BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN
|
|
|
- Teguh Irawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Pengumpulan Data Produk Berikut ini merupakan data yang diperoleh melalui wawancara dengan pihak manajemen tentang jenis produk yang dihasilkan oleh PT. Palmanusa Adhi Kencana pada tahun 2003: Tabel 5.1 Data Produksi tahun PT. Palmanusa Adhi Kencana Jenis Produk Jumlah Produksi Round Table unit Side Table unit Deck Chair unit Dining Table unit Bench unit Lounge Chair unit Arm Chair unit Total unit Sumber: wawancara eksekutif PT P A K
2 12% 7% 5% Arm Chair Lounge Chair Side Table Deck Chair 5% 5% 6% 60% Bench Round Table Dining Table Gambar 5.1 Persentase Hasil Produksi PT. PAK Tahun Dengan menghasilkan tujuh produk tersebut, total volume produksi per tahun berkisar pada angka 1250 m 3 dengan sisa produksi sebesar 25 m 3. Sisa produksi tersebut digunakan sebagai buffer inventory yakni persediaan untuk persiapan apabila jumlah produk yang dihasilkan tidak mencukupi. Alasan adanya buffer inventory ini adalah karena biaya persiapan produksi terlalu besar untuk menghasilkan produk dengan jumlah sedikit. Oleh karena itu diharapkan dengan adanya inventory ini dapat menutupi kebutuhan ad hoc. Untuk melakukan analisa dengan menggunakan data tersebut maka ada baiknya kita menilik pada produk sampel yang digunakan untuk mewakili produkproduk yang dihasilkan perusahaan. Dalam memilih produk sebagai sampel perusahaan, ada baiknya dilihat sistem pembebanan biaya perusahaan. Perusahaan membebankan biaya berdasarkan jumlah produksi sebagai penentu biaya, sehingga produk yang memiliki volume produksi tertinggi menanggung biaya paling tinggi. 85
3 Sehubungan dengan pembebanan berdasar jumlah, produk yang diambil sebagai contoh adalah Arm chair, Dining Table, dan Bench. Arm Chair mewakili produk yang memiliki jumlah permintaan paling tinggi, Dining Table mewakili produk yang memiliki permintaan paling sedikit dan Bench mewakili produk yang berada diantara keduanya. Diharapkan dengan ketiga produk ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai perbedaan sistem ABC dan sistem tradisional Produk Arm Chair Bahan baku utama yang digunakan untuk proses produksi Arm Chair ini adalah kayu Nyatoh, namun dapat disesuaikan dengan permintaan konsumen. Penjelasan mengenai pembuatan Arm Chair akan dibagi ke dalam part-partnya. Part yang ada yakni: 1. Kaki Depan dan Kaki Belakang 2. Batas Ram Samping 3. Tanganan 4. Bagian Samping Sandaran 5. Bagian Atas Sandaran 6. Slat Sandaran 7. Bagian Belakang Ram Dudukan 8. Bagian Samping Dudukan 9. Badan/ Bagian Lepasan 86
4 Untuk semua part, ada proses yang dilewati dahulu, sebelum sampai ke gudang bestek, yakni proses Rough Mill guna memperoleh ukuran yang diminta pada saat bahan sampai ke gudang bestek. Dari Gudang Bestek part-part diproses di bagian produksi. Setelah part-part selesai diproses dimasukkan ke gudang part yang akan dilanjutkan ke proses assembly dan dilakukan repair. Setelah itu masuk ke gudang komponen. Dari gudang komponen dilakukan finishing berupa pewarnaan dan packing untuk kemudian dimasukkan ke gudang barang jadi. Tabel 5.2, dan tabel 5.3 berikut ini merupakan bahan tidak langsung dan bahan packing yang digunakan untuk Arm Chair: Tabel 5.2 Bahan Tidak Langsung Arm Chair Bahan Jumlah Lem Poyoshica 0,15613 m 2 Dowel Pasak (40 x ø6) Pasak kayu Pin (30 x ø6) Cross Dowel (30 x ø6) Logo "X" Paku Brass 1,2 10 bh. 2 bh. 8 bh. 2 bh. 1 bh. 2 bh. Sumber: R & D PT. P A K 87
5 Tabel 5.3 Bahan Packing Arm Chair Bahan Jumlah Karton DW 3,2475 m 2 Strapping band Band tape Sticker Brosur + Assembly instruction 6,5 m 5,82 m 1 bh. 2 set Sumber: R & D PT. P A K Produk Bench Bahan baku yang digunakan untuk proses produksi Bench adalah kayu Jati, namun dapat disesuaikan dengan permintaan konsumen. Penjelasan mengenai pembuatan bench akan dibagi ke dalam part-partnya. Part yang ada yakni: 1. Ram samping a. Kaki depan b. Kaki belakang c. Bingkai bawah d. Bingkai atas e. Tanganan 2. Bingkai lepasan 3. Ram dudukan a. Ruji-ruji dudukan 88
6 b. Slat depan c. Slat belakang 4. Ram sandaran a. Bingkai atas sandaran b. Bingkai bawah sandaran c. Ruji-ruji sandaran Untuk semua part, ada proses yang dilewati dahulu, sebelum sampai ke gudang bestek, yakni proses Rough Mill guna memperoleh ukuran yang diminta pada saat bahan sampai ke gudang bestek. Dari Gudang Bestek part-part diproses di bagian produksi. Setelah part-part selesai diproses dimasukkan ke gudang part yang akan dilanjutkan ke proses assembly dan dilakukan repair. Setelah itu masuk ke gudang komponen. Dari gudang komponen dilakukan packing untuk kemudian dimasukkan ke gudang barang jadi. Berbeda dengan Arm chair, biasanya Bench diberi pewarnaan berupa teak oil ataupun cat warna. Setelah part-part diberi warna maka dikeringkan dengan menggunakan conveyor gantung. Tabel 5.4 dan tabel 5.5 berikut ini merupakan bahan tidak langsung dan bahan packing yang digunakan untuk Bench: 89
7 Tabel 5.4 Bahan Tidak Langsung Bench Bahan Jumlah Lem Poyoshica 0, m 2 Dowel Pasak (40 x ø6) Cross Dowel (30 x ø6) Sekrup (+) 1¼", ø 8 mm Pin (20 x ø5) Pin (20 x ø6) Pin Galv. 37 x ø6 38 bh. 2 bh. 37 bh. 4 bh. 2 bh. 2 bh. Lem Polyartica 0, m 2 Pasak kayu Logo "X" Paku 7 bh. 1 bh. 2 bh. Sumber: R & D PT. P A K Tabel 5.5 Bahan Packing Bench Bahan Jumlah Karton DW 3,8019 m 2 Strapping band Band tape Sticker 7,17 m 6,12 m 1 bh. 90
8 Bahan Brosur + Assembly instruction Jumlah 2 set Sumber: R & D PT. P A K Produk Dining Table Bahan baku yang digunakan untuk proses produksi Dining Table adalah kayu Jati, namun dapat disesuaikan dengan permintaan konsumen. Penjelasan mengenai pembuatan bench akan dibagi ke dalam part-partnya. Part yang ada yakni: 1. Top Table a. Assembly Frame b. Bingkai Depan c. Bingkai Belakang d. Bagian Samping Top Table e. Bingkai Tengah 2. Apron a. Apron Panjang b. Apron Pendek c. Bingkai Tengah Apron 3. Slat - Slat Top Table 4. Klos Top Table 5. Wooden Plug A 91
9 6. Klos 7. Kaki Untuk semua part, ada proses yang dilewati dahulu, sebelum sampai ke gudang bestek, yakni proses Rough Mill guna memperoleh ukuran yang diminta pada saat bahan sampai ke gudang bestek. Dari Gudang Bestek part-part diproses di bagian produksi. Setelah part-part selesai diproses dimasukkan ke gudang part yang akan dilanjutkan ke proses assembly dan dilakukan repair. Setelah itu masuk ke gudang komponen. Dari gudang komponen dilakukan packing untuk kemudian dimasukkan ke gudang barang jadi. Biasanya Dining Table diberi pewarnaan berupa cat warna (pure white). Setelah part-part diberi warna maka dikeringkan dengan menggunakan conveyor gantung. Tabel 5.6 dan tabel 5.7 berikut ini merupakan bahan tidak langsung dan bahan packing yang digunakan untuk Dining Table: Tabel 5.6 Bahan Tidak Langsung Dining Table Bahan Jumlah Lem Poyoshica 0,42780 m 2 Dowel Pasak (40 x ø6) Sekrup (+) 1¼", ø 8 mm Sekrup (+) 5/8", ø 8 mm Sekrup (+) 1", ø 8 mm 8 bh. 74 bh. 24 bh. 16 bh. 92
10 Bahan Dowel beralur Leg corner Bracket Bolt Rubber Feet Logo "X" Paku Jumlah 8 bh. 4 bh. 8 bh. 4 bh. 1 bh. 2 bh. Tabel 5.7 Bahan Packing Dining Table Sumber: R & D PT. P A K Bahan Jumlah Karton DW 4,08093 m 2 Strapping band Band tape Sticker Brosur + Assembly instruction 10,15 m 8,9 m 1 bh. 2 set Sumber: R & D PT. P A K Penentuan Pusat Biaya Setelah mengetahui mengenai gambaran produk-produk yang dijadikan sampel untuk penelitian maka langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi Pusatpusat biaya. PT. Palmanusa Adhi Kencana menggunakan sistem tradisional dalam 93
11 perhitungan perencanaan biaya produksi. Biaya dibagi ke dalam dua bagian besar, yakni biaya pabrikasi dan biaya komersil. Biaya pabrikasi terdiri dari biaya bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead. Biaya komersial yakni biaya pemasaran dan biaya administrasi dan umum. Namun mengenai biaya komersial tidak akan dibahas lebih jauh karena berada diluar topik. Perusahaan membagi biaya pabrikasi yang terjadi sebagai berikut: 1. Biaya bahan langsung Biaya ini merupakan biaya bahan baku yang digunakan untuk proses produksi per produk. Setiap jenis produk berbeda memiliki bahan yang berbeda sesuai permintaan konsumen. Pembebanan yang dilakukan dari awal proses produksi hanya sekali yakni pada awal proses produksi. 2. Biaya Tenaga kerja langsung Biaya tenaga kerja langsung meliputi biaya operator proses produksi di seluruh lini produksi. Tenaga kerja yang ada terbagi-bagi sesuai dengan area kegiatan mereka, yakni: a. Rough Mill b. Produksi c. Assembling d. Repair e. Setting f. Finishing g. Packing 94
12 h. Inventory Dari kedelapan bagian tersebut, data jumlah tenaga kerja, jam kerja serta keluaran yang dihasilkan akan digunakan untuk melakukan perhitungan biaya tenaga kerja langsung. 3. Biaya Tidak Langsung Biaya tidak langsung ini merupakan biaya overhead pabrik diluar biayabiaya langsung. Biaya ini meliputi: a. Bahan tidak langsung Produksi Terdiri atas penggunaan bahan-bahan pembantu selama proses produksi suatu produk, seperti: lem, sekrup, paku dan bahan pembantu lainnya yang tidak signifikan. b. Bahan tidak langsung Packing Packing diberikan kepada produk sebagai pelengkap dan pelindung agar produk terlindungi dari benturan dan kerusakan dan untuk mempermudah penyimpanan dalam gudang. Packing yang diberikan berbeda untuk masing-masing jenis produk. Namun bahan yang digunakan umumnya sama. c. Biaya tidak langsung lainnya Yang termasuk dalam biaya ini yakni biaya overhead lainnya seperti: o Biaya tenaga kerja tidak langsung o Biaya utilitas seperti telepon dan listrik dan 95
13 o Biaya-biaya kendaraan operasional seperti asuransi, penyusutan, operasional, dan maintenance o Biaya maintenance dan biaya penyusutan peralatan dan mesin o Biaya-biaya gedung seperti asuransi, penyusutan, maintenance, PBB o Biaya alat-alat kantor pabrik o Biaya penanganan bahan baku Pengumpulan Data dan Penentuan Standar Biaya Pertama-tama dilakukan perincian biaya overhead pabrik. Biaya listrik yang dibutuhkan diperkirakan menggunakan perhitungan di bawah ini. dilihat pada Tabel 5.8 di bawah ini yang mendata mesin-mesin dan peralatan listrik yang digunakan pabrik dibagi berdasarkan tiga bagian besar lantai produksi. Tabel 5.8 Detail Pemakaian Listrik untuk Area Rough Mill No Jenis Jumlah (buah) Daya/ unit (kw) Usage (kw) 1 Planner 2 2,730 5,46 2 Jump Saw 2 3,170 6,34 3 Double Planner 2 3,270 6,54 4 Double Entenoner 1 3,700 3,7 5 Single Rip Saw 1 1,430 1,43 96
14 No Jenis Jumlah (buah) Daya/ unit (kw) Usage (kw) 6 Multi Rip Saw 2 2,730 5,46 7 Band Saw 6 5,625 33,75 8 Pemotong Dowel 3 1,730 5,19 9 Moulder 3 5,120 15,36 10 Compressor 2 7,460 14,92 11 Radial Arm Saw 2 2,200 4, ,55 Tabel 5.9 Detail Pemakaian Listrik untuk Area Produksi No Jenis Jumlah (buah) Daya/ unit (kw) Usage (kw) 1 Tenon 2 2,230 4,46 2 Mortizer 7 2,170 15,19 3 Sander 9 2,275 20,475 4 Hor/Ver Bor 10 2,460 24,6 5 Router 4 2,670 10,68 6 R/L Bor 2 2,460 4,92 7 Shaper 10 3,230 32,3 8 Cross Cut 3 3,150 9,45 97
15 No Jenis Jumlah (buah) Daya/ unit (kw) Usage (kw) 9 Compressor 1 7,460 7,46 10 Wide Sander 1 3,500 3,5 11 Radial Arm Saw 2 2,270 4,54 12 Double Cutting 2 2,270 4,54 13 Hydraulic Press 5 2,580 12,9 14 Mesin Bubut 1 1,500 1, ,515 Tabel 5.10 Detail Pemakaian Listrik untuk Area Finishing No Jenis Jumlah (buah) Daya/unit (kw) Usage (kw) 1 Strapping machine 4 0,460 1,84 2 Conveyor 1 1,580 1,58 3 Compressor 1 6,525 6,525 4 spray boath 4 1,150 4,6 5 control electrostatic 1 5, ,545 Sumber: PPIC PT. P A K 98
16 Tabel 5.11 Detail Pemakaian Listrik untuk Area Pabrik Lain-Lain Jumlah (buah) Daya/unit (kwatt) Usage (kwh) Jam (/bulan) Total (kwh) Penerangan 200 0, Komputer 5 0,5 2, Motor Gerbang 1 0,5 0, AC 4 0, Lain-lain - - 1, , Total daya mesin pabrik adalah: = 102,55 kw + 156,515 kw + 19,545 kw = 278,61 kw Dengan jam pemakaian per bulan (21 jam/ hari x 25 hari/ bulan ) = 525 jam/ bulan Total Pemakaian listrik per bulan = (278,61 kw x 525 jam/ bulan) kwh = ,3 kwh kwh = ,3 kwh 99
17 *Berdasarkan Tarif Dasar Listrik yang ditetapkan oleh PLN tahun 2003, PT Palmanusa Adhi Kencana menggunakan tarif golongan I-2/ TR yakni batas daya antara 14 kva sampai dengan 200 kva. Biaya Beban = Rp ,00 / kva.bulan x 200 kva = Rp ,00 /bulan Biaya Pemakaian = Rp. 440 /kwh x ,3 kwh = Rp ,00 /bulan Total Biaya Listrik = Rp ,00 + Rp ,00 = Rp ,00 /bulan x 12 bulan = Rp ,00 /tahun Tabel 5.12 Pemakaian biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung Jenis Jml (org.) Gaji Pokok Transport Hari Kerja Total 1. Karyawan ADM 10 Rp Rp Rp Sopir 3 Rp Rp Rp Penanganan Bhn Baku 5 Rp Rp Rp Office Boy 2 Rp Rp Rp Satpam 9 Rp Rp Rp Karyawan maintenance 7 Rp Rp Rp Manager (FAD, R&D, Produksi, PPIC, Logistik) 4 Rp Rp
18 Jenis Jml Gaji Pokok Transport Hari Total 8. Direktur 1 Rp Rp Kepala Bagian 9 Rp Rp Rp Sumber: FA D PT. P A K Tabel 5.13 Detail Kendaraan No Jenis Jumlah 1 Truk 2 2 Mobil Box 1 Sumber:FAD PT. P A K Tabel 5.14 Detail Tanah dan Bangunan Ukuran Luas Harga Total Nilai Tanah (NT) 107* m2 Rp /m2 Rp Nilai Bangunan (NB) 89* m2 Rp /m2 Rp Sumber: FAD PT. P A K Perhitungan Pajak Tanah (0.5% x 20% x NT) = Rp ,00 Bangunan (0.5%x20%x(NB-3,5jt)) = Rp ,00 Total PBB = Rp ,00 101
19 Tabel berikut ini merupakan daftar biaya overhead pabrik di PT. Palmanusa Adhi Kencana pada tahun Tabel 5.15 Biaya Overhead Pabrik tahun Jenis Biaya Detail Jumlah B. Tenaga Kerja tidak Langsung - Rp ,00 B. Utilitas (Air, telp & Listrik) Telepon Rp ,81 Listrik Rp ,00 Biaya-biaya gedung Asuransi Rp ,33 Penyusutan Rp ,67 PBB Rp ,00 Perawatan Rp ,00 Biaya-biaya kendaraan Asuransi Rp ,00 Penyusutan Rp ,00 Perawatan Rp ,00 Operasional Rp ,00 B. Peralatan & Mesin Penyusutan Rp ,00 Perawatan Rp ,00 Biaya Peralatan Kantor Pabrik - Rp ,00 B. Penanganan Bahan Baku - Rp ,00 Total: Rp ,81 102
20 Penetapan standar-standar untuk perhitungan prediksi biaya dilakukan oleh perusahaan dalam memperkirakan harga jual kepada konsumen. Penetapan standar dibagi menjadi tiga bagian utama yakni standar bahan, standar tenaga kerja, dan standar biaya overhead. Standar Biaya Bahan Bahan baku utama yang digunakan produk yang dihasilkan PT Palmanusa Adhi Kencana ada dua jenis yaitu kayu Jati dan kayu Nyatoh seperti terlihat pada tabel Tabel 5.16 Standar Bahan Baku Utama Jenis Satuan Harga/ Satuan Kayu Jati m 3 Rp ,00 Kayu Nyatoh m 3 Rp ,00 Kemudian selain bahan-bahan utama, diterapkan pula standar harga untuk bahan tidak langsung seperti bahan pembantu, bahan finishing dan bahan packing. Tabel 5.17 berikut ini memuat bahan yang digunakan dalam pembahasan skripsi. Tabel 5.17 Standar Bahan Pembantu No Bahan Pembantu Satuan Harga/ Satuan 1 Lem Poyoshica m 2 Rp Dowel Pasak (40 x ø6) unit Rp Pasak kayu unit Rp
21 4 Bahan Pembantu Satuan Harga/ Satuan 5 Pin (30 x ø6) unit Rp Cross Dowel (30 x ø6) unit Rp Logo "X" unit Rp Paku Brass 1,2 unit Rp Sekrup (+) 5/8", ø 8 mm unit Rp Sekrup (+) 1", ø 8 mm unit Rp Dowel beralur unit Rp Sekrup (+) 1¼", ø 8 mm unit Rp Pin (20 x ø5) unit Rp Pin (20 x ø6) unit Rp Pin Galv. 37 x ø6 unit Rp Lem Polyartica m 2 Rp Leg corner Bracket unit Rp Bolt unit Rp Paku unit Rp Rubber Feet unit Rp. 85 Tabel 5.18 Standar Bahan Finishing No Bahan Satuan Harga/ Satuan 1 Teak Oil m 2 Rp
22 No Bahan Satuan Harga/ Satuan 2 Cat m 2 Rp 4950 Tabel 5.19 Standar Bahan Packing No Bahan Satuan Harga/ Satuan 1 Karton DW m 2 Rp Strapping band m Rp 50 3 Band tape m Rp Sticker unit Rp Brosur + Assembly instruction unit Rp 200 Standar Tenaga Kerja Langsung Penetapan standar yang dilakukan PT Palmanusa Adhi Kencana menggunakan ratarata jam tenaga kerja (man hour) per bagian produksi. Bagian produksi terdiri dari delapan bagian seperti terlihat pada tabel 5.17 dan masing-masing bagian memiliki rata-rata tersendiri. Misalnya, bagian Rough Mill menggunakan rata-rata 64,164 MH/ m 3. Ini berarti setiap 1 m 3 pengerjaan pada bagian Rough Mill menggunakan jam tenaga kerja sebesar 64,
23 Tabel 5.20 Standar Tenaga Kerja Langsung Tahun Bagian MH/m 3 RM 64,164 Produksi 264,936 Assembly 76,337 Repair 89,301 Setting 66,258 Packing 67,678 Finishing 81,560 Inventory 26,030 Total : 710,24 Sumber: PPIC PT. P A K Sebagai tambahan, data tersebut diperoleh dengan cara mencatat jumlah keluaran setiap produksi per-shiftnya. Setiap shift, dari setiap bagian dicatat jumlah penggunaan tenaga kerja, jam kerja dan volume output (m 3 ) untuk perhitungan. Tabel 5.21 Standar Tenaga Kerja tidak Langsung No Jenis Gaji Pokok Transport 1 Karyawan ADM Rp Rp Sopir Rp Rp Penanganan Bhn Baku Rp Rp
24 No Jenis Gaji Pokok Transport 4 Office Boy Rp Rp Satpam Rp Rp Karyawan maintenance Rp Rp Manager (FAD, R&D, Produksi, PPIC, Logistik) Rp Standar Biaya Overhead Untuk standar biaya overhead biasanya ditetapkan perusahaan dengan memperhatikan besar biaya overhead pada periode sebelumnya. Dengan menggunakan perkiraan jumlah produksi untuk periode selanjutnya, pihak manajemen akan menetapkan suatu nilai perkiraan biaya overhead nantinya. Untuk periode pihak manajemen menentukan biaya overhead terapan sebesar Rp ,
25 5.1.6 Prosedur Perhitungan Biaya Produksi Perusahaan Prosedur Prediksi Biaya Produksi Perhitungan Bahan Bahan Baku yang digunakan secara langsung dibebankan ke produk. Bahan baku yang digunakan untuk produksi Arm Chair dan Dining Table adalah kayu Jati, sedangkan untuk produksi Bench digunakan kayu Nyatoh. Perhitungan biaya bahan baku adalah sebagai berikut: Arm Chair (bahan: 0,04040 m 3 ; produk: 0,02593 m 3 ; Kayu Jati) = 3 0,04040 m x Rp ,00 /m 3 = Rp ,00 Bench (bahan: 0,07240 m 3 ; produk: 0,04436 m 3 Kayu Nyatoh) = 3 0,07240 m x Rp ,00 /m 3 = Rp ,00 Dining Table (bahan: 0, m 3 ; produk: 0,06168 m 3 Kayu Jati) = 3 0, m x Rp ,00 /m3 = Rp ,80 Setelah bahan baku utama, berikutnya adalah bahan pembantu atau bahan tidak langsung produk. 108
26 Arm Chair Tabel 5.22 Detail Bahan Pembantu Arm Chair Bahan Pembantu Jumlah Harga/ Unit Harga Pakai Lem Poyoshica 0,15613 m 2 Rp Rp 3.203,79 Dowel Pasak (40 x ø6) 10 Rp. 135 Rp 1.350,00 Pasak kayu 2 Rp. 120 Rp 240,00 Pin (30 x ø6) 8 Rp. 105 Rp 840,00 Cross Dowel (30 x ø6) 2 Rp. 125 Rp 250,00 Logo "X" 1 Rp. 600 Rp 600,00 Paku Brass 1,2 2 Rp. 15 Rp 30,00 Total Rp 6.513,79 Tabel 5.23 Detail Bahan Packing Arm Chair Bahan Packing Jumlah Harga/ Unit Harga Pakai Karton DW 3,2475 m 2 Rp Rp ,25 strapping band 6,5 Rp 50 Rp 325 Band tape 5,82 Rp 160 Rp 931,2 Sticker 1 Rp 500 Rp 500 brosur + Assembly instruction 2 Rp 200 Rp 400 Total Rp ,45 109
27 Bench Tabel 5.24 Detail Bahan Pembantu Bench Bahan Pembantu Jumlah Harga/ Unit Harga Pakai Lem Poyoshica 0, m 2 Rp Rp 6.549,47 Dowel Pasak (40 x ø6) 38 Rp. 135 Rp 5.130,00 Cross Dowel (30 x ø6) 2 Rp. 125 Rp 250,00 Sekrup (+) 1¼", ø 8 mm 37 Rp. 255 Rp 9.435,00 Pin (20 x ø5) 4 Rp. 89 Rp 356,00 Pin (20 x ø6) 2 Rp. 92 Rp 184,00 Pin Galv. 37 x ø6 2 Rp. 150 Rp 300,00 Lem Polyartica 0, m 2 Rp Rp 1.965,18 Pasak kayu 7 Rp. 120 Rp 840,00 Logo "X" 1 Rp. 600 Rp 600,00 Paku 2 Rp. 15 Rp 30,00 Total Rp ,65 Tabel 5.25 Detail Bahan Packing Bench Bahan Packing Jumlah Harga/ Unit Harga Pakai Karton DW 3,8019 m 2 Rp Rp ,93 strapping band 7,17 Rp 50 Rp 358,5 band tape 6,12 Rp 160 Rp 979,2 110
28 Sticker 1 Rp 500 Rp 500 brosur + Assembly instruction 2 Rp 200 Rp 400 Total Rp ,63 Dining Table Tabel 5.26 Detail Bahan Pembantu Dining Table Bahan Pembantu Jumlah Harga/ Unit Harga Pakai Lem Poyoshica 0,42780 m 2 Rp Rp 8.778,46 Dowel Pasak (40 x ø6) 8 Rp. 135 Rp 1.080,00 Sekrup (+) 1¼", ø 8 mm 74 Rp. 255 Rp ,00 Sekrup (+) 5/8", ø 8 mm 24 Rp. 200 Rp 4.800,00 Sekrup (+) 1", ø 8 mm 16 Rp. 235 Rp 3.760,00 Dowel beralur 8 Rp. 150 Rp 1.200,00 Leg corner Bracket 4 Rp. 550 Rp 2.200,00 Bolt 8 Rp. 435 Rp 3.480,00 Rubber Feet 4 Rp. 85 Rp 340,00 Logo "X" 1 Rp. 600 Rp 600,00 Paku 2 Rp. 15 Rp 30,00 Total Rp ,46 111
29 Tabel 5.27 Detail Bahan Packing Dining Table Bahan Packing Jumlah Harga/ Unit Harga Pakai Karton DW 4,08093 m 2 Rp 4700 Rp ,37 strapping band 10,15 Rp 50 Rp 507,5 Band tape 8,9 Rp 160 Rp Sticker 1 Rp 500 Rp 500 brosur + Assembly instruction 2 Rp 200 Rp 400 Total Rp , Perhitungan Tenaga Kerja Langsung Tenaga kerja langsung merupakan karyawan pabrik yang pekerjaannya langsung berhubungan dengan produk. Karyawan lantai produksi pada PT Palmanusa Adhi Kencana dibagi menjadi 8 bagian dengan detail seperti yang tampak pada tabel 5.20 sebelumnya. Perusahaan melakukan pencatatan rata-rata jam tenaga kerja terhadap output yang dihasilkan per bagian. Untuk menghitung pemakaian tenaga kerja maka volume produk yang dihasilkan dikali dengan rata-rata jam tenaga kerja tersebut dan upah per jam tenaga kerja. Upah yang digunakan dalam perhitungan sebesar Rp 4.300,00. Dengan menggunakan data tahun prediksi biaya tenaga kerja yang digunakan adalah: Arm Chair (Volume produk: 0,02593 m 3 ) = 0,02593 m 3 x 710,24 MH/m 3 x Rp 4.300,00 112
30 = Rp ,05 Bench (Volume produk: 0,04436 m 3 ) = 0,04436 m 3 x 710,24 MH/m 3 x Rp 4.300,00 = Rp ,86 Dining Table (Volume produk: 0,06168 m 3 ) = 0,06168 m 3 x 710,24 MH/m 3 x Rp 4.300,00 = Rp , Prediksi Biaya Overhead Biaya Tidak Langsung (Overhead) dihitungkan dengan memperhitungkan volume produksi per unit suatu produk. Biaya Overhead selama satu tahun diturunkan menjadi biaya overhead per m 3 dengan cara dibagi kedalam 12 bulan, jumlah kontainer per bulan, dan jumlah volume produk per kontainer. Berdasarkan data historis pihak PPIC, setiap bulan dilakukan pendekatan perkiraan jumlah volume produksi yang dilakukan yakni 7 kontainer dan per kontainer rata-rata memuat 15 m 3 produk. Sehingga biaya overhead yang dihitung untuk produk: Arm Chair (1 unit Arm Chair memiliki volume 0,02593 m3) = 0,02593 m3 Rp bl 7cont 15m = Rp ,83 / unit Bench (1 unit Bench memiliki volume 0,04436 m 3 ) 113
31 3 Rp = 0,04436 m 3 12bl 7cont 15m = Rp ,75 / unit Dining Table (1 unit Dining Table memiliki volume 0,06168 m 3 ) = 0,06168 m 3 Rp bl 7cont 15m = Rp ,90 / unit Hasil prediksi biaya per produk adalah sebagai berikut: Arm Chair Biaya bahan langsung = Rp ,00 Biaya tenaga kerja langsung = Rp ,05 Biaya overhead = Rp ,83 Biaya bahan tidak langsung = Rp 6.513,79 Biaya packing = Rp ,45 Total biaya produksi = Rp ,12 / unit Bench Biaya bahan langsung = Rp ,00 Biaya tenaga kerja langsung = Rp ,86 Biaya overhead = Rp ,75 Biaya bahan tidak langsung = Rp ,65 Biaya packing = Rp ,63 Total biaya produksi = Rp ,89 / unit 114
32 Dining Table Biaya bahan langsung = Rp ,80 Biaya tenaga kerja langsung = Rp ,69 Biaya overhead = Rp ,90 Biaya bahan tidak langsung = Rp ,46 Biaya packing = Rp ,87 Total biaya produksi = Rp ,72 / unit Setelah melakukan prediksi harga produk, perusahaan akan menggunakan harga prediksi produk tersebut untuk memberikan harga jual produk kepada pelanggan. Setelah pelanggan setuju terhadap penawaran harga, produksi akan dilakukan sesuai pesanan dan proses pencatatan biaya akan berjalan Perhitungan Biaya Produksi Sesungguhnya Metode Tradisional Setelah satu periode produksi selesai, biaya yang telah dikeluarkan selama produksi dilaksanakan dihitung kembali. Perhitungan biaya yang dilakukan meliputi biaya bahan langsung, tenaga kerja langsung dan overhead dengan menggunakan metode tradisional, biaya-biaya tersebut dijumlahkan untuk mendapatkan biaya produksi sesungguhnya. 115
33 Biaya Bahan sesungguhnya Berikut ini data penggunaan bahandari ketiga jenis produk: Arm Chair Biaya bahan langsung = Rp ,27 Biaya bahan pembantu = Rp ,38 Biaya bahan packing = Rp ,35 Total = Rp ,00 Biaya bahan per unit produk Arm Chair adalah : Rp , unit = Rp ,60 /unit Bench Biaya bahan langsung = Rp ,78 Biaya bahan pembantu = Rp ,24 Biaya bahan packing = Rp ,40 Total = Rp ,42 Biaya bahan per unit produk Bench adalah : Rp , unit = Rp ,60 /unit Dining Table Biaya bahan langsung = Rp ,68 Biaya bahan pembantu = Rp ,86 116
34 Biaya bahan packing = Rp ,26 Total = Rp ,81 Biaya bahan per unit produk Dining Table adalah : Rp , unit = Rp /unit Biaya Tenaga Kerja sesungguhnya Setelah melihat pemakaian bahan sesungguhnya, maka selanjutnya adalah pemakaian jam tenaga kerja. Dapat dilihat perhitungan rata-rata manhour per m 3 pada tabel 5.20 Dari data penggunaan jam tenaga kerja per m 3 akan dihitung penggunaan tenaga kerja sesungguhnya untuk satu produk yakni: Arm Chair (Volume produk: 0,02593 m 3 ) = 0,02593 m 3 x 694,475 MH/m 3 x Rp 4.300,00 = Rp ,27 Bench (Volume produk: 0,04436 m 3 ) = 0,04436 m 3 x 694,475 MH/m 3 x Rp 4.300,00 = Rp ,72 Dining Table (Volume produk: 0,06168 m 3 ) = 0,06168 m 3 x 694,475 MH/m 3 x Rp 4.300,00 = Rp ,44 117
35 Biaya Overhead Sesungguhnya Pada tabel 5.15 sebelumnya telah dirinci mengenai biaya Overhead yang terjadi pada periode dengan nilai sebesar Rp ,81. Pengalokasian biaya overhead untuk ketiga produk adalah sebagai berikut: Arm Chair (1 unit Arm Chair memiliki volume 0,02593 m3) = 0,02593 m3 Rp , bl 7cont 15m = Rp ,89 / unit Bench (1 unit bench memiliki volume 0,04436 m 3 ) 3 Rp ,81 = 0,04436 m 3 12bl 7cont 15m = Rp ,85 / unit Dining Table (1 unit DT memiliki volume 0,06168 m 3 ) = 0,06168 m 3 Rp , bl 7cont 15m = Rp ,41 / unit Setelah dilakukan perhitungan di atas, tabel 5.15 memberikan kesimpulan mengenai biaya overhead beserta persentasenya terhadap biaya produksi per unit produk. 118
36 Tabel 5.28 Perhitungan Biaya Produksi dengan Sistem Tradisional Jenis Arm Chair Bench Dining Table 1. Biaya Bahan Rp ,60 Rp ,60 Rp ,00 2. Biaya Tenaga Kerja Rp ,27 Rp ,72 Rp ,44 3. Biaya Overhead Rp ,89 Rp ,85 Rp ,41 4. Biaya produksi/ unit Rp ,80 Rp ,16 Rp ,02 % B. Overhead (3 / 4) 15,95% 30,69% 15,75% 119
37 5.2 Perhitungan Biaya Overhead Berdasarkan Sistem Activity-Based Costing Identifikasi Aktivitas Pabrik Dalam melakukan perhitungan biaya overhead berdasarkan sistem Activity- Based Costing pertama-tama dilakukan identifikasi tingkat biaya dan aktivitas pemicunya. Biaya yang termasuk biaya tingkat unit adalah biaya listrik. (Carter dan Usry, 2004, p.497) Biaya tersebut dipengaruhi oleh besar kecilnya jumlah unit yang diproduksi. Biaya ini bertambah sesuai dengan pertambahan jumlah unit yang diproduksi. Semakin besar jam mesin maka semakin besar biaya yang dikonsumsi. Biaya administrasi juga merupakan biaya yang tergantung pada unit produksi, semakin banyak unit yang diproduksi, maka semakin banyak dilakukan pencatatan data-data dan proses administrasi. Biaya yang termasuk biaya tingkat batch merupakan biaya yang terjadi untuk memproses pesanan. Yang termasuk biaya ini adalah: biaya penanganan bahan baku, biaya operasional kendaraan, biaya perawatan kendaraan, serta biaya telepon. Untuk biaya penanganan bahan baku aktivitas pemicu biaya adalah jumlah penerimaan bahan baku dalam satu tahun. Sedangkan untuk biaya yang berhubungan dengan kendaraan dipicu oleh penggunaan kendaraan operasional tersebut untuk mengirim produk pesanan. Biaya telepon semakin besar apabila jumlah aktivitas pengiriman produk tertentu semakin besar. Kemudian biaya tingkat pabrik seperti biaya rumah tangga pabrik, biaya penyusutan gedung, biaya asuransi gedung, pajak bangunan, biaya penyusutan mesin, 120
38 biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya asuransi kendaraan dan biaya penyusutan kendaraan. Biaya-biaya ini tetap ada selama pabrik melakukan proses produksi dan tidak dipicu oleh aktivitas khusus sehingga untuk membagi (alokasi) biaya ini digunakan kapasitas normal pabrik sebagai pemicu sumber dayanya. Untuk biaya perawatan gedung dan biaya perawatan mesin, tergantung pada jumlah perawatan yang dilakukan selama produksi. Setiap produk memiliki beberapa komponen. Dari proses produksi detail tiap komponen dapat diperkirakan waktu penggunaan mesin untuk masing-masing komponen tersebut. Aktivitas yang dilakukan diberikan pembobotan berdasarkan tingkat kesulitannya, kemudian dikalikan dengan frekuensi aktivitas tersebut untuk mendapatkan subtotal waktu. Subtotal waktu dikali dengan jumlah unit komponen untuk mendapat total waktu pengerjaan komponen. Tabel 5.29, tabel 5.30, dan tabel 5.31 di bawah ini menyajikan data produksi dari produk Arm Chair, Bench, dan Dining Table. Data di bawah merupakan ekstraksi dari proses produksi detail ketiga produk yang digunakan untuk menentukan jam mesin dari satu unit produk apakah itu Arm Chair, Bench atau Dining Table. 121
39 Tabel 5.29 Tabel Perhitungan Jam Mesin Arm Chair No Part Aktivitas Bobot Frekuensi Subtotal Unit Total 1 Kaki Dpn Bor versink 0,30 2 0,60 1,2 Freiss profil 0,75 1 0,75 1,5 Lubang pen 0,20 2 0,40 0,8 Amplas ,50 8 4, Coak 0,50 5 2,50 5 Bor lubang 0,25 1 0,25 0,5 Tenon 0,33 4 1,33 2, Kaki Belakang Bor versink 0,30 2 0,60 1,2 Freiss profil 0,75 1 0,75 1,5 Lubang pen 0,20 2 0,40 0,8 2 Amplas ,50 4 2,00 4 Coak 0,50 5 2,50 5 Tenon 0,33 4 1,33 2, Batas Ram Samping Amplas ,50 4 2,00 4 Amplas profil 0,75 4 3, Pen sisi 0,25 4 1,00 2 Bor versink 0,30 2 0,60 1,2 4 Tanganan Coak 0,33 2 0,67 1, Freiss profil 0,75 1 0,75 1,5 122
40 No Part Aktivitas Bobot Frekuensi Subtotal Unit Total Profil R3 0,75 4 3,00 6 Lubang pen 0,20 2 0,40 0,8 5 Bagian Samping Sandaran Profil R3 0,75 3 2,25 4,5 Bor lubang 0,25 3 0,75 1,5 2 Potong serong 0,30 1 0,30 0,6 Lubang pen 0,20 7 1,40 2,8 6 Batas Atas Sandaran Amplas ,50 6 3,00 6 Freiss profil 0,75 2 1, Pen sisi 0,25 4 1,00 2 Profil R3 0,75 2 1, Slat Sandaran Amplas ,50 6 3,00 30 Freiss profil 0,75 2 1, Pen sisi 0,25 4 1, Bagian Belakang Ram Pen sisi 0,25 2 0,50 1 Bor lubang 0,25 8 2, Amplas ,50 4 2,00 4 Dudukan Amplas sisi 0,50 4 2, Bagian Samping Lubang pen 0,20 6 1,20 2,4 Bor versink 0,30 2 0,60 2 1,2 Dudukan Bor lubang 0,25 7 1,75 3,5 123
41 No Part Aktivitas Bobot Frekuensi Subtotal Unit Total Amplas ,50 4 2,00 4 Potong serong 0,30 1 0,30 0,6 Profil R3 0,75 1 0,75 1,5 10 Badan Lepasan Lubang pen 0,20 2 0,40 0,8 Amplas sisi 0,50 4 2, Bor lubang 0,25 4 1,00 2 Amplas ,50 1 0, ,067 Dari tabel 5.29 diperoleh total waktu pengerjaan mesin untuk satu unit produk Arm Chair adalah 170,067 menit atau 2,834 jam. Tabel 5.30 Tabel Perhitungan Jam Mesin Bench No Part Aktivitas Bobot Frekuensi Subtotal Unit Total 1 Ram kiri 2 Ram Kanan 3 Kaki Depan Bor lubang 0,25 7 1,75 1,75 1 Pewarnaan 1,80 1 1,80 1,8 Bor lubang 0,25 7 1,75 1,75 1 Pewarnaan 1,80 1 1,80 1,8 Bor lubang 0, ,00 8 Amplas ,50 1 0, Potong tepat 0,2 1 0,2 0,4 Freiss profil 0,75 3 2,25 4,5 124
42 No Part Aktivitas Bobot Frekuensi Subtotal Unit Total Lubang pen 0,2 1 0,2 0,4 Pen sisi 0,25 2 0,5 1 Chamber 0,5 3 1,5 3 4 Kaki belakang Coak 0,33 1 0,33 0,66667 Amplas ,50 1 0,50 1 Potong tepat 0,2 1 0,2 0,4 Freiss profil 0,75 3 2,25 4,5 2 Lubang pen 0,2 1 0,2 0,4 Pen sisi 0,25 1 0,25 0,5 Chamber 0,5 3 1,5 3 Bor versink 0,3 2 0,6 1,2 5 Bagian Atas Ram Samping Amplas ,50 3 1,50 3 Freiss profil 0,75 1 0,75 1,5 2 Pen sisi 0,25 2 0,5 1 Bor lubang 0, Bagian Bawah Ram Samping Amplas ,50 4 2,00 4 Pen sisi 0, Bor lubang 0,25 1 0,25 0,5 Bor versink 0,3 1 0,3 0,6 7 Tanganan Freiss profil 0,75 3 2,25 2 4,5 125
43 No Part Aktivitas Bobot Frekuensi Subtotal Unit Total Potong tepat 0,2 1 0,20 0,4 Profil R15 0,75 2 1,50 3 Lubang pen 0,2 2 0,40 0,8 Bor versink 0,3 2 0,60 1,2 Bor lubang 0,25 1 0,25 0,5 Amplas ,5 1 0,50 1 Amplas profil 0,6 1 0,60 1,2 8 Ram Bor lubang 0, ,5 1 7 Sandaran Pewarnaan 1,8 1 1,8 3,6 9 Bagian Atas Sandaran Lubang pen 0, ,60 4,6 Bor lubang 0,25 9 2,25 2,25 Potong serong 0,3 2 0,6 0,6 Freiss profil 0,75 1 0,75 1 0,75 Profil R 0,6 1 0,6 0,6 Bor versink 0,3 4 1,2 1,2 Amplas ,5 1 0,5 0,5 10 Bagian Bawah Lubang pen 0, ,60 4,6 Bor lubang 0, ,5 1 3,5 Sandaran Amplas , Ruji-ruji Freiss profil 0,75 2 1, ,5 126
44 No Part Aktivitas Bobot Frekuensi Subtotal Unit Total Sandaran Potong tepat 0,2 1 0,2 2,6 Pen sisi 0,25 2 0,5 6,5 Shaper sisi 0,65 1 0,65 8,45 Amplas , Ram Bor lubang 0, ,5 2,5 1 Dudukan Pewarnaan 1,8 1 1,8 1,8 13 Bagian Depan Dudukan Bor lubang 0,25 9 2,25 4,5 Pen sisi 0,25 2 0,5 1 Bor versink 0,3 8 2,4 2 4,8 Amplas , Pewarnaan 1,8 1 1,8 3,6 14 Bagian Belakang Dudukan Bor lubang 0,25 9 2,25 4,5 Pen sisi 0,25 2 0,5 1 2 Amplas , Pewarnaan 1,8 1 1,8 3,6 15 Slat Dudukan Depan Profil R3 0,75 9 6,75 6,75 Amplas profil 0,75 2 1,5 1 1,5 Amplas ,5 3 1,5 1,5 16 Ruji Potong serong 0,25 9 2,25 11,25 5 Dudukan Profil R3 0,75 2 1,5 7,5 127
45 No Part Aktivitas Bobot Frekuensi Subtotal Unit Total Amplas , Klos Dudukan Pen sisi 0,25 2 0,5 0,5 Freiss profil 0,75 1 0,75 0,75 1 Amplas , Bor versink 0,3 5 1,5 1,5 18 Bingkai Lepasan Belakang Pen sisi 0,25 2 0,5 0,5 Bor lubang 0, Amplas , Pewarnaan 1,8 1 1,8 1,8 19 Round Stick Bor versink 0,3 2 0,6 0,6 Amplas profil 0,75 1 0,75 1 0,75 Pewarnaan 0,5 1 0,5 0,5 246,217 Dari tabel 5.30 diperoleh total waktu pengerjaan mesin untuk satu unit produk Bench adalah 246,217 menit atau 4,104 jam. Tabel 5.31 Tabel Perhitungan Jam Mesin Dining Table No Part Aktivitas Bobot Frekuensi Subtotal Unit Total 1 Assembly Bor lubang 0,25 8 2, Frame Profil R3 0,75 1 0,75 0,75 2 Bingkai Amplas ,50 4 2,
46 No Part Aktivitas Bobot Frekuensi Subtotal Unit Total Depan Amplas profil 0,75 4 3,00 6 Lubang pen 0,20 3 0,60 1,2 3 B.Spg Top Tbl Amplas ,50 4 2,00 4 Amplas profil 0,75 4 3, Lubang pen 0,20 2 0,40 0,8 Champer 0,40 2 0,80 1,6 4 Bingkai Tengah Bor lubang 0,25 2 0,50 1 Amplas ,50 4 2,00 4 Amplas profil 0,75 4 3, Pen sisi 0,25 2 0,50 1 Champer 0,40 2 0,80 1,6 5 Assembly Slat 6 Slat Top Table 7 Klos Top Table Amplas ,50 4 2, Amplas profil 0,75 4 3,00 6 Amplas ,50 4 2, Amplas profil 0,75 4 3,00 60 Coak 0,50 2 1,00 4 Bor versink 0, ,20 28,8 4 Amplas ,50 4 2,00 8 Amplas profil 0,75 4 3, Apron Coak alur 0,60 2 1,20 2 2,4 129
47 No Part Aktivitas Bobot Frekuensi Subtotal Unit Total Panjang Bor versink 0,30 4 1,20 2,4 Bor lubang 0,25 2 0,50 1 Amplas ,50 5 2,50 5 Amplas 180 0,50 4 2,00 4 Pewarnaan 1,80 1 1,80 3,6 9 Apron Pendek Coak alur 0,60 2 1,20 2,4 Bor versink 0,30 4 1,20 2,4 Bor lubang 0,25 2 0, Amplas ,50 5 2,50 5 Amplas 180 0,50 4 2,00 4 Pewarnaan 1,80 1 1,80 3,6 10 Bgk. Tgh Apron Coak 0,40 4 1,60 3,2 Bor lubang 0,25 8 2, Amplas ,50 3 1,50 3 Pewarnaan 1,80 1 1,80 3,6 11 Wooden Plug A Profil jari2 0,50 2 1,00 2 Amplas ,50 4 2, Pewarnaan 1,80 1 1,80 3,6 12 Klos Bor lubang 0,25 4 1, Amplas ,50 4 2,
48 No Part Aktivitas Bobot Frekuensi Subtotal Unit Total Potong tepat 0,20 1 0,20 0,8 13 Kaki Freiss bracket 0,60 1 0,60 2,4 Champer 0,50 2 1,00 4 Bor lubang 0,33 4 1,33 5,333 4 Amplas 180 0,50 1 0,50 2 Amplas ,00 4 4,00 16 Pewarnaan 1,80 1 1,80 7,2 312,683 Dari tabel 5.31 diperoleh total waktu pengerjaan mesin untuk satu unit produk Dining Table adalah 312,683 menit atau 5,211 jam. Tabel 5.32 di bawah ini merupakan hasil wawancara dengan pihak manajemen. Data ini merupakan aktivitas produk yang terjadi selama periode Tabel 5.32 Data Produksi Arm Chair, Bench dan Dining Table Data Produksi Arm Chair Bench Dining Table 1. Jumlah Produksi (unit) Jam Mesin (jam) 2,834 /unit 4,104 /unit 5,211 /unit Jam mesin produk (jam) , , , Jml. penerimaan b.baku (kali) Kapasitas Normal (unit)
49 Data Produksi Arm Chair Bench Dining Table 5. Frek Pengiriman Brg (kali) Jml perawatan gedung (kali) Jml perawatan mesin (kali) Pengelompokan Biaya ke dalam Cost Pool Tabel 5.33 berikut ini akan menyajikan data pengelompokan biaya ke dalam cost pool berdasarkan aktivitas pemicunya. Tabel 5.33 Pengelompokan Biaya kedalam Cost Pool Cost Pool Jenis Biaya Pemicu Biaya 1 Biaya utilitas Listrik Jam mesin Biaya administrasi Biaya penyusutan mesin 2 Biaya Penanganan Bahan Baku Jumlah Batch 3 Biaya utilitas Telepon Jumlah Pengiriman 4 Biaya operasional kendaraan Biaya perawatan kendaraan Biaya penyusutan kendaraan B. tenaga kerja tdk langsung Biaya penyusutan gedung Kapasitas Normal 132
50 Cost Pool Jenis Biaya Pemicu Biaya Biaya asuransi gedung PBB Biaya asuransi kendaraan 5 Biaya perawatan gedung Jml perawatan gedung 6 Biaya perawatan mesin Jml perawatan mesin Pembebanan Biaya Overhead untuk Setiap Cost Pool. Cost Pool 1: Biaya Utilitas (Listrik) : Rp ,00 B. Penyusutan Peralatan dan Mesin : Rp ,00 B.administrasi : Rp ,00 Total : Rp ,00 Untuk mencari cost driver total dari jam mesin maka dilakukan pengambilan rata-rata jam mesin ketiga produk tersebut kemudian dikalikan dengan jumlah unit produksi periode Konstanta pembobotan untuk produk lainnya: (2, ) + (4, ) + (5, ) = 3,1799 jam/ unit Jam mesin produk lainnya: 3,1799 jam/ unit x ( ( )) unit = ,63 jam Total jam mesin: 133
51 (2,834 x 20775) + (4,104 x 4148) + (5,211 x 1647) ,63 = ,15 jam Jumlah jam mesin : ,15 jam Tarif biaya overhead untuk Pool 1 adalah: Total biaya pool 1 jumlah jam mesin = Rp , ,15 = Rp ,08 Cost Pool 2: Biaya Penanganan Bahan Baku : Rp ,00 Total : Rp ,00 Jumlah penerimaan bahan baku : 73 kali (sumber: PPIC PT. P A K) Tarif biaya overhead untuk Pool 2 adalah: Total biaya pool2 jumlahbatch = Rp ,00 73 = Rp ,23 Cost Pool 3: Biaya Utilitas (Telepon) : Rp ,81 Biaya Penyusutan Kendaraan : Rp ,00 Biaya Perawatan Kendaraan : Rp ,00 Biaya Operasional Kendaraan : Rp ,00 134
52 Total : : Rp ,81 Jumlah pengiriman produk : 94 kali (sumber: PPIC PT. P A K) Tarif biaya overhead untuk Pool 3 adalah: Total biaya pool 3 jumlah pengiriman produk = Rp ,81 94 = Rp ,15 Cost Pool 4: B. Tenaga Kerja tdk Langsung : Rp ,00 Biaya Asuransi Kendaraan : Rp ,00 Biaya Penyusutan Gedung : Rp ,67 Biaya Asuransi Gedung : Rp ,33 PBB : Rp ,00 Total : Rp ,00 Kapasitas normal : Tarif biaya overhead untuk Pool 4 adalah: Total biaya pool 4 kapasitas normal = Rp , = Rp ,69 Cost Pool 5: Biaya Perawatan Gedung : Rp ,00 Total : Rp ,00 Jumlah perawatan gedung : 8 kali (sumber: PPIC PT. P A K) 135
53 Tarif biaya overhead untuk Pool 5 adalah: Total biaya pool 5 Jumlah perawatan gedung = Rp ,00 8 = Rp ,00 Cost Pool 6: Biaya perawatan mesin & peralatan : Rp ,00 Total : Rp ,00 Jumlah perawatan mesin & peralatan : 101 kali (sumber: PPIC PT. P A K) Tarif biaya overhead untuk Pool 6 adalah: Total biaya pool 6 jumlah perawatan mesin & peralatan = Rp , = Rp , Pembebanan Cost Pool kedalam Objek Biaya Dengan menggunakan tabel data produksi 5.18, maka perhitungan biaya overhead sistem ABC untuk ketiga produk adalah sebagai berikut: Arm Chair: Pool 1 : Rp ,08 x ,583 = Rp ,83 Pool 2 : Rp ,23 x 42 = Rp ,78 Pool 3 : Rp ,15 x 57 = Rp ,38 Pool 4 : Rp ,69 x = Rp ,82 Pool 5 : Rp ,00 x 2 = Rp ,00 136
54 Pool 6 : Rp ,15 x 49 = Rp ,35 Total = Rp ,16 Jumlah produk yang diproduksi = unit Biaya overhead per unit = Rp , unit = Rp ,38 / unit Bench: Pool 1 : Rp ,08 x ,779 = Rp ,55 Pool 2 : Rp ,23 x 10 = Rp ,33 Pool 3 : Rp ,15 x 19 = Rp ,79 Pool 4 : Rp ,69 x = Rp ,82 Pool 5 : Rp ,00 x 1 = Rp ,00 Pool 6 : Rp ,15 x 17 = Rp ,55 Total = Rp ,04 Jumlah produk yang diproduksi = unit Biaya overhead per unit = Rp , unit = Rp ,93 / unit Dining Table: Pool 1 : Rp ,08 x 8.583,158 = Rp ,70 Pool 2 : Rp ,23 x 6 = Rp ,40 Pool 3 : Rp ,15 x 12 = Rp ,76 137
55 Pool 4 : Rp ,69 x = Rp ,53 Pool 5 : Rp ,00 x 1 = Rp ,00 Pool 6 : Rp ,15 x 8 = Rp ,20 Total = Rp ,59 Jumlah produk yang diproduksi = unit Biaya overhead per unit = Rp , unit = Rp ,05 / unit Tabel 5.34 Perhitungan Biaya Produksi dengan Metode ABC Arm Chair Bench Dining Table 1. Biaya Bahan Rp ,60 Rp ,60 Rp ,00 2. Biaya TKL Rp ,27 Rp ,72 Rp ,44 3. B. overhead (ABC) Rp ,38 Rp ,93 Rp ,05 4. Biaya produksi Rp ,25 Rp ,25 Rp ,49 5. % B. Overhead (3/4) 19,99 % 30,3 % 14,60 % 138
56 5.3 Perbandingan Metode ABC dan Metode Tradisional Setelah melakukan perhitungan biaya overhead menggunakan metode ABC, akan dilakukan perbandingan hasil yang diperoleh dengan metode tradisional. Pertama-tama akan diberikan gambaran mengenai biaya overhead untuk ketiga produk menggunakan kedua metode pada tabel 5.30 dan tabel Tabel 5.35 Tabel Pengalokasian Biaya Overhead Arm Chair Bench Dining Table 1. Unit Produksi Biaya Overhead total Rp ,75 Rp ,80 Rp ,27 3. Biaya Overhead total (ABC) Rp ,19 Rp ,12 Rp ,33 4. Biaya Overhead /unit Rp ,89 Rp ,85 Rp ,41 5. Biaya Overhead /unit (ABC) Rp ,38 Rp ,93 Rp ,05 6. Deviasi biaya/ unit (4-5) (Rp ,49) Rp 3.002,92 Rp ,36 7. Persentase (6/4) - 31,65 % 1,82 % 8,5 % 8. Unit produksi Total selisih (6x8) (Rp ,75) Rp ,16 Rp ,92 Dari tabel tersebut tampak adanya perbedaan biaya overhead per unit pada ketiga produk dimana terdapat biaya produk yang dialokasikan menggunakan metode tradisional lebih kecil maupun lebih besar dari biaya alokasi berdasarkan ABC. Pada produk Arm Chair alokasi biaya menggunakan metode konvensional menghasilkan biaya sebesar Rp ,89 sedangkan dengan menggunakan ABC 139
57 yang mengalokasikan biaya overhead sebesar Rp ,38. Perbedaan biaya yang ada adalah sebesar (Rp ,49) dengan unit yang diproduksi sejumlah unit maka total selisih biaya overhead yang dibebankan ke produk Arm Chair sebesar (Rp ,75). Total Selisih disini berarti dari keseluruhan pemasukan yang diperoleh produk Arm Chair, maka terdapat kelebihan pencatatan sebesar Rp ,75. Lebih jelas tentang hal ini akan dijelaskan pada hubungannya dengan laba kotor produk. Kemudian untuk produk Bench dan Dining table, biaya overhead yang dibebankan menggunakan metode tradisional adalah sebesar Rp ,85 dan Rp ,41. Sedangkan dengan menggunakan metode ABC biaya overhead yang dihitung adalah sebesar Rp ,93 untuk Bench dan Rp ,05 untuk Dining Table. Selisih harga yang terjadi adalah Rp 3.002,92 dan Rp ,36 bila dikali dengan jumlah unit produksi sebesar dan akan menghasilkan selisih Rp ,16 dan Rp ,92. Ini berarti perusahaan menetapkan biaya yang terlalu tinggi sehingga menjadi tambahan keuntungan bagi perusahaan. Penetapan harga jual produk tentu akan lebih tinggi dan hal ini akan membuat perusahaan sulit dalam bersaing dengan produk sejenis lainnya. Bila dilihat kembali pada perhitungan biaya produksi dapat dilihat adanya distorsi yang disebabkan oleh perbedaan perhitungan biaya overhead. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan cara pembebanan biaya metode tradisional dengan metode ABC. Pada metode tradisional biaya overhead dibebankan menggunakan 140
58 satu pemicu biaya, yakni volume produk per unitnya (m 3 ). Pada produk dengan volume besar maka pembebanan yang diberikan akan semakin besar. Hal ini dapat terlihat pada produk Dining Table yang memiliki volume sebesar 0,06168 m 3, biaya overhead yang dibebankan dengan metode tradisional sebesar Rp ,41. Sedangkan dengan memperhatikan aktivitas yang dikonsumsi selama produksi Dining Table, menggunakan metode ABC, pembebanan biaya pada produk hanya sebesar Rp ,05. Selama waktu produksi aktivitas yang dikonsumsi relatif kecil. Sedangkan untuk produk Arm Chair yang notabene memiliki volume per unit kecil, biaya overheadnya hanya sebesar Rp ,89. Setelah dihitung menggunakan metode ABC, ternyata produk ini under cost, biaya overheadnya adalah sebesar Rp ,38. Dengan memperhatikan berbagai aktivitas pemicu biaya, Arm Chair ternyata cukup banyak mengkonsumsi aktivitas-aktivitas tersebut sehingga biaya overheadnya lebih tinggi dari perhitungan perusahaan. 141
59 DT-ABC DT BENCH-ABC BENCH AC-ABC AC Bhn langsung Thousands TK langsung Overhead Bhn tdk langsung Bhn packing Gambar 5.2 Grafik Proporsi Harga Biaya Produksi Pada Gambar 5.2 mengenai proporsi biaya produksi terlihat adanya perubahan biaya overhead produk yang berpengaruh terhadap biaya keseluruhan produk. Lebih lanjut, pada Gambar 5.3 diperlihatkan perbandingan persentase biaya-biaya penyusun (bahan langsung, tenaga kerja langsung, dll.) terhadap keseluruhan biaya produksi yang juga mengalami perubahan akibat adanya perubahan biaya produk. DT-ABC DT BENCH-ABC BENCH AC-ABC AC Bhn langsung TK langsung Overhead Bhn tdk langsung Bhn packing 0% 20% 40% 60% 80% 100% Gambar 5.3 Grafik Proporsi Biaya Produksi dalam Persentase 142
60 5.4 Perbandingan Perhitungan Laba Perusahaan Dari analisa di atas, apabila perusahaan masih tetap menggunakan sistem yang lama maka akan menimbulkan informasi yang kurang akurat mengenai biaya sesungguhnya produk-produk yang dihasilkan. Akibat yang diperoleh perusahaan adalah kurang tepatnya keputusan yang diambil oleh pihak manajemen apabila berhubungan dengan biaya produksi seperti penentuan harga jual dan perolehan laba untuk masing-masing produk. Tabel 5.36 Perhitungan Laba Kotor Produksi dengan Sistem Tradisional Arm Chair Bench Dining Table 1. Harga jual/ unit Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 2. Biaya produksi/ unit Rp ,42 Rp ,64 Rp ,02 3. Laba Kotor/ Unit (1-2) Rp ,58 Rp ,36 Rp ,98 4. Unit produksi Total laba kotor (3x4) Rp ,97 Rp ,43 Rp ,84 Tabel 5.37 Perhitungan Laba Kotor Produksi dengan Sistem ABC Arm Chair Bench Dining Table 1. Harga jual/ unit Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 2. Biaya produksi/ unit Rp ,25 Rp ,25 Rp ,49 3. Laba Kotor/ Unit (1-2) Rp ,75 Rp ,75 Rp ,51 4. Unit produksi Total laba kotor (3x4) Rp ,25 Rp ,0 Rp ,97 143
61 Dari perhitungan di atas, perhitungan laba menggunakan sistem tradisional untuk produk Arm Chair lebih tinggi daripada laba kotor hasil perhitungan sistem ABC. Penyebabnya adalah biaya produksi Arm Chair ditetapkan terlalu rendah, sehingga adanya biaya yang hilang (under cost) sehingga laba yang diperoleh tidak akurat. Sedangkan untuk produk Bench dan Dining Table laba kotor yang dihitung dengan sistem tradisional lebih rendah disebabkan biaya produksi yang terlalu tinggi. Akibatnya perusahaan akan mengalami kerugian akibat kesalahan dalam penentuan laba. Pada hubungannya dengan Total Selisih pembebanan biaya overhead, kekurangan pembebanan biaya mengakibatkan perhitungan laba yang diperoleh lebih tinggi dari yang sebenarnya. Sehingga terdapat perolehan laba semu yang seharusnya merupakan milik produk lain perusahaan. Begitupula dengan terjadinya kelebihan pembebanan biaya akan mengakibatkan perhitungan perolehan laba menjadi lebih kecil karena laba yang seharusnya dihasilkan produk tersebut, karena kesalahan alokasi, menjadi laba pada produk lain. 144
62 5.5 Sistem Informasi yang Diusulkan Pada subbab ini dilakukan analisis dan perancangan terhadap sistem informasi yang diusulkan. Sistem informasi yang akan dibuat merupakan Sistem perhitungan dan pelaporan biaya produksi yang bertujuan untuk membantu proses otomatisasi agar proses-proses yang ada menjadi lebih cepat, tepat, dan akurat. Perancangan sistem perhitungan biaya produksi ini akan menggunakan alat bantu berupa diagram aliran data, kamus data, spesifikasi file, bagan terstruktur, spesifikasi proses, serta rancangan masukan dan keluaran. Penjelasan Sistem Perhitungan Biaya Produksi yang diusulkan: 1. Sistem dapat melakukan perhitungan prediksi biaya (biaya bahan langsung dan tidak langsung, tenaga kerja langsung dan biaya overhead) dari rincian order yang diberikan oleh bagian pemasaran. 2. Sistem melakukan pengendalian terhadap penggunaan bahan melalui penyediaan rencana pemakaian bahan yang diisi oleh bagian produksi dan dikirimkan ke gudang. Berkas permintaan bahan akan diterima bagian gudang untuk diproses, setelah itu mencatat transaksi bahan yang terjadi. 3. Sistem melakukan akumulasi terhadap biaya bahan. Setiap penggunaan bahan langsung dan bahan tidak langsung akan dicatat nilai transaksinya yang disimpan dalam database penggunaan bahan, yang akan dibebankan ke dalam Biaya Produksi Order. 4. Sistem melakukan akumulasi biaya penggunaan jam tenaga kerja langsung, yang akan dibebankan ke Biaya Produksi Order. 145
63 5. Sistem menerima bukti pembebanan biaya overhead pabrik dari bagian keuangan, kemudian mengakumulasikan nilainya ke biaya FOH aktual. 6. Sistem juga dapat mencatat aktivitas yang dikonsumsi oleh produk selama proses produksinya seperti aktivitas permesinan, penerimaan bahan baku, dan lain-lain untuk melakukan perhitungan biaya OHP menggunakan metode ABC. 7. Sistem dapat membuat laporan pencatatan dan perhitungan biaya produksi yang dilakukan untuk keperluan manajer. Laporan yang diberikan antara lain: Laporan Prediksi Biaya Laporan Transaksi Bahan Laporan Transaksi TKL Laporan Transaksi FOH Laporan Biaya Produksi Laporan Biaya Aktual 146
64 5.5.1 Data Flow Diagram Diagram Konteks Gudang Permintaan_Bahan Rinci_Produk_Jadi Rencana_Bahan PPC Rinci_Produksi Tr_Bahan Rinci_Order Rinci_Prediksi Lap_Tr_Produksi Lap_FOH_Aktual Sistem Perhitungan Biaya Produksi Berdasarkan Aktivitas Marketing Prediksi_Biaya Lap_B_Aktual Manajer Rinci_Aktivitas Rinci_FOH_Aktual Lap_Prediksi_Biaya Lap_B_Produksi Lap_Tr_Bahan Gambar 5.4 Diagram Konteks Sistem 147
65 Diagram 0 Marketing Prediksi_Biaya Rinci_Order Manajer Lap_Prediksi_Biaya Rinci_Prediksi 1.0 Prediksi Biaya Order Lap_B_Produksi Gudang Permintaan_Bahan Lap_Tr_Bahan 1 Prediksi Order 1 Prediksi Order Tr_Bahan Rencana_Bahan 2.0 Transaksi Bahan 5.0 Biaya Produksi Order 2 RP Bahan PPC Rinci_Produksi Lap_Tr_Produksi 3 Tr Bahan 3.0 Transaksi Produksi Rinci_Produk_Jadi 4 Tr Produksi 5 Biaya Produksi Manajer Lap_B_Aktual Rinci_Aktivitas 6.0 Biaya Aktual Lap_FOH_Aktual Rinci_FOH_Aktual 4.0 Transaksi FOH aktual 6 Tr FOH Aktual 7 Data Aktivitas 8 Ms FOH Gambar 5.5 Diagram 0 Sistem 148
66 Diagram Rinci 1.0 Manajer Lap_Prediksi_Biaya_Produksi 1.2* Pencetakan Laporan Prediksi Biaya Rinci_Prediksi 1 Prediksi Order Rinci_Order 1.1 Prediksi Biaya Order Marketing Hasil_Prediksi Gambar 5.6 Diagram Rinci Proses
67 Diagram Rinci 2.0 Manajer Lap_Pgunaan_Bahan 2.4* Pencetakan Laporan Penggunaan Bahan 3 Tr Bahan Gudang Pgunaan_Bahan 2.3* Pengelolaan Penggunaan Bahan Permintaan_Bahan 2.2* Pencetakan Permintaan Bahan 2 RP Bahan PPC Rencana_Pmakaian_Bahan 2.1* Pengelolaan Rencana Pemakaian Bahan 1 Prediksi Order Gambar 5.7 Diagram Rinci Proses
68 Diagram Rinci 3.0 Manajer Lap_Tr_Produksi 3.2* Pencetakan Laporan Transaksi Produksi PPC Rinci_Produksi 3.1* Pengelolaan Rinci Produksi 4 Tr Produksi Diagram Rinci 4.0 Gambar 5.8 Diagram Rinci Proses Ms FOH 4.1* Update Master FOH Jenis_overhead Rinci_FOH_Aktual Lap_FOH_Aktual Manajer 4.2* Update FOH Aktual 4.3* Pencetakan Laporan FOH Aktual 6 Tr FOH Aktual Gambar 5.9 Diagram Rinci Proses
69 Diagram Rinci 5.0 Manajer Lap_B_Produksi 5.1* Pemrosesan Biaya Produk 5 Biaya Produksi 1 Prediksi Order 5.2* Pencetakan Laporan Biaya Produk Total 4 Tr Produksi PPC Rinci_Order_Selesai 3 Tr Bahan Gambar 5.10 Diagram Rinci Proses
70 Diagram Rinci 6.0 dan 6.1 Rinci_Aktivitas FOH_Aktual_Produk Manajer Lap_B_Aktual 4 Tr Produksi 6.1 Pengelolaan Biaya FOH Aktual metode ABC 5 Biaya Produksi 7 Data Aktivitas 6.2* Pencetakan Laporan Biaya Aktual 6 Tr FOH Aktual Gambar 5.11 Diagram Rinci Proses 6.0 Rinci_Aktivitas Manajer 6.1.1* Entri Aktivitas FOH_Aktual_Produk 7 Data Aktivitas 6 Tr FOH Aktual 6.1.2* Perhitungan Biaya FOH berdasarkan Aktivitas 4 Tr Produksi Gambar 5.12 Diagram Rinci Proses
71 5.5.2 Kamus Data FOH_Aktual Produk = tahun_aktivitas + kd_produk + nm_produk + jumlah_produksi + FOH_produk + FOH_perunit + Total_FOH Jenis_overhead = kd_overhead + nm_overhead + no_pool + nm_pool Lap_B_Aktual = kd_order + kd_produk + nm_produk + kd_pelanggan + nm_pelanggan + tanggal_order + jumlah_order + kd_departemen + nm_departemen + kd_bahan + harga_bahan + jumlah_pakai_bahan + total_biaya_bahan + kd_karyawan + nm_karyawan + jam_mulai + jam_selesai + total_biaya_tkl + no_pool + nm_pool + overhead_perunit + biaya_overhead_aktual + tanggal_order_selesai Lap_B_Produksi = kd_order + kd_produk + nm_produk + kd_pelanggan + nm_pelanggan + tanggal_order + jumlah_order + kd_departemen + nm_departemen + kd_bahan + jumlah_pakai + total_biaya_bahan + kd_karyawan + nm_karyawan + jam_mulai + jam_selesai + upah_karyawan + total_biaya_tkl + no_pool + nm_pool + overhead_perunit + estimasi_biaya_overhead + tanggal_order_selesai Lap_FOH_Aktual = no_pool + nm_pool + kd_overhead + nm_overhead + tanggal_overhead + biaya_overhead + total_biaya_overhead Lap_Prediksi_Biaya = kd_order + tanggal_order + kd_pelanggan + nm_pelanggan + kd_produk + nm_produk + jumlah_order + kd_bahan + nm_bahan + jumlah_pakai_bahan + tipe_bahan + kd_departemen + 154
72 nm_departemen + estimasi_rata2_manhour + estimasi_rata2_upah + no_pool + nm_pool + estimasi_overhead_perunit Lap_Tr_Bahan = tanggal_tr_bahan + kd_order + shift + kd_departemen + nm_departemen + kd_bahan + nm_bahan + tipe_bahan + harga_bahan + jumlah_pakai + total_biaya_bahan Lap_Tr_Produksi = tanggal_tr_produksi + kd_order + kd_departemen + nm_departemen + kd_mesin + nm_mesin + shift + kd_karyawan + nm_karyawan + jam_mulai + jam_selesai + upah_karyawan + total_biaya_tkl + total_jam_mesin Permintaan_Bahan = tanggal_rencana_bahan + shift + kd_order + kd_departemen + nm_departemen + kd_bahan + nm_bahan + tipe_bahan + rencana_pakai_bahan Prediksi_Biaya = kd_order + tanggal_order + kd_pelanggan + nm_pelanggan + kd_produk + nm_produk + jumlah_order + kd_bahan + nm_bahan + jumlah_pakai_bahan + tipe_bahan + kd_departemen + nm_departemen + estimasi_rata2_manhour + estimasi_rata2_upah + no_pool + nm_pool + estimasi_overhead_perunit Rencana_Bahan = no_form + tanggal_rencana_bahan + kd_order + kd_produk + nm_produk + kd_departemen + nm_departemen + shift + kd_bahan + nm_bahan + tipe_bahan + rencana_pakai_bahan Rinci_Aktivitas = tahun_aktivitas + no_pool + nm_pool + jumlah_aktivitas_pool + kd_produk + aktivitas_produk + jumlah_produksi 155
73 Rinci_Order = kd_order + tanggal_order + kd_pelanggan + nm_pelanggan + kd_produk + nm_produk + jumlah_order + tanggal_delivery Rinci_Pgunaan_FOH_Aktual = tanggal_overhead + no_pool + nm_pool + kd_overhead + nm_overhead + biaya_overhead + total_ biaya_overhead Rinci_Prediksi = kd_bahan + nm_bahan + jumlah_pakai_bahan + tipe_bahan + kd_departemen + nm_departemen + estimasi_rata2_manhour + estimasi_rata2_upah + no_pool + nm_pool + estimasi_overhead_perunit Rinci_Produk_Jadi = tanggal_order_selesai + kd_order + kd_produk + nm_produk + jumlah_produksi Rinci_Produksi = no_form + tanggal_tr_produksi + kd_order + kd_departemen + nm_departemen + kd_mesin + nm_mesin + kd_produk + nm_produk + shift + kd_karyawan + nm_karyawan + jam_mulai + jam_selesai + keterangan Tr_Bahan = no_form + tanggal_tr_bahan + kd_order + kd_departemen + nm_departemen + shift + kd_bahan + nm_bahan + tipe_bahan + harga_bahan + jumlah_pakai_bahan + biaya_bahan 156
74 Kamus Data untuk Data Store Biaya Produksi = kd_order + kd_produk + nm_produk + kd_pelanggan + nm_pelanggan + tanggal_order + jumlah_order + tanggal_order_selesai + kd_departemen + nm_departemen + kd_bahan + nm_bahan + jumlah_pakai + harga_bahan + biaya_bahan + total_biaya_bahan + kd_karyawan + nm_karyawan + jam_mulai + jam_selesai + upah_karyawan + biaya_tkl + total_biaya_tkl + no_pool + nm_pool + estimasi_overhead_perunit + estimasi_biaya_overhead Data Aktivitas = no_form + tahun_aktivitas + kd_produk + nm_produk + no_pool + aktivitas_produk + jumlah_produksi Ms FOH = kd_overhead + nm_overhead + no_pool + nm_pool Pgunaan Bahan = no_form + tanggal_tr_bahan + kd_order + kd_produk + nm_produk + shift + kd_departemen + nm_departemen + kd_bahan + nm_bahan + tipe_bahan + jumlah_pakai_bahan Prediksi Order = kd_order + tanggal_order + kd_pelanggan + nm_pelanggan + kd_produk + nm_produk + jumlah_order + tanggal_delivery + kd_bahan + nm_bahan + jumlah_pakai_bahan + biaya_bahan + kd_departemen + nm_departemen + estimasi_rata2_manhour + estimasi_rata2_upah + biaya_tk + no_pool + nm_pool + estimasi_overhead_perunit 157
75 RP Bahan = no_form + tanggal_rencana_bahan + kd_order + kd_produk + nm_produk + shift + kd_departemen + nm_departemen + shift + kd_bahan + nm_bahan + tipe_bahan + rencana_pakai_bahan Tr FOH_Aktual = no_form + no_pool + nm_pool + tanggal_overhead + kd_overhead + nm_overhead + overhead_aktual + total_overhead_aktual Tr Produksi = no_form + tanggal_tr_produksi + kd_order + kd_produk + nm_produk + kd_departemen + nm_departemen + shift + kd_mesin + nm_mesin + kd_karyawan + nm_karyawan + jam_mulai + jam_selesai + upah_karyawan + biaya_tkl Normalisasi Prediksi Order UNF = kd_order + tanggal_order + kd_pelanggan + nm_pelanggan + kd_produk + nm_produk + jumlah_order + tanggal_delivery {kd_bahan + nm_bahan + jumlah_pakai_bahan + biaya_bahan} + {kd_departemen + nm_departemen + estimasi_rata2_manhour + estimasi_rata2_upah + biaya_tk} + {no_pool + nm_pool + estimasi_overhead_perunit } 1stNF: PrediksiOrderHeader + tanggal_order + kd_pelanggan + nm_pelanggan + kd_produk + nm_produk + jumlah_order + tanggal_delivery 158
76 PrediksiBahanDetail + nm_bahan + jumlah_pakai_bahan + tipe_bahan PrediksiTKLDetail + nm_departemen + estimasi_rata2_manhour + estimasi_rata2_upah PrediksiFOHDetail + nm_pool + estimasi_overhead_perunit 2nd NF: PrediksiOrderHeader + tanggal_order + kd_pelanggan + nm_pelanggan + kd_produk + nm_produk + jumlah_order + tanggal_delivery + jumlah_pakai_bahan MsBahan + nm_bahan + tipe_bahan PrediksiTKLDetail + estimasi_rata2_manhour + estimasi_rata2_upah MsDepartemen + nm_departemen PrediksiFOHDetail + nm_pool + estimasi_overhead_perunit MsPool + nm_pool 3rd NF: PrediksiOrderHeader + tanggal_order + kd_pelanggan + kd_produk + jumlah_order + tanggal_delivery MsProduk + nm_produk MsPelanggan + nm_pelanggan 159
77 + jumlah_pakai_bahan MsBahan + nm_bahan + tipe_bahan PrediksiTKLDetail + estimasi_rata2_manhour + estimasi_rata2_upah MsDepartemen + nm_departemen PrediksiFOHDetail + nm_pool + estimasi_overhead_perunit MsPool + nm_pool RP Bahan UNF = no_form + tanggal_rencana_bahan + kd_order + kd_produk + nm_produk + kd_departemen + nm_departemen + shift {kd_bahan + nm_bahan + tipe_bahan + rencana_pakai_bahan + rencana_biaya_bahan} 1st NF: RPBahanHeader + tanggal_rencana_bahan + kd_order + kd_produk + nm_produk + kd_departemen + nm_departemen + shift RPBahanDetail + nm_bahan + tipe_bahan + rencana_pakai_bahan 2nd NF: RPBahanHeader + tanggal_rencana_bahan + kd_order + kd_produk + nm_produk + kd_departemen + nm_departemen + shift RPBahanDetail + rencana_pakai_bahan 160
78 MsBahan + nm_bahan + tipe_bahan 3rd NF RPBahanHeader + tanggal_rencana_bahan + kd_order + kd_produk + kd_departemen + shift MsProduk + nm_produk MsDepartemen + nm_departemen RPBahanDetail + rencana_pakai_bahan MsBahan + nm_bahan + tipe_bahan Tr Bahan UNF = no_form + tanggal_tr_bahan + kd_order + kd_produk + nm_produk + shift + kd_departemen + nm_departemen + {kd_bahan + nm_bahan + tipe_bahan +harga_bahan + jumlah_pakai_bahan + biaya bahan} 1st NF: PgunaanBahanHeader + tanggal_tr_bahan + kd_order + kd_produk + nm_produk + shift + kd_departemen + nm_departemen PgunaanBahanDetail + nm_bahan + tipe_bahan + harga_bahan + jumlah_pakai_bahan 2nd NF: PgunaanBahanHeader + tanggal_tr_bahan + kd_order + kd_produk + nm_produk + shift + kd_departemen + nm_departemen PgunaanBahanDetail + jumlah_pakai_bahan 161
79 MsBahan + nm_bahan + tipe_bahan + harga_bahan 3rd NF PgunaanBahanHeader + tanggal_tr_bahan + kd_order + kd_produk + shift + kd_departemen MsDepartemen + nm_departemen MsProduk + nm_produk PgunaanBahanDetail + jumlah_pakai_bahan MsBahan + nm_bahan + tipe_bahan + harga_bahan Tr Produksi UNF = no_form + tanggal_tr_produksi + kd_order + kd_produk + nm_produk + kd_departemen + nm_departemen + shift + { kd_mesin + nm_mesin + {kd_karyawan + nm_karyawan + jam_mulai + jam_selesai + upah_karyawan + biaya_tkl}} 1st NF: TrProduksiHeader + tanggal_tr_produksi + kd_order + kd_produk + nm_produk + kd_departemen + nm_departemen + shift TrProduksiDetail + kd_mesin + nm_mesin + nm_karyawan + jam_mulai + jam_selesai + upah_karyawan 2nd NF: TrProduksiHeader + tanggal_tr_produksi + kd_order + kd_produk + nm_produk + kd_departemen + nm_departemen + shift 162
80 TrProduksiDetail + kd_mesin + jam_mulai + jam_selesai MsDepartemen + nm_departemen MsMesin + nm_mesin MsKaryawan + nm_karyawan + upah_karyawan 3rd NF TrProduksiHeader + tanggal_tr_produksi + kd_order + kd_produk + kd_departemen + shift MsProduk + nm_produk TrProduksiDetail + kd_mesin + jam_mulai + jam_selesai MsDepartemen + nm_departemen MsMesin + nm_mesin MsKaryawan + nm_karyawan + upah_karyawan Biaya Produksi UNF = kd_order + kd_produk + nm_produk + kd_pelanggan + nm_pelanggan + tanggal_order + jumlah_order + tanggal_order_selesai + {kd_departemen + nm_departemen + kd_bahan + nm_bahan + jumlah_pakai_bahan + harga_bahan + biaya_bahan + total_biaya_bahan} + {kd_karyawan + nm_karyawan + jam_mulai + jam_selesai + upah_karyawan + biaya_tkl + total_biaya_tkl} 163
81 + {no_pool + nm_pool + estimasi_overhead_perunit + estimasi_biaya_overhead} 1stNF: BiayaProduksiHeader + kd_produk + nm_produk + kd_pelanggan + nm_pelanggan + tanggal_order + jumlah_order + tanggal_order_selesai PgunaanBahanDetail + nm_departemen + nm_bahan + jumlah_pakai_bahan + harga_bahan TrProduksiDetail + nm_departemen + nm_karyawan + jam_mulai + jam_selesai + upah_karyawan PrediksiFOHDetail + nm_pool + estimasi_overhead_perunit 2nd NF: BiayaProduksiHeader + kd_produk + nm_produk + kd_pelanggan + nm_pelanggan + tanggal_order + jumlah_order + tanggal_order_selesai PgunaanBahanDetail + jumlah_pakai_bahan MsDepartemen + nm_departemen MsBahan + nm_bahan 164
82 TrProduksiDetail + kd_departemen + nm_karyawan + jam_mulai + jam_selesai + upah_karyawan MsKaryawan + nm_karyawan + upah_karyawan PrediksiFOHDetail + estimasi_overhead_perunit MsPool + nm_pool 3rd NF: BiayaProduksiHeader + kd_produk + kd_pelanggan + tanggal_order + jumlah_order + tanggal_order_selesai MsProduk + nm_produk MsPelanggan + nm_pelanggan PgunaanBahanDetail + jumlah_pakai_bahan MsDepartemen + nm_departemen MsBahan + nm_bahan TrProduksiDetail + kd_departemen + nm_karyawan + jam_mulai + jam_selesai MsKaryawan + nm_karyawan + upah_karyawan PrediksiFOHDetail + estimasi_overhead_perunit MsPool + nm_pool 165
83 Tr FOH Aktual UNF = no_form + tanggal_overhead + {no_pool + nm_pool + kd_overhead + nm_overhead + overhead_aktual + total_overhead_aktual} 1st NF: FOHAktualHeader + tanggal_overhead FOHAktualDetail + nm_overhead + no_pool + nm_pool + overhead_aktual 2nd NF: FOHAktualHeader + tanggal_overhead FOHAktualDetail + overhead_aktual MsOverhead + nm_overhead + no_pool + nm_pool 3rdNF FOHAktualHeader + tanggal_overhead FOHAktualDetail + overhead_aktual MsOverhead + nm_overhead + no_pool MsPool + nm_pool Data Aktivitas UNF = {tahun_aktivitas + kd_produk + nm_produk + no_pool + aktivitas_produk + jumlah_produksi } 166
84 1st NF: DataAktivitasProduk + nm_produk + jumlah_produksi + aktivitas_produk 2nd NF: MsProduk + nm_produk DataAktivitasProduk + jumlah_produksi + aktivitas_produk Ms FOH UNF = kd_overhead + nm_overhead + no_pool + nm_pool 1st NF MsOverhead + nm_overhead + no_pool + nm_pool 3rd NF MsOverhead + nm_overhead + no_pool MsPool + nm_pool Spesifikasi File Nama File : MsUser Primary Key Foreign Key : - 167
85 Tabel 5.38 Spesifikasi File MsUser Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan userid char 25 - User Id. Format: x..25..x passwordid char 9 - Password Format: xxxxxxxxx status char 15 - peran/ level user Format: x..15..x Nama File : MsPelanggan Primary Key Foreign Key : - Tabel 5.39 Spesifikasi File MsPelanggan Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan kd_pelanggan char 7 - kode pelanggan Format: CUxxxxx nm_pelanggan char 25 - nama pelanggan Format: x..25..x Nama File : MsKaryawan Primary Key Foreign Key : - 168
86 Tabel 5.40 Spesifikasi File MsKaryawan Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan kd_karyawan char 7 - kode karyawan Format: LBXxxxx nm_karyawan char 25 - nama karyawan Format: x..25..x upah_karyawan num 5 2 upah/ jam karyawan Format: Nama File : MsDepartemen Primary Key Foreign Key : - Tabel 5.41 Spesifikasi File MsDepartemen Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan kd_departemen char 5 - kode departemen Format: DPTxx nm_departemen char 25 - nama departemen Format: x..25..x Nama File : MsPool Primary Key Foreign Key : - 169
87 Tabel 5.42 Spesifikasi File MsPool Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan no_pool char 3 - kode pool Format: Pxx nm_pool char 25 - nama pool Format: x..25..x Nama File : MsOverhead Primary Key Foreign Key : - Tabel 5.43 Spesifikasi File MsOverhead Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan kd_overhead char 5 - kode overhead Format:OHxxx nm_overhead char 25 - nama overhead Format: x..25..x no_pool char 3 - kode pool Format: Pxx Nama File : MsMesin Primary Key Foreign Key : - 170
88 Tabel 5.44 Spesifikasi File MsMesin Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan kd_mesin char 7 - kode mesin Format: MCDXxxx nm_mesin char 25 - nama mesin Format: x..25..x Nama File : MsBahan Primary Key Foreign Key : - Tabel 5.45 Spesifikasi File MsBahan Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan kd_bahan Char 7 - kode bahan Format: nm_bahan Char 25 - nama bahan Format: x..25..x tipe_bahan Char 20 - b. langsung/ tidak harga_bahan Num 8 2 harga per satuan Format: ,99 Nama File : MsProduk Primary Key Foreign Key : - 171
89 Tabel 5.46 Spesifikasi File MsProduk Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan kd_produk char 7 - kode produk Format: PRxxxxx nm_produk char 25 - nama produk Format: x..25..x Nama File : PrediksiOrderHeader Primary Key Foreign Key : kd_pelanggan, kd_produk Tabel 5.47 Spesifikasi File PrediksiOrderHeader Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan kd_order char 9 - kode order Format: ORmmyyxxx tanggal_order date 8 - tanggal order masuk Format:dd/mm/yyyy kd_pelanggan char 7 - kode pelanggan Format: CUxxxxx kd_produk char 7 - kode produk Format: PRxxxxx jumlah_order num 5 - jumlah order Format: tanggal_delivery date 8 - tanggal kirim order Format:dd/mm/yyyy 172
90 Nama File : PrediksiBahanDetail Primary Key Foreign Key : kd_order, kd_bahan Tabel 5.48 Spesifikasi File PrediksiBahanDetail Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan kd_order char 9 - kode order Format: ORmmyyxxx kd_bahan char 7 - kode bahan Format: MTXxxxx jumlah_pakai_bahan num 5 - jumlah pakai bahan Format: Nama File : PrediksiTKLDetail Primary Key Foreign Key : kd_order, kd_departemen Tabel 5.49 Spesifikasi File PrediksiTKLDetail Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan kd_order char 9 - kode order Format: ORmmyyxxx kd_departemen char 5 - kode departemen Format: DPTxx estimasi_rata2_manhour num 5 2 perkiraan jam kerja Format: ,99 estimasi_rata2_upah num 5 2 perkiraan upah Format: ,99 173
91 Nama File : PrediksiFOHDetail Primary Key Foreign Key : kd_order, no_pool Tabel 5.50 Spesifikasi File PrediksiFOHDetail Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan kd_order char 9 - kode order Format: ORmmyyxxx no_pool char 3 - kode pool overhead Format: Pxx estimasi_overhead_perunit num 7 2 perkiraan b.overhead Format: ,99 Nama File : RPBahanHeader Primary Key Foreign Key : kd_order, kd_departemen Tabel 5.51 Spesifikasi File RPBahanHeader Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan no_form char 11 - no form RP Bahan Format: FMPmmyyxxxx tanggal_rencana_bahan date 8 - tanggal rencana Format: dd/mm/yyyy kd_order char 9 - kode order Format: ORmmyyxxx kd_produk char 7 - kode produk Format: PRxxxxx 174
92 kd_departemen Char 5 - kode departemen Format: DPTxx shift Char 1 - shift kerja Format: 9 Nama File : RPBahanDetail Primary Key Foreign Key : no_form, kd_bahan Tabel 5.52 Spesifikasi File RPBahanDetail Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan no_form char 11 - no form RP Bahan Format: FMPmmyyxxxx kd_bahan char 7 - kode bahan Format: MTXxxxx rencana_pakai_bahan number 5 5 rencana pakai bahan Format: ,99999 Nama File : PgunaanBahanHeader Primary Key Foreign Key : kd_order, kd_departemen Tabel 5.53 Spesifikasi File PgunaanBahanHeader Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan no_form char 11 - no form Pgunaan Bahan Format: FMUmmyyxxxx tanggal_tr_bahan date 8 - tanggal rencana 175
93 Format: dd/mm/yyyy kd_order char 9 - kode order Format:ORmmyyxxx kd_departemen char 5 - kode departemen Format: DPTxx shift char 1 - shift kerja Format: 9 Nama File : PgunaanBahanDetail Primary Key Foreign Key : no_form, kd_bahan Tabel 5.54 Spesifikasi File PgunaanBahanDetail Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan no_form char 11 - no form Pgunaan Bahan Format: FMUmmyyxxxx kd_bahan char 7 - kode bahan Format: MTXxxxx jumlah_pakai_bahan number 5 5 pemakaian aktual Format: ,99999 Nama File : Tr Produksi Header Primary Key Foreign Key : kd_order, kd_departemen 176
94 Tabel 5.55 Spesifikasi File TrProduksiHeader Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan no_form char 11 - no form Tr Produksi Format: FPDmmyyxxxx tanggal_tr_produksi date 8 - tanggal produksi Format: dd/mm/yyyy kd_order char 9 - kode order Format: ORmmyyxxx kd_departemen char 5 - kode departemen Format: DPTxx shift char 1 - shift kerja Format: 9 Nama File : TrProduksiDetail Primary Key Foreign Key : no_form, kd_mesin, kd_karyawan Tabel 5.56 Spesifikasi File TrProduksiDetail Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan no_form char 11 - no form Tr Produksi Format: FPDmmyyxxxx kd_mesin char 7 - kode mesin Format: MCDXxxx kd_karyawan char 7 - kode karyawan Format: LBXxxxx jam_mulai time 4 - waktu mulai kerja 177
95 Format: hh:mm jam_selesai time 4 - waktu selesai kerja Format: hh:mm Nama File : BiayaProduksiHeader Primary Key Foreign Key : kd_pelanggan, kd_produk Tabel 5.57 Spesifikasi File BiayaProduksiHeader Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan kd_order Char 9 - kode order Format: ORmmyyxxx kd_produk Char 7 - kode produk Format: PRxxxxx kd_pelanggan Char 7 - kode pelanggan Format: CUxxxxx tanggal_order Date 8 - tanggal order Format: dd/mm/yyyy jumlah_order Number 5 - jumlah order Format: tanggal_selesai Date 8 - tanggal selesai Format: dd/mm/yyyy Nama File : FOHAktualHeader Primary Key Foreign Key : - 178
96 Tabel 5.58 Spesifikasi File FOHAktualHeader Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan no_form Char 11 - no form Format: FAOmmyyxxxx tanggal_overhead Date 8 - tanggal overhead Format: dd/mm/yyyy Nama File : FOHAktualDetail Primary Key Foreign Key : kd_overhead, no_pool Tabel 5.59 Spesifikasi File FOHAktualDetail Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan no_form Char 11 - no form Format: FAOmmyyxxxx no_pool Char 3 - kode pool Format: Pxx kd_overhead Char 5 - kode overhead Format: OHxxx overhead_aktual Currency 11 2 b. overhead aktual Format: ,99 Nama File : DataAktivitasProduk Primary Key Foreign Key : kd_produk, no_pool 179
97 Tabel 5.60 Spesifikasi File DetilAktivitasProduk Nama Field Tipe Panjang Desimal Keterangan tahun_aktivitas Date 4 - no form Format: yyyy kd_produk Char 7 - kode produk Format: PRxxxxx no_pool Char 3 - kode pool Format: Pxx aktivitas_produk Number 5 2 aktivitas produk Format: ,99 jumlah_produk Number 5 - Total produksi Format:
98 5.5.5 Entity Relationship Diagram (ERD) Ms Pelanggan Prediksi Order Header Biaya Produksi Header Pgunaan Bahan Header Ms Bahan Prediksi Bahan Detail Prediksi TKL Detail Ms Produk Pgunaan Bahan Detail Prediksi FOH Detail Data Aktivitas Produk RP Bahan Detail Tr Produksi Header RP Bahan Header Tr Produksi Detail Ms Departemen Ms Karyawan Ms Mesin Ms Pool FOH Aktual Header FOH Aktual Detail Ms Overhead Gambar 5.13 Entity Relationship Diagram
99 5.5.6 Bagan Terstruktur (Structured Chart) Menu Utama Prediksi Biaya Order Transaksi Bahan Transaksi Produksi Transaksi FOH Aktual Biaya Produksi Order 182 Penentuan Biaya Aktual Pilih = transaksi FOH aktual Pilih = transaksi produksi Pilih = transaksi bahan Pilih = prediksi biaya order Pilih = biaya aktual Pilih = biaya produksi order Gambar 5.14 Bagan Terstruktur Menu Utama Prediksi Biaya Order Pilih = update Pilih = cetak Update Prediksi Biaya Order Pencetakan Laporan Prediksi Biaya Gambar 5.15 Bagan Terstruktur Prediksi Biaya Order
100 Isi produk Update Prediksi Biaya Order PrediksiOrderHeader PrediksiBahanDetil PrediksiTKLDetil PrediksiFOHDetil PrediksiOrderHeader kd_bahan kd_produk 183 kd_pelanggan kd_pelanggan kd_order Isi Detil Order & pelanggan Cek file pelanggan Rekam Prediksi Biaya estimasi_overhead_perunit no_pool kd_departemen estimasi_rata2_manhour estimasi_rata2_upah kd_bahan jumlah_pakai_bahan Isi detil order Isi detil bahan Isi detil TKL Isi detil overhead estimasi_rata2_manhour departemen_valid estimasi_overhead_perunit pool_valid jumlah_pakai_bahan jumlah_order delivery_date nm_pelanggan no_pool estimasi_rata2_upah nm_departemen kd_departemen kd_departemen kd_produk nm_pool no_pool kd_bahan nm_bahan bahan_valid produk_valid nm_produk Cek file produk Isi jumlah order & delivery date Isi bahan Cek file bahan Isi jumlah pakai bahan Isi departemen Cek file departemen Isi prediksi upah dan manhour Isi pool Cek file pool Isi estimasi pool Gambar 5.16 Bagan Terstruktur Update Biaya Prediksi Order tanggal_order Pelanggan_valid
101 Rekam Prediksi Biaya PrediksiTKLDetil PrediksiOrderHeader PrediksiBahanDetil PrediksiFOHDetil Tulis File Prediksi Order Header Tulis File Prediksi Bahan Detil Tulis File Prediksi TKL Detil Tulis File Prediksi FOH Detil Gambar 5.17 Bagan Terstruktur Rekam Prediksi Biaya 184
102 Pencetakan Laporan Prediksi Biaya periode_awal periode_akhir periode_awal periode_akhir Baca File Prediksi Order Header Isi periode laporan Kendali Tanggal grandtotal biaya grandtotal biaya Cetak Prediksi Order Header Cetak prediksi order detil Cetak grandtotal Biaya total_foh PrediksiBahanDetil kd_produk nm_produk nm_pelanggan kd_pelanggan PrediksiFOHDetil PrediksiTKLDetil total_bahan total_tkl Baca File Pelanggan Baca File Produk Baca File Prediksi Bahan Detil Baca File Prediksi TKL Detil Baca File Prediksi FOH Detil Cetak Total Bahan Cetak total TKL Cetak total FOH Gambar 5.18 Bagan Terstruktur Pencetakan Laporan Prediksi Biaya 185 PrediksiOrderHeader
103 Update Rencana Pemakaian Bahan Transaksi Bahan Pencetakan Permintaan Bahan Update Penggunaan Bahan 186 Pencetakan Laporan Penggunaan Bahan Pilih = update Penggunaan Bahan Pilih = cetak Rencana Bahan Pilih = update Rencana Bahan Pilih = cetak penggunaan Bahan Gambar 5.19 Bagan Terstruktur Transaksi Bahan
104 Update Rencana Pemakaian Bahan RP_Bahan_Header RP_Bahan_Detil RP_Bahan_Detil RP_Bahan_Header Rekam Rencana Bahan Isi Rencana Bahan RP_Bahan_Header RP_Bahan_Detil bahan_valid Tulis File RP Bahan Header Tulis File RP Bahan Detil produk_valid kd_bahan kd_produk kd_departemen departmen_valid tanggal_rencana_bahan kd_order no_form shift detil bahan jumlah_pakai_bahan order_valid kd_bahan nm_produk nm_departemen kd_order kd_produk kd_departemen Isi RP Bahan Header Cek File Prediksi Order Header Cek File Departemen Cek File Produk Isi RP Bahan Detil Cek File Bahan Gambar 5.20 Bagan Terstruktur pdate Rencana Pemakaian Bahan 187
105 Update Penggunaan Bahan Pgunaan_Bahan_Header Pgunaan_Bahan_Header Pgunaan_Bahan_Detil Pgunaan_Bahan_Detil Isi Pgunaan Bahan Rekam Pgunaan Bahan kd_departemen nm_departemen tanggal_pgunaan_bahan kd_order no_form shift kd_departemen kd_produk kd_produk departmen_valid produk_valid nm_produk bahan_valid RP_Bahan_Detil detil bahan kd_bahan Pgunaan_Bahan_Header Tulis File Pgunaan Bahan Header Pgunaan_Bahan_Detil Tulis File Pgunaan Bahan Detil Isi Pgunaan Bahan Header Cek File Prediksi Order Header Cek File Departemen Cek File Produk Isi Pgunaan Bahan Detil Cek File Bahan Gambar 5.21 Bagan Terstruktur Update Penggunaan Bahan 188
106 Pencetakan Laporan Penggunaan Bahan periode_awal periode_akhir periode_awal periode_akhir Isi periode laporan Kendali Tanggal Cetak RP Bahan Header Cetak RP Bahan Detil detil bahan nm_produk pgunaan_bahan_header kd_bahan pgunaan_bahan_detil kd_produk nm_departemen kd_departemen Baca File RP Bahan Header Baca File Departemen Baca File Produk Baca File RP Bahan Detil Baca File Bahan Gambar 5.22 Bagan Terstruktur Pencetakan Laporan Rencana Pemakaian Bahan 189
107 Pencetakan Laporan Penggunaan Bahan periode_awal periode_akhir periode_awal periode_akhir Isi periode laporan Kendali Tanggal total biaya total biaya Cetak Pgunaan Bahan Header Cetak Pgunaan Bahan Detil Cetak Total per Order detil bahan nm_produk pgunaan_bahan_header kd_bahan pgunaan_bahan_detil kd_produk nm_departemen kd_departemen Baca File Pgunaan Bahan Header Baca File Departemen Baca File Produk Baca File Pgunaan Bahan Detil Baca File Bahan Gambar 5.23 Bagan Terstruktur Pencetakan Laporan Penggunaan Bahan 190
108 Transaksi Produksi Pilih = update Pilih = cetak Pengelolaan Rinci Produksi Pencetakan Laporan Transaksi Produksi Gambar 5.24 Bagan Terstruktur Transaksi Produksi Update Rinci Produksi TrProduksiHeader TrProduksiDetil Isi Rinci Produksi Rekam Rinci Produksi Isi Tr Produksi Header Isi Tr Produksi Detil Tulis File Tr Produksi Header 191 Tulis File Tr Produksi Detil TrProduksiHeader TrProduksiDetil kd_order shift TrProduksiDetil TrProduksiHeader nm_mesin kd_mesin nm_karyawan kd_karyawan kd_karyawan kd_mesin jam_selesai jam_mulai nm_departemen kd_departemen kd_produk nm_produk no_form kd_produk kd_departemen tanggal_produksi Baca File Prediksi Order Header Baca File Produk Baca File Departemen Baca File Karyawan Baca File Mesin Gambar 5.25 Bagan Terstruktur Update Biaya Produksi
109 Pencetakan Laporan Transaksi Produksi periode_awal periode_ak hir periode_awal periode_akhir Baca File Tr Produksi Header Isi periode laporan Kendali Tanggal total biaya total biaya Cetak Tr Produksi Header Cetak Tr Produksi Detil Cetak Total Biaya nm_mesin kd_mesin tr_produksi_detil kd_produk nm_produk tr_produksi_header nm_departemen kd_karyawan nm_departemen kd_departemen Baca File Produk Baca File Departemen Baca File Tr Produksi Baca File Karyawan Baca File Mesin detil Gambar 5.26 Bagan Terstruktur Pencetakan Laporan Transaksi Produksi 192
110 Transaksi FOH Aktual Pilih = update Pilih = cetak Update FOH Aktual Pencetakan Laporan FOH Aktual Gambar 5.27 Bagan Terstruktur Transaksi FOH Aktual 193
111 Update FOH Aktual FOHAktualDetil FOHAktualHeader FOHAktualHeader FOHAktualDetil Isi Data FOH Aktual Rekam Data FOH Aktual FOH_aktual_Header FOH_aktual_detil kd_overhead no_pool nm_overhead overhead valid no_pool nm_pool FOHAktualHeader FOHAktualDetil Isi FOH Aktual Header Isi FOH Aktual Detil Cek file overhead Baca file pool Tulis File FOH Aktual Header Tulis File FOH Aktual Detil Gambar 5.28 Bagan Terstruktur Update FOH Aktual 194
112 Pencetakan Laporan FOH Aktual periode_awal periode_akhir periode_awal periode_akhir Isi periode laporan Kendali Tanggal total biaya total biaya Cetak FOH Aktual Header Cetak FOH Aktual Detil Cetak Total Biaya nm_pool no_pool nm_overhead kd_overhead FOHAktualDetil FOHAktualHeader Baca File FOH Aktual Header Baca File FOH Aktual Detil Baca File Overhead Baca File Pool Gambar 5.29 Bagan Terstruktur Pencetakan Laporan FOH Aktual 195
113 Biaya Produksi Order Pilih = update Pilih = cetak Update Biaya Produk Pencetakan Laporan Biaya Produk Total Gambar 5.30 Bagan Terstruktur Biaya Produksi Order 196
114 Update Biaya Produk biaya_produksi_header biaya_produksi_header kd_order kd_order kd_order kd_order kd_order Baca File Prediksi Order Header Isi Kode Order Tampil Biaya Produksi header Tampil Biaya bahan Tampil Biaya produksi Tampil Biaya overhead Isi Rinci Order Selesai Rekam Rinci Order Selesai biaya_produksi_header upah_karyawan Tulis File Biaya Produksi Header kd_order harga_bahan kd_produk nm_pelanggan kd_pelanggan kd_order kd_karyawan no_pool estimasi_overhead_perunit Tr_produksi_detil kd_bahan kd_order Pgunaan_bahan_header nm_karyawan no_form Tr_produksi_header no_form pgunaan_bahan_detil nm_produk nm_bahan prediksi_order_header Baca File Pgunaan Bahan Header Baca File Pgunaan Bahan Detil Cek File Pelanggan Cek File Produk Cek File Bahan Baca File Tr Produksi Header Baca File Tr Produksi Detil Cek File Karyawan Baca File Prediksi FOH Detil Gambar 5.31 Bagan Terstruktur Update Biaya Produk 197 kd_order
115 Pencetakan Laporan Biaya Produk Total periode_awal periode_akhir periode_awal periode_akhir Isi periode laporan Kendali Tanggal Cetak Total Seluruh Biaya total biaya total biaya biaya_produksi_header BiayaProduksiHeader Cetak Biaya Produksi Header Olah Transaksi Biaya Cetak Total Biaya BiayaProduksiHeader estimasi_overhead_perunit TrProduk sidetil TrProduksiHeader PgunaanBahanDetil PgunaanBahanHeader Baca File Biaya Produksi Header Baca File Pgunaan Bahan Header Baca File Pgunaan Bahan Detil Baca File Tr Produksi Header Baca File Tr Produksi Detil Baca File Prediksi FOH Detil Gambar 5.32 Bagan Terstruktur Pencetakan Laporan Biaya Produk Total 198
116 Penentuan Biaya Aktual Pilih = update Pilih = hitung Pilih = cetak Update Biaya FOH Aktual metode ABC Hitung Biaya Overhead Aktual Produk Pencetakan Laporan Biaya Produk Aktual Gambar 5.33 Bagan Terstruktur Penentuan Biaya Aktual 199
117 Update Biaya FOH Aktual Data aktivitas produk Data aktivitas produk Isi Data Aktivitas Produk Tulis File Data Aktivitas Produk Gambar 5.34 Bagan Terstruktur Update Biaya FOH Aktual 200
118 Hitung Biaya Overhead Aktual Produk Data aktivitas produk Data aktivitas produk Data aktivitas produk Baca File FOH Aktual Header Baca File FOH Aktual Detil Baca File Data Aktivitas Produk Gambar 5.35 Bagan Terstruktur Hitung Biaya Overhead Aktual Produk 201
119 Pencetakan Biaya Overhead Aktual Produk periode_awal periode_akhir periode_awal periode_akhir Isi periode laporan Kendali Tanggal Cetak Total Seluruh Biaya total biaya total biaya biaya_produksi_header BiayaProduksiHeader Cetak Biaya Produksi Header Olah Transaksi Biaya Cetak Biaya Aktual Produk BiayaProduksiHeader DataAktivitasProduk TrProduk sidetil TrProduksiHeader PgunaanBahanDetil kd_order Baca File Biaya Produksi Header kd_produk kd_order PgunaanBahanHeader Baca File Pgunaan Bahan Header Baca File Pgunaan Bahan Detil Baca File Tr Produksi Header Baca File Tr Produksi Detil Baca File Data Aktivitas Produk Gambar 5.36 Bagan Terstruktur Pencetakan Biaya Overhead Aktual Produk 202
120 5.5.7 Spesifikasi Proses Modul Sistem_Utama GET Pilihan CASE (Pilihan) : 1 : DO Prediksi_Order 2 : DO Transaksi_Bahan 3 : DO Transaksi_Produksi 4 : DO Transaksi_FOH_Aktual 5 : DO Biaya_Produksi_Order 6 : DO Penentuan_Biaya_Aktual END CASE RETURN Modul Prediksi_Order OPEN PrediksiOrderHeader, MsProduk, MsPelanggan, MsBahan, MsDepartemen, MsPool, PrediksiBahanDetail, PrediksiTKLDetail, PrediksiFOHDetail READ PrediksiOrderHeader Get_Record CASE (Pilihan) : 1 : DO NEW 2 : DO EDIT 203
121 3 : DO SAVE 4 : DO CANCEL 5 : DO DELETE 6 : DO EXIT 7 : DO PRINT END CASE RETURN Modul Get_Record READ PrediksiBahanDetail USING kd_order READ PrediksiTKLDetail USING kd_order READ PrediksiFOHDetail USING kd_order RETURN Module NEW CLEAR ALL TEXTBOX INPUT kd_order, tanggal_order, kd_pelanggan READ nm_pelanggan FROM MsPelanggan USING kd_pelanggan INPUT kd_produk READ nm_produk FROM MsProduk USING kd_produk INPUT jumlah_order INPUT kd_bahan DO WHILE (kd_bahan NOT NULL) 204
122 READ nm_bahan, tipe_bahan, harga_bahan FROM MsBahan USING kd_bahan INPUT jumlah_pakai_bahan biaya_bahan = jumlah_pakai_bahan * harga_bahan Total_Biaya_Bahan = Total_Biaya_Bahan + biaya_bahan INPUT kd_bahan END DO INPUT kd_departemen DO WHILE (kd_departemen NOT NULL) READ nm_departemen FROM MsDepartemen USING kd_departemen INPUT estimasi_rata2_manhour, estimasi_rata2_upah biaya_tkl = estimasi_rata2_manhour * estimasi_rata2_upah Total_Biaya_TKL = Total_Biaya_TKL + biaya_tkl INPUT kd_departemen END DO INPUT no_pool DO WHILE (no_pool NOT NULL) READ nm_pool FROM MsPool USING no_pool INPUT estimasi_overhead_perunit Total_Biaya_overhead = Total_Biaya_overhead + estimasi_overhead_perunit INPUT no_pool 205
123 END DO RETURN Modul EDIT ENABLE ALL TEXTBOX RETURN Modul SAVE WRITE kd_order, tanggal_order, kd_pelanggan, kd_produk, jumlah_order TO Prediksi Order Header WRITE kd_order, kd_bahan, jumlah_pakai_bahan TO PrediksiBahanDetail WRITE kd_order, kd_departemen, estimasi_rata2_manhour, estimasi_rata2_upah TO PrediksiTKLDetail WRITE kd_order, no_pool, estimasi_overhead_perunit TO PrediksiFOHDetail RETURN Modul CANCEL READ PrediksiOrderHeaderUSING kd_order Get_Record RETURN Modul DELETE DELETE PrediksiBahanDetail, PrediksiTKLDetail, PrediksiFOHDetail RECORD USING kd_order DELETE PrediksiOrderHeader USING kd_order 206
124 RETURN Modul EXIT CLOSE ALL EXIT Modul PRINT INPUT periode_awal, periode_akhir Baris=0 PRINT Header grandtotal_biaya_bahan = 0 grandtotal_biaya_tkl = 0 grandtotal_biaya_foh = 0 grandtotal_biaya = 0 DO WHILE (PrediksiOrderHeader.tanggal_order>=periode_awal) AND (PrediksiOrderHeader.tanggal_order<=periode_akhir) AND NOT EOF (PrediksiOrderHeader) no_order = PrediksiOrderHeader.kd_order PRINT no_order, tanggal_order, nm_produk, nm_pelanggan, jumlah_order total_per_order = 0 biaya_bahan = 0 biaya_tkl = 0 biaya_overhead = 0 207
125 DO WHILE (PrediksiBahanDetail.kd_order = no_order) biaya_bahan = PrediksiBahanDetail.jumlah_pakai_bahan * MsBahan.harga_bahan total_biaya_bahan = total_biaya_bahan + biaya_bahan PRINT total_biaya_bahan END DO total_per_order = total_per_order + total_biaya_bahan baris = baris + 1 DO WHILE (PrediksiTKLDetail.kd_order = no_order) biaya_tkl = PrediksiTKLDetail.estimasi_manhour *Prediksi TKLDetail.estimasi_upah total_biaya_tkl = total_biaya_tkl + biaya_tkl PRINT total_biaya_tkl END DO total_per_order = total_per_order + total_biaya_tkl baris = baris + 1 DO WHILE (PrediksiFOHDetail.kd_order = no_order) biaya_overhead = PrediksiFOHDetail.jumlah_pakai_bahan * MsBahan.harga_bahan total_biaya_overhead = total_biaya_bahan + biaya_bahan PRINT total_biaya_overhead 208
126 END DO total_per_order = total_per_order + total_biaya_overhead PRINT total_per_order grandtotal_biaya_bahan = grandtotal_biaya_bahan + total_biaya_bahan grandtotal_biaya_tkl = grandtotal_biaya_tkl + total_biaya_tkl grandtotal_biaya_foh = grandtotal_biaya_foh + total_biaya_foh grandtotal_biaya = grandtotal_biaya_bahan + grandtotal_biaya_tkl + grandtotal_biaya_foh END DO PRINT grandtotal_biaya_bahan, grandtotal_biaya_tkl, grandtotal_biaya_foh, grandtotal_biaya RETURN Modul Transaksi_Bahan CASE (Pilihan) : 1 : DO Pengelolaan_Rencana_Pmakaian_Bahan 2 : DO Pengelolaan_Pgunaan_Bahan END CASE Modul Pengelolaan_Rencana_Pemakaian_Bahan OPEN RPBahanHeader, RPBahanDetail, PrediksiOrderHeader, MsProduk, MsDepartemen, MsBahan 209
127 READ RPBahanHeader Get_Record CASE (Pilihan) : 1 : DO NEW 2 : DO EDIT 3 : DO SAVE 4 : DO CANCEL 5 : DO DELETE 6 : DO CLOSE 7 : DO PRINT END CASE RETURN Modul Get_Record READ nm_produk FROM MsProduk USING kd_produk READ nm_departemen FROM MsDepartemen USING kd_departemen READ RPBahanDetail USING no_form DO WHILE kd_bahan NOT NULL READ nm_bahan,tipe_bahan FROM MsBahan USING kd_bahan END DO RETURN Modul NEW 210
128 GENERATE tanggal_rencana_bahan INPUT no_form, kd_order, shift READ kd_produk FROM PrediksiOrderHeader USING kd_order READ nm_produk FROM MsProduk USING kd_produk INPUT kd_departemen READ nm_departmen FROM MsDepartemen USING kd_departemen INPUT kd_bahan DO WHILE kd_bahan NOT NULL READ nm_bahan,tipe_bahan FROM Ms Bahan USING kd_bahan INPUT rencana_pakai_bahan INPUT kd_bahan END DO RETURN Modul SAVE WRITE no_form, kd_order, tanggal_rencana_bahan, kd_departemen, shift TO RP Bahan Header WRITE no_form, kd_bahan, rencana_pakai_bahan TO RP Bahan Detail RETURN Modul EDIT ENABLE ALL TEXTBOX RETURN 211
129 Modul DELETE DELETE RP Bahan Detail USING no_form DELETE RP Bahan Header USING no_form RETURN Modul CANCEL READ RPBahanHeaderUSING no_form Get_Record RETURN Modul EXIT CLOSE ALL EXIT Modul PRINT INPUT periode_awal, periode_akhir Baris = 0 PRINT Header DO WHILE (RPBahanHeader.tanggal_rencana_bahan >= periode_awal) AND (RPBahanHeader.tanggal_rencana_bahan <= periode_akhir) AND NOT EOF (RPBahanHeader) Order = RPBahanHeader.kd_order PRINT Order Departemen = RPBahanHeader.kd_departemen 212
130 READ nm_departemen FROM MsDepartemen USING Departemen PRINT nm_departemen READ shift FROM RPBahanHeader USING no_form PRINT shift DO WHILE (RPBahanDetail.no_form = RPBahanHeader.no_form) AND NOT EOF(RPBahanDetail) READ kd_bahan, nm_bahan, jumlah_rencana_bahan FROM RPBahanDetail USING no_form PRINT kd_bahan, nm_bahan, tipe_bahan, jumlah_rencana_bahan baris = baris + 1 END DO END DO PRINT Footer RETURN Modul Pengelolaan_Pgunaan_Bahan OPEN PgunaanBahanHeader, PgunaanBahanDetail, RPBahanHeader, MsProduk, MsDepartemen, MsBahan READ RPBahanHeader Get_Record CASE (Pilihan) : 213
131 1 : DO NEW 2 : DO EDIT 3 : DO SAVE 4 : DO CANCEL 5 : DO DELETE 6 : DO EXIT 7 : DO PRINT END CASE RETURN Modul Get_Record READ nm_produk FROM MsProduk USING kd_produk READ nm_departemen FROM MsDepartemen USING kd_departemen READ PgunaanBahanDetail USING no_form total = 0 DO WHILE kd_bahan NOT NULL READ nm_bahan,tipe_bahan FROM Ms Bahan USING kd_bahan biaya_bahan = harga_bahan * jumlah_pakai_bahan total = total + biaya_bahan END DO RETURN Modul NEW 214
132 GENERATE tanggal_tr_bahan INPUT kd_order, no_form, shift READ kd_produk FROM RPBahanHeader USING kd_order READ nm_produk FROM MsProduk USING kd_produk INPUT kd_departemen READ nm_departmen FROM MsDepartemen USING kd_departemen total = 0 INPUT kd_bahan DO WHILE kd_bahan NOT NULL READ nm_bahan,tipe_bahan FROM MsBahan USING kd_bahan INPUT jumlah_pakai_bahan biaya_bahan = harga_bahan * jumlah_pakai_bahan total = total + biaya_bahan INPUT kd_bahan END DO RETURN Modul SAVE WRITE no_form, kd_order, tanggal_pgunaan_bahan, kd_departemen, shift TO PgunaanBahanHeader WRITE no_form, kd_bahan, jumlah_pakai_bahan TO PgunaanBahanDetail RETURN 215
133 Modul CANCEL READ PgunaanBahanHeaderUSING no_form Get_Record RETURN Modul EDIT ENABLE ALL TEXTBOX RETURN Modul DELETE DELETE PgunaanBahanDetail USING no_form DELETE PgunaanBahanHeader USING no_form RETURN Modul EXIT CLOSE ALL EXIT Modul PRINT INPUT periode_awal, periode_akhir Baris = 0 PRINT Header DO WHILE (PgunaanBahanHeader.tanggal_tr_bahan >= periode_awal) AND (PgunaanBahanHeader.tanggal_tr_bahan <= periode_akhir) AND NOT EOF (PgunaanBahanHeader) 216
134 Order = PgunaanBahanHeader.kd_order PRINT Order Departemen = PgunaanBahanHeader.kd_departemen READ nm_departemen FROM MsDepartemen USING Departemen PRINT nm_departemen READ shift FROM PgunaanBahanHeader USING no_form PRINT shift Total_tanggal = 0 DO WHILE (PgunaanBahanDetail.no_form = PgunaanBahanHeader.no_form) AND NOT EOF(PgunaanBahanDetail) READ kd_bahan, nm_bahan, jumlah_rencana_bahan FROM PgunaanBahanDetail USING no_form READ harga_bahan FROM PgunaanBahanDetail USING kd_bahan Biaya_bahan = jumlah_rencana_bahan * harga_bahan PRINT kd_bahan, nm_bahan, tipe_bahan, jumlah_rencana_bahan baris = baris + 1 Total_tanggal = Total_tanggal + Biaya_bahan END DO PRINT Total_tanggal Total_biaya_bahan = Total_biaya_bahan + Total_tanggal END DO 217
135 PRINT Total_biaya_bahan PRINT Footer RETURN Modul Transaksi_Produksi_Aktual OPEN TrProduksiHeader, TrProduksiDetail, MsProduk, MsDepartemen, MsKaryawan, MsMesin READ TrProduksiHeader Get_Record CASE (Pilihan) : 1 : DO NEW 2 : DO EDIT 3 : DO SAVE 4 : DO CANCEL 5 : DO DELETE 6 : DO EXIT 7 : DO PRINT END CASE RETURN Modul Get_Record READ nm_produk FROM MsProduk USING kd_produk 218
136 READ nm_departemen FROM MsDepartemen USING kd_departemen READ TrProduksiDetail USING no_form total = 0 DO WHILE kd_karyawan NOT NULL READ nm_mesin FROM MsMesin USING kd_mesin READ nm_karyawan FROM MsKaryawan USING kd_karyawan biaya_tkl = (jam_selesai -jam_mulai) * upah_karyawan total = total + biaya_tkl END DO RETURN Modul NEW GENERATE tanggal_tr_produksi INPUT kd_order, no_form, shift READ kd_produk FROM PrediksiOrderHeader USING kd_order READ nm_produk FROM MsProduk USING kd_produk INPUT kd_departemen READ nm_departmen FROM MsDepartemen USING kd_departemen total = 0 INPUT kd_karyawan DO WHILE kd_karyawan NOT NULL 219
137 READ nm_karyawan, upah_karyawan FROM MsKaryawan USING kd_karyawan INPUT kd_mesin READ nm_mesin FROM MsMesin USING kd_mesin INPUT jam_mulai, jam_selesai biaya_tkl = (jam_selesai - jam_mulai) * upah_karyawan total = total + biaya_tkl INPUT kd_karyawan END DO RETURN Modul SAVE WRITE no_form, kd_order, tanggal_tr_produksi, kd_produk, kd_departemen, shift TO TrProduksiHeader WRITE no_form,kd_mesin, kd_karyawan, jam_mulai, jam_selesai TO TrProduksiDetail RETURN Modul EDIT ENABLE ALL TEXTBOX RETURN Modul DELETE DELETE TrProduksiDetail USING no_form 220
138 DELETE TrProduksiHeader USING no_form RETURN Modul EXIT CLOSE ALL EXIT Modul PRINT INPUT periode_awal, periode_akhir Baris = 0 total_tkl_cost = 0 PRINT Header DO WHILE (TrProduksiHeader.tanggal_tr_produksi >= periode_awal) AND (TrProduksiHeader.tanggal_tr_produksi <= periode_akhir) AND NOT EOF (TrProduksiHeader) order = TrProduksiHeader.kd_order PRINT order Departemen = TrProduksiHeader.kd_departemen READ nm_departemen FROM MsDepartemen USING Departemen PRINT nm_departemen READ shift FROM PgunaanBahanHeader USING no_form PRINT shift total_per_tanggal = 0 221
139 DO WHILE (TrProduksiDetail.no_form = TrProduksiHeader.no_form ) AND NOT EOF (TrProduksiDetail) jam_kerja = (jam_selesai - jam_mulai) biaya_tkl = jam_kerja * upah_karyawan PRINT kd_mesin, kd_karyawan, nm_karyawan, jam_kerja, upah_karyawan, biaya_tkl baris = baris + 1 total_per_tanggal = total_per_tanggal + biaya_tkl END DO PRINT total_per_tanggal total_tkl_cost = total_tkl_cost + total_per_tanggal END DO baris = baris + 1 PRINT total_tkl_cost RETURN Modul Transaksi_FOH_Aktual OPEN FOHAktualHeader, FOH AktualDetail, MsOverhead, MsPool READ FOHAktualHeader Get_Record CASE (Pilihan) : 222
140 1 : DO NEW 2 : DO EDIT 3 : DO SAVE 4 : DO CANCEL 5 : DO DELETE 6 : DO EXIT 7 : DO PRINT END CASE RETURN Modul Get_Record READ FOHAktualDetail USING no_form DO WHILE kd_overhead NOT NULL READ nm_overhead,no_pool FROM MsOverhead USING kd_overhead READ nm_pool FROM MsPool USING no_pool END DO RETURN Modul NEW GENERATE tanggal_overhead INPUT no_form INPUT kd_overhead DO WHILE kd_overhead NOT NULL 223
141 READ nm_overhead,no_pool FROM MsOverhead USING kd_overhead READ nm_pool FROM MsPool USING no_pool INPUT overhead_aktual END DO RETURN Modul SAVE WRITE no_form, tanggal_overhead TO FOHAktualHeader WRITE no_form, kd_overhead, overhead_aktual TO FOHAktualDetail RETURN Modul EDIT ENABLE ALL TEXTBOX RETURN Modul DELETE DELETE FOHAktualDetail USING no_form DELETE FOHAktualHeader USING no_form RETURN Modul EXIT CLOSE ALL EXIT Modul PRINT INPUT periode 224
142 Baris = 0 PRINT Header Baris = baris + 1 DO WHILE (FOHAktualHeader.tanggal_overhead IN periode) AND NOT EOF (FOHAktualHeader) PRINT FOHAktualHeader.tanggal_overhead pool = 1 READ nm_pool FROM MsPool USING pool PRINT nm_pool DO WHILE (FOHAktualDetail.no_form = FOHAktualHeader.no_form) AND NOT EOF (FOHAktualDetail) FOR pool = 1 TO pool = 6 READ no_pool FROM MsOverhead USING FOHAktualDetail.kd_overhead IF no_pool = pool THEN PRINT kd_overhead, nm_overhead, overhead_aktual baris = baris + 1 total_per_pool = total_per_pool + overhead_aktual END IF total_per_tanggal = total_per_tanggal + total_per_pool pool = pool
143 NEXT END DO PRINT total_per_tanggal END DO baris = baris + 1 PRINT total_foh_cost PRINT Footer RETURN Modul Biaya_Produksi_Order OPEN BiayaProduksiHeader, PgunaanBahanHeader, TrBahanDetail, TrProduksiHeader, TrProduksiDetail, PrediksiFOHDetail, MsBahan, MsDepartemen, MsPool, MsProduk, MsPelanggan READ BiayaProduksiHeader Get_Record CASE (Pilihan) : 1 : DO CONFIRM 2 : DO EDIT 3 : DO SAVE 4 : DO CANCEL 5 : DO EXIT 226
144 6 : DO PRINT END CASE RETURN Modul Get_Record READ BiayaProduksiHeader USING kd_order DO WHILE (PgunaanBahanHeader.kd_order = BiayaProduksiHeader.kd_order) DO WHILE (PgunaanBahanDetail.no_form = PgunaanBahanHeader.no_form) AND NOT EOF (PgunaanBahanDetail) READ PgunaanBahanDetail END DO END DO DO WHILE (TrProduksiHeader.kd_order = BiayaProduksiHeader.kd_order) DO WHILE (TrProduksiDetail.no_form = TrProduksiHeader.no_form) AND NOT EOF (TrProduksiDetail) READ TrProduksiDetail END DO DO WHILE (PrediksiFOHDetail.kd_order = BiayaProduksiHeader.kd_order) AND NOT EOF (PrediksiFOHDetail) READ PrediksiFOHDetail END DO RETURN 227
145 Modul NEW GENERATE tanggal_overhead INPUT no_form READ nm_pool FROM MsPool USING no_pool READ nm_overhead FROM MsOverhead USING kd_overhead INPUT kd_overhead DO WHILE kd_overhead NOT NULL READ nm_overhead, FROM MsOverhead USING kd_overhead INPUT no_pool READ nm_pool FROM MsPool USING no_pool INPUT overhead_aktual END DO RETURN Modul SAVE WRITE kd_order, kd_produk, kd_pelanggan, tanggal_order, jumlah_order, tanggal_order_selesai TO BiayaProduksiHeader RETURN Modul EDIT ENABLE ALL TEXTBOX RETURN Modul EXIT 228
146 CLOSE ALL EXIT Modul PRINT INPUT periode_awal, periode_akhir Baris=0 PRINT Header grandtotal_biaya_bahan = 0 grandtotal_biaya_tkl = 0 grandtotal_biaya_foh = 0 grandtotal_biaya = 0 DO WHILE (BiayaProduksiHeader.tanggal_selesai >= periode_awal) AND (BiayaProduksiHeader.tanggal_selesai <= periode_akhir) AND NOT EOF (BiayaProduksiHeader) no_order = BiayaProduksiHeader.kd_order READ nm_produk FROM MsProduk USING kd_produk READ nm_pelanggan FROM MsPelanggan USING kd_pelanggan PRINT tanggal_selesai, no_order, nm_produk, nm_pelanggan, jumlah_order total_per_order = 0 biaya_bahan_per_order = 0 DO WHILE (PgunaanBahanHeader.kd_order = BiayaProduksiHeader.kd_order) 229
147 biaya_bahan_per_form = 0 DO WHILE (PgunaanBahanDetail.no_form = PgunaanBahanHeader.no_form) AND NOT EOF (PgunaanBahanDetail) READ PgunaanBahanDetail biaya_bahan = PgunaanBahanDetail.jumlah_pakai_bahan * MsBahan.harga_bahan biaya_bahan_per_form = biaya_bahan_per_form + biaya_bahan END DO biaya_bahan_per_order = biaya_bahan_per_order + biaya_bahan_per_form END DO PRINT Material Cost, biaya_bahan_per_order baris = baris + 1 biaya_tkl_per_order = 0 DO WHILE (TrProduksiHeader.kd_order = BiayaProduksiHeader.kd_order) biaya_tkl_per_form = 0 DO WHILE (TrProduksiDetail.no_form = TrProduksiHeader.no_form) AND NOT EOF (TrProduksiDetail) READ TrProduksiDetail 230
148 biaya_tkl = PrediksiTKLDetail.estimasi_manhour *Prediksi TKLDetail.estimasi_upah biaya_tkl_per_form = biaya_tkl_ per_form + biaya_tkl END DO biaya_tkl_per_order = biaya_tkl_per_order + biaya_tkl_per_form END DO PRINT Direct Labor Cost, biaya_tkl_per_order baris = baris + 1 total_biaya_overhead = 0 DO WHILE (PrediksiFOHDetail.kd_order = no_order AND NOT EOF (PrediksiFOHDetail) total_biaya_overhead = total_biaya_overhead + estimasi_overhead_perunit END DO PRINT Factory Ovrhead Cost, total_biaya_overhead total_per_order = biaya_total_per_order + biaya_bahan_per_order + biaya_tkl_per_order + total_biaya_overhead baris = baris + 1 PRINT total_per_order END DO 231
149 PRINT Footer RETURN Modul Penentuan_Biaya_Aktual OPEN DataAktivitasProduk, MsProduk, MsPool READ DataAktivitasProduk Get_Record CASE (Pilihan) : 1 : DO NEW 2 : DO EDIT 3 : DO SAVE 4 : DO CANCEL 5 : DO DELETE 6 : DO EXIT 7 : DO PRINT END CASE RETURN Modul Get_Record READ DataAktivitasHeader USING no_form DO WHILE (DataAktivitasHeader.no_form = DetailAktivitasProduk.no_form) AND NOT EOF (DetailAktivitasProduk) 232
150 READ DetailAktivitasPool READ nm_produk FROM MsProduk USING kd_produk END DO RETURN Modul NEW GENERATE tahun_aktivitas INPUT no_form total = 0 INPUT kd_produk DO WHILE kd_produk NOT NULL READ nm_produk FROM MsProduk USING kd_produk INPUT jumlah_produksi, aktivitas_produk INPUT kd_produk END DO RETURN Modul SAVE WRITE no_form, tahun_aktivitas TO DataAktivitasHeader WRITE no_form, kd_produk, jumlah_aktivitas_produk, jumlah_produksi TO DetailAktivitasProduk RETURN Modul EDIT 233
151 ENABLE ALL TEXTBOX RETURN Modul DELETE DELETE DetailAktivitasProduk USING no_form DELETE DataAktivitasHeader USING no_form RETURN Modul EXIT CLOSE ALL EXIT Modul COUNT INPUT period pool = 0 //hitung FOH periode// DO WHILE (pool <=6) pool = pool + 1 total_per_pool = 0 DO WHILE (FOHAktualHeader.tanggal_overhead IN period) READ no_form FROM FOHAktualHeader USING tanggal_overhead total_per_form = 0 DO WHILE NOT EOF (FOHAktualDetail) 234
152 READ overhead_aktual FROM FOHAktualDetail USING kd_overhead total_per_form = total_per_form + overhead_aktual END DO total_per_pool = total_per_pool + total_per_form END DO RECORD total_per_pool(pool) total_overhead = total_overhead + total_per_pool END DO //Hitung Aktivitas// pool = 0 DO WHILE (pool <=6) pool = pool + 1 DO WHILE (DataAktivitasProduk.tahun_aktivitas = year) aktivitas_per_pool = 0 DO WHILE NOT EOF (DataAktivitasProduk) READ aktivitas_produk FROM DataAktivitasProduk WHERE DataAktivitasProduk.no_pool = pool aktivitas_per_pool = aktivitas_per_pool + aktivitas_produk END DO aktivitas_per_pool(pool) = aktivitas_per_pool 235
153 END DO END DO //tarif biaya pool per aktivitas// DO WHILE (pool <= 6) tarif_pool(pool) = total_per_pool(pool) / aktivitas_per_pool(pool) END DO //biaya overhead produk// DO WHILE NOT EOF (DataAktivitasProduk) READ kd_produk, no_pool, aktivitas_produk DO WHILE (pool <= 6) biaya_overhead_produk = aktivitas_produk * tarif_pool(pool) total_biaya_produk = total_biaya_produk + biaya_overhead_produk pool = pool + 1 END DO END DO RETURN Modul PRINT INPUT periode_awal, periode_akhir Baris=0 PRINT Header 236
154 DO WHILE (BiayaProduksiHeader.tanggal_selesai >= periode_awal) AND (BiayaProduksiHeader.tanggal_selesai <= periode_akhir) AND NOT EOF (BiayaProduksiHeader) total_per_order = 0 no_order = BiayaProduksiHeader.kd_order READ nm_produk FROM MsProduk USING kd_produk READ nm_pelanggan FROM MsPelanggan USING kd_pelanggan PRINT tanggal_selesai, no_order, nm_produk, nm_pelanggan, jumlah_order biaya_bahan_per_order = 0 DO WHILE (PgunaanBahanHeader.kd_order = BiayaProduksiHeader.kd_order) biaya_bahan_per_form = 0 DO WHILE (PgunaanBahanDetail.no_form = PgunaanBahanHeader.no_form) AND NOT EOF (PgunaanBahanDetail) READ PgunaanBahanDetail biaya_bahan = PgunaanBahanDetail.jumlah_pakai_bahan * MsBahan.harga_bahan biaya_bahan_per_form = biaya_bahan_per_form + biaya_bahan END DO 237
155 biaya_bahan_per_order = biaya_bahan_per_order + biaya_bahan_per_form END DO PRINT Material Cost, biaya_bahan_per_order baris = baris + 1 biaya_tkl_per_order = 0 DO WHILE (TrProduksiHeader.kd_order = BiayaProduksiHeader.kd_order) biaya_tkl_per_form = 0 DO WHILE (TrProduksiDetail.no_form = TrProduksiHeader.no_form) AND NOT EOF (TrProduksiDetail) READ TrProduksiDetail biaya_tkl = PrediksiTKLDetail.estimasi_manhour *Prediksi TKLDetail.estimasi_upah biaya_tkl_per_form = biaya_tkl_ per_form + biaya_tkl END DO biaya_tkl_per_order = biaya_tkl_per_order + biaya_tkl_per_form END DO PRINT Direct Labor Cost, biaya_tkl_per_order baris = baris + 1 biaya_ overhead_produk = 0 238
156 DO WHILE (DetailAktivitasProduk.kd_produk = BiayaProduksiHeader.kd_produk) DO WHILE (pool <= 6) biaya_overhead_per_pool = aktivitas_produk * tarif_pool(pool) biaya_overhead_produk = biaya_overhead_produk + biaya_overhead_per_pool pool = pool + 1 END DO END DO PRINT Actual F. Overhead Cost, biaya_overhead_produk baris = baris + 1 total_per_order = biaya_bahan_per_order + biaya_tkl_per_order + biaya_ overhead_produk PRINT total_per_order END DO PRINT Footer RETURN 239
157 5.5.8 Perancangan Masukan Untuk rancangan formulir yang digunakan sebagai masukan dapat dilihat pada gambar 5.37 sampai 5.43, sedangkan untuk rancangan layar input dari data formulir yang ada dapat dilihat pada gambar 5.44 sampai dengan Perancangan Keluaran Untuk rancangan keluaran berupa laporan-laporan dapat dilihat pada gambar 5.56 sampai dengan Perancangan State Transition Diagram Untuk perancangan STD program dapat dilihat pada gambar 5.64 sampai gambar
158 RENCANA PENGGUNAAN BAHAN No Form : FMPmmyyxxxx No Order : ORmmyyxxx Kode Produk : PRxxxxx Tanggal Rencana Produksi : dd / mm / yyyy Nama Produk : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Departemen : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Shift : x No Kode Bahan Nama Bahan Tipe Jumlah Kebutuhan 1 MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxx : : : : : : : : : : : : : : : Bagian PPC Gambar 5.37 Rancangan Formulir rencana Penggunaan Bahan 241
159 PENGGUNAAN BAHAN AKTUAL No Form : FMUmmyyxxxx No Order : ORmmyyxxx Kode Produk : PRxxxxx Tanggal : dd / mm / yyyy Nama Produk : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Departemen : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Shift : x No Kode Bahan Nama Bahan Tipe Jumlah Pakai 1 MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxx : : : : : : : : : : : : : : : Bagian Gudang Gambar 5.38 Rancangan Formulir Penggunaan Bahan Aktual 242
160 RINCI PRODUKSI No Form : FMUmmyyxxxx No Order : ORmmyyxxx Kode Produk : PRxxxxx Nama Produk : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Departemen : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Tanggal : dd / mm / yyyy Shift : x Kode Mesin Nama Mesin Kode Karyawan Nama Karyawan Jam Kerja Mulai Jam Kerja Selesai MCDXxxx xxxxxxxxxxxxx LBXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxx hh:mm hh:mm MCDXxxx xxxxxxxxxxxxx LBXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxx hh:mm hh:mm : : : : : : : : : : : : : : : : : : Bagian PPC Gambar 5.38 Rancangan Formulir Rinci Produksi 243
161 PENGGUNAAN OVERHEAD PABRIK AKTUAL No Form : FMUmmyyxxxx Tanggal : dd / mm / yyyy Pool Kode FOH Nama Overhead (FOH) Jumlah Biaya Pxx OHxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx Pxx OHxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx : : : : : : : : : : : : Total Bagian Keuangan Gambar 5.39 Rancangan Formulir Penggunaan Overhead Pabrik Aktual 244
162 RINCI ORDER No Order : Ormmyyxxx Tanggal Order : dd / mm / yyyy Kode Pelanggan : CUxxxxx Nama Pelanggan : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Kode Produk : PRxxxxx Nama Produk : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Jumlah Order Produk : Tanggal Delivery : dd / mm / yyyy Keterangan : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Bagian Marketing Gambar 5.40 Rancangan Formulir Rinci Order 245
163 PREDIKSI BIAYA No Order : Ormmyyxxx Tanggal Order : dd / mm / yyyy Kode Pelanggan : CUxxxxx Nama Pelanggan : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Kode Produk : PRxxxxx Nama Produk : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Jumlah Order Produk : Bahan Kode Bahan Nama Bahan Jumlah Jumlah Biaya (Rp.) MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx : : : : Total Tenaga Kerja Nama Departemen Estimasi Rata-rata MH/ m 3 Estimasi Rata-rata Upah TK (Rp.) Jumlah Biaya (Rp.) xxxxxxxxxxxxxxx : : : : Total Overhead Pool Nama Pool Estimasi Biaya (Rp.) Pxx xxxxxxxxxxxxxxxx : : : Total Bagian Accounting Gambar 5.41 Rancangan Formulir Prediksi Biaya 246
164 RINCI AKTIVITAS Tahun: yyyy Kode Produk Nama Produk Jumlah Produksi Jenis Pool Jumlah Aktivitas Produk PRxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Pxx : : : Pxx : : : : : Bagian Accounting Gambar 5.42 Rancangan Formulir Rinci Aktivitas RINCI PRODUK JADI No Order : ORmmyyxxx Tanggal Selesai : dd / mm / yyyy Kode Produk : PRxxxxx Nama Produk : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Jumlah Order Produk : Keterangan : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Bagian PPC Gambar 5.43 Rancangan Formulir Rinci Produk Jadi 247
165 LOGIN Main Menu User Order Cost Transaction Actual Cost Report About Prediction Material Plan Activities Data Order Change Password Logout Production Cost Material Usage Production Count Actual FOH Master FOH - Pool Prediction Report Production Report Actual FOH Actual Cost Report Transaction Material Production Actual Factory Overhead Gambar 5.44 Rancangan Diagram Menu
166 Gambar 5.45 Rancangan Layar Login 249
167 Main Menu User Order Cost Transaction Actual Cost Report Change Password Old Password New Password Confirm Password xxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx OK CANCEL Gambar 5.46 Rancangan Layar Change Password 250
168 Main Menu User Order Cost Transaction Actual Cost Report Order Cost Prediction Material Material Code Material Name Qty Price Cost Order No ORmmyyxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Order Date dd/mm/yyyy MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Customer Code CUxxxxx Total Customer Name Product Code xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx PRxxxxx Labor Product Name Quantity xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Dept. Code DPTxx DPTxx Departement MH/ m3 Est. xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Wage Est Cost Delivery Date dd/mm/yyyy Order Cost Total Material Cost Overhead Labor Cost F.Overhead Cost Pool Pxx Pxx Cost Driver xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Cost Est Total Cost Cost/ Unit Total NEW EDIT DELETE CANCEL CLOSE << < > >> Gambar 5.47 Rancangan Layar Cost Prediction 251
169 Main Menu User Order Cost Transaction Actual Cost Report Order Production Cost Material Departemen xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Order No ORmmyyxxx Material Code Material Name Qty Price Order Date dd-mm-yyyy MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Customer Code CUxxxxx Customer Name xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Total Product Code PRxxxxx Labor Product Name xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Departemen xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Quantity Labor Code Labor Name Start Finish Wage/hr LBXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx hh:mm hh:mm Finished Date dd-mm-yyyy LBXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx hh:mm hh:mm Cost Cost Product Cost Material Cost Labor Cost F.Overhead Cost Total Cost Overhead Pool Pxx Pxx Total Cost Driver Cost/ unit xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Cost per Unit Total Confirm Order Finished CLOSE Gambar 5.48 Rancangan Layar Production Cost 252
170 Main Menu User Order Cost Transaction Actual Cost Report Material Usage Plan Order No ORmmyyxxx Product Code PRxxxxx Form No FMPmmyyxxxx Product Name xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Date dd/mm/yyyy Departement Code DPTxx Shift xx Departement xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Material Code Material Name Type Qty MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx << < > >> CLOSE NEW EDIT DELETE CANCEL Gambar 5.49 Rancangan Layar Material Usage Plan 253
171 Main Menu User Order Cost Transaction Actual Cost Report Material Usage Form No FMUmmyyxxxx Product Code PRxxxxx Date dd/mm/yyyy Product Name xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Order No ORmmyyxxx Departement Code DPTxx Shift xx Departement xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Material Code Material Name Type Cost Qty Cost MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Total << < > >> NEW EDIT DELETE CANCEL CLOSE Gambar 5.50 Rancangan Layar Material Usage 254
172 Main Menu User Order Cost Transaction Actual Cost Report Production Detail Form No FPDmmyyxxxx Product Code PRxxxxx Date Order No Shift dd/mm/yyyy Product Name xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx ORmmyyxxx Departement Code DPTxx xx Departement xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Machine no. Machine Name Labor Code Labor Name Start Finish Wage/hr Cost MCDXxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx LBXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx hh:mm hh:mm MCDXxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx LBXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx hh:mm hh:mm << < > >> NEW EDIT DELETE CANCEL Total CLOSE Gambar 5.51 Rancangan Layar Production Detail 255
173 Main Menu User Order Cost Transaction Actual Cost Report Actual Factory Overhead Usage Form No. Date FAOmmyyxxxx dd-mm-yyyy Pool Cost Driver FOH Code FOH Name Cost Pxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx OHxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Pxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx OHxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Total << < > >> NEW EDIT DELETE CANCEL CLOSE Gambar 5.52 Rancangan Layar Actual Factory Overhead Usage 256
174 Main Menu User Order Cost Transaction Actual Cost Report Activity Detail Year yyyy Product Code Total Product Product Name Pool No Product s Activity PRxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Pxx Pxx PRxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Pxx << < > >> CLOSE NEW EDIT DELETE CANCEL Gambar 5.53 Rancangan Layar Activity Detail 257
175 Main Menu User Order Cost Transaction Actual Cost Report Product Actual FOH Cost Year yyyy Product Code Product Name Total Product Product s FOH FOH/ unit PRxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx PRxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Total FOH << < > >> CLOSE Gambar 5.54 Rancangan Layar Product Actual FOH Cost 258
176 Main Menu User Order Cost Transaction Actual Cost Report Factory Overhead Master FOH No FOH Name Pool No Pool Driver OHxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Pxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx << < > >> CLOSE NEW EDIT DELETE CANCEL Gambar 5.55 Rancangan Layar Factory Overhead Master 259
177 PT Palmanusa Adhi Kencana Jl. Industri Raya III, Blok AB No. 06, Jatake Industrial Estate Tangerang. Phone : (021) /65 Fax. : (021) Material Demand Period : mm/yyyy - mm/yyyy Date Departement Shift Order No Material Code Material Name Type Page : 999 Quantity dd/mm/yyyy xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xx ORmmyyxxx MTXxxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx ORmmyyxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xx ORmmyyxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xx ORmmyyxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xx ORmmyyxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx dd/mm/yyyy xxxxxxxxxx xx ORmmyyxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Continue to Page : 999 Gambar 5.56 Rancangan Laporan Material Demand 260
178 PT Palmanusa Adhi Kencana Jl. Industri Raya III, Blok AB No. 06, Jatake Industrial Estate Tangerang. Phone : (021) /65 Fax. : (021) Material Usage Period : mm/yyyy - mm/yyyy Page : 999 Date Departement Shift Order No Material Code Material Name Type Quantity Cost (Rp.) Total (Rp.) dd/mm/yyyy xxxxxxxxxx xx ORmmyyxxx MTXxxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx ORmmyyxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xx ORmmyyxxx MTXxxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xx ORmmyyxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xx ORmmyyxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Subtotal per Date Rp dd/mm/yyyy xxxxxxxxxx xx ORmmyyxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xx ORmmyyxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx MTXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Subtotal per Date Rp Total Material Cost Rp Continue to Page : 999 Gambar 5.57 Rancangan Laporan Material Usage 261
179 PT Palmanusa Adhi Kencana Jl. Industri Raya III, Blok AB No. 06, Jatake Industrial Estate Tangerang. Phone : (021) /65 Fax. : (021) Production Report Period : mm/yyyy - mm/yyyy Page : 999 Date Departement Shift Order No Mcn Code Machine Name Labor Code Labor Name Hour Cost (Rp.) Total (Rp.) dd/mm/yyyy xxxxxxxxxx xx ORmmyyxxx MCDXxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx LBXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx hh:mm MCDXxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx LBXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx hh:mm ORmmyyxxx MCDXxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx LBXxxxx LBXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx hh:mm xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx hh:mm ORmmyyxxx MCDXxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx LBXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx hh:mm MCDXxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx LBXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx hh:mm xx ORmmyyxxx MCDXxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx LBXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx hh:mm MCDXxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx LBXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx hh:mm xxxxxxxxxx xx ORmmyyxxx MCDXxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx LBXxxxx LBXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx hh:mm hh:mm Subtotal per Date Date Departement Shift Order No Mcn Code Machine Name Labor Code Labor Name Hour Cost (Rp.) Total (Rp.) dd/mm/yyyy xxxxxxxxxx xx ORmmyyxxx MCDXxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx LBXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx hh:mm MCDXxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx LBXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx hh:mm ORmmyyxxx MCDXxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx LBXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx hh:mm LBXxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx hh:mm Subtotal per Date Total Labor Cost Rp Continue to Page : 999 Gambar 5.58 Rancangan Laporan Production Report 262
180 PT Palmanusa Adhi Kencana Jl. Industri Raya III, Blok AB No. 06, Jatake Industrial Estate Tangerang. Phone : (021) /65 Fax. : (021) Actual Overhead Transaction Report Period : yyyy Page : 999 Date Cost Pool FOH No F.Overhead Name Total (Rp.) dd/mm/yyyy xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx OHxxx OHxxx OHxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx OHxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx OHxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Subtotal per Cost Tanggal dd/mm/yyyy xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx OHxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx OHxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx OHxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx OHxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx OHxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Subtotal per Cost Tanggal Total FOH Cost Rp Gambar 5.59 Rancangan Laporan Actual Overhead Transaction Report Continue to Page :
181 PT Palmanusa Adhi Kencana Jl. Industri Raya III, Blok AB No. 06, Jatake Industrial Estate Tangerang. Phone : (021) /65 Fax. : (021) Order Prediction Order Date Order No Customer Product Quantity Type Cost/ unit (Rp.) Total Cost (Rp.) dd/mm/yyyy ORmmyyxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Material Cost Direct Labor Cost Factory Overhead Cost Total per Order Gambar 5.60 Rancangan Laporan Order Prediction 264
182 PT Palmanusa Adhi Kencana Jl. Industri Raya III, Blok AB No. 06, Jatake Industrial Estate Tangerang. Phone : (021) /65 Fax. : (021) Cost Prediction Report Period : mm/yyyy - mm/yyyy Page : 999 Order Date Order No Customer Product Quantity Type Cost/ unit (Rp.) Total Cost (Rp.) dd/mm/yyyy ORmmyyxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Material Cost Direct Labor Cost Factory Overhead Cost Total per Order ORmmyyxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Material Cost Direct Labor Cost Factory Overhead Cost Total per Order dd/mm/yyyy ORmmyyxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Material Cost Direct Labor Cost Factory Overhead Cost Total per Order Continue to Page : 999 Gambar 5.61 Rancangan Laporan Cost Prediction Report 265
183 PT Palmanusa Adhi Kencana Jl. Industri Raya III, Blok AB No. 06, Jatake Industrial Estate Tangerang. Phone : (021) /65 Fax. : (021) Production Cost Report Period : mm/yyyy - mm/yyyy Page : 999 Finish Date Order No Customer Product Quantity Type Cost (Rp.) dd/mm/yyyy ORmmyyxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Material Cost Direct Labor Cost Actual F. Overhead Cost Total per Order ORmmyyxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Material Cost Direct Labor Cost Actual F. Overhead Cost Total per Order dd/mm/yyyy ORmmyyxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Material Cost Direct Labor Cost Actual F. Overhead Cost Total per Order Continue to Page : 999 Gambar 5.62 Rancangan Laporan Production Cost Report 266
184 PT Palmanusa Adhi Kencana Jl. Industri Raya III, Blok AB No. 06, Jatake Industrial Estate Tangerang. Phone : (021) /65 Fax. : (021) Actual Cost Report Period : mm/yyyy - mm/yyyy Page : 999 Finish Date Order No Customer Product Quantity Type Cost (Rp.) dd/mm/yyyy ORmmyyxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Material Cost Direct Labor Cost Factory Overhead Cost Total per Order ORmmyyxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Material Cost Direct Labor Cost Factory Overhead Cost Total per Order dd/mm/yyyy ORmmyyxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Material Cost Direct Labor Cost Factory Overhead Cost Total per Order Continue to Page : 999 Gambar 5.63 Rancangan Laporan Actual Cost Report 267
185 START FINISH Pilih No Login Form Pilih Exit Masukkan Password Pilih Yes Pilih Ok Pilih Ok Msg Invalid Password or User Name Password not Valid Validasi Password MsgBox Exit? Tampil Msg Password Valid Tampil Main Menu Main Menu Form Pilih User Popup Pilih Order Popup Pilih Cost Tr. Popup Pilih Actual Cost Popup Pilih Report Popup Tampil User Popup Tampil Order Popup Tampil Cost Tr. Popup Tampil Actual Cost Popup Tampil Report Popup User Popup Order Popup Cost Transaction Popup Actual Cost Popup Report Popup Pilih Cancel Pilih Logout Tampil MsgBox Msg Are You Sure? Pilih Change Password Tampil Change Password Pilih Cancel Change Password Form Pilih About Tampil About About Form Pilih Ok Tekan OK, Valid Tampil Msg Tekan OK, not Valid Msg Invalid Password Pilih Ok Msg Password Changed Pilih Ok Gambar 5.64 STD Main Menu dan User Popup 268
186 Main Menu Form Pilih Order Popup Tampil Order Popup Order Popup Pilih Order Prediction Tampil Order Prediction Pilih Order Prod. Cost Tampil Order Prod Cost Pilih Close Order Prediction Form Order Production Cost Form Pilih Close Pilih Print Prediction Tampil Cetak Form Cetak Form Pilih Close Gambar 5.65 STD Order Popup 269
187 Main Menu Form Cost Transaction Popup Pilih Cost Transaction Tampil Cost Transaction Popup Pilih Material Plan Pilih Material Usage Pilih Production Pilih Actual FOH Tampil Material Plan Form Tampil Material Usage Form Tampil Production Form Tampil Actual FOH Form Pilih Close Material Plan Form Material Usage Form Production Form Pilih Close Actual FOH Form Pilih Close Pilih Close Pilih Print Tampil Print Material Plan Form Print Material Plan Form Pilih Close Isi Tanggal Awal, Tanggal Selesai Klik OK Tampil Cetak Form Cetak Form Pilih Close Gambar 5.66 STD Cost Transaction Popup 270
188 Main Menu Form Pilih Actual Cost Popup Tampil Actual Cost Popup Actual Cost Popup Pilih Activities Data Tampil Acitivity Detail Form Pilih Count Actual FOH Tampil Prod.Actual FOH Form Pilih Master FOH - POOL Tampil Master FOH Form Pilih Close Activity Detail Form Pilih Close Product Actual FOH Cost Form Master FOH Form Pilih Close Gambar 5.67 STD Actual Cost Popup 271
189 Main Menu Form Pilih Report Popup Tampil Report Popup Report Popup Pilih Order Popup Pilih Transaction Popup Tampil Order Popup Tampil Transaction Popup Order Popup Transaction Popup Pilih Order Prediction Pilih Order Production Pilih Order Actual Pilih Material Usage Pilih Production Pilih Actual FOH Tampil Order Prediction Form Tampil Order Production Form Tampil Order Actual Cost Form Tampil Material Usage Form Tampil Production Form Tampil Actual FOH Form Print Order Prediction Form Print Order Production Form Print Order Actual Cost Form Print Material Usage Form Print Production Form Print Actual FOH Form Pilih Close Isi Tanggal Awal, Tanggal Selesai Klik OK Tampil Cetak Form Cetak Form Pilih Close Gambar 5.68 STD Report Popup 272
190 5.5. Usulan Penerapan Penerapan sistem yang diusulkan jika dilakukan secara manual maka waktu yang diperlukan adalah memberikan pelatihan kepada karyawan berupa penjelasan secara lengkap mengenai langkah-langkah kerja yang harus dilakukan untuk pencatatan dan pelaporan biaya produksi. Kebutuhan minimal software sistem adalah Ms. Windows 95 untuk operating system dan Ms. SQL Server 7.0 untuk menyimpan database. Sedangkan untuk perangkat keras minimum, memori 128 MB, processor 500MHz atau lebih, harddisk 20 GB. Sistem informasi perhitungan biaya produksi ini merupakan sistem tersendiri tanpa terhubung dengan jaringan. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa sistem ini akan dikembangkan ke arah sistem terintegrasi dimana sistem ini dapat dijadikan sebagai bagian dari sistem secara keseluruhan. Adapun usulan jadwal penerapan sistem informasi penjadwalan adalah sebagai berikut: Tabel Usulan Jadwal Implementasi Sistem No. Kegiatan 1 Pembentukan tim 2 Pembelian dan pemasangan hardware 3 Instalasi software dan OS 4 Instalasi sistem perhitungan biaya 5 Pengentrian data 6 Pelatihan pengguna 7 Uji coba system 8 Evaluasi system Minggu ke
BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. PT. Palmanusa Adhi Kencana didirikan pada tanggal 5 Agustus 1983,
BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Singkat PT. Palmanusa Adhi Kencana didirikan pada tanggal 5 Agustus 1983, berdasar atas akta nomor 14 dari notaris Soedarno, SH. dengan mengambil dua lokasi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. pada posisi , 02 sampai ,40 Bujur Timur, ,67
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 2. Diskripsi CV. Jawa Dipa CV. Jawa Dipa merupakan salah satu badan usaha yang bergerak dibidang permebelan yang ada di Desa Bondo, Kecamatan
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Perhitungan Biaya Produksi PT. Sorin Maharasa adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam industri berbahan baku daging. Perusahaan tersebut menghasilkan
BAB II LANDASAN TEORI. semacam ini sering disebut juga unit based system. Pada sistem ini biaya-biaya yang
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sistem Pembiayaan Sistem pembiayaan (costing system) secara umum terbagi menjadi dua tipe, yaitu sistem akuntansi biaya konvensional. Sistem akuntansi biaya konvensional menggunakan
METODE PEMBEBANAN BOP
METODE PEMBEBANAN BOP ~ Kalkulasi Biaya Berdasar Aktivitas ~.[metode tradisional] Kalkulasi biaya atau costing, adalah cara perhitungan biaya, baik biaya produksi maupun biaya nonproduksi. Yang dimaksud
Bab IV PEMBAHASAN. perusahaan, sehingga perusahaan dapat menentukan harga jual yang kompetitif. Untuk
Bab IV PEMBAHASAN Perhitungan harga pokok produksi yang akurat sangatlah penting bagi perusahaan, sehingga perusahaan dapat menentukan harga jual yang kompetitif. Untuk dapat menentukan harga pokok produksi
BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 4.1 Kerangka Pemikiran Sistem perhitungan biaya produksi menggunakan metode ABC ini masih termasuk baru sehingga masih banyak perusahaan yang belum mengenal sistem ini
BAB IV PEMBAHASAN. IV. 1. Evaluasi Terhadap Klasifikasi Biaya Produksi. biaya bahan baku langsung oleh perusahaan.
BAB IV PEMBAHASAN IV. 1. Evaluasi Terhadap Klasifikasi Biaya Produksi Pada PT Grahacitra Adhitama ditemukan pengklasifikasian dan perhitungan biaya produksi yang kurang tepat, yaitu : 1. Ada beberapa unsur
DAFTAR ISI... KATA PENGANTAR...
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... i iii v vii viii I. PENDAHULUAN... 1 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Perumusan Masalah... 5 1.3. Tujuan Penelitian...
LAMPIRAN 1 PT TUNGGUL NAGA ALOKASI BIAYA OVERHEAD PABRIK DALAM TIAP PRODUK DALAM SISTEM TRADISIONAL
LAMPIRAN 1 PT TUNGGUL NAGA ALOKASI BIAYA OVERHEAD PABRIK DALAM TIAP PRODUK DALAM SISTEM TRADISIONAL PRODUK VOLUME PRODUK TARIF BOP / UNIT BOP Classic 605,503 Rp 182.40 Rp 110,443,747 Premium 4,718,519
BAB II KERANGKA TEORISTIS PEMIKIRAN. Harga pokok produksi sering juga disebut biaya produksi. Biaya produksi
BAB II KERANGKA TEORISTIS PEMIKIRAN 2.1 Harga Pokok Produksi 1. Pengertian Harga Pokok Produksi Harga pokok produksi sering juga disebut biaya produksi. Biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan untuk
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
35 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Komposisi Biaya Perhitungan harga pokok produksi pada suatu perusahaan tidak hanya untuk menentukan harga jual serta besarnya pendapatan saja tetapi juga untuk
Akuntansi Biaya. Activity Accounting: Activity Based Costing dan Activity Based Management. Wahyu Anggraini, SE., M.Si. Modul ke: Fakultas FEB
Akuntansi Biaya Modul ke: Activity Accounting: Activity Based Costing dan Activity Based Management Fakultas FEB Wahyu Anggraini, SE., M.Si. Program Studi Manajemen S1 www.mercubuana.ac.id Perhitungan
BAB IV PEMBAHASAN. manajemen di dalam mengambil keputusan. Manajemen memerlukan informasi yang
BAB IV PEMBAHASAN Kelancaran atau keberhasilan suatu perusahaan tergantung pada kemampuan manajemen di dalam mengambil keputusan. Manajemen memerlukan informasi yang dapat dipercaya sebagai dasar untuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Ada beberapa pengertian biaya yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya: Daljono (2011: 13) mendefinisikan Biaya adalah suatu pengorbanan sumber
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah dan perkembangan perusahaan. produksi furniture baik indoor furniture maupun garden furniture.
38 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 4.1.1 Sejarah dan perkembangan perusahaan Jepara merupakan salah satu daerah yang mempunyai potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi
BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN A. Perhitungan Harga Pokok Produksi Berdasarkan Metode Tradisional Pada PT. XYZ Perhitungan harga pokok produksi dalam perusahaan, khususnya perusahaan manufaktur masalah
PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS (ABC) : ALAT BANTU PEMBUAT KEPUTUSAN
PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS (ABC) : ALAT BANTU PEMBUAT KEPUTUSAN Gejala-gejala Sistem Biaya yang Telah Usang 1. Hasil penawaran yang sulit dijelaskan 2. Harga jual bervolume tinggi yang ditetapkan
BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS
BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS A. Pentingnya Biaya per Unit Sistem akuntansi biaya memiliki tujuan untuk pengukuran dan pembebanan biaya sehingga biaya per unit dari suatu produk dapat ditentukan. Biaya per
ANALISIS PERBANDINGAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PT. ELESKA PRIMA TIGA DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING
ANALISIS PERBANDINGAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PT. ELESKA PRIMA TIGA DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING Nama : Nadya Loetfara NPM : 25212215 Pembimbing : Budiasih, SE, MMSI Pendahuluan Latar
Bab 1. PENDAHULUAN
Bab 1 http://www.gunadarma.ac.id/ PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Informasi biaya yang tepat dan akurat dapat membantu perusahaan untuk menentukan harga jual yang sesuai dengan mutu produk tersebut.
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ACTIVITY BASED COSTING PADA PT MUSTIKA RATU, TBK.
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ACTIVITY BASED COSTING PADA PT MUSTIKA RATU, TBK. Nama : Adventia Diah Rosari NPM : 22209204 Pembimbing : B. Sundari, SE., MM. Latar Belakang: Pada
BAB 3 ANALISIS SISTEM/PROGRAM YANG BERJALAN. produksi/semi produksi/ jasa cutting tissue (converting tissue). Perusahaan ini berdiri
BAB 3 ANALISIS SISTEM/PROGRAM YANG BERJALAN 3.1. Latar belakang perusahaan PT. Duta Indah Sejahtera merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi/semi produksi/ jasa cutting tissue (converting
Pertemuan 3 Activity Based Costing
1 Pertemuan 3 Activity Based Costing A. Pentingnya Biaya per Unit Sistem akuntansi biaya memiliki tujuan untuk pengukuran dan pembebanan biaya sehingga biaya per unit dari suatu produk dapat ditentukan.
BAB II LANDASAN TEORI. mengukur pengorbanan ekonomis yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi.
BAB II LANDASAN TEORI II.1 Biaya Rayburn, L. G. yang diterjemahkan oleh Sugyarto (1999) menyatakan, Biaya mengukur pengorbanan ekonomis yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Untuk suatu produk,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Data Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan Di negara Indonesia banyak berkembang usaha-usaha dalam industri mebel, dengan memanfaatkan bahan baku kayu hingga
BAB II LANDASAN TEORI
6 BAB II LANDASAN TEORI A. Konsep Biaya 1. Pengertian Biaya Biaya menurut Atkinson dan Kaplan (2009 : 33) adalah nilai moneter barang dan jasa yang dikeluarkan untuk mendapatkan manfaat sekarang atau masa
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan salah satu pengkhususan dalam akuntansi, sama halnya dengan akuntansi keuangan, akuntansi pemerintahan, akuntansi pajak, dan sebagainya.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 pasal 1 ayat 1, 2,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah 2.1.1 Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 pasal 1 ayat 1, 2, dan 3 Tahun 2008 tentang
BAB II LANDASAN TEORI. mendefinisikan, Biaya adalah kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan
BAB II LANDASAN TEORI II.1 Biaya II.1.1 Pengertian Biaya Hansen dan Mowen yang diterjemahkan oleh Hermawan (2000) mendefinisikan, Biaya adalah kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab V. Kesimpulan dan Saran 71 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan mengenai penetapan harga jual produk pada perusahaan percetakan M, maka penulis menarik kesimpulan
BAB 7. ALOKASI BIAYA BERBASIS AKTIVITAS. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi-Universitas Kristen Petra 2011
BAB 7. ALOKASI BIAYA BERBASIS AKTIVITAS Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi-Universitas Kristen Petra 2011 TUJUAN PEMBELAJARAN Menjelaskan pengertian metode alokasi berbasis aktivitas (ABC) Mengalokasikan
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Perhitungan Harga Pokok Produksi dalam Menentukan Harga Jual pada
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Perhitungan Harga Pokok Produksi dalam Menentukan Harga Jual pada SETIA BARU Furniture Pada bab ini Penulis akan membahas tentang perhitungan Harga Pokok Produksi
PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS
Pert 4 PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS HARIRI, SE., M.Ak Universitas Islam Malang 2017 Biaya per Unit Perhitungan biaya berdasarkan fungsi dan berdasarkan aktivitas membebankan biaya kepada objek
ANALISA BIAYA PRODUKSI
ANALISA BIAYA PRODUKSI Pengertian Biaya Biaya adalah pengeluaran ekonomis yang diperlukan untuk perhitungan proses produksi. Biaya ini didasarkan pada harga pasar yang berlaku dan pada saat proses ini
BAB II KERANGKA TEORI
BAB II KERANGKA TEORI 2.1 Pengertian dan Penggolongan Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya berkaitan dengan semua tipe organisasi bisnis, non-bisnis, manufaktur, eceran dan jasa. Umumnya, berbagai macam
OPENING ABC FOR E LEARNING SELASA 08 DES 2015 AZFA MUTIARA AHMAD PABULO, SE, MEK FOR APKB
OPENING ABC FOR E LEARNING SELASA 08 DES 2015 AZFA MUTIARA AHMAD PABULO, SE, MEK FOR APKB Sumber daya adl : unsur yang dibebankan atau yang digunakan dalam pelaksanaan suatu aktivitas. Misalnya : gaji
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya menyediakan informasi biaya yang akan digunakan untuk membantu menetapkan harga pokok produksi suatu perusahaan. Akuntansi biaya mengukur
DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TA...ii. HALAMAN PENGESAHAN... iii. HALAMAN PERSEMBAHAN... iv. MOTTO...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TA...ii HALAMAN PENGESAHAN... iii HALAMAN PERSEMBAHAN... iv MOTTO... v KATA PENGANTAR... vi ABSTRAKSI... viii DAFTAR ISI... ix DAFTAR GAMBAR... xiii
PENERAPAN SISTEM ACTIVITY BASED COSTING (ABC) SEBAGAI DASAR DALAM PENERAPAN BIAYA PRODUKSI PADA UD. MULYADI
PENERAPAN SISTEM ACTIVITY BASED COSTING (ABC) SEBAGAI DASAR DALAM PENERAPAN BIAYA PRODUKSI PADA UD. MULYADI Di Susun oleh : FITRI AFRIYANTI 3 EB 21 22210824 Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi
Definisi akuntansi biaya dikemukakan oleh Supriyono (2011:12) sebagai
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi secara garis besar dapat dibagi menjadi dua tipe yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.akuntansi biaya bukan merupakan tipe akuntansi tersendiri
BAB I PENDAHULUAN. baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Keseluruhan biaya yang dikeluarkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang kegiatan utamanya mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Keseluruhan biaya yang dikeluarkan
BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Latar Belakang Instansi/Perusahaan
BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Paparan Data 4.1.1 Latar Belakang Instansi/Perusahaan merupakan salah satu home industry yang bergerak dalam bidang furniture. Tempat yang digunakan
Lampiran 1 Pengelompokan Biaya Rawat Inap dan Cost Driver Kamar Rawat Inap
LAMPIRAN 71 72 Lampiran 1 Pengelompokan Biaya Rawat Inap dan Cost Driver Kamar Rawat Inap No Aktivitas Driver Cost Driver Jumlah(Rp) 1 Unit-level activity cost a. Biaya gaji perawat Jumlah hari rawat inap
BAB II KAJIAN PUSTAKA. selalu mengupayakan agar perusahaan tetap dapat menghasilkan pendapatan yang
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Biaya Setiap perusahaan yang berorientasi pada peningkatan pendapatan akan selalu mengupayakan agar perusahaan tetap dapat menghasilkan pendapatan
PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DALAM MENENTUKAN BESARNYA TARIF JASA RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT MATA DI SURABAYA
PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DALAM MENENTUKAN BESARNYA TARIF JASA RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT MATA DI SURABAYA Nurul Aini Fanny Dwi Septiana Fakultas Ekonomi Universitas Narotama Surabaya
ANALISIS AKUNTANSI DIFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENJUAL ATAU MEMPROSES LEBIH LANJUT PRODUK PADA CV. CAHAYA AMANAH
ANALISIS AKUNTANSI DIFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENJUAL ATAU MEMPROSES LEBIH LANJUT PRODUK PADA CV. CAHAYA AMANAH Nama : Rina Wahyuni NPM : 25210973 Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Sri Sapto
BAB I PENDAHULUAN. sepatu dan sandal, serta bahan baku alas kaki seperti sole dan heels. UD Eka berdiri
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang UD Eka merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi sepatu dan sandal, serta bahan baku alas kaki seperti sole dan heels. UD Eka berdiri pada tahun 1990
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perusahaan merupakan suatu organisasi yang mempunyai kegiatan tertentu yang sangat kompleks. Pertumbuhan suatu badan usaha biasanya tidak lepas dari berbagai
BAB II LANDASAN TEORI. Menurut Mulyadi ada empat unsur pokok dalam definisi biaya tersebut yaitu :
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Akuntansi Biaya Pengertian biaya yang dikemukakan oleh Mulyadi, dalam bukunya akuntansi Biaya ialah sebagai berikut : - Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1. Gambaran Umum A. Sejarah Singkat Giat Printing Malang Giat Printing Malang merupakan usaha kecil menengah yang bergerak di bidang percetakan kertas. Usaha yang didirikan
Oleh : Beby Hilda Agustin Dosen Akuntansi, Universitas Islam Kadiri, Kediri ABSTRAK
PERBANDINGAN PENERAPAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DENGAN SISTEM TRADISIONAL SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI (Studi Kasus Pada PT. Wonojati Wijoyo Kediri) Oleh : Beby Hilda Agustin Dosen
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi Biaya merupakan hal yang penting bagi perusahaan manufaktur dalam mengendalikan suatu biaya
Akuntansi Biaya. Akuntansi Aktivitas: Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas dan Manajemen Berdasarkan Aktivitas
Akuntansi Biaya Modul ke: Fakultas Fakultas Ekonomi dan BIsnis Program Studi Akuntansi Akuntansi Aktivitas: Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas dan Manajemen Berdasarkan Aktivitas Yulis Diana Alfia,
AKUNTANSI BIAYA PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN PESANAN JOB ORDER COSTING (BAB 5) VENY, SE.MM. Modul ke: Fakultas EKONOMI. Program Studi AKUNTANSI
Modul ke: AKUNTANSI BIAYA PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN PESANAN JOB ORDER COSTING (BAB 5) Fakultas EKONOMI VENY, SE.MM Program Studi AKUNTANSI www.mercubuana.ac.id Bagian Isi Modul Modul berisi materi
Unit yang diproduksi Biaya bahan baku total ( Rp) Per unit ( Rp )
KONSEP DAN KLASIFIKASI BIAYA KLASIFIKASI BERDASARKAN TINGKAH LAKU BIAYA BIAYA VARIABEL adalah biaya yang bervariasi langsung (proporsional) dengan kuantitas (volume) produksi (penjualan) apabila kuantitas
ACTIVITY BASED COSTING (ABC) DAN ACTIVITY BASED MANAGEMENT (ABM)
ACTIVITY BASED COSTING (ABC) DAN ACTIVITY BASED MANAGEMENT (ABM) A. Pengertian Activity Based Costing ( ABC ) Sebelum mengetahui apa itu yang dimaksud dengan Activity Based Costing (ABC), telebih dahulu
Akuntansi Biaya. Manajemen, kontroler, dan Akuntansi Biaya. Yulis Diana Alfia, SE., MSA., Ak., CPAI. Modul ke: Fakultas Fakultas Ekonomi dan BIsnis
Akuntansi Modul ke: Manajemen, kontroler, dan Akuntansi Fakultas Fakultas Ekonomi dan BIsnis Program Studi Akuntansi Yulis Diana Alfia, SE., MSA., Ak., CPAI www.mercubuana.ac.id Manajemen dan Proses produksi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Persaingan dunia bisnis menuju era pasar bebas, membuat perusahaan lebih berhati-hati dalam menetapkan kebijakan-kebijakan terutama dalam memasarkan produknya.
DAFTAR ISI... KATA PENGANTAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... Halaman i iii v x xi I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Perumusan Masalah... 4 1.3. Tujuan Penelitian...
ANALISIS PENETAPAN HARGA POKOK PRODUKSI SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA JUAL PADA PT VENEER PRODUCTS INDONESIA
Journal of Applied Business And Economics Vol. 3 No. 2 (Des 2016) 61-68 ANALISIS PENETAPAN HARGA POKOK PRODUKSI SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA JUAL PADA PT VENEER PRODUCTS INDONESIA Oleh: Litdia Dosen Fakultas
PERHITUNGAN BIAYA POKOK PENJUALAN DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING PADA INDUSTRI MEBEL
PERHITUNGAN BIAYA POKOK PENJUALAN DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING PADA INDUSTRI MEBEL Kelvin Teknik Industri Sekolah Tinggi Teknik Surabaya [email protected] Abstrak Hal utama untuk menentukan harga
BAB I HARGA POKOK PRODUKSI
BAB I HARGA POKOK PRODUKSI A. Definisi Harga Pokok Produksi Harga Pokok Produksi adalah penjumlahan seluruh pengorbanan sumber ekonomi yang digunakan dalam pengolahan bahan baku menjadi produk. Suatu perusahaan
BAB II BAHAN RUJUKAN
7 BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya melengkapi manajemen menggunakan perangkat akuntansi untuk kegiatan perencanaan dan pengendalian, perbaikan mutu dan efisiensi serta membuat keputusan
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT Micro Garment sebagai objek penelitian penulis merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pakaian jadi (garmen), yang memusatkan seluruh kegiatannya untuk memproduksi pakaian rajut.
JOB-ORDER COSTING (BIAYA BERDASARKAN PESANAN)
JOB-ORDER COSTING (BIAYA BERDASARKAN PESANAN) 1. Konsep Dasar Job-Order Costing & Process Costing 2. Perbedaan Job-Order Costing & Process Costing 3. Arus Biaya dalam Perhitungan Job-Order Costing Muniya
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. operasionalnya berdasarkan tingkat biaya pelanggan dan aktivitas masing- masing
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Setelah penulis melakukan wawancara, observasi, pengumpulan catatan dan dokumen perusahaan, diketahui bahwa PT.X belum mengelompokkan biaya operasionalnya berdasarkan
BAB III METODE PENELITIAN. masyarakat Mojokerto dan sekitarnya. Rumah Sakit ini berlokasi di jalan
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini adalah Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto yang merupakan rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Mojokerto
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya memberikan informasi biaya yang akan digunakan untuk membantu menetapkan harga pokok produksi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan hal yang paling penting bagi manajemen perusahaan sebagai basis data biaya untuk
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK YANG AKURAT DENGAN ACTIVITY BASED COSTING. I Putu Edy Arizona,SE.,M.Si
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK YANG AKURAT DENGAN ACTIVITY BASED COSTING I Putu Edy Arizona,SE.,M.Si FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR 2014 1 PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK YANG AKURAT DENGAN
BAB II LANDASAN TEORI
5 BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Akuntani Biaya 1. Pengertian biaya Biaya merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam proses produksi dalam satu perusahaan manufaktur. Terdapat
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung
BAB I PENDAHULUAN. ini membuat persaingan di pasar global semakin ketat dan ditunjang perkembangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan berbagai macam teknologi dewasa ini semakin canggih. Hal ini membuat persaingan di pasar global semakin ketat dan ditunjang perkembangan dunia
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Biaya Informasi biaya sangat bermanfaat bagi manajemen perusahaan. Diantaranya adalah untuk menghitung harga pokok produksi, membantu manajemen dalam fungsi perencanaan dan
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Biaya Pengertian Biaya
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Menurut Mulyadi (2014:8) mendefinisikan biaya sebagai berikut: Dalam arti luas biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang,
LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara Proses pembagian tugas pada lantai produksi dibagi menjadi 17 bagian, yaitu: 1. Direktur a. Merencanakan arah, strategi, dan kebijakan perusahaan dalam rangka mencapai
BAB IV PEMBAHASAN. kualitas bahan kayu jadi yang sudah tidak diragukan lagi. Produk C.V Surya
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1 Sejarah C.V Surya Gemilang Jaya C.V Surya Gemilang Jaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan penjualan mebel khususnya berbahan
ABSTRAK. iii. Universitas Kristen Marantha
ABSTRAK Dewasa ini ekonomi dunia berkembang semakin pesat. Tuntutan konsumen terhadap produk/jasa pun semakin meningkat dan bervariasi yang berakibat persaingan yang ketat di antara sesama produsen untuk
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Biaya Biaya merupakan salah satu faktor yang sangat penting yang harus mendapat perhatian dalam menentukan biaya produksi. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Mulyadi
Akuntansi Biaya. Rista Bintara, SE., M.Ak. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Akuntansi.
Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Akuntansi Biaya Akuntansi Aktivitas : Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas dan Manajemen Berdasarkan Aktivitas (Activity Accounting : Activity Based Costing & Activity
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi Manajemen Pihak pihak yang mempunyai kepentingan terhadap perkembangan suatu perusahaan sangat memerlukan informasi akuntansi, untuk memenuhi kebutuhan
Biaya Aktivitas. Penentuan harga pokok produksi konvensional :
Penentuan harga pokok produksi konvensional : 1. Full costing 2. Variable costing Activity Based Costing (ABC) adalah metode penentuan harga pokok produksi yang lebih maju Komponen Biaya : 3. Biaya langsung
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis menyimpulkan sebagai berikut : 1. Pada produksi sablon perusahaan CV. Yabes Printing belum menggunakan metode harga
cm, 6 cm, 5 cm, 4 cm, 3 cm. lebar 8 cm, 7 cm, 6 cm, 5 cm, 4 cm, 3 cm. Mesin ini mengeluarkan hawa panas, digunakan untuk mengeringkan kayu yang
Lampiran 1 Foto & Fungsi Mesin 1. Mesin Saw Mill/gesek kayu log menjadi papan [gambar hal. 5]. Kegunaan : Membelah kayu log menjadi papan sesuai ukuran yang diinginkan. Contoh : tebal 7 cm, 6 cm, 5 cm,
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN Kelancaran atau keberhasilan suatu perusahaan tergantung pada kemampuan manajemen dalam mengambil keputusan. Manajemen memerlukan informasi yang dapat dipercaya sebagai dasar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya mengukur dan melaporkan setiap informasi keuangan dan non keuangan yang terkait dengan
BAB II LANDASAN TEORITIS
7 BAB II LANDASAN TEORITIS A. Definisi Biaya Menurut Bustami dan Nurlela (2007:4) biaya atau cost adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan akan
2.1.2 Tujuan Akuntansi Biaya Menurut Mulyadi (2007:7) akuntansi biaya mempunyai tiga tujuan pokok yaitu:
8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan hal yang paling penting bagi manajemen perusahaan sebagai basis data biaya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Klasifikasi Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya merupakan salah satu pengeluaran yang pasti dalam suatu perusahaan, oleh karenanya, biaya sangat diperlukan dalam
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Siklus produksi merupakan sebuah gambaran dari aktivitas proses bisnis dan pengoperasian proses data yang berhubungan dengan pembuatan produk. Di dalam sebuah siklus
Penentuan Harga Pokok Kamar Hotel dengan. Metode Activity Based Costing (Studi Kasus pada Hotel Rachmad Jati Caruban) Oleh: Ratna Kusumastuti
Penentuan Harga Pokok Kamar Hotel dengan Metode Activity Based Costing (Studi Kasus pada Hotel Rachmad Jati Caruban) Oleh: Ratna Kusumastuti Desen Pembimbing: Prof. Gugus Irianto, SE., MSA., Ph.D., Ak
BAB I PENDAHULUAN. kekayaan. Kekayaan yang diperoleh dapat berupa kekayaan material (material
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan pada dasarnya didirikan sebagai institusi pencipta kekayaan. Kekayaan yang diperoleh dapat berupa kekayaan material (material wealth) yaitu
BAB II HARGA POKOK PRODUKSI DAN INDUSTRI KECIL MENENGAH
BAB II HARGA POKOK PRODUKSI DAN INDUSTRI KECIL MENENGAH 3.1 Biaya 3.1.1 Pengertian Biaya Biaya memiliki dua pengertian baik pengertian secara luas dan pengertian secara sempit. Dalam arti luas, biaya adalah
BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan manufaktur dalam melakukan produksi memerlukan pengorbanan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perusahaan manufaktur dalam melakukan produksi memerlukan pengorbanan sumber daya untuk memproses bahan mentah atau bahan setengah jadi menjadi barang jadi.
: MIRD FAHMI NPM : PEMBIMBING : Prof. Dr. DHARMA TINTRI EDIRARAS, SE., AK., CA., MBA FAKULTAS : EKONOMI JURUSAN : AKUNTANSI
ANALISIS PERBANDINGAN PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI BIAYA TRADISIONAL DENGAN ACTIVITY BASED COSTING PADA PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA SHERINA CAKE & BAKERY NAMA : MIRD FAHMI NPM : 24212597 PEMBIMBING
