[Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 4

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "[Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 4"

Transkripsi

1 [Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 4

2 Pola REA untuk memodelkan tingkatan proses bisnis bebas menggunakan apa saja, antara lain dengan : Deskripsi naratif Berbagai diagram dengan notasi yang berbeda Bahasa terstruktur Predicate logic notations Tags seperti yang digunakan pada XML (Extensible Markup Language) & XBRL (Extensible Business Reporting Language) Notasi bahasa pemrograman Tetapi notasi yang akan digunakan: diagram & bahasa terstruktur yang merupakan turunan dari kumpulan constructs yang dinamakan entity-relationship (ER) modeling (pemodelan relasi entitas) Conceptual Modelling Constructs : 1. Entitas = kumpulan objek riil, baik bersifat fisik maupun konseptual (berarti himpunan entitas). *Contoh : pelanggan ZARA membentuk himpunan entitas pelanggan dan mereka memiliki identitas yang sama (nama, no tlp, alamat) -> kata instance berarti anggota suatu himpunan 2. Relasi = kumpulan asosiasi / hubungan antar entitas (berarti himpunan relasi). *Contoh : entitas pelangga IM3 & entitas paket full BB service, relasinya mungkin adalah pendaftaran langganan paket 3. Atribut = karakteristik / sifat dasar yang dimiliki entitas dan atau relasi. - Atribut kunci primer (primary key attributes) = untuk mendeskripsikan anggota dari suatu himpunan entitas atau relasi secara unik dan universal (harus punya data yang memiliki nilai berbeda, misal no KTP kan tiap orang beda2 tuh). *Contoh : lagi buat data entitas pelanggan ZARA, trs di dalam tabelnya ada atribut = nama, alamat, no telp, jumlah pembelian, no KTP, jenis kelamin. Yang jadi primary key attribute yang pasti beda nilainya untuk tiap pelanggan, misal no KTP.

3 - Atribut sederhana = tidak dapat dipecah lagi. *Contoh : jenis kelamin(gak mungkin juga kan dipecah jadi jenis kelamin pagi dan jenis kelamin malam wkwk piz) - Atribut komposit = dapat dipecah menjadi beberapa atribut lain. *Contoh : alamat, bisa dipecah jadi alamat rumah, alamat kantor, dll. - Atribut derivatif = dapat diturunkan atau dihitung dari nilai atribut lain dalam basis data. *Contoh : IPK, ranking kelas, biaya konsumsi, dll. Jenisnya ada 2, yaitu : (1) Statik = tidak dapat berubah, contoh : atribut total sale amount dari entitas sale -> kalo ada data penjualan dari pelanggan baru di-input, data jumlah penjualan dari tiap pelanggan lama gak akan berubah. (2) Volatile = akan berubah kalau ada data baru di-input lagi ke sistem, contoh : atribut IPK dari entitas mahasiswa -> kan kalo nilai2 lo di semester baru udah masuk otomatis IPK lo bakal berubah kan 4. Kardinalitas partisipasi = untuk merepresentasikan aturan bisnis, berapa kali suatu himpunan entitas diperbolehkan berpartisipasi dalam suatu relasi. *Contoh : entitas pelanggan dengan penjualan, relasinya adalah transaksi jual-beli, misal aturan kardinalitas bagi pelanggan (1,N) artinya minimum pelanggan harus melakukan transaksi pembelian 1 kali dan maksimum tak terhingga. Sedangkan aturan kardinalitas bagi penjualan (0,N) artinya minimum penjualan melakukan transaksi jual beli dengan 0 pelanggan (gaada yg beli samsek, sedih : ) dan maksimum tak terhingga. Baca (min, max). - Kardinalitas minimum : jumlah minimum partisipasi yang harus dilakukan. 0 = partisipasi opsional (boleh gak ada samsek), 1 = partisipasi wajib (min harus 1 kali berpartisipasi) - Kardinalitas maksimum : jumlah maksimum partisipasi yang boleh dilakukan. 1 = partisipasi max hanya 1 kali, N = partisipasi tak terhingga, sebanyak yang dibutuhkan

4 - 5. Mekanisme abstraksi = untuk merepresentasikan kategori entitas / hirarkhi entitas. - Typification : bisa menyimpan karakteristik suatu kategori / tipe dari entitas. *Contoh : universitas menyimpan karakteristik jumlah maksimum SKS yang boleh diambil per semesternya, Menteri Perekonomian menyimpan karakteristik wage rate per hour dari buruh Indonesia, dll. *Gambarnya : Student Type Student Student Type typification Student Type Name Tuition per Credit Fee Assessment Maximum Semester Credits Undergraduate $ 600 $ Graduate-MBA $1,000 $ Graduate-PhD $1,000 $350 9 Graduate-Medical $1,500 $1, Graduate-Law - $1,100 $ Student - Student ID Last Name First Name Address Telephone Student Type Anderson Abigail 123 Pine Graduate-PhD Bishop Brian 45 Elm Bachelors Clark Christy 999 Oak Graduate-MBA Davis Danny 876 Fir Graduate-MBA Edgar Elizabeth 3551 Ash Bachelors Fredericks Faye 7623 Beech Graduate-Law - Generalization : bisa menyimpan entitas subtype (anggota entitas yang lebih spesifik) dan supertype (entitas yang lebih general) dengan relasi is - a. *Contoh : supertype = instrumen musik subtype = alat music tiup, supertype = jus buah subtype = jus manga :9 NOMNOM haha. Dipakai kalau sebagian karakteristik dimiliki oleh semua entitas subtype, tapi ada juga sebagia karakteristik yang hanya dimiliki subtype tertentu. *Contoh : kita bisa masukin semua atribut karyawan kaya NIK, nama, alamat, no tlp, TTL. Tapi atribut SIM Cuma dimiliki oleh beberapa karyawan aja.

5 *Gambarnya StudentID : Name Address Name Student Student GMAT score MBA student StudentID Name Address Student Type FK Joe 14 Irish St. UG Rebecca 22 Irish St. MBA Victor 147 Green Dr. MBA Rob 765 Lucky Dr. MBA Julie 912 Navy St. PhD Sandra 577 Early Dr. UG James 822 Rose Ave. UG Bethany 171 Turkey St. UG Chris 288 Park Ave. PhD PhD Student PhD student MBA Student StudentID GMAT score Dissertation topic StudentID Dissertation Topic The REA ontology as a foundation for Ecommerce Stock price reactions to REA system implementations Conceptual Modeling Notations : Beberapa notasi digunakan untuk mengkomunikasikan konsep pemodelan konseptual yang sama. *Contoh : Pak Fulan bisa berbicara dengan Bahasa Indonesia, Inggris, Jerman, dan Prancis. -> dibahas lebih jelas lagi next dibawah yaa :D - Entity Relationship (ER) grammar notation = notasi menggunakan kata kata / kalimat. *Contoh format notasinya : Entity: ENTITY NAME Attributes: ATTRIBUTE NAMES Identifiers: PRIMARY KEY ATTRIBUTE -> yg jd pembeda utama Relationship: RELATIONSHIP NAME Connected entities: (min,max) ENTITY1 (min,max) ENTITY2 Attributes: ATTRIBUTE NAMES (if any)

6 **Objek biasanya disimpan berdasarkan urutan alphabet dari nama dan relasi entitas (urut a-z), nulisnya relasi dulu baru entitas. **Nama lain notasi ini : BNF Grammar oleh Backus-Nour Form. - Entity Relationship (ER) diagram notation = alternatif untuk merepresentasikan constructs yang sama kaya di ER Grammar. Cuma bedanya ini menggunakan simbol gambar / diagram Entitas # ER Grammars = diurut berdasarkan nama (secara alfabetis, urut dari a-z) & tiap nama didahului oleh kata Entity dan tanda titik dua. *Contoh -> Entity : Customer # ER Diagrams = menggunakan lambang persegi panjang & diberi nama entitas. *Contoh -> Customer Relasi # ER Grammars = diurut berdasarkan nama (secara alfabetis, urut dari a-z) & tiap nama didahului oleh kata Relationship dan tanda titik dua. Lalu di bawahnya ditulis kata Connected Entities dan tanda titik dua nama entitas terkait. *Contoh -> Relationship: IS-MADE-TO Connected entities: (1,1) Sale (0,N) Customer # ER Diagrams = menggunakan lambang belah ketupat & dihubungkan dengan garis lurus ke entitas yang saling memiliki relasi tsb. *Contoh -> Sale IS-MADE-TO Customer Atribut # ER Grammars = diurut berdasarkan nama dalam deskripsi entitas dan atau relasi. Dipaling bawah tulis juga kata Identifier dan tanda titik dua lalu nama primary key nya.

7

8 *Contoh -> Entity: Customer Attributes: ID# Customer_Name Customer_Phone Identifiers: ID# # ER Diagrams = menggunakan lambang lingkaran kecil yang dihungkan dengan garis pendek ke entitas atau relasi terkait. Lingkaran untuk primary key attribute digelapkan (dikasih warna hitam) *Contoh -> Customer ID # Name Phone Kardinalitas partisipasi # ER Grammars = masukin ke deskripsi relasi, ditulis setelah nama entitas pada pernyataan Connected Entities dan tanda titik dua. *Contoh -> Relationship: Assigned-to Connected Entities: (0,1) Employee (1,N) Department # ER Diagrams = menggunakan lambang label pada garis antara entitas & relasi. (0,1) (1,N) Employee Assigned to Department * Contoh ->

9 Latihan kardinalitas Sale (1,1) (1,1) Pays for Cash Receipt Q1: Can at least one sale exist in the database without a related instance of cash receipt? NO! - 1 min on sale Q2: Can at least one sale in the database relate to multiple instances of cash receipt? NO! 1 max on sale Q3: Can at least one cash receipt exist in the database without a related instance of sale? NO! 1min on cahs receipt Q4: Can at least one cash receipt in the database relate to multiple instances of sale? NO! 1 max on cash receipt In other words, all sales are paid for immediately with cash, and sales are the company s only source of cash

10 Langkah langkah membuat REA business process level : 1. Identifikasi Economic Exchange Events (EEE) -> pakai value chain(kalau ada), mana yang menggunakan resources dan mana yang menghasilkan, tiap EEE menjadi suatu entitas dan bukan relasi dualitas. 2. Tambahkan resources EEE -> pakai value chain (kalo ada), tentuin mana yg increment event dana decrement event, tiap resources jadi suatu entitas dan buat relasi stockflow antara resources EEE terkait 3. Tambahkan internal agents pada EEE -> pakai value systems (kalo ada), buat relasi partisipasi diantara event dan agent, tentukan external agent yang jadi sumber dan tujuan aliran resources 4. Tambahkan internal agents pada EEE -> relasi partisipasi, pihak pihak yang bikin increment dan decrement event 5. Tambahkan atribut pada entitas dan relasi 6. Tambahkan kardinalitas partisipasi pada tiap relasi 7. Lakukan validasi model (periksa) REA business process level with extensions : 1. Entitas = *Resources dan resources type *Events : (1) Instigation = event yg memulai aktivitas pada proses bisnis, internal (event pemasaran), eksternal (telepon dari orang supplier kita bagian pemasaran). (2) Mutual Commitment Event = event tentang komitmen antara perusahaan dengan mitra bisnis eksternalnya. (3) Economic Exchange Event = event ttg inflow dan outflow resources. *Agen : internal (mewakili perusahaan), eksternal (mitra bisnis)

11 2. Relasi = *Event Event relationships : (1) Dualitas, menghubungkan encrement dan decrement events. (2) Reciprocal, menghubungkan increment dan decrement commitment event. (3) Fulfillment, menghubungkan commitment event dengan economic event). *Event - Resources relationships : (1) Stockflow, menghubungkan economic events dan resources atau resource types. (2) Reservation, menghubungkan commitment events dan resources atau resource types. *Event - Agent relationships : Partisipasi, menghubungkan events dan agents yang betpartisipasi dalam events. *Agent Agent relationships : (1) Assignment, menghubungkan agen internal dan eksternal hanya bila relasinya independen. (2) Responsibility, menghubungkan agen internal dan eksternal hanya bila agent internal bertanggung jawab atas agent internal lainnya dan relasinya independen. *Resources Agemt relationships : Custody, menghubungkan resource dan internal agent hanya bila pertanggungjawaban seorang agen internal atas suatu resource di-track secara terpisah dari tiap event.

12 *Resources Resources relationships : Linkage, menghubungkan dua resources untuk identifikasi resource yang dibuat dari resource lain. *Typification : Tiap resource, event, atau agent dapat dihubungkan pada suatu resource type, event type, atau agent type. *Generalization : Tiap resource, event, agent, dan commitment dapat pula berpartisipasi dalam suatu relasi dengan subclass or superclass melalui suatu relasi generalisasi. Kesimpulan : 1. Tujuan model konseptual REA pada proses bisnis untuk merancang arsitektur basis data suatu perusahaan dengan menggunakan pola objek tertentu 2. Komponen-komponen arsitektur basis data yang disertakan dalam pemodelan REA adalah entitas, atribut, relasi dan kardinalitas 3. Tiga jenis entitas utama dalam REA ontology adalah Resources, Events, and Agents 4. Tiga jenis relasi utama dalam REA ontology adalah duality, stockflow, dan participation; jenis tambahan adalah assignment, custody, fulfillment, linkage, reciprocal, reservation, dan responsibility. REA ontology juga membolehkan relasi generalization and typification 5. Tambahannya : assignment, custody, fulfillment, linkage, reciprocal, reservation, responsibility, serta generalization dan typification Oleh : Aprisya Falahearlya

SISTEM INFORMASI PERUSAHAAN

SISTEM INFORMASI PERUSAHAAN SISTEM INFORMASI PERUSAHAAN CHAPTER 1 PENGANTAR Integrated enterprise information system: Enterprise (perusahaan): organisasi yang didirikan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan melibatkan aktivitas

Lebih terperinci

BAB III PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE

BAB III PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE BAB III PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE A. Proses Desain Database Enam langkah dasar dalam mendesain dan mengimplementasikan sistem database: 1. Identifikasi kebutuhan informasi para pemakai.

Lebih terperinci

PEMODELAN DATA DAN DESAIN DATABASE

PEMODELAN DATA DAN DESAIN DATABASE Week 4 PEMODELAN DATA DAN DESAIN DATABASE Awalludiyah Ambarwati AGENDA Model Data Relasional Model data REA (Resources, Events, Agents) Merancang diagram REA Mengimplementasikan diagram REA dalam database

Lebih terperinci

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE 1/total Outline PROSES DESAIN DATABASE DIAGRAM HUBUNGAN-ENTITAS (ENTITY- RELATIONSHIP) MODEL DATA REA MEMBANGUN DIAGRAM REA UNTUK SATU SIKLUS TRANSAKSI MENGIMPLEMENTASIKAN

Lebih terperinci

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE N. Tri Suswanto Saptadi 4/8/2016 nts/sia 1 Pendahuluan Bagaimana kita dapat mendokumentasikan SIA yang diimplementasikan sebagai database relasional? Bab ini menjelaskan

Lebih terperinci

ERD, EERD DAN PEMETAAN KE MODEL RELASIONAL

ERD, EERD DAN PEMETAAN KE MODEL RELASIONAL BAB 1 ERD, EERD DAN PEMETAAN KE MODEL RELASIONAL Tujuan Belajar: Memahami konsep dalam Model EntitasHubungan (EntityRelationship Model) Memahami dan bisa membuat Entity Relationship Diagram (ERD) Memahami

Lebih terperinci

[Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 3

[Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 3 [Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 3 Porter s generic value chain : Segala sesuatu yang dilakukan oleh suatu perusahaan harus meciptakan nilai bagi para pelanggannya dengan cara menyediakan

Lebih terperinci

MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE

MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE PENDAHULUAN Bagaimana kita dapat mendokumentasikan SIA yang diimplementasikan sebagai database relasional? Bab ini menjelaskan bagaimana cara mendesain dan mendokumentasikan

Lebih terperinci

Data Modeling and the Entity-Relationship Model

Data Modeling and the Entity-Relationship Model 3 Didimus Rumpak, M.Si. Database Concepts 1e Chapter 3 Data Modeling and the Entity-Relationship Model Pengampu Matakuliah A Didimus Rumpak, M.Si. hp.: 085691055061 [email protected] 2009 by Prentice

Lebih terperinci

dan memahami maksud dari gambar tersebut. sistem. Sering juga disebut sebagai buble chart, transformation graph, dan model

dan memahami maksud dari gambar tersebut. sistem. Sering juga disebut sebagai buble chart, transformation graph, dan model L-1 LAMPIRAN 1. Pengertian Rich Picture Rich Picture adalah penggambaran sistem atau situasi dengan menggunakan gambar-gambar. Gambaran keseluruhan dari orang, objek, proses, struktur, dan masalah pada

Lebih terperinci

Database Design. Pemodelan data & Model Entity-Relationship. Pertemuan 4. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom

Database Design. Pemodelan data & Model Entity-Relationship. Pertemuan 4. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom Database Design Pertemuan 4 Pemodelan data & Model Entity-Relationship Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom Pemodelan Data Pemodelan data / sistem dalam database diguanakan Model ER (Entity Relationship) Diagram

Lebih terperinci

[Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 6

[Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 6 [Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 6 Suatu model konseptual merepresentasikan realita dalam suatu bentuk abstraksi yang dapat digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi dalam berbagai

Lebih terperinci

Atribut NPM (underlined) = primary key

Atribut NPM (underlined) = primary key BAB 2 ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM ERD Diagram untuk menggambarkan model data (konsep/ blue print dari basis data) Menggunakan simbol-simbol standar 2 macam standar simbol ERD Crow s Foot Chen Diagram CROW

Lebih terperinci

Sistem Basis Data. Pertemuan 3 : Modeling Data in Organization Andronicus Riyono, M.T.

Sistem Basis Data. Pertemuan 3 : Modeling Data in Organization Andronicus Riyono, M.T. Sistem Basis Data Pertemuan 3 : Modeling Data in Organization Andronicus Riyono, M.T. Pemodelan data adalah kegiatan analisis Project Identification and Selection Project Initiation and Planning Purpose

Lebih terperinci

ER-DIAGRAM (ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM)

ER-DIAGRAM (ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM) BASIS DATA I/2011-GANJIL ER-DIAGRAM (ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM) Oleh Satrio Agung Wicaksono, S.Kom., M.Kom 21 September 2011 BASIS DATA I/2011-GANJIL 1 Model Entity Relationship Model Entity Relationship

Lebih terperinci

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE (lanjutan)

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE (lanjutan) PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE (lanjutan) 1/total Outline MEMBANGUN DIAGRAM REA UNTUK SATU SIKLUS TRANSAKSI (lanjutan) MENGIMPLEMENTASIKAN DIAGRAM REA DALAM DATABASE -RELASIONAL 2/total Decomposing

Lebih terperinci

MODUL 1 SEPUTAR PERANCANGAN DATABASE. 1.1 Entity-Relationship Model (ER Model) dan Entity Relationship Diagram (ERD)

MODUL 1 SEPUTAR PERANCANGAN DATABASE. 1.1 Entity-Relationship Model (ER Model) dan Entity Relationship Diagram (ERD) MODUL 1 SEPUTAR PERACAGA DATABASE TUJUA PRAKTIKUM 1. Praktikan mampu menggambarkan ERD dengan baik dan benar dengan ER Modeling. 2. Praktikan dapat memahami konsep Basis Data Relasional. 3. Praktikan mampu

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TUNAI MENGGUNAKAN MODEL RESOURCE EVENT AGENT SEBAGAI ALAT BANTU PADA BENGKEL RESMI EDDY MOTOR

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TUNAI MENGGUNAKAN MODEL RESOURCE EVENT AGENT SEBAGAI ALAT BANTU PADA BENGKEL RESMI EDDY MOTOR PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TUNAI MENGGUNAKAN MODEL RESOURCE EVENT AGENT SEBAGAI ALAT BANTU PADA BENGKEL RESMI EDDY MOTOR Ardiprawiro [email protected] Jurusan Akuntansi, Fakultas

Lebih terperinci

Modul 3 Konsep Perancangan Basis Data

Modul 3 Konsep Perancangan Basis Data Modul 3 Konsep Perancangan Basis Data A. Tujuan Pratikum a) Tujuan 1. Praktikan mampu merancang basis data yang baik. 2. Praktikan mampu membuat dan menjelaskan hubungan antar data dalam suatu basis data.

Lebih terperinci

PEMODELAN DATA (ER-D) Basis Data -1 / Dian Dharmayanti

PEMODELAN DATA (ER-D) Basis Data -1 / Dian Dharmayanti PEMODELAN DATA (ER-D) Basis Data -1 / Dian Dharmayanti OUTLINE Modeling Entity, Relationship, Attributes Mapping Cardinality Constraints Key ER Diagram Design Issues Modeling (Entitas) Entitas adalah sesuatu

Lebih terperinci

Sistem Basis Data. Chapter 4: The Enhanced E-R Model and Business Rules Andronicus Riyono, M.T.

Sistem Basis Data. Chapter 4: The Enhanced E-R Model and Business Rules Andronicus Riyono, M.T. Sistem Basis Data Chapter 4: The Enhanced E-R Model and Business Rules Andronicus Riyono, M.T. Supertype & Subtypes Subtype: Pengelompokan sebagian entity instances dari suatu entity type yang memiliki

Lebih terperinci

Sistem Basis Data. Chapter 4: The Enhanced E-R Model and Business Rules Andronicus Riyono, M.T.

Sistem Basis Data. Chapter 4: The Enhanced E-R Model and Business Rules Andronicus Riyono, M.T. Sistem Basis Data Chapter 4: The Enhanced E-R Model and Business Rules Andronicus Riyono, M.T. Supertype & Subtypes Subtype: Pengelompokan sebagian entity instances dari suatu entity type yang memiliki

Lebih terperinci

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) Sistem Basis Data Materi 6 ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) ENTITY RELATIONSHIP PENGERTIAN Entity relationship Adalah jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dari sistem secara abstrak. Entity-relationship

Lebih terperinci

PERTEMUAN 3. Model E-R (Lanjutan)

PERTEMUAN 3. Model E-R (Lanjutan) PERTEMUAN 3 Model E-R (Lanjutan) Model ER Relationship Constraints Merupakan kendala yang membatasi kemungkinan kombinasi entitas yang terlibat dalam relationship instance Contoh: setiap pegawai hanya

Lebih terperinci

Pertemuan 4 ENTITY RELATIONSHIP ENTITY RELATIONSHIP

Pertemuan 4 ENTITY RELATIONSHIP ENTITY RELATIONSHIP Pertemuan 4 ENTITY RELATIONSHIP ENTITY RELATIONSHIP PENGERTIAN Entity relationship Adalah jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dari sistem secara abstrak. Entity-relationship dari model

Lebih terperinci

ER (Entity-Relationship) Model dan Mapping ke Model Relasional. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

ER (Entity-Relationship) Model dan Mapping ke Model Relasional. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya ER (Entity-Relationship) Model dan Mapping ke Model Relasional Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Tujuan Pembelajaran Tujuan: 1. Memahami konsep dasar ER Model. 2. Mengenal notasi ER Diagram. 3. Memahami

Lebih terperinci

Ratu Alyada. Sistem Informasi Perusahaan SUMMARY Chapter 8 13 By : Ratu Alyada

Ratu Alyada. Sistem Informasi Perusahaan SUMMARY Chapter 8 13 By : Ratu Alyada Sistem Informasi Perusahaan SUMMARY Chapter 8 13 By : CH 8 Sales or Collection Business Process Sales/Collection business process = revenue transaction cycle = order to cash mega process Sales/collection

Lebih terperinci

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM. By Tim Dosen

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM. By Tim Dosen ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM By Tim Dosen Pertanyaan Langkah langkah apa yang diperlukan untuk mendesain database? Mengapa model E-R digunakan untuk membuat desain awal? Apa konsep utama di dalam model

Lebih terperinci

Modul ke: Pertemuan - 8. Model Relasi Entitas. Fakultas Ilmu Komputer. Ariefah Rachmawati. Program Studi Sistem Informasi.

Modul ke: Pertemuan - 8. Model Relasi Entitas. Fakultas Ilmu Komputer. Ariefah Rachmawati. Program Studi Sistem Informasi. Modul ke: Pertemuan - 8 Model Relasi Entitas Fakultas Ilmu Komputer Ariefah Rachmawati Program Studi Sistem Informasi www.mercubuana.ac.id Bagian Isi Entity Sets Relationship Sets Design Issues Mapping

Lebih terperinci

ENTITY RELATIONSHIP MODEL

ENTITY RELATIONSHIP MODEL Pertemuan 4 ENTITY RELATIONSHIP MODEL ENTITY RELATIONSHIP PENGERTIAN Entity relationship Adalah jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dari sistem secara abstrak. Entity-relationship dari

Lebih terperinci

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS BASIS DATA Model Data Relational Fakultas Ilmu Komputer UDINUS MODEL DATA RELATIONAL Data Model High Level Lower Level Model Data Relational Kumpulan tabel berdimensi dua dengan masing-masing relasi (relations)

Lebih terperinci

Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R

Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R C H A P T E R 2 ER (ENTITY RELATIONSHIP) MODEL Objectives Tujuan: 1. Memahami konsep dasar ER Model. 2. Memahami Entity, Attribute, Entity Set dan Key (Primary Key dan Foreign Key) 3. Memahami relasi dan

Lebih terperinci

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE (lanjutan)

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE (lanjutan) PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE (lanjutan) 1/total Outline MENGIMPLEMENTASIKAN DIAGRAM REA DALAM DATABASE RELASIONAL(lanjutan) MEMADUKAN DIAGRAM REA ANTAR-SIKLUS MENGGUNAKAN DIAGRAM REA 2/total

Lebih terperinci

Entity Relationship Diagram.

Entity Relationship Diagram. Entity Relationship Diagram http://www.brigidaarie.com Diperkenalkan pertama kali oleh P.P. Chen pada tahun 1976 Menggambarkan persepsi dari pemakai dan berisi obyek-obyek dasar yang disebut entity dan

Lebih terperinci

Pertemuan 2-3 ER-MODEL

Pertemuan 2-3 ER-MODEL Pertemuan 2-3 ER-MODEL INDIKATOR 1. Memahami konsep dasar ER Model. 2. Mengenal notasi ER Diagram. 3. Memahami Entity, Attribute, Entity Set dan Key (Primary Key dan Foreign Key) 4. Memahami relasi dan

Lebih terperinci

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS BASIS DATA Model Data Relational Fakultas Ilmu Komputer UDINUS Data Models Object-Based Data Models Entity-Relationship Object-Oriented. Record-Based Data Models Relational Data Model Network Data Model

Lebih terperinci

Entity Relationship Diagram. Rima Dias Ramadhani, S.Kom., M.Kom Wa:

Entity Relationship Diagram. Rima Dias Ramadhani, S.Kom., M.Kom   Wa: Entity Relationship Diagram Rima Dias Ramadhani, S.Kom., M.Kom Email: rima@[email protected] Wa: 087731680017 Entity Relationship Diagram Semesta Data di dunia nyata ditransformasikan ke dalam sebuah

Lebih terperinci

Perancangan Basis Data Relasional. Bab IV Converting ER Model To Table

Perancangan Basis Data Relasional. Bab IV Converting ER Model To Table Perancangan Basis Data Relasional Bab IV Converting ER Model To Table Himpunan Entitas Lemah Himpunan Entitas Lemah tidak memiliki primary key dan selalu bergantung pada entitas lain. Notasi entitas lemah

Lebih terperinci

Pertemuan III Entity Relationship Diagram Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. Caca E. Supriana, S.Si.,MT.

Pertemuan III Entity Relationship Diagram Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. Caca E. Supriana, S.Si.,MT. Pertemuan III Entity Relationship Diagram Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Caca E. Supriana, S.Si.,MT. [email protected] id 2014 Entity Sets St Database dapatdimodelkan

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Gaji Gaji merupakan salah satu hal yang mendorong atau memotivasi pegawai untuk bekerja atau mengabdi secara menyeluruh terhadap perusahaan. Gaji sering disebut juga sebagai

Lebih terperinci

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA STMIK AMIKOM YOGYAKARTA PERMODELAN DATA ERD (Entity Relationship Diagram) Donni Prabowo @donnipra donni.web.id ANSI Pertemuan 18 Definisi ERD Diagram E-R berupa model data konseptual, yang merepresentasikan

Lebih terperinci

Pertemuan IV Advanced Entity Relationship Diagram Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika

Pertemuan IV Advanced Entity Relationship Diagram Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Pertemuan IV Advanced Entity Relationship Diagram Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Caca E. Supriana, S.Si.,MT. [email protected] id 2014 Himpunan Entitas Lemah h(weak

Lebih terperinci

Sistem Basis Data. Chapter 5: Logical Database Design and the Relational Model Andronicus Riyono, M.T.

Sistem Basis Data. Chapter 5: Logical Database Design and the Relational Model Andronicus Riyono, M.T. Sistem Basis Data Chapter 5: Logical Database Design and the Relational Model Andronicus Riyono, M.T. E-R & Relational Model Conceptual Data Model (E-R Model) dibuat untuk memahami kebutuhan data dan aturan-aturan

Lebih terperinci

Sistem Informasi Perusahaan 15. ERP Systems and E-Commerce: Intra- and Inter-Enterprise Modeling. Ratih Dyah Kusumastuti Source: Dunn et al.

Sistem Informasi Perusahaan 15. ERP Systems and E-Commerce: Intra- and Inter-Enterprise Modeling. Ratih Dyah Kusumastuti Source: Dunn et al. Sistem Informasi Perusahaan 15. ERP Systems and E-Commerce: Intra- and Inter-Enterprise Modeling Ratih Dyah Kusumastuti Source: Dunn et al. (2006) Outline Sistem intra perusahaan: ERP & REA Enterprise

Lebih terperinci

PERTEMUAN IV ADVANCED ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM FAK. TEKNIK JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

PERTEMUAN IV ADVANCED ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM FAK. TEKNIK JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA PERTEMUAN IV ADVANCED ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM FAK. TEKNIK JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA Pertemuan IV Advanced Entity Relationship Diagram Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Caca

Lebih terperinci

Bab 2 Pemodelan Data Menggunakan

Bab 2 Pemodelan Data Menggunakan Bab 2 Pemodelan Data Menggunakan Entity Relationship (ER) Data Model by : Umi Sa adah adah, S.Kom Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Politeknik Elektronika Negeri Surabaya e-mail : [email protected]

Lebih terperinci

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM. SiBaDa Sesi 4

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM. SiBaDa Sesi 4 ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM SiBaDa Sesi 4 ENTITY RELATIONAL DIAGRAM ERD adalah suatu diagram untuk menggambarkan desain konseptual dari yang menghubungkan antara objek satu dengan objek lainnya dalam dunia

Lebih terperinci

Yuli Purwati, M.Kom USE CASE DIAGRAM

Yuli Purwati, M.Kom USE CASE DIAGRAM Yuli Purwati, M.Kom USE CASE DIAGRAM UML UML (Unified Modeling Language) merupakan pengganti dari metode analisis berorientasi object dan design berorientasi object (OOA&D) yang dimunculkan sekitar akhir

Lebih terperinci

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) Bahasan Sistem Basis Data kali ini tentang Entity Relationship Diagram (ERD) salah satu bentuk pemodelan basis data yang sering digunakan dalam pengembangan sistem informasi.

Lebih terperinci

Entity Relationship Model

Entity Relationship Model Entity Relationship Model Rinta Kridalukmana, S.Kom, MT! Program Studi Sistem Komputer Universitas Diponegoro Database sebagai kelompok tabel yang berkaitan & mengekspresikan hubungan SQL STATEMENT : SELECT

Lebih terperinci

: ENDRO HASSRIE NIM : MATKUL : REKAYASA PERANGKAT LUNAK PEMODELAN DATA

: ENDRO HASSRIE NIM : MATKUL : REKAYASA PERANGKAT LUNAK PEMODELAN DATA NAMA : ENDRO HASSRIE NIM : 41813120047 MATKUL : REKAYASA PERANGKAT LUNAK PEMODELAN DATA Pemodelan data (ER Diagram) adalah proses yang digunakan untuk mendefinisikan dan menganalisis kebutuhan data yang

Lebih terperinci

Outline. 1. Latar Belakang. 2. Superclass/Subclass Relationship. 3. Specialisasi dan Generalisasi. 4. Hierarchy dan Lattice

Outline. 1. Latar Belakang. 2. Superclass/Subclass Relationship. 3. Specialisasi dan Generalisasi. 4. Hierarchy dan Lattice Pemodelan EER 1 Tujuan Pemelajaran Setelah mengikuti pemelajaran pada topik ini, jika diberikan requirement basis data, Anda diharapkan dapat memodelkan basis data dengan tepat mengunakan Enhanced Entity

Lebih terperinci

Database Design I. TPI4210 Sistem dan Teknologi Informasi

Database Design I. TPI4210 Sistem dan Teknologi Informasi Database Design I TPI4210 Sistem dan Teknologi Informasi Database Design Life Cycle Requirements Definition Conceptual Design Logical Design Physical Design Recap: ANSI/SPARC architecture Requirements

Lebih terperinci

SISTEM BASIS DATA 1 Imam Asrowardi, S.Kom.

SISTEM BASIS DATA 1 Imam Asrowardi, S.Kom. SISTEM BASIS DATA 1 Imam Asrowardi, S.Kom. POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG 2007 Chapter 2 ER Model (Entitiy Relatioanship) OBJECTIVES Tujuan Memahami konsep dasar ER Model Memahami Entity, Attribute, Entity

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan tertentu. operasional atau teknis yang menjelaskannya.

BAB III LANDASAN TEORI. yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan tertentu. operasional atau teknis yang menjelaskannya. BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Definisi Sistem Menurut Herlambang Soendoro (2005), definisi sistem dapat dibagi menjadi dua pendekatan, yaitu pendekatan secara prosedur pendekatan secara komponen. Berdasarkan

Lebih terperinci

Analisa Desain Berorientasi Objek

Analisa Desain Berorientasi Objek Analisa Desain Berorientasi Objek Objek dan Class Oleh : Rahmady Liyantanto TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO 2011 Obyek dan Class Real-World vs Data-World Objects Class dan klasifikasi

Lebih terperinci

Hanif Fakhrurroja, MT

Hanif Fakhrurroja, MT Pertemuan 5 Sistem Informasi Manajemen Komputer: Pemodelan Data Hanif Fakhrurroja, MT PIKSI GANESHA, 2013 Hanif Fakhrurroja @hanifoza [email protected] http://hanifoza.wordpress.com Desain Database Model

Lebih terperinci

bergantung pada keberadaan entitas lainnya[9]. relasi yang merekatkan dua entitas adalah bersifat

bergantung pada keberadaan entitas lainnya[9]. relasi yang merekatkan dua entitas adalah bersifat a. Istilah Basis Data Ada beberapa istilah yang berkaitan dengan database[4], yaitu : Entity Entity adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam. Pada bidang administrasi siswa

Lebih terperinci

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS BASIS DATA Model Data Relational Fakultas Ilmu Komputer UDINUS MODEL DATA RELATIONAL Data Model High Level Lower Level Model Data Relational Kumpulan tabel berdimensi dua dengan masing-masing relasi (relations)

Lebih terperinci

Pertemuan 5 DATA MODELING & ANALYSIS: ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)

Pertemuan 5 DATA MODELING & ANALYSIS: ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) Pertemuan 5 DATA MODELING & ANALYSIS: ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) Entity Relationship Diagram (ERD) ERD adalah suatu diagram yang menggambarkan hubungan antar entity di dalam database. Skema tentang

Lebih terperinci

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM SISTEM BASIS DATA

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM SISTEM BASIS DATA ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM SISTEM BASIS DATA Kompetensi Dasar : Mampu memahami konsep Model Entity Relationship dan mampu merancang basis data dengan teknik Entity Relationship Diagram Indikator : Mampu

Lebih terperinci

Arif Basofi Laboratorium Database Politeknik Elekltronika Negeri Surabaya PENS ER Diagram (CDM-PDM) Power Designer 6 Data Architect

Arif Basofi Laboratorium Database Politeknik Elekltronika Negeri Surabaya PENS ER Diagram (CDM-PDM) Power Designer 6 Data Architect Arif Basofi Politeknik Elekltronika Negeri Surabaya PENS 2016 ER Diagram (CDM-PDM) Power Designer 6 Data Architect Referensi 1. Sybase, Getting Started PowerDesigner 6.1 Data Architect & Process Analyst,

Lebih terperinci

Basis Data. Pemodelan Database dengan ER Diagram (Entity Relationship Diagram) Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS

Basis Data. Pemodelan Database dengan ER Diagram (Entity Relationship Diagram) Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS Basis Data Pemodelan Database dengan ER Diagram (Entity Relationship Diagram) Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS Tujuan 1. Memahami konsep dasar ER Model. 2. Mengenal notasi ER Diagram. 3.

Lebih terperinci

12Feb. Sistem Informasi Akuntansi I. Pendekatan REA Untuk Membuat Model Proses Bisnis Afrizon, SE, M.Si, Ak. Modul ke: Fakultas

12Feb. Sistem Informasi Akuntansi I. Pendekatan REA Untuk Membuat Model Proses Bisnis Afrizon, SE, M.Si, Ak. Modul ke: Fakultas Modul ke: Sistem Informasi Akuntansi I Fakultas 12Feb Pendekatan REA Untuk Membuat Model Proses Bisnis Afrizon, SE, M.Si, Ak Program Studi Akuntansi Pendekatan SPA / REA Filosofi SPA / REA : Pengakuan

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. adalah sebagai berikut: Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur

BAB III LANDASAN TEORI. adalah sebagai berikut: Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Konsep Dasar Sistem Informasi Terdapat dua kelompok pendekatan di dalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya.

Lebih terperinci

OVERVIEW BASIS DATA RELASIONAL. Oleh: Ir. M. Ramadhan, MT

OVERVIEW BASIS DATA RELASIONAL. Oleh: Ir. M. Ramadhan, MT OVERVIEW BASIS DATA RELASIONAL Oleh: Ir. M. Ramadhan, MT Model Relasional Yang akan dibahas: Model relasional: struktur, karakteristik, key, representasi skema basis data Integritas relasional: integritas

Lebih terperinci

ER (ENTITY RELATIONSHIP) MODEL

ER (ENTITY RELATIONSHIP) MODEL C H A P T E R 3 Objectives Tujuan: 1. Memahami konsep dasar ER Model. 2. Mengenal notasi ER Diagram. 3. Memahami Entity, Attribute, Entity Set dan Key (Primary Key dan Foreign Key) 4. Memahami relasi dan

Lebih terperinci

Model Entity Relationship Bagian I

Model Entity Relationship Bagian I Model Entity Relationship Bagian I Sistem Basis Data WAN H. Manihuruk, S.kom Outline Entity Sets Relationship Sets Mapping Constraints Keys Entity Sets Database dapat dimodelkan sebagai : Kumpulan entitas

Lebih terperinci

Pertemuan Transformasi ER-MODEL INDIKATOR. 1. Memahami ER model 2. Menerapkan transformasi ER- Model ke Model Relasional.

Pertemuan Transformasi ER-MODEL INDIKATOR. 1. Memahami ER model 2. Menerapkan transformasi ER- Model ke Model Relasional. Pertemuan 4-5-6 Transformasi ER-MODEL INDIKATOR 1. Memahami ER model 2. Menerapkan transformasi ER- Model ke Model Relasional. URAIAN MATERI PERANCANGAN DATABASE Perancangan Database adalah proses untuk

Lebih terperinci

ENTITY RELATIONAL MODEL. Dr.Budi Setiyono, MT

ENTITY RELATIONAL MODEL. Dr.Budi Setiyono, MT ENTITY RELATIONAL MODEL Dr.Budi Setiyono, MT Pemodelan Data Definisi Database dapat dimodelkan sebagai : Suatu koleksi dari entitas relationship diantara entitas tersebut Suatu entity merupakan suatu object

Lebih terperinci

Entity Relationship Model

Entity Relationship Model Entity Relationship Model Outline Pendahuluan Entitas Atribut Batasan Keys Hubungan Pendahuluan Model data E-R didasarkan pada persepsi bahwa dunia nyata merupakan sekumpulan dari sejumlah obyek dasar

Lebih terperinci

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI. Pendekatan Terstruktur dan alat-alat pemodelan Sistem

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI. Pendekatan Terstruktur dan alat-alat pemodelan Sistem ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI Pendekatan Terstruktur dan alat-alat pemodelan Sistem Model Pendekatan Pendekatan terstruktur Mempertimbangkan data dan proses yang mentransformasikan data sebagai

Lebih terperinci

Tabel dan Key dalam Database Tipe data dan Karakter pada Database. Author : Minarni, S.Kom.,MM

Tabel dan Key dalam Database Tipe data dan Karakter pada Database. Author : Minarni, S.Kom.,MM Tabel dan Key dalam Database Tipe data dan Karakter pada Database Author : Minarni, S.Kom.,MM Buatlah 3 buah file/ tabel 2 diantara 3 file tersebut berhubungan, misal tabel A berhubungan dengan tabel B,

Lebih terperinci

Sistem Informasi Perusahaan 10. View Integration & Implementation Compromises. Ratih Dyah Kusumastuti Source: Dunn et al. (2006)

Sistem Informasi Perusahaan 10. View Integration & Implementation Compromises. Ratih Dyah Kusumastuti Source: Dunn et al. (2006) Sistem Informasi Perusahaan 10. View Integration & Implementation Compromises Ratih Dyah Kusumastuti Source: Dunn et al. (2006) Outline Pengantar View integration Kompromi dalam implementasi Kebutuhan

Lebih terperinci

Konsep dan Arsitektur Basis Data. IKI20410 Basis Data Aniati Murni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia

Konsep dan Arsitektur Basis Data. IKI20410 Basis Data Aniati Murni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia Konsep dan Arsitektur Basis Data IKI20410 Basis Data Aniati Murni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia TOPIK PEMBAHASAN Data model, Schema and Instance DBMS (Data Base Management System) Architecture

Lebih terperinci

C H A P T E R. DUKUNGAN DATABASE DALAM PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI : Konsep Dasar PERANCANGAN Database. Information Technology, EEPIS-ITS

C H A P T E R. DUKUNGAN DATABASE DALAM PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI : Konsep Dasar PERANCANGAN Database. Information Technology, EEPIS-ITS C H A P T E R 10 DUKUNGAN DATABASE DALAM PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI : Konsep Dasar PERANCANGAN Database Information Technology, EEPIS-ITS Objectives Tujuan: 1. Memahami konsep dasar perancangan database

Lebih terperinci

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE DIANA RAHMAWATI

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE DIANA RAHMAWATI PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE DIANA RAHMAWATI PROSES DESAIN DATABASE PERENCANAAN PEMBUATAN MODEL DATA TERJADI DISINI ANALISIS PERASYARATAN DESAIN PENGKODEAN IMPLEMENTASI OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN

Lebih terperinci

PERTEMUAN 6 MANAJEMEN DESAIN DATABASE

PERTEMUAN 6 MANAJEMEN DESAIN DATABASE PERTEMUAN 6 MANAJEMEN DESAIN DATABASE A. TUJUAN PEMBELAJARAN Pada pertemuan ini akan dijelaskan mengenai Pengembangan database managemen system. mahasiswa harus mampu: 1. Menggunakan REA sebagai alat design

Lebih terperinci

DATA MODELLING DALAM PROYEK SI Hanif Al Fatta M.Kom

DATA MODELLING DALAM PROYEK SI Hanif Al Fatta M.Kom DATA MODELLING DALAM PROYEK SI Hanif Al Fatta M.Kom Abstrak Proses model menggambarkan keseluruhan proses bisnis yang akan dilakukan oleh sistem informasi yang akan dibangun. Proses model juga menjelaskan

Lebih terperinci

Pertemuan 6-7. UML (Unified Modeling Language) (Software Design 2) Muhamad Alif,S.Kom Teknik Informatika UTM 17 Oktober 2012

Pertemuan 6-7. UML (Unified Modeling Language) (Software Design 2) Muhamad Alif,S.Kom Teknik Informatika UTM 17 Oktober 2012 Pertemuan 6-7 UML (Unified Modeling Language) (Software Design 2) Muhamad Alif,S.Kom Teknik Informatika UTM 17 Oktober 2012 UML Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa standart untuk melakukan spesifikasi,

Lebih terperinci

Enhanced Entity Relationship. Mata Ajar Basis Data 1

Enhanced Entity Relationship. Mata Ajar Basis Data 1 Enhanced Entity Relationship Mata Ajar Basis Data 1 Tujuan Pemelajaran Setelah mengikuti pemelajaran pada topik ini, jika diberikan requirement basis data, Anda diharapkan dapat memodelkan basis data dengan

Lebih terperinci

Basis Data I Danny Kriestanto, S.Kom., M.Eng

Basis Data I Danny Kriestanto, S.Kom., M.Eng Topik Basis Data I Danny Kriestanto, S.Kom., M.Eng Komponen E-R Hubungan Entitas Kunci Constraint: kardinalitas Pengertian Entitas Semua obyek yang memiliki makna dan merupakan informasi yang perlu diketahui.

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. 3.1 Pengertian Pengabdian kepada Masyarakat. kepada masyarakat adalah kegiatan yang mencakup upaya-upaya peningkatan

BAB III LANDASAN TEORI. 3.1 Pengertian Pengabdian kepada Masyarakat. kepada masyarakat adalah kegiatan yang mencakup upaya-upaya peningkatan BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Pengertian Pengabdian kepada Masyarakat Menurut Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (2011:4), pengabdian kepada masyarakat atau kegaitan pengabdian

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : Aplikasi Sistem Informasi Inventory pada perusahaan retail. ii Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata Kunci : Aplikasi Sistem Informasi Inventory pada perusahaan retail. ii Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Perancangan Aplikasi Sistem Informasi Inventory pada Perusahaan Retail adalah sebuah aplikasi yang dirancang untuk mengelola penerimaan, Penjualan, permintaan Barang. Tujuan perancangan sistem

Lebih terperinci

PERTEMUAN 4 ENTITY-RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) JUM AT,

PERTEMUAN 4 ENTITY-RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) JUM AT, PERTEMUAN 4 ENTITY-RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) JUM AT, 14-10-16 SIMBOL-SIMBOL DALAM E-R DIAGRAM Notasi Arti Notasi Arti ENTITY ATRIBUT WEAK ENTITY ATRIBUT PRIMARY KEY RELATIONSHIP ATRIBUT MULTI VALUE IDENTIFYING

Lebih terperinci

C H A P T E R. Copyright 2005 PENS-ITS

C H A P T E R. Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R 2 Objectives Tujuan: 1. Memahami konsep dasar ER Model. 2. Memahami Entity, Attribute, Entity Set dan Key (Primary Key dan Foreign Key) 3. Memahami relasi dan himpunan relasi. 4. Memahami

Lebih terperinci

Entity Relationship Model

Entity Relationship Model Entity Relationship Model Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom BasDat 2016 Pendahuluan Model data E-R didasarkan pada persepsi bahwa dunia nyata merupakan sekumpulan dari sejumlah obyek dasar (entitas)

Lebih terperinci

KONSEP SISTEM BASIS DATA

KONSEP SISTEM BASIS DATA KONSEP SISTE BASIS DATA Sistem Basis Data adalah suatu sistem menyusun dan mengelola record-record menggunakan computer untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan

Lebih terperinci

Sistem Basis Data ( )

Sistem Basis Data ( ) Sistem Basis Data (1230283) Pertemuan Ke-3 Model Data Rifki Indra Perwira http://learning.upnyk.ac.id Teknik Informatika - UPN[V]Yk 1 Deskripsi Pengertian tentang model data Model logika berbasis record

Lebih terperinci

Pertemuan 4. Entity-Relationship Diagram (ERD)

Pertemuan 4. Entity-Relationship Diagram (ERD) Pertemuan 4 Entity-Relationship Diagram (ERD) Simbol-simbol dalam E-R Diagram Notasi Arti ENTITY WEAK ENTITY RELATIONSHIP IDENTIFYING RELATIONSHIP ATRIBUT DERIVATIF Notasi Arti ATRIBUT ATRIBUT PRIMARY

Lebih terperinci

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) Entity Relationship Diagram (ERD) ERD adalah suatu diagram yang menggambarkan hubungan antar entity di dalam database. Skema tentang diagram pertama kali diresmikan oleh

Lebih terperinci

PERTEMUAN 5. Model Data Relational (Lanjut)

PERTEMUAN 5. Model Data Relational (Lanjut) PERTEMUAN 5 Model Data Relational (Lanjut) -- 1 -- Untuk setiap entity type E pada diagram ER, buat satu relasi R yang mengandung semua simple attribute dari E. Untuk composite attribute, masukkan komponenkomponen

Lebih terperinci

BAB 10 DATA MODELLING

BAB 10 DATA MODELLING 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMMASI BAB 10 DATA MODELLING 10.1 DATA MODEL Data model adalah cara formal untuk menggambarkan data yang digunakan dan diciptakan dalam suatu sistem bisnis. Model

Lebih terperinci

Perancangan Analisis dan Database Sistem

Perancangan Analisis dan Database Sistem MODU L 2 Perancangan Analisis dan Database Sistem 2.1 Tujuan Praktikum 1. Praktikan mampu memahami macam-macam perancangan obyek dan kelas di tahap analisis. 2. Praktikan mampu membuat object diagram.

Lebih terperinci

Rangkuman Materi Pengembangan Sistem Informasi

Rangkuman Materi Pengembangan Sistem Informasi Rangkuman Materi Pengembangan Sistem Informasi 1.Zachman s Framework Zachman s Framework ialah kerangka kerja dari Zachman yang merepresentasikan kebutuhan-kebutuhan pihak-pihak utama yang terlibat dalam

Lebih terperinci

Tugas Rekayasa Perangkat Lunak

Tugas Rekayasa Perangkat Lunak Tugas Rekayasa Perangkat Lunak Disusun Oleh : M Ikhsan Ariya Girinata 41813120052 Dosen : Wachyu Hari Haji, S.Kom, MM FAKULTAS ILMU KOMPUTER JURUSAN SISTEM INFORMASI Mata Kuliah : REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Lebih terperinci

ABSTRAK. iii. Kata kunci : Toko Nyan, pembelian, penjualan, stok barang

ABSTRAK. iii. Kata kunci : Toko Nyan, pembelian, penjualan, stok barang ABSTRAK Pembuatan laporan ini bertujuan untuk membantu Toko Nyan dalam menata data dengan sistem pembelian dan penjualan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis merumuskan masalah seperti, bagaimana

Lebih terperinci