BAB VI FILTER DIGITAL
|
|
|
- Indra Lesmana
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB VI FILTER DIGITAL
2
3 BAB VI FILTER DIGITAL Filter atau tapis adalah suatu sistem yang berfungsi untuk menyaring sinyal, sebagian sinyal akan dibiarkan lewat, sebagian yang lain akan akan ditahan. Filter yang sering digunakan adalah filter untuk menyaring sinyal berdasarkan frekuensi sinyal, artinya sinyal dengan frekuensi tertentu akan dibiarkan lewat, sinyal frekuensi yang lain akan ditahan. Berdasarkan sinyal yang diproses, filter dibagi menjadi dua, yaitu filter analog dan filter digital. Secara umum, filter digital adalah sama dengan filter analog, hanya saja sinyal input dan sinyal outputnya adalah sinyal digital. Oleh karena itu, komponen-komponen filter digital tidak terdiri dari R, L, C atau gabungannya, tetapi terdiri dari penjumlah (adder), pengali (multiplier), dan elemen tunda (delay element) atau gabungannya. y(n) x(n) -1 z a b Gambar 6.1. Contoh filter analog (atas) dan filter digital (bawah) 77 Secara garis besar, ada dua macam filter digital, yaitu filter IIR (Infinite Impulse Response) dan filter FIR (Finite Impulse Response). Filter FIR adalah sistem yang murni umpan maju (feedforward), stabil, strukturnya sederhana dan fasenya linier. Sedangkan filter IIR dapat berupa sistem umpan maju atau umpan balik (feedback). Tidak seperti FIR, filter IIR mempunyai fase yang tidak linier dan mempunyai potensi untuk tidak stabil. Kelebihan IIR adalah pelemahan (attenuation) yang tinggi untuk orde yang lebih rendah, bila dibanding dengan FIR. y(n) -1 x(n) z a b y(n) -1 x(n) z b1 b2 Gambar 6.2. Filter IIR (atas) filter FIR (bawah) Gambar 6.3. Contoh respon frekuensi filter IIR (atas) dan FIR (bawah)
4 78 A. Filter IIR (Infinite Impulse Response Filter) Suatu filter IIR adalah sistem yang mempunyai tanggapan terhadap impuls satuan (unit impulse) dengan panjang tak terhingga. Dengan kata lain, ketika filter tersebut diberi masukan berupa impuls (impulse), keluarannya terus ada sampai waktu mendekati tak hingga. Desain filter IIR ada dua cara, yaitu user defined dan filter klasik. Cara pertama dinyatakan dengan transfer function, distribusi pole dan zero atau dengan variabel state. Cara kedua didasarkan kepada model filter analog, kemudian dengan transformasi tertentu diubah menjadi filter digital. Cara pertama disebut cara langsung dan yang kedua disebut sebagai cara tak langsung. Dan karena cara pertama secara matematis terlalu rumit untuk buku ini, dan masih memiliki potensi tidak stabil, maka pada buku ini hanya akan dibahas cara kedua saja. Untuk merealisasikan suatu filter digital sederhana, suatu model filter waktu kontinyu H(s) harus diubah menjadi model waktu diskrit H(z). Metode untuk memetakan transfer function waktu kontinyu ke transfer function waktu diskrit menjadi penting. Salah satu metode untuk hal ini adalah transformasi Bilinear. Transformasi ini mengubah variabel s menjadi variabel z, dengan rumus: 2 z 1 z 1 (6.1) s 2f s T z 1 z 1 dengan T adalah periode pencuplikan dan fs adalah frekuensi pencuplikan. Transformasi Bilinear ini sifatnya tidak linier, sehingga dapat menghasilkan distorsi berupa pergeseran frekuensi cut-off dari frekuensi yang dikehendaki semula. Untuk menghindari hal ini, diperlukan suatu prewarping (pembengkokan awal) sebelum pelaksanaan transformasi Bilinear. Proses prewaping berarti mendesain frekuensi cut-off filter analog sedemikian rupa sehingga frekuensi cut-off filter digital, c, sama dengan frekuensi cut-off filter analog, ct : 2 (6.2) p tan c 2f s tan c T 2 2 dimana p adalah frekuensi cut-off filter analog hasil prewarping, T adalah periode pencuplikan, dan fs adalah frekuensi pencuplikan PSD Bab VI Filter Digital 79 Secara umum, perancangan filter IIR dengan metode ini terdiri dari enam tahap: 1. Penetapan spesifikasi filter digital yang dikehendaki 2. Prewarp frekuensi digital ke frekuensi analog (hal ini khusus bila menggunakan transformasi bilinear). 3. Perancangan filter prototype analog, dalam hal ini adalah penetapan ordenya 4. Perancangan filter analog menggunakan transformasi frekuensi ke frekuensi 5. Perancangan filter digital dengan mentransformasikan dari domain-s ke domain-z, dalam hal ini menggunakan tranformasi bilinear 6. Implementasi filter digital pada perangkat keras atau perangkat lunak Berikut akan dijelaskan tentang masing-masing tahap secara lebih terperinci. Tahap pertama adalah tahap penetapan spesifikasi filter digital. Penetapan yang dimaksud meliputi penetapan tipe filter (lowpass, highpass dan sebagainya), penetapan frekuensi cut-off, penetapan frekuensi cuplik, penetapan kemiringan transition band, toleransi passband dan toleransi stopband. Tahap kedua adalah tahap penghitungan frekuensi hasil prewarping. Akan tetapi, hal ini khusus bila menggunakan transformasi bilinear dalam mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital. Bila menggunakan transformasi lain, tahap ini tidak perlu dilaksanakan. Tahap ketiga adalah perancangan prototype filter analog. Pada tahap ini dipilih pendekatan filter analog yang akan dipakai, misalnya Butterworth, Chebyshev, Elliptic atau Bessel. Dengan beberapa pertimbangan, yang akan dibahas di buku ini hanya pendekatan Butterworth saja. Kemudian dihitung orde filter yang diperlukan untuk pendekatan yang dipilih. Rumus untuk menghitung orde filter prototype dengan pendekatan Butterworth adalah sebagai berikut: log A 2 1/ 2 (6.3) 2 log 1 / k dengan N = orde filter prototype yang dicari, A = pelemahan minimum stopband dan = pelemahan maksimum passband. N
5 80 Adapun untuk k, berbeda-beda tergantung jenis filternya. Untuk filter lowpass, k = c/s 1,0 passband 1/(1-2) transition band stopband 1/A2 c s Gambar 6.4. Respon frekuensi filter lowpass tipe Butterworth Untuk filter highpass, k = s/c. passband 1,0 1/(1-2) 1/A2 transition band stopband s c Gambar 6.5. Respon frekuensi filter highpass tipe Butterworth 81 Untuk filter bandpass, s1 c 2 c1 c 2 c1 jika s1s 2 c1 c 2 s21 1 c1 c 2 k s 2 c 2 c1 c 2 c1 jika s1s 2 c1 c 2 s22 1 c1 c 2 passband 1,0
6 transition band 1/(1-2) stopband stopband 1/A2 s1 c1 c2 s2 Gambar 6.6. Respon frekuensi filter bandpass tipe Butterworth Untuk filter bandstop : s21 1 c1 c 2 jika s1s 2 c1 c 2 s1 c 2 c1 c 2 c1 k s22 1 c1 c 2 jika s1s 2 c1 c 2 s 2 c 2 c1 c 2 c1 82 1,0 passband passband 1/(1-2) transition band 1/A2 stopband c1 s1 s2 c2 Gambar 6.7. Respon frekuensi filter bandstop tipe Butterworth Setelah orde filter prototype diketahui, akan didapatkan transfer function untuk filter tersebut sesuai pendekatan yang dipilih. Adapun transfer function untuk filter prototype tipe Butterworth pada beberapa orde dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 6.1. Transfer Function filter prototype tipe Butterworth Orde Transfer function filter prototype 1 1 s s 1,414s 1
7 s 2s 2s s 2,6131s 3,4142s 2 2,6131s Tahap keempat adalah tahap transformasi frekuensi, dari filter prototype ke filter yang dikehendaki. Filter prototype adalah filter lowpass dengan frekuensi cut-off 1 radian/detik. Rumus transformasi frekuensi dapat dilihat pada tabel berikut: 83 Tabel 6.2 Transformasi Frekuensi pada filter analog Prototype orde n Transformasi frekuensi Orde Lowpass ke lowpass s s 0 n Lowpass ke highpass s 0 s n Lowpass ke bandpass s Lowpass ke bandstop s s 1 2 s 2 1
8 2n s 2n 2 s Tahap kelima yaitu tahap transformasi domain s ke domain z, dalam hal ini penerapan transformasi Bilinear. Sebenarnya ada metode lain yang dapat dipakai pada tahap ini, seperti Impulse Invariance dan Matched-Z Transformation, tetapi pada buku ini hanya akan dibatasi pada penggunaan transformasi Bilinear. Tahap keenam adalah tahap implementasi. Pembahasan tentang ini, khususnya yang mendasari penggunaan perangkat lunak dan perangkat keras, akan dilakukan secara lebih rinci pada sub bab C, tentang implementasi filter. Contoh 6.1: Rancanglah suatu filter digital IIR, berbasis filter analog tipe Butterworth yang memiliki spesifikasi: Pelemahan maksimum passband : 3 db (= penguatan 0,707 kali) Jangkauan frekuensi passband : 0 1 khz Jangkauan frekuensi stopband : 2 5 khz Pelemahan stopband minimum : 9 db (= pelemahan 2,818 kali) Frekuensi pencuplikan : 10 khz Jawab: (ditambahkan gambar sketsa desain filter) 84 Langkah pertama adalah prewarping frekuensi analog yang ditentukan oleh: 2 T pp tan c tan T = 6498,4 radian/detik = 1034,5 Hz 2 T ps tan c tan T = radian/detik = 2312 Hz dimana pp = frekuensi passband hasil prewarping ps = frekuensi stopband hasil prewarping Dari sini, orde dari prototype filter analog tipe Butterworth dapat dihitung dengan: N log A 2 1 / 2 2 log1 / k 2, log 0,7072 1, log 1034,5 / 2312 Perlu diketahui bahwa orde filter adalah bilangan bulat, sehingga meskipun hasil perhitungan berupa pecahan, akan selalu dibulatkan ke atas. Pembulatan semacam ini bisa jadi membuat filter hasil desain tidak sesuai spesifikasi yang diinginkan, tetapi secara umum lebih baik dari spesifikasi tersebut. Model prototipe Butterworth orde dua dapat dilihat pada Tabel 6.2, yaitu diberikan oleh persamaan: H(s) 1 s 1,414s 1 2
9 Penerapan transformasi frekuensi lowpass ke lowpass (lihat Tabel 6.2) yaitu dengan mengubah setiap variabel s menjadi s/6498,4 sehingga menghasilkan model analog orde dua: H(s) 1 2 s s 1, , , H(s) s 1, ,4s 6498, ,42 H(s) 4, s 2 9,2.103 s 4, Akhirnya, penerapan transformasi Bilinear menghasilkan filter digital: H( z) 4, z z , ,23.10 z 1 z 1 H( z ) 4, z 2 2z z 2 2z 1 18,4.107 z 2 1 4, z 2 2z 1 H( z ) 4, z 2 2z ,4 4, z , z 40 18,4 4, H(z) 0,0676
10 z 2 2z 1 z 2 1,142z 0, db H(z) 3 db db frekuensi (Hz)
11 5000 Gambar 6.8. Tampilan magnitude filter analog Dari gambar di atas, terlihat bahwa hasil rancangan memiliki spesifikasi yang lebih baik dari yang diminta, yaitu pada bagian stopband. Untuk frekuensi 2 khz pelemahan minimal yang diminta adalah 9 db, ternyata pada hasil rancangan telah mencapai 0,2 (14 db), sementara pelemahan 9 db telah terjadi pada frekuensi sekitar 1500 Hz. Perbaikan ini disebabkan oleh adanya faktor pembulatan orde filter. Contoh 6.2: Dengan menggunakan Matlab, rancanglah suatu filter IIR tipe lowpass orde 3 dengan pendekatan Butterworth. Frekuensi cut-off 5 Hz, dengan frekuensi sampling 50 Hz. Jawab: % program untuk contoh 6.2 [z,p,k] = buttap(3); % filter orde 3 [num,den] = zp2tf(z,p,k); fc = 5; % frek cut-off dalam Hz wc = 2*pi*fc; % frek cut-off dalam rad/detik 87 [n1,d1] = lp2lp(num,den,wc); fs = 50; % frekuensi sampling (Hz) points = 512; [nd,dd] = bilinear(n1,d1,fs); [h,w] = freqz(nd,dd,points,fs); [h3,w] = freqz(0.707,1,points,fs); subplot(121); plot(w,h3,'k',w,abs(h),'k'), grid; xlabel('frekuensi (Hz)'); ylabel('magnitude'); title('diagram Bode Filter'); % *** tampilan dalam semilog *** mag = 20*log10(abs(h)); m3 = 20*log10(abs(h3)); subplot(122); semilogx(w,m3,'k',w,mag,'k'), grid; xlabel('frekuensi (Hz)'); ylabel('magnitude (db)'); title('diagram Bode Filter'); Gambar 6.9. Respon frekuensi Contoh 6.2 B. Filter FIR (Finite Impulse Response Filter) Filter FIR adalah suatu sistem yang mempunyai tanggapan terhadap impuls (impulse) dengan panjang terhingga. Dengan kata PSD Bab VI Filter Digital 88 lain, ketika filter tersebut diberi masukan berupa impuls (impulse), keluarannya hanya ada sampai waktu tertentu. Hal ini terjadi karena keluaran filter tersebut sengaja dibatasi sampai waktu tertentu saja. Suatu filter FIR dapat didesain dengan memotong tanggapan impuls dari suatu filter IIR. Bila h(n) adalah tanggapan impuls dari karakteristik filter IIR H(), maka tanggapan impuls dari filter FIR : h (n ), 0 n N - 1 (6.4) h d n n lainnya 0, dengan N adalah panjang filter atau orde filter. Fungsi alih z dan tanggapan frekuensi dari filter FIR diberikan oleh: N 1 H d z h d n z n (6.5) n 0 N 1 H d h d n e jn (6.6)
12 n 0 Idealnya, Hd() harus mendekati hasil Transformasi Fourier Waktu Diskrit dari h(n), atau Hd() H(). Pemotongan h(n) menyebabkan terjadinya perubahan pada tanggapan frekuensinya. Salah satu perubahan tersebut adalah timbulnya riak (ripple) pada gambar magnitude-nya. Untuk menghindari timbulnya riak tersebut, dapat dilakukan dengan memperbesar nilai N. Akan tetapi dari sisi praktis, filter yang seperti itu sulit diwujudkan karena waktu tundanya menjadi sangat besar. H() Hd( ) - -c c (a) - -c 0 c (b) Gambar (a) Tanggapan frekuensi filter lowpass ideal (b) Tanggapan frekuensi filter lowpass riil 89 Masalah yang penting pada desain filter FIR adalah fase yang linier. Seperti telah disinggung sebelumnya, fase yang linier terkait dengan waktu tunda pada keluaran filter, sementara fase tak linier menyebabkan distorsi pada sinyal. Suatu filter Hd() akan mempunyai fase linier jika mempunyai tanggapan impuls yang simetri genap, atau : hd(n) = hd(2m n) dimana m adalah bilangan genap, atau dengan kata lain panjang filter adalah : N = 2m + 1 dengan m adalah bilangan genap. Perancangan filter FIR untuk mendapatkan fase linier ada beberapa metode, antara lain metode Windowing, metode Frekuensi Cuplik (Frequency-Sampling Method), dan metode pendekatan Chebyshev. Pada pembahasan ini hanya akan diuraikan metode Windowing. Metode ini termasuk metode yang sederhana, meskipun kurang presisi. Metode Windowing dilaksanakan melalui tahap-tahap berikut: 1. Penetapan filter ideal dengan spesifikasi filter yang dikehendaki 2. Mencari tanggapan impuls dari filter tersebut dengan memakai IDTFT (Invers Discrete Time Fourier Transform) : h n 1 H e jn d 2 (6.7) Pada prakteknya, untuk filter lowpass langsung menggunakan rumus: sin C n,n 0 h n n c, n0 (6.8)
13 sedangkan untuk jenis lain (highpass, bandpass dan bandstop) dengan melakukan manipulasi terhadap rumus di atas. 3. Memotong tanggapan impuls dari filter, sesuai orde filter yang dikehendaki, misal orde = N 4. Menggeser tanggapan impuls dari filter, sebesar (N 1)/2, untuk mendapatkan filter yang kausal Pemilihan dan penerapan windowing, sesuai tipe window yang dikehendaki 6. Implementasi filter FIR Contoh 6.3: Rancanglah suatu filter low-pass FIR dengan frekuensi cut-off pada c = 0,4 dan orde filter = 21. Gunakan windows jenis rectangular. Jawab: Respon frekuensi dari filter ideal tersebut adalah seperti Gambar 6.4. Respon impuls dari filter di atas dapat dicari dengan rumus: sin C n,n 0 h n n (6.9) c, n0 91 H() G - -0,4 0 0,4 Gambar 6.11 Respon frekuensi filter ideal h(n) n
14 40 50 Gambar Respon impuls filter ideal (ditampilkan sebagian) Respon impuls dari filter ideal menunjukkan bahwa filter tersebut panjangnya dua kali tak terhingga, juga adalah filter non kausal, sehingga tidak dapat direalisasikan dalam sistem waktu nyata. Oleh karena itu filter tersebut perlu dibuat menjadi filter yang panjangnya terhingga dan kausal, dengan cara dipotong, misal sepanjang 21 cuplikan, kemudian digeser 10 cuplikan ke kanan, atau dapat dihitung dengan rumus: 92 h d n sin 0,4n 10, untuk n = 0, 1, 2,... 20, dan n 10 h d n 0,4, khusus untuk n = 10 sehingga didapat hd(n) = { } Transformasi-z dari filter diatas didapat dari rumus berikut: 20 H d z h d n z n n 0 didapat Hd(z) = { z z z z z z z z z z z z z z z z z z z z -20} h(n) n
15 Gambar Respon impuls filter, untuk N = 21 dan digeser 10 sampel ke kanan PSD Bab VI Filter Digital 93 Sedangkan respon frekuensi filter di atas didapat dari rumus: 20 H d h d n e jn (6.10) n 0 Tampilan respon frekuensi untuk filter kausal ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini H frekuensi
16 Gambar Respon frekuensi filter untuk N = 21 Dari gambar di atas, terlihat bahwa respon frekuensi pada bagian stopband terdapat semacam riak (ripple). Hal ini tentu berbeda jauh dengan respon frekuensi filter ideal (lihat Gambar 6.4). Untuk menekan semacam riak tersebut, digunakan teknik windowing, yang akan dibahas pada sub sub bab 4. Masalah desain filter FIR yang belum dibahas adalah tentang desain filter selain jenis lowpass. Berikut ini akan dibahas satu per satu, yaitu highpass, bandpass dan bandstop. Pembahasan berikut berdasarkan manipulasi terhadap desain filter lowpass Desain Filter Highpass Desain filter highpass dilakukan dengan memanfaatkan apa yang disebut filter allpass. Respon frekuensi filter allpass adalah seperti gambar di bawah ini: π -π Gambar Respon frekuensi filter allpass Dengan memperhatikan gambar di atas, desain filter highpass dilakukan dengan filter allpass dikurangi filter lowpass, seperti gambar berikut: filter allpass π -π filter lowpass -Ωc Ωc filter highpass -Ωc Ωc Gambar Ilustrasi desain filter FIR jenis highpass Persamaan untuk mendapatkan tanggapan impuls untuk filter highpass adalah: sin n m sin C n m untuk n m n m (6.11) h d n 1 C untuk n m
17 95 2. Desain Filter Bandpass Desain filter bandpass dilakukan dengan mendesain filter lowpass dikurangi filter lowpass lainnya filter lowpass1 ΩcH π -π -ΩcH filter lowpass2 -ΩcL ΩcL filter bandpass -π -ΩcH -ΩcL ΩcL ΩcH π Gambar Ilustrasi desain filter FIR jenis bandpass Persamaan untuk mendapatkan tanggapan impuls untuk filter bandpass adalah: sin CH n m sin CL n m, untuk n m n m h d n CH CL, untuk n m (6.12) 3. Desain Filter Bandstop Desain filter bandstop dilakukan dengan mendesain filter allpass dikurangi filter lowpass ditambah filter lowpass lain. sin n m sin CH n m sin CL n m n m (6.13) h d n CH CL 1 96 filter allpass π -π filter lowpass1 ΩcH π -π -ΩcH filter highpass π -π filter lowpass2 -ΩcL ΩcL filter bandstop -π -ΩcH -ΩcL ΩcL ΩcH π Gambar Ilustrasi desain filter FIR jenis bandstop Contoh 6.4: Dengan Matlab, desain suatu filter FIR tipe lowpass dengan frekuensi cut-off 0,5. Tampilkan bagian magnitude dan sudut fase dalam dua gambar terpisah. Jawab: % *** filter FIR *** N = 31; % orde filter omegac = 0.5; % frekuensi cutoff digital m = (N-1)/2; % penggeseran fase n = 0:2*m+10; % penetapan titik untuk plot h = omegac/pi * sinc(omegac*(n-m)/pi); w = [ones(1,n) zeros(1, length(n)-n)]; % window hd = h.* w; [Hd, omega1] = freqz(hd, 1); phase = 180/pi *
18 unwrap(angle(hd)); 97 subplot(211); plot(omega1,0.707,omega1,abs(hd)),grid; title('respon frekuensi filter FIR'); xlabel('frekuensi (rad/sampel)'); ylabel('magnitude'); subplot(212); plot(omega1,phase), grid; xlabel('frekuensi (rad/sampel)'); ylabel('sudut fase (der)'); Gambar Respon frekuensi filter FIR pada Contoh Windowing dan pengaruhnya Pada filter FIR, tanggapan impuls h(n) yang panjangnya tak terhingga dipotong sampai panjang tertentu, menjadi hd(n). Hal ini sama dengan mengalikan h(n) dengan suatu window (jendela) tertentu, w(n), atau ditulis : hd(n) = h(n) w(n) (6.14) Hanya saja, penggunaan window rectangular (persegipanjang), menghasilkan pemotongan yang mendadak pada h(n). Akibatnya muncul adanya riak (ripple) pada tanggapan frekuensinya. Untuk mengurangi ripple ini, perlu suatu pemotongan yang lebih baik, yaitu perubahan nilai hd(n) yang lebih gradual, dengan cara mengubah window yang dipakai. Berikut beberapa jenis window: 98 Tabel 6.3. Jenis-jenis window w(n), 0 n N-1 Nama window N 1 2 N 1 2n Bartlett (segitiga) 1 2 4n 0.08 cos N 1 N 1 2n 0,54 0,46 cos N 1 0,42 0,5 cos Blackman Hamming 1 2n 1 cos 2 N 1 Hanning Perbedaan window yang dipakai, menyebabkan sifat yang berubah, baik pada tanggapan impuls maupun tanggapan frekuensi, seperti pada gambar berikut: H hd(n)
19 n frekuensi frekuensi H 0.1 hd(n) n
20 Gambar Tanggapan impuls dan tanggapan frekuensi untuk window rectangular (atas) Tanggapan impuls dan tanggapan frekuensi untuk window Hamming (bawah) PSD Bab VI Filter Digital 99 C. Implementasi Filter Digital Implementasi filter digital dapat menggunakan beberapa cara, yaitu dengan perangkat lunak atau perangkat keras. Implementasi dengan perangkat lunak berarti membuat suatu program komputer untuk diterapkan pada komputer digital. Adapun implementasi dengan perangkat keras adalah mendesain suatu prosesor khusus, yang didalamnya terdiri dari kumpulan penjumlah, pengali dan unit penunda (delay unit). Implementasi dengan perangkat lunak mempunyai kelebihan pada kemudahan melakukan desain ulang. Juga memungkinkan untuk menerapkan algoritma yang cukup rumit. Sebaliknya, implementasi dengan perangkat keras akan mengalami kesulitan pada dua hal di atas, tetapi mempunyai kelebihan pada kecepatan prosesnya. Pembahasan berikut hanya menyangkut dasar-dasar implementasi, yang dapat diterapkan pada perangkat keras maupun perangkat lunak Hasil desain filter digital (sebelum diimplemetasikan) adalah berupa transfer function dalam variabel z. Bila input adalah X(z) dan output adalah Y(z), transfer function suatu filter digital biasanya dinyakan dalam bentuk: Yz b 0 b1 z 1 b 2 z 2 b m z m, nm Xz 1 a 1 z 1 a 2 z 2 a n z n (6.15) dimana a dan b adalah koefisien riil, sedangkan z-1 adalah simbol dari unit penunda. Dari transfer function seperti inilah implemetasi filter digital dilaksanakan. Berikut akan dibahas dua jenis implementasi, yaitu Pemrograman Langsung dan Pemrograman Standar. 1. Pemrograman Langsung (Direct Programming) Implementasi jenis ini dilakukan dengan mengubah transfer function filter digital G(z) di atas, menjadi bentuk berikut: Y(z) + a1z-1y(z) anz-ny(z) = b0 X(z) bmzmx(z) Y(z) = a1z-1y(z)... anz-ny(z) + b0 X(z) bmz-mx(z) Implementasi jenis ini sangat mudah dilakukan, yaitu dengan mengubah persamaan diatas ke dalam diagram blok (lihat Gambar 6.9). Kelemahan implementasi jenis ini adalah memerlukan unit penunda yang cukup banyak, yaitu sebanyak (m + n) buah, oleh 100 karena itu, implementasi jenis ini jarang dipakai. Dan untuk keperluan praktis, biasanya diupayakan agar pemakaian unit penunda adalah minimum. b0 Y(z) b1 z -1 X(z) z -1 bm
21 z -1 z -1 a1 an Gambar Diagram blok implementasi filter dengan Pemrograman Langsung 2. Pemrograman Standar (Standard Programming) Implementasi jenis ini dilakukan dengan terlebih dahulu mengubah susunan transfer function filter digital menjadi : Yz 1 b 0 b1 z 1 b m z m 1 Xz 1 a 1z a n z n Yz Yz Hz Xz Hz Xz dimana Yz b 0 b1z 1 b 2 z 2 b m z m Hz Hz 1 1 Xz 1 a 1z a 2 z 2 a n z n Dari dua transfer function diatas, bentuknya diubah menjadi: Y(z) = b0 H(z) + b1z-1h(z) bmzmh(z) H(z) = X(z) a1z-1h(z) a2z-2h(z)... anz-nh(z) Masing-masing transfer function dibentuk menjadi diagram blok terpisah, dan kemudian digabung menjadi satu. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat Gambar Implementasi jenis ini memang sedikit lebih rumit dibanding Pemrograman Langsung, karena harus melakukan 101 dekomposisi, kemudian menggabungkannya lagi. Akan tetapi implementasi jenis ini memerlukan unit penunda yang lebih sedikit, yaitu n buah. Implementasi jenis ini lebih banyak dipakai, daripada jenis Pemrograman Langsung. b0 b1 b2 H(z) Y(z) z -1 z -1 X(z) H(z) z -1 z -1 bm z -1 z -1
22 a1 a2 an b0 b1 X(z) z -1 z -1 b2 z -1 bm Y(z) a1 an a2 an Gambar Diagram blok implementasi filter dengan Pemrograman Standar Contoh 6.5: Implementasikan filter berikut dengan Pemrograman Langsung dan Pemrograman Standar: Gz Yz 2 0,6z 1 Xz 1 0,5z Jawab: a. Dengan Pemrograman Langsung Transfer function filter di atas diubah menjadi: Y(z) = - 0,5z-1Y(z) + 2X(z) 0,6z-1X(z) b. Dengan Pemrograman Standar Transfer function filter di atas diubah menjadi: Yz Hz 2 1 0,3z 1 Hz Xz 1 0,5z 1 Diagram blok untuk masingmasing implementasi adalah: x(n) z 2-1 y(n) ,3 X(z) Y(z) -0,5 z
23 -1 (a) h(n) z -1 0,3 y(n) -+ H(z) Y(z) x(n) 2 X(z) +- z h(n 1) -1 z-1h(z) 0,5 x(n) 2 X(z) +- z-1 0,3 -+ 0,5 y(n) Y(z) (b) Gambar Diagram Blok implementasi filter dengan (a) Pemrograman Langsung dan (b) Pemrograman Standar 103 D. Soal-soal 1. Rancang suatu filter digital IIR, berbasis filter analog tipe Butterwowth yang memiliki spesifikasi: Pelemahan maksimum passband : 3 db Jangkauan frekuensi stopband : 0-2 khz Jangkauan frekuensi passband : 3-5 khz Pelemahan stopband minimum : 10 db Frekuensi pencuplikan : 10 khz 2. Rancang filter lowpass FIR orde 7 dengan frekuensi cut-off 600 Hz, untuk
24 frekuensi pencuplikan 8 khz. Gunakan window tipe rectangular. 3. Implementasikan filter berikut dengan Pemrograman Standar: Yz 3 1,8z 1 Xz 1 0,5z 1 E. Soal-soal yang Dikerjakan Dengan Matlab 1. Desain dan implementasikan suatu filter FIR untuk menampilkan hanya sinyal frekuensi rendah dari suatu campuran sinyal : x1(n) = sin(210nt) dan x2(n) = (260nT), dengan frekuensi sampling 200 Hz. Buatlah tampilan dalam dua gambar, gambar atas untuk menampilkan campuran sinyal dan gambar bawah untuk menampilkan sinyal hasil pentapisan (penyaringan). 2. Desain dan implementasikan suatu filter jenis IIR untuk menampilkan hanya sinyal frekuensi 200 Hz dari suatu campuran sinyal : x1(n) = cos(250nt) x2(n) = cos(2200nt), dan x3(n) = cos(2600nt) dengan frekuensi sampling 2 khz. Buatlah tampilan dalam empat gambar, gambar kiri atas untuk menampilkan magnitude respon frekuensi filter, kanan atas untuk sudut fase, kiri bawah untuk campuran sinyal dan gambar kanan bawah untuk menampilkan sinyal hasil pentapisan (penyaringan). 104
25
BAB VI FILTER DIGITAL
BAB VI FILTER DIGITAL Filter atau tapis adalah suatu sistem yang berfungsi untuk menyaring sinyal, sebagian sinyal akan dibiarkan lewat, sebagian yang lain akan akan ditahan. Filter yang sering digunakan
PERANCANGAN DAN SIMULASI LOW PASS FINITE IMPULSE RESPONSE DENGAN METODE WINDOWING
PERANCANGAN DAN SIMULASI LOW PASS FINITE IMPULSE RESPONSE DENGAN METODE WINDOWING Irmawan, S.Si, MT Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya ABSTRAK Filter digital adalah suatu algoritma
MODUL 5 FILTER FIR DAN WINDOW
MODUL 5 FILTER FIR DAN WINDOW I. Tugas Pendahuluan Perintah atau fungsi pada MATLAB dapat dilihat dan dipelajari dengan online help pada Command window. Contoh ketiklah : help plot. Maka arti dari perintah
ANALISIS PERFORMANSI FILTER DIGITAL IIR DARI PROTOTYPE BUTTERWORTH DAN CHEBYSHEV 1
Jurnal Reaksi (Journal of Science and Technology) ANALISIS PERFORMANSI FILTER DIGITAL IIR DARI PROTOTYPE BUTTERWORTH DAN CHEBYSHEV Raisah Hayati Staf Pengajar Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Lhokseumawe
KULIAH 9 FILTER DIGITAL
KULIAH 9 FILTER DIGITAL TEKNIK PENGOLAHAN ISYARAT DIGITAL Kuliah 9 Filter Digital Indah Susilawati, S.T., M.Eng. Program Studi Teknik Elektro Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu
SIMULASI HASIL PERANCANGAN LPF (LOW PASS FILTER) DIGITAL MENGGUNAKAN PROTOTIP FILTER ANALOG BUTTERWORTH
Simulasi Hasil Perancangan LPF (Low Pass Filter) Digital....Hanafi SIMULASI HASIL PERANCANGAN LPF (LOW PASS FILTER) DIGITAL MENGGUNAKAN PROTOTIP FILTER ANALOG BUTTERWORTH Hanafi Dosen Jurusan Teknik Elektro
SISTEM PENGOLAHAN ISYARAT
TKE 243 SISTEM PENGOLAHAN ISYARAT Kuliah 1 Filter Digital Indah Susilawati, S.T., M.Eng. Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana Yogyakarta 29 1 KULIAH 1
MODUL 4 ANALOG DAN DIGITAL FILTER
MODUL 4 ANALOG DAN DIGITAL FILTER I. Tugas Pendahuluan Perintah atau fungsi pada MATLAB dapat dilihat dan dipelajari dengan online help pada Command window. Contoh ketiklah : help plot. Maka arti dari
Design FIR Filter. Oleh: Tri Budi Santoso Group Sinyal, EEPIS-ITS
Design FIR Filter Oleh: Tri Budi Santoso Group Sinyal, EEPIS-ITS 1 Filter Digital Sinyal input = x(n) Respon impuls filter = h(n) Sinyal output = y(n) Ouput merupakan konvolusi respon impuls filter dengan
BAB II PENCUPLIKAN DAN KUANTISASI
BAB II PENCUPLIKAN DAN KUANTISASI Sebagian besar sinyal-sinyal di alam adalah sinyal analog. Untuk memproses sinyal analog dengan sistem digital, perlu dilakukan proses pengubahan sinyal analog menjadi
Di dalam perancangan filter-filter digital respons impuls tak terbatas diperlukan transformasi ke filter analog Diperlukan adanya pengetahuan filter
FEG2D3 -INW- 206 Di dalam perancangan filter-filter digital respons impuls tak terbatas diperlukan transformasi ke filter analog Diperlukan adanya pengetahuan filter analog yang dapat bertindak sebagai
SOAL UAS PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL WADARMAN JAYA TELAUMBANUA
SOAL UAS PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL WADARMAN JAYA TELAUMBANUA 1304405027 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA JIMBARAN 2015 Rancang Filter low pass digital IIR Butterworth
MODUL I SINYAL WAKTU DISKRIT. X(n) 2 1,7 1,5
MODUL I SINYAL WAKTU DISKRIT 1.1 Dasar Teori Sinyal waktu diskrit x(n) adalah fungsi dari variabel bebas yaitu suatu integer. secara grafis digambarkan paga gambar dibawah ini. Penting untuk diperhatikan
III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus 2012 sampai dengan November 2012
21 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus 2012 sampai dengan November 2012 dan dilakukan di Laboratorium Fisika Komputasi Jurusan Fisika Fakultas
Implementasi Filter Finite Impulse Response (FIR) Window Hamming dan Blackman menggunakan DSK TMS320C6713
Jurnal ELKOMIKA Vol. 4 No. 1 Halaman 16-3 ISSN (p): 2338-8323 Januari - Juni 216 ISSN (e): 2459-9638 Implementasi Filter Finite Impulse Response (FIR) Window Hamming dan Blackman menggunakan DSK TMS32C6713
BAB I PENDAHULUAN. menggunakan rangkaian elektronika yang terdiri dari komponen-komponen seperti
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Filter merupakan suatu rangkaian yang berfungsi untuk melewatkan sinyal frekuensi yang diinginkan dan menahan sinyal frekuensi yang tidak dikehendaki serta untuk memperkecil
PRAKTIKUM PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL
PRAKTIKUM PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL LABORATORIUM TELEKOMUNIKASI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL BANDUNG MODUL 1 PENGENALAN MATLAB DASAR Matlab merupakan suatu perangkat lunak yang dapat
MODUL 4 PEMFILTERAN PADA SINYAL WICARA
MODUL 4 PEMFILTERAN PADA SINYAL WICARA I. TUJUAN - Mahasiswa mampu menyusun filter digital dan melakukan pemfilteran pada sinyal wicara II. DASAR TEORI 2.1. Filter IIR Yang perlu diingat disini bahwa infinite
DTG2D3 ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI FILTER ANALOG. By : Dwi Andi Nurmantris
DTG2D3 ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI FILTER ANALOG By : Dwi Andi Nurmantris Ruang Lingkup Materi RANGKAIAN RESONATOR PENDAHULUAN LOW PASS FILTER HIGH PASS FILTER BAND PASS FILTER BAND STOP FILTER RANGKAIAN
BAB III PERANCANGAN SISTEM PENYAMA
BAB III PERANCANGAN SISTEM PENYAMA Pembahasan pada bab ini berisi perancangan sistem medan jauh penyuara dalam bentuk program pada perangkat lunak Python yang akan dijalankan oleh Rasberry Pi B. Pada subbab
Gambar 2.1 Perangkat UniTrain-I dan MCLS-modular yang digunakan dalam Digital Signal Processing (Lucas-Nulle, 2012)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Digital Signal Processing Pada masa sekarang ini, pengolahan sinyal secara digital yang merupakan alternatif dalam pengolahan sinyal analog telah diterapkan begitu luas. Dari
BAB III SINYAL DAN SISTEM WAKTU DISKRIT
BAB III SINYAL DAN SISTEM WAKTU DISKRIT BAB III SINYAL DAN SISTEM WAKTU DISKRIT A. Pengertian Sinyal Waktu Diskrit Sinyal waktu diskrit merupakan fungsi dari variabel bebas yaitu waktu yang mana nilai
SATUAN ACARA PERKULIAHAN EK.353 PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL
EK.353 PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL Dosen: Ir. Arjuni BP, MT : Sinyal dan Pemrosesan Sinyal Tujuan pembelajaran umum : Para mahasiswa mengetahui tipe-tipe sinyal, pemrosesan dan aplikasinya Jumlah pertemuan
HAND OUT EK. 353 PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL
HAND OUT EK. 353 PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL Dosen: Ir. Arjuni BP, MT PENDIDIKAN TEKNIK TELEKOMUNIKASI JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN
BAB III SINYAL DAN SISTEM WAKTU DISKRIT
BAB III SINYAL DAN SISTEM WAKTU DISKRIT A. Pengertian Sinyal Waktu Diskrit Sinyal waktu diskrit merupakan fungsi dari variabel bebas yaitu waktu yang mana nilai variabel bebasnya adalah bilangan bulat.
IMPLEMENTASI FILTER INFINITE IMPULSE RESPONSE (IIR) DENGAN RESPON ELLIPTIC DAN BESSEL MENGGUNAKAN DSK TMS320C6713
IMPLEMENTASI FILTER INFINITE IMPULSE RESPONSE (IIR) DENGAN RESPON ELLIPTIC DAN BESSEL MENGGUNAKAN DSK TMS320C6713 IMPLEMENTATION OF INFINTE IMPULSE RESPONSE (IIR) FILTER WITH BESSEL AND ELLIPTIC RESPONSE
BAB II DASAR-DASAR PENAPIS
BAB II DASAR-DASAR PENAPIS II.1. PENAPIS LOLOS-RENDAH (LOW-PASS FILTER ) Sebuah penapis lolos-rendah membolehkan sinyal-sinyal yang masuk diteruskan (diloloskan) hanya dengan sedikit bahkan tidak ada pelemahan
SIMULASI TAPIS FINITE IMPULSE RESPONSE (FIR) DENGAN DISCRETE COSINE TRANSFORM (DCT)
SIMULASI TAPIS FINITE IMPULSE RESPONSE (FIR) DENGAN DISCRETE COSINE TRANSFORM () Muh Taufik Setyawan (NIM. LF 97 659) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudharto,
Modul VIII Filter Aktif
Modul VIII Filter Aktif. Tujuan Praktikum Praktikan dapat mengetahui fungsi dan kegunaan dari sebuah filter. Praktikan dapat mengetahui karakteristik sebuah filter. Praktikan dapat membuat suatu filter
Jaringan Syaraf Tiruan pada Robot
Jaringan Syaraf Tiruan pada Robot Membuat aplikasi pengenalan suara untuk pengendalian robot dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan sebagai algoritma pembelajaran dan pemodelan dalam pengenalan suara.
BAB I PENDAHULUAN. resistor, kapasitor ataupun op-amp untuk menghasilkan rangkaian filter. Filter analog
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Filter merupakan suatu perangkat yang menghilangkan bagian dari sinyal yang tidak di inginkan. Filter digunakan untuk menglewatkan atau meredam sinyal yang di inginkan
LAPORAN PRAKTIKUM DSP
LAPORAN PRAKTIKUM DSP MODUL 4 PEMFILTERAN PADA SINYAL WICARA Disusun Oleh : Yuli Yuliantini (121014 7021) Teknik Telekomunikasi - PJJ PENS Akatel Politeknik Negeri Elektro Surabaya Surabaya 2015 22 MODUL
DENGAN RESPON ELLIPTIC DAN BESSEL MENGGUNAKAN DSK TMS320C6713 IMPLEMENTASI FILTER INFINITE IMPULSE RESPONSE (IIR)
IMPLEMENTASI FILTER INFINITE IMPULSE RESPONSE (IIR) DENGAN RESPON ELLIPTIC DAN BESSEL MENGGUNAKAN DSK TMS320C6713 IMPLEMENTATION OF INFINTE IMPULSE RESPONSE (IIR) FILTER WITH BESSEL AND ELLIPTIC RESPONSEE
SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA
Mata Kuliah Kode / SKS Program Studi Fakultas : Pengolahan Sinyal Digital : IT012256 / 3 SKS : Sistem Komputer : Ilmu Komputer & Teknologi Informasi Sub Khusus (TIK) 1 Pendahuluan Ruang lingkup Mata Kuliah
Merancang dan Mensimulasi Infinite Impulse Response Chebyshev Low-Pass Digital Filter Menggunakan Perangkat FPGA. Mariza Wijayanti 1a
Merancang dan Mensimulasi Infinite Impulse Response Chebyshev Low-Pass Digital Filter Menggunakan Perangkat FPGA Mariza Wijayanti 1a 1 Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma,
Desain Filter Respon Impuls TakTerbatas (Infinite Impulse Response/IIR)
Prolem 8 Desain Filter Respon Impuls TakTeratas (Infinite Impulse Response/IIR) 8. Spesifikasi Desain Filter Analisa respon magnitude respon fasa performance constraints Desain FIR/IIR sutype G(z) Fungsi
SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA
SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA Mata Kuliah Fakultas/Jurusan : Pengolahan Sinyal Digital / DSP (Digital Signal Processing) : Ilmu Komputer / Teknik Komputer D Minggu 1 Pendahuluan Ruang
IMPLEMENTASI FILTER DIGITAL IIR BUTTERWORTH PADA DSP STARTER KIT TMS320C3x
JETri, Volume, Nomor, Februari 003, Halaman 9-0, ISSN 141-037 IMPLEMENTASI FILTER DIGITAL IIR BUTTERWORTH PADA DSP STARTER KIT TMS30C3x Irda Winarsih, Suhartati Agoes & Robert Wahyudi* Dosen-Dosen Jurusan
IMPLEMENTASI FILTER INFINITE IMPULSE RESPONSE (IIR) DENGAN RESPON BUTTERWORTH DAN CHEBYSHEV MENGGUNAKAN DSK TMS320C6713
IMPLEMENTASI FILTER INFINITE IMPULSE RESPONSE (IIR) DENGAN RESPON BUTTERWORTH DAN CHEBYSHEV MENGGUNAKAN DSK TMS320C6713 INFINITE IMPULSE RESPONSE (IIR) FILTER IMPLEMENTATION WITH BUTTERWORTH AND CHEBYSHEV
JOBSHEET 9 BAND PASS FILTER
JOBSHEET 9 BAND PASS FILTER A. TUJUAN 1. Mahasiswa diharapkan mampu mengerti tentang pengertian, prinsip kerja dan karakteristik band pass filter 2. Mahasiswa dapat merancang, merakit, menguji rangkaian
II. TINJAUAN PUSTAKA. (Adenosine Tri Posphate) dimana ATP ini di hasilkan oleh salah satu energi yang
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Biolistrik Biolistrik adalah energi yang dimiliki setiap manusia yang bersumber dari ATP (Adenosine Tri Posphate) dimana ATP ini di hasilkan oleh salah satu energi yang bernama
udara maupun benda padat. Manusia dapat berkomunikasi dengan manusia dari gagasan yang ingin disampaikan pada pendengar.
BAB II DASAR TEORI 2.1 Suara (Speaker) Suara adalah sinyal atau gelombang yang merambat dengan frekuensi dan amplitudo tertentu melalui media perantara yang dihantarkannya seperti media air, udara maupun
BABI PENDAHULUAN. Pemakaian tiiter sebagai pembatas atau penyaring frekuensi sinyal
BAB I PENDAHULUAN BABI PENDAHULUAN 1.1. LA TAR BELAKANG Pemakaian tiiter sebagai pembatas atau penyaring frekuensi sinyal sudah menjadi suatu kebutuhan pokok. Berbagai macam metode, sistem dan jenis filter
LAB PTE - 05 (PTEL626) JOBSHEET 5 (BAND STOP FILTER)
LB PTE - 05 (PTEL626) JOBSHEET 5 (BND STOP FILTER). TUJUN 1. Mahasiswa dapat mengetahui pengertian, prinsip kerja, dan karakteristik Band Stop Filter 2. Mahasiswa dapat merancang, merakit, dan menguji
PERANCANGAN FILTER DIGITAL IIR/INFINITE IMPULSE RESPONSE
PERANCANGAN FILTER DIGITAL IIR/INFINITE IMPULSE RESPONSE Ada 4 tipe filter digital IIR Butterworth Tidak ada ripple di paband maupun topband. Chebychev 1 Ada ripple di paband. Chebychev 2 Ada ripple di
Implementasi Filter FIR secara Real Time pada TMS 32C5402
Implementasi Filter FIR secara Real Time pada TMS 32C5402 Oleh: Tri Budi Santoso, Hary Octavianto, Titon Dutono E-mail: [email protected] Laboratorium Sinyal, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
SKRIPSI FILTER DIGITAL FIR JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA. ft- ~ Blicl NAMA: BUDI NRP :
FILTER DIGITAL FIR SKRIPSI NAMA: BUDI Oleh: I c. NRP : 5103094043 I ~'P v I NIRM : 94.7.003.31013.06046~- ft- ~ Blicl LI 1(('~lu) --1 I I JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA
BAB I PENDAHULUAN. PSD Bab I Pendahuluan 1
BAB I PENDAHULUAN Pengolahan Sinyal Digital (Digital Signal Processing, disingkat DSP) adalah suatu bagian dari sain dan teknologi yang berkembang pesat selama 40 tahun terakhir. Perkembangan ini terutama
ANALISIS UNJUK KERJA EKUALIZER PADA SISTEM KOMUNIKASI DENGAN ALGORITMA STOP AND GO
ANALISIS UNJUK KERJA EKUALIZER PADA SISTEM KOMUNIKASI DENGAN ALGORITMA STOP AND GO Indra Fauziah, Rahmad Fauzi Konsentrasi Teknik Telekomunikasi, Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sumatera
MATERI PENGOLAHAN SINYAL :
MATERI PENGOLAHAN SINYAL : 1. Defenisi sinyal 2. Klasifikasi Sinyal 3. Konsep Frekuensi Sinyal Analog dan Sinyal Diskrit 4. ADC - Sampling - Aliasing - Quantiasasi 5. Sistem Diskrit - Sinyal dasar system
SISTEM KENDALI DASAR RESPON WAKTU DAN RESPON FREKUENSI. Fatchul Arifin.
SISTEM KENDALI DASAR RESPON WAKTU DAN RESPON FREKUENSI Fatchul Arifin [email protected] PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2015 KARAKTERISTIK
DISAIN KOMPENSATOR UNTUK PLANT MOTOR DC ORDE SATU
DISAIN KOMPENSATOR UNTUK PLANT MOTOR DC ORDE SATU TUGAS PAPER ANALISA DISAIN SISTEM PENGATURAN Oleh: FAHMIZAL(2209 05 00) Teknik Sistem Pengaturan, Teknik Elektro ITS Surabaya Identifikasi plant Identifikasi
SIMULASI FILTER SALLEN KEY DENGAN SOFTWARE PSPICE
JETri, Volume 6, Nomor, Februari 7, Halaman -4, ISSN 4-37 SIMULASI FILTER SALLEN KEY DENGAN SOFTWARE PSPICE Kiki Prawiroredjo Dosen Jurusan Teknik Elektro-FTI, Universitas Trisakti Abstract A Sallen Key
SINYAL DISKRIT. DUM 1 September 2014
SINYAL DISKRIT DUM 1 September 2014 ADC ADC 3-Step Process: Sampling (pencuplikan) Quantization (kuantisasi) Coding (pengkodean) Digital signal X a (t) Sampler X(n) Quantizer X q (n) Coder 01011 Analog
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. penelitian laboratorium. Studi kepustakaan dilakukan untuk mencari teori atau
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan meliputi studi kepustakaan dan penelitian laboratorium. Studi kepustakaan dilakukan untuk mencari
Filter Orde Satu & Filter Orde Dua
Filter Orde Satu & Filter Orde Dua Asep Najmurrokhman Jurusan eknik Elektro Universitas Jenderal Achmad Yani 8 November 3 EI333 Perancangan Filter Analog Pendahuluan Filter orde satu dan dua adalah bentuk
SIMULASI RANCANGAN FILTER BUTTERWORTH MENGGUNAKAN XILINX-ISE 8.1i DAN MODELSIM 6.1b
SIMUASI RANCANGAN FITER BUTTERWORTH MENGGUNAKAN XIINX-ISE 8.i DAN MODESIM 6.b Wahyu Kusuma Raharja, 2 Sunny Arief Sudiro Jurusan Teknologi Informasi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma
IMPLEMENTASI FILTER INFINITE IMPULSE RESPONSE (IIR) DENGAN RESPON BUTTERWORTH DAN CHEBYSHEV MENGGUNAKAN DSK TMS320C6713
IMPLEMENTASI FILTER INFINITE IMPULSE RESPONSE (IIR) DENGAN RESPON BUTTERWORTH DAN CHEBYSHEV MENGGUNAKAN DSK TMS320C6713 INFINITE IMPULSE RESPONSE (IIR) FILTER IMPLEMENTATION WITH BUTTERWORTH AND CHEBYSHEV
Implementasi Filter Digital Finite Impulse Response Metode Penjendelaan Blackman pada DSP TMS320C6711
Gunawan Ariyanto, Implementasi Filter Digital FIR Metode Penjendalaan Blackman pada DSP TMS320C6711 Implementasi Filter Digital Finite Impulse Response Metode Penjendelaan Blackman pada DSP TMS320C6711
Simulasi Perancangan Filter Analog dengan Respon Chebyshev
Elkomika Teknik Elekro Itenas Vol. 1 No.2 Jurnal Teknik Elektro Juli Desember 2013 Simulasi Perancangan Filter Analog dengan Respon Chebyshev Rustamaji, Arsyad Ramadhan Darlis, Solihin Teknik Elektro Institut
BABI PENDAHULUAN. Pada dunia elektronika dibutuhkan berbagai macam alat ukur dan analisa.
BAB I PENDAHULUAN BABI PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pada dunia elektronika dibutuhkan berbagai macam alat ukur dan analisa. Salah satunya adalah alat untuk mengukur intensitas bunyi dan gain dari sinyal
BAB I PENDAHULUAN. Tugas Akhir yang berjudul Sistem Penyama Adaptif dengan Algoritma Galat
BAB I PENDAHULUAN Bab satu membahas latar belakang masalah, tujuan, dan sistematika pembahasan Tugas Akhir yang berjudul Sistem Penyama Adaptif dengan Algoritma Galat Kuadrat Terkecil Ternormalisasi. Pada
Implementasi Filter Digital Finite Impulse Response Metode Penjendelaan Hamming pada DSP
Implementasi Filter Digital Finite Impulse Response Metode Penjendelaan Hamming pada DSP Endah Sudarmilah, Gunawan Ariyanto, Heru Supriyono Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta Abstrak Filter
MAKALAH LOW PASS FILTER DAN HIGH PASS FILTER
MAKALAH LOW PASS FILTER DAN HIGH PASS FILTER Disusun oleh : UMI EKA SABRINA (115090309111002) JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011 PEMBAHASAN 1.1.
BAB II DASAR TEORI. yang dibangkitkan dengan frekuensi yang lain[1]. Filter digunakan untuk
BAB II DASAR TEORI 2.1 Filter Filter atau tapis didefinisikan sebagai rangkaian atau jaringan listrik yang dirancang untuk melewatkan atau meloloskan arus bolak-balik yang dibangkitkan pada frekuensi tertentu
Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan s
Sudaryatno Sudirham Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan s Sudaryatno Sudirham, Analisis Rangkaian Listrik () BAB 4 Tanggapan Frekuensi Rangkaian Orde Pertama Sebagaimana kita ketahui, kondisi operasi
Dalam sistem komunikasi saat ini bila ditinjau dari jenis sinyal pemodulasinya. Modulasi terdiri dari 2 jenis, yaitu:
BAB II TINJAUAN TEORITIS 2.1 Tinjauan Pustaka Realisasi PLL (Phase Locked Loop) sebagai modul praktikum demodulator FM sebelumnya telah pernah dibuat oleh Rizal Septianda mahasiswa Program Studi Teknik
Perancangan dan Implementasi Percobaan Pengolahan Sinyal Digital Secara Online
1 Perancangan dan Implementasi Percobaan Pengolahan Sinyal Digital Secara Online Clara Sergian Swaritantika, Yusuf Bilfaqih, Josaphat Pramudijanto Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut
SISTEM PENYAMA ADAPTIF DENGAN ALGORITMA GALAT KUADRAT TERKECIL TERNORMALISASI
SISTEM PENYAMA ADAPTIF DENGAN ALGORITMA GALAT KUADRAT TERKECIL TERNORMALISASI Oleh Caesar Aji Kurnia NIM : 612008079 Skripsi ini untuk melengkapi syarat-syarat memperoleh Gelar Sarjana Teknik dalam Konsentrasi
2.1. Filter. Gambar 1. Bagian dasar konverter analog ke digital
2.1. Filter Filter adalah suatu alat untuk memisahkan sinyal sinyal yang diinginkan dari sinyal-sinyal yang tidak diinginkan. [1]. Filter berkembang dalam pemakaiannya di bidang Elektroteknik menjadi sebagai
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Jantung Jantung adalah organ yang berfungsi untuk memompa darah dalam tubuh manusia. Jantung terdiri atas 4 ruang, yaitu serambi (atrium) kiri dan kanan di bagian atas, serta
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PROTOTIPE BAND PASS FILTER UNTUK OPTIMASI TRANSFER DAYA PADA SINYAL FREKUENSI RENDAH; STUDI KASUS : SINYAL EEG
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PROTOTIPE BAND PASS FILTER UNTUK OPTIMASI TRANSFER DAYA PADA SINYAL FREKUENSI RENDAH; STUDI KASUS : SINYAL EEG LISA SAKINAH (07 00 70) Dosen Pembimbing: Dr. Melania Suweni Muntini,
Implementasi Real Time Digital Audio Equalizer 4 Band menggunakan DSK TMS320C6713
Implementasi Real Time Digital Audio Equalizer 4 Band menggunakan DSK TMS320C6713 Era Dwi Febrianti 1, Miftahul Huda 2 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember(ITS) Surabaya
BAB II TEORI PENUNJANG
BAB II TEORI PENUNJANG Pada bab ini akan dibahas mengenai teori penunjang yang berhubungan dengan judul tugas akhir yang dikerjakan seperti suara, gelombang, sinyal, noise, Finite Impulse Response (FIR)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Kuliah : Pengolahan Sinyal Digital (3 SKS) Kode : ELT 2320 Prasyarat : - Program Studi : Teknik Elektronika (program
BAB II DASAR TEORI. Dalam bab ini penulis akan menjelaskan teori teori yang diperlukan untuk
BAB II DASAR TEORI Dalam bab ini penulis akan menjelaskan teori teori yang diperlukan untuk mewujudkan sistem penyamaan adaptif dengan algoritma galat kuadrat terkecil ternormalisasi pada suatu titik.
IMPLEMENTASI FILTER DIGITAL FIR (FINITE IMPULSE RESPONSE) PADA FIELD PROGRAMMABLE GATE ARRAYS (FPGA)
1 IMPLEMENTASI FILTER DIGITAL FIR (FINITE IMPULSE RESPONSE) PADA FIELD PROGRAMMABLE GATE ARRAYS (FPGA) Rizki Jumadil Putra, Mochammad Rif an, ST., MT., dan Raden Arief Setyawan ST.,MT. Abstrak Filter FIR
SINYAL DISKRIT. DUM 1 September 2014
SINYAL DISKRIT DUM 1 September 2014 ADC ADC 3-Step Process: Sampling (pencuplikan) Quantization (kuantisasi) Coding (pengkodean) Digital signal X a (t) Sampler X(n) Quantizer X q (n) Coder 01011 Analog
penulisan ini dengan Perancangan Anti-Aliasing Filter Dengan Menggunakan Metode Perhitungan Butterworth. LANDASAN TEORI 2.1 Teori Sampling Teori Sampl
PERANCANGAN ANTI-ALIASING FILTER DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERHITUNGAN BUTTERWORTH 1 Muhammad Aditya Sajwa 2 Dr. Hamzah Afandi 3 M. Karyadi, ST., MT 1 Email : [email protected] 2 Email : [email protected]
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. perangkat pendukung yang berupa piranti lunak dan perangkat keras. Adapun
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Perangkat Ajar Dalam perancangan dan pembuatan perangkat ajar ini membutuhkan perangkat pendukung yang berupa piranti lunak dan perangkat keras. Adapun
Tanggapan Frekuensi Pendahuluan
Tanggapan Frekuensi 46 3 Tanggapan Frekuensi 3.. Pendahuluan Dalam bab 3, kita telah membahas karakteritik suatu sistem dalam lingkup waktu dengan masukan-masukan berupa fungsi step, fungsi ramp, fungsi
REALISASI ACTIVE NOISE REDUCTION MENGGUNAKAN ADAPTIVE FILTER DENGAN ALGORITMA LEAST MEAN SQUARE (LMS) BERBASIS MIKROKONTROLER LM3S6965 ABSTRAK
REALISASI ACTIVE NOISE REDUCTION MENGGUNAKAN ADAPTIVE FILTER DENGAN ALGORITMA LEAST MEAN SQUARE (LMS) BERBASIS MIKROKONTROLER LM3S6965 Nama : Wito Chandra NRP : 0822081 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas
OPTIMASI RERATA DALAM PROSES KORELASI SILANG UNTUK MENENTUKAN LOKASI RADIO TRANSMITTER
164... Prosiding Seminar Matematika, Sains dan I, FMIPA UNSRA, 14 Juni 2013 OPIMASI RERAA DALAM PROSES KORELASI SILANG UNUK MENENUKAN LOKASI RADIO RANSMIER Isnan Nur Rifai 1), Wahyu Widada 2) 1) Program
Implementasi Filter Digital Infinite Impulse Response pada DSP TMS320C6711
Nurgiyatna, Implementasi Filter Digital Infinite Impulse Response pada DSP TMS320C6711 Implementasi Filter Digital Infinite Impulse Response pada DSP TMS320C6711 Nurgiyatna, Gunawan Ariyanto, Heru Supriyono
MODUL 5 EKSTRAKSI CIRI SINYAL WICARA
MODUL 5 EKSTRAKSI CIRI SINYAL WICARA I. TUJUAN - Mahasiswa mampu melakukan estimasi frekuensi fundamental sinyal wicara dari pengamatan spektrumnya dan bentuk gelombangnya - Mahasiswa mampu menggambarkan
Implementasi Filter IIR secara Real Time pada TMS 32C5402
Implementasi Filter IIR secara Real Time pada TMS 32C5402 Oleh: Tri Budi Santoso, Hary Octavianto, Titon Dutono E-mail: [email protected] Laboratorium Sinyal, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
LAPORAN APLIKASI DIGITAL SIGNAL PROCESSING EKSTRAKSI CIRI SINYAL WICARA. Disusun Oleh : Inggi Rizki Fatryana ( )
LAPORAN APLIKASI DIGITAL SIGNAL PROCESSING EKSTRAKSI CIRI SINYAL WICARA Disusun Oleh : Inggi Rizki Fatryana (1210147002) Teknik Telekomunikasi - PJJ PENS Akatel Politeknik Negeri Elektro Surabaya 2014-2015
STMIK AMIKOM PURWOKERTO PENGOLAHAN CITRA DIGITAL. Transformasi Citra ABDUL AZIS, M.KOM
PENGOLAHAN CITRA DIGITAL Transformasi Citra 1 Dua Domain Manipulasi Image Spatial Domain : (image plane) Adalah teknik yang didasarkan pada manipulasi l a n g s u n g p i x e l s u a t u i m a g e. Frequency
BAB 2 LANDASAN TEORI. mencakup teori speaker recognition dan program Matlab. dari masalah pattern recognition, yang pada umumnya berguna untuk
6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-teori Dasar / Umum Landasan teori dasar / umum yang digunakan dalam penelitian ini mencakup teori speaker recognition dan program Matlab. 2.1.1 Speaker Recognition Pada
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gangguan pada citra, terutama citra digital dapat disebabkan oleh noise sehingga mengakibatkan penurunan kualitas citra tersebut (Gunara, 2007). Derau atau noise merupakan
MODUL 2 DESAIN DAN IMPLEMENTASI ALGORITMA FILTER DIJITAL IIR
MODUL 2 DESAIN DAN IMPLEMENTASI ALGORITMA FILTER DIJITAL IIR 1. Tujuan 1. Dapat mesain filter IIR dengan metode transformasi impulse invariance dan bilinear menggunakan bahasa pemrograman MATLAB. 2. Dapat
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMAA KOMPUTER JAKARTA STIK SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata : PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL Kode Mata : TK - 17305 Jurusan / Jenjang : S1 SISTEM KOMPUTER Tujuan Instruksional Umum
PERANCANGAN DAN REALISASI FIR FILTER UNTUK INTER SATELLITE LINKS(ISL) PADA FREKUENSI MHZ DENGAN MENGGUNAKAN FPGA
PERANCANGAN DAN REALISASI FIR FILTER UNTUK INTER SATELLITE LINKS(ISL) PADA FREKUENSI 50-90 MHZ DENGAN MENGGUNAKAN FPGA DESIGN and REALIZATION of FIR FILTER FOR INTER SATELLITE LINKS (ISL) AT FREQUENCE
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perkembangan generasi telekomunikasi Perkembangan jaringan telekomunikasi akan dikupas secara runtut perkembangan teknologi telepon seluler: Gambar 2.1 Generasi komunikasi system
Pembuatan Pola Data Bahan Bakar Solar Yang Dicampur Minyak Tanah Menggunakan Sensor Gas Dengan Metode Fast Fourier Transform
Pembuatan Bahan Bakar Solar Yang Dicampur Menggunakan Sensor Gas Dengan Metode Fast Fourier Transform Wengki Adillah, Andrizal, Ratna Aisuwarya, Jurusan Sistem Komputer FTI Universitas Andalas Jln. Kampus
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Masalah Indera pendengaran manusia tidak dapat mengetahui secara pasti jenis nada apa yang didengar olehnya, terkecuali para pemusik profesional. Hal
PEWUJUDAN TAPIS DIGITAL BANDPASS IIR MENGGUNAKAN DSK TMS320C6713TM TM BERBASIS SIMULINK
PEWUJUDAN TAPIS DIGITAL BANDPASS IIR MENGGUNAKAN DSK TMS320C6713TM TM BERBASIS SIMULINK Muhammad Aswan *), Achmad Hidayatno, and Darjat Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Jln. Prof. Sudharto,
Bahan 2 Transmisi, Tipe, dan Spesifikasi Filter
Bahan Transmisi, Tipe, dan Spesifikasi Filter Asep Najmurrokhman Jurusan Teknik Elektro Universitas Jenderal Achmad Yani October 0 EK306 Perancangan Filter Analog Pendahuluan Filter analog => realisasi
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI FIR UNTUK MEREDUKSI NOISE DENGAN MATLAB
Jurnal ICT Penelitian dan Penerapan Teknologi AKADEMI TELKOM SANDHY PUTRA JAKARTA PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI FIR UNTUK MEREDUKSI NOISE DENGAN MATLAB 1) Suyatno Budiharjo 2) Daniel Pandu Wijayanto 1,2
