Concomitant Therapy with Cineole (Eucalyptole) Reduces Exacerbation in COPD: A Placebo-Controlled Double-Blind Trial
|
|
|
- Utami Irawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENUGASAN EVIDENCE BASED MEDICINE BLOK RESPIRASI Concomitant Therapy with Cineole (Eucalyptole) Reduces Exacerbation in COPD: A Placebo-Controlled Double-Blind Trial Disusun oleh : Rian Ma rufi Ovillia Mutiara S Sari Sania Tutor : dr. Eska Agustin FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA 2011
2 SKENARIO Seorang laki-laki 45 tahun mengeluh batuk lama sejak 2 tahun yang lalu kadang-kadang disertai dahak dan sesak napas. Saat periksa ke dokter, pasien tersebut mengaku seorang perokok berat sejak 20 tahun yang lalu. Berdasarkan pemeriksaan fisik dan penunjang, dokter menyatakan bahwa pasien tersebut menderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Dokter lalu memberikan terapi antibiotik, ekspektoran, mukolitik dan salbutamol. Pasien menanyakan tentang bagaimana kelanjutan dari penyakitnya setelah minum obat tersebut? TUGAS Carilah bukti berdasarkan Evidence Based Medicine (EBM) tentang terapi PPOK. STEP 1: Menentukan Problem Pasien Apakah pemberian mukolitik efektif dalam mengurangi tingkat eksaserbasi pada pasien PPOK? STEP 2: Analisis PICO - P (Patient) : laki-laki 45 tahun dengan PPOK - I (Intervention) : terapi kombinasi dengan mukolitik (cineole) - C (Comparison) : tanpa mukolitik - O (Outcome) : efektif dalam mengurangi tingkat eksaserbasi PPOK STEP 3: Menyusun Good Clinical Answerable Question Apakah terapi kombinasi dengan mukolitik (cineole), dibandingkan dengan pemberian plasebo lebih efektif dalam mengurangi tingkat eksaserbasi pada pasien pria usia 45 tahun dengan PPOK? STEP 4: Penelusuran Evidence - Melalui : search.ebscohost.com - Kata kunci : mucolytic for COPD with dyspneu - Didapatkan jurnal dengan judul : Concomitant Therapy with Cineole (Eucalyptole) Reduces Exacerbation in COPD: A Placebo-Controlled Double-Blind Trial
3 - Penulis : Heinrich Worth, Christian Schacher and Uwe Dethlefsen - Tahun : 2009
4 RESUME EVIDENCE Judul Jurnal Referensi Concomitant therapy with Cineole (Eucalyptole) reduces exacerbations in COPD: A placebo-controlled double-blind trial Resume Laporan Penelitian Heinrich Worth, Christian Schacher and Uwe Dethlefsen Respiratory Research [Respir Res] 2009 Jul 22; Vol. 10, pp. 69. Date of Electronic Publication: 2009 Jul 22. Latar belakang Efek klinis mukolitik pada pasien dengan PPOK dibahas secara kontroversial. Cineole adalah konstituen utama dari minyak kayu putih dan terutama digunakan dalam penyakit inflamasi saluran nafas sebagai agen mukolitik. Kami membuat hipotesis bahwa yang diketahui mukolitik, bronkodilatasi dan efek anti-inflamasi sebagai terapi bersamaan akan mengurangi tingkat eksaserbasi yang ditimbulkan PPOK dan menunjukkan manfaat pada tes fungsi paru serta meningkatkan kualitas hidup pada pasien dengan PPOK. Metode Dalam hal ini, double-blind placebo-controlled multi-center-study yang digunakan, kita mengacak 242 pasien PPOK stabil untuk menerima terapi 200 mg cineole atau plasebo 3 kali sehari secara bersamaan selama 6 bulan pada musing dingin. Frekuensi, durasi dan tingkat eksaserbasi digabungkan sebagai primary outcome untuk menguji berbagai kriteria. Secondary outcome termasuk didalamnya adalah perubahan fungsi paru-paru, gejala-gejala saluran pernafasan dan kualitas hidup merupakan parameter utama dalam menilai tingkat eksaserbasi PPOK. Hasil Baseline demografi, fungsi paru-paru dan pengobatan standar dari kedua kelompok adalah sama atau sebanding. Selama masa pengobatan 6 bulan beberapa kriteria frekuensi, durasi dan tingkat eksaserbasi secara signifikan lebih rendah pada kelompok perlakuan dengan cineole dibandingkan dengan kelompok perlakuan plasebo. Efek samping pada kedua kelompok juga sebanding. Kesimpulan
5 Terapi dengan cineole terbukti mengurangi tingkat eksaserbasi serta dyspnea dan meningkatkan fungsi dari paru-paru serta kualitas hidup. Penelitian ini lebih lanjut menunjukkan cineole sebagai pengendali aktif peradangan saluran nafas dalam PPOK pada patofisiologi yang berhubungan dengan membran mukosa pada peradangan saluran nafas. STEP 5: Jawaban Pertanyaan Klinik Jawaban ini diperoleh dari jurnal / evidance yang telah dipilih. Pada penelitian ini, dipaparkan manfaat dari terapi kombinasi dengan cineole. Manfaat dari terapi kombinasi dengan cineole ini seperti mengurangi tingkat eksaserbasi serta dyspnea, dan juga didapatkan bahwa terapi dengan menggunakan cineole dapat meningkatkan fungsi dari paru-paru serta meningkatkan kualitas hidup. Pada penelitian ini subyek yang diambil berumur tahun berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan dan semua subyek penelitian juga mempunyai riwayat meroko. Selain itu, subyek penelitian yang diambil hanya yang memenuhi kriteria GOLD 2 dan 3. Pasien kami termasuk dalam kriteria GOLD 2 / sedang karena mempunyai riwayat sesak nafas, namun masih perlu dilakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan pasien kami masuk ke dalam kriteria tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi kombinasi dengan mukolitik (cineole) dapat mengurangi tingkat eksaserbasi pada pasien laki-laki berumur 45 tahun dengan PPOK disertai riwayat merokok. STEP 6: Menentukan Level of Evidence Studies of treatment and prevention Level 1A Level 1B Level 2 Level 3 Systematic overview or metaanalysis of high quality randomized controlled trials. Appropriately designed randomized controlled trial with adequate power to answer the question posed by the investigation Nonrandomized clinical trial or cohort study with indusputable result Randomized controlled trial or systematic overview that does not meet Level 1 criteria Nonrandomized clinical trial cohort study Other Level 4 Level of Evidence from study treatment and prevention.
6 Jurnal ini masuk dalam LEVEL 2 karena hanya randomized controlled trial tanpa systematic review atau meta-analysis. Grade Criteria Grade A The best evidence was at Level 1 Grade B The best evidence was at Level 2 Grade C The best evidence was at Level 3 Grade D The best evidence was at Level 4 Jadi, Level of Evidence dan Level of Recommendation : 2 B
7 STEP 7: Critical Apprasial Menggunakan worksheet therapy Worksheet critical apprasial Judul Jurnal : Worksheet Critical Apprasial Jurnal Terapi Concomitant therapy with Cineole (Eucalyptole) reduces exacerbations in COPD: A placebo-controlled double-blind trial Sumber : Respiratory Research :69 Melalui : search.ebscohost.com Citation : Worth, H, Schacher, C, & Dethlefsen, U 2009, 'Concomitant therapy with Cineole (Eucalyptole) reduces exacerbations in COPD: a placebocontrolled double-blind trial', Respiratory Research, 10, p. 69, MEDLINE with Full Text, EBSCOhost, viewed 6 January Are the result of this single preventive or therapeutic trial valid? Validitas: Apakah jurnal ini valid? 1.Was the assigment of patient to treatments randomised? Alokasi pasien dilakukan secara acak. Pasien secara acak dikelompokkan ke dalam 2 kelompok, yaitu kelompok yang mendapatkan terapi dengan mukolitik dan kelompok yang tidak mendapatkan terapi mukolitik. 2. Was the randomisation list concealed? Terdapat dalam materials and methods bagian treatment groups (halaman 2) Alokasi pasien dilakukan secara tersembunyi. Pasien dikelompokkan ke dalam 2 kelompok secara tersembunyi. Dokter juga tidak mengetahui pasien berada pada kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol. (Double Blind) Terdapat dalam abstract bagian
8 3. Was follow-up of patient sufficiently long and complete? 4. Were all patients analysed in the groups to which they were randomised? 5. Were patient and clinicians kept blind to treatment? 6. Were the groups treated equally, apart from the experimental treatment? methods (halaman 1) Kunjungan kontrol dilakuakn setelah 1,2,3,4,5 dan 6 bulan dilihat dari tingkat eksaserbasi sejak terakhir kunjungan, frekuensi dan karakteristik dyspnea, hipersekrsi, batuk, efek samping serta kepatuhan. Spirometri dilakukan pada awal penelitian dan setelah 3 dan 6 bulan pengobatan. Terdapat dalam materials and methods bagian visits and randomization (halaman 3) Data dianalisis dengan dasat itention to treat, bahwa semua pasien yang memenuhi kriteria diikutsertakan dalam penelitian dan dibagi dalam 2 kelompok, masing-masing kelompok tetap mulai dari awal hingga akhir penelitian. Tidak disebutkan perpindahan pasien antar kelompok. Terdapat dalam methods bagian statistical analysis (halaman 3) Pasien maupun dokter tidak mengetahui pengalokasian kelompok pasien. Mereka tidak mengetahui apakah termasuk kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol, karena masing-masing kelompok mendapatkan obat (cinecole/plasebo) 2 kapsul 3 kali sehari. Pasien meminum obat setengah jam sebelum makan agar mereka tidak mengenali bau cinecole. Selain itu, kapsul obat juga sangat identik. Terdapat dalam materials and methods bagian treatment groups (halaman 2) Kedua kelompok mendapat perlakuan yang sama terpisah dari obat yang diujikan. Antara kedua kelompok mendapatkan terapi kombinasi yang seimbang. Terdapat dalam result bagian materials and methods (halaman 3)
9 7. Were the groups similar at the start of the trial? Kedua kelompok seimbang secara statistik, baik dari segi demografis, karakteristik klinis penyakit serta riwayat penyakit. Dapat dilihat pada tabel 1 Base Line Characteristics of the Patients (halaman 4) Are the valid results of this randomised trial important? Relative Risk Reduction (RRR) CER EER CER-EER CER 54,5% 71,82% 54,5-71,82 54,5 = 31,7% P value : 0,012 Absolute Risk Reduction (ARR) 95% Cl to Number Needed to Treat (NNT) CER-EER 1 ARR 54,5-71,82 1 = 17,32% 0,173 = 5,7 6 pasien 3 to 22 Didapatkan CER < EER sehingga dapat disimpulkan bahwa jurnal ini penting, karena outcome (penurunan tingkat eksaserbasi) pada kelompok perlakuan lebih besar daripada outcome pada kelompok kontrol. Pada jurnal tersebut didapatkan NNT sebanyak 6 pasien. Ini dapat diartikan sebagai berikut : Kita harus mengobati 6 pasien PPOK untuk mendapatkan 1 orang yang tingkat eksaserbasinya menurun. Pada jurnal tersebut, nilai NNT baik bila nilainya semakin kecil. P value pada outcome primer pada jurnal adalah 0,012. Oleh karena hasil P value tersebut kurang dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian tersebut bermakna dan signifikan.
10 1. Is your patient so different from those in the study that its results cannot apply? 2. Is the treatment feasible in your setting? 3. Do your patient and you have a clear assessment of their values and preferences? Ya [ ] Tidak [ ] Pasien yang kita miliki tidak jauh berbeda dengan pasien pada subyek penelitian. Seperti faktor resiko dan umur. Karena kondisi pasien yang kita miliki tidak jauh berbeda dengan subyek penelitian, maka hasilnya dapat kita terapkan, namun harus dilakukan pemeriksaan yang lebih lanjut untuk memastikan kesamaan karakteristik pasien dengan subyek penelitian. Dengan mempertimbangkan karakteristik pasien, kepatuhan, kenyamanan, keamanan dan biaya. Outcome yang diinginkan pasien mungkin dapat tercapai. 4. Are they met by this regimen and its Ya, pasien mungkin siap dengan segala konsekuensinya. consequences? Can you apply this valid, important evidence about therapy in caring for your patient? Additional Note: Studi pada jurnal tersebut melingkupi pasien dengan kondisi sedang sampai berat dengan beberapa kriteria dan tidak mempunyai penyakit seperti gagal jantung, infark myokaridal maupun tumor paru. Dalam perawatan primer, mungkin kasus-kasus PPOK dengan kriteria yang sedikit berbeda dapat ditemukan dan pengobatan kombinasi dengan cineole (mukolitik) dapat memberikan efek yang berbeda pada pasien tersebut. Oleh sebab itu, harus diperhatikan secara rinci berbagai kriteria pada pasien untuk menerapkan hasil yang didapatkan dari jurnal terapi ini.
11 STEP 8: Penerapan pada praktek Dengan memperhatikan beberapa kriteria kesamaan kasus atau problem dan variabel individual pasien dapat disimpulkan bahwa hasil pencarian evidence ini dapat diterapkan pada kasus pemicu ini. Beberapa alasan yang mendasari mengapa hasil penelitian ini bisa digunakan karena penelitiannya valid, jumlah pasien banyak, dan memeliki kesesuaian karakteristik penderita. Hasil penelitian tersebut valid karena memenuhi syarat randomisasi, follow up nya lengkap, dianalisis pada kelompok awal dan keluaran dari randomisasi dinilai dengan double blinding. Jumlah subyek penelitian pada penelitian ini sebanyak 242 pasien, namun ada 20 pasien yang tidak memenuhi kriteria, sehingga jumlah subyek penelitian ini sebanyak 222 pasien, jumlah yang cukup banyak dalam sebuah penelitian. Pasien pada kasus dengan subyek penelitian tidak jauh berbeda karakteristiknya, seperti yang terlihat pada tabel 1 Base Line Characteristics of the Patients (halaman 4). Tahap-Tahap Pelaksanaan Aplikasi Evidance Based Medicine No. Steps Formulation Your Work 1. Clinical What Pasien laki-laki 45 tahun, scenario information do didiagnosis PPOK. 2. PICO assessment 3. Clinical Question 4. Information sources you have? Problem, Intervention, Comparison, Outcome? What is question behind the clinical scenario? Which source do you need to search? P : laki-laki 45 tahun dengan PPOK I : terapi kombinasi dengan mukolitik C : tanpa mukolitik O: efektif dalam mengurangi tingkat eksaserbasi PPOK Apakah terapi kombinasi dengan mukolitik (cineole), dibandingkan dengan pemberian plasebo lebih efektif dalam mengurangi tingkat eksaserbasi pada pasien pria usia 45 tahun dengan PPOK? Terapi mukolitik pada pasien dengan PPOK 5. Type PEDET? Problem terapi : Apakah pemberian
12 question 6. Type of Systematic research Review, RCT? 7. Search limits Do you want to restrict your search? 8. Key word Think of key and or word, phrase? phrase 9. Search combination How will you combine your words and phrase using and or? 10. Summarize What is your conclusion about the journal? 11. Application Can you apply to you patient? Why? mukolitik efektif dalam mengurangi tingkat eksaserbasi pada pasien PPOK? Randomized Control Trial Keefektifan mukolitik untuk menurunkan eksaserbasi dan sesak nafas pada PPOK Mucolytics for COPD with dyspneu Mucolytics for COPD with dyspneu Pemberian terapi kombinasi dengan cineole (mukolitik) pada kelompok perlakuan dapat menurunkan eksaserbasi pada pasien PPOK lebih banyak dibandingan dengan kelompok kontrol. Ya, karena subyek pada penelitian pada jurnal tersebut karakteristiknya hampir sama dengan pasien yang kami miliki. STEP 9: Evaluasi Perlu dilakukan pencarian sumber lain supaya mendapatkan evidence yang lebih baik terutama dalam hal tahun penelitian, lokasi penelitian yang sama, kesamaan karakteristik penderita dan keamanan hasil tindakan. Sebaiknya kita memperbaharui pengobatan setiap penyakit terkini, agar efektifitas obat yang kita berikan tidak mengecewakan pasien. Lokasi penelitian pada jurnal kami masih terbatas pada jurnal luar negeri/ luar Asia, sehingga perlu dilakukan pencarian jurnal yang membahas penelitian yang sama, namun berlokasi di sekitas Indonesia atau Asia. Karakteristik penderita dan keamanan hasil tindakan masih harus dicermati lagi untuk mendapatkan pengobatan atau terapi yang terbaik bagi pasien yang kita jumpai. Kesan dan Pesan Selama mengerjakan tugas aplikasi EBM pada blok respirasi ini, kami merasa tidak mendapatkan kesulitan yang bermakna. Hanya saja, penyelesaian tugas ini sedikit memakan waktu belajar kami dalam mempelajari tutorial maupun praktikum pada blok respirasi ini. Walaupun
13 ada kendala-kendala tersebut, kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan penugasan ini. Bagi kami, manfaat mengerjakan penugas aplikasi EBM ini dapat membantu kami mengetahui dan memperbarui pengetahuan kami khususnya dalam pengobatan penyakit paru obstruktif kronik ini. Selain itu juga, kami dapat menambah pengetahuan tentang bagaimana menilai jurnal yang valid yang nantinya dapat kami terapkan pada pasien kami. Pesan kami setelah mengerjakan penugasan ini adalah agar penugasan dapat diberikan pada waktu yang tepat, agar waktu belajar kami tidak tersita dengan adanya penugasan ini. Selain itu pula, nilai penugasan ini sebaiknya diberikan nilai lebih untuk membantu kami dalam mencapai indeks prestasi yang kami inginkan pada blok respirasi ini.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit yang mempunyai
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit yang mempunyai karakteristik keterbatasan aliran nafas yang persisten, bersifat progresif dan berkaitan
Bab I. Pendahuluan. yang ditandai oleh progresivitas obstruksi jalan nafas yang tidak sepenuhnya
Bab I Pendahuluan Latar Belakang Penelitian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) didefinisikan sebagai penyakit yang ditandai oleh progresivitas obstruksi jalan nafas yang tidak sepenuhnya reversibel,
EVIDENCE-BASED MEDICINE
EVIDENCE-BASED MEDICINE Alfi Yasmina KONSEP Evidence-based medicine: the conscientious, explicit, and judicious use of current best evidence in making decisions about the care of individual patients (Sackett,
BAB 1 PENDAHULUAN. didominasi oleh penyakit menular bergeser ke penyakit tidak menular (noncommunicable
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan berubahnya tingkat kesejahteraan, pola penyakit saat ini telah mengalami transisi epidemiologi yang ditandai dengan beralihnya penyebab kematian yang semula
LBM 3 PRAKTIKUM 2 EVIDENCE BASED MEDICINE (EBM) UNTUK FARMASI
LBM 3 PRAKTIKUM 2 EVIDENCE BASED MEDICINE (EBM) UNTUK FARMASI Secara prinsip yang menjadi dasar praktik evidence based health care adalah bahwa setiap perilaku atau tindakan medis harus dilandasi suatu
BAB I PENDAHULUAN. American Thoracic Society (ATS) dan European Respiratory Society (ERS)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang American Thoracic Society (ATS) dan European Respiratory Society (ERS) mengartikan Penyakit Paru Obstruktif Kronik disingkat PPOK sebagai penyakit yang ditandai dengan
STATUS PEMERIKSAAN PENELITIAN : ANALISIS KUALITAS HIDUP PENDERITA PPOK SETELAH DILAKUKAN PROGRAM REHABILITASI PARU No : RS/No.
LAMPIRAN 1 STATUS PEMERIKSAAN PENELITIAN : ANALISIS KUALITAS HIDUP PENDERITA PPOK SETELAH DILAKUKAN PROGRAM REHABILITASI PARU No : RS/No.RM : Tanggal I. DATA PRIBADI 1. Nama 2. Umur 3. Alamat 4. Telepon
BAB I PENDAHULUAN. keterbatasan aliran udara yang menetap pada saluran napas dan bersifat progresif.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah suatu keadaan terdapatnya keterbatasan aliran udara yang menetap pada saluran napas dan bersifat progresif. Penyakit ini
How to Find Current Evidence Best Medicine. Oleh: Sukirno, S.IP., MA.
How to Find Current Evidence Best Medicine Oleh: Sukirno, S.IP., MA. 1 Tujuan Mengenalkan konsep evidence-based practice, jenis pertanyaan klinis dan cara merumuskan pertanyaan berdasarkan metoda PICO
Studi Eksperimental membandingkan data dari sekelompok manusia/obyek yang dengan
STUDI EKSPRIMENTAL/STUDI INTERVENSI Studi Eksperimental membandingkan data dari sekelompok manusia/obyek yang dengan sengaja diberikan tindakan/intervensi tertentu dengan kelompok lain yang sama tetapi
ABSTRAK PENILAIAN KUALITAS HIDUP PASIEN PPOK RAWAT JALAN DENGAN METODE SAINT GEORGE S RESPIRATORY QUESTIONNAIRE (SGRQ)
ABSTRAK PENILAIAN KUALITAS HIDUP PASIEN PPOK RAWAT JALAN DENGAN METODE SAINT GEORGE S RESPIRATORY QUESTIONNAIRE (SGRQ) Felicia S., 2010, Pembimbing I : J. Teguh Widjaja, dr., SpP., FCCP. Pembimbing II
LAMPIRAN 1 LEMBAR PEMERIKSAAN PENELITIAN
LAMPIRAN 1 LEMBAR PEMERIKSAAN PENELITIAN Nama : Umur : Tempat / Tanggal Lahir : Alamat : Pekerjaan : No telepon : No RM : Jenis Kelamin : 1. Laki laki 2. Perempuan Tinggi badan : cm Berat badan : kg Keluhan
BAB I A. LATAR BELAKANG. morbiditas kronik dan mortalitas di seluruh dunia, sehingga banyak orang yang
BAB I A. LATAR BELAKANG Penyakit paru obstruksi kronik (PPOK) merupakan penyebab utama dari morbiditas kronik dan mortalitas di seluruh dunia, sehingga banyak orang yang menderita akibat PPOK. PPOK merupakan
ABSTRAK GAMBARAN PASIEN KANKER PARU DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI 2013 DESEMBER 2014
ABSTRAK GAMBARAN PASIEN KANKER PARU DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI 2013 DESEMBER 2014 Ida Ayu Komang Trisna Bulan, 2015 Pembimbing I : Dr. Hana Ratnawati, dr., M.Kes., PA (K). Pembimbing
STUDI EPIDEMIOLOGI ANALITIK (OBSERVASIONAL DAN EKSPERIMENTAL) Putri Handayani, M. KKK
STUDI EPIDEMIOLOGI ANALITIK (OBSERVASIONAL DAN EKSPERIMENTAL) Putri Handayani, M. KKK Epidemiologi Studi yg mempelajari distribusi dan determinant status atau kejadian yg berhubungan dengan kesehatan pada
Bagaimana Penulisan SOAP oleh Farmasi? Tim KARS
Bagaimana Penulisan SOAP oleh Farmasi? Tim KARS Standar Akreditasi RS (KARS versi 2012) AP 2 EP 1: Pasien dilakukan asesmen ulang untuk menentukan respons mereka terhadap pengobatan. AP 2 EP 6: Asesmen
Sejarah perkembangan konsep penilaian pemakaian obat dalam kedokteran
Uji Klinik Sejarah perkembangan konsep penilaian pemakaian obat dalam kedokteran Konsep dasar pemikiran Bahan yang dipakai Pemikiran/metode 2000 SM Magis, sakral Bahan alam Kepercayaan 0 Empiris primitif
BAB I PENDAHULUAN. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit paru kronis ditandai dengan hambatan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit paru kronis ditandai dengan hambatan aliran udara yang tidak sepenuhnya reversibel. Hambatan aliran udara ini
Lab 1 minggu setelah pemberian OAT : SGOT-PT Bil T/D/I 0,38/0,17/0,21
PENDAHULUAN Infeksi akibat Tuberculosis merupakan penyakit yang mungkin sudah ada sejak awal peradaban manusia. Catatan-catatan medis dari para dokter pada masing-masing zaman mengindikasikan keberadaan
ABSTRAK GAMBARAN PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS PAMARICAN KABUPATEN CIAMIS PERIODE JANUARI 2013 DESEMBER : Triswaty Winata, dr., M.Kes.
ABSTRAK GAMBARAN PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS PAMARICAN KABUPATEN CIAMIS PERIODE JANUARI 2013 DESEMBER 2015 Annisa Nurhidayati, 2016, Pembimbing 1 Pembimbing 2 : July Ivone, dr.,mkk.,m.pd.ked. : Triswaty
EVIDENCE-BASED MEDICINE
EVIDENCE-BASED MEDICINE Alfi Yasmina KONSEP Evidence-based medicine: the conscientious, explicit, and judicious use of current best evidence in making decisions about the care of individual patients (Sackett,
Abstrak. Dicky Sanjaya, 2009.Pembimbing I: Evi Yuniawati, dr., MKM Pembimbing II: Dani, dr., MKes
Abstrak PERBEDAAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PENDERITA TB DENGAN PENGOBATAN LENGKAP DAN PUTUS BEROBAT DI PUSKESMAS LANJAK DAN BADAU PROPINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2008 Dicky Sanjaya, 2009.Pembimbing
Pengobatan herbal berbeda dengan pengobatan secara konvensional namun terdapat sisi penilaian efikasi yg sama dari uji secara klinis.
Pengobatan herbal berbeda dengan pengobatan secara konvensional namun terdapat sisi penilaian efikasi yg sama dari uji secara klinis. Sedangkan perbedaannya, penilaian efek konvensional meliputi penilaian
BAB 4 METODE PENELITIAN
BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1 Ruang lingkup penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah ilmu Penyakit Dalam, sub ilmu Pulmonologi dan Geriatri. 4.2 Tempat dan waktu penelitian Tempat peneltian ini adalah
BAB 1 PENDAHULUAN. yang ditandai dengan pembatasan aliran udara yang irreversibel (Celli & Macnee,
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah keadaan progresif lambat yang ditandai dengan pembatasan aliran udara yang irreversibel (Celli & Macnee, 2004).
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di negara dengan pendapatan tinggi sampai rendah. 1 Menurut World Health Organization
B AB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mutu pelayanan pasien dan koordinasi asuhan di Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada (RS UGM) masih menjadi permasalahan sekaligus tantangan. Pengamatan di lapangan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. cenderung meningkatkan risiko terjadinya penyakit vaskular seperti stroke
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Modernisasi mengakibatkan perubahan pola hidup masyarakat yang cenderung meningkatkan risiko terjadinya penyakit vaskular seperti stroke (Nufus, 2012). Stroke menjadi
BAB III METODE PENELITIAN. obeservasional analitik dengan pendekatan cross sectional. ( ) ( ) ( )
22 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan desain penelitian obeservasional analitik dengan pendekatan cross sectional. B. Populasi dan Sampel
ABSTRAK FAAL PARU PADA PEROKOK DENGAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DAN PEROKOK PASIF PASANGANNYA
ABSTRAK FAAL PARU PADA PEROKOK DENGAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DAN PEROKOK PASIF PASANGANNYA Siti A. Sarah M, 2011. Pembimbing I : dr.jahja Teguh Widjaja,Sp.P.,FCCP Pembimbing II: dr.sijani
Eksperimen. Prof. Bhisma Murti
Eksperimen Prof. Bhisma Murti Institute of Health Economic and Policy Studies (IHEPS). Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret Eksperimen Efek intervensi diteliti
Gambar 3.1. Kerangka Konsep Karakteristik Pasien PPOK Eksaserbasi Akut
BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL 3.1. Kerangka Konsep Pada penelitian ini kerangka konsep mengenai karakteristik pasien PPOK eksaserbasi akut akan diuraikan berdasarkan variabel katagorik
Abstrak [Tujuan] Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efikasi latihan tendon dan nerve gliding pada penatalaksanaan carpal tunnel syndrome.
Abstrak [Tujuan] Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efikasi latihan tendon dan nerve gliding pada penatalaksanaan carpal tunnel syndrome. [Subjek dan Metode] Empat elektronik database digunakan
PERBEDAAN WAKTU TRANSPORTASI MUKOSILIAR HIDUNG PADA PENDERITA RINOSINUSITIS KRONIS SETELAH DILAKUKAN BEDAH SINUS ENDOSKOPIK FUNGSIONAL DENGAN ADJUVAN
PERBEDAAN WAKTU TRANSPORTASI MUKOSILIAR HIDUNG PADA PENDERITA RINOSINUSITIS KRONIS SETELAH DILAKUKAN BEDAH SINUS ENDOSKOPIK FUNGSIONAL DENGAN ADJUVAN TERAPI CUCI HIDUNG CAIRAN ISOTONIK NACL 0,9% DIBANDINGKAN
Evaluasi Uji Klinik. Yusi Anggriani, S.Si, Apt, M.Kes
Evaluasi Uji Klinik Yusi Anggriani, S.Si, Apt, M.Kes Tujuan Instruksional Setelah kuliah dan diskusi, mahasiswa diharapkan: Mengetahui dan mampu menjelaskan tentang literatur primer. Mengetahui dan memaham
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia (Kementerian Kesehatan, 2008).
ABSTRAK PENILAIAN TINGKAT TERKONTROLNYA ASMA BERDASARKAN METODE ASTHMA CONTROL TEST TM PADA PENDERITA ASMA
ABSTRAK PENILAIAN TINGKAT TERKONTROLNYA ASMA BERDASARKAN METODE ASTHMA CONTROL TEST TM PADA PENDERITA ASMA Michael Setiawan P., 2010 Pembimbing I: J. Teguh Widjaja., dr., Sp. P., FCCP. Pembimbing II: Dr.
A PLACEBO-CONTROLLED TRIAL OF ANTIMICROBIAL TREATMENT FOR ACUTE OTITIS MEDIA. Paula A. Tahtinen, et all
A PLACEBO-CONTROLLED TRIAL OF ANTIMICROBIAL TREATMENT FOR ACUTE OTITIS MEDIA Paula A. Tahtinen, et all PENDAHULUAN Otitis media akut (OMA) adalah penyakit infeksi bakteri yang paling banyak terjadi pada
INTISARI. Ahmad Rajidin 1 ; Riza Alfian 2 ; Erna Prihandiwati 3
INTISARI PROFIL PENGGALIAN INFORMASI PASIEN DAN REKOMENDASI OBAT TERHADAP KASUS BATUK BERDAHAK OLEH TENAGA KEFARMASIAN DI APOTEK WILAYAH KOTA BANJARMASIN Ahmad Rajidin 1 ; Riza Alfian 2 ; Erna Prihandiwati
BAB 1 PENDAHULUAN. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit yang dapat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit yang dapat dicegah dan diobati. Penyakit ini berhubungan dengan peningkatan respon inflamasi kronik pada jalan
BAB 1 PENDAHULUAN UKDW. penyakit degeneratif dan man made diseases yang merupakan faktor utama masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terjadinya transisi epidemiologi yang sejalan dengan transisi demografi dan transisi teknologi di Indonesia dewasa ini telah mengakibatkan perubahan pola penyakit dari
BAB I PENDAHULUAN. sering timbul dikalangan masyarakat. Data Report Word Healt Organitation
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit paru-paru merupakan suatu masalah kesehatan di Indonesia, salah satunya adalah asma. Serangan asma masih merupakan penyebab utama yang sering timbul dikalangan
BAB I PENDAHULUAN. Bell s palsy adalah paralisis saraf fasial unilateral akut yang
BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG Bell s palsy adalah paralisis saraf fasial unilateral akut yang pertama kali dideskripsikan pada tahun 1821 oleh seorang anatomis dan dokter bedah bernama Sir Charles
2. Find the best evidence Mencari informasi berdasarkan penelitian bukti terbaik untuk menjawab pertanyaan dari langkah pertama melalui berbagai
BAB I. PENDAHULUAN Dalam pengambilan keputusan klinis terdapat paradigma lama, yaitu pengambilan keputusan klinis berdasarkan intuisi, pengalaman klinis, maupun keadaan patofisiologis. Akan tetapi, dalam
META ANALISIS EFEKTIFITAS EARLY SKIN TO SKIN CONTACT TERHADAP KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF
META ANALISIS EFEKTIFITAS EARLY SKIN TO SKIN CONTACT TERHADAP KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF Yufitriana Amir Dosen Ilmu Keperawatan Anak Universitas Riau Kampus Universitas Riau Jalan Pattimura no
BAB I PENDAHULUAN. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) termasuk ke dalam penyakit
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) termasuk ke dalam penyakit pernapasan kronis yang merupakan bagian dari noncommunicable disease (NCD). Kematian akibat
Terminologi " evidence-based medicine" (EBM) meluas di kalangan kedokteran dengan kecepatan luar biasa pada 15 tahun terakhir
Tri Nur Kristina Terminologi " evidence-based medicine" (EBM) meluas di kalangan kedokteran dengan kecepatan luar biasa pada 15 tahun terakhir Ide utama adalah dalam pelayanan terhadap pasien, semaksimal
Understanding evidence in Neurology Pemahaman Evidence di Neurologi. J.Eko Wahono R SMF Neurologi RSUD Dr Soetomo /FK Unair.
Understanding evidence in Neurology Pemahaman Evidence di Neurologi. J.Eko Wahono R SMF Neurologi RSUD Dr Soetomo /FK Unair.Surabaya 1 Pendahuluan 1970-an,Dr David Sackett, McMaster University Kanada Pada
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. dapat dicegah dan diobati, ditandai oleh hambatan aliran udara yang tidak
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit paru yang dapat dicegah dan diobati, ditandai oleh hambatan aliran udara yang tidak
HUBUNGAN ANTARA KONTROL ASMA dengan KUALITAS HIDUP ANGGOTA KLUB ASMA di BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT SEMARANG
HUBUNGAN ANTARA KONTROL ASMA dengan KUALITAS HIDUP ANGGOTA KLUB ASMA di BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT SEMARANG Anita Mayasari 1, Setyoko 2, Andra Novitasari 3 1 Mahasiswa S1 Fakultas Kedokteran Universitas
ABSTRAK KARAKTERISTIK PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG TAHUN 2012
ABSTRAK KARAKTERISTIK PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG TAHUN 2012 Christine Nathalia, 2015; Pembimbing : Dani, dr., M.Kes. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
ABSTRAK EVALUASI HASIL TERAPI OBAT ANTI TUBERKULOSIS FASE INTENSIF PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS KOTAMADYA BANDUNG TAHUN
ABSTRAK EVALUASI HASIL TERAPI OBAT ANTI TUBERKULOSIS FASE INTENSIF PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS KOTAMADYA BANDUNG TAHUN 2013-2014 I Nyoman Surya Negara, 1210087 Pembimbing I : Dr. J. Teguh
Evidence-Based Medicine: Memilih Terapi Berbasis Bukti
Evidence-Based Medicine: Memilih Terapi Berbasis Bukti Prof. Bhisma Murti, dr, MPH, MSc, PhD Institute of Health Economic and Policy Studies (IHEPS), Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran,
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit paru kronik yang ditandai oleh hambatan aliran udara di saluran napas yang bersifat progressif nonreversibel
BAB III METODE PENELITIAN
20 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional di mana variabel bebas dan variabel tergantung diobservasi
Pemakaian obat bronkodilator sehari- hari : -Antikolinergik,Beta2 Agonis, Xantin,Kombinasi SABA+Antikolinergik,Kombinasi LABA +Kortikosteroid,,dll
LAMPIRAN 1 Lembaran Pemeriksaan Penelitian Nama : Umur :...tahun Tempat / Tanggal Lahir : Alamat : Pekerjaan : No telf : No RM : Jenis kelamin : 1. Laki laki 2. Perempuan Tinggi badan :...cm Berat badan
BAB 1 PENDAHULUAN. diobati, ditandai dengan keterbatasan aliran udara yang terus-menerus yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit dapat dicegah dan diobati, ditandai dengan keterbatasan aliran udara yang terus-menerus yang biasanya progresif
ABSTRAK GAMBARAN PENDERITA ARTRITIS GOUT DI RUMAH SAKIT IMMANUEL PERIODE
ABSTRAK GAMBARAN PENDERITA ARTRITIS GOUT DI RUMAH SAKIT IMMANUEL PERIODE 2012-2014 Darrel Ash - Shadiq Putra, 2015. Pembimbing I : Budi Liem, dr., M.Med dan Pembimbing II : July Ivone, dr.,mkk.,mpd.ked
BAB 1 PENDAHULUAN. napas, batuk kronik, dahak, wheezing, atau kombinasi dari tanda tersebut.
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah inflamasi saluran napas kecil. Pada bronkitis kronik terdapat infiltrat dan sekresi mukus di saluran pernapasan. Sedangkan
ABSTRAK HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP TERJADINYA DRY MOUTH PADA PEROKOK FILTER DI KELURAHAN SUKAWARNA BANDUNG
ABSTRAK HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP TERJADINYA DRY MOUTH PADA PEROKOK FILTER DI KELURAHAN SUKAWARNA BANDUNG Effi Sihaloho,2014. Pembimbing I: Riani Setiadhi, drg., Sp. PM Pembimbing II:
TERAPI TOPIKAL AZELAIC ACID DIBANDINGKAN DENGAN NIACINAMIDE+ZINC PADA AKNE VULGARIS LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH
TERAPI TOPIKAL AZELAIC ACID DIBANDINGKAN DENGAN NIACINAMIDE+ZINC PADA AKNE VULGARIS LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH Diajukan sebagai syarat untuk mengikuti seminar hasil Karya Tulis Ilmiah
BAB 1 PENDAHULUAN. Penatalaksanaan nyeri pasien operasi selalu menjadi tantangan karena
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Penatalaksanaan nyeri pasien operasi selalu menjadi tantangan karena sifatnya yang subyektif, terutama pada pasien pasca operasi orthopedi yang merasakan nyeri sangat
SKRIPSI. Diajukan guna melengkapi tugas dan memenuhi syarat syarat untuk menyelesaikan program pendidikan S1 Fisioterapi.
PENGARUH PURSED LIP BREATHING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN TINGKAT SESAK NAPAS PADA PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK (PPOK) DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BBKPM) SURAKARTA SKRIPSI Diajukan guna
ABSTRAK. Sri Ariany P, 2009, Pembimbing I : Dr. Felix Kasim, dr., M.Kes Pembimbing II: J. Teguh Widjaja, dr., Sp.P., FCCP
ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) TERHADAP CAKUPAN ANGKA KESEMBUHAN PENDERITA TBC PARU BTA (+) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LARANGAN KOTA CIREBON TAHUN 2008 Sri
INTISARI. Mahrita Sauriah 1 ; Yugo Susanto 2 ; Dita Ayulia 3
INTISARI PENGARUH PEMANFAATAN APLIKASI DIGITAL PILLBOX REMINDER TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN PENYAKIT KRONIS BPJS PROGRAM RUJUK BALIK (PRB) DI APOTEK APPO FARMA I BANJARBARU Mahrita Sauriah
6/5/2010. Analytic. Descriptive Case report Case series Survey. Observational Cross sectional Case-control Cohort studies
Disampaikan oleh: Retna Siwi Padmawati KMPK-2009 Tujuan Memberi pengantar tentang disain metode penelitian Memahami perbedaan penelitian deskriptif dan analytic Mengidentifikasi hirarki disain penelitian,
STATUS PEMERIKSAAN PENELITIAN : UJI LATIHAN PERNAFASAN TERHADAP FAAL PARU, DERAJAT SESAK NAFAS DAN KAPASITAS FUNGSIONAL PENDERITA PPOK STABIL
LAMPIRAN 1 STATUS PEMERIKSAAN PENELITIAN : UJI LATIHAN PERNAFASAN TERHADAP FAAL PARU, DERAJAT SESAK NAFAS DAN KAPASITAS FUNGSIONAL PENDERITA PPOK STABIL No : RS/No.RM : Tanggal I. DATA PRIBADI 1. Nama
HOW I SHOULD STUDY as A MEDICAL STUDENTS? Widana Primaningtyas, dr. Medical Faculty of Sebelas Maret University
HOW I SHOULD STUDY as A MEDICAL STUDENTS? Widana Primaningtyas, dr. Medical Faculty of Sebelas Maret University NEWS WHAT S THE DIFFERENCE BETWEEN US AND THEM? WHAT WE SHOULD DO? TAKE A LOOK Selection
BAB I PENDAHULUAN. PPOK merupakan penyakit yang dapat dicegah dan diobati dengan beberapa efek
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang PPOK merupakan penyakit yang dapat dicegah dan diobati dengan beberapa efek ekstraparu yang signifikan dan berpengaruh terhadap keparahan penderita. Menurut GOLD (Global
BAB I. Pendahuluan. I.1 Latar Belakang. Angina adalah tipe nyeri dada yang disebabkan oleh. berkurangnya aliran darah ke otot jantung.
BAB I Pendahuluan I.1 Latar Belakang Angina adalah tipe nyeri dada yang disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke otot jantung. Angina seringkali digambarkan sebagai remasan, tekanan, rasa berat, rasa
MEDICAL RECORD FOR GERIATRIC
NomerPMR : G.5221 Nama Pasien MEDICAL RECORD FOR GERIATRIC : Vicky Ztatuzizasi Usia 50 thn Jenis Kelamin laki-laki Tanggal : 25 Desember 2013 Alasan berkunjung Flu sudah berlangsung 2 hari KONDISI AWAL
ABSTRAK PREVALENSI INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT SEBAGAI PENYEBAB ASMA EKSASERBASI AKUT DI POLI PARU RSUP SANGLAH, DENPASAR, BALI TAHUN 2013
ABSTRAK PREVALENSI INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT SEBAGAI PENYEBAB ASMA EKSASERBASI AKUT DI POLI PARU RSUP SANGLAH, DENPASAR, BALI TAHUN 2013 Data WHO 2013 dan Riskesdas 2007 menunjukkan jumlah penderita
PERUBAHAN KEPATUHAN KONSUMSI OBAT PASEIN DM TIPE 2 SETELAH PEMBERIAN LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT DI PUSKESMAS MELATI KABUPATEN KAPUAS
INTISARI PERUBAHAN KEPATUHAN KONSUMSI OBAT PASEIN DM TIPE 2 SETELAH PEMBERIAN LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT DI PUSKESMAS MELATI KABUPATEN KAPUAS Rinidha Riana 1 ; Yugo Susanto 2 ; Ibna Rusmana 3 Diabetes
BAB 1 PENDAHULUAN. udara ekspirasi yang bervariasi (GINA, 2016). Proses inflamasi kronis yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Asma merupakan penyakit heterogen dengan karakteristik adanya inflamasi saluran napas kronis. Penyakit ini ditandai dengan riwayat gejala saluran napas berupa wheezing,
BAB IV HASIL PENELITIAN. Penelitian eksperimental telah dilakukan pada penderita rinosinusitis
BAB IV HASIL PENELITIAN Penelitian eksperimental telah dilakukan pada penderita rinosinusitis kronik yang berobat di Poliklinik Ilmu Kesehatan THT-KL. Selama penelitian diambil sampel sebanyak 50 pasien
BAB I PENDAHULUAN. dunia, diantaranya adalah COPD (Chonic Obstructive Pulmonary Disease)
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit sistem pernapasan merupakan penyebab 17,2% kematian di dunia, diantaranya adalah COPD (Chonic Obstructive Pulmonary Disease) 5,1%, infeksi pernapasan bawah
Dietary iron intake and blood donations in relation to risk of type 2diabetes in men: a prospective cohort study Cohort Study ( Prospectively )
Dietary iron intake and blood donations in relation to risk of type 2diabetes in men: a prospective cohort study Cohort Study ( Prospectively ) NAMA ANGGOTA KELOMPOK 2 A.2: 1. NUR AFIFAH DWI P ( 105070300111026
KARYA TULIS ILMIAH PROFIL PASIEN HIV DENGAN TUBERKULOSIS YANG BEROBAT KE BALAI PENGOBATAN PARU PROVINSI (BP4), MEDAN DARI JULI 2011 HINGGA JUNI 2013
i KARYA TULIS ILMIAH PROFIL PASIEN HIV DENGAN TUBERKULOSIS YANG BEROBAT KE BALAI PENGOBATAN PARU PROVINSI (BP4), MEDAN DARI JULI 2011 HINGGA JUNI 2013 Oleh : YAATHAVI A/P PANDIARAJ 100100394 FAKULTAS KEDOKTERAN
ABSTRAK KARAKTERISTIK PASIEN SINUSITIS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PADA APRIL 2015 SAMPAI APRIL 2016 Sinusitis yang merupakan salah
ABSTRAK KARAKTERISTIK PASIEN SINUSITIS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PADA APRIL 2015 SAMPAI APRIL 2016 Sinusitis yang merupakan salah satu penyakit THT, Sinusitis adalah peradangan pada membran
BAB 1 PENDAHULUAN. merupakan 63% penyebab kematian di seluruh dunia dengan membunuh 36 juta jiwa
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan epidemiologi kesehatan pada umumnya berfokus dalam menangani masalah penyakit menular. Hal ini dapat dilihat dari sejarah ilmu epidemiologi itu sendiri,
Oleh: KHAIRUN NISA BINTI SALEH FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN Universitas Sumatera Utara
PREVALENSI PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIS DENGAN RIWAYAT MEROKOK DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK (RSUP HAM) MEDAN PERIODE JANUARI 2009 DESEMBER 2009 Oleh: KHAIRUN NISA BINTI SALEH 070100443
THE CHARACTERISTICS OF THE CHRONIC OBSTRUCTIVE PULMONARY DISEASE PATIENTS AT IMMANUEL HOSPITAL BANDUNG IN 2012
KARAKTERISTIK PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG TAHUN 2012 THE CHARACTERISTICS OF THE CHRONIC OBSTRUCTIVE PULMONARY DISEASE PATIENTS AT IMMANUEL HOSPITAL BANDUNG
GAMBARAN NILAI MANTOUX TEST PADA ANAK DENGAN RIWAYAT KONTAK DENGAN ORANG DEWASA SATU HUNIAN YANG MENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS PADANG BULAN, MEDAN
GAMBARAN NILAI MANTOUX TEST PADA ANAK DENGAN RIWAYAT KONTAK DENGAN ORANG DEWASA SATU HUNIAN YANG MENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS PADANG BULAN, MEDAN Oleh : EFFI ROHANI N 100100053 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
ABSTRAK UJI VALIDITAS PEMERIKSAAN WIDAL TERHADAP KULTUR SALMONELLA SPECIES SEBAGAI PENUNJANG DIAGNOSIS DEMAM TIFOID
ABSTRAK UJI VALIDITAS PEMERIKSAAN WIDAL TERHADAP KULTUR SALMONELLA SPECIES SEBAGAI PENUNJANG DIAGNOSIS DEMAM TIFOID Larissa, 2007, Pembimbing Utama : Dani Brataatmadja, dr. Sp.PK Pembimbing Pendamping
SKRIPSI. Oleh: Neny Purwahyuningrum NIM :
STUDI DURASI PENYEMBUHAN SESAK NAPAS DENGAN REGIMEN STANDAR PADA PENDERITA ASMA DAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF MENAHUN DI UNIT GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT PARU JEMBER SKRIPSI Oleh: Neny Purwahyuningrum NIM
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. proporsi usia lanjut (WHO, 2005, pp. 8-9). Di Indonesia, data survei kesehatan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kanker merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia sebagai penyebab utama kedua kematian di negara maju dan di antara tiga penyebab utama kematian di negara
STUDI KARAKTERISTIK PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK (PPOK) DI RSUD A.W SJAHRANIE SAMARINDA PERIODE JANUARI- DESEMBER 2014
STUDI KARAKTERISTIK PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK (PPOK) DI RSUD A.W SJAHRANIE SAMARINDA PERIODE JANUARI- DESEMBER 2014 Hardiana Sepryanti Palinoan, Risna Agustina, Laode Rijai Fakultas Farmasi
BAB III METODE PENELITIAN. B. Tempat Penelitian dilakukan di ICVCU Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental dengan metode studi pre dan post, single blind dan randomized control trial (RCT). Pengambilan
HUBUNGAN PEMBERIAN INFORMASI OBAT DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS REMAJA SAMARINDA
INTISARI HUBUNGAN PEMBERIAN INFORMASI OBAT DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS REMAJA SAMARINDA Nurul Ainah 1, Aditya Maulana PP, M.Sc., Apt 2, Nadya Sari, S.Farm.,
ABSTRAK POLA PEMBERIAN OBA T ASMA BRONKIALE 01 KALANGAN PARA OOKTER FAKUL T AS KEOOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANA THA DAN RUMAH SAKIT IMMANUEL
ABSTRAK POLA PEMBERIAN OBA T ASMA BRONKIALE 01 KALANGAN PARA OOKTER FAKUL T AS KEOOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANA THA DAN RUMAH SAKIT IMMANUEL Andri Setiawan, 2003; Pembimbing I Pembimbing II : 1. Teguh
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. bahwa penyakit tuberkulosis merupakan suatu kedaruratan dunia (global
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG World Organization Health (WHO) sejak tahun 1993 mencanangkan bahwa penyakit tuberkulosis merupakan suatu kedaruratan dunia (global emergency). Hal ini dikarenakan tuberkulosis
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Penyakit Paru Obstruktif Kronik selanjutnya disebut PPOK atau
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Penyakit Paru Obstruktif Kronik selanjutnya disebut PPOK atau Cronik Obstruktive Pulmonary Disease (COPD) merupakan suatu istilah yang sering digunakan untuk sekelompok
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) yang berjumlah 96 pasien sesuai
32 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Paru Respira Yogyakarta pada bulan Agustus Desember 2016. Peserta penelitian adalah
INTISARI TINGKAT KESIAPAN INSTALASI GAWAT DARURAT DALAM PELAKSANAAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT BEDAH SINDUADI
INTISARI TINGKAT KESIAPAN INSTALASI GAWAT DARURAT DALAM PELAKSANAAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT BEDAH SINDUADI Ayu Lidya Rahmah 1, Elsye Maria Rosa 2, Ekorini Listiowati 3 Magister Manajemen
ABSTRAK GAMBARAN PENDERITA MULTIDRUG-RESISTANT TUBERCULOSIS DI RUMAH SAKIT PARU DR.H.A.ROTINSULU, BANDUNG TAHUN 2014
ABSTRAK GAMBARAN PENDERITA MULTIDRUG-RESISTANT TUBERCULOSIS DI RUMAH SAKIT PARU DR.H.A.ROTINSULU, BANDUNG TAHUN 2014 Ferdinand Dennis Kurniawan, 1210122 Pembimbing I : Dr.Jahja Teguh Widjaja, dr., SpP.,
ABSTRAK HUBUNGAN ANTARA SKOR COPD ASSESSMENT TEST (CAT), INDEKS BRINKMAN DAN FUNGSI PARU
ABSTRAK HUBUNGAN ANTARA SKOR COPD ASSESSMENT TEST (CAT), INDEKS BRINKMAN DAN FUNGSI PARU Putri Ratriviandhani, 2016. Pembimbing I : J. Teguh Widjaja, dr., Sp.P., FCCP Pembimbing II : Jo Suherman, dr.,
BAB 1 PENDAHULUAN. menyerang lebih dari 25% populasi dewasa. (Smeltzer & Bare, 2001)
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) adalah klasifikasi luas dari gangguan, yang mencakup bronkitis kronis, bronkiektasis, emfisema, dan asma. Penyakit Paru Obstruksi
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PENDERITA TUBERKULOSIS TERHADAP KETIDAKPATUHAN DALAM PENGOBATAN MENURUT SISTEM DOTS DI RSU
ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PENDERITA TUBERKULOSIS TERHADAP KETIDAKPATUHAN DALAM PENGOBATAN MENURUT SISTEM DOTS DI RSU dr. SLAMET GARUT PERIODE 1 JANUARI 2011 31 DESEMBER 2011 Novina
Dr. Masrul Basyar Sp.P (K)
Dr. Masrul Basyar Sp.P (K) Program Penatalaksanaan Asma 1. Edukasi 2. Monitor penyakit berkala (spirometri) 3. Identifikasi dan pengendalian pencetus 4. Merencanakan Terapi 5. Menetapkan pengobatan pada
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian eksperimental telah dilakukan pada penderita rinosinusitis
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian eksperimental telah dilakukan pada penderita rinosinusitis kronik yang berobat di Poliklinik Ilmu Kesehatan THT-KL RSUD Dr. Moewardi
