BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
|
|
|
- Deddy Irwan Oesman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Hasil Penelitian Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas X Pemasaran-1 SMK Negeri 1 Salatiga, peneliti menemukan permasalahan pembelajaran yaitu dengan penggunaan model pembelajaran Tutor Sebaya dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kompetensi kejuruan pokok bahasan Pengoperasian Alat hitung kelas X Pemasaran-1 Tahun Ajaran 2011/2012 SMK Negeri 1 Salatiga. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran Tutor Sebaya untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada kompetensi dasar pengoperasian alat hitung kelas X Pemasaran-1 Tahun Ajaran 2011/2012 SMK Negeri 1 Salatiga. Objek penelitian dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah Ibu Gendi Dwijanti, S.Pd. Sebagai guru pemasaran di SMK Negeri 1 Salatiga. Penelitian Tindakan Kelas ini merupakan penelitian yang dilakaukan secara bersiklus, dimana siklus terdiri dari perencanaan (planning), Pelaksanaan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Hasil penelitian ini meliputi keaktifan dan hasil belajar siswa. Hasil keaktifan siswa di peroleh dari pengamatan observasi yang dinilai dengan menggunakan lembar observasi aktifitas siswa. Hasil belajar dikelompokan menjadi 2 (dua) yaitu hasil tes sebelum diadakan tindakan dan hasil tes setelah tindakan siklus I dan SiklusII. Hasil tes siklus I dan siklus II adalah hasil tes pada pokok bahasan pengoperasian 28
2 alat hitung dengan model pembelajaran Tutor Sebaya. Pada setiap siklus dilakukan 3 (tiga) kali pertemuan, dimana setiap pertemuan ada dua jam pelajaran, setiap satu jam pelajaran 45 menit. Setelah mengadakn penelitian dengan menggunakan metode tutor Sebaya pada pokok bahasan pengoperasian alat hitung diperoleh data sebagai berikut : Hasil Penelitian Siklus I 1. Perencanaan (Planning) Tahap perencanaan dilakukan kegiatan identifikasi masalah dan analisis penyebab timbulnya masalah yang terdapat pada proses pembelajaran sebelum tindakan dilakaukan. Tindakan pemecahan masalah yang dipandang tepat atau benar yaitu dengan menerapkan pembelajaran dengan metode Tutor Sebaya. Tahap penyusunan rancangan tindakan yang akan diberikan sebagai berikut : 1) Menyiapkan Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) 2) Menbuat instrumen penelitian atau lembar observasi yang meliputi : lembar kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran yang dilihat dari jumlah siswa yang membawa buku penunjang, buku catatan dan perlengkapan alat tulis lembar pengamatan aktivitas siswa yang menunjang pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Tutor Sebaya. Lembar pengamatan dibuat untuk mengetahui sejauhmana interaksi siswa, guru dan tutor selama proses pembelajaran Tutor sebaya. Membentuk dan menyiapkan Tim observer, yaitu Gendi Dwijanti, S.Pd sebagai guru pengajar dan Agung Yuwana sebagi observer I, Dra. Yasiroh Mailani sebagai observer II, dan Amar Ma ruf F, S.Pd sebagai observer III 4) Menyiapkan kisi-kisi wawancara 29
3 2. Pelaksanaan Tindakan (Acting) Pada tahap pelaksanaan tindakan ini dilaksanakan skenario pembelajaran yang sudah dirancang. Pertemuan pertama hasil observasi kegiatan belajar mengajar pada kegiatan awal guru mengecek kesiapan siswa, membegi kelompok (menjelaskan pembelajaran Tutor Sebaya), memberi apersepsi, dan motivasi. Metode pembelajaran Tutor Sebaya ini baru pertama kali diterapkan. Terlihat dari penyampaian Guru yang kurang detail dalam penyampaian tujuan pembelajaran yang mengakibatkan siswa kurang menanggapi tujuan pembelajaran. Kemudian masuk dalam kegiatan inti yaitu guru mulai masuk pada materi pelajaran tentang perhitungan dengan alat hitung (kalkulator). Guru berusaha mengajak tanya jawab siswa supaya aktif dalam pembelajaran dan menginformasikan dalam pembelajaran akan dibantu tutor, setelah itu Guru menjelaskan tentang tombol dan fungsi pada alat hitung kalkulator elektonik dan menjelaskan cara kerja alat hitung dibantu tutor, dan guru juga menyuruh siswa untuk latihan Mengoperasikan alat hitung dan jika ada kesulitan ditanyakan kepada Tutor, selama latihan mengoperasikan guru sebagai pembimbing / motivator, kemudian Guru bersama peserta didik mengecek kebenaran proses dan hasil kerja. Guru juga memberi tanggapan yang dialami peserta didik. Kemudian pada kegiatan akhir guru memberi tugas kelompok. Pertemuan kedua, pada awal pelajaran guru memeriksa kesiapan, apersepsi dan motivasi, yang terdiri dari mengkondisikan siswa siap mengikuti pembelajaran, mengecek kesiapan siswa dengan tugas yang diberikan pada 30
4 pertemuan sebelumnya, dan memberi motivasi tentang pentingnya tugas yang diberikan. Pada kegiatan inti guru menjelaskan tentang cara merawat mesin hitung yang benar, kemudian dilaniutkan dengan menyuruh siswa untuk menghitung ulang tugas kelompok yang didapat menggunakan mesin hitung kalkulator elektronik, dimana di dalam pengerjaan dibantu tutor sebagai fasiliator, dan guru disini sebagai pembimbing. Setelah itu guru bersama peserta didik mengecek kebenaran proses kerja dengan hasil kerja. Kemudian masuk pada kegiatan akhir, guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang materi pengoperasian alat hitung. Pertemuan ketiga guru memeriksa dan mengkondisikan siswa siap mengikuti tes, dengan mengatur posisi tempat duduk peserta didik, kemudian pada kegiatan inti guru memberi petunjuk tes dan pembagian lembar tes individu. Selama tes berlangsung guru mengawasi jalannya proses tes individu, dan mengumpulkan lembar jawaban, setelah itu guru dengan peserta didik mengoreksi hasil tes. Kemudian pada kegiatan akhir guru mengumumkan skor kemajuan individual, memberikan tanya jawab tentang permasalahan yang dihadapi siswa dan meberi motivasi agar siswa meningkatkan belajar. 3. Pengamatan (Observing) Penelitian Tindakan Kelas ini, pelaksanaan penerapan pembelajaran metode Tutor Sebaya dengan menggunakan lembar pengamatan yang telah dibuat oleh peneliti. Hasil pengamatan dengan menggunakan pembelajaran metode Tutor Sebaya pada siklus I diperoleh hasil sebagai berikut : 31
5 1) Observasi tentang kesiapan belajar siswa dalam menerima pelajaran Hasil penelitian kesiapan siswa menerima pelajaran pada siklus 1 pertemuan pertama siswa yang siap menerima materi pelajaran sebesar 96.30% siswa, sedangkan siswa yang tidak siap menerima pelajaran sebesar 3.70% siswa disebabakan empat siswa tidak membawa buku penunjang. Pertemuan kedua siswa yang siap menerima materi pelajaran sebesar 96.30% siswa, sedangkan siswa yang tidak siap menrima pelajaran sebesar 3.70% siswa disebabkan ada dua siswa yang tidak membawa buku penunjang dan dua siswa tidak membawa kelengkapan alat tulis. Dua orang yang tidak membawa buku penunjang pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua adalah orang yang sama. Upaya yang dilakukan adalah memberi penjelasan mengenai pentingnya buku penunjang yang mendukung untuk pemahaman konsep serta materi yang dijelaskan oleh guru. 2) Hasil observasi Aktifitas pelaksanaan guru / tutor dan peserta didik Indikator pelaksanaan tindakan Guru & Tutor Peserta didik Tabel. 4.1 Hasil Observasi Aktifitas Guru dan Peserta Didik Pada Siklus I SMK Negeri 1 Salatiga Semester II Tahun Ajaran 2011/2012 Σ per item Σ 3 Σ < 3 Rata-rata siklus I Target ketercapaian item 4 item item 4 item Kesimpulan Belum tercapai target Belum tercapai target 32
6 Hasil observasi yang dilakukan pada guru dan tutor dari 38 item yang yang mencapai scor 3 ada 34 item, dan yang scor <3 ada 4 item dengan scor ratarata keseluruhan sebesar 3.52 dengan kategori. Rata-rata per item peserta didik yang mencapai skor 3 ada 34 item, dan yang scor <3 ada 4 item dengan scor rata-rata keseluruhan sebesar 3.31 dengan kategori cukup. Berdasarkan hasil terebut, maka untuk sementara hasil observasi pelaksanaan tindakan siklus I sebagai berikut : a. Aktifitas Guru dan Tutor belum mencapai target b. Aktifitas Peserta didik belum mencapai target 3) Hasil Belajar Siswa Tabel. 4.2 Hasil Belajar Peseta Didik Pada Siklus 1 SMK Negeri 1 Salatiga Semester II Tahun Ajaran 2011/2012 Target Hasil belajar Kondisi sblm siklus Siklus 1 Peningkatan ketercapaian Rata-rata kelas % Kelas 13.88% 55.55% % Berdasarkan hasil tersebut, Hasil belajar dilihat dari rata-rata kelas sudah terjadi peningkatan sebesar yang terlihat dari nilai rata-rata kelas sebelum diadakanya siklus yaitu sebesar 65.69, dan terjadi kenaikan nilai rata-rata kelas menjadi sebesar 77.50, dilihat dari rata-rata kelas sebesar pada siklus 1 sudah ada ketercapaian target indikator yaitu sebesar 76.7 Hasil belajar dilihat dari prosentase kelas sudah terjadi peningkatan sebesar 41.67%, karena sebelum diadakan siklus prosentase kelas yang mencapai 33
7 target hanya sebesar 13.88%, dan setelah diadakan siklus terjadi kenaikan prosentase kelas yaitu sebesar 55.55%, meskipun sudah ada peningkatan tetapi belum mencapai target ketercapaian indikator yaitu sebesar 80. 4) Wawancara siswa tentang penggunaan metode pembelajaran Tutor Sebaya Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada siswa setelah mengikuti pelajaran dengan metode Tutor Sebaya pada siklus I menunjukan ada 28 siswa menjawab senang. Ada salah satu siswa yang berkomentar tentang kendala yang dihadapi sebagai tutor, yaitu peserta didik yang dibantu ada yang belajarnya kurang serius. Selain dari hasil wawancara peneliti juga mendapat masukan dari siswa bahwa dengan metode Tutor Sebaya dapat berdiskusi dengan teman dan tidak mengantuk. (lampiran 16) 4. Refleksi (reflecting) Aktifitas guru / tutor dan peserta didik pada keseluruhan siklus 1 ada 38 item, dapat terlihat dari keseluruhan aktifitas guru dan peserta didik belum mencapai target ketercapaian sebesar 4 dengan kategori cukup. Dari aktifitas siklus I Guru/Tutor dan peserta didik masih ada aktifitas dengan rata-rata = 2 atau kategori kurang Perbaikan Guru dan Tutor ; (1) Ketepatan bertanya pada apersepsi yaitu guru kurang tepat dalam bertanya untuk mengarah kepelajaran karena guru terlalu jauh menjelaskan dan megarahkan kepengalaman peserta didik, sehingga peserta didik tidak tau apa yang maksud, (2) Penyampaian tujuan pembelajaran belum sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran, (3) Tutor menjadi fasilitator saat kelompok mengoperasikan alat hitung yaitu tutor masih ragu dalam 34
8 penyampaian materi sehingga masih ada siswa yang bertanya langsung kepada guru, (4) Tutor bertanggung jawab atas kelompoknya yaitu didalam kelompok masih ada siswa yang berbicara sendiri dengan teman sebelahnya Perbaikan Peserta Didik ; (1) Kesiapan murid untuk belajar yaitu masih ada siswa yang telat masuk dan ada siswa yang tidak membawa perlengkapan pembelajaran seperti buku penunjang, (2) Kondisi peserta didik dalam menggali pengalaman yaitu peserta didik masih banyak yang diam saja pada waktu guru bertanya, (3) Menerima tutor dengan baik yaitu masih masih ada siswa yang enggan bertanya kepada tutor Ketuntasan hasil belajar pada siklus I rata-rata nilai sebesar 77.50, belum ada ketercapaian target sebesar 80. Dan dilihat dari presentase ketuntasan baru 55.55% yang dinyatakan tuntas dan belum menunjukan prosentase target ketercapaian sebesar 80%, oleh karena itu pada siklus II perlu ditingkatkan lagi. Dari pengamatan guru, ada tiga siswa yang bertanya kepada guru bila ada kesulitan yaitu dua siswa laki-laki dan satu siswa perempuan, dilihat dari hasil tes individu ketiga siswa tersebut memiliki nilai kurang dibandingkan dengan siswa yang lainnya. Berdasarkan hasil observasi siklus I yang merupakan siklus awal dalam penelitian tindakan kelas ini diperoleh data bahwa aktivitas siswa menunjukkan nilai rata-rata sebesar 3.31 dan aktivitas guru menunjukan nilai rata-rata sebesar Aktivitas tersebut belum menunjukan indikator keberhasilan sehingga perlu adanya perbaikan-perbaikan supaya mencapai hasil yang lebih optimal. 35
9 Hasil Penelitian Siklus II 1. Perencanaan (planning) Pada tahap perencanaan ada persiapan seperti siklus I dan memperbaiki kekurangan pada siklus I yang dapat dilihat di refleksi siklus I. persiapan yang dilakukan sebagai berikut : 1) Ketepatan bertanya pada apersepsi Upaya perbaikan pada apersepsi ini yaitu ketepatan guru bertanya dalam menggali pengalaman murid tentang materi yang akan diajarkan sesuai dengan scenario pembelajaran. 2) Penyampaian tujuan pembelajaran Upaya perbaikan pada tujuan pembelajaran ini yaitu guru sebagai pengajar mempersiapkan skenario pembelajaran secara optimal, supaya dari kegiatan awal, inti dan akhir dapat berjalan dengan baik. 3) Tutor menjadi fasilitator saat kelompok mengoperasikan alat hitung Diharapkan siswa mampu menerima siswa lain sebagai tutor dalam belajar. Upaya tersebut adalah dengan memberi pengarahan pada siswa akan pentingnya tutor dalam belajar. Karena dengan adanya rekan kerja dapat membantu kesulitan atau hal-hal yang belum dimengerti dan memecahkan masalah/ tugas. 4) Tutor bertanggung jawab atas kelompoknya Diharapkan siswa yang menjadi tutor dapat menyampaikan materi pelajaran dengan baik. Upaya tersebut dengan Para tutor dilatih untuk mengajar berdasarkan materi yang telah ditentukan. Hubungan antara tutor dengan 36
10 siswa adalah hubungan antara kakak-adik atau antar kawan, sehingga tutor lebih menyeluruh dalam penyampaian terhadap kelompoknya. 5) Hasil belajar Upaya perbaikan hasil belajar yaitu guru memberikan pengarahan supaya semua siswa lebih berkonsentrasi dan menyimak semua arahan dari gurudantutor agar proses pembelajaran berjalan efektif dan siswa dapat menguasai materi yang diajarkan sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. 6) Pembagian Kelompok Siswa laki-laki tidak bertanya kepada tutor perempuan, Untuk mengatasi hal tersebut diambil tindakan untuk merancang ulang kelompok dalam pembelajaran. 2. Pelaksanaan Tindakan (Acting) Pada pertemuan pertama sudah berjalan dengan baik, guru mengecek kesiapan siswa dengan mengkondisikan siswa siap mengikuti pelajaran kemudian memberikan apersepsi, motivasi, penyampaian tujuan pembelajaran, mengulang kembali langkah-langkah pembelajaran Tutor Sebaya dan juga membagi ulang kelompok. Dalam melaksanakan pembelajaran guru mengkomunikasikan topik pembelajaran diawali dengan menggali pengalaman siswa yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Kemudian siswa mulai berbaur dengan kelompok dan tutor yang sudah ditetapkan, kemudian di dalam kelompok tutor mulai menjelaskan 37
11 materi kepada siswa lain dan setiap kelompok mulai mengerjakan tugas yang diberikan sesuai dengan arahan dari guru. Pertemuan pertama siklus II siswa lebih tertib karena sudah memahami pembelajaran Tutor Sebaya, dan telah siap dengan materi yang diberikan. Setelah selesai mengerjakan siswa dipandu tutor dan guru bersama mengecek kebenaran proses dan hasil kerja, dan pada kegiatan akhir guru memberi tugas Pertemuan kedua, pada awal pelajaran aktifitas guru sudah baik seperti pada pertemuan pertama, tetapi sebelum mulai ke topik pembelajaran guru mengecek kesiapan tugas yang sudah diberikan pada pertemuan pertama, kemudian guru mulai menjelaskanmateri pelajaran dan kemudian menyuruh siswa dipandu tutor mengerjakan soal dengan menggunakan mesin hitung dan juga mengecek kebenaran proses dan hasil tugas yang diberikan, pada saat ini berlangsung guru membimbing agar semua siswa berperan aktif dalam pembelajaran. Pada kegiatan akhir guru member tahu unmuk pertemuan berikutnya akan diisi dengan test. Pertemuan ketiga tes berjalan dengan baik. Kegiatan awal guru memberikan sedikit apersepsi yang dilanjutkan dengan tes individu. Guru membagi lembar kuis tes dengan sangat baik. Selama tes guru mengawasi jalannya tes. Setelah tes selesai, guru berdiskusi dengan siswa mengenai kesulitan selama mengerjakan tes. Setelah tes selesai guru mengumuman hasil tes dan perkembangan individual. 38
12 3. Pengamatan (Observing) Pada penelitian tindakan kelas ini, pelaksanaan penerapan pembelajaran metode pembelajaran Tutor Sebaya yaitu dengan menggunakan lembar pengamatan yang telah dibuat oleh peneliti. Hasil pengamatan dengan menggunakan pembelajaran metode Tutor Sebaya pada siklus II diperoleh hasil sebagai berikut : 1) Observasi tentang kesiapan belajar siswa dalam menerima pelajaran Hasil penelitian kesiapan siswa menerima pelajaran pada siklus II pertemuan pertama siswa yang siap menerima materi pelajaran sebesar 97.22% siswa, sedangkan siswa yang tidak siap menerima pelajaran sebesar 2.77% siswa, disebabakan tiga siswa tidak membawa buku penunjang. Pertemuan kedua siswa yang siap menerima materi pelajaran sebesar 98.15% siswa, sedangkan siswa yang tidak siap menrima pelajaran sebesar 1.85% siswa, disebabkan ada satu siswa yang tidak membawa buku penunjang dan satu siswa tidak membawa kelengkapan alat tulis. 2) Hasil observasi Aktifitas pelaksanaan guru / tutor dan peserta didik Indikator pelaksanaan tindakan Tabel. 4.3 Hasil Observasi Aktifitas Guru dan Peserta Didik Pada Siklus II SMK Negeri 1 Salatiga Semester II Tahun Ajaran 2011/2012 Σ per item Σ 3 Σ < 3 Rata-rata siklus I Target ketercapaian Guru & Tutor item 0 item Peserta didik item 0 item Kesimpulan Sudah tercapai target Sudah tercapai target 39
13 Hasil observasi yang dilakukan pada siklus II, rata-rata guru dan tutor dan siswa sudah semua item menunjukan 3 dengan rata-rata 4.64 untuk guru dan tutor dan 4.49 untuk peserta didik. Berdasarkan hasil terebut, maka hasil observasi pelaksanaan tindakan siklus II sebagai berikut : a. Aktifitas Guru dan Tutor sudah mencapai target b. Aktifitas Peserta didik sudah mencapai target 3) Hasil Belajar Siswa Tabel 4.4 Hasil Belajar Peserta Didik Pada Siklus II SMK Negeri 1 Salatiga Semester II Tahun Ajaran 2011/2012 Kondisi Hasil belajar Siklus II Target ketercapaian Kenaikan sblm siklus Rata-rata kelas % Kelas 13.88% 100% % Berdasarkan data tersebut, Hasil rata-rata ketuntasan belajar siswa sebelum diterapkan metode Tutor Sebaya yaitu 65.69, pada siklus II ada kenaikan sebesar menjadi sehingga ada ketercapaian target yaitu prosentase ketuntasan siswa sebelum diterapkan metode Tutor sebaya sebesar 13.88, setelah diterapkan metode Tutor Sebaya pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 100% atau dapat dikatakan semua siswa tuntas. 40
14 4) Wawancara siswa tentang penggunaan metode pembelajaran Tutor Sebaya. Hasil wawancara peserta didik pada siklus II menunjukan bahwa 33 siswa menyukai pembelajaran dengan metode tutor sebaya dan semua siswa setuju mengenai materi pelajaran ada manfaatnya dalam kehidupan kelak. (lampiran 23) 4. Refleksi (Reflecting) Hasil observasi siklus II pada aktivitas Guru/tutor dan peserata didik sudah menunjukkan hasil baik dengan rata-rata guru/tutor sebesar 4.64 dengan kategori baik, dan rata-rata aktifitas siswa sebesar 4.49 dengan kategori baik. Baik aktivitas siswa maupun guru sudah mencapai kriteria keberhasilan proses. Berdasarkan hasil perolehan dari pelaksanaan siklus II aktivitas peserta didik sudah menunjukan tercapainya tujuan dalam penelitian yaitu sebagai berikut: 1) Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran siklus II mengalami peningkatan dengan menunjukkan nilai baik. Hasil ini berarti keaktifan siswa sudah mencapai kriteria keberhasilan proses. 2) Hasil ketuntasan belajar siswa pada siklus II sebesar 100 %. Hasil tersebut sudah mencapai kriteria keberhasilan belajar yaitu 80 % Pembahasan Bertitik tolak dari simpulan temuan penggunaan metode tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sebelum menggunakan metode tutor sebaya hasil rata-rata siswa sebesar dengan ketuntasan hasil belajar sebesar 13.88%, setelah menggunakan metode tutor sebaya yang terdiri dari siklus I dan 41
15 siklus II hasil rata-rata siswa meningkat. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa sebesar dengan ketuntasan hasil belajar sebesar 55.55% dan pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa sebesar dengan ketuntasan hasil belajar sebesar 100%. Penggunaan metode tutor sebaya juga meningkatkan keaktivan siswa, hal ini terbukti pada siklus I menunjukan scor ratra-rata 3.31 dengan kategori cukup dan pada siklus II menunjukan scor rata-rata sebesar 4.68 dengan kategori baik. Kondisi semula menunjukan proses belajar mengajar belum optimal, metode pembelajaran yang belum tepat, dan hasil belajar yang tidak optimal dan belum mencapai target KKM. Upaya pemecahan masalah dengan menerapkan metode tutor sebaya dengan harapan terjadi perubahan kearah yang lebih baik. Alasan peneliti memakai metode tutor sebaya karena metode tutor sebaya dapat memeberikan manfaat terhadap peserta didik yang hasil belajarnya masih rendah dengan dibantu teman sebayanya dan dapat meningkatkan keaktivan peserta didik. Tutor sebaya adalah seorang atau beberapa orang siswa yang ditunjuk dan ditugaskan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar 12 Manfaat metode tutor sebaya ini cocok digunakan dalam kompetensi dasar mengoperasikan alat hitung yang didalam materi memuat keterampilan dan pemahaman peserta didik tentang bagaimana menggunakan mesin hitung dan juga cara merawat mesin hitung. Pengajaran dengan tutor sebaya adalah kegiatan belajar siswa dengan memanfaatkan teman sekelas yang mempunyai kemampuan lebih untuk membantu temannya dalam melaksanakan suatu kegiatan atau memahami suatu konsep. Model tutor sebaya yang dimaksud yaitu bagaimana 12 Dedi Supriadi, loc.cit.hal.10 42
16 mengoptimalkan kemampuan siswa yang berprestasi dalam satu kelas untuk mengajarkan atau menularkan kepada teman sebaya mereka yang kurang berprestasi, sehingga siswa yang kurang berprestasi bisa mengatasi ketertinggalan. Adapun kekuatan dalam metode tutor sebaya atau perubahan yang terjadi selama pelaksanaan tindakan kelas dengan metode tutor sebaya adalah sebagai berikut : 1. Ada beberapa siswa yang memiliki perasaan takut atau enggan kepada guru, metode ini akan menampakkan hasil yang lebih baik Dari hasil observasi sebelum penelitian tindakan kelas masih banyak siswa yang belum mencapai target ketercapaian KKM karena belum menerima materi secara optimal dan sebagian besar siswa tidak berani bertanya kepada guru, dengan metode tutor sebaya siswa dapat bertanya kepada tutor yang tidak lain adalah temannya sendiri sehingga siswa lebih leluasa bertanya. 2. Bagi tutor sendiri, pekerjaan tutoring akan dapat memperkuat konsep yang sedang dibahas. Dengan metode tutor sebaya, siswa yang ditugaskan menjadi tutor harus siap dan memahami materi atau konsep yang sedang dibahas oleh karena itu tutor harus belajar sungguh-sungguh tentang materi yang sedang dibahas. 3. Membatu para tutor untuk melatih diri memegang tanggung jawab dalam mengembantu suatu tugas dan melatih kesabaran. 43
17 Seorang tutor harus bertanggung jawab atas tugas yang diberikan dalam kelompoknya, karena tutor dikatakan berhasil apabila semua peserta didik yang ditutori sudah mencapai target ketercapaian indikator, dan juga bertanggung jawab atas tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran, selain itu seorang tutor harus sabar dalam penyampaian materi karena peserta didik mempunyai kemampuan yang heterogen. 4. Mempererat hubungan antar siswa sehingga mempertebal perasaan sosial Dalam pembelajaran menggunakan metode tutor sebaya terjadi interaksi langsung antara tutor dengan yang ditutori atau peserta didik sehingga menambah kedekatan atau perasaan sosial antar peserta didik. Namun ada kelemahan selama pelaksanaan tindakan kelas dengan metode tutor sebaya adalah sebagai berikut : 1. Siswa yang dibantu seringkali belajar kurang serius karena hanya berhadapan dengan temannya sendiri sehingga hasilnya kurang memuaskan. Masih ada peserta didik yang meremehkan tutor karena yang menjadi tutor adalah teman bermain sehari-hari, sehingga pada siklus I masih ada siswa yang belum mencapai target keberhasilan. 2. Ada sebagian siswa yang justru merasa malu atau enggan untuk bertanya karena takut kelemahannya diketahui oleh temannya. Selama penelitian tindakan kelas menggunakan metode tutor sebaya ada dua siswa yang masih bertanya langsung kepada guru, 44
18 mestinya peserta didik yang mengalami kesulitan bertanya kepada tutor terlebih dahulu, jika tutor tidak bias membantu baru bertanya kepada guru. Berdasarkan hal tersebut guru harus merencanakan ulang pelaksanaan pembelajaran, termasuk memperhatikan dalam menyiapan tutor agar dapat bekerja dengan optimal, yang meliputi : 1. Guru memberikan petunjuk pada tutor bagaimana mendekati temannya dalam hal memahami materi 2. Guru menyampaikan pesan kepada tutor-tutor agar tidak selalu membimbing teman yang sama 3. Guru membantu agar semua siswa dapat menjadi tutor sehingga mereka merasa dapat membantu teman belajar 4. Tutor sebaiknya bekerja dalam kelompok kecil. Campuran siswa berbagai kemampuan (heterogen) akan lebih baik 5. Guru memonitoring terus kapan tutor maupun siswa lain membutuhkan pertolongan 6. Guru memonitoring tutor Sebaya dengan berkunjung dan menanyakan kesulitan yang dihadapi setiap kelompok pada saat mereka berdiskusi di kelas maupun praktikan 7. Tutor tidak mengetes temannya untuk grade, biarkan hal ini dilakukan guru 13 Proses belajar mengajar dengan menggunakan metode tutor sebaya pada kompetensi dasar mengoperasikan alat hitung merupakan suatu pembelajaran yang mengarah pada pembelajaran yang mengaktifkan peserta didik dalam bentuk kelompok. Pembelajaran yang dilakukan guru dengan sedemikian rupa diharapkan dapat membawa perubahan kearah yang lebih baik. Pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Tutor Sebaya dapat dijadikan salah satu alternatif untuk meningkatkan aktivitas siswa serta 13 Suparno, loc.cit.hal.12 45
19 pemahaman siswa terhadap mata pelajaran sehingga pembelajarn yang berlangsung dapat menjadi lebih baik dan diperoleh secara optimal. Penggunaan metode Tutor Sebaya dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam Mata Pelajaran kompetensi kejuruan, pokok bahasan Pengoperasian Alat Hitung Kelas X Pemasaran-1 Semester II SMK Negeri 1 Salatiga. 46
Model Pembelajaran kooperatif dengan tipe Group Investigation ini masih. asing bagi siswa kelas XI 6 Program Keahlian Multi Media SMK Kristen BM
32 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Model Pembelajaran kooperatif dengan tipe Group Investigation ini masih asing bagi siswa kelas XI 6 Program Keahlian Multi Media SMK Kristen
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Administrasi Perkantoran SMK Kristen Salatiga, peneliti berhasil
31 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas X.3 Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Kristen Salatiga, peneliti berhasil mengidentifikasi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
52 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas X Kompetensi Keahlian 2 SMK Negeri 1 Salatiga, peneliti berhasil mengidentifikasi permasalahan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Akuntansi Sekolah Menengah Kejuruan Pelita Salatiga, peneliti berhasil
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Kondisi Awal 4.1.1. Aktivitas Belajar Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas XI Program Keahlian Akuntansi Sekolah Menengah Kejuruan Pelita Salatiga,
Skripsi. Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Program Studi Pendidikan Ekonomi.
PENGGUNAAN METODE TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN PENGOPERASIAN ALAT HITUNG SISWA KELAS X -1 PROGRAM KEAHLIAN PEMASARAN DI SMK NEGERI 1 SALATIGA Skripsi Disusun dan Diajukan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. tindakan, observasi (sekaligus penilaian), dan refleksi. Siklus ini akan dilanjutkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), yaitu dengan siklus-siklus yang didalamnya terdapat 4 (empat) langkah, yaitu: perencanaan,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP 2 SUSUKAN kelas VII F semester 2 tahun pelajaran 2013/2014, dengan jumlah siswa sebanyak 28 siswa, terdiri dari siswa
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research). Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Desain dan Jenis Penelitian Desain atau jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research). Penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Hasil observasi awal dilakukan di kelas VIII E SMP N 2 Susukan semester I tahun ajaran 2012 / 2013 pada kompetensi dasar mendiskripsikan hubungan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Hasil observasi awal dilakukan di kelas VII F SMP N 2 Susukan semester 2 tahun ajaran 2013 / 2014 pada kompetensi dasar mendiskripsikan Potensi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research). Reason &
37 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Desain dan Jenis Penelitian Desain atau jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research).
pembelajaran pada mata pelajaran Mencatat Dikte yang ada di Permasalahan yang ada di dalam penelitian ini adalah apakah
33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Observasi pendahuluan yang dilakukan di kelas X.3 Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Kristen Salatiga, peneliti berhasil mengidentifikasi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas IVB pada mata pelajaran matematika kompetensi dasar menjumlahkan bilangan bulat SD Negeri Tlahap
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Bentuk Penelitian Metode adalah cara yang teratur dan terorganisir dengan baik yang hendak ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Metode penelitian merupakan cara yang ditempuh
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Negeri Tlahap cenderung bersifat konvensional ceramah yang berpusat pada guru.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Observasi awal yang dilakukan di kelas IIIA SD Negeri Tlahap, peneliti berhasil menemukan beberapa permasalahan yang terjadi di dalam proses
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Classroom Action Research (CAR). Peneliti menerapkan desain penelitian model
36 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas atau Classroom Action Research (CAR). Peneliti menerapkan desain penelitian model Kemmis
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Baleharjo Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri. SDN 1 Baleharjo terletak di lingkungan pedesaan yang jauh
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pra Siklus Pelaksanaan pra siklus pada minggu ke-2 dan ke-3 bulan Oktober 2012 mata pelajaran IPA tentang tumbuhan hijau dengan hasil belajar yang sangat mengecewakan.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal Penelitian dilakukan di kelas 4 SD Negeri Ujung-Ujung 03 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang pada semester II tahun pelajaran 2012/2013
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subjek Penelitian SD N Ngrandah 1 yang terletak di desa Ngrandah, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Tenaga pengajar yang ada di SD Negeri
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Kondisi Awal Berdasarkan data dan dokumentasi hasil nilai ulangan diketahui siswa memperoleh hasil belajar atau prestasi yang kurang. Hal ini
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Gendongan 01 yang terletak di Jl. Margorejo No.580 Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Siswa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Awal Hasil belajar IPA siswa kelas II SD Negeri 2 Tlogorejo Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan sebelum diadakan penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Ngabean yang menjadi subjek
22 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Ngabean yang menjadi subjek penelitian adalah kelas VI yang berjumlah 28 siswa.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Lokasi Penelitian dilakukan di SMA Kristen Satya Wacana Salatiga, karena sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah swasta terbaik yang ada
Tingkat kemampuan A B C D 1 Apersepsi 10 2 Motivasi 12 3 Revisi 12
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Pembelajaran yang diterapkan pada penelitian guna meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar dalam pemecahan masalah matematika adalah pembelajaran
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau dalam bahasa inggris biasa disebut dengan Classroom
BAB III METODE PENELITIAN. dengan jumlah siswa 20 anak yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 11. Lugusari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu.
BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian a. Subjek Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan terhadap siswa kelas III SDN I Lugusari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Semester Dua
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Awal Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas III SD Kayuapu, semester I, yang berjumlah 27 siswa. Berdasarkan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Pra Siklus (Kondisi Awal) Dalam pelaksanaan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) IPS di SD Negeri Beji 2 Ungaran Timur Kabupaten semarang sebelum
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas XI IPS2 SMA NEGERI 1
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas XI IPS2 SMA NEGERI 1 GROBOGAN semester II tahun ajaran 2013-2014 pada kompetensi dasar mengenal
BAB III METODE PENELITIAN
19 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian dilaksanakan di SD Negeri 5 Pringsewu Barat Kabupaten Pringsewu, dengan waktu penelitian mulai bulan Maret sampai dengan bulan
BAB III METODE PENELITIAN. dan hasil pembelajaran yang terjadi pada siswa. Penelitian ini dilaksanakan
1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar dan Karakteristik Penelitian 3.1.1 Latar Penelitian Penelitian tindakan kelas merupakan salah satu cara untuk memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme guru dalam
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 01 Blotongan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga dengan subyek penelitian siswa kelas 4 sebanyak 25 siswa.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran dan Subyek Penelitian Sekolah Dasar Negeri Suruh 02 berlokasi di Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Subyek dalam
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Ngurensiti 02 Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati pada semester I Tahun 2011/2012. Subyek
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini akan dibahas tentang hasil penelitian meliputi deskripsi kondisi awal, deskripsi hasil siklus I, deskripsi hasil perbaikan pada siklus II, pembahasan
BAB III METODE PENELITIAN. difokuskan pada situasi kelas yang lazim dikenal Classroom Action Research,
32 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tindakan kelas yang difokuskan pada situasi kelas yang lazim dikenal Classroom Action Research, yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas 5 semester II tahun pelajaran 2013/2014 di SD Negeri Candirejo 02 yang terletak di Jl.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan hasil angket dan observasi pada kondisi awal sebelum diadakan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran power point
BAB IV HASIL PENELITIAN. Ada pun tahap-tahap yang dilakukan pada siklus I ini adalah sebagai berikut:
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Prosedur dan Hasil Penelitian 1. Prosedur Penelitian Siklus I Ada pun tahap-tahap yang dilakukan pada siklus I ini adalah sebagai berikut: a. Tahap Perencanaan (Planning) Sebelum
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
24 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan terjemahan dari Classroom Action Research yaitu suatu action research
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Profil Sekolah Pada bab ini akan dipaparkan tentang hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti bersama guru pada mata pelajaran Bahasa Indonesia
X f fx Jumlah Nilai rata-rata 61 Keterangan :
40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri Wringingintung 01 yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Berdasarkan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subyek Penelitian Sekolah Dasar Negeri 2 Kembaran Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo terletak di Jln. Ronggolawe Dsn Kembaran, berdiri sejak
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan menerapkan model pembelajaran Modelling The Way pada materi
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Aek Kuasan dengan menerapkan model pembelajaran Modelling The Way pada materi Pedosfer
Lia Agustin. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Inpres Pandaluk Pada Materi Penjumlahan Bilangan Bulat Lia Agustin Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. mengenai proses pembelajaran pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial yang
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil 1. Deskripsi Awal Untuk memperoleh data awal sebelum melaksanakan penelitian, terlebih dahulu dilakukan orientasi dan observasi terhadap guru kelas mengenai proses
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
18 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Hasil penelitian tindakan kelas ini dideskripsikan dalam tiga kondisi yaitu kondisi awal (prasiklus), kondisi siklus I, dan kondisi
BAB III. Metode dan Rencana Penelitian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian ini
43 BAB III Metode dan Rencana Penelitian A. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas, karena dalam penelitian ini
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subjek Penelitian Lembaga pendidikan yang akan dijadikan tempat pelaksanaan penelitian yaitu SD Kumpulrejo 03 Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga. 4.2
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum SDN 1 Krobokan Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di SDN 1 Krobokan Kecamatan Juwangi Kabupaten
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Sebelum melaksanakan proses penelitian, terlebih dahulu peneliti melakukan kegiatan observasi dengan tujuan untuk mengetahui
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Prasiklus Jumlah siswa Presentase (%) , ,33 JUMLAH
24 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Prasiklus (Kondisi Awal) Kondisi awal merupakan keadaan siswa sebelum penelitian tindakan kelas dilakukan. Berdasarkan hasil observasi yang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Meningkatan hasil belajar bagi siswa yang kurang mampu dalam memahami mata pelajaran biologi merupakan penelitian tindakan kelas yang direncanakan pelaksanaannya
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dimulai pada tanggal 7 Januari 2013 dan diawali dengan
39 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian ini dimulai pada tanggal 7 Januari 2013 dan diawali dengan observasi, perkenalan, dan wawancara kepada guru kelas III MI. Wawancara
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
53 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Subyek Penelitian Penelitian dilakukan di kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Candiroto semester II tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 25 siswa.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
43 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum SDN Kutowinangun 09 Salatiga Sekolah ini didirikan pada tahun 1972 dengan biaya INPRES dan merupakan tanah hibah dari masyarakat dan terakreditasi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi awal Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di kelas 5 SD Negeri 3 Karangwuni pada semester II tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di MI Pekauman Kecamatan Kendal Kabupaten Kendal tepatnya di belakang Masjid Agung Kendal. Penelitian ini dilaksanakan pada Semester
BAB IV DESKRIPSI DATA DAN ANALISIS DATA
BAB IV DESKRIPSI DATA DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Hasil penelitian ini menggambarkan tentang pengamatan dan tindakan pembelajaran pra siklus, tindakan pada siklus I yang dilaksanakan pada hari
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Bawang 03 Kecamatan Bawang Kabupaten Batang pada semester I tahun
Apabila nilai afektif siswa pada rentang 11,8-15 (Kategori Baik) dan. Apabila nilai psikomotor siswa pada rentang 9,4-12 (Kategori Baik)
Apabila nilai afektif siswa pada rentang 11,8-15 (Kategori Baik) dan meningkat pada setiap siklusnya. c. Ranah Psikomotor Apabila nilai psikomotor siswa pada rentang 9,4-12 (Kategori Baik) dan meningkat
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis Kegiatan Persiklus 1. Siklus I a. Perencanaan Adapun tahap perencanaan yang dihasilkan dalam proses belajar mengajar sebagai berikut: 1) Dihasilkan rencana
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan Dalam pelaksanaan tindakan penelitian ini akan menguraikan antara lain: (1) kondisi awal, (2) siklus I, (3) siklus II, dan (4) pembahasan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
30 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Kondisi awal merupakan keadaan siswa sebelum PTK dilakukan. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di kelas 2 SD
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian Setting penelitian adalah setting kelas dan kelompok, pelaksanaan penelitian dan pengambilan data diperoleh pada saat proses kegiatan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Diskripsi Subyek Penelitian Penelitian dilakukan di SD Muhammadiyah Ambarketawang 3 yang beralamat di Gamping Kidul, Ambarketawang Gamping
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Mangunsari 02 di Jalan Cakra Gang III Banjaran Sidomukti, Kota Salatiga. 3.2. Subjek penelitian Subyek penelitian adalah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Setting Penelitian Tempat yang digunakan untuk penelitian adalah kelas 4 SD N Kemambang 02 Kecamtan Banyubiru Kabupaten
BAB IV DESKRIPSI DATA DAN ANALISIS DATA
BAB IV DESKRIPSI DATA DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Hasil penelitian ini menggambarkan tentang pengamatan dan tindakan pembelajaran pra siklus, tindakan pada siklus I yang dilaksanakan pada hari
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Nabi Muhammad SAW, adapun guru yang mengajar mata pelajaran tersebut
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian kami lakukan di MINU Waru II Waru Sidoarjo, pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas IV materi tentang Isra Mi raj Nabi Muhammad
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Seting Dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di kelas 5 SD Negeri Kutoharjo 01 Pati yang dilaksanakan pada semester 1 tahun 2013/2014. Subjek penelitian
III. METODE PENELITIAN. adalah suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja
23 III. METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum SDN Mangunsari 06 Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SDN Mangunsari 06 Salatiga Semester II Tahun Pelajaran 2013/2014. Alamat
BAB IV HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1Pelaksanaan Tindakan Tindakan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana yaitu : a. Membuka pelajaran Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, mengabsen, mengatur
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY DENGAN LKS
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY DENGAN LKS Irene Sofyani Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo Email: [email protected]
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan 4.1.1. Kondisi Awal Sebelum penelitian dilakukan perlu diketahui kondisi pembelajaran Matematika di kelas 3 dalam materi operasi hitung
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
24 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Dari hasil observasi dan hasil tes, baik tes lesan maupun tes tertulis dapat disimpulkan dan dianalisa bahwa pembelajaran dengan menggunakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 025 Tanjung Rambutan yang terletak di Dusun IV Tanjung Rambutan Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar. B.
III. METODE PENELITIAN. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X1 semester genap SMA N 7
III. METODE PENELITIAN A. Subjek dan Tempat Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X1 semester genap SMA N 7 Bandar Lampung, Tahun pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 32 orang yang terdiri
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian mengenai pembelajaran melalui model cooperative learning tipe
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian mengenai pembelajaran melalui model cooperative learning tipe snowball throwing merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang difokuskan pada
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Gambaran Sekolah Sebelum peneliti melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terlebih dahulu peneliti melakukan observasi di kelas
