PROFIL DESA DAN KELURAHAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PROFIL DESA DAN KELURAHAN"

Transkripsi

1 LAMPIRAN V : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 FORMAT LAPORAN PROFIL DESA DAN KELURAHAN TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : Tegak Kecamatan : Klungkung Kabupaten/Kota : Klungkung Provinsi : Bali Bulan : Desember Tahun : 2013 DIREKTORAT JENDERAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DEPARTEMEN DALAM NEGERI

2 FORMAT LAPORAN PROFIL DESA DAN KELURAHAN TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : Tegak Kecamatan : Klungkung Kabupaten/Kota : Klungkung Provinsi : Bali Bulan : Desember Tahun : 2013 Nama Pengisi : I Ketut Sumiana Pekerjaan : Perangkat Desa Tegak Jabatan : Kaur Pembangunan SUMBER DATA YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGISI DATA PROFIL DESA/KELURAHAN 1. Data-data / Dokumen Desa dan Aparat Desa Tegak 2. UPT. Dinas/Instansi se- Kecamatan klungkung 3. Babinkamtibmas dan Babinsa Desa Tegak 4. Puskesmas Pembantu dan Bidan Desa Tegak 5. Tokoh Masyarakat Desa Tegak 6. Lembaga Kemasyarakatan yang ada di Desa Tegak Pj Perbekel Desa Tegak, Ir. I Ketut Arsa 2

3 DATA POTENSI DESA DAN KELURAHAN I. POTENSI SUMBER DAYA ALAM A. POTENSI UMUM 1. a. Batas Wilayah Batas Desa/kelurahan Kecamatan Sebelah utara Desa Selat Klungkung Sebelah selatan Desa Selat Klungkung Sebelah timur Desa Tangkub Sidemen, Karangasem Sebelah barat Desa Selisihan Klungkung 1.b. Penetapan Batas dan Peta Wilayah Penetapan Batas Dasar Hukum Peta Wilayah Sudah ada/belum ada SK Bersama Kpl desa Selat dan tegak no. 1 / 2007 SK Bersama Kpl desa Tegak Dan selisihan No 2 / Luas wilayah menurut penggunaan Luas pemukiman Luas persawahan Luas perkebunan Luas kuburan Luas pekarangan Luas taman Perkantoran Luas prasarana umum lainnya Total luas 10 ha/m2 43,66 ha/m2 164 ha/m2 2 ha/m2 8,34 ha/m2 - ha/m2 1 ha/m2 5 ha/m2 234 ha/m2 TANAH SAWAH Sawah irigasi teknis 43,66 ha/m2 Sawah irigasi ½ teknis - ha/m2 Sawah tadah hujan - ha/m2 Sawah pasang surut - ha/m2... ha/m2 Total luas 43,66 ha/m2 TANAH KERING Tegal/ladang 164 ha/m2 Pemukiman 10 ha/m2 Pekarangan 8,34 ha/m ha/m2 Total luas 182,34 ha/m2 TANAH BASAH Tanah rawa - ha/m2 3

4 Pasang surut - ha/m2 Lahan gambut - ha/m2 Situ/waduk/danau - ha/m2... ha/m2 Total luas - ha/m2 TANAH PERKEBUNAN Tanah perkebunan rakyat - ha/m2 Tanah perkebunan negara - ha/m2 Tanah perkebunan swasta - ha/m2 Tanah perkebunan perorangan 164 ha/m2... ha/m2 Total luas 164 ha/m2 TANAH FASILITAS UMUM Kas Desa/Kelurahan: ha/m2 a. Tanah bengkok - ha/m2 b. Tanah titi sara - ha/m2 c. Kebun desa - ha/m2 d. Sawah desa ha/m2 Lapangan olahraga ha/m2 Perkantoran pemerintah 1 ha/m2 Ruang publik/taman kota - ha/m2 Tempat pemakaman desa/umum 2 ha/m2 Tempat pembuangan sampah - ha/m2 Bangunan sekolah/perguruan tinggi 5 ha/m2 Pertokoan - ha/m2 Fasilitas pasar 1,5 ha/m2 Terminal - ha/m2 Jalan ha/m2 Daerah tangkapan air - ha/m2 Usaha perikanan 0,5 ha/m2 Sutet/aliran listrik tegangan tinggi - ha/m2... ha/m2 Total luas 9,5 ha/m2 TANAH HUTAN Hutan lindung - ha/m2 Hutan produksi - ha/m2 a. Hutan produksi tetap - ha/m2 b. Hutan terbatas - ha/m2 Hutan konservasi - ha/m2 Hutan adat - ha/m2 Hutan asli - ha/m2 Hutan sekunder - ha/m2 Hutan buatan - ha/m2 Hutan mangrove - ha/m2 Hutan suaka - ha/m2 a. Suaka alam - ha/m2 b. Suaka margasatwa - ha/m2 Hutan rakyat - ha/m2... ha/m2 Total luas - ha/m2 4

5 3. Iklim Curah hujan 450,00 Mm Jumlah bulan hujan 2 bulan Kelembapan - Suhu rata-rata harian 30 0 C Tinggi tempat dari permukaan laut 225 mdl Jenis dan kesuburan tanah Warna tanah (sebagian besar) Merah/kuning/hitam/abu-abu Tekstur tanah Lampungan/pasiran/debuan Tingkat kemiringan tanah - derajat Lahan kritis - ha/m2 Lahan terlantar - ha/m ha/m2 Tingkat erosi tanah Luas tanah erosi ringan Luas tanah erosi sedang Luas tanah erosi berat Luas tanah yang tidak ada erosi - ha/m2 - ha/m2 - ha/m2 398 ha/m2 5. Topografi Bentangan wilayah Desa/kelurahan dataran rendah Ya/tidak - ha/m2 Desa/kelurahan berbukit-bukit Ya/tidak - ha/m2 Desa/kelurahan dataran tinggi/pegunungan Ya/tidak - ha/m2 Desa/kelurahan lereng gunung Ya/tidak - ha/m2 Desa/kelurahan tepi pantai/pesisir Ya/tidak - ha/m2 Desa/kelurahan kawasan rawa Ya/tidak - ha/m2 Desa/kelurahan kawasan gambut Ya/tidak - ha/m2 Desa/kelurahan aliran sungai Ya/tidak 4 ha/m2 Desa/kelurahan bantaran sungai Ya/tidak - ha/m2... Letak Desa/kelurahan kawasan perkantoran Ya/tidak - ha/m2 Desa/kelurahan kawasan pertokoan/bisnis Ya/tidak - ha/m2 Desa/kelurahan kawasan campuran Ya/tidak 324 ha/m2 Desa/kelurahan kawasan industri Ya/tidak - ha/m2 Desa/Kelurahan kepulauan Ya/tidak - ha/m2 Desa/Kelurahan pantai/pesisir Ya/tidak - ha/m2 Desa/Kelurahan kawasan hutan Ya/tidak - ha/m2 Desa/Kelurahan taman suaka Ya/tidak - ha/m2 Desa/Kelurahan kawasan wisata Ya/tidak - ha/m2 Desa/Kelurahan perbatasan dengan negara lain Ya/tidak - ha/m2 Desa/Kelurahan perbatasan dengan provinsi lain Ya/tidak - ha/m2 Desa/Kelurahan perbatasan dengan kabupaten lain Ya/tidak - ha/m2 Desa/Kelurahan perbatasan antar kecamatan lain Ya/tidak - ha/m2 Desa/kelurahan DAS/bantaran sungai Ya/tidak - ha/m2 Desa/kelurahan rawan banjir Ya/tidak - ha/m2 Desa/kelurahan bebas banjir Ya/tidak 324 ha/m2 Desa/kelurahan potensial tsunami Ya/tidak - ha/m2 Desa/kelurahan rawan jalur gempa bumi Ya/tidak - ha/m2 5

6 Orbitasi Jarak ke ibu kota kecamatan 4,5 Km Lama jarak tempuh ke ibu kota kecamatan dengan 10 menit kendaraan bermotor Lama jarak tempuh ke ibu kota kecamatan dengan 30 menit berjalan kaki atau kendaraan non bermotor Kendaraan umum ke ibu kota kecamatan Jarak ke ibu kota kabupaten/kota 5 Km Lama jarak tempuh ke ibu kota kabupaten dengan 15 Menit kendaraan bermotor Lama jarak tempuh ke ibu kota kabupaten dengan 45 menit berjalan kaki atau kendaraan non bermotor Kendaraan umum ke ibu kota kabupaten/kota unit Jarak ke ibu kota provinsi 45 Km Lama jarak tempuh ke ibu kota provinsi dengan 1 Jam kendaraan bermotor Lama jarak tempuh ke ibu kota provinsi dengan 6 Jam berjalan kaki atau kendaraan non bermotor Kendaraan umum ke ibu kota provinsi B. PERTANIAN B.1. TANAMAN PANGAN 1. Pemilikan Lahan Pertanian Tanaman Pangan Jumlah keluarga memiliki tanah pertanian Tidak memiliki Memiliki kurang 1 ha Memiliki 1,0 5,0 ha Memiliki 5,0 10 ha Memiliki lebih dari 10 ha Jumlah total keluarga petani 354 keluarga 301keluarga 175 keluarga 27 keluarga 48 keluarga 19 keluarga 389keluarga 2. Luas tanaman pangan menurut komoditas pada tahun ini Jagung 3 Ha 6 Ton/ha Kacang kedelai 3 Ha 2,7 Ton/ha Kacang tanah 3,7 Ha 5,8 Ton/ha Kacang panjang 1,5 Ha 3 Ton/ha Kacang mede - Ha - Ton/ha Kacang merah - Ha - Ton/ha Padi sawah 50,5 Ha 77,9 Ton/ha Padi ladang - Ha - Ton/ha Ubi kayu 2 Ha 3,5 Ton/ha Ubi jalar 1 Ha 1,5 Ton/ha Cabe 10,5 Ha 15,6 Ton/ha Bawah merah 3 Ha 4,5 Ton/ha Bawang putih - Ha - Ton/ha Tomat - Ha - Ton/ha Sawi 4 Ha 5,2 Ton/ha Kentang - Ha - Ton/ha Kubis - Ha - Ton/ha 6

7 Mentimun - Ha - Ton/ha Buncis - Ha - Ton/ha Brocoli - Ha - Ton/ha Terong - Ha - Ton/ha Bayam - Ha - Ton/ha Kangkung - Ha - Ton/ha Kacang turis - Ha - Ton/ha Umbi-umbian lain 2 Ha 5 Ton/ha Selada - Ha - Ton/ha Talas - Ha - Ton/ha Wortel - Ha - Ton/ha Tumpang Sari 3 Ha 4,5 Ton/ha... - Ha - Ton/ha... - Ha - Ton/ha 3. Jenis komoditas buah-buahan yang dibudidayakan A. Kepemilikan Lahan Tanaman Buah-buahan Jumlah keluarga memiliki tanah perkebunan 152 keluarga Tidak memiliki 231 keluarga Memiliki kurang dari 10 ha 125 keluarga Memiliki ha - keluarga Memiliki ha - keluarga Memiliki ha - keluarga Memiliki ha - keluarga Memiliki lebih dari 1000 ha - keluarga Jumlah total keluarga perkebunan 508 keluarga B. Hasil Tanaman Dan Luas Tanaman Buah-buahan Jeruk - Ha - Ton/ha Alpokat - Ha - Ton/ha Mangga 1 Ha 1,5 Ton/ha Rambutan 2 Ha 1,5 Ton/ha Manggis 0,5 Ha 0,5 Ton/ha Salak - Ha - Ton/ha Apel - Ha - Ton/ha Pepaya - Ha - Ton/ha Belimbing - Ha - Ton/ha Durian 2 Ha 3,5 Ton/ha Sawo - Ha - Ton/ha Duku - Ha - Ton/ha Kokosan - Ha - Ton/ha Pisang 2 Ha 1 Ton/ha Markisa - Ha - Ton/ha Lengkeng - Ha - Ton/ha Semangka - Ha - Ton/ha Limau - Ha - Ton/ha Jeruk nipis - Ha - Ton/ha Melon - Ha - Ton/ha Jambu air - Ha - Ton/ha 7

8 Nangka 2 Ha 1,5 Ton/ha Sirsak - Ha - Ton/ha Kedondong - Ha - Ton/ha Anggur - Ha - Ton/ha Melinjo - Ha - Ton/ha Nenas - Ha - Ton/ha Jambu klutuk - Ha - Ton/ha Murbei - Ha - Ton/ha. - Ha - Ton/ha... Ha.. Ton/ha... Ha.. Ton/ha... Ha.. Ton/ha... Ha.. Ton/ha... Ha.. Ton/ha 4. Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Dan Tanaman Buah-buahan Dijual langsung ke konsumen Dijual ke pasar Dijual melalui KUD Dijual melalui tengkulak Dijual melalui pengecer Dijual ke lumbung desa/kel Tidak dijual Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak B.2 TANAMAN APOTIK HIDUP DAN SEJENISNYA Jenis Tanaman Luas (ha) Hasil panen (Ton/ha) Jahe 0,10 Are 25 kg/are Kunyit 0,10 Are 25 kg/are Lengkuas 0,10 Are 25 kg/are Mengkudu - Ha - Ton/ha Daun Dewa - Ha - Ton/ha Kumis kucing - Ha - Ton/ha Buah Merah - Ha - Ton/ha Sambiloto - Ha - Ton/ha Temulawak - Ha - Ton/ha Temu Hitam - Ha - Ton/ha Temu Putih 0,05 Are 20 kg/are Temu Putri - Ha - Ton/ha Temu Kunci - Ha - Ton/ha Daun Sirih - Ha 1 Ton/ha Kayu manis - Ha 1 Ton/ha Daun sereh 0,10 Ha 365 kg/are Mahkota dewa - Ha - Ton/ha Akar wangi - Ha - Ton/ha Kencur 0,10 Ha 20 kg/are Jamur - Ha - Ton/ha Dewi-Dewi - Ha - Ton/ha... - Ha - Ton/ha 8

9 C. PERKEBUNAN 1. Pemilikan Lahan Perkebunan Jumlah keluarga memiliki tanah perkebunan 152 keluarga Tidak memiliki 231 keluarga Memiliki kurang dari 5 ha 158 keluarga Memiliki ha - keluarga Memiliki ha - keluarga Memiliki ha - keluarga Memiliki ha - keluarga Memiliki lebih dari 1000 ha - keluarga Jumlah total keluarga perkebunan 541 keluarga Kepemilikan Usaha Perkebunan Yang Dimiliki - Negara Total Luas Perkebunan - Ha 2. Luas dan hasil perkebunan menurut jenis komoditas Jenis Swasta/negara Rakyat Luas (ha) Hasil (kw/ha) Luas (ha) Hasil (kw/ha) Kelapa ,8 130,40 Kelapa sawit Kopi Cengkeh Coklat Pinang Lada Karet Jambu Mete Tembakau Pala Vanili Jarak pagar Jarak kepyar Tebu Kapuk Kemiri Teh Pemasaran Hasil Perkebunan Dijual langsung ke konsumen Dijual ke pasar hewan Dijual melalui KUD Dijual melalui Tengkulak Dijual melalui Pengecer Dijual ke lumbung desa/kel Tidak dijual Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak 9

10 D. KEHUTANAN 1. Luas Lahan Menurut Pemilikan Milik Negara Milik Adat/Ulayat Perhutani/Instansi Sektoral Milik masyarakat perorangan Total - ha - ha - ha - ha - ha 2. Hasil Hutan Kayu - M 3 /th Madu lebah - liter/th Rotan - Ton/th Damar - Ton/th Bambu - M 3/ th Jati - M 3 /th Nilam - Ton/th Lontar - Ton/th Sagu - Ton/th Enau - Ton/th Mahoni - M 3 /th Cemara - M 3 /th Kayu cendana - Ton/th Kayu gaharu - Ton/th Sarang burung - Ton/th Meranti - M 3 /th Kayu besi - M 3 /th Kayu ulin - M 3 /th Kemenyan - Ton/th Gambir - Ton/th Minyak kayu putih - Ton/th Gula enau - Ton/th Gula lontar - Ton/th Arang Kondisi Hutan Kondisi Hutan Baik Rusak Total Hutan Bakau/mangrove - ha - ha - ha Hutan Produksi - ha - ha - ha Hutan Lindung - ha - ha - ha Hutan Suaka Margasatwa - ha - ha - ha Hutan Suaka Alam - ha - ha - ha Dampak yang Timbul dari Pengolahan Hutan Pencemaran Udara Pencemaran Air Longsor/Erosi Bising Kerusakan biota/plasma nuftah hutan Kemusnahan flora,fauna dan satwa langka Hilangnya sumber mata air Kebakaran hutan 10

11 Terjadinya kekeringan/sulit air Berubahnya fungsi hutan Terjadinya lahan kritis Hilangnya daerah tangkapan air (cacthment area) Musnahnya Habitat Binatang Hutan Mekanisme Pemasaran Hasil Hutan Dijual langsung ke konsumen Ya/Tidak Dijual ke pasar Ya/Tidak Dijual melalui KUD Ya/Tidak Dijual melalui Tengkulak Ya/Tidak Dijual melalui Pengecer Ya/Tidak Dijual ke lumbung desa/kel Ya/Tidak Tidak dijual E. PETERNAKAN 1. Jenis populasi ternak Jenis Ternak Jumlah Pemilik Perkiraan Jumlah Populasi Sapi 269 orang 354 ekor Kerbau - ekor Babi 154 orang 1400 ekor Ayam kampung 223 orang ekor Jenis ayam broiler 7 orang ekor Bebek 5 orang 5.00 ekor Kuda - ekor Kambing 2 orang 16 ekor Domba - ekor Angsa 3 orang 9 ekor Burung puyuh - ekor Kelinci - ekor Burung walet - ekor Anjing 47 orang 56 ekor Kucing - ekor Ular cobra - ekor Burung onta - ekor Ular pithon - ekor Burung cendrawasih - ekor Burung kakatua - ekor Burung beo - ekor Burung merak - ekor Burung langka lainnya - ekor Buaya - ekor... - ekor 2. Produksi Peternakan Susu - kg/th Kulit - M/th Telur 366 kg/th Daging kg/th Madu - Lt/th Bulu - kg/th 11

12 Air liur burung walet - kg/th Minyak - lt/th Hiasan/lukisan /th Cinderamata /th Ketersediaan Hijauan Pakan Ternak Luas tanaman pakan ternak (rumput gajah, dll) 10 ha Produksi hijauan makanan ternak 6,5 Ton/ha Luas lahan gembalaan - ha Dipasok dari luar desa/kelurahan - Disubsidi dinas - Ton... - Ton 4. Pemilik Usaha Pengolahan Hasil Ternak Dendeng Abon Penyamakan Kulit Madu Lebah Biogas 6 orang Telur Asin 6 orang Krupuk Kulit Penyemakan kulit Kerajinan tangan (handy craft) 68 orang Pemasaran Hasil Ternak Dijual langsung ke konsumen Dijual ke pasar hewan Dijual melalui KUD Dijual melalui tengkulak Dijual melalui pengecer Dijual ke lumbung desa/kel Tidak dijual Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak 6.Ketersediaan lahan pemeliharaan ternak/padang penggembalaan Milik masyarakat umum Milik perusahaan peternakan (ranch) Milik perorangan Sewa pakai Milik pemerintah Milik masyarakat adat ha - ha 3 ha - ha - ha - ha F. PERIKANAN 1. Jenis dan alat produksi budidaya ikan laut dan payau Karamba - ton/th Tambak - ha - ton/th 12

13 Jermal - ton/th Pancing - ton/th Pukat - ton/th Jala - ton/th Jenis dan sarana produksi budidaya ikan air tawar Karamba - ton/th Empang/kolam 0,5 ha/m2 1,2 ton/th Danau - ha/m2 - ton/th Rawa - ha/m2 - ton/th Sungai - ha/m2 - ton/th Sawah - ha/m2 - ton/th Jala - ton/th Pancingan - ton/th 3. Jenis ikan dan produksi Tuna Salmon Tongkol/cakalang Hiu Kakap Tenggiri Jambal Pari Kuwe Belanak Cumi Gurita Sarden Bawal Baronang Kembung Ikan ekor kuning Kerapu/Sunuk Teripang Barabara Cucut Layur Ayam-ayam Udang/lobster Tembang Bandeng Nener Kerang Kepiting Mas Rajungan Mujair Lele Gabus Patin Nila Sepat - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th 1,2 ton/th - ton/th - ton/th - ton/th - ton/th 13

14 Gurame - ton/th Belut - ton/th Penyu - ton/th Rumput laut - ton/th Kodok - ton/th Katak - ton/th... - ton/th 4. Pemasaran Hasil Perikanan Dijual langsung ke konsumen Ya/Tidak Dijual ke pasar hewan Ya/Tidak Dijual melalui KUD Ya/Tidak Dijual melalui Tengkulak Ya/Tidak Dijual melalui Pengecer Ya/Tidak Dijual ke lumbung desa/kel Ya/Tidak Tidak dijual Ya/Tidak G. BAHAN GALIAN 1. Jenis dan deposit bahan galian Batu kali Batu gunung Batu kapur Pasir Emas Nikel Belerang Batu marmer Batu cadas Batu apung Pasir kwarsa Batubara Batu Granit Batu Gamping Mangan Batu Trass Batu Putih Pasir Batu Pasir Besi Batu Gips Minyak Bumi Gas Alam Kulit kerang Timah Tanah Garam Biji Besi Uranium Bouxit Tanah liat Produksi bahan galian Batu kapur Pasir Emas Kuningan Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada 14

15 Aluminium Tidak ada Perunggu Tidak ada Belerang Tidak ada Batu marmer Tidak ada Batu cadas Ada Batu apung Tidak ada Pasir kwarsa Tidak ada Batubara Tidak ada Batu Granit Tidak ada Batu Gamping Tidak ada Mangaan Tidak ada Batu Trass Tidak ada Batu Putih Tidak ada Pasir Batu Tidak ada Pasir Besi Tidak ada Gips Tidak ada Minyak Bumi Tidak ada Gas Alam Tidak ada Perak Ada Timah Tidak ada Garam Tidak ada Tembaga Tidak ada Biji Besi Tidak ada Uranium Tidak ada Bouxit Tidak ada Nikel Tidak ada... Tidak ada 3. Kepemilikan dan Pengelolaan Bahan Galian Jenis dan produksi Pengelola/pemilik bahan galian Batu kali Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Batu kapur Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Pasir Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Emas Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Kuningan Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Aluminium Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Perunggu Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Belerang Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Batu marmer Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Batu cadas Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Batu apung Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Pasir kwarsa Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Batubara Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Batu Granit Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Batu Gamping Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Mangaan Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Batu Trass Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Batu Putih Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Pasir Batu Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Pasir Besi Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Gips Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Minyak Bumi Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Gas Alam Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Perak Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll 15

16 Timah Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Tembaga Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Biji Besi Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Uranium Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Bouxit Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll Garam Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll... Pemerintah/Swasta/Perorangan/Adat/dll 4. Pemasaran Hasil Galian Dijual langsung ke konsumen Dijual ke pasar hewan Dijual melalui KUD Dijual melalui Tengkulak Dijual melalui Pengecer Dijual ke perusahaan Dijual ke lumbung desa/kel Tidak dijual Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak H. SUMBER DAYA AIR 1. Potensi Air dan Sumber Daya Air Sungai Debit: kecil/sedang/besar Danau Tidak ada Mata Air Debit: kecil/sedang/besar Bendungan/waduk/situ Tidak ada Embung-embung Tidak ada Jebakan air Tidak ada Sumber Air Bersih Jenis Jumlah (Unit) Pemanfaat (KK) Mata air Sumur gali Baik Sumur pompa Hidran umum PAM Baik Pipa Sungai Embung Bak penampung air hujan Beli dari tangki swasta Depot isi ulang Sumber lain Kondisi Baik/Rusak 3. Kualitas Air Minum Mata air Sumur gali Sumur pompa Hidran umum PAM Pipa Sungai Bak penampung air hujan Berbau/berwarna/berasa/baik Berbau/berwarna/berasa/baik Tidak ada Tidak ada Berbau/berwarna/berasa/baik Tidak ada Tidak ada Tidak ada 16

17 Beli dari tangki swasta Depot isi ulang Tidak ada Tidak ada Tidak ada 4. Sungai Jumlah sungai Kondisi Tercemar Pendangkalan/Pengendapan Lumpur Tinggi Keruh Jernih dan Tidak Tercemar/memenuhi baku mutu air Berkurangnya biota sungai Kering 1 buah Ya/ tidak Ya/ tidak Ya/ tidak Ya/tidak Ya/ tidak Ya/ tidak 5. Rawa Luas rawa... ha Pemanfaatan Perikanan darat maupun laut Ya/ tidak Air baku untuk pengolahan air minum Ya/ tidak Cuci dan mandi Ya/ tidak Irigasi Ya/ tidak Buang air besar Ya/ tidak Perikanan Ya/ tidak Sayuran Ya/ tidak Pembudidayaan hutan manggrove Ya/ tidak Pemanfaatan dan kondisi danau/waduk/situ Luas... ha Pemanfaatan Perikanan Ya/ tidak Air Minum/Air Baku Ya/ tidak Cuci dan mandi Ya/ tidak Irigasi Ya/ tidak Buang air besar Ya/ tidak Pembangkit listrik Ya/ tidak Prasarana transportasi Ya/ tidak Lainnya... Ya/ tidak Kondisi Tercemar Ya/ tidak Pendangkalan Ya/ tidak Keruh Ya/ tidak Berlumpur Ya/ tidak 7. Air Panas Sumber Gunung Berapi Jumlah Lokasi Pemanfaatan (wisata, Pengobatan Energi, dll) Kepemilikan/Pengelolaan Pemda Swasta Adat/ Perorangan

18 Geiser I. KUALITAS UDARA Sumber Pabrik (kapur, marmer, dll) Kendaraan bermotor Pembakaran Hutan/Lahan Gambut... Jumlah Lokasi Sumber Pencemar Polutan Pencemar Efek terhadap Kesehatan (ganguan penglihatan/ kabut, ISPA, dll Kepemilikan Pemda Swasta Perorangan J. KEBISINGAN Tingkat Kebisingan Kebisingan Tinggi Kebisingan sedang Kebisingan Ringan Tidak Bising Ekses dampak kebisingan Ya/ Tidak Ya/ Tidak Ya/ Tidak Ya/ Tidak Sumber Kebisingan (kendaraan bermotor, Kereta Api, Pelabuhan, Airport, pabrik, dll) Efek Terhadap Penduduk K. RUANG PUBLIK/TAMAN Ruang Publik/ Taman Keberadaan Luas Tingkat Pemanfaatan (Aktif/Pasif) Taman Kota ada/ tidak ada - M² Aktif/Pasif Taman Bermain ada/ tidak ada - M² Aktif/Pasif Hutan Kota ada/ tidak ada - M² Aktif/Pasif Taman Desa/Kel. ada/ tidak ada - M² Aktif/Pasif Tanah Kas Desa ada/ tidak ada - M² Aktif/Pasif Tanah Adat ada/ tidak ada - M² Aktif/Pasif... - M² M²... Jumlah Total - M² - M² L. POTENSI WISATA Lokasi/ Tempat/ Area Wisata Laut (Wisata Pulau, Taman Laut, Situs Sejarah Bahari, Pantai dll) Keberadaan Luas Tingkat Pemanfaatan (Aktif/Pasif) Ada/ Tidak ada - ha Aktif/Pasif 18

19 Danau (Wisata Ada/ Tidak ada - ha Aktif/Pasif Air, Hutan Wisata, Situs Purbakala, dll) Gunung (wisata Ada/ Tidak ada - ha Aktif/Pasif Hutan, Taman Nasional, Bumi Perkemahan, dll) Agrowisata Ada/ tidak 3 ha Aktif/Pasif Hutan Khusus Ada/ Tidak ada - ha Aktif/Pasif Goa Ada/ tidak - ha Aktif/Pasif Cagar Budaya Ada/ Tidak ada 0,5 ha Aktif/Pasif Arung Jeram Ada/ tidak - ha Aktif/Pasif Situs Sejarah, ada - ha Aktif/Pasif dan museum Air Terjun Ada/ tidak - ha Aktif/Pasif Padang Savana Ada - ha Aktif/Pasif (wisata Padang Savana) II. POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA A. JUMLAH Jumlah laki-laki orang Jumlah perempuan orang Jumlah total orang Jumlah kepala keluarga 1146 KK Kepadatan Penduduk 4,89 KK per km B. USIA USIA LAKI-LAKI PEREMP. USIA LAKI-LAKI PEREMP bulan 33 orang 31 orang 39 tahun 30 orang 52 orang 1 tahun 32 orang 39 orang orang 39 orang 2 28 orang 16 orang orang 32 orang 3 34 orang 26 orang orang 47 orang 4 26 orang 27 orang orang 30 orang 5 38 orang 27 orang orang 36 orang 6 38 orang 39 orang orang 30 orang 7 44 orang 38 orang orang 21 orang 8 34 orang 34 orang orang 30 orang 9 23 orang 37 orang orang 21 orang orang 37 orang orang 36 orang orang 24 orang orang 13 orang orang 33 orang orang 24 orang orang 27 orang orang 28 orang orang 21 orang orang 19 orang orang 36 orang orang 21 orang 19

20 16 24 orang 32 orang orang 16 orang orang 23 orang orang 17 orang orang 22 orang orang 15 orang orang 25 orang 58 7 orang 17 orang orang 35 orang orang 16 orang orang 20 orang orang 18 orang orang 29 orang orang 19 orang orang 39 orang orang 26 orang orang 27 orang orang 12 orang orang 35 orang orang 20 orang orang 20 orang 65 5 orang 6 orang orang 28 orang orang 12 orang orang 27 orang orang 20 orang orang 35 orang orang 9 orang orang 54 orang orang 14 orang orang 21 orang orang 13 orang orang 41 orang orang 7 orang orang 46 orang orang 20 orang orang 21 orang 73 6 orang 7 orang orang 45 orang 74 9 orang 11 orang orang 32 orang 75 3 orang 4 orang orang 44 orang Lebih 71 orang 82 orang dari orang 45 orang Total orang orang C. PENDIDIKAN TINGKATAN PENDIDIKAN LAKI-LAKI PEREMPUAN Usia 3-6 tahun yang belum masuk TK 98 orang 92 orang Usia 3-6 tahun yang sedang TK/play group 38 orang 39 orang Usia 7-18 tahun yang tidak pernah sekolah Usia 7-18 tahun yang sedang sekolah 407 orang 375 orang Usia tahun tidak pernah sekolah Usia thn pernah SD tetapi tidak tamat 49 orang 71 orang Tamat SD/sederajat 526 orang 575 orang Jumlah usia tahun tidak tamat SLTP orang orang Jumlah usia tahun tidak tamat SLTA orang orang Tamat SMP/sederajat 203 orang 310 orang Tamat SMA/sederajat 450 orang 459 orang Tamat D-1/sederajat 23 orang 22 orang Tamat D-2/sederajat 17 orang 13 orang Tamat D-3/sederajat 18 orang 16 orang Tamat S-1/sederajat 70 orang 76 orang Tamat S-2/sederajat 10 orang 5 orang Tamat S-3/sederajat 1 orang Tamat SLB A Tamat SLB B Tamat SLB C... orang Jumlah orang orang Jumlah Total orang D. MATA PENCAHARIAN POKOK JENIS PEKERJAAN LAKI-LAKI PEREMPUAN Petani 167 orang 112 orang Buruh tani 107 orang 63 orang 20

21 Buruh migran perempuan Buruh migran laki-laki Pegawai Negeri Sipil 88 orang 48 orang Pengrajin industri rumah tangga Pedagang keliling 1 orang 1 orang Peternak 4 orang 2 orang Nelayan Montir 1 orang 0 orang Dokter swasta 0 orang 1 orang Bidan swasta 1 orang 3 orang Perawat swasta Pembantu rumah tangga TNI 12 orang POLRI 18 orang Pensiunan PNS/TNI/POLRI 38 orang 11 orang Pengusaha kecil dan menengah 23 orang 2 orang Pengacara Notaris Dukun Kampung Terlatih 1 orang Jasa pengobatan alternatif 1 orang 1 orang Dosen swasta Pengusaha besar Arsitektur 1 orang Seniman/Artis 16 orang 3 orang Karyawan perusahaan swasta 360 orang 355 orang Karyawan perusahaan pemerintah 1 orang Pedagang 89 orang 362 orang Wiraswasta 245 orang 131 orang Karyawan Swasta 176 orang 90 orang Transportasi 9 orang Sopir 26 orang Tukang las/pandai besi 9 orang 1 orang Tukang kayu 6 orang Pendeta 5 orang 6 orang Jumlah Total Penduduk orang E. AGAMA AGAMA LAKI-LAKI PEREMPUAN Islam Kristen Katholik Hindu orang orang Budha Khonghucu Kepercayaan Kepada Tuhan YME Aliran Kepercayaan lainnya Jumlah orang orang F. KEWARGANEGARAAN KEWARGANEGARAAN LAKI-LAKI PEREMPUAN Warga Negara Indonesia orang orang Warga Negara Asing Dwi Kewarganegaraan Jumlah orang orang 21

22 G. ETNIS ETNIS LAKI-LAKI PEREMPUAN Aceh Batak Nias Mentawai Melayu Minang Kubu Anak Dalam Badui Betawi Sunda Jawa Madura Bali orang orang Banjar Dayak Bugis Makasar Mandar Sasak Ambon Minahasa Flores Papua Timor Sabu Rote Sumba Ternate Tolaki Buton Muna Mikongga Wanci Alor Benoa Tunjung Mbojo Samawa Asia Afrika Australia China Amerika Eropa Jumlah orang orang 22

23 H. CACAT MENTAL DAN FISIK CACAT FISIK LAKI-LAKI PEREMPUAN Tuna rungu 3 orang 1 orang Tuna wicara 3 orang 1 orang Tuna netra 1 orang Lumpuh 1 orang Sumbing Cacat kulit Cacat fisik/tuna daksa 1 orang 1 orang lainnya Jumlah 7 orang 5 orang CACAT MENTAL Idiot 1 orang Gila 1 orang Stress Autis... Jumlah 2 orang I. TENAGA KERJA TENAGA KERJA LAKI-LAKI PEREMPUAN Penduduk usia tahun 498 orang 587 orang Penduduk usia tahun yang 370 orang 454 orang bekerja Penduduk usia tahun yang 161 orang 106 orang belum atau tidak bekerja Penduduk usia 0 6 tahun 171 orang 136 orang Penduduk masih sekolah 7-18 th 274 orang 279 orang Penduduk usia 56 tahun ke atas 253 orang 265 orang Angkatan kerja 298 orang 335 orang Jumlah 2103 orang 2084 orang Jumlah total orang J. KUALITAS ANGKATAN KERJA ANGKATAN KERJA LAKI-LAKI PEREMPUAN Penduduk usia tahun yang buta aksara dan huruf/angka latin Penduduk usia tahun yang 200 orang 226 orang tidak tamat SD Penduduk usia tahun yang 600 orang 591 orang tamat SD Penduduk usia tahun yang 270 orang 242 orang tamat SLTP Penduduk usia tahun yang 415 orang 410 orang tamat SLTA Penduduk usia tahun yang tamat Perguruan Tinggi 80 orang 66 orang Jumlah orang orang 23

24 III. POTENSI KELEMBAGAAN A. LEMBAGA PEMERINTAHAN PEMERINTAH DESA/KELURAHAN Dasar hukum pembentukan Pemerintah Desa / Kelurahan Perda/Keputusan Bupati/Camat/Bel um Ada Dasar Hukum Dasar hukum pembentukan BPD Perda/Keputusan Bupati/Camat/Bel um Ada Dasar Hukum Jumlah aparat pemerintahan Desa/Kelurahan Jumlah perangkat desa/kelurahan Kepala Desa/Lurah Sekretaris Desa/Kelurahan Kepala Urusan Pemerintahan Kepala Urusan Pembangunan Kepala Urusan Pemberdayaan Masyarakat Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat Kepala Urusan Umum Kepala Urusan Keuangan Kepala Urusan... Kepala Urusan... Jumlah Staf Jumlah Dusun di Desa/Lingkungan di Kelurahan atau sebutan lain Kepala Dusun Bajing Kepala Dusun Tengah Kepala Dusun Kajekangin Kepala DusunTulangnyuh Kepala Dusun/Lingkungan orang 5 unit kerja Aktif/tidak Aktif/tidak Aktif/tidak Aktif/tidak Aktif/tidak Aktif/tidak Aktif/tidak Aktif/tidak 4 dusun/lingkungan Aktif/tidak Aktif/tidak Aktif/tidak Aktif/tidak Aktif/tidak Aktif/tidak Tingkat Pendidikan Aparat Desa/Kelurahan SD, SMP, SMA, Diploma, S1, Pascasarjana Kepala Desa/Lurah SMA Sekretaris Desa/Kelurahan SMA Kepala Urusan Pemerintahan SMA Kepala Urusan Pembangunan SMA Kepala Urusan Pemberdayaan - Masyarakat Kepala Urusan Kesejahteraan SMA Rakyat Kepala Urusan Umum SMA Kepala Urusan Keuangan SMA Kepala Urusan... - Kepala Urusan BADAN PERMUSYAWARATAN DESA Keberadaan BPD - aktif/tidak Jumlah Anggota BPD 11 orang 24

25 Pendidikan Anggota BPD SD, SMP, SMA, Diploma, S1, Pascasarjana Ketua : Dra. Ni Made Suitiasih S1 Wakil Ketua : I Ketut Masia SPG Sekretaris : I Komang Kariawan SMA Anggota, Nama : I Nengah Damra Anggota, Nama : I Wayan Teken Anggota, Nama : I Putu Suradnyana Anggota, Nama : I Gede Bandem Anggota, Nama : I Made Suwabawa Anggota, Nama : Made Tenang Sanjaya Anggota, Nama : I Wayan Puspita Anggota, Nama : I Kadek Nuarsa S1 SMA S1 SMA S1 SMA SMA SMP B. LEMBAGA KEMASYARAKATAN Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan (LKD/LKK) Keberadaan LKD/LKK - Aktif/tidak Dasar hukum pembentukan Perdes 04.a Tahun 2010 Jumlah pengurus Alamat kantor - Ruang lingkup kegiatan - Jenis, Yakni - LKMD/LKMK Dasar hukum pembentukan - Jumlah pengurus Alamat kantor - Ruang lingkup kegiatan - Jenis, Yakni - Bila Belum ada organisasi LKD/LKK Bila pembentukan LKD/LKK berdasarkan Perdes dan Perda Kab/Kota Berdasarkan Keputusan Bupati/ Wali kota Berdasarkan Keputusan Camat Tidak/belum ada dasar hukum LPMD/LPMK ATAU SEBUTAN LAIN Dasar hukum pembentukan SK Perbekel No 24 Tahun 2011 Jumlah pengurus 24 orang Alamat kantor Desa Tegak Ruang lingkup kegiatan 7 Jenis, Yakni : - Agama Sosial Budaya - Kamtibmas hukum dan Humas - Pembangunan, Ekonomi dan Koperasi - Lingkungan hidup, pendidikan dan penerangan - Kesehatan, Keluarga Berencana dan Kependudukan - PKK dan Peranan Wanita - Pemuda dan Olah raga 25

26 PKK Dasar hukum pembentukan SK Kepala Desa No 01 Tahun 2009 Jumlah pengurus 17 orang Alamat kantor Desa Tegak Ruang lingkup kegiatan 5 Jenis, Yakni : - Sekretariat - Pokja I - Pokja II - Pokja III - Pokja IV RUKUN WARGA JUMLAH RW : -unit organisasi Dasar hukum pembentukan - Jumlah pengurus Alamat kantor - Ruang lingkup kegiatan - Jenis, Yakni - RUKUN TETANGGA JUMLAH RT organisasi Dasar hukum pembentukan - Jumlah pengurus Alamat kantor - Ruang lingkup kegiatan - Jenis, Yakni - KARANG TARUNA Dasar hukum pembentukan SK Kepala Desa No 20 Tahun 2008 Jumlah pengurus 24 orang Alamat kantor Desa Tegak Ruang lingkup kegiatan 7 Jenis, Yakni... KELOMPOK TANI/NELAYAN organisasi Dasar hukum pembentukan - Jumlah pengurus Alamat kantor - Ruang lingkup kegiatan 8 Jenis, Yakni : pertemuan-pertemuan LEMBAGA ADAT Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan anggota, penyuluhan dalam usaha peningkatan produksi, pemasaran, permodalan dari hasil pertanian, simpan pinjam, pembibitan, pengembangan pupuk organic dan pemanfaatan limbah tani/ternak dan pengolahan hasil pertanian. Awig dan Perarem 42 orang Desa Tegak 18 Jenis, Yakni Desa Adat, Pecalang, Sekaa Gong, Sekaa Klentangan, Sekaa santi, Sekaa Teruna, Subak, LPD, CBD, Banjar Adat. 26

27 BADAN USAHA MILIK DESA Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan ORGANISASI KEAGAMAAN organisasi Dasar hukum pembentukan - Jumlah pengurus Alamat kantor - Ruang lingkup kegiatan.- Jenis, Yakni - ORGANISASI PEREMPUAN LAIN Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan ORGANISASI PEMUDA LAINNYA Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan ORGANISASI PROFESI LAINNYA Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan ORGANISASI BAPAK Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan 2 unit organisasi SK Kepala Desa 8 orang 2 Jenis, Yakni pengolahan lahan dan Kelompok Wanita Tani 3 unit organisasi SK Kepala Desa 12 orang 6 Jenis, Yakni Pertemuan rutin, Gotong royong, olah raga, kegiatan adat dan agama, pelestarian kesenian dan budaya, pemanfaatan ilmu dan teknologi. 1 unit organisasi SK Kepala Desa 4 orang 3 Jenis, Yakni produksi, pengolahan dan pemasaran 5 unit organisasi Perarem 20 orang 3 Jenis, Yakni pertemuan, latihan, ngayah KELOMPOK GOTONG ROYONG Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan PWI Dasar hukum pembentukan - 7 unit organisasi Perarem 21 orang 3 Jenis, Yakni sangkep/parum, gotong royong dan sosial 27

28 Jumlah pengurus Alamat kantor - Ruang lingkup kegiatan - Jenis, Yakni - IDI Dasar hukum pembentukan - Jumlah pengurus Alamat kantor - Ruang lingkup kegiatan - Jenis, Yakni - PARFI - Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus - Alamat kantor - Jenis, Yakni - Ruang lingkup kegiatan - PECINTA ALAM - Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus - Alamat kantor - Jenis, Yakni - Ruang lingkup kegiatan - WREDATAMA Dasar hukum pembentukan - Jumlah pengurus Alamat kantor - Ruang lingkup kegiatan - Jenis, Yakni - KELOMPOK PEMIRSA - Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus - Alamat kantor - Jenis, Yakni - Ruang lingkup kegiatan - PANTI unit organisasi... Dasar hukum pembentukan... Jumlah pengurus...orang Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan...jenis, Yakni... YAYASAN unit organisasi... Dasar hukum pembentukan... Pemilik... Jumlah pengurus...orang Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan...jenis, Yakni... LEMBAGA... Dasar hukum pembentukan... Jumlah pengurus...orang 28

29 Alamat kantor... Ruang lingkup kegiatan...jenis, Yakni... LEMBAGA Dasar hukum pembentukan... Jumlah pengurus...orang Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan...jenis, Yakni... C. LEMBAGA POLITIK PARTAI GOLKAR Jumlah Pengurus Jumlah Partai Politik Lokal - JumlahPartai Politik Nasional - Jumlah Anggota Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir Alamat Sekretariat/Kantor - Dasar Hukum Pembentukan - Ruang Lingkup Kegiatan - Jenis, Yakni -. Organisasi Underbow - PDIP Jumlah Pengurus Jumlah Anggota - Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir - Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan - Organisasi Underbow - PPP Jumlah Pengurus Jumlah Anggota - Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir - Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan - Organisasi Underbow - PARTAI DEMOKRAT Jumlah Pengurus Jumlah Anggota - Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir - Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan - Organisasi Underbow - PAN Jumlah Pengurus Jumlah Anggota - Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir - Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan - 29

30 Organisasi Underbow - PKS Jumlah Pengurus Jumlah Anggota - Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir - Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan - Organisasi Underbow - PBB Jumlah Pengurus Jumlah Anggota - Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir - Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan - Organisasi Underbow - PKB Jumlah Pengurus Jumlah Anggota - Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir - Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan - Organisasi Underbow - PBR Jumlah Pengurus Jumlah Anggota - Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir - Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan - Organisasi Underbow - PDS Jumlah Pengurus Jumlah Anggota - Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir - Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan - Organisasi Underbow - PUI Jumlah Pengurus Jumlah Anggota - Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir - Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan - Organisasi Underbow - PARTAI... Jumlah Pengurus Jumlah Anggota - Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir - Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan 30

31 Ruang Lingkup Kegiatan - Organisasi Underbow - PARTAI... Jumlah Pengurus Jumlah Anggota - Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir - Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan - Organisasi Underbow - PARTAI... Jumlah Pengurus Jumlah Anggota - Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir - Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan - Organisasi Underbow - PARTAI... Jumlah Pengurus Jumlah Anggota - Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir - Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan - Organisasi Underbow - ORGANISASI UNDERBOW PARTAI... organisasi Jumlah Pengurus Jumlah Anggota Alamat Sekretariat/Kantor - Dasar Hukum Pembentukan - Ruang Lingkup Kegiatan - Jenis, Yakni - ORGANISASI UNDERBOW PARTAI... Jumlah Pengurus Jumlah Anggota Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan ORGANISASI UNDERBOW PARTAI... organisasi Jumlah Pengurus Jumlah Anggota Alamat Sekretariat/Kantor - Dasar Hukum Pembentukan - Ruang Lingkup Kegiatan - Jenis, Yakni - ORGANISASI UNDERBOW PARTAI... organisasi Jumlah Pengurus Jumlah Anggota Alamat Sekretariat/Kantor - Dasar Hukum Pembentukan - Ruang Lingkup Kegiatan - Jenis, Yakni - ORGANISASI UNDERBOW PARTAI... organisasi Jumlah Pengurus Jumlah Anggota Alamat Sekretariat/Kantor - 31

32 Dasar Hukum Pembentukan - Ruang Lingkup Kegiatan - Jenis, Yakni - ORGANISASI UNDERBOW PARTAI... organisasi Jumlah Pengurus Jumlah Anggota Alamat Sekretariat/Kantor - Dasar Hukum Pembentukan - Ruang Lingkup Kegiatan - Jenis, Yakni - D. LEMBAGA EKONOMI 1. Lembaga Ekonomi, dan Unit Usaha Desa/ Kelurahan Jumlah/unit Jumlah Kegiatan Jumlah pengurus dan Anggota Koperasi Unit Desa Koperasi Simpan Pinjam Kelompok Simpan Pinjam Bumdes Jumlah Jasa Lembaga Keuangan Jumlah/unit Jumlah Jumlah kegiatan Pengurus Jasa Asuransi Lembaga Keuangan Non Bank Bank Perkreditan Rakyat Pegadaian Bank Pemerintah Jumlah Industri Kecil dan Menengah Industri makanan Industri Alat rumah tangga Industri Material Bahan Bangunan Industri Alat Pertanian Industri Kerajinan Rumah makan dan restoran Jumlah Usaha Jasa Pengangkutan Jumlah Pemilik Kapasitas Tenaga Kerja Jumlah pemilik Angkutan Desa/Perkotaan Angkutan Antar Kota/Provinsi Angkutan Sungai Jumlah Pemilik Perahu Motor/ Klotok atau sejenisnya 32

33 Jumlah pemilik Jet boat Jumlah angkutan jetboat Jumlah Pemilik Angkutan Penumpang Sungai dgn kapasitas lebih dari 10 orang Jumlah angkutan sungai yang kapasitas kurang dari 10 kursi Jumlah angkutan sungai yang kapasitas antara Jumlah angkutan sungai yang kapasitas antara Angkutan Laut Jumlah pemilik Jet boat Jumlah Pemilik Perahu Jenis Ferry/Kapal penumpang Jet Foil.. Angkutan Udara Jumlah pemilik pesawat jenis ringan /helikopter Ekspedisi Dan Pengiriman Jumlah Pemilik Usaha Jasa Ekspedisi/Pengiriman Barang 5. Usaha Jasa dan Perdagangan Jumlah Jenis produk yg diperdagangkan (umum, sayuran, barang & jasa, tambang, dll Jumlah Tenaga Kerja yang terserap Pasar Hasil Bumi/ 2 unit 5 jenis 20 orang Tradisonal/ Harian Pasar Mingguan - jenis Pasar Bulanan - jenis Pasar Kaget/Pasar Khusus - jenis (mis. Psr Ternak, dll) Jumlah Usaha Toko/Kios 10 unit 5 jenis 15 orang Swalayan - jenis Warung Serba Ada - jenis Toko Kelontong 15 unit 10 jenis 5 orang Usaha Peternakan 12 unit 3 jenis 8 orang Usaha Perikanan 1 unit 1 jenis 1 orang Usaha Perkebunan - jenis Usaha Minuman - jenis (kemasan, dll) Industri Farmasi - jenis - jenis Industri Caroseri/cat - jenis mobil Industri Penyamakan Kulit - jenis 33

34 - jenis Penitipan Kendaraan - jenis Bermotor Industri Perakitan - jenis Elektronik Pengolahan Kayu 3 unit 2 jenis 10 orang Usaha Jasa Hiburan Bioskop - jenis Film Keliling - jenis Sandiwara/Drama - jenis Group Lawak - jenis Sirkus Keliling/Topeng - jenis monyet/ondel-ondel, dll Wayang Orang/Wayang - jenis Golek Group Musik/Band - jenis Group Vokal/Paduan - jenis Suara Usaha Jasa Gas, Listrik, BBM Dan Air Usaha Penyewaan Tenaga - jenis Listrik SPBU - jenis Pangkalan Minyak Tanah - jenis Pengecer Gas dan Bahan 10 unit 2 jenis 20 orang Bakar Minyak Usaha air minum kemasan/isi ulang 1 unit 1 jenis 2 orang 8. Usaha Jasa Keterampilan Jumlah Jumlah Jenis produk yang diperdagangkan Jumlah Tenaga Kerja yang terserap Tukang Kayu 4 orang 4 jenis 8 orang Tukang Batu - jenis Tukang Jahit/Bordir 5 orang 2 jenis 5 orang Tukang Cukur 5 unit - jenis Tukang Service Elektronik 3 unit - jenis Tukang Besi 3 unit - jenis Tukang Gali Sumur 4 unit - jenis Tukang Pijat/ Urut/Pengobatan Usaha Jasa Hukum dan Konsultansi 5 orang 2 jenis 2 orang Notaris - jenis Pengacara/Advokat - jenis Konsultan Manajemen - jenis Konsultan Teknis - jenis Pejabat Pembuat Akta - jenis 34

35 E. LEMBAGA PENDIDIKAN 1. Pendidikan Formal Nama Jumlah Status (Terdaftar, terakredit asi) Kepemilikan Pemerintah Swasta Desa / Kelurahan Jumlah Tenaga Pengajar Jumlah siswa/ Mahasiswa Play Group 1 Ya TK 1 ya SD/sederajat 2 ya SMP/sederajat SMA/sederajat PTN PTS SLB Pendidikan Formal Keagamaan Nama Sekolah Islam Raudhatul Athfal Jumlah Status (Terdaftar, terakredit asi) Kepemilikan Pemerintah Swasta Dll Jumlah Tenaga Pengajar Jumlah siswa/ Mahasiswa Ibtidayah Tsanawiyah Aliyah Ponpes Perguruan Tinggi Tanah jenis Usaha Jasa Penginapan Losmen - jenis Wisma - jenis Asrama - jenis Persewaan Kamar - jenis Kontrakan Rumah - jenis Mess - jenis Hotel - jenis Home Stay - jenis Villa - jenis Town House - jenis... - jenis Sekolah Katholik Seminari

36 Menengah Seminari tinggi Biara TK/SD SMP SMA Perguruan Tinggi Kursus Sekolah Budha Sekolah Protestan TK/SD SMP SMA Perguruan Tinggi Kursus Sekolah Hindu Sekolah Konghucu Pendidikan Non Formal/Kursus Nama Jumlah Status (Terdaftar, terakreditasi) Kepemilikan (pemerintah, yayasan,dll) Jumlah Tenaga Pengajar Jumlah siswa/ Mahasiswa Komputer Seni Musik Montir Menjahit - terdaftar swasta 1 10 Drafter Bahasa 1 Terdaftar swasta 2 50 Mesin Satpam Beladiri Mengemudi Kecantikan

37 F. LEMBAGA ADAT 1. Keberadaan Lembaga Adat Pemangku Adat Kepengurusan Adat 2. Simbol Adat Rumah Adat Barang Pusaka Naskah-naskah Jenis Kegiatan Adat Musyawarah adat Sanksi Adat Upacara Adat Perkawinan Upacara Adat Kematian Upacara Adat Kelahiran Upacara Adat dalam bercocok tanam Upacara Adat bidang perikanan/laut Upacara Adat bidang kehutanan Upacara Adat dalam Pengelolaan sumber daya alam Upacara adat dalam Pembangunan rumah Upacara adat dalam penyelesaian masalah/konflik G. LEMBAGA KEAMANAN 1. Hansip dan Linmas Keberadaan Hansip dan Linmas Jumlah anggota Hansip Jumlah anggota Satgas Linmas Pelaksanaan SISKAMLING Jumlah Pos Kamling 2. Satpam Swakarsa Keberadaan SATPAM SWAKARSA Jumlah anggota Nama organisasi induk/pemilik Keberadaan organisasi keamanan lainnya 33 orang 2 buah 3. Kerjasama Desa/Kelurahan dengan TNI - POLRI dalam Bidang TRANTIBLINMAS Mitra Koramil / TNI Jumlah anggota 1 Orang Jumlah kegiatan 1 jenis kegiatan Babinkamtibmas / POLRI Jumlah anggota 1 Orang Jumlah kegiatan 1 jenis kegiatan

38 IV. POTENSI PRASARANA DAN SARANA A. PRASARANA DAN SARANA TRANSPORTASI 1. Prasarana Transportasi Darat Jenis Sarana dan Prasarana Baik (km atau unit) Rusak (km atau unit) 1.1. Jalan Desa/Kelurahan Panjang jalan aspal 1 km 5 km Panjang jalan makadam - - Panjang jalan tanah 1 km 8 km Panjang jalan sirtu - - Panjang jalan konblok/semen/beton Jalan antar Desa/Kelurahan/kecamatan Panjang jalan aspal 4,5 km - Panjang jalan makadam - - Panjang jalan tanah - 1 km Panjang jalan sirtu - - Panjang jalan konblok/semen/beton Jalan Kabupaten yang melewati Desa/Kelurahan Panjang jalan aspal 5 km - Panjang jalan makadam - - Panjang jalan tanah - - Panjang jalan sirtu - - Panjang jalan konblok/semen/beton Jalan Provinsi yang melewati Desa/Kelurahan Panjang jalan aspal - - Panjang jalan makadam - - Panjang jalan tanah - - Panjang jalan Sirtu - - Panjang jalan konblok/semen/beton Panjang Jalan Negara Panjang jalan aspal - - Panjang jalan makadam - - Panjang jalan tanah - - Panjang jalan Sirtu - - Panjang jalan konblok/semen/beton Jembatan Desa/Kelurahan Jumlah jembatan beton 2 1 Jumlah jembatan besi - - Jumlah jembatan kayu Prasarana Angkutan Darat Jumlah pangkalan ojek - - Jumlah stasiun KA - - Terminal bis/angkutan - - pedesaan/perkotaan Jumlah Jumlah Total 12, Sarana Transportasi Darat Bus umum - 38

39 Truck umum - Angkutan Per-Desa/Kelurahanan - 4 unit Ojek - Delman/bendi/cidomo - Becak - Kereta api Prasarana Transportasi laut/sungai Jumlah tambatan perahu Jumlah pelabuhan kapal penumpang Jumlah pelabuhan kapal barang Sarana Transportasi sungai/laut Perahu motor - Kapal antar pulau - Perahu tanpa motor - Jet Boat - Kapal Pesiar Prasarana Transportasi udara Lapangan terbang nasional/internasional - Lapangan terbang perintis - Lapangan terbang domestik - Helipad - Lapangan terbang komersial - B. PRASARANA KOMUNIKASI DAN INFORMASI 1. Telepon Telepon umum - Wartel ada- 1unit Warnet - Jumlah Pelanggan Telkom 255 orang Jumlah Pelanggan GSM Jumlah Pelanggan CDMA Sinyal Telepon Seluler/Handphone 2. Kantor Pos Kantor pos - Kantor pos pembantu - Tukang pos 3. Radio/TV TV umum Jumlah radio Jumlah TV 1000 unit Jumlah parabola 4. Koran/majalah/buletin Koran/surat kabar Majalah Papan iklan/reklame Papan pengumuman C. PRASARANA AIR BERSIH DAN SANITASI 1. Prasarana air bersih Jumlah sumur pompa 39

40 Jumlah sumur gali Jumlah hidran umum Jumlah PAH Jumlah tangki air bersih Jumlah embung Jumlah mata air Jumlah bangunan pengolahan air Bersih/air minum 2. Sanitasi Saluran drainase/saluran pembuangan air limbah Sumur resapan air rumah tangga Jumlah MCK Umum Pemilik jumlah jamban keluarga Kondisi saluran drainase/saluran pembuangan air limbah 62 unit 10 unit 30 rumah 5 Unit 1034 KK Baik 6 Unit / rusak 4 Unit/ mampet - Unit/ kurang memadai 4 Unit D. PRASARANA DAN KONDISI IRIGASI 1. Prasarana Irigasi Panjang saluran primer Panjang saluran sekunder Panjang saluran tersier Jumlah pintu sadap Jumlah pintu pembagi air 2. Kondisi Panjang saluran primer rusak Panjang saluran sekunder rusak Panjang saluran tersier rusak Jumlah pintu sadap rusak Jumlah pintu pembagi air rusak 1000 m 1000 m 3500 m 5 unit 300 m 500 m - m E. PRASARANA DAN SARANA PEMERINTAHAN a. Prasarana dan Sarana Pemerintahan Desa/Kelurahan Gedung Kantor Kondisi Baik/Rusak Jumlah ruang kerja 5 Ruang Balai Desa/Kelurahan/sejenisnya Listrik Air bersih Telepon Rumah Dinas Kepala Desa/Lurah Rumah dinas perangkat desa/kelurahan Inventaris dan alat tulis kantor Jumlah mesin tik 1 buah Jumlah meja 13 buah Jumlah kursi 40 buah Jumlah almari arsip 14 buah Komputer 5 unit Mesin fax Kendaraan dinas 4 unit 40

41 Administrasi Pemerintahan Desa/Kelurahan Buku Data Peraturan Desa, terisi/tidak Buku Keputusan Kepala Desa/Lurah, terisi/tidak Buku administrasi kependudukan, terisi/tidak Buku data inventaris, terisi/tidak Buku data aparat, terisi/tidak Buku data tanah milik desa/tanah, terisi/tidak kas desa/milik kelurahan Buku administrasi pajak dan retribusi, terisi/tidak Buku data tanah, terisi/tidak Buku laporan pengaduan masyarakat, terisi/tidak Buku agenda ekspedisi, terisi/tidak Buku profil desa/kelurahan, terisi/tidak Buku data induk penduduk, terisi/tidak Buku buku data mutasi penduduk, terisi/tidak Buku rekapitulasi jumlah penduduk, terisi/tidak akhir bulan Buku registrasi pelayanan penduduk, terisi/tidak Buku data penduduk sementara, terisi/tidak Buku anggaran penerimaan, terisi/tidak Buku anggaran pengeluaran pegawai, terisi/tidak dan pembangunan Buku kas umum, terisi/tidak Buku kas pembantu penerimaan, terisi/tidak Buku kas pembantu pengeluaran, terisi/tidak rutin dan pembangunan Buku data lembaga kemasyarakatan, terisi/tidak. 2. Prasarana dan Sarana Badan Permusyawaratan Desa/BPD Gedung Kantor Ruangan Kerja Balai BPD Kondisi Listrik Air bersih Telepon Inventaris dan Alat Tulis Kantor Jumlah mesin tik Jumlah meja Jumlah kursi Jumlah almari arsip Komputer Mesin fax.. Baik,/rusak - buah 1 buah 2 buah 1 buah - buah - buah Administrasi BPD 41

42 Buku-buku administrasi keanggotaan BPD Buku administrasi kegiatan BPD Buku kegiatan BPD Buku Himpunan Peraturan Desa yang 3. ditetapkan BPD dan Kepala Desa Jenis 3. Prasarana dan Sarana Dusun/Lingkungan atau Sebutan Lain Gedung kantor atau Balai Pertemuan Alat tulis kantor Barang inventaris Buku administrasi Jenis kegiatan Jumlah pengurus jenis Terisi/tidak 5 jenis 1 orang F. PRASARANA DAN SARANA LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA/KELURAHAN Gedung/kantor Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Kelurahan/LKD/LK Peralatan Kantor: komputer, fax Mesin tik Kardek Buku administrasi lembaga kemasyarakatan Jumlah meja dan kursi LKMD/LPM atau sebutan lain Memiliki kantor sendiri Peralatan Kantor: komputer, fax Mesin tik, Kardek Buku administrasi lembaga kemasyarakatan Jumlah meja dan kursi Buku administrasi Jumlah kegiatan... 6 jenis 4 jenis 12 unit 10 Jenis 10 Jenis PKK Gedung/kantor Peralatan kantor/atk/inventaris Kepengurusan Aktif/tidak 42

43 Buku administrasi PKK Kegiatan Jumlah kegiatan Karang Taruna Kepengurusan Buku administrasi Jumlah kegiatan... RT Kepengurusan Buku administrasi Jumlah kegiatan RW Kepengurusan Buku administrasi Jumlah Kegiatan... Lembaga adat Memiliki kantor/gedung/menumpang Kepengurusan Buku Administrasi Jumlah Kegiatan BUMDES Memiliki kantor/gedung/menumpang Kepengurusan Buku Administrasi Jumlah Kegiatan Jika ada, 6 jenis 101 jenis Aktif/tidak Ada 10 Jenis Aktif/tidak - Jenis - Jenis Aktif/tidak - Jenis - Jenis Ada / tidak Aktif/tidak 3 Jenis 9 Jenis Ada Aktif/tidak 5 Jenis 1 Jenis Forum Komunikasi Kader Pemberdayaan Masyarakat Kantor/gedung/menumpang Kepengurusan Aktif/tidak Buku administrasi Tidak ada Jumlah kegiatan - Jenis... - Jenis... Kantor/gedung Organisasi Sosial Kemasyarakatan lainnya Aktif/tidak Kantor/gedung Organisasi Profesi yang ada Aktif/tidak

44 G. PRASARANA PERIBADATAN Jumlah Masjid Jumlah Langgar/Surau/Mushola Jumlah Gereja Kristen Protestan Jumlah Gereja Katholik Jumlah Wihara Jumlah Pura Jumlah Klenteng - buah - buah - buah - buah - buah 47 buah - buah H. PRASARANA OLAH RAGA Lapangan sepak bola - buah Lapangan bulu tangkis 2 buah Meja pingpong 1 buah Lapangan tenis - buah Lapangan voli 1 buah Lapangan golf - buah Pacuan kuda - buah Arum jeram Lapangan basket - buah Pusat kebugaran - buah Gelanggang Remaja I. PRASARANA DAN SARANA KESEHATAN 1. Prasarana Kesehatan Rumah sakit umum Puskesmas Puskesmas pembantu Poliklinik/balai pengobatan Apotik Posyandu Toko obat Balai pengobatan masyarakat yayasan/swasta Gudang menyimpan obat Jumlah Rumah/Kantor Praktek Dokter Rumah Bersalin Balai Kesehatan Ibu dan Anak 1 unit 4 unit 2 unit Rumah Sakit Mata Sarana Kesehatan Jumlah dokter umum Jumlah dokter gigi Jumlah dokter spesialis lainnya Jumlah paramedis Jumlah dukun bersalin terlatih 2 orang 1 orang 2 orang 44

45 Bidan 3 orang Perawat 1 orang Dukun pengobatan alternatif Jumlah dokter praktek 3 orang Laboratorium kesehatan J. PRASARANA DAN SARANA PENDIDIKAN Gedung kampus PTN Sewa - buah milik sendiri - buah Gedung Kampus PTS Sewa - buah milik sendiri - buah Gedung SMA/sederajat Sewa - buah milik sendiri - buah Gedung SMP/sederajat Sewa - buah milik sendiri - buah Gedung SD/sederajat Sewa - buah milik sendiri 2 buah Gedung TK Sewa - buah milik sendiri 1 buah Gedung Tempat Bermain Sewa - buah milik sendiri 1 buah Anak Jumlah Lembaga Pendidikan Sewa - buah milik sendiri - buah Agama Jumlah perpustakaan keliling Sewa - buah milik sendiri - buah Perpustakaan Sewa - buah milik sendiri - buah desa/kelurahan Taman bacaan Sewa - buah milik sendiri - buah... Sewa - buah milik sendiri - buah... Sewa - buah milik sendiri - buah K. PRASARANA ENERGI DAN PENERANGAN Listrik PLN Diesel umum Genset pribadi Lampu minyak tanah/jarak/kelapa Kayu bakar Batu bara Tanpa penerangan 601 unit 4 unit 7 Keluarga 110 Keluarga - Keluarga - Keluarga L. PRASARANA HIBURAN DAN WISATA Jumlah Tempat Wisata Hotel bintang 5 Hotel bintang 4 Hotel bintang 3 Hotel bintang 2 Hotel bintang 1 Hotel melati Diskotik Bilyar Karaoke Museum Restoran Bioskop.. - buah - buah - buah - buah - buah - buah - buah - buah 3 buah - buah - buah - buah - buah - buah 45

46 M. PRASARANA DAN SARANA KEBERSIHAN Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alat penghancur sampah//incinerator Jumlah gerobak sampah Jumlah tong sampah Jumlah truck pengangkut sampah Jumlah Satgas Kebersihan Jumlah anggota Satgas Kebersihan Jumlah pemulung Tempat pengelolaan sampah Pengelolaan sampah lingkungan/rt Pengelola sampah lainnya 7 Lokasi - Lokasi - Unit 5 Unit - Unit 1 Kelompok 3 Orang - Orang Pemerintah/Swasta/Swadaya B. ANALISIS POTENSI DESA/KELURAHAN B.1. TINGKATAN POTENSI 1. Potensi Umum : TINGGI/SEDANG/RENDAH 2. Potensi Sumber Daya Alam : TINGGI/SEDANG/RENDAH 3. Potensi Sumber Daya Manusia : TINGGI/SEDANG/RENDAH 4. Potensi Kelembagaan : TINGGI/SEDANG/RENDAH 5. Potensi Prasarana dan Sarana : TINGGI/SEDANG/RENDAH B.2. POTENSI PENGEMBANGAN 1) Potensi tanaman pangan : Sangat potensial/potensial : Cukup/Kurang Potensial Kendala : Cuaca yang kurang menentu, sering kekurangan air saat musim kemarau... 2) Potensi tanaman apotik hidup : Sangat potensial/potensial Cukup/Kurang Potensial Kendala : Belum optimal pemanfaatan lahan kosong untuk apotik hidup.. 3) Potensi perkebunan : Sangat potensial/potensial Cukup/Kurang Potensial Kendala : Pengembangan Agrobisnis dan Agrowisata perlu ditunjang oleh hasil produksi perkebunan dan sarana prasarana 46

47 4) Potensi kehutanan : Sangat potensial/potensial Cukup/Kurang Potensial Kendala : Pengembangan jenis kayu dan pemasarannya, lahan kurang luas 5) Potensi peternakan : Sangat potensial/potensial Cukup/Kurang Potensial Kendala : Biaya bibit dan pakan yang semakin mahal, lahan sempit dan berdekatan dengan pemukiman.. 6) Potensi perikanan : Sangat potensial/potensial Cukup/Kurang Potensial Kendala : Pengembangan lahan dan kelompok serta peningkatan, pengolahan produksi dan pemasaran sulit.. 7) Potensi pertambangan : Sangat potensial/potensial Cukup/Kurang Potensial Kendala : Tidak ada sumber / lokasi.. 8) Potensi jasa dan perdagangan : Sangat potensial/potensial Cukup/Kurang Potensial Kendala : Peningkatan transaksi, permodalan Dan managemen.. 9) Potensi industri : Sangat potensial/potensial Cukup/Kurang Potensial Kendala : Pengembangan kelompok, permodalan, kualitas dan pemasaran.. 10) Potensi Wisata Sangat potensial/potensial Cukup/Kurang Potensial Kendala Belum ada objek wisata.. 11) Potensi persawahan : Sangat potensial/potensial Cukup/Kurang Potensial Kendala Lahan sedikit, pupuk mahal, air kurang di saat Musim kemarau.. 12) Potensi Komditi Buahbuahan Kendala : Sangat potensial/potensial Cukup/Kurang Potensial 47

48 48

49 B.3. TIPOLOGI DESA/KELURAHAN Desa/Kelurahan Persawahan : Indikator Unggulan: padi ubi Bunga pacah Sayur hijau Desa/Kelurahan Perladangan Desa/Kelurahan Perkebunan : Indikator Unggulan: - - : - : Indikator Unggulan: pisang durian : Kayu Kelapa Desa/Kelurahan Peternakan : Indikator Unggulan: : sapi babi Ayam ikan Desa/Kelurahan Nelayan : Indikator Unggulan: - - : - Desa/Kelurahan Pertambangan Desa/Kelurahan Kerajinan Industri Kecil Desa/Kelurahan Industri Sedang dan Besar Desa/Kelurahan Jasa dan Perdagangan : Indikator Unggulan: - - : - : Indikator Unggulan: perak anyaman : : Indikator Unggulan: - - : - : Indikator Unggulan: Palen-palen Desa/Kelurahan Pariwisata : Indikator Unggulan:

50 DATA TINGKAT PERKEMBANGAN DESA DAN KELURAHAN I. PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN A. Jumlah Penduduk Jumlah Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah penduduk tahun ini orang orang Jumlah penduduk tahun lalu orang orang Persentase perkembangan 2,14 % 2,02 % B. Jumlah Keluarga Jumlah KK Laki-laki KK Perempuan Jumlah Total Jumlah Kepala Keluarga 1133 KK 8 KK 1141 KK tahun ini Jumlah Kepala Keluarga 1138 KK 8 KK 1146 KK tahun lalu Persentase Perkembangan % 0 % % II. EKONOMI MASYARAKAT A. Pengangguran 1. Jumlah angkatan kerja (penduduk usia tahun) orang 2. Jumlah penduduk usia tahun yang masih sekolah 261 orang dan tidak bekerja 3. Jumlah penduduk usia tahun yang menjadi ibu 265 orang rumah tangga 4. Jumlah penduduk usia tahun yang bekerja penuh orang 5. Jumlah penduduk usia tahun yang bekerja tidak 227 orang tentu 6. Jumlah penduduk usia tahun yang cacat dan tidak 2 orang bekerja 7. Jumlah penduduk usia tahun yang cacat dan 10 orang bekerja B. Kesejahteraan Keluarga 1 Jumlah keluarga prasejahtera 121 keluarga 2 Jumlah keluarga sejahtera 1 80 keluarga 3 Jumlah keluarga sejahtera keluarga 4 Jumlah keluarga sejahtera keluarga 5 Jumlah keluarga sejahtera 3 plus 194 keluarga 6 Total jumlah kepala keluarga 1146 keluarga III. PRODUK DOMESTIK DESA/KELURAHAN BRUTO A. SUBSEKTOR PERTANIAN A.1.Tanaman Padi dan Palawija 1. Luas tanaman padi tahun ini 40 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp ,- 3. Biaya pemupukan Rp ,- 4. Biaya bibit Rp ,- 5. Biaya obat Rp ,- 6. Biaya lainnya Rp 50

51 A.2. Tanaman Jagung 1. Luas tanaman tahun ini 2. Nilai produksi tahun ini Rp. 3. Biaya pemupukan Rp. 4. Biaya bibit Rp. 5. Biaya obat Rp. 6. Biaya lainnya Rp. - ha A.3. Tanaman Kedelai - ha 1. Luas tanaman tahun ini Rp Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. - A.4. Tanaman Bawang Putih 1. Luas tanaman tahun ini - ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. - A.5. Tanaman Bawang Merah 1. Luas tanaman tahun ini - ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. - A.6. Tanaman Ubi-ubian 1. Luas tanaman tahun ini 3 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp ,- 3. Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. - A.7. Tanaman Buah-buahan 1. Luas tanaman tahun ini ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp.,- 3. Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. - A.8. Tanaman Sayur-sayuran 1. Luas tanaman tahun ini 5,60 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp ,- 3. Biaya pemupukan Rp ,- 4. Biaya bibit Rp ,- 5. Biaya obat Rp ,- 6. Biaya lainnya Rp ,- 51

52 A.9. Tanaman Luas tanaman tahun ini - ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. - A.10. Tanaman Luas tanaman tahun ini - ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. - B. SUBSEKTOR PERKEBUNAN B.1. Kelapa Sawit 1. Luas tanaman tahun ini - ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. - B.2. Kelapa 1. Luas tanaman tahun ini 12,80 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp ,- 3. Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp ,- B.3. Kopi 1. Luas tanaman tahun ini ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. - B.4. Coklat 1. Luas tanaman tahun ini ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. - B.5. Cengkeh 1. Luas tanaman tahun ini 35 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp ,- 3. Biaya pemupukan Rp ,- 52

53 4. Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp ,- B.6. Tembakau 1. Luas tanaman tahun ini - ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp B.7. Teh 1. Luas tanaman tahun ini - ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp B.8. Kemiri 1. Luas tanaman tahun ini - ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp B.9. Jambu Mete 1. Luas tanaman tahun ini - ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp B.10. Kapas 1. Luas tanaman tahun ini - ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp B.11. Karet 1. Luas tanaman tahun ini - ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp

54 B.12. Vanili 1. Luas tanaman tahun ini 2 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp ,- 3. Biaya pemupukan Rp ,- 4. Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp ,- B.13. Pala 1. Luas tanaman tahun ini ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp B.14. Jarak Pagar 1. Luas tanaman tahun ini - ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp B.15. Jarak Kepyar 1. Luas tanaman tahun ini - ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp B Luas tanaman tahun ini - ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp B Luas tanaman tahun ini - ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp B Luas tanaman tahun ini - ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. - 54

55 C. SUBSEKTOR PETERNAKAN Total nilai produksi tahun ini Rp ,- Total nilai bahan baku yang Rp ,- digunakan Total nilai bahan penolong yang Rp. - digunakan Jumlah total ternak tahun ini ekor D. SUBSEKTOR PERIKANAN Total nilai produksi Rp ,- Total nilai bahan baku yang RP ,- digunakan Total nilai bahan penolong yang Rp digunakan Total biaya antara yang dihabiskan RP. - Total jumlah jenis usaha perikanan 2 jenis E. SEKTOR PERTAMBANGAN DAN GALIAN Total nilai produksi tahun ini Rp. - Total nilai bahan baku yang RP. - digunakan Total nilai bahan penolong yang Rp. - digunakan Total biaya antara yang dihabiskan Rp. - Jumlah total jenis bahan tambang - jenis dan galian yang ada F. SUBSEKTOR KERAJINAN Total nilai produksi Rp ,- Total nilai bahan baku yang RP ,- digunakan Total nilai bahan penolong yang Rp digunakan Total biaya antara yang dihabiskan RP. - Total jenis kerajinan rumah tangga 3 jenis G. SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN G.1. Subsektor Industri Pakaian Total nilai produksi Rp. - Total nilai bahan baku yang RP. - digunakan Total nilai bahan penolong yang Rp. - digunakan Total biaya antara yang dihabiskan Rp. - Total jumlah jenis industri yang ada - jenis G.2. Subsektor Industri Pangan Total nilai produksi Rp ,- Total nilai bahan baku yang digunakan RP ,- Total nilai bahan penolong yang digunakan Total biaya antara yang dihabiskan Total jumlah jenis industri pangan Rp. RP. 5 jenis 55

56 G.3. Industri Pengolahan Migas Total nilai produksi Rp. - Total nilai bahan baku yang RP. - digunakan Total nilai bahan penolong yang Rp. - digunakan Total biaya antara yang dihabiskan Rp. - Total jumlah jenis industri minyak & gas G.4. Industri Pengolahan Non Migas Total nilai produksi Rp. - Total nilai bahan baku yang RP. - digunakan Total nilai bahan penolong yang Rp. - digunakan Total biaya antara yang dihabiskan Rp. - Total jumlah jenis industri non migas - jenis G.6. INDUSTRI... Total nilai produksi Rp. - Total nilai bahan baku yang RP. - digunakan Total nilai bahan penolong yang Rp. - digunakan Total biaya antara yang dihabiskan Rp. - Total jumlah jenis industri - jenis H. SUBSEKTOR KEHUTANAN Total nilai produksi Rp ,- Total nilai bahan baku yang Rp ,- digunakan Total nilai bahan penolong yang Rp. digunakan Total biaya antara yang dihabiskan Rp.... Rp.... I. SEKTOR PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN I.1. Subsektor Perdagangan Besar Total nilai transaksi Rp. - Total nilai aset perdagangan yang Rp. - ada Total jumlah jenis perdagangan besar Rp. - Total nilai biaya yang dikeluarkan Rp. - Total biaya antara lainnya Rp. - I.2. Subsektor Perdagangan Eceran Jumlah total jenis perdagangan 4 jenis eceran Total nilai transaksi Rp ,- Total nilai biaya yang dikeluarkan Rp. - Total nilai aset perdagangan eceran Rp ,- I.3. Subsektor Hotel Jumlah total penginapan dan penyediaan akomodasi yang ada Jumlah Total Pendapatan Rp. - 56

57 Jumlah total biaya pemeliharaan Rp. - Jumlah biaya antara yang Rp. - dikeluarkan Jumlah total pendapatan yang Rp. - diperoleh I.4. Subsektor Restoran Jumlah tempat penyediaan konsumsi Biaya konsumsi yang dikeluarkan Rp. - Biaya antara lainnya Rp. - Jumlah total pendapatan yang Rp. - diperoleh J. Sektor Bangunan/Konstruksi Jumlah bangunan yang ada tahun ini Biaya pemeliharaan yang Rp. - dikeluarkan Total nilai bangunan yang ada Rp. - Biaya antara lainnya Rp. - K. Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan K.1. Subsektor Bank Jumlah transaksi perbankan Rp. - Jumlah nilai transaksi perbankan Rp. - Jumlah biaya yang dikeluarkan Rp. - K.2. Subsektor lembaga keuangan bukan bank Jumlah lembaga keuangan bukan 2 unit bank Jumlah kegiatan jasa penunjang 1 jenis lembaga keuangan bukan bank Nilai transaksi lembaga keuangan Rp ,- bukan bank Biaya yang dikeluarkan Rp ,- K.3. Subsektor Sewa Bangunan Jumlah usaha persewaan bangunan dan tanah Total nilai persewaan yang dicapai Rp. - Biaya yang dikeluarkan Rp. - Biaya lainnya Rp. - K.4. Subsektor Jasa Perusahaan Jumlah perusahaan jasa Nilai transaksi perusahaan jasa Rp. - Biaya yang dikeluarkan Rp. - Biaya lainnya Rp. - L. SEKTOR JASA-JASA L.1. Subsektor jasa pemerintahan umum Jumlah jenis jasa pelayanan pemerintahan kepada masyarakat 57

58 Nilai transaksi pelayanan pemerintahan kepada masyarakat Biaya yang dikeluarkan dalam pelayanan Rp. - Rp. - L.2. Subsektor jasa swasta Jumlah usaha jasa pelayanan sosial yang disediakan masyarakat Nilai aset produksi jasa pelayanan Rp. - sosial Biaya yang dikeluarkan Rp. - L.3. Subsektor Jasa hiburan dan rekreasi Jumlah jenis jasa hiburan dan rekreasi Nilai transaksi usaha jasa hiburan Rp. - dan rekreasi Biaya antara yang dikeluarkan Rp. - L.4. Subsektor Jasa Perorangan dan Rumah Tangga Jumlah jenis kegiatan jasa pelayanan 8 unit perorangan dan rumah tangga Nilai aset jasa pelayanan perorangan Rp ,- dan rumah tangga Nilai transaksi jasa pelayanan Rp. - perorangan dan rumah tangga Biaya antara yang dikeluarkan Rp. - M. SEKTOR ANGKUTAN DAN KOMUNIKASI M.1. Subsektor Angkutan Jumlah jenis kegiatan pengangkutan orang dan barang dengan alat angkut kendaraan jalan raya, laut, rel, udara, dan sungai/danau/penyeberangan Jumlah total kendaraan angkutan 12 unit Nilai total transaksi pengangkutan Rp ,- Nilai total biaya yang dikeluarkan Rp ,- M.2. Subsektor jasa Penunjang angkutan Jumlah jenis kegiatan jasa pelabuhan, terminal, tambatan, agensi, ekspedisi, tol, bongkar muat dan parkir Jumlah total nilai transaksi jasa Rp. - penunjang angkutan Nilai biaya antara yang dikeluarkan Rp. - M.3. Subsektor Komunikasi Jumlah jenis kegiatan informasi dan - jenis telekomunikasi serta jasa penunjang lainnya 58

59 Jumlah nilai aset telekomunikasi dan Rp. - informasi yang ada Nilai transaksi informasi dan Rp. - telekomunikasi yang dicapai Biaya antara yang dikeluarkan Rp. - N. SEKTOR LISTRIK, GAS & AIR MINUM N.1. Subsektor Listrik Jumlah jenis kegiatan pembangkitan - jenis dan penyaluran tenaga listrik Jumlah nilai produksi listrik Rp. - Jumlah total nilai transaksi Rp. - Jumlah biaya antara yang Rp. - dikeluarkan N.2. Subsektor Gas Jumlah kegiatan penyediaan gas - jenis Nilai aset produksi gas Rp. - Nilai transaksi Rp. - Biaya antara yang dikeluarkan Rp. - N.3. Subsektor Air Minum Jumlah jenis kegiatan penyediaan dan penyaluran air minum - jenis Nilai aset penyediaan air minum Rp. - Nilai produksi air minum Rp. - Nilai transaksi air minum Rp. - Biaya antara yang dikeluarkan NILAI TOTAL PENDAPATAN DOMESTIK DESA / KELURAHAN BRUTO DARI SEMUA SEKTOR (% total nilai produksi dan transaksi terhadap total biaya yang dikeluarkan dari semua sektor) Rp. IV. PENDAPATAN PERKAPITA A. Pendapatan perkapita menurut sektor usaha A.1. PERTANIAN 1. Jumlah rumah tangga petani 200 Keluarga 2. Jumlah total anggota rumah tangga petani 473 orang 3. Jumlah rumah tangga buruh tani 147 Keluarga 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh petani 5. Jumlah pendapatan perkapita dari sektor Rp ,- pertanian untuk setiap rumah tangga pertanian A.2. PERKEBUNAN 1. Jumlah rumah tangga perkebunan 28 Keluarga 2. Jumlah total anggota rumah tangga 90 orang perkebunan 3. Jumlah rumah tangga buruh perkebunan - Keluarga 59

60 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh perkebunan 5. Jumlah pendapatan perkapita dari sektor perkebunan untuk setiap rumah tangga perkebunan Rp ,- A.3. PETERNAKAN 1. Jumlah rumah tangga peternakan 156 Keluarga 2. Jumlah total anggota rumah tangga 345 orang peternakan 3. Jumlah rumah tangga buruh peternakan - Keluarga 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh peternakan 5. Jumlah pendapatan percapita dari sektor Rp ,- peternakan untuk setiap rumah tangga peternakan A.4. PERIKANAN 1. Jumlah rumah tangga perikanan 4 Keluarga 2. Jumlah total anggota rumah tangga 26 orang perikanan 3. Jumlah rumah tangga buruh perikanan - Keluarga 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh perikanan 5. Jumlah pendapatan percapita dari sektor Rp ,- perikanan untuk setiap rumah tangga perikanan A.5. KERAJINAN 1. Jumlah rumah tangga pengrajin 17 Keluarga 2. Jumlah total anggota rumah tangga 42 orang pengrajin 3. Jumlah rumah tangga buruh pengrajin - Keluarga 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh pengrajin 5. Jumlah pendapatan percapita dari sektor Rp ,- pengrajin untuk setiap rumah tangga pengrajin A.6. PERTAMBANGAN 1. jumlah rumah tangga pertambangan - Keluarga 2. Jumlah total anggota rumah tangga pertambangan 3. Jumlah rumah tangga buruh pertambangan - Keluarga 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh pertambangan 5. Jumlah pendapatan perkapita dari sektor pertambangan untuk setiap rumah tangga pertambangan Rp. - 60

61 A.7. KEHUTANAN 1. Jumlah rumah tangga kehutanan - Keluarga 2. Jumlah total anggota rumah tangga kehutanan 3. Jumlah rumah tangga buruh kehutanan - Keluarga 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh kehutanan 5. Jumlah pendapatan perkapita dari sektor Rp ,- kehutanan untuk setiap rumah tangga kehutanan A.8. INDUSTRI KECIL, MENENGAH DAN BESAR 1. Jumlah rumah tangga industri 60 Keluarga 2. Jumlah total anggota rumah tangga 60 orang industri 3. Jumlah rumah tangga buruh industri - Keluarga 4. Jumlah total anggota rumah tangga buruh industri 5. Jumlah pendapatan percapita dari sektor Rp ,- industri untuk setiap rumah tangga industri A.9. JASA DAN PERDAGANGAN 1. Jumlah rumah tangga sektor jasa dan perdagangan 2. Jumlah total anggota rumah tangga jasa perdagangan 3. Jumlah rumah tangga buruh jasa dan perdagangan 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh jasa dan perdagangan 5. Jumlah pendapatan percapita dari sektor jasa dan perdagangan untuk setiap rumah tangga jasa dan perdagangan 148 Keluarga 301 orang... Keluarga... orang Rp ,- B. PENDAPATAN RILL KELUARGA Jumlah Kepala Keluarga 1141 KK Jumlah Anggota Keluarga 3046 orang Jumlah Pendapatan Kepala Keluarga Rp , Jumlah pendapatan dari anggota keluarga yang Rp ,- bekerja Jumlah Total Pendapatan Keluarga Rp , Rata-rata Pendapatan Peranggota keluarga Rp ,- V. STRUKTUR MATA PENCAHARIAN MENURUT SEKTOR 1. Sektor Pertanian Petani Buruh tani Pemilik usaha pertanian Sektor Perkebunan Buruh perkebunan 280 orang 170 orang... orang 61

62 Karyawan Perusahaan Perkebunan Pemilik usaha Perkebunan 90 orang 3. Sektor Peternakan Buruh usaha peternakan 28 orang Pemilik usaha peternakan 18 orang 4. Sektor Perikanan Nelayan Pemilik usaha perikanan 4 orang Buruh usaha perikanan orang 5. Sektor Kehutanan Pemilik usaha pengolahan hasil hutan Buruh usaha pengolahan hasil hutan Pengumpul hasil hutan orang orang orang orang 6. Sektor Pertambangan dan Bahan Galian C Penambang galian C kerakyatan/perorangan Pemilik usaha pertambangan skala kecil dan besar Buruh usaha pertambangan orang orang orang... orang 7. Sektor Industri Kecil & Kerajinan Rumah Tangga Montir 5 orang Tukang batu 40 orang Tukang kayu 100 orang Tukang sumur 1 orang Pemulung Tukang jahit 6 orang Tukang kue 6 orang Tukang anyaman 1 orang Tukang rias 3 orang Pengrajin industri rumah tangga lainnya 2 orang orang orang orang Sektor Industri Menengah dan Besar... orang Karyawan perusahaan swasta... orang Karyawan perusahaan pemerintah... orang Pemilik perusahaan... orang orang orang 9. Sektor Perdagangan Pengusaha perdagangan hasil bumi 10 orang Buruh jasa perdagangan hasil bumi

63 Sektor Jasa Pemilik usaha jasa transportasi dan perhubungan Buruh usaha jasa transportasi dan perhubungan Pemilik usaha informasi dan komunikasi Buruh usaha jasa informasi dan komunikasi Kontraktor Pemilik usaha jasa hiburan dan pariwisata Buruh usaha jasa hiburan dan pariwisata Pemilik usaha hotel dan penginapan lainnya Buruh usaha hotel dan penginapan lainnya Pemilik usaha warung, rumah makan dan restoran Pegawai Negeri Sipil TNI POLRI Dokter swasta Bidan swasta Perawat swasta Dukun/paranormal/supranatural Jasa pengobatan alternatif Dosen swasta Guru swasta Pensiunan TNI/POLRI Pensiunan PNS Pensiunan swasta Pengacara Notaris Jasa Konsultansi Manajemen dan Teknis Seniman/artis Pembantu rumah tangga Sopir Buruh migran perempuan Buruh migran laki-laki Usaha jasa pengerah tenaga kerja Wiraswasta lainnya Tidak mempunyai matapencaharian tetap Jasa penyewaan peralatan pesta 107 orang 4 orang 16 orang 1 orang 1 orang 4 orang 4 orang 5 orang 6 orang 3 orang 3 orang 4 orang 10 orang 5 orang VI. PENGUASAAN ASET EKONOMI MASYARAKAT A. ASET TANAH Tidak memiliki tanah Memiliki tanah antara 0,1-0,2 ha Memiliki tanah antara 0,21-0,3 ha Memiliki tanah antara 0,31-0,4 ha Memiliki tanah antara 0,41-0,5 ha Memiliki tanah antara 0,51-0,6 ha Memiliki tanah antara 0,61-0,7 ha Memiliki tanah antara 0,71-0,8 ha Memiliki tanah antara 0,81-0,9 ha Memiliki tanah antara 0,91-1,0 ha Memiliki tanah antara 1,0 5,0 ha memiliki tanah antara 5,0 10 ha Memiliki tanah lebih dari 10 ha Jumlah total penduduk 544 orang 136 orang 314 orang 140 orang orang 63

64 B. ASET SARANA TRANSPORTASI UMUM Memiliki ojek - Memiliki becak - Meimliki cidemo/andong/dokar - Memiliki kapal motor - Memiliki bus - Memiliki mini bus - Memiliki helikopter dan atau pesawat C. ASET SARANA PRODUKSI Memiliki penggilingan padi 1 orang Memiliki traktor 3 orang Memiliki pabrik pengolahan hasil pertanian Memiliki kapal penangkap ikan Memiliki alat pengolahan hasil perikanan Memiliki alat pengolahan hasil peternakan Memiliki alat pengolahan hasil perkebunan Memiliki alat pengolahan hasil hutan Memiliki alat produksi dan pengolah hasil pertambangan Memiliki alat produksi dan pengolah hasil pariwisata Memiliki alat produksi dan pengolah hasil industri jasa perdagangan Memiliki alat produksi dan pengolah hasil Industri kerajinan keluarga skala kecil dan menengah Memiliki alat produksi dan pengolahan hasil industri migas D. ASET PERUMAHAN RUMAH MENURUT DINDING Tembok Rumah Kayu 2 Rumah Bambu - Rumah Tanah liat 7 Rumah Pelepah kelapa/lontar/gebang - Rumah Dedaunan - Rumah... RUMAH MENURUT LANTAI Rumah Keramik 831 Rumah Semen 302 Rumah Kayu - Rumah Tanah 8 Rumah... - Rumah RUMAH MENURUT ATAP Genteng 621 Rumah Seng 312 Rumah Asbes 208 Rumah Beton - Rumah Bambu - Rumah Kayu - Rumah Daun lontar/gebang/enau - Rumah Daun ilalang - Rumah... - Rumah 64

65 VII. PEMILIKAN ASET EKONOMI LAINNYA Jumlah keluarga memiliki TV dan elektronik lainnya Keluarga Jumlah keluarga memiliki sepeda motor/sejenisnya 997 Keluarga Jumlah keluarga memiliki mobil dansejenisnya 107 Keluarga Jumlah keluarga memiliki perahu bermotor - Keluarga Jumlah keluarga memiliki kapal barang - Keluarga Jumlah keluarga memiliki kapal penumpang - Keluarga Jumlah keluarga memiliki kapal pesiar - Keluarga Jumlah keluarga memiliki helikopter - Keluarga Jumlah keluarga memiliki pesawat terbang - Keluarga Jumlah keluarga memiliki ternak besar 18 Keluarga Jumlah keluarga memiliki ternak kecil - Keluarga Jumlah keluarga yang memiliki hiasan emas/berlian 600 Keluarga Jumlah keluarga yang memiliki buku tabungan bank 1046 Keluarga Jumlah keluarga yang memiliki buku surat berharga - Keluarga Jumlah keluarga yang memiliki sertifikat deposito - Keluarga Jumlah keluarga yang memiliki sertifikat tanah - Keluarga Jumlah keluarga yang memiliki sertifikat bangunan - Keluarga Jumlah keluarga memiliki perusahaan industri besar - Keluarga Jumlah keluarga memiliki peruahaan industri menengah - Keluarga Jumlah keluarga memiliki perusahaan industri kecil - Keluarga Jumlah keluarga memiliki usaha perikanan - Keluarga Jumlah keluarga memiliki usaha peternakan - Keluarga Jumlah keluarga memiliki usaha perkebunan 8 Keluarga Jumlah keluarga memiliki usaha pasar swalayan - Keluarga Jumlah keluarga memiliki usaha di pasar swalayan - Keluarga Jumlah keluarga memiliki - Keluarga usaha di pasar tradisional Jumlah keluarga memiliki usaha di pasar desa - Keluarga Jumlah keluarga memiliki usaha - Keluarga transportasi/pengangkutan Jumlah keluarga yang memiliki aset telekomunikasi - Keluarga Jumlah keluarga yang memiliki saham di perusahaan - Keluarga... - Keluarga - Keluarga Jumlah Keluarga seluruhnya 1141 Keluarga VIII. PENDIDIKAN MASYARAKAT A. Tingkat Pendidikan Penduduk Jumlah penduduk buta aksara dan huruf latin Jumlah penduduk usia 3-6 tahun yang masuk TK dan Kelompok Bermain Anak Jumlah anak dan penduduk cacat fisik dan mental Jumlah penduduk sedang SD/sederajat Jumlah penduduk tamat SD/sederajat Jumlah penduduk tidak tamat SD/sederajat Jumlah penduduk sedang SLTP/sederajat Jumlah penduduk tamat SLTP/sederajat Jumlah penduduk sedang SLTA/sederajat Jumlah penduduk tidak tamat SLTP/Sederajat Jumlah penduduk tamat SLTA/Sederajat Jumlah penduduk sedang D-1 Jumlah penduduk tamat D-1 - Keluarga 48 Keluarga 2 Keluarga - Keluarga 708 Keluarga 20 Keluarga - Keluarga 480 Keluarga - Keluarga - Keluarga 825 Keluarga - Keluarga 30 Keluarga 65

66 Jumlah penduduk sedang D-2 - Keluarga Jumlah penduduk tamat D-2 35 Keluarga Jumlah penduduk sedang D-3 - Keluarga Jumlah penduduk tamat D-3 34 Keluarga Jumlah penduduk sedang S-1 - Keluarga Jumlah penduduk tamat S Keluarga Jumlah penduduk sedang S-2 - Keluarga Jumlah penduduk tamat S-2 10 Keluarga Jumlah penduduk tamat S-3 1 Keluarga Jumlah penduduk sedang SLB A - Keluarga Jumlah penduduk tamat SLB A - Keluarga Jumlah penduduk sedang SLB B - Keluarga Jumlah penduduk tamat SLB B - Keluarga Jumlah penduduk sedang SLB C - Keluarga Jumlah penduduk tamat SLB C - Keluarga Jumlah penduduk cacat fisik dan mental - Keluarga % Penduduk buta huruf [(1): jumlah penduduk] x 100% 0 % % Penduduk tamat SLTP/sederajat [(3):jumlah penduduk] x 100% 11,53% B. Wajib belajar 9 tahun 1. Jumlah penduduk usia 7-15 tahun 618 orang 2. Jumlah penduduk usia 7-15 tahun yang masih sekolah 618 orang 3. Jumlah penduduk usia 7-15 tahun yang tidak sekolah 0 orang C. Rasio Guru dan Murid 1. Jumlah Guru TK dan kelompok bermain anak 2. Jumlah Siswa TK dan kelompok bermain anak 3. Jumlah Guru SD dan sederajat 4. Jumlah siswa SD dan sederajat 5. Jumlah guru SLTP dan sederajat 6. Jumlah siswa SLTP dan sederajat 7. Jumlah Guru SLTA/sederajat 8. Jumlah siswa SLTA/sederajat 9. Jumlah siswa SLB 10. Jumlah guru SLB D. Kelembagaan Pendidikan Masyarakat Jumlah perpustakaan desa/kelurahan Jumlah taman bacaan desa/kelurahan Jumlah perpustakaan keliling Jumlah sanggar belajar Jumlah kegiatan lembaga pendidikan luar sekolah Jumlah kelompok belajar Paket A Jumlah peserta ujian Paket A Jumlah kelompok belajar Paket B Jumlah Peserta ujian Paket B Jumlah kelompok belajar Paket C Jumlah peserta ujian Paket C Jumlah lembaga kursus keterampilan Jumlah peserta kursus keterampilan 1 unit 1 unit - kegiatan - kelompok - kelompok - kelompok 1 unit 15 orang 66

67 IX. KESEHATAN MASYARAKAT A. Kualitas Ibu Hamil Jumlah ibu hamil Jumlah ibu hamil periksa di Posyandu Jumlah ibu hamil periksa di Puskesmas Jumlah ibu hamil periksa di Rumah Sakit Jumlah ibu hamil periksa di Dokter Praktek Jumlah ibu hamil periksa di Bidan Praktek Jumlah ibu hamil periksa di Dukun Terlatih Jumlah kematian ibu hamil Jumlah ibu hamil melahirkan Jumlah ibu nifas Jumlah kematian ibu nifas Jumlah ibu nifas hidup B. Kualitas Bayi Jumlah keguguran kandungan Jumlah bayi lahir Jumlah bayi lahir mati Jumlah bayi lahir hidup Jumlah bayi mati usia 0 1 bulan Jumlah bayi mati usia 1 12 bulan Jumlah bayi lahir berat kurang dari 2,5 kg Jumlah bayi 0-5 tahun hidup yang menderita kelainan organ tubuh, fisik dan mental 64 orang 13 orang 16 orang 10 orang 25 orang 64 orang 64 orang 64 orang 64 orang 64 orang C. Kualitas Persalinan Tempat Persalinan Tempat persalinan Rumah Sakit Umum Tempat persalinan Rumah Bersalin Tempat persalinan Puskesmas Tempat persalinan Polindes Tempat persalinan Balai Kesehatan Ibu Anak Tempat persalinan rumah praktek bidan Tempat praktek dokter Rumah dukun Rumah sendiri Pertolongan Persalinan Jumlah Persalinan ditolong Dokter Jumlah persalinan ditolong bidan Jumlah persalinan ditolong perawat Jumlah persalinan ditolong dukun bersalin Jumlah persalinan ditolong keluarga 1 unit 3 unit tindakan tindakan tindakan tindakan tindakan D. Cakupan Imunisasi Jumlah Bayi usia 2 bulan Jumlah bayi 2 bulan Imunisasi DPT-1, BCG dan Polio -1 Jumlah bayi usia 3 bulan Jumlah bayi 3 bulan yang imunisasi DPT-2 dan Polio-2 Jumlah bayi usia 4 bulan 12 orang 7 orang 14 orang 8 orang 27 orang 67

68 Jumlah bayi 4 bulan yang imunisasi DPT-3 dan Polio-3 Jumlah bayi 9 bulan Jumlah bayi 9 bulan yang imunisasi campak Jumlah bayi yang sudah imunisasi cacar E. E. Perkembangan Pasangan Usia Subur dan KB Pasangan Usia Subur Jumlah remaja putri usia tahun Jumlah perempuan usia subur tahun Jumlah wanita kawin muda usia kurang dari 16 tahun Jumlah pasangan usia subur Keluarga Berencana Jumlah akseptor KB Jumlah pengguna alat kontrasepsi suntik Jumlah pengguna metode kontrasepsi spiral Jumlah pengguna alat kontrasepsi kondom Jumlah pengguna metode kontrasepsi pil Jumlah pengguna metode vasektomi Jumlah pengguna metode kontrasepsi tubektomi Jumlah pengguna metode KB Kelender/KB Alamiah Jumlah pengguna metode KB obat tradisional Jumlah pengguna alat kontrasepsi metode... Jumlah PUS yang tidak menggunakan metode KB 15 orang 55 orang 47 orang 183 orang 47 orang 629 pasangan 427 orang 140 orang 296 orang 16 orang 59 orang 16 orang 202 orang F. Wabah Penyakit MUNTABER Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini Jumlah yang meninggal DEMAM BERDARAH Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini Jumlah yang meninggal - kejadian - kejadian 10 kejadian - kejadian KOLERA Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini - kejadian Jumlah yang meninggal - kejadian POLIO Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini - kejadian Jumlah yang meninggal - kejadian CIKUNGUNYA Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini - kejadian Jumlah yang meninggal - kejadian FLU BURUNG Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini Jumlah yang meninggal BUSUNG LAPAR Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini Jumlah yang meninggal KELAPARAN Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini Jumlah yang meninggal - kejadian - kejadian - kejadian - kejadian - kejadian - kejadian 68

69 Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini Jumlah yang meninggal Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini Jumlah yang meninggal G. Angka Harapan Hidup Angka harapan hidup penduduk Desa/Kelurahan Angka harapan hidup penduduk Kabupaten/Kota Angka Harapan Hidup Provinsi Angka harapan Hidup Nasional... - kejadian - kejadian - kejadian - kejadian 69 Tahun Tahun Tahun Tahun H. Cakupan pemenuhan kebutuhan air bersih 1. Jumlah keluarga menggunakan sumur gali 219 keluarga 2. Jumlah keluarga pelanggan PAM 720 keluarga 3. Jumlah keluarga menggunakan Penampung Air Hujan - keluarga 4. Jumlah keluarga menggunakan sumur pompa - keluarga 5. Jumlah keluarga menggunakan perpipaan air kran 214 keluarga 6. Jumlah keluarga menggunakan hidran umum - keluarga 7. Jumlah keluarga menggunakan air sungai - keluarga 8. Jumlah keluarga menggunakan embung - keluarga 9. Jumlah keluarga yang menggunakan mata air 11 keluarga 10. Jumlah keluarga yang tidak mendapatkan akses air - keluarga minum dari air laut 11. Jumlah keluarga yang tidak mendapatkan akses air 25 keluarga minum dari sumber di atas Total jumlah keluarga I. Perilaku hidup bersih dan sehat Kebiasaan buang air besar Jumlah keluarga memiliki WC yang sehat Jumlah keluarga memiliki WC yang kurang memenuhi standar kesehatan Jumlah keluarga biasa buang air besar di sungai/parit/kebun/hutan Jumlah keluarga yang menggunakan fasilitas MCK umum Pola makan Kebiasaan penduduk makan dalam sehari 1 kali Kebiasaan penduduk makan sehari 2 kali Kebiasaan penduduk makan sehari 3 kali Kebiasaan penduduk makan sehari lebih dari 3 kali Penduduk yang belum tentu sehari makan 1 kali Kebiasaan berobat bila sakit Dukun Terlatih Dokter/puskesmas/mantri 1141 keluarga 1034 keluarga - keluarga - keluarga - keluarga Tak ada/sedikit/banyak Tak ada/sedikit/banyak 69

70 kesehatan/perawat/bidan/posyandu Obat tradisional dari dukun pengobatan alternatif Paranormal Obat tradisional dari keluarga sendiri Tidak diobati J. Status Gizi Balita Jumlah Balita Jumlah Balita bergizi buruk Jumlah Balita bergizi baik Jumlah Balita bergizi kurang Jumlha Balita bergizi lebih Tak ada/sedikit/banyak Tak ada/sedikit/banyak Tak ada/sedikit/banyak Tak ada/sedikit/banyak 309 orang 247 orang 2 orang K. Jumlah Penderita Sakit tahun ini Jumlah penyakit Jumlah penderita Di rawat di Jantung 2 orang Rumah/RS/Puskesmas Lever Rumah/RS/Puskesmas Paru-paru Rumah/RS/Puskesmas Kanker 2 orang Rumah/RS/Puskesmas Stroke 2 orang Rumah/RS/Puskesmas Diabetes Melitus 4 orang Rumah/RS/Puskesmas Ginjal 2 orang Rumah/RS/Puskesmas Malaria Rumah/RS/Puskesmas Lepra/Kusta 2 orang Rumah/RS/Puskesmas HIV/AIDS Rumah/RS/Puskesmas Gila/stress 1 orang Rumah/RS/Puskesmas TBC 5 orang Rumah/RS/Puskesmas ISPA Rumah/RS/Puskesmas Asma 3 orang Rumah/RS/Puskesmas.....orang Rumah/RS/Puskesmas L. Perkembangan Sarana dan Prasarana Kesehatan Masyarakat Jumlah MCK Umum 5 unit Jumlah Posyandu 4 unit Jumlah kader Posyandu aktif 20 orang Jumlah pembina Posyandu 4 orang Jumlah Dasawisma 69 Dasawisma Jumlah pengurus Dasa Wisma aktif 69 orang Jumlah kader bina keluarga balita aktif 18 orang Jumlah petugas lapangan keluarga berencana aktif 1 orang Buku rencana kegiatan Posyandu Diisi/tidak Buku data pengunjung Posyandu Diisi/tidak Buku kegiatan pelayanan Posyandu Diisi/tidak Buku administrasi Posyandu lainnya jenis Jumlah kegiatan Posyandu 6 jenis Jumlah kader kesehatan lainnya 63 orang Jumlah kegiatan pengobatan gratis 3 jenis Jumlah kegiatan pemberantasan sarang 12 jenis nyamuk/psn Jumlah kegiatan pembersihan lingkungan 12 jenis... jenis 70

71 X. KEAMANAN DAN KETERTIBAN A. Konflik SARA Kasus konflik pada tahun ini Kasus konflik SARA pada tahun ini Jumlah kasus pertengkaran dan atau perkelahian antar tetangga Jumlah kasus pertengkaran dan atau perkelahian antar RT/RW Jumlah konflik antar masyarakat pendatang dengan penduduk asli Jumlah kasus antar kelompok masyarakat dalam desa/kelurahan dengan kelompok masyarakat dari desa/kelurahan lain Jumlah konflik antara masyarakat dengan pemerintah Jumlah kerugian material akibat konflik antara masyarakat dan pemerintah Jumlah korban jiwa akibat konflik antara masyarakat dengan pemerintah Jumlah konflik antara masyarakat dengan perusahaan Jumlah korban jiwa akibat konflik antara masyarakat dengan perusahaan Jumlah kerugian material akibat konflik antara masyarakat dan pemerintah Jumlah konflik politik antara masyarakat dengan lembaga politik Jumlah korban jiwa akibat konflik politik antara masyarakat dengan lembaga politik Jumlah kerugian material akibat konflik politik antara masyarakat dengan lembaga politik Jumlah prasarana dan sarana yang rusak/terbakar akibat konflik Sara Jumlah rumah penduduk yang rusak/terbakar akibat konflik Sara Jumlah korban luka akibat konflik Sara Jumlah korban meninggal akibat konflik Sara Jumlah janda akibat konflik Sara Jumlah anak yatim akibat konflik Sara Jumlah pelaku konflik yang diadili atau diproses secara hukum Rp. - Rp. - - buah - rumah B. Perkelahian Kasus perkelahian yang terjadi pada tahun ini Kasus perkelahian yang menimbulkan korban jiwa Kasus perkelahian yang menimbulkan luka parah Kasus perkelahian yang menimbulkan kerugian material Jumlah pelaku konflik yang diadili atau diproses secara hukum C. Pencurian Kasus pencurian dan perampokan yang terjadi tahun ini Kasus pencurian/perampokan yang korbannya penduduk Desa/Kelurahan setempat 2 kasus 1 kasus 1 kasus 71

72 Kasus pencurian/perampokan yang pelakunya penduduk Desa/Kelurahan setempat Jumlah pencurian dengan kekerasan senjata api Jumlah pelaku yang diadili atau diproses secara hukum D. Penjarahan dan Penyerobotan Tanah Jumlah kasus penjarahan dan penyerobotan tanah yang korban dan pelakunya penduduk setempat Jumlah kasus penjarahan dan penyerobotan tanah yang korban penduduk setempat tetapi pelakunya bukan penduduk setempat Jumlah kasus penjarahan dan penyerobotan tanah yang korban bukan penduduk setempat tetapi pelakunya penduduk setempat Jumlah pelaku yang diadili atau diproses secara hukum E. Perjudian, Penipuan dan Penggelapan Jumlah penduduk yang memiliki kebiasaan berjudi Jenis perjudian yang ada di Desa/Kelurahan ini Jumlah kasus penipuan dan atau penggelapan Jumlah kasus sengketa warisan, jual beli dan utang piutang F. Pemakaian Miras dan Narkoba Jumlah warung/toko yang menyediakan Miras Jumlah penduduk yang mengkonsumsi Miras Jumlah kasus mabuk akibat Miras Jumlah pengedar Narkoba Jumlah penduduk yang mengkonsumsi Narkoba Jumlah kasus mabuk/teler akibat Narkoba Jumlah kasus kematian akibat Narkoba Jumlah pelaku Miras yang diadili atau diproses secara hukum Jumlah pelaku Narkoba yang diadili atau diproses secara hukum G. Prostitusi Jumlah penduduk pekerja pramu nikmat Lokalisasi prostitusi Jumlah tempat yang menyediakan wanita pramunikmat secara terselubung (warung remangremang, panti pijat, hotel, dll) Jumlah kasus/konflik akibat maraknya praktek prostitusi Jumlah pembinaan pelaku prostitusi Jumlah penertiban penyediaan tempat prostitusi 1 orang - buah - buah - kali/- - kali/- H. Pembunuhan Jumlah kasus pembunuhan pada tahun ini Jumlah kasus pembunuhan dengan korban penduduk Desa/Kelurahan setempat Jumlah kasus pembunuhan dengan pelaku penduduk setempat Jumlah kasus bunuh diri Jumlah Kasus Yang Diproses secara hukum 72

73 I. Penculikan Jumlah kasus penculikan Jumlah kasus penculikan dengan korban penduduk Desa/Kelurahan setempat Jumlah kasus penculikan dengan pelaku penduduk setempat Jumlah kasus penculikan yang diselesaikan secara hukum J. Kejahatan seksual Jumlah kasus perkosaan pada tahun ini Jumlah kasus perkosaan anak pada tahun ini Jumlah kasus kehamilan di luar nikah menurut hukum negara Jumlah kasus kehamilan di luar nikah menurut hukum adat Jumlah tempat penampungan/persewaan kamar bagi pekerja seks K. Masalah Kesejahteraan Sosial Jumlah gelandangan Jumlah pengemis jalanan Jumlah anak jalanan dan terlantar Jumlah manusia lanjut usia terlantar Jumlah orang gila/stress/cacat mental Jumlah orang cacat fisik Jumlah orang kelainan kulit Jumlah orang yang tidur di kolong jembatan/emperan Jumlah rumah dan kawasan kumuh Jumlah panti jompo Jumlah panti asuhan anak Jumlah rumah singgah anak jalanan Jumlah penghuni jalur hijau dan taman kota Jumlah penghuni bantaran sungai Jumlah penghuni pinggiran rel kereta api Jumlah penghuni liar di lahan dan fasilitas umum lainnya Jumlah anggota kelompok masyarakat/suku/keluarga terasing, terisolir, terlantar dan primitif Jumlah anak yatim usia 0 18 tahun Jumlah anak piatu 0 18 tahun Jumlah anak yatim piatu 0 18 tahun Jumlah janda Jumlah duda Jumlah anak, remaja, preman dan pengangguran Jumlah anak usia 7-12 tahun yang tidak sekolah di SD/sederajat Jumlah anak usia tahun yang tidak sekolah di SLTP/sederajat Jumlah anak usia tahun yang tidak sekolah di SLTA/sederajat Jumlah anak yang bekerja membantu keluarga menghasilkan uang 1 orang 3 orang 14 orang 4 orang 26 orang 30 orang 4 orang 6 orang 73

74 Jumlah perempuan yang menjadi kepala keluarga Jumlah penduduk eks NAPI Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana banjir Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana gunung berapi Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana tsunami Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana gempa bumi Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana kebakaran rumah Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana kekekeringan Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana tanah longsor Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana kebakaran hutan Jumlah penduduk rawan bencana kelaparan Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan air bersih Jumlah penduduk tinggal di daerah lahan kritis dan tandus Jumlah penduduk tinggal di kawasan padat penduduk dan kumuh Jumlah warga pendatang yang tidak memiliki keterangan penduduk L Jumlah warga pendatang dan atau pekerja musiman. Kekerasan Dalam Rumah Tangga Jumlah kasus kekerasan suami terhadap istri Jumlah kasus kekerasan istri terhadap suami Jumlah kasus kekerasan orang tua terhadap anak Jumlah kasus kekerasan anak terhadap orang tua Jumlah kasus kekerasan kepala keluarga terhadap anggota keluarga lainnya M. Teror dan Intimidasi Jumlah kasus intimidasi dan atau teror anggota masyarakat dari pihak dalam desa dan kelurahan Jumlah kasus intimidasi dan atau teror anggota masyarakat dari pihak luar desa atau kelurahan Jumlah kasus selebaran gelap dan atau isu yang bersifat teror dan ancaman untuk menimbulkan ketakutan penduduk Jumlah kasus terorisme yang terjadi di desa dan kelurahan tahun ini Jumlah kasus hasutan dan pemaksaan kehendak kelompok tertentu kepada masyarakat Jumlah penyelesaian kasus teror dan intimidasi serta hasutan di masyarakat baik secara adat maupun hukum formal 26 orang 2 kasus N. Pelembagaan Sistem Keamanan Lingkungan Semesta Organisasi Siskamling Organisasi Pertahanan Sipil dan Perlindungan Masyarakat 74

75 Jumlah RT atau sebutan lainnya yang ada Siskamlimg/Pos Ronda Jumlah anggota Hansip dan Linmas Jadwal kegiatan Siskamling dan Pos Ronda Buku anggota Hansip dan Linmas Jumlah kelompok Satuan Pengamanan (SATPAM) swasta Jumlah pembinaan Siskamling oleh Pengurus dan Kades/Lurah Jumlah Pos Jaga Induk Desa/Kelurahan Dusun 33 orang 2 jenis 4 kegiatan 2 Pos XI. KEDAULATAN POLITIK MASYARAKAT A. Kesadaran berpemerintahan, berbangsa dan bernegara Jenis kegiatan pemantapan nilai Ideologi Pancasila sebagai Dasar Negara Jumlah kegiatan pemantapan nilai Ideologi Pancasila sebagai Dasar Negara Jenis-jenis kegiatan pemantapan nilai Bhinneka Tunggal Ika Jumlah kegiatan pemantapan nilai Bhinneka Tunggal Ika Jenis kegiatan pemantapan kesatuan bangsa lainnya Jumlah kegiatan pemantapan kesatuan bangsa lainnya Jumlah kasus warga desa/kelurahan yang minta suaka/lari ke luar negeri Jumlah warga yang melintasi perbatasan ke negara tetangga secara resmi Jumlah warga yang melintasi perbatasan negara tetangga secara tidak resmi Jumlah kasus pertempuran atau perlawanan antar kelompok pengacau keamanan di perbatasan negara dengan warga/aparat dari desa/kelurahan Jumlah serangan terhadap fasilitas umum dan milik masyarakat oleh kelompok pengacau di desa/kelurahan perbatasan negara tetangga Jumlah kasus yang diklasifikasikan merongrong keutuhan NKRI dan Kesatuan Bangsa Indonesia di desa/kelurahan tahun ini Jumlah korban manusia baik luka maupun tewas serta korban materi lainnya akibat serangan kelompok pengacau keamanan Jumlah masalah ketenagakerjaan di perbatasan antar negara yang terjadi tahun ini Jumlah kasus kejahatan pencurian, penjarahan, perampokan dan intimidasi serta teror yang terjadi di desa/kelurahan perbatasan antar negara Jumlah sengketa perbatasan antar negara yang terjadi desa/kelurahan ini Jumlah kasus sengketa perbatasan yang terjadi baik antar desa/kelurahan dalam kecamatan maupun antar kecamatan, antar kabupaten/kota dan desa/kelurahan antar provinsi. Jumlah kasus yang terkait dengan perbatasan antar negara yang dilaporkan Kepala Desa/Lurah ke pemerintah tingkat atasnya Jumlah kasus yang mengarah kepada tindakan disintegrasi bangsa dan pengingkaran NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan - jenis - kegiatan - jenis - kegiatan - jenis - kegiatan - jenis 75

76 Bhinneka Tunggal Ika yang difasilitasi penyelesaiannya oleh Kepala Desa/Lurah Jumlah kasus penangkapan nelayan asing di wilayah perairan desa/kelurahan Jumlah kasus penangkapan nelayan/petani/peternak/pekebun/perambah hutan asal desa/kelurahan di perairan dan daratan wilayah negara lain B. Kesadaran membayar Pajak dan Retribusi Jenis pajak yang dipungut sebagai kewenangan dan atau - jenis tugas desa/kelurahan Jumlah Wajib Pajak Target PBB Rp. - Realisasi PBB - % Jumlah Tindakan terhadap penunggak PBB - tindakan Jenis Retribusi yang dipungut sebagai tugas dan 1 jenis kewenangan desa/kelurahan Jumlah wajib retribusi yang menjadi tugas/kewenangan orang desa/kelurahan Target retribusi yang menjadi tugas/kewenangan desa/kelurahan Rp ,51 Realisasi retribusi yang menjadi tugas/kewenangan 100% desa/kelurahan Jenis pungutan resmi lainnya di Desa/Kelurahan - jenis Target pungutan resmi tingkat desa/kelurahan Rp.- Realisasi pungutan resmi di desa/kelurahan -% Jumlah kasus pungutan liar Jumlah penyelesaian kasus pungutan liar... C. Partisipasi Politik 1. Jumlah Partai Politik dan Pemilihan Umum Jumlah penduduk yang memiliki hak pilih Jumlah penduduk yang menggunakan hak pilih pada pemilu legislatif yang lalu Jumlah perempuan dari penduduk desa/kelurahan ini yang aktif di partai politik Jumlah partai politik yang memiliki pengurus sampai di Desa/Kelurahan ini Jumlah partai politik yang mempunyai kantor di wilayah desa/kelurahan ini Jumlah penduduk yang menjadi pengurus partai politik dari desa/kelurahan Jumlah penduduk yang dipilih dalam Pemilu Legislatif yang lalu Jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih dalam pemilihan presiden/wakil 2710 orang 2230 orang 1 orang 1 partai - partai 4 orang 6 orang 1506 pemilih 2. Pemilihan Kepala Daerah Jumlah penduduk yang mempunyai hak pilih Jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih dalam pemilu Bupati/Walikota lalu Jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih dalam pemilu Gubenur yang lalu 2686 orang 2086 pemilih 2196 pemilih 76

77 3. Penentuan Kepala Desa/Lurah dan Perangkat Desa/Kelurahan Penentuan Jabatan Kepala 1. Dipilih Masyarakat secara langsung Desa 2. Dipilih oleh perwakilan masyarakat 3. Ditunjuk Pemerintah Tingkat Atas 4. Diangkat turun temurun oleh masyarakat setempat Penentuan Sekretaris Desa Penentuan Perangkat Desa termasuk Kepala Dusun Masa jabatan Kepala Desa Penentuan Jabatan Lurah dan Perangkat Kelurahan termasuk Kepala Lingkungan 1. Diuji, diangkat dan ditetapkan oleh Kepala Desa 2. Ditunjuk, diangkat dan ditetapkan oleh Camat atas nama Bupati/Walikota 3. Diusulkan oleh Kepala Desa, Dipilih, Diangkat dan Ditetapkan oleh Bupati/Walikota 1. Ditunjuk, diangkat dan ditetapkan oleh Kepala Desa serta disahkan Camat 2. Ditunjuk, diangkat dan ditetapkan oleh Kepala Desa serta dilaporkan ke Camat 3. Ditunjuk, diangkat dan ditetapkan oleh Camat/Kepala Distrik/Sebutan lain 6 tahun 1. Ditunjuk dan diangkat oleh Camat sesuai Delegasi Kewenangan dari Bupati/Walikota 2. Ditunjuk dan diangkat oleh Bupati/Walikota secara langsung 4. Pemilihan BPD Jumlah anggota BPD Penentuan anggota BPD Pimpinan BPD Pemilikan kantor/ruang kerja BPD Anggaran untuk BPD 11 orang 1. Dipilih masyarakat secara langsung 2.Dipilih oleh perwakilan masyarakat desa secara musyawarah dan mufakat 3. Ditunjuk oleh Kepala Desa/Camat dan unsur lanilla 4. Disahkan melalui keputusan Bupati/Walikota 1. Dipilih dari dan oleh anggota BPD secara langsung 2. Dipilih oleh Kepala Desa dan setujui Camat 3. Ditunjuk Camat 4. Dipilih oleh rakyat secara langsung dari para anggota BPD 77

78 Produk keputusan BPD tahun ini 1. Peraturan Desa 2. Permintaan keterangan dari Kepala Desa - kali 3. Rancangan Peraturan Desa 4 buah 4. Menyalurkan aspirasi masyarakat 5 kali 5. Menyatakan pendapat kepada Kepala Desa - kali 6. Menyampaikan usul dan pendapat kepada Kepala Desa 2 kali 7. Mengevaluasi efektivitas pelaksanaan APB Desa 2 kali 5. Pemilihan dan Fungsi Lembaga Kemasyarakatan Keberadaan organisasi lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan Dasar hukum keberadaan Lembaga 1. Perdes Kemasyarakatan Desa/LKD 2. Keputusan Kepala Desa 3. Keputusan Camat Jumlah organisasi anggota lembaga kemasyarakatan desa termasuk RT, RW, PKK, LKMD/K, LPM, Karang Taruna, Bumdes, Lembaga Adat, Kelompok Tani dan lembaga lainnya sesuai ketentuan 4. Belum diatur 15 unit organisasi Dasar hukum pembentukan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan/LKK Jumlah organisasi anggota lembaga kemasyarakatan kelurahan 1. Keputusan Lurah 2. Keputusan Camat 3. Belum diatur... unit organisasi Pemilihan pengurus LKD/LKK 1.Dipilih oleh rakyat secara langsung 2. Ditunjuk dan diangkat oleh Kepala Desa/Lurah 3. Ditunjuk dan Diangkat oleh Camat Pemilihan pengurus organisasi anggota LKD/LKK termasuk PKK, LPM/LKMD/K, Karang Taruna, RT, RW, Bumdes, lembaga adat, kelompok tani dan organisasi anggota LKD/LKK lainnya Implementasi tugas, fungsi dan kewajiban LKD/LKK Jumlah kegiatan yang dilaksanakan LKD/LKK Fungsi, tugas dan kewajiban lembaga kemasyarakatan yang dijalankan organisasi 1.Dipilih oleh rakyat secara langsung 2. Ditunjuk dan diangkat oleh Ketua LKD/LKK 3. Ditunjuk dan diangkat oleh Kepala Desa/Lurah 4. Ditunjuk dan Diangkat oleh Camat Aktif/tidak 10 kegiatan Aktif /tidak 78

79 anggota LKD/LKK Jumlah kegiatan lembaga kemasyarakatan yang dijalankan organisasi anggota LKD/LKK Alokasi anggaran untuk LKD/LKK Alokasi anggaran untuk organisasi anggota LKD/LKK termasuk PKK, LPM/LKMD/K, Karang Taruna, RT, RW, kelompok tani dan organisasi lainnya Kantor dan ruangan kerja untuk LKD/LKK Dukungan pembiayaan, personil dan ATK untuk Sekretariat LKD/LKK dari APB-Desa dan Anggaran Kelurahan/APBD Realisasi program kerja organisasi anggota LKD/LKK Keberadaan Alat kelengkapan organisasi anggota LKD/LKK termasuk Dasawisma dan Pokja, Bidang, Seksi, Urusan, dan terisi tidaknya struktur organisasi anggota LKD/LKK Kegiatan administrasi dan Ketatausahaan LKD/LKK 10 kegiatan Memadai/kurang memadai 75% 1. Ada dan terisi 2. Tidak ada atau belum terisi semuanya Berfungsi/tidak D. PERANSERTA MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN 1. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa/Kelurahan/ Musrenbangdes/ kelurahan Jumlah musyawarah perencanaan pembangunan tingkat kali Desa/Kelurahan yang dilakukan pada tahun ini, termasuk di tingkat dusun dan lingkungan Jumlah kehadiran masyarakat dalam setiap kali musyawarah 90% tingkat dusun/lingkungan dan desa/kelurahan Jumlah peserta laki-laki dalam Musrenbang di desa/kelurahan 80% Jumlah peserta perempuan dalam Musrenbang di desa dan 20% kelurahan Jumlah Musyawarah Antar Desa dalam perencanaan 85% pembangunan yang dikoordinasikan Kecamatan Penggunaan Profil Desa/Kelurahan sebagai sumber data dasar Ya/tidak yang digunakan dalam perencanaan pembangunan desa dan forum Musrenbang Partisipatif Penggunaan data BPS dan data sektoral dalam perencanaan Ya/tidak pembangunan partisipatif dan Musrenbang di desa dan Kelurahan Pelibatan masyarakat dalam pemutakhiran data profil desa Ya/tidak dan kelurahan sebagai bahan dalam Musrenbang partisipatif Usulan masyarakat yang disetujui menjadi Rencana Kerja Desa 85% dan Kelurahan Usulan Pemerintah Desa dan Kelurahan yang disetujui menjadi 80% Rencana Kerja Desa/Kelurahan dan dimuat dalam RAPB-Desa Usulan rencana kerja program dan kegiatan dari pemerintah 80% kabupaten/kota/provinsi dan pusat yang dibahas saat Musrenbang dan disetujui untuk dilaksanakan di desa dan kelurahan oleh masyarakat dan lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan Usulan rencana kerja pemerintah tingkat atas yang ditolak dalam Musrenbangdes/kel.. kegiatan Pemilikan dokumen Rencana Kerja Pembangunan 79

80 Desa/Kelurahan (RKPD/K) Pemilikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa/Kelurahan (RPJMD/K) Pemilikan dokumen hasil Musrenbang tingkat Desa dan Kelurahan yang diusulkan ke pemerintah tingkat atas untuk dibiayai dari APBD Kab/Kota, APBD Provinsi dan APBN maupun sumber biaya dari perusahaan swasta yang investasi di desa/kelurahan Jumlah kegiatan yang diusulkan masyarakat melalui forum Musrenbangdes/kel yang tidak direalisasikan dalam APB-Desa, APB-Daerah kabupaten/kota dan provinsi Jumlah kegiatan yang diusulkan masyarakat melalui forum Musrenbangdes/kel yang pelaksanaannya tidak sesuai dengan hasil Musrenbang kegiatan -kegiatan 2. Peranserta masyarakat dalam Pelaksanaan dan Pelestarian Hasil Pembangunan Jumlah masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan 75% pembangunan fisik di desa dan kelurahan sesuai hasil Musrenbang Jumlah penduduk yang dilibatkan dalam pelaksanaan proyek 67% padat karya oleh pengelola proyek yang ditunjuk pemerintah desa/kelurahan atau kabupaten/kota Jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat dan 5 kegiatan lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan yang sudah ada sesuai ketetapan dalam APB-Desa Jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak ketiga tanpa -kegiatan melibatkan masyarakat sesuai ketentuan dalam APB-Daerah Jumlah kegiatan yang masuk desa/kelurahan di luar yang 0% telah direncanakan dan disepakati masyarakat saat Musrenbang Usulan masyarakat yang disetujui menjadi Rencana Kerja Desa dan Kelurahan Usulan Pemerintah Desa dan Kelurahan yang disetujui menjadi Rencana Kerja Desa/Kelurahan Usulan rencana kerja program dan kegiatan dari pemerintah kabupaten/kota/provinsi dan pusat yang dibahas saat Musrenbang dan disetujui untuk dilaksanakan di desa dan kelurahan oleh masyarakat Penyelenggaraan musyawarah desa/kelurahan untuk menerima, memelihara dan melestarikan hasil pembangunan yang sudah ada Pelaksanaan kegiatan dari masyarakat untuk menyelesaikan atau menindaklanjuti kegiatan yang belum diselesaikan oleh pelaksana sebelumnya. Jumlah kasus penyimpangan pelaksanaan kegiatan pembangunan yang dilaporkan masyarakat atau lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan kepada Kepala Desa/Lurah Jumlah kasus penyimpangan pelaksanaan pembangunan yang diselesaikan di tingkat desa/kelurahan Jumlah kasus penyimpangan pelaksanaan kegiatan pembangunan desa/kelurahan yang diselesaikan secara hukum Jenis kegiatan masyarakat untuk melestarikan hasil pembangunan yang dikoordinasikan pemerintah 90% 10% 15% - Kasus 4 Jenis 80

81 desa/kelurahan Jumlah kegiatan yang didanai dari APB-Desa dan swadaya masyarakat di kelurahan Jumlah kegiatan di desa dan kelurahan yang didanai dari APB Daerah Kabupaten/Kota Jumlah kegiatan di desa dan kelurahan yang didanai dari APBD Provinsi Jumlah kegiatan di desa dan kelurahan yang didanai APBN 3. Semangat Kegotongroyongan Penduduk Jumlah kelompok arisan Jumlah penduduk menjadi orang tua asuh Ada tidaknya dana sehat Ada tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam pembangunan rumah Ada tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam pengolahan tanah Ada tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam pembiayaan pendidikan anak sekolah/kuliah/kursus Ada tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam pemeliharaan fasilitas umum dan fasilitas sosial/prasarana dan sarana Ada tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam pemberian modal usaha Ada tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam pengerjaan sawah dan kebun Ada tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam penangkapan ikan dan usaha peternakan lainnya Ada tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam menjaga ketertiban, ketentraman dan keamanan Ada tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam peristiwa kematian Ada tidaknya kegiatan gotong royong menjaga kebersihan Desa/Kelurahan Ada tidaknya kegiatan gotong royong membangun jalan/jembatan/saluran air/irigasi Ada tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam pemberantasan sarang nyamuk dan kesehatan lingkungan lainnya Ada tidaknya kerjasama antar Desa/Kelurahan Ada tidaknya penyelesaian perselisihan antar desa/kelurahan Ada tidaknya kegiatan gotong royong dalam penyelesaian konflik di setiap desa/kelurahan oleh masyarakat sendiri Ada tidaknya gotong royong dalam menolong keluarga tidak mampu dan fakir miskin di desa dan kelurahan Ada tidaknya kegiatan Kepala Desa sebagai Hakim Perdamaian Desa Kegiatan gotong royong dalam penanggulangan bencana Kegiatan gotong royong dalam pelaksanaan kegiatan 25 kegiatan 2 kegiatan 1 kegiatan - kegiatan 5 buah 81

82 bulan bhakti gotong royong 4. Adat Istiadat Adat istiadat dalam perkawinan Adat istiadat dalam kelahiran anak Adat istiadat dalam upacara kematian Adat istiadat dalam pengelolaan hutan Adat istiadat dalam tanah pertanian Adat istiadat dalam pengelolaan laut/pantai Adat istiadat dalam memecahkan konflik warga Adat istiadat dalam menjauhkan bala penyakit dan bencana alam Adat istiadat dalam memulihkan hubungan antara alam semesta dengan manusia dan lingkungannya Adat istiadat dalam penanggulangan kemiskinanbagi keluarga tidak mampu/fakir miskin/terlantar Aktif/tidak/pernah ada Aktif/tidak/pernah ada Aktif/tidak/pernah ada Aktif/tidak/pernah ada Aktif/tidak/pernah ada Aktif/tidak/pernah ada Aktif/tidak/pernah ada Aktif/tidak/pernah ada Aktif/tidak/pernah ada Aktif/tidak/pernah ada 5. Sikap Dan Mental Masyarakat Jumlah jenis pungutan liar dari anak gelandangan - jenis di sudut jalanan Jumlah jenis pungutan liar di terminal, pelabuhan - jenis dan pasar Peminta-minta sumbangan perorangan dari rumah ke rumah Peminta-minta sumbangan terorganisasi dari rumah ke rumah Semakin berkembang praktek jalan pintas dalam Ya/tidak mencari uang secara gampang walau tidak halal Jenis pungutan dari RT atau sebutan lain kepada - jenis warga Jenis pungutan dari RW atau sebutan lain kepada - jenis warga Jenis pungutan dari desa/kelurahan kepada warga - Kasus aparat RT/RW atau sebutan lainnya di desa dan kelurahan yang dipecat kena kasus pungutan liar, pemerasan dan sejenisnya. Dipindah karena kena kasus pungutan liar, pemerasan dan sejenisnya Diberhentikan dengan hormat karena kena kasus pungutan liar, pemerasan dan sejenisnya Dimutasi karena kasus pungutan liar, pemerasan dan sejenisnya Banyak masyarakat yang memberikan biaya lebih Ya/tidak dari yang ditentukan sebagai uang rokok atau ucapan terima kasih dalam proses pelayanan administrasi di kantor desa/kelurahan Banyak warga yang ingin mendapatkan pelayanan Ya/tidak gratis dari aparat desa/kelurahan Banyak penduduk yang mengeluhkan Ya/tidak memburuknya kualitas pelayanan kepada masyarakat Banyak kegiatan yang bersifat hiburan dan rekreasi Ya/tidak yang diinisiatifi masyarakat sendiri Masyarakat agak kurang toleran dengan keberadaan Ya/tidak kelompok masyarakat dari unsur etnis, agama dan 82

83 kelompok kepentingan lain Etos Kerja Penduduk Luas Wilayah Desa/Kelurahan sangat luas Banyak lahan terlantar yang tidak dikelola pemiliknya/petani berdasi Banyak lahan pekarangan di sekitar perumahan yang tidak dimanfaatkan Banyak lahan tidur milik masyarakat yang tidak dimanfaatkan Jumlah petani pada musim gagal tanam/panen yang pasrah dan tidak mencari pekerjaan lain Jumlah nelayan pada musim tidak melaut yang memanfaatkan keterampilan/keahlian lainnya untuk mencari pekerjaan lain Banyak penduduk yang mencari pekerjaan di luar desa/kelurahan tetapi masih dalam wilayah kabupaten/kota Banyak penduduk yang mencari pekerjaan di kota besar lainnya Kebiasaan masyarakat merayakan pesta dengan menghadirkan undangan yang banyak Masyarakat sering mendatangi kantor desa dan lurah menuntut penyediaan kebutuhan dasar sembilan bahan pokok pada saat kelaparan dan kekeringan Kebiasaan masyarakat untuk mencari/mengumpulkan bahan makanan pengganti beras/jagung pada saat rawan pangan/kelaparan/gagal panen Kebiasaan pemotongan hewan dalam jumlah besar untuk pesta adat dan perayaan upacara tertentu Kebiasaan masyarakat berdemonstrasi/protes terhadap kebijakan pemerintah Kebiasaan masyarakat terprovokasi karena isu-isu yang menyesatkan Kebiasaan masyarakat bermusyawarah untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan Lebih banyak masyarakat yang diam/masabodoh/apatis ketika ada persoalan yang terjadi di lingkungan sekitarnya Kebiasaan aparat pemerintah desa/kelurahan terlebih di tingkat RT, RW, Dusun dan Lingkungan yang kurang menanggapi kesulitan yang dihadapi masyarakat Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Tinggi/rendah Tinggi/rendah Ya/tidak Ya/tidak Tinggi/sedang Tinggi/sedang/rendah Tinggi/sedang/rendah Tinggi/sedang/rendah Tinggi/sedang/rendah Sering/jarang Tinggi/sedang/rendah Ya/tidak Tinggi/sedang/rendah XII. LEMBAGA KEMASYARAKATAN A. LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA/KELURAHAN Keberadaan organisasi Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Kelurahan/LKD/LK Kepengurusan Jumlah kegiatan Aktif/tidak 17 Jenis 83

84 Buku administrasi lembaga kemasyarakatan 5 jenis- Terisi/tidak Jumlah organisasi anggota lembaga kemasyarakatan 17 Organisasi desa/kelurahan B. ORGANISASI ANGGOTA LEMBAGA KEMASYARAKATAN 1. LKMD/LPM ATAU SEBUTAN LAIN Kepengurusan Aktif/tidak Buku administrasi 4 Jenis Jumlah kegiatan 10 Jenis 2. PKK Kepengurusan Aktif/tidak Buku administrasi 6 Jenis Jumlah kegiatan 101 Jenis Kelengkapan organisasi Dasawisma Lengkap/tidak Kelengkapan organisasi Pokja Lengkap/tidak 3. Karang Taruna Kepengurusan Aktif/tidak Buku administrasi 4 Jenis Jumlah kegiatan 6 Jenis 4. RT Kepengurusan Aktif/tidak Buku administrasi...jenis Jumlah kegiatan...jenis 5. RW Kepengurusan Aktif/tidak Buku administrasi...jenis Jumlah Kegiatan...Jenis 6. Lembaga adat Kepengurusan Aktif/tidak Buku administrasi 4 Jenis Jumlah Kegiatan 6 Jenis 7. BUMDES Kepengurusan Aktif/tidak Buku administrasi 4 Jenis Jumlah Kegiatan 1 Jenis 8. Forum Komunikasi Kader Pemberdayaan Masyarakat Kepengurusan Buku administrasi Jumlah kegiatan Aktif/tidak...Jenis...Jenis 9. Posyandu Kepengurusan Aktif/tidak Buku administrasi 6 Jenis Jumlah kegiatan 6 Jenis 84

85 10. Kelompok Tani/Nelayan Kepengurusan Aktif/tidak Buku administrasi 4 Jenis Jumlah kegiatan 5 Jenis 11. Organisasi Perempuan Kepengurusan Aktif/tidak Buku administrasi 6 Jenis Jumlah kegiatan 6 Jenis 12. Organisasi Pemuda Kepengurusan Aktif/tidak Buku administrasi 4 Jenis Jumlah kegiatan 5 Jenis 13. Organisasi profesi Kepengurusan Aktif/tidak Buku administrasi 4 Jenis Jumlah kegiatan 5 Jenis 14. Organisasi Bapak Kepengurusan Aktif/tidak Buku administrasi 4 Jenis Jumlah kegiatan 5 Jenis 15. Kelompok Gotong Royong Kepengurusan Aktif/tidak Buku administrasi 4 Jenis Jumlah kegiatan 5 Jenis 16. Posyantekdes - Kepengurusan Aktif/tidak Buku administrasi...jenis Jumlah kegiatan...jenis 17. Organisasi Keagamaan - Kepengurusan Aktif/tidak Buku administrasi...jenis Jumlah kegiatan...jenis Kepengurusan Aktif/tidak Buku administrasi...jenis Jumlah kegiatan...jenis Kepengurusan Aktif/tidak Buku administrasi...jenis 85

86 Jumlah kegiatan Dasar hukum pembentukan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) Dasar hukum pembentukan lembaga kemasyarakatan kelurahan (LKK) Dasar hukum pembentukan organisasi anggota lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan...jenis Peraturan Desa/tidak Peraturan Daerah/tidak Peraturan Desa/ Peraturan Daerah XIII. PEMERINTAHAN DESA DAN KELURAHAN ,27 A. APB-Desa dan Anggaran Kelurahan Jumlah anggaran belanja dan penerimaan Rp ,29 Desa/Kelurahan tahun ini Sumber Anggaran APBD Kabupaten/Kota Rp. Bantuan Pemerintah Kabupaten/Kota Rp ,51 Bantuan Pemerintah Provinsi Rp ,- Bantuan Pemerintah Pusat Rp. Pendapatan Asli Desa Rp ,- Swadaya Masyarakat Desa dan Kelurahan Rp. Alokasi Dana Desa Rp ,27 Sumber Pendapatan dari Perusahaan yang ada di Rp. desa/kelurahan Sumber pendapatan lain yang sah dan tidak mengikat Rp ,- Jumlah Belanja Publik/belanja pembangunan Rp ,- Jumlah Belanja Aparatur/pegawai Rp ,- B. Pertanggungjawaban Kepala Desa/Lurah Penyampaian laporan keterangan pertanggungan jawab Kepala Desa kepada BPD Jumlah informasi yang disampaikan kepala desa dan lurah tentang 86aboran penyelenggaraan tugas, wewenang, hak dan kewajiban kepala desa dan lurah laporan masyarakat Status laporan keterangan pertanggungjawaban kepala Desa Laporan kinerja penyelenggaraan tugas, wewenang, kewajiban dan hak kepala desa dan lurah kepada Bupati/Walikota Jumlah jenis media informasi kinerja kepala desa dan lurah kepada masyarakat Jumlah kasus pengaduan masyarakat terhadap masalah pembangunan, pelayanan dan pembinaan kemasyarakatan yang disampaikan kepada kepala desa/lurah Jumlah kasus pengaduan masyarakat terhadap masalah pembangunan, pelayanan dan pembinaan kemasyarakatan yang diselesaikan kepala desa/lurah 1 jenis Diterima/ditolak Diterima/direvisi 1 jenis C. Prasarana Dan Administrasi Pemerintahan Desa/Kelurahan 1. PEMERINTAH DESA/KELURAHAN Gedung Kantor - Kondisi baik/rusak Jumlah ruang kerja 5 Ruang 86

87 Balai Desa/Kelurahan/sejenisnya Listrik Air bersih Telepon 1.A. Inventaris dan Alat tulis kantor Jumlah mesin tik Jumlah meja Jumlah kursi Jumlah almari arsip Komputer Mesin fax Kendaraan Dinas Lurah/Kepala Desa Buku Data Perangkat Desa/Kelurahan Perangkat Desa/Kelurahan Buku Peta Wilayah Desa/Kelurahan Struktur organisasi Kartu uraian tugas 1. B. Administrasi Pemerintahan Desa/Kelurahan Buku profil desa/kelurahan Buku data Peraturan Desa /Peraturan Daerah Buku Keputusan Kepala Desa/Lurah Buku administrasi kependudukan Buku data inventaris Buku data aparat Buku data tanah milik desa/tanah kas desa/milik kelurahan Buku administrasi pajak dan retribusi Buku data tanah Buku laporan pengaduan masyarakat Buku agenda ekspedisi Buku profil desa/kelurahan Buku data induk penduduk Buku buku data mutasi penduduk Buku rekapitulasi jumlah penduduk akhir bulan Buku registrasi pelayanan penduduk Buku data penduduk sementara Buku anggaran penerimaan Buku anggaran pengeluaran pegawai dan pembangunan Buku kas umum Buku kas pembantu penerimaan Buku kas pembantu pengeluaran rutin dan pembangunan Buku data lembaga kemasyarakatan Buku data pengurus dan anggota lembaga kemasyarakatan Buku data program dan kegiatan masuk desa/kelurahan Buku rencana kerja pembangunan desa/kelurahan - Kondisi baik/rusak 1 buah 13 buah 30 buah 14 buah 5 unit 3 unit - Terisi/tidak Lengkap/tidak -Diolah/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak - Terisi/tidak 87

88 Buku rencana pembangunan jangka - Terisi/tidak menengah desa Buku kader pemberdayaan masyarakat - Terisi/tidak Buku kegiatan pembangunan - Terisi/tidak Buku inventaris proyek - Terisi/tidak Buku APB-Desa/Anggaran Kelurahan - Terisi/tidak Loket pelayanan - Terisi/tidak Kotak Pengaduan Masyarakat - Terisi/tidak Papan informasi pelayanan - Terisi/tidak Laporan kinerja tahunan Laporan akhir jabatan/memori jabatan lurah/desa PRASARANA DAN SARANA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA/BPD Gedung Kantor Ruangan Kerja Listrik Air bersih Telepon 2.A. Inventaris dan Alat tulis kantor Jumlah mesin tik Jumlah meja Jumlah kursi Jumlah almari arsip Komputer Mesin fax -Kondisi baik/rusak - buah 1 buah 2 buah - buah - buah - buah 2. B. Administrasi BPD Buku-buku administrasi keanggotaan - Terisi/tidak BPD Buku agenda BPD 1 jenis- Terisi/tidak Buku data kegiatan BPD - Terisi/tidak Buku Sekretariat BPD - Terisi/tidak Buku Data Keputusan BPD - Terisi/tidak... Terisi/tidak 3. PRASARANA DAN SARANA DUSUN/LINGKUNGAN/SEBUTAN LAIN Gedung kantor atau Balai Pertemuan Alat tulis kantor Barang inventaris Buku administrasi Jenis kegiatan Jumlah pengurus Jumlah ruang kerja Balai Dusun/Lingkungan/sejenisnya -Kondisi baik/rusak Aktif/tidak 5 Jenis 5 Jenis 6 jenis 1 orang 1 Ruang - Kondisi baik/rusak 88

89 Listrik Air bersih Telepon 3.A. Inventaris dan Alat tulis kantor Jumlah mesin tik Jumlah meja Jumlah kursi Jumlah almari arsip Komputer Mesin fax 1 buah 1 buah 2 buah - buah - buah - buah D. PEMBINAAN DAN PENGAWASAN 1. Jenis Pembinaan Pemerintah Pusat kepada Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pedoman dan standar pelaksanaan urusan pemerintahan desa, kelurahan, lembaga kemasyarakatan Pedoman dan standar bantuan pembiayaan dari pemerintah, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota kepada desa dan kelurahan Pedoman umum administrasi, tata naskah dan pelaporan bagi kepala desa dan lurah Pedoman dan standar tanda jabatan, pakaian dinas dan atribut bagi Kepala Desa, Lurah dan Perangkat Desa/Kelurahan serta BPD Pedoman pendidikan dan pelatihan bagi pemerintahan desa, kelurahan, lembaga kemasyarakatan dan perangkat masing-masing Jumlah bimbingan, supervisi dan konsultasi pelaksanaan 12 kegiatan pemerintahan desa dan kelurahan serta pemberdayaan lembaga kemasyarakatan Jumlah kegiatan pendidikan dan pelatihan tentang 2 kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan Penelitian dan pengkajian penyelenggaraan pemerintahan - kegiatan desa dan kelurahan Jumlah kegiatan yang terkait dengan upaya percepatan 8 jenis atau akselerasi pembangunan desa dan kelurahan dalam bidang ekonomi keluarga, penanganan bencana, penanggulangan kemiskinan, percepatan keberdayaan masyarakat, peningkatan prasarana dan sarana pedesaan/kelurahan, pemanfaatan sumber daya alam dan teknologi tepat guna, pengembangan sosial budaya masyarakat di desa dan kelurahan yang dibiayai APBN Pemberian penghargaan atas prestasi yang dilaksanakan 3 kali pemerintahan desa dan kelurahan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan lembaga kemasyarakatan Pemberian sanksi atas penyimpangan yang dilakukan - kali kepala desa, lurah dan perangkat masing-masing 2. Pembinaan Pemerintah Provinsi kepada Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pedoman pelaksanaan tugas pembantuan dari provinsi ke desa/kelurahan Pedoman bantuan keuangan dari provinsi Kegiatan fasilitasi keberadaan kesatuan masyarakat 89

90 hukum adat, nilai adat istiadat dan lembaga adat beserta hak dan kewajibannya dalam pelaksanaan pemerintahan desa/kelurahan Fasilitasi Pelaksanaan pedoman administrasi, tata naskah dan pelaporan bagi kepala desa dan lurah Jumlah kegiatan pendidikan dan pelatihan tentang penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan berskala provinsi Kegiatan penanggulangan kemiskinan yang dibiayai APBD Provinsi yang masuk desa dan kelurahan Kegiatan penanganan bencana yang dibiayai APBD Provinsi untuk desa dan kelurahan Kegiatan peningkatan pendapatan keluarga yang dibiayai APBD Provinsi di desa dan kelurahan Kegiatan penyediaan sarana dan prasarana desa dan kelurahan yang dibiayai APBD Provinsi yang masuk desa dan kelurahan Kegiatan pemanfaatan sumber daya alam dan pengembangan teknologi tepat guna yang dibiayai APBD Provinsi di desa dan kelurahan Kegiatan pengembangan sosial budaya masyarakat Pedoman pendataan dan pendayagunaan data profil desa dan kelurahan Pemberian sanksi atas penyimpangan yang dilakukan kepala desa, lurah dan perangkat masing-masing Pemberian penghargaan atas prestasi yang dilaksanakan pemerintahan desa dan kelurahan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan lembaga kemasyarakatan 1 kegiatan 2 jenis - jenis 1 jenis - 1 jenis -1 jenis -1 jenis -1 jenis jenis 3. Pembinaan Pemerintah Kabupaten/Kota kepada Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pelimpahan tugas Bupati/Walikota kepada Lurah dan - - jenis Kepala Desa Penetapan pengaturan kewenangan kabupaten/kota - - jenis yang diserahkan pengaturannya kepada desa Pedoman pelaksanaan tugas pembantuan dari kabupaten/kota kepada desa - - jenis Pedoman teknis penyusunan peraturan desa, peraturan - 5 jenis kepala desa, keputusan Lurah dan peraturan daerah kepada kepala desa dan lurah. Pedoman teknis penyusunan perencanaan - 2 jenis pembangunan partisipatif serta pengembangan lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan Kegiatan fasilitasi keberadaan kesatuan masyarakat - 5 jenis hukum adat, nilai adat istiadat dan lembaga adat beserta hak dan kewajibannya dalam pelaksanaan pemerintahan desa/kelurahan Penetapan pembiayaan alokasi dana perimbangan - 1 jenis untuk desa Fasilitasi Pelaksanaan pedoman administrasi, tata - 1 jenis naskah dan pelaporan bagi kepala desa dan lurah Jumlah kegiatan pendidikan dan pelatihan tentang - 1 jenis penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan berskala kabupaten/kota Kegiatan penanggulangan kemiskinan yang dibiayai - 3 jenis 90

91 APBD kabupaten/kota yang masuk desa dan kelurahan Kegiatan penanganan bencana yang dibiayai APBD - 1 jenis kabupaten/kota untuk desa dan kelurahan Kegiatan peningkatan pendapatan keluarga yang - 5 jenis dibiayai APBD kabupaten/kota di desa dan kelurahan Fasilitasi penetapan pedoman dan standar tanda - 1 jenis jabatan, pakaian dinas dan atribut bagi Kepala Desa, Lurah, Perangkat Desa/Kelurahan dan BPD Kegiatan fasilitasi keberadaan kesatuan masyarakat - 1 jenis hukum adat, nilai adat istiadat dan lembaga adat beserta hak dan kewajibannya dalam pelaksanaan pemerintahan desa/kelurahan Pedoman pendataan dan pendayagunaan profil desa - 1 jenis dan kelurahan Program dan kegiatan pemeliharaan motivasi - 1 jenis desa/kelurahan berprestasi pascaperlombaan desa dan kelurahan Pemberian penghargaan atas prestasi yang dicapai - 3 jenis pemerintahan desa dan kelurahan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pemberdayaan lembaga kemasyarakatan Pemberian sanksi atas penyimpangan yang dilakukan - -kasus kepala desa, lurah dan perangkat masing-masing Mengawasi pengelolaan keuangan desa serta anggaran - 1 jenis kelurahan dan pendayagunaan aset pemerintahan desa, badan usaha milik desa dan sumber pendapatan daerah yang dikelola lurah Pembinaan dan Pengawasan Camat kepada Desa/Kelurahan Jumlah Kegiatan fasilitasi penyusunan peraturan desa -3 kali dan peraturan kepala desa Jumlah Kegiatan fasilitasi administrasi tata - 6 kali pemerintahan desa dan kelurahan Fasilitasi pengelolaan keuangan desa dan - 6 kali pendayagunaan aset desa serta anggaran kelurahan Jumlah kegiatan fasilitasi pelaksanaan urusan otonomi -1 kali daerah kabupaten/kota yang diserahkan kepada desa Fasilitasi penerapan dan penegakan peraturan -2 kali perundang-undangan Fasilitasi penyediaan data dan pendayagunaan data - 4 kali profil desa dan kelurahan Jumlah kegiatan fasilitasi pelaksanaan tugas, wewenang, - 6 kali fungsi, hak dan kewajiban kepala desa, BPD, Lurah dan lembaga kemasyarakatan Jumlah kegiatan fasilitasi upaya penyelenggaraan - 4 kali ketenteraman dan ketertiban umum Fasilitasi penataan, penguatan dan efektivitas -2 kali pelaksanaan tugas, fungsi dan kewajiban lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan Jumlah kegiatan fasilitasi partisipasi masyarakat dalam - 24 kali perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan dan pemeliharaan serta pengembangan dan pelestarian hasil pembangunan. Fasilitasi kerjasama antar desa/kelurahan dan -12 kali kerjasama desa/kelurahan dengan pihak ketiga 91

92 Jumlah kegiatan fasilitasi pelaksanaan program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat Jumlah kegiatan pemeliharaan motivasi bagi desa dan kelurahan juara perlombaan dan pasca perlombaan Jumlah kegiatan fasilitasi kerjasama antar lembaga kemasyarakatan dan lembaga kemasyarakatan dengan organisasi anggota lembaga kemasyarakatan serta dengan pihak ketiga sebagai mitra percepatan keberdayaan masyarakat Jumlah kegiatan fasilitasi bantuan teknis dan pendampingan kepada lembaga kemasyarakatan dan organisasi anggotanya Jumlah kegiatan koordinasi unit kerja pemerintahan dalam pengembangan lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan kali - 6 kali -2 kali -1 kali -2 kali D. ANALISIS TINGKAT PERKEMBANGAN 1. Laju Perkembangan Tahunan : Cepat Berkembang Berkembang Lamban Berkembang Kurang Berkembang 2. Masalah yang dihadapi : a. Belum optimalnya pembinaan penyelenggaraan Pemerintahan Desa b. Masih kurangnya peningkatan sarana dan prasarana umum seperti Kantor Desa, Kantor kelembagaan masyarakat dan jalan lingkungan dalam menciptakan kelancaran pertumbuhan perekonomian masyarakat c. Kurangnya alokasi dana untuk menunjang pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa serta dana dalam rangka persiapan dan pelaksanaan lomba desa 3. Indikasi Program Tahun Depan : a. Peningkatan pelaksanaan pembinaan adiministrasi pemerintahan desa dan pelatihan bagi perangkat desa dan kelembagaan masyarakat b. Peningkatan pembangunan sarana dan prasaran umum desa untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat c. Peningkatan alokasi dana baik Bantuan dari Pemerintah, Pemprov, Pemkab, maupun Kecamatan ke Desa seperti ADD, Dana PNPM-MP maupun dana lainnya. d. Melaksanakan koordinasi/kerjasama dengan lembaga adat, lembaga kemasyarakatan yang ada di Desa Aan serta dengan instansi terkait.. e. Menanamkan jiwa kebersamaan, rasa memiliki, kepedulian, persatuan dan kesatuan. 92

93 4. Klasifikasi Tingkat Perkembangan Desa/Kelurahan Selama 5 Tahun 5. Kategori Tingkat Perkembangan Desa/Kelurahan Selama 5 Tahun : SWADAYA SWAKARYA SWASEMBADA : SWADAYA MULA SWADAYA MADYA SWADAYA LANJUT : SWAKARYA MULA SWAKARYA MADYA SWAKARYA LANJUT : SWASEMBADA MULA SWASEMBADA MADYA SWASEMBADA LANJUT 93

PROFIL KELURAHAN TAMBELANSAMPIT

PROFIL KELURAHAN TAMBELANSAMPIT Profil Kelurahan Tambelansampit 2014 1 FORMAT LAPORAN PROFIL KELURAHAN TAMBELANSAMPIT Kelurahan : Tambelansampit Kecamatan : Pontianak Timur Kabupaten/Kota : Pontianak Provinsi : Kalimantan Barat Bulan

Lebih terperinci

11/30/2017 Profil Desa dan Kelurahan

11/30/2017 Profil Desa dan Kelurahan DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa: CIPATIK Kecamatan: CIHAMPELAS Kabupaten: KABUPATEN BANDUNG BARAT Provinsi: JAWA BARAT Bulan: 11 Tahun: 2017 Nama Pengisi: FIRMAN ABDUL RAHMAN Pekerjaan: PEGAWAI

Lebih terperinci

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa : GRAHA INDAH Kecamatan : BALIKPAPAN UTARA Kota : KOTA BALIKPAPAN Provinsi : KALIMANTAN TIMUR Bulan : 12 Tahun : 2014 Nama Pengisi : SYAHRUDDIN,S.SOS Pekerjaan

Lebih terperinci

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa: BANGUN JAYA Kecamatan: TOMONI Kabupaten: LUWU TIMUR Provinsi: SULAWESI SELATAN Bulan: 12 Tahun: 2012 Nama Pengisi: BAMBANG HW Pekerjaan: APARAT DESA Jabatan:

Lebih terperinci

10/3/2017 Profil Desa dan Kelurahan

10/3/2017 Profil Desa dan Kelurahan Tahun : 2016 Tampilkan DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa: GIRIKARTO Kecamatan: PANGGANG Kabupaten: KABUPATEN GUNUNG KIDUL Provinsi: DI YOGYAKARTA Bulan: 2 Tahun: 2016 Nama Pengisi: HERMANTO

Lebih terperinci

1 of 19 26/03/ :07

1 of 19 26/03/ :07 1 of 19 26/03/2015 10:07 DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa: KARANGTURI Kecamatan: KROYA Kabupaten: KABUPATEN CILACAP Provinsi: JAWA TENGAH Bulan: 11 Tahun: 2014 Nama Pengisi: TASANTO Pekerjaan:

Lebih terperinci

12/16/2016 DATA POKOK DESA/KELURAHAN

12/16/2016 DATA POKOK DESA/KELURAHAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN Tahun 2016 Kode Desa (PUM) 3218032008 Desa/Kelurahan SINDANGSARI Kecamatan CIMERAK

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dahlan 2016/ 2017 untuk Divisi 1 B 2 berlokasi di Dusun Miri, Desa/Kelurahan

BAB I PENDAHULUAN. Dahlan 2016/ 2017 untuk Divisi 1 B 2 berlokasi di Dusun Miri, Desa/Kelurahan BAB I PENDAHULUAN A. DESKRIPSI WILAYAH Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler ke 61 Universitas Ahmad Dahlan 2016/ 2017 untuk Divisi 1 B 2 berlokasi di Dusun Miri, Desa/Kelurahan Duren, Kecamatan Tengaran,

Lebih terperinci

KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMERINTAHAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN Tahun 2016 Kode Desa (PUM) 3517070012 Desa/Kelurahan PULOSARI Kecamatan BARENG Kabupaten/Kota

Lebih terperinci

KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMERINTAHAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN

KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMERINTAHAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMERINTAHAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN Tahun 2016 Kode Desa (PUM) 3672020011 Desa/Kelurahan MEKARSARI Kecamatan PULOMERAK Kabupaten/Kota

Lebih terperinci

BAB III ALIRAN KEAGAMAAN ORANG TUA DAN PILIHAN PENDAMPING HIDUP PEREMPUAN DI DESA SUMURGAYAM KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN

BAB III ALIRAN KEAGAMAAN ORANG TUA DAN PILIHAN PENDAMPING HIDUP PEREMPUAN DI DESA SUMURGAYAM KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN 48 BAB III ALIRAN KEAGAMAAN ORANG TUA DAN PILIHAN PENDAMPING HIDUP PEREMPUAN DI DESA SUMURGAYAM KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN A. Deskripsi Umum Obyek Penelitian Sumurgayam, merupakan suatu desa

Lebih terperinci

Batas-batas Desa Pasir Jambu adalah sebagai berikut:

Batas-batas Desa Pasir Jambu adalah sebagai berikut: KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1 Keadaan Biofisik 4.1.1 Letak dan Aksesibilitas Berdasarkan buku Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Purwakarta (21) Dinas Kehutanan Purwakarta merupakan

Lebih terperinci

BAB III PRAKTIK PELAKSANAAN BERJABAT TANGAN PADA SAAT PESTA PERNIKAHAN DI DESA BANDUNG LOR KUNIR, DEMPET, DEMAK

BAB III PRAKTIK PELAKSANAAN BERJABAT TANGAN PADA SAAT PESTA PERNIKAHAN DI DESA BANDUNG LOR KUNIR, DEMPET, DEMAK BAB III PRAKTIK PELAKSANAAN BERJABAT TANGAN PADA SAAT PESTA PERNIKAHAN DI DESA BANDUNG LOR KUNIR, DEMPET, DEMAK A. Gambaran Umum Desa Bandung Lor, Kunir, Dempet, Demak Bandung lor adalah salaha satu diantara

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PENELITIAN. Tabel I Luas wilayah menurut penggunaan

BAB II GAMBARAN UMUM PENELITIAN. Tabel I Luas wilayah menurut penggunaan BAB II GAMBARAN UMUM PENELITIAN A. Letak dan Luas Wilayah Kelurahan Pagaruyung merupakan salah satu dari sekian banyak kelurahan yang ada dikecamatan Tapung yang terbentuk dari program Transmigrasi oleh

Lebih terperinci

DATA SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR SAMPAI DENGAN SEMESTER I TAHUN 2016

DATA SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR SAMPAI DENGAN SEMESTER I TAHUN 2016 DATA SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR SAMPAI DENGAN SEMESTER I TAHUN 2016 KELOMPOK DATA JENIS DATA : SUMBER DAYA ALAM : Pertanian, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, Peternakan, Perkebunan

Lebih terperinci

P R O F I L DESA DANUREJO

P R O F I L DESA DANUREJO P R O F I L DESA DANUREJO PEMERINTAH KABUPATEN MAGELANG KECAMATAN MERTOYUDAN DESA DANUREJO ALAMAT :DANUREJO MERTOYUDAN MAGELANG TELP (0293) 325590 Website : danurejomty.wordpress.com Email : [email protected]

Lebih terperinci

PROFIL DESA DAN KELURAHAN

PROFIL DESA DAN KELURAHAN LAMPIRAN V : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 FORMAT LAPORAN PROFIL DESA DAN KELURAHAN TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : Tegalbadeng Timur Kecamatan

Lebih terperinci

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa: BANGUJIWO Kecamatan: KASIHAN Kabupaten: KABUPATEN BANTUL Provinsi: DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Bulan: 8 Tahun: 2017 Nama Pengisi: MUGI RAHARJO Pekerjaan: Perangkat

Lebih terperinci

PROFIL DESA DAN KELURAHAN

PROFIL DESA DAN KELURAHAN LAMPIRAN V : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 FORMAT LAPORAN PROFIL DESA DAN KELURAHAN TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : Dasan Cermen Kecamatan : Sandubaya

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PENDAHULUAN. A. Latar Belakang PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan kecamatan merupakan bagian integral dari pembangunan daerah dan pembangunan nasional. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memberikan

Lebih terperinci

PROFIL KELURAHAN TAHUN 2015

PROFIL KELURAHAN TAHUN 2015 PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 PROFIL KELURAHAN TAHUN 2015 Kelurahan : CIWEDUS Kecamatan : CILEGON Kabupaten/Kota : CILEGON Provinsi : BANTEN Bulan : DESEMBER

Lebih terperinci

1. PERTANIAN, KEHUTANAN, KELAUTAN, PERIKANAN, PETERNAKAN & PERKEBUNAN. Tabel 1.1.1C

1. PERTANIAN, KEHUTANAN, KELAUTAN, PERIKANAN, PETERNAKAN & PERKEBUNAN. Tabel 1.1.1C SUMBER DAYA ALAM PERTANIAN, KEHUTANAN, KELAUTAN, PERIKANAN, PETERNAKAN & PERKEBUNAN. SUB SEKTOR TANAMAN PANGAN Apa yang sudah dicapai selama ini lebih ditingkatkan, Pemerintah Kota Jayapura akan lebih

Lebih terperinci

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN LAMPIRAN II : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : NAMBO PADANG Kecamatan : N A M B O Kabupaten/Kota : B

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 29 BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1 Letak Geografis dan Keadaan Lingkungan 4.1.1 Batas Wilayah Desa Mulyaharja terbentuk dari pemekaran Desa Sukaharja. Desa Sukaharja termasuk bagian dari Kecamatan

Lebih terperinci

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN LAMPIRAN II : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : NAMBO PADANG Kecamatan : N A M B O Kabupaten/Kota : B

Lebih terperinci

PROFIL KECAMATAN TOMONI 1. KEADAAN GEOGRAFIS

PROFIL KECAMATAN TOMONI 1. KEADAAN GEOGRAFIS PROFIL KECAMATAN TOMONI 1. KEADAAN GEOGRAFIS Kecamatan Tomoni memiliki luas wilayah 230,09 km2 atau sekitar 3,31 persen dari total luas wilayah Kabupaten Luwu Timur. Kecamatan yang terletak di sebelah

Lebih terperinci

PROFIL DESA DAN KELURAHAN

PROFIL DESA DAN KELURAHAN LAMPIRAN V : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 FORMAT LAPORAN PROFIL DESA DAN KELURAHAN TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : MEDEWI Kecamatan : PEKUTATAN

Lebih terperinci

PROFIL DESA CIHIDEUNG ILIR. Kondisi Geografis. Struktur Kependudukan. ]. k

PROFIL DESA CIHIDEUNG ILIR. Kondisi Geografis. Struktur Kependudukan. ]. k 13 PROFIL DESA CIHIDEUNG ILIR Profil Desa Cihideung Ilir memuat informasi mengenai desa yang dijadikan tempat penelitian. Adapun informasi yang tersaji dalam bab ini adalah mengenai kondisi geografis Desa

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Keadaan Umum Kecamatan Teluk Betung Timur. Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 04 Tahun 2012, tentang

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Keadaan Umum Kecamatan Teluk Betung Timur. Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 04 Tahun 2012, tentang 79 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Umum Kecamatan Teluk Betung Timur 1. Keadaan Umum Pemerintahan Kecamatan Teluk Betung Timur terbentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung

Lebih terperinci

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN LAMPIRAN II : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : Desa Gumbrih Kecamatan : Pekutatan Kabupaten/Kota : Jembrana

Lebih terperinci

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN 1 LAMPIRAN II : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR TANGGAL : : 12 TAHUN 2007 12 MARET 2007 DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi Bulan Tahun Nama Pengisi

Lebih terperinci

PROFIL DESA DAN KELURAHAN

PROFIL DESA DAN KELURAHAN LAMPIRAN V : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 FORMAT LAPORAN PROFIL DESA DAN KELURAHAN TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : CUPEL Kecamatan : NEGARA Kabupaten/Kota

Lebih terperinci

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. secara geografis terletak antara 101º20 6 BT dan 1º55 49 LU-2º1 34 LU, dengan

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. secara geografis terletak antara 101º20 6 BT dan 1º55 49 LU-2º1 34 LU, dengan 18 IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN 4.1. Letak dan Keadaan Geografis Kelurahan Lubuk Gaung adalah salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai Provinsi Riau. Kelurahan Lubuk

Lebih terperinci

TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa / Kelurahan Kecamatan Kabupaten / Kota Provinsi Bulan Tahun : : : : : :

TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa / Kelurahan Kecamatan Kabupaten / Kota Provinsi Bulan Tahun : : : : : : TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa / Kelurahan Kecamatan Kabupaten / Kota Provinsi Bulan Tahun : : : : : : Paritmayor Pontianak Timur Pontianak Kalimantan Barat Desember 2014 KELURAHAN PARITMAYOR KECAMATAN

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN Kelurahan Kalampangan Kelurahan Kalampangan secara Geografis terletak pada 20 0 16 00-20 0 19 20 LS dan 113 0 58 20-114 0 03 50 BT. Kelurahan ini secara administrasi termasuk

Lebih terperinci

BAB II DESA PULOSARI. Desa Pulosari merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan

BAB II DESA PULOSARI. Desa Pulosari merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan BAB II DESA PULOSARI 2.1 Keadaan Umum Desa Pulosari 2.1.1 Letak Geografis, Topografi, dan Iklim Desa Pulosari merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi

Lebih terperinci

PROFIL KECAMATAN. 1. Nama : KECAMATAN KARERA 2. Ibu Kota Kecamatan : NGGONGI 3. Tahun Berdiri : 4. Batas Wilayah : a) Adminitrasi Pemerintahan :

PROFIL KECAMATAN. 1. Nama : KECAMATAN KARERA 2. Ibu Kota Kecamatan : NGGONGI 3. Tahun Berdiri : 4. Batas Wilayah : a) Adminitrasi Pemerintahan : PROFIL KECAMATAN 1. Nama : KECAMATAN KARERA 2. Ibu Kota Kecamatan : NGGONGI 3. Tahun Berdiri : 4. Batas Wilayah : a) Adminitrasi Pemerintahan : Nama Kecamatan : Karera Jumlah Desa / Kelurahan : 70 Desa

Lebih terperinci

SUMBER DATA YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGISI PROFIL DESA/KELURAHAN

SUMBER DATA YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGISI PROFIL DESA/KELURAHAN 1 DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Kode PUM 32.04.15.2001 Desa/Kelurahan PANGALENGAN Kecamatan PANGALENGAN Kabupaten/Kota BANDUNG Provinsi JAWA BARAT Bulan DESEMBER Tahun 2017 Luas (Ha) 589,946

Lebih terperinci

4.1. Letak dan Luas Wilayah

4.1. Letak dan Luas Wilayah 4.1. Letak dan Luas Wilayah Kabupaten Lamandau merupakan salah satu Kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Kotawaringin Barat. Secara geografis Kabupaten Lamandau terletak pada 1 9-3 36 Lintang Selatan dan

Lebih terperinci

LOKASI PENELITIAN. Desa Negera Ratu dan Negeri Ratu merupakan salah dua Desa yang berada

LOKASI PENELITIAN. Desa Negera Ratu dan Negeri Ratu merupakan salah dua Desa yang berada IV. LOKASI PENELITIAN A. Desa Negera Ratu dan Negeri Ratu Desa Negera Ratu dan Negeri Ratu merupakan salah dua Desa yang berada dinaungan Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara Berdasarkan Perda

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM DESA MUARA-BINUANGEUN

BAB IV GAMBARAN UMUM DESA MUARA-BINUANGEUN BAB IV GAMBARAN UMUM DESA MUARA-BINUANGEUN 4.1. Potensi Umum 4.1.1. Sekilas Tentang Desa Muara Desa Muara adalah salah satu desa yang terdapat di kecamatan Wanasalam, kabupaten Lebak, provinsi Banten.

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM. Desa Taman Sari merupakan bagian dari Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten

GAMBARAN UMUM. Desa Taman Sari merupakan bagian dari Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten IV. GAMBARAN UMUM A. Geografis Desa Taman Sari merupakan bagian dari Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Luas Desa Taman Sari adalah seluas 2.118 ha/m2. meliputi lahan pemukiman

Lebih terperinci

Profil Kabupaten Aceh Singkil

Profil Kabupaten Aceh Singkil Ibukota Batas Daerah Luas Letak Koordinat Profil Kabupaten Aceh Singkil : Singkil : Sebelah Utara berbatasan dengan Kota Subulussalam Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia Sebelah Barat

Lebih terperinci

PROFIL KECAMATAN. 1. Nama : KECAMATAN PABERIWAI. 2. Ibu Kota Kecamatan : KANANGGAR. 3. Tahun Berdiri : 5 JUNI

PROFIL KECAMATAN. 1. Nama : KECAMATAN PABERIWAI. 2. Ibu Kota Kecamatan : KANANGGAR. 3. Tahun Berdiri : 5 JUNI PROFIL KECAMATAN 1. Nama : KECAMATAN PABERIWAI 2. Ibu Kota Kecamatan : KANANGGAR 3. Tahun Berdiri : 5 JUNI 1962 4. Batas Wilayah : 1. Utara berbatasan dengan Kec. Kahaungu Eti 2. Timur berbatasan dengan

Lebih terperinci

PROFIL DESA. Tabel Peruntukan Lahan Desa Selomartani. No Peruntukan Lahan Jumlah (Ha) Persen %

PROFIL DESA. Tabel Peruntukan Lahan Desa Selomartani. No Peruntukan Lahan Jumlah (Ha) Persen % Letak Geografis: PROFIL DESA Secara adiministrasi Desa Selomartani terletak di Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman dengan luas kurang lebih 89 ha, Tabel Peruntukan Lahan Desa Selomartani No Peruntukan

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Desa Merak Belantung secara administratif termasuk ke dalam Kecamatan

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Desa Merak Belantung secara administratif termasuk ke dalam Kecamatan 24 IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Letak dan Luas Desa Merak Belantung secara administratif termasuk ke dalam Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Desa Merak Belantung

Lebih terperinci

PROFIL KECAMATAN. a) Adminitrasi Pemerintahan :

PROFIL KECAMATAN. a) Adminitrasi Pemerintahan : PROFIL KECAMATAN 1. Nama : KECAMATAN KOTA WAINGAPU 2. Ibu Kota Kecamatan : WAINGAPU 3. Tahun Berdiri : 1970 4. Batas Wilayah : Utara=Selat Sumba,Selatan=Kec,Kambera,Timur= Kec, Nggoa,Barat= Nggoa dan Kanatang

Lebih terperinci

II. B. KETERANGAN RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN

II. B. KETERANGAN RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN ST01-L BADAN PUSAT STATISTIK REPUBLIK INDONESIA SENSUS PERTANIAN 01 PENCACAHAN LENGKAP RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN RAHASIA I. KETERANGAN UMUM RUMAH TANGGA 101. Provinsi Kab/Kota Kecamatan Desa/Kel. No.

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI 4.1 Letak Geografis dan Keadaan Lingkungan Desa Cisarua adalah desa yang terletak di wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Desa ini memiliki luas wilayah sebesar ±

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Tengah dari Kabupaten Lampung Barat di Provinsi Lampung. 2. Potensi Sumber Daya Alam dan Mata Pencarian

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Tengah dari Kabupaten Lampung Barat di Provinsi Lampung. 2. Potensi Sumber Daya Alam dan Mata Pencarian 45 IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Gambaran Umum Pekon Kampung Jawa 1. Potensi Pekon Kampung Jawa Pekon Kampung Jawa merupakan salah satu wilayah Kecamatan di Pesisir Tengah dari Kabupaten Lampung

Lebih terperinci

Perkembangan Ekonomi Makro

Perkembangan Ekonomi Makro Boks 1.2. Pemetaan Sektor Pertanian di Jawa Barat* Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB (harga berlaku) tahun 2006 sebesar sekitar 11,5%, sementara pada tahun 2000 sebesar 14,7% atau dalam kurun waktu

Lebih terperinci

Kegiatan Ekonomi. Berdasarkan Potensi Alam

Kegiatan Ekonomi. Berdasarkan Potensi Alam Bab 7 Kegiatan Ekonomi Berdasarkan Potensi Alam Bab ini akan membahas tentang kegiatan ekonomi yang didasarkan pada potensi alam. Pelajarilah dengan saksama agar kamu dapat mengenal aktivitas-aktivitas

Lebih terperinci

DATA POKOK DESA/KELURAHAN http://www.prodeskel.binapemdes.kemendagri.go.id/dpokok_grid_t01/ KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMERINTAHAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM. Wilayah Sulawesi Tenggara

GAMBARAN UMUM. Wilayah Sulawesi Tenggara GAMBARAN UMUM Wilayah Sulawesi Tenggara Letak dan Administrasi Wilayah Sulawesi Tenggara terdiri atas Jazirah dan kepulauan terletak antara 3 o - 6 o Lintang selatan dan 12 45' bujur timur, dengan total

Lebih terperinci

DATA POKOK DESA/KELURAHAN BULAN NOPEMBER - TAHUN 2017

DATA POKOK DESA/KELURAHAN BULAN NOPEMBER - TAHUN 2017 DATA POKOK DESA/KELURAHAN BULAN NOPEMBER - TAHUN 2017 Kode Desa (Kode PUM) :... Nama Desa/Kelurahan :... Kecamatan :... Kabupaten/Kota :... Provinsi :... Tahun Pembentukan :... Dasar Hukum Pembentukan

Lebih terperinci

DATA POKOK DESA RANTAU JAYA UDIK KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN 2016

DATA POKOK DESA RANTAU JAYA UDIK KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN 2016 DATA POKOK DESA RANTAU JAYA UDIK KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN 2016 Tahun 2016 Kode Desa (PUM) 1807012010 Desa/Kelurahan RANTAU JAYA UDIK Kecamatan SUKADANA Kabupaten/Kota KABUPATEN

Lebih terperinci

Nama Kecamatan : Haharu Jumlah Desa / Kelurahan : 7 Desa Nama Desa atau kelurahan yang sekretarisnya PNS: Rambangaru,kadahang,Wunga,Napu

Nama Kecamatan : Haharu Jumlah Desa / Kelurahan : 7 Desa Nama Desa atau kelurahan yang sekretarisnya PNS: Rambangaru,kadahang,Wunga,Napu Sedang dalam pengembangan :) PROFIL KECAMATAN 1. Nama : KECAMATAN PANDAWAI 2. Ibu Kota Kecamatan : KAWANGU 3. Tahun Berdiri : 20 Agustus 1992 4. Batas Wilayah : Timur=Kecamatan Kanatang,Barat= Kec. Umbu

Lebih terperinci

INDIKATOR PENILAIAN PERLOMBAAN KELURAHAN TAHUN 2015

INDIKATOR PENILAIAN PERLOMBAAN KELURAHAN TAHUN 2015 PENILAIAN PERLOMBAAN KELURAHAN TAHUN 0 Nama Kelurahan Kecamatan Hari/Tanggal Penilaian Lomba : PARIT MAYOR : Pontianak Timur : Rabu, 04 Maret 0 I. Indikator Penilaian Perlombaan Desa dan Kelurahan A. Orbitasi

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1. Profil Kelurahan Mulyaharja 4.1.1. Keadaan Umum Kelurahan Mulyaharja Kelurahan Mulyaharja terletak di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat.

Lebih terperinci

Jenis-jenis Sumber Daya Alam

Jenis-jenis Sumber Daya Alam Jenis-jenis Sumber Daya Alam Apa yang dimaksud dengan sumber daya alam? Sumber daya alam merupakan kekayaan alam di suatu tempat yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Berbagai jenis tumbuhan,

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 5 TAHUN 1996

PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 5 TAHUN 1996 PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR TAHUN 199 TENTANG PERUBAHAN KEDUA PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I LAMPUNG NOMOR TAHUN 1991 TENTANG RETRIBUSI PANGKALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PROFIL DESA DAN KELURAHAN

PROFIL DESA DAN KELURAHAN LAMPIRAN V : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 Lampiran V FORMAT LAPORAN PROFIL DESA DAN KELURAHAN TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan Kecamatan Kabupaten/Kota

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN WILAYAH PENELITIAN. A. Kelurahan Proyonanggan Utara Batang

BAB III GAMBARAN WILAYAH PENELITIAN. A. Kelurahan Proyonanggan Utara Batang BAB III GAMBARAN WILAYAH PENELITIAN A. Kelurahan Proyonanggan Utara Batang 1. Keadaan Fisik a. Letak 62 Kelurahan Proyonangan Utara merupakan kelurahan salah satu desa pesisir di Kabupaten Batang Provinsi

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Lokasi dan Kondisi Fisik Kecamatan Berbah 1. Lokasi Kecamatan Berbah Kecamatan Berbah secara administratif menjadi wilayah Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa

Lebih terperinci

PROFIL DESA NUSASARI

PROFIL DESA NUSASARI i LAMPIRAN V: PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR: 12 TAHUN 2007 TANGGAL: 12 MARET 2007 ------------------------------------------------------------ FORMAT LAPORAN PROFIL DESA NUSASARI TINGKAT DESA DAN

Lebih terperinci

GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian

GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian Curah hujan Kecamatan Babulu rata-rata 242,25 mm pada tahun 2010 Kecamatan Babulu memiliki luas 399,46 km 2. Secara geografis berbatasan

Lebih terperinci

PROFIL KECAMATAN DALAM PENGEMBANGAN

PROFIL KECAMATAN DALAM PENGEMBANGAN PROFIL KECAMATAN DALAM PENGEMBANGAN 1. Nama : KECAMATAN PAHUNGA LODU 2. Ibu Kota Kecamatan : TANDENING 3. Tahun Berdiri : 4. Batas Wilayah : UTARA=KEC, RINDI, SELATAN=KEC, WULA WAIJELU,TIMUR=LAUT SABU,BARAT

Lebih terperinci

PROFIL DESA DAN KELURAHAN

PROFIL DESA DAN KELURAHAN LAMPIRAN V : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 FORMAT LAPORAN PROFIL DESA DAN KELURAHAN TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : POHSANTEN Kecamatan : MENDOYO

Lebih terperinci

Potensi Kota Cirebon Tahun 2010 Bidang Pertanian SKPD : DINAS KELAUTAN PERIKANAN PETERNAKAN DAN PERTANIAN KOTA CIREBON

Potensi Kota Cirebon Tahun 2010 Bidang Pertanian SKPD : DINAS KELAUTAN PERIKANAN PETERNAKAN DAN PERTANIAN KOTA CIREBON Potensi Kota Cirebon Tahun 2010 Bidang Pertanian SKPD : DINAS KELAUTAN PERIKANAN PETERNAKAN DAN PERTANIAN KOTA CIREBON No. Potensi Data Tahun 2009 Data Tahun 2010*) 1. Luas lahan pertanian (Ha) 327 327

Lebih terperinci

DOKUMEN PROFIL NAGARI

DOKUMEN PROFIL NAGARI 1 DOKUMEN PROFIL NAGARI NAGARI IV KOTO MUDIEK Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan Propinsi Sumatera Barat PEMERINTAH NAGARI IV KOTO MUDIEK KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirad

Lebih terperinci

2. Jarak Geografis INDIKATOR PENILAIAN PERLOMBAAN KELURAHAN PARIT MAYOR

2. Jarak Geografis INDIKATOR PENILAIAN PERLOMBAAN KELURAHAN PARIT MAYOR INDIKATOR PENILAIAN PERLOMBAAN KELURAHAN PARIT MAYOR KECAMATAN PONTIANAK TIMUR TAHUN 2015 I. Indikator Penilaian Perlombaan Desa dan Kelurahan A. Orbitasi 1. Orbitasi Wilayah No Indokator Sun Indikator

Lebih terperinci

Profil Kabupaten Aceh Barat

Profil Kabupaten Aceh Barat Ibukota Batas Daerah Profil Kabupaten Aceh Barat : Meulaboh : Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Aceh Jaya dan Pidie Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia dan Kabupaten Nagan Raya

Lebih terperinci

BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURABAYA 2012 DAFTAR TABEL

BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURABAYA 2012 DAFTAR TABEL DAFTAR TABEL Tabel SD-1. Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan Utama... 1 Tabel SD-1A. Perubahan Luas Wilayah Menurut Penggunaan lahan Utama Tahun 2009 2011... 2 Tabel SD-1B. Topografi Kota Surabaya...

Lebih terperinci

PROFIL KECAMATAN ANGKONA

PROFIL KECAMATAN ANGKONA PROFIL KECAMATAN ANGKONA Link Website Kecamatan Angkona 1. KEADAAN GEOGRAFIS Kecamatan Angkona terletak 32 km di jazirah timur ibukota Kabupaten LuwuTimur. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Nuha

Lebih terperinci

DAFTAR LAMPIRAN. Lowokwaru kota Malang. Memiliki curah hujan 1883 mm/thn, ketinggian 452 Meter dari

DAFTAR LAMPIRAN. Lowokwaru kota Malang. Memiliki curah hujan 1883 mm/thn, ketinggian 452 Meter dari DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : A. Kondisi Obyektif Lapangan Penelitian Kelurahan Merjosari terletak di jalan Mertojoyo No. 1 Telp 560525 kode pos 65144 Malang. Kelurahan ini merupakan salah satu kelurahan

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI KELEMBAGAAN SERTA SARANA DAN PRASARANA WILAYAH DI DESA

IDENTIFIKASI KELEMBAGAAN SERTA SARANA DAN PRASARANA WILAYAH DI DESA 9 IDENTIFIKASI KELEMBAGAAN SERTA SARANA DAN PRASARANA WILAYAH DI DESA Deskripsi Singkat Topik : Pokok Bahasan : ANALISIS KELEMBAGAAN SERTA PRASARANA DAN SARANA WILAYAH DI DESA Waktu : 1 (satu) kali tatap

Lebih terperinci

BAB II KELURAHAN TANJUNG SELAMAT

BAB II KELURAHAN TANJUNG SELAMAT BAB II KELURAHAN TANJUNG SELAMAT II.1 Sejarah Singkat Pada bab ini penulis akan mendeskripsikan sekilas keadaan Kelurahan Tanjung Selamat, sejarah, letak geografis, lembaga pemerintah, orbitasi Kelurahan

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.1 Gambaran Umum Kabupaten Kerinci 5.1.1 Kondisi Geografis Kabupaten Kerinci terletak di sepanjang Bukit Barisan, diantaranya terdapat gunung-gunung antara lain Gunung

Lebih terperinci

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Kondisi Geografis. dari luas Provinsi Jawa Barat dan terletak di antara Bujur Timur

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Kondisi Geografis. dari luas Provinsi Jawa Barat dan terletak di antara Bujur Timur III. KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI A. Kondisi Geografis Kabupaten Subang merupakan kabupaten yang terletak di kawasan utara Jawa Barat. Luas wilayah Kabupaten Subang yaitu 2.051.76 hektar atau 6,34% dari

Lebih terperinci

BAB IV KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN 16. Tabel 4. Luas Wilayah Desa Sedari Menurut Penggunaannya Tahun 2009

BAB IV KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN 16. Tabel 4. Luas Wilayah Desa Sedari Menurut Penggunaannya Tahun 2009 33 BAB IV KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN 16 4.1 Keadaan Wilayah Desa Sedari merupakan salah satu desa di Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Luas wilayah Desa Sedari adalah 3.899,5 hektar (Ha). Batas

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kota Bandar Lampung merupakan Ibu Kota Propinsi Lampung. Oleh

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kota Bandar Lampung merupakan Ibu Kota Propinsi Lampung. Oleh 39 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Umum Kota Bandar Lampung Kota Bandar Lampung merupakan Ibu Kota Propinsi Lampung. Oleh karena itu, selain merupakan pusat kegiatan pemerintahan, sosial,

Lebih terperinci

Katalog BPS :

Katalog BPS : Katalog BPS : 1101002.6409010 Statistik Daerah Kecamatan Babulu 2015 Statistik Daerah Kecamatan Babulu No. Publikasi : 6409.550.1511 Katalog BPS : 1101002.6409010 Naskah : Seksi Statistik Neraca Wilayah

Lebih terperinci

Profil Kabupaten Aceh Tamiang

Profil Kabupaten Aceh Tamiang Profil Kabupaten Aceh Tamiang Ibukota : Karang Baru Batas Daerah : Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Aceh Timur, Kota langsa dan Selat Malaka Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Langkat

Lebih terperinci

POTENSI UMUM POTENSI SUMBER DAYA ALAM

POTENSI UMUM POTENSI SUMBER DAYA ALAM DATA UMUM Tahun Pembentukan 2015 Luas Desa ( Ha ) 354 Ha Nama Kepala Desa / Lurah AHMAD SHOLEH Nama Pengisi SUNANDAR Pekerjaan PERANGKAT DESA Jabatan KASI EKBANG Bulan OKTOBER Tahun 2015 Batas Wilayah

Lebih terperinci

V. GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

V. GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN V. GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN 5.1. Gambaran Umum Kabupaten Kerinci 5.1.1. Keadaan Geografis. Kabupaten Kerinci terletak di daerah bukit barisan, dengan ketinggian 5001500 mdpl. Wilayah ini membentang

Lebih terperinci

(Monografi Desa Ngijo 2011). 6,5 Sedangkan horizon B21 dalam cm: warna 5YR 3/3

(Monografi Desa Ngijo 2011). 6,5 Sedangkan horizon B21 dalam cm: warna 5YR 3/3 61. a. Topografi dan Jenis Tanah Topografi Desa Ngijo adalah berupa dataran tinggi dengan ketinggian 105 m dpal dengan curah hujan 10 mm/tahun. Jenis tanah di Desa Ngijo adalah jenis tanah Mediteran coklat.

Lebih terperinci

KONDISI UMUM WILAYAH

KONDISI UMUM WILAYAH DESA : CIMANDE HILIR KECAMATAN : CARINGIN KABUPATEN : BOGOR PERIODE : II / 2008 Kondisi Fisik Geografi KONDISI UMUM WILAYAH Desa Cimande Hilir merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan

Lebih terperinci

Statistik Daerah Kabupaten Bintan

Statistik Daerah Kabupaten Bintan Statistik Daerah Kabupaten Bintan 2012 STATISTIK DAERAH KECAMATAN TAMBELAN 2014 STATISTIK DAERAH KECAMATAN TAMBELAN 2014 ISSN : No. Publikasi: 21020.1423 Katalog BPS : 1101001.2102.070 Ukuran Buku : 17,6

Lebih terperinci

BAB III PRAKTIK DAGANG SAPÉ AREMBHEK DI DESA KAYUPUTIH KECAMATAN PANJI KABUPATEN SITUBONDO

BAB III PRAKTIK DAGANG SAPÉ AREMBHEK DI DESA KAYUPUTIH KECAMATAN PANJI KABUPATEN SITUBONDO BAB III PRAKTIK DAGANG SAPÉ AREMBHEK DI DESA KAYUPUTIH KECAMATAN PANJI KABUPATEN SITUBONDO A. Keadaan Umum Desa Kayuputih 1. Keadaan Geografis Desa Kayuputih merupakan salah satu desa yang berada di wilayah

Lebih terperinci

BAB III MONOGRAFI KECAMATAN BUNGUS TELUK KABUNG KOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

BAB III MONOGRAFI KECAMATAN BUNGUS TELUK KABUNG KOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT 62 BAB III MONOGRAFI KECAMATAN BUNGUS TELUK KABUNG KOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT 3.1.Letak Geografi 3.1.1. Luas Wilayah Kecamatan bungus teluk kabung merupakan salah satu kecamatan di kota padang,

Lebih terperinci

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN SUMBER DATA YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGISI PROFIL DESA/KELURAHAN

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN SUMBER DATA YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGISI PROFIL DESA/KELURAHAN 1 DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi CILANDAK CIBATU PURWAKARTA JAWA BARAT Bulan 12 Tahun 2014 Nama pengisi Pekerjaan Jabatan MOHAMMAD SOPYAN KARYAWAN

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung. Kota

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung. Kota 66 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Gambaran Umum Kota Bandarlampung 1. Letak Geografis Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung. Kota Bandarlampung memiliki luas wilayah

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran dibentuk berdasarkan Undang-undang

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran dibentuk berdasarkan Undang-undang 38 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Umum Kabupaten Pesawaran 1. Keadaan Geografis Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2007 dan diresmikan

Lebih terperinci

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG LAPORAN KEPALA DESA LAPORAN KEPALA DESA

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG LAPORAN KEPALA DESA LAPORAN KEPALA DESA SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG LAPORAN KEPALA DESA LAPORAN KEPALA DESA A. FORMAT RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA A.1 FORMAT

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kecamatan Sragi merupakan salah satu kecamatan dari 17 Kecamatan yang

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kecamatan Sragi merupakan salah satu kecamatan dari 17 Kecamatan yang 43 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Gambaran Umum Daerah Penelitian 1. Keadaan Umum Kecamatan Sragi a. Letak Geografis Kecamatan Sragi merupakan salah satu kecamatan dari 17 Kecamatan yang ada di

Lebih terperinci

ii KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, BPS Kabupaten Teluk Bintuni telah dapat menyelesaikan publikasi Distrik Weriagar Dalam Angka Tahun 203. Distrik Weriagar

Lebih terperinci

TOPIK: PERTANIAN NON PANGAN

TOPIK: PERTANIAN NON PANGAN TOPIK: PERTANIAN NON PANGAN PENGERTIAN PERTANIAN Pertanian dlm arti sempit : Proses budidaya tanaman utk pangan saja Pertanian secara luas : Rangkaian usaha agribisnis, meliputi : - Pembibitan - Pembudidayaan

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 24 GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN Keadaan Wilayah dan Potensi Sumber daya Alam Desa Cikarawang adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan luas wilayah 2.27

Lebih terperinci