MODUL I PENGENALAN MATLAB

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "MODUL I PENGENALAN MATLAB"

Transkripsi

1 MODUL I PENGENALAN MATLAB Rosana Dewi Amelinda ( ) Asisten : Kalam A. L ( ) Tanggal Percobaan: 21/9/2015 EL3110-Praktikum Pengolahan Sinyal Digital Laboratorium Dasar Teknik Elektro - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB Abstrak Abstrak Pada praktikum Modul I ini dilakukan beberapa percobaan yaitu pertama dilakukan pembuatan sinyal input filter yang berasal dari hasil superposisi tiga buah sinyal sinusoidal dengan frekuensi yang berbeda-beda menggunakan frekuensi sampling 16 khz. Sinyal hasil superposisi tersebut selanjutnya diplot kedalam sebuah grafik dan diamati pula respon frekuensinya. Percobaan kedua yaitu pembuatan filter dengan fungsi FIR1 berorde 32 yang terdiri dati filter lowpass, band-pass, dan high-pass filter. Lalu diamati frekuensi response untuk masing-masing filter yang telah dibuat. Percobaan ketiga yaitu melakukan desain dan simulasi menggunakan filter FIR2. Pembuatan filter dilakukan dengan metode frekuensi sampling menggunakan respon frekuensi filter yang berasal dari gambar. Perancangan filter tersebut dilakukan untuk filter berorde 16 dan 128. Percobaan terakhir yaitu membandingkan hasil konvolusi (input hasil superposisi pada percobaan 1 dengan salah satu filter pada percobaan 2) yang berasal dari source code yang dibuat praktikan dibandingkan dengan filter yang telah ada pada MATLAB. Kata kunci: MATLAB, filter FIR1, filter FIR2, frequensi respons. 1. PENDAHULUAN MATLAB adalah sebuah bahasa dengan kemampuan tinggi untuk komputasi teknis. Ia menggabungkan komputasi, visualisasi, dan pemrograman dalam satu kesatuan yang mudah digunaka dimana masalah dan penyelesaiannya di ekspresikan dalam notasi matematik yang sudah dikenal. Pemakaian MATLAB meliputi : matematika dan komputasi, pengembangan algoritma, akuisisi data, pemodelan, simulasi, prototype, grafik saintifik dan engineering dan lain-lain. MATLAB adalah system interaktif yang mempunyai basis data array yang ridak membutuhkan dimensi. Ini memungkinan kita dapat menyelesaikan banyak masalah komputasi teknis, khususnya yang berkaitan dengan formulasi matrik dan vector. Sistem MATLAB terdiri atas lima bagian utama : Development Environment, yaitu kumpulan semua alat-alat dan fasilitas untuk membantu user dalam menggunakan fungsi dan file MATLAB. The MATLAB mathematical function library, yaitu koleksi semua algoritma komputasi. The MATLAB language, yaitu Bahasa matriks/array level tinggi dengna contoh flow, fungsi, struktur data, input/output, dan fitur objek programming lainnya. Graphics, yaitu fasilitas untuk menampilkan vector dan matriks sebagai grafik. The MATLAB Application Program Interface (API), yaitu paket yang memungkinkan user menulis Bahasa C dan Fortran yang berinteraksi dengan MATLAB. Tujuan yang ingin dicapai pada modul ini yaitu : Mempelajari penggunaan system help untuk mengetahui commands dan syntax dasar MATLAB. Dapat menggunakan MATLAB untuk desain filter. Mempelajari bagaimana menulis fungsi dan m-file pada MATLAB. Merancang pem-filter-an FIR dengan MATLAB. Memahami pem-filter-an lewat MATLAB secara malam. 2. STUDI PUSTAKA MATLAB (Matrix Laboratory) adalah sebuah program untuk analisis dan komputasi numerik. Pada awalnya, program ini merupakan interface untuk koleksi rutin-rutin numerik dari proyek LINPACK dan EISPACK, namun sekarang merupakan produk komersial dari perusahaan Mathworks, Inc. MATLAB telah berkembang menjadi sebuah environment pemrograman yang canggih yang berisi fungsi-fungsi built-in untuk melakukan tugas pengolahan sinyal, aljabar linier, dan kalkulasi matematis lainnya. MATLAB juga berisi toolbox yang berisi fungsi-fungsi tambahan untuk aplikasi khusus. Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 1

2 MATLAB bersifat extensible, dalam arti bahwa seorang pengguna dapat menulis fungsi baru untuk ditambahkan pada library ketika fungsifungsi built-in yang tersedia tidak dapat melakukan tugas tertentu. Kemampuan pemrograman yang dibutuhkan tidak terlalu sulit bila Anda telah memiliki pengalaman dalam pemrograman bahasa lain seperti C, PASCAL, atau FORTRAN. a. MATLAB HELP MATLAB menyediakan sistem help on-line yang dapat diakses dengan perintah help. Contoh : >> help filter b. VARIABEL DAN OPERASI MATRIKS Tipe variable pada MATLAB adalah matriks. Untuk meklarasikan sebuah variable, kita perlu memberikan nilai tertentu padanya pada MATLAB prompt. Sebagai contoh : >> M = [ 1 2 6; 5 2 1] M = Ketika definisi sebuah matriks melibatkan sebuah rumus yang panjang atau banyak entri, maka sebuah perintah MATALB yang sangat panjang dapat dipecah menjadi dua (atau lebih) baris dengan cara menempatkan sebuah tanda ( ) paa akhir dari sebuah baris yang ingin dilanjutkan. Sebagai contoh : P = [ 1, 2, 4, 6, 8 ]+ [ pi, 4, exp(1), 0, -1] + [cos(0.1*pi), sin(pi/3), tan(3), atan(2), sqrt(pi) ]; Ketika sebuah ekspresi perintah atau pernyataan diakhiri dengan tanda semicolon (;), maka hasilnya tidak akan ditampilkan di layar. Ada dua jenis variabel matriks pada MATLAB, yakni skalar (scalars) dan vektor (vectors). Sebuah skalar adalah sebuah matriks yang hanya berisi satu elemen, jadi berukuran 1 x 1. Sebuah vektor adalah sebuah matriks yang hanya berisi satu baris atau kolom. Operator colon (:) sangat berguna untuk membuat index arrays. Notasi colon didasarkan pada ide bahwa sebuah selang indeks dapat dihasilkan dengan memberikan sebuah nilai awal, interval, dan sebuah nilai akhir. Karena itu, sebuah vektor yang terpartisi secara teratur dapat diperoleh dengan perintah iii = nilai awal : interval : nilai akhir Perkalian matriks Operasi perkalian matriks AB hanya dapat dilakukan bila kedua matriks tersebut memiliki dimensi yang kompatibel, yakni jumlah kolom matriks A harus sama dengan jumlah baris matriks B. Sebagai contoh, sebuah matriks 5 x 8 dapat mengalikan sebuah matriks 8 x 3 untuk menghasilkan sebuah matriks AB 5 x 3. Secara umum, bila A adalah m x n, maka B haruslah n x p, dan hasil perkalian AB akan memiliki dimensi m x p. Umumnya perkalian matriks tidak bersifat komutatif, yakni AB BA. Bila p = m, maka perkalian AB tidak terdefinisi. Beberapa kasus khusus untuk perkalian matriks adalah outer product dan inner product. Pada outer product, sebuah vektor kolom mengalikan sebuah vektor baris untuk menghasilkan sebuah matriks. Bila kita membiarkan semua elemen salah satu vektor tersebut berupa 1, maka kita akan memperoleh hasil yang berulang. Untuk inner product, sebuah vektor baris mengalikan sebuah vektor kolom, jadi hasilnya berupa skalar. Bila kita membiarkan semua elemen salah satu vektor tersebut berupa 1, maka kita akan memperoleh penjumlahan semua elemen vektor lainnya. Operasi pointwise array Bila kita ingin melakukan perkalian pointwise, ada beberapa kebingungan yang bisa muncul. Pada kasus pointwise, kita ingin mengalikan matriks secara elemen per elemen, jadi mereka harus memiliki dimensi yang sama. Sebagai contoh, dua matriks 5 x 8 dapat dikalikan secara pointwise, walaupun keduanya tidak bisa melakukan perkalian matriks biasa. Untuk melakukan perkalian pointwise pada MATLAB, kita menggunakan operator point-star A.* B. Operasi concatenatio Operasi ini digunakan untuk menempelkan dua atau lebih array dengan syarat syarat tertetu sesuai dengan operasi concatenation yangdiinginkan. Dalam MATLAB terdapat dua buah fungsi yang dapat digunakan untuk melakukan proses concatenation (penempelan) arrays. Fungsi tersebut adalah vertcat dan horzcat. Penjelasan lanjut dapat dilihat pada help MATLAB untuk fungsi-fungsi tersebut. c. PLOT GRAFIK MATLAB dapat menghasilkan plot dua dimensi x- y dan plot tiga dimensi, menayangkan citra, dan bahkan membuat dan memutar video. Dua fungsi yang yang sering digunakan pada praktikum ini adalah plot dan stem. Untuk memanggil fungsi ini, umumnya kita membutuhkan dua vektor (satu vektor juga bisa, namun untuk definisi yang Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 2

3 berbeda, gunakan perintah help untuk melihat informasi yang lebih lengkap), untuk sumbu x dan sumbu y. Pemanggilan fungsi plot(x,y) akan menghasilkan suatu plot yang terkoneksi dengan garis lurus untuk setiap dua titik { (x(1),y(1), (x(2),y(2), (x(3),y(3),.., (x(n),y(n) } seperti yang ditunjukkan pada gambar PA.1. Pemanggilan fungsi stem(x,y) akan menghasilkan presentasi seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1. 1 PA.1 mengetikkan nama file (dengan atau tanpa ekstensi). Program-program tersebut umumnya dikenal dengan istilah m-file.berikut merupakan contoh sebuah m-file: tt = 0:0.3:4; xx = sin(0.7*pi*tt); subplot(2,1,1) plot( tt, xx) title( tt = 0:0.3:4; xx = sin(0.7*pi*tt); plot( tt, xx) ) subplot(2,1,2) stem( tt, xx) title( tt = 0:0.3:4; xx = sin(0.7*pi*tt); plot( tt, xx) ) Bila perintah-perintah ini disimpan dengan file bernama plotstem.m maka pengetikan plotstem pada command prompt akan menjalankan file tersebut, dan kedelapan baris perintah akan dieksekusi sama halnya bila mereka diketikkan baris per baris pada command prompt. Hasilnya adalah dua buah plot seperti yang tampak pada gambar A.1. f. MENULIS FUNGSI MATLAB d. KONSTRUKSI PEMROGRAMAN MATLAB mukung paradigma pemrograman fungsional, di mana Anda dapat menyusun fungsifungsi secara nested. Perhatikan persamaan di bawah yang dapat diimplementaskan dengan hanya menggunakan satu baris kode MATLAB, yakni sum( log( abs(x) ) ) di mana x adalah sebuah vektor yang berisi elemen-elemen xn. Contoh ini mengilustrasikan MATLAB dalam bentuk yang paling efisien, di mana fungsi-fungsi individu dikombinasikan untuk menghasilkan keluaran. Penulisan kodekode MATLAB yang efisien memerlukan gaya pemrograman yang menghasilkan fungsi-fungsi kecil yang divektorisasi. Loop-loop harus dihindari. Cara utama untuk menghindari loop adalah memanggil fungsi-fungsi toolbox sebanyak/sesering mungkin. e. MATLAB SCRIPTS Setiap perintah/pernyataan yang dapat dimasukkan pada window prompt dapat disimpan pada sebuah file teks dan dieksekusi sebagai script. File teks tersebut dapat dibuat dengan menggunakan sembarang editor ASCII seperti program Notepad atau pada editor teks MATLAB. Ekstensi file harus berupa.m dan script tersebut dieksekusi pada MATLAB dengan hanya Kita dapat menulis fungsi siri dan kemudian ditambahkan pada environment MATLAB. Fungsifungsi ini merupakan jenis lain dari m-file, dan dibuat sebagai sebuah file ASCII menggunakan editor teks. Kata pertama pada m-file tersebut haruslah keywordfunction untuk memberitahukan MATLAB bahwa file tersebut diperlakukan sebagai sebuah fungsi dengan argumen. Pada baris yang sama juga berisi calling template yang menyatakan argumen input dan output dari fungsi. Nama file untuk m-file tersebut haruslah berekstensi.m dan nama fungsi tersebut akan menjadi nama dari perintah baru pada MATLAB. Sebagai contoh, perhatikan file berikut, yang mengekstrak L buah elemen terakhir dari sebuah vector. function y = foo( x, L ) %FOO mengambil L buah titik terakhir dari x % penggunaan: % y = foo( x, L ) % di mana: % x = vektor input % L = jumlah titik yang ingin diambil % y = vektor output N = length(x); If (L > N) error( vektor input terlalu pek ) y = x(( N-L+1):N ); Bila file ini disimpan dengan nama foo.m, operasi ini dapat dipanggil dari MATLAB command line dengan cara mengetikkan aa = foo( (1:2:37), 7 ); Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 3

4 Outputnya akan berupa tujuh elemen terakhir dari vektor (1:2:37), yakni aa = [ ] 2.1 JUDUL SUB-BAB Sub-bab pada percobaan ini, yaitu : 3. METODOLOGI Penguat kelas A Penguat pushpull kelas B Penguat pushpull kelas AB Pada percobaan 1 ini, alat dan bahan yang digunakan yaitu : 1. 1 unit computer 2. Software MATLAB Memulai percobaan Pastikan komputer yang akan digunakan berfungsi dengan normal dan tidak ada masalah apapun. Pada Marlab, direpresentasikan sinyal dalam vekor (matriks 1 x N, N panjang vektor). Akan direpresentasikan sumbu waktu dimana untuk 0<t<2π, diberi panjang vektor 100 sampel dengan perintah >>i = 1:100 Dibuat 3 sinyal sinusoidal pada frekuensi pencuplikan fs = 16 khz untuk masing-masing frekuensi sinyal f1 = 200 Hz, fs = 1 khz, f3 = 5 khz. Diketikan : >>sin1 = sin (2*pi*i*f1/fs); sin2 = sin (2*pi*i*f2/fs); sin3 = sin (2*pi*i*f3/fs); Dijumlahkan ketiga sinyal tersebut menjadi satu sinyal sinusoidal rusak dengan perintah >>sintot = (sin1+sin2+sin3)/3; Dicoba lot gambarnya dengan perintah >>plot (sintot) Software Matlab sudah terinstal dalam komputer. Dilihat juga respon frekuensinya dengan peritah freqz. 2. Percobaan desain dan simulasi flter FIR 1 1. Percobaan membuat sinyal input filter berupa superposisi beberapa sonyal sinusoid dengan frekuensi berbeda Dibuat beberapa filter dengan spesifikasi sebagai berikut a. Filter FIR low-pass orde 32 dengan frekuensi cutoff 800 Hz b. Filter FIR band-pass orde 32 dengan frekuensi pass 1-3 khz c. Filter FIR high-pass orde 32 dengan frekuensi cutoff 6 khz Dirancang ketiga filter tersebut, dicari koefisien filternya dengan perintah yang sesuai (fir1). Dicatat masing-masing koefisien filter. Dilihat frekuensi respon masing-masing filter dengan perintah freqz. Digambarkan hasilnya. Dianalisis pada frekuensi cut-off 3. Percobaan desain dan simulasi filter FIR 2 Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 4

5 Dibuat desain filter FIR dengan metoda frekuensi sampling dengan respon frekuensi seperti apda gambar dibawah (Respon Frekuensi Filter) Gambar 1 Sinyal sinusoidal 1 Dirancang filter diatas, dicari koefisien filternya dengan perintah yang sesuai (fir2). Dicatat koefisien filter. Digunakan orde 16. Sinyal kedua memiliki frekuensi 1 khz, seperti pada gambar berikut : Gambar 2 Sinyal sinusoidal 2 Dilihat frekuensi respon filter dengan perintah freqz. Digambarkan hasilnya. Dilakukan untuk orde yang lebih besar misalnya 128. Dibandingkan dengan hasil sebelumnya. 4. Percobaan membuat m-file untuk melakukan pem-filter-an FIR. Pada bagian ini dibuat m-file untuk melakukan pemfilteran FIR saja, untuk m-file tersebut tidak diperbolehkan memanggil fungsi internal MATLAB. Dibandingkan hasilnya dengan percobaan dengan menggunakan perintah filter dari MATLAB. Yang terakhir yaitu sinyal ketiga yang memiliki frekuensi sebesar 5 khz. Gambar 3 Sinyal sinusoidal 3 Mengakhiri Percobaan Sebelum keluar dati ruang praktikum, dirapikan meja praktikum dan dimatikan komuter dati jala-jala listrik. Dimatikan MCB dimeja praktikum sebelum meninggalkan ruangan. Diperiksa lembar penggunaan meja. Dipastikan asisten telah menandatangani catatan percobaan kali ini pada Buku Catatan Laboratorium. 4. HASIL DAN ANALISIS Percobaan 1 : Membuat sinyal input filter berupa superposisi beberapa sinyal sinusoidal dengan frekuensi berbeda Pada percobaan pertama ini dilakukan representasi 3 buah sinyal sinusoidal dengan nilai frekuensi yang berbeda-beda (frekuensi sampling 16 khz). Representasi sinyal tersebut dilakukan sebanyak 100 sampel (I dari 1 sampai 100). Sinyal sinusoidal pertama memiliki frequensi 200 Hz seperti ditunjukan pada gambar dibawah : Kode matlab untuk pengeplotan ketiga sinyal tersebut yaitu : (( Initialisasi )) i = 1:100 (banyak sampel) fs = (besar frek sampling) f1 = 200 (nilai frek 1) f2 = 1000 (nilaifrek 2) f3 = 5000 (nilai frek 3) (( rumus fungsi )) sin1 = sin(2*pi*i*(f1/fs)) (fungsi1) sin2 = sin(2*pi*i*(f2/fs)) (fungsi2) sin3 = sin(2*pi*i*(f3/fs)) (fungsi3) (( Display )) figure (1); subplot(2,1,1); plot(i,sin1); title('sin1') {plot sinyal 1} subplot(2,1,2); plot(i,sin2); title('sin2') {plot sinyal 2} figure (2); subplot(2,1,1); plot(i,sin3); title('sin3') {plot sinyal 3} Selanjutnya dilakukan pengeplotan sinyal total yang merupakan hasil penjumlahan dari ketiga sinyal. Berikut gambarnya : Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 5

6 Gambar 4 Sinyal total ((sin1+sin2+sin3) / 3) Gambar 6 Respon frekuensi filter FIR low-pass Dari sinyal total tersebut dibuat pula hasil respons frekuensinya sebagai berikut : Gambar 5 Respon frequensi sinyal total Perintah matlab untuk pengeplotan sinyal total beserta respons frekuensinya yaitu : sintot = (sin1+sin2+sin3)/3 (nilai sinyal total yang merupakan penjumlahan dari ketiga siyal) subplot(2,1,2); plot(i,sintot); (plot grafik sinyal total ) title('sintot') (pemberitan judul grafik) freqz (sintot); (perintah untuk mengamati respons frekuensi sinyal) Dari percobaan ini telah diperoleh sebuah sinyal input filter yaitu berupa sinyal total hasil penjumlahan 3 buah sinyal sinusoidal dengan frekuensi yang berbeda-beda. Dapat dilihat bahwa nilai-nilai sinyal total (mulai dari i = 1 hingga i = 100) merupakan hasil superposisi nilai-nilai sinyal 1, sinyal 2 dan sinyal 3. Misalnya saja unuk nilai sinyal total saat i = 50, merupakan hasil penjumlahan dari sinyal 1 (saat i = 50), ditambahkan dengan sinyal 2 (saat i = 50) dan sinyal 3 (saat i = 50). Percobaan 2 : Desain dan simulasi filter FIR 1 Pada percobaan 2, dilakukan pembuatan 3 buah filter dengan memanfaatkan fungsi FIR 1 yang telah ada pada MATLAB. Filter pertama yang dibuat yaitu filter FIR low-pass orde 32 (fc 800 Hz), berikut respons frekuensinya : Source code yang digunakan yaitu : LowPass = fir1(32,0.1); (pembuatan filter low-pass dengan mencari nilai koefisiennya menggunakan perintah fir1) freqz(lowpass); (perintah untuk melihat frekuensi respons dari lowpass filter) Selanjutnya dilakukan juga pembuatan filter FIR band-pass orde 32 (f pass 1-3 khz) dengan respons frekuensi sebagai berikut : Gambar 7 Respon frekuensi filter FIR band-pass Source code : BandPass = fir1(32,[0.125, 0.375],'bandpass'); (pembuatan filter band-pass dengan mencari nilai koefisiennya menggunakan perintah fir1) freqz(bandpass); (perintah untuk melihat frekuensi respons dari bandpass filter) Dan yang terakhir yaitu pembuatan filter FIR highpass orde 32 (fc 6 khz) dengan respons frekuensi sebagai berikut : Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 6

7 Source Code : Gambar 8 Respon frekuensi filter FIR high- HighPass = fir1(32,0.75,'high'); (pembuatan filter high-pass dengan mencari nilai koefisiennya menggunakan perintah fir1) freqz(highpass); (perintah untuk melihat frekuensi respons dari highpass filter) Pada Matlab telah disediakan fungsi fir1() yang dapat digunakan untuk merancang linear-phasa FIR filter konvensional seperti lowpass, highpass, bandpass dan bandstop yang didasarkan pada metode windowing. Dengan perintah b = fir(n,wn) akan menghasilkan sebuah vector b yang merupakan respons impuls pada suatu lowpass filter dengan orde senilai N. nilai frekuensi cut-off (f[wn]) harslah bernila antara 0 sampai 1 yang mana mengacu pada suatu nilai yang berkaitan dengan nilai setengah dari frekuensi sampling (fs), yang dalam beberapa literature juga dinyatakan sebagai sampling rate. Nilai frekuensi cut-off ini merupakan bentuk ternormalisasi dari fs/2. Gambar 9 Contoh peredaman pada low-pass filter Dapat dilihat dari gambar diatas, respon frekuensi FIR yang dihasilkan menunjukan bahwa pada nilai frekuensi cut-off (dalam hal ini ditunjukan dengan nilai Wn 0.1), mulai menunjukan adanya efek redaman terhadap sinyal input sehingga outputnya mengalami pelemahan nilai. Pada Wn = 0.2, sinyal benar-benar mengalami peredaman ditunjukan dengan adanya ripple pada frekuensi diatas Wn = 0.2. Hal ini (sifat serupa sesuai filternya) juga terjadi pada filter band pass dan filter high pas yaitu pada frekuensi antara (band-pass) dan pada Wn = 0.75 (high-pass). Percobaan 3 : Desain dan simulasi filter FIR 2 Percobaan ketiga yaitu melakukan perancangan filter (low-pass) dengan metoda frekuensi sampling menggunakan grafik response frekuensi yang yang telah ditentukan. Berikut hasil frekuensi response yang dihasilkan untuk dua orde yang berbeda (16 dan 128) : Source code : Gambar 10 Filter dengan orde 16 Gambar 11 Filter dengan orde 128 (( inisialisasi nilai )) f = [ ]; m = [ ]; (( eksekusi program )) ((orde 16)) lowpass = fir2(16,f,m); (pembuatan filter low-pass dengan mencari nilai koefisiennya menggunakan perintah fir2) freqz(lowpass); (perintah untuk melihat frekuensi respons dari lowpass filter dengan orde 16) ((orde 128)) lowpass = fir2(128,f,m); (pembuatan filter low-pass dengan mencari nilai koefisiennya menggunakan perintah fir2) freqz(lowpass); (perintah untuk melihat frekuensi respons dari lowpass filter dengan orde 128) Pada MATLAB terlah disedakan fitur filter fir2(). Contohnya untuk perintah b = fir2(n,f,m) Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 7

8 digunakan untuk mesain filter digital FIR orse N dengan respons frekuensi yang ditentukan oleh vector f dan m, serta menghasilkan koefisien filter pada vector b sebanyak N+1. Vektor f dan m menetapkan frekuensi dan magnitude untuk filter sehinga dapat dilakukan perintah plot(f,m) yang akan dihasilkan gambar dari respons frekuensi yang diinginkan. Nilai frekuensi pada vekto f haruslah bernilai antara 0.0<f<.10, dimana 1.0 menunjukan setengah dari frekuensi sampling. Nilai pada vector f harus bertambah, dimulai dati 0 dan berakhir pada 1.0. Secara default, FIR2 menggunakan window jenis Hamming. Tipe window yang lain seperti Boxcar, Hanning, Barlett, Blackman, Kaiser dan Chebwin juga dapat digunakan, misalnya b= fir2(n,f,m,blackman(n+1)) digunakan untuk perintah pada window Blackman. Perbedaan nilai orde pada fungsi yang digunakan hanya berpengaruh pada jumlah sample yang digunakan. Misalnya untuk orde 16 digunakan sampel sebanyak 16 buah sedangkan untuk orde 128 digunakan sampel sebanyak 128 buah. Percobaan 4 : Percobaan m-file untuk melakukan pem-filter-an FIR Pada percobaan 4 ini praktikan diminta untu membuat m-file untuk melakukan pem-filter-an saja, namun dengan ketentuan tidak diperbolekan untuk memanggil fungsi internal MATLAB. Kemudian hasil dari penggunaan m-file tersbut dibandingkan dengan hasil yang diperoleh apabila menggunakan fungsi filter yang telah ada pada MATLAB. Berikut merupakan hasil konvolusi sinyal input (sintot perc 1) dengan filter low-pass menggunakn fungsi filter yang telah ada pada MATLAB : Gambar 12 Konvolusi sinyal total dcngan filter low-pass filter mengguanakan perintah filter dari MATLAB Gambar 13 Frekuensi response sinyal hasil konvolusi mengguanakan perintah filter dari MATLAB Kemudian hasil diatas selanjutnya akan dibandingkan dengan hasil konvolusi sinyal input dan filter yang sama namun dilakukan dengan m- file yang telah dibuat praktikan, yaitu sebagai berikut : Gambar 14 Konvolusi sinyal total dengan filter low-pass filter menggunakan source code yang dibuat praktikan Gambar 15 Frekuensi response sinyal hasil konvolusi menggunakan source code yang dibuat praktikan Source code function y=my_conv(x,h) (nama fungsi) (( inisialisasi )) x2=h; (x2 di assign dengan filter h) lx=length(x); (length sinyal input) lh=length(h); (length filter h) (( program utama yang melakukan proses konvolusi sinyal input (sintot) dengan filter low-pass)) (Membalik sinyal input) if lx>lh x2=[x2 zeros(1,lx-lh)]; Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 8

9 else x=[x zeros(1,lh-lx)]; y=zeros(1,lx+lh-1); x=fliplr(x); (Menjumlahkan sinyal input yang telah dibalik dengan filter lowpass) for i=1:length(y) if i<=length(x) y(i)=sum(x(1,length(x)- i+1:length(x)).*x2(1,1:i)); else j=i-length(x); y(i)=sum(x(1,1:length(x)- j).*x2(1,j+1:length(x2))); Penulisan barisan ekspresi dalam MATLAB command window biasanya dilakukan baris perbaris dan biasanya untuk menyimpan barisan perintah dan hasil outputnya dengan menggunkan command diary. Hal ini sangatlah tidak efisien dikarenakan barisan yang telah tersimpan di diary tidak dapat diloadkan kembali seandaianya telah keluar dari MATLAB. Apalagi jika dilakukan banyak sekali perulangan barisan perintah yang sama, misalkan dilakukan pengolahan data dan perhitungan yang samayang melibatkan data atau fungsi yang berbeda. Untuk itu MATLAB menyediakan suatu struktur untuk membuat fungsi anda siri atau suatu teknik pemrograman dalam bentuk M-File. Fungsi M-file hampir sama dengan script file dimana keduanya merupakan suatu file teks dengan ekstensi.m. Fungsi M-file ini tidak dimasukkan dalam command window, melainkan suatu file tersiri yang dibuat dalam editor teks (MATLAB editor/debugger). Suatu fungsi M-File harus mengikuti beberapa aturan, diantaranya : nama fungsi, baris komentar, serta argument input dan output. Berdasarkan fungsi m-file tersebut, maka telah dibuat m-file untuk fungsi konvolusi yang telah dtuliskan diatas. Dari m-file tersebut kemudian fungsi dijalankan di MATLAB. Setelah output dicocokan dengan fungsi filter yang telah ada pada MATLAB, ternyata diperoleh hasil respons frekuensi yang sama sehingga dapat dipastikan fungsi m-file yang telah dibuat praktikan adalah benar. 5. KESIMPULAN Dari percobaan didapatkan kesimpulan : Perintah help dapat digunakan untuk mengetahui tentang penjelasan commands dan syntax dasar dari fungsi-fungi yang ada pada MATLAB. MATLAB dapa digunakan untuk melakukan desain filter suatu sinyal. Pada MATLAB terdapat 2 jenis fungsi filter yang dapat langsung digunakan, yaitu fir 1 dan fir 2. Keduanya sama-sama dapat digunakan untuk malakukan filter terhadap sinyal dengan variabel input berupa orde dan frekuensi cut off sinyal. Perbedaan kedua filter ini yaitu pada metode pem-filter-an yang digunakan. Dimana pada fir 1, metode pem-filter-an yang digunakan yaitu dengan window method sedangkan pada fir 2 digunakan metode dengan memanfaatkan frekuensi sampling. Fungsi-fungsi matematika sederhana juga dapat dilakukan pada MATLAB untuk menjumlahkan dua atau lebih sinyal. Algoritma fungsi-fungsi tertentu dapat dibuat dalam bentuk m-file pada MATLAB. DAFTAR PUSTAKA [1]. Mervin T Hutabarat, Praktikum Elektronika II Laboratorium Dasar Teknik Elektro ITB,Bandung, [2]. Proakis, Jhon. Manolakis, Dimitris, Digital Signal Processing, principles, algoritm, and application, Prentice Hall, 1998 [3]. k/prak_dsp_1.pdf, 6.03, 22 September 2015 [4]. ikum%20dsp/ps5_fir.pdf, 3.20, 23 September 2015 [5]. Modul4.pdf, 5.51, 23 September Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 9

10 PERCOBAAN 1 i = 1:100 fs = f1 = 200 f2 = 1000 f3 = 5000 sin1 = sin(2*pi*i*(f1/fs)) sin2 = sin(2*pi*i*(f2/fs)) sin3 = sin(2*pi*i*(f3/fs)) LAMPIRAN sintot = (sin1+sin2+sin3)/3 figure (1); subplot(2,1,1); plot(i,sin1); title('sin1') subplot(2,1,2); plot(i,sin2); title('sin2') figure (2); subplot(2,1,1); plot(i,sin3); title('sin3') subplot(2,1,2); plot(i,sintot); title('sintot') freqz (sintot); PERCOBAAN 2 LowPass = fir1(32,0.1); freqz(lowpass); BandPass = fir1(32,[ ],'bandpass'); freqz(bandpass); HighPass = fir1(32,0.75,'high'); freqz(highpass); PERCOBAAN 3 f = [ ]; m = [ ]; lowpass = fir2(16,f,m); freqz(lowpass); lowpass = fir2(128,f,m); freqz(lowpass); PERCOBAAN 4 function y=my_conv(x,h) x2=h; lx=length(x); lh=length(h); if lx>lh x2=[x2 zeros(1,lx-lh)]; else x=[x zeros(1,lh-lx)]; y=zeros(1,lx+lh-1); x=fliplr(x); for i=1:length(y) if i<=length(x) y(i)=sum(x(1,length(x)-i+1:length(x)).*x2(1,1:i)); else Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 1 0

11 j=i-length(x); y(i)=sum(x(1,1:length(x)-j).*x2(1,j+1:length(x2))); Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 11

PETUNJUK PRAKTIKUM PRAKTIKUM PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL. Laboratorium Dasar Teknik Elektro

PETUNJUK PRAKTIKUM PRAKTIKUM PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL. Laboratorium Dasar Teknik Elektro PETUNJUK PRAKTIKUM PRAKTIKUM PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL Laboratorium Dasar Teknik Elektro Sekolah Teknik Elektro Dan Informatika Institut Teknologi Bandung 2016 BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM PENGOLAHAN SISTEM

Lebih terperinci

PETUNJUK PRAKTIKUM PRAKTIKUM PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL. Laboratorium Dasar Teknik Elektro

PETUNJUK PRAKTIKUM PRAKTIKUM PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL. Laboratorium Dasar Teknik Elektro PETUNJUK PRAKTIKUM PRAKTIKUM PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL Laboratorium Dasar Teknik Elektro Sekolah Teknik Elektro Dan Informatika Institut Teknologi Bandung 2017 BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM PENGOLAHAN SISTEM

Lebih terperinci

MODUL III PENGGUNAAN VISUAL DSP++ 5.0

MODUL III PENGGUNAAN VISUAL DSP++ 5.0 MODUL III PENGGUNAAN VISUAL DSP++ 5.0 Rosana Dewi Amelinda (13213060) Asisten : Gunawan Pratama H (13212115) Tanggal Percobaan: 5/10/2015 EL3110-Praktikum Pengolahan Sinyal Digital Laboratorium Dasar Teknik

Lebih terperinci

MODUL I PENGENALAN MATLAB

MODUL I PENGENALAN MATLAB MODUL I PENGENALAN MATLAB 1. Apa Matlab itu? Matlab merupakan bahasa pemrograman dengan kemampuan tinggi dalam bidang komputasi. Matlab memiliki kemampuan mengintegrasikan komputasi, visualisasi, dan pemrograman.

Lebih terperinci

PETUNJUK PRAKTIKUM PRAKTIKUM PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL. Laboratorium Dasar Teknik Elektro

PETUNJUK PRAKTIKUM PRAKTIKUM PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL. Laboratorium Dasar Teknik Elektro PETUNJUK PRAKTIKUM PRAKTIKUM PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL Laboratorium Dasar Teknik Elektro Sekolah Teknik Elektro Dan Informatika Institut Teknologi Bandung 2013 BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM PENGOLAHAN SISTEM

Lebih terperinci

METODE NUMERIK Modul I

METODE NUMERIK Modul I LABORATORIUM KOMPUTASIONAL FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS YARSI METODE NUMERIK Modul I a. Estimasi waktu: 100 menit b. Tujuan Istruksional Khusus: Mahasiswa dapat menggunakan Mathlab dengan baik

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Penulis. Raizal Dzil Wafa M.

KATA PENGANTAR. Penulis. Raizal Dzil Wafa M. i KATA PENGANTAR Buku ini dibuat untuk memudahkan siapa saja yang ingin belajar MATLAB terutama bagi yang baru mengenal MATLAB. Buku ini sangat cocok untuk pemula terutama untuk pelajar yang sedang menempuh

Lebih terperinci

MODUL 4 ANALOG DAN DIGITAL FILTER

MODUL 4 ANALOG DAN DIGITAL FILTER MODUL 4 ANALOG DAN DIGITAL FILTER I. Tugas Pendahuluan Perintah atau fungsi pada MATLAB dapat dilihat dan dipelajari dengan online help pada Command window. Contoh ketiklah : help plot. Maka arti dari

Lebih terperinci

MODUL 5 FILTER FIR DAN WINDOW

MODUL 5 FILTER FIR DAN WINDOW MODUL 5 FILTER FIR DAN WINDOW I. Tugas Pendahuluan Perintah atau fungsi pada MATLAB dapat dilihat dan dipelajari dengan online help pada Command window. Contoh ketiklah : help plot. Maka arti dari perintah

Lebih terperinci

Catatan Kecil Belajar MATLAB Untuk Matematika Terapan dan Teknik. Arif Muchyidin

Catatan Kecil Belajar MATLAB Untuk Matematika Terapan dan Teknik. Arif Muchyidin Catatan Kecil Belajar MATLAB Untuk Matematika Terapan dan Teknik Arif Muchyidin Kata Pengantar Buku berjudul Catatan Kecil Belajar MATLAB Untuk Matematika Terapan dan Teknik merupakan langkah kecil dalam

Lebih terperinci

PRAKTIKUM 1 SINYAL, SYSTEM, DAN KONTROL PENGENALAN MATLAB 1. Percobaan 1 Vektor Penulisan vektor di MATLAB

PRAKTIKUM 1 SINYAL, SYSTEM, DAN KONTROL PENGENALAN MATLAB 1. Percobaan 1 Vektor Penulisan vektor di MATLAB PRAKTIKUM 1 SINYAL, SYSTEM, DAN KONTROL PENGENALAN MATLAB 1. Percobaan 1 Vektor Penulisan vektor di MATLAB Membuat vector dengan nilai antara 0 dan 16 dengan kenaikan 2. Menjumlahkan vector Menjumlakan

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN SIMULASI LOW PASS FINITE IMPULSE RESPONSE DENGAN METODE WINDOWING

PERANCANGAN DAN SIMULASI LOW PASS FINITE IMPULSE RESPONSE DENGAN METODE WINDOWING PERANCANGAN DAN SIMULASI LOW PASS FINITE IMPULSE RESPONSE DENGAN METODE WINDOWING Irmawan, S.Si, MT Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya ABSTRAK Filter digital adalah suatu algoritma

Lebih terperinci

MEMULAI MENGGUNAKAN MATLAB

MEMULAI MENGGUNAKAN MATLAB BAB 1 MEMULAI MENGGUNAKAN MATLAB A. PENDAHULUAN Apa itu MATLAB? Apa yang dapat dilakukan oleh MATLAB? Kemampuan apa yang dimilikinya? Bagaimana kita menggunakan MATLAB untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan

Lebih terperinci

Dasar-dasar MATLAB. by Jusak Irawan, STIKOM Surabaya

Dasar-dasar MATLAB. by Jusak Irawan, STIKOM Surabaya Dasar-dasar MATLAB by Jusak Irawan, STIKOM Surabaya Perintah-Perintah Dasar MATLAB akan memberikan respons secara langsung terhadap ekspresi apapun yang diketikkan pada editor MATLAB. Sebagai contoh: >>

Lebih terperinci

Pendahuluan. Praktikum Pengantar Pengolahan Citra Digital Departemen Ilmu Komputer Copyright 2008 All Rights Reserved

Pendahuluan. Praktikum Pengantar Pengolahan Citra Digital Departemen Ilmu Komputer Copyright 2008 All Rights Reserved 1 Pengenalan Matlab Pendahuluan Matlab adalah perangkat lunak yang dapat digunakan untuk analisis dan visualisasi data. Matlab didesain untuk mengolah data dengan menggunakan operasi matriks. Matlab juga

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1 BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN 1 BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Apakah Maple itu? Maple adalah suatu program interaktif yang mengintegrasikan kemampuan komputasi baik numerik ataupun simbolik, visualisasi (grafik) dan pemrograman.

Lebih terperinci

BAB III PEMROGRAMAN MATLAB 2 Copyright by

BAB III PEMROGRAMAN MATLAB 2 Copyright by BAB III PEMROGRAMAN MATLAB 2 1 M-File M-file merupakan sederetan perintah matlab yang dituliskan secara berurutan sebagai sebuah file. Nama file yang digunakan berekstensi m yang menandakan bahwa file

Lebih terperinci

MODUL 1 OPERASI-OPERASI ARRAY

MODUL 1 OPERASI-OPERASI ARRAY MODUL 1 OPERASI-OPERASI ARRAY 1. PENDAHULUAN Semua operasi yang akan dilakukan pada praktikum ini melibatkan bilanganbilangan tunggal yang disebut skalar. Operasi-operasi yang melibatkan skalar adalah

Lebih terperinci

MODUL 1. Command History Window ini berfungsi untuk menyimpan perintah-perintah apa saja yang sebelumnya dilakukan oleh pengguna terhadap matlab.

MODUL 1. Command History Window ini berfungsi untuk menyimpan perintah-perintah apa saja yang sebelumnya dilakukan oleh pengguna terhadap matlab. MODUL 1 1. Pahuluan Matlab merupakan bahasa pemrograman yang hadir dengan fungsi dan karakteristik yang berbeda dengan bahasa pemrograman lain yang sudah ada lebih dahulu seperti Delphi, Basic maupun C++.

Lebih terperinci

MODUL 4 PEMFILTERAN PADA SINYAL WICARA

MODUL 4 PEMFILTERAN PADA SINYAL WICARA MODUL 4 PEMFILTERAN PADA SINYAL WICARA I. TUJUAN - Mahasiswa mampu menyusun filter digital dan melakukan pemfilteran pada sinyal wicara II. DASAR TEORI 2.1. Filter IIR Yang perlu diingat disini bahwa infinite

Lebih terperinci

A.Firmansyah 1. Pendahuluan. 2. Lingkungan Kerja Matlab. Lisensi Dokumen: 2.1 Beberapa Bagian dari Window Matlab

A.Firmansyah 1. Pendahuluan. 2. Lingkungan Kerja Matlab. Lisensi Dokumen: 2.1 Beberapa Bagian dari Window Matlab Dasar-dasar Pemrograman Matlab A.Firmansyah [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial

Lebih terperinci

A. Kompetensi Setelah mengiktui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami dan bisa melakukan:

A. Kompetensi Setelah mengiktui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami dan bisa melakukan: No. LST/EKA/PTI 236/07 Revisi: 01 April 2011 Hal 1 dari 9 A. Kompetensi Setelah mengiktui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami dan bisa melakukan: 1. Mengenal dan menggunakan matlab sebagai

Lebih terperinci

SISTEM PENGOLAHAN ISYARAT

SISTEM PENGOLAHAN ISYARAT TKE 243 SISTEM PENGOLAHAN ISYARAT Kuliah 1 Filter Digital Indah Susilawati, S.T., M.Eng. Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana Yogyakarta 29 1 KULIAH 1

Lebih terperinci

PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR MENGGUNAKAN MATLAB

PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR MENGGUNAKAN MATLAB PETUNJUK PRAKTIKUM PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR MENGGUNAKAN MATLAB Oleh Ahmad Kamsyakawuni JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JEMBER 2009 MODUL 1 MENGENAL MATLAB A.

Lebih terperinci

MODUL I MENGENAL MATLAB

MODUL I MENGENAL MATLAB MODUL I MENGENAL MATLAB TUJUAN Mahasiswa dapat mengenal MATLAB Mahasiswa dapat menggunakan fungsi Help Mahasiswa dapat menggunakan operasi pada MATLAB TEORI Gambaran sederhana tentang MATLAB adalah sebuah

Lebih terperinci

BAB VI FILTER DIGITAL

BAB VI FILTER DIGITAL BAB VI FILTER DIGITAL BAB VI FILTER DIGITAL Filter atau tapis adalah suatu sistem yang berfungsi untuk menyaring sinyal, sebagian sinyal akan dibiarkan lewat, sebagian yang lain akan akan ditahan. Filter

Lebih terperinci

JURNAL PENGKLASIFIKASIAN GENDER DENGAN MENENTUKAN TITIK-TITIK PENTING PADA SISTEM PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN MATLAB 6.5 DISUSUN OLEH: FARIDA

JURNAL PENGKLASIFIKASIAN GENDER DENGAN MENENTUKAN TITIK-TITIK PENTING PADA SISTEM PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN MATLAB 6.5 DISUSUN OLEH: FARIDA JURNAL PENGKLASIFIKASIAN GENDER DENGAN MENENTUKAN TITIK-TITIK PENTING PADA SISTEM PENGENALAN WAJAH 1. ABSTRAKSI MENGGUNAKAN MATLAB 6.5 DISUSUN OLEH: FARIDA Pengenalan wajah manusia dengan menggunakan sistem

Lebih terperinci

Panduan Praktikum S1 Elins Eksp. Kontrol Digital 1

Panduan Praktikum S1 Elins Eksp. Kontrol Digital 1 1 Sistem Kontrol Digital Eksperimen 1 : Pengenalan Matlab dan Simulink pada Sistem Kontrol Digital Tujuan : Memperkenalkan Matlab, Simulink dan Control System Toolbox yang digunakan untuk mensimulasikan

Lebih terperinci

ANALISIS PERFORMANSI FILTER DIGITAL IIR DARI PROTOTYPE BUTTERWORTH DAN CHEBYSHEV 1

ANALISIS PERFORMANSI FILTER DIGITAL IIR DARI PROTOTYPE BUTTERWORTH DAN CHEBYSHEV 1 Jurnal Reaksi (Journal of Science and Technology) ANALISIS PERFORMANSI FILTER DIGITAL IIR DARI PROTOTYPE BUTTERWORTH DAN CHEBYSHEV Raisah Hayati Staf Pengajar Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Lhokseumawe

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. manusia dengan menggunakan metode Gabor Filter dan Algoritma

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. manusia dengan menggunakan metode Gabor Filter dan Algoritma BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Berikut merupakan desain penelitian yang akan digunakan pada proses rancang bangun aplikasi sistem pengenalan pola fraktur tengkorak manusia dengan menggunakan

Lebih terperinci

BAB II II.1 LANDASAN TEORI

BAB II II.1 LANDASAN TEORI II.1 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Traveling Salesmen Problem TSP atau Travelling Salesmen Problem adalah salah satu masalah distribusi yang cukup lama dibahas dalam kajian optimasi. Masalahnya adalah bagaimana

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. penelitian laboratorium. Studi kepustakaan dilakukan untuk mencari teori atau

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. penelitian laboratorium. Studi kepustakaan dilakukan untuk mencari teori atau BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan meliputi studi kepustakaan dan penelitian laboratorium. Studi kepustakaan dilakukan untuk mencari

Lebih terperinci

DASAR-DASAR PEMROGRAMAN SIMULINK MATLAB SERTA ANTAR MUKA MENGGUNAKAN PCI1710HG

DASAR-DASAR PEMROGRAMAN SIMULINK MATLAB SERTA ANTAR MUKA MENGGUNAKAN PCI1710HG 36 KARYA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DASAR-DASAR PEMROGRAMAN SIMULINK MATLAB SERTA ANTAR MUKA MENGGUNAKAN PCI1710HG Oleh : Dr. Ir. Bambang Sujanarko, M.M. NIP/NIDN: 196312011994021002/001126311 Drs. Yagus

Lebih terperinci

Gambar 2.1 Perangkat UniTrain-I dan MCLS-modular yang digunakan dalam Digital Signal Processing (Lucas-Nulle, 2012)

Gambar 2.1 Perangkat UniTrain-I dan MCLS-modular yang digunakan dalam Digital Signal Processing (Lucas-Nulle, 2012) BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Digital Signal Processing Pada masa sekarang ini, pengolahan sinyal secara digital yang merupakan alternatif dalam pengolahan sinyal analog telah diterapkan begitu luas. Dari

Lebih terperinci

Data reaksi berikut telah diperoleh dari reaksi peluruhan sederhana: Menggunakan MATLAB untuk memplot konsentrasi komponen A dalam mol/l

Data reaksi berikut telah diperoleh dari reaksi peluruhan sederhana: Menggunakan MATLAB untuk memplot konsentrasi komponen A dalam mol/l Cara membuat Plot/ Grafik dengan Matlab Pada postingan kali ini akan dibahas membuat grafik visualisasi di MATLAB. Secara khusus mampu membuat grafik sederhana dua dimensi, membuat multiplot dari grafik

Lebih terperinci

MATLAB UNTUK STATISTIKA & TEKNIK OPTIMASI Aplikasi untuk Rekayasa & Bisnis

MATLAB UNTUK STATISTIKA & TEKNIK OPTIMASI Aplikasi untuk Rekayasa & Bisnis MATLAB UNTUK STATISTIKA & TEKNIK OPTIMASI Aplikasi untuk Rekayasa & Bisnis Oleh : Budi Santosa Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2008 Hak Cipta 2008 pada penulis, Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA No. LSKD/EKO/DEL221/01 Revisi : 02 Tgl : 27/11/2012 Hal 1 dari 14 1. Kompetensi Setelah melakukan praktik, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi: dapat memahami script files dan struktur pengaturan

Lebih terperinci

Modul 1 Pengenalan MATLAB

Modul 1 Pengenalan MATLAB Modul 1 Pengenalan MATLAB MATLAB singkatan dari MATrix LABoratory, merupakan bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh The Mathwork.inc (http://www.mathwork.com). Bahasa pemrograman ini banyak digunakan

Lebih terperinci

Simulasi Perancangan Filter Analog dengan Respon Chebyshev

Simulasi Perancangan Filter Analog dengan Respon Chebyshev Elkomika Teknik Elekro Itenas Vol. 1 No.2 Jurnal Teknik Elektro Juli Desember 2013 Simulasi Perancangan Filter Analog dengan Respon Chebyshev Rustamaji, Arsyad Ramadhan Darlis, Solihin Teknik Elektro Institut

Lebih terperinci

MODUL PRAKTIKUM FISIKA KOMPUTASI. Disusun Oleh:

MODUL PRAKTIKUM FISIKA KOMPUTASI. Disusun Oleh: MODUL PRAKTIKUM FISIKA KOMPUTASI Disusun Oleh: JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2017 i PRAKATA Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan yang Maha

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DAN INSTRUMENTASI KENDALI. M-File dan Simulink

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DAN INSTRUMENTASI KENDALI. M-File dan Simulink LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DAN INSTRUMENTASI KENDALI M-File dan Simulink Disusun Oleh Nama : Yudi Irwanto NIM : 021500456 Prodi Jurusan : Elektronika Instrumentasi : Teknofisika Nuklir SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI

Lebih terperinci

BAB VI FILTER DIGITAL

BAB VI FILTER DIGITAL BAB VI FILTER DIGITAL Filter atau tapis adalah suatu sistem yang berfungsi untuk menyaring sinyal, sebagian sinyal akan dibiarkan lewat, sebagian yang lain akan akan ditahan. Filter yang sering digunakan

Lebih terperinci

MODUL 5 RANGKAIAN AC

MODUL 5 RANGKAIAN AC MODUL 5 RANGKAIAN AC Kevin Shidqi (13213065) Asisten: Muhammad Surya Nugraha Tanggal Percobaan: 05/11/2014 EL2101-Praktikum Rangkaian Elektrik Laboratorium Dasar Teknik Elektro - Sekolah Teknik Elektro

Lebih terperinci

Artikel BERKENALAN DENGAN MAXIMA

Artikel BERKENALAN DENGAN MAXIMA Artikel BERKENALAN DENGAN MAXIMA Oleh Muda Nurul Khikmawati PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN (PPPPTK) MATEMATIKA 2010 Abstrak Maxima merupakan salah satu software open

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas beberapa konsep dasar yang akan digunakan sebagai landasan berpikir seperti beberapa literatur yang berkaitan dengan penelitian ini. Dengan begitu akan mempermudah

Lebih terperinci

Pendahuluan. Komputasi Nuklir. 29 Oktober Komputasi Nuklir Pendahuluan 29 Oktober / 41

Pendahuluan. Komputasi Nuklir. 29 Oktober Komputasi Nuklir Pendahuluan 29 Oktober / 41 Pendahuluan Komputasi Nuklir 29 Oktober 2015 Komputasi Nuklir Pendahuluan 29 Oktober 2015 1 / 41 Outline 1 Pendahuluan 2 Algoritma 3 Bahasa Pemrograman 4 Implementasi aturan trapesium menggunakan bahasa

Lebih terperinci

PHP (HYPERTEXT PREPROCESSOR)

PHP (HYPERTEXT PREPROCESSOR) LAPORAN PRAKTIKUM MODUL 4 PEMROGRAMAN WEB PHP (HYPERTEXT PREPROCESSOR) Disusun Oleh: Deny Kurniawan Novianto (130533608222) PTI OFF B UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus 2012 sampai dengan November 2012

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus 2012 sampai dengan November 2012 21 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus 2012 sampai dengan November 2012 dan dilakukan di Laboratorium Fisika Komputasi Jurusan Fisika Fakultas

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL. No. Percobaan : 01 : Pengenalan Matlab Nama Praktikan : Janita Dwi Susanti NIM :

LAPORAN PRAKTIKUM PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL. No. Percobaan : 01 : Pengenalan Matlab Nama Praktikan : Janita Dwi Susanti NIM : LAPORAN PRAKTIKUM PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL No. Percobaan : 01 Judul : Pengenalan Matlab Nama Praktikan : Janita Dwi Susanti NIM : 3.33.12.0.13 Kelas : TK-3A PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI JURUSAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. resistor, kapasitor ataupun op-amp untuk menghasilkan rangkaian filter. Filter analog

BAB I PENDAHULUAN. resistor, kapasitor ataupun op-amp untuk menghasilkan rangkaian filter. Filter analog BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Filter merupakan suatu perangkat yang menghilangkan bagian dari sinyal yang tidak di inginkan. Filter digunakan untuk menglewatkan atau meredam sinyal yang di inginkan

Lebih terperinci

SILABUS MATA KULIAH Program Studi : Teknik Industri Kode Mata Kuliah : TKI Nama Mata Kuliah : Praktikum Komputasi Industri Jumlah SKS :

SILABUS MATA KULIAH Program Studi : Teknik Industri Kode Mata Kuliah : TKI Nama Mata Kuliah : Praktikum Komputasi Industri Jumlah SKS : SILABUS MATA KULIAH Program Studi : Teknik Industri Kode Mata Kuliah : TKI - 217 Nama Mata Kuliah : Praktikum Komputasi Industri Jumlah SKS : 1 Semester : IV Mata Kuliah Pra Syarat : - Deskripsi Mata Kuliah

Lebih terperinci

Pengantar Mathematica

Pengantar Mathematica Pengantar Mathematica Hazrul Iswadi Departemen MIPA Ubaya Seminar Internal pada hari Sabtu 22 Juli 2006 Sari: Pengantar Mathematica ini bertujuan memperkenalkan operasi-operasi dasar yang dilakukan ketika

Lebih terperinci

PRAKTIKUM PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL

PRAKTIKUM PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL PRAKTIKUM PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL LABORATORIUM TELEKOMUNIKASI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL BANDUNG MODUL 1 PENGENALAN MATLAB DASAR Matlab merupakan suatu perangkat lunak yang dapat

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA No. LSKD/EKO/DEL221/1 Revisi : 2 Tgl : 27/11/212 Hal 1 dari 13 1. Kompetensi Setelah melakukan praktik, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi: dapat memahami script files dan struktur pengaturan aliran.

Lebih terperinci

Pemrograman pada MATLAB

Pemrograman pada MATLAB Pemrograman pada MATLAB 5.1 Struktur dan Tipe Data Sebelum membahas tentang pemrograman, akan lebih baik jika kita mengetahui tentang struktur data dan tipenya dalam MATLAB. Tipe data yang digunakan pada

Lebih terperinci

Pengantar Pemrograman MATLAB

Pengantar Pemrograman MATLAB Pengantar Pemrograman MATLAB Pengantar Pemrograman MATLAB Amir Tjolleng, M.Sc. PENERBIT PT ELEX MEDIA KOMPUTINDO Pengantar Pemrograman MATLAB Amir Tjolleng, M.Sc. 2017, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta

Lebih terperinci

PEMROGRAMAN KOMPUTER KODE MODUL: TIN 202 MODUL III LINEAR PROGRAMMING DAN VISUALISASI

PEMROGRAMAN KOMPUTER KODE MODUL: TIN 202 MODUL III LINEAR PROGRAMMING DAN VISUALISASI PEMROGRAMAN KOMPUTER KODE MODUL: TIN 202 MODUL III LINEAR PROGRAMMING DAN VISUALISASI LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2013 MODUL II LINEAR PROGRAMMING DAN

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA Mata Kuliah Kode / SKS Program Studi Fakultas : Pengolahan Sinyal Digital : IT012256 / 3 SKS : Sistem Komputer : Ilmu Komputer & Teknologi Informasi Sub Khusus (TIK) 1 Pendahuluan Ruang lingkup Mata Kuliah

Lebih terperinci

MODUL III PENGUAT DENGAN UMPAN BALIK

MODUL III PENGUAT DENGAN UMPAN BALIK MODUL III PENGUAT DENGAN UMPAN BALIK Rosana Dewi Amelinda (13213060) Asisten : Fikri Abdul A. (13212127) Tanggal Percobaan: 28/10/2015 EL3109-Praktikum Elektronika II Laboratorium Dasar Teknik Elektro

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM DSP

LAPORAN PRAKTIKUM DSP LAPORAN PRAKTIKUM DSP MODUL 4 PEMFILTERAN PADA SINYAL WICARA Disusun Oleh : Yuli Yuliantini (121014 7021) Teknik Telekomunikasi - PJJ PENS Akatel Politeknik Negeri Elektro Surabaya Surabaya 2015 22 MODUL

Lebih terperinci

STRUKTUR PROGRAM MATLAB

STRUKTUR PROGRAM MATLAB STRUKTUR PROGRAM MATLAB Emy Setyaningsih, S.Si, M.Kom 1 Beberapa Bagian dari Window Matlab Current Directory menampilkan isi dari direktori kerja saat menggunakan matlab. Command History berfungsi untuk

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 28 BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Rancangan Perangkat Keras System ini hanya menggunakan beberapa perangkat keras yang umum digunakan, seperti speaker (alat untuk menghasilkan suara), dan seperangkat komputer

Lebih terperinci

Perancangan dan Implementasi Percobaan Pengolahan Sinyal Digital Secara Online

Perancangan dan Implementasi Percobaan Pengolahan Sinyal Digital Secara Online 1 Perancangan dan Implementasi Percobaan Pengolahan Sinyal Digital Secara Online Clara Sergian Swaritantika, Yusuf Bilfaqih, Josaphat Pramudijanto Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut

Lebih terperinci

Implementasi Filter Finite Impulse Response (FIR) Window Hamming dan Blackman menggunakan DSK TMS320C6713

Implementasi Filter Finite Impulse Response (FIR) Window Hamming dan Blackman menggunakan DSK TMS320C6713 Jurnal ELKOMIKA Vol. 4 No. 1 Halaman 16-3 ISSN (p): 2338-8323 Januari - Juni 216 ISSN (e): 2459-9638 Implementasi Filter Finite Impulse Response (FIR) Window Hamming dan Blackman menggunakan DSK TMS32C6713

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN EK.353 PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL

SATUAN ACARA PERKULIAHAN EK.353 PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL EK.353 PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL Dosen: Ir. Arjuni BP, MT : Sinyal dan Pemrosesan Sinyal Tujuan pembelajaran umum : Para mahasiswa mengetahui tipe-tipe sinyal, pemrosesan dan aplikasinya Jumlah pertemuan

Lebih terperinci

BAB II TEORI PENUNJANG

BAB II TEORI PENUNJANG BAB II TEORI PENUNJANG Pada bab ini akan dibahas mengenai teori penunjang yang berhubungan dengan judul tugas akhir yang dikerjakan seperti suara, gelombang, sinyal, noise, Finite Impulse Response (FIR)

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengolahan Citra Pengolahan citra (image processing) merupakan proses untuk mengolah pixel-pixel dalam citra digital untuk tujuan tertentu. Beberapa alasan dilakukan pengolahan

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PEMROGRAMAN KOMPUTER

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PEMROGRAMAN KOMPUTER RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PEMROGRAMAN KOMPUTER Mata Kuliah: Pemrograman Komputer Semester: 4, Kode: KMM 162 Program Studi: Pendidikan Matematika Dosen: Khairul Umam, S.Si, M.Sc.Ed Capaian Pembelajaran:

Lebih terperinci

SIMULASI HASIL PERANCANGAN LPF (LOW PASS FILTER) DIGITAL MENGGUNAKAN PROTOTIP FILTER ANALOG BUTTERWORTH

SIMULASI HASIL PERANCANGAN LPF (LOW PASS FILTER) DIGITAL MENGGUNAKAN PROTOTIP FILTER ANALOG BUTTERWORTH Simulasi Hasil Perancangan LPF (Low Pass Filter) Digital....Hanafi SIMULASI HASIL PERANCANGAN LPF (LOW PASS FILTER) DIGITAL MENGGUNAKAN PROTOTIP FILTER ANALOG BUTTERWORTH Hanafi Dosen Jurusan Teknik Elektro

Lebih terperinci

TIPE DATA. 2.1 String

TIPE DATA. 2.1 String TIPE DATA 21 Bab 2 TIPE DATA Software MATLAB mengenal 3 tipe data yaitu : string, scalar, dan matriks. Array merupakan matriks yang hanya memiliki satu baris. MATLAB juga memiliki banyak fungsi built-in

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA Mata Kuliah Fakultas/Jurusan : Pengolahan Sinyal Digital / DSP (Digital Signal Processing) : Ilmu Komputer / Teknik Komputer D Minggu 1 Pendahuluan Ruang

Lebih terperinci

MODUL 1 PENGANTAR PROGRAM MATLAB DAN PENGGUNAANNYA UNTUK ALJABAR MATRIKS SEDERHANA

MODUL 1 PENGANTAR PROGRAM MATLAB DAN PENGGUNAANNYA UNTUK ALJABAR MATRIKS SEDERHANA MODUL 1 PENGANTAR PROGRAM MATLAB DAN PENGGUNAANNYA UNTUK ALJABAR MATRIKS SEDERHANA KOMPETENSI: 1. Mengenal dan dapat mengoperasikan program MATLAB pada PC. 2. Memiliki ketrampilan dasar menggunakan MATLAB

Lebih terperinci

BAGIAN 1 SINTAK DASAR MATLAB

BAGIAN 1 SINTAK DASAR MATLAB BAGIAN 1 SINTAK DASAR MATLAB Pada bagian 1 ini, akan diuraikan tentang bagaimana mendefinisikan data, operasi data dan teknik mengakses data pada Matlab. Untuk lebih memahami, pembaca sebaiknya mecobanya

Lebih terperinci

BERKENALAN DENGAN MAXIMA

BERKENALAN DENGAN MAXIMA BERKENALAN DENGAN MAXIMA Muda Nurul K. Saat ini ada banyak software open source yang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran matematika., diantaranya adalah Maxima. Maxima merupakan salah satu software open

Lebih terperinci

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MIPA RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MIPA RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MIPA RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Fakultas/Program Studi : MIPA/Pendidikan Matematika. Mata Kuliah/Kode : Aplikasi Komputer/MAT33 3. Jumlah SKS : Teori = Praktek

Lebih terperinci

PENGENALAN MATLAB UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER ILHAM SAIFUDIN PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK. Senin, 06 Maret 2017

PENGENALAN MATLAB UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER ILHAM SAIFUDIN PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK. Senin, 06 Maret 2017 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER PENGENALAN MATLAB ILHAM SAIFUDIN Senin, 06 Maret 2017 Universitas Muhammadiyah Jember Ilham Saifudin MI MATEMATIKA DASAR

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI FILTER INFINITE IMPULSE RESPONSE (IIR) DENGAN RESPON ELLIPTIC DAN BESSEL MENGGUNAKAN DSK TMS320C6713

IMPLEMENTASI FILTER INFINITE IMPULSE RESPONSE (IIR) DENGAN RESPON ELLIPTIC DAN BESSEL MENGGUNAKAN DSK TMS320C6713 IMPLEMENTASI FILTER INFINITE IMPULSE RESPONSE (IIR) DENGAN RESPON ELLIPTIC DAN BESSEL MENGGUNAKAN DSK TMS320C6713 IMPLEMENTATION OF INFINTE IMPULSE RESPONSE (IIR) FILTER WITH BESSEL AND ELLIPTIC RESPONSE

Lebih terperinci

Design FIR Filter. Oleh: Tri Budi Santoso Group Sinyal, EEPIS-ITS

Design FIR Filter. Oleh: Tri Budi Santoso Group Sinyal, EEPIS-ITS Design FIR Filter Oleh: Tri Budi Santoso Group Sinyal, EEPIS-ITS 1 Filter Digital Sinyal input = x(n) Respon impuls filter = h(n) Sinyal output = y(n) Ouput merupakan konvolusi respon impuls filter dengan

Lebih terperinci

PROGRAM PEMBENTUKAN MATRIX ADMITANSI PADA SISTEM TENAGA LISTRIK MENGGUNAKAN MATLAB

PROGRAM PEMBENTUKAN MATRIX ADMITANSI PADA SISTEM TENAGA LISTRIK MENGGUNAKAN MATLAB JETri, Volume 1, Nomor 1, Agustus 2001, Halaman 1-16, ISSN 1412-0372 PROGRAM PEMBENTUKAN MATRIX ADMITANSI PADA SISTEM TENAGA LISTRIK MENGGUNAKAN MATLAB Maula Sukma Widjaja Dosen Jurusan Teknik Elektro-FTI,

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Pengenalan suara (voice recognition) dibagi menjadi dua jenis, yaitu

BAB 2 LANDASAN TEORI. Pengenalan suara (voice recognition) dibagi menjadi dua jenis, yaitu BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengenalan Suara. Pengenalan suara (voice recognition) dibagi menjadi dua jenis, yaitu speech recognition dan speaker recognition. Speech recognition adalah proses yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan rangkaian elektronika yang terdiri dari komponen-komponen seperti

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan rangkaian elektronika yang terdiri dari komponen-komponen seperti BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Filter merupakan suatu rangkaian yang berfungsi untuk melewatkan sinyal frekuensi yang diinginkan dan menahan sinyal frekuensi yang tidak dikehendaki serta untuk memperkecil

Lebih terperinci

PERTEMUAN KE <JUDUL PERTEMUAN PRAKTIKUM>

PERTEMUAN KE <JUDUL PERTEMUAN PRAKTIKUM> Tanggal Penyerahan Laporan Praktikum LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI PERTEMUAN KE NAMA : KELAS : NIM : NAMA : PRAKTIKAN : ASISTEN PRAKTIKUM : STMIK AMIKOM YOGYAKARTA JURUSAN

Lebih terperinci

Implementasi Filter FIR secara Real Time pada TMS 32C5402

Implementasi Filter FIR secara Real Time pada TMS 32C5402 Implementasi Filter FIR secara Real Time pada TMS 32C5402 Oleh: Tri Budi Santoso, Hary Octavianto, Titon Dutono E-mail: [email protected] Laboratorium Sinyal, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Studi Literatur: Peramalan, Curah Hujan, Knowledge Discovery in Database, Jaringan Saraf Tiruan, Backpropagation, Optimalisasasi Backpropagation Pengumpulan

Lebih terperinci

SILABUS BERBASIS KOMPETENSI

SILABUS BERBASIS KOMPETENSI SILABUS BERBASIS KOMPETENSI Jurusan : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik UNUD Mata Kuliah : Logika dan Pemrograman Komputer Kode : MD3210 SKS : 2 SKS Prasyarat : - Standar Kompetensi : Mampu memahami

Lebih terperinci

SOAL UAS PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL WADARMAN JAYA TELAUMBANUA

SOAL UAS PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL WADARMAN JAYA TELAUMBANUA SOAL UAS PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL WADARMAN JAYA TELAUMBANUA 1304405027 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA JIMBARAN 2015 Rancang Filter low pass digital IIR Butterworth

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DAN INSTRUMENTASI KENDALI. Simulasi Model Dinamik

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DAN INSTRUMENTASI KENDALI. Simulasi Model Dinamik LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DAN INSTRUMENTASI KENDALI Simulasi Model Dinamik Disusun Oleh Nama : Yudi Irwanto NIM : 021500456 Prodi Jurusan : Elektronika Instrumentasi : Teknofisika Nuklir SEKOLAH TINGGI

Lebih terperinci

Penapisan Sinyal Suara Berderau Menggunakan Tapis Adaptif Finite Impulse Response pada File External Wav

Penapisan Sinyal Suara Berderau Menggunakan Tapis Adaptif Finite Impulse Response pada File External Wav Penapisan Sinyal Suara Berderau Menggunakan Tapis Adaptif Finite Impulse Response pada File External Wav Wisnu Widiarto Informatika Fakultas MIPA UNS Jl.Ir Sutami No.36 A Kentingan Surakarta [email protected]

Lebih terperinci

SILABUS MATAKULIAH. Indikator Pokok Bahasan/Materi Strategi Pembelajaran

SILABUS MATAKULIAH. Indikator Pokok Bahasan/Materi Strategi Pembelajaran SILABUS MATAKULIAH Revisi : 1 Tanggal Berlaku : September 2014 A. Identitas 1. Nama Matakuliah : A11. 410 / Pemrograman 2. Program Studi : Teknik Informatika-S1 3. Fakultas : Ilmu Komputer 4. Bobot sks

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA No. LSKD/EKO/DEL221/01 Revisi : 02 Tgl : - Hal 1 dari 12 1. Kompetensi Setelah melakukan praktik, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi: dapat memahami input, output dan grafik pada. 2. Sub Kompetensi

Lebih terperinci

MODUL 05 FILTER PASIF PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TA 2017/2018

MODUL 05 FILTER PASIF PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TA 2017/2018 MODUL 05 FILTER PASIF PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TA 2017/2018 LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI PROGRAM STUDI FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Riwayat Revisi

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM PENYAMA

BAB III PERANCANGAN SISTEM PENYAMA BAB III PERANCANGAN SISTEM PENYAMA Pembahasan pada bab ini berisi perancangan sistem medan jauh penyuara dalam bentuk program pada perangkat lunak Python yang akan dijalankan oleh Rasberry Pi B. Pada subbab

Lebih terperinci

Andry Pujiriyanto

Andry Pujiriyanto Cepat Mahir Matlab Andry Pujiriyanto [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Untuk mengungkapkan perilaku dinamik suatu sistem fisik seperti mekanik, listrik, hidrolik dan lain sebagainya, umumnya sistem fisik dimaksud dimodelkan dengan sistem

Lebih terperinci

BAHASA PEMROGRAMAN. Merupakan prosedur/tata cara penulisan program.

BAHASA PEMROGRAMAN. Merupakan prosedur/tata cara penulisan program. BAHASA PEMROGRAMAN PROGRAM Kata, ekspresi, pernyataan atau kombinasinya yang disusun dan dirangkai menjadi satu kesatuan prosedur yang berupa urutan langkah untuk menyelesaikan masalah yang diimplementasikan

Lebih terperinci

Bab III Metodologi Penelitian

Bab III Metodologi Penelitian Bab III Metodologi Penelitian III.1 Umum Agar penelitian ini dapat dilakukan secara terstruktur dan sistematis, maka penelitian ini dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: 1. Identifikasi masalah

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET 1 (TEKNIK KOMPUTASI)

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET 1 (TEKNIK KOMPUTASI) No. LSKD/EKO/DEL221/01 Revisi : 03 Tgl : 30/10/2012 Hal 1 dari 8 1. Kompetensi Setelah melakukan praktik, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi dapat memahami operasi matematika sederhana pada Matlab.

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM PERTENGAHAN SEMESTER (LAB. ACTIVITY) ALGORITMA & PEMROGRAMAN TEKNIK INFORMATIKA. Oleh: NIM : Materi:

LAPORAN PRAKTIKUM PERTENGAHAN SEMESTER (LAB. ACTIVITY) ALGORITMA & PEMROGRAMAN TEKNIK INFORMATIKA. Oleh: NIM : Materi: LAPORAN PRAKTIKUM PERTENGAHAN SEMESTER (LAB. ACTIVITY) ALGORITMA & PEMROGRAMAN TEKNIK INFORMATIKA Oleh: NIM : Materi: Pengenalan Bahasa Java Mengenali Lingkup Pemrograman Dasar-dasar Pemrograman Mendapatkan

Lebih terperinci

PRAKTIKUM 1. Dasar-Dasar Matlab. (-), perkalian (*), pembagian (/) dan pangkat (^). Simbol ^ digunakan untuk

PRAKTIKUM 1. Dasar-Dasar Matlab. (-), perkalian (*), pembagian (/) dan pangkat (^). Simbol ^ digunakan untuk PRAKTIKUM 1 Dasar-Dasar Matlab 1 Operator Dasar Aritmatika Operator dasar aritmatika antara lain adalah penjumlahan (+), pengurangan (-), perkalian (*), pembagian (/) dan pangkat (^). Simbol ^ digunakan

Lebih terperinci