P U T U S A N NOMOR : 190/B/PK/PJK/2007

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "P U T U S A N NOMOR : 190/B/PK/PJK/2007"

Transkripsi

1 P U T U S A N NOMOR : 190/B/PK/PJK/2007 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa permohonan peninjauan kembali telah mengambil putusan sebagai berikut dalam perkara : DIREKTUR JENDERAL PAJAK, beralamat di Jalan Jend. Gatot Subroto No , Jakarta Pemohon Peninjauan Kembali, dahulu Terbanding ; m e l a w a n PD. BARAMARTA, beralamat di Jalan Jend. A. Yani Km. 39, Komp. Pangeran Antasari No. 36, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan 70614; Termohon Peninjauan Kembali, dahulu Pemohon Banding ; Mahkamah Agung tersebut, Menimbang, bahwa dari surat-surat yang bersangkutan ternyata Termohon Peninjauan Kembali dahulu sebagai Pemohon Banding telah mengajukan permohonan peninjauan kembali terhadap putusan Pengadilan Pajak No. Put /PP/M.V/16/2007 tanggal 3 April 2007 yang telah berkekuatan hukum yang tetap, dalam perkaranya melawan Pemohon Peninjauan Kembali dahulu sebagai Terbanding dengan posita perkara sebagai berikut : Bahwa sehubungan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak No. 01/WPJ.29/BD.0403/2006 tanggal 27 Maret 2006 atas jawaban keberatan kami terhadap SKPKB No /207/04/732/2005 tanggal 10 Juni Bersama ini kami mengajukan permohonan banding atas Keputusan Direktur Jenderal Pajak tersebut di atas dari : Sejumlah kurang bayar : Rp ,- Menjadi lebih bayar : (Rp ,-) Diajukan banding : Rp ,- I. Bahwa diterbitkannya SKPKB PPN karena adanya koreksi-koreksi oleh Pemeriksa sebagai berikut : 1. Koreksi negatif penyerahan ekspor; a. Menurut Pemeriksa bahwa berdasarkan Pasal 17 kontrak kerjasama antara PD. Baramarta dengan PT. Dasa Eka Jasatama No. 002/PD.BMT/V/2002 tanggal 21 Mei 2002, Pemeriksa Hal. 1 dari 16 hal. Put. No. 190/B/PK/PJK/2007

2 menyimpulkan bahwa PD. Baramarta hanya menerima imbalan dalam bentuk bagi hasil dari PT. Dasa Eka Jasatama, sehingga atas penjualan ekspor bukan merupakan omzet PD. Baramarta, tetapi omzet PT. Dasa Eka Jasatama; b. Menurut Pemeriksa, bahwa berdasarkan equalisasi omzet SPT Tahunan PPh Badan Tahun 2002 dan SPT PPN masa Januari- Desember 2002, sebagaimana dituangkan di dalam Laporan Penelitian No. Lap-19/WPJ.14/KP.0607/2003 tanggal 24 Desember 2003, telah disimpulkan bahwa pendapatan usaha yang diperoleh PD. Baramarta dan diakui sendiri oleh PD. Baramarta bahwa berasal dari Fee/Imbalan; Atas fee tersebut telah diterbitkan SKPKB PPN masa Januari- Desember 2002 No /207/02/732/04 tanggal 20 Januari sebesar Rp ,- (empat ratus sepuluh juta seratus dua puluh enam ribu lima puluh delapan rupiah); c. Menurut Pemeriksa, bahwa mengingat atas Kontrak Kerja No. 002/PD.BMT/V/2002 tanggal 21 Mei 2002 antara PD. Baramarta- PT. Dasa Eka Jasatama, serta Addendum terakhir Kontrak No. 001/AD/PD.BM/VI/2004 tanggal 30 Juni 2004 secara substansi tidak mengalami perubahan yaitu pendapatan yang diperoleh PD. Baramarta masih berupa imbalan dengan redaksi yang digunakan yaitu bagi hasil, maka untuk Tahun 2004 pendapatan yang diperoleh PD. Baramarta, Pemeriksa menyimpulkan masih berupa imbalan/fee atas pemanfaatan PKP2B oleh PT. Dasa Eka Jasatama; d. Menurut Pemeriksa, bahwa oleh karena PKP2B merupakan barang tidak berwujud berupa Hak menambang, maka sesuai Pasal 4 huruf b Undang-Undang No. 11 Tahun 1994 tentang pemanfaatan barang tidak berwujud merupakan obyek PPN dan terutang PPN; 2. Koreksi Positif PPN Keluaran : Menurut Pemeriksa, pengenaan PPN Keluaran tersebut merupakan PPN terutang atas imbalan/fee penggunaan PKP2B yang diterima oleh PD. Baramarta; 3. Koreksi Positif PPN Masukan : Menurut Pemeriksa, dapat disimpulkan bahwa PD. Baramarta hanya menerima imbalan dalam bentuk bagi hasil, maka atas PPN Pajak Masukannya tidak mempunyai hubungan langsung dengan perolehan Hal. 2 dari 16 hal. Put. No. 190/B/PK/PJK/2007

3 pendapatan usaha (WP tidak melaksanakan sendiri kegiatan usahanya, tetapi menerima imbalan dari pihak lain). PPN Masukan dikoreksi berdasarkan Pasal 9 ayat (8) huruf b Undang-Undang No. 11 Tahun 1994 tentang PPN dan PPn BM; Menurut Pemeriksa, Metode QQ yang tercantum dalam FP Masukan tidak memenuhi syarat sebagaimana dimaksud di dalam Surat Edaran Dirjen Pajak No. SE-09/PJ.531/2000 tanggal 28 Maret 2000, karena menurut Pemeriksa, Kontraktor Utama (PT. Dasa Eka Jasatama) tidak bertindak sebagai agen, melainkan sebagai pihak yang memanfaatkan PKP2B dan memberikan imbalan kepada PD. Baramarta; II. Atas Keputusan Ditjen Pajak tersebut di atas, PD. Baramarta mengajukan banding dengan alasan : 1. Telah dilakukan perubahan kedudukan PD. Baramarta menjadi Pihak Pertama dan PT. Dasa Eka Jasatama menjadi Pihak Kedua; 2. Yang berlaku mulai 1 Januari 2004 adalah Perjanjian Kerjasama Addendum ke-3; 3. Mulai tanggal 1 Januari 2004, Perjanjian Kerjasama yang dilakukan PD. Baramarta dengan PT. Dasa Eka Jasatama bukan transaksi antara Subkontraktor, Kontraktor dan Owner seperti dalam konstruksi pembangunan, tetapi adalah perjanjian kerjasama bagi hasil; Pihak Kedua (PT. Dasa Eka Jasatama) harus bertanggung jawab atas pembiayaan pengusahaan batubara dan akan mengusahakan tersedianya modal yang cukup untuk melaksanakan kewajibannya berdasarkan perjanjian kerjasama ini, dan seluruh pembiayaan ini akan diperhitungkan oleh Pihak Pertama (PD. Baramarta) dan Pihak Kedua (PT. Dasa Eka Jasatama); PD. Baramarta akan menerima bagi hasil yang dihitung dari laba kotor (Penjualan kurang biaya Produksi) atas hasil penjualan dengan komposisi 16,75% untuk PD. Baramarta dan 83,25% untuk PT. Dasa Eka Jasatama; 4. Pembukuan pengusahaan batubara diselenggarakan oleh PD. Baramarta : 1. Semua Pembukuan dan bukti-bukti transaksi (Biaya Produksi dan Dokumen Penjualan) diselenggarakan oleh PD. Baramarta; 2. Ada pencatatan hutang piutang di pembukuan/buku besar PD. Baramarta; Hal. 3 dari 16 hal. Put. No. 190/B/PK/PJK/2007

4 3. Atas biaya penambangan telah dilakukan kewajiban pajak, yaitu pemotongan PPh Pasal 23 oleh Pihak Pertama (PD. Baramarta), bukan oleh Pihak Kedua (PT. Dasa Eka Jasatama); 5. Sehingga dengan demikian kesimpulan-kesimpulan Ditjen Pajak adalah tidak benar : 1. Kesimpulan Ditjen Pajak, yang menyatakan bahwa PD. Baramarta hanya menerima imbalan dalam bentuk bagi hasil dari PT. Dasa Eka Jasatama, sehingga atas penjualan ekspor bukan merupakan omzet PD. Baramarta, tetapi omzet PT. Dasa Eka Jasatama; Penjelasan PD. Baramarta : a. PD. Baramarta akan menerima bagi hasil yang dihitung dari laba kotor (Penjualan kurang biaya Produksi) atas hasil penjualan dengan komposisi 16,75% untuk PD. Baramarta dan 83,25% untuk PT. Dasa Eka Jasatama; b. PKP2B tersebut diberikan oleh Pemerintah kepada PD. Baramarta dan tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, maka tidak dapat dimanfaatkan oleh pihak lain (PT. Dasa Eka Jasatama); 2. Menurut Ditjen Pajak bahwa berdasarkan equalisasi omzet SPT Tahunan PPh Badan Tahun 2002 dan SPT PPN Masa Januari- Desember 2002, sebagaimana dituangkan di dalam Laporan Penelitian No. Lap-19/WPJ.14/KP.0607/2003 tanggal 24 Desember 2003, telah disimpulkan bahwa pendapatan usaha yang diperoleh PD. Baramarta dan diakui sendiri oleh PD. Baramarta bahwa berasal dari Fee/Imbalan; Penjelasan PD. Baramarta : Tahun 2002 masih menggunakan Perjanjian Kerjasama semula tanggal 21 Mei 2002 dan Laporan Penelitian No. Lap- 19/WPJ.14/KP.0607/2003 tanggal 24 Desember 2003 sudah tidak cocok lagi untuk digunakan sebagai dasar dalam pemeriksaan atas transaksi yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2004, karena sudah berlaku Addendum ke-3; III. Perjanjian Kerjasama yang berlaku mulai tanggal 1 Januari 2004; 1. PD. Baramarta telah menanda tangani Perjanjian Karya Pengusahaan Penambangan Batubara (PKP2B) dengan Pemerintah (7.486 Ha); PKP2B tersebut diberikan oleh Pemerintah kepada PD. Baramarta dan tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, maka tidak dapat dimanfaatkan oleh pihak lain (PT. Dasa Eka Jasatama); Hal. 4 dari 16 hal. Put. No. 190/B/PK/PJK/2007

5 2. PD. Baramarta menanda tangani Perjanjian Kerjasama (bagi hasil) dengan PT. Dasa Eka Jasatama (DEJ) untuk areal penambangan seluas 752 Ha; 3. Dalam Perjanjian Kerjasama antara PD. Baramarta dengan PT. Dasa Eka Jasatama; 1. Dalam Perjanjian semula No. 002/PD.BMT/V/2002 tanggal 21 Mei 2002; 2. Addendum ke-1 No. 004/AD.PD.BM/XII/2002 tanggal 16 Desember 2002, sebutan PD. Baramarta sebagai Kontraktor diganti menjadi Pihak Pertama, sebutan PT. Dasa Eka Jasatama sebagai Subkontraktor diganti menjadi Pihak Kedua; 3. Addendum ke-2 No. 001/AD/PD.BM/VI/2004 tanggal 30 Juni 2004; 4. Addendum ke-3 No. 002/AD/PD.BM/XII/2004 tanggal 29 Desember 2004; 4. Dengan berlakunya Addendum ke-3, maka ketentuan Perjanjian Kerjasama yang berlaku mulai 1 Januari 2004 adalah : 1. Pasal 2 ayat (1) antara lain : PT. Dasa Eka Jasatama diberi hak oleh PD. Baramarta untuk memasarkan semua produk dari usaha pertambangan dengan persetujuan PD. Baramarta; 2. Pasal 15 ayat (1) : Pemasaran hasil produksi batubara sepenuhnya dipegang oleh PD. Baramarta; 3. Pasal 15 ayat (2b); PT. Dasa Eka Jasatama diberi hak melakukan penjualan hasil produksi batubara yang diketahui oleh PD. Baramarta; 4. Pasal 15 ayat (3) : Atas hasil pemasaran/penjualan yang dilakukan, maka kewajiban sebagaimana ditentukan dalam Pasal 17 Perjanjian Kerjasama ini merupakan beban yang harus dipikul PT. Dasa Eka Jasatama; 5. Pasal 25 (pembiayaan); Pihak Kedua (PT. Dasa Eka Jasatama) harus bertanggung jawab atas pembiayaan pengusahaan batubara dan akan mengusahakan tersedianya modal yang cukup untuk melaksanakan kewajibannya berdasarkan perjanjian kerjasama ini dan seluruh pembiayaan ini akan diperhitungkan oleh Pihak Pertama (PD. Baramarta) dan Pihak Kedua (PT. Dasa Eka Jasatama); Hal. 5 dari 16 hal. Put. No. 190/B/PK/PJK/2007

6 6. Pasal 17 ayat (2) : PD. Baramarta akan menerima bagi hasil yang dihitung dari laba kotor (Penjualan kurang biaya produksi) atas hasil penjualan dengan komposisi 16,75% untuk PD. Baramarta dan 83,25% untuk PT. Dasa Eka Jasatama; Addendum ini berlaku surut dan efektif per Januari Kelebihan atau kekurangan atas bagi hasil sebelumnya akan ditagihkan pada periode berikutnya; Mengingat bahwa transaksi bisnis yang dilakukan oleh PD. Baramarta dengan PT. Dasa Eka Jasatama adalah benar-benar transaksi bagi hasil yang dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama Addendum ke-3, maka besar harapan kami agar Pengadilan Pajak dapat mengabulkan seluruhnya atas pengajuan banding kami ini; Menimbang, bahwa amar putusan Pengadilan Pajak Jakarta No. Put /PP/M.V/16/2007 tanggal 3 April 2007 yang telah berkekuatan hukum tetap tersebut adalah sebagai berikut : Mengabulkan seluruh permohonan Banding Pemohon Banding terhadap Keputusan Terbanding No. KEP-01/WPJ.29/KP.0403/2006 tanggal 27 Maret 2006 mengenai Keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Januari sampai dengan Nopember 2004 No /207/04/732/05 tanggal 10 Juni 2005 atas nama PD. Baramarta, NPWP , alamat Jalan Jend. A. Yani Km. 36, Komp. Pangeran Antasari No. 36, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimatan Selatan, sehingga jumlah Pajak Pertambahan Nilai yang lebih dibayar menjadi sebagai berikut : 1. Dasar Pengenaan Pajak : Ekspor Rp ,00 Penyerahan yang PPN-nya tidak dipungut Rp. 0,00 Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut tarif umum Rp. 0,00 Dikurangi retur penjualan Rp. 0,00 Jumlah Rp ,00 2. Pajak Keluaran : Seluruhnya (tarif umum) Rp. 0,00 Dikurangi : PPN atas Retur Penjualan Rp. 0,00 Pajak Keluaran yang dipungut oleh Pemungut PPN Rp. 0,00 Jumlah Rp. 0,00 Jumlah Pajak Keluaran dipungut sendiri Rp. 0,00 Hal. 6 dari 16 hal. Put. No. 190/B/PK/PJK/2007

7 3. Pajak yang dapat diperhitungkan : Pajak masukan yang dapat dikreditkan Rp ,00 Dibayar dengan NPWP sendiri Rp. 0,00 Dikurangi : PPN atas retur pembelian Rp. 0,00 Jumlah Pajak yang diperhitungkan Rp ,00 4. PPN yang lebih dibayar Rp ,00 5. Kelebihan Pajak yang sudah dikompensasikan ke masa Pajak berikutnya Rp. 0,00 6. Jumlah pajak lebih dibayar Rp ,00) Menimbang, bahwa sesudah putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap i.c. putusan Pengadilan Pajak Jakarta No. Put /PP/M.V/16/2007 tanggal 3 April 2007 diberitahukan kepada Terbanding pada tanggal 10 Mei 2007 kemudian terhadapnya oleh Terbanding diajukan permohonan peninjauan kembali secara lisan pada tanggal 3 Agustus 2007 sebagaimana ternyata dari Akte Permohonan Kasasi No. PKA-147/SP.51/AB/VIII/2007 yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Pajak dengan disertai memori alasan-alasan yang diterima di Kepaniteraan tersebut pada hari itu juga; Menimbang, bahwa tentang permohonan peninjauan kembali tersebut telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan sakama pada tanggal 14 Agustus 2007 kemudian terhadapnya oleh pihak lawannya telah diajukan jawaban yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Pajak pada tanggal 7 September 2007; Menimbang, bahwa permohonan kasasi a quo beserta alasanalasannya telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan saksama, diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan dalam undang-undang, maka oleh karena itu permohonan peninjauan kembali tersebut formal dapat diterima; Menimbang, bahwa Pemohon Peninjauan Kembali telah mengajukan alasan-alasan Peninjauan Kembali yang pada pokoknya berbunyi sebagai berikut : Bahwa Putusan Pengadilan Pajak No. Put /PP/M.V/16/2007 yang diucapkan tanggal 3 April 2007, yang dimohonkan Peninjauan Kembali, amar putusannya berbunyi sebagai berikut : MEMUTUSKAN Mengabulkan seluruh permohonan Banding Pemohon Banding terhadap Keputusan Direktur Jenderal Pajak No. KEP-01/WPJ.29/KP.0403/2006 tanggal 27 Maret 2006 mengenai Keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Hal. 7 dari 16 hal. Put. No. 190/B/PK/PJK/2007

8 Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Januari sampai dengan Nopember 2004 No /207/04/732/05 tanggal 10 Juni 2005, atas nama PD. Baramarta, NPWP , alamat : Jalan Jend. A. Yani Km. 39, Komp. Pangeran Antasari No. 36, Martapura Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, sehingga Pajak Pertambahan Nilai yang lebih dibayar menjadi sebagai berikut : 1. Dasar Pengenaan Pajak : Ekspor Rp ,00 Penyerahan yang PPN-nya tidak dipungut Rp. 0,00 Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut tarif umum Rp. 0,00 Dikurangi : retur penjualan Rp. 0,00 Jumlah Rp ,00 2. Pajak Keluaran : Pajak Keluaran seluruhnya Tarif Umum Rp. 0,00 Dikurangi : PPN atas retur penjualan Rp. 0,00 Pajak Keluaran yang dipungut oleh Pemungut PPN Rp. 0,00 Jumlah (b1+b2+b3) Rp. 0,00 Jumlah Pajak Keluaran yang dipungut sendiri Rp. 0,00 3. Pajak yang dapat diperhitungkan : Pajak masukan yang dapat dikreditkan Rp ,00 Dibayar dengan NPWP sendiri Rp. 0,00 Dikurangi : PPN atas retur pembelian Rp. 0,00 Jumlah Pajak yang dapat diperhitungkan Rp ,00 4. PPN yang lebih dibayar Rp. ( ,00) 5. Kelebihan Pajak yang sudah dikompensasikan ke masa Pajak berikutnya Rp. 0,00 6. PPN yang lebih dibayar Rp ,00) Bahwa dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak Pasal 77 ayat (3) menyatakan pihak-pihak yang bersengketa dapat mengajukan Peninjauan Kembali atas putusan Pengadilan Pajak kepada Mahkamah Agung; Bahwa Pasal 91 huruf e Undang-Undang Pengadilan Pajak menyatakan permohonan Peninjauan Kembali dapat diajukan antara lain berdasarkan alasan sebagai berikut : apabila terdapat suatu putusan yang nyata-nyata tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku ; Bahwa dalam putusan Majelis Hakim Pengadilan Pajak No. Put /PP/M.V/16/2007 yang diucapkan tanggal 3 April 2007, telah terdapat kekhilafan Majelis Hakim dan suatu kekeliruan hukum karena dalam putusan Hal. 8 dari 16 hal. Put. No. 190/B/PK/PJK/2007

9 tersebut pertimbangan Majelis Hakim telah nyata-nyata tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sehingga menghasilkan putusan yang tidak adil yang dapat mengakibatkan kerugian kepada Negara yang diperoleh dari jumlah pajak yang masih harus dibayar sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan atas Permohonan Keberatan No. KEP- 01/WPJ.29/KP.0403/2006 tanggal 27 Maret 2006; Bahwa Pasal 92 ayat (3) Undang-Undang Pengadilan Pajak menyatakan sebagai berikut : Pengajuan permohonan Peninjauan Kembali berdasarkan alasan sebagaimana dimaksud Pasal 91 huruf c, huruf d dan huruf e dilakukan dalam jangka waktu paling lambat 3 bulan sejak putusan dikirim ; Bahwa putusan Pengadilan Pajak No. Put /PP/M.V/16/2007 yang diucapkan tanggal 3 April 2007, atas nama PD. Baramarta, NPWP dikirimkan kepada Pemohon Peninjauan Kembali pada tanggal 4 Mei 2007; Bahwa dengan demikian pengajuan Peninjauan Kembali atas Putusan Pengadilan Pajak No. Put /PP/M.V/16/2007 yang diucapkan tanggal 3 April 2007, masih dalam tenggang waktu yang diijinkan oleh Undang-Undang Pengadilan Pajak; Bahwa setelah Pemohon Peninjauan Kembali semula Terbanding membaca, memeriksa dan meneliti putusan Pengadilan Pajak No. Put /PP/M.V/16/2007 yang diucapkan tanggal 3 April 2007, maka dengan ini menyatakan sangat keberatan atas putusan Pengadilan Pajak tersebut, karena pertimbangan hukum yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga menghasilkan putusan yang nyata-nyata tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan alasan-alasan hukum sebagai berikut : A. Koreksi Negatif Penyerahan Ekspor sebesar Rp ,00; Bahwa Pemohon Peninjauan Kembali semula Terbanding sangat keberatan atas pertimbangan hukum Majelis Hakim Pengadilan Pajak pada halaman 22 alinea 4 yang berbunyi :...Majelis berpendapat bahwa ekspor batubara benar dilakukan oleh Pemohon Banding sebagai hasil kerjasamanya dengan PT. Dasa Eka Jasatama ; Bahwa atas pertimbangan Majelis Hakim Banding tersebut tidak sesuai dengan isi Perjanjian Kerjasama antara Termohon Peninjauan Kembali dengan PT. Dasa Eka Jasatama No. 002/PD.BMT/V/2002 tanggal 21 Mei 2002 yang telah mengalami perubahan terakhir dengan Addendum ke-3 Hal. 9 dari 16 hal. Put. No. 190/B/PK/PJK/2007

10 No. 002/AD/PD.BM/XII/2004 tanggal 29 Desember 2004 yang berlaku surut sejak tanggal 1 Januari 2004 yang berisi pengaturan-pengaturan pokok Perjanjian Kerjasama antara lain : Pasal 2 ayat (1) : PT. Dasa Eka Jasatama diberi hak oleh PD. Baramarta untuk memasarkan semua produk dari usaha pertambangan dengan persetujuan PD. Baramarta; Pasal 15 ayat (1) : Pemasaran hasil produksi batubara sepenuhnya dipegang oleh PD. Baramarta; Pasal 15 ayat (2b) : PT. Dasa Eka Jasatama diberi hak melakukan penjualan hasil produksi batubara yang diketahui oleh PD. Baramarta; Pasal 15 ayat (3) : Atas hasil pemasaran/penjualan yang dilakukan, maka kewajiban sebagaimana ditentukan dalam Pasal 17 Perjanjian Kerjasama ini merupakan beban yang harus dipikul PT. Dasa Eka Jasatama; Pasal 17 : Pihak Pertama akan menerima bagi hasil yang dihitung dari laba kotor (Penjualan dikurangi Biaya Produksi) atas hasil penjualan dengan komposisi 16,75% untuk Pihak Pertama dan 83,25% untuk Pihak Kedua berlaku surut dan efektif Januari 2004; Pasal 25 (pembiayaan) : Pihak Kedua (PT. Dasa Eka Jasatama) harus bertanggung jawab atas pembiayaan pengusahaan batubara dan akan mengusahakan tersedianya modal yang cukup untuk melaksanakan kewajibannya berdasarkan Perjanjian Kerjasama ini, dan seluruh pembiayaan ini akan diperhitungkan oleh Pihak Pertama (PD. Baramarta) dan Pihak Kedua (PT. Dasa Eka Jasatama); Bahwa Termohon Peninjauan Kembali merupakan Badan Usaha Milik Daerah yang mempunyai hak pemanfaatan penambangan batubara dari Pemerintah Republik Indonesia; Bahwa untuk memanfaatkan hak penambangan batubara, Termohon Peninjauan Kembali bekerjasama dengan Pihak Kedua (PT. Dasa Eka Jasatama); Bahwa berdasarkan perjanjian antara Termohon Peninjauan Kembali dengan PT. Dasa Eka Jasatama Pasal 25 menyebutkan Pihak Kedua (PT. Dasa Eka Jasatama) harus bertanggung jawab atas pembiayaan pengusahaan batubara dan akan mengusahakan tersedianya modal yang cukup untuk melaksanakan kewajibannya berdasarkan Perjanjian Kerjasama ini, dan seluruh pembiayaan ini akan diperhitungkan oleh Pihak Pertama (PD. Baramarta) dan Pihak Kedua (PT. Dasa Eka Jasatama), dapat diartikan yang lebih dahulu memperhitungkan modal Hal. 10 dari 16 hal. Put. No. 190/B/PK/PJK/2007

11 dan biaya-biaya yang digunakan untuk mengeksploitasi tambang batubara adalah Pihak Kedua (PT. Dasa Eka Jasatama); Bahwa dengan demikian Pihak Kedua yang memperhitungkan bagian yang menjadi hak Pihak Pertama (Termohon Peninjauan Kembali) dan Termohon Peninjauan Kembali menerima laporan dari Pihak Kedua mengenai biaya dan penghasilan yang diperoleh dari eksplorasi dan eksploitasi tambang batubara; Bahwa berdasarkan perjanjian tersebut diketahui, Termohon Peninjauan Kembali tidak melakukan ekspor; Bahwa berdasarkan perjanjian antara Termohon Peninjauan Kembali dengan Pasal 15 ayat (1) dan Pasal 15 ayat (2b) menjelaskan bahwa yang melakukan ekspor adalah PT. Dasa Eka Jasatama; Bahwa berdasarkan perjanjian antara Termohon Peninjauan Kembali dengan PT. Dasa Eka Jasatama tidak menyebutkan yang melakukan ekspor/penjualan adalah Termohon Peninjauan Kembali ataupun atas nama Termohon Peninjauan Kembali; Bahwa berdasarkan aliran dan/arus kas di R/K BNI No. Rekg Tahun 2004 atas nama Termohon Peninjauan Kembali tidak ada aliran Kas Masuk dari hasil ekspor; Bahwa berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak No. SE- 25/PJ.32/1989 tentang PPN berkaitan dengan ekspor yang menggunakan nama/quota eksportir lain dalam angka 3.1 menjelaskan sebagai berikut : Dalam hal ekspor dilakukan dengan menggunakan nama/quota eksportir lain, maka tidak dianggap terjadi penyerahan BKP dari ekspotir pemilik barang kepada eksportir pemilik nama/quota, sepanjang dipenuhi syaratsyarat sebagai berikut : a. dalam dokumen PEB yang telah dicap fiat muat disebutkan nama eksportir pemilik/quota qq. eksportir pemilik barang; b. eksportir pemilik nama/quota menerbitkan surat permintaan pada Bank Devisa yang menangani ekspor tersebut untuk langsung memindah-bukukan hasil ekspor dimaksud ke dalam rekening eksportir pemilik barang; c. jasa yang diserahkan oleh eksportir pemilik nama/quota hanya berupa penggunaan quota ekspor, sedang seluruh kegiatan sehubungan dengan ekspor tersebut dilakukan oleh eksportir pemilik barang; Hal. 11 dari 16 hal. Put. No. 190/B/PK/PJK/2007

12 d. atas jasa penggunaan quota ekspor tersebut eksportir pemilik nama/quota hanya menerima imbalan sebagaimana biasa disebut sebagai export fee; Bahwa dengan demikian persyaratan menggunakan qq dalam dokumen ekspor yang dilakukan PT. Dasa Eka Jasatama atas nama Termohon Peninjauan Kembali (PD. Baramarta) tidak sesuai dengan persyaratan tersebut di atas; Bahwa sesuai dengan isi perjanjian Pasal 2 ayat (1) : PT. Dasa Eka Jasatama diberi hak oleh PD. Baramarta untuk memasarkan semua produk dari usaha pertambangan dengan persetujuan PD. Baramarta; Bahwa dengan demikian penghasilan (bagi hasil) yang diperoleh Termohon Peninjauan Kembali adalah dari penjualan/ekspor yang dilakukan oleh PT. Dasa Eka Jasatama; Bahwa dengan demikian ekspor yang telah dilaporkan Termohon Peninjauan Kembali dalam SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai tidak benar; Bahwa dengan demikian Majelis telah salah dalam memutus perkara banding tersebut yang mengakui ekspor yang dilakukan oleh Termohon Peninjauan Kembali; B. Koreksi Positif Penyerahan Lokal sebesar Rp ,00; Bahwa Pemohon Peninjauan Kembali semula Terbanding sangat keberatan atas pertimbangan hukum Majelis Hakim Pengadilan Pajak pada halaman 23 alinea 2 yang berbunyi :...Majelis berpendapat nilai sebesar Rp ,00 bukan nilai penyerahan (lokal) jasa tetapi merupakan bagi hasil, dimana kegiatan penjualan/ekspor dibukukan oleh Pemohon Banding sesuai perjanjian Pemohon Banding dengan PT. Dasa Eka Jasatama ; Bahwa berdasarkan aliran dan/arus kas di R/K BNI No. Rekg Tahun 2004 atas nama Termohon Peninjauan Kembali tidak ada aliran Kas Masuk dari hasil ekspor; Bahwa berdasarkan Pasal 17 perjanjian antara Termohon Peninjauan Kembali dengan PT. Dasa Eka Jasatama menyebutkan Pihak Pertama akan menerima bagi hasil yang dihitung dari laba kotor (Penjualan dikurangi Biaya Produksi) atas hasil penjualan dengan komposisi 16,75% untuk Pihak Pertama dan 83,25% untuk Pihak Kedua berlaku surut dan efektif Januari 2004; Hal. 12 dari 16 hal. Put. No. 190/B/PK/PJK/2007

13 Bahwa Termohon Peninjauan Kembali dalam laporan keuangannya mengakui seluruh peredaran usaha dari hasil tambang batubara, padahal dalam perjanjian tersebut Termohon Peninjauan Kembali hanya menerima bagi hasil; Bahwa Hak pengelolaan tambang batubara yang diberikan kepada Termohon Peninjauan Kembali dari Pemerintah Indonesia dilaksanakan oleh pihak lain yaitu PT. Dasa Eka Jasatama; Bahwa berdasarkan Undang-Undang No. 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai barang dan jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang No. 18 Tahun 2000, dalam Pasal 1 angka 2 dan 3 menyebutkan : 2. Barang adalah barang berwujud, yang menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak, dan barang tidak berwujud ; 3. Barang Kena Pajak adalah barang sebagaimana dimaksud dalam angka 2 yang dikenakan Pajak berdasarkan Undang-Undang ini ; Bahwa berdasarkan Undang-Undang No. 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai barang dan jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang No. 18 Tahun 2000, dalam Pasal 1A ayat (1) huruf a menyebutkan : Yang termasuk dalam pengertian penyerahan Barang Kena Pajak adalah : a. penyerahan hak atas Barang Kena Pajak karena suatu perjanjian ; Bahwa dengan demikian Hak Pengelolaan merupakan Barang Tidak Berwujud dan atas penyerahan pengelolaan tambang batubara tersebut dikenakan Pajak Pertambahan Nilai; Bahwa dengan demikian bagi hasil yang diterima oleh Termohon Peninjauan Kembali dari PT. Dasa Eka Jasatama merupakan penyerahan kena pajak yang atas penyerahan tersebut dikenakan Pajak Pertambahan Nilai; C. Koreksi Kredit Pajak sebesar Rp ,00; Bahwa Pemohon Peninjauan Kembali semula Terbanding sangat keberatan atas pertimbangan hukum Majelis Hakim Pengadilan Pajak pada halaman 25 alinea 5 yang berbunyi :...Majelis berpendapat bahwa Faktur Pajak Masukan atas kegiatan penambangan oleh PT. Dasa Eka Jasatama berhubungan langsung dengan kegiatan usahanya, tidak termasuk dalam pengecualian sebagaimana dimaksud Pasal 9 ayat (8) Undang-Undang No. 8 Tahun Hal. 13 dari 16 hal. Put. No. 190/B/PK/PJK/2007

14 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai barang dan jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang No. 18 Tahun 2000; Bahwa dari uraian tersebut di atas telah jelas bahwa yang melakukan pengusahaan tambang batubara adalah PT. Dasa Eka Jasatama dan Termohon Peninjauan Kembali memperoleh penghasilan dari Bagi Hasil yang diterima dari pengelolaan tambang batubara yang diusahakan oleh PT. Dasa Eka Jasatama; Bahwa dengan demikian Pajak Masukan yang telah dikreditkan oleh Termohon Peninjauan Kembali tidak berhubungan langsung dengan kegiatan usahanya; Undang-Undang No. 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai barang dan jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang No. 18 Tahun 2000, dalam Pasal 9 ayat (8) huruf b menyebutkan : Pajak Masukan tidak dapat dikreditkan menurut cara sebagaimana diatur dalam ayat (2) bagi pengeluaran untuk : b. Perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan kegiatan usaha ; Bahwa dengan demikian, putusan Majelis Hakim Pengadilan Pajak No. Put /PP/M.V/16/2007 tanggal 3 April 2007, yang mengabulkan seluruh Permohonan Banding Pemohon Banding terhadap Keputusan Direktur Jenderal Pajak No. KEP-01/WPJ.29/KP.0403/2006 tanggal 27 Maret 2006 mengenai Keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Januari sampai Nopember 2004 No /207/04/732/05 tanggal 10 Juni 2005, adalah tidak benar dan tidak cermat serta nyata-nyata bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku; Menimbang, bahwa selanjutnya Mahkamah Agung mempertimbangkan alasan-alasan Peninjauan Kembali dari Pemohon sebagai berikut : mengenai alasan-alasan Pemohon Peninjauan Kembali A, B dan C : Bahwa alasan-alasan tersebut tidak dapat dibenarkan karena tidak terdapat putusan yang nyata-nyata tidak sesuai dengan Pasal 91 e Undang- Undang No. 54 Tahun 2002; Hal. 14 dari 16 hal. Put. No. 190/B/PK/PJK/2007

15 Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas, maka permohonan peninjauan kembali yang diajukan oleh Pemohon Peninjauan Kembali : DIREKTUR JENDERAL PAJAK tersebut adalah tidak beralasan sehingga harus ditolak ; Menimbang, bahwa oleh karena Pemohon Peninjauan Kembali sebagai pihak yang kalah, maka harus membayar biaya perkara dalam peninjauan kembali ini ; Memperhatikan pasal-pasal dari Undang-Undang No. 4 Tahun 2004, Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 2004 dan Undang-Undang No. 14 tahun 2002 serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan ; M E N G A D I L I Menolak permohonan peninjauan kembali dari : DIREKTUR JENDERAL PAJAK tersebut ; Menghukum Pemohon Peninjauan Kembali untuk membayar biaya perkara dalam peninjauan kembali ini ditetapkan sebanyak Rp ,- (dua juta lima ratus ribu rupiah) ; Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Mahkamah Agung pada hari Jumat tanggal 4 Januari 2008 oleh PROF. DR. PAULUS E. LOTULUNG, SH. Ketua Muda yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis, H. IMAM SOEBECHI, SH.,MH. dan TITI NURMALA SIAGIAN, SH.,MH. Hakim-Hakim Agung sebagai Anggota, dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis beserta Hakim-Hakim Anggota tersebut dan dibantu oleh A. KARIM MANAP, SH.,MH. Panitera Pengganti dengan tidak dihadiri oleh para pihak. Hakim-Hakim Anggota : Ketua : Ttd/H. IMAM SOEBECHI, SH.,MH. Ttd/PROF. DR. PAULUS E. LOTULUNG, SH. Ttd/TITI NURMALA SIAGIAN, SH.,MH. Panitera Pengganti : Ttd/A. KARIM MANAP, SH.,MH. Hal. 15 dari 16 hal. Put. No. 190/B/PK/PJK/2007

16 Biaya-biaya : 1. M e t e r a i : Rp ,- 2. R e d a k s i : Rp ,- 3. Administrasi Peninjauan Kembali : Rp ,- Jumlah : Rp ,- Untuk Salinan MAHKAMAH AGUNG R.I. a.n. Panitera Panitera Muda Tata Usaha Negara, ASHADI, SH. NIP Hal. 16 dari 16 hal. Put. No. 190/B/PK/PJK/2007

P U T U S A N NOMOR : 103/C/PK/PJK/2007

P U T U S A N NOMOR : 103/C/PK/PJK/2007 P U T U S A N NOMOR : 103/C/PK/PJK/2007 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa permohonan peninjauan kembali telah mengambil putusan sebagai berikut dalam

Lebih terperinci

P U T U S A N SELA NOMOR : 49/C/PK/PJK/2007

P U T U S A N SELA NOMOR : 49/C/PK/PJK/2007 P U T U S A N SELA NOMOR : 49/C/PK/PJK/2007 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa permohonan peninjauan kembali telah mengambil putusan sela sebagai berikut

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 47/C/PK/PJK/2007

P U T U S A N NOMOR : 47/C/PK/PJK/2007 P U T U S A N NOMOR : 47/C/PK/PJK/2007 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa permohonan peninjauan kembali telah mengambil putusan sebagai berikut dalam

Lebih terperinci

P U T U S A N No. 177 K/TUN/2002

P U T U S A N No. 177 K/TUN/2002 P U T U S A N No. 177 K/TUN/2002 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara Tata Usaha Negara dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan M Dokumen ini diunduh dari situs http:// dan bukan merupakan salinan otentik putusan pengadilan. P U T U S A N Nomor: 156/B/PK/PJK/2007 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan Maia PUTUSAN Nomor 1714/B/PK/PJK/2016 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG Memeriksa permohonan peninjauan kembali perkara pajak telah memutuskan sebagai berikut

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan Maia PUTUSAN Nomor 500/B/PK/Pjk/2018 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG memeriksa perkara pajak pada peninjauan kembali telah memutus dalam perkara: DIREKTUR

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan M PUTUSAN Nomor 238/B/PK/Pjk/2018 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG memeriksa perkara pajak pada peninjauan kembali telah memutus dalam perkara: DIREKTUR

Lebih terperinci

PUTUSAN SELA NOMOR : 52/C/PK/PJK/2007

PUTUSAN SELA NOMOR : 52/C/PK/PJK/2007 PUTUSAN SELA NOMOR : 52/C/PK/PJK/2007 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa permohonan peninjauan kembali telah mengambil putusan sela sebagai berikut dalam

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan M PUTUSAN Nomor 415/B/PK/Pjk/2018 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG memeriksa perkara pajak pada peninjauan kembali telah memutus dalam perkara: DIREKTUR

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 46/C/PK/PJK/2007

P U T U S A N NOMOR : 46/C/PK/PJK/2007 P U T U S A N NOMOR : 46/C/PK/PJK/2007 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa permohonan peninjauan kembali telah mengambil putusan sebagai berikut dalam

Lebih terperinci

P U T U S A N No. 483 K/TUN/2001

P U T U S A N No. 483 K/TUN/2001 P U T U S A N No. 483 K/TUN/2001 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara Tata Usaha Negara dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan Maia PUTUSAN Nomor 1094/B/PK/PJK/2017 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG Memeriksa permohonan peninjauan kembali perkara pajak sebagai berikut dalam perkara:

Lebih terperinci

P U T U S A N No. 57 K/TUN/2006

P U T U S A N No. 57 K/TUN/2006 P U T U S A N No. 57 K/TUN/2006 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara Tata Usaha Negara dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam

Lebih terperinci

Hal. 1 dari 9 hal. Put. No.62 K/TUN/06

Hal. 1 dari 9 hal. Put. No.62 K/TUN/06 P U T U S A N No. 62 K/TUN/2006 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara Tata Usaha Negara dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam

Lebih terperinci

P U T U S A N No. 237 K/TUN/2004 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G

P U T U S A N No. 237 K/TUN/2004 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G P U T U S A N No. 237 K/TUN/2004 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara Tata Usaha Negara dalam tingkat kasasi telah mengambil putusan sebagai berikut

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan Mahkamaa PUTUSAN Nomor 1715/B/PK/PJK/2016 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG Memeriksa permohonan peninjauan kembali perkara pajak telah memutuskan sebagai

Lebih terperinci

P U T U S A N 322 K/TUN/2005 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G

P U T U S A N 322 K/TUN/2005 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G P U T U S A N No. 322 K/TUN/2005 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara Tata Usaha Negara dalam tingkat kasasi telah mengambil putusan sebagai berikut

Lebih terperinci

BAB IV EVALUASI DAN PEMBAHASAN. IV.1 Analisis Surat Permohonan Banding atas Surat Ketetapan Pajak Kurang

BAB IV EVALUASI DAN PEMBAHASAN. IV.1 Analisis Surat Permohonan Banding atas Surat Ketetapan Pajak Kurang BAB IV EVALUASI DAN PEMBAHASAN IV.1 Analisis Surat Permohonan Banding atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) PPh Badan Perbedaan dalam pengakuan pendapatan dan beban antara perlakuan akuntansi

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan Maia Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.46597/PP/M.II/16/2013 Jenis Pajak Tahun Pajak : 28 Pokok Sengketa Menurut Terbanding Menurut Pemohon Banding Menurut Majelis : Pajak Pertambahan

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan M PUTUSAN Nomor 2134/B/PK/PJK/2017 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG Memeriksa permohonan peninjauan kembali perkara pajak telah memutuskan sebagai berikut

Lebih terperinci

P U T U S A N 463 K/TUN/2005 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G

P U T U S A N 463 K/TUN/2005 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G P U T U S A N No. 463 K/TUN/2005 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara Tata Usaha Negara dalam tingkat kasasi telah mengambil putusan sebagai berikut

Lebih terperinci

Putusan Pengadilan Pajak Nomor: Put.28914/PP/M.I/16/2011

Putusan Pengadilan Pajak Nomor: Put.28914/PP/M.I/16/2011 Putusan Pengadilan Pajak Nomor: Put.28914/PP/M.I/16/2011 Jenis Pajak : Pajak Pertambahan Nilai Tahun Pajak : 2007 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi sengketa dalam banding ini adalah koreksi Dasar Pengenaan

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan Maia PUTUSAN Nomor 1447/B/PK/PJK/2017 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG Memeriksa permohonan peninjauan kembali perkara pajak telah memutuskan sebagai berikut

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan M Dokumen ini diunduh dari situs http:// dan bukan merupakan salinan otentik putusan pengadilan. P U T U S A N Nomor. 60/B/PK/PJK/2007 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap :

Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap : : Put-44250/PP/M.VIII/16/2013 Maia Pengadilan Pajak Nomor Jenis Pajak : PPN JLN Tahun Pajak : 2008 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap : Menurut Terbanding

Lebih terperinci

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT /2012/PP/M.IIIA Tahun 2018

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT /2012/PP/M.IIIA Tahun 2018 Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT-108209.16/2012/PP/M.IIIA Tahun 2018 Jenis Pajak : PPN Tahun Pajak : 2012 Pokok Sengketa : bahwa nilai sengketa terbukti dalam sengketa banding ini adalah koreksi atas

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan M PUTUSAN Nomor 760/B/PK/Pjk/2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG Memeriksa permohonan peninjauan kembali perkara pajak telah memutuskan sebagai berikut

Lebih terperinci

Tabel Nilai Sengketa atas Objek Pajak sampai dengan Surat Banding N o. 1. Koreksi Positif Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut Rp

Tabel Nilai Sengketa atas Objek Pajak sampai dengan Surat Banding N o. 1. Koreksi Positif Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut Rp Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-50514/PP/M.XIA/16/2014 Jenis Pajak : Pajak Pertambahan Nilai Tahun Pajak : 2007 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap

Lebih terperinci

SEKRETARIATPENGADILAN PAJAK. Putusan Nomor : Put-86614/PP/M.XIVA/13/2017. Jenis Pajak : PPh Pasal 26

SEKRETARIATPENGADILAN PAJAK. Putusan Nomor : Put-86614/PP/M.XIVA/13/2017. Jenis Pajak : PPh Pasal 26 Putusan Nomor : Put-86614/PP/M.XIVA/13/2017 Jenis Pajak : PPh Pasal 26 Tahun Pajak : 2009 Pokok Sengketa : bahwa pokok sengketa dalam banding ini adalah diterbitkannya Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar

Lebih terperinci

bahwa yang menjadi sengketa dalam gugatan ini adalah Penerbitan Surat Keputusan Tergugat Nomor: KEP-00329/NKEB/WPJ.

bahwa yang menjadi sengketa dalam gugatan ini adalah Penerbitan Surat Keputusan Tergugat Nomor: KEP-00329/NKEB/WPJ. Putusan : Put-87868/PP/M.VA/99/2017 Nomor Jenis Pajak : Gugatan Masa Pajak : 2014 Pokok Sengketa Menurut Tergugat Menurut Penggugat Menurut Majelis : bahwa yang menjadi sengketa dalam gugatan ini adalah

Lebih terperinci

P U T U S A N No: 666 K / Pdt / 2002 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa pekara perdata dalam

P U T U S A N No: 666 K / Pdt / 2002 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa pekara perdata dalam P U T U S A N No: 666 K / Pdt / 2002 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa pekara perdata dalam tingkat kasasi telah mengambil putusan sebagai berikut dalam

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan M PUTUSAN Nomor 133/B/PK/PJK/2012 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG Memeriksa permohonan peninjauan kembali perkara pajak telah memutuskan sebagai berikut

Lebih terperinci

Nomor Putusan Pengadilan Pajak : PUT /PP/M.XIII/16/2013. Jenis Pajak : PPN. Tahun Pajak : 2008

Nomor Putusan Pengadilan Pajak : PUT /PP/M.XIII/16/2013. Jenis Pajak : PPN. Tahun Pajak : 2008 Nomor Putusan Pengadilan Pajak : PUT- 49617/PP/M.XIII/16/213 Jenis Pajak : PPN Tahun Pajak : 28 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap koreksi Pajak Masukan

Lebih terperinci

Putusan : PUT-44259/PP/M.VI/16/2013 Pengadilan Pajak Nomor Jenis Pajak : Pertambahan Nilai Barang Dan Jasa Penyerahan BKP dan/atau JKP

Putusan : PUT-44259/PP/M.VI/16/2013 Pengadilan Pajak Nomor Jenis Pajak : Pertambahan Nilai Barang Dan Jasa Penyerahan BKP dan/atau JKP Putusan : PUT-44259/PP/M.VI/16/2013 Pengadilan Pajak Nomor Jenis Pajak : Pertambahan Nilai Barang Dan Jasa Penyerahan BKP dan/atau JKP Tahun Pajak : 2009 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa

Lebih terperinci

Nomor Putusan Pengadilan Pajak. Put-4/PP/M.XIIA/99/2014. Jenis Pajak : Gugatan. Tahun Pajak : 2011

Nomor Putusan Pengadilan Pajak. Put-4/PP/M.XIIA/99/2014. Jenis Pajak : Gugatan. Tahun Pajak : 2011 Nomor Putusan Pengadilan Pajak Put-4/PP/M.XIIA/99/2014 Jenis Pajak : Gugatan Tahun Pajak : 2011 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan gugatan terhadap permohonan Pengurangan

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan Mahkamaa PUTUSAN Nomor 37 PK/TUN/2018 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG memeriksa perkara tata usaha negara pada peninjauan kembali telah memutus dalam

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan Mahkamaa P U T U S A N No. 313 K/TUN/2000.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara Tata Usaha Negara dalam tingkat kasasi telah

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 370/PDT/2013/PT-MDN

P U T U S A N NOMOR : 370/PDT/2013/PT-MDN P U T U S A N NOMOR : 370/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

Menurut Majelis : bahwa dasar hukum yang terkait dengan materi gugatan ini adalah :

Menurut Majelis : bahwa dasar hukum yang terkait dengan materi gugatan ini adalah : Nomor Putusan Pengadilan Pajak Put.53311/PP/M.XVIIIB/99/2014 Jenis Pajak : Gugatan Tahun Pajak : 2011 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan gugatan terhadap Penerbitan Surat

Lebih terperinci

SEKRETARIATPENGADILAN PAJAK. Putusan Nomor : PUT /2014/PP/M.VIB Tahun Jenis Pajak : PPN. Tahun Pajak : 2014.

SEKRETARIATPENGADILAN PAJAK. Putusan Nomor : PUT /2014/PP/M.VIB Tahun Jenis Pajak : PPN. Tahun Pajak : 2014. Putusan Nomor : PUT-112135.16/2014/PP/M.VIB Tahun 2018 Jenis Pajak : PPN Tahun Pajak : 2014 Pokok Sengketa Menurut Terbanding Menurut Pemohon Banding : bahwa yang menjadi pokok sengketa dalam sengketa

Lebih terperinci

PPN (Rupiah) CV Lubrima Pratama Agust

PPN (Rupiah) CV Lubrima Pratama Agust : Put. 43692/PP/M.XV/16/2013 Mahkamaa Pengadilan Pajak Nomor Jenis Pajak : PPN Tahun Pajak : 2008 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap koreksi Pajak Masukan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 234/PDT/2011/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 234/PDT/2011/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 234/PDT/2011/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata dalam peradilan tingkat

Lebih terperinci

P U T U S A N No. 98 K/TUN/2006 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G

P U T U S A N No. 98 K/TUN/2006 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G P U T U S A N No. 98 K/TUN/2006 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G Memeriksa perkara Tata Usaha Negara dalam tingkat kasasi telah mengambil putusan sebagai berikut

Lebih terperinci

P U T U S A N 353 K / TUN / 2002 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G

P U T U S A N 353 K / TUN / 2002 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G P U T U S A N No. 353 K / TUN / 2002 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara Tata Usaha Negara dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut

Lebih terperinci

P U T U S A N No. 190 K/Pdt.Sus/2008

P U T U S A N No. 190 K/Pdt.Sus/2008 P U T U S A N No. 190 K/Pdt.Sus/2008 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara Perselisihan Hubungan Industrial dalam tingkat kasasi telah memutuskan

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan M P U T U S A N No. 38 K/TUN/1997 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara Tata Usaha Negara dalam tingkat kasasi telah memutuskan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 12 /PDT/2011/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 12 /PDT/2011/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 12 /PDT/2011/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata dalam peradilan tingkat

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 62/PDT/2012/PT.MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.

P U T U S A N Nomor : 62/PDT/2012/PT.MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. P U T U S A N Nomor : 62/PDT/2012/PT.MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. --------- Pengadilan Tinggi Sumatera Utara di Medan yang memeriksa dan mengadili perkara - perkara perdata pada

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan Mahkamaa PUTUSAN Nomor 1786/B/PK/PJK/2017 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG Memeriksa permohonan peninjauan kembali perkara pajak telah memutuskan sebagai

Lebih terperinci

: bahwa Undang-undang PPN mengatur/memerintahkan Menteri Keuangan (bukan PP) untuk:

: bahwa Undang-undang PPN mengatur/memerintahkan Menteri Keuangan (bukan PP) untuk: Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.36258/PP/M.IV/99/2012 Jenis Pajak : Gugatan Tahun Pajak : 2008 Pokok Sengketa : Penghapusan Sanksi Administrasi atas Surat Tagihan Pajak Pajak Pertambahan Nilai Barang

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 150/PDT/2014/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 150/PDT/2014/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 150/PDT/2014/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N No. 54 K / TUN / 2004

P U T U S A N No. 54 K / TUN / 2004 P U T U S A N No. 54 K / TUN / 2004 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara Tata Usaha Negara dalam tingkat kasasi telah mengambil putusan sebagai

Lebih terperinci

PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK

PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK Pengertian Pengembalian kelebihan pembayaran pajak (restitusi) terjadi apabila jumlah kredit pajak atau jumlah pajak yang dibayar lebih besar daripada jumlah pajak

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 33/B/2012/PT.TUN-MDN

P U T U S A N Nomor : 33/B/2012/PT.TUN-MDN P U T U S A N Nomor : 33/B/2012/PT.TUN-MDN ------------------------------------------------------------------------------- Publikasi putusan ini dimaksudkan sebagai informasi kepada publik, sedangkan turunan

Lebih terperinci

Penggantian ke 2 (dua) :

Penggantian ke 2 (dua) : Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.38645/PP/M.XIII/16/2012 Jenis Pajak : Pajak Pertambahan Nilai Tahun Pajak : 2008 Pokok Sengketa : bahwa dalam pemeriksaan yang menjadi pokok sengketa dalam sengketa

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 163 K/TUN/2004

P U T U S A N NOMOR : 163 K/TUN/2004 P U T U S A N NOMOR : 163 K/TUN/2004 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G Memeriksa perkara Tata Usaha Negara dalam tingkat kasasi telah mengambil putusan sebagai

Lebih terperinci

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT /2014/PP/M.IIIA TAHUN 2018

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT /2014/PP/M.IIIA TAHUN 2018 Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT-103678.16/2014/PP/M.IIIA TAHUN 2018 Jenis Pajak : PPN Tahun Pajak : 2014 Pokok Sengketa : bahwa nilai sengketa terbukti dalam sengketa banding ini adalah 1. Koreksi

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan Mahkamaa PUTUSAN Nomor 1129/B/PK/PJK/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG Memeriksa permohonan peninjauan kembali perkara pajak telah memutuskan sebagai

Lebih terperinci

Hal. 1 dari 11 hal. Put. No.83 K/TUN/07

Hal. 1 dari 11 hal. Put. No.83 K/TUN/07 P U T U S A N No. 83 K/TUN/2007 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara Tata Usaha Negara dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 352 / PDT / 2014 / PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 352 / PDT / 2014 / PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 352 / PDT / 2014 / PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara Perdata dalam tingkat banding

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 02/PDT/2014/PT-MDN

P U T U S A N NOMOR : 02/PDT/2014/PT-MDN P U T U S A N NOMOR : 02/PDT/2014/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN SENGKETA FAKTUR PAJAK CACAT DAMPAKNYA BAGI PENGUSAHA KENA PAJAK DAN KERUAGIAN NEGARA

BAB IV GAMBARAN SENGKETA FAKTUR PAJAK CACAT DAMPAKNYA BAGI PENGUSAHA KENA PAJAK DAN KERUAGIAN NEGARA BAB IV GAMBARAN SENGKETA FAKTUR PAJAK CACAT DAMPAKNYA BAGI PENGUSAHA KENA PAJAK DAN KERUAGIAN NEGARA Didalam bab ini akan dilakukan analisis atau pembahasan hasil pemeriksaan, keberatan sampai dengan keluarnya

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor 100/Pdt.G/2013/PTA.Mks BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor 100/Pdt.G/2013/PTA.Mks BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor 100/Pdt.G/2013/PTA.Mks BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Agama Makassar yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada

Lebih terperinci

bahwa Surat Tagihan Pajak Nomor 00097/107/12/029/15 tanggal 28 September 2015 tidak termasuk

bahwa Surat Tagihan Pajak Nomor 00097/107/12/029/15 tanggal 28 September 2015 tidak termasuk Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT-86336/PP/M.VIA/99/2017 Jenis Pajak : Gugatan Pajak Tahun Pajak : 2016 Pokok Sengketa Menurut Tergugat : bahwa yang menjadi sengketa dalam gugatan ini adalah penerbitan

Lebih terperinci

bahwa Pemohon Banding dan Terbanding melakukan Uji Bukti Dokumen Pendukung Pemohon Banding berupa:

bahwa Pemohon Banding dan Terbanding melakukan Uji Bukti Dokumen Pendukung Pemohon Banding berupa: utusan Nomor : Put-73893/PP/M.XIB/16/2016 enis Pajak : ahun Pajak : 2013 okok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa dalam sengketa Banding ini adalah koreksi Terbanding terhadap Pajak Masukan yang

Lebih terperinci

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.39513/PP/M.IV/99/2012. Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Pasal 26. Tahun Pajak : 2010

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.39513/PP/M.IV/99/2012. Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Pasal 26. Tahun Pajak : 2010 Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.39513/PP/M.IV/99/2012 Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Pasal 26 Tahun Pajak : 2010 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan gugatan terhadap

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.52299/PP/M.VB/27/2014

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.52299/PP/M.VB/27/2014 Direktori Putusan Maia Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.52299/PP/M.VB/27/2014 Jenis Pajak Tahun Pajak : 2006 Pokok Sengketa Menurut Terbanding Menurut Pemohon Menurut Majelis : Pajak Penghasilan Pasal

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

Koreksi Pajak Masukan yang berhubungan dengan kegiatan unit usaha/divisi kebun sebesar Rp ,00,

Koreksi Pajak Masukan yang berhubungan dengan kegiatan unit usaha/divisi kebun sebesar Rp ,00, Putusan Nomor : PUT-72658/PP/M.XB/16/2016 Jenis Pajak : PPN Tahun Pajak : 2012 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa dalam sengketa banding ini Koreksi Pajak Masukan yang berhubungan dengan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan M P U T U S A N Nomor 2 K/Pdt.Sus-Pailit/2018 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata khusus kepailitan prosedur renvoi pada

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan M PUTUSAN Nomor 60/B/PK/PJK/2017 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG Memeriksa permohonan peninjauan kembali perkara pajak telah memutuskan sebagai berikut

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2007 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2007 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan Mahkamaa PUTUSAN Nomor 4 K/TUN/2018 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG memeriksa perkara tata usaha negara pada tingkat kasasi telah memutus sebagai berikut

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 43/PDT/2014/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 43/PDT/2014/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 43/PDT/2014/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan M PUTUSAN Nomor 237 K/TUN/2018 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG memeriksa perkara tata usaha negara pada tingkat kasasi telah memutus sebagai berikut dalam

Lebih terperinci

PUTUSAN. Nomor 337/Pdt/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. Nomor 337/Pdt/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN Nomor 337/Pdt/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung di Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor 14/Pdt.G/2012/PTA. Smd. BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor 14/Pdt.G/2012/PTA. Smd. BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor 14/Pdt.G/2012/PTA. Smd. BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Agama Samarinda yang mengadili perkara perdata pada tingkat banding,

Lebih terperinci

Putusan : Put.46604/PP/M.X/16/2013 Pengadilan Pajak Nomor Jenis Pajak : Pajak Pertambahan Nilai. Tahun Pajak : 2005

Putusan : Put.46604/PP/M.X/16/2013 Pengadilan Pajak Nomor Jenis Pajak : Pajak Pertambahan Nilai. Tahun Pajak : 2005 Putusan : Put.46604/PP/M.X/16/2013 Pengadilan Pajak Nomor Jenis Pajak : Pajak Pertambahan Nilai Tahun Pajak : 2005 Pokok Sengketa Menurut Terbanding Menurut Pemohon Banding Menurut Majelis : bahwa yang

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor 384/PDT/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Pengadilan Tinggi Jawa Barat di Bandung, yang

P U T U S A N. Nomor 384/PDT/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Pengadilan Tinggi Jawa Barat di Bandung, yang P U T U S A N Nomor 384/PDT/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Pengadilan Tinggi Jawa Barat di Bandung, yang mengadili perkara-perkara perdata dalam tingkat banding dalam perkara

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 47/PDT/2015/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 47/PDT/2015/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 47/PDT/2015/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara perdata dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Analisis Terhadap Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai. PT. HAJ adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perusahaan dagang

BAB IV PEMBAHASAN. Analisis Terhadap Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai. PT. HAJ adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perusahaan dagang BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Analisis Terhadap Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai PT. HAJ adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perusahaan dagang yakni barang IT yang telah dikukuhkan menjadi Pengusaha

Lebih terperinci

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-60826/PP/M.IIIB/99/2015. Tahun Pajak : 2011

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-60826/PP/M.IIIB/99/2015. Tahun Pajak : 2011 Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-60826/PP/M.IIIB/99/2015 Jenis Pajak : Gugatan Tahun Pajak : 2011 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan gugatan terhadap penerbitan Keputusan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 28/PDT/2011/PT.MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.

P U T U S A N Nomor : 28/PDT/2011/PT.MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. P U T U S A N Nomor : 28/PDT/2011/PT.MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. --------- Pengadilan Tinggi Sumatera Utara di Medan yang memeriksa dan mengadili perkara - perkara perdata pada

Lebih terperinci

SEKRETARIATPENGADILAN PAJAK. Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-85809/PP/M.IIB/12/2017. Jenis Pajak : PPh Pasal 23. Tahun Pajak : 2012

SEKRETARIATPENGADILAN PAJAK. Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-85809/PP/M.IIB/12/2017. Jenis Pajak : PPh Pasal 23. Tahun Pajak : 2012 Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-85809/PP/M.IIB/12/2017 Jenis Pajak : PPh Pasal 23 Tahun Pajak : 2012 Pokok Sengketa Menurut Terbanding : bahwa nilai sengketa terbukti dalam banding ini adalah koreksi

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan Maia PUTUSAN Nomor 403 /B/PK/Pjk/2011 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG memeriksa permohonan peninjauan kembali perkara pajak memutuskan sebagai berikut

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 222 K/TUN/2005

P U T U S A N Nomor : 222 K/TUN/2005 P U T U S A N Nomor : 222 K/TUN/2005 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara Tata Usaha Negara dalam tingkat kasasi telah mengambil putusan sebagai

Lebih terperinci

2012, No.4 2 telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2002 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 143 Tahun 2000 tentang Pel

2012, No.4 2 telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2002 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 143 Tahun 2000 tentang Pel No.4, 2012 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERPAJAKAN. PAJAK. PPN. Barang dan Jasa. Pajak Penjualan. Barang Mewah. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5271) PERATURAN

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan Maia PUTUSAN Nomor 581/B/PK/PJK/2017 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG Memeriksa permohonan peninjauan kembali perkara pajak telah memutuskan sebagai berikut

Lebih terperinci