BAB II LANDASAN TEORI
|
|
|
- Irwan Lie
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II LANDASAN TEORI Sejak kemunculan model bisnis e-commerce, maka para praktisi bisnis mengubah model bisnis lama menjadi model bisnis baru yang lebih sesuai. Bisnis model sendiripun menjadi sangat penting bagi sebuah perusahaan dikarenakan sebuah model bisnis dapat dijadikan sebagai sebuah gambaran awal dalam menjalankan bisnis. Model bisnis kanvas yang dikembangkan oleh Osterwalder dan Pigeur (2010) sendiri mempunyai 9 elemen yang dapat mewakili dasar sebuah bisnis dan diharapkan dari 9 elemen model bisnis ini para karyawan dapat terlibat aktif dalam pengembangan bisnis organisasinya. 2.1 Customer Segments Berdasarkan teori dari Osterwalder & Pigneur (2010, p20-21) terdapat dua segmen pasar yang berdasarkan pada desain Nine Building Blocks dan value proposition harus ditawarkan berbeda untuk masing-masing segmen yaitu segmen kelas menengah atas dan segmen kelas menengah bawah. Perbedaan tipe dari segmen konsumen meliputi: 15
2 16 1. Mass Market Hubungan yang erat dengan konsumen, dimana konsumen tersebut berfokus dalam satu group besar sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang sama. Menguasai pasar dengan jumlah produksi yang banyak. Contoh mass market yaitu Iphone 4S hanya diproduksi dengan warna hitam dan putih. 2. Niche Market Segmen konsumen berdasarkan dari spesialisasi khusus apa yang konsumen perlukan dan mengetahui karakteristiknya. 3. Segmented Beberapa model bisnis membedakan antara segmen pasar dengan perbedaan kebutuhan dan permasalahan. 4. Diversify Sebuah bisnis melayani segmen pelanggan secara ganda dengan kebutuhan yang berbeda dan karakteristik. Contoh diversify adalah seperti perusahaan Amazon.com membagi bisnisnya menjadi bisnis retail yang menjual barang serta menjual cloud computing yaitu media penyimpanan data seperti lagu, video, dll. 5. Multi-Sided Platform / Market Beberapa perusahaan menyediakan dua atau lebih saling bergantung antar segmen konsumen. Contoh multi-sided platform/market adalah perusahaan kartu kredit memerlukan konsumen dalam jumlah banyak
3 17 pengguna kartu kredit, maka diperlukan juga rekanan bisnis seperti tokotoko yang luas untuk penggunaan menunjang kartu kredit tersebut. Menurut Kotler & Keller (2012, p428) perbedaan kelompok konsumen membeli dengan harga yang berbeda untuk produk atau servis yang sama. Melalui semua pengertian diatas, maka dalam perjalanan sebuah bisnis, customer segment merupakan bagian dari Nine Building Blocks, hal ini dikarenakan sebuah organisasi sebelum menjalankan bisnisnya maka harus menetapkan siapa yang harus dilayani. Konsumen yang dituju dalam bisnis Sushi Dessert adalah semua masyarakat seperti para pekerja kantoran, mahasiswa, keluarga, dan orang-orang yang mengutamakan hidup sehat. Melalui bisnis ini konsumen diharapkan mendapatkan kepuasan pemenuhan kebutuhan hidup atas makanan yang sehat dan dapat dijadikan sebagai tempat bersantai bagi banyak kalangan. Berikut pembagian segmen konsumen berdasarkan letak geografis, demografis dan psikografis khususnya di wilayah Jakarta, Indonesia. a. Geografis Dilihat dari segmentasi geografis, maka segmen konsumen dibagi kedalam bagian geografis yang meliputi warga negara, kota, dan lingkungan sekitarnya yang berpengaruh terhadap geografis.
4 18 Sumber: Badan Pusat Statistik diakses 4 Desember 2012 Gambar 2.1 Persentase Jumlah Penduduk Jakarta 2011 Tabel 2.1 Tabel Jumlah Penduduk Provinsi DKI Jakarta, November 2011 Sumber: Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Administrasi, diakses 18 Desember 2012.
5 Jumlah Perumahan dan Apartement di Jakarta Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Selatan Apartemen Perumahan mber: diakses 18 Desember 2012 Gambar 2.2 Jumlah Perumahan dan Apartement di Jakarta Su Tabel 2.2 Tabel Kunjungan Konsumen Ke Mall Dalam 1 Bulan diakses 18 Desember 2012 b. Demografis Segmen demografis merupakan pembagian segmen konsumen berdasarkan usai, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, ras dan lain-lain.
6 20 Tabel 2.3 Tabel Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia diakses 18 Desember 2012 c. Psikografis Merupakan segmentasi pasar yang didasarkan pada kelas sosial, gaya hidup dan karakterisitik kepribadian konsumen. Dimana pada segmen ini, perubahan perilaku konsumen berpengaruh terhadap penjualan suatu produk karena pada segmen psikografis ini, daya konsumsi konsumen bukan didasarkan kepada kebutuhan tetapi keinginan.
7 Value Propositions Value proposition yaitu menciptakan nilai kepada segmen konsumen yang berbeda dengan menggabungkan elemen yang diperlukan oleh setiap segmen. Nilai dapat berupa kuantitatif (contoh: harga, kecepatan servis) atau kualitatif (contoh: desain, pengalaman konsumen) (Osterwalder & Pigneur, 2010, p23). Menurut Kotler & Keller (2012) value proposition merupakan keuntungan yang bertujuan untuk mencapai kepuasan konsumen sesuai dengan kebutuhan yang inginkan konsumen. Value proposition dilihat melalui apa yang ditawarkan, dimana yang dapat berupa kombinasi produk, servis, informasi, dan pengalaman. Melalui value proposition dapat mengetahui bagaimana target bisnis ke depan. Berdasarkan teori dari Finkelstein, Harvey, dan Lawton (2007, p.183) terdapat enam pilar dari value proposition yaitu apa yang menjadi pilihan konsumen saat konsumen membandingkan untuk memilih produk atau servis yang ada. Keenam pilar dari value proposition adalah harga, fitur, kualitas, dukungan, ketersediaan, dan reputasi. Keseluruhan dari pilar tersebut merupakan tolak ukur untuk bisnis kedepannya sebagai visi. Jadi pada dasarnya, value proposition merupakan hal yang ditawarkan oleh organisasi kepada segmen pasar berupa sebuah manfaat yang tentu saja akan menentukan segmen pelanggannya. Oleh karena itu, penggunaan value proposition terhadap bisnis kami akan berdampak kepada siapa saja yang
8 22 akan menjadi pelanggan kami dan bagaimana keunikkan yang akan ditawarkan dari produk dan kualitas bisnis kami. Sushi Dessert memiliki keunikan atau kelebihan dibandingkan dengan jenis makanan yang kebanyakan ditawarkan oleh restoran Jepang yaitu sushi yang menjadi hidangan penutup. Biasanya sushi dijadikan sebagai makanan utama bagi kebanyakan orang Jepang, namun dengan kelebihan yang dimiliki dari Sushi Dessert ini menjadi salah satu keunikan dari bisnis ini. Mengutamakan produk yang disajikan serta dengan servis yang diberikan yang bertujuan kepuasan konsumen menjadikan nilai tambah bagi bisnis kami, sehingga konsumen mendapatkan pengalaman yang berkesan dari produk yang disajikan. Trend makanan sushi menjadi salah satu makanan yang saat ini banyak diminati oleh konsumen saat ini. Terdiri dari buah-buahan yang segar serta topping yang berupa choco chips, oreo, dan topping jenis lainnya menjadikan produk yang disajikan memiliki nilai lebih sebagai hidup sehat dengan mengkonsumsi Sushi Dessert. Penambahan garnish menjadi salah satu kelebihan dari Sushi Dessert tersebut, yaitu dengan menggunakan buah-buahan yang juga dapat dikonsumsi secara langsung oleh konsumen. Penggunaan bahan yang berkualitas serta kepuasan konsumen harus selalu tetap dijaga untuk keberlangsungan bisnis kedepannya.
9 Channels Perusahaan dapat memilih cara yang terbaik untuk mendapatkan konsumen baik dengan menggunakan channel milik sendiri, atau dengan bekerjasama dengan partner channel, atau dapat menggabungkan keduanya. (Osterwalder & Pigneur, 2010). Menurut Osterwalder & Pigneur (2010) membagi dua tipe channel yaitu baik dengan secara langsung seperti melalui penjualan di website dan marketing, dan secara tidak langsung seperti memiliki toko sendiri, maupun toko rekanan. Menurut Osterwalder & Pigneur (2010) Terdapat lima tahapan channel yaitu: 1. Awareness konsumen terhadap produk dan servis yang telah diberikan kepada konsumen, 2. Mengevaluasi bagaimana bisnis tersebut telah sesuai dengan value proposition yang dimiliki oleh perusahaan. 3. Rekanan bisnis dalam melakukan pembayaran yang baik dilakukan konsumen maupun untuk berbagai transaksi keuangan yang ada di dalam usaha tersebut dan bertujuan untuk memudahkan sistem keuangan di dalam bisnis yang biasanya bekerjasama dengan pihak bank dengan pengadaan credit card, debit card, dan lainnya. 4. Delivery merupakan bisnis yang dilakukan benar-benar memiliki nilai value proposition yang diberikan kepada konsumen.
10 24 5. After Sales dapat dilakukan dengan layanan antar pesanan kepada konsumen dapat menjadi nilai lebih dalam bisnis. Memberikan pelayanan yang terbaik setelah menjual produk menjadi nilai lebih untuk pengembangan usaha. Menurut Kotler & Keller (2012) agar dapat mengoptimalkan kegiatan operasional dan meminimalisasi biaya, banyak bisnis yang menggunakan sistem efficient consumer response (ECR) practices untuk mengorganisir hubungan dalam tiga area yaitu yang pertama mengkolaborasikan kerjasama dengan bidang usaha yang berhubungan dengan promosi, kedua adalah mengkolaborasikan kerjasama dengan penyaluran logistik, dan yang ketiga adalah mengkolaborasikan teknologi informasi dan proses pengembangannya untuk mendukung kegiatan operasional. Pemilihan lokasi berpengaruh dengan kemudahan konsumen dalam menjangkaunya. Sesuai dengan target market yang dituju, maka pemilihan lokasi awal untuk bisnis ini adalah di Senayan City Jakarta Selatan. Lokasi tersebut menjadi salah satu tujuan banyak konsumen seperti pekerja kantoran, keluarga, serta mahasiswa. Banyaknya perkantoran elit dan sebagai pusat bisnis di wilayah tersebut serta menjadi salah satu tempat tujuan mall yang telah dikenal oleh masyarakat di Jakarta pada khususnya. Melihat dari jenis makanan yang disajikan di tempat tersebut belum ada sehingga memudahkan bisnis Sushi Dessert untuk menarik konsumen.
11 25 Produk yang ditawarkan adalah direct selling atau secara langsung kepada konsumen yang datang dan memesan langsung menu pilihannya, dan produk yang fresh sehingga dapat disantap dengan nikmat oleh konsumen. Kerjasama dengan media komunikasi seperti internet memudahkan bisnis Sushi Dessert dipasarkan seperti melalui facebook, twitter, dan media lain yang berhubungan dengan kegiatan promosi dalam rangka pengenalan produk baru yang akan dipasarkan ke masyarakat luas. Berdasarkan lokasi yang ramai dikunjungi konsumen, produk dan fasilitas internet yang ada saat ini sangat menunjang informasi dengan cepat adanya produk baru yang di launching terutama bagi masyarakat dan keunikan produk yang membuat konsumen ingin mencoba makanan baru Customer Relationship Hubungan antara perusahaan dengan konsumen sangat penting karena akan berpengaruh terhadap pendapatan bisnis. Menurut Osterwalder & Pignuer (2010) customer relationship yaitu menunjukan hubungan antara binis yang dijalankan dengan setiap segmen konsumen tertentu. Segmen konsumen terbagi atas: 1. Personal assistance yaitu adanya interaksi antara konsumen dengan orang yang mewakili bisnis yang membantu selama proses penjualan,
12 26 2. Dedicated personal assistance yaitu dengan mendedikasikan seseorang yang khusus untuk klien secara individual, 3. Self service yaitu perusahaan melakukan penjualan secara langsung kepada konsumen, 4. Automated services seperti pemilihan secara otomatis kesukaan pelanggan, 5. Communities yaitu membangun hubungan antar sesama anggota, dan 6. Co-creation membangun hubungan dengan konsumen sesuai dengan kreasi konsumen itu sendiri. Kesuksesan bisnis tidak terlepas dari adanya customer relationship management yaitu adanya hubungan yang baik antara konsumen dengan bisnis yang dijalankan. Menurut Kotler & Keller (2012, p157) customer relationship management merupakan suatu proses yang dengan seksama diatur dengan informasi yang detail mengenai konsumen secara individual dan seluruh konsumen untuk memaksimalkan loyalty konsumen. Hubungan kerjasama dengan konsumen menjadi salah satu nilai tambah bagi bisnis untuk mengetahui pendapat serta saran baik mengenai lokasi dan juga mengetahui bagaimana produk yang ditawarkan apakah telah sesuai dengan keinginan konsumen. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengisi customer feedback, customer loyalty, customer centricity.
13 27 1. Customer feedback yang dilakukan dalam bisnis ini melalui media internet maupun mengisi questionaire yang diberikan setelah pelanggan akan melakukan pembayaran, serta menginformasikan kesehatan yang berhubungan dengan kesehatan seperti vitamin yang terkandung di dalam buah melalui media jejaring sosial. 2. Customer loyalty memberikan membership khusus bagi konsumen yang tertarik untuk membuat member serta mendapatkan diskon khusus pada saat konsumen melakukan kunjungan berikutnya serta diskon khusus bagi pemegang kartu mahasiswa Bina Nusantara (Binusian ID). 3. Customer centricity dengan menyajikan produk khusus yang sesuai dengan perayaan hari besar yang berlaku di Indonesia serta programprogram lainnya seperti diskon dan juga pembuatan Sushi Dessert creation yang dapat mengembangkan kreatifitas konsumen serta peluncuran produk secara limited edition sehingga konsumen akan terus berusaha mencoba produk-produk yang disajikan. 2.5 Revenue Streams Menurut Osterwalder & Pigneur (2010, p30-31) revenue streams menampilkan keadaan keuangan perusahaan yang diperoleh dari setiap segmen konsumen (biaya harus menjelaskan dari pendapatan sampai mekreasikan menghasilkan keuntungan). Berikut ada beberapa cara untuk
14 28 membagi penjualan yaitu asset sale, usage fee, subscription fees, lending/renting/leasing, lisencing, brokerage fees, dan advertising. Setiap revenue stream kemungkinan memiliki mekanisme harga yang dinamis. Mekanisme harga terdiri atas: 1. Harga tetap yaitu harga yang telah ditetapkan sesuai dengan standar yang ditentukan oleh perusahaan seperti daftar harga, fitur produk, segmen pasar, dan volumenya. 2. Harga yang dinamis yaitu harga tergantung terhadap kondisi pasar yang ada saat tertentu seperti negosiasi, lelang, faktor pasar, dan real time market. Pendapatan yang diperoleh dari Sushi Dessert yaitu dari penjualan produk yang ditawarkan dan rekanan bisnis. Produk yang ditawarkan adalah berupa sushi yang dijadikan sebagai hidangan penutup serta dengan adanya tambahan topping yang dipilih oleh konsumen. Jumlah pengunjung yang datang membeli produk Sushi Dessert seperti pekerja, mahasiswa, dan keluarga yang membeli pada waktu makan siang atau pada waktu malam hari bahkan dalam waktu weekend. Sumber pemasukan lainnya didapat dari investor yang ingin bekerja sama untuk mengembangkan bisnis tersebut dengan membuka cabang-cabang baru seperti bisnis Sushi Dessert yang awal dijalankan.
15 Key Resources Sumber bahan baku yang berkualitas dan sesuai standar melalui pemilihan distributor baik secara langsung dan tidak langsung akan terus dijaga oleh perusahaan. Terdapat teori dari Osterwalder & Pigneur (2010, p34-35) key resources berusaha untuk menciptakan dan menberikan value proposition. Terdapat perbedaan dari key resources itu tergantung dari jenis bisnis apa yang dijalankan. Key resources dapat berupa fisik, keuangan, intelektual, atau manusia. Key resources dari Sushi Dessert adalah resep khusus pembuatan Sushi Dessert dari bahan-bahan mentah sampai menjadi produk jadi yang siap dihidangkan kepada konsumen. Bahan dasar dari Sushi Dessert yang berupa lembaran paling luar dari lapisan Sushi Dessert menjadi bahan utama dimana rasa campuran adonan yang dipadu dengan isi dari Sushi Dessert yang dapat berupa buah-buahan maupun topping. Setiap bahan dari bahan mentah harus diseleksi terlebih dahulu sebelum diolah, harus disesuaikan dengan standar yang ada pada bisnis tersebut. Pemilihan koki yang ahli dalam bidangnya serta memiliki pengalaman dalam pembuatan pastry yang dapat menjadi kelebihan serta koki tersebut dapat mengkreasikan keahliannya dalam pengembangan produk dari Sushi Dessert yang telah ada sebelumnya, agar konsumen yang datang tidak bosan dan selalu ingin mencoba produk baru.
16 Key Activities Aktifitas bisnis merupakan suatu kebutuhan untuk menjalankan bisnis model perusahaan termasuk bagaimana cara perusahaan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di dalamnya. Menurut Osterwalder & Pigneur (2010) key activities dapat dikategorikan sebagai berikut produksi, pemecahan permasalahan, dan program/jaringan. Pembuatan bisnis awal adalah dengan adanya susunan organisasi yang berguna untuk kegiatan pengaturan serta pengawasan dalam kelancaran bisnis serta dalam proses pemecahan masalah yang terdapat di dalam organisasi. Setiap permasalahan harus melalui setiap tingkatan/lini jabatan yang sesuai dengan deskripsi pekerjaan dan keahlian dari setiap pegawai yang ada di dalam bisnis Sushi Dessert. Penetapan standar produk yang digunakan dalam perusahaan menjadi salah satu acuan pegawai untuk menghasilkan produk yang berkualitas, dimana produk tersebut nantinya akan disajikan kepada konsumen dengan tujuan mencapai kepuasan konsumen. Servis yang baik dari pelayan kepada konsumen harus sesuai dengan selogan yang dimiliki oleh pegawai dalam bekerja dan dijadikan sebagai displin diri pegawai dalam bekerja. Konsumen yang mendapatkan pelayanan yang baik akan merasakan kebanggaan yang lebih dan terutama mencapai kepuasaan konsumen.
17 Key Partnerships Hubungan kerjasama sangat penting untuk meningkatkan jaringan yang berguna bagi bisnis kedepannya. Menurut Osterwalder & Pignuer (2010) perusahaan mengutamakan hubungan kerjasama untuk berbagai alasan, dan hubungan kerjasama menjadi dasar yang banyak digunakan oleh model bisnis. perusahaan membuat hubungan yang kuat dengan tujuan mengoptimalkan bisnis model mereka, mengurangi resiko, atau memperoleh sumber daya. Terdapat tiga motivasi utama dalam membangun hubungan yang baik yaitu: 1. Optimization and economic of scale yaitu untuk mengoptimalkan alokasi dari sumber daya dan kegiatan bisnis, 2. Reduction of risk and uncertainty yaitu kerjasama dapat membantu bisnis untuk mengurangi resiko dalam lingkungan persaingan yang merupakan ciri dari ketidakpastian bisnis, dan 3. Acquisition of particular resources and activity yaitu beberapa bisnis memiliki sendiri sumber dayanya atau melakukan kegiatan bisnisnya sesuai dengan model bisnisnya. Bisnis yang akan dijalankan memiliki kerjasama baik secara langsung maupun tidak langsung dengan beberapa perusahaan dalam menjalankan usaha bisnisnya. Kerjasama antar perusahaan ini sangat diperlukan dalam rangka pemenuhan bahan baku sebagai dasar pembuatan Sushi Dessert tersebut seperti tepung terigu, buah-buahan serta bahan lainnya yang dapat
18 32 dijadikan sebagai topping, dan juga bumbu sebagai bahan pelengkap lainnya dalam proses pembuatannya. Bisnis ini memiliki kerjasama yang utama adalah pemasok tepung terigu sebagai bahan utamanya dengan perusahaan yang merupakan bagian perusahaan dari PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yaitu memproduksi tepung dengan merek Bogasari, dimana produk tepung terigu yang ditawarkan memiliki kualitas yang baik serta telah dikenal luas oleh masyarakat di Indonesia. Bahan-bahan yang digunakan seperti buahbuahan serta topping diperoleh melalui kerja sama dengan pemasok lokal dengan mensurvei kualitas dari barang yang ditawarkan dan juga untuk menekan biaya produksi agar bisnis dapat berkembang dengan baik. Pemenuhan bahan pelengkap lainnya seperti gula, garam, dan lainnya didapatkan dari supermarket yang dijadikan rekanan dalam bisnis ini biasanya menjual barang dalam jumlah partai besar dengan harga yang relatif lebih murah. Bentuk kerjasama dengan para pemasok yaitu dengan adanya pengiriman barang serta perjanjian awal dalam pemesanan barang baik dalam jangka pendek serta jangka panjang agar menjalin kerjasama yang baik dengan para pemasok dan meningkatkan kepercayaan satu sama lainnya.
19 Cost Structure Berdasarkan dari Osterwalder & Pigneur (2010) terdapat dua bagian dari struktur biaya yaitu cost driven yaitu agar dapat meminimalisasi biaya dan value driven adalah biaya yang digunakan yang berfokus kepada nilai kreasi. Karakteristik dari struktur biaya adalah: 1. Fixed Cost Fixed cost merupakan biaya tetap yang tidak berubah atau tidak berpengaruh terhadap tingkat penjualan baik berupa produk atau jasa yang dihasilkan seperti biaya sewa, gaji, dan lain-lain. 2. Variable Cost Variable cost adalah biaya yang dapat berubah sesuai dengan tingkat penjualan baik produk maupun jasa. 3. Economies of Scale Economies of scale adalah meminimalisasi biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusaaan, saat perusahaan tersebut memproduksi barang atau output dalam jumlah besar dibandingkan pada saat perusahaan memproduksi barang dengan kapasitas kecil. 4. Economies of Scope Economies of scope adalah meminimalisasi biaya oleh perusahaan dengan cara perusahaan memperluas area industrinya baik di dalam negara atau diluar negara.
20 34 Pada pengertian dan model paling akhir dari Nine Building Blocks ini, merupakan hal yang tidak boleh dilupakan, hal tersebut dikarenakan melalui cost structure akan dihitung sebuah komponen harga dari biaya operasional dari berjalannya sebuah organisasi. Jadi dapat dikatakan cost structure bertujuan untuk menghitung besaran harga dari produk yang akan dijual. Unsur-unsur dari pendirian bisnis ini meliputi besarnya biaya yang akan digunakan dalam menjalankan bisnis yang meliputi modal awal, biaya bahan baku, dan biaya operasional. Modal awal merupakan biaya yang dikeluarkan yang dijadikan sebagai biaya awal dalam mendirikan bisnis tersebut, yang meliputi sewa tempat, pembelian bahan baku, peralatan, perlengkapan, serta bahan-bahan lainnya yang dipelukan untuk menjunjang kegiatan bisnis. Biaya bahan baku atau merupakan biaya yang dikeluarkan dalam pemenuhan kebutuhan atas bahan baku sebagai proses dari produksi menjadi barang jadi. Mengutamakan bahan yang berkualitas yang sesuai dengan standar yang digunakan sebagai patokan dalam bisnis menjadi salah satu kunci agar setiap produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi serta dapat memuaskan kebutuhan konsumen. Pemilihan distributor yang cukup dikenal memiliki reputasi baik di kalangan masyarakat Indonesia menjadi salah satu kelebihan yang dimiliki oleh bisnis yang akan dijalankan. Kepuasan konsumen dapat menjadikan bisnis berjalan dengan baik sehingga besarnya pemasukan berpengaruh terhadap pemesanan besarnya jumlah bahan baku
21 35 baik pada distributor langsung atau supermarket rekanan yang nantinya disajikan kepada konsumen melalui pesanan konsumen dalam bentuk produk. Unsur biaya operasional yaitu besarnya biaya yang dikeluarkan untuk digunakan kegiatan operasional bisnis seperti biaya sewa, pembayaran gaji pegawai yang mencakup bonus, dan lembur, serta pembayaran rekening telephone, air, listrik, gas, dan lain-lainnya. Penggunaan biaya diharapkan dapat digunakan dengan seefektif mungkin dan seefisien mungkin dalam tahap awal pendirian bisnis sampai bisnis tersebut berhasil. Besarnya biaya yang keluar pada saat awal pendirian bisnis diiringi dengan pertumbuhan pendapatan yang akan diperoleh oleh bisnis yang akan dijalankan. Salah satu penunjang perhitungan besarnya biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan tidak terlepas dari laporan keuangan yang akan digunakan dalam menjalankan bisnis seperti laporan laba rugi, laporan arus kas, serta neraca.
BAB III BUSINESS MODEL CANVAS
BAB III BUSINESS MODEL CANVAS Sebagai bisnis yang bergerak di industri makanan, Sushi Dessert menawarkan jenis makanan ringan yang belum pernah ditawarkan sebelumnya. Sebagai bisnis trendsetter di bidang
BAB II BUSINESS CANVAS
BAB II BUSINESS CANVAS Osterwalder & Pigneur (2010) menjabarkan dalam bukunya Business Model Generation mengenai bagaimana suatu bisnis dapat berjalan dengan baik dan mampu memberikan value kepada konsumen.
BAB II LANDASAN TEORI
5 BAB II LANDASAN TEORI II.1 Salon Istilah salon diadaptasi dari bahasa Inggris yang bermakna ruangan atau ruang besar. Terdapat pula pengertian lain berdasar kamus saku Oxford Learner's Pocket Dictionary,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 BUSINESS MODEL CANVAS Bisnis model menjelaskan mengenai dasar pemikiran bagaimana sebuah bisnis diciptakan, diberikan, dan ditangkap nilainya (Osterwalder & Pigneur, 2010, hal
BAB 3 FINAL DESIGN OF BUSINESS MODEL
BAB 3 FINAL DESIGN OF BUSINESS MODEL 3.1. Customer Segments KULTUR&CO menggunakan pendekatan niche market sebagai jenis konsumen dalam perancangan 9 building blocks yang mempunyai segmentasi dan spesialisasi
Tuangkan Ide Bisnis mu di Business Model Canvas
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BUSINESS MODEL CANVAS Tuangkan Ide Bisnis mu di Business Model Canvas Apa itu business model canvas [BMC]??? BMC adalah model bisnis yang memaparkan 9 elemen bisnis secara singkat
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 RUMAH Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok manusia selain sandang dan pangan. Rumah biasanya digunakan manusia sebagai tempat berlindung dari panas matahari dan hujan. Selain
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Value Chain Value chain menurut Porter adalah alat bantu yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi cara menciptakan customer value lebih bagi pelanggan. Dijelaskan bahwa setiap
BMC Summary and Simple Example for E2
BMC Summary and Simple Example for E2 BMC adalah hasil penelitian doktoral yang dibagikan bagi para start-up baik dalam bentuk buku maupun website TOOLS TO CREATE AND ANALYZE BUSINESS MODELS Why BMC
BAB V KESIMPULAN. V.1 Kesimpulan Model Bisnis Distro Dista. Distro merupakan industri kreatif yang dijalankan oleh anak muda
BAB V KESIMPULAN V.1 Kesimpulan Model Bisnis Distro Dista Distro merupakan industri kreatif yang dijalankan oleh anak muda dalam membuat dan menjual produk dengan desain yang berbeda dari yang lainnya.
BAB III DESAIN AKHIR
62 BAB III DESAIN AKHIR 3.1. Kanvas Model Bisnis Gambar 3.1.1 Business Model Clip On 62 63 3.2. Nine Building Blocks 3.2.1. Customer Segments Sumber: McKinsey Consumer and Shopper Insights Indonesia Study,
BAB III BUSINESS MODEL
BAB III BUSINESS MODEL Business Model Canvas PT. The Ayam Kampoeng merupakan perusahaan distributor ayam kampung yang bergerak di bidang produksi, distribusi dan pengolahan ayam kampung pembangunan bisnis
BAB I PENDAHULUAN. Kecenderungan manusia yang selalu tidak puas itulah yang membuat sebuah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada perkembangan dunia yang pesat sekarang ini. Banyak orang yang lebih menginginkan sesuatu yang lebih baik dan terus meningkat. Tidak banyak pula dari mereka yang
PENGANTAR BISINIS INFORMATIKA. Komang Anom Budi Utama, SKom
PENGANTAR BISINIS INFORMATIKA Komang Anom Budi Utama, SKom [email protected] Business Model Canvas Alexander Osterwalder dalam bukunya Business Model Generation menciptakan sebuah framework
BAB III BUSINESS MODEL CREATION
43 BAB III BUSINESS MODEL CREATION 3.1. COMPETITORS 9 BUILDING BLOCKS Kompetitor dari bisnis ini adalah kompetitor tidak langsung karena belum ada brand atau kompetitor yang menjual produk yang sama persis.
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Business Model Canvas Sebuah bisnis model menggambarkan pemikiran tentang bagaimana sebuah perusahaan menciptakan, mengirim, dan menangkap value. Menurut Osterwalder dan Pigneur
BAB III BUSINESS MODEL CANVAS
BAB III BUSINESS MODEL CANVAS Gambar 3.1: Business Model Canvas dari Lalita 58 59 3.1 SEGMENTASI PELANGGAN (CUSTOMER SEGMENTS) Blok bangunan segmen pelanggan menggambarkan sekelompok orang atau organisasi
PENGEMBANGAN BISNIS PADA DEPOT DAHLIA MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS
AGORA Vol. 3, No. 2 (2015) 588 PENGEMBANGAN BISNIS PADA DEPOT DAHLIA MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS Jeffrey Yosh Pradipta dan Dhyah Harjanti Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas
ANALISA PENERAPAN BUSINESS MODEL CANVAS PADA TOKO MOI COLLECTION
AGORA Vol. 3, No. 2, (2015) 358 ANALISA PENERAPAN BUSINESS MODEL CANVAS PADA TOKO MOI COLLECTION Feliciana Priyono Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI II.1 Analisis Pasar dan Industri II.1.1. SWOT Analysis Ialah salah satu alat analisis untuk mengevaluasi kondisi internal dan eksternal berdasarkan kekuatan (strengths), kelemahan
DAFTAR ISI. 1.1 Latar Belakang Rumusan Masalah Pertanyaan Penelitian Tujuan dan Kegunaan Penelitian 11
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.. i HALAMAN PENGESAHAN ii HALAMAN PERNYATAAN iii KATA PENGANTAR iv DAFTAR ISI... vi DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR.. xiii INTISARI xv ABSTRACT xvi BAB I PENDAHULUAN.. 1 1.1 Latar
BUSINESS MODEL CANVAS PADA UD SVASTIKA JAYA
BUSINESS MODEL CANVAS PADA UD SVASTIKA JAYA Andreas Dwi Rahardjo Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya E-mail: [email protected]
a home base to excellence Mata Kuliah : Rancangan Bisnis (Kewirausahaan Lanjut) Kode : LSE 304 Review BMC Pertemuan - 1
a home base to excellence Mata Kuliah : Rancangan Bisnis (Kewirausahaan Lanjut) Kode : LSE 304 SKS : 3 SKS Review BMC Pertemuan - 1 a home base to excellence Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa dapat
BAB 1 LATAR BELAKANG
BAB 1 LATAR BELAKANG 1.1 Latar Belakang Transportasi merupakan salah satu kebutuhan manusia yang dianggap penting, karena setiap aktifitas manusia membutuhkan sarana transportasi khususnya daerah ibu kota
BAB II Landasan Teori
BAB II Landasan Teori 2.1 Pemasaran 2.1.1 Kebutuhan, Keinginan dan Permintaan Pembahasan konsep pemasaran dimulai dari adanya kebutuhan manusia. Kebutuhan dasar manusia bisa dibedakan berupa fisik seperti
BAB I PENDAHULUAN. Republika.co.id, Jakarta)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pada era globalisasi ini, persaingan bisnis semakin ketat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya bisnis serupa didirikan yang menawarkan produk barang dan/
BAB 2 DASAR TEORI Business Model Canvas. Bisnis model dideskripsikan sebagai alasan bagaimana sebuah organisasi
BAB 2 DASAR TEORI 2.1. Business Model Canvas Bisnis model dideskripsikan sebagai alasan bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap sebuah nilai (Osterwalder & Pigneur, 2010). Pemahaman
BAB II BISNIS MODEL KANVAS
BAB II BISNIS MODEL KANVAS Bisnis model mendeskripsikan dasar pemikiran bagaimana organisasi diciptakan, disampaikan dan ditangkap nilainya (Osterwalder & Pigneur, 2010, hal. 14). Bisnis model kanvas memberikan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 E-Commerce E-Commerce lebih dari sekedar menjual dan membeli produk secara online. E-commerce meliputi seluruh proses dari pengembangan, pemasaran, penjualan, pengiriman, pelayanan
Menyusun Model Bisnis dengan Puzzle (1/2)
Menyusun Model Bisnis dengan Puzzle (1/2) Oleh Sapri Pamulu, Ph.D. Manager SMO PT Wiratman Menurut Kaplan & Norton (2012) dalam dunia bisnis sekarang yang keberhasilannya sangat ditentukan oleh sumber
Refining Key Resources and Partnerships week 12 (11 Mei 2016):
Refining Key Resources and Partnerships week 12 (11 Mei 2016): Learning Outcomes week 12 dan 12a Team mampu mengembangkan desain blok key partnership dan key resources BMC dengan menggunakan feedback and
IMPLEMENTASI BUSINESS MODEL CANVAS PADA PENJUALAN SUSU SAPI MURNI (STUDI PADA UMKM KEDAI SUSU SAPI MURNI, BANDAR LAMPUNG)
IMPLEMENTASI BUSINESS MODEL CANVAS PADA PENJUALAN SUSU SAPI MURNI (STUDI PADA UMKM KEDAI SUSU SAPI MURNI, BANDAR LAMPUNG) (Skripsi) Oleh DANIS ARIANDANA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS
BAB III BUSINESS MODEL CANVAS
BAB III BUSINESS MODEL CANVAS Bab ini menjelaskan mengenai implementasi Business Model Canvas dalam Pooch Village. Business Model Canvas ini terdiri dari Customer Segments, Value Propositions, Channels,
TUGAS UAS ANALISA TERHADAP PERUSAHAAN ONLINE STUDI KASUS AMAZON.COM, INC.
TUGAS UAS ANALISA TERHADAP PERUSAHAAN ONLINE STUDI KASUS AMAZON.COM, INC. Disusun Oleh : Kelompok 8 Januaryoputra Setyo Handoko 12.41010.0165 Jerry Septian Messi 12.41010.0169 Pradita Maulidya Effendi
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Lima Kekuatan Porter Analisis kompetitif dengan menggunakan model lima kekuatan porter adalah pendekatan yang dipakai untuk mengembangkan strategi dibanyak perusahaan (David, 2011,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek penelitian Sejarah Resto Rumah Soto Padang Gambar 1. 1 Logo Resto Rumah Soto Padang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek penelitian 1.1.1 Sejarah Resto Rumah Soto Padang Resto Rumah Soto Padang merupakan sebuah restoran dengan menu khas soto yang berdiri pada 20 November 2013 di
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 BUSINESS MODEL CANVAS Konsep bisnis kafe yang direncanakan menggunakan nama Tourner Café. Konsep bisnis ini menggunakan suatu konsep permainan roulette yang sudah dikenal
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan 1. Segmentasi, Targeting, dan Positioning Rumah Imoet Segmentasi Segmentasi Geografis Berdasarkan hasil pengolahan data, segmen yang menjadi target pasar berdasarkan
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan salah satu bagian penting dalam perekonomian di Indonesia. UKM memiliki peranan penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat
SIMPULAN. pemaparan model bisnis dan strategi pengembangan bisnis yang akan dijalankan
5BAB V SIMPULAN 5.1 Simpulan Simpulan terdiri dari tiga bagian yaitu simpulan mengenai perencanaan keuangan, pemaparan model bisnis dan strategi pengembangan bisnis yang akan dijalankan oleh bisnis kuliner
FORMULASI BUSINESS MODEL CANVAS PADA SIFU PUDDING CREAM JAKARTA
AGORA Vol. 4, No. 1, (2016) 467 FORMULASI BUSINESS MODEL CANVAS PADA SIFU PUDDING CREAM JAKARTA Aditya Chandra dan Sesilya Kempa Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen Petra
Modul Latihan Penyusunan Model Bisnis
+ Modul Latihan Penyusunan Model Bisnis Jurusan Manajemen FEB UB Modul Penunjang Laboratorium Kewirausahaan Sri Palupi Prabandari SE., MM Radityo Putro Handrito SE., MM + Business Model dalam Laboratorium
DAFTAR ISI Bab I Pendahuluan. Bab II Landasan Teori...
DAFTAR ISI Halaman Judul.. i Halaman Pengesahan ii Halaman Pernyataan. iii Kata Pengantar.. iv Daftar Isi... vi Daftar Tabel.. ix Daftar Gambar.. xi Daftar Lampiran... xiii Intisari.. xiv Abstract xv Bab
BAB III RANCANGAN AKHIR
BAB III RANCANGAN AKHIR Setelah proses brainstorming, bisnis model kanvas pada bab rancangan akhir ini akan menjelaskan model bisnis dari D Sumaya. Gambar 3.1. D Sumaya Bisnis Model Kanvas 3.1 Customer
BAB I PENDAHULUAN. Dalam lingkungan yang terus berkembang dan cepat berubah, perusahaan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN Dalam lingkungan yang terus berkembang dan cepat berubah, perusahaan tidak dapat mempertahankan sikap menarik pelanggan atau memperluas pasar baru. Faktor
BAB III DESIGN OF BUSINESS MODEL
BAB III DESIGN OF BUSINESS MODEL 3.1 Indonesian Food & Beverages Industry Overview Industry Food & Beverage di Indonesia merupakan salah satu sector yang saat ini sedang bertumbuh. Tercatat menurut data
BAB 3 FINAL DESIGN OF BUSINESS MODEL
59 BAB 3 FINAL DESIGN OF BUSINESS MODEL Gambar 3. 1 Final Design Business Model Canvas 3.1 Customer Segment Makanan sehat yang mengandung protein tinggi ini akan dipasarkan kepada beberapa segmen pasar.
BAB 2 VALUE PROPOSITION (DEVELOPMENT & JUSTIFICATION)
8 BAB 2 VALUE PROPOSITION (DEVELOPMENT & JUSTIFICATION) 2.1 ANALISA PASAR DAN INDUSTRI 2.1.1 PENGERTIAN HOTEL Dalam era modern ini hotel didefinisikan sebagai suatu organisasi yang menyediakan sarana akomodasi,
DESKRIPSI MODEL BISNIS PADA PT JOYO BEKTI INDAH MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS
AGORA Vol. 4, No. 1, (2016) 591 DESKRIPSI MODEL BISNIS PADA PT JOYO BEKTI INDAH MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS Kevin Rudy Tulus Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen
I. PENDAHULUAN. Di Indonesia, industri kreatif dibagi menjadi 15 subsektor, diantaranya: mode,
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Industri kreatif merupakan salah satu faktor yang menjadi penggerak perekonomian nasional. Industri kreatif Indonesia semakin berkembang dan diminati pasar global. Di
BAB 2 KERANGKA TEORI
BAB 2 KERANGKA TEORI 2.1 Model Bisnis Menurut Alexander Osterwalder & Yves Pigneur, sebuah model bisnis menggambarkan dasar pemikiran bagaimana suatu perusahaan atau organisasi menicptakan, memberikan
BUSINESS MODEL CANVAS
BUSINESS MODEL CANVAS Coach Ferdy D. Savio Surabaya, 11 Mei 2016 Apa Faktor yang paling Penting dari sebuah Bisnis? Business Model Generation Alexander Osterwalder & Yves Pigneur Apakah Anda memiliki SEMANGAT
BAB 3 FINAL DESIGN BUSINESS MODEL
BAB 3 FINAL DESIGN BUSINESS MODEL Pattern menurut Osterwalder & Pigneur (2010, hal.54) adalah suatu gagasan untuk menangkap ide-ide desain sebagai suatu pola dasar dan deskripsi yang dapat digunakan secara
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. TINJAUAN PUSTAKA 1. Pengertian Pemasaran Pemasaran merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk memuaskan kebutuhan konsumen atau pelanggannya akan barang
MODEL BISNIS PADA PERUSAHAAN X MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS
MODEL BISNIS PADA PERUSAHAAN X MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS 18 Devyana Chandra Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya E-mail:
Customer Relationship Management (CRM) Software dari SAP Fitur & Fungsi Sistem CRM: Marketing Software
Customer Relationship Management (CRM) Software dari SAP Fitur & Fungsi Sistem CRM: Marketing Software disusun oleh Satrya Nurrachman 09.11.2820 Kelas : E-Bisnis 2 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI
BAB III METODOLOGI. Gambar 3.1. Metodologi penelitian. Business Canvassing. Ruang Lingkup Bisnis. Produk dan Layanan STP. Business Feasibility
BAB III METODOLOGI 3.1 METODE PERENCANAAN BISNIS Untuk merencanakan konsep pengembangan model bisnis dari developer rumah container ini, kami menggunakan berbagai macam perencanaan dan sistem untuk menjaga
RANGKUMAN BMC DALAM BAHASA INDONESIA
RANGKUMAN BMC DALAM BAHASA INDONESIA RANGKUMAN BMC DALAM BAHASA INDONESIA Sumber: Nuradhi, M. (2015), Kajian Business Model Canvas pada Biro Konsultan Arsitektur dan Desain Interior Hadiprana, Tesis Magister
USULAN DESAIN MODEL BISNIS LAPIS BOGOR SANGKURIANG BUSINESS MODEL DESIGN OF LAPIS BOGOR SANGKURIANG
E-Jurnal Agroindustri Indonesia Desember 2014 Vol. 3 No. 1, p ISSN: 2252-3324 Available online at: http://tin.fateta.ipb.ac.id/journal/e-jaii USULAN DESAIN MODEL BISNIS LAPIS BOGOR SANGKURIANG BUSINESS
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kantin Sekolah Kantin sekolah adalah sebuah ruangan atau bangunan yang menyediakan makanan dan minuman yang diperuntukkan bagi murid, karyawan, dan guru. Pada umumunya, selain
2.1 Strategi Komunikasi Pemasaran
BAB II KERANGKA KONSEP DAN TEORI Teori adalah sebuah sistem konsep abstrak yang mengindikasikan adanya hubungan diantara konsep konsep yang membantu kita memahami sebuah fenomena. Suatu teori adalah suatu
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 BUSINESS MODEL CANVAS Dalam melakukan perencanaan sebuah bisnis, penting sekali diperlukan adanya bisnis model demi terwujudnya kelancaran bisnis tersebut. Menurut Osterwalder
PERANCANGAN BUSINESS MODEL CANVAS EUNIQE PICNICROLL
286 PERANCANGAN BUSINESS MODEL CANVAS EUNIQE PICNICROLL Yeziel Arkhipus Wiciaputra Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya E-mail:
CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) SOFTWARE FROM SAP
CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) SOFTWARE FROM SAP Karya Ilmiah E Business Sujiwo (09.11.3212) STMIK AMIKOM YOGYAKARTA ABSTRAK Karya ilmiah e-business ini berisikan uraian mengenai lingkungan bisnis
BAB 1 LATAR BELAKANG
BAB 1 LATAR BELAKANG 1.1 Latar Belakang Membahas tentang kebutuhan utama manusia adalah salah satunya kebutuhan akan pangan. Pangan adalah kebutuhan yang paling utama secara kuantitatif maupun secara kualitatif.
MENGENAL BUSSINESS MODEL CANVAS (BMC) DALAM DUNIA START UP
MENGENAL BUSSINESS MODEL CANVAS (BMC) DALAM DUNIA START UP PEPEN AANDRIAN SYAH [email protected] Abstrak Business Model Canvas atau yang biasa disingkat dengan BMC mulai mendapatkan ketenaran di Indonesia.
Strategi Pemasaran dalam Persaingan Bisnis Modul ke:
Strategi Pemasaran dalam Persaingan Bisnis Modul ke: Widi Wahyudi,S.Kom, SE, MM. Fakultas Desain & Seni Kreatif Program Studi Desain Produk www.mercubuana.ac.id A. Pengertian Strategi Pemasaran Strategi
BAB III BUSINESS MODEL CANVAS
BAB III BUSINESS MODEL CANVAS 3.1 Customer Segments (Segmentasi Pelanggan) Jenis segmen pelanggan jaket LED ini terbagi menjadi dua yaitu: penyewa sepeda motor dan pembeli individual. Penyewa Sepeda Motor
KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS PELUANG BISNIS KOPI SIDIKALANG
KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS PELUANG BISNIS KOPI SIDIKALANG OLEH DAUD ERWIN AYAMISEBA 10.11.4209 S1TI-2I STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011 STRATEGI MARKETING ABSTRAK Persaingan industri bisnis kopi sudah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan bisnis jasa tempat hiburan dan permainan untuk keluarga di Indonesia cukup menjanjikan, mengingat tingkat kebutuhan hiburan dan tempat rekreasi
BAB I PENDAHULUAN. baik internal maupun eksternal untuk melakukan inovasi dalam. mengembangkan produk dan servisnya. Bank diharapkan dapat merespons
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Industri perbankan Indonesia saat ini sedang menghadapi tekanantekanan baik internal maupun eksternal untuk melakukan inovasi dalam mengembangkan produk dan servisnya.
BAB I PENDAHULUAN. faktor penting, salah satunya adalah kepuasan pelanggan yang merupakan isu
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan pelanggan pada kondisi pasar yang kompetitif merupakan faktor penting, salah satunya adalah kepuasan pelanggan yang merupakan isu utama dari bisnis pada
BAB 3 FINAL DESIGN BUSINESS MODEL
BAB 3 FINAL DESIGN BUSINESS MODEL Pattern menurut Osterwalder & Pigneur (2010, hal 54) adalah suatu gagasan untuk menangkap ide-ide desain sebagai suatu pola dasar dan deskripsi yang dapat digunakan secara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Telekomunikasi merupakan bagian yang penting di dalam kehidupan manusia dan tak bisa terlepas dari kehidupan sehari-hari. Handphone menjadi salah satu sarana
BAB 1 PENDAHULUAN. commerce seiring dengan meningkatnya perkembangan teknologi web yang tumbuh
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tahun 1995 merupakaan awal dimulainya transaksi dengan menggunakan e- commerce seiring dengan meningkatnya perkembangan teknologi web yang tumbuh sejak pertengahan
ANALISIS PENGEMBANGAN BISNIS PADA PT.BONLI CIPTA SEJAHTERA DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS
ANALISIS PENGEMBANGAN BISNIS PADA PT.BONLI CIPTA SEJAHTERA DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS BUSINESS DEVELOPMENT ANALYSIS IN PT. BONLI CIPTA SEJAHTERA USING BUSINESS MODEL CANVAS APPROACH Abu Hafs
EVALUASI DAN PERANCANGAN MODEL BISNIS BERDASARKAN BUSINESS MODEL CANVAS
EVALUASI DAN PERANCANGAN MODEL BISNIS BERDASARKAN BUSINESS MODEL CANVAS 8 Ellizabeth Cindy Tjitradi Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto Timur 1,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pemuas kebutuhan yang tidak berwujud tetapi dapat dirasakan dan dapat. adalah sebagai berikut :
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Pengertian Jasa Sebelum mengenal segmentasi, targeting, dan positioning lebih jauh terlebih dahulu mengenal dan memahami apa itu jasa. Jasa yaitu pemuas kebutuhan
ANALISIS INOVASI MODEL BISNIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS BUSINESS MODEL INNOVATION USING BUSINESS MODEL CANVAS IN CULLINARY BUSINESS
ANALISIS INOVASI MODEL BISNIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS BUSINESS MODEL INNOVATION USING BUSINESS MODEL CANVAS IN CULLINARY BUSINESS Fitri Fatimah Patmana Putri 1), Farah Alfanur 2) Prodi
TUGAS CASE CANADA GOOSE
TUGAS CASE CANADA GOOSE Kelompok 6 : Ade Lukito Hosea Suranta Ginting Martinus Manurung Mega Nur Innama Toga Sinaga PPM SCHOOL OF MANAGEMENT 2016 I Latar Belakang Canada Goose Inc merupakan perusahaan
BAB II LANDASAN TEORI. pemasaran tidak ada yang namanya perusahaan, akan tetapi apa yang dimaksud dengan
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Pemasaran Pemasaran sebagaimana diketahui, adalah inti dari sebuah usaha. Tanpa pemasaran tidak ada yang namanya perusahaan, akan tetapi apa yang dimaksud dengan pemasaran
BAB 1 PENDAHULUAN. Dewan Perjalanan dan Wisata Dunia (World Travel and Tourism Council) angka
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perjalananan wisatawan dunia mencapai 1 miliar pada tahun 2012. Menurut Dewan Perjalanan dan Wisata Dunia (World Travel and Tourism Council) angka tersebut
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bauran Pemasaran Untuk memasarkan sebuah produk, perusahaan harus menggunakan sebuah strategi agar tidak ada kesalahan dalam memasarkan produk. Perusahaan terlebih dahulu harus
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Ringkasan Penelitian Seiring dengan peningkatan penggunaan social networking site atau yang sering disebut dengan social media, banyak perusahaan baik yang berskala besar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penelitian. Teori-teori tersebut berkaitan dengan penjualan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab II menjelaskan teori-teori mengenai konsep penjualan sebagai landasan penelitian. Teori-teori tersebut berkaitan dengan penjualan. A. Pengertian Penjualan Definisi menjual menurut
Mekanisme EC. By Agus Irawan Universitas Serang Raya
Mekanisme EC By Agus Irawan Universitas Serang Raya Intro Memahami E-commerce sebenarnya tidak terlalu sulit karena tidak jauh berbeda dengan memahami bagaimana konsep perdagangan secara umum. Yang membedakannya
Model bisnis E-commerce Produk Pertanian (Studi kasus pada PT. Limakilo Maju Bersama petani)
Model bisnis E-commerce Produk Pertanian (Studi kasus pada PT. Limakilo Maju Bersama petani) Oleh : Adystiana Yashinta Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran [email protected]
LAMPIRAN. 1. Meliputi daerah mana saja jangkauan penjualan produk PT. Best Denki
LAMPIRAN Wawancara 1 1. Meliputi daerah mana saja jangkauan penjualan produk PT. Best Denki Indonesia? Target saat ini sampai tahun 2010 masi tetap di daerah Jakarta. Mulai dari Jakarta Barat, Jakarta
ANALISIS PENGEMBANGAN BISNIS DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS PADA UD. MOGA JAYA SURABAYA
ANALISIS PENGEMBANGAN BISNIS DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS PADA UD. MOGA JAYA SURABAYA Niken Indriany dan Ratih Indriyani Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen
EVALUASI MODEL BISNIS PADA PERUSAHAAN X MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS
AGORA Vol. 3, No. 1, (2015) 305 EVALUASI MODEL BISNIS PADA PERUSAHAAN X MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS Melina Setijawibawa Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen Petra
BAB I PENDAHULUAN. Pemasaran sebagai salah satu kegiatan utama perusahaan, dilakukan untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemasaran sebagai salah satu kegiatan utama perusahaan, dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaannya. Pemasaran dapat didefinisikan dari dua aspek
BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan taraf hidup dan gaya hidup masyarakat yang sangat beragam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Peningkatan taraf hidup dan gaya hidup masyarakat yang sangat beragam sekarang ini, membuat perusahaan harus dapat menciptakan produk yang kreatif serta inovatif
PERENCANAAN PEMASARAN USAHA KECIL (Tugas Kelompok Kewirausahaan)
PERENCANAAN PEMASARAN USAHA KECIL (Tugas Kelompok Kewirausahaan) Nama Kelompok : Fadhyl Muhammad 115030407111072 Ardhya Harta S 115030407111075 Ardiansyah Permana 115030407111077 UNIVERSITAS BRAWIJAYA
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bisnis usaha kuliner di Indonesia semakin hari semakin diminati dengan melihat semakin banyaknya masyarakat yang gemar memburu beberapa aneka menu makanan baik makanan
BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan di bidang furnitur mebel semakin banyak jumlahnya disetiap
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian Perusahaan di bidang furnitur mebel semakin banyak jumlahnya disetiap daerah di Indonesia. Hal ini dapat dipahami mengingat semakin meningkatnya kebutuhan
BAB II VALUE PROPOSITION
BAB II VALUE PROPOSITION 2.1 E-Business 2.1.1 Pengertian E-Business Menurut Harisno dan Pujadi (2009: 67), E-Business merupakan kegiatan berbisnis di internet, yang tidak saja pembelian, penjualan dan
BAB I PENDAHULUAN. berkembang menjadi convenience store, serta banyaknya kompetitor membuat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat ini perkembangan convenience store di Indonesia khususnya di Jakarta semakin meningkat. Berawal dari minimarket biasa kemudian berkembang menjadi convenience
PENGEMBANGAN BISNIS MODEL UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING INDUSTRI BATIK SUMENEP MADURA
C.19 PENGEMBANGAN BISNIS MODEL UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING INDUSTRI BATIK SUMENEP MADURA Narto * Program Studi Magister Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
BAB I PENDAHULUAN. tesis, ruang lingkup, tujuan dan manfaat dari penulisan tesis serta sistematika
BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini dijelaskan secara garis besar tentang latar belakang pembuatan tesis, ruang lingkup, tujuan dan manfaat dari penulisan tesis serta sistematika penulisan tesis ini dilakukan.
BAB 3 ANALISIS PROSES BISNIS BERJALAN
BAB 3 ANALISIS PROSES BISNIS BERJALAN 3.1 Gambaran Umum Perusahaan 3.1.1 Sejarah Perusahaan PT. Berlian Komputer Utama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penjualan komputer, notebook, laptop.
