PROFIL DESA NUSASARI

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PROFIL DESA NUSASARI"

Transkripsi

1 i LAMPIRAN V: PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR: 12 TAHUN 2007 TANGGAL: 12 MARET FORMAT LAPORAN PROFIL DESA NUSASARI TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : NUSASARI Kecamatan : MELAYA Kabupaten/Kota : JEMBRANA Provinsi : BALI Bulan : DESEMBER Tahun : DIREKTORAT JENDERAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DEPARTEMEN DALAM NEGERI

2 FORMAT LAPORAN PROFIL DESA DAN KELURAHAN TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : NUSASARI Kecamatan : MELAYA Kabupaten/Kota : JEMBRANA Provinsi : BALI Bulan : DESEMBER Tahun : SUMBER DATA YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGISI DATA PROFIL DESA/KELURAHAN 1. BUKU INDUK KEPENDUDUKAN JURU ARAH 2. KELIHAN DINAS 3. POSDAYANDU 4. TOKOH MASYARAKAT 5. LEMBAGA ADAT PERBEKEL NUSASARI V. I WAYAN ARDANA,SH. 2

3 DATA POTENSI DESA DAN KELURAHAN I. POTENSI SUMBER DAYA ALAM A. POTENSI UMUM 1. a. Batas Wilayah Batas Desa/kelurahan Kecamatan Sebelah utara DESA EKASARI MELAYA Sebelah selatan SAMUDRA INDONESIA MELAYA Sebelah timur SUNGAI SANGYANG MELAYA Sebelah barat SUNGAI MELAYA MELAYA 1.b. Penetapan Batas dan Peta Wilayah Penetapan Batas Dasar Hukum Peta Wilayah Sudah ada/belum ada Perdes No... Perda No Luas wilayah menurut penggunaan Luas pemukiman 0 ha Luas persawahan ha Luas perkebunan ha Luas kuburan 3 ha Luas pekarangan ha Luas taman 0 ha Perkantoran 56 ha Luas prasarana umum lainnya ha Total luas 788,410 ha TANAH SAWAH Sawah irigasi teknis 0 ha Sawah irigasi ½ teknis ha Sawah tadah hujan 23 ha Sawah pasang surut 0 ha Lainnya 0 ha Total luas ha TANAH KERING Tegal/ladang 0 ha Pemukiman 0 ha Pekarangan 65 ha Lainnya 0 ha Total luas 65 ha TANAH BASAH Tanah rawa 0 ha Pasang surut 0 ha Lahan gambut 0 ha Situ/waduk/danau 0 ha 3

4 Total luas 0 ha TANAH PERKEBUNAN Tanah perkebunan rakyat ha Tanah perkebunan negara 0 ha Tanah perkebunan swasta 30 ha Tanah perkebunan perorangan 0 ha Total luas ha TANAH FASILITAS UMUM Kas Desa/Kelurahan: 0 ha a. Tanah bengkok 0 ha b. Tanah titi sara 0 ha c. Kebun desa 0 ha d. Sawah desa 4 ha Lapangan olahraga 4 ha Perkantoran pemerintah 0 ha Ruang publik/taman kota 0 ha Tempat pemakaman desa/umum 4 ha Tempat pembuangan sampah 0 ha Bangunan sekolah/perguruan tinggi 0 ha Pertokoan 0 ha Fasilitas pasar 0 ha Terminal 0 ha Jalan 28 Km Daerah tangkapan air 0 ha Usaha perikanan 0 ha Sutet/aliran listrik tegangan tinggi 1.5 ha Prasarana umum 16.7 ha Total luas 58.2 ha TANAH HUTAN Hutan lindung 0 ha/m2 Hutan produksi 0 ha/m2 a. Hutan produksi tetap 0 ha/m2 b. Hutan terbatas 0 ha/m2 Hutan konservasi 0 ha/m2 Hutan adat 0 ha/m2 Hutan asli 0 ha/m2 Hutan sekunder 0 ha/m2 Hutan buatan 0 ha/m2 Hutan mangrove 0 ha/m2 Hutan suaka 0 ha/m2 a. Suaka alam 0 ha/m2 b. Suaka margasatwa 0 ha/m2 Hutan rakyat 0 ha/m2 0 ha/m2 Total luas 0 ha/m2 3. Iklim Curah hujan Mm Jumlah bulan hujan 8 bulan Kelembapan 0 4

5 Suhu rata-rata harian 26 s/d 33 0 C Tinggi tempat dari permukaan laut 0 s/d 60 mdl 4. Jenis dan kesuburan tanah Warna tanah (sebagian besar) Hitam Tekstur tanah Gembur Tingkat kemiringan tanah 0 derajat Lahan kritis 0 ha/m2 Lahan terlantar 0 ha/m2 Tingkat erosi tanah Luas tanah erosi ringan 0 ha/m2 Luas tanah erosi sedang 0 ha/m2 Luas tanah erosi berat 0 ha/m2 Luas tanah yang tidak ada erosi 0 ha/m2 5. Topografi Bentangan wilayah Desa/kelurahan dataran rendah Ya. ha/m2 Desa/kelurahan berbukit-bukit Ya. 0 ha/m2 Desa/kelurahan dataran tinggi/pegunungan. 0 ha/m2 Desa/kelurahan lereng gunung 0 ha/m2 Desa/kelurahan tepi pantai/pesisir 0 ha/m2 Desa/kelurahan kawasan rawa 0 ha/m2 Desa/kelurahan kawasan gambut 0 ha/m2 Desa/kelurahan aliran sungai 0 ha/m2 Desa/kelurahan bantaran sungai 0 ha/m2 Letak Desa/kelurahan kawasan perkantoran Ya 56 ha/m2 Desa/kelurahan kawasan pertokoan/bisnis. 0 ha/m2 Desa/kelurahan kawasan campuran. 0 ha/m2 Desa/kelurahan kawasan industri. 0 ha/m2 Desa/Kelurahan kepulauan. 0 ha/m2 Desa/Kelurahan pantai/pesisir. 0 ha/m2 Desa/Kelurahan kawasan hutan. 0 ha/m2 Desa/Kelurahan taman suaka. 0 ha/m2 Desa/Kelurahan kawasan wisata. 0 ha/m2 Desa/Kelurahan perbatasan dengan negara. 0 ha/m2 lain Desa/Kelurahan perbatasan dengan provinsi. 0 ha/m2 lain Desa/Kelurahan perbatasan dengan. 0 ha/m2 kabupaten lain Desa/Kelurahan perbatasan antar 0 ha/m2 kecamatan lain Desa/kelurahan DAS/bantaran sungai. 0 ha/m2 Desa/kelurahan rawan banjir. 0 ha/m2 Desa/kelurahan bebas banjir. 0 ha/m2 Desa/kelurahan potensial tsunami. 0 ha/m2 Desa/kelurahan rawan jalur gempa bumi. 0 ha/m2 Orbitasi Jarak ke ibu kota kecamatan 5 Km Lama jarak tempuh ke ibu kota kecamatan 0.10 Jam 5

6 dengan kendaraan bermotor Lama jarak tempuh ke ibu kota kecamatan 0.40 Jam dengan berjalan kaki atau kendaraan non bermotor Kendaraan umum ke ibu kota kecamatan 0 unit Jarak ke ibu kota kabupaten/kota 20 Km Lama jarak tempuh ke ibu kota kabupaten 0.30 Jam dengan kendaraan bermotor Lama jarak tempuh ke ibu kota kabupaten dengan berjalan kaki atau kendaraan non bermotor 1.20 Jam Kendaraan umum ke ibu kota kabupaten/kota 5 unit Jarak ke ibu kota Provinsi 115 Km Lama jarak tempuh ke ibu kota Provinsi 3 Jam dengan kendaraan bermotor Lama jarak tempuh ke ibu kota Provinsi dengan berjalan kaki atau kendaraan non bermotor 56 Jam Kendaraan umum ke ibu kota Provinsi 5 unit B. PERTANIAN B.1. TANAMAN PANGAN 1. Pemilikan Lahan Pertanian Tanaman Pangan Jumlah keluarga memiliki tanah pertanian memiliki Memiliki kurang 1 ha Memiliki 1,0 5,0 ha Memiliki 5,0 10 ha Memiliki lebih dari 10 ha Jumlah total keluarga petani 255 keluarga 562 keluarga 92 keluarga 158 keluarga 0 keluarga 0 keluarga 255 keluarga 2. Luas tanaman pangan menurut komoditas pada tahun ini Jagung 36 Ha 251 Ton/ha Kacang kedelai 0 Ha 0 Ton/ha Kacang tanah 0 Ha 0 Ton/ha Kacang panjang 0 Ha 0 Ton/ha Kacang mede 0 Ha 0 Ton/ha Kacang merah 0 Ha 0 Ton/ha Padi sawah 263 Ha 1870 Ton/ha Padi ladang 150 Ha 755 Ton/ha Ubi kayu 17 Ha 15 Ton/ha Ubi jalar 0 Ha 0 Ton/ha Cabe 1,5 Ha 0,5 Ton/ha Bawang merah 0 ha 0 Ton/ha Bawang putih 0 ha 0 Ton/ha Tomat 0 ha 0 Ton/ha Sawi 0 ha 0 Ton/ha 6

7 Kentang 0 Ton/ha 0 Ton/ha Kubis 0 Ton/ha 0 Ton/ha Mentimun 0 Ton/ha 0 Ton/ha Buncis 0 Ton/ha 0 Ton/ha Brocoli 0 Ton/ha 0 Ton/ha Terong 0,2 Ton/ha 1,5 Ton/ha Bayam 0,2 Ton/ha 0,9 Ton/ha Kangkung 0,3 Ton/ha 0,75 Ton/ha Kacang turis 0 Ton/ha 0 Ton/ha Umbi-umbian lain 0 Ton/ha 0 Ton/ha Selada 0 Ton/ha 0 Ton/ha Talas 0 Ton/ha 0 Ton/ha Wortel 0 Ton/ha 0 Ton/ha Tumpang Sari 0 Ton/ha 0 Ton/ha Kacang kara 0 Ton/ha 0 Ton/ha Undis 0 Ton/ha 0 Ton/ha Kelor 0 Ton/ha 0 Ton/ha Kecipir 0 Ton/ha 0 Ton/ha Kemangi 0 Ton/ha 0 Ton/ha 3. Jenis komoditas buah-buahan yang dibudidayakan A. Kepemilikan Lahan Tanaman Buah-buahan Jumlah keluarga memiliki tanah perkebunan 640 keluarga memiliki 210 keluarga Memiliki kurang dari 10 ha 640 keluarga Memiliki ha 0 keluarga Memiliki ha 0 keluarga Memiliki ha 0 keluarga Memiliki ha 0 keluarga Memiliki lebih dari 1000 ha 0 keluarga Jumlah total keluarga perkebunan 640 keluarga B. Hasil Tanaman Dan Luas Tanaman Buah-buahan Jeruk 5 ha 5 Ton/ha Alpokat 0,2 ha 0,2 Ton/ha Mangga 9 ha 18 Ton/ha Rambutan 5,5 ha 11 Ton/ha Manggis 0 ha 0 Ton/ha Salak 3,5 ha 6 Ton/ha Apel 0 ha 0 Ton/ha Pepaya 1 ha 1 Ton/ha Belimbing 0 ha 0 Ton/ha Durian 3,75 ha 4,6 Ton/ha Sawo 0 ha 0 Ton/ha Duku 0 ha 0 Ton/ha Kokosan 0 ha 0 Ton/ha Pisang 13 ha 27 Ton/ha Markisa 0 ha 0 Ton/ha Lengkeng 0,5 ha 0,5 Ton/ha Semangka 0 ha 0 Ton/ha Limau 0 ha 0 Ton/ha Jeruk nipis 6 ha 12 Ton/ha Melon 0 ha 0 Ton/ha Jambu air 0 ha 0 Ton/ha 7

8 Nangka 1,2 ha 1,2 Ton/ha Sirsak 0 ha 0 Ton/ha Kedondong 0,53 ha 1,1 Ton/ha Anggur 0 ha 0 Ton/ha Melinjo 0 ha 0 Ton/ha Nenas 2,25 ha 4,7 Ton/ha Jambu klutuk 0 ha 0 Ton/ha Murbei 0 ha 0 Ton/ha 4. Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Dan Tanaman Buah-buahan Dijual langsung ke konsumen Dijual ke pasar Dijual melalui KUD Dijual melalui tengkulak Dijual melalui pengecer Dijual ke lumbung desa/kel dijual Ya Ya Ya Ya B.2 TANAMAN APOTIK HIDUP DAN SEJENISNYA Jenis Tanaman Luas (ha) Hasil panen (Ton/ha) Jahe 0,75 ha 1,3 Ton/ha Kunyit 1,3 ha 1,9 Ton/ha Lengkuas 0,75 ha 1 Ton/ha Mengkudu 0 ha 0 Ton/ha Daun Dewa 0 ha 0 Ton/ha Kumis kucing 0 ha 0 Ton/ha Buah Merah 0 ha 0 Ton/ha Sambiloto 0 ha 0 Ton/ha Temulawak 0 ha 0 Ton/ha Temu Hitam 0 ha 0 Ton/ha Temu Putih 0 ha 0 Ton/ha Temu Putri 0 ha 0 Ton/ha Temu Kunci 0 ha 0 Ton/ha Daun Sirih 0 ha 0 Ton/ha Kayu manis 0 ha 0 Ton/ha Daun sereh 0 ha 0 Ton/ha Mahkota dewa 0 ha 0 Ton/ha Akar wangi 0 ha 0 Ton/ha Kencur 0 ha 0 Ton/ha Jamur 0 ha 0 Ton/ha Dewi-Dewi 0 ha 0 Ton/ha Daun katu 0 ha 0 Ton/ha 8

9 C. PERKEBUNAN 1. Pemilikan Lahan Perkebunan Jumlah keluarga memiliki tanah perkebunan memiliki Memiliki kurang dari 5 ha Memiliki ha Memiliki ha Memiliki ha Memiliki ha Memiliki lebih dari 1000 ha Jumlah total keluarga perkebunan Kepemilikan Usaha Perkebunan Yang Dimiliki Negara Total Luas Perkebunan 644 keluarga 210 Keluarga 643 keluarga 0 keluarga 0 keluarga 0 keluarga 0 keluarga 0 keluarga 0 keluarga 644 Ha 2. Luas dan hasil perkebunan menurut jenis komoditas Jenis Swasta/negara Rakyat Luas (ha) Hasil (kw/ha) Luas (ha) Hasil (kw/ha) Kelapa Kelapa sawit Kopi Cengkeh Coklat Pinang Lada Karet Jambu Mete Tembakau Pala Vanili Jarak pagar Jarak kepyar Tebu Kapuk Kemiri Teh Pemasaran Hasil Perkebunan Dijual langsung ke konsumen Dijual ke pasar hewan Dijual melalui KUD Dijual melalui Tengkulak Dijual melalui Pengecer Dijual ke lumbung desa/kel dijual Ya tidak Ya Ya Ya 9

10 D. KEHUTANAN 1. Luas Lahan Menurut Pemilikan Milik Negara 0 ha Milik t/ulayat 0 ha Perhutani/Instansi Sektoral 0 ha Milik masyarakat perorangan 0 ha Total 0 ha 2. Hasil Hutan Kayu 0 M 3 /th Madu lebah 0 liter/th Rotan 0 Ton/th Damar 0 Ton/th Bambu 0 M 3/ th Jati 0 M 3 /th Nilam 0 Ton/th Lontar 0 Ton/th Sagu 0 Ton/th Enau 0 Ton/th Mahoni 0 M 3 /th Cemara 0 M 3 /th Kayu cendana 0 Ton/th Kayu gaharu 0 Ton/th Sarang burung 0 Ton/th Meranti 0 M 3 /th Kayu besi 0 M 3 /th Kayu ulin 0 M 3 /th Kemenyan 0 Ton/th Gambir 0 Ton/th Minyak kayu putih 0 Ton/th Gula enau 0 Ton/th Gula lontar 0 Ton/th Arang 3. Kondisi Hutan Kondisi Hutan Baik Rusak Total Hutan Bakau/mangrove 0 ha 0 ha 0 ha Hutan Produksi 0 ha 0 ha 0 ha Hutan Lindung 0 ha 0 ha 0 ha Hutan Suaka Margasatwa 0 ha 0 ha 0 ha Hutan Suaka Alam 0 ha 0 ha 0 ha 10

11 4. Dampak yang Timbul dari Pengolahan Hutan Pencemaran Udara Pencemaran Air Longsor/Erosi Bising Kerusakan biota/plasma nuftah hutan Kemusnahan flora,fauna dan satwa langka Hilangnya sumber mata air Kebakaran hutan Terjadinya kekeringan/sulit air Berubahnya fungsi hutan Terjadinya lahan kritis Hilangnya daerah tangkapan air (cacthment area) Musnahnya Habitat Binatang Hutan 5. Mekanisme Pemasaran Hasil Hutan Dijual langsung ke konsumen Dijual ke pasar Dijual melalui KUD Dijual melalui Tengkulak Dijual melalui Pengecer Dijual ke lumbung desa/kel dijual E. PETERNAKAN 1. Jenis populasi ternak Jenis Ternak Jumlah Pemilik Perkiraan Jumlah Populasi Sapi 698 orang 1396 ekor Kerbau 0 ekor Babi 709 orang 1418 ekor Ayam kampung 824 orang 4944 ekor Jenis ayam broiler 7 orang ekor Bebek 15 orang 30 ekor Kuda 0 ekor Kambing 11 orang 22 ekor Domba 0 ekor Angsa 1 orang 2 ekor Burung puyuh 0 ekor Kelinci 1 orang 4 ekor Burung walet 2 orang 741 ekor Anjing 816 orang 819 ekor Kucing 372 orang 379 ekor Ular cobra 0 ekor Burung onta 0 ekor 11

12 Ular pithon 0 ekor Burung cendrawasih 0 ekor Burung kakatua 0 ekor Burung beo 0 ekor Burung merak 0 ekor Burung langka lainnya 0 ekor Buaya 0 ekor 0 ekor 2. Produksi Peternakan Susu 0 kg/th Kulit 0 M/th Telur kg/th Daging kg/th Madu 0 Lt/th Bulu 0 kg/th Air liur burung walet 0 kg/th Minyak 0 lt/th Hiasan/lukisan 0 Unit/th Cinderamata 0 unit/th 3. Ketersediaan Hijauan Pakan Ternak Luas tanaman pakan ternak (rumput gajah, dll) 11 ha Produksi hijauan makanan ternak 0,5 Ton/ha Luas lahan gembalaan 0 ha Dipasok dari luar desa/kelurahan Disubsidi dinas 0 Ton 4. Pemilik Usaha Pengolahan Hasil Ternak Dendeng 0...orang Abon 0...orang Penyamakan Kulit 0...orang Madu Lebah 1...orang Biogas 0...orang Telur Asin Krupuk Kulit 0...orang Penyemakan kulit 0...orang Kerajinan tangan (handy craft) 14 orang 5. Pemasaran Hasil Ternak Dijual langsung ke konsumen Dijual ke pasar hewan Dijual melalui KUD Dijual melalui tengkulak Dijual melalui pengecer Dijual ke lumbung desa/kel dijual Ya Ya 12

13 6. Ketersediaan lahan pemeliharaan ternak/padang penggembalaan Milik masyarakat umum 0 ha Milik perusahaan peternakan (ranch) 0 ha Milik perorangan 0 ha Sewa pakai 0 ha Milik pemerintah 0 ha Milik masyarakat adat 0 ha F. PERIKANAN 1. Jenis dan alat produksi budidaya ikan laut dan payau Karamba 0 unit 0 ton/th Tambak 0 ha 0 ton/th Jermal 0 unit 0 ton/th Pancing 0 unit 0 ton/th Pukat 0 unit 0 ton/th Jala 0 unit 0 ton/th 2. Jenis dan sarana produksi budidaya ikan air tawar Karamba 0 unit 0 ton/th Empang/kolam 0 ha/m2 0 ton/th Danau 0 ha/m2 0 ton/th Rawa 0 ha/m2 0 ton/th Sungai 0 ha/m2 0 ton/th Sawah 0 ha/m2 0 ton/th Jala 0 unit 0 ton/th Pancingan 0 unit 0 ton/th 3. Jenis ikan dan produksi Tuna 0 ton/th Salmon 0 ton/th Tongkol/cakalang 56 ton/th Hiu 0 ton/th Kakap 0 ton/th Tenggiri 0 ton/th Jambal 0 ton/th Pari 0 ton/th Kuwe 0 ton/th Belanak 0 ton/th Cumi 4 ton/th Gurita 0 ton/th Sarden 0 ton/th Bawal 0 ton/th Baronang 0 ton/th Kembung 0 ton/th Ikan ekor kuning 0 ton/th Kerapu/Sunuk 0 ton/th Teripang 0 ton/th Barabara 0 ton/th Cucut 0 ton/th Layur 0 ton/th Ayam-ayam 0 ton/th Udang/lobster 0 ton/th Tembang 0 ton/th 13

14 Bandeng 0 ton/th Nener 0 ton/th Kerang 0 ton/th Kepiting 0 ton/th Mas 0 ton/th Rajungan 0 ton/th Mujair 0 ton/th Lele 0 ton/th Gabus 0 ton/th Patin 0 ton/th Nila 0 ton/th Sepat 0 ton/th Gurame 0 ton/th Belut 0 ton/th Penyu 0 ton/th Rumput laut 0 ton/th Kodok 0 ton/th Katak 0 ton/th 4. Pemasaran Hasil Perikanan Dijual langsung ke konsumen Dijual ke pasar hewan Dijual melalui KUD Dijual melalui Tengkulak Dijual melalui Pengecer Dijual ke lumbung desa/kel dijual Ya Ya G. BAHAN GALIAN 1. Jenis dan deposit bahan galian Batu kali Batu gunung Batu kapur Pasir Emas Nikel Belerang Batu marmer Batu cadas Batu apung Pasir kwarsa Batubara Batu Granit Batu Gamping Mangan Batu Trass Batu Putih Pasir Batu Pasir Besi Batu Gips Minyak Bumi Gas Alam Kulit kerang Timah 14

15 Tanah Garam Biji Besi Uranium Bouxit Tanah liat 2. Produksi bahan galian Batu kapur Pasir Emas Kuningan Aluminium Perunggu Belerang Batu marmer Batu cadas Batu apung Pasir kwarsa Batubara Batu Granit Batu Gamping Mangaan Batu Trass Batu Putih Pasir Batu Pasir Besi Gips Minyak Bumi Gas Alam Perak Timah Garam Tembaga Biji Besi Uranium Bouxit Nikel Ya 3. Kepemilikan dan Pengelolaan Bahan Galian Jenis dan produksi bahan galian Batu kali Batu kapur Pasir Emas Kuningan Aluminium Perunggu Belerang Batu marmer Batu cadas Batu apung Pasir kwarsa Batubara Batu Granit Batu Gamping Pengelola/pemilik 15

16 Mangaan Batu Trass Batu Putih Pasir Batu Pasir Besi Gips Minyak Bumi Gas Alam Perak Timah Tembaga Biji Besi Uranium Bouxit Garam 4. Pemasaran Hasil Galian Dijual langsung ke konsumen Dijual ke pasar hewan Dijual melalui KUD Dijual melalui Tengkulak Dijual melalui Pengecer Dijual ke perusahaan Dijual ke lumbung desa/kel dijual H. SUMBER DAYA AIR 1. Potensi Air dan Sumber Daya Air Sungai Debit : Sedang Danau Volume : ada. Mata Air Debit : Sedang Bendungan/waduk/situ Volume : ada Embung-embung Volume : ada. Jebakan air Volume : ada. 2. Sumber Air Bersih Jenis Jumlah (Unit) Pemanfaat (KK) Kondisi Baik/Rusak Mata air 0 0 Baik Sumur gali 8 8 Baik Sumur pompa 0 0 Baik Hidran umum 2 5 Baik PAM Baik Pipa 0 0 Baik Sungai 0 0 Baik Embung 0 0 ada Bak penampung air 0 0 ada hujan Beli dari tangki swasta 0 0 ada Depot isi ulang 0 0 Baik Sumber lain/pam swadaya

17 3. Kualitas Air Minum Mata air Sumur gali Sumur pompa Hidran umum PAM Pipa Sungai Bak penampung air hujan Beli dari tangki swasta Depot isi ulang Baik Baik ada Baik Baik ada Sedang ada ada ada 4. Sungai Jumlah sungai Kondisi Tercemar Pendangkalan/Pengendapan Lumpur Tinggi Keruh Jernih dan Tercemar/ memenuhi baku mutu air Berkurangnya biota sungai Kering 2 buah baik Ya 5. Rawa Luas rawa 0 ha Pemanfaatan Perikanan darat maupun laut Air baku untuk pengolahan air minum Cuci dan mandi Irigasi Buang air besar Perikanan Sayuran Pembudidayaan hutan manggrove 6. Pemanfaatan dan kondisi danau/waduk/situ Luas 0 ha Pemanfaatan Perikanan Air Minum/Air Baku Cuci dan mandi Irigasi Buang air besar Pembangkit listrik Prasarana transportasi Lainnya. Kondisi Tercemar Pendangkalan Keruh 17

18 Berlumpur 7. Air Panas Sumber Jumlah Lokasi Pemanfaatan (wisata, Pengobatan Energi, dll) Kepemilikan/Pengelolaan Pemda Swasta t/ Perorangan Gunung Berapi Geiser I. KUALITAS UDARA Sumber Jumlah Lokasi Sumber Pencemar Polutan Pencem ar Efek terhadap Kesehatan (ganguan penglihatan/ kabut, ISPA, dll Kepemilikan Pabrik (kapur, marmer, dll) Kendaraan bermotor Pemba karan Hutan/Lahan Gambut Pemda Swasta Perorangan J. KEBISINGAN Tingkat Kebisingan Sumber Kebisingan (kendaraan bermotor, Kereta Api, Pelabuhan, Airport, pabrik, dll) Efek Terhadap Penduduk Ekses dampak kebisingan Kebisingan Tinggi - - Kebisingan sedang - - Kebisingan Ringan - - Bising - - K. RUANG PUBLIK/TAMAN Ruang Publik/ Taman Keberadaan Luas Tingkat Pemanfaatan (Aktif/Pasif) Taman Kota ada 0 M² ada Taman Bermain ada 0 M² ada Hutan Kota ada 0 M² ada Taman Desa/Kel. ada 0 M² ada Tanah Kas Desa ada 0 M² ada Tanah t ada 0 M² ada Jumlah Total 0 M² Aktif 18

19 L. POTENSI WISATA Lokasi/ Tempat/ Area Wisata Laut (Wisata Pulau, Taman Laut, Situs Sejarah Bahari, Pantai dll) Danau (Wisata Air, Hutan Wisata, Situs Purbakala, dll) Gunung (wisata Hutan, Taman Nasional, Bumi Perkemahan, dll) Keberadaan Luas Tingkat Pemanfaatan (Aktif/Pasif) ada 0 ha Pasif ada 0 ha Pasif 0 ha Pasif Agrowisata ada 0 ha Pasif Hutan Khusus ada 0 ha Pasif Goa ada 0 ha Pasif Cagar Budaya ada 0 ha Pasif Arung Jeram ada 0 ha Pasif Situs Sejarah, ada 0 ha Pasif dan museum Air Terjun ada 0 ha Pasif Padang Savana (wisata Padang Savana) ada 0 ha Pasif II. POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA A. JUMLAH Jumlah laki-laki 1832 orang Jumlah perempuan 184 Jumlah total 3672 orang Jumlah kepala keluarga 824 KK Kepadatan Penduduk per km B. USIA USIA LAKI- LAKI PEREMP. USIA LAKI- LAKI PEREMP bulan 3 24 orang 39 tahun 33 orang 25 orang 1 tahun 22 orang 18 orang 40 tahun 28 orang 28 orang 2 25 orang 19 orang 41 tahun 28 orang 23 orang 3 25 orang 25 orang 42 tahun 25 orang orang 21 orang 43 tahun 29 orang orang 18 orang 44 tahun 3 27 orang 19

20 6 33 orang 3 45 tahun 28 orang 33 orang 7 18 orang 25 orang 46 tahun 35 orang 32 orang 8 27 orang 21 orang 47 tahun 2 23 orang orang 48 tahun 22 orang 21 orang orang 2 49 tahun 26 orang 25 orang orang 34 orang 50 tahun 27 orang 29 orang orang 26 orang 51 tahun 18 orang 24 orang orang 52 tahun 23 orang 17 orang orang 36 orang 53 tahun 24 orang 28 orang orang 39 orang 54 tahun 23 orang 22 orang orang 32 orang 55 tahun 16 orang 18 orang orang 24 orang 56 tahun 2 21 orang orang 57 tahun 14 orang 22 orang orang 3 58 tahun 23 orang 22 orang orang 26 orang 59 tahun 24 orang 19 orang orang 26 orang 60 tahun 16 orang 24 orang orang 29 orang 61 tahun 17 orang 27 orang orang 23 orang 62 tahun 14 orang 19 orang orang 27 orang 63 tahun 17 orang 19 orang orang 24 orang 64 tahun 19 orang 23 orang orang 28 orang 65 tahun 11 orang 19 orang orang 25 orang 66 tahun 19 orang orang 28 orang 67 tahun 12 orang 13 orang orang 33 orang 68 tahun 8 orang 19 orang orang 16 orang 69 tahun 2 15 orang orang 24 orang 70 tahun 15 orang 13 orang orang 23 orang 71 tahun 16 orang orang 26 orang 72 tahun 16 orang 21 orang orang 3 73 tahun 15 orang 16 orang orang 3 74 tahun 9 orang 9 orang orang 33 orang 75 tahun 13 orang 15 orang orang 3 Lebih dari orang 23 orang orang 28 orang Total C. PENDIDIKAN TINGKATAN PENDIDIKAN LAKI-LAKI PEREMPUAN Usia 3-6 tahun yang belum masuk TK 52 orang 61 orang Usia 3-6 tahun yang sedang TK/play group 27 orang 33 orang Usia 7-18 tahun yang tidak pernah sekolah 2 orang 3 orang Usia 7-18 tahun yang sedang sekolah 323 orang 328 orang Usia tahun tidak pernah sekolah 3 orang 5 orang Usia thn pernah SD tetapi tidak tamat 27 orang 32 orang Tamat SD/sederajat orang Jumlah usia tahun tidak tamat SLTP 34 orang 72 orang Jumlah usia tahun tidak tamat SLTA 68 orang 88 orang Tamat SMP/sederajat 187 orang 197 orang Tamat SMA/sederajat 172 orang 182 orang Tamat D-1/sederajat 3 22 orang Tamat D-2/sederajat 15 orang 24 orang Tamat D-3/sederajat 22 orang 25 orang Tamat S-1/sederajat 74 orang 52 orang Tamat S-2/sederajat 7 orang Tamat S-3/sederajat Tamat SLB A 4 orang 1 orang Tamat SLB B 4 orang 1 orang Tamat SLB C 1 orang Jumlah 1301 orang 1299 orang Jumlah Total

21 D. MATA PENCAHARIAN POKOK JENIS PEKERJAAN LAKI-LAKI PEREMPUAN Petani 722 orang 655 orang Buruh tani 15 orang 8 orang Buruh migran perempuan 8 orang Buruh migran laki-laki 17 orang Pegawai Negeri Sipil 68 orang 27 orang Pengrajin industri rumah tangga 13 orang 4 orang Pedagang keliling 3 orang 5 orang Peternak 8 orang 1 Nelayan 12 orang Montir 5 orang Dokter swasta 1 orang 1 orang Bidan swasta 5 orang Perawat swasta 1 orang 5 orang Pembantu rumah tangga 3 orang TNI 6 orang POLRI 23 orang Pensiunan PNS/TNI/POLRI 18 orang 6 orang Pengusaha kecil dan menengah 4 orang Pengacara 1 orang Notaris Dukun Kampung Terlatih 1 orang Jasa pengobatan alternatif Dosen swasta Pengusaha besar Arsitektur Seniman/Artis Karyawan perusahaan swasta 41 orang 18 orang Karyawan perusahaan pemerintah 8 orang 4 orang Bengkel Las 2 orang Pekerja Serabutan 43 orang 34 orang Jumlah Total Penduduk Usia Kerja 1805 orang E. AGAMA AGAMA LAKI-LAKI PEREMPUAN Islam 2 orang 6 orang Kristen 6 orang 4 orang Katholik Hindu 1824 orang 183 Budha Khonghucu Kepercayaan Kepada Tuhan YME Aliran Kepercayaan lainnya Jumlah 1832 orang 184 F. KEWARGANEGARAAN KEWARGANEGARAAN LAKI-LAKI PEREMPUAN Warga Negara Indonesia 1832 orang 184 Warga Negara Asing Dwi Kewarganegaraan Jumlah 1832 orang

22 G. ETNIS ETNIS LAKI-LAKI PEREMPUAN Aceh Batak Nias Mentawai Melayu Minang Kubu Anak Dalam Badui Betawi Sunda Jawa 2 orang 9 orang Madura Bali orang Banjar Dayak Bugis Makasar Mandar Sasak Ambon Minahasa Flores Papua Timor Sabu Rote Sumba 1 orang Ternate Tolaki Buton Muna Mikongga Wanci Alor Benoa Tunjung Mbojo Samawa Asia Afrika Australia China Amerika Eropa Jumlah 1832 orang

23 H. CACAT MENTAL DAN FISIK CACAT FISIK LAKI-LAKI PEREMPUAN Tuna rungu 1 orang 2 orang Tuna wicara 6 orang 5 orang Tuna netra 2 orang 1 orang Lumpuh 2 orang 3 orang Sumbing Cacat kulit 3 orang Cacat fisik/tuna daksa lainnya 7 orang 1 orang Jumlah 21 orang 12 orang CACAT MENTAL Idiot 2 orang 4 orang Gila Stress Autis Jumlah 2 orang 4 orang I. TENAGA KERJA TENAGA KERJA LAKI-LAKI PEREMPUAN Penduduk usia tahun 884 orang 921 orang Penduduk usia tahun yang 797 orang 862 orang bekerja Penduduk usia tahun yang 87 orang 59 orang belum atau tidak bekerja Penduduk usia 0 6 tahun 162 orang 136 orang Penduduk masih sekolah 7-18 th 272 orang 279 orang Penduduk usia 56 tahun ke atas 227 orang 258 orang Angkatan kerja 797 orang 862 orang Jumlah 3226 orang 3377 orang Jumlah total 6603 orang Lampiran V J. KUALITAS ANGKATAN KERJA ANGKATAN KERJA LAKI-LAKI PEREMPUAN Penduduk usia tahun yang buta aksara dan huruf/angka latin Penduduk usia tahun yang 49 orang 81 orang tidak tamat SD Penduduk usia tahun yang 243 orang 112 orang tamat SD Penduduk usia tahun yang 247 orang 159 orang tamat SLTP Penduduk usia tahun yang tamat SLTA 394 orang 481 orang Penduduk usia tahun yang tamat Perguruan Tinggi 114 orang 78 orang Jumlah 1047 orang 911 orang 23

24 III. POTENSI KELEMBAGAAN A. LEMBAGA PEMERINTAHAN PEMERINTAH DESA/KELURAHAN Dasar hukum pembentukan Pemerintah Desa / Kelurahan Perda No. 25 Th.2006, Perdes Dasar hukum pembentukan BPD Keputusan Bupati Nomor 662/Pem/2007, tanggal 31 Agustus Jumlah aparat pemerintahan Desa/Kelurahan 12 orang Jumlah perangkat desa/kelurahan 1 unit kerja Perbekel Sekretaris Desa/Kelurahan Kepala Urusan Tata Pemerintahan dan Aktif Pelayanan umum Kepala Urusan Ketentraman dan Aktif Ketertiban Masyarakat Kepala Urusan Pemberdayaan Masyarakat Aktif Kepala Urusan Pendidikan dan Kesehatan Aktif Kepala Urusan Umum ada. Pemegang Kas Aktif Tenaga kebersihan Aktif Kepala Urusan... ada. Jumlah Staf 6 orang Jumlah Dusun di Desa/Lingkungan di Kelurahan atau sebutan lain 5 Banjar. Aktif. Kelian Dinas Banjar Nusasari Aktif Kelian Dinas Banjar Nusasakti Aktif Kelian Dinas Banjar Anyarsari Aktif Kelian Dinas Banjar Anyarsari Kangin Aktif Kelian Dinas Banjar Nusasari Kelod Aktif Tingkat Pendidikan Aparat Desa/Kelurahan Kepala Desa/Lurah Sekretaris Desa/Kelurahan Kaur. Pemerintahan dan Pelayan Umum Kepala Urusan Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat Kepala Urusan Pemberdayaan Masyarakat Kepala Urusan Pendidikan dan Kesehatan Pemegang Kas Desa Petugas Kebersihan SD. SMP, SMA, Diploma, S1, Pascasarjana S1 PGA H PGA H SLTA SMA S1 SMA SMA 24

25 BADAN PERMUSYAWARATAN DESA B. Keberadaan L BPD ADA/ AKTIF Jumlah E Anggota BPD 11 Orang Pendidikan M Anggota BPD SD, SMP, SMA, B Diploma, S1, A Pascasarjana Ketua G : I Wyn Subawa,SPd.H Wakil A Ketua : I Nyoman Suandra Sekretaris : I Ketut Sugiana Adikusuma Anggota, K I Made Subagia Anggota, E I Wayan Sumerta Anggota, M I Kadek Soma Anggota, A. I Kadek Karyana S Anggota, Y I Komang Sugiarta Anggota A I Kadek Sugianta Anggota, R I Wayan Suralaya Anggota, A I Kadek Artawan K LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA Lembaga Kemasyarakatan Desa / Kelurahan ( LKD/LKK ) Keberadaan LKD/LKK LKMD / LPM Dasar Hukum Pembentukan Jumlah Pengurus Alamat Kantor Ruang Lingkup Kegiatan PKK Dasar Hukum Pembentukan Jumlah Pengurus Alamat Kantor Ruang Lingkup Kegiatan RUKUN WARGA JUMLAH RW Dasar Hukum Pembentukan Jumlah Pengurus Alamat Kantor Ruang Lingkup Kegiatan RUKUN TETANGGA JUMLAH RT Dasar Hukum Pembentukan Jumlah Pengurus Alamat Kantor Ruang Lingkup Kegiatan KARANG TARUNA Aktif SK Perbekel 13 Orang Kantor Perbekel Desa Nusasari Merencanakan Pembangunan Desa SK Perbekel 11 Orang Desa Nusasari Kecamatan Melaya 10 Program Pokok PKK Aktif 25

26 Dasar Hukum Pembentukan Jumlah Pengurus Alamat Kantor Ruang Lingkup Kegiatan KELOMPOK TANI / NELAYAN Dasar Hukum Pembentukan Jumlah Pengurus Alamat Kantor Ruang Lingkup Kegiatan LEMBAGA ADAT Dasar Hukum Pembentukan Jumlah Pengurus Alamat Kantor Ruang Lingkup Kegiatan BADAN USAHA MILIK DESA Dasar Hukum Pembentukan Jumlah Pengurus Alamat Kantor Ruang Lingkup Kegiatan ORGANISASI KEAGAMAAN Dasar Hukum Pembentukan Jumlah Pengurus Alamat Kantor Ruang Lingkup Kegiatan ORGANISASI PEMUDA LAINNYA Dasar Hukum Pembentukan Jumlah Pengurus Alamat Kantor Ruang Lingkup Kegiatan ORGANISASI PROPESI LAINNYA Dasar Hukum Pembentukan Jumlah Pengurus Alamat Kantor Ruang Lingkup Kegiatan ORGANISASI BAPAK Dasar Hukum Pembentukan Jumlah Pengurus Alamat Kantor Ruang Lingkup Kegiatan SK Perbekel 5 Orang Desa Nusasari Kecamatan Melaya Gotong Royong. SK Perbekel 6. Menangkap Ikan di laut Aktif Perdes 12 Orang. Desa Nusasari Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana 3. Jenis ( Prahyangan Pawongan, Palemahan ) / Aktif Perdes 3 Orang Desa Nusasari Kecamatan Melaya 2 Jenis. / aktif Perdes 65 orang Masing masing Banjar / aktif 15 orang Kantor Desa Nusasari 26

27 KELOMPOK GOTONG ROYONG Dasar Hukum Pembentukan / aktif Jumlah Pengurus 09 Alamat Kantor Masing masing Banjar Ruang Lingkup Kegiatan Kegiatan Kebersihan Telajakan PWI Dasar Hukum Pembentukan Jumlah Pengurus Alamat Kantor Ruang Lingkup Kegiatan I D I Dasar Hukum Pembentukan Jumlah Pengurus Alamat Kantor Ruang Lingkup Kegiatan PARFI Dasar Hukum Pembentukan Jumlah Pengurus Alamat Kantor Ruang Lingkup Kegiatan PENCINTA ALAM Dasar Hukum Pembentukan Jumlah Pengurus Alamat Kantor Ruang Lingkup Kegiatan WERDATAMA Dasar Hukum Pembentukan Jumlah Pengurus Alamat Kantor Ruang Lingkup Kegiatan KELOMPOK PEMIRSA Dasar Hukum Pembentukan Jumlah Pengurus Alamat Kantor Ruang Lingkup Kegiatan PANTI Dasar Hukum Pembentukan Jumlah Pengurus Alamat Kantor Ruang Lingkup Kegiatan YAYASAN / Aktif 27

28 Dasar Hukum Pembentukan Jumlah Pengurus Alamat Kantor Ruang Lingkup Kegiatan LEMBAGA. Dasar Hukum Pembentukan Jumlah Pengurus Alamat Kantor Ruang Lingkup Kegiatan ada ada ada ada / Aktif C. LEMBAGA POLITIK PARTAI GOLKAR ada Jumlah Pengurus orang Jumlah Partai Politik Lokal... Jumlah Partai Politik Nasional... Jumlah Anggota...orang Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir...orang Alamat Sekretariat/Kantor. Dasar Hukum Pembentukan... Ruang Lingkup Kegiatan... Jenis, Yakni... Organisasi Underbow PDIP / Aktif Jumlah Pengurus 8 orang Jumlah Anggota...orang Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir...orang Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan... Ruang Lingkup Kegiatan... Jenis, Yakni... Organisasi Underbow PPP ada. Jumlah Pengurus...orang Jumlah Anggota...orang Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir...orang Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan... Ruang Lingkup Kegiatan... Jenis, Yakni... Organisasi Underbow PARTAI DEMOKRAT ada Jumlah Pengurus - orang Jumlah Anggota...orang Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir...orang Alamat Sekretariat/Kantor... Dasar Hukum Pembentukan... Ruang Lingkup Kegiatan... Jenis, Yakni... Organisasi Underbow... 28

29 PAN Jumlah Pengurus...orang Jumlah Anggota...orang Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir...orang Alamat Sekretariat/Kantor

30 Dasar Hukum Pembentukan... Ruang Lingkup Kegiatan... Jenis, Yakni... Organisasi Underbow PKS Jumlah Pengurus...orang Jumlah Anggota...orang Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir...orang Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan... Ruang Lingkup Kegiatan... Jenis, Yakni... Organisasi Underbow PBB Jumlah Pengurus...orang Jumlah Anggota...orang Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir...orang Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan... Jenis, Yakni... Organisasi Underbow PKB Jumlah Pengurus...orang Jumlah Anggota...orang Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir...orang Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan... Ruang Lingkup Kegiatan... Jenis, Yakni... Organisasi Underbow PBR Jumlah Pengurus...orang Jumlah Anggota...orang Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir...orang Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan... Ruang Lingkup Kegiatan... Jenis, Yakni... Organisasi Underbow PDS Jumlah Pengurus...orang Jumlah Anggota...orang 30

31 Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir...orang Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan... Ruang Lingkup Kegiatan... Jenis, Yakni... Organisasi Underbow PUI Jumlah Pengurus...orang Jumlah Anggota...orang Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir...orang Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan Ruang Lingkup Kegiatan... Jenis, Yakni... Organisasi Underbow PARTAI GERINDRA ada Jumlah Pengurus...orang Jumlah Anggota...orang Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir...orang Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan... Ruang Lingkup Kegiatan... Jenis, Yakni... Organisasi Underbow PARTAI HANURA ada Jumlah Pengurus...orang Jumlah Anggota...orang Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir...orang Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan... Ruang Lingkup Kegiatan... Jenis, Yakni... Organisasi Underbow PARTAI... Jumlah Pengurus...orang Jumlah Anggota...orang Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir...orang Alamat Sekretariat/Kantor

32 Dasar Hukum Pembentukan... Ruang Lingkup Kegiatan... Jenis, Yakni... Organisasi Underbow PARTAI... Jumlah Pengurus...orang Jumlah Anggota...orang Jumlah Pemilih pada Pemilu Terakhir...orang Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan.... Ruang Lingkup Kegiatan... Jenis, Yakni... Organisasi Underbow ORGANISASI UNDERBOW PARTAI unit organisasi Jumlah Pengurus...orang Jumlah Anggota...orang Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan... Ruang Lingkup Kegiatan...Jenis, Yakni... ORGANISASI UNDERBOW PARTAI..... unit organisasi Jumlah Pengurus...orang Jumlah Anggota...orang Alamat Sekretariat/Kantor Dasar Hukum Pembentukan.... Ruang Lingkup Kegiatan...Jenis, Yakni... ORGANISASI UNDERBOW PARTAI unit organisasi Jumlah Pengurus...orang Jumlah Anggota...orang Alamat Sekretariat/Kantor.... Dasar Hukum Pembentukan.... Ruang Lingkup Kegiatan...Jenis, Yakni... ORGANISASI UNDERBOW PARTAI unit organisasi Jumlah Pengurus...orang Jumlah Anggota...orang Alamat Sekretariat/Kantor.... Dasar Hukum Pembentukan... Ruang Lingkup Kegiatan...Jenis, Yakni... ORGANISASI UNDERBOW PARTAI..... unit organisasi Jumlah Pengurus...orang Jumlah Anggota...orang Alamat Sekretariat/Kantor.... Dasar Hukum Pembentukan... 32

33 Ruang Lingkup Kegiatan...Jenis, Yakni... ORGANISASI UNDERBOW PARTAI..... unit organisasi Jumlah Pengurus...orang Jumlah Anggota...orang Alamat Sekretariat/Kantor.... Dasar Hukum Pembentukan.... Ruang Lingkup Kegiatan...Jenis, Yakni... D.LEMBAGA EKONOMI 1. Lembaga Ekonomi dan Unit Usaha Desa/ Kelurahan Jml/Unit Jml Kegiatan Jml Pengurus dan Anggota Koperasi Unit Desa Orang Koperasi Simpan Pinjam Orang Kelompok Simpan Pinjam Orang Bumdes Orang LPD orang Jumlah Orang 2. Jasa Lembaga Keuangan Jml/Unit Jml Kegiatan Jml Pengurus Jasa Asuransi Lembaga Non Bank Bank Perkeriditan Rakyat Pegadaean Bank Pemerintah Jumlah Industri Kecil dan Menengah Jml/Unit Jml Kegiatan Jml Pengurus Industri makanan Industri alat rumah tangga Industri Material/Bahan Bangunan Industri Alat Pertanian Industri Kerajinan Rumah makan dan Restoran Jumlah Usaha jasa Pengangkutan Jml Pemilik Kapasitas Tenaga Kerja Jumlah Pemilik angkutan Desa/Perkotaan 0 Orang Angkutan antar Kota / Propinsi 0 Unit Angkutan Sungai ada ada ada Jumlah Pemilik Prahu motor/klotok atau 0 Orang 0 Orang 0 Orang 33

34 sejenisnya Jumlah pemilik Jetboat 0 Orang 0 Orang 0 Orang Jumlah angkutan Jetboat 0 Orang 0 Orang 0 Orang Angkutan Laut Jumlah Pemilik Jetboat 0. Orang 0. Orang 0. Orang Jml pemilik Perahu jenis Ferry/kapal 0. Orang 0. Orang 0. Orang Jet Foil 0. Orang 0. Orang 0. Orang Angkutan Udara Jml pemilik pesawat jenis ringan / helikopter ada 0. Orang 0. Orang 0. Orang Ekspedisi dan pengiriman Jml pemilik Usaha Jasa Ekspedisi / Angkutan barang ada 0. Orang 0. Orang 0. Orang 5. Usaha Jasa dan Perdagangan Jumlah Jenis Produk yang diperdagangkan ( Umum,sayuran,barang & Jasa, Tambang, dll. Jumlah Tenaga Kerja yang diserap Pasar Hasil bumi/tradisional/harian 0 Unit 0 Jenis 0 Orang Pasar Mingguan 0. Unit 0. Jenis 0. Orang. Pasar Bulanan 0. Unit 0. Jenis 0. Orang. Pasar kaget/pasar khusus ( Mis.Pasar ternak, Dll 1. Unit 1. Jenis 59. Orang. Jumlah Usaha Toko / Kios 35 Unit Barang 35 orang Swalayan 0 Unit 0 Jenis 0 Orang. Warung serba ada 0. Unit 0. Jenis 0. Orang. Toko Kelontong 0 Unit 0. Jenis 0 Orang Usaha Peternakan 7 Unit 2 Jenis 21 Orang. Usaha Perikanan 3 Unit 5 Jenis 60 Orang. Usaha Perkebunan 0. Unit 0. Jenis 0. Orang. Usaha Minuman ( Kemasan Dll ) 0. Unit 0. Jenis 0. Orang. Industri Farmasi 0. Unit 0. Jenis 0. Orang. Industri Caroseri / Cat mobil 1 Unit 1 Jenis 3 Orang. Industri Penyakan kulit 0. Unit 0. Jenis 0. Orang. Penitipan Kendaraan bermotor 0. Unit 0. Jenis 0. Orang. Industri Perakitan elektronik 1. Unit 1. Jenis 1. Orang. Pengolahan kayu 6 Unit 2 Jenis 18 Orang. 34

35 6. Usaha Jasa Hiburan Lampiran V Bioskop 0. Unit 0. Jenis 0. Orang. Filem Keliling 0. Unit 0. Jenis 0. Orang. Sandiwara / Drama 0. Unit 0. Jenis 0. Orang. Group Lawak 0. Unit 0. Jenis 0. Orang. Sirkus Keliling / Topeng monyet/ Ondel -ondel, dll 0. Unit 0. Jenis 0. Orang. Wayang Orang / Wayang Golek 0. Unit 0. Jenis 0. Orang. Group Musik / Band 0. Unit 0. Jenis 0. Orang. Group Vokal / Paduan Suara 0. Unit 0. Jenis 0. Orang. 7. Usaha Jasa Gas, Listrik, BBM dan Air Usaha Penyewaan tenaga listrik SPBU 0 Unit 0 Jenis 0.Orang. Pangkalan minyak tanah 0 Unit 0 Jenis 0 Orang Pengecer Gas dan bahan bakar minyak 0 Unit 0 Jenis 0 Orang Usaha Air minum kemasan/isi ulang 0 Unit 0 Jenis 0 Orang 35

36 8. Usaha Jasa Keterampilan Jumlah Jumlah Jenis produk yang diperdagangkan Lampiran V Jumlah Tenaga Kerja yang terserap Tukang Kayu 6 orang 2 jenis 18 orang Tukang Batu 7 orang 1 jenis 7 orang Tukang Jahit/Bordir 2 orang 2 jenis 4 orang Tukang Cukur 1 orang 1 jenis 1 orang Tukang Service Elektronik 1 orang 2 jenis 1 orang Tukang Besi 0 jenis Tukang Gali Sumur 0 jenis Tukang Pijat/ 1 orang 1 jenis 1 orang Urut/Pengobatan 9. Usaha Jasa Hukum dan Konsultansi Notaris 0 jenis Pengacara/Advokat 1 orang 1 jenis 1 orang Konsultan Manajemen 0 jenis Konsultan Teknis 0 jenis Pejabat Pembuat Akta Tanah 0 jenis 10. Usaha Jasa Penginapan Losmen 0 jenis Wisma 0 jenis Asrama 0 jenis Persewaan Kamar 0 jenis Kontrakan Rumah 0 jenis Mess 0 unit 0 jenis Hotel 0 unit 0 jenis Home Stay 0 unit 0 jenis Villa 0 unit 0 jenis Town House 0 unit 0 jenis 36

37 E.LEMBAGA PENDIDIKAN 1. Pendidikan Formal Nama Ju mla h Status (Terdaftar, terakredit asi) Pemeri ntah Kepemilikan Swasta Desa / Kelurahan Jumlah Tenaga Pengajar Jumlah siswa/ Mahasis wa Play Group TK SD/sederajat SMP/sederajat SMA/sederajat PTN PTS SLB Pendidikan Formal Keagamaan Nama Ju mla h Status (Terdaftar, terakredit asi) Kepemilikan Pemerintah Swasta Dll Jumlah Tenaga Pengajar Juml ah siswa / Maha siswa Sekolah Islam Raudhatul Athfal Ibtidayah Tsanawiyah Aliyah Ponpes Perguruan Tinggi Sekolah Katholik Seminari Menengah Seminari tinggi Biara TK/SD SMP SMA Perguruan Tinggi Kursus Sekolah Budha Sekolah Protestan 37

38 TK/SD SMP SMA Perguruan Tinggi Kursus Sekolah Hindu Sekolah Konghucu 3. Pendidikan Non Formal/Kursus Nama Jumlah Status (Terdaftar, terakreditasi) Kepemilikan (pemerintah, yayasan,dll) Jumlah Tenaga Pengajar Jumlah siswa/ Mahasiswa Komputer Seni Musik Montir Menjahit Drafter Bahasa Mesin Satpam Beladiri Mengemudi Kecantikan 0 Terdaftar Perorangan 38

39 F.LEMBAGA ADAT 1. Keberadaan Lembaga t Pemangku t Kepengurusan t 2. Simbol t Rumah t Barang Pusaka Naskah-naskah 3. Jenis Kegiatan t Musyawarah adat Sanksi t Upacara t Perkawinan Upacara t Kematian Upacara t Kelahiran Upacara t dalam bercocok tanam Upacara t bidang perikanan/laut Upacara t bidang kehutanan Upacara t dalam Pengelolaan sumber daya alam Upacara adat dalam Pembangunan rumah Upacara adat dalam penyelesaian masalah/konflik G. LEMBAGA KEAMANAN 1. Hansip dan Linmas Keberadaan Hansip dan Linmas Jumlah anggota Hansip Jumlah anggota Satgas Linmas Pelaksanaan SISKAMLING Jumlah Pos Kamling 2. Satpam Swakarsa Keberadaan SATPAM SWAKARSA Jumlah anggota Nama organisasi induk/pemilik Keberadaan organisasi keamanan lainnya 33 orang 31 orang 5 buah ada orang ada 3. Kerjasama Desa/Kelurahan dengan TNI - POLRI dalam Bidang TRANTIBLINMAS Mitra Koramil / TNI Jumlah anggota 1 Orang Jumlah kegiatan 14 jenis kegiatan Babinkamtibmas / POLRI Jumlah anggota 1 Orang Jumlah kegiatan 14 jenis kegiatan 39

40 IV. POTENSI PRASARANA DAN SARANA A. PRASARANA DAN SARANA TRANSPORTASI 1. Prasarana Transportasi Darat Jenis Sarana dan Prasarana Baik (km atau unit) Rusak (km atau unit) 1.1. Jalan Desa/Kelurahan Panjang jalan aspal 9 3 Panjang jalan makadam 0 0 Panjang jalan tanah 3,3 13,5 Panjang jalan sirtu 4,9 0,5 Panjang jalan konblok/semen/beton Jalan antar Desa/Kelurahan/kecamatan Panjang jalan aspal 6,5 4,3 Panjang jalan makadam 0 0 Panjang jalan tanah 0 0 Panjang jalan sirtu 0 0 Panjang jalan konblok/semen/beton Jalan Kabupaten yang melewati Desa/Kelurahan Panjang jalan aspal 2 0 Panjang jalan makadam 0 0 Panjang jalan tanah 0 0 Panjang jalan sirtu 0 0 Panjang jalan konblok/semen/beton Jalan Provinsi yang melewati Desa/Kelurahan Panjang jalan aspal 2 0 Panjang jalan makadam 0 0 Panjang jalan tanah 0 0 Panjang jalan Sirtu 0 0 Panjang jalan konblok/semen/beton Panjang Jalan Negara 0 0 Panjang jalan aspal 0 0 Panjang jalan makadam 0 0 Panjang jalan tanah 0 0 Panjang jalan Sirtu 0 0 Panjang jalan konblok/semen/beton Jembatan Desa/Kelurahan Jumlah jembatan beton 0 0 Jumlah jembatan besi 0 0 Jumlah jembatan kayu Prasarana Angkutan Darat Jumlah pangkalan ojek 0 0 Jumlah stasiun KA 0 0 Terminal bis/angkutan 0 0 pedesaan/perkotaan Jumlah Jumlah Total Sarana Transportasi Darat Bus umum tidak 0 unit Truck umum tidak 0 unit Angkutan Per-Desa/Kelurahanan unit Ojek 7 unit Delman/bendi/cidomo 0 unit Becak tidak 0 unit Kereta api 0 unit 40

41 3. Prasarana Transportasi laut/sungai Jumlah tambatan perahu 0 unit Jumlah pelabuhan kapal penumpang 0 unit Jumlah pelabuhan kapal barang 0 unit 4. Sarana Transportasi sungai/laut Perahu motor 0 unit Kapal antar pulau 0 unit Perahu tanpa motor 0 unit Jet Boat 0 unit Kapal Pesiar 0 unit 5. Prasarana Transportasi udara Lapangan terbang nasional/internasional 0 unit Lapangan terbang perintis 0 unit Lapangan terbang domestik 0 unit Helipad 0 unit Lapangan terbang komersial 0 unit B. PRASARANA KOMUNIKASI DAN INFORMASI 1. Telepon Telepon umum 0 unit Wartel 0 unit Warnet 0 unit Jumlah Pelanggan Telkom orang Jumlah Pelanggan GSM orang Jumlah Pelanggan CDMA orang Sinyal Telepon Seluler/Handphone 2. Kantor Pos Kantor pos 0 unit Kantor pos pembantu 0 unit Tukang pos 0 unit 3. Radio/TV TV umum 0 Jumlah radio 58 Jumlah TV 832 unit Jumlah parabola 63 unit 4. Koran/majalah/buletin Koran/surat kabar Majalah Papan iklan/reklame Papan pengumuman C. PRASARANA AIR BERSIH DAN SANITASI 1. Prasarana air bersih Jumlah sumur pompa 0 unit Jumlah sumur gali 8 unit Jumlah hidran umum 2 unit Jumlah PAH 0 unit Jumlah tangki air bersih 0 unit Jumlah embung 0 unit Jumlah mata air 0 unit Jumlah bangunan pengolahan air Bersih/air minum 0 unit 41

42 2. Sanitasi Saluran drainase/saluran pembuangan air limbah Sumur resapan air rumah tangga 769 rumah Jumlah MCK Umum 5 Unit Pemilik jumlah jamban keluarga 789 KK Kondisi saluran drainase/saluran pembuangan air limbah Baik Unit /rusak unit Unit/mampet 0 Unit/ kurang memadai Unit D. PRASARANA DAN KONDISI IRIGASI 1. Prasarana Irigasi Panjang saluran primer 0 m Panjang saluran sekunder 1000 m Panjang saluran tersier 7000 m Jumlah pintu sadap 0 unit Jumlah pintu pembagi air 1 unit 2. Kondisi Panjang saluran primer rusak 0 m Panjang saluran sekunder rusak 0 m Panjang saluran tersier rusak 0 m Jumlah pintu sadap rusak 0 unit Jumlah pintu pembagi air rusak 0 unit 42

43 E. PRASARANA DAN SARANA PEMERINTAHAN a. Prasarana dan Sarana Pemerintahan Desa/Kelurahan Gedung Kantor Kondisi Jumlah ruang kerja Balai Desa/Kelurahan/sejenisnya Listrik Air bersih Telepon Rumah Dinas Kepala Desa/Lurah Rumah dinas perangkat desa/kelurahan Baik 5 Ruang ada ada Inventaris dan alat tulis kantor Jumlah mesin tik 0 buah Jumlah meja 11 buah Jumlah kursi 40 buah Jumlah almari arsip 6 buah Komputer 5 unit Laptof 1 unit Kendaraan dinas 5 unit Administrasi Pemerintahan Desa/Kelurahan Buku Data Peraturan Desa, terisi Buku Keputusan Kepala Desa/Lurah, terisi Buku administrasi kependudukan, terisi Buku data inventaris, terisi Buku data aparat, terisi Buku data tanah milik desa/tanah kas, terisi desa/milik kelurahan Buku administrasi pajak dan retribusi tidak,tidak Buku data tanah,terisi Buku laporan pengaduan masyarakat,terisi Buku agenda ekspedisi,terisi Buku profil desa/kelurahan,terisi Buku data induk penduduk,terisi Buku buku data mutasi penduduk,terisi Buku rekapitulasi jumlah penduduk,terisi akhir bulan Buku registrasi pelayanan penduduk,terisi Buku data penduduk sementara,terisi Buku anggaran penerimaan,terisi Buku anggaran pengeluaran pegawai dan,terisi pembangunan Buku kas umum,terisi Buku kas pembantu penerimaan,terisi Buku kas pembantu pengeluaran rutin dan pembangunan Buku data lembaga kemasyarakatan.,terisi,terisi 43

44 2. Prasarana dan Sarana Badan Permusyawaratan Desa/BPD Gedung Kantor Ruangan Kerja Balai BPD Kondisi Baik Listrik Air bersih Telepon Inventaris dan Alat Tulis Kantor Jumlah mesin tik 0 buah Jumlah meja 2 buah Jumlah kursi 10 buah Jumlah almari arsip 1 buah Komputer 0 unit Mesin fax 0 unit Administrasi BPD Buku-buku administrasi keanggotaan BPD Buku administrasi kegiatan BPD 6 Jenis Buku kegiatan BPD Buku Himpunan Peraturan Desa yang ditetapkan BPD dan Kepala Desa 44

45 3. Prasarana dan Sarana Dusun/Lingkungan atau Sebutan Lain Gedung kantor atau Balai Pertemuan 0 Alat tulis kantor 0 Barang inventaris 0 Buku administrasi 6 jenis Terisi Jenis kegiatan 3 jenis Jumlah pengurus 5 orang F. PRASARANA DAN SARANA LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA/KELURAHAN Gedung/kantor Lembaga tidak Kemasyarakatan Desa dan Kelurahan/LKD/LK Peralatan Kantor: komputer, fax tidak Mesin tik tidak Kardek tidak Buku administrasi lembaga 0 jenis kemasyarakatan Jumlah meja dan kursi 0 unit LKMD/LPM atau sebutan lain Memiliki kantor sendiri Peralatan Kantor: komputer, fax Mesin tik, tidak Kardek tidak Buku administrasi lembaga 6 jenis kemasyarakatan Jumlah meja dan kursi 1 dan 3 unit Buku administrasi 6 Jenis Jumlah kegiatan 3 Jenis PKK Gedung/kantor Peralatan kantor/atk/inventaris Kepengurusan Buku administrasi PKK Aktif 13 Jika ada, 6 jenis Kegiatan 1 Jumlah kegiatan 1 jenis Karang Taruna Kepengurusan Buku administrasi Jumlah kegiatan Aktif 1 Jenis 45

46 RT tidak Kepengurusan tidak Buku administrasi 0 Jenis Jumlah kegiatan 0 Jenis RW tidak Kepengurusan tidak Buku administrasi 0 Jenis Jumlah Kegiatan 0 Jenis Lembaga adat Memiliki kantor/gedung/menumpang Kepengurusan Aktif Buku Administrasi 5 Jenis Jumlah Kegiatan 3 Jenis BUMDES Memiliki kantor/gedung/menumpang Kepengurusan Aktif Buku Administrasi 5 Jenis Jumlah Kegiatan 2 Jenis Forum Komunikasi Kader Pemberdayaan Masyarakat Kantor/gedung/menumpang Kepengurusan Buku administrasi Jumlah kegiatan Kantor/gedung Organisasi Sosial Kemasyarakatan lainnya Aktif 0 Jenis 0 Jenis tidak Kantor/gedung Organisasi Profesi yang ada G. PRASARANA PERIBADATAN Jumlah Masjid 0 buah Jumlah Langgar/Surau/Mushola 0 buah Jumlah Gereja Kristen Protestan 0 buah Jumlah Gereja Katholik 0 buah Jumlah Wihara 0 buah Jumlah Pura 22 buah Jumlah Klenteng 0 buah H. PRASARANA OLAH RAGA Lapangan sepak bola 3 buah Lapangan bulu tangkis 1 buah Meja pingpong 6 buah Lapangan tenis 1 buah 46

47 Lapangan voli 6 buah Lapangan golf 0 buah Pacuan kuda 0 buah Arum jeram 0 tidak Lapangan basket 1 buah Pusat kebugaran 0 buah Gelanggang Remaja 0 tidak I. PRASARANA DAN SARANA KESEHATAN 1. Prasarana Kesehatan Rumah sakit umum 0 unit Puskesmas 0 unit Puskesmas pembantu 1 unit Poliklinik/balai pengobatan 0 unit Apotik 0 unit Posyandu 5 unit Toko obat 0 unit Balai pengobatan masyarakat 0 unit yayasan/swasta Gudang menyimpan obat 0 unit Jumlah Rumah/Kantor Praktek Dokter 2 unit Rumah Bersalin 2 unit Balai Kesehatan Ibu dan Anak 1 unit Rumah Sakit Mata 0 unit 2.Sarana Kesehatan Jumlah dokter umum 2 orang Jumlah dokter gigi Jumlah dokter spesialis lainnya Jumlah paramedis Jumlah dukun bersalin terlatih Bidan 7 orang Perawat 4 orang Dukun pengobatan alternatif Jumlah dokter praktek 2 orang Laboratorium kesehatan J. PRASARANA DAN SARANA PENDIDIKAN Gedung kampus PTN Sewa 0 buah milik sendiri 0 buah Gedung Kampus PTS Sewa 0 buah milik sendiri.0. buah Gedung SMA/sederajat Sewa 0 buah milik sendiri 0 buah Gedung SMP/sederajat Sewa 0 buah milik sendiri. 0 buah Gedung SD/sederajat Sewa 0 buah milik sendiri 0 buah Gedung TK Sewa 0 buah milik sendiri. 3 buah Gedung Tempat Bermain Sewa 0 buah milik sendiri.1. buah Anak Jumlah Lembaga Pendidikan Sewa 0 buah milik sendiri.0. buah Agama Jumlah perpustakaan keliling Sewa 0 buah milik sendiri.0. buah Perpustakaan Sewa 0 buah milik sendiri.1. buah 47

48 desa/kelurahan Taman bacaan Sewa 0 buah milik sendiri.0. buah K. PRASARANA ENERGI DAN PENERANGAN Listrik PLN 689 unit Diesel umum 0 unit Genset pribadi 0 unit Lampu minyak tanah/jarak/kelapa 0 Keluarga Kayu bakar 467 Keluarga Batu bara 0 Keluarga Tanpa penerangan 0 Keluarga L. PRASARANA HIBURAN DAN WISATA Jumlah Tempat Wisata 0 buah Hotel bintang 5 0 buah Hotel bintang 4 0 buah Hotel bintang 3 0 buah Hotel bintang 2 0 buah Hotel bintang 1 0 buah Hotel melati 0 buah Diskotik 0 buah Bilyar 0 buah Karaoke 0 buah Museum 0 buah Restoran 0 buah Bioskop 0 buah M. PRASARANA DAN SARANA KEBERSIHAN Tempat Pembuangan Sementara (TPS) 0 Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) 0 Lokasi Alat penghancur sampah//incinerator 0 tidak Jumlah gerobak sampah 0 Unit Jumlah tong sampah Unit Jumlah truck pengangkut sampah 0.Unit Jumlah Satgas Kebersihan 0 Kelompok Jumlah anggota Satgas Kebersihan 0 Orang Jumlah pemulung 1 Orang Tempat pengelolaan sampah tidak Pengelolaan sampah lingkungan/rt Swadaya Pengelola sampah lainnya tidak 48

49 B.1. TINGKATAN POTENSI B. ANALISIS POTENSI DESA/KELURAHAN 1. Potensi Umum TINGGI 2. Potensi Sumber Daya Alam SEDANG 3. Potensi Sumber Daya Manusia TINGGI 4. Potensi Kelembagaan TINGGI 5. Potensi Prasarana dan Sarana SEDANG B.2. POTENSI PENGEMBANGAN 1) Potensi tanaman pangan Sangat potensial Kendala ada kendala 2) Potensi tanaman apotik hidup Sangat potensial Kendala ada kendala 3) Potensi perkebunan Potensial Kendala Serangan Hama, Penyakit 4) Potensi kehutanan Potensial Kendala Paktor alam/manusia 5) Potensi peternakan Sangat potensial Kendala Kurang permodalan 6) Potensi perikanan Kurang Potensial Kendala Kurang sumber air 7) Potensi pertambangan Kurang Potensial Kendala ada pertambangan 8) Potensi jasa dan perdagangan Potensial Kendala Kurang permodalan 9) Potensi industri Kurang Potensial Kendala ada inpestor 10) Potensi Wisata Cukup Potensial Kendala ada inpestor 11) Potensi persawahan Potensial Kendala ada kendala 12) Potensi Komditi Buah-buahan Sangat potensial Kendala Pemasaran buah B.3. TIPOLOGI DESA/KELURAHAN Desa/Kelurahan Persawahan Desa/Kelurahan Perladangan Desa/Kelurahan Perkebunan Desa/Kelurahan Peternakan : Indikator Unggulan: 1. Kekompakan krama subak. 2. Pengaturan air bagus. 3. Panen padi dan palawija berhasil. : Indikator Unggulan: 1. ada perladangan. : Indikator Unggulan: 1. Perkb. Kakao, Cengkeh, Kelapa. 2. Tumbuh dengan subur. : Indikator Unggulan: 1. nya kelompok ternak 2. Pakan ternak gampang dicari 3. Pemasaran lancar. 49

50 Desa/Kelurahan Nelayan Desa/Kelurahan Pertambangan Desa/Kelurahan Kerajinan Industri Kecil Desa/Kelurahan Industri Sedang dan Besar Desa/Kelurahan Jasa dan Perdagangan Desa/Kelurahan Pariwisata : Indikator Unggulan: ada daerah perairan. : Indikator Unggulan: ada daerah pertambangan : Indikator Unggulan: 1. nya kelompok industri kecil seperti membuat jajan,anyaman dll.g 2. Pemasaran hasil kerajinan lancar : Indikator Unggulan: 1. adanya pok pengerajin kayu 2. Pemasaran lancar. : Indikator Unggulan: 1. nya hasil pertanian dan perkebunan yang melimpah. 2. Daya beli masyarakat cukup tinggi. : Indikator Unggulan: 1. nya potensi wisata tirta dan agro wisata 2. nya Taman Wana Villas 50

51 DATA TINGKAT PERKEMBANGAN DESA DAN KELURAHAN I. PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN A. Jumlah Penduduk Jumlah Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah penduduk tahun ini 1832 orang 184 Jumlah penduduk tahun lalu 1814 orang 1849 orang Persentase perkembangan 2,27 % 0 % B. Jumlah Keluarga Jumlah KK Laki-laki KK Perempuan Jumlah Total Jumlah Kepala Keluarga 815 KK 9 KK 824 KK tahun ini Jumlah Kepala Keluarga 810 KK 9 KK 819 KK tahun lalu Persentase Perkembangan 1,2 % 0 % 2,55 % II. EKONOMI MASYARAKAT A. Pengangguran 1. Jumlah angkatan kerja (penduduk usia tahun) 2022 orang 2. Jumlah penduduk usia tahun yang masih 79 orang sekolah dan tidak bekerja 3. Jumlah penduduk usia tahun yang menjadi ibu 789 orang rumah tangga 4. Jumlah penduduk usia tahun yang bekerja 2626 orang penuh 5. Jumlah penduduk usia tahun yang bekerja 15 orang tidak tentu 6. Jumlah penduduk usia tahun yang cacat dan 3 orang tidak bekerja 7. Jumlah penduduk usia tahun yang cacat dan 4 orang bekerja B. 1. Kesejahteraan Keluarga 1 Jumlah keluarga prasejahtera 23 keluarga 2 Jumlah keluarga sejahtera 1 0 keluarga 3 Jumlah keluarga sejahtera 2 0 keluarga 4 Jumlah keluarga sejahtera keluarga 5 Jumlah keluarga sejahtera 3 plus 230 keluarga 6 Total jumlah kepala keluarga 824 keluarga 51

52 III. PRODUK DOMESTIK DESA/KELURAHAN BRUTO A. SUBSEKTOR PERTANIAN A.1.Tanaman Padi dan Palawija 1. Luas tanaman padi tahun ini 319 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp A.2. Tanaman Jagung 1. Luas tanaman tahun ini 93 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. 0 A.3. Tanaman Kedelai 1. Luas tanaman tahun ini 0 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp 0 3. Biaya pemupukan Rp 0 4. Biaya bibit Rp Biaya obat Rp 0 6. Biaya lainnya Rp 0 A.4. Tanaman Bawang Putih 1. Luas tanaman tahun ini 0 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp 0 3. Biaya pemupukan Rp 0 4. Biaya bibit Rp Biaya obat Rp 0 6. Biaya lainnya A.5. Tanaman Bawang Merah 1. Luas tanaman tahun ini 0 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp 0 3. Biaya pemupukan Rp 0 4. Biaya bibit Rp Biaya obat Rp 0 6. Biaya lainnya A.6. Tanaman Ubi-ubian 1. Luas tanaman tahun ini 0 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp 0 3. Biaya pemupukan Rp 0 4. Biaya bibit Rp Biaya obat Rp 0 6. Biaya lainnya A.7. Tanaman Buah-buahan 1. Luas tanaman tahun ini ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp. 0 52

53 5. Biaya obat Rp 0 6. Biaya lainnya Rp 0 A.8. Tanaman Sayur-sayuran 1. Luas tanaman tahun ini 0 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp 0 3. Biaya pemupukan Rp 0 4. Biaya bibit Rp Biaya obat Rp 0 6. Biaya lainnya A.9. Tanaman pisang 1. Luas tanaman tahun ini 167 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp 0 6. Biaya lainnya Rp 0 A.10. Tanaman 1. Luas tanaman tahun ini 0 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp 0 3. Biaya pemupukan Rp 0 4. Biaya bibit Rp Biaya obat Rp 0 6. Biaya lainnya B. SUBSEKTOR PERKEBUNAN B.1. Kelapa Sawit 1. Luas tanaman tahun ini 0 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp 0 3. Biaya pemupukan Rp 0 4. Biaya bibit Rp Biaya obat Rp 0 6. Biaya lainnya B.2. Kelapa 1. Luas tanaman tahun ini 567 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp 0 6. Biaya lainnya Rp 0 B.3. Kopi 1. Luas tanaman tahun ini 0 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp 3. Biaya pemupukan Rp 4. Biaya bibit Rp. 5. Biaya obat Rp. 6. Biaya lainnya Rp. B.4. Coklat 1. Luas tanaman tahun ini 367 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp

54 4. Biaya bibit Rp. 5. Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. B.5. Cengkeh 1. Luas tanaman tahun ini 0 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp 0 4. Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. 0 Lampiran V B.6. Tembakau 1. Luas tanaman tahun ini 0 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp 0 4. Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. 0 B.7. Teh 1. Luas tanaman tahun ini 0 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp 0 4. Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. 0 B.8. Kemiri 1. Luas tanaman tahun ini 0 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp 0 4. Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. 0 B.9. Jambu Mete 1. Luas tanaman tahun ini 0 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp 0 4. Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. 0 B.10. Kapas 1. Luas tanaman tahun ini 0 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp 0 4. Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. 0 B.11. Karet 1. Luas tanaman tahun ini 5 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp. 0 54

55 3. Biaya pemupukan Rp Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. 0 B.12. Vanili 1. Luas tanaman tahun ini 0 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp 0 4. Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. 0 B.13. Pala 1. Luas tanaman tahun ini 0 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp 0 4. Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. 0 B.14. Jarak Pagar 1. Luas tanaman tahun ini 0 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp 0 4. Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. 0 Lampiran V B.15. Jarak Kepyar 1. Luas tanaman tahun ini 0 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp 0 4. Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. 0 B Luas tanaman tahun ini 0 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp 0 4. Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. 0 B Luas tanaman tahun ini 0 ha 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp 0 4. Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. 0 B Luas tanaman tahun ini 0 ha 55

56 2. Nilai produksi tahun ini Rp Biaya pemupukan Rp 0 4. Biaya bibit Rp Biaya obat Rp Biaya lainnya Rp. 0 C. SUBSEKTOR PETERNAKAN Total nilai produksi tahun ini Rp Total nilai bahan baku yang digunakan Rp Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp. - Jumlah total ternak tahun ini Rp D. SUBSEKTOR PERIKANAN Total nilai produksi Rp Total nilai bahan baku yang digunakan Rp Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp - Total biaya antara yang dihabiskan Rp. - Total jumlah jenis usaha perikanan 5 jenis E. SEKTOR PERTAMBANGAN DAN GALIAN Total nilai produksi tahun ini Rp. 0 Total nilai bahan baku yang digunakan Rp. 0 Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp. 0 Total biaya antara yang dihabiskan Rp. 0 Jumlah total jenis bahan tambang dan galian yang ada jenis F. SUBSEKTOR KERAJINAN Total nilai produksi Rp Total nilai bahan baku yang digunakan Rp Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp. - Total biaya antara yang dihabiskan Rp. - Total jenis kerajinan rumah tangga 5 jenis G. SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN G.1. Subsektor Industri Pakaian Total nilai produksi Rp. 0 Total nilai bahan baku yang digunakan Rp. 0 Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp. 0 Total biaya antara yang dihabiskan Rp. 0 Total jumlah jenis industri yang ada 0 jenis G.2. Subsektor Industri Pangan Total nilai produksi Rp. 0 Total nilai bahan baku yang digunakan Rp. 0 Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp. 0 Total biaya antara yang dihabiskan Total jumlah jenis industri pangan 0 jenis G.3. Industri Pengolahan Migas Total nilai produksi Rp. 0 Total nilai bahan baku yang digunakan Rp. 0 Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp. 0 Total biaya antara yang dihabiskan Rp. 0 Total jumlah jenis industri minyak & gas G.4. Industri Pengolahan Non Migas 56

57 Total nilai produksi Rp. 0 Total nilai bahan baku yang digunakan Rp. 0 Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp. 0 Total biaya antara yang dihabiskan Rp. 0 Total jumlah jenis industri non migas 0 jenis G.6. INDUSTRI RUMAH TANGGA Total nilai produksi Rp. 0 Total nilai bahan baku yang digunakan Rp. 0 Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp. 0 Total biaya antara yang dihabiskan Rp. 0 Total jumlah jenis industri jenis H. SUBSEKTOR KEHUTANAN Total nilai produksi Rp. 0 Total nilai bahan baku yang digunakan Rp. 0 Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp. 0 Total biaya antara yang dihabiskan Rp Rp. 0 I. SEKTOR PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN I.1. Subsektor Perdagangan Besar Total nilai transaksi Rp. 0 Total nilai aset perdagangan yang ada Rp. 0 Total jumlah jenis perdagangan besar Rp. 0 Total nilai biaya yang dikeluarkan Rp. 0 Total biaya antara lainnya Rp. 0 I.2. Subsektor Perdagangan Eceran Jumlah total jenis perdagangan eceran jenis Total nilai transaksi Rp. 0 Total nilai biaya yang dikeluarkan Rp. 0 Total nilai aset perdagangan eceran Rp. 0 I.3. Subsektor Hotel Jumlah total penginapan dan penyediaan akomodasi yang ada 0 unit Jumlah Total Pendapatan Rp. 0 Jumlah total biaya pemeliharaan Rp. 0 Jumlah biaya antara yang dikeluarkan Rp. 0 Jumlah total pendapatan yang diperoleh Rp. 0 I.4. Subsektor Restoran Jumlah tempat penyediaan konsumsi 0 unit Biaya konsumsi yang dikeluarkan Rp. 0 Biaya antara lainnya Rp. 0 Jumlah total pendapatan yang diperoleh Rp. 0 J. Sektor Bangunan/Konstruksi Jumlah bangunan yang ada tahun ini Biaya pemeliharaan yang dikeluarkan Rp. 0 Total nilai bangunan yang ada Rp. 0 Biaya antara lainnya Rp. 0 unit K. Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan K.1. Subsektor Bank Jumlah transaksi perbankan Rp. 0 Jumlah nilai transaksi perbankan Rp. 0 Jumlah biaya yang dikeluarkan Rp. 0 57

58 K.2. Subsektor lembaga keuangan bukan bank Jumlah lembaga keuangan bukan bank - unit Jumlah kegiatan jasa penunjang lembaga keuangan bukan bank - jenis Nilai transaksi lembaga keuangan bukan Rp. 0 bank Biaya yang dikeluarkan Rp. 0 K.3. Subsektor Sewa Bangunan Jumlah usaha persewaan bangunan dan tanah 0 unit Total nilai persewaan yang dicapai Rp. 0 Biaya yang dikeluarkan Rp. 0 Biaya lainnya Rp. 0 K.4. Subsektor Jasa Perusahaan Jumlah perusahaan jasa 0 jenis Nilai transaksi perusahaan jasa Rp. 0 Biaya yang dikeluarkan Rp. 0 Biaya lainnya Rp. 0 L. SEKTOR JASA-JASA L.1. Subsektor jasa pemerintahan umum Jumlah jenis jasa pelayanan pemerintahan kepada masyarakat 0 unit Nilai transaksi pelayanan pemerintahan Rp. 0 kepada masyarakat Biaya yang dikeluarkan dalam pelayanan Rp. 0 L.2. Subsektor jasa swasta Jumlah usaha jasa pelayanan sosial yang disediakan masyarakat 0 jenis Nilai aset produksi jasa pelayanan sosial Rp. 0 Biaya yang dikeluarkan Rp. 0 L.3. Subsektor Jasa hiburan dan rekreasi Jumlah jenis jasa hiburan dan rekreasi 0 jenis Nilai transaksi usaha jasa hiburan dan Rp. 0 rekreasi Biaya antara yang dikeluarkan Rp. 0 L.4. Subsektor Jasa Perorangan dan Rumah Tangga Jumlah jenis kegiatan jasa pelayanan perorangan dan rumah tangga 0 jenis Nilai aset jasa pelayanan perorangan dan Rp. 0 rumah tangga Nilai transaksi jasa pelayanan perorangan Rp. 0 dan rumah tangga Biaya antara yang dikeluarkan Rp. 0 M. SEKTOR ANGKUTAN DAN KOMUNIKASI M.1. Subsektor Angkutan Jumlah jenis kegiatan pengangkutan orang dan barang dengan alat angkut kendaraan 0 jenis 58

59 jalan raya, laut, rel, udara, dan sungai/danau/penyeberangan Jumlah total kendaraan angkutan 0 unit Nilai total transaksi pengangkutan Rp. 0 Nilai total biaya yang dikeluarkan Rp. 0 M.2. Subsektor jasa Penunjang angkutan Jumlah jenis kegiatan jasa pelabuhan, terminal, tambatan, agensi, ekspedisi, tol, bongkar muat dan parkir Jumlah total nilai transaksi jasa Rp. 0 penunjang angkutan Nilai biaya antara yang dikeluarkan Rp. 0 Rp. 0 M.3. Subsektor Komunikasi Jumlah jenis kegiatan informasi dan telekomunikasi serta jasa penunjang lainnya Jumlah nilai aset telekomunikasi dan Rp. 0 informasi yang ada Nilai transaksi informasi dan Rp. 0 telekomunikasi yang dicapai Biaya antara yang dikeluarkan Rp. 0 0 jenis 0 jenis N. SEKTOR LISTRIK, GAS & AIR MINUM N.1. Subsektor Listrik Jumlah jenis kegiatan pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik 0 jenis Jumlah nilai produksi listrik Rp. 0 Jumlah total nilai transaksi Rp. 0 Jumlah biaya antara yang dikeluarkan Rp. 0 N.2. Subsektor Gas Jumlah kegiatan penyediaan gas 0 jenis Nilai aset produksi gas Rp. 0 Nilai transaksi Rp. 0 Biaya antara yang dikeluarkan Rp. 0 N.3. Subsektor Air Minum Jumlah jenis kegiatan penyediaan dan penyaluran air minum Nilai aset penyediaan air minum Rp. 0 Nilai produksi air minum Rp. 0 Nilai transaksi air minum Rp. 0 Biaya antara yang dikeluarkan Rp. 0 NILAI TOTAL PENDAPATAN DOMESTIK Rp. DESA / KELURAHAN BRUTO DARI SEMUA SEKTOR (% total nilai produksi dan transaksi terhadap total biaya yang dikeluarkan dari semua sektor) jenis 59

60 IV. PENDAPATAN PERKAPITA A. Pendapatan perkapita menurut sektor usaha A.1. PERTANIAN 1. Jumlah rumah tangga petani 681 Keluarga 2. Jumlah total anggota rumah tangga petani 1249 orang 3. Jumlah rumah tangga buruh tani 24 Keluarga 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh petani 75 orang 5. Jumlah pendapatan perkapita dari sektor Rp pertanian untuk setiap rumah tangga petani A.2. PERKEBUNAN 1. Jumlah rumah tangga perkebunan 191 Keluarga 2. Jumlah total anggota rumah tangga 389 orang perkebunan 3. Jumlah rumah tangga buruh perkebunan 73 Keluarga 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh perkebunan Jumlah pendapatan perkapita dari sektor Rp perkebunan untuk setiap rumah tangga perkebunan A.3. PETERNAKAN 1. Jumlah rumah tangga peternakan 624 Keluarga 2. Jumlah total anggota rumah tangga 624 orang peternakan 3. Jumlah rumah tangga buruh peternakan 12 Keluarga 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh peternakan 18 orang 5. Jumlah pendapatan percapita dari sektor Rp peternakan untuk setiap rumah tangga peternakan A.4. PERIKANAN 1. Jumlah rumah tangga perikanan 12 Keluarga 2. Jumlah total anggota rumah tangga perikanan 12 orang 3. Jumlah rumah tangga buruh perikanan 48 Keluarga 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh perikanan 48 orang 5. Jumlah pendapatan percapita dari sektor Rp perikanan untuk setiap rumah tangga perikanan A.5. KERAJINAN 0 1. Jumlah rumah tangga pengrajin 8 Keluarga 2. Jumlah total anggota rumah tangga pengrajin 14 orang 3. Jumlah rumah tangga buruh pengrajin 0 Keluarga 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh orang pengrajin 5. Jumlah pendapatan percapita dari sektor pengrajin untuk setiap rumah tangga pengrajin Rp 0 A.6. PERTAMBANGAN 60

61 1. jumlah rumah tangga pertambangan 0 Keluarga 2. Jumlah total anggota rumah tangga pertambangan 3. Jumlah rumah tangga buruh pertambangan 0 Keluarga 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh pertambangan 5. Jumlah pendapatan perkapita dari sektor pertambangan untuk setiap rumah tangga pertambangan Rp 0 Lampiran V A.7. KEHUTANAN 1. Jumlah rumah tangga kehutanan 0 keluarga 2. Jumlah total anggota rumah tangga kehutanan 3. Jumlah rumah tangga buruh 0 keluarga kehutanan 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh kehutanan 5. Jumlah pendapatan perkapita dari sektor kehutanan untuk setiap rumah tangga kehutanan Rp 0 A.8. INDUSTRI KECIL, MENENGAH DAN BESAR 1. Jumlah rumah tangga industri kecil 8 Keluarga 2. Jumlah total anggota rumah tangga industri kecil 16 orang 3. Jumlah rumah tangga buruh industri 0 Keluarga 4. Jumlah total anggota rumah tangga 0 buruh industri 5. Jumlah pendapatan percapita dari Rp sektor industri untuk setiap rumah tangga industri A.9. JASA DAN PERDAGANGAN 1. Jumlah rumah tangga sektor jasa dan perdagangan 2. Jumlah total anggota rumah tangga jasa perdagangan 3. Jumlah rumah tangga buruh jasa dan perdagangan 4. Jumlah anggota rumah tangga buruh jasa dan perdagangan 5. Jumlah pendapatan percapita dari sektor jasa dan perdagangan untuk setiap rumah tangga jasa dan perdagangan 38 Keluarga 38 orang 0 Keluarga Rp

62 B. PENDAPATAN RILL KELUARGA Jumlah Kepala Keluarga 824 Jumlah Anggota Keluarga 3672 orang Jumlah Pendapatan Kepala Keluarga Rp Jumlah pendapatan dari anggota Rp 2652 keluarga yang bekerja Jumlah Total Pendapatan Keluarga Rp Rata-rata Pendapatan Peranggota Rp keluarga V. STRUKTUR MATA PENCAHARIAN MENURUT SEKTOR 1. Sektor Pertaniaan 1575 orang 2.Sektor Perkebunan 98 orang 3. Sektor Perternakan 612 0rang 4. Sektor Perikanan 6 5. Sektor Kehutanan 6. Sektor Pertambangan dan Bahan Galian C 7. Sektor Industri Kecil dan Kerajinan Rumah Tangga 14 orang 62

63 8. Sektor Industri Menengah dan Besar Lampiran V 9. Sektor Perdagangan 10. Sektor Jasa 63

64 VI. STRUKTUR PENGUASAAN ASET EKONOMI MASYARAKAT A. ASET TANAH memiliki tanah 153 orang Memiliki tanah antara 0,1-0,2 ha 46 orang Memiliki tanah antara 0,21-0,3 ha 36 orang Memiliki tanah antara 0,31-0,4 ha 37 orang Memiliki tanah antara 0,41-0,5 ha 41 orang Memiliki tanah antara 0,51-0,6 ha 62 orang Memiliki tanah antara 0,61-0,7 ha 53 orang Memiliki tanah antara 0,71-0,8 ha 66 orang Memiliki tanah antara 0,81-0,9 ha 72 orang Memiliki tanah antara 0,91-1,0 ha 65 orang Memiliki tanah antara 1,0 5,0 ha 98 orang memiliki tanah antara 5,0 10 ha 51 orang Memiliki tanah lebih dari 10 ha 44 orang Jumlah total penduduk 824 KK B. ASET SARANA TRANSPORTASI UMUM Memiliki ojek 7 orang-..unit Memiliki becak - 0 unit Meimliki cidemo/andong/dokar orang- unit Memiliki kapal motor - 0 unit Memiliki bus -.0 unit Memiliki mini bus orang- unit Memiliki helikopter dan atau pesawat -.0 unit unit C. ASET SARANA PRODUKSI Memiliki penggilingan padi 1 orang Memiliki traktor 8 orang Memiliki pabrik pengolahan hasil pertanian Memiliki kapal penangkap ikan 2 orang Memiliki alat pengolahan hasil perikanan Memiliki alat pengolahan hasil peternakan Memiliki alat pengolahan hasil perkebunan Memiliki alat pengolahan hasil hutan Memiliki alat produksi dan pengolah hasil pertambangan Memiliki alat produksi dan pengolah hasil pariwisata Memiliki alat produksi dan pengolah hasil industri jasa perdagangan Memiliki alat produksi dan pengolah hasil Industri kerajinan keluarga skala kecil dan menengah Memiliki alat produksi dan pengolahan hasil industri migas 64

65 D. ASET PERUMAHAN RUMAH MENURUT DINDING Tembok 801 Rumah Kayu 0 Rumah Bambu 23 Rumah Tanah liat 0 Rumah Pelepah kelapa/lontar/gebang 0 Rumah Dedaunan 0 Rumah RUMAH MENURUT LANTAI Keramik 690 Rumah Semen 111 Rumah Kayu 0 Rumah Tanah 23 Rumah Lampiran V RUMAH MENURUT ATAP Genteng 800 Rumah Seng 12 Rumah Asbes 12 Rumah Beton 0 Rumah Bambu 0 Rumah Kayu 0 Rumah Daun lontar/gebang/enau 0 Rumah Daun ilalang 0 Rumah VII. PEMILIKAN ASET EKONOMI LAINNYA Jumlah keluarga memiliki TV dan elektronik lainnya Jumlah keluarga memiliki sepeda motor/sejenisnya Jumlah keluarga memiliki mobil dansejenisnya Jumlah keluarga memiliki perahu bermotor Jumlah keluarga memiliki kapal barang Jumlah keluarga memiliki kapal penumpang Jumlah keluarga memiliki kapal pesiar Jumlah keluarga memiliki helikopter Jumlah keluarga memiliki pesawat terbang Jumlah keluarga memiliki ternak besar Jumlah keluarga memiliki ternak kecil Jumlah keluarga yang memiliki hiasan emas/berlian Jumlah keluarga yang memiliki buku tabungan bank Jumlah keluarga yang memiliki buku surat berharga Jumlah keluarga yang memiliki sertifikat deposito Jumlah keluarga yang memiliki sertifikat tanah Jumlah keluarga yang memiliki sertifikat bangunan Jumlah keluarga memiliki perusahaan industri besar Jumlah keluarga memiliki peruahaan industri menengah Jumlah keluarga memiliki perusahaan industri kecil Jumlah keluarga memiliki usaha perikanan Jumlah keluarga memiliki usaha peternakan Jumlah keluarga memiliki usaha perkebunan 829 Keluarga 827 Keluarga 62 Keluarga 2 Keluarga 0 Keluarga 0 Keluarga 0 Keluarga 0 Keluarga 0 Keluarga 799 Keluarga 991 Keluarga 719 Keluarga 609 Keluarga 99 Keluarga 105 Keluarga 819 Keluarga 0 Keluarga 0 Keluarga 0 Keluarga 56 Keluarga 2 Keluarga 4 Keluarga 0 Keluarga 65

66 Jumlah keluarga memiliki usaha pasar swalayan Jumlah keluarga memiliki usaha di pasar swalayan Jumlah keluarga memiliki usaha di pasar tradisional Jumlah keluarga memiliki usaha di pasar desa Jumlah keluarga memiliki usaha transportasi/pengangkutan Jumlah keluarga yang memiliki aset telekomunikasi Jumlah keluarga yang memiliki saham di perusahaan Jumlah Keluarga seluruhnya 0 Keluarga 0 Keluarga 0 Keluarga 0 Keluarga Keluarga keluarga 0 Keluarga 0 Keluarga. VI. PENDIDIKAN MASYARAKAT A. Tingkat Pendidikan Penduduk Jumlah penduduk buta aksara dan huruf latin Jumlah penduduk usia 3-6 tahun yang masuk TK dan Kelompok Bermain Anak Jumlah anak dan penduduk cacat fisik dan mental Jumlah penduduk sedang SD/sederajat Jumlah penduduk tamat SD/sederajat Jumlah penduduk tidak tamat SD/sederajat Jumlah penduduk sedang SLTP/sederajat Jumlah penduduk tamat SLTP/sederajat Jumlah penduduk sedang SLTA/sederajat Jumlah penduduk tidak tamat SLTP/Sederajat Jumlah penduduk tamat SLTA/Sederajat Jumlah penduduk sedang D-1 Jumlah penduduk tamat D-1 Jumlah penduduk sedang D-2 Jumlah penduduk tamat D-2 Jumlah penduduk sedang D-3 Jumlah penduduk tamat D-3 Jumlah penduduk sedang S-1 Jumlah penduduk tamat S-1 Jumlah penduduk sedang S-2 Jumlah penduduk tamat S-2 Jumlah penduduk tamat S-3 Jumlah penduduk sedang SLB A Jumlah penduduk tamat SLB A Jumlah penduduk sedang SLB B Jumlah penduduk tamat SLB B Jumlah penduduk sedang SLB C Jumlah penduduk tamat SLB C Jumlah penduduk cacat fisik dan mental % Penduduk buta huruf [(1): jumlah penduduk] x 100% % Penduduk tamat SLTP/sederajat [(3):jumlah penduduk] x 100% 0 Orang 6 16 orang 323 orang 45 orang 16 orang 44 orang 28 orang 39 orang 17 orang 516 orang 9 orang 17 orang 7 orang 4 orang 9 orang 8 orang 21 orang 38 orang 4 orang 4 orang B. Wajib belajar 9 tahun 1. Jumlah penduduk usia 7-15 tahun 276 orang 2. Jumlah penduduk usia 7-15 tahun yang masih 276 orang sekolah 3. Jumlah penduduk usia 7-15 tahun yang tidak sekolah 66

67 C. Rasio Guru dan Murid 1. Jumlah Guru TK dan kelompok bermain anak 9 orang/ TK 2. Jumlah Siswa TK dan kelompok bermain anak 6/ TK 3. Jumlah Guru SD dan sederajat 13 orang 4. Jumlah siswa SD dan sederajat 349 orang 5. Jumlah guru SLTP dan sederajat 6. Jumlah siswa SLTP dan sederajat 7. Jumlah Guru SLTA/sederajat 14 orang 8. Jumlah siswa SLTA/sederajat 78 orang 9. Jumlah siswa SLB 10. Jumlah guru SLB D. Kelembagaan Pendidikan Masyarakat Jumlah perpustakaan desa/kelurahan 1 unit Jumlah taman bacaan desa/kelurahan 0 unit Jumlah perpustakaan keliling 0 unit Jumlah sanggar belajar 0 unit Jumlah kegiatan lembaga pendidikan luar sekolah 0 unit Jumlah kelompok belajar Paket A 0 unit Jumlah peserta ujian Paket A 0 unit Jumlah kelompok belajar Paket B 3 unit Jumlah Peserta ujian Paket B Jumlah kelompok belajar Paket C 0 kelompok Jumlah peserta ujian Paket C Jumlah lembaga kursus keterampilan 0 unit Jumlah peserta kursus keterampilan IX. KESEHATAN MASYARAKAT A. Kualitas Ibu Hamil Jumlah ibu hamil 48 orang Jumlah ibu hamil periksa di Posyandu Jumlah ibu hamil periksa di Puskesmas 48 orang Jumlah ibu hamil periksa di Rumah Sakit 48 orang Jumlah ibu hamil periksa di Dokter Praktek Jumlah ibu hamil periksa di Bidan Praktek Jumlah ibu hamil periksa di Dukun Terlatih Jumlah kematian ibu hamil Jumlah ibu hamil melahirkan 48 orang Jumlah ibu nifas Jumlah kematian ibu nifas Jumlah ibu nifas hidup B. Kualitas Bayi Jumlah keguguran kandungan Jumlah bayi lahir 48 orang Jumlah bayi lahir mati Jumlah bayi lahir hidup 47 orang Jumlah bayi mati usia 0 1 bulan 1 orang Jumlah bayi mati usia 1 12 bulan Jumlah bayi lahir berat kurang dari 2,5 kg 1 orang Jumlah bayi 0-5 tahun hidup yang menderita kelainan organ tubuh, fisik dan mental 67

68 C. Kualitas Persalinan Tempat Persalinan Tempat persalinan Rumah Sakit Umum Tempat persalinan Rumah Bersalin Tempat persalinan Puskesmas Tempat persalinan Polindes Tempat persalinan Balai Kesehatan Ibu Anak Tempat persalinan rumah praktek bidan Tempat praktek dokter Rumah dukun Rumah sendiri 0 unit 0 unit 0 unit 1 unit 0 unit 2 unit 1 unit 0 unit 0 unit Pertolongan Persalinan Jumlah Persalinan ditolong Dokter 0 tindakan Jumlah persalinan ditolong bidan 48 tindakan Jumlah persalinan ditolong perawat O tindakan Jumlah persalinan ditolong dukun bersalin O tindakan Jumlah persalinan ditolong keluarga O tindakan 68

69 D. Cakupan Imunisasi Jumlah Bayi usia 2 bulan 5 orang Jumlah bayi 2 bulan Imunisasi DPT-1, BCG dan orang Polio -1 6 (100%) Jumlah bayi usia 3 bulan orang Jumlah bayi 3 bulan yang imunisasi DPT-2 dan orang (100%) Polio-2 Jumlah bayi usia 4 bulan 11 orang Jumlah bayi 4 bulan yang imunisasi DPT-3 dan 8 orang Polio-3 (100%) Jumlah bayi 9 bulan 9 orang Jumlah bayi 9 bulan yang imunisasi campak 9 orang E. Jumlah bayi yang sudah imunisasi cacar 48 (100%) orang E. Perkembangan Pasangan Usia Subur dan KB Pasangan Usia Subur Jumlah remaja putri usia tahun 69 orang Jumlah perempuan usia subur tahun 472 orang Jumlah wanita kawin muda usia kurang dari 16 tahun Jumlah pasangan usia subur 472 Pasangan Keluarga Berencana Jumlah akseptor KB 568 orang Jumlah pengguna alat kontrasepsi suntik 245 orang Jumlah pengguna metode kontrasepsi spiral 11 orang Jumlah pengguna alat kontrasepsi kondom Jumlah pengguna metode kontrasepsi pil Jumlah pengguna metode vasektomi Jumlah pengguna metode kontrasepsi tubektomi Jumlah pengguna metode KB Kelender/KB Alamiah Jumlah pengguna metode KB obat tradisional Jumlah pengguna alat kontrasepsi metode.implant Jumlah PUS yang tidak menggunakan metode KB F. Wabah Penyakit MUNTABER Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini 0 kejadian Jumlah yang meninggal 0 kejadian DEMAM BERDARAH Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini 0 kejadian Jumlah yang meninggal 0 kejadian KOLERA Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini 0 kejadian Jumlah yang meninggal 0 kejadian POLIO Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini 0 kejadian Jumlah yang meninggal 0 kejadian CIKUNGUNYA Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini 0 kejadian 69

70 Jumlah yang meninggal 0 kejadian FLU BURUNG Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini 0 kejadian Jumlah yang meninggal 0 kejadian BUSUNG LAPAR Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini 0 kejadian Jumlah yang meninggal 0 kejadian KELAPARAN Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini 0 kejadian Jumlah yang meninggal 0 kejadian Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini 0 kejadian Jumlah yang meninggal 0 kejadian Jumlah kejadian dalam 1 tahun ini 0 kejadian Jumlah yang meninggal 0 kejadian G. Angka Harapan Hidup Angka harapan hidup penduduk Desa/Kelurahan 0 Tahun Angka harapan hidup penduduk Kabupaten/Kota 0 Tahun Angka Harapan Hidup Provinsi 0 Tahun Angka harapan Hidup Nasional 0 Tahun H. Cakupan pemenuhan kebutuhan air bersih 1. Jumlah keluarga menggunakan sumur gali 8 Keluraga 2. Jumlah keluarga pelanggan PAM 816 Keluraga 3. Jumlah keluarga menggunakan Penampung 0 Keluraga Air Hujan 4. Jumlah keluarga menggunakan sumur pompa 0 Keluraga 5. Jumlah keluarga menggunakan perpipaan air 0 Keluraga kran 6. Jumlah keluarga menggunakan hidran umum 0 Keluraga 7. Jumlah keluarga menggunakan air sungai 0 Keluraga 8. Jumlah keluarga menggunakan embung 0 Keluraga 9. Jumlah keluarga yang menggunakan mata air 0 Keluraga 10. Jumlah keluarga yang tidak mendapatkan 0 Keluraga akses air minum dari air laut 11. Jumlah keluarga yang tidak mendapatkan akses air minum dari sumber di atas 0 Keluraga Total jumlah keluarga 824 Keluraga I. Perilaku hidup bersih dan sehat Kebiasaan buang air besar Jumlah keluarga memiliki WC yang sehat Jumlah keluarga memiliki WC yang kurang memenuhi standar kesehatan Jumlah keluarga biasa buang air besar di sungai/parit/kebun/hutan Jumlah keluarga yang menggunakan fasilitas MCK umum 816 keluarga 8 keluarga 0 keluarga 0 keluarga Pola makan 70

71 Kebiasaan penduduk makan dalam sehari 1 kali Kebiasaan penduduk makan sehari 2 kali Kebiasaan penduduk makan sehari 3 kali Kebiasaan penduduk makan sehari lebih dari 3 kali Penduduk yang belum tentu sehari makan 1 kali Kebiasaan berobat bila sakit Dukun Terlatih Dokter/puskesmas/mantri kesehatan/perawat/bidan/posyandu Obat tradisional dari dukun pengobatan alternatif Paranormal Obat tradisional dari keluarga sendiri diobati sedikit banyak Sedikit sedikit banyak Tak ada J. Status Gizi Balita Jumlah Balita 48 orang Jumlah Balita bergizi buruk Jumlah Balita bergizi kurang Jumlah Balita bergizi baik 48 orang Jumlha Balita bergizi lebih K. Jumlah Penderita Sakit tahun ini Jumlah penyakit Jumlah penderita Di rawat di Jantung Rumah/RS/Puskesmas Lever Rumah/RS/Puskesmas Paru-paru Rumah/RS/Puskesmas Kanker Rumah/RS/Puskesmas Stroke Rumah Sakit Diabetes Melitus Rumah Sakit Ginjal Rumah/RS/Puskesmas Malaria Rumah/RS/Puskesmas Lepra/Kusta Rumah/RS/Puskesmas HIV/AIDS Rumah/RS/Puskesmas Gila/stress Rumah/RS/Puskesmas TBC Rumah/RS/Puskesmas ISPA Rumah/RS/Puskesmas Asma Rumah/RS/Puskesmas Lumpuh 5 orang Rumah/RS/Puskesmas Kulit 3 orang Rumah/RS/Puskesmas L. Perkembangan Sarana dan Prasarana Kesehatan Masyarakat Jumlah MCK Umum 5 unit Jumlah Posyandu 1 unit Jumlah kader Posyandu aktif 3 Jumlah pembina Posyandu 5 orang Jumlah Dasawisma 5 dasawisma Jumlah pengurus Dasa Wisma aktif 3 Jumlah kader bina keluarga balita aktif 5 orang Jumlah petugas lapangan keluarga berencana 2 orang aktif Buku rencana kegiatan Posyandu Diisi/tidak Buku data pengunjung Posyandu Diisi/tidak Buku kegiatan pelayanan Posyandu Diisi/tidak Buku administrasi Posyandu lainnya 2 jenis 71

72 Jumlah kegiatan Posyandu 2 jenis Jumlah kader kesehatan lainnya 2 orang Jumlah kegiatan pengobatan gratis 1 orang Jumlah kegiatan pemberantasan sarang 0 Jenis nyamuk/psn Jumlah kegiatan pembersihan lingkungan 0 Jenis X. KEAMANAN DAN KETERTIBAN A. Konflik SARA Kasus konflik pada tahun ini Kasus konflik SARA pada tahun ini Jumlah kasus pertengkaran dan atau perkelahian antar tetangga Jumlah kasus pertengkaran dan atau perkelahian antar RT/RW Jumlah konflik antar masyarakat pendatang dengan penduduk asli Jumlah kasus antar kelompok masyarakat dalam desa/kelurahan dengan kelompok masyarakat dari desa/kelurahan lain Jumlah konflik antara masyarakat dengan pemerintah Jumlah kerugian material akibat konflik antara masyarakat dan pemerintah Rp. 0 Jumlah korban jiwa akibat konflik antara masyarakat dengan pemerintah Jumlah konflik antara masyarakat dengan perusahaan Jumlah korban jiwa akibat konflik antara masyarakat dengan perusahaan Jumlah kerugian material akibat konflik antara masyarakat dan pemerintah Jumlah konflik politik antara masyarakat dengan lembaga politik Jumlah korban jiwa akibat konflik politik antara masyarakat dengan lembaga politik Jumlah kerugian material akibat konflik politik antara masyarakat dengan lembaga politik Rp. 0 Jumlah prasarana dan sarana yang 0 buah rusak/terbakar akibat konflik Sara Jumlah rumah penduduk yang rusak/terbakar 0 rumah akibat konflik Sara Jumlah korban luka akibat konflik Sara Jumlah korban meninggal akibat konflik Sara Jumlah janda akibat konflik Sara Jumlah anak yatim akibat konflik Sara Jumlah pelaku konflik yang diadili atau diproses secara hukum B. Perkelahian Kasus perkelahian yang terjadi pada tahun ini Kasus perkelahian yang menimbulkan korban 72

73 jiwa Kasus perkelahian yang menimbulkan luka parah Kasus perkelahian yang menimbulkan kerugian material Jumlah pelaku konflik yang diadili atau diproses secara hukum C. Pencurian Kasus pencurian dan perampokan yang terjadi tahun ini Kasus pencurian/perampokan yang korbannya penduduk Desa/Kelurahan setempat Kasus pencurian/perampokan yang pelakunya penduduk Desa/Kelurahan setempat Jumlah pencurian dengan kekerasan senjata api Jumlah pelaku yang diadili atau diproses secara hukum D. Penjarahan dan Penyerobotan Tanah Jumlah kasus penjarahan dan penyerobotan tanah yang korban dan pelakunya penduduk setempat Jumlah kasus penjarahan dan penyerobotan tanah yang korban penduduk setempat tetapi pelakunya bukan penduduk setempat Jumlah kasus penjarahan dan penyerobotan tanah yang korban bukan penduduk setempat tetapi pelakunya penduduk setempat Jumlah pelaku yang diadili atau diproses secara hukum E. Perjudian, Penipuan dan Penggelapan Jumlah penduduk yang memiliki kebiasaan berjudi Jenis perjudian yang ada di Desa/Kelurahan ini Jumlah kasus penipuan dan atau penggelapan Jumlah kasus sengketa warisan, jual beli dan utang piutang F. Pemakaian Miras dan Narkoba Jumlah warung/toko yang menyediakan Miras 0 buah Jumlah penduduk yang mengkonsumsi Miras Jumlah kasus mabuk akibat Miras Jumlah pengedar Narkoba Jumlah penduduk yang mengkonsumsi Narkoba Jumlah kasus mabuk/teler akibat Narkoba Jumlah kasus kematian akibat Narkoba Jumlah pelaku Miras yang diadili atau diproses secara hukum Jumlah pelaku Narkoba yang diadili atau diproses secara hukum 73

74 G. Prostitusi Jumlah penduduk pekerja pramu nikmat Lokalisasi prostitusi tidak Jumlah tempat yang menyediakan wanita 0 buah pramunikmat secara terselubung (warung remang-remang, panti pijat, hotel, dll) Jumlah kasus/konflik akibat maraknya praktek prostitusi Jumlah pembinaan pelaku prostitusi tidak Jumlah penertiban penyediaan tempat prostitusi tidak H. Pembunuhan Jumlah kasus pembunuhan pada tahun ini Jumlah kasus pembunuhan dengan korban penduduk Desa/Kelurahan setempat Jumlah kasus pembunuhan dengan pelaku penduduk setempat Jumlah kasus bunuh diri Jumlah Kasus Yang Diproses secara hukum I. Penculikan Jumlah kasus penculikan Jumlah kasus penculikan dengan korban penduduk Desa/Kelurahan setempat Jumlah kasus penculikan dengan pelaku penduduk setempat Jumlah kasus penculikan yang diselesaikan secara hukum J. Kejahatan seksual Jumlah kasus perkosaan pada tahun ini Jumlah kasus perkosaan anak pada tahun ini Jumlah kasus kehamilan di luar nikah menurut hukum negara Jumlah kasus kehamilan di luar nikah menurut hukum adat Jumlah tempat penampungan/persewaan kamar bagi pekerja seks 0 unit K. Masalah Kesejahteraan Sosial 74

75 Jumlah gelandangan Jumlah pengemis jalanan Jumlah anak jalanan dan terlantar Jumlah manusia lanjut usia terlantar Jumlah orang gila/stress/cacat mental Jumlah orang cacat fisik Jumlah orang kelainan kulit Jumlah orang yang tidur di kolong jembatan/emperan Jumlah rumah dan kawasan kumuh 0 unit Jumlah panti jompo 0 unit Jumlah panti asuhan anak 0 unit Jumlah rumah singgah anak jalanan 0 unit Jumlah penghuni jalur hijau dan taman kota Jumlah penghuni bantaran sungai Jumlah penghuni pinggiran rel kereta api Jumlah penghuni liar di lahan dan fasilitas umum lainnya Jumlah anggota kelompok masyarakat/suku/keluarga terasing, terisolir, terlantar dan primitif Jumlah anak yatim usia 0 18 tahun Jumlah anak piatu 0 18 tahun Jumlah anak yatim piatu 0 18 tahun Jumlah janda 9 orang Jumlah duda 7 orang Jumlah anak, remaja, preman dan pengangguran Jumlah anak usia 7-12 tahun yang tidak sekolah di SD/sederajat Jumlah anak usia tahun yang tidak sekolah di SLTP/sederajat Jumlah anak usia tahun yang tidak sekolah di SLTA/sederajat Jumlah anak yang bekerja membantu keluarga menghasilkan uang Jumlah perempuan yang menjadi kepala keluarga Jumlah penduduk eks NAPI Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana banjir Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana gunung berapi Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana tsunami Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana gempa bumi Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana kebakaran rumah Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana kekekeringan Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana tanah longsor Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan bencana kebakaran hutan Jumlah penduduk rawan bencana kelaparan Jumlah penduduk tinggal di daerah rawan air bersih Jumlah penduduk tinggal di daerah lahan kritis dan tandus Jumlah penduduk tinggal di kawasan padat penduduk dan kumuh Jumlah warga pendatang yang tidak memiliki keterangan penduduk Jumlah warga pendatang dan atau pekerja 75

76 L. Kekerasan Dalam Rumah Tangga Jumlah kasus kekerasan suami terhadap istri Jumlah kasus kekerasan istri terhadap suami Jumlah kasus kekerasan orang tua terhadap anak Jumlah kasus kekerasan anak terhadap orang tua Jumlah kasus kekerasan kepala keluarga terhadap anggota keluarga lainnya M. Teror dan Intimidasi Jumlah kasus intimidasi dan atau teror anggota masyarakat dari pihak dalam desa dan kelurahan Jumlah kasus intimidasi dan atau teror anggota masyarakat dari pihak luar desa atau kelurahan Jumlah kasus selebaran gelap dan atau isu yang bersifat teror dan ancaman untuk menimbulkan ketakutan penduduk Jumlah kasus terorisme yang terjadi di desa dan kelurahan tahun ini Jumlah kasus hasutan dan pemaksaan kehendak kelompok tertentu kepada masyarakat Jumlah penyelesaian kasus teror dan intimidasi serta hasutan di masyarakat baik secara adat maupun hukum formal N. Pelembagaan Sistem Keamanan Lingkungan Semesta Organisasi Siskamling Organisasi Pertahanan Sipil dan Perlindungan Masyarakat Jumlah RT atau sebutan lainnya yang ada Siskamlimg/Pos Ronda 5 RT Jumlah anggota Hansip dan Linmas 31 orang Jadwal kegiatan Siskamling dan Pos Ronda Buku anggota Hansip dan Linmas jeins Jumlah kelompok Satuan Pengamanan (SATPAM) unit swasta Jumlah pembinaan Siskamling oleh Pengurus kegiatan dan Kades/Lurah Jumlah Pos Jaga Induk Desa/Kelurahan 5 Pos XI. KEDAULATAN POLITIK MASYARAKAT A. Kesadaran berpemerintahan, berbangsa dan bernegara Jenis kegiatan pemantapan nilai Ideologi Pancasila sebagai Dasar Negara 0 Jenis Jumlah kegiatan pemantapan nilai Ideologi 0 Kegiatan Pancasila sebagai Dasar Negara Jenis-jenis kegiatan pemantapan nilai Bhinneka Tunggal Ika 0 jenis Jumlah kegiatan pemantapan nilai Bhinneka 0 kegiatan Tunggal Ika Jenis kegiatan pemantapan kesatuan bangsa 0 jenis 76

77 lainnya Jumlah kegiatan pemantapan kesatuan bangsa lainnya Jumlah kasus warga desa/kelurahan yang minta suaka/lari ke luar negeri Jumlah warga yang melintasi perbatasan ke negara tetangga secara resmi Jumlah warga yang melintasi perbatasan negara tetangga secara tidak resmi Jumlah kasus pertempuran atau perlawanan antar kelompok pengacau keamanan di perbatasan negara dengan warga/aparat dari desa/kelurahan Jumlah serangan terhadap fasilitas umum dan milik masyarakat oleh kelompok pengacau di desa/kelurahan perbatasan negara tetangga Jumlah kasus yang diklasifikasikan merongrong keutuhan NKRI dan Kesatuan Bangsa Indonesia di desa/kelurahan tahun ini Jumlah korban manusia baik luka maupun tewas serta korban materi lainnya akibat serangan kelompok pengacau keamanan Jumlah masalah ketenagakerjaan di perbatasan antar negara yang terjadi tahun ini Jumlah kasus kejahatan pencurian, penjarahan, perampokan dan intimidasi serta teror yang terjadi di desa/kelurahan perbatasan antar negara Jumlah sengketa perbatasan antar negara yang terjadi desa/kelurahan ini Jumlah kasus sengketa perbatasan yang terjadi baik antar desa/kelurahan dalam kecamatan maupun antar kecamatan, antar kabupaten/kota dan desa/kelurahan antar provinsi. Jumlah kasus yang terkait dengan perbatasan antar negara yang dilaporkan Kepala Desa/Lurah ke pemerintah tingkat atasnya Jumlah kasus yang mengarah kepada tindakan disintegrasi bangsa dan pengingkaran NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika yang difasilitasi penyelesaiannya oleh Kepala Desa/Lurah Jumlah kasus penangkapan nelayan asing di wilayah perairan desa/kelurahan Jumlah kasus penangkapan nelayan/petani/peternak/pekebun/perambah hutan asal desa/kelurahan di perairan dan daratan wilayah negara lain kegiatan B. Kesadaran membayar Pajak dan Retribusi Jenis pajak yang dipungut sebagai kewenangan 0 jenis dan atau tugas desa/kelurahan Jumlah Wajib Pajak Target PBB Rp. 0 Realisasi PBB 0.% Jumlah Tindakan terhadap penunggak PBB Jenis Retribusi yang dipungut sebagai tugas dan kewenangan desa/kelurahan 0 tindakan 0 jenis 77

78 Jumlah wajib retribusi yang menjadi tugas/kewenangan desa/kelurahan Target retribusi yang menjadi tugas/kewenangan desa/kelurahan RP 0 Realisasi retribusi yang menjadi 0 % tugas/kewenangan desa/kelurahan Jenis pungutan resmi lainnya di Desa/Kelurahan 0 jenis Target pungutan resmi tingkat desa/kelurahan Rp. 0 Realisasi pungutan resmi di desa/kelurahan % Jumlah kasus pungutan liar Jumlah penyelesaian kasus pungutan liar C. Partisipasi Politik 1. Jumlah Partai Politik dan Pemilihan Umum Jumlah penduduk yang memiliki hak pilih 2714 orang Jumlah penduduk yang menggunakan hak pilih 2714 orang pada pemilu legislatif yang lalu Jumlah perempuan dari penduduk desa/kelurahan ini yang aktif di partai politik Jumlah partai politik yang memiliki pengurus 8 Parpol sampai di Desa/Kelurahan ini Jumlah partai politik yang mempunyai kantor di 0 Parpol wilayah desa/kelurahan ini Jumlah penduduk yang menjadi pengurus partai 8 orang politik dari desa/kelurahan Jumlah penduduk yang dipilih dalam Pemilu Legislatif yang lalu 2 orang Jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih 2714 pemilih dalam pemilihan presiden/wakil 2. Pemilihan Kepala Daerah Jumlah penduduk yang mempunyai hak pilih 2714 orang Jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih 2714 pemilih dalam pemilu Bupati/Walikota lalu Jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih dalam pemilu Gubenur yang lalu 2714 pemilih 3. Penentuan Kepala Desa/Lurah dan Perangkat Desa/Kelurahan Penentuan Jabatan Kepala (1 ) Dipilih Masyarakat secara langsung Desa Penentuan Sekretaris Desa 1. Ditunjuk, diangkat dan ditetapkan oleh Bupati/Walikota 2. Ditunjuk, diangkat dan ditetapkan oleh Camat atas nama Bupati/Walikota ( 3 ) Di usulkan oleh Kepala Desa,Dipilih Diangkat dan Ditetapkaan oleh Bupati/ Walikota. 78

79 Penentuan Perangkat Desa termasuk Kepala Dusun 1. Ditunjuk, diangkat dan ditetapkan oleh Kepala Desa serta disahkan Camat ( 2 ) Ditunjuk, diangkat dan ditetapkan oleh Kepala Desa serta dilaporkan ke Camat. 3. Ditunjuk, diangkat dan ditetapkan oleh Camat/Kepala Distrik/Sebutan lain Masa jabatan Kepala Desa 6 tahun Penentuan Jabatan Lurah dan Perangkat Kelurahan termasuk Kepala Lingkungan 1. Ditunjuk dan diangkat oleh Camat sesuai Delegasi Kewenangan dari Bupati/Walikota (2) Ditujuk dan diangkat oleh Bupati / Walikota secara langsung 4. Pemilihan BPD Jumlah anggota BPD 11 orang Penentuan anggota BPD 1. Dipilih masyarakat secara langsung 2.Dipilih oleh perwakilan masyarakat desa secara musyawarah dan mufakat 3. Ditunjuk oleh Kepala Desa/Camat dan unsur lanilla 4. Disahkan melalui keputusan Bupati/Walikota Pimpinan BPD Pemilikan kantor/ruang kerja BPD Anggaran untuk BPD Produk keputusan BPD tahun ini 1. Dipilih dari dan oleh anggota BPD secara langsung 2. Dipilih oleh Kepala Desa dan setujui Camat 3. Ditunjuk Camat 4. Dipilih oleh rakyat secara langsung dari para anggota BPD 1. Peraturan Desa 2.Permintaan keterangan dari Kepala Desa... kali 3. Rancangan Peraturan Desa. 3 buah 4. Menyalurkan aspirasi masyarakat 1 kali 5.Menyatakan pendapat kepada Kepala Desa 0 kali 6. Menyampaikan usul dan pendapat kepada Kepala Desa 0 kali 7. Mengevaluasi efektivitas pelaksanaan APB Desa 2 kali 79

80 5. Pemilihan dan Fungsi Lembaga Kemasyarakatan Keberadaan organisasi tidak lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan Dasar hukum keberadaan 1. Perdes Lembaga Kemasyarakatan Desa/LKD 2. Keputusan Kepala Desa 3. Keputusan Camat 4. Belum diatur Jumlah organisasi anggota 22 unit organisasi lembaga kemasyarakatan desa termasuk RT, RW, PKK, LKMD/K, LPM, Karang Taruna, Bumdes, Lembaga t, Kelompok Tani dan lembaga lainnya sesuai ketentuan Dasar hukum pembentukan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan/LKK Jumlah organisasi anggota lembaga kemasyarakatan kelurahan 1. Keputusan Lurah 2. Keputusan Camat 3. Belum diatur... unit organisasi Pemilihan LKD/LKK pengurus Pemilihan pengurus organisasi anggota LKD/LKK termasuk PKK, LPM/LKMD/K, Karang Taruna, RT, RW, Bumdes, lembaga adat, kelompok tani dan organisasi anggota LKD/LKK lainnya 1.Dipilih oleh rakyat secara langsung 2.Ditunjuk dan diangkat oleh Kepala Desa/Lurah 3.Ditunjuk dan Diangkat oleh Camat 1.Dipilih oleh rakyat secara langsung 2.Ditunjuk dan diangkat oleh Ketua LKD/LKK 3.Ditunjuk dan diangkat oleh Kepala Desa/Lurah 4. Ditunjuk dan Diangkat oleh Camat Aktif Implementasi tugas, fungsi dan kewajiban LKD/LKK Jumlah kegiatan yang... kegiatan dilaksanakan LKD/LKK Fungsi, tugas dan Aktif /tidak kewajiban lembaga kemasyarakatan yang dijalankan organisasi anggota LKD/LKK Jumlah kegiatan lembaga... kegiatan 80

81 kemasyarakatan yang dijalankan organisasi anggota LKD/LKK Alokasi anggaran untuk LKD/LKK Alokasi anggaran untuk organisasi anggota LKD/LKK termasuk PKK, LPM/LKMD/K, Karang Taruna, RT, RW, kelompok tani dan organisasi lainnya Kantor dan ruangan kerja untuk LKD/LKK Dukungan pembiayaan, personil dan ATK untuk Sekretariat LKD/LKK dari APB-Desa dan Anggaran Kelurahan/APBD Realisasi program kerja organisasi anggota LKD/LKK Keberadaan Alat kelengkapan organisasi anggota LKD/LKK termasuk Dasawisma dan Pokja, Bidang, Seksi, Urusan, dan terisi tidaknya struktur organisasi anggota LKD/LKK Kegiatan administrasi dan Ketatausahaan LKD/LKK /tidak /tidak /tidak Memadai/kurang memadai...% 1. dan terisi 2. ada atau belum terisi semuanya Berfungsi D. PERANSERTA MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN 1. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa/Kelurahan/ Musrenbangdes/ kelurahan Jumlah musyawarah perencanaan pembangunan tingkat 14 kali Desa/Kelurahan yang dilakukan pada tahun ini, termasuk di tingkat dusun dan lingkungan Jumlah kehadiran masyarakat dalam setiap kali musyawarah 80 % tingkat dusun/lingkungan dan desa/kelurahan Jumlah peserta laki-laki dalam Musrenbang di desa/kelurahan 70 % Jumlah peserta perempuan dalam Musrenbang di desa dan 30 % kelurahan Jumlah Musyawarah Antar Desa dalam perencanaan 100 % pembangunan yang dikoordinasikan Kecamatan Penggunaan Profil Desa/Kelurahan sebagai sumber data dasar Ya yang digunakan dalam perencanaan pembangunan desa dan forum Musrenbang Partisipatif Penggunaan data BPS dan data sektoral dalam perencanaan Ya pembangunan partisipatif dan Musrenbang di desa dan Kelurahan Pelibatan masyarakat dalam pemutakhiran data profil desa Ya dan kelurahan sebagai bahan dalam Musrenbang partisipatif 81

82 Usulan masyarakat yang disetujui menjadi Rencana Kerja Desa 80 % dan Kelurahan Usulan Pemerintah Desa dan Kelurahan yang disetujui menjadi 80 % Rencana Kerja Desa/Kelurahan dan dimuat dalam RAPB-Desa Usulan rencana kerja program dan kegiatan dari pemerintah 80 % kabupaten/kota/provinsi dan pusat yang dibahas saat Musrenbang dan disetujui untuk dilaksanakan di desa dan kelurahan oleh masyarakat dan lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan Usulan rencana kerja pemerintah tingkat atas yang ditolak dalam Musrenbangdes/kel 7 kegiatan Pemilikan dokumen Rencana Kerja Pembangunan Desa/Kelurahan (RKPD/K) Pemilikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa/Kelurahan (RPJMD/K) Pemilikan dokumen hasil Musrenbang tingkat Desa dan Kelurahan yang diusulkan ke pemerintah tingkat atas untuk dibiayai dari APBD Kab/Kota, APBD Provinsi dan APBN maupun sumber biaya dari perusahaan swasta yang investasi di desa/kelurahan Jumlah kegiatan yang diusulkan masyarakat melalui forum 2 kegiatan Musrenbangdes/kel yang tidak direalisasikan dalam APB-Desa, APB-Daerah kabupaten/kota dan provinsi Jumlah kegiatan yang diusulkan masyarakat melalui forum kegiatan Musrenbangdes/kel yang pelaksanaannya tidak sesuai dengan hasil Musrenbang 2. Peranserta masyarakat dalam Pelaksanaan dan Pelestarian Hasil Pembangunan Jumlah masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan 100 % pembangunan fisik di desa dan kelurahan sesuai hasil Musrenbang Jumlah penduduk yang dilibatkan dalam pelaksanaan proyek padat karya oleh pengelola proyek yang ditunjuk pemerintah desa/kelurahan atau kabupaten/kota 30 % Jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat dan 2 kegiatan lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan yang sudah ada sesuai ketetapan dalam APB-Desa Jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak ketiga tanpa 1Kegiatan melibatkan masyarakat sesuai ketentuan dalam APB-Daerah Jumlah kegiatan yang masuk desa/kelurahan di luar yang 20 % telah direncanakan dan disepakati masyarakat saat Musrenbang Usulan masyarakat yang disetujui menjadi Rencana Kerja Desa dan Kelurahan Usulan Pemerintah Desa dan Kelurahan yang disetujui menjadi Rencana Kerja Desa/Kelurahan Usulan rencana kerja program dan kegiatan dari pemerintah kabupaten/kota/provinsi dan pusat yang dibahas saat Musrenbang dan disetujui untuk dilaksanakan di desa dan kelurahan oleh masyarakat Penyelenggaraan musyawarah desa/kelurahan untuk menerima, memelihara dan melestarikan hasil pembangunan yang sudah ada Pelaksanaan kegiatan dari masyarakat untuk menyelesaikan atau menindaklanjuti kegiatan yang belum diselesaikan oleh 80 % 80 % 100 % tidak 82

83 pelaksana sebelumnya. Jumlah kasus penyimpangan pelaksanaan kegiatan pembangunan yang dilaporkan masyarakat atau lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan kepada Kepala Desa/Lurah Jumlah kasus penyimpangan pelaksanaan pembangunan yang diselesaikan di tingkat desa/kelurahan Jumlah kasus penyimpangan pelaksanaan kegiatan pembangunan desa/kelurahan yang diselesaikan secara hukum Jenis kegiatan masyarakat untuk melestarikan hasil pembangunan yang dikoordinasikan pemerintah desa/kelurahan Jumlah kegiatan yang didanai dari APB-Desa dan swadaya masyarakat di kelurahan Jumlah kegiatan di desa dan kelurahan yang didanai dari APB Daerah Kabupaten/Kota Jumlah kegiatan di desa dan kelurahan yang didanai dari APBD Provinsi Jumlah kegiatan di desa dan kelurahan yang didanai APBN jenis kegiatan kegiatan kegiatan kegiatan 3. Semangat Kegotongroyongan Penduduk Jumlah kelompok arisan 14 buah Jumlah penduduk menjadi orang tua asuh 3 orang tidaknya dana sehat tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam pembangunan rumah tidaknya kegiatan gotong royong atau tidak sambatan/sejenisnya dalam pengolahan tanah tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam pembiayaan pendidikan anak sekolah/kuliah/kursus tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam pemeliharaan fasilitas umum dan fasilitas sosial/prasarana dan sarana tidaknya kegiatan gotong royong atau tidak sambatan/sejenisnya dalam pemberian modal usaha tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam pengerjaan sawah dan kebun tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam penangkapan ikan dan usaha peternakan lainnya tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam menjaga ketertiban, ketentraman dan keamanan tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam peristiwa kematian tidaknya kegiatan gotong royong menjaga kebersihan Desa/Kelurahan tidaknya kegiatan gotong royong membangun jalan/jembatan/saluran air/irigasi tidaknya kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam pemberantasan sarang nyamuk dan kesehatan lingkungan lainnya tidaknya kerjasama antar Desa/Kelurahan tidak 83

84 tidaknya penyelesaian perselisihan antar desa/kelurahan tidaknya kegiatan gotong royong dalam penyelesaian konflik di setiap desa/kelurahan oleh masyarakat sendiri tidaknya gotong royong dalam menolong keluarga tidak mampu dan fakir miskin di desa dan kelurahan tidaknya kegiatan Kepala Desa sebagai Hakim Perdamaian Desa Kegiatan gotong royong dalam penanggulangan bencana Kegiatan gotong royong dalam pelaksanaan kegiatan bulan bhakti gotong royong 4. t Istiadat t istiadat dalam perkawinan t istiadat dalam kelahiran anak t istiadat dalam upacara kematian t istiadat dalam pengelolaan hutan t istiadat dalam tanah pertanian t istiadat dalam pengelolaan laut/pantai t istiadat dalam memecahkan konflik warga t istiadat dalam menjauhkan bala penyakit dan bencana alam t istiadat dalam memulihkan hubungan antara alam semesta dengan manusia dan lingkungannya t istiadat dalam penanggulangan kemiskinan bagi keluarga tidak mampu/fakir miskin/terlantar tidak tidak Aktif Aktif Aktif tidak Aktif tidak Aktif Aktif Aktif tidak 5. Sikap Dan Mental Masyarakat Jumlah jenis pungutan liar dari anak gelandangan di sudut jalanan Jumlah jenis pungutan liar di terminal, pelabuhan dan pasar Peminta-minta sumbangan perorangan dari rumah ke rumah Peminta-minta sumbangan terorganisasi dari rumah ke rumah Semakin berkembang praktek jalan pintas dalam 0 jenis 0 jenis 0 tidak 0 tidak 0 tidak mencari uang secara gampang walau tidak halal Jenis pungutan dari RT atau sebutan lain kepada warga 0 jenis Jenis pungutan dari RW atau sebutan lain kepada warga 0 jenis Jenis pungutan dari desa/kelurahan kepada warga Kasus aparat RT/RW atau sebutan lainnya di desa dan kelurahan yang dipecat kena kasus pungutan liar, pemerasan dan sejenisnya. Dipindah karena kena kasus pungutan liar, pemerasan dan sejenisnya Diberhentikan dengan hormat karena kena kasus pungutan liar, pemerasan dan sejenisnya Dimutasi karena kasus pungutan liar, pemerasan dan sejenisnya Banyak masyarakat yang memberikan biaya lebih dari yang ditentukan sebagai uang rokok atau ucapan terima kasih dalam proses pelayanan administrasi di kantor desa/kelurahan Banyak warga yang ingin mendapatkan pelayanan gratis dari aparat desa/kelurahan Banyak penduduk yang mengeluhkan memburuknya tidak Ya tidak 84

85 kualitas pelayanan kepada masyarakat Banyak kegiatan yang bersifat hiburan dan rekreasi yang diinisiatifi masyarakat sendiri Masyarakat agak kurang toleran dengan keberadaan kelompok masyarakat dari unsur etnis, agama dan kelompok kepentingan lain Etos Kerja Penduduk Luas Wilayah Desa/Kelurahan sangat luas Banyak lahan terlantar yang tidak dikelola pemiliknya/petani berdasi Banyak lahan pekarangan di sekitar perumahan yang tidak dimanfaatkan Banyak lahan tidur milik masyarakat yang tidak dimanfaatkan Jumlah petani pada musim gagal tanam/panen yang pasrah dan tidak mencari pekerjaan lain Jumlah nelayan pada musim tidak melaut yang memanfaatkan keterampilan/keahlian lainnya untuk mencari pekerjaan lain Banyak penduduk yang mencari pekerjaan di luar desa/kelurahan tetapi masih dalam wilayah kabupaten/kota Banyak penduduk yang mencari pekerjaan di kota besar lainnya Kebiasaan masyarakat merayakan pesta dengan menghadirkan undangan yang banyak Masyarakat sering mendatangi kantor desa dan lurah menuntut penyediaan kebutuhan dasar sembilan bahan pokok pada saat kelaparan dan kekeringan Kebiasaan masyarakat untuk mencari/mengumpulkan bahan makanan pengganti beras/jagung pada saat rawan pangan/kelaparan/gagal panen Kebiasaan pemotongan hewan dalam jumlah besar untuk pesta adat dan perayaan upacara tertentu Kebiasaan masyarakat berdemonstrasi/protes terhadap kebijakan pemerintah Kebiasaan masyarakat terprovokasi karena isu-isu yang menyesatkan Kebiasaan masyarakat bermusyawarah untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan Lebih banyak masyarakat yang diam/masabodoh/apatis ketika ada persoalan yang terjadi di lingkungan sekitarnya Kebiasaan aparat pemerintah desa/kelurahan terlebih di tingkat RT, RW, Dusun dan Lingkungan yang kurang menanggapi kesulitan yang dihadapi masyarakat Ya tidak Ya tidak tidak tidak rendah Tinggi/rendah Ya/tidak Ya sedang rendah rendah rendah rendah jarang Tinggi/rendah tidak rendah 85

86 XII. LEMBAGA KEMASYARAKATAN A. LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA/KELURAHAN Keberadaan organisasi Lembaga Kemasyarakatan Desa tidak dan Kelurahan/LKD/LK Kepengurusan tidak Jumlah kegiatan 0 jenis Buku administrasi lembaga kemasyarakatan 0 jenis-terisi Jumlah organisasi anggota lembaga kemasyarakatan 1 organisasi desa/kelurahan B. ORGANISASI ANGGOTA LEMBAGA KEMASYARAKATAN 1. LKMD/LPM ATAU SEBUTAN LAIN Kepengurusan Aktif Buku administrasi jenis Jumlah kegiatan jenis 2. PKK Kepengurusan Aktif Buku administrasi jenis Jumlah kegiatan jenis Kelengkapan organisasi Dasawisma Lengkap Kelengkapan organisasi Pokja Lengkap 3. Karang Taruna Kepengurusan Aktif Buku administrasi jenis Jumlah kegiatan jenis 4. RT Kepengurusan tidak Buku administrasi Jenis Jumlah kegiatan Jenis 5. RW Kepengurusan tidak Buku administrasi Jenis Jumlah Kegiatan Jenis 6. Lembaga adat Kepengurusan Aktif Buku administrasi 5 Jenis Jumlah Kegiatan 1 jenis 7. BUMDES Kepengurusan Aktif Buku administrasi Jumlah Kegiatan 8. Forum Komunikasi Kader Pemberdayaan Masyarakat Kepengurusan Buku administrasi Jumlah kegiatan Jenis jenis Aktif Jenis Jenis 86

87 9. Posyandu Kepengurusan Aktif Buku administrasi jenis Jumlah kegiatan jenis 10. Kelompok Tani/Nelayan Kepengurusan Aktif Buku administrasi Jenis Jumlah kegiatan Jenis 11. Organisasi Perempuan / Kepengurusan Aktif/tidak Buku administrasi 5 Jenis Jumlah kegiatan 1 Jenis 12. Organisasi Pemuda Kepengurusan Aktif Buku administrasi 6 Jenis Jumlah kegiatan 1 Jenis Lampiran V 13. Organisasi profesi Kepengurusan tidak Buku administrasi.jenis Jumlah kegiatan Jenis 14. Organisasi Bapak Kepengurusan Aktif Buku administrasi 3 Jenis Jumlah kegiatan 1 Jenis 15. Kelompok Gotong Royong Kepengurusan Aktif Buku administrasi 1 Jenis Jumlah kegiatan 1 Jenis 16. Posyantekdes Kepengurusan Buku administrasi jenis Jumlah kegiatan jenis 17. Organisasi Keagamaan Aktif Buku administrasi jenis Jumlah kegiatan jenis / Kepengurusan Aktif/tidak Buku administrasi Jenis Jumlah kegiatan Jenis Kepengurusan Buku administrasi Jumlah kegiatan Dasar hukum pembentukan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) Dasar hukum pembentukan lembaga kemasyarakatan kelurahan (LKK) Dasar hukum pembentukan organisasi anggota lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan Aktif/tidak Jenis Jenis Peraturan Desa/tidak Peraturan Daerah/tidak Peraturan Desa/ Peraturan Daerah 87

88 XIII. PEMERINTAHAN DESA DAN KELURAHAN A. APB-Desa dan Anggaran Kelurahan Jumlah anggaran belanja dan penerimaan Rp Desa/Kelurahan tahun ini Sumber Anggaran APBD Kabupaten/Kota /Bagi Hasil Pajak BHP Rp Bantuan Pemerintah Kabupaten/Kota Rp Bantuan Pemerintah Provinsi Rp Bantuan Pemerintah Pusat Rp Pendapatan Asli Desa Rp Swadaya Masyarakat Desa dan Kelurahan Rp 0 Alokasi Dana Desa Rp 0 Sumber Pendapatan dari Perusahaan yang ada di Rp 0 desa/kelurahan Sumber pendapatan lain yang sah dan tidakmengikat Rp 0 Jumlah Belanja Langsung Rp Jumlah Belanja Langsung Rp B. Pertanggungjawaban Kepala Desa/Lurah Penyampaian laporan keterangan pertanggungan jawab Kepala Desa lepada BPD Jumlah informasi yang disampaikan kepala desa dan lurah tentang laporan penyelenggaraan tugas, wewenang, hak dan kewajiban kepala desa dan lurah lepada masyarakat Status laporan keterangan pertanggungjawaban kepala Desa Laporan kinerja penyelenggaraan tugas, wewenang, kewajiban dan hak kepala desa dan lurah kepada Bupati/Walikota Jumlah jenis media informasi kinerja kepala desa dan lurah kepada masyarakat Jumlah kasus pengaduan masyarakat terhadap masalah pembangunan, pelayanan dan pembinaan kemasyarakatan yang disampaikan kepada kepala desa/lurah Jumlah kasus pengaduan masyarakat terhadap masalah pembangunan, pelayanan dan pembinaan kemasyarakatan yang diselesaikan kepala desa/lurah jenis Diterima Diterima jenis 0 jenis 0 jenis C. Prasarana Dan Administrasi Pemerintahan Desa/Kelurahan 88

89 1. PEMERINTAH DESA/KELURAHAN Gedung Kantor - Kondisi baik Jumlah ruang kerja 2 ruang Balai Desa/Kelurahan/sejenisnya - Kondisi baik Listrik Air bersih Telepon AC 1.A. Inventaris dan Alat tulis kantor Jumlah mesin tik 0 buah Jumlah meja 9 buah Jumlah kursi 40 buah Jumlah almari arsip 6 buah Komputer 5 unit Mesin fax 0 unit Kendaraan Dinas Lurah/Kepala Desa 2 unit Buku Data Perangkat Desa/Kelurahan - Terisi Perangkat Desa/Kelurahan Lengkap Buku Peta Wilayah Desa/Kelurahan Struktur organisasi Kartu uraian tugas Lampiran V 1. B. Administrasi Pemerintahan Desa/Kelurahan Buku profil desa/kelurahan Buku data Peraturan Desa /Peraturan Daerah Buku Keputusan Kepala Desa/Lurah Buku administrasi kependudukan Buku data inventaris Buku data aparat Buku data tanah milik desa/tanah kas desa/milik kelurahan Buku administrasi pajak dan retribusi Buku data tanah Buku laporan pengaduan masyarakat Buku agenda ekspedisi Buku profil desa/kelurahan Buku data induk penduduk Buku buku data mutasi penduduk Buku rekapitulasi jumlah penduduk akhir bulan Buku registrasi pelayanan penduduk Buku data penduduk sementara Buku anggaran penerimaan Buku anggaran pengeluaran pegawai dan pembangunan Buku kas umum Buku kas pembantu penerimaan Buku kas pembantu pengeluaran rutin dan pembangunan Buku data lembaga kemasyarakatan Buku data pengurus dan anggota lembaga kemasyarakatan Buku data program dan kegiatan masuk desa/kelurahan Buku rencana kerja pembangunan desa/kelurahan Buku rencana pembangunan jangka menengah desa Buku kader pemberdayaan masyarakat Buku kegiatan pembangunan Buku inventaris proyek Buku APB-Desa/Anggaran Kelurahan Loket pelayanan Kotak Pengaduan Masyarakat Papan informasi pelayanan Laporan kinerja tahunan Laporan akhir jabatan/memori jabatan lurah/desa -Diolah /Terisi /terisi / Terisi / Terisi / terisi / Terisi /tidak / Terisi / tidak / Terisi / Terisi / Terisi / Terisi / Terisi / Terisi / Terisi / Terisi / Terisi / Terisi / Terisi / Terisi / Terisi / Terisi / Terisi / Terisi / Terisi / Terisi / Terisi / Terisi / Terisi /tidak / Terisi /Terisi tidak 89

90 2. PRASARAN DAN SARANA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA /BPD Gedung kantor / Kondisi baik Jumlah ruang kerja 2 Ruang Listrik Air bersih Telepon 2.A. Inventaris dan Alat tulis kantor Jumlah mesin tik 0 buah Jumlah meja 3 buah Jumlah kursi 5 buah Jumlah almari arsip 6 buah Komputer 0 buah Mesin fax 0 buah 2.b Administrasi dan Alat Tulis Kantor Buku buku administrasi keanggotaan BPD Buku Agenda Buku data Kegiatan BPD Buku Sekretariat BPD Buku Data Keputusan BPD 3. PRASARAN DAN SARANA DUSUN/LINGKUNGAN/SEBUTAN LAIN Gedung kantor atau Balai Pertemuan / Kondisi baik Alat tulis kantor Barang inventaris 1 Jenis Buku administrasi 4 Jenis Jenis kegiatan 4 jenis Jumlah pengurus orang Jumlah ruang kerja 1 Ruang Balai Dusun/Lingkungan/sejenisnya Listrik Air bersih Telepon /Kondisi baik tidak 3.A. Inventaris dan Alat tulis kantor Jumlah mesin tik 0 buah Jumlah meja 2 buah Jumlah kursi 10 buah Jumlah almari arsip 1 buah Komputer 0 buah Mesin fax 0 buah 90

91 D. PEMBINAAN DAN PENGAWASAN 1. Jenis Pembinaan Pemerintah Pusat kepada Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pedoman dan standar pelaksanaan urusan pemerintahan desa, kelurahan, lembaga kemasyarakatan Pedoman dan standar bantuan pembiayaan dari pemerintah, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota kepada desa dan kelurahan Pedoman umum administrasi, tata naskah dan pelaporan bagi kepala desa dan lurah Pedoman dan standar tanda jabatan, pakaian dinas dan atribut bagi Kepala Desa, Lurah dan Perangkat Desa/Kelurahan serta BPD Pedoman pendidikan dan pelatihan bagi pemerintahan desa, kelurahan, lembaga kemasyarakatan dan perangkat masing-masing Jumlah bimbingan, supervisi dan konsultasi pelaksanaan 0 kegiatan pemerintahan desa dan kelurahan serta pemberdayaan lembaga kemasyarakatan Jumlah kegiatan pendidikan dan pelatihan tentang 0 kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan Penelitian dan pengkajian penyelenggaraan pemerintahan 0 kegiatan desa dan kelurahan Jumlah kegiatan yang terkait dengan upaya percepatan jenis atau akselerasi pembangunan desa dan kelurahan dalam bidang ekonomi keluarga, penanganan bencana, penanggulangan kemiskinan, percepatan keberdayaan masyarakat, peningkatan prasarana dan sarana pedesaan/kelurahan, pemanfaatan sumber daya alam dan teknologi tepat guna, pengembangan sosial budaya masyarakat di desa dan kelurahan yang dibiayai APBN Pemberian penghargaan atas prestasi yang dilaksanakan 0 kali pemerintahan desa dan kelurahan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan lembaga kemasyarakatan Pemberian sanksi atas penyimpangan yang dilakukan kepala desa, lurah dan perangkat masing-masing 0 kali 2. Pembinaan Pemerintah Provinsi kepada Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pedoman pelaksanaan tugas pembantuan dari provinsi ke tidak desa/kelurahan Pedoman bantuan keuangan dari provinsi Kegiatan fasilitasi keberadaan kesatuan masyarakat hukum adat, nilai adat istiadat dan lembaga adat beserta hak dan kewajibannya dalam pelaksanaan pemerintahan desa/kelurahan Fasilitasi Pelaksanaan pedoman administrasi, tata naskah dan pelaporan bagi kepala desa dan lurah Jumlah kegiatan pendidikan dan pelatihan tentang... kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan berskala provinsi Kegiatan penanggulangan kemiskinan yang dibiayai APBD... jenis Provinsi yang masuk desa dan kelurahan Kegiatan penanganan bencana yang dibiayai APBD...jenis 91

92 Provinsi untuk desa dan kelurahan Kegiatan peningkatan pendapatan keluarga yang dibiayai..jenis APBD Provinsi di desa dan kelurahan Kegiatan penyediaan sarana dan prasarana desa dan /tidak..jenis kelurahan yang dibiayai APBD Provinsi yang masuk desa dan kelurahan Kegiatan pemanfaatan sumber daya alam dan /tidak..jenis pengembangan teknologi tepat guna yang dibiayai APBD Provinsi di desa dan kelurahan Kegiatan pengembangan sosial budaya masyarakat. 1 jenis Pedoman pendataan dan pendayagunaan data profil desa /tidak..jenis dan kelurahan Pemberian sanksi atas penyimpangan yang dilakukan /tidak...kas kepala desa, lurah dan perangkat masing-masing Pemberian penghargaan atas prestasi yang dilaksanakan pemerintahan desa dan kelurahan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan lembaga kemasyarakatan us /tidak...jeni s 3. Pembinaan Pemerintah Kabupaten/Kota kepada Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pelimpahan tugas Bupati/Walikota kepada Lurah dan 1 jenis Kepala Desa Penetapan pengaturan kewenangan kabupaten/kota yang 1 jenis diserahkan pengaturannya kepada desa Pedoman pelaksanaan tugas pembantuan dari 1 jenis kabupaten/kota kepada desa Pedoman teknis penyusunan peraturan desa, peraturan 1 jenis kepala desa, keputusan Lurah dan peraturan daerah kepada kepala desa dan lurah. Pedoman teknis penyusunan perencanaan pembangunan 1 jenis partisipatif serta pengembangan lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan Kegiatan fasilitasi keberadaan kesatuan masyarakat 1 jenis hukum adat, nilai adat istiadat dan lembaga adat beserta hak dan kewajibannya dalam pelaksanaan pemerintahan desa/kelurahan Penetapan pembiayaan alokasi dana perimbangan untuk 1 jenis desa Fasilitasi Pelaksanaan pedoman administrasi, tata naskah 1 jenis dan pelaporan bagi kepala desa dan lurah Jumlah kegiatan pendidikan dan pelatihan tentang 1 jenis penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan berskala kabupaten/kota Kegiatan penanggulangan kemiskinan yang dibiayai APBD 1 jenis kabupaten/kota yang masuk desa dan kelurahan Kegiatan penanganan bencana yang dibiayai APBD 1 jenis kabupaten/kota untuk desa dan kelurahan Kegiatan peningkatan pendapatan keluarga yang dibiayai 1 jenis APBD kabupaten/kota di desa dan kelurahan Fasilitasi penetapan pedoman dan standar tanda jabatan, 1 jenis pakaian dinas dan atribut bagi Kepala Desa, Lurah, Perangkat Desa/Kelurahan dan BPD Kegiatan fasilitasi keberadaan kesatuan masyarakat hukum adat, nilai adat istiadat dan lembaga adat beserta hak dan kewajibannya dalam pelaksanaan pemerintahan desa/kelurahan 1 jenis 92

93 Pedoman pendataan dan pendayagunaan profil desa dan kelurahan Program dan kegiatan pemeliharaan motivasi desa/kelurahan berprestasi pascaperlombaan desa dan kelurahan Pemberian penghargaan atas prestasi yang dicapai pemerintahan desa dan kelurahan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pemberdayaan lembaga kemasyarakatan Pemberian sanksi atas penyimpangan yang dilakukan kepala desa, lurah dan perangkat masing-masing Mengawasi pengelolaan keuangan desa serta anggaran kelurahan dan pendayagunaan aset pemerintahan desa, badan usaha milik desa dan sumber pendapatan daerah yang dikelola lurah 1 jenis 1 jenis tidak-...jenis tidak-..kasus 1 jenis 4. Pembinaan dan Pengawasan Camat kepada Desa/Kelurahan Jumlah Kegiatan fasilitasi penyusunan peraturan desa.4 kali dan peraturan kepala desa Jumlah Kegiatan fasilitasi administrasi tata pemerintahan 1 kali desa dan kelurahan Fasilitasi pengelolaan keuangan desa dan pendayagunaan 1 kali aset desa serta anggaran kelurahan Jumlah kegiatan fasilitasi pelaksanaan urusan otonomi 1 kali daerah kabupaten/kota yang diserahkan kepada desa Fasilitasi penerapan dan penegakan peraturan perundangundangan 1kali Fasilitasi penyediaan data dan pendayagunaan data profil 1 kali desa dan kelurahan Jumlah kegiatan fasilitasi pelaksanaan tugas, wewenang, 1 kali fungsi, hak dan kewajiban kepala desa, BPD, Lurah dan lembaga kemasyarakatan Jumlah kegiatan fasilitasi upaya penyelenggaraan 1 kali ketenteraman dan ketertiban umum Fasilitasi penataan, penguatan dan efektivitas 1 kali pelaksanaan tugas, fungsi dan kewajiban lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan Jumlah kegiatan fasilitasi partisipasi masyarakat dalam 1 kali perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan dan pemeliharaan serta pengembangan dan pelestarian hasil pembangunan. Fasilitasi kerjasama antar desa/kelurahan dan kerjasama 1 kali desa/kelurahan dengan pihak ketiga Jumlah kegiatan fasilitasi pelaksanaan program dan 1 kali kegiatan pemberdayaan masyarakat Jumlah kegiatan pemeliharaan motivasi bagi desa dan 4 kali kelurahan juara perlombaan dan pasca perlombaan Jumlah kegiatan fasilitasi kerjasama antar lembaga 1.kali kemasyarakatan dan lembaga kemasyarakatan dengan organisasi anggota lembaga kemasyarakatan serta dengan pihak ketiga sebagai mitra percepatan keberdayaan masyarakat Jumlah kegiatan fasilitasi bantuan teknis dan 1 kali pendampingan kepada lembaga kemasyarakatan dan organisasi anggotanya 93

94 Jumlah kegiatan koordinasi unit kerja pemerintahan dalam pengembangan lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan kali D. ANALISIS TINGKAT PERKEMBANGAN 1. Laju Perkembangan : Cepat/Berkembang/Lamban/Kurang Tahunan 2. Masalah yang dihadapi : 1. nya Kepala Keluarga yang belum mematuhi aturan kesepakatan Musrenbang Desa. 2. Mobilitas Penduduk tinggi. 3. Masyarakat mempunyai kebiasaan merokok penyakit infeksi, jaminan kesehatan yang perlu ditingkatkan. 4. Bangunan Kantor Perbekel, Kantor Dusun dan tempat ibadah masih perlu diperbaiki. 5. Saluran pembuangan limbah, telajakan terutama antisipasi musim hujan masih belum lancar. 6. Beberapa KK sanitasinya (Air bersih, sampah, limbah) masih perlu mendapat penanganan. 3. Indikasi program tahun depan : 1. Perencanaan program melalui Musrenbang Desa dengan melibatkan semua masyarakat. 2. Peningkatan Swadaya masyarakat. 3. Memberdayakan pola hidup sehat pada semua masyarakat. 4. Peningkatan peran serta dari pada organisasi masyarakat, LPM, PKK, Dasa Wisma dalam pembangunan maupun kesehatan. 5. Meningkatkan keamanan lingkungan melalui Siskamling. 6. Peningkatan peran adat/keagamaan dalam meningkatkan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 7. Peningkatan peran Karang Taruna melalui kegiatan Olah Raga dan Aktifitas Keagamaan. 8. Melakukan rehabilitasi terhadap fasilitas desa seperti : Kantor Perbekel, Kantor Dusun, Posyandu, saluran air, sarana jalan, dan saluran limbah. 94

95 4. Tingkat Perkembangan 5 tahunan 5. Kategori Perkembangan 5 tahunan : Swadaya/Swakarya/Swasembada : Swadaya Mula/Madya/Lanjut : Swakarya Mula/Madya/Lanjut : Swasembada Mula/Madya/Lanjut i 95

KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMERINTAHAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN

KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMERINTAHAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMERINTAHAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN Tahun 2016 Kode Desa (PUM) 3672020011 Desa/Kelurahan MEKARSARI Kecamatan PULOMERAK Kabupaten/Kota

Lebih terperinci

11/30/2017 Profil Desa dan Kelurahan

11/30/2017 Profil Desa dan Kelurahan DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa: CIPATIK Kecamatan: CIHAMPELAS Kabupaten: KABUPATEN BANDUNG BARAT Provinsi: JAWA BARAT Bulan: 11 Tahun: 2017 Nama Pengisi: FIRMAN ABDUL RAHMAN Pekerjaan: PEGAWAI

Lebih terperinci

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa : GRAHA INDAH Kecamatan : BALIKPAPAN UTARA Kota : KOTA BALIKPAPAN Provinsi : KALIMANTAN TIMUR Bulan : 12 Tahun : 2014 Nama Pengisi : SYAHRUDDIN,S.SOS Pekerjaan

Lebih terperinci

12/16/2016 DATA POKOK DESA/KELURAHAN

12/16/2016 DATA POKOK DESA/KELURAHAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN Tahun 2016 Kode Desa (PUM) 3218032008 Desa/Kelurahan SINDANGSARI Kecamatan CIMERAK

Lebih terperinci

PROFIL KELURAHAN TAMBELANSAMPIT

PROFIL KELURAHAN TAMBELANSAMPIT Profil Kelurahan Tambelansampit 2014 1 FORMAT LAPORAN PROFIL KELURAHAN TAMBELANSAMPIT Kelurahan : Tambelansampit Kecamatan : Pontianak Timur Kabupaten/Kota : Pontianak Provinsi : Kalimantan Barat Bulan

Lebih terperinci

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa: BANGUN JAYA Kecamatan: TOMONI Kabupaten: LUWU TIMUR Provinsi: SULAWESI SELATAN Bulan: 12 Tahun: 2012 Nama Pengisi: BAMBANG HW Pekerjaan: APARAT DESA Jabatan:

Lebih terperinci

10/3/2017 Profil Desa dan Kelurahan

10/3/2017 Profil Desa dan Kelurahan Tahun : 2016 Tampilkan DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa: GIRIKARTO Kecamatan: PANGGANG Kabupaten: KABUPATEN GUNUNG KIDUL Provinsi: DI YOGYAKARTA Bulan: 2 Tahun: 2016 Nama Pengisi: HERMANTO

Lebih terperinci

1 of 19 26/03/ :07

1 of 19 26/03/ :07 1 of 19 26/03/2015 10:07 DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa: KARANGTURI Kecamatan: KROYA Kabupaten: KABUPATEN CILACAP Provinsi: JAWA TENGAH Bulan: 11 Tahun: 2014 Nama Pengisi: TASANTO Pekerjaan:

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dahlan 2016/ 2017 untuk Divisi 1 B 2 berlokasi di Dusun Miri, Desa/Kelurahan

BAB I PENDAHULUAN. Dahlan 2016/ 2017 untuk Divisi 1 B 2 berlokasi di Dusun Miri, Desa/Kelurahan BAB I PENDAHULUAN A. DESKRIPSI WILAYAH Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler ke 61 Universitas Ahmad Dahlan 2016/ 2017 untuk Divisi 1 B 2 berlokasi di Dusun Miri, Desa/Kelurahan Duren, Kecamatan Tengaran,

Lebih terperinci

KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMERINTAHAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN Tahun 2016 Kode Desa (PUM) 3517070012 Desa/Kelurahan PULOSARI Kecamatan BARENG Kabupaten/Kota

Lebih terperinci

PROFIL DESA. Tabel Peruntukan Lahan Desa Selomartani. No Peruntukan Lahan Jumlah (Ha) Persen %

PROFIL DESA. Tabel Peruntukan Lahan Desa Selomartani. No Peruntukan Lahan Jumlah (Ha) Persen % Letak Geografis: PROFIL DESA Secara adiministrasi Desa Selomartani terletak di Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman dengan luas kurang lebih 89 ha, Tabel Peruntukan Lahan Desa Selomartani No Peruntukan

Lebih terperinci

PROFIL DESA CIHIDEUNG ILIR. Kondisi Geografis. Struktur Kependudukan. ]. k

PROFIL DESA CIHIDEUNG ILIR. Kondisi Geografis. Struktur Kependudukan. ]. k 13 PROFIL DESA CIHIDEUNG ILIR Profil Desa Cihideung Ilir memuat informasi mengenai desa yang dijadikan tempat penelitian. Adapun informasi yang tersaji dalam bab ini adalah mengenai kondisi geografis Desa

Lebih terperinci

BAB III PRAKTIK PELAKSANAAN BERJABAT TANGAN PADA SAAT PESTA PERNIKAHAN DI DESA BANDUNG LOR KUNIR, DEMPET, DEMAK

BAB III PRAKTIK PELAKSANAAN BERJABAT TANGAN PADA SAAT PESTA PERNIKAHAN DI DESA BANDUNG LOR KUNIR, DEMPET, DEMAK BAB III PRAKTIK PELAKSANAAN BERJABAT TANGAN PADA SAAT PESTA PERNIKAHAN DI DESA BANDUNG LOR KUNIR, DEMPET, DEMAK A. Gambaran Umum Desa Bandung Lor, Kunir, Dempet, Demak Bandung lor adalah salaha satu diantara

Lebih terperinci

BAB III ALIRAN KEAGAMAAN ORANG TUA DAN PILIHAN PENDAMPING HIDUP PEREMPUAN DI DESA SUMURGAYAM KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN

BAB III ALIRAN KEAGAMAAN ORANG TUA DAN PILIHAN PENDAMPING HIDUP PEREMPUAN DI DESA SUMURGAYAM KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN 48 BAB III ALIRAN KEAGAMAAN ORANG TUA DAN PILIHAN PENDAMPING HIDUP PEREMPUAN DI DESA SUMURGAYAM KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN A. Deskripsi Umum Obyek Penelitian Sumurgayam, merupakan suatu desa

Lebih terperinci

Batas-batas Desa Pasir Jambu adalah sebagai berikut:

Batas-batas Desa Pasir Jambu adalah sebagai berikut: KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1 Keadaan Biofisik 4.1.1 Letak dan Aksesibilitas Berdasarkan buku Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Purwakarta (21) Dinas Kehutanan Purwakarta merupakan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PENELITIAN. Tabel I Luas wilayah menurut penggunaan

BAB II GAMBARAN UMUM PENELITIAN. Tabel I Luas wilayah menurut penggunaan BAB II GAMBARAN UMUM PENELITIAN A. Letak dan Luas Wilayah Kelurahan Pagaruyung merupakan salah satu dari sekian banyak kelurahan yang ada dikecamatan Tapung yang terbentuk dari program Transmigrasi oleh

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PENDAHULUAN. A. Latar Belakang PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan kecamatan merupakan bagian integral dari pembangunan daerah dan pembangunan nasional. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memberikan

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 29 BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1 Letak Geografis dan Keadaan Lingkungan 4.1.1 Batas Wilayah Desa Mulyaharja terbentuk dari pemekaran Desa Sukaharja. Desa Sukaharja termasuk bagian dari Kecamatan

Lebih terperinci

P R O F I L DESA DANUREJO

P R O F I L DESA DANUREJO P R O F I L DESA DANUREJO PEMERINTAH KABUPATEN MAGELANG KECAMATAN MERTOYUDAN DESA DANUREJO ALAMAT :DANUREJO MERTOYUDAN MAGELANG TELP (0293) 325590 Website : danurejomty.wordpress.com Email : [email protected]

Lebih terperinci

BAB II DESA PULOSARI. Desa Pulosari merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan

BAB II DESA PULOSARI. Desa Pulosari merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan BAB II DESA PULOSARI 2.1 Keadaan Umum Desa Pulosari 2.1.1 Letak Geografis, Topografi, dan Iklim Desa Pulosari merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi

Lebih terperinci

DATA SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR SAMPAI DENGAN SEMESTER I TAHUN 2016

DATA SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR SAMPAI DENGAN SEMESTER I TAHUN 2016 DATA SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR SAMPAI DENGAN SEMESTER I TAHUN 2016 KELOMPOK DATA JENIS DATA : SUMBER DAYA ALAM : Pertanian, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, Peternakan, Perkebunan

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Tengah dari Kabupaten Lampung Barat di Provinsi Lampung. 2. Potensi Sumber Daya Alam dan Mata Pencarian

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Tengah dari Kabupaten Lampung Barat di Provinsi Lampung. 2. Potensi Sumber Daya Alam dan Mata Pencarian 45 IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Gambaran Umum Pekon Kampung Jawa 1. Potensi Pekon Kampung Jawa Pekon Kampung Jawa merupakan salah satu wilayah Kecamatan di Pesisir Tengah dari Kabupaten Lampung

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM. Desa Taman Sari merupakan bagian dari Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten

GAMBARAN UMUM. Desa Taman Sari merupakan bagian dari Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten IV. GAMBARAN UMUM A. Geografis Desa Taman Sari merupakan bagian dari Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Luas Desa Taman Sari adalah seluas 2.118 ha/m2. meliputi lahan pemukiman

Lebih terperinci

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa: BANGUJIWO Kecamatan: KASIHAN Kabupaten: KABUPATEN BANTUL Provinsi: DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Bulan: 8 Tahun: 2017 Nama Pengisi: MUGI RAHARJO Pekerjaan: Perangkat

Lebih terperinci

PROFIL DESA DAN KELURAHAN

PROFIL DESA DAN KELURAHAN LAMPIRAN V : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 FORMAT LAPORAN PROFIL DESA DAN KELURAHAN TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : MEDEWI Kecamatan : PEKUTATAN

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI KELEMBAGAAN SERTA SARANA DAN PRASARANA WILAYAH DI DESA

IDENTIFIKASI KELEMBAGAAN SERTA SARANA DAN PRASARANA WILAYAH DI DESA 9 IDENTIFIKASI KELEMBAGAAN SERTA SARANA DAN PRASARANA WILAYAH DI DESA Deskripsi Singkat Topik : Pokok Bahasan : ANALISIS KELEMBAGAAN SERTA PRASARANA DAN SARANA WILAYAH DI DESA Waktu : 1 (satu) kali tatap

Lebih terperinci

PROFIL KECAMATAN. 1. Nama : KECAMATAN KARERA 2. Ibu Kota Kecamatan : NGGONGI 3. Tahun Berdiri : 4. Batas Wilayah : a) Adminitrasi Pemerintahan :

PROFIL KECAMATAN. 1. Nama : KECAMATAN KARERA 2. Ibu Kota Kecamatan : NGGONGI 3. Tahun Berdiri : 4. Batas Wilayah : a) Adminitrasi Pemerintahan : PROFIL KECAMATAN 1. Nama : KECAMATAN KARERA 2. Ibu Kota Kecamatan : NGGONGI 3. Tahun Berdiri : 4. Batas Wilayah : a) Adminitrasi Pemerintahan : Nama Kecamatan : Karera Jumlah Desa / Kelurahan : 70 Desa

Lebih terperinci

PROFIL KECAMATAN TOMONI 1. KEADAAN GEOGRAFIS

PROFIL KECAMATAN TOMONI 1. KEADAAN GEOGRAFIS PROFIL KECAMATAN TOMONI 1. KEADAAN GEOGRAFIS Kecamatan Tomoni memiliki luas wilayah 230,09 km2 atau sekitar 3,31 persen dari total luas wilayah Kabupaten Luwu Timur. Kecamatan yang terletak di sebelah

Lebih terperinci

1. PERTANIAN, KEHUTANAN, KELAUTAN, PERIKANAN, PETERNAKAN & PERKEBUNAN. Tabel 1.1.1C

1. PERTANIAN, KEHUTANAN, KELAUTAN, PERIKANAN, PETERNAKAN & PERKEBUNAN. Tabel 1.1.1C SUMBER DAYA ALAM PERTANIAN, KEHUTANAN, KELAUTAN, PERIKANAN, PETERNAKAN & PERKEBUNAN. SUB SEKTOR TANAMAN PANGAN Apa yang sudah dicapai selama ini lebih ditingkatkan, Pemerintah Kota Jayapura akan lebih

Lebih terperinci

Profil Kabupaten Aceh Singkil

Profil Kabupaten Aceh Singkil Ibukota Batas Daerah Luas Letak Koordinat Profil Kabupaten Aceh Singkil : Singkil : Sebelah Utara berbatasan dengan Kota Subulussalam Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia Sebelah Barat

Lebih terperinci

PROFIL DESA DAN KELURAHAN

PROFIL DESA DAN KELURAHAN LAMPIRAN V : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 FORMAT LAPORAN PROFIL DESA DAN KELURAHAN TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : POHSANTEN Kecamatan : MENDOYO

Lebih terperinci

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. secara geografis terletak antara 101º20 6 BT dan 1º55 49 LU-2º1 34 LU, dengan

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. secara geografis terletak antara 101º20 6 BT dan 1º55 49 LU-2º1 34 LU, dengan 18 IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN 4.1. Letak dan Keadaan Geografis Kelurahan Lubuk Gaung adalah salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai Provinsi Riau. Kelurahan Lubuk

Lebih terperinci

LOKASI PENELITIAN. Desa Negera Ratu dan Negeri Ratu merupakan salah dua Desa yang berada

LOKASI PENELITIAN. Desa Negera Ratu dan Negeri Ratu merupakan salah dua Desa yang berada IV. LOKASI PENELITIAN A. Desa Negera Ratu dan Negeri Ratu Desa Negera Ratu dan Negeri Ratu merupakan salah dua Desa yang berada dinaungan Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara Berdasarkan Perda

Lebih terperinci

DATA POKOK DESA/KELURAHAN BULAN NOPEMBER - TAHUN 2017

DATA POKOK DESA/KELURAHAN BULAN NOPEMBER - TAHUN 2017 DATA POKOK DESA/KELURAHAN BULAN NOPEMBER - TAHUN 2017 Kode Desa (Kode PUM) :... Nama Desa/Kelurahan :... Kecamatan :... Kabupaten/Kota :... Provinsi :... Tahun Pembentukan :... Dasar Hukum Pembentukan

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Keadaan Umum Kecamatan Teluk Betung Timur. Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 04 Tahun 2012, tentang

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Keadaan Umum Kecamatan Teluk Betung Timur. Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 04 Tahun 2012, tentang 79 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Umum Kecamatan Teluk Betung Timur 1. Keadaan Umum Pemerintahan Kecamatan Teluk Betung Timur terbentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM DESA MUARA-BINUANGEUN

BAB IV GAMBARAN UMUM DESA MUARA-BINUANGEUN BAB IV GAMBARAN UMUM DESA MUARA-BINUANGEUN 4.1. Potensi Umum 4.1.1. Sekilas Tentang Desa Muara Desa Muara adalah salah satu desa yang terdapat di kecamatan Wanasalam, kabupaten Lebak, provinsi Banten.

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Desa Merak Belantung secara administratif termasuk ke dalam Kecamatan

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Desa Merak Belantung secara administratif termasuk ke dalam Kecamatan 24 IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Letak dan Luas Desa Merak Belantung secara administratif termasuk ke dalam Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Desa Merak Belantung

Lebih terperinci

PROFIL KECAMATAN. a) Adminitrasi Pemerintahan :

PROFIL KECAMATAN. a) Adminitrasi Pemerintahan : PROFIL KECAMATAN 1. Nama : KECAMATAN KOTA WAINGAPU 2. Ibu Kota Kecamatan : WAINGAPU 3. Tahun Berdiri : 1970 4. Batas Wilayah : Utara=Selat Sumba,Selatan=Kec,Kambera,Timur= Kec, Nggoa,Barat= Nggoa dan Kanatang

Lebih terperinci

PROFIL KECAMATAN. 1. Nama : KECAMATAN PABERIWAI. 2. Ibu Kota Kecamatan : KANANGGAR. 3. Tahun Berdiri : 5 JUNI

PROFIL KECAMATAN. 1. Nama : KECAMATAN PABERIWAI. 2. Ibu Kota Kecamatan : KANANGGAR. 3. Tahun Berdiri : 5 JUNI PROFIL KECAMATAN 1. Nama : KECAMATAN PABERIWAI 2. Ibu Kota Kecamatan : KANANGGAR 3. Tahun Berdiri : 5 JUNI 1962 4. Batas Wilayah : 1. Utara berbatasan dengan Kec. Kahaungu Eti 2. Timur berbatasan dengan

Lebih terperinci

PROFIL DESA DAN KELURAHAN

PROFIL DESA DAN KELURAHAN LAMPIRAN V : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 FORMAT LAPORAN PROFIL DESA DAN KELURAHAN TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : Tegak Kecamatan : Klungkung

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1. Profil Kelurahan Mulyaharja 4.1.1. Keadaan Umum Kelurahan Mulyaharja Kelurahan Mulyaharja terletak di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat.

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kota Bandar Lampung merupakan Ibu Kota Propinsi Lampung. Oleh

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kota Bandar Lampung merupakan Ibu Kota Propinsi Lampung. Oleh 39 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Umum Kota Bandar Lampung Kota Bandar Lampung merupakan Ibu Kota Propinsi Lampung. Oleh karena itu, selain merupakan pusat kegiatan pemerintahan, sosial,

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN Kelurahan Kalampangan Kelurahan Kalampangan secara Geografis terletak pada 20 0 16 00-20 0 19 20 LS dan 113 0 58 20-114 0 03 50 BT. Kelurahan ini secara administrasi termasuk

Lebih terperinci

Nama Kecamatan : Haharu Jumlah Desa / Kelurahan : 7 Desa Nama Desa atau kelurahan yang sekretarisnya PNS: Rambangaru,kadahang,Wunga,Napu

Nama Kecamatan : Haharu Jumlah Desa / Kelurahan : 7 Desa Nama Desa atau kelurahan yang sekretarisnya PNS: Rambangaru,kadahang,Wunga,Napu Sedang dalam pengembangan :) PROFIL KECAMATAN 1. Nama : KECAMATAN PANDAWAI 2. Ibu Kota Kecamatan : KAWANGU 3. Tahun Berdiri : 20 Agustus 1992 4. Batas Wilayah : Timur=Kecamatan Kanatang,Barat= Kec. Umbu

Lebih terperinci

BAB II KELURAHAN TANJUNG SELAMAT

BAB II KELURAHAN TANJUNG SELAMAT BAB II KELURAHAN TANJUNG SELAMAT II.1 Sejarah Singkat Pada bab ini penulis akan mendeskripsikan sekilas keadaan Kelurahan Tanjung Selamat, sejarah, letak geografis, lembaga pemerintah, orbitasi Kelurahan

Lebih terperinci

4.1. Letak dan Luas Wilayah

4.1. Letak dan Luas Wilayah 4.1. Letak dan Luas Wilayah Kabupaten Lamandau merupakan salah satu Kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Kotawaringin Barat. Secara geografis Kabupaten Lamandau terletak pada 1 9-3 36 Lintang Selatan dan

Lebih terperinci

PROFIL DESA DAN KELURAHAN

PROFIL DESA DAN KELURAHAN LAMPIRAN V : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 FORMAT LAPORAN PROFIL DESA DAN KELURAHAN TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : CUPEL Kecamatan : NEGARA Kabupaten/Kota

Lebih terperinci

PROFIL KELURAHAN TAHUN 2015

PROFIL KELURAHAN TAHUN 2015 PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 PROFIL KELURAHAN TAHUN 2015 Kelurahan : CIWEDUS Kecamatan : CILEGON Kabupaten/Kota : CILEGON Provinsi : BANTEN Bulan : DESEMBER

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN WILAYAH PENELITIAN. A. Kelurahan Proyonanggan Utara Batang

BAB III GAMBARAN WILAYAH PENELITIAN. A. Kelurahan Proyonanggan Utara Batang BAB III GAMBARAN WILAYAH PENELITIAN A. Kelurahan Proyonanggan Utara Batang 1. Keadaan Fisik a. Letak 62 Kelurahan Proyonangan Utara merupakan kelurahan salah satu desa pesisir di Kabupaten Batang Provinsi

Lebih terperinci

Perkembangan Ekonomi Makro

Perkembangan Ekonomi Makro Boks 1.2. Pemetaan Sektor Pertanian di Jawa Barat* Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB (harga berlaku) tahun 2006 sebesar sekitar 11,5%, sementara pada tahun 2000 sebesar 14,7% atau dalam kurun waktu

Lebih terperinci

Kegiatan Ekonomi. Berdasarkan Potensi Alam

Kegiatan Ekonomi. Berdasarkan Potensi Alam Bab 7 Kegiatan Ekonomi Berdasarkan Potensi Alam Bab ini akan membahas tentang kegiatan ekonomi yang didasarkan pada potensi alam. Pelajarilah dengan saksama agar kamu dapat mengenal aktivitas-aktivitas

Lebih terperinci

PROFIL KECAMATAN DALAM PENGEMBANGAN

PROFIL KECAMATAN DALAM PENGEMBANGAN PROFIL KECAMATAN DALAM PENGEMBANGAN 1. Nama : KECAMATAN PAHUNGA LODU 2. Ibu Kota Kecamatan : TANDENING 3. Tahun Berdiri : 4. Batas Wilayah : UTARA=KEC, RINDI, SELATAN=KEC, WULA WAIJELU,TIMUR=LAUT SABU,BARAT

Lebih terperinci

KONDISI UMUM WILAYAH

KONDISI UMUM WILAYAH DESA : CIMANDE HILIR KECAMATAN : CARINGIN KABUPATEN : BOGOR PERIODE : II / 2008 Kondisi Fisik Geografi KONDISI UMUM WILAYAH Desa Cimande Hilir merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI 4.1 Letak Geografis dan Keadaan Lingkungan Desa Cisarua adalah desa yang terletak di wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Desa ini memiliki luas wilayah sebesar ±

Lebih terperinci

II. B. KETERANGAN RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN

II. B. KETERANGAN RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN ST01-L BADAN PUSAT STATISTIK REPUBLIK INDONESIA SENSUS PERTANIAN 01 PENCACAHAN LENGKAP RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN RAHASIA I. KETERANGAN UMUM RUMAH TANGGA 101. Provinsi Kab/Kota Kecamatan Desa/Kel. No.

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM. Wilayah Sulawesi Tenggara

GAMBARAN UMUM. Wilayah Sulawesi Tenggara GAMBARAN UMUM Wilayah Sulawesi Tenggara Letak dan Administrasi Wilayah Sulawesi Tenggara terdiri atas Jazirah dan kepulauan terletak antara 3 o - 6 o Lintang selatan dan 12 45' bujur timur, dengan total

Lebih terperinci

DATA POKOK DESA/KELURAHAN http://www.prodeskel.binapemdes.kemendagri.go.id/dpokok_grid_t01/ KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMERINTAHAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN

Lebih terperinci

GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian

GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian Curah hujan Kecamatan Babulu rata-rata 242,25 mm pada tahun 2010 Kecamatan Babulu memiliki luas 399,46 km 2. Secara geografis berbatasan

Lebih terperinci

PROFIL DESA DAN KELURAHAN

PROFIL DESA DAN KELURAHAN LAMPIRAN V : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 FORMAT LAPORAN PROFIL DESA DAN KELURAHAN TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : Tegalbadeng Timur Kecamatan

Lebih terperinci

PROFIL KECAMATAN ANGKONA

PROFIL KECAMATAN ANGKONA PROFIL KECAMATAN ANGKONA Link Website Kecamatan Angkona 1. KEADAAN GEOGRAFIS Kecamatan Angkona terletak 32 km di jazirah timur ibukota Kabupaten LuwuTimur. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Nuha

Lebih terperinci

DAFTAR LAMPIRAN. Lowokwaru kota Malang. Memiliki curah hujan 1883 mm/thn, ketinggian 452 Meter dari

DAFTAR LAMPIRAN. Lowokwaru kota Malang. Memiliki curah hujan 1883 mm/thn, ketinggian 452 Meter dari DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : A. Kondisi Obyektif Lapangan Penelitian Kelurahan Merjosari terletak di jalan Mertojoyo No. 1 Telp 560525 kode pos 65144 Malang. Kelurahan ini merupakan salah satu kelurahan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 5 TAHUN 1996

PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 5 TAHUN 1996 PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR TAHUN 199 TENTANG PERUBAHAN KEDUA PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I LAMPUNG NOMOR TAHUN 1991 TENTANG RETRIBUSI PANGKALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

Profil Kabupaten Aceh Barat

Profil Kabupaten Aceh Barat Ibukota Batas Daerah Profil Kabupaten Aceh Barat : Meulaboh : Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Aceh Jaya dan Pidie Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia dan Kabupaten Nagan Raya

Lebih terperinci

DATA POKOK DESA RANTAU JAYA UDIK KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN 2016

DATA POKOK DESA RANTAU JAYA UDIK KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN 2016 DATA POKOK DESA RANTAU JAYA UDIK KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN 2016 Tahun 2016 Kode Desa (PUM) 1807012010 Desa/Kelurahan RANTAU JAYA UDIK Kecamatan SUKADANA Kabupaten/Kota KABUPATEN

Lebih terperinci

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN LAMPIRAN II : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : NAMBO PADANG Kecamatan : N A M B O Kabupaten/Kota : B

Lebih terperinci

SUMBER DATA YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGISI PROFIL DESA/KELURAHAN

SUMBER DATA YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGISI PROFIL DESA/KELURAHAN 1 DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Kode PUM 32.04.15.2001 Desa/Kelurahan PANGALENGAN Kecamatan PANGALENGAN Kabupaten/Kota BANDUNG Provinsi JAWA BARAT Bulan DESEMBER Tahun 2017 Luas (Ha) 589,946

Lebih terperinci

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN LAMPIRAN II : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : NAMBO PADANG Kecamatan : N A M B O Kabupaten/Kota : B

Lebih terperinci

REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN DALAM NEGERI DIREKTORAT JENDERAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN BULAN 3 TAHUN 2016

REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN DALAM NEGERI DIREKTORAT JENDERAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN BULAN 3 TAHUN 2016 REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN DALAM NEGERI DIREKTORAT JENDERAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DATA POKOK DESA/KELURAHAN BULAN 3 TAHUN 2016 Kode Desa (Kode PUM) : 3207011002 Nama Desa/Kelurahan : KERTASARI

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pringsewu, secara geografis Kabupaten

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pringsewu, secara geografis Kabupaten 47 IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Letak Geografis dan Luas Wilayah Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pringsewu, secara geografis Kabupaten Pringsewu terletak pada 140 0 42 0-105 0 8 0 BT dan

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Lokasi dan Kondisi Fisik Kecamatan Berbah 1. Lokasi Kecamatan Berbah Kecamatan Berbah secara administratif menjadi wilayah Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa

Lebih terperinci

Profil Kabupaten Aceh Tamiang

Profil Kabupaten Aceh Tamiang Profil Kabupaten Aceh Tamiang Ibukota : Karang Baru Batas Daerah : Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Aceh Timur, Kota langsa dan Selat Malaka Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Langkat

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung. Kota

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung. Kota 66 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Gambaran Umum Kota Bandarlampung 1. Letak Geografis Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung. Kota Bandarlampung memiliki luas wilayah

Lebih terperinci

TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa / Kelurahan Kecamatan Kabupaten / Kota Provinsi Bulan Tahun : : : : : :

TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa / Kelurahan Kecamatan Kabupaten / Kota Provinsi Bulan Tahun : : : : : : TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa / Kelurahan Kecamatan Kabupaten / Kota Provinsi Bulan Tahun : : : : : : Paritmayor Pontianak Timur Pontianak Kalimantan Barat Desember 2014 KELURAHAN PARITMAYOR KECAMATAN

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN. Kabupaten Deli Serdang. Berada di jalur lintas Sumatera, desa ini terletak diantara dua kota besar di

BAB II DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN. Kabupaten Deli Serdang. Berada di jalur lintas Sumatera, desa ini terletak diantara dua kota besar di BAB II DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN II. 1 Deskripsi Desa Muliorejo Desa Muliorejo merupakan salah satu desa / kelurahan yang berada di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Berada di jalur lintas Sumatera,

Lebih terperinci

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA ( LPPD ) KELURAHAN MALIARO KECAMATAN KOTA TERNATE TENGAH TAHUN ANGGARAN 2015 KEPADA PEMERINTAH KOTA TERNATE

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA ( LPPD ) KELURAHAN MALIARO KECAMATAN KOTA TERNATE TENGAH TAHUN ANGGARAN 2015 KEPADA PEMERINTAH KOTA TERNATE LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA ( LPPD ) KELURAHAN MALIARO KECAMATAN KOTA TERNATE TENGAH TAHUN ANGGARAN 2015 KEPADA PEMERINTAH KOTA TERNATE LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA (LPPD) PENGANTAR

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 24 GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN Keadaan Wilayah dan Potensi Sumber daya Alam Desa Cikarawang adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan luas wilayah 2.27

Lebih terperinci

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG LAPORAN KEPALA DESA LAPORAN KEPALA DESA

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG LAPORAN KEPALA DESA LAPORAN KEPALA DESA SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG LAPORAN KEPALA DESA LAPORAN KEPALA DESA A. FORMAT RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA A.1 FORMAT

Lebih terperinci

INDIKATOR PENILAIAN PERLOMBAAN KELURAHAN TAHUN 2015

INDIKATOR PENILAIAN PERLOMBAAN KELURAHAN TAHUN 2015 PENILAIAN PERLOMBAAN KELURAHAN TAHUN 0 Nama Kelurahan Kecamatan Hari/Tanggal Penilaian Lomba : PARIT MAYOR : Pontianak Timur : Rabu, 04 Maret 0 I. Indikator Penilaian Perlombaan Desa dan Kelurahan A. Orbitasi

Lebih terperinci

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN 1 LAMPIRAN II : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR TANGGAL : : 12 TAHUN 2007 12 MARET 2007 DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi Bulan Tahun Nama Pengisi

Lebih terperinci

BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURABAYA 2012 DAFTAR TABEL

BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURABAYA 2012 DAFTAR TABEL DAFTAR TABEL Tabel SD-1. Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan Utama... 1 Tabel SD-1A. Perubahan Luas Wilayah Menurut Penggunaan lahan Utama Tahun 2009 2011... 2 Tabel SD-1B. Topografi Kota Surabaya...

Lebih terperinci

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN

DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN LAMPIRAN II : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 DAFTAR ISIAN POTENSI DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : Desa Gumbrih Kecamatan : Pekutatan Kabupaten/Kota : Jembrana

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM DESA PAKUNCEN KECAMATAN BOJONEGARA

BAB II GAMBARAN UMUM DESA PAKUNCEN KECAMATAN BOJONEGARA BAB II GAMBARAN UMUM DESA PAKUNCEN KECAMATAN BOJONEGARA A. Letak Geografis Desa Pakuncen Desa Pakuncen adalah salah satu Desa yang berada di wilayah Kecamatan Bojonegara Kabupaten Serang Provinsi Banten,

Lebih terperinci

PROFIL DESA DAN KELURAHAN

PROFIL DESA DAN KELURAHAN LAMPIRAN V : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 12 TAHUN 2007 TANGGAL : 12 MARET 2007 FORMAT LAPORAN PROFIL DESA DAN KELURAHAN TINGKAT DESA DAN KELURAHAN Desa/Kelurahan : Dasan Cermen Kecamatan : Sandubaya

Lebih terperinci

Jenis-jenis Sumber Daya Alam

Jenis-jenis Sumber Daya Alam Jenis-jenis Sumber Daya Alam Apa yang dimaksud dengan sumber daya alam? Sumber daya alam merupakan kekayaan alam di suatu tempat yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Berbagai jenis tumbuhan,

Lebih terperinci

Katalog BPS :

Katalog BPS : Katalog BPS : 1101002.6409010 Statistik Daerah Kecamatan Babulu 2015 Statistik Daerah Kecamatan Babulu No. Publikasi : 6409.550.1511 Katalog BPS : 1101002.6409010 Naskah : Seksi Statistik Neraca Wilayah

Lebih terperinci

2. Jarak Geografis INDIKATOR PENILAIAN PERLOMBAAN KELURAHAN PARIT MAYOR

2. Jarak Geografis INDIKATOR PENILAIAN PERLOMBAAN KELURAHAN PARIT MAYOR INDIKATOR PENILAIAN PERLOMBAAN KELURAHAN PARIT MAYOR KECAMATAN PONTIANAK TIMUR TAHUN 2015 I. Indikator Penilaian Perlombaan Desa dan Kelurahan A. Orbitasi 1. Orbitasi Wilayah No Indokator Sun Indikator

Lebih terperinci

ii KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, BPS Kabupaten Teluk Bintuni telah dapat menyelesaikan publikasi Distrik Weriagar Dalam Angka Tahun 203. Distrik Weriagar

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penggunaan lahan di Kabupaten Serang terbagi atas beberapa kawasan :

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penggunaan lahan di Kabupaten Serang terbagi atas beberapa kawasan : 54 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Tata Guna Lahan Kabupaten Serang Penggunaan lahan di Kabupaten Serang terbagi atas beberapa kawasan : a. Kawasan pertanian lahan basah Kawasan pertanian lahan

Lebih terperinci

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Kondisi Geografis. dari luas Provinsi Jawa Barat dan terletak di antara Bujur Timur

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Kondisi Geografis. dari luas Provinsi Jawa Barat dan terletak di antara Bujur Timur III. KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI A. Kondisi Geografis Kabupaten Subang merupakan kabupaten yang terletak di kawasan utara Jawa Barat. Luas wilayah Kabupaten Subang yaitu 2.051.76 hektar atau 6,34% dari

Lebih terperinci

V. GAMBARAN UMUM. Desa Lulut secara administratif terletak di Kecamatan Klapanunggal,

V. GAMBARAN UMUM. Desa Lulut secara administratif terletak di Kecamatan Klapanunggal, V. GAMBARAN UMUM 5.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Desa Lulut secara administratif terletak di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Desa ini berbatasan dengan Desa Bantarjati

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kecamatan Sragi merupakan salah satu kecamatan dari 17 Kecamatan yang

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kecamatan Sragi merupakan salah satu kecamatan dari 17 Kecamatan yang 43 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Gambaran Umum Daerah Penelitian 1. Keadaan Umum Kecamatan Sragi a. Letak Geografis Kecamatan Sragi merupakan salah satu kecamatan dari 17 Kecamatan yang ada di

Lebih terperinci

Statistik Daerah Kabupaten Bintan

Statistik Daerah Kabupaten Bintan Statistik Daerah Kabupaten Bintan 2012 STATISTIK DAERAH KECAMATAN TAMBELAN 2014 STATISTIK DAERAH KECAMATAN TAMBELAN 2014 ISSN : No. Publikasi: 21020.1423 Katalog BPS : 1101001.2102.070 Ukuran Buku : 17,6

Lebih terperinci

SAMBUTAN KEPALA WILAYAH KECAMATAN TOBELO TIMUR

SAMBUTAN KEPALA WILAYAH KECAMATAN TOBELO TIMUR SAMBUTAN KEPALA WILAYAH KECAMATAN TOBELO TIMUR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat, taufik, hidayah serta bimbingan-nya maka buku publikasi Kecamatan Tobelo

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan. Desa Bumi Restu memiliki

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan. Desa Bumi Restu memiliki 65 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Letak Geografis dan Luas Wialayah Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan yang berlokasi pada dua Desa yaitu Desa Bumi Restu dan

Lebih terperinci

BAB III PRAKTIK DAGANG SAPÉ AREMBHEK DI DESA KAYUPUTIH KECAMATAN PANJI KABUPATEN SITUBONDO

BAB III PRAKTIK DAGANG SAPÉ AREMBHEK DI DESA KAYUPUTIH KECAMATAN PANJI KABUPATEN SITUBONDO BAB III PRAKTIK DAGANG SAPÉ AREMBHEK DI DESA KAYUPUTIH KECAMATAN PANJI KABUPATEN SITUBONDO A. Keadaan Umum Desa Kayuputih 1. Keadaan Geografis Desa Kayuputih merupakan salah satu desa yang berada di wilayah

Lebih terperinci

Potensi Kota Cirebon Tahun 2010 Bidang Pertanian SKPD : DINAS KELAUTAN PERIKANAN PETERNAKAN DAN PERTANIAN KOTA CIREBON

Potensi Kota Cirebon Tahun 2010 Bidang Pertanian SKPD : DINAS KELAUTAN PERIKANAN PETERNAKAN DAN PERTANIAN KOTA CIREBON Potensi Kota Cirebon Tahun 2010 Bidang Pertanian SKPD : DINAS KELAUTAN PERIKANAN PETERNAKAN DAN PERTANIAN KOTA CIREBON No. Potensi Data Tahun 2009 Data Tahun 2010*) 1. Luas lahan pertanian (Ha) 327 327

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM TEMPAT PENELITIAN. Awal terbentuknya Desa Margo Mulyo Pada tahun 1960 terjadi bencana alam

IV. GAMBARAN UMUM TEMPAT PENELITIAN. Awal terbentuknya Desa Margo Mulyo Pada tahun 1960 terjadi bencana alam IV. GAMBARAN UMUM TEMPAT PENELITIAN A. Kondisi Desa 1. Sejarah Desa Awal terbentuknya Desa Margo Mulyo Pada tahun 1960 terjadi bencana alam gunung berapi di Magelang Kecamatan Serumbung Jawa tengah. Pada

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR KECAMATAN CIAWI KANTOR KEPALA DESA CILEUNGSI Alamat : Jalan Raya Veteran III No. 27 Tapos Kec. Ciawi Kab.

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR KECAMATAN CIAWI KANTOR KEPALA DESA CILEUNGSI Alamat : Jalan Raya Veteran III No. 27 Tapos Kec. Ciawi Kab. PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR KECAMATAN CIAWI KANTOR KEPALA DESA CILEUNGSI Alamat : Jalan Raya Veteran III No. 27 Tapos Kec. Ciawi Kab. Bogor 16760 PROFIL/RIWAYAT DESA CILEUNGSI Desa Cileungsi merupkan salah

Lebih terperinci