PROFIL DESA DAN KELURAHAN
|
|
|
- Erlin Hartanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 LAMPIRAN V : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 FORMAT LAPORAN PROFIL DESA DAN KELURAHAN TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : CUPEL Kecamatan : NEGARA Kabupaten/Kota : JEMBRANA Provinsi : BALI Bulan : NOPEMBER Tahun : 2016 DIREKTORAT JENDERAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DEPARTEMEN DALAM NEGERI
2 FORMAT LAPORAN PROFIL DESA DAN KELURAHAN TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : CUPEL Kecamatan : NEGARA Kabupaten/Kota : JEMBRANA Provinsi : BALI Bulan : NOPEMBER Tahun : 2016 SUMBER DATA YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGISI DATA PROFIL DESA/KELURAHAN 1. MASYARAKAT 2. JURU ARAH 3. KELIHAN DINAS 4. KAUR / APARAT PEMERINTAH DESA Perbekel Desa Cupel U S M A N 2
3 DATA POTENSI DESA DAN KELURAHAN I. POTENSI SUMBER DAYA ALAM A. POTENSI UMUM 1. a. Batas Wilayah Batas Desa/kelurahan Kecamatan Sebelah utara Baluk, Tegal Negara Badeng Barat Sebelah selatan Laut Selat Bali Negara Sebelah timur Tegal Badeng Barat Negara Sebelah barat Laut Selat Bali Negara Lampiran V 1.b. Penetapan Batas dan Peta Wilayah Penetapan Batas Dasar Hukum Peta Wilayah Sudah ada Perdes Nomor: - Perda No: Perda Jembrana No : Luas wilayah menurut penggunaan Luas pemukiman Luas persawahan Luas perkebunan Luas kuburan Luas pekarangan/tegal/ladang Luas taman Perkantoran Luas prasarana umum lainnya Total luas TANAH SAWAH Sawah irigasi teknis Sawah irigasi ½ teknis Sawah tadah hujan Sawah pasang surut Total luas TANAH KERING Tegal/ladang Pemukiman Pekarangan Total luas TANAH BASAH Tanah rawa Pasang surut Lahan gambut Situ/waduk/danau Total luas 125,381 ha/m2 1,5 ha/m2 19 ha/m2 1,41 ha/m2 123,069 ha/m2 0 ha/m2 0,34 ha/m2 10,93 ha/m2 281,630 ha/m2 0 ha/m2 0 ha/m2 1,5 ha/m2 0 ha/m2 1,5 ha/m2 107,789 ha/m2 125,381 ha/m2 15,28 ha/m2 248,450 ha/m2 0 ha/m2 0 ha/m2 0 ha/m2 0 ha/m2 0 ha/m2 3
4 TANAH PERKEBUNAN Tanah perkebunan rakyat Tanah perkebunan negara Tanah perkebunan swasta Tanah perkebunan perorangan Total luas 19 ha/m2 0 ha/m2 0 ha/m2 0 ha/m2 19 ha/m2 TANAH FASILITAS UMUM Kas Desa/Kelurahan: 0,13 ha/m2 a. Tanah bengkok 0 ha/m2 b. Tanah titi sara 0 ha/m2 c. Kebun desa 0 ha/m2 d. Sawah desa 0 ha/m2 Lapangan olahraga 0 ha/m2 Perkantoran pemerintah 0,34 ha/m2 Ruang publik/taman kota 0 ha/m2 Tempat pemakaman desa/umum 1,41 ha/m2 Tempat pembuangan sampah 0 ha/m2 Bangunan sekolah 1,8 ha/m2 Pertokoan 0 ha/m2 Fasilitas pasar 0 ha/m2 Terminal 0 ha/m2 Jalan 9 ha/m2 Daerah tangkapan air 0 ha/m2 Usaha perikanan 0 ha/m2 Sutet/aliran listrik tegangan tinggi 0 ha/m2 Total luas 12,68 ha/m2 TANAH HUTAN Hutan lindung Hutan produksi a. Hutan produksi tetap b. Hutan terbatas Hutan konservasi Hutan adat Hutan asli Hutan sekunder Hutan buatan Hutan mangrove Hutan suaka a. Suaka alam b. Suaka margasatwa Hutan rakyat Total luas 0 ha/m2 3. Iklim Curah hujan 113,25 Mm/tahun Jumlah bulan hujan 11 hari/ bulan Kelembapan 87% Suhu rata-rata harian 32 0 C Tinggi tempat dari permukaan laut 8 mdl Bentang wilayah Datar 4
5 4. Jenis dan kesuburan tanah Warna tanah (sebagian besar) Tekstur tanah Tingkat kemiringan tanah Lahan kritis Lahan terlantar Tingkat erosi tanah Luas tanah erosi ringan Luas tanah erosi sedang Luas tanah erosi berat Luas tanah yang tidak ada erosi Hitam Debuan 12 derajat 5. Topografi Bentangan wilayah Desa/kelurahan dataran rendah 0 ha/m2 Desa/kelurahan berbukit-bukit 0 ha/m2 Desa/kelurahan dataran tinggi/pegunungan 0 ha/m2 Desa/kelurahan lereng gunung 0 ha/m2 Desa/kelurahan tepi pantai/pesisir Ya 46,938 ha/m2 Desa/kelurahan kawasan rawa 0 ha/m2 Desa/kelurahan kawasan gambut 0 ha/m2 Desa/kelurahan aliran sungai Ya 0,05 ha/m2 Desa/kelurahan bantaran sungai 0 ha/m2 Letak Desa/kelurahan kawasan perkantoran 0,34 ha/m2 Desa/kelurahan kawasan pertokoan/bisnis 0 ha/m2 Desa/kelurahan kawasan campuran 0 ha/m2 Desa/kelurahan kawasan industri Ya 2 ha/m2 Desa/Kelurahan kepulauan 0 ha/m2 Desa/Kelurahan pantai/pesisir Ya 46,938 ha/m2 Desa/Kelurahan kawasan hutan 0 ha/m2 Desa/Kelurahan taman suaka 0 ha/m2 Desa/Kelurahan kawasan wisata Ya 2 ha/m2 Desa/Kelurahan perbatasan dengan negara lain 0 ha/m2 Desa/Kelurahan perbatasan dengan provinsi lain 0 ha/m2 Desa/Kelurahan perbatasan dengan kabupaten lain 0 ha/m2 Desa/Kelurahan perbatasan antar kecamatan lain 0 ha/m2 Desa/kelurahan DAS/bantaran sungai 0 ha/m2 Desa/kelurahan rawan banjir 0 ha/m2 Desa/kelurahan bebas banjir Ya 281,630 ha/m2 Desa/kelurahan potensial tsunami Ya 7 ha/m2 Desa/kelurahan rawan jalur gempa bumi 0 ha/m2 Orbitasi Jarak ke ibu kota kecamatan 7,5 Km Lama jarak tempuh ke ibu kota kecamatan dengan 12 menit kendaraan bermotor Lama jarak tempuh ke ibu kota kecamatan dengan 1 jam 26 menit berjalan kaki atau kendaraan non bermotor Kendaraan umum ke ibu kota kecamatan 0 Unit Jarak ke ibu kota kabupaten/kota 9 Km Lama jarak tempuh ke ibu kota kabupaten dengan 15 menit kendaraan bermotor 5
6 Lama jarak tempuh ke ibu kota kabupaten dengan 1 jam 43 menit berjalan kaki atau kendaraan non bermotor Kendaraan umum ke ibu kota kabupaten/kota 0 Unit Jarak ke ibu kota provinsi 104 Km Lama jarak tempuh ke ibu kota provinsi dengan 2 jam 58 menit kendaraan bermotor Lama jarak tempuh ke ibu kota provinsi dengan 24 Jam berjalan kaki atau kendaraan non bermotor Kendaraan umum ke ibu kota provinsi 0 Unit B. PERTANIAN B.1. TANAMAN PANGAN 1. Pemilikan Lahan Pertanian Tanaman Pangan Jumlah keluarga memiliki tanah pertanian memiliki Memiliki kurang 1 ha Memiliki 1,0 5,0 ha Memiliki 5,0 10 ha Memiliki lebih dari 10 ha Jumlah total keluarga petani 5 keluarga keluarga 3 keluarga 2 keluarga 0 keluarga 0 keluarga 5 keluarga 2. Luas tanaman pangan menurut komoditas pada tahun ini Jagung 0 ha 0 ton/ha Kacang kedelai 0 ha 0 ton/ha Kacang tanah 0 ha 0 ton/ha Kacang panjang 0 ha 0 ton/ha Kacang mede 0 ha 0 ton/ha Kacang merah 0 ha 0 ton/ha Padi sawah 1,5 ha 1 ton/ha Padi ladang 0 ha 0 ton/ha Ubi kayu 1,5 ha 1 ton/ha Ubi jalar 0,5 ha 0,3 ton/ha Cabe 0 ha 0 ton/ha Bawah merah 0 ha 0 ton/ha Bawang putih 0 ha 0 ton/ha Tomat 0 ha 0 ton/ha Sawi 0 ha 0 ton/ha Kentang 0 ha 0 ton/ha Kubis 0 ha 0 ton/ha Mentimun 0 ha 0 ton/ha Buncis 0 ha 0 ton/ha Brocoli 0 ha 0 ton/ha Terong 0 ha 0 ton/ha Bayam 0 ha 0 ton/ha Kangkung 0 ha 0 ton/ha Kacang turis 0 ha 0 ton/ha Umbi-umbian lain 0 ha 0 ton/ha Selada 0 ha 0 ton/ha Talas 0 ha 0 ton/ha Wortel 0 ha 0 ton/ha Tumpang Sari 0 ha 0 ton/ha Sukun 0 ha 0 ton/ha 6
7 3. Jenis komoditas buah-buahan yang dibudidayakan A. Kepemilikan Lahan Tanaman Buah-buahan Jumlah keluarga memiliki tanah perkebunan 16 keluarga memiliki keluarga Memiliki kurang dari 10 ha 16 keluarga Memiliki ha 0 keluarga Memiliki ha 0 keluarga Memiliki ha 0 keluarga Memiliki ha 0 keluarga Memiliki lebih dari 1000 ha 0 keluarga Jumlah total keluarga perkebunan 16 keluarga B. Hasil Tanaman Dan Luas Tanaman Buah-buahan Jeruk 0 ha 0 ton/ha Alpokat 0 ha 0 ton/ha Mangga 0 ha 0 ton/ha Rambutan 0 ha 0 ton/ha Manggis 0 ha 0 ton/ha Salak 0 ha 0 ton/ha Apel 0 ha 0 ton/ha Pepaya 0 ha 0 ton/ha Belimbing 0 ha 0 ton/ha Durian 0 ha 0 ton/ha Sawo 0 ha 0 ton/ha Duku 0 ha 0 ton/ha Kokosan 0 ha 0 ton/ha Pisang 1 Ha 0,6 ton/ha Markisa 0 ha 0 ton/ha Lengkeng 0 ha 0 ton/ha Semangka 0 ha 0 ton/ha Limau 0 ha 0 ton/ha Jeruk nipis 0 ha 0 ton/ha Melon 0 ha 0 ton/ha Jambu air 0 ha 0 ton/ha Nangka 0 ha 0 ton/ha Sirsak 0 ha 0 ton/ha Kedondong 0 ha 0 ton/ha Anggur 0 ha 0 ton/ha Melinjo 0 ha 0 ton/ha Nenas 0 ha 0 ton/ha Jambu klutuk 0 ha 0 ton/ha Murbei 0 ha 0 ton/ha 4. Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Dan Tanaman Buah-buahan Dijual langsung ke konsumen Dijual ke pasar Dijual melalui KUD Dijual melalui tengkulak Dijual melalui pengecer Dijual ke lumbung desa/kel dijual Ya Ya Ya Ya 7
8 B.2 TANAMAN APOTIK HIDUP DAN SEJENISNYA Jenis Tanaman Luas (ha) Hasil panen (Ton/ha) Jahe 0 ha 0 ton/ha Kunyit 0,4/ Ha 0,8 Ton/ ha Lengkuas 0 ha 0 ton/ha Mengkudu 0 ha 0 ton/ha Daun Dewa 0 ha 0 ton/ha Kumis kucing 0 ha 0 ton/ha Buah Merah 0 ha 0 ton/ha Sambiloto 0 ha 0 ton/ha Temulawak 0 ha 0 ton/ha Temu Hitam 0 ha 0 ton/ha Temu Putih 0 ha 0 ton/ha Temu Putri 0 ha 0 ton/ha Temu Kunci 0 ha 0 ton/ha Daun Sirih 0 ha 0 ton/ha Kayu manis 0 ha 0 ton/ha Daun sereh 0 ha 0 ton/ha Mahkota dewa 0 ha 0 ton/ha Akar wangi 0 ha 0 ton/ha Kencur 0 ha 0 ton/ha Jamur 0 ha 0 ton/ha Dewi-Dewi 0 ha 0 ton/ha... C. PERKEBUNAN 1. Pemilikan Lahan Perkebunan Jumlah keluarga memiliki tanah perkebunan memiliki Memiliki kurang dari 5 ha Memiliki ha Memiliki ha Memiliki ha Memiliki ha Memiliki lebih dari 1000 ha Jumlah total keluarga perkebunan Kepemilikan Usaha Perkebunan Yang Dimiliki Negara Total Luas Perkebunan 20 keluarga keluarga 16 keluarga 4 keluarga 0 keluarga 0 keluarga 0 keluarga 0 keluarga 0 keluarga 19 ha/m2 2. Luas dan hasil perkebunan menurut jenis komoditas Jenis Swasta/negara Rakyat Luas (ha) Hasil (kw/ha) Luas (ha) Hasil (kw/ha) Kelapa Kelapa sawit Kopi Cengkeh Coklat Pinang Lada Karet Jambu Mete
9 Tembakau Pala Vanili Jarak pagar Jarak kepyar Tebu Kapuk Kemiri Teh Pemasaran Hasil Perkebunan Dijual langsung ke konsumen Dijual ke pasar /Warung Dijual melalui KUD Dijual melalui Tengkulak Dijual melalui Pengecer Dijual ke lumbung desa/kel dijual Ya Ya Ya Ya Ya D. KEHUTANAN 1. Luas Lahan Menurut Pemilikan Milik Negara Milik t/ulayat Perhutani/Instansi Sektoral Milik masyarakat perorangan Total 2. Hasil Hutan Kayu Madu lebah Rotan Damar Bambu Jati Nilam Lontar Sagu Enau Mahoni Cemara Kayu cendana Kayu gaharu Sarang burung Meranti Kayu besi Kayu ulin Kemenyan Gambir Minyak kayu putih Gula enau Gula lontar Arang 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 9
10 3. Kondisi Hutan Kondisi Hutan Baik Rusak Total Hutan Bakau/mangrove 0 ha 0 ha 0 ha Hutan Produksi 0 ha 0 ha 0 ha Hutan Lindung 0 ha 0 ha 0 ha Hutan Suaka Margasatwa 0 ha 0 ha 0 ha Hutan Suaka Alam 0 ha 0 ha 0 ha 4. Dampak yang Timbul dari Pengolahan Hutan Pencemaran Udara Pencemaran Air Longsor/Erosi Bising Kerusakan biota/plasma nuftah hutan Kemusnahan flora,fauna dan satwa langka Hilangnya sumber mata air Kebakaran hutan Terjadinya kekeringan/sulit air Berubahnya fungsi hutan Terjadinya lahan kritis Hilangnya daerah tangkapan air (cacthment area) Musnahnya Habitat Binatang Hutan 5. Mekanisme Pemasaran Hasil Hutan Dijual langsung ke konsumen Dijual ke pasar Dijual melalui KUD Dijual melalui Tengkulak Dijual melalui Pengecer Dijual ke lumbung desa/kel dijual Ya E. PETERNAKAN 1. Jenis populasi ternak Jenis Ternak Jumlah Pemilik Perkiraan Jumlah Populasi Sapi 50 orang 150 ekor Kerbau 0 orang 0 ekor Babi 11 orang 16 ekor Ayam kampung 122 orang ekor Jenis ayam broiler 0 orang 0 ekor Bebek 8 orang 27 ekor Kuda 0 orang 0 ekor Kambing 46 orang 184 ekor Domba 0 orang 0 ekor Angsa 0 orang 0 ekor Burung puyuh 0 orang 0 ekor Kelinci 0 orang 0 ekor Burung walet 0 orang 0 ekor Anjing 0 orang 0 ekor Kucing 0 orang 0 ekor Ular cobra 0 orang 0 ekor Burung onta 0 orang 0 ekor Ular pithon 0 orang 0 ekor 10
11 Burung cendrawasih 0 orang 0 ekor Burung kakatua 0 orang 0 ekor Burung beo 0 orang 0 ekor Burung merak 0 orang 0 ekor Burung langka lainnya 0 orang 0 ekor Buaya 0 orang 0 ekor Burung merpati 0 orang 0 ekor 2. Produksi Peternakan Susu Kulit Telur Daging Madu Bulu Air liur burung walet Minyak Hiasan/lukisan Cinderamata ada 3. Ketersediaan Hijauan Pakan Ternak Luas tanaman pakan ternak (rumput gajah, dll) Produksi hijauan makanan ternak Luas lahan gembalaan Dipasok dari luar desa/kelurahan Disubsidi dinas 0,05 ha 0 ha 0 ha 0 ha 0 ha 4. Pemilik Usaha Pengolahan Hasil Ternak Dendeng Abon/ Ikan laut Penyamakan Kulit Madu Lebah Biogas Telur Asin Krupuk Kulit Penyemakan kulit Kerajinan tangan (handy craft) 5. Pemasaran Hasil Ternak Dijual langsung ke konsumen Dijual ke pasar hewan Dijual melalui KUD Dijual melalui tengkulak Dijual melalui pengecer Dijual ke lumbung desa/kel dijual Ya 5. Ketersediaan lahan pemeliharaan ternak/padang penggembalaan Milik masyarakat umum Milik perusahaan peternakan (ranch) Milik perorangan ada Sewa pakai Milik pemerintah Milik masyarakat adat 11
12 F. PERIKANAN 1. Jenis dan alat produksi budidaya ikan laut dan payau Karamba 1 buah ton/th mutiara Tambak udang 1 buah 12 ton/th Jermal 0 ton/th Pancing 0 ton/th Pukat 0 ton/th /Porseisen Jala 0 ton/th 2. Jenis dan sarana produksi budidaya ikan air tawar Karamba 0 ton/th Empang/kolam 0 ton/th Danau 0 ton/th Rawa 0 ton/th Sungai 0 ton/th Sawah 0 ton/th Jala 0 ton/th Pancingan 0 ton/th 3. Jenis ikan dan produksi Tuna Salmon Tongkol/cakalang Hiu Kakap Tenggiri Jambal Pari Kuwe Belanak Cumi Gurita Sarden /Lemuru Bawal Baronang Kembung Ikan ekor kuning Kerapu/Sunuk Teripang Barabara Cucut Layur Ayam-ayam Udang/lobster Tembang Bandeng Nener Kerang Kepiting Mas Rajungan Mujair 0 ton/th 0 ton/th 4,5 ton/th ton/th 0,5 ton/th 0,5 ton/th 0 ton/th 0,5 ton/th 0 ton/th 0,1 ton/th 0,1 ton/th 0 ton/th 0 ton/th 0 ton/th 0 ton/th 0 ton/th 0 ton/th 0 ton/th 0 ton/th 0 ton/th 0 ton/th 6,5 ton/th 0 ton/th 0,01 ton/th 0 ton/th 0 ton/th 0 ton/th 0 ton/th 0,01 ton/th 0 ton/th 0 ton/th 0 ton/th 12
13 Lele Gabus Patin Nila Sepat Gurame Belut Penyu Rumput laut Kodok Katak 4. Pemasaran Hasil Perikanan Dijual langsung ke konsumen Dijual ke pasar hewan Dijual melalui KUD Dijual melalui Tengkulak Dijual melalui Pengecer Dijual ke lumbung desa/kel dijual 0 ton/th 0 ton/th 0 ton/th 0 ton/th 0 ton/th 0 ton/th 0 ton/th 0 ton/th 0 ton/th 0 ton/th 0 ton/th Ya Ya Ya Ya Ya G. BAHAN GALIAN 1. Jenis dan deposit bahan galian Batu kali Batu gunung Batu kapur Pasir Emas Nikel Belerang Batu marmer Batu cadas Batu apung Pasir kwarsa Batubara Batu Granit Batu Gamping Mangan Batu Trass Batu Putih Pasir Batu Pasir Besi Batu Gips Minyak Bumi Gas Alam Kulit kerang Timah Tanah Garam Biji Besi Uranium Bouxit Tanah liat 13
14 2. Produksi bahan galian Batu kapur Pasir Emas Kuningan Aluminium Perunggu Belerang Batu marmer Batu cadas Batu apung Pasir kwarsa Batubara Batu Granit Batu Gamping Mangaan Batu Trass Batu Putih Pasir Batu Pasir Besi Gips Minyak Bumi Gas Alam Perak Timah Garam Tembaga Biji Besi Uranium Bouxit Nikel 3. Kepemilikan dan Pengelolaan Bahan Galian Jenis dan produksi Pengelola/pemilik bahan galian Batu kali Batu kapur Pasir Emas Kuningan Aluminium Perunggu Belerang Batu marmer Batu cadas Batu apung Pasir kwarsa Batubara Batu Granit Batu Gamping Mangaan Batu Trass Batu Putih Pasir Batu Pasir Besi 14
15 Gips Minyak Bumi Gas Alam Perak Timah Tembaga Biji Besi Uranium Bouxit Garam 4. Pemasaran Hasil Galian Dijual langsung ke konsumen Dijual ke pasar hewan Dijual melalui KUD Dijual melalui Tengkulak Dijual melalui Pengecer Dijual ke perusahaan Dijual ke lumbung desa/kel dijual Ya H. SUMBER DAYA AIR 1. Potensi Air dan Sumber Daya Air Sungai Debit : kecil Danau Mata Air Bendungan/waduk/situ Embung-embung Jebakan air 2. Sumber Air Bersih Jenis Jumlah (Unit) Pemanfaat (KK) Mata air Sumur gali Baik Sumur pompa Hidran umum 5 40 Baik PAM Baik Pipa Sungai Embung Bak penampung air hujan Beli dari tangki swasta Depot isi ulang Sumber lain Kondisi Baik/Rusak 3. Kualitas Air Minum Mata air - Sumur gali Baik Sumur pompa - Hidran umum - PAM Baik Pipa 15
16 Sungai Bak penampung air hujan Beli dari tangki swasta Depot isi ulang Sumur bor Baik 4. Sungai Jumlah sungai Kondisi Tercemar Pendangkalan/Pengendapan Lumpur Tinggi Keruh Jernih dan Tercemar/memenuhi baku mutu air Berkurangnya biota sungai Kering 1 buah Ya Ya Ya Ya 5. Rawa Luas rawa Pemanfaatan Perikanan darat maupun laut Air baku untuk pengolahan air minum Cuci dan mandi Irigasi Buang air besar Perikanan Sayuran Pembudidayaan hutan manggrove 6. Pemanfaatan dan kondisi danau/waduk/situ Luas Pemanfaatan Perikanan Air Minum/Air Baku Cuci dan mandi Irigasi Buang air besar Pembangkit listrik Prasarana transportasi Lainnya Kondisi Tercemar Pendangkalan Keruh Berlumpur 0 ha 0 ha 7. Air Panas Jumlah Pemanfaatan (wisata, Kepemilikan/Pengelolaan Sumber Lokasi Pengobatan Energi, dll) Pemda Swasta t/ Perorangan Gunung 0 Berapi Geiser 0 16
17 I. KUALITAS UDARA Sumber Pabrik (pengalengan dan penepungan ikan) Kendaraan bermotor Pembakaran Hutan/Lahan Gambut J. KEBISINGAN Jumlah Lokasi Sumber Pencemar Polutan Pencemar Efek terhadap Kesehatan (ganguan penglihatan/ kabut, ISPA, dll Lampiran V Kepemilikan Pemda Swasta Perorangan 3 amoniak Ya 0 0 Sumber Kebisingan (kendaraan bermotor, Kereta Api, Pelabuhan, Airport, pabrik, dll) Efek Terhadap Penduduk Tingkat Kebisingan Ekses dampak kebisingan Kebisingan Tinggi Kebisingan sedang Kebisingan Ringan Ya Pabrik Bising K. RUANG PUBLIK/TAMAN Ruang Publik/ Taman Keberadaan Luas Tingkat Pemanfaatan (Aktif/Pasif) Taman Kota 0 M² Pasif Taman Bermain 0 M² Pasif Hutan Kota 0 M² Pasif Taman Desa/Kel. 0 M² Pasif Tanah Kas Desa 340 M² Aktif Tanah t 0 M² Pasif Jumlah Total 0 M² Pasif L. POTENSI WISATA Lokasi/ Tempat/ Area Wisata Laut (Wisata Pulau, Taman Laut, Situs Sejarah Bahari, Pantai dll) Danau (Wisata Air, Hutan Wisata, Situs Purbakala, dll) Keberadaan Luas Tingkat Pemanfaatan (Aktif/Pasif) 5 ha Aktif 0 ha Pasif Gunung (wisata Hutan, Taman 0 ha Pasif 17
18 Nasional, Bumi Perkemahan, dll) Agrowisata 0 ha Pasif Hutan Khusus 0 ha Pasif Goa 0 ha Pasif Cagar Budaya 0 ha Pasif Arung Jeram 0 ha Pasif Situs Sejarah, 0 ha Pasif dan museum Air Terjun 0 ha Pasif Padang Savana (wisata Padang Savana) 0 ha Pasif Lampiran V II. POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA A. JUMLAH Jumlah laki-laki Jumlah perempuan Jumlah total Jumlah kepala keluarga Kepadatan Penduduk orang orang orang KK orang per km B. USIA USIA LAKI-LAKI PEREMP. USIA LAKI-LAKI PEREMP bulan tahun tahun
19 Lebih dari Total C. PENDIDIKAN TINGKATAN PENDIDIKAN LAKI-LAKI PEREMPUAN Usia 3-6 tahun yang belum masuk TK 109 orang 116 orang Usia 3-6 tahun yang sedang TK/play group 57 orang 55 orang Usia 7-18 tahun yang tidak pernah sekolah 1 orang - orang Usia 7-18 tahun yang sedang sekolah 282 orang 340 orang Usia tahun tidak pernah sekolah 11 orang 12 orang Usia tahun pernahsd tetapi tidak tamat 180 orang 134 orang Tamat SD/sederajat 420 orang 345 orang Jumlah usia tahun tidak tamat SLTP 47 orang 50 orang Jumlah usia tahun tidak tamat SLTA 176 orang 180 orang Tamat SMP/sederajat 206 orang 245 orang Tamat SMA/sederajat 280 orang 217 orang Tamat D-1/sederajat - orang - orang Tamat D-2/sederajat 8 orang 7 orang Tamat D-3/sederajat - orang - orang Tamat S-1/sederajat 15 orang 19 orang Tamat S-2/sederajat 7 orang - orang Tamat S-3/sederajat Tamat SLB A Tamat SLB B Tamat SLB C Jumlah orang orang Jumlah Total orang D. MATA PENCAHARIAN POKOK JENIS PEKERJAAN LAKI-LAKI PEREMPUAN Petani 5 orang 0 orang Buruh tani 6 orang 9 orang Buruh migran perempuan 0 orang 0 orang Buruh migran laki-laki 0 orang 0 orang Pegawai Negeri Sipil 20 orang 7 orang Pengrajin industri rumah tangga 0 orang 0 orang Tukang jahit 1 orang 4 orang Tukang cukur 1 orang 1 orang Pedagang keliling 5 orang 1 orang Peternak 1 orang 0 orang Nelayan 317 orang 0 orang Montir 6 orang 0 orang Dokter swasta 0 orang 0 orang Bidan swasta 0 orang 0 orang Perawat swasta 0 orang 1 orang 19
20 Pembantu rumah tangga 0 orang 1 orang TNI 3 orang 0 orang POLRI 1 orang 1 orang Pensiunan PNS/TNI/POLRI 2 orang 0 orang Pengusaha kecil dan menengah 0 orang 0 orang Pengacara 0 orang 0 orang Notaris 0 orang 0 orang Dukun Kampung Terlatih 0 orang 0 orang Jasa pengobatan alternatif 0 orang 0 orang Dosen swasta 0 orang 0 orang Pengusaha besar 1 orang 0 orang Arsitektur 0 orang 0 orang Seniman/Artis 0 orang 0 orang Karyawan perusahaan swasta 88 orang 32 orang Karyawan perusahaan pemerintah 0 orang 0 orang Buruh usaha perikanan 208 orang 14 orang Wiraswasta 424 orang 130 orang Jumlah orang 201 Jumlah Total Penduduk orang E. AGAMA AGAMA LAKI-LAKI PEREMPUAN Islam orang orang Kristen 0 orang 3 orang Katholik 6 orang 2 orang Hindu 71 orang 70 orang Budha 1 orang 1 orang Khonghucu Kepercayaan Kepada Tuhan YME Aliran Kepercayaan lainnya Jumlah orang orang F. KEWARGANEGARAAN KEWARGANEGARAAN LAKI-LAKI PEREMPUAN Warga Negara Indonesia orang orang Warga Negara Asing 3 orang 1 orang Dwi Kewarganegaraan 0 orang 0 orang Jumlah orang orang G. ETNIS ETNIS LAKI-LAKI PEREMPUAN Aceh 0 orang 0 orang Batak 0 orang 0 orang Nias 0 orang 0 orang Mentawai 0 orang 0 orang Melayu orang orang Minang 0 orang 0 orang Kubu 0 orang 0 orang Anak Dalam 0 orang 0 orang Badui 0 orang 0 orang Betawi 0 orang 0 orang Sunda 10 orang 3 orang Jawa 319 orang 310 orang Madura 53 orang 40 orang Bali 71 orang 70 orang 20
21 Banjar 0 orang 0 orang Dayak 0 orang 0 orang Bugis 0 orang 0 orang Makasar 0 orang 0 orang Mandar 0 orang 0 orang Sasak 1 orang 1 orang Ambon 0 orang 0 orang Minahasa 0 orang 0 orang Flores 2 orang 0 orang Papua 0 orang 0 orang Timor 0 orang 0 orang Sabu 0 orang 0 orang Rote 0 orang 3 orang Sumba 0 orang 0 orang Ternate 0 orang 0 orang Tolaki 0 orang 0 orang Buton 0 orang 0 orang Muna 0 orang 0 orang Mikongga 0 orang 0 orang Wanci 0 orang 0 orang Alor 0 orang 0 orang Benoa 0 orang 0 orang Tunjung 0 orang 0 orang Mbojo 0 orang 1 orang Samawa 1 orang 1 orang Asia 0 orang 0 orang Afrika 0 orang 0 orang Australia 0 orang 0 orang China 0 orang 0 orang Amerika 0 orang 0 orang Eropa 3 orang 1 orang Jumlah orang orang Lampiran V H. CACAT MENTAL DAN FISIK CACAT FISIK LAKI-LAKI PEREMPUAN Tuna rungu 0 orang 1 orang Tuna wicara 2 orang 1 orang Tuna netra 2 orang 4 orang Lumpuh 1 orang 1 orang Sumbing 0 orang 0 orang Cacat kulit 1 orang 0 orang Cacat fisik/tuna daksa 2 orang 0 orang lainnya Jumlah 8 orang 7 orang CACAT MENTAL Idiot 2 orang 2 orang Gila 3 orang 1 orang Stress 1 orang 0 orang Autis 0 orang 0 orang Jumlah 6 orang 3 orang 21
22 I. TENAGA KERJA TENAGA KERJA LAKI-LAKI PEREMPUAN Penduduk usia tahun orang orang Penduduk usia tahun yang orang 201 orang bekerja Penduduk usia tahun yang 173 orang orang belum atau tidak bekerja Penduduk usia 0 6 tahun 269 orang 263 orang Penduduk masih sekolah 7-18 th 465 orang 432 orang Penduduk usia 56 tahun ke atas 210 orang 238 orang Angkatan kerja 7 orang 1 orang Jumlah orang orang Jumlah total orang J. KUALITAS ANGKATAN KERJA ANGKATAN KERJA LAKI-LAKI PEREMPUAN Penduduk usia tahun yang 11 orang 12 orang buta aksara dan huruf/angka latin Penduduk usia tahun yang 180 orang 134 orang tidak tamat SD Penduduk usia tahun yang 420 orang 345 orang tamat SD Penduduk usia tahun yang 206 orang 245 orang tamat SLTP Penduduk usia tahun yang 280 orang 217 orang tamat SLTA Penduduk usia tahun yang 22 orang 19 orang tamat Perguruan Tinggi Jumlah orang 972 orang III. POTENSI KELEMBAGAAN A. LEMBAGA PEMERINTAHAN PEMERINTAH DESA/KELURAHAN Dasar hukum pembentukan Perda Pemerintah Desa / Kelurahan Dasar hukum pembentukan BPD Perda Jumlah aparat pemerintahan 12 orang Desa/Kelurahan Jumlah perangkat desa/kelurahan Kepala Desa/Lurah - Aktif Sekretaris Desa/Kelurahan - Aktif Kepala Seksi Pemerintahan - Aktif Kepala Seksi Pelayanan - Aktif Kepala Seksi Kesejahteraan - Aktif Kepala Urusan Pembangunan Kepala Urusan Pemberdayaan Masyarakat Kepala Urusan Tata usaha dan Aktif Umum Kepala Urusan Perencanaan - Aktif Kepala Urusan Keuangan - Aktif 22
23 Kepala Urusan Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat Kepala Urusan Pendidikan dan Kesehatan Bendahara Jumlah Staf Jumlah Banjar di Desa/Lingkungan di Kelurahan atau sebutan lain Kepala Banjar/Lingkungan Mandar Kepala Banjar/Lingkungan Kembang Kepala Banjar/Lingkungan Munduk asem Kepala Banjar/Lingkungan Rening 6 orang 4 Banjar/lingkungan Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Tingkat Pendidikan Aparat Desa/Kelurahan SD, SMP, SMA, Diploma, S1, Pascasarjana Kepala Desa/Lurah SMA Sekretaris Desa/Kelurahan SMA Kepala Seksi Pemerintahan Strata 1 Kepala Seksi Pelayanan SMA Kepala Seksi Kesejahteraan SMA Kepala Urusan Pembangunan Kepala Urusan Pemberdayaan Masyarakat Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat Kepala Urusan Tata Usaha dan SMA Umum Kepala Urusan Perencanaan SMA Kepala Urusan Keuangan SMA Kepala Urusan Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat Kepala Urusan Pendidikan dan Kesehatan Bendahara BADAN PERMUSYAWARATAN DESA Keberadaan BPD - aktif Jumlah Anggota BPD 10 orang Pendidikan Anggota BPD SD, SMP, SMA, Diploma, S1, Pascasarjana Ketua : Azis Purnawan SMA Wakil Ketua : H. Husin Diploma II Sekretaris : Arham siddiq SMA Anggota, Nama : Usman Ali SMA Anggota, Nama : Badrul Munir SMP Anggota, Nama : I Gusti ketut nirta SMP Anggota, Nama : Sanusi Anwar SMA Anggota, Nama : Abi salim SMA Anggota, Nama : M. Haris SMA Anggota, Nama : Ri ayah SMP Anggota, Nama :
24 B. LEMBAGA KEMASYARAKATAN Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan (LKD/LKK) Keberadaan LKD/LKK Dasar hukum pembentukan Bila Belum ada organisasi LKD/LKK Bila pembentukan LKD/LKK berdasarkan Perdes dan Perda Kab/Kota Berdasarkan Keputusan Bupati/ Wali kota Berdasarkan Keputusan Camat /belum ada dasar hukum Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan LKMD/LKMK Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan LPMD/LPMK ATAU LPM Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan Peraturan Desa 10 orang Jalan Pantai Selatan No. 1 Desa Cupel Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana 7 Jenis, Yakni : kemasyarakatan, pembangunan, pkk/kesehatan, olah raga, keamanan, agama PKK Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Peraturan Desa 5 orang Jalan Pantai Selatan No. 1 Desa Cupel Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana Ruang lingkup kegiatan 5 Jenis, Yakni : Posyandu, Dasawisma, Gotong royong, Arisan PKK, senam Lansia. RUKUN WARGA JUMLAH RW Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan RUKUN TETANGGA JUMLAH RT Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor 4 unit organisasi Peraturan Desa 20 orang 24
25 Ruang lingkup kegiatan 2 Jenis, Yakni: kependudukan; gotong royong KARANG TARUNA Dasar hukum pembentukan Keputusan Kepala Desa Jumlah pengurus 11 orang Alamat kantor - Ruang lingkup kegiatan 3 Jenis, Yakni olah raga, kepemudaan, sosbud./kesenian KELOMPOK NELAYAN Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan LEMBAGA ADAT Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan BUMDES CAHAYA BARU Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan ORGANISASI KEAGAMAAN Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan ORGANISASI PEREMPUAN LAIN Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan ORGANISASI PEMUDA LAINNYA Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan ORGANISASI PROFESI LAINNYA Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan 8 unit organisasi /belum ada dasar hukum 16 orang 1 unit organisasi Keputusan Perbekel Desa 4 orang Jalan Pantai Selatan No. 1 Desa Cupel Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana 2 Jenis, Yakni : simpan pinjam, penyedia barang 8 unit organisasi /belum ada dasar hukum 16 orang 2 Jenis, Yakni: kemasyarakatan; pengajian; wiridan. 3 Organisasi 25
26 ORGANISASI BAPAK Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan KELOMPOK GOTONG ROYONG Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan PWI Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan IDI Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan PARFI Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan PECINTA ALAM Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan WREDATAMA Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan KELOMPOK PEMIRSA Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan 8 unit organisasi /belum ada dasar hukum 16 orang 2 Jenis, Yakni: kemasyarakatan; wiridan. PANTI ASUHAN SABILAL MUHTADIN Dasar hukum pembentukan Jumlah pengurus Alamat kantor 1 unit organisasi Jl. Pantai selatan no.59 Br. Kembang, Desa Cupel 26
27 Ruang lingkup kegiatan YAYASAN MIFTAHUL HIKMAH Dasar hukum pembentukan Pemilik Jumlah pengurus Alamat kantor Lampiran V Jenis kegiatan : santunan anak yatim, usaha 1 unit organisasi Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor :AHU AH TAHUN 2016 dan Akte Nomor 1 tanggal 7 Maret 2016 KH. M. YASIN 15 orang Jl. Pantai Selatan No 4A Br. Kembang, Desa Cupel Ruang lingkup kegiatan 3 Jenis, Yakni : Madrasiyah, Ma hadiyah dan Kemasyarakatan YAYASAN SABILAL MUHTADIN Dasar hukum pembentukan Pemilik Jumlah pengurus Alamat kantor Ruang lingkup kegiatan 1 unit organisasi Drs. H. ZAINAL ABIDIN A, M.Pdi 15 orang Jl. Pantai Selatan No. 59 Br. Kembang Desa Cupel 1 Jenis, Yakni : Madrasiyah (TK, MTs, MA, TPQ) C. LEMBAGA POLITIK PARTAI GOLKAR Jumlah Pengurus Jumlah Partai Politik Lokal JumlahPartai Politik Nasional Jumlah Anggota Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan Organisasi Underbow PDIP Jumlah Pengurus Jumlah Anggota Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan Organisasi Underbow PPP Jumlah Pengurus Jumlah Anggota Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan Organisasi Underbow PARTAI DEMOKRAT Jumlah Pengurus Jumlah Anggota 27
28 Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan Organisasi Underbow PAN Jumlah Pengurus Jumlah Anggota Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan Organisasi Underbow PKS Jumlah Pengurus Jumlah Anggota Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan Organisasi Underbow PBB Jumlah Pengurus Jumlah Anggota Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan Organisasi Underbow PKB Jumlah Pengurus Jumlah Anggota Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan Organisasi Underbow PBR Jumlah Pengurus Jumlah Anggota Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan Organisasi Underbow PDS Jumlah Pengurus Jumlah Anggota Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan Organisasi Underbow ada 28
29 PUI Jumlah Pengurus Jumlah Anggota Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan Organisasi Underbow PARTAI Jumlah Pengurus Jumlah Anggota Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan Organisasi Underbow ORGANISASI UNDERBOW PARTAI Jumlah Pengurus Jumlah Anggota Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan D. LEMBAGA EKONOMI 1. Lembaga Ekonomi, dan Unit Usaha Desa/ Kelurahan Jumlah/unit Jumlah Kegiatan Jumlah pengurus dan Anggota Koperasi Unit Desa orang Koperasi Wanita/Kopwan orang Kelompok Simpan Pinjam(SPP) orang Bumdes orang Gapoktan orang Jumlah orang 2. Jasa Lembaga Keuangan Jumlah/unit Jumlah Jumlah kegiatan Pengurus Jasa Asuransi orang Lembaga Keuangan Non Bank orang Bank Perkreditan Rakyat orang Pegadaian orang Bank Pemerintah orang Jumlah orang 3. Industri Kecil dan Menengah Industri makanan orang Industri Alat rumah tangga orang Industri Material Bahan orang Bangunan Industri Alat Pertanian orang Industri Kerajinan orang Rumah makan dan restoran orang Jumlah orang 29
30 4. Usaha Jasa Pengangkutan Jumlah Pemilik Kapasitas Tenaga Kerja Jumlah pemilik Angkutan 0 orang 0 0 orang Desa/Perkotaan Angkutan Antar Kota/Provinsi 0 unit Angkutan Sungai Jumlah Pemilik Perahu Motor/ 0 orang 0 0 orang Klotok atau sejenisnya Jumlah pemilik Jet boat 0 orang 0 0 orang Jumlah angkutan jetboat 0 orang 0 0 orang Jumlah Pemilik Angkutan 0 orang 0 0 orang Penumpang Sungai dgn kapasitas lebih dari 10 orang Jumlah angkutan sungai yang 0 unit kapasitas kurang dari 10 kursi Jumlah angkutan sungai yang 0 unit kapasitas antara Jumlah angkutan sungai yang kapasitas antara unit Angkutan Laut Jumlah pemilik Jet boat 0 orang 0 orang 0 orang Jumlah Pemilik Perahu Jenis 0 orang 0 orang 0 orang Ferry/Kapal penumpang Jet Foil 0 orang 0 orang 0 orang Angkutan Udara Jumlah pemilik pesawat jenis ringan /helikopter Ekspedisi Dan Pengiriman Jumlah Pemilik Usaha Jasa Ekspedisi/Pengiriman Barang 0 orang 0 orang 0 orang 0 orang 0 orang 0 orang 5. Usaha Jasa dan Perdagangan Jumlah Jenis produk yg diperdagangkan (umum, sayuran, barang & jasa, tambang, dll Jumlah Tenaga Kerja yang terserap Pasar Hasil Bumi/ 0 unit 0 0 orang Tradisonal/ Harian Pasar Mingguan 0 unit 0 jenis 0 orang Pasar Bulanan 0 unit 0 jenis 0 orang Pasar Kaget/Pasar Khusus 0 unit 0 jenis 0 orang (mis. Psr Ternak, dll) Jumlah Usaha Toko/Kios 52 unit 52 jenis 52 orang Swalayan 0 unit 0 jenis 0 orang Warung Serba 0 unit 0 jenis 0 orang Toko Kelontong 0 unit 0 jenis 0 orang Usaha Peternakan 0 unit 0 jenis 0 orang Usaha Perikanan 0 unit 0 jenis 0 orang Usaha Perkebunan 0 unit 0 jenis 0 orang Usaha Minuman (kemasan, dll) 0 unit 0 jenis 0 orang 30
31 Industri Farmasi 0 unit 0 jenis 0 orang Industri Caroseri/cat 2 unit 2 jenis 4 orang mobil Industri Penyamakan Kulit 0 unit 0 jenis 0 orang Penitipan Kendaraan 0 unit 0 jenis 0 orang Bermotor Industri Perakitan 2 unit ada 2 0rang Elektronik Pengolahan Kayu 0 unit 0 jenis 0 orang 0 jenis 0 orang 6. Usaha Jasa Hiburan 0 jenis 0 orang Bioskop 0 unit 0 jenis 0 orang Film Keliling 0 unit 0 jenis 0 orang Sandiwara/Drama 0 unit 0 jenis 0 orang Group Lawak 0 unit 0 jenis 0 orang Sirkus Keliling/Topeng 0 unit 0 jenis 0 orang monyet/ondel-ondel, dll Wayang Orang/Wayang 0 unit 0 jenis 0 orang Golek Group Musik/Band 1 unit 1 jenis 7 orang Group Vokal/Paduan 0 unit 0 jenis 0 orang Suara Group Kesenian Hadrah 6 unit 2 jenis 120 orang 7. Usaha Jasa Gas, Listrik, BBM Dan Air Usaha Penyewaan Tenaga 0 unit 0 jenis 0 orang Listrik SPBU 0 unit 0 jenis 0 orang Pangkalan Minyak Tanah 1 unit 1 jenis 1 orang Pengecer Gas dan Bahan 20 unit 20 jenis 20 orang Bakar Minyak Usaha air minum kemasan/isi ulang 0 unit 0 jenis 0 orang 8. Usaha Jasa Keterampilan Jumlah Jumlah Jenis produk yang diperdagangkan Jumlah Tenaga Kerja yang terserap Tukang Kayu 4 orang 4 jenis 12 orang Tukang Batu 0 orang 0 jenis 0 orang Tukang Jahit/Bordir 6 orang 1 jenis 8 orang Tukang Cukur 3 orang 1 jenis 3 orang Tukang Service Elektronik 3 orang 1 jenis 3 orang Tukang Besi 1 orang 1 jenis 1 orang Tukang Gali Sumur 2 orang 1 jenis 2 orang Tukang Pijat/ Urut/Pengobatan 5 orang 1 jenis 5 orang 9. Usaha Jasa Hukum dan Konsultansi Notaris 0 unit 0 jenis 0 orang Pengacara/Advokat 0 unit 0 jenis 0 orang Konsultan Manajemen 0 unit 0 jenis 0 orang Konsultan Teknis 0 unit 0 jenis 0 orang Pejabat Pembuat Akta Tanah 0 unit 0 jenis 0 orang 31
32 10. Usaha Jasa Penginapan Losmen 0 unit 0 jenis 0 orang Wisma 0 unit 0 jenis 0 orang Asrama 0 unit 0 jenis 0 orang Persewaan Kamar 0 unit 0 jenis 0 orang Kontrakan Rumah 0 unit 0 jenis 0 orang Mess 1 unit 1 jenis 12 orang Hotel 2 unit 1 jenis 10 orang Home Stay 0 unit 0 jenis 0 orang Villa 0 unit 0 jenis 0 orang Town House 0 unit 0 jenis 0 orang E. LEMBAGA PENDIDIKAN 1. Pendidikan Formal Nama Jumlah Status (Terdaftar, terakredit asi) Kepemilikan Pemerintah Swasta Desa / Kelurahan Jumlah Tenaga Pengajar Jumlah siswa/ Mahasiswa Play Group 0 buah TK 1 buah Terakredit Ya 4 Orang 57 Orang asi SD/sederajat 2 buah Terakredit asi Ya 15 orang 312 orang SMP/sederajat 0 buah SMA/sederajat 0 buah PTN 0 buah PTS 0 buah SLB 0 buah 2. Pendidikan Formal Keagamaan Nama Sekolah Islam Raudhatul Athfal Ibtidayah Tsanawiyah Jumlah Status (Terdaftar, terakredit asi) Kepemilikan Pemerintah Swasta Dll Jumlah Tenaga Pengajar Jumlah siswa/ Mahasiswa 1 buah Ya 4 orang 55 orang 1 buah Terakredit asi 1 buah Terakredit asi Ya 14 orang 240 orang Ya 16 orang 138 orang Aliyah 1 buah Terdaftar Ya 15 0rang 76 0rang Ponpes 4 buah Terdaftar Ya Ya 10 orang 155 orang Perguruan Tinggi 0 buah Sekolah Katholik Seminari 0 buah Menengah Seminari 0 buah tinggi Biara 0 buah TK/SD 0 buah 32
33 SMP 0 buah SMA 0 buah Perguruan 0 buah Tinggi Kursus 0 buah Sekolah Budha 0 buah Sekolah 0 buah Protestan TK/SD 0 buah SMP 0 buah SMA 0 buah Perguruan 0 buah Tinggi Kursus 0 buah Sekolah Hindu Sekolah Konghucu 0 buah 0 buah 3. Pendidikan Non Formal/Kursus Nama Jumlah Status (Terdaftar, terakreditasi) Kepemilikan (pemerintah, yayasan,dll) Jumlah Tenaga Pengajar Jumlah siswa/ Mahasiswa Komputer 0 buah 0 orang 0 orang Seni Musik 0 buah 0 orang 0 orang Montir 0 buah 0 orang 0 orang Menjahit 0 buah 0 orang 0 orang Drafter 0 buah 0 orang 0 orang Bahasa 0 buah 0 orang 0 orang Mesin 0 buah 0 orang 0 orang Satpam 0 buah 0 orang 0 orang Beladiri 1 buah Terdaftar Swasta 5 orang 30 orang Mengemudi 0 buah 0 orang 0 orang Kecantikan 0 buah 0 orang 0 orang F. LEMBAGA ADAT 1. Keberadaan Lembaga t Pemangku t Kepengurusan t 2. Simbol t Rumah t Barang Pusaka Naskah-naskah 3. Jenis Kegiatan t Musyawarah adat Sanksi t Upacara t Perkawinan Upacara t Kematian Upacara t Kelahiran 33
34 Upacara t dalam bercocok tanam Upacara t bidang perikanan/laut Upacara t bidang kehutanan Upacara t dalam Pengelolaan sumber daya alam Upacara adat dalam Pembangunan rumah Upacara adat dalam penyelesaian masalah/konflik G. LEMBAGA KEAMANAN 1. Hansip dan Linmas Keberadaan Hansip dan Linmas Jumlah anggota Hansip Jumlah anggota Satgas Linmas Pelaksanaan SISKAMLING Jumlah Pos Kamling 2. Satpam Swakarsa Keberadaan SATPAM SWAKARSA Jumlah anggota Nama organisasi induk/pemilik Keberadaan organisasi keamanan lainnya 31 orang 2 orang 7 buah ada 3 Orang ada 3. Kerjasama Desa/Kelurahan dengan TNI - POLRI dalam Bidang TRANTIBLINMAS Mitra Koramil / TNI Jumlah anggota 1 Orang Jumlah kegiatan 3 jenis Babinkamtibmas / POLRI Jumlah anggota Jumlah kegiatan 1 Orang 3 jenis IV. POTENSI PRASARANA DAN SARANA A. PRASARANA DAN SARANA TRANSPORTASI 1. Prasarana Transportasi Darat Jenis Sarana dan Prasarana Baik (km atau unit) Rusak (km atau unit) 1.1. Jalan Desa/Kelurahan Panjang jalan aspal 6,5 km 1 km Panjang jalan makadam 0 km 0 km Panjang jalan tanah 0,15 km 0 km Panjang jalan sirtu 0 km 0 km Panjang jalan konblok/semen/beton 0,85 km 0 km 1.2. Jalan antar Desa/Kelurahan/kecamatan Panjang jalan aspal 2,5 km 0,7 km Panjang jalan makadam 0 km 0 km Panjang jalan tanah 0 km 0 km Panjang jalan sirtu 0 km 0 km Panjang jalan konblok/semen/beton 0 km 0 km 34
35 1.3. Jalan Kabupaten yang melewati Desa/Kelurahan Panjang jalan aspal 1 km 700 m Panjang jalan makadam 0 km 0 km Panjang jalan tanah 0 km 0 km Panjang jalan sirtu 0 km 0 km Panjang jalan konblok/semen/beton 0 km 0 km 1.4. Jalan Provinsi yang melewati Desa/Kelurahan Panjang jalan aspal 1,5 km 0 km Panjang jalan makadam 0 km 0 km Panjang jalan tanah 0 km 0 km Panjang jalan Sirtu 0 km 0 km Panjang jalan konblok/semen/beton 0 km 0 km 1.5. Panjang Jalan Negara Panjang jalan aspal 0 km 0 km Panjang jalan makadam 0 km 0 km Panjang jalan tanah 0 km 0 km Panjang jalan Sirtu 0 km 0 km Panjang jalan konblok/semen/beton 0 km 0 km 1.5. Jembatan Desa/Kelurahan Jumlah jembatan beton 1 buah 0 km Jumlah jembatan besi 0 km 0 km Jumlah jembatan kayu 0 km 0 km 1.6. Prasarana Angkutan Darat Jumlah pangkalan ojek 0 km 0 km Jumlah stasiun KA 0 km 0 km Terminal bis/angkutan pedesaan/perkotaan 0 km 0 km Jumlah Total 2. Sarana Transportasi Darat Bus umum Truck umum Angkutan Per-Desa/Kelurahanan Ojek Delman/bendi/cidomo Becak Kereta api 3. Prasarana Transportasi laut/sungai Jumlah tambatan perahu Jumlah pelabuhan kapal penumpang Jumlah pelabuhan kapal barang 4. Sarana Transportasi sungai/laut Perahu motor Kapal antar pulau Perahu tanpa motor Jet Boat Kapal Pesiar ada ada 5. Prasarana Transportasi udara Lapangan terbang nasional/internasional Lapangan terbang perintis Lapangan terbang domestik 35
36 Helipad Lapangan terbang komersial B. PRASARANA INFORMASI DAN KOMUNIKASI 1. Telepon Telepon umum Wartel Warnet/wifi 3 Jumlah Pelanggan 2 Telkom/TELPON Jumlah Pelanggan GSM Jumlah Pelanggan CDMA 0 Sinyal Telepon Seluler/Handphone 2. Kantor Pos Kantor pos Kantor pos pembantu Tukang pos ada 3. Radio/TV TV umum Jumlah radio Jumlah TV 989 unit Jumlah parabola 11 unit 4. Koran/majalah/buletin Koran/surat kabar Majalah Papan iklan/reklame Papan pengumuman ada C. PRASARANA AIR BERSIH DAN SANITASI 1. Prasarana air bersih Jumlah sumur pompa Jumlah sumur gali Jumlah hidran umum Jumlah PAM Jumlah tangki air bersih Jumlah embung Jumlah mata air Jumlah bangunan pengolahan air Bersih/air minum 2. Sanitasi Saluran drainase/saluran pembuangan air limbah Sumur resapan air rumah tangga Jumlah MCK Umum Pemilik jumlah jamban keluarga Kondisi saluran drainase/saluran pembuangan air limbah 0 unit 119 unit 0 unit 88 unit 0 unit 0 unit 0 unit 0 unit rumah 7 Unit KK Baik - Unit /rusak - unit Unit/mampet -Unit/ kurang memadai- Unit 36
37 D. PRASARANA DAN KONDISI IRIGASI 1. Prasarana Irigasi Panjang saluran primer Panjang saluran sekunder Panjang saluran tersier Jumlah pintu sadap Jumlah pintu pembagi air 2. Kondisi Panjang saluran primer rusak Panjang saluran sekunder rusak Panjang saluran tersier rusak Jumlah pintu sadap rusak Jumlah pintu pembagi air rusak E. PRASARANA DAN SARANA PEMERINTAHAN 1. Prasarana dan Sarana Pemerintahan Desa/Kelurahan Gedung Kantor Kondisi Baik Jumlah ruang kerja 7 Ruang Balai Desa/Kelurahan/sejenisnya Listrik Air bersih Telepon Rumah Dinas Kepala Desa/Lurah Rumah dinas perangkat desa/kelurahan Inventaris dan alat tulis kantor Jumlah mesin tik Jumlah meja Jumlah kursi Jumlah almari arsip Komputer Mesin fax Kendaraan dinas 19 buah 130 buah 9 buah 4 unit 8 unit Administrasi Pemerintahan Desa/Kelurahan Buku Data Peraturan Desa, terisi Buku Keputusan Kepala Desa/Lurah, terisi Buku administrasi kependudukan ada Buku data inventaris, terisi Buku data aparat, terisi Buku data tanah milik desa/tanah, terisi kas desa/milik kelurahan Buku administrasi pajak dan retribusi Buku data tanah, terisi Buku laporan pengaduan masyarakat, terisi Buku agenda ekspedisi, terisi Buku profil desa/kelurahan, terisi Buku data induk penduduk, terisi Buku data mutasi penduduk Buku rekapitulasi jumlah penduduk, terisi akhir bulan Buku registrasi pelayanan penduduk, terisi Buku data penduduk sementara, terisi 37
38 Buku anggaran penerimaan Buku anggaran pengeluaran pegawai dan pembangunan Buku kas umum Buku kas pembantu penerimaan Buku kas pembantu pengeluaran rutin dan pembangunan Buku data lembaga kemasyarakatan, terisi, terisi, terisi, terisi 2. Prasarana dan Sarana Badan Permusyawaratan Desa/BPD Gedung Kantor Ruangan Kerja Balai BPD Kondisi Listrik Air bersih Telepon Inventaris dan Alat Tulis Kantor Jumlah mesin tik Jumlah meja Jumlah kursi Jumlah almari arsip Komputer Mesin fax Administrasi BPD Buku-buku administrasi keanggotaan BPD Buku administrasi kegiatan BPD Buku kegiatan BPD Buku Himpunan Peraturan Desa yang ditetapkan BPD dan Kepala Desa Baik 0 buah 1 buah 2 buah 2 buah 3. Prasarana dan Sarana Dusun/Lingkungan atau Sebutan Lain Gedung kantor atau Balai Pertemuan Alat tulis kantor Barang inventaris Buku administrasi Jenis kegiatan 3 jenis Jumlah pengurus 1 orang F. PRASARANA DAN SARANA LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA/KELURAHAN Gedung/kantor Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Kelurahan/LKD/LK Peralatan Kantor: komputer, fax Mesin tik Kardek Buku administrasi lembaga kemasyarakatan Jumlah meja dan kursi 38
39 LKMD/LPM atau sebutan lain Memiliki kantor sendiri Peralatan Kantor: komputer, fax Mesin tik, Kardek Buku administrasi lembaga kemasyarakatan Jumlah meja dan kursi Buku administrasi Jumlah kegiatan PKK Gedung/kantor Peralatan kantor/atk/inventaris Kepengurusan Buku administrasi PKK Kegiatan Jumlah kegiatan Karang Taruna Kepengurusan Buku administrasi Jumlah kegiatan RT Kepengurusan Buku administrasi Jumlah kegiatan RW Kepengurusan Buku administrasi Jumlah Kegiatan Koperasi Wanita /Kopwan Memiliki kantor/gedung/menumpang Kepengurusan Buku Administrasi Jumlah Kegiatan BUMDES Memiliki kantor/gedung/menumpang Kepengurusan Buku Administrasi Jumlah Kegiatan ada jenis ada jenis 2 Jenis Aktif Jika ada, 3 jenis 5 Jenis Aktif 3 Jenis Aktif 1 Jenis 3 Jenis Aktif 3 Jenis 1 Jenis Aktif 3 Jenis 1 Jenis Forum Komunikasi Kader Pemberdayaan Masyarakat Kantor/gedung/menumpang Kepengurusan Buku administrasi Jumlah kegiatan 39
40 Kantor/gedung Organisasi Sosial Kemasyarakatan lainnya Kantor/gedung Organisasi Profesi yang ada G. PRASARANA PERIBADATAN Jumlah Masjid Jumlah Langgar/Surau/Mushola Jumlah Gereja Kristen Protestan Jumlah Gereja Katholik Jumlah Wihara Jumlah Pura Jumlah Klenteng 3 buah 13 buah H. PRASARANA OLAH RAGA Lapangan sepak bola Lapangan bulu tangkis Meja pingpong Lapangan tenis Lapangan voli Lapangan golf Pacuan kuda Arum jeram Lapangan basket Pusat kebugaran Gelanggang Remaja Papan catur 0 buah 3 buah 1 buah 1 buah 0 buah I. PRASARANA DAN SARANA KESEHATAN 1. Prasarana Kesehatan Rumah sakit umum Puskesmas/Pustu Puskesmas pembantu Poliklinik/balai pengobatan Apotik Posyandu Toko obat Balai pengobatan masyarakat yayasan/swasta Gudang menyimpan obat Jumlah Rumah/Kantor Praktek Dokter Rumah Bersalin Balai Kesehatan Ibu dan Anak Rumah Sakit Mata 2. Sarana Kesehatan Jumlah dokter umum Jumlah dokter gigi Jumlah dokter spesialis lainnya Jumlah paramedis 1 Unit 4 unit 40
41 Jumlah dukun bersalin terlatih Bidan Perawat Dukun pengobatan alternatif Jumlah dokter praktek Laboratorium kesehatan 2 orang 1 orang J. PRASARANA DAN SARANA PENDIDIKAN Gedung kampus PTN Gedung Kampus PTS Gedung SMA/sederajat 1 buah Milik sendiri 1 buah Gedung SMP/sederajat 1 buah milik sendiri 1 buah Gedung SD/sederajat 3 buah milik sendiri 3 buah Gedung TK / RA 2 buah milik sendiri 2 buah Gedung Tempat Bermain Anak Jumlah Lembaga Pendidikan 2 buah milik sendiri 2 buah Agama Jumlah perpustakaan keliling Perpustakaan 1 buah desa/kelurahan Taman bacaan K. PRASARANA ENERGI DAN PENERANGAN Listrik PLN Diesel umum Genset pribadi Lampu minyak tanah Kayu bakar Batu bara Tanpa penerangan 996 unit 60 Keluarga L. PRASARANA HIBURAN DAN WISATA Jumlah Tempat Wisata Hotel bintang 5 Hotel bintang 4 Hotel bintang 3 Hotel bintang 2 Hotel bintang 1 Hotel melati Diskotik Bilyar Karaoke Museum Restoran Bioskop 1 buah 2 buah M. PRASARANA DAN SARANA KEBERSIHAN Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alat penghancur sampah//incinerator 41
42 Jumlah gerobak sampah Jumlah tong sampah Jumlah truck pengangkut sampah Jumlah Satgas Kebersihan Jumlah anggota Satgas Kebersihan Jumlah pemulung Tempat pengelolaan sampah Pengelolaan sampah lingkungan/rt Pengelola sampah lainnya 8 Unit Swadaya B. ANALISIS POTENSI DESA/KELURAHAN B.1. TINGKATAN POTENSI 1. Potensi Umum : SEDANG 2. Potensi Sumber Daya Alam : RENDAH 3. Potensi Sumber Daya Manusia : SEDANG 4. Potensi Kelembagaan : SEDANG 5. Potensi Prasarana dan Sarana : SEDANG B.2. POTENSI PENGEMBANGAN 1) Potensi tanaman pangan : Kurang Potensial Kendala - Kurang potensi sumber daya manusia - sarana prasarana. 2) Potensi tanaman apotik hidup : Kurang Potensial Kendala : - Kurang pengetahuan tentang pentingnya apotik hidup - Berpikir praktis dengan berobat ke Dokter 3) Potensi perkebunan : Kurang Potensial Kendala : - Kurang potensi sumber daya manusia - sarana prasarana. 4) Potensi kehutanan : Kurang Potensial Kendala : lahan hutan/bukan kawasan kehutanan. 5) Potensi peternakan : Cukup Potensial Kendala : - Kurang potensi sumber daya manusia - ketersediaan pakan ternak 6) Potensi perikanan : Sangat potensial Kendala : 7) Potensi pertambangan : Kurang Potensial Kendala : bahan galian/bukan kawasan pertambangan 8) Potensi jasa dan perdagangan : Cukup Potensial Kendala : - Kurang daya beli - Kurang modal usaha 42
43 9) Potensi industri : Cukup Potensial Kendala : - Kurang modal usaha - Kesulitan pemasaran 10) Potensi Wisata Cukup Potensial Kendala - Kurang promosi - Kurang sarana dan prasarana 11) Potensi persawahan : Kurang Potensial Kendala - Kurang sarana pengairan 12) Potensi Komoditi Buahbuahan Kendala : Kurang Potensial - Bukan kawasan perkebunan B.3. TIPOLOGI DESA/KELURAHAN Desa/Kelurahan Persawahan : Indikator Unggulan: - - Desa/Kelurahan Perladangan : Indikator Unggulan: - - Desa/Kelurahan Perkebunan : Indikator Unggulan: - - Desa/Kelurahan Peternakan : Indikator Unggulan: - Desa/Kelurahan Nelayan : Indikator Unggulan: - Desa/Kelurahan Pertambangan : Indikator Unggulan: - - Desa/Kelurahan Kerajinan Industri Kecil Desa/Kelurahan Industri Sedang dan Besar Desa/Kelurahan Jasa dan Perdagangan : Indikator Unggulan: - - : Indikator Unggulan: - : Indikator Unggulan: - Desa/Kelurahan Pariwisata : Indikator Unggulan: - 43
44 DATA TINGKAT PERKEMBANGAN DESA DAN KELURAHAN I. PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN A. Jumlah Penduduk Jumlah Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah penduduk tahun ini orang orang Jumlah penduduk tahun lalu orang orang Persentase perkembangan 2,45 % 2,75% B. Jumlah Keluarga Jumlah KK Laki-laki KK Perempuan Jumlah Total Jumlah Kepala Keluarga KK 160 KK KK tahun ini Jumlah Kepala Keluarga kk 157 KK KK tahun lalu Persentase Perkembangan 1,57 % 1,9 % 1,61 % II. EKONOMI MASYARAKAT A. Pengangguran 1. Jumlah angkatan kerja (penduduk usia tahun) orang 2. Jumlah penduduk usia tahun yang masih sekolah 316 orang dan tidak bekerja 3. Jumlah penduduk usia tahun yang menjadi ibu 914 orang rumah tangga 4. Jumlah penduduk usia tahun yang bekerja penuh orang 5. Jumlah penduduk usia tahun yang bekerja tidak 222 orang tentu 6. Jumlah penduduk usia tahun yang cacat dan tidak 9 orang bekerja 7. Jumlah penduduk usia tahun yang cacat dan 15 orang bekerja B. Kesejahteraan Keluarga 1 Jumlah keluarga prasejahtera keluarga 2 Jumlah keluarga sejahtera 1 keluarga 3 Jumlah keluarga sejahtera 2 keluarga 4 Jumlah keluarga sejahtera 3 keluarga 5 Jumlah keluarga sejahtera 3 plus keluarga 6 Total jumlah kepala keluarga keluarga III. PRODUK DOMESTIK DESA/KELURAHAN BRUTO A. SUBSEKTOR PERTANIAN A.1.Tanaman Padi dan Palawija 1. Luas tanaman padi tahun ini 2. Nilai produksi tahun ini Rp. 1 hr 3. Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya 44
45 A.2. Tanaman Jagung 1. Luas tanaman tahun ini 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya A.3. Tanaman Kedelai 1. Luas tanaman tahun ini Rp Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat 6. Biaya lainnya A.4. Tanaman Bawang Putih 1. Luas tanaman tahun ini 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya A.5. Tanaman Bawang Merah 1. Luas tanaman tahun ini 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya A.6. Tanaman Ubi-ubian 1. Luas tanaman tahun ini 1 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya A.7. Tanaman Buah-buahan 1. Luas tanaman tahun ini 1,60 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya A.8. Tanaman Sayur-sayuran 1. Luas tanaman tahun ini 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya 45
46 A.9. Tanaman Kacang tanah 1. Luas tanaman tahun ini 1.5 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya A.10. Tanaman 1. Luas tanaman tahun ini 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya B. SUBSEKTOR PERKEBUNAN B.1. Kelapa Sawit 1. Luas tanaman tahun ini 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya B.2. Kelapa 1. Luas tanaman tahun ini 80 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp. 68 Ton 3. Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya B.3. Kopi 1. Luas tanaman tahun ini 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya B.4. Coklat 1. Luas tanaman tahun ini ada 2. Nilai produksi tahun ini Rp. 300 Kg 3. Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya B.5. Cengkeh 1. Luas tanaman tahun ini 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp. 0 46
47 6. Biaya lainnya B.6. Tembakau 1. Luas tanaman tahun ini 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya B.7. Teh 1. Luas tanaman tahun ini 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya B.8. Kemiri 1. Luas tanaman tahun ini 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya B.9. Jambu Mete 1. Luas tanaman tahun ini 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya B.10. Kapas 1. Luas tanaman tahun ini 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya B.11. Karet 1. Luas tanaman tahun ini 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya B.12. Vanili 1. Luas tanaman tahun ini 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp. 0 47
48 5. Biaya obat Rp Biaya lainnya B.13. Pala 1. Luas tanaman tahun ini 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya B.14. Jarak Pagar 1. Luas tanaman tahun ini 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya B.15. Jarak Kepyar 1. Luas tanaman tahun ini 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya C. SUBSEKTOR PETERNAKAN Total nilai produksi tahun ini Rp. 0 Total nilai bahan baku yang digunakan Rp. 0 Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp. 0 Jumlah total ternak tahun ini ekor D. SUBSEKTOR PERIKANAN Total nilai produksi Rp. 30 Ton Total nilai bahan baku yang digunakan RP. 0 Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp. 0 Total biaya antara yang dihabiskan RP. 0 Total jumlah jenis usaha perikanan 4 jenis E. SEKTOR PERTAMBANGAN DAN GALIAN Total nilai produksi tahun ini Rp. 0 Total nilai bahan baku yang digunakan RP. 0 Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp. 0 Total biaya antara yang dihabiskan RP. 0 Jumlah total jenis bahan tambang dan 0 jenis galian yang ada F. SUBSEKTOR KERAJINAN Total nilai produksi Rp. 0 Total nilai bahan baku yang digunakan RP. 0 Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp. 0 Total biaya antara yang dihabiskan Rp. 0 48
49 Total jenis kerajinan rumah tangga 0 jenis G. SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN G.1. Subsektor Industri Pakaian Total nilai produksi Rp. 0 Total nilai bahan baku yang digunakan Rp. 0 Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp. 0 Total biaya antara yang dihabiskan Rp. 0 Total jumlah jenis industri yang ada 0 jenis G.2. Subsektor Industri Pangan Total nilai produksi Rp. 0 Total nilai bahan baku yang digunakan Rp. 0 Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp. 0 Total biaya antara yang dihabiskan Rp. 0 Total jumlah jenis industri pangan 0 jenis G.3. Industri Pengolahan Migas Total nilai produksi Rp. 0 Total nilai bahan baku yang digunakan Rp. 0 Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp. 0 Total biaya antara yang dihabiskan Rp. 0 Total jumlah jenis industri minyak & gas 0 jenis G.4. Industri Pengolahan Non Migas Total nilai produksi Rp. 0 Total nilai bahan baku yang digunakan Rp. 0 Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp. 0 Total biaya antara yang dihabiskan Rp. 0 Total jumlah jenis industri non migas 0 jenis G.5. Industri Total nilai produksi Rp. 0 Total nilai bahan baku yang digunakan Rp. 0 Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp. 0 Total biaya antara yang dihabiskan Rp. 0 Total jumlah jenis industri 0 jenis H. SUBSEKTOR KEHUTANAN Total nilai produksi Rp. 0 Total nilai bahan baku yang digunakan Rp. 0 Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp. 0 Total biaya antara yang dihabiskan Rp. 0 I. SEKTOR PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN I.1. Subsektor Perdagangan Besar Total nilai transaksi Rp. 0 Total nilai aset perdagangan yang ada Rp. 0 Total jumlah jenis perdagangan besar Rp. 0 Total nilai biaya yang dikeluarkan Rp. 0 Total biaya antara lainnya Rp. 0 I.2. Subsektor Perdagangan Eceran Jumlah total jenis perdagangan eceran 1 jenis Total nilai transaksi Rp. 0 Total nilai biaya yang dikeluarkan Rp. 0 Total nilai aset perdagangan eceran Rp. 0 I.3. Subsektor Hotel Jumlah total penginapan dan penyediaan 1 unit 49
50 akomodasi yang ada Jumlah Total Pendapatan Rp. 0 Jumlah total biaya pemeliharaan Rp. 0 Jumlah biaya antara yang dikeluarkan Rp. 0 Jumlah total pendapatan yang diperoleh Rp. 0 I.4. Subsektor Restoran Jumlah tempat penyediaan konsumsi 10 unit Biaya konsumsi yang dikeluarkan Rp. 0 Biaya antara lainnya Rp. 0 Jumlah total pendapatan yang diperoleh Rp. 0 J. Sektor Bangunan/Konstruksi Jumlah bangunan yang ada tahun ini 7 unit Biaya pemeliharaan yang dikeluarkan Rp. 0 Total nilai bangunan yang ada Rp Biaya antara lainnya Rp. 0 K. Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan K.1. Subsektor Bank Jumlah transaksi perbankan Rp. 0 Jumlah nilai transaksi perbankan Rp. 0 Jumlah biaya yang dikeluarkan Rp. 0 K.2. Subsektor lembaga keuangan bukan bank Jumlah lembaga keuangan bukan bank Jumlah kegiatan jasa penunjang lembaga keuangan bukan bank Nilai transaksi lembaga keuangan bukan Rp. 0 bank Biaya yang dikeluarkan Rp. 0 K.3. Subsektor Sewa Bangunan Jumlah usaha persewaan bangunan dan tanah Total nilai persewaan yang dicapai Rp. 0 Biaya yang dikeluarkan Rp. 0 Biaya lainnya Rp. 0 K.4. Subsektor Jasa Perusahaan Jumlah perusahaan jasa Nilai transaksi perusahaan jasa Rp. 0 Biaya yang dikeluarkan Rp. 0 Biaya lainnya Rp. 0 L. SEKTOR JASA-JASA L.1. Subsektor jasa pemerintahan umum Jumlah jenis jasa pelayanan pemerintahan kepada masyarakat Nilai transaksi pelayanan pemerintahan kepada masyarakat Biaya yang dikeluarkan dalam pelayanan unit Rp. Rp. 50
51 L.2. Subsektor jasa swasta Jumlah usaha jasa pelayanan sosial yang disediakan masyarakat Nilai aset produksi jasa pelayanan sosial Rp. 0 Biaya yang dikeluarkan Rp. 0 L.3. Subsektor Jasa hiburan dan rekreasi Jumlah jenis jasa hiburan dan rekreasi Nilai transaksi usaha jasa hiburan dan Rp. 0 rekreasi Biaya antara yang dikeluarkan Rp. 0 L.4. Subsektor Jasa Perorangan dan Rumah Tangga Jumlah jenis kegiatan jasa pelayanan perorangan dan rumah tangga Nilai aset jasa pelayanan perorangan dan Rp. 0 rumah tangga Nilai transaksi jasa pelayanan perorangan Rp. 0 dan rumah tangga Biaya antara yang dikeluarkan Rp. 0 M. SEKTOR ANGKUTAN DAN KOMUNIKASI M.1. Subsektor Angkutan Jumlah jenis kegiatan pengangkutan orang dan barang dengan alat angkut kendaraan jalan raya, laut, rel, udara, dan sungai/danau/penyeberangan Jumlah total kendaraan angkutan Nilai total transaksi pengangkutan Rp. 0 Nilai total biaya yang dikeluarkan Rp. 0 M.2. Subsektor jasa Penunjang angkutan Jumlah jenis kegiatan jasa pelabuhan, terminal, tambatan, agensi, ekspedisi, tol, bongkar muat dan parkir Jumlah total nilai transaksi jasa penunjang Rp. 0 angkutan Nilai biaya antara yang dikeluarkan Rp. 0 M.3. Subsektor Komunikasi Jumlah jenis kegiatan informasi dan telekomunikasi serta jasa penunjang lainnya Jumlah nilai aset telekomunikasi dan Rp. 0 informasi yang ada Nilai transaksi informasi dan Rp. 0 telekomunikasi yang dicapai Biaya antara yang dikeluarkan Rp. 0 N. SEKTOR LISTRIK, GAS & AIR MINUM N.1. Subsektor Listrik Jumlah jenis kegiatan pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik Jumlah nilai produksi listrik Rp. 1 jenis 51
52 Jumlah total nilai transaksi Jumlah biaya antara yang dikeluarkan Rp Rp N.2. Subsektor Gas Jumlah kegiatan penyediaan gas Nilai aset produksi gas Rp. 0 Nilai transaksi Rp. 0 Biaya antara yang dikeluarkan Rp. 0 N.3. Subsektor Air Minum Jumlah jenis kegiatan penyediaan dan penyaluran air minum Nilai aset penyediaan air minum Rp. 0 Nilai produksi air minum Rp. 0 Nilai transaksi air minum Rp. 0 Biaya antara yang dikeluarkan NILAI TOTAL PENDAPATAN DOMESTIK DESA / KELURAHAN BRUTO DARI SEMUA SEKTOR (% total nilai produksi dan transaksi terhadap total biaya yang dikeluarkan dari semua sektor) Rp. 0 IV. PENDAPATAN PERKAPITA A. Pendapatan perkapita menurut sektor usaha A.1. PERTANIAN 1. Jumlah rumah tangga petani 14 Keluarga 2. Jumlah total anggota rumah tangga petani 18 orang 3. Jumlah rumah tangga buruh tani 20 Keluarga 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh petani 25 orang 5. Jumlah pendapatan perkapita dari sektor Rp. 0 pertanian untuk setiap rumah tangga pertanian A.2. PERKEBUNAN 1. Jumlah rumah tangga perkebunan 93 Keluarga 2. Jumlah total anggota rumah tangga orang perkebunan 3. Jumlah rumah tangga buruh perkebunan 0 Keluarga 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh perkebunan 0 orang 5. Jumlah pendapatan perkapita dari sektor Rp.0 perkebunan untuk setiap rumah tangga perkebunan A.3. PETERNAKAN 1. Jumlah rumah tangga peternakan 155 Keluarga 2. Jumlah total anggota rumah tangga peternakan 689 orang 3. Jumlah rumah tangga buruh peternakan 0 Keluarga 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh peternakan 0 orang 5. Jumlah pendapatan percapita dari sektor Rp peternakan untuk setiap rumah tangga peternakan 52
53 A.4. PERIKANAN 1. Jumlah rumah tangga perikanan 2. Jumlah total anggota rumah tangga perikanan 3. Jumlah rumah tangga buruh perikanan 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh perikanan 5. Jumlah pendapatan percapita dari sektor Rp. 0 perikanan untuk setiap rumah tangga perikanan A.5. KERAJINAN 1. Jumlah rumah tangga pengrajin 4 Keluarga 2. Jumlah total anggota rumah tangga pengrajin 3. Jumlah rumah tangga buruh pengrajin 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh pengrajin 5. Jumlah pendapatan percapita dari sektor pengrajin untuk setiap rumah tangga pengrajin A.6. PERTAMBANGAN 1. Jumlah rumah tangga pertambangan 2. Jumlah total anggota rumah tangga pertambangan 3. Jumlah rumah tangga buruh pertambangan 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh pertambangan 5. Jumlah pendapatan perkapita dari sektor pertambangan untuk setiap rumah tangga pertambangan A.7. KEHUTANAN 1. Jumlah rumah tangga kehutanan 2. Jumlah total anggota rumah tangga kehutanan 3. Jumlah rumah tangga buruh kehutanan 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh kehutanan 5. Jumlah pendapatan perkapita dari sektor kehutanan untuk setiap rumah tangga kehutanan A.8. INDUSTRI KECIL, MENENGAH DAN BESAR 1. Jumlah rumah tangga perkebunan 2. Jumlah total anggota rumah tangga perkebunan 3. Jumlah rumah tangga buruh industri 4. Jumlah total anggota rumah tangga buruh industri 5. Jumlah pendapatan percapita dari sektor industri untuk setiap rumah tangga industri A.9. JASA DAN PERDAGANGAN 1. Jumlah rumah tangga sektor jasa dan perdagangan 2. Jumlah total anggota rumah tangga jasa perdagangan 3. Jumlah rumah tangga buruh jasa dan perdagangan 54 Keluarga 55 orang 0 Keluarga 53
54 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh jasa dan perdagangan 5. Jumlah pendapatan percapita dari sektor jasa dan perdagangan untuk setiap rumah tangga jasa dan perdagangan B. PENDAPATAN RILL KELUARGA Rp.0 Lampiran V 0 orang Jumlah Kepala Keluarga KK Jumlah Anggota Keluarga 4 orang Jumlah Pendapatan Kepala Keluarga Rp perbulan Jumlah pendapatan dari anggota keluarga yang Rp bekerja Jumlah Total Pendapatan Keluarga Rp Rata-rata Pendapatan Peranggota keluarga Rp V. STRUKTUR MATA PENCAHARIAN MENURUT SEKTOR 1. Sektor Pertanian Petani Buruh tani Pemilik usaha pertanian 2. Sektor Perkebunan Buruh perkebunan Karyawan Perusahaan Perkebunan Pemilik usaha Perkebunan 18 orang 45 orang 29 orang 3. Sektor Peternakan Buruh usaha peternakan Pemilik usaha peternakan 4. Sektor Perikanan Nelayan Pemilik usaha perikanan Buruh usaha perikanan 5. Sektor Kehutanan Pemilik usaha pengolahan hasil hutan Buruh usaha pengolahan hasil hutan Pengumpul hasil hutan 6. Sektor Pertambangan dan Bahan Galian C Penambang galian C kerakyatan/perorangan Pemilik usaha pertambangan skala kecil dan besar Buruh usaha pertambangan 7. Sektor Industri Kecil & Kerajinan Rumah Tangga Montir Tukang batu Tukang kayu Tukang sumur Pemulung Tukang jahit 431 orang 504 orang 8 orang 4 orang 2 orang - orang 6 orang 54
55 Tukang kue Tukang anyaman Tukang rias Pengrajin industri rumah tangga lainnya 5 orang 4 0rang 6 orang 8. Sektor Industri Menengah dan Besar Karyawan perusahaan swasta Karyawan perusahaan pemerintah Pemilik perusahaan 9. Sektor Perdagangan Pengusaha perdagangan hasil bumi Buruh jasa perdagangan hasil bumi 95 orang ada 10. Sektor Jasa Pemilik usaha jasa transportasi dan perhubungan Buruh usaha jasa transportasi dan perhubungan Pemilik usaha informasi dan komunikasi Buruh usaha jasa informasi dan komunikasi Kontraktor Pemilik usaha jasa hiburan dan pariwisata Buruh usaha jasa hiburan dan pariwisata Pemilik usaha hotel dan penginapan lainnya 2 0rang Buruh usaha hotel dan penginapan lainnya Pemilik usaha warung, rumah makan dan restoran 10 orang Pegawai Negeri Sipil 23 orang TNI 3 0rang POLRI 2 0rang Dokter swasta Bidan swasta Perawat swasta 1 orang Dukun/paranormal/supranatural 4 orang Jasa pengobatan alternatif 4 orang Dosen swasta Guru swasta 5 orang Pensiunan TNI/POLRI Pensiunan PNS 2 orang Pensiunan swasta 6 Orang Pengacara Notaris Jasa Konsultansi Manajemen dan Teknis Seniman/artis Pembantu rumah tangga Sopir 8 Orang Buruh migran perempuan - Buruh migran laki-laki Usaha jasa pengerah tenaga kerja Wiraswasta lainnya 7 orang mempunyai mata pencaharian tetap 56 orang Jasa penyewaan peralatan pesta 55
56 VI. PENGUASAAN ASET EKONOMI MASYARAKAT A. ASET TANAH memiliki tanah Memiliki tanah antara 0,1-0,2 ha Memiliki tanah antara 0,21-0,3 ha Memiliki tanah antara 0,31-0,4 ha Memiliki tanah antara 0,41-0,5 ha Memiliki tanah antara 0,51-0,6 ha Memiliki tanah antara 0,61-0,7 ha Memiliki tanah antara 0,71-0,8 ha Memiliki tanah antara 0,81-0,9 ha Memiliki tanah antara 0,91-1,0 ha Memiliki tanah antara 1,0 5,0 ha memiliki tanah antara 5,0 10 ha Memiliki tanah lebih dari 10 ha Jumlah total penduduk B. ASET SARANA TRANSPORTASI UMUM Memiliki ojek Memiliki becak Meimliki cidemo/andong/dokar Memiliki kapal motor Memiliki bus Memiliki mini bus Memiliki helikopter dan atau pesawat C. ASET SARANA PRODUKSI Memiliki penggilingan padi Memiliki traktor Memiliki pabrik pengolahan hasil pertanian Memiliki kapal penangkap ikan Memiliki alat pengolahan hasil perikanan Memiliki alat pengolahan hasil peternakan Memiliki alat pengolahan hasil perkebunan Memiliki alat pengolahan hasil hutan Memiliki alat produksi dan pengolah hasil pertambangan Memiliki alat produksi dan pengolah hasil pariwisata Memiliki alat produksi dan pengolah hasil industri jasa perdagangan Memiliki alat produksi dan pengolah hasil Industri kerajinan keluarga skala kecil dan menengah Memiliki alat produksi dan pengolahan hasil industri migas D. ASET PERUMAHAN RUMAH MENURUT DINDING Tembok Kayu Bambu Tanah liat Pelepah kelapa/lontar/gebang Dedaunan 62 orang 684 orang 87 orang 56 orang 25 orang 17 orang 9 orang 7 orang 9 orang 12 orang 21 orang 2 orang 991 orang 2 orang 175 Rumah - Rumah 40 Rumah - Rumah - Rumah - Rumah 56
57 VII. RUMAH MENURUT LANTAI Keramik Semen Kayu Tanah RUMAH MENURUT ATAP Genteng Seng Asbes Beton Bambu Kayu Daun lontar/gebang/enau Daun ilalang PEMILIKAN ASET EKONOMI LAINNYA Jumlah keluarga memiliki TV dan elektronik lainnya Jumlah keluarga memiliki sepeda motor/sejenisnya Jumlah keluarga memiliki mobil dan sejenisnya Jumlah keluarga memiliki perahu bermotor Jumlah keluarga memiliki kapal barang Jumlah keluarga memiliki kapal penumpang Jumlah keluarga memiliki kapal pesiar Jumlah keluarga memiliki helikopter Jumlah keluarga memiliki pesawat terbang Jumlah keluarga memiliki ternak besar Jumlah keluarga memiliki ternak kecil Jumlah keluarga yang memiliki hiasan emas/berlian Jumlah keluarga yang memiliki buku tabungan bank Jumlah keluarga yang memiliki buku surat berharga Jumlah keluarga yang memiliki sertifikat deposito Jumlah keluarga yang memiliki sertifikat tanah Jumlah keluarga yang memiliki sertifikat bangunan Jumlah keluarga memiliki perusahaan industri besar Jumlah keluarga memiliki peruahaan industri menengah Jumlah keluarga memiliki perusahaan industri kecil Jumlah keluarga memiliki usaha perikanan Jumlah keluarga memiliki usaha peternakan Jumlah keluarga memiliki usaha perkebunan Jumlah keluarga memiliki usaha pasar swalayan Jumlah keluarga memiliki usaha di pasar swalayan Jumlah keluarga memiliki usaha di pasar tradisional Jumlah keluarga memiliki usaha di pasar desa Jumlah keluarga memiliki usaha transportasi/pengangkutan Jumlah keluarga yang memiliki aset telekomunikasi Jumlah keluarga yang memiliki saham di perusahaan Jumlah Keluarga seluruhnya - Rumah 152 Rumah - Rumah 10 Rumah - Rumah - Rumah - Rumah Rumah - Rumah - Rumah - Rumah - Rumah 5 Rumah - Rumah - Rumah 1000 Keluarga 703 Keluarga 28 Keluarga 682 Keluarga 306 Keluarga 85 Keluarga 929 Keluarga 25 Keluarga 7 keluarga Keluarga 57
58 VIII. PENDIDIKAN MASYARAKAT A. Tingkat Pendidikan Penduduk Jumlah penduduk buta aksara dan huruf latin 23 orang Jumlah penduduk usia 3-6 tahun yang masuk TK dan 112 orang Kelompok Bermain Anak Jumlah anak dan penduduk cacat fisik dan mental 2 orang Jumlah penduduk sedang SD/sederajat 474 orang Jumlah penduduk tamat SD/sederajat orang Jumlah penduduk tidak tamat SD/sederajat orang Jumlah penduduk sedang SLTP/sederajat 236 orang Jumlah penduduk tamat SLTP/sederajat orang Jumlah penduduk sedang SLTA/sederajat 220 orang Jumlah penduduk tidak tamat SLTA/Sederajat orang Jumlah penduduk tamat SLTA/Sederajat orang Jumlah penduduk sedang D-1 0 orang Jumlah penduduk tamat D-1 1 orang Jumlah penduduk sedang D-2 0 orang Jumlah penduduk tamat D-2 14 orang Jumlah penduduk sedang D-3 0 orang Jumlah penduduk tamat D-3 0 orang Jumlah penduduk sedang S-1 40 orang Jumlah penduduk tamat S-1 34 orang Jumlah penduduk sedang S-2 0 orang Jumlah penduduk tamat S-2 7 orang Jumlah penduduk tamat S-3 Jumlah penduduk sedang SLB A 1 orang Jumlah penduduk tamat SLB A 1 orang Jumlah penduduk sedang SLB B 1 orang Jumlah penduduk tamat SLB B 0 orang Jumlah penduduk sedang SLB C 0 orang Jumlah penduduk tamat SLB C 0 orang Jumlah penduduk cacat fisik dan mental 32 orang % Penduduk buta huruf [(1): jumlah penduduk] x 100% 0,005 % % Penduduk tamat SLTP/sederajat [(3):jumlah penduduk] x 100% % B. Wajib belajar 9 tahun 1. Jumlah penduduk usia 7-15 tahun 710 orang 2. Jumlah penduduk usia 7-15 tahun yang masih sekolah 703 orang 3. Jumlah penduduk usia 7-15 tahun yang tidak sekolah 7 orang C. Rasio Guru dan Murid 1. Jumlah Guru TK dan kelompok bermain anak 8 orang 2. Jumlah Siswa TK dan kelompok bermain anak 112 orang 3. Jumlah Guru SD dan sederajat 29 orang 4. Jumlah siswa SD dan sederajat 552 orang 5. Jumlah guru SLTP dan sederajat 16 orang 6. Jumlah siswa SLTP dan sederajat 138 orang 7. Jumlah Guru SLTA/sederajat 15 orang 8. Jumlah siswa SLTA/sederajat 76 orang 9. Jumlah siswa SLB 1 orang 10. Jumlah guru SLB 0 orang 58
59 IX. D. Kelembagaan Pendidikan Masyarakat Jumlah perpustakaan desa/kelurahan Jumlah taman bacaan desa/kelurahan Jumlah perpustakaan keliling Jumlah sanggar belajar Jumlah kegiatan lembaga pendidikan luar sekolah Jumlah kelompok belajar Paket A Jumlah peserta ujian Paket A Jumlah kelompok belajar Paket B Jumlah Peserta ujian Paket B Jumlah kelompok belajar Paket C Jumlah peserta ujian Paket C Jumlah lembaga kursus keterampilan Jumlah peserta kursus keterampilan KESEHATAN MASYARAKAT A. Kualitas Ibu Hamil Jumlah ibu hamil Jumlah ibu hamil periksa di Posyandu Jumlah ibu hamil periksa di Puskesmas Jumlah ibu hamil periksa di Rumah Sakit Jumlah ibu hamil periksa di Dokter Praktek Jumlah ibu hamil periksa di Bidan Praktek Jumlah ibu hamil periksa di Dukun Terlatih Jumlah kematian ibu hamil Jumlah ibu hamil melahirkan Jumlah ibu nifas Jumlah kematian ibu nifas Jumlah ibu nifas hidup B. Kualitas Bayi Jumlah keguguran kandungan Jumlah bayi lahir Jumlah bayi lahir mati Jumlah bayi lahir hidup Jumlah bayi mati usia 0 1 bulan Jumlah bayi mati usia 1 12 bulan Jumlah bayi lahir berat kurang dari 2,5 kg Jumlah bayi 0-5 tahun hidup yang menderita kelainan organ tubuh, fisik dan mental C. Kualitas Persalinan Tempat Persalinan Tempat persalinan Rumah Sakit Umum Tempat persalinan Rumah Bersalin Tempat persalinan Puskesmas Tempat persalinan Polindes Tempat persalinan Balai Kesehatan Ibu Anak Tempat persalinan rumah praktek bidan Tempat praktek dokter Rumah dukun Rumah sendiri 1 buah 1kelompok 28 Orang 1 kelompok 15 orang orang orang orang 0 orang 0 orang 74 orang 0 orang 0 orang 74 orang orang 0 orang orang 0 orang 74 orang 0 orang 74 orang 0 orang 1 orang 0 orang 1 orang 15 kali 59 kali Pertolongan Persalinan Jumlah Persalinan ditolong Dokter 15 tindakan 59
60 Jumlah persalinan ditolong bidan Jumlah persalinan ditolong perawat Jumlah persalinan ditolong dukun bersalin Jumlah persalinan ditolong keluarga 59 tindakan 0 tindakan 0 tindakan 0 tindakan D. Cakupan Imunisasi Jumlah Bayi usia 2 bulan Jumlah bayi 2 bulan Imunisasi DPT-1, BCG dan Polio -1 Jumlah bayi usia 3 bulan Jumlah bayi 3 bulan yang imunisasi DPT-2 dan Polio-2 Jumlah bayi usia 4 bulan Jumlah bayi 4 bulan yang imunisasi DPT-3 dan Polio-3 Jumlah bayi 9 bulan EJumlah bayi 9 bulan yang imunisasi campak. Jumlah bayi yang sudah imunisasi cacar 57 orang 57 orang 60 orang 60 orang 65 orang 65 orang 60 orang 60 orang 60 orang E. Perkembangan Pasangan Usia Subur dan KB Pasangan Usia Subur Jumlah remaja putri usia tahun Jumlah perempuan usia subur tahun Jumlah wanita kawin muda usia kurang dari 16 tahun Jumlah pasangan usia subur Keluarga Berencana Jumlah akseptor KB Jumlah pengguna alat kontrasepsi suntik Jumlah pengguna metode kontrasepsi spiral /UDY Jumlah pengguna alat kontrasepsi kondom Jumlah pengguna metode kontrasepsi pil Jumlah pengguna metode vasektomi Jumlah pengguna metode kontrasepsi tubektomi /Susuk Jumlah pengguna metode KB Kelender/KB Alamiah Jumlah pengguna metode KB obat tradisional Jumlah pengguna alat kontrasepsi metode... Jumlah PUS yang tidak menggunakan metode KB orang orang...orang...pasangan 642.orang 410.orang 6. 0rang 56.orang 68.orang 8 0rang 94 0rang -orang -orang orang 722.orang F. Wabah Penyakit MUNTABER Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini Jumlah yang meninggal DEMAM BERDARAH Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini Jumlah yang meninggal KOLERA Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini Jumlah yang meninggal POLIO Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini Jumlah yang meninggal 0 kejadian 0 kejadian 2 kejadian 0 kejadian 0 kejadian 0 kejadian 0 kejadian 0 kejadian 60
61 CIKUNGUNYA Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini Jumlah yang meninggal FLU BURUNG Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini Jumlah yang meninggal BUSUNG LAPAR Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini Jumlah yang meninggal KELAPARAN Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini Jumlah yang meninggal Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini Jumlah yang meninggal Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini Jumlah yang meninggal G. Angka Harapan Hidup Angka harapan hidup penduduk Desa/Kelurahan Angka harapan hidup penduduk Kabupaten/Kota Angka Harapan Hidup Provinsi Angka harapan Hidup Nasional 0 kejadian 0 kejadian 0 kejadian 0 kejadian 0 kejadian 0 kejadian 0 kejadian 0 kejadian 0 kejadian 0 kejadian 0 kejadian 0 kejadian Tahun H. Cakupan pemenuhan kebutuhan air bersih 1. Jumlah keluarga menggunakan sumur gali keluarga 2. Jumlah keluarga pelanggan PAM 88 keluarga 3. Jumlah keluarga menggunakan Penampung Air Hujan 4. Jumlah keluarga menggunakan sumur pompa 5. Jumlah keluarga menggunakan perpipaan air kran 6. Jumlah keluarga menggunakan hidran umum 40 keluarga 7. Jumlah keluarga menggunakan air sungai 8. Jumlah keluarga menggunakan embung 9. Jumlah keluarga yang menggunakan mata air 10. Jumlah keluarga yang tidak mendapatkan akses air minum dari air laut 11. Jumlah keluarga yang tidak mendapatkan akses air minum dari sumber di atas Total jumlah keluarga I. Perilaku hidup bersih dan sehat Kebiasaan buang air besar Jumlah keluarga memiliki WC yang sehat Jumlah keluarga memiliki WC yang kurang memenuhi standar kesehatan Jumlah keluarga biasa buang air besar di sungai/parit/kebun/hutan Jumlah keluarga yang menggunakan fasilitas MCK umum keluarga 790 keluarga 70 keluarga 102 keluarga 200 keluarga 61
62 Pola makan Kebiasaan penduduk makan dalam sehari 1 kali Kebiasaan penduduk makan sehari 2 kali Kebiasaan penduduk makan sehari 3 kali Kebiasaan penduduk makan sehari lebih dari 3 kali Penduduk yang belum tentu sehari makan 1 kali Kebiasaan berobat bila sakit Dukun Terlatih Dokter/puskesmas/mantri kesehatan/perawat/bidan/posyandu Obat tradisional dari dukun pengobatan alternatif Paranormal Obat tradisional dari keluarga sendiri diobati J. Status Gizi Balita Jumlah Balita Jumlah Balita bergizi buruk Jumlah Balita bergizi baik Jumlah Balita bergizi kurang Jumlha Balita bergizi lebih Sedikit Banyak Sedikit Tak ada Sedikit Tak ada 224 orang 0 orang 1220 orang 4 orang 0 orang K. Jumlah Penderita Sakit tahun ini Jumlah penyakit Jumlah penderita Di rawat di Jantung Lever Paru-paru Kanker Stroke 25 orang Rumah Diabetes Melitus 8 orang Rumah Ginjal Malaria Lepra/Kusta HIV/AIDS Gila/stress 5 orang Rumah TBC ISPA Asma 8 orang Rumah Tumor Hernia 3 orang Rumah L. Perkembangan Sarana dan Prasarana Kesehatan Masyarakat Jumlah MCK Umum 4 unit Jumlah Posyandu 4 unit Jumlah kader Posyandu aktif 12 orang Jumlah pembina Posyandu 3 orang Jumlah Dasawisma 20 Dswisma Jumlah pengurus Dasa Wisma aktif 0 orang Jumlah kader bina keluarga balita aktif 13 orang 62
63 Jumlah petugas lapangan keluarga berencana aktif Buku rencana kegiatan Posyandu Buku data pengunjung Posyandu Buku kegiatan pelayanan Posyandu Buku administrasi Posyandu lainnya Jumlah kegiatan Posyandu Jumlah kader kesehatan lainnya Jumlah kegiatan pengobatan gratis Jumlah kegiatan pemberantasan sarang nyamuk/psn Jumlah kegiatan pembersihan lingkungan 1 orang Diisi Diisi Diisi jenis jenis orang 1 jenis 1 jenis X. KEAMANAN DAN KETERTIBAN A. Konflik SARA Kasus konflik pada tahun ini Kasus konflik SARA pada tahun ini Jumlah kasus pertengkaran dan atau perkelahian antar tetangga Jumlah kasus pertengkaran dan atau perkelahian antar RT/RW Jumlah konflik antar masyarakat pendatang dengan penduduk asli Jumlah kasus antar kelompok masyarakat dalam desa/kelurahan dengan kelompok masyarakat dari desa/kelurahan lain Jumlah konflik antara masyarakat dengan pemerintah Jumlah kerugian material akibat konflik antara masyarakat dan pemerintah Jumlah korban jiwa akibat konflik antara masyarakat dengan pemerintah Jumlah konflik antara masyarakat dengan perusahaan Jumlah korban jiwa akibat konflik antara masyarakat dengan perusahaan Jumlah kerugian material akibat konflik antara masyarakat dan pemerintah Jumlah konflik politik antara masyarakat dengan lembaga politik Jumlah korban jiwa akibat konflik politik antara masyarakat dengan lembaga politik Jumlah kerugian material akibat konflik politik antara masyarakat dengan lembaga politik Jumlah prasarana dan sarana yang rusak/terbakar akibat konflik Sara Jumlah rumah penduduk yang rusak/terbakar akibat konflik Sara Jumlah korban luka akibat konflik Sara Jumlah korban meninggal akibat konflik Sara Jumlah janda akibat konflik Sara Jumlah anak yatim akibat konflik Sara Jumlah pelaku konflik yang diadili atau diproses secara hukum B. Perkelahian Kasus perkelahian yang terjadi pada tahun ini Kasus perkelahian yang menimbulkan korban jiwa Kasus perkelahian yang menimbulkan luka parah Rp 0 Rp 0 63
64 Kasus perkelahian yang menimbulkan kerugian material Jumlah pelaku konflik yang diadili atau diproses secara hukum C. Pencurian Kasus pencurian dan perampokan yang terjadi tahun ini Kasus pencurian/perampokan yang korbannya penduduk Desa/Kelurahan setempat Kasus pencurian/perampokan yang pelakunya penduduk Desa/Kelurahan setempat Jumlah pencurian dengan kekerasan senjata api Jumlah pelaku yang diadili atau diproses secara hukum D. Penjarahan dan Penyerobotan Tanah Jumlah kasus penjarahan dan penyerobotan tanah yang korban dan pelakunya penduduk setempat Jumlah kasus penjarahan dan penyerobotan tanah yang korban penduduk setempat tetapi pelakunya bukan penduduk setempat Jumlah kasus penjarahan dan penyerobotan tanah yang korban bukan penduduk setempat tetapi pelakunya penduduk setempat Jumlah pelaku yang diadili atau diproses secara hukum E. Perjudian, Penipuan dan Penggelapan Jumlah penduduk yang memiliki kebiasaan berjudi Jenis perjudian yang ada di Desa/Kelurahan ini Jumlah kasus penipuan dan atau penggelapan Jumlah kasus sengketa warisan, jual beli dan utang piutang F. Pemakaian Miras dan Narkoba Jumlah warung/toko yang menyediakan Miras Jumlah penduduk yang mengkonsumsi Miras Jumlah kasus mabuk akibat Miras Jumlah pengedar Narkoba Jumlah penduduk yang mengkonsumsi Narkoba Jumlah kasus mabuk/teler akibat Narkoba Jumlah kasus kematian akibat Narkoba Jumlah pelaku Miras yang diadili atau diproses secara hukum Jumlah pelaku Narkoba yang diadili atau diproses secara hukum G. Prostitusi Jumlah penduduk pekerja pramu nikmat Lokalisasi prostitusi Jumlah tempat yang menyediakan wanita pramunikmat secara terselubung (warung remangremang, panti pijat, hotel, dll) Jumlah kasus/konflik akibat maraknya praktek prostitusi Jumlah pembinaan pelaku prostitusi Jumlah penertiban penyediaan tempat prostitusi 2 kasus orang - orang 64
65 H. Pembunuhan Jumlah kasus pembunuhan pada tahun ini Jumlah kasus pembunuhan dengan korban penduduk Desa/Kelurahan setempat Jumlah kasus pembunuhan dengan pelaku penduduk setempat Jumlah kasus bunuh diri Jumlah Kasus Yang Diproses secara hukum I. Penculikan Jumlah kasus penculikan Jumlah kasus penculikan dengan korban penduduk Desa/Kelurahan setempat Jumlah kasus penculikan dengan pelaku penduduk setempat Jumlah kasus penculikan yang diselesaikan secara hukum J. Kejahatan seksual Jumlah kasus perkosaan pada tahun ini Jumlah kasus perkosaan anak pada tahun ini Jumlah kasus kehamilan di luar nikah menurut hukum negara Jumlah kasus kehamilan di luar nikah menurut hukum adat Jumlah tempat penampungan/persewaan kamar bagi pekerja seks K. Masalah Kesejahteraan Sosial Jumlah gelandangan Jumlah pengemis jalanan Jumlah anak jalanan dan terlantar Jumlah manusia lanjut usia terlantar Jumlah orang gila/stress/cacat mental Jumlah orang cacat fisik Jumlah orang kelainan kulit Jumlah orang yang tidur di kolong jembatan/emperan Jumlah rumah dan kawasan kumuh Jumlah panti jompo Jumlah panti asuhan anak Jumlah rumah singgah anak jalanan Jumlah penghuni jalur hijau dan taman kota Jumlah penghuni bantaran sungai Jumlah penghuni pinggiran rel kereta api Jumlah penghuni liar di lahan dan fasilitas umum lainnya Jumlah anggota kelompok masyarakat/suku/keluarga terasing, terisolir, terlantar dan primitif Jumlah anak yatim usia 0 18 tahun Jumlah anak piatu 0 18 tahun Jumlah anak yatim piatu 0 18 tahun Jumlah janda Jumlah duda Jumlah anak, remaja, preman dan pengangguran orang 9 orang 22 orang - orang 1 0rganisasi 23 orang orang orang 75 orang 68 orang 65
66 Jumlah anak usia 7-12 tahun yang tidak sekolah di SD/sederajat Jumlah anak usia tahun yang tidak sekolah di SLTP/sederajat Jumlah anak usia tahun yang tidak sekolah di SLTA/sederajat Jumlah anak yang bekerja membantu keluarga menghasilkan uang Jumlah perempuan yang menjadi kepala keluarga Jumlah penduduk eks NAPI Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana banjir Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana gunung berapi Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana tsunami Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana gempa bumi Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana kebakaran rumah Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana kekekeringan Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana tanah longsor Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana L. kebakaran K hutan e Jumlah penduduk rawan bencana kelaparan M. Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan air bersih N. Jumlah penduduk tinggal di daerah lahan kritis dan O. tandus P. Jumlah penduduk tinggal di kawasan padat penduduk Q. dan K kumuh Jumlah e warga pendatang yang tidak memiliki keterangan r penduduk R. Jumlah warga pendatang dan atau pekerja musiman S. T. Kekerasan Dalam Rumah Tangga Jumlah kasus kekerasan suami terhadap istri Jumlah kasus kekerasan istri terhadap suami Jumlah kasus kekerasan orang tua terhadap anak Jumlah kasus kekerasan anak terhadap orang tua Jumlah kasus kekerasan kepala keluarga terhadap anggota keluarga lainnya M. Teror dan Intimidasi Jumlah kasus intimidasi dan atau teror anggota masyarakat dari pihak dalam desa dan kelurahan Jumlah kasus intimidasi dan atau teror anggota masyarakat dari pihak luar desa atau kelurahan Jumlah kasus selebaran gelap dan atau isu yang bersifat teror dan ancaman untuk menimbulkan ketakutan penduduk Jumlah kasus terorisme yang terjadi di desa dan kelurahan tahun ini Jumlah kasus hasutan dan pemaksaan kehendak kelompok tertentu kepada masyarakat 1 orang ada ada 1 kejadian 1 kejadian 66
67 Jumlah penyelesaian kasus teror dan intimidasi serta hasutan di masyarakat baik secara adat maupun hukum formal N. Pelembagaan Sistem Keamanan Lingkungan Semesta Organisasi Siskamling Organisasi Pertahanan Sipil dan Perlindungan Masyarakat Jumlah RT atau sebutan lainnya yang ada 20 RT Siskamlimg/Pos Ronda Jumlah anggota Hansip dan Linmas 31 orang Jadwal kegiatan Siskamling dan Pos Ronda Buku anggota Hansip dan Linmas 1 jenis Jumlah kelompok Satuan Pengamanan (SATPAM) 8 orang swasta Jumlah pembinaan Siskamling oleh Pengurus dan 4 Kegiatan Kades/Lurah Jumlah Pos Jaga Induk Desa/Kelurahan 1 Pos XI. KEDAULATAN POLITIK MASYARAKAT A. Kesadaran berpemerintahan, berbangsa dan bernegara Jenis kegiatan pemantapan nilai Ideologi Pancasila sebagai Dasar Negara Jumlah kegiatan pemantapan nilai Ideologi Pancasila sebagai Dasar Negara Jenis-jenis kegiatan pemantapan nilai Bhinneka Tunggal Ika Jumlah kegiatan pemantapan nilai Bhinneka Tunggal Ika Jenis kegiatan pemantapan kesatuan bangsa lainnya Jumlah kegiatan pemantapan kesatuan bangsa lainnya Jumlah kasus warga desa/kelurahan yang minta suaka/lari ke luar negeri Jumlah warga yang melintasi perbatasan ke negara tetangga secara resmi Jumlah warga yang melintasi perbatasan negara tetangga secara tidak resmi Jumlah kasus pertempuran atau perlawanan antar kelompok pengacau keamanan di perbatasan negara dengan warga/aparat dari desa/kelurahan Jumlah serangan terhadap fasilitas umum dan milik masyarakat oleh kelompok pengacau di desa/kelurahan perbatasan negara tetangga Jumlah kasus yang diklasifikasikan merongrong keutuhan NKRI dan Kesatuan Bangsa Indonesia di desa/kelurahan tahun ini Jumlah korban manusia baik luka maupun tewas serta korban materi lainnya akibat serangan kelompok pengacau keamanan Jumlah masalah ketenagakerjaan di perbatasan antar negara yang terjadi tahun ini Jumlah kasus kejahatan pencurian, penjarahan, perampokan dan intimidasi serta teror yang terjadi di desa/kelurahan perbatasan antar negara Jumlah sengketa perbatasan antar negara yang terjadi desa/kelurahan ini 67
68 Jumlah kasus sengketa perbatasan yang terjadi baik antar desa/kelurahan dalam kecamatan maupun antar kecamatan, antar kabupaten/kota dan desa/kelurahan antar provinsi. Jumlah kasus yang terkait dengan perbatasan antar negara yang dilaporkan Kepala Desa/Lurah ke pemerintah tingkat atasnya Jumlah kasus yang mengarah kepada tindakan disintegrasi bangsa dan pengingkaran NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika yang difasilitasi penyelesaiannya oleh Kepala Desa/Lurah Jumlah kasus penangkapan nelayan asing di wilayah perairan desa/kelurahan Jumlah kasus penangkapan nelayan/petani/peternak/pekebun/perambah hutan asal desa/kelurahan di perairan dan daratan wilayah negara lain B. Kesadaran membayar Pajak dan Retribusi Jenis pajak yang dipungut sebagai kewenangan dan atau 1 jenis tugas desa/kelurahan Jumlah Wajib Pajak orang Target PBB Rp ,- Realisasi PBB 93 % Jumlah Tindakan terhadap penunggak PBB 0 tindakan Jenis Retribusi yang dipungut sebagai tugas dan 0 jenis kewenangan desa/kelurahan Jumlah wajib retribusi yang menjadi tugas/kewenangan 0 orang desa/kelurahan Target retribusi yang menjadi tugas/kewenangan desa/kelurahan Rp.... Realisasi retribusi yang menjadi tugas/kewenangan...% desa/kelurahan Jenis pungutan resmi lainnya di Desa/Kelurahan 1 jenis Target pungutan resmi tingkat desa/kelurahan Rp Realisasi pungutan resmi di desa/kelurahan 72 % Jumlah kasus pungutan liar 0 kasus Jumlah penyelesaian kasus pungutan liar 0 kasus C. Partisipasi Politik 1. Jumlah Partai Politik dan Pemilihan Umum Jumlah penduduk yang memiliki hak pilih Jumlah penduduk yang menggunakan hak pilih pada pemilu legislatif yang lalu Jumlah perempuan dari penduduk desa/kelurahan ini yang aktif di partai politik Jumlah partai politik yang memiliki pengurus sampai di Desa/Kelurahan ini Jumlah partai politik yang mempunyai kantor di wilayah desa/kelurahan ini Jumlah penduduk yang menjadi pengurus partai politik dari desa/kelurahan Jumlah penduduk yang dipilih dalam Pemilu Legislatif yang lalu Jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih dalam pemilihan presiden/wakil presiden tahun orang orang...orang...partai...partai...orang 4 orang 2.830pemilih 68
69 2.Pemilihan Kepala Daerah Jumlah penduduk yang mempunyai hak pilih Jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih dalam pemilu Bupati/Walikota lalu tahun 2015 Jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih dalam pemilu Gubenur yang lalu tahun orang 1.851pemilih 2.156pemilih 3. Penentuan Kepala Desa/Lurah dan Perangkat Desa/Kelurahan Penentuan Jabatan Kepala Dipilih Masyarakat secara langsung Desa Penentuan Sekretaris Desa Diangkat dan Ditetapkan oleh Bupati/Walikota Penentuan Perangkat Desa termasuk Kepala Dusun Masa jabatan Kepala Desa Dipilih Masyarakat secara langsung, diangkat dan ditetapkan oleh Perbekel serta dilaporkan ke Camat 6 tahun Penentuan Jabatan Lurah dan Perangkat Kelurahan termasuk Kepala Lingkungan 4. Pemilihan BPD Jumlah anggota BPD Pimpinan BPD Pemilikan kantor/ruang kerja BPD Anggaran untuk BPD Produk keputusan BPD tahun ini Ditunjuk dan diangkat oleh Bupati/Walikota secara langsung 10 orang Dipilih oleh perwakilan masyarakat desa secara musyawarah dan mufakat 1. Dipilih dari dan oleh anggota BPD secara langsung 2. Dipilih oleh Kepala Desa dan setujui Camat 3. Ditunjuk Camat 4. Dipilih oleh rakyat secara langsung dari para anggota BPD 3 Peraturan Desa Permintaan keterangan dari Kepala Desa..3. kali Rancangan Peraturan Desa.1 buah Menyalurkan aspirasi masyaraka 3.kali Menyatakan pendapat kepada Kepala Desa...- kali Menyampaikan usul dan pendapat kepada Kepala Desa.-.. kali Mengevaluasi efektivitas pelaksanaan APB Desa 2 kali 5. Pemilihan dan Fungsi Lembaga Kemasyarakatan Keberadaan organisasi lembaga ada kemasyarakatan desa/kelurahan Dasar hukum keberadaan Lembaga Belum diatur Kemasyarakatan Desa/LKD 69
70 Jumlah organisasi anggota lembaga Kemasyarakatan desa termasuk RT, RW, PKK, LKMD/K, LPM, Karang Taruna, Bumdes, Lembaga t, Kelompok Tani dan lembaga lainnya sesuai ketentuan Dasar hukum pembentukan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan/LKK 1.unit organisasi Belum diatur Jumlah organisasi anggota lembaga 1 unit organisasi kemasyarakatan kelurahan Pemilihan pengurus LKD/LKK 1.Dipilih oleh rakyat secara langsung 2. Ditunjuk dan diangkat oleh Kepala Desa/Lurah 3. Ditunjuk dan Diangkat oleh Camat Pemilihan pengurus organisasi anggota 1.Dipilih oleh rakyat LKD/LKK termasuk PKK, LPM/LKMD/K, secara langsung Karang Taruna, RT, RW, Bumdes, lembaga adat, kelompok tani dan organisasi anggota LKD/LKK lainnya 2. Ditunjuk dan diangkat oleh Ketua LKD/LKK 3. Ditunjuk dan diangkat oleh Kepala Desa/Lurah 4. Ditunjuk dan Diangkat oleh Camat Implementasi tugas, fungsi dan kewajiban Aktif/tidak LKD/LKK Jumlah kegiatan yang dilaksanakan LKD/LKK Fungsi, tugas dan kewajiban lembaga kemasyarakatan yang dijalankan organisasi anggota LKD/LKK Jumlah kegiatan lembaga kemasyarakatan yang dijalankan organisasi anggota LKD/LKK Alokasi anggaran untuk LKD/LKK Alokasi anggaran untuk organisasi anggota LKD/LKK termasuk PKK, LPM/LKMD/K, Karang Taruna, RT, RW, kelompok tani dan organisasi lainnya Kantor dan ruangan kerja untuk LKD/LKK Dukungan pembiayaan, personil dan ATK untuk Sekretariat LKD/LKK dari APB-Desa dan Anggaran Kelurahan/APBD Realisasi program kerja organisasi anggota LKD/LKK Keberadaan Alat kelengkapan organisasi anggota LKD/LKK termasuk Dasawisma dan Pokja, Bidang, Seksi, Urusan, dan terisi tidaknya struktur organisasi anggota LKD/LKK Kegiatan administrasi dan Ketatausahaan LKD/LKK 5 kegiatan Aktif /tidak... kegiatan memadai 75...% 1. dan terisi 2. atau belum terisi semuanya Berfungsi/tidak 70
71 D. PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN 1. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa/Kelurahan/ Musrenbangdes/ kelurahan Jumlah musyawarah perencanaan pembangunan tingkat 1kali Desa/Kelurahan yang dilakukan pada tahun ini, termasuk di tingkat dusun dan lingkungan Jumlah kehadiran masyarakat dalam setiap kali musyawarah 80% tingkat dusun/lingkungan dan desa/kelurahan Jumlah peserta laki-laki dalam Musrenbang di desa/kelurahan.50% Jumlah peserta perempuan dalam Musrenbang di desa dan 30% kelurahan Jumlah Musyawarah Antar Desa dalam perencanaan 1 Kali pembangunan yang dikoordinasikan Kecamatan Penggunaan Profil Desa/Kelurahan sebagai sumber data dasar Ya yang digunakan dalam perencanaan pembangunan desa dan forum Musrenbang Partisipatif Penggunaan data BPS dan data sektoral dalam perencanaan Ya pembangunan partisipatif dan Musrenbang di desa dan Kelurahan Pelibatan masyarakat dalam pemutakhiran data profil desa Ya dan kelurahan sebagai bahan dalam Musrenbang partisipatif Usulan masyarakat yang disetujui menjadi Rencana Kerja Desa 50% dan Kelurahan Usulan Pemerintah Desa dan Kelurahan yang disetujui menjadi 80.% Rencana Kerja Desa/Kelurahan dan dimuat dalam RAPB-Desa Usulan rencana kerja program dan kegiatan dari pemerintah % kabupaten/kota/provinsi dan pusat yang dibahas saat Musrenbang dan disetujui untuk dilaksanakan di desa dan kelurahan oleh masyarakat dan lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan Usulan rencana kerja pemerintah tingkat atas yang ditolak dalam Musrenbangdes/kel ada. Pemilikan dokumen Rencana Kerja Pembangunan /tidak Desa/Kelurahan (RKPD/K) Pemilikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah /tidak Desa/Kelurahan (RPJMD/K) Pemilikan dokumen hasil Musrenbang tingkat Desa dan /tidak Kelurahan yang diusulkan ke pemerintah tingkat atas untuk dibiayai dari APBD Kab/Kota, APBD Provinsi dan APBN maupun sumber biaya dari perusahaan swasta yang investasi di desa/kelurahan Jumlah kegiatan yang diusulkan masyarakat melalui forum 1kegiatan Musrenbangdes/kel yang tidak direalisasikan dalam APB-Desa, APB-Daerah kabupaten/kota dan provinsi Jumlah kegiatan yang diusulkan masyarakat melalui forum -kegiatan Musrenbangdes/kel yang pelaksanaannya tidak sesuai dengan hasil Musrenbang 2. Peranserta masyarakat dalam Pelaksanaan dan Pelestarian Hasil Pembangunan Jumlah masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan 80.% pembangunan fisik di desa dan kelurahan sesuai hasil Musrenbang Jumlah penduduk yang dilibatkan dalam pelaksanaan proyek 10.orang padat karya oleh pengelola proyek yang ditunjuk pemerintah 71
72 desa/kelurahan atau kabupaten/kota Jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat dan lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan yang sudah ada sesuai ketetapan dalam APB-Desa Jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak ketiga tanpa melibatkan masyarakat sesuai ketentuan dalam APB-Daerah Jumlah kegiatan yang masuk desa/kelurahan di luar yang telah direncanakan dan disepakati masyarakat saat Musrenbang Usulan masyarakat yang disetujui menjadi Rencana Kerja Desa dan Kelurahan Usulan Pemerintah Desa dan Kelurahan yang disetujui menjadi Rencana Kerja Desa/Kelurahan Usulan rencana kerja program dan kegiatan dari pemerintah kabupaten/kota/provinsi dan pusat yang dibahas saat Musrenbang dan disetujui untuk dilaksanakan di desa dan kelurahan oleh masyarakat Penyelenggaraan musyawarah desa/kelurahan untuk menerima, memelihara dan melestarikan hasil pembangunan yang sudah ada Pelaksanaan kegiatan dari masyarakat untuk menyelesaikan atau menindaklanjuti kegiatan yang belum diselesaikan oleh pelaksana sebelumnya. Jumlah kasus penyimpangan pelaksanaan kegiatan pembangunan yang dilaporkan masyarakat atau lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan kepada Kepala Desa/Lurah Jumlah kasus penyimpangan pelaksanaan pembangunan yang diselesaikan di tingkat desa/kelurahan Jumlah kasus penyimpangan pelaksanaan kegiatan pembangunan desa/kelurahan yang diselesaikan secara hukum Jenis kegiatan masyarakat untuk melestarikan hasil pembangunan yang dikoordinasikan pemerintah desa/kelurahan Jumlah kegiatan yang didanai dari APB-Desa dan swadaya masyarakat di kelurahan Jumlah kegiatan di desa dan kelurahan yang didanai dari APB Daerah Kabupaten/Kota Jumlah kegiatan di desa dan kelurahan yang didanai dari APBD Provinsi Jumlah kegiatan di desa dan kelurahan yang didanai APBN /PNPM 1.kegiata n.kegiatan 65 % 100 % 100-% -% tidak -Kasus -kasus -.kasus Jenis 6kegiatan 6kegiatan -kegiatan 1kegiatan 3. Semangat Kegotongroyongan Penduduk Jumlah kelompok arisan Jumlah penduduk menjadi orang tua asuh tidaknya dana sehat tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam pembangunan rumah tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam pengolahan tanah tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam pembiayaan pendidikan anak sekolah/kuliah/kursus tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam pemeliharaan fasilitas 5 buah 72
73 umum dan fasilitas sosial/prasarana dan sarana tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam pemberian modal usaha tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam pengerjaan sawah dan kebun tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam penangkapan ikan dan usaha peternakan lainnya tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam menjaga ketertiban, ketentraman dan keamanan tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam peristiwa kematian tidaknya kegiatan gotong royong menjaga kebersihan Desa/Kelurahan tidaknya kegiatan gotong royong membangun jalan/jembatan/saluran air/irigasi tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam pemberantasan sarang nyamuk dan kesehatan lingkungan lainnya tidaknya kerjasama antar Desa/Kelurahan tidaknya penyelesaian perselisihan antar desa/kelurahan tidaknya kegiatan gotong royong dalam penyelesaian konflik di setiap desa/kelurahan oleh masyarakat sendiri tidaknya gotong royong dalam menolong keluarga tidak mampu dan fakir miskin di desa dan kelurahan tidaknya kegiatan Kepala Desa sebagai Hakim Perdamaian Desa Kegiatan gotong royong dalam penanggulangan bencana Kegiatan gotong royong dalam pelaksanaan kegiatan bulan bhakti gotong royong 4. t Istiadat t istiadat dalam perkawinan t istiadat dalam kelahiran anak t istiadat dalam upacara kematian t istiadat dalam pengelolaan hutan t istiadat dalam tanah pertanian t istiadat dalam pengelolaan laut/pantai t istiadat dalam memecahkan konflik warga t istiadat dalam menjauhkan bala penyakit dan bencana alam t istiadat dalam memulihkan hubungan antara alam semesta dengan manusia dan lingkungannya t istiadat dalam penanggulangan kemiskinan bagi keluarga tidak mampu/fakir miskin/terlantar Aktif Aktif Aktif tidak ada tidak ada Aktif 5. Sikap Dan Mental Masyarakat Jumlah jenis pungutan liar dari anak gelandangan 73
74 di sudut jalanan Jumlah jenis pungutan liar di terminal, pelabuhan dan pasar Peminta-minta sumbangan perorangan dari rumah ke rumah Peminta-minta sumbangan terorganisasi dari rumah ke rumah Semakin berkembang praktek jalan pintas dalam mencari uang secara gampang walau tidak halal Jenis pungutan dari RT atau sebutan lain kepada warga Jenis pungutan dari RW atau sebutan lain kepada warga Jenis pungutan dari desa/kelurahan kepada warga Kasus aparat RT/RW atau sebutan lainnya di desa dan kelurahan yang dipecat kena kasus pungutan liar, pemerasan dan sejenisnya. Dipindah karena kena kasus pungutan liar, pemerasan dan sejenisnya Diberhentikan dengan hormat karena kena kasus pungutan liar, pemerasan dan sejenisnya Dimutasi karena kasus pungutan liar, pemerasan dan sejenisnya Banyak masyarakat yang memberikan biaya lebih dari yang ditentukan sebagai uang rokok atau ucapan terima kasih dalam proses pelayanan administrasi di kantor desa/kelurahan Banyak warga yang ingin mendapatkan pelayanan gratis dari aparat desa/kelurahan Banyak penduduk yang mengeluhkan memburuknya kualitas pelayanan kepada masyarakat Banyak kegiatan yang bersifat hiburan dan rekreasi yang diinisiatifi masyarakat sendiri Masyarakat agak kurang toleran dengan keberadaan kelompok masyarakat dari unsur etnis, agama dan kelompok kepentingan lain 6. Etos Kerja Penduduk Luas Wilayah Desa/Kelurahan sangat luas Banyak lahan terlantar yang tidak dikelola pemiliknya/petani berdasi Banyak lahan pekarangan di sekitar perumahan yang tidak dimanfaatkan Banyak lahan tidur milik masyarakat yang tidak dimanfaatkan Jumlah petani pada musim gagal tanam/panen yang pasrah dan tidak mencari pekerjaan lain Jumlah nelayan pada musim tidak melaut yang memanfaatkan keterampilan/keahlian lainnya untuk mencari pekerjaan lain Banyak penduduk yang mencari pekerjaan di luar desa/kelurahan tetapi masih dalam wilayah kabupaten/kota Banyak penduduk yang mencari pekerjaan di kota besar lainnya ada 1...jenis...jenis -...kasus -...kasus -...kasus -...kasus Ya/tidak Ya tidak tidak Ya/tidak Ya Rendah Rendah 74
75 Kebiasaan masyarakat merayakan pesta dengan menghadirkan undangan yang banyak Masyarakat sering mendatangi kantor desa dan lurah menuntut penyediaan kebutuhan dasar sembilan bahan pokok pada saat kelaparan dan kekeringan Kebiasaan masyarakat untuk mencari/mengumpulkan bahan makanan pengganti beras/jagung pada saat rawan pangan/kelaparan/gagal panen Kebiasaan pemotongan hewan dalam jumlah besar untuk pesta adat dan perayaan upacara tertentu Kebiasaan masyarakat berdemonstrasi/protes terhadap kebijakan pemerintah Kebiasaan masyarakat terprovokasi karena isu-isu yang menyesatkan Kebiasaan masyarakat bermusyawarah untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan Lebih banyak masyarakat yang diam/masabodoh/apatis ketika ada persoalan yang terjadi di lingkungan sekitarnya Kebiasaan aparat pemerintah desa/kelurahan terlebih di tingkat RT, RW, Dusun dan Lingkungan yang kurang menanggapi kesulitan yang dihadapi masyarakat Tinggi Rendah Rendah Sedang Rendah Jarang Tinggi Rendah XII. LEMBAGA KEMASYARAKATAN A. LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA/KELURAHAN Keberadaan organisasi Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Kelurahan/LKD/LK Kepengurusan Jumlah kegiatan Buku administrasi lembaga kemasyarakatan 0 jenis- tidak Jumlah organisasi anggota lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan B. ORGANISASI ANGGOTA LEMBAGA KEMASYARAKATAN 1. LKMD/LPM ATAU SEBUTAN LAIN Kepengurusan Aktif Buku administrasi 4 Jenis Jumlah kegiatan 6 Jenis 2. PKK Kepengurusan Aktif Buku administrasi 4 Jenis Jumlah kegiatan 5 Jenis Kelengkapan organisasi Dasawisma Lengkap Kelengkapan organisasi Pokja Lengkap 3. Karang Taruna Kepengurusan Aktif Buku administrasi 1 Jenis 75
76 Jumlah kegiatan 3 Jenis 4. RT Kepengurusan Aktif Buku administrasi Jumlah kegiatan 12 Kali 5. RW Kepengurusan Buku administrasi...jenis Jumlah Kegiatan...Jenis 6. Lembaga adat Kepengurusan Buku administrasi...jenis Jumlah Kegiatan...Jenis 7. BUMDES Kepengurusan Aktif Buku administrasi 4 Jenis Jumlah Kegiatan 1 kali 8. Forum Komunikasi Kader Pemberdayaan Masyarakat Kepengurusan Buku administrasi Jumlah kegiatan tidak...jenis...jenis 9. Posyandu Kepengurusan ada Buku administrasi ada Jumlah kegiatan 12 Kali 10. Kelompok Tani/Nelayan Kepengurusan Aktif Buku administrasi ada Jumlah kegiatan 3 Kali 11. Organisasi Perempuan Kepengurusan Aktif Buku administrasi 3 Jenis Jumlah kegiatan 2 Jenis 12. Organisasi Pemuda Kepengurusan Buku administrasi Jumlah kegiatan 3 Jenis 13. Organisasi profesi Kepengurusan Aktif Buku administrasi Jenis Jumlah kegiatan Jenis 14. Organisasi Bapak 76
77 Kepengurusan Buku administrasi Jumlah kegiatan Jenis Jenis 15. Kelompok Gotong Royong ada Kepengurusan ada Buku administrasi 0 Jenis Jumlah kegiatan 15 Kali 16. Posyantekdes Kepengurusan Buku administrasi 0 Jenis Jumlah kegiatan 0 Jenis 17. Organisasi Keagamaan ada Kepengurusan ada Buku administrasi 1 Jenis Jumlah kegiatan 12 Kali Kepengurusan Buku administrasi 0 Jenis Jumlah kegiatan 0 Jenis Kepengurusan Buku administrasi Jumlah kegiatan Dasar hukum pembentukan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) Dasar hukum pembentukan lembaga kemasyarakatan kelurahan (LKK) Dasar hukum pembentukan organisasi anggota lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan 0 Jenis XIII. PEMERINTAHAN DESA DAN KELURAHAN A. APB-Desa dan Anggaran Kelurahan Jumlah anggaran belanja dan penerimaan Rp ,34.- Desa/Kelurahan tahun ini Sumber Anggaran APBD Kabupaten/Kota Rp Bantuan Pemerintah Kabupaten/Kota Rp ,00 Bantuan Pemerintah Provinsi Rp - Bantuan Pemerintah Pusat Rp ,36 Pendapatan Asli Desa Rp ,00 Swadaya Masyarakat Desa dan Kelurahan Rp - Alokasi Dana Desa Rp ,37 Sumber Pendapatan dari Perusahaan yang ada di Rp ,00 desa/kelurahan Sumber pendapatan lain yang sah dan tidak mengikat Rp... Jumlah Belanja Publik/belanja pembangunan Rp Jumlah Belanja Aparatur/pegawai Rp ,00 77
78 B. Pertanggungjawaban Kepala Desa/Lurah Penyampaian laporan keterangan pertanggungan jawab Kepala Desa kepada BPD Jumlah informasi yang disampaikan kepala desa dan lurah tentang laporan penyelenggaraan tugas, wewenang, hak dan kewajiban kepala desa dan lurah lepada masyarakat Status laporan keterangan pertanggungjawaban kepala Desa Laporan kinerja penyelenggaraan tugas, wewenang, kewajiban dan hak kepala desa dan lurah kepada Bupati/Walikota Jumlah jenis media informasi kinerja kepala desa dan lurah kepada masyarakat Jumlah kasus pengaduan masyarakat terhadap masalah pembangunan, pelayanan dan pembinaan kemasyarakatan yang disampaikan kepada kepala desa/lurah Jumlah kasus pengaduan masyarakat terhadap masalah pembangunan, pelayanan dan pembinaan kemasyarakatan yang diselesaikan kepala desa/lurah - jenis Diterima Diterima/direvisi... jenis. kasus.kasus C. Prasarana Dan Administrasi Pemerintahan Desa/Kelurahan 1. PEMERINTAH DESA/KELURAHAN Gedung Kantor - Kondisi baik Jumlah ruang kerja 3 Ruang Balai Desa/Kelurahan/sejenisnya - Kondisi baik Listrik Air bersih Telepon 1.A. Inventaris dan Alat tulis kantor Jumlah mesin tik Jumlah meja Jumlah kursi Jumlah almari arsip Komputer Mesin fax Kendaraan Dinas Lurah/Kepala Desa Buku Data Perangkat Desa/Kelurahan Perangkat Desa/Kelurahan Buku Peta Wilayah Desa/Kelurahan Struktur organisasi Kartu uraian tugas 1. B. Administrasi Pemerintahan Desa/Kelurahan Buku profil desa/kelurahan Buku data Peraturan Desa /Peraturan Daerah Buku Keputusan Kepala Desa/Lurah Buku administrasi kependudukan Buku data inventaris Buku data aparat 0 buah 8 buah 12 buah 9 buah 5 unit 6 unit - Terisi Lengkap -Diolah - Terisi 78
79 Buku data tanah milik desa/tanah kas desa/milik kelurahan Buku administrasi pajak dan retribusi Buku data tanah Buku laporan pengaduan masyarakat Buku agenda ekspedisi Buku profil desa/kelurahan Buku data induk penduduk Buku buku data mutasi penduduk Buku rekapitulasi jumlah penduduk akhir bulan Buku registrasi pelayanan penduduk Buku data penduduk sementara Buku anggaran penerimaan Buku anggaran pengeluaran pegawai dan pembangunan Buku kas umum Buku kas pembantu penerimaan Buku kas pembantu pengeluaran rutin dan pembangunan Buku data lembaga kemasyarakatan Buku data pengurus dan anggota lembaga kemasyarakatan Buku data program dan kegiatan masuk desa/kelurahan Buku rencana kerja pembangunan desa/kelurahan Buku rencana pembangunan jangka menengah desa Buku kader pemberdayaan masyarakat Buku kegiatan pembangunan Buku inventaris proyek Buku APB-Desa/Anggaran Kelurahan Loket pelayanan Kotak Pengaduan Masyarakat Papan informasi pelayanan Laporan kinerja tahunan Laporan akhir jabatan/memori jabatan lurah/desa - Terisi - Terisi - Terisi - Terisi - Terisi - Terisi - Terisi - Terisi - Terisi /tidak- Terisi/tidak /tidak- Terisi/tidak /tidak- Terisi/tidak - Terisi /tidak- Terisi/tidak /tidak- Terisi/tidak /tidak- Terisi/tidak /tidak- Terisi/tidak /tidak- Terisi/tidak /tidak- Terisi/tidak /tidak- Terisi/tidak /tidak- Terisi/tidak /tidak /tidak 2. PRASARANA DAN SARANA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA/BPD Gedung Kantor Ruangan Kerja -Kondisi baik Listrik Air bersih Telepon 2.A. Inventaris dan Alat tulis kantor Jumlah mesin tik 79
80 Jumlah meja Jumlah kursi Jumlah almari arsip Komputer Mesin fax 1 buah 10 buah 1 buah 2. B. Administrasi BPD Buku-buku administrasi keanggotaan BPD Buku agenda BPD Buku data kegiatan BPD Buku Sekretariat BPD Buku Data Keputusan BPD -Terisi...jenis- Terisi/tidak /tidak- Terisi/tidak /tidak- Terisi/tidak /tidak- Terisi/tidak 3. PRASARANA DAN SARANA DUSUN/LINGKUNGAN/SEBUTAN LAIN Gedung kantor atau Balai Pertemuan, Kondisi baik Alat tulis kantor Aktif Barang inventaris...jenis Buku administrasi...jenis Jenis kegiatan... jenis Jumlah pengurus 1 orang Jumlah ruang kerja...ruang Balai Dusun/Lingkungan/sejenisnya, Kondisi baik Listrik Air bersih /tidak Telepon 3.A. Inventaris dan Alat tulis kantor Jumlah mesin tik Jumlah meja Jumlah kursi Jumlah almari arsip Komputer Mesin fax buah buah buah D. PEMBINAAN DAN PENGAWASAN 1. Jenis Pembinaan Pemerintah Pusat kepada Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pedoman dan standar pelaksanaan urusan pemerintahan desa, kelurahan, lembaga kemasyarakatan Pedoman dan standar bantuan pembiayaan dari pemerintah, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota kepada desa dan kelurahan Pedoman umum administrasi, tata naskah dan pelaporan bagi kepala desa dan lurah Pedoman dan standar tanda jabatan, pakaian dinas dan atribut bagi Kepala Desa, Lurah dan Perangkat Desa/Kelurahan serta BPD Pedoman pendidikan dan pelatihan bagi pemerintahan desa, kelurahan, lembaga kemasyarakatan dan perangkat masing-masing Jumlah bimbingan, supervisi dan konsultasi pelaksanaan... 80
81 pemerintahan desa dan kelurahan serta pemberdayaan lembaga kemasyarakatan Jumlah kegiatan pendidikan dan pelatihan tentang penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan Penelitian dan pengkajian penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan Jumlah kegiatan yang terkait dengan upaya percepatan atau akselerasi pembangunan desa dan kelurahan dalam bidang ekonomi keluarga, penanganan bencana, penanggulangan kemiskinan, percepatan keberdayaan masyarakat, peningkatan prasarana dan sarana pedesaan/kelurahan, pemanfaatan sumber daya alam dan teknologi tepat guna, pengembangan sosial budaya masyarakat di desa dan kelurahan yang dibiayai APBN Pemberian penghargaan atas prestasi yang dilaksanakan pemerintahan desa dan kelurahan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan lembaga kemasyarakatan Pemberian sanksi atas penyimpangan yang dilakukan kepala desa, lurah dan perangkat masing-masing kegiatan... kegiatan...kegi atan... jenis... kali... kali 2. Pembinaan Pemerintah Provinsi kepada Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pedoman pelaksanaan tugas pembantuan dari provinsi /tidak ke desa/kelurahan Pedoman bantuan keuangan dari provinsi Kegiatan fasilitasi keberadaan kesatuan masyarakat /tidak hukum adat, nilai adat istiadat dan lembaga adat beserta hak dan kewajibannya dalam pelaksanaan pemerintahan desa/kelurahan Fasilitasi Pelaksanaan pedoman administrasi, tata /tidak naskah dan pelaporan bagi kepala desa dan lurah Jumlah kegiatan pendidikan dan pelatihan tentang... penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan kegiatan berskala provinsi Kegiatan penanggulangan kemiskinan yang dibiayai... APBD Provinsi yang masuk desa dan kelurahan jenis Kegiatan penanganan bencana yang dibiayai APBD...jenis Provinsi untuk desa dan kelurahan Kegiatan peningkatan pendapatan keluarga yang...jenis dibiayai APBD Provinsi di desa dan kelurahan Kegiatan penyediaan sarana dan prasarana desa dan kelurahan yang dibiayai APBD Provinsi yang masuk desa dan kelurahan Kegiatan pemanfaatan sumber daya alam dan pengembangan teknologi tepat guna yang dibiayai APBD Provinsi di desa dan kelurahan Kegiatan pengembangan sosial budaya masyarakat Pedoman pendataan dan pendayagunaan data profil desa dan kelurahan Pemberian sanksi atas penyimpangan yang dilakukan kepala desa, lurah dan perangkat masing-masing Pemberian penghargaan atas prestasi yang dilaksanakan pemerintahan desa dan kelurahan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan lembaga kemasyarakatan /tidak-...jenis /tidak-...jenis /tidak-...jenis /tidak-...jenis /tidak-...kasus /tidak-...jenis 81
82 3. Pembinaan Pemerintah Kabupaten/Kota kepada Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pelimpahan tugas Bupati/Walikota kepada Lurah dan -...jenis Kepala Desa Penetapan pengaturan kewenangan kabupaten/kota -...jenis yang diserahkan pengaturannya kepada desa Pedoman pelaksanaan tugas pembantuan dari /tidakkabupaten/kota kepada desa...jenis Pedoman teknis penyusunan peraturan desa, peraturan /tidakkepala desa, keputusan Lurah dan peraturan daerah...jenis kepada kepala desa dan lurah. Pedoman teknis penyusunan perencanaan pembangunan partisipatif serta pengembangan lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan Kegiatan fasilitasi keberadaan kesatuan masyarakat hukum adat, nilai adat istiadat dan lembaga adat beserta hak dan kewajibannya dalam pelaksanaan pemerintahan desa/kelurahan Penetapan pembiayaan alokasi dana perimbangan untuk desa Fasilitasi Pelaksanaan pedoman administrasi, tata naskah dan pelaporan bagi kepala desa dan lurah Jumlah kegiatan pendidikan dan pelatihan tentang penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan berskala kabupaten/kota Kegiatan penanggulangan kemiskinan yang dibiayai APBD kabupaten/kota yang masuk desa dan kelurahan Kegiatan penanganan bencana yang dibiayai APBD kabupaten/kota untuk desa dan kelurahan Kegiatan peningkatan pendapatan keluarga yang dibiayai APBD kabupaten/kota di desa dan kelurahan Fasilitasi penetapan pedoman dan standar tanda jabatan, pakaian dinas dan atribut bagi Kepala Desa, Lurah, Perangkat Desa/Kelurahan dan BPD Kegiatan fasilitasi keberadaan kesatuan masyarakat hukum adat, nilai adat istiadat dan lembaga adat beserta hak dan kewajibannya dalam pelaksanaan pemerintahan desa/kelurahan Pedoman pendataan dan pendayagunaan profil desa dan kelurahan Program dan kegiatan pemeliharaan motivasi desa/kelurahan berprestasi pascaperlombaan desa dan kelurahan Pemberian penghargaan atas prestasi yang dicapai pemerintahan desa dan kelurahan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pemberdayaan lembaga kemasyarakatan Pemberian sanksi atas penyimpangan yang dilakukan kepala desa, lurah dan perangkat masing-masing Mengawasi pengelolaan keuangan desa serta anggaran kelurahan dan pendayagunaan aset pemerintahan desa, badan usaha milik desa dan sumber pendapatan daerah yang dikelola lurah /tidak-...jenis /tidak-...jenis -3 jenis /tidak-...jenis /tidak-...jenis /tidak-...jenis /tidak-...jenis /tidak-...jenis /tidak-...jenis /tidak-...jenis /tidak-...jenis /tidak-...jenis -1 jenis - 2 kali 4. Pembinaan dan Pengawasan Camat kepada Desa/Kelurahan 82
83 Jumlah Kegiatan fasilitasi penyusunan peraturan desa dan peraturan kepala desa Jumlah Kegiatan fasilitasi administrasi tata pemerintahan desa dan kelurahan Fasilitasi pengelolaan keuangan desa dan pendayagunaan aset desa serta anggaran kelurahan Jumlah kegiatan fasilitasi pelaksanaan urusan otonomi daerah kabupaten/kota yang diserahkan kepada desa Fasilitasi penerapan dan penegakan peraturan perundangundangan Fasilitasi penyediaan data dan pendayagunaan data profil desa dan kelurahan Jumlah kegiatan fasilitasi pelaksanaan tugas, wewenang, fungsi, hak dan kewajiban kepala desa, BPD, Lurah dan lembaga kemasyarakatan Jumlah kegiatan fasilitasi upaya penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum Fasilitasi penataan, penguatan dan efektivitas pelaksanaan tugas, fungsi dan kewajiban lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan Jumlah kegiatan fasilitasi partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan dan pemeliharaan serta pengembangan dan pelestarian hasil pembangunan. Fasilitasi kerjasama antar desa/kelurahan dan kerjasama desa/kelurahan dengan pihak ketiga Jumlah kegiatan fasilitasi pelaksanaan program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat Jumlah kegiatan pemeliharaan motivasi bagi desa dan kelurahan juara perlombaan dan pasca perlombaan Jumlah kegiatan fasilitasi kerjasama antar lembaga kemasyarakatan dan lembaga kemasyarakatan dengan organisasi anggota lembaga kemasyarakatan serta dengan pihak ketiga sebagai mitra percepatan keberdayaan masyarakat Jumlah kegiatan fasilitasi bantuan teknis dan pendampingan kepada lembaga kemasyarakatan dan organisasi anggotanya Jumlah kegiatan koordinasi unit kerja pemerintahan dalam pengembangan lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan. ada ada ada ada -...kali -...kali -...kali -...kali kali -...kali kali -.kali -.kali - kali E. ANALISIS TINGKAT PERKEMBANGAN 1. Laju Perkembangan Tahunan : Semakin berkembang 2. Masalah yang dihadapi : 1. Rendahnya kesadaran bergotong royong 2. Dana bantuan berupa dana bergulir yang dikelola oleh PokMas masih belum lancar pengembaliannya. 3. Banyak usulan pembangunan yang belum terbiayai. 4. Masih lemahnya SDM masyarakat. 3. Indikasi program tahun depan : 1. Meningkatkan pembangunan swadaya masyarakat 83
84 2. Pengembangan data dan informasi 3. Penataan administrasi kependudukan 4. Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program KUBE 4. Tingkat Perkembangan 5 tahunan : Swadaya/Swakarya/Swasembada 5. Kategori Perkembangan 5 tahunan : Swadaya Mula/Madya/Lanjut : Swakarya Mula/Madya/Lanjut : Swasembada Mula/Madya/Lanjut 84
KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMERINTAHAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN
KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMERINTAHAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN Tahun 2016 Kode Desa (PUM) 3672020011 Desa/Kelurahan MEKARSARI Kecamatan PULOMERAK Kabupaten/Kota
12/16/2016 DATA POKOK DESA/KELURAHAN
KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN Tahun 2016 Kode Desa (PUM) 3218032008 Desa/Kelurahan SINDANGSARI Kecamatan CIMERAK
11/30/2017 Profil Desa dan Kelurahan
DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa: CIPATIK Kecamatan: CIHAMPELAS Kabupaten: KABUPATEN BANDUNG BARAT Provinsi: JAWA BARAT Bulan: 11 Tahun: 2017 Nama Pengisi: FIRMAN ABDUL RAHMAN Pekerjaan: PEGAWAI
DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN
DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa : GRAHA INDAH Kecamatan : BALIKPAPAN UTARA Kota : KOTA BALIKPAPAN Provinsi : KALIMANTAN TIMUR Bulan : 12 Tahun : 2014 Nama Pengisi : SYAHRUDDIN,S.SOS Pekerjaan
10/3/2017 Profil Desa dan Kelurahan
Tahun : 2016 Tampilkan DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa: GIRIKARTO Kecamatan: PANGGANG Kabupaten: KABUPATEN GUNUNG KIDUL Provinsi: DI YOGYAKARTA Bulan: 2 Tahun: 2016 Nama Pengisi: HERMANTO
DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa: BANGUN JAYA Kecamatan: TOMONI Kabupaten: LUWU TIMUR Provinsi: SULAWESI SELATAN Bulan: 12 Tahun: 2012 Nama Pengisi: BAMBANG HW Pekerjaan: APARAT DESA Jabatan:
1 of 19 26/03/ :07
1 of 19 26/03/2015 10:07 DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa: KARANGTURI Kecamatan: KROYA Kabupaten: KABUPATEN CILACAP Provinsi: JAWA TENGAH Bulan: 11 Tahun: 2014 Nama Pengisi: TASANTO Pekerjaan:
KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMERINTAHAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN Tahun 2016 Kode Desa (PUM) 3517070012 Desa/Kelurahan PULOSARI Kecamatan BARENG Kabupaten/Kota
BAB I PENDAHULUAN. Dahlan 2016/ 2017 untuk Divisi 1 B 2 berlokasi di Dusun Miri, Desa/Kelurahan
BAB I PENDAHULUAN A. DESKRIPSI WILAYAH Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler ke 61 Universitas Ahmad Dahlan 2016/ 2017 untuk Divisi 1 B 2 berlokasi di Dusun Miri, Desa/Kelurahan Duren, Kecamatan Tengaran,
PROFIL KELURAHAN TAMBELANSAMPIT
Profil Kelurahan Tambelansampit 2014 1 FORMAT LAPORAN PROFIL KELURAHAN TAMBELANSAMPIT Kelurahan : Tambelansampit Kecamatan : Pontianak Timur Kabupaten/Kota : Pontianak Provinsi : Kalimantan Barat Bulan
Batas-batas Desa Pasir Jambu adalah sebagai berikut:
KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1 Keadaan Biofisik 4.1.1 Letak dan Aksesibilitas Berdasarkan buku Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Purwakarta (21) Dinas Kehutanan Purwakarta merupakan
PROFIL DESA. Tabel Peruntukan Lahan Desa Selomartani. No Peruntukan Lahan Jumlah (Ha) Persen %
Letak Geografis: PROFIL DESA Secara adiministrasi Desa Selomartani terletak di Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman dengan luas kurang lebih 89 ha, Tabel Peruntukan Lahan Desa Selomartani No Peruntukan
PROFIL DESA CIHIDEUNG ILIR. Kondisi Geografis. Struktur Kependudukan. ]. k
13 PROFIL DESA CIHIDEUNG ILIR Profil Desa Cihideung Ilir memuat informasi mengenai desa yang dijadikan tempat penelitian. Adapun informasi yang tersaji dalam bab ini adalah mengenai kondisi geografis Desa
BAB III ALIRAN KEAGAMAAN ORANG TUA DAN PILIHAN PENDAMPING HIDUP PEREMPUAN DI DESA SUMURGAYAM KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN
48 BAB III ALIRAN KEAGAMAAN ORANG TUA DAN PILIHAN PENDAMPING HIDUP PEREMPUAN DI DESA SUMURGAYAM KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN A. Deskripsi Umum Obyek Penelitian Sumurgayam, merupakan suatu desa
BAB III PRAKTIK PELAKSANAAN BERJABAT TANGAN PADA SAAT PESTA PERNIKAHAN DI DESA BANDUNG LOR KUNIR, DEMPET, DEMAK
BAB III PRAKTIK PELAKSANAAN BERJABAT TANGAN PADA SAAT PESTA PERNIKAHAN DI DESA BANDUNG LOR KUNIR, DEMPET, DEMAK A. Gambaran Umum Desa Bandung Lor, Kunir, Dempet, Demak Bandung lor adalah salaha satu diantara
DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN
DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa: BANGUJIWO Kecamatan: KASIHAN Kabupaten: KABUPATEN BANTUL Provinsi: DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Bulan: 8 Tahun: 2017 Nama Pengisi: MUGI RAHARJO Pekerjaan: Perangkat
BAB II GAMBARAN UMUM PENELITIAN. Tabel I Luas wilayah menurut penggunaan
BAB II GAMBARAN UMUM PENELITIAN A. Letak dan Luas Wilayah Kelurahan Pagaruyung merupakan salah satu dari sekian banyak kelurahan yang ada dikecamatan Tapung yang terbentuk dari program Transmigrasi oleh
DATA SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR SAMPAI DENGAN SEMESTER I TAHUN 2016
DATA SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR SAMPAI DENGAN SEMESTER I TAHUN 2016 KELOMPOK DATA JENIS DATA : SUMBER DAYA ALAM : Pertanian, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, Peternakan, Perkebunan
BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
29 BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1 Letak Geografis dan Keadaan Lingkungan 4.1.1 Batas Wilayah Desa Mulyaharja terbentuk dari pemekaran Desa Sukaharja. Desa Sukaharja termasuk bagian dari Kecamatan
BAB II DESA PULOSARI. Desa Pulosari merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan
BAB II DESA PULOSARI 2.1 Keadaan Umum Desa Pulosari 2.1.1 Letak Geografis, Topografi, dan Iklim Desa Pulosari merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi
PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan kecamatan merupakan bagian integral dari pembangunan daerah dan pembangunan nasional. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memberikan
1. PERTANIAN, KEHUTANAN, KELAUTAN, PERIKANAN, PETERNAKAN & PERKEBUNAN. Tabel 1.1.1C
SUMBER DAYA ALAM PERTANIAN, KEHUTANAN, KELAUTAN, PERIKANAN, PETERNAKAN & PERKEBUNAN. SUB SEKTOR TANAMAN PANGAN Apa yang sudah dicapai selama ini lebih ditingkatkan, Pemerintah Kota Jayapura akan lebih
P R O F I L DESA DANUREJO
P R O F I L DESA DANUREJO PEMERINTAH KABUPATEN MAGELANG KECAMATAN MERTOYUDAN DESA DANUREJO ALAMAT :DANUREJO MERTOYUDAN MAGELANG TELP (0293) 325590 Website : danurejomty.wordpress.com Email : [email protected]
GAMBARAN UMUM. Desa Taman Sari merupakan bagian dari Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten
IV. GAMBARAN UMUM A. Geografis Desa Taman Sari merupakan bagian dari Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Luas Desa Taman Sari adalah seluas 2.118 ha/m2. meliputi lahan pemukiman
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Tengah dari Kabupaten Lampung Barat di Provinsi Lampung. 2. Potensi Sumber Daya Alam dan Mata Pencarian
45 IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Gambaran Umum Pekon Kampung Jawa 1. Potensi Pekon Kampung Jawa Pekon Kampung Jawa merupakan salah satu wilayah Kecamatan di Pesisir Tengah dari Kabupaten Lampung
PROFIL KECAMATAN TOMONI 1. KEADAAN GEOGRAFIS
PROFIL KECAMATAN TOMONI 1. KEADAAN GEOGRAFIS Kecamatan Tomoni memiliki luas wilayah 230,09 km2 atau sekitar 3,31 persen dari total luas wilayah Kabupaten Luwu Timur. Kecamatan yang terletak di sebelah
4.1. Letak dan Luas Wilayah
4.1. Letak dan Luas Wilayah Kabupaten Lamandau merupakan salah satu Kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Kotawaringin Barat. Secara geografis Kabupaten Lamandau terletak pada 1 9-3 36 Lintang Selatan dan
DATA POKOK DESA/KELURAHAN BULAN NOPEMBER - TAHUN 2017
DATA POKOK DESA/KELURAHAN BULAN NOPEMBER - TAHUN 2017 Kode Desa (Kode PUM) :... Nama Desa/Kelurahan :... Kecamatan :... Kabupaten/Kota :... Provinsi :... Tahun Pembentukan :... Dasar Hukum Pembentukan
IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. secara geografis terletak antara 101º20 6 BT dan 1º55 49 LU-2º1 34 LU, dengan
18 IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN 4.1. Letak dan Keadaan Geografis Kelurahan Lubuk Gaung adalah salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai Provinsi Riau. Kelurahan Lubuk
GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Keadaan Umum Kecamatan Teluk Betung Timur. Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 04 Tahun 2012, tentang
79 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Umum Kecamatan Teluk Betung Timur 1. Keadaan Umum Pemerintahan Kecamatan Teluk Betung Timur terbentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung
PROFIL KECAMATAN. 1. Nama : KECAMATAN KARERA 2. Ibu Kota Kecamatan : NGGONGI 3. Tahun Berdiri : 4. Batas Wilayah : a) Adminitrasi Pemerintahan :
PROFIL KECAMATAN 1. Nama : KECAMATAN KARERA 2. Ibu Kota Kecamatan : NGGONGI 3. Tahun Berdiri : 4. Batas Wilayah : a) Adminitrasi Pemerintahan : Nama Kecamatan : Karera Jumlah Desa / Kelurahan : 70 Desa
Profil Kabupaten Aceh Singkil
Ibukota Batas Daerah Luas Letak Koordinat Profil Kabupaten Aceh Singkil : Singkil : Sebelah Utara berbatasan dengan Kota Subulussalam Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia Sebelah Barat
LOKASI PENELITIAN. Desa Negera Ratu dan Negeri Ratu merupakan salah dua Desa yang berada
IV. LOKASI PENELITIAN A. Desa Negera Ratu dan Negeri Ratu Desa Negera Ratu dan Negeri Ratu merupakan salah dua Desa yang berada dinaungan Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara Berdasarkan Perda
PROFIL DESA DAN KELURAHAN
LAMPIRAN V : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 FORMAT LAPORAN PROFIL DESA DAN KELURAHAN TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : Tegak Kecamatan : Klungkung
BAB IV GAMBARAN UMUM DESA MUARA-BINUANGEUN
BAB IV GAMBARAN UMUM DESA MUARA-BINUANGEUN 4.1. Potensi Umum 4.1.1. Sekilas Tentang Desa Muara Desa Muara adalah salah satu desa yang terdapat di kecamatan Wanasalam, kabupaten Lebak, provinsi Banten.
IDENTIFIKASI KELEMBAGAAN SERTA SARANA DAN PRASARANA WILAYAH DI DESA
9 IDENTIFIKASI KELEMBAGAAN SERTA SARANA DAN PRASARANA WILAYAH DI DESA Deskripsi Singkat Topik : Pokok Bahasan : ANALISIS KELEMBAGAAN SERTA PRASARANA DAN SARANA WILAYAH DI DESA Waktu : 1 (satu) kali tatap
GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian
GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian Curah hujan Kecamatan Babulu rata-rata 242,25 mm pada tahun 2010 Kecamatan Babulu memiliki luas 399,46 km 2. Secara geografis berbatasan
PROFIL KELURAHAN TAHUN 2015
PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 PROFIL KELURAHAN TAHUN 2015 Kelurahan : CIWEDUS Kecamatan : CILEGON Kabupaten/Kota : CILEGON Provinsi : BANTEN Bulan : DESEMBER
II. B. KETERANGAN RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN
ST01-L BADAN PUSAT STATISTIK REPUBLIK INDONESIA SENSUS PERTANIAN 01 PENCACAHAN LENGKAP RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN RAHASIA I. KETERANGAN UMUM RUMAH TANGGA 101. Provinsi Kab/Kota Kecamatan Desa/Kel. No.
PROFIL DESA DAN KELURAHAN
LAMPIRAN V : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 FORMAT LAPORAN PROFIL DESA DAN KELURAHAN TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : MEDEWI Kecamatan : PEKUTATAN
PROFIL KECAMATAN. 1. Nama : KECAMATAN PABERIWAI. 2. Ibu Kota Kecamatan : KANANGGAR. 3. Tahun Berdiri : 5 JUNI
PROFIL KECAMATAN 1. Nama : KECAMATAN PABERIWAI 2. Ibu Kota Kecamatan : KANANGGAR 3. Tahun Berdiri : 5 JUNI 1962 4. Batas Wilayah : 1. Utara berbatasan dengan Kec. Kahaungu Eti 2. Timur berbatasan dengan
PROFIL KECAMATAN. a) Adminitrasi Pemerintahan :
PROFIL KECAMATAN 1. Nama : KECAMATAN KOTA WAINGAPU 2. Ibu Kota Kecamatan : WAINGAPU 3. Tahun Berdiri : 1970 4. Batas Wilayah : Utara=Selat Sumba,Selatan=Kec,Kambera,Timur= Kec, Nggoa,Barat= Nggoa dan Kanatang
BAB III GAMBARAN WILAYAH PENELITIAN. A. Kelurahan Proyonanggan Utara Batang
BAB III GAMBARAN WILAYAH PENELITIAN A. Kelurahan Proyonanggan Utara Batang 1. Keadaan Fisik a. Letak 62 Kelurahan Proyonangan Utara merupakan kelurahan salah satu desa pesisir di Kabupaten Batang Provinsi
BAB II KELURAHAN TANJUNG SELAMAT
BAB II KELURAHAN TANJUNG SELAMAT II.1 Sejarah Singkat Pada bab ini penulis akan mendeskripsikan sekilas keadaan Kelurahan Tanjung Selamat, sejarah, letak geografis, lembaga pemerintah, orbitasi Kelurahan
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN Kelurahan Kalampangan Kelurahan Kalampangan secara Geografis terletak pada 20 0 16 00-20 0 19 20 LS dan 113 0 58 20-114 0 03 50 BT. Kelurahan ini secara administrasi termasuk
Kegiatan Ekonomi. Berdasarkan Potensi Alam
Bab 7 Kegiatan Ekonomi Berdasarkan Potensi Alam Bab ini akan membahas tentang kegiatan ekonomi yang didasarkan pada potensi alam. Pelajarilah dengan saksama agar kamu dapat mengenal aktivitas-aktivitas
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Desa Merak Belantung secara administratif termasuk ke dalam Kecamatan
24 IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Letak dan Luas Desa Merak Belantung secara administratif termasuk ke dalam Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Desa Merak Belantung
DATA POKOK DESA/KELURAHAN http://www.prodeskel.binapemdes.kemendagri.go.id/dpokok_grid_t01/ KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMERINTAHAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN
KONDISI UMUM WILAYAH
DESA : CIMANDE HILIR KECAMATAN : CARINGIN KABUPATEN : BOGOR PERIODE : II / 2008 Kondisi Fisik Geografi KONDISI UMUM WILAYAH Desa Cimande Hilir merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan
Profil Kabupaten Aceh Barat
Ibukota Batas Daerah Profil Kabupaten Aceh Barat : Meulaboh : Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Aceh Jaya dan Pidie Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia dan Kabupaten Nagan Raya
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kota Bandar Lampung merupakan Ibu Kota Propinsi Lampung. Oleh
39 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Umum Kota Bandar Lampung Kota Bandar Lampung merupakan Ibu Kota Propinsi Lampung. Oleh karena itu, selain merupakan pusat kegiatan pemerintahan, sosial,
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Lokasi dan Kondisi Fisik Kecamatan Berbah 1. Lokasi Kecamatan Berbah Kecamatan Berbah secara administratif menjadi wilayah Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa
SUMBER DATA YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGISI PROFIL DESA/KELURAHAN
1 DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Kode PUM 32.04.15.2001 Desa/Kelurahan PANGALENGAN Kecamatan PANGALENGAN Kabupaten/Kota BANDUNG Provinsi JAWA BARAT Bulan DESEMBER Tahun 2017 Luas (Ha) 589,946
Nama Kecamatan : Haharu Jumlah Desa / Kelurahan : 7 Desa Nama Desa atau kelurahan yang sekretarisnya PNS: Rambangaru,kadahang,Wunga,Napu
Sedang dalam pengembangan :) PROFIL KECAMATAN 1. Nama : KECAMATAN PANDAWAI 2. Ibu Kota Kecamatan : KAWANGU 3. Tahun Berdiri : 20 Agustus 1992 4. Batas Wilayah : Timur=Kecamatan Kanatang,Barat= Kec. Umbu
BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1. Profil Kelurahan Mulyaharja 4.1.1. Keadaan Umum Kelurahan Mulyaharja Kelurahan Mulyaharja terletak di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat.
Katalog BPS :
Katalog BPS : 1101002.6409010 Statistik Daerah Kecamatan Babulu 2015 Statistik Daerah Kecamatan Babulu No. Publikasi : 6409.550.1511 Katalog BPS : 1101002.6409010 Naskah : Seksi Statistik Neraca Wilayah
Perkembangan Ekonomi Makro
Boks 1.2. Pemetaan Sektor Pertanian di Jawa Barat* Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB (harga berlaku) tahun 2006 sebesar sekitar 11,5%, sementara pada tahun 2000 sebesar 14,7% atau dalam kurun waktu
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
24 GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN Keadaan Wilayah dan Potensi Sumber daya Alam Desa Cikarawang adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan luas wilayah 2.27
DAFTAR LAMPIRAN. Lowokwaru kota Malang. Memiliki curah hujan 1883 mm/thn, ketinggian 452 Meter dari
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : A. Kondisi Obyektif Lapangan Penelitian Kelurahan Merjosari terletak di jalan Mertojoyo No. 1 Telp 560525 kode pos 65144 Malang. Kelurahan ini merupakan salah satu kelurahan
Profil Kabupaten Aceh Tamiang
Profil Kabupaten Aceh Tamiang Ibukota : Karang Baru Batas Daerah : Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Aceh Timur, Kota langsa dan Selat Malaka Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Langkat
PROFIL KECAMATAN DALAM PENGEMBANGAN
PROFIL KECAMATAN DALAM PENGEMBANGAN 1. Nama : KECAMATAN PAHUNGA LODU 2. Ibu Kota Kecamatan : TANDENING 3. Tahun Berdiri : 4. Batas Wilayah : UTARA=KEC, RINDI, SELATAN=KEC, WULA WAIJELU,TIMUR=LAUT SABU,BARAT
BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI
BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI 4.1 Letak Geografis dan Keadaan Lingkungan Desa Cisarua adalah desa yang terletak di wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Desa ini memiliki luas wilayah sebesar ±
REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN DALAM NEGERI DIREKTORAT JENDERAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN BULAN 3 TAHUN 2016
REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN DALAM NEGERI DIREKTORAT JENDERAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN BULAN 3 TAHUN 2016 Kode Desa (Kode PUM) : 3207011002 Nama Desa/Kelurahan : KERTASARI
DATA POKOK DESA RANTAU JAYA UDIK KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN 2016
DATA POKOK DESA RANTAU JAYA UDIK KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN 2016 Tahun 2016 Kode Desa (PUM) 1807012010 Desa/Kelurahan RANTAU JAYA UDIK Kecamatan SUKADANA Kabupaten/Kota KABUPATEN
PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 5 TAHUN 1996
PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR TAHUN 199 TENTANG PERUBAHAN KEDUA PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I LAMPUNG NOMOR TAHUN 1991 TENTANG RETRIBUSI PANGKALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BAB II DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN. Kabupaten Deli Serdang. Berada di jalur lintas Sumatera, desa ini terletak diantara dua kota besar di
BAB II DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN II. 1 Deskripsi Desa Muliorejo Desa Muliorejo merupakan salah satu desa / kelurahan yang berada di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Berada di jalur lintas Sumatera,
V. GAMBARAN UMUM. Desa Lulut secara administratif terletak di Kecamatan Klapanunggal,
V. GAMBARAN UMUM 5.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Desa Lulut secara administratif terletak di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Desa ini berbatasan dengan Desa Bantarjati
TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa / Kelurahan Kecamatan Kabupaten / Kota Provinsi Bulan Tahun : : : : : :
TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa / Kelurahan Kecamatan Kabupaten / Kota Provinsi Bulan Tahun : : : : : : Paritmayor Pontianak Timur Pontianak Kalimantan Barat Desember 2014 KELURAHAN PARITMAYOR KECAMATAN
INDIKATOR PENILAIAN PERLOMBAAN KELURAHAN TAHUN 2015
PENILAIAN PERLOMBAAN KELURAHAN TAHUN 0 Nama Kelurahan Kecamatan Hari/Tanggal Penilaian Lomba : PARIT MAYOR : Pontianak Timur : Rabu, 04 Maret 0 I. Indikator Penilaian Perlombaan Desa dan Kelurahan A. Orbitasi
PROFIL DESA DAN KELURAHAN
LAMPIRAN V : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 FORMAT LAPORAN PROFIL DESA DAN KELURAHAN TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : Tegalbadeng Timur Kecamatan
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pringsewu, secara geografis Kabupaten
47 IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Letak Geografis dan Luas Wilayah Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pringsewu, secara geografis Kabupaten Pringsewu terletak pada 140 0 42 0-105 0 8 0 BT dan
2. Jarak Geografis INDIKATOR PENILAIAN PERLOMBAAN KELURAHAN PARIT MAYOR
INDIKATOR PENILAIAN PERLOMBAAN KELURAHAN PARIT MAYOR KECAMATAN PONTIANAK TIMUR TAHUN 2015 I. Indikator Penilaian Perlombaan Desa dan Kelurahan A. Orbitasi 1. Orbitasi Wilayah No Indokator Sun Indikator
PROFIL KECAMATAN ANGKONA
PROFIL KECAMATAN ANGKONA Link Website Kecamatan Angkona 1. KEADAAN GEOGRAFIS Kecamatan Angkona terletak 32 km di jazirah timur ibukota Kabupaten LuwuTimur. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Nuha
Statistik Daerah Kabupaten Bintan
Statistik Daerah Kabupaten Bintan 2012 STATISTIK DAERAH KECAMATAN TAMBELAN 2014 STATISTIK DAERAH KECAMATAN TAMBELAN 2014 ISSN : No. Publikasi: 21020.1423 Katalog BPS : 1101001.2102.070 Ukuran Buku : 17,6
BAB II GAMBARAN UMUM DESA PAKUNCEN KECAMATAN BOJONEGARA
BAB II GAMBARAN UMUM DESA PAKUNCEN KECAMATAN BOJONEGARA A. Letak Geografis Desa Pakuncen Desa Pakuncen adalah salah satu Desa yang berada di wilayah Kecamatan Bojonegara Kabupaten Serang Provinsi Banten,
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penggunaan lahan di Kabupaten Serang terbagi atas beberapa kawasan :
54 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Tata Guna Lahan Kabupaten Serang Penggunaan lahan di Kabupaten Serang terbagi atas beberapa kawasan : a. Kawasan pertanian lahan basah Kawasan pertanian lahan
BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURABAYA 2012 DAFTAR TABEL
DAFTAR TABEL Tabel SD-1. Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan Utama... 1 Tabel SD-1A. Perubahan Luas Wilayah Menurut Penggunaan lahan Utama Tahun 2009 2011... 2 Tabel SD-1B. Topografi Kota Surabaya...
GAMBARAN UMUM. Wilayah Sulawesi Tenggara
GAMBARAN UMUM Wilayah Sulawesi Tenggara Letak dan Administrasi Wilayah Sulawesi Tenggara terdiri atas Jazirah dan kepulauan terletak antara 3 o - 6 o Lintang selatan dan 12 45' bujur timur, dengan total
DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN
LAMPIRAN II : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : NAMBO PADANG Kecamatan : N A M B O Kabupaten/Kota : B
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG LAPORAN KEPALA DESA LAPORAN KEPALA DESA
SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG LAPORAN KEPALA DESA LAPORAN KEPALA DESA A. FORMAT RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA A.1 FORMAT
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung. Kota
66 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Gambaran Umum Kota Bandarlampung 1. Letak Geografis Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung. Kota Bandarlampung memiliki luas wilayah
BAB IV GAMBARAN UMUM KELURAHAN BEJI
33 BAB IV GAMBARAN UMUM KELURAHAN BEJI 4.1 Lokasi dan Keadaan Wilayah Kelurahan Beji adalah sebuah kelurahan diantara enam kelurahan yang terdapat di Kecamatan Beji Kota Depok. Kelurahan Beji terbentuk
Potensi Kota Cirebon Tahun 2010 Bidang Pertanian SKPD : DINAS KELAUTAN PERIKANAN PETERNAKAN DAN PERTANIAN KOTA CIREBON
Potensi Kota Cirebon Tahun 2010 Bidang Pertanian SKPD : DINAS KELAUTAN PERIKANAN PETERNAKAN DAN PERTANIAN KOTA CIREBON No. Potensi Data Tahun 2009 Data Tahun 2010*) 1. Luas lahan pertanian (Ha) 327 327
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan. Desa Bumi Restu memiliki
65 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Letak Geografis dan Luas Wialayah Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan yang berlokasi pada dua Desa yaitu Desa Bumi Restu dan
DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN
LAMPIRAN II : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : NAMBO PADANG Kecamatan : N A M B O Kabupaten/Kota : B
BAB IV KEADAAN UMUM DESA KEMANG
BAB IV KEADAAN UMUM DESA KEMANG 4.1 Kondisi Geografis dan Luas Wilayah Desa Kemang merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Desa
V. GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN
V. GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN 5.1. Gambaran Umum Kabupaten Kerinci 5.1.1. Keadaan Geografis. Kabupaten Kerinci terletak di daerah bukit barisan, dengan ketinggian 5001500 mdpl. Wilayah ini membentang
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kecamatan Sragi merupakan salah satu kecamatan dari 17 Kecamatan yang
43 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Gambaran Umum Daerah Penelitian 1. Keadaan Umum Kecamatan Sragi a. Letak Geografis Kecamatan Sragi merupakan salah satu kecamatan dari 17 Kecamatan yang ada di
Jenis-jenis Sumber Daya Alam
Jenis-jenis Sumber Daya Alam Apa yang dimaksud dengan sumber daya alam? Sumber daya alam merupakan kekayaan alam di suatu tempat yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Berbagai jenis tumbuhan,
BAB I LATAR BELAKANG
BAB I LATAR BELAKANG A. Deskripsi Wilayah 1. Profil Desa Bantarjo merupakan salah satu pedukuhan yang berada di Desa Banguncipto Kecamatan Sentolo Kabupaten Kulonprogo Yogykarata, luas wilayah 96.5 ha,
LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA ( LPPD ) KELURAHAN MALIARO KECAMATAN KOTA TERNATE TENGAH TAHUN ANGGARAN 2015 KEPADA PEMERINTAH KOTA TERNATE
LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA ( LPPD ) KELURAHAN MALIARO KECAMATAN KOTA TERNATE TENGAH TAHUN ANGGARAN 2015 KEPADA PEMERINTAH KOTA TERNATE LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA (LPPD) PENGANTAR
ii KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, BPS Kabupaten Teluk Bintuni telah dapat menyelesaikan publikasi Distrik Weriagar Dalam Angka Tahun 203. Distrik Weriagar
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.1 Gambaran Umum Kabupaten Kerinci 5.1.1 Kondisi Geografis Kabupaten Kerinci terletak di sepanjang Bukit Barisan, diantaranya terdapat gunung-gunung antara lain Gunung
PROFIL DESA DAN KELURAHAN
LAMPIRAN V : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 FORMAT LAPORAN PROFIL DESA DAN KELURAHAN TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : POHSANTEN Kecamatan : MENDOYO
PROFIL DESA NUSASARI
i LAMPIRAN V: PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR: 12 TAHUN 2007 TANGGAL: 12 MARET 2007 ------------------------------------------------------------ FORMAT LAPORAN PROFIL DESA NUSASARI TINGKAT DESA DAN
(Monografi Desa Ngijo 2011). 6,5 Sedangkan horizon B21 dalam cm: warna 5YR 3/3
61. a. Topografi dan Jenis Tanah Topografi Desa Ngijo adalah berupa dataran tinggi dengan ketinggian 105 m dpal dengan curah hujan 10 mm/tahun. Jenis tanah di Desa Ngijo adalah jenis tanah Mediteran coklat.
GAMBARAN UMUM DESA CIARUTEUN ILIR, KECAMATAN CIBUNGBULANG, KABUPATEN BOGOR
27 GAMBARAN UMUM DESA CIARUTEUN ILIR, KECAMATAN CIBUNGBULANG, KABUPATEN BOGOR Kondisi Geografis Secara geografis, Desa Ciauteun Ilir terletak di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat
V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.1. Karakteristik Wilayah Lokasi yang dipilih untuk penelitian ini adalah Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Desa Gunung Malang merupakan salah
