangkat akses tidak harus membaca semua records sebelum record yang diinginkan Pada hard-disk, floppy disk, zip disk, CD-ROM, DVD- ROM, penyimpanan data dilakukan secara acak, dan akses data dapat dilakukan secara langsung Media Kertas Media yang umum digunakan Mudah digunakan Tidak bergantung pada listrik Kekurangan: Bulk (untuk disimpan), Tidak memiliki kemampuan mencari dan pemrosesan otomatis dan Mudah rusak Penyimpanan sekuensial (dapat diberi indeks untuk akses sekuensial berdasarkan indeks) Dapat diperbaharui pada media input fisik yang sama Menambahkan informasi pada dokumen yang sama Pita magnetik (magnetic tape) Pita kaset audio, pita VHS, kaset video kamera 8mm menggunakan pita magnetik Penyimpanan sekuensial dan akses sekuensial Pengurutan (sorting) sangat penting untuk pemrosesan (file transaksi harus diurutkan untuk mencocokkan dengan urutan master file) Media fisik terpisah harus digunakan untuk input dan output pada proses update. Contoh : Master file lama, master file baru Mudah di-backup Bergantung pada listrik dan perangkat keras. Tidak dapat dibaca atau diproses secara langsung oleh manusia Media fisik yang sama dapat digunakan untuk input dan output pada suatu proses update (kecuali bila medianya sudah penuh). Mudah di-backup Bergantung pada listrik dan perangkat keras Tidak dapat dibaca atau diproses secara langsung oleh manusia Metode Pemrosesan Batch: mengakumulasikan data untuk suatu periode waktu. Kemudian semua transaksi pada file transaksi di-posting ke master file dalam suatu processing run (pemrosesan pita selalu dilakukan secara batch) Online: bermakna perangkat input komputer terhubung ke CPU sehingga master file di-update pada saat data transaksi dimasukkan Real-time: bermakna respon langsung terhadap pengguna informasi; data transaksi dimasukkan dan diproses untuk meng-update master file yang berkaitan, dan suatu respon dengan cepat diberikan pada personil yang menyelenggarakan event bisnis sehingga mempengaruhi hasil dari event tersebut Report-time: data yang digunakan untuk membuat laporan (report) diproses seiring dengan pembuatan laporan Data Flow Diagrams (DFD) Simbol DFD digunakan untuk berbagai tujuan analisis sistem, termasuk penggambaran secara grafis alur logika data dalam suatu proses. Tidak seperti flowcharts yang merepresentasikan komponen fisik suatu sistem. informasi, DFD dapat memberikan gambaran non-fisik yang lebih konseptual dari pergerakan data dalam suatu sistem. DFDs mengabaikan hal-hal seperti unit organisasi, komputer tempat data diproses, dan media penyimpanan data. Pergerakan data melalui berbagai kantor dan departemen dalam suatu sistem tertentu tidak direpresentasikan Media digital (disks) hard disk komputer, floppy disks, zip disks, CDs, DVDs, dan memory cards Penyimpanan secara acak. Informasi dapat disimpan di bagian manapun dari media, dapat dibagi-bagi dan disimpan di beberapa lokasi. Contohnya : Defragging suatu hard drive adalah proses untuk mengurutkan data dan menghubungkan kembali semua bagian untuk pemrosesan yang lebih efisien Akses langsung. Dengan indeks, perangkat keras dapat langsung mengakses informasi yang diinginkan dan kemudian memprosesnya. C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2158

12 Data Stores Proses Lingkaran digunakan untuk mewakili proses yang mengambil data inflow dan mengubahnya menjadi information outflow. Tiap lingkaran memiliki dua label : Nomor proses dan Nama proses. Notasi alternatif yang dapat digunakan adalah kotak persegi empat dengan sudut lengkung. Data Sources and Sinks Dua garis paralel digunakan untuk menunjukkan suatu penyimpanan (store) atau koleksi data. Data stores adalah data yang diistirahatkan. Deskripsi tentang isi data store dituliskan di dalam simbol. Data store digunakan bila output suatu proses harus disimpan terlebih dahulu sebelum dikirimkan ke proses yang berikutnya. Notasi alternatif yang dapat digunakan adalah kotak persegi empat yang terbuka di satu sisinya Constraints: Aturan Umum 1) Setiap proses harus memiliki nama unik Bila dua data flow lines (atau data stores) memiliki label yang sama, keduanya harus mengacu pada data flow (atau data store) yang sama 2) Input suatu proses harus berbeda dari output-nya 3) Setiap DFD tidak boleh memiliki lebih dari tujuh proses Constraints: Process rules 4) Tidak bolah ada proses yang hanya memiliki output saja (karena hal tersebut mengindikasikan bahwa proses menghasilkan informasi dari nol). Bila suatu obyek hanya memiliki output maka obyek tersebut pasti suatu source. 5) Tidak boleh ada proses yang hanya memiliki input saja (atau black hole ) - Bila suatu obyek hanya memiliki input, maka obyek tersebut suatu sink 6) Proses harus diberi label frase kata kerja Persegi empat (atau bujur sangkar) melambangkan data (inflow) sources dan (information outflow) sinks. Persegi empat diberi label nama dari data source atau sink/destinasi (contoh pelanggan, vendor, lembaga pemerintah). Sources dan sinks adalah agen eksternal (atau diluar cakupan) sistem yang direpresentasikan dalam diagram. Menjelaskan batasan system Constraints: Data stores 7) Data harus dipindahkan oleh suatu proses; data tidak dapat langsung pindah dari satu data store ke data store lainnya. Data Flow Lines Data flow lines menggambarkan rute data inflow dan information outflow Garis boleh lurus ataupun melengkung. Data flows biasanya diberi label dengan nama data (contoh pesanan pelanggan, tagihan, dll). Panah menunjukkan arah aliran data 8) Data harus dipindahkan oleh proses yang menerima data dari sources dan menempatkannya pada suatu data store; data tidak dapat langsung pindah dari outside source ke suatu data store C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2159

13 9) Data harus dipindahkan oleh suatu proses; tidak dapat berpindah langsung dari data store ke suatu outside sink 16) Suatu data flow tidak boleh langsung kembali ke proses yang sama. Paling tidak harus ada satu proses lain yang menangani data flow tersebut, menghasilkan data flow lain, dan mengembalikan data flow aslinya ke proses awal. 10) Data store harus diberi label dengan frase kata benda. Constraints: Source/Sink 11) Data tidak dapat berpindah langsung dari suatu source suatu sink. Data harus dipindahkan oleh suatu proses bila data berkaitan dengan sistem. Bila data berpindah langsung dari suatu source ke suatu sink (dan tidak melibatkan pemrosesan) maka diluarcakupan sistem dan tidak diambarkan pada diagram DFD system data flow. 12) suatu source/sink memiliki label frase kata benda. Constraints: Data flow 13) suatu data flow hanya boleh memilliki satu arah diantara dua simbol. Data boleh bergerak dalam dua arah antara suatu proses dan suatu data store untuk menunjukkan bahwa dibaca dulu sebelum di-update. Untuk menggambarkan hal tersebut secara efektif, gambarlah dua panah terpisah karena dua langkah (pembacaan dan updating) terjadi pada waktu yang berbeda. 17) Suatu data yang bergerak ke suatu data store, bermakna meng-update (menghapus, menambahkan atau merubah) 18) Suatu data flow dari suatu data store bermakna retrieve or menggunakan. 19) Suatu data flow memiliki frase kata benda. Boleh ada lebih dari satu frase kata benda data flow pada satu tanda panah, selama semua aliran pada panah tersebut bergerak bersama sebagai satu paket. DFD Levels DFD dibagi menjadi beberapa level agar ukuran dan kompleksitasnya dapat dikendalikan. Context level adalah DFD yang menunjukkan paling sedikit hal-hal yang rinci (detail). Tiap level berikutnya (Level Zero, Level One, Level Two, dst) membagi suatu proses pada diagram sebelumnya menjadi lebih rinci. Keseimbangan (balance) antar levels harus selalu dijaga. Semua inflows dari dan outflows ke sources/sinks eksternal harus sama dari level ke level berikutnya. Context level DFD Diagram konteks menggambarkan satu proses (merepresentasikan keseluruhan sistem) dan sources/ sinks yang merepresentasikan batasan sistem. 14) Pencabangan pada data flow berarti data yang sama (contoh duplikat tagihan) bergerak dari suatu lokasi yang sama ke dua atau lebih proses, data stores, atau sources/sinks yang berbeda Context diagram untk suatu contoh sistem/collection. Sistem yang diteliti diletakkan di tengah dan diberi label angka 0. Contoh DFD Level Zero 15) Penggabungan pada data flow berarti data yang sama bergerak dari dua atau lebih proses, data stores, atau sources/sinks yang berbeda, ke lokasi yang sama. Sistem sales/collection memiliki 3 proses utama : - proses customer orders (1,0) - proses customer deliveries (2,0) - proses customer payments (3,0) C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2160

14 Sebagai ilustrasi: misalkan kita ingin mendokumentasikan data flow pada skenario sistem manual berikut: - Seorang supervisor pada suatu pabrik mengumpulkan kartu absen dari para pekerja di departemennya dan mereview kalkulasi total waktu kerja untuk minggu tersebut - Supervisor tersebut mengirimkan kartu absensi pada bagian accounting payroll, yang akan digunakan oleh seorang clerk untuk merekam (record) upah mingguan pada record file upah tiap karyawan, kemudian kartu absensi tersebut di-arsipkan secara alfabetis Contoh DFD Level Two Contoh DFD Level One Approve and record customer order data terdiri atas 4 subproses pada gambar di atas DFD untuk proses 1,0 (Process customer orders). Proses tersebut terdiri dari dua proses Approve and record customer order data dan Generate information about orders,keduanya diberi label 1.1 dan 1,2 Membandingkan DFD dan Flowchart Perbedaan utama antara flowchart dan DFD: 1.) Representasi karakteristik fisik dan logika dalam suatu sistem - Flowchart menggambarkan karakteristik fisik sistem - DFD mengabaikan atribut fisik sistem Ringkasan Pemodelan task level merepresentasikan aliran kerja berbagai aktivitas dalam sistem informasi perusahaan Pemodelan task level sangat bermanfaat untuk merepresentasikan tahap2 individual yang membentuk suatu events, namun tahap2 tersebut dapat dirubah, karenanya tidak boleh dijadikan sebagai elemen dasar pada arsitektur basis data perusahaan System flowcharts dan data flow diagrams adalah dua alternatif cara untuk merepresentasikan modelmodel task level. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2161

15 Untuk membuat model task level, kita harus memahami media fisik, jenis file dan metode pemrosesan Payroll DFD vs System flowchart Bila accoutning departemen bagian payroll melakukan otomatisasi proses dengan menggunakan pita maqgnetik Second update to payroll DFD and System flowcharts Updated payroll DFD and System flowcharts Bila accounting departemen bagian payroll mengupdate ke magnetic disks CHAPTER 6 RELATIONAL DATABASE MODEL Suatu model konseptual merepresentasikan realita dalam suatu bentuk abstraksi yang dapat digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi dalam berbagai format (relational, object oriented, dll) Tidak bergantung pada tipe h/w dan s/w Tidak bergantung pada tipe model logika (logical model) apa pun Suatu model logika merepresentasikan realita dalam format yang sesuai dengan model basis data tertentu (contoh relational atau object-oriented) Tidak bergantung pada h/w dan s/w Bergantung pada tipe model logika yang dipilih Suatu model fisik (physical model) dibuat secara khusus untuk suatu paket s/w basis data tertentu. Bergantung pada h/w, s/w dan pada tipe model logika yang dipilih C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2162

16 Relational Database Model Relational model adalah suatu tipe model logika basis data yang diciptakan oleh E.F. codd pada tahun Relational model berbasiskan pada teori himpunan dan predicate logic (terformalisasi dengan baik, sehingga perilakunya dapat diprediksi). Suatu relational database terdiri dari berbagai tabel (hubungan) yang terhubung satu sama lain melalui penggunaan primary & foreign keys. FOREIGN KEY dalam suatu tabel, adalah primary key dari tabel lain yang telah diposting pada tabel pertama untuk membentuk suatu hubungan diantara dua table. Tabel relational database terdiri dari kolom dan baris: 1. Baris disebut sebagai table extension atau tuples (urutan baris bukanlah merupakan suatu masalah). 2. Kolom disebut sebagai table intension atau schema. - Urutan kolom bukanlah merupakan suatu masalah - Semua nilai dalam kolom dan baris harus mengikuti format data yang sama (contoh: tanggal, teks, dll) 3. Tiap sel dalam suatu tabel basis data (perpotongan kolom-baris) hanya dapat memilliki satu nilai saja (repeating groups tidak diperbolehkan). Contoh Foreign Key Beberapa prinsip-prinsip dalam relational model 1. Integritas entitas (entity integrity) Suatu primary key dalam suatu tabel tidak boleh memiliki nilai null (kosong) Untuk memastikan keunikan entitas dan memungkinkan nilai primary key menjadi acuan bagi nilai foreign key. 2. Integritas referensi (referential integrity) Nilai untuk suatu foreign key pada suatu tabel harus merupakan salah satu dibawah ini: - Null (kosong) - Sama dengan nilai primary key pada tabel asalnya 3. Satu fakta, satu tempat (one fact, one place) Fakta = suatu pasangan nilai atribut kandidat kunci dengan nilai atribut lainnya. Fakta ditemukan pada extensional data Pelanggaran Aturan Satu Fakta Satu Tempat 1. Satu fakta ada di beberapa lokasi Contoh Integritas Referensi 2. Beberapa fakta ada di satu tempat C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2163

17 Langkah 2 - Buatlah suatu tabel terpisah untuk merepresentasikan semua many-to-many relationship pada suatu model konseptual, atau pada pola kardinalitas partisipasi berikut: (0,N)-(0,N) (0,N)-(1,N) (1,N)-(0,N) (1,N)-(1,N) Tiap nilai dari tiap atribut pada suatu baris berpasangan dengan primary key, sehingga bila suatu sel memiliki dua atau lebih nilai atribut, hal tersebut dikatakan sebagai beberapa fakta pada satu lokasi (atau disebut juga sebagai repeating group). Konversi Konseptual menjadi Relational Langkah 1 - Buatlah sebuah tabel terpisah untuk merepresentasikan tiap entitas pada model konseptual 1A: Tiap atribut dari entitas menjadi kolom pada relational table 2A: Tiap instance (anggota) dari himpunan entitas menjadi baris pada relational table Suatu tabel terpisah harus dibuat untuk merepresentasikan hubungannya - Primary key dari tabel entitas terkait di-posting pada tabel hubungan untuk membentuk primary key-nya. Primary key ini disebut sebagai suatu composite/concatenated primary key - Hal tersebut mencegah redundancy - Tidak ada pengecualian untuk aturan ini. Bila suatu foreign key di-posting pada kedua arah, redundancy akan menjadi suatu masalah bagi many-tomany relationships. Many to Many Relationship Langkah 2-4 melibatkan penentuan apakah tiap hubungan dalam model konseptual harus direpresentasikan sebagai suatu tabel terpisah atau di-posting sebagai foreign key Redundancy dan Load adalah faktor penentu yang penting - Redundancy = Satu fakta pada beberapa tempat atau beberapa fakta pada satu tempat - Load = Persentase dari nilai non null pada suatu kolom Kardinalitas partisipasi mengkomunikasikan beberapa informasi mengenai redundancy dan load. Kardinalitas maksimum - Aturan umumnya adalah untuk selalu mem-posting pada suatu tabel entitas 1 (Untuk menghindari repeating groups redundancy). Kita tidak boleh mem-posting pada entitas N (Hal tersebut menyebabkan repeating groups redundancy). Kardinalitas minimum- Aturan umumnya adalah untuk selalu mem-posting pada suatu tabel entitas 1 (mandatory) (Untuk menghindari nilai null pada kolom foreign key). Aturan ini harus dilanggar pada beberapa kondisi (akan dijelaskan kemudian). Contoh Aturan Umum - C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2164

18 Langkah 3 - untuk pola kardinalitas partisipasi (1,1)-(1,1), pertimbangkan apakah dua entitas terpisah secara konseptual atau apakah keduanya harus digabungkan. Bila harus dibiarkan terpisah, maka : 3A: posting-lah primary key dari suatu tabel entitas pada tabel entitas lainnya sebagai foreign key. 3B: tidak menjadi masalah primary key entitas mana yang di-posting pada tabel entitas lainnya, tetapi jangan memposting keduanya : - Jangan membuat suatu tabel terpisah - Redundancy dihindari secara otomatis dan load bukan merupakan suatu masalah bila suatu foreign key di-posting pada tabel manapun dalam hubungan (1,1)-(1,1) Langkah 5 - untuk hubungan lainnya yang memiliki partisipasi (0,1) pada satu atau kedua entitas, pertimbangkanlah load-nya atau untuk pola kardinalitas partisipasi berikut: (0,N)-(0,1) (1,N)-(0,1) (0,1)-(0,N) (0,1)-(1,N) (0,1)-(0,1) Langkah 4 - untuk hubungan lain yang memiliki partisipasi (1,1) dengan satu himpunan entitas, posting-lah primary key entitas terkait pada tabel entitas (1,1) sebagai foreign key atau untuk pola kardinalitas partisipasi berikut : (0,N)-(1,1) (1,N)-(1,1) (1,1)-(0,N) (1,1)- (1,N) (0,1)-(1,1) (1,1)- (0,1) Jangan membuat tabel terpisah Posting-lah suatu foreign key pada tabel entitas (1,1) dari tabel entitas lainnya Redundancy akan dihindari dan load bukan merupakan suatu masalah bila instruksi ini diikuti Bila posting dilakukan pada arah yang berlawanan, redundancy [untuk maksimum N] atau load [untuk minimum 0] akan menjadi suatu masalah Aturan untuk maximum cards mengharuskan posting pada suatu (0,1) atau membuat tabel terpisah; tidak boleh melakukan posting pada (0,N) atau (1,N). Aturan untuk minimum cards menyebutkan bahwa tidak boleh melakukan posting pada (0,1) karena hal tersebut akan mengakibatkan nilai null yang akan mengakibatkan pemborosan tempat pada basis data. Namun demikian suatu tabel terpisah tidak akan membuang-buang tempat, maka lebih baik ikuti aturan maksimum dan langgar aturan minimum 5A - posting-lah primary key entitas terkait pada tabel entitas (0,1) sebagai suatu foreign key untuk hubungan manapun yang akan mengakibatkan high load 5B - buatlah tabel terpisah untuk hubungan manapun dimana posting suatu foreign key akan menyebabkan low load. Catatan: untuk (0,1)-(0,1), langkah 5A, posting pada arah manapun akan mengakibatkan highest load; bila kedua arah tidak mengakibatkan high load, maka ikuti langkah 5B Contoh Load Considerations (1) C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2165

19 Penempatan Atribut Hubungan Bila hubungan menjadi suatu tabel terpisah, maka atribut hubungan ditempatkan pada tabel tersebut. Bila hubungan dapat direpresentasikan dengan cara mem-posting foreign key, atribut hubungan di-posting berdampingan dengan foreign ke. Contoh Load Considerations (2) C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2166

20 Contoh Lainnya : 1. Fakta apa saja yang ada di beberapa tempat? 2. Bagaimana caranya menghindari hal ini? Fixing One Fact Multiple Places Employee Fakta-fakta apa saja yang memiliki beberapa lokasi pada tabel ini? Dapatkan model ER yang direpresentasikan oleh tabel ini! Apakah model ER-nya benar? Model ER nya harusnya seperti apa? Bagaimanakah relational model yang benar? Physical Implementation of Relational Model in Microsoft Access Microsoft Access digunakan pada chapter ini untuk mendemonstrasikan penggunaan model logika ke dalam model praktik. Praktik ini memungkinkan kita untuk mengenal pembuatan tabel di Ms. Access serta mengkomunikasikan informasi tentang link antara beberapa tabel (seperti primary keys yang dikaitkan antara satu tabel dengan tabel lainnya). Di Ms. Access juga terdapat Access Help, dimana kita bisa membaca beberapa instruksi didalamnya perihal informasi yang belum kita ketahui. Creating and Working with Databases Untuk memasukkan tabel di Ms. Access, kita harus membuat terlebih dahulu file database. Hal ini yang menjadi perbedaan antara produk produk Microsoft dengan Ms. Access. Pada Ms. Access, kita harus membuat file terlebih dahulu serta menamai file tersebut sebelum kita bekerja (input data atau mengisi tabel) pada Ms. Access. Pada saat membuka Ms. Acceess, maka akan disajikan New Blank Database, kemudian kita click on New Blank Database, dan isi File Name serta store database kita sesuai dengan driver mana yang ingin kita gunakan untuk menyimpan hasil kerja kita dengan Ms. Access. C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2167

21 Setelah kita berhasil menamai tabel pertama tadi dengan sale, maka langkah berikutnya adalah membuat tabel lainnya. Dengan cara, tutup tabel sale yang telah kita simpan tadi, dan buka serta buat tabel baru lagi. Yang isinya antara lain : SalespersonID, Name dan Telephone dan jadikan SalespersonID sebagai primary key pada tabel ini, kemudian simpan dengan file Salesperson. Halaman Muka Microsoft Access Example 1 : Creating and Connecting Entity Tables Untuk membuat tabel penjualan (sales table), maka masukkan 4 macam field, yaitu SalesID, Date, Amount dan Salesperson. Tipe data untuk masing masing field antara lain : SalesID menggunakan Text, Date menggunakan Date/Time, Amount menggunakan currency dan Salesperson menggunakan Text. Setelah itu, kita haus menentukan primary key untuk tabel pertama ini. Yaitu SalesID. Dengan cara, click SalesID field, kemudian click primary key, maka SalesID akan langsung menjadi primary key pada tabel pertama ini. Pada Ms. Access 2007, pada pengetikan field awal paling kanan, maka secara otomatis akan menjadi primary key pada tabel yang sedang kita kerjakan. Jika, primary key tidak berada pada pengetikan awal di field pertama, kita masih bisa menentukan primary key yang lainnya, dengan cara simpan terlebih dahulu tabel yang telah kita buat, kemudian klik kanan pada nama tabel yang telah kita buat, dan pilih Design View, maka disitu kita akan bisa mengubah field mana saja yang bisa kita jadikan primary key (Design - Primary Key). Setelah semuanya sudah diketik, maka simpan tabel tersebut dengan file Sale. Sekarang kita telah memiliki 2 tabel yaitu sale dan saleperson. Lalu, icon relationship, ketika telah muncul, maka drag kedua tabel tadi dan klik add, maka akan mucul edit relationship tab, pada tab tersebut klik enforce referential integrity dan cascade update related fields, setelah itu klik create. Enforced referential integrity merupakan pilihan yang sangat bagus untuk di klik karena jika kita merubah customer ID maka hal tersebut juga akan mengubah di seluruh tempat. Sedangkan opsi cascade update related fields merupakan opsi yang berfungsi untuk tidak membiarkan kita kehilangan data data yang akan kita butuhkan di kemudian hari. Edit Relationships Setelah klik create, maka akan muncul tabel sale dan salesperson pada relational tabel kita. Kemudian, klik salespersonid pada tabel salesperson dan drag ke salesperson pada tabel sale, maka akan muncul ralationship layout sebagai berikut : Save tabel sale C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2168

22 Relationships Layout Terdapat angka 1 di Salesperson ID pada tabel salesperson, hal tersebut menunjukkan bahwa nilai partikular data untuk atribut tersebut bisa muncul di tabel maksimum satu kali. Hal tersebut masuk akal, hal itulah yang disebut dengan parimary key dan primary key tidak bisa memiliki nilai duplikasi (nilai yang sama). Sedangkan tanda infinity disamping salesperson pada tabel sale menunjukkan bahwa nilai partikular data untuk atribut tersebut bisa muncul di tabel untuk beberapa kali. Sebagai contoh Salesperson membuat penjualan terus menerus dan bisa selalu muncul pada tabel sale untuk beberapa kali pula. Relationships Layout Ketika ketiga tabel tersebut sudah berhasil dibuat, kemudian klik relationship icon. Ketika sudah muncul tabel di relationship, maka : klik StudentID di tabel student dan drag ke StudentID di tabel course serta klik CourseID di tabel course dan drag ke CourseID di tabel takes. Maka hasilnya adalah sebagai berikut : Example 2 : Creating and Connecting Relationship Tables to Entity Tables Untuk memulainya, hal yang sama harus dilakukan adalah membuat tabel di Ms. Access. Tabel pertama disimpan dengan nama file Student yang berisi beberapa field meliputi : StudentID (juga dijadikan primary key, dengan tipe data text), Name (tipe data text) dan Address (tipe data text). Tabel berikutnya disimpan dengan nama file Course yang juga berisis beberapa field antara lain : CourseID (tipe data text, dijadikan primary key), Description (tipe data text) dan Credits (tipe data number). Dan tabel terakhir adalah takes, yang berisi field antara lain : StudentID (tipe data text), CourseID (tipe data text) dan Grade earned (tipe data text). Untuk tabel takes, ada 2 primary key, yaitu StudentID dan CourseID. Cara mengatur untuk memiliki dua primary key adalah, ketika telah kita simpan tabel takes, maka klik kanan pada tabel tersebut, pilih Design View, kemudian block StudentID serta CourseID dan kemudian klik icon primary key, maka dua duanya sekarang sudah akan menjadi primary key. Deleting Existing Relationships Untuk menghapus relationship antara tabel, caranya adalah klik garis relationship antara tabel, kemudian klik tombol delete pada keyboard maka relationships antar tabel akan hilang. C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2169

23 pensil, hal itu menunjukkan data yang kita masukkan saat ini di posisi tersebut. Hal yang harus diingat adalah ketika kita telah klik enforce referential integrity dan telah memasukkan data ke dalam field yang sesuai, maka kita harus hati hati untuk memasukkan datanya. Berusahalah hati hati dalam memasukkan data. Jika kita memasukkan data yang salah, maka kita harus segera memperbaiki dengan segera dimana letak kesalahan data tersebut sebelum kita memasukkan data berikutnya ke dalam tabel Ms. Access. Menghapus relationships antar tabel Entering Data into Microsoft Access Tables Concluding Comments Di chapter ini kita telah mempelajari bagaimana cara mengambil representasi secara konseptual dari enterprise yang nyata kemudian mengubahnya, pertama ke dalam logika hubungan tabel dan kemudian praktik nyata ke dalam Microsoft Access software. Kita juga mempelajari bagaimana memasukkan data pada tabel. Di chapter berikutnya, kita akan mempelajari sesuatu yang bisa kita lakukan setelah memasukkan data pada database yang relasional. Di situlah fungsi yang sesunggunya pada database relasional bisa kita temukan. Ketika kita memasuki chapter tersebut, jangan lupakan apa yang telah kita dapatkan dan telah kita pelajari di chapter ini. Pengertian yang kuat pada desain tabel adalah merupakan dasar pengertin yang kuat pula untuk querying. Pengertian yang kuat tentang querying merupakan dasar yang kuat untuk retrieval of valid data, yang kemudian hasil akhirnya sangat mempengaruhi pengambilan keputusan. Inilah pentingnya mengapa pengguna sistem enterprise harus benar benar mengerti dasar dari database relational. CHAPTER 7 QUERYING RELATIONAL DATABASES Datasheet view Ketika kita telah selesai membuat tabel yang hubungan antara beberapa tabel telah dikomunikasikan dengan benar di Ms. Access, maka saat itulah kita telah siap untuk memulai memasukkan data kedalam tabel. 2 views yang dapat membantu kita untuk memasukkan data pada tabel antara lain : datasheet view dan form view. Di chapter ini, kita hanya akan membahas datasheet view. Caranya, ketika kita ingin memasukkan beberapa field di dalam tabel, kemudian ketik field-nya dan ketika ingin berpindah ke field berikutnya bisa dengan menekan tombol TAB pada keyboard. Ketika kita berpindah ke field lain dengan menggunakan TAB, maka ketika kita menekan TAB, software akan secara otomatis menyimpan data yang telah kita masukkan. Kemudian sering juga kita melihat icon Bisnis membutuhkan banyak informasi dalam menentukan pengambilan keputusan. Informasi bisa didapatkan dari berbagai data namun beberapa data bisa diagregasi dalam berbagai bentuk. Karena data disimpan dalam beragam format sesuai dengan kebutuhan, maka dibutuhkan skill tertentu untuk bisa secara efektif memanipulasi data. Beberapa ketentuan yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah informasi yang baik yaitu pertama sumber data harus didesain dengan baik.. Kedua, data harus dibuat oleh ahli atau orang yang memiliki pengetahuan baik bagaimana memanipulasi data dan yang terakhir pemanipulasi data harus mengetahui output dari hasil olahan data. Beberapa bahasa manipulasi data akan dijelaskan selanjutnya. RELATIONAL ALGEBRA (Aljabar relasional) Aljabar relasional adalah sebuah bahasa query prosedural yang terdiri dari sekumpulan operasi dimana masukkannya adalah satu atau dua relasi dan keluarannya adalah sebuah relasi baru sebagai hasil dari operasi tersebut. Tiga operator utamanya adalah select, project dan join. Operator ini nantinya akan membantu dalam memanipulasi tabel relational database. Project merupakan subset vertikal dari tabel, sementara select merupakan subset tabel horizontal. JOIN, adalah operator yang menggabungkan hubungan antar operator aljabar Project dan Select. C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2170

24 - Project Example Di dalam contoh ini, Operasi Proyeksi menggambarkan suatu relasi yang berisi hanya Atribut Staff yang ditunjuk staff number, first Name, last name, dan salary di dalam order yang ditetapkan itu. Hasil dari operasi ini diperlihatkan pada gambar : Operasi Proyeksi bekerja pada relasi tunggal R dan menggambarkan suatu relasi yang berisi suatu subset vertikal dari atribut yang ditetapkan dan mengeliminir salinan. - Select Example Di sini, relasi masukan adalah staff dan predikat adalah gaji (salary) > Operasi select menggambarkan suatu relasi hanya berisi Staff itu tuples dengan suatu gaji lebih besar dari 10,000. Hasil dari operasi ini ditunjukkan pada gambar. Daftar semua staff dengan suatu gaji lebih besar dari 10,000 σ salary > (Staff) 2. Outer join Mengikutsertakan semua records dari satu tabel, dan mencocokkan records dari tabel lain yang nilai pada field yang digabungkannya adalah sama. - Join Example Operasi Join, yang dikombinasikan dua relasi untuk membentuk suatu relasi baru, adalah salah satu dari operasi yang penting di dalam algebra/aljabar relasional. Operasi join terdiri dari dua maksudnya: 1. Inner join (atau equi-join) Hanya mengikutsertakan records dari kedua tabel yang memiliki nilai yang sama pada field yang digabungkan. Contoh left outer join STRUCTURED QUERY LANGUAGE Meskipun aljabar relasional (relational algebra) dikembangkan sebagai bagian dari model relasional, tapi itu bukan data manipulation language yang paling umum digunakan saat ini. Salah satu kelemahan dari aljabar relasional (relational algebra) adalah bahwa setiap operator harus diselesaikan dalam query yang terpisah. Yang artinya, C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2171

25 proyeksi dan seleksi tidak dilakukan dalam query yang sama atau untuk mudahnya berarti dua pertanyaan yang perlu dilakukan untuk mencapai dua operasi. Structured Query Language (SQL) dikembangkan untuk memungkinkan kinerja beberapa operasi dalam satu query. Dipercaya juga bahwa penggunaan format standar untuk setiap query akan menyederhanakan tugas pembangunan query, yang telah terbukti sangat sulit bagi banyak pengguna. Untuk aljabar relasional, pengguna harus belajar syntax yang berbeda untuk masing-masing dari berbagai operator aljabar relasional (termasuk tiga yang telah kita bahas serta beberapa orang lain). Dalam SQL, setiap query pencarian informasi mengikuti, sintaks yang telah ditetapkan terstruktur sebagai berikut: a. SELECT Attribute name(s) b. FROM Table name(s) c. WHERE Condition criteria is met; Perlu diperhatikan bahwa titik koma (semicolon) pada akhir pernyataan SQL sangat penting jika sistem yang digunakan memungkinkan pernyataan lebih dari satu SQL yang akan dieksekusi dalam panggilan yang sama ke server database. Jika hal itu dibiarkan, pertanyaan tidak akan dieksekusi. Sebagian besar relational database software packages saat ini secara otomatis menempatkan titik koma pada akhir pernyataan untuk membantu menghindari kesalahan syntax yang mungkin terjadi saat itu hilang. Untuk beberapa permintaan tidak setiap komponen dalam syntax ini diperlukan, dan untuk pertanyaan lain komponen tambahan harus disertakan, tetapi secara umum setiap pernyataan SQL harus sesuai dengan format ini. Meskipun sebagian besar perusahaan dan sebagian besar paket perangkat lunak database tidak menggunakan langsung syntax aljabar relasional, akan sangat membantu ketika query digunakan untuk mempertimbangkan tiga operator aljabar relasional utama dan menentukan bagaimana menyelesaikannya, entah menggunakan SQL ataupun QBE. Untuk memulai kita meneliti bagaimana pemilihan, proyeksi, dan bergabung operator yang dicapai dalam SQL. mengidentifikasi tabel yang itu. Jika beberapa tabel yang diperlukan untuk memenuhi permintaan informasi, komponen ini membantu untuk mencapai aljabar relasional JOIN operasi (tetapi tidak mencapai bergabung tanpa komponen berikutnya). Komponen ketiga dari pernyataan SQL dapat melayani dua tujuan. Dalam kombinasi dengan FROM komponen, hal ini membantu untuk mencapai aljabar relasional JOIN dengan menentukan kolom untuk dua tabel yang bergabung harus memiliki nilai yang sama. Atau komponen WHERE menentukan kriteria yang harus dipenuhi oleh catatan dalam rangka untuk dimasukkan dalam jawabannya. Dengan demikian komponen WHERE dari pernyataan SQL menyelesaikan operator pilihan aljabar relasional. PROJECT Example Pertanyaan pertama yang dihasilkan daftar nama karyawan dan nomor telepon yang akan digunakan untuk pohon telepon darurat. Query hanya dibutuhkan operator proyeksi saja. Dalam SQL query dinyatakan sebagai berikut: SELECT LastName; FirstName, Telephone FROM Employee; Perhatikan bahwa ketika kita tidak mencoba untuk menyelesaikan aljabar relasional JOIN maupun aljabar relasional SELECT operator, tidak ada kriteria yang harus dipenuhi sehingga tidak ada komponen WHERE dalam pernyataan. - SELECT Example Permintaan kedua kami diformulasikan dengan aljabar relasional adalah daftar karyawan (termasuk semua atribut) yang upah kurang bahwa $ 15 per jam. Query ini diperlukan relasional Operator pilihan aljabar tapi tidak ada proyeksi atau bergabung operator. Pernyataan SQL untuk query ini adalah sebagai berikut: SELECT * FROM Employee WHERE PayRate <15.00; Perhatikan bahwa tanda bintang (*) adalah simbol wildcard dan hanya memberitahu database software package untuk memasukkan semua atribut dalam hasil query. Correspondence of Relational Algebra Operators and SQL Statement Components Komponen pertama dari setiap pernyataan SQL (yaitu, SELECT komponen) menentukan mana atribut harus dimasukkan dalam jawaban atas pertanyaan tersebut. Ingat bahwa atribut adalah kolom tabel. Jadi komponen ini pernyataan SQL menyelesaikan operator proyeksi relasional aljabar. Komponen kedua dari setiap pernyataan SQL (yaitu, FROM komponen) menentukan tabel yang berisi data yang akan disertakan dalam jawabannya. Jika hanya ada satu meja, komponen ini dari pernyataan SQL hanya - Combining SELECT and PROJECT in SQL Perlu diperhatikan bahwa sangat mudah untuk menggabungkan operator relational algebra selection dengan operator proyeksi dalam sebuah pernyataan SQL tunggal. Katakanlah sebuah perusahan ingin mengambil nama dan nomor telepon dari karyawan yang memiliki upah kurang dari $15 sehingga perusahaan bisa menelepon karyawan untuk memberitahu mereka kalau mereka mendapatkan biaya kenaikan hidup. Berikut pernyataan SQL menyelesaikan semuanya dua pernyataan sebelumnya itu. SELECT LastName, FirstName, Telephone FROM Employee WHERE PayRate <15.00; JOIN EXAMPLES C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2172

26 JOIN operation pada SQL sama dengan JOIN statement pada algebra. Operasi ini digunakan untuk mendapatkan informasi gabungan. Statementnya adalah: SELECT * FROM Employee, Department WHERE Employee.DeptID=Department.DepartmentID Dalam contoh agebra, kita harus mengeksekusi query kedua untuk memenuhi PROJECT operation. SQL statement dapat diubah untuk memenuhi JOIN dan PROJECT hanya dalam satu query, seperti: SELECT LastName, FirstName, Name FROM Employee, Department WHERE Employee.DeptID=Department.DepartmentID Perlu diingat bahwa dalam relational algebra kita harus menggunakan dua query terpisah untuk memenuhi dua operasi berbeda. Namun pada SQL kita mengombinasikan keduanya dalam satu query. Untuk menentukan apakah sebuah JOIN harus menjadi outer join (untuk mengambil seluruh data pada table yang tidak ada sebelumnya dalam table gabungan), syntax perlu bervariasi. Outer JOIN harus dispesifikasi sebagai Left Join maupun Right Join pada klausa From dalam SQL statement. Penggunaan kanan atau kiri tergantung pada informasi yang kita inginkan pada SQL statement tersebut. Contoh: SELECT DeptName, LastName, FirstName, Name FROM Department LeftJoin Employee On Department.DepartmentID=Employee.DeptID Klausa lain kita butuhkan untuk memenuhi query lain untuk pengambilan keputusan. Misalnya, kita membutuhkan kemampuan untuk menghitung jumlah berdasarkan bidang pada database, lebih baik kita tidak menyimpan derivable attributes yang nilainya dapat berubah jika dimasukkan data baru. Using Mathematical, Special Comparison, and Logical Operators in SQL Queries Operator Komparasi Matematis terkadang dibutuhkan sebagai kriteria dimana nilai data dipilih untuk dicantumkan dalam hasil query. Contoh operator komparasi matematis adalah: = sama dengan < kurang dari > lebih dari <= kurang dari sama dengan >= lebih dari sama dengan <> tidak sama dengan (dalam beberapa software di notasikan dengan!) Operator komparasi tersebut dapat diaplikasikan pada berbagai tipe bidang. Karena operator komparasi membantu dalam memisahkan beberapa baris, maka operator tersebut terdapat pada WHERE clause dari SQL statement. Contoh, SELECT * FROM Employee WHERE PayRate < Operator komparasi special diantaranya adalah BETWEEN, yang mengidentifikasi permintaan dalam range nilai tertentu. Penggunaanya sama seperti penggunaan kombinasi dari kurang dari atau lebih dari. Contoh: WHERE SaleDate >=6/1/2005 AND SaleDate <=6/30/2005 atau dapat dituliskan dengan: WHERE Sale Date BETWEEN 6/1/2005 and 6/30/2005 Selain itu, terdapat operasi IS NULL, yang mengidentifikasi permintaan dimana nilai atribut tidak ada. Sebaliknya, EXIST mengidentifikasi permintaan dimana nilai atribut ada. Queries dapat mengandung logical operator, yang dikenal dengan operator pencari Boolean, seperti AND, OR, dan NOT. AND menunjukkan intersepsi, OR menunjukkan seperangkat union, sedangkan NOT mengidentifikasi permintaan yang tidak memenuhi satu atau lebih kondisi. Using Calculation and Aggregation Function in SQL Queries Terdapat dua jenis kalkulasi yang dibutuhkan dalam queries. Salah satunya adalah menggunakan operasi matematika seperti rata-rata atau jumlah dari nilai pada satu kolom. Perhitungan dalam kolom adalah aggregation function. Untuk menghitung rata-rata, dapat menggunakan perintah AVG didepan field name pada SELECT clause. Contoh: SELECT AVG(PayRate) FROM Employee Aggregation function lainnya adalah SUM (jumlah), MAX (nilai terbesar), MIN (nilai terkecil), dan COUNT (menghitung banyak data pada kolom). Untuk mengelompokkan data yang dihitung berdasarkan kombinasi tertentu, dapat digunakan perintah GROUP BY yang ditambahkan setelah komponen WHERE. Contoh: SELECT Date, SUM(Amount) FROM Sale GROUP BY Date Jenis perhitungan lain yang dibutuhkan dalam queries adalah perhitungan matematis menggunakan nilai data dari dua bidang dalam informasi. Misalkan, ingin mengetahui hubungan antara Sale dan Inventory. Maka digunakan formula seperti berikut: SELECT QtySold*UnitSellPrice As SaleLineExtension FROM Stockflow Query by example (QBE) in MS Access Suatu interface yang dikembangkan agar query dapat dilakukan dengan lebih mudah (point-click). Pengguna tidak harus mempelajari kode SQL untuk melakukan query, C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2173

27 program MS Access mampu memberikan jawaban semestinya. Namun demikian pada saat membuat suatu query, harus dipahami apa yang akan dihasilkan oleh berbagai elemen QBE interface yang berbeda, bila pertanyaannya salah - jawabannya akan salah MS Access juga menyediakan SQL View Contoh Penggunaan MS Access : Relational Algebra SELECT in QBE Cash Receipts from Customer C-2 Relational Algebra Select QBE Example: Cash Receipts from Customer C-2 Relational Algebra SELECT in QBE Cash Receipts from Customer C-2 Relational Algebra SELECT in QBE Cash Receipts from Customer C-2 C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2174

28 Relational Algebra SELECT in QBE Cash Receipts from Customer C-2 Familiarization with Data Base Relational Algebra Inner Join in QBE: For Instance; All details of customers and their salespeople CHAPTER 8 SALES OR COLLECTION BUSINESS PROCESS Sales/Collection business process = revenue transaction cycle = order to cash mega process Sales/collection business process pada value system: C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2175

29 Sales/collection business process pada value chain: - Untuk perusahaan manfuaktur Sales/collection pada business process level: - Untuk perusahaan rental distributor & rental agencies Events pada sales/collection business process: Instigation event 1. Customer inquiry event - Dimulai secara eksternal (Customer menanyakan produk) 2. Sales call event - Dimulai secara internal (Nawarin produk ke customer) - Untuk perusahaan jasa: Biasanya dilambangkan dengan suatu dokumen laporan sales call yang mencakup data sales representative dan customer mana yang berpartisipasi, tanggal, waktu mulai, waktu selesai, lokasi, produk dan/atau jasa apa yang dipresentasikan, dan reaksi customer terhadap produk dan/atau jasa tersebut - Mutual commitment event 1. Sale order event - Dilambangkan dengan suatu dokumen sales order 2. Rental contract event - Dilambangkan dengan suatu dokumen rental contract 3. Service contract event - Dilambangkan dengan suatu dokumen service contract Economic decrement event 1. Sale event - Dilambangkan dengan bill of sale, sale invoice atau dokumen C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2176

30 Untuk penjualan yang terjadi secara transit dilambangkan dengan packing list list (berisi jumlah produk yang dikirimkan) dan bill of lading (yang menjelaskan jumlah, dimensi, dan berat paket dari produk yang dikirmkan) 2. Rental event 3. Service engagement event - Dilambangkan dengan service invoice Economic increment event 1. Cash receipt - Dilambangkan dengan suatu dokumen remittance advice Economic decrement reversal event Suatu event dimana economic decrement events sebelumnya dinegasikan atau ditiadakan Acquisition payment business process pada value chain: - Untuk perusahaan manufaktur 1. Sale return event - Dilambangkan dengan otorisasi sales return, dokumen laporan penerimaan dan credit memo Relationship pada sales/collection business process: Fulfillment - Antara events pemasaran, Sales Call, atau Customer Inquiry dan Sale Order events, & antara events Sale Order dan Sale Duality - Antara sale dan cash receipt Reversal - Antara event sale dan sale return Participation - Antara tiap agents dan events Proposition - Antara events pemasaran, Sales Call, atau Customer Inquiry dan Inventory Reservation - Antara Sale Order dan Inventory & Sale Ordert dan Cash Stockflow - Antara sale dan inventory, sale return dan inventory, & cash dan cash receipt Duality antara cash disbursement & acquisition - Untuk perusahaan non manufaktur CHAPTER 9 THE ACQUISITION PAYMENT BUSINESS PROCESS Acquisition payment business process = Expenditure transaction cycle = Pembelian untuk membayar mega process. Siklus transakasi akuisisi/pembayaran mencakup segala aktivitas yang berkaitan dengan pembayaran, perawatan (maintaining) dan pembayaran untuk barang/jasa yang dibutuhkan perusahaan. Proses yang merupakan kasus khusus dari proses akuisisi/pembayaran tetapi biasanya dianggap sebagai proses terpisah: Human resources business process (akuisisi dan pembayaran tenaga kerja) Financing business process (akuisisi dan pembayaran modal finansial) Acquisition payment business process pada value system: Tujuan utama dari proses akuisisi/ pembayaran adalah untuk menyediakan berbagai resources yang dibutuhkan proses-proses bisnis lainnya pada saat mereka membutuhkannya Acquisition payment process pada business process level: C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2177

31 Mutual Commitment Event 1. Purchase order event o Pemasok sepakat untuk menyediakan barang bagi perusahaan, dan perusahaan sepakat untuk membayar barang tersebut dengan harga tertentu o Biasanya dilambangkan dengan suatu dokumen pesanan pembelian (purchase order document) atau layar data entry yang mencakup tanggal pemesanan,tanggal pengiriman yang dijanjikan, cara pembayaran, jumlah uang, pemasok dan purchasing agent mana yang berpartisipasi, produk mana yang dipesan 2. Rental order event o Pemasok sepakat untuk mentransfer kepemilikan atas suatu barang dan memberikan hak pada perusahaan untuk menggunakan barang; sebagai imbalannya perusahaan sepakat untuk membayar pada harga yang ditentukan o Biasanya dilambangkan dengan suatu rental contract document yang mencakup tanggal kontrak, jumlah uang, barang yang disewakan, periode sewa, cara pembayaran, pemasok dan purchasing agent yang berpartisipasi 3. Service order event o Pemasok sepakat untuk melakukan satu atau lebih jasa dan dibayar oleh perusahaan dengan harga yang disepakati o Biasanya dilambangkan dengan suatu service contract document yang mencakup tanggal kontrak, jumlah uang, jasa yang akan diberikan oleh pemasok, jangka waktu pelaksanaan, cara pembayaran, purchasing agent dan pemasok mana yang berpartisipasi Economic increment events: 1. Purchase/Acquisition event o Kepemilikan atas satu atau lebih barang ditransfer dari suatu pemasok ke perusahaan o Biasanya dilambangkan dengan suatu receiving report document atau layar data entry yang mencakup tanggal, jumlah uang, barang yang ditransfer kepemilikannya, cara pembayaran, purchase agent dan pemasok mana yang berpartisipasi Ratu Alyada o Informasi tentang supplier invoice juga dapat disertakan, tetapi tidak boleh digunakan sebagai representasi eksklusif dari event ini (karena biasanya terdapat perbedaan waktu antara transfer dan penerimaan supplier invoice) 2. Rental Acquisition event o Biasanya terjadi untuk suatu jangka waktu tertentu Events pada acquisition payment process: Instigation Event 1. Purchase / Requisition Event o Melibatkan seorang department supervisor yang mengidentifikasi suatu kebutuhan akan barang/jasa dan mengkomunikasikan kebutuhan tersebut pada purchasing department o Dilambangkan dengan dokumen daftar permintaan pembelian (purchase requisition document) atau layar data entry yang merangkum infromasi tentang event ini 3. Service Acquisition event o Biasanya dilambangkan dengan mengindikasikan penerimaan jasa dokumen yang Economic decrement events: 1. Cash disbursement - Perusahaan mentransfer kepemilikan atas uang (atau yang ekivalen) pada pemasok dan dilambangkan dengan disbursement voucher Economic increment reversal event: 1. Purchase return event o Kepemilikan atas barang yang sebelumnya ditransfer dari pemasok ke perusahaan, dikembalikan ke pemasok C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2178

32 o Dilambangkan dengan authorized request to return, packing list, dan dokumen debit memorandum Relationship dalam acquisition payment process: Fulfillment - Antara Purchase Requisition & Purchase Order events dan Purchase Order event & Purchase Acquisition events Duality - Antara Purchase Acquisition & Cash Disbursement event Reversal - Antara Purchase & Purchase Return events Participation - Antara tiap event dan tiap agen internal dan eksternal Proposition - Antara Purchase Requisition event dan Inventory Reservation - Antara Purchase Order, Rental Contract, atau Service Contract dan Inventory 3. Selesaikan konflik antar relasi, termasuk konflik nama dan konflik structural Stockflow - Antara Purchase dan Inventory, Purchase Return dan Inventory, dan Cash dan Cash Disbursement CHAPTER 10 VIEW INTEGRATION AND IMPLEMENTATION COMPROMISES View Modelling Pemodelan terpisah dari tiap siklus transaksi. Tujuan pembuatannya untuk mengurangi kompleksitas dan menyederhanakan realita menjadi manageable pieces View Integration Penggabungan model-model menjadi suatu kesatuan yang lengkap. Dapat dilakukan sebagai suatu tahapan normal dalam perancangan basis data untuk suatu perusahaan atau dapat dilakukan untuk mengkonsolidasikan beberapa basis data terpisah untuk kasus corporate merger, akuisisi ataupun berbagai bentuk konsolidasi bisnis lainnya - Steps: 1. Identifikasi entitas yang sama pada dua conceptual level views Kompromi pada implementasi 1. Pada level konseptual Tidak-dimasukkannya suatu entitas (biasanya suatu resource) karena ketiadaan alat-alat pengukuran (measurement tools) Tidak dimasukkannya suatu relasi karena inadequate traceability atau karena ketiadaan informasi keputusan yang dibutuhkan dari relasi tersebut Konsolidasi entitas yang kongruen secara konseptual Perwujudan tasks sebagai entitas 2. Pada level logic o Pertimbangan load - Basis data relasional yang sesungguhnya seharusnya tidak menyertakan nilai null o Posting keys dari entitas-entitas yang serupa dalam satu kombinasi untuk menghindari nilai null o Menggabungkan entitas-entitas tanpa suatu generalisasisehingga referential integrity bisa diterapkan 2. Gabungkan entitas yang sama, selesaikan konflik antar entitas dan atributnya C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2179

33 - Merupakan proses bisnis internal, biasanya tidak ada titik kontak dengan agen eksternal - Walaupun ada aliran informasi dari/ke agen eksternal, aliran informasi bukan aliran resource Proses konversi pada value chain: 3. Pada level fisik: o Penyimpanan derivable attributes o Event History Roll-up - begitu data event tidak lagi dibutuhkan dalam format terdisagregasi, roll it up dalam suatu event Proses konversi: Duality antara material issue & production run, serta labor operation & machine operation Proses konversi dengan model REA pada tahapan business process: CHAPTER 11 THE CONVERSION OF BUSINESS PROCESS Proses konversi adalah business events yang berkaitan dengan konversi raw material (labor, machine, etc) menjadi finished goods Proses konversi = Proses produksi = proses manufaktur Pola REA tingkatan proses bisnis dapat digunakan untuk semua proses konversi, dan proses konversi di setiap perusahaan dapat berbeda tergantung dari produk apa yang dihasilkan Proses konversi pada value system: C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2180

34 - REA Extended: 2. Untuk continuous process, tidak ada waktu mulai dan selesai untuk penentuan biaya dari production run, maka kedua waktu tersebut harus ditentukan Biaya produksi per unit = biaya keseluruhan produksi pada suatu periode dibagi dengan jumlah produk yang dihasilkan pada periode tersebut Events pada proses konversi: Economic Increment Event: 1. Production Run - suatu event yang menghasilkan produk akhir o Merepresentasikan suatu batch atau job pada suatu joborder-costing environment o Merepresentasikan suatu operasi mesin (machine run) atau periode waktu ekivalen seperti musim pertumbuhan pada tanaman pertanian o Data yang biasanya dikumpulkan mencakup nomor identifikasi, tanggal/waktu mulai dan tanggal/waktu selesainya event, serta data tentang resources dan agen yang terlibat pada production run Economic Decrement Event: 1. Material Issuance - suatu event yang merepresentasikan penggunaan raw material o Bahan mentah biasanya diubah menjadi produk akhir dan pada prosesnya kehilangan identitas dan karakteristiknya o Biasanya dilambangkan dengan move ticket atau dokumen serupa lainnya o Data yang biasanya dikumpulkan meliputi tanggal/waktu pengeluaran, asal dan tujuan dari pengeluaran, order produksi terkait, agen yang terlibat dalam otorisasinya (supervisor) dan eksekusinya (inventory clerk) 2. Labor Operation - suatu event yang merepresentasikan aktivitas proses konversi oleh labor o Biasanya dilambangkan oleh suatu job time ticket atau time track form o Data yang biasanya dikumpulkan meliputi waktu mulai dan waktu selesai untuk labor operation serta deskripsi operasi tenaga kerja yang dilakukan seorang karyawan tertentu pada suatu waktu tertentu 3. Machine Operation - suatu event yang merepresentasikan proses konversi oleh mesin Konversi dalam business process digolongkan menjadi 2, yaitu: 1. Batch process - Melibatkan produksi sejumlah unit produk, atau dapat melibatkan suatu jenis perkerjaan tertentu seperti perbaikan mobil, cetak undangan, dll 2. Continuous process - Menghasilkan suatu produk homogen secara kontinyu, contoh: tepung, semen, dll Perbedaan utama antara batch process & continuous process: 1. Untuk batch process, ada waktu mulai dan selesai untuk penentuan biaya dari production run o Biasanya dilambangkan dengan suatu entry pada WIP job ticket o Data yang biasanya dikumpulkan adalah waktu dan tanggal mulai dan selesai dari machine operation, mesin apa yang terlibat, siapa yang mengotorisasinya (supervisor) dan siapa yang mengeksekusinya (karyawan produksi) Increment Commitment Event: 1. Production Job Order - suatu commitment event yang menjadwalkan suatu work-inprocess job o Berkomitmen untuk meningkatkan produk akhir di masa yang akan datang o Biasanya dilambangkan dengan suatu nomor production order, dan data tentang produk akhir yang diproduksi, berapa kuantitas yang diproduksi, siapa yang C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2181

35 menyetujuinya, tanggal order, dan tanggal penyelesaian yang diminta. Decrement Commitment Event: 1. Raw Materials (or labor or machine) Requisition - suatu commitment event dimana produksi berkomitmen untuk memindahkan material dari gudang material ke lantai produksi o Bila material yang tersedia di gudang tidak mencukupi atau tenaga kerja yang tersedia tidak mencukupi, hal ini akan memicu aktivitas di departemen pembelian atau penggajian, bukan proses konversi o Biasanya dilambangkan dengan suatu material requisition document o Data yang biasanya dikumpulkan mencakup tanggal/waktu dari requisition, informasi tentang resources dan agen yang terlibat dalam event ini Relasi dalam proses konversi di business process: 1. Duality Antara material issuance + labor operation + machine operation = production run 2. Stockflow Material dan tenaga kerja biasanya digunakan sepenuhnya dalam material issuances dan labor operations; relasi stock flows semacam ini disebut sebagai Use Mesin biasanya hanya digunakan secara parsial dalam machine operations, relasi stock flow semacam ini disebut sebagai Consume Produk akhir biasanya dihasilkan (produced) oleh production run (sama seperti inventory dibeli (purchased) pada siklus akuisisi) 3. Fulfillment (Ada di REA Extended) Material issuances memenuhi (fulfill) raw material requisitions (daftar permintaan bahan mentah) Production runs memenuhi (fulfill) production orders (order produksi) 4. Reservations (Ada di REA Extended) Bahan mentah di-reserve melalui requisition event Produk akhir di-reserve ketersediaannya melalui production order - Ekivalen dengan relasi dualitas, tetapi antara commitment events - Production orders memicu permintaan material (requisitioning of materials); relasi reciprocal merepresentasikan suatu jadwal (schedule) tentang apa yang harus diproduksi dan apa yang akan digunakan dan dikonsumsi untuk menyelesaikan proses produksi 8. Custody (Ada di REA Extended) - Perusahaan biasanya memberikan wewenang (custody) atas material (dan mungkin juga produk akhir) pada sekelompok karyawan bagian persediaan (inventory clerks) untuk melindungi barang-barang tersebut dari pencurian atau penyalahgunaan lainnya CHAPTER 12 HUMAN RESOURCES BUSINESS PROCESS Human resource business process = Payroll cycle Mencakup semua aktivitas yang dibutuhkan untuk melakukan akuisisi dan pembayaran tenaga kerja karyawan Terdiri dari dua fungsi, yaitu: Personnel function - Melakukan rekrutmen, pelatihan, evaluasi dan PHK karyawan Payroll function - Membayar tenaga kerja Secara esensinya, proses SDM merupakan kasus khusus dari siklus akuisisi/pembayaran. Tujuan utama dari proses SDM adalah untuk menyediakan tenaga kerja manusia dan kepakaran yang dibutuhkan perusahaan untuk dapat beroperasi secara efektif dan efisien. Pemodelan akuisisi dan pembayaran tenaga kerja harus dilakukan dengan sebanar-benarnya dan selengkap mungkin namun tetap berbiaya efektif HR Process pada value system: - Karyawan dianggap sebagai mitra bisnis eksternal - Karyawan yang dianggap sebagai agen internal hanyalah karyawan yang tugasnya memproses penggajian 5. Participation Relationship (Ada di REA Extended) Biasanya semua agen yang terlibat dalam siklus konversi adalah agen internal Biasanya meliputi suatu relasi tanggung jawab antara production supervisor dan para karyawan 6. Linkages (Ada di REA Extended) - Antara material dan produk akhir o Berisi informasi yang dibutuhkan untuk Bill of Materials; suatu produk akhir dibuat dari item bahan mentah apa saja (dan dalam jumlah berapa) - Antara tenaga kerja (tipe) dan produk akhir o Berisi informasi yang dibutuhkan untuk Operations List; labor operations apa yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk akhir 7. Reciprocal (Ada di REA Extended) HR process pada value chain: C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2182

36 - Atribut yang biasanya dikumpulkan mencakup nomor cash account, tipe rekening, lokasi rekening dan saldo kas pada rekening tersebut Events pada HR process di business process level: 1. Labor requisition - Instigation Event - Mengidentifikasi kebutuhan dan permintaan akuisisi human capital - Dapat didokumentasikan dengan berbagai cara, termasuk komunikasi verbal ataupun memorandum - Data yang harus dikumpulkan mencakup tanggal permintaan, tanggal dibutuhkannya tenaga kerja, kuantitas tenaga kerja yang dibutuhkan, identitas pemohon, identitas dari karyawan tertentu yang tenaganya dibutuhkan - Duality antara cash disbursement & labor HR process pada business process: 2. Employee Schedule - Mutual Commitment Event - Merupakan persetujuan antara perusahaan dengan seorang karyawan mengenai pertukaran tenaga kerja dengan imbalan uang - Didokumentasikan dengan terperinci; bisa dalam spreadsheet atau software e.g excel - Data yang harus dikumpulkan mencakup tanggal jadwal, rincian komitmen, identitas karyawan yang tenaganya dibutuhkan dan identitas supervisor yang bertanggung jawab atas akuisisi tenaga kerja tersebut 3. Labor Acquisition - Economic Increment Event - Mengidentifikasi penyediaan tenaga kerja oleh karyawan untuk perusahaan - Biasanya didokumentasikan dengan time card - data yang harus dikumpulkan mencakup tanggal akuisisi, kuantitas tenaga kerja yang diakuisisi (jumlah jam kerja atau jumlah unit produk yang dihasilkan), identitas karyawan yang bersangkutan, identitas supervisor yang bertanggung jawab untuk mengakuisisi tenaga kerja tersebut 4. Cash disbursement - Economic Decrement Event - Merepresentasikan distribusi uang pada karyawan yang tenaga kerjanya diakuisisi - Didokumentasikan dengan suatu cek gaji atau direct deposit notification - Data yang harus dikumpulkan mencakup tanggal paycheck, time card atau periode pembayaran, jumlah kotor, jumlah dan alasan pemotongan, jumlah bersih, identitas karyawan penerima cek gaji, identitas karyawan yang menyiapkan atau menandatangani cek gaji 5. Rekrutmen - General Instigation Event 6. Persetujuan kerja - General Commitment Event 7. Pelatihan - Economic Increment Event, karena menambah keahlian karyawan Resources pada HR process di business process level: 1. Labor Human capital (resource yang diakuisisi dalam proses SDM atau siklus penggajian) - Atribut yang biasanya dikumpulkan mencakup nomor identifikasi labor type, biaya standar per unit labor type, atau keahlian untuk identifikasi keahlian apa yang dibutuhkan untuk suatu labor type 2. Cash Agent pada HR process di business process level: 1. Karyawan - Agen eksternal terlibat dalam instigation, commitment & economic events 2. Departemen HR - Agen internal merepresentasikan perusahaan dalam initial & general instigation & commitment events 3. Supervisor - Agen internal merepresentasikan kepentingan perusahaan dalam ongoing atau specific instigation, commitment, & economic events C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2183

37 4. Karyawan penggajian - Agen internal sering terlibat dalam cash disbursements CHAPTER 13 FINANCING BUSINESS PROCESS Proses ini mencakup semua aktivitas yang berkaitan dengan mendapatkan dan menggunakan dana melalui berbagai mekanisme hutang (debt financing) dan penjualan saham kepemilikan (equity financing). Secara esensinya, proses pembiayaan adalah kasus khusus dari proses acquisition/payment Financing business process pada value system: Financing business process pada value chain: Resource financing business process: 1. Cash - merupakan resource yang diakuisisi dan digunakan Duality antara cash disbursement & cash receipt Financing business process pada business process level: Events financing business process: 1. Cash requisition - Instigation Event - Permintaan dilakukan untuk mendapatkan tambahan uang kas dari sumber eksternal, besarannya tergantung suatu cash flow budget - Dilambangkan dengan nomor cash requisition yang merupakan identitas dari suatu dokumen requisition, dan mencakup tanggal/ waktu dari requisition, serta informasi tentang berbagai resource dan agen yang terlibat dalam event ini 2. Debt Financing Agreement - Mutual Commitment Event - Mutual commitment untuk melaksanakan transaksi hutang - Dapat disebut sebagai Loan Agreement (perjanjian pinjaman), Mortgage, Promissory Note, Bond, dll C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2184

38 3. Equity Financing Agreement - Mutual Commitment Event - Mewajibkan investor eskternal untuk menyediakan sejumlah uang untuk perusahaan dan secara implisit mewajibkan perusahaan untuk menyediakan uang sebagai imbalan bagi investor 7. Reciprocal - merinci kewajiban perusahaan untuk membayar sejumlah uang pada investor yang secara implisit merupakan suatu komitmen dalam equity financing agreement (Antara Equity Financing Agreement Commitment Event dan Dividend Declaration Commitment Event) 4. Dividend Declaration - Commitment Event - Mewajibkan perusahaan untuk menyediakan uang atau resource lainnya untuk investor 5. Cash Receipt Event - Economic Increment Event - Mewakili penerimaan uang dari investor atau kreditur eksternal untuk memenuhi suatu debt atau equity financing agreement - Direpresentasikan oleh suatu deposit slip; data yang dikumpulkan mencakup tanggal, jumlah, rekening tujuan deposit, agen yang menyerahkan uang serta perjanjian pembiayaan yang terkait 6. Cash disbursement - Economic Decrement Event - Merepresentasikan pembayaran uang oleh perusahaan kepada investor atau kreditur sebagai fulfillment dari suatu debt financing agreement atau deklarasi dividen saham (atau pembelian kembali saham) - Dilambangkan dengan suatu cek atau disbursement voucher; data yang dikumpulkan mencakup tanggal, jumlah, rekening asal pembayaran, agen tujuan pembayaran serta commitment yang terkait Agents pada financing business process: - External Agents: 1. Investor untuk Equity financing 2. Kreditur untuk Debt financing - Internal Agents: 1. Cashier - memproses cash receipt 2. Financial officers - yang menyetujui debt/financing agreement 3. Financing clerks - memproses cash disbursement Relationship pada financing business process: 1. Duality - merepresentasikan cash inflow dan cash outflow 2. Fulfillment - Financing agreement memenuhi cash requisition event, cash receipt memenuhi financing agreement, cash disbursement memenuhi financing agreement & dividend declaration/buyback saham 3. Proposition - Cash requisition, yang mem propose peningkatan dana 4. Reservation - Debt financing agreement me-reserve uang untuk diterima dan juga me- reserve uang untuk dikeluarkan (pada waktu yang berbeda), Equity financing agreement me- reserve uang untuk diterima, Equity dividend declaration mereserve uang untuk dikeluarkan 5. Stockflow - Cash resource ditingkatkan dari cash receipt, dan cash resource diturunkan dengan cash disbursement 6. Participation relationship - tergantung agents pada tiap events C on tac t m e : m u h a m m a d. f i rm a n 1 7 gm a i l. c om /@f i rm a n m h m d (Li n e ) 2185

[Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 5

[Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 5 [Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 5 Tasks (tugas) adalah tahapan individual yang terkait dalam penyelesaian suatu event dalam suatu perusahaan Events adalah tasks; tetapi tidak semua tasks

Lebih terperinci

[Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 6

[Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 6 [Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 6 Suatu model konseptual merepresentasikan realita dalam suatu bentuk abstraksi yang dapat digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi dalam berbagai

Lebih terperinci

[Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 3

[Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 3 [Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 3 Porter s generic value chain : Segala sesuatu yang dilakukan oleh suatu perusahaan harus meciptakan nilai bagi para pelanggannya dengan cara menyediakan

Lebih terperinci

[Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 4

[Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 4 [Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 4 Pola REA untuk memodelkan tingkatan proses bisnis bebas menggunakan apa saja, antara lain dengan : Deskripsi naratif Berbagai diagram dengan notasi yang

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. adalah sebagai berikut: Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur

BAB III LANDASAN TEORI. adalah sebagai berikut: Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Konsep Dasar Sistem Informasi Terdapat dua kelompok pendekatan di dalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya.

Lebih terperinci

Pemodelan Proses Bisnis

Pemodelan Proses Bisnis Pemodelan Proses Bisnis [Melengkapi Proses Bisnis yg di presentasikan] Haryoso Wicaksono, S.Si., M.M., M.Kom. Pokok Bahasan Value Chain Diagram Aliran Data Flowchart 2 1 Value Chain (Porter) Value Chain:

Lebih terperinci

BAB III PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE

BAB III PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE BAB III PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE A. Proses Desain Database Enam langkah dasar dalam mendesain dan mengimplementasikan sistem database: 1. Identifikasi kebutuhan informasi para pemakai.

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. informasi (Information System) atau disebut juga processing system atau

BAB III LANDASAN TEORI. informasi (Information System) atau disebut juga processing system atau BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Konsep Dasar Sistem Informasi Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk

Lebih terperinci

Analisa & Perancangan Sistem Informasi

Analisa & Perancangan Sistem Informasi Analisa & Perancangan Sistem Informasi Oleh: Achmad Zakki Falani, S.Kom Flowchart Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program. Flowchart

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1 SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1 Modul ke: 02 Pengembangan Sistem dan Teknik Dokumentasi Fakultas FEB Program Studi AFRIZON, SE, M.Si, AK Siklus Transaksi Siklus-Siklus Pemrosesan Transaksi Siklus pendapatan

Lebih terperinci

Daftar Isi... Dedikasi... Prakata...

Daftar Isi... Dedikasi... Prakata... Daftar Isi Dedikasi... Prakata... Daftar Isi... iii v vii Bab 1 Permodelan Sistem Informasi... 1.1. Diagram Alir Data... 3 1.2. Normalisasi... 9 1.3. Entity Relationship Diagram... 12 1.4. Logical Relationship

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. Henry Simamora (2000) dalam buku Akuntansi Basis Pengambilan

BAB III LANDASAN TEORI. Henry Simamora (2000) dalam buku Akuntansi Basis Pengambilan BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Penjualan Aktivitas penjualan merupakan pendapatan utama perusahaan karena jika aktivitas penjualan produk maupun jasa tidak dikelola dengan baik maka secara langsung dapat merugikan

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu, (Scott, 1996:89). Menurut Robert

BAB III LANDASAN TEORI. untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu, (Scott, 1996:89). Menurut Robert BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Konsep Dasar Sistem Informasi Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk

Lebih terperinci

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE 1/total Outline PROSES DESAIN DATABASE DIAGRAM HUBUNGAN-ENTITAS (ENTITY- RELATIONSHIP) MODEL DATA REA MEMBANGUN DIAGRAM REA UNTUK SATU SIKLUS TRANSAKSI MENGIMPLEMENTASIKAN

Lebih terperinci

DATA FLOW DIAGRAM (DFD) / DIAGRAM ARUS DATA (DAD)

DATA FLOW DIAGRAM (DFD) / DIAGRAM ARUS DATA (DAD) Rekayasa Sistem Informasi - Politeknik Harapan Bersama Tegal 1/9 DATA FLOW DIAGRAM (DFD) / DIAGRAM ARUS DATA (DAD) DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Definisi Data Data merupakan fakta atau bagian dari fakta yang digambarkan dengan simbol-simbol, gambar-gambar, nilai-nilai, uraian karakter yang mempunyai arti pada suatu konteks

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Definisi Data Data merupakan fakta atau bagian dari fakta yang digambarkan dengan simbol-simbol, gambar-gambar, nilai-nilai, uraian karakter yang mempunyai arti pada suatu konteks

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI Landasan teori digunakan untuk menyelesaikan masalah secara sistematis. Pada bab ini akan membahas landasan teori yang meliputi landasan teori mengenai hal-hal dari permasalahan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Basis Data 2.1.1 Pengertian Data Menurut Turban (2003, p2), data ialah fakta yang belum diolah atau gambaran dari transaksi yang ditangkap, direkam, disimpan dan diklasifikasikan.

Lebih terperinci

ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM. Pertemuan 5-DATA FLOW DIAGRAM (DFD) DIAGRAM ALUR DATA (DAD)

ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM. Pertemuan 5-DATA FLOW DIAGRAM (DFD) DIAGRAM ALUR DATA (DAD) ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM Pertemuan 5-DATA FLOW DIAGRAM (DFD) DIAGRAM ALUR DATA (DAD) 1. KONSEP PERANCANGAN TERSTRUKTUR Pendekatan perancangan terstruktur dimulai dari awal 1970. Pendekatan terstruktur

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. dalam kertas atau lainnya. Tujuan utama seseorang menulis surat tidak lain

BAB III LANDASAN TEORI. dalam kertas atau lainnya. Tujuan utama seseorang menulis surat tidak lain BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Pengertian Surat Surat adalah alat komunikasi antara dua pihak yang berupa tulisan dalam kertas atau lainnya. Tujuan utama seseorang menulis surat tidak lain adalah untuk mengkomunikasikan

Lebih terperinci

BAB II. 2.1 Model Data High Level Data Model (Conceptual Data Model)

BAB II. 2.1 Model Data High Level Data Model (Conceptual Data Model) BAB II PENGEMBANGAN SISTEM BASIS DATA Bab ini akan membahas lebih lanjut mengenai arsitektur sistem basis data dan pengembangan sistem basis data. Sistem basis data tidak berdiri sendiri, tetapi selalu

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. yang saling berhubungan yaitu antara sistem dan informasi. Sistem adalah suatu

BAB III LANDASAN TEORI. yang saling berhubungan yaitu antara sistem dan informasi. Sistem adalah suatu BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Pengertian Sistem Informasi Menurut (Wilkinson, 2007:3-4) Sistem informasi berasal dari dua kata yang saling berhubungan yaitu antara sistem dan informasi. Sistem adalah suatu

Lebih terperinci

cek, wesel (kiriman uang atau money orders), dan uang yang tersimpan di bank yang penarikannya tidak dibatasi (Warren et al. 2006).

cek, wesel (kiriman uang atau money orders), dan uang yang tersimpan di bank yang penarikannya tidak dibatasi (Warren et al. 2006). 2. TINJAUAN PUSTAKA Sistem Kas Kas dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang diterima bank untuk disetorkan ke rekening bank perusahaan. Kas meliputi uang koin, uang kertas, cek, wesel (kiriman uang

Lebih terperinci

System Analysis. Sistem dan Teknologi Informasi TIP FTP UB

System Analysis. Sistem dan Teknologi Informasi TIP FTP UB System Analysis Sistem dan Teknologi Informasi TIP FTP UB SDLC (System Development Life Cycle) Fase Analisis Dua komponen utama dalam fase analisis: Requirement Determination (Identifikasi kebutuhan) Mengidentifikasi

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Gaji Gaji merupakan salah satu hal yang mendorong atau memotivasi pegawai untuk bekerja atau mengabdi secara menyeluruh terhadap perusahaan. Gaji sering disebut juga sebagai

Lebih terperinci

PERTEMUAN 6 MANAJEMEN DESAIN DATABASE

PERTEMUAN 6 MANAJEMEN DESAIN DATABASE PERTEMUAN 6 MANAJEMEN DESAIN DATABASE A. TUJUAN PEMBELAJARAN Pada pertemuan ini akan dijelaskan mengenai Pengembangan database managemen system. mahasiswa harus mampu: 1. Menggunakan REA sebagai alat design

Lebih terperinci

Analysis Modeling 4/10/2018. Focus on What not How. Kenapa Analisis Kebutuhan. Definisi Analisis Kebutuhan. Langkah-Langkah Analisis Kebutuhan

Analysis Modeling 4/10/2018. Focus on What not How. Kenapa Analisis Kebutuhan. Definisi Analisis Kebutuhan. Langkah-Langkah Analisis Kebutuhan Kenapa Analisis Kebutuhan Analysis Modeling 1 Definisi Analisis Kebutuhan Definisi Analisis Kebutuhan Penguraian kebutuhan-kebutuhan yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan

Lebih terperinci

PEMODELAN DATA DAN DESAIN DATABASE

PEMODELAN DATA DAN DESAIN DATABASE Week 4 PEMODELAN DATA DAN DESAIN DATABASE Awalludiyah Ambarwati AGENDA Model Data Relasional Model data REA (Resources, Events, Agents) Merancang diagram REA Mengimplementasikan diagram REA dalam database

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. disebut dengan Siklus Hidup Pengembangan Sistem (SHPS). SHPS adalah. dijelaskan langkah-langkah yang terdapat pada SHPS.

BAB II LANDASAN TEORI. disebut dengan Siklus Hidup Pengembangan Sistem (SHPS). SHPS adalah. dijelaskan langkah-langkah yang terdapat pada SHPS. BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Siklus Hidup Pengembangan Sistem Dalam melakukan kegiatan berupa analisa dan merancang sistem informasi, dibutuhkan sebuah pendekatan yang sistematis yaitu melalui cara yang disebut

Lebih terperinci

ANALISA & PERANCANGAN SISTEM

ANALISA & PERANCANGAN SISTEM ANALISA & PERANCANGAN SISTEM Database Design Mulyadi, S.Kom, M.S.I Conventional Files versus the Database 14-2 File Kumpulan record-record sejenis. File tidak terkait satu sama lain kecuali dalam kode

Lebih terperinci

BAB III TEORI PENUNJANG. semua bentuk kegiatan pencatatan yang berkaitan dengan pemanfaatan,

BAB III TEORI PENUNJANG. semua bentuk kegiatan pencatatan yang berkaitan dengan pemanfaatan, 10 BAB III TEORI PENUNJANG 3.1 Sirkulasi Perpustakaan Kata sirkulasi berasal dari bahasa inggris Circulation yang berarti perputaran atau peredaran. Dalam ilmu perpustakaan, sirkulasi dikenal dengan peminjaman

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. suatu paket atau application suite. Aplikasi-aplikasi dalam suatu paket biasanya

BAB III LANDASAN TEORI. suatu paket atau application suite. Aplikasi-aplikasi dalam suatu paket biasanya BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Aplikasi Menurut Ibisa, Aplikasi adalah alat bantu untuk mempermudah dan mempercepat proses pekerjaan dan bukan merupakan beban bagi penggunanya. Beberapa aplikasi yang digabung

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penulis melakukan penelitian pada Toko Nada Bandung yang beralamat di

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penulis melakukan penelitian pada Toko Nada Bandung yang beralamat di BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Penulis melakukan penelitian pada Toko Nada Bandung yang beralamat di Jl. Naripan No.111 Bandung 40112 Toko ini masih menggunakan sosial media

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI 9 BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Pengertian Data dan Informasi Data merupakan fakta yang digambarkan dengan simbol-simbol, gambargambar, nilai-nilai, uraian karakter yang mempunyai arti pada suatu konteks

Lebih terperinci

Pendekatan Database Jenjang Data Tipe File Media Penyimpanan Data Organisasi File Metode Pengolahan Data Aplikasi Pada Personal Computer (PC)

Pendekatan Database Jenjang Data Tipe File Media Penyimpanan Data Organisasi File Metode Pengolahan Data Aplikasi Pada Personal Computer (PC) Pertemuan 4 1 Pendekatan Database Jenjang Data Tipe File Media Penyimpanan Data Organisasi File Metode Pengolahan Data Aplikasi Pada Personal Computer (PC) 2 Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan

Lebih terperinci

L-1 PO CUST 1 SJ 1 INVOICE 1

L-1 PO CUST 1 SJ 1 INVOICE 1 L-1 Dokumen. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan semua jenis dokumen, yang merupakan Formulir yang digunakan untuk merekam data terjadinya suatu transaksi. Nama dokumen dicantumkan di tengah simbol.

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. 2001) suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu seperti:

BAB III LANDASAN TEORI. 2001) suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu seperti: BAB III LANDASAN TEORI Landasan teori merupakan suatu dasar mengenai pendapat penelitian atau penemuan yang didukung oleh data dan argumentasi. Landasan teori digunakan untuk menjelaskan teori-teori yang

Lebih terperinci

: ENDRO HASSRIE NIM : MATKUL : REKAYASA PERANGKAT LUNAK PEMODELAN DATA

: ENDRO HASSRIE NIM : MATKUL : REKAYASA PERANGKAT LUNAK PEMODELAN DATA NAMA : ENDRO HASSRIE NIM : 41813120047 MATKUL : REKAYASA PERANGKAT LUNAK PEMODELAN DATA Pemodelan data (ER Diagram) adalah proses yang digunakan untuk mendefinisikan dan menganalisis kebutuhan data yang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Informasi Dan Data Informasi di jaman modern seperti ini sangat dibutuhkan oleh setiap individu maupun suatu organisasi. Karena informasi dapat digunakan sebagai bahan

Lebih terperinci

Nama : Rendi Setiawan Nim :

Nama : Rendi Setiawan Nim : Nama : Rendi Setiawan Nim : 41813120188 Pemodelan Data Pemodelan Data dalam rekayasa perangkat lunak adalah proses menciptakan sebuah model data dengan menerapkan model deskripsi formal data menggunakan

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TUNAI MENGGUNAKAN MODEL RESOURCE EVENT AGENT SEBAGAI ALAT BANTU PADA BENGKEL RESMI EDDY MOTOR

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TUNAI MENGGUNAKAN MODEL RESOURCE EVENT AGENT SEBAGAI ALAT BANTU PADA BENGKEL RESMI EDDY MOTOR PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TUNAI MENGGUNAKAN MODEL RESOURCE EVENT AGENT SEBAGAI ALAT BANTU PADA BENGKEL RESMI EDDY MOTOR Ardiprawiro [email protected] Jurusan Akuntansi, Fakultas

Lebih terperinci

Panduan Membuat Data Flow Diagram, Entity Relationship Diagram, dan Database Menggunakan Power Designer

Panduan Membuat Data Flow Diagram, Entity Relationship Diagram, dan Database Menggunakan Power Designer Panduan Membuat Data Flow Diagram, Entity Relationship Diagram, dan Database Menggunakan Power Designer Disusun oleh: Oke Setiawan, S.T. Untuk keperluan internal dalam mendukung Tugas Besar Sistem Informasi

Lebih terperinci

Yuli Purwati, M.Kom USE CASE DIAGRAM

Yuli Purwati, M.Kom USE CASE DIAGRAM Yuli Purwati, M.Kom USE CASE DIAGRAM UML UML (Unified Modeling Language) merupakan pengganti dari metode analisis berorientasi object dan design berorientasi object (OOA&D) yang dimunculkan sekitar akhir

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI Definisi Program Aplikasi Pelayanan administrasi Kependudukan

BAB II LANDASAN TEORI Definisi Program Aplikasi Pelayanan administrasi Kependudukan 8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Definisi Program Aplikasi Pelayanan administrasi Kependudukan Program Aplikasi adalah suatu program komputer yang dibuat untuk mengerjakan atau menyelesaikan masalah-masalah

Lebih terperinci

KOMPUTER APLIKASI BISNIS

KOMPUTER APLIKASI BISNIS PANDUAN PERKULIAHAN KOMPUTER APLIKASI BISNIS Dengan Menggunakan Microsoft Access 2007 SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI STIE SEBELAS APRIL SUMEDANG MEMBUAT APLIKASI PENJUALAN SEDERHANA DENGAN MICROSOFT ACCESS

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. Menurut UU No. 25/1992 Pasal 1 Ayat 1 tentang Perkoperasian,

BAB III LANDASAN TEORI. Menurut UU No. 25/1992 Pasal 1 Ayat 1 tentang Perkoperasian, BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Koperasi Menurut UU No. 25/1992 Pasal 1 Ayat 1 tentang Perkoperasian, Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan

Lebih terperinci

MODEL ANALISA. Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Rekayasa Perangkat Lunak. Dosen Pembimbing : Wachyu Hari Haji, S.Kom, MM.

MODEL ANALISA. Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Rekayasa Perangkat Lunak. Dosen Pembimbing : Wachyu Hari Haji, S.Kom, MM. MODEL ANALISA Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Rekayasa Perangkat Lunak Dosen Pembimbing : Wachyu Hari Haji, S.Kom, MM Disusun Oleh : Fadhilla Eka Hentino / 41813120051 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA

Lebih terperinci

perusahaan dalam menjalankan usahanya. Hal ini membuat banyak perusahaan

perusahaan dalam menjalankan usahanya. Hal ini membuat banyak perusahaan 1. PENDAHULUAN Pada masa sekarang ini seiring dengan berjalannya waktu, teknologi dan arus informasi berkembang dengan pesat dan berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan dalam menjalankan usahanya. Hal

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Rancang Bangun 3.1.1 Pengertian Rancang Rancang merupakan serangkaian prosedur untuk menerjemahkan hasil analisa dari sebuah sistem ke dalam bahasa pemrograman untuk mendeskripsikan

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI Landasan teori digunakan untuk menyelesaikan masalah secara sistematis. Pada bab ini akan membahas landasan teori yang meliputi landasan teori mengenai hal-hal dari permasalahan

Lebih terperinci

DATABASE FILE PENJUALAN FILE PELANGGAN FILE PERSEDIAAN CATATAN 3: PELANGGAN 3 CATATAN 2: PELANGGAN 2 CATATAN 1: PELANGGAN 1 CATATAN 100: PELANGGAN 100

DATABASE FILE PENJUALAN FILE PELANGGAN FILE PERSEDIAAN CATATAN 3: PELANGGAN 3 CATATAN 2: PELANGGAN 2 CATATAN 1: PELANGGAN 1 CATATAN 100: PELANGGAN 100 DATABASE RELASIONAL DIANA RAHMAWATI File : FILE & DATABASE gabungan dari beberapa catatan yang saling berhubungan Jenis File : 1. File utama : konsepnya sama dengan buku besar (dalam SIA manual); bersifat

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Definisi Data Data merupakan fakta atau bagian dari fakta yang digambarkan dengan simbol-simbol, gambar-gambar, nilai-nilai, uraian karakter yang mempunyai arti pada suatu konteks

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penulis melakukan penelitian pada toko AP Music Gallery Bandung yang

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penulis melakukan penelitian pada toko AP Music Gallery Bandung yang BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penulis melakukan penelitian pada toko AP Music Gallery Bandung yang beralamat di Jalan Jl. Surapati No.235. Toko ini belum memiliki media dalam

Lebih terperinci

Bab 1a Case Tools - Case Studio 2

Bab 1a Case Tools - Case Studio 2 Bab 1a Case Tools - Case Studio 2 1.1 Pendahuluan Alat bantu pemodelan pada pendekatan terstruktur adalah Data Flow Diagram (DFD). Beberapa hal yang sering dialami dalam penggambaran DFD adalah ketidakkonsistenan

Lebih terperinci

Langkah-Langkah Analisis Sistem

Langkah-Langkah Analisis Sistem Analisis Sistem Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan,

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. (sumber:

BAB III LANDASAN TEORI. (sumber: BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Koperasi Menurut UU No. 25/1992 Pasal 1 Ayat 1 tentang Perkoperasian, Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Sistem Menurut Hartono (1999 : 23 ) pada bukunya yang berjudul Analisis dan Desan Sistem Informasi, menyebutkan bahwa sistem merupakan kumpulan dari elemenelemen yang satu dengan

Lebih terperinci

MEMAHAMI KONSEP DATABASE. Oleh : Yuhefizar, S.Kom

MEMAHAMI KONSEP DATABASE. Oleh : Yuhefizar, S.Kom MEMAHAMI KONSEP DATABASE Oleh : Yuhefizar, S.Kom Database Management System(DBMS) merupakan paket program (Software) yang dibuat agar memudahkan dan mengefisienkan pemasukan, pengeditan, penghapusan dan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Antrian sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari contohnya dalam

BAB II LANDASAN TEORI. Antrian sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari contohnya dalam BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Antrian (Queue) Antrian sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari contohnya dalam sistem pembelian karcis kereta api atau bioskop, dimana orang yang datang pertama akan diberi

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dijelaskan dasar-dasar teori yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas, dan menjelaskan system yang digunakan pada kerja praktik ini. Adapun teori-teori

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI Landasan teori digunakan untuk menjelaskan teori-teori yang mendukung penyusunan laporan kerja praktek ini, antara lain: 3.1 Akuntansi Menurut (Soemarso, 2009) akuntansi didefinisikan

Lebih terperinci

Suatu alat bantu yang menggambarkan aliran data didalam suatu sistem dan proses atau kegiatan yang dilakukan oleh sistem. Penggambaran dalam DFD

Suatu alat bantu yang menggambarkan aliran data didalam suatu sistem dan proses atau kegiatan yang dilakukan oleh sistem. Penggambaran dalam DFD Suatu alat bantu yang menggambarkan aliran data didalam suatu sistem dan proses atau kegiatan yang dilakukan oleh sistem. Penggambaran dalam DFD secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik. Merupakan

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI Landasan Teori merupakan dasar tentang pendapat dalam melakukan penelitian atau penemuan yang didukung oleh data data dan argumentasi penulis. Fungsi dari landasan teori adalah untuk

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. khususnya di bidang perbidanan dalam suatu wilayah kerja. BPS hanya

BAB III LANDASAN TEORI. khususnya di bidang perbidanan dalam suatu wilayah kerja. BPS hanya BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Bidan Praktek Swasta Bidan Praktek Swasta (BPS), merupakan penyedia layanan kesehatan, yang memiliki kontribusi cukup besar dalam memberikan pelayanan, khususnya dalam meningkatkan

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI 1 BAB III LANDASAN TEORI 1.1 Konsep Dasar Sistem Informasi 1.1.1 Sistem Menurut Herlambang (2005:116), definisi sistem dapat dibagi menjadi dua pendekatan, yaitu pendekatan secara prosedur, sistem didefinisikan

Lebih terperinci

DASAR REKAYASA PERANGKAT LUNAK

DASAR REKAYASA PERANGKAT LUNAK DASAR REKAYASA PERANGKAT LUNAK PEMODELAN ANALISIS KEBUTUHAN Institut Teknologi Sumatera DEFINISI MODEL ANALISIS Menurut Ian Sommerville(2011) Model Analisis adalah suatu teknik untuk merepresentasikan

Lebih terperinci

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE (lanjutan)

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE (lanjutan) PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE (lanjutan) 1/total Outline MEMBANGUN DIAGRAM REA UNTUK SATU SIKLUS TRANSAKSI (lanjutan) MENGIMPLEMENTASIKAN DIAGRAM REA DALAM DATABASE -RELASIONAL 2/total Decomposing

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktifitas, dan transaksi, yang

BAB II LANDASAN TEORI. Data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktifitas, dan transaksi, yang 9 BAB II LANDASAN TEORI 2.1.1 Pengertian Data Pengertian data adalah : Data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktifitas, dan transaksi, yang tidak mempunyai makna atau tidak berpengaruh langsung

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. penelitian. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah Sistem Informasi

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. penelitian. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah Sistem Informasi BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian berisi tentang gambaran objek yang ada dalam suatu penelitian. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah Sistem Informasi Pemesanan

Lebih terperinci

ANALISA & PERANCANGAN SISTEM INFORMASI. DATA FLOW DIAGRAM

ANALISA & PERANCANGAN SISTEM INFORMASI. DATA FLOW DIAGRAM ANALISA & PERANCANGAN SISTEM INFORMASI. DATA FLOW DIAGRAM Analisa & Perancangan Sistem Informasi Tambahan Materi & Tugas Pertemuan 03 1 Data Flow Diagram DFD merupakan gambar pergerakan data antara entitas-

Lebih terperinci

bergantung pada keberadaan entitas lainnya[9]. relasi yang merekatkan dua entitas adalah bersifat

bergantung pada keberadaan entitas lainnya[9]. relasi yang merekatkan dua entitas adalah bersifat a. Istilah Basis Data Ada beberapa istilah yang berkaitan dengan database[4], yaitu : Entity Entity adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam. Pada bidang administrasi siswa

Lebih terperinci

Analisa & Perancangan Sistem Informasi. Data Flow Diagram

Analisa & Perancangan Sistem Informasi. Data Flow Diagram Analisa & Perancangan Sistem Informasi Tambahan Materi & Tugas Pertemuan 03 Data Flow Diagram DFD merupakan gambar pergerakan data antara entitas- entitas luar dan prosesproses serta data store dalam sebuah

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. Pihak-pihak yang terkait dengan transaksi transfer: a. Remitter/Applicant, yaitu pemilik dana (pengirim) yang akan

BAB III LANDASAN TEORI. Pihak-pihak yang terkait dengan transaksi transfer: a. Remitter/Applicant, yaitu pemilik dana (pengirim) yang akan 12 BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Transfer Bank Transfer adalah pemindahan dana antar rekening di suatu tempat ke tempat yang lain, baik untuk kepentingan nasabah atau untuk kepentingan bank itu sendiri. Pihak-pihak

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. ada berkaitan dengan sistem yang akan dibuat. Tujuannya adalah agar aplikasi ini

BAB III LANDASAN TEORI. ada berkaitan dengan sistem yang akan dibuat. Tujuannya adalah agar aplikasi ini BAB III LANDASAN TEORI Dalam membangun aplikasi ini, terdapat teori-teori ilmu terkait yang digunakan untuk membantu penelitian serta menyelesaikan permasalahan yang ada berkaitan dengan sistem yang akan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. pembuatan tugas akhir ini. Teori-teori yang digunakan adalah:

BAB II LANDASAN TEORI. pembuatan tugas akhir ini. Teori-teori yang digunakan adalah: BAB II LANDASAN TEORI Landasan teori merupakan dasar-dasar teori yang digunakan dalam pembuatan tugas akhir ini. Teori-teori yang digunakan adalah: 2.1. Akuntansi Definisi akuntansi dapat dirumuskan dari

Lebih terperinci

Data Flow Diagram (DFD) Rizka Hadiwiyanti S.Kom, M.Kom

Data Flow Diagram (DFD) Rizka Hadiwiyanti S.Kom, M.Kom Data Flow Diagram (DFD) Rizka Hadiwiyanti S.Kom, M.Kom 1 Data Flow Diagram Disebut juga diagram aliran data (DAD) DFD menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara

Lebih terperinci

3 Billing. Vendor. Shipping. Payroll. 11 Warehouse. Receiving. Sales Order. Production. Accounts Payable. Customer 4. Employee. Accounting.

3 Billing. Vendor. Shipping. Payroll. 11 Warehouse. Receiving. Sales Order. Production. Accounts Payable. Customer 4. Employee. Accounting. BAB VI PENGENALAN PEMROSESAN TRANSAKSI Pengantar Pemrosesan transaksi beragam aktivitas perusahaan yang harus dilakukan untuk mendukung operasi sehari-hari. hari. 1 Arus transaksi perusahaan manufaktur

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Aplikasi Menurut Rizky (2009:32), aplikasi (application) adalah software yang dibuat oleh suatu perusahaan komputer untuk mengerjakan tugas-tugas tertentu, misalnya Microsoft

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Data dan Informasi Data merupakan fakta atau bagian dari fakta yang digambarkan dengan simbol-simbol, gambar-gambar, nilai-nilai, uraian karakter yang mempunyai arti pada suatu

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Aplikasi Aplikasi dapat diartikan sebagai program komputer yang dibuat untuk menolong manusia dalam melaksanakan tugas tertentu ( kamus komputer, 1996, Hal:20). Aplikasi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Pemasaran 2.1.1 Pengertian Sistem Sistem adalah sekumpulan objek-objek yang saling berhubungan dan berinteraksi serta hubungan antar objek bisa dilihat sebagai satu kesatuan

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek data penulis adalah Sistem Informasi Penjualan Produk untuk

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek data penulis adalah Sistem Informasi Penjualan Produk untuk BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek data penulis adalah Sistem Informasi Penjualan Produk untuk Wanita Berbasis Web pada Butik Rumah Azka Cimahi yang berlokasi di Jalan Terusan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi Menurut O Brien dalam Baridwan dan Hanum (2007:155) terdapat tiga dimensi pengukuran kualitas informasi, ketiga dimensi tersebut adalah sebagai berikut:

Lebih terperinci

Pemrosesan File. Jatnika 1. Kumpulan atau koleksi item yang tersimpan dalam media penyimpanan sekunder Processor.

Pemrosesan File. Jatnika 1. Kumpulan atau koleksi item yang tersimpan dalam media penyimpanan sekunder Processor. Pemrosesan File Copyright @Ihsan Jatnika 1 File Kumpulan atau koleksi item yang tersimpan dalam media penyimpanan sekunder Processor Main Memory Secondary Storage Files 2 Jenis File File Dokumen Kumpulan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Institut merupakan Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan

BAB II LANDASAN TEORI. Institut merupakan Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Informasi Umum Pendidikan Tinggi Berdasarkan undang-undang Republik Indonesia dijabarkan bahawa Institut merupakan Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. 2.2 Sistem Suku Bunga Secara umum terdapat dua metode dalam perhitungan bunga, yaitu metode Flat dan Efektif.

BAB II DASAR TEORI. 2.2 Sistem Suku Bunga Secara umum terdapat dua metode dalam perhitungan bunga, yaitu metode Flat dan Efektif. BAB II DASAR TEORI 2.1 Pengertian Kredit Pengertian kredit mempunyai dimensi yang beraneka ragam, dimulai kata kredit yang berasal dari bahasa Yunani credere yang berarti kepercayaan. Maksudnya pemberi

Lebih terperinci

BAB III 3. LANDASAN TEORI

BAB III 3. LANDASAN TEORI BAB III 3. LANDASAN TEORI Landasan teori digunakan untuk menyelesaikan masalah secara sistematis. Pada bab ini akan membahas landasan teori yang meliputi landasan teori mengenai hal hal dari permasalahan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar Program Konsep dasar program merupakan suatu gambaran dari program aplikasi yang akan dibangun. Sekarang ini, semua perusahaan pastinya sudah harus terkomputerisasi.

Lebih terperinci

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI. Pendekatan Terstruktur dan alat-alat pemodelan Sistem

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI. Pendekatan Terstruktur dan alat-alat pemodelan Sistem ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI Pendekatan Terstruktur dan alat-alat pemodelan Sistem Model Pendekatan Pendekatan terstruktur Mempertimbangkan data dan proses yang mentransformasikan data sebagai

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-teori Umum 2.1.1 Pengertian Sistem Menurut Mulyadi (2001,P2) : Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk

Lebih terperinci

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE N. Tri Suswanto Saptadi 4/8/2016 nts/sia 1 Pendahuluan Bagaimana kita dapat mendokumentasikan SIA yang diimplementasikan sebagai database relasional? Bab ini menjelaskan

Lebih terperinci

Sistem Informasi Perusahaan 15. ERP Systems and E-Commerce: Intra- and Inter-Enterprise Modeling. Ratih Dyah Kusumastuti Source: Dunn et al.

Sistem Informasi Perusahaan 15. ERP Systems and E-Commerce: Intra- and Inter-Enterprise Modeling. Ratih Dyah Kusumastuti Source: Dunn et al. Sistem Informasi Perusahaan 15. ERP Systems and E-Commerce: Intra- and Inter-Enterprise Modeling Ratih Dyah Kusumastuti Source: Dunn et al. (2006) Outline Sistem intra perusahaan: ERP & REA Enterprise

Lebih terperinci

KONSEP DASAR STRUKTUR & ORGANISASI DATA 1

KONSEP DASAR STRUKTUR & ORGANISASI DATA 1 KONSEP DASAR STRUKTUR & ORGANISASI DATA 1 Pendahuluan Semua aplikasi komputer butuh menyimpan dan mengambil informasi. Ketika sebuah proses sedang berjalan, proses tersebut menyimpan sejumlah informasi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. konsep dasar dan definisi-definisi yang berkaitan dengan perangkat lunak yang

BAB II LANDASAN TEORI. konsep dasar dan definisi-definisi yang berkaitan dengan perangkat lunak yang BAB II LANDASAN TEORI Pada landasan teori ini diuraikan sejumlah teori untuk membantu dan memecahkan permasalahan yang ada. Beberapa landasan teori tersebut meliputi konsep dasar dan definisi-definisi

Lebih terperinci

BASIS DATA MODEL BASIS DATA

BASIS DATA MODEL BASIS DATA BASIS DATA MODEL BASIS DATA APA ITU MODEL BASIS DATA? Model database menunjukkan struktur logis dari suatu basis data, termasuk hubungan dan batasan yang menentukan bagaimana data dapat disimpan dan diakses.

Lebih terperinci

DATA FLOW DIAGRAM 1. KONSEP PERANCANGAN TERSTRUKTUR

DATA FLOW DIAGRAM 1. KONSEP PERANCANGAN TERSTRUKTUR DATA FLOW DIAGRAM 1. KONSEP PERANCANGAN TERSTRUKTUR Pendekatan perancangan terstruktur dimulai dari awal 1970. Pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknikteknik (techniques) yang

Lebih terperinci