LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP)"

Transkripsi

1 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2015

2 IKHTISAR EKSEKUTIF Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 dimaksudkan untuk untuk menyampaikan capaian kinerja indikator sasaran yang telah ditetapkan selama tahun anggaran 2015 atas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi selain sebagai bahan evaluasi akuntabilitas kinerja. LKIP disusun berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah yang mengatur tentang pelaporan kinerja. Tema pembangunan tahunan daerah Jawa Barat tahun 2015, yaitu: Meningkatkan Kualitas Hasil Pembangunan untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat Jawa Barat Arah kebijakan pembangunan Tahun 2015 memiliki 5 sasaran utama, yaitu : (a) peningkatan kualitas dan daya saing masyarakat Jawa Barat, pelayanan kesehatan bagi semua, kemandirian masyarakat dan pengokohan ketahanan keluarga; (b) memperkuat pembangunan ekonomi perdesaan dan regional, peningkatan kualitas iklim usaha dan investasi, penguatan UMKM dan daya saing usaha; (c) modernisasi pemerintahan dan peningkatan partisipasi publik; (d) peningkatan kualitas infrastruktur strategis Jawa Barat dan mewujudkan Jawa Barat yang nyaman dan melalui pembangunan yang berkelanjutan; (e) mengembangkan seni, budaya, dan pariwisata dalam bingkai kearifan lokal serta memperkuat peran pemuda dan olahraga. Rencana program dan kegiatan tematik sektoral dikelompokkan berdasarkan prioritas pembangunan Jawa Barat dirumuskan kedalam 10 (sepuluh) Common Goals sebagai platform sinergi pusat (Kementerian/Lembaga), daerah dan pemangku kepentingan pembangunan dan Prioritas Pembangunan Kewilayahan Mengacu kepada Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat Tahun , Provinsi Jawa Barat terbagi ke dalam 6 (enam) wilayah pengembangan (WP). Adapun peranan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan pembangunan Jawa Barat tematik sektoral terutama terkait dengan Common i

3 Goals 4 yaitu Meningkatnya Ekonomi Pertanian, dengan sasaran prioritas pembangunan yang terkait bidang industri dan perdagangan adalah pengembangan agribisnis, forestbusiness, marine business dan agro industry. Selain itu, Common Goals 5 yaitu Meningkatkan Ekonomi Non Pertanian dengan sasaran prioritas terkait yaitu pengembangan industri manufaktur dan pengembangan Industri Kreatif dan Wirausahawan muda kreatif. Mempertimbangkan arah dan kebijakan Pemerintah Provinsi, maka visi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun , yaitu terkait dengan misi Kedua Membangun Perekonomian Yang Kokoh dan Berkeadilan dan Misi Ketiga Meningkatkan Kinerja Pemerintahan Melalui Profesionalisme Tata kelola dan Perluasan Partisipasi Publik adalah : Terwujudnya Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat yang Berdaya Saing Tinggi Untuk mewujudkan visi dalam lima tahun ke depan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat berupaya melaksanakan dan mengusahakan misi guna menjawab pertanyaan apa bisnis atau usaha yang dilakukan dalam lima tahun mendatang. Adapun misi tersebut adalah sebagai berikut : 1. Misi pertama, Meningkatkan daya saing industri Jawa Barat. Hal ini untuk menciptakan kemampuan bagi sumber daya industri untuk bersaing di pasar nasional maupun global. 2. Misi kedua, Mendorong peningkatan perdagangan luar negeri. Hal ini untuk meningkatkan nilai dan volume perdagangan dari Jawa Barat ke luar negeri. 3. Misi ketiga, Meningkatkan kelancaran distribusi, pengamanan perdagangan dalam negeri dan Perlindungan Konsumen. Hal ini untuk menciptakan keseimbangan sistem perdagangan dalam negeri di Jawa Barat. 4. Misi keempat, Meningkatkan kinerja sumber daya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat. Hal ini untuk menciptakan kemampuan dalam mengawal pembangunan dan pengembangan industri dan perdagangan Jawa Barat selama 5 (lima) tahun kedepan. Sasaran strategik pembangunan bidang industri dan perdagangan ditetapkan dalam 9 (sasaran) yang meliputi 16 (enam belas) indicator kinerja sebagai alat ukur atas keberhasilan dan kegagalan selama tahun pembangunan Gambaran capaian kinerja sasaran dalam bentuk penilaian kualitatif adalah sebagai berikut : ii

4 1. Meningkatnya perkembangan industri kecil, menengah dan besar mendapat predikat Sedang. 2. Meningkatnya pemanfaatan teknologi dan standarisasi produk, mendapat predikat nilai Sangat baik. 3. Tersedianya tenaga kerja yang kompeten di bidang industri, mendapat predikat nilai Baik. 4. Meningkatnya produk ekspor, eksportir dan terpantaunya produk impor Jawa Barat, mendapat predikat nilai Kurang. 5. Meningkatnya ketersediaan sarana perdagangan dan kemitraan perdagangan, mendapat predikat nilai Baik. 6. Meningkatnya koordinasi pengendalian harga kebutuhan pokok masyarakat serta meningkatnya jaminan kualitas dan kuantitas produk, mendapat predikat nilai Sangat baik. 7. Meningkatnya sarana dan prasarana kerja, mendapat predikat nilai Baik. 8. Meningkatnya sistem pelayanan perencanaan dan pelaporan, dengan predikat nilai Sangat Baik. 9. Meningkatnya kompetensi sumber daya manusia, dengan predikat nilai Sangat Baik. Hasil pengukuran keberhasilan dalam capaian setiap sasaran berdasarkan indicator kinerja sebagai berikut : Misi pertama : Meningkatkan daya saing industri Jawa Barat 1. Sasaran 1 : Meningkatnya perkembangan industri kecil, menengah dan besar, mendapat predikat nilai Baik dengan rata-rata capaian sebesar 88.62%. Terbukti dari hasil pengukuran yang diukur melalui 2 (dua) indikator kinerja dengan 1 (satu) indikator diatas target dan 1 (satu) indikator mendekati target. 2. Sasaran 2 : Meningkatnya pemanfaatan teknologi dan standarisasi produk, mendapat predikat nilai Sangat baik dengan rata-rata capaian sebesar 3.602%. Terbukti dari hasil pengukuran yang diukur melalui 2 (dua) indikator kinerja dengan rincian kedua indikator tersebut di atas target. 3. Sasaran 3 : Tersedianya tenaga kerja yang kompetern di bidang industri, mendapat predikat nilai Baik dengan capaian sebesar 91.4%. Terbukti dari hasil pengukuran yang diukur melalui 1 (satu) indikator kinerja mendekati target. iii

5 Misi kedua : Mendorong peningkatan perdagangan luar negeri 1. Sasaran 1 : Meningkatnya produk ekspor, eksportir dan terpantaunya produk impor Jawa Barat, mendapat predikat nilai Kurang dengan rata-rata capaian sebesar 19.8%. Terbukti dari hasil pengukuran yang diukur melalui 3 (tiga) indikator kinerja dengan rincian 2 (dua) indikator dibawah target dan 1 (satu) indikator tersebut jauh diatas target. Misi ketiga : Meningkatkan kelancaran distribusi, pengamanan perdaganan dalam negeri dan perlindungan konsumen 1. Sasaran 1 : Meningkatnya ketersediaan sarana perdagangan dan kemitraan perdagangan, mendapat predikat nilai Baik dengan rata-rata capaian sebesar 100%. Terbukti dari hasil pengukuran yang diukur melalui 2 (dua) indikator kinerja dengan rincian kedua indikator tersebut yang mencapai target. 2. Sasaran 2 : Meningkatnya koordinasi pengendalian harga kebutuhan pokok masyarakat serta meningkatnya jaminan kualitas dan kuantitas produk, mendapat predikat nilai Sangat Baik dengan rata-rata capaian sebesar 750%. Terbukti dari hasil pengukuran yang diukur melalui 2 (dua) indikator kinerja mencapai target, 1 (satu) indikator mendekati target dan 1 (satu) indikator tersebut jauh diatas target. Misi keempat : Meningkatkan kinerja sumber daya 1. Sasaran 1 : Meningkatnya sarana dan prasarana kerja, mendapat predikat nilai Baik dengan capaian sebesar 100%. Terbukti dari hasil pengukuran yang diukur melalui 1 (satu) indikator kinerja dengan sesuai target. 2. Sasaran 2 : Meningkatnya sistem pelayanan perencanaan dan pelaporan, dengan predikat nilai Sangat Baik dengan capaian sebesar 3.00%. Terbukti dari hasil pengukuran yang diukur melalui 1 (satu) indikator kinerja dengan sesuai target. 3. Sasaran 3 : Meningkatnya kompetensi sumber daya manusia, dengan predikat nilai Sangat Baik dengan capaian sebesar 700%. Terbukti dari hasil pengukuran yang diukur melalui 1 (satu) indikator kinerja jauh diatas target. Apresiasi yang didapatkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat selama Tahun 2015 adalah Penghargaan Gugus Kendali Mutu (GKM), One Village One Product (OVOP) Kategori Bintang 2, One Village One Product (OVOP) Kategori Bintang 4, Pegawai Teladan Peringkat II Fungsional Umum Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pegawai Tenaga Penera Teladan, UKM Pangan Award 2015 Makanan Siap Saji, UKM Pangan Award untuk Minuman dalam kemasan, UKM Pangan Award untuk Makanan iv

6 Ringan / Camilan, Inovasi Pangan Baru, Primaniyarta (KATEGORI EKSPORTIR BERKINERJA) dan Pasar Tertib Ukur. ] v

7 KATA PENGANTAR Seraya memanjatkan Puji dan Syukur ke hadirat Allah SWT, atas limpahan Rakhmat dan Hidayah-Nya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat telah selesai menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah yang mengatur tentang pelaporan kinerja. Selain itu penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 secara umum berpedoman pada aspek-aspek pengelolaan keuangan daerah berpedoman kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006, dan Keputusan Gubernur Jabar Nomor 910/Kep.1269-Org/2014 tanggal 9 September Tahun 2014 tentang Standar Biaya Belanja Daerah Pemerintah Propinsi Jawa Barat Tahun Anggaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 merupakan dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga. Dokumen ini mengungkapkan tingkat pencapaian sasaran dan tujuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat sebagai penjabaran dari Visi, Misi dan Strateji Dinas yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan-kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang ditetapkan. Tujuan penyusunan antara lain untuk, mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai salah satu prasyarat untuk menciptakan Tata Kelola Pemerintahan yang baik dan terpercaya. Disisi lain Laporan ini dimaksudkan pula sebagai bentuk pertanggung jawaban penyelenggaraan pemerintah dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta kewenangan pengelola sumberdaya yang didasarkan pada perencanaan stratejik yang telah ditetapkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat. Pada kesempatan ini kami ucapkan terima kasih kepada pimpinan OPD/ Biro dilingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya lingkup Bidang Ekonomi dan seluruh stakeholder sektor Industri dan Perdagangan di wilayah Provinsi Jawa Barat atas partisipasi dan kerjasamanya dalam berbagai aktivitas pada tahun vi

8 Meskipun disadari masih terdapat kelemahan dalam penyusunan Laporan ini, namun kami telah berupaya semoga dokumen ini dapat memenuhi harapan pihak-pihak yang memiliki hak untuk meminta keterangan dan pertanggungjawaban. Untuk itu, kritik dan saran senantiasa kami harapkan dalam upaya penyempurnaan dan semoga Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 dapat memberikan manfaat bagi yang berkepentingan. Bandung, Februari 2016 KEPALA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN, Dr. HENING WIDIATMOKO, M.A. Pembina Utama Muda NIP vii

9 DAFTAR ISI Halaman IKHTISAR EKSEKUTIF... i KATA PENGANTAR... vi DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR LAMPIRAN... xii BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang... I Maksud dan Tujuan... I Dasar Hukum... I Gambaran Umum... I Tugas Pokok dan Fungsi... I Sumber Daya... I-8 BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1 Rencana Stratejik II Visi dan Misi... II Tujuan, Sasaran dan Indikator sasaran... II Strategi, Kebijakan dan Program... II Rencana Kinerja Tahun II Perjanjian Kinerja Tahun II-8 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 3.1 Capaian Kinerja... III Kerangka Pengukurann Kinerja... III Perbandingan Target dan Realisasi Indikator Kinerja... III Pengkuran Indikator Kinerja... III Evaluasi Capaian Indikator Kinerja... III Evaluasi Program dan Kegiatan yang menunjang capaian kinerja... III Rencana Program dan Kegiatan... III-12 viii

10 3.2 Akuntabilitas Anggaran... III Anggaran dan Realisasi Anggaran... III-15 BAB IV PENUTUP... IV-1 ix

11 DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1. Tabel 2.2. Tabel 3.1. Tabel 3.2. Tabel 3.3. Tabel 3.4. Tabel 3.5. Tabel 3.6. Rencana Kinerja Tahun II-7 Perjanjian Kinerja Tahun II-8 Target dan Realisasi Indikator Kinerja Tahun III-2 Perbandingan Target dan Realisasi Indikator Kinerja Tahun III-4 Capaian Indikator Konerja Tahun III-6 Perbandingan Realisasi Indikator Kinerja Tahun 2015 dan Tahun III-9 Realisasi dan Pencapaian Target Pendapatan Tahun III-15 Pelaksanaan Bantuan Keuangn dan Hibah... III-47 x

12 DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1.1. Bagan struktur organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan... I-8 Gambar 1.2. Grafik berdasarkan pembagian komposisi berdasarkan eselon... I-9 Gambar 1.3. Grafik komposisi berdasarkan usia... I-9 Gambar 1.4. Grafik komposisi berdasarkan jenis kelamin... I-10 Gambar 1.5. Grafik komposisi berdasarkan pendidikan... I-10 Gambar 1.6. Grafik komposisi berdasarkan golongan... I-11 xi

13 DAFTAR LAMPIRAN Perjanjian Kinerja Tahun 2015 Surat Keputusan Tim Penyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2015 Realisasi Belanja Subsidi Kegiatan Operasi Pasar Murah Kebutuhan Pokok Masyarakat (KEPOKMAS) xii

14 BAB.I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Memperhatikan amanat Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Nasional, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah serta Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun , Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dituntut untuk mempertanggungjawabkan pencapaian kinerja sesuai dengan rencana kerja yang ditetapkan dalam rangka pelaksanaan APBD sebagai perwujudan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta kewenangan pengelolaan sumberdaya. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu perangkat Gubernur berkewajiban menyampaikan pertanggungjawaban dalam mengelola berbagai kegiatan pada tahun anggaran Instrumen pertanggungjawaban tersebut berupa Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) yang menggambarkan keberhasilan dan kegagalan kinerja instansi pemerintah / SKPD yang bersangkutan melalui sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Pencapaian kinerja didasarkan kepada perencanaan stratejik yang telah ditetapkan sebelumnya sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Untuk mengetahui seberapa besar penetapan target kinerja dapat dicapai serta kendala-kendala apa yang menghambat pencapaian kinerja perlu dievaluasi sebagai bahan penyempurnaan kebijakan pada tahun mendatang. Dalam perwujudan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dan atas dasar mandat yang telah diberikan oleh Gubernur Jawa Barat kepada Kepala Dinas, disusunlah Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat untuk Tahun Maksud dan Tujuan Maksud penyusunan LKIP Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 adalah untuk menyampaikan capaian kinerja indikator sasaran yang telah ditetapkan selama tahun anggaran Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 I - 1

15 Tujuan penyusunan LKIP Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 untuk memberikan gambaran yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai pencapaian kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat selama Tahun LKIP Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 diharapkan dapat membantu pimpinan dan seluruh jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dalam mencermati berbagai permasalahan sebagai bahan acuan dalam menyusun program di tahun berikutnya. Dengan demikian program di tahun mendatang dapat disusun lebih fokus, efektif, efisien, terukur, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, LKIP Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 diharapkan dapat bermanfaat untuk : 1. mendorong pelaksanaan pembangunan industri dan perdagangan secara baik dan benar berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku; 2. meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat dengan lebih baik melalui masukan dan umpan balik dari seluruh stakeholders; 3. memelihara kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi secara efektif, efisien dan responsif terhadap aspirasi masyarakat Dasar Hukum Penyusunan LKIP Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 mengacu pada : 1. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme; 2. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Nasional; 3. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 4. Undang-undang Nomor 03 Tahun 2014 tentang Perindustrian; 5. Undang-undang Nomor 07 Tahun 2014 tentang Perdagangan; 6. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2015 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; 7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Peraturan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 I - 2

16 Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Mendagri Nomor 13 Tahun 2006; 8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 9. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah; 10. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 10 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat; 11. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 21 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas daerah Provinsi Jawa Barat; 12. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Barat Tahun (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008 Nomor 8 Seri E, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 45) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 24 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2010 Nomor 24 Seri E, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 8; 13. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat Tahun (Lembaran Daerah Tahun 2013 Nomor 25 Seri E); 14. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 22 Tahun 2014 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah TA 2015; 15. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2015; 16. Peraturan Gubernur Provinsi Jabar Nomor 69 Tahun 2009 Tugas Pokok, Fungsi, Rincian Tugas dan Tata Kerja OPD; Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 I - 3

17 17. Peraturan Gubernur Provinsi Jabar Nomor 6 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 113 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Dilingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat; 18. Peraturan Gubernur Provinsi Jawa Barat Nomor 49 Tahun 2010 Tugas Pokok, Fungsi, Rincian Tugas dan Tata Kerja UPTD dilingkungan Disperindag Jabar; 19. Peraturan Gubernur Jabar Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2015; 20. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah TA 2015; 21. Peraturan Gubernur Provinsi Jawa Barat Nomor 93 Tahun 2015 tentang Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2015; 22. Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 910/Kep.1269-Org/2014 tanggal 9 September 2014 tentang Standar Biaya Belanja Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2015; 23. Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat TA 2015; 24. Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat TA 2015; 25. Keputusan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat No. 800/5865/Skrt tahun 2013 Tanggl 28 Juni 2013 tentang Pembentukan Tim Penyusunan Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun ; 26. Keputusan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat No. 800/9586/Skrt tahun 2014 Tanggal 27 November 2014 tentang Penetapan Perubahan Rencana Strategis Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun ; 27. Keputusan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat No. tahun 2015 Tanggal Desember 2015 tentang Penetapan Perubahan Kedua Rencana Strategis Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 I - 4

18 1.4. Gambaran Umum Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu pelaksana teknis Gubernur dalam Pemerintahan Daerah Provinsi Jawa Barat berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat seperti di tetapkan dalam Nomor 21 Tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja dinas daerah Provinsi Jawa Barat telah mengalami sedikit perubahan dimana saat ini tugas pokok dan fungsi Dinas Indag Agro telah diintegrasikan kepada Disperindag Jabar. Dalam struktur organisasi baru berdasarkan Peraturan Daerah tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat mempunyai tugas pokok : Melaksanakan urusan pemerintah daerah bidang perindustrian dan perdagangan berdasarkan asas otonomi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Dalam menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat mempunyai fungsi : 1. Penyelenggaraan perumusan dan penetapan kebijakan teknis bidang perindustrian dan perdagangan meliputi bidang: Industri logam mesin alat transportasi, tekstil dan produk tekstil, telematika dan elektronika, Industri aneka, kerajinan dan kimia, Industri agro, perdagangan dalam negeri, perdagangan luar negeri, promosi dan kerjasama industri dan perdagangan; 2. Penyelenggaraan dan fasilitasi pengendalian dan pengawasan perindustrian dan perdagangan meliputi Industri logam mesin alat transportasi,tekstil dan produk tekstil, telematika dan elektronika, Industri aneka, kerajinan dan kimia, Industri agro, perdagangan dalam negeri, perdagangan luar negeri, promosi dan kerjasama industri dan perdagangan; 3. Penyelenggaraan koordinasi dan kerjasama dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dinas; Untuk melaksanakan Tugas Pokok dan fungsi tersebut, struktur organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat adalah sebagai berikut: 1. Kepala Dinas 2. Sekretariat, membawahkan : 1) Subag Perencanaan dan Program 2) Subag Keuangan 3) Subag Kepegawaian dan Umum Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 I - 5

19 3. Bidang ILMATTATEL (Industri Logam, Mesin, Tekstil dan produk Tekstil, Alat Transportasi, Telematika dan Elektronika), membawahi: 1) Seksi Industri Logam dan Mesin 2) Seksi Industri Alat Transportasi, Telematika dan Elektronika 3) Seksi Industri Tekstil dan Produk Tekstil 4. Bidang IAKK (Industri Aneka, Kerajinan dan Kimia). Pada pelaksanaan Tugas pokok dan Fungsinya, membawahi: 1) Seksi Aneka Industri 2) Seksi Industri Kerajinan 3) Seksi Industri Kimia 5. Bidang Industri Agro. Bidang ini sebagai salah satu bidang baru pada struktur organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, membawahi: 1) Seksi Industri Makanan 2) Seksi Industri Minuman dan Tembakau 3) Seksi Industri Hasil hutan dan Perkebunan 6. Bidang Perdagangan Dalam Negeri, membawahi: 1) Seksi Bina Pasar 2) Seksi Bina Usaha dan Sarana Perdagangan 3) Seksi Perlindungan Konsumen dan Pengawasan 7. Bidang Perdagangan Luar Negeri, membawahi: 1) Seksi Ekspor Hasil Industri dan Pertambangan 2) Seksi Impor 3) Seksi Ekspor Hasil Pertanian Perkebunan dan Kehutanan 8. Bidang Promosi, Kerjasama Industri dan Perdagangan, membawahi : 1) Seksi Promosi Ekspor 2) Seksi Kerjasama Dagang 3) Seksi Kerjasama Industri 9. Balai Pengembangan Perindustrian, membawahi : 1) Subbag Tata Usaha 2) Seksi Pengembangan Teknologi 3) Seksi Pengembangan Usaha 10. Balai Kemetrologian Bandung, membawahi : 1) Subbag Tata Usaha Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 I - 6

20 2) Seksi Teknis 3) Seksi Standarisasi Ukuran dan Laboratorium 11. Balai Kemetrologian Tasikmalaya, membawahi : 1) Subbag Tata Usaha 2) Seksi Teknis 3) Seksi Standarisasi Ukuran dan Laboratorium 12. Balai Kemetrologian Cirebon, membawahi : 1) Subbag Tata Usaha 2) Seksi Teknis 3) Seksi Standarisasi Ukuran dan Laboratorium 13. Balai Kemetrologian Bogor, membawahi : 1) Subbag Tata Usaha 2) Seksi Teknis 3) Seksi Standarisasi Ukuran dan Laboratorium 14. Balai Kemetrologian Karawang, membawahi : 1) Subbag Tata Usaha 2) Seksi Teknis 3) Seksi Standarisasi Ukuran dan Laboratorium Berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi Jabar Nomor 6 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 113 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas di Lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, saat ini telah ada 6 (enam) UPTD yang melayani masyarakat di bidang Industri dan Perdagangan. Pada industri, terdapat Balai Pengembangan Perindustrian yang memiliki 9 (sembilan) sub unit pelayanan IKM dari berbagai komoditi dan tersebar lokasinya di Jawa Barat. Pada layanan kemetrologian, terdapat Balai Kemetrologian yang dibagi atas 5 (lima) wilayah yaitu Balai Kemetrologian Bandung, Balai Kemetrologian Bogor, Balai Kemetrologian Karawang, Balai Kemetrologian Cirebon dan Balai Kemetrologian Tasikmalaya. Ke-6 UPTD tersebut, selain telah memberikan pelayanan kepada masyarakat juga telah memberikan kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Barat dari sektor Industri dan Perdagangan. Berikut ini adalah selengkapnya Bagan Struktur Organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 I - 7

21 Gambar 1.1. Bagan Struktur Organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat (Sumber : Disperindag Provinsi Jawa Barat, 2013) Sumber Daya Dalam penyelenggaraan Tugas Pokok dan Fungsinya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat memiliki sumber daya baik itu sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana kerja. Gambaran umum potensi sumber daya manusia dapat digambarkan berdasarkan komposisi pembagian berdasarkan kelengkapan eselonisasi, komposisi berdasarkan kriteria tertentu seperti usia, pendidikan, golongan, jenis kelamin sampai dengan agama yang dianut oleh PNSD di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, sebagai berikut : Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 I - 8

22 Gambar 1.2. Grafik berdasarkan pembagian komposisi berdasarkan eselon (Sumber : Sistem Informasi Kepegawaian, 2015) Gambar 1.3. Grafik komposisi berdasarkan usia (Sumber : Sistem Informasi Kepegawaian, 2015) Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 I - 9

23 Gambar 1.4. Grafik komposisi berdasarkan jenis kelamin (Sumber : Sistem Informasi Kepegawaian, 2015) Gambar 1.5. Grafik komposisi berdasarkan pendidikan (Sumber : Sistem Informasi Kepegawaian, 2015) Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 I - 10

24 Gambar 1.6. Grafik komposisi berdasarkan golongan (Sumber : Sistem Informasi Kepegawaian, 2015) Selain dari sumber daya manusia, Dinas Perindustrian dan Perdangan Provinsi Jawa Barat juga memiliki asset/modal berupa tanah, gedung kantor, kendaraan bermotor roda 4 dan 2 serta sarana dan prasarana kerja untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 I - 11

25 BAB.II PERENCANAAN KINERJA 2.1 Rencana Strategis Tahun Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun berupaya mendorong dan mewujudkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Barat tahap ketiga, yaitu tahap memantapkan pembangunan secara menyeluruh dalam rangka penyiapan kemandirian masyarakat Jawa Barat di bidang ekonomi, utamanya bidang industri dan perdagangan Visi dan Misi Sesuai dengan RPJPD Provinsi Jawa Barat visi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun , maka Visi Dinas Perindustrian dan Perdagangan sesuai dengan RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun , yaitu terkait dengan misi Kedua Membangun Perekonomian Yang Kokoh dan Berkeadilan dan Misi Ketiga Meningkatkan Kinerja Pemerintahan Melalui Profesionalisme Tata kelola dan Perluasan Partisipasi Publik adalah : Terwujudnya Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat yang Berdaya Saing Tinggi Berdaya saing : kemampuan bersaing masa lalu, masa kini dan masa mendatang untuk dapat tumbuh (berkembang) dengan kemampuan tinggi di antara persaingan industri dan perdagangan untuk menjadi lebih unggul. Mewujudkan daya saing : lebih memusatkan perhatian untuk merebut pasar dengan harga yang lebih bersaing melalui efisiensi biaya produksi; memanfaatkan kekhasan model atau kualitas terbaik yang tidak terdapat pada pihak lain lain sehingga menarik pembeli; memusatkan perhatian (fokus) pada segmen pasar tertentu dan dengan menggunakan kombinasi dari kemamuan yang dimiliki. Untuk mewujudkan visi dalam lima tahun ke depan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat berupaya melaksanakan dan mengusahakan misi guna menjawab pertanyaan apa bisnis atau usaha yang dilakukan dalam lima tahun mendatang. Adapun misi tersebut adalah sebagai berikut : Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 II - 1

26 1. Misi pertama, Meningkatkan daya saing industri Jawa Barat. Hal ini untuk menciptakan kemampuan bagi sumber daya industri untuk bersaing di pasar nasional maupun global. 2. Misi kedua, Mendorong peningkatan perdagangan luar negeri. Hal ini untuk meningkatkan nilai dan volume perdagangan dari Jawa Barat ke luar negeri. 3. Misi ketiga, Meningkatkan kelancaran distribusi, pengamanan perdagangan dalam negeri dan Perlindungan Konsumen. Hal ini untuk menciptakan keseimbangan sistem perdagangan dalam negeri di Jawa Barat. 4. Misi keempat, Meningkatkan kinerja sumber daya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat. Hal ini untuk menciptakan kemampuan dalam mengawal pembangunan dan pengembangan industri dan perdagangan Jawa Barat selama 5 (lima) tahun kedepan Tujuan, Sasaran dan Indikator Sasaran Perwujudan visi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dilakukan melalui pelaksanaan misi yang telah ditetapkan sesuai dengan tupoksi Dinas. Untuk itu perlu adanya kerangka yang jelas pada setiap misi dioperasionalkan kedalam tujuan dan sasaran yang hendak dicapai yang akan memberikan arahan bagi pelaksanaan misi dimaksud. Tujuan dan sasaran pada pelaksanaan masing-masing misi diuraikan sebagai berikut : Misi : Meningkatkan daya saing industri Jawa Barat pertama Tujuan : Berkembangnya industri Jawa Barat Sasaran : 1. Meningkatnya perkembangan industri kecil, menengah dan besar. 2. Meningkatnya pemanfaatan teknologi dan standarisasi produksi. 3. Tersedianya tenaga kerja yang kompeten di bidang industri. Indikator dan Target : Indikator Pertumbuhan Industri Manufaktur pada PDRB Jawa Barat Kondisi Awal (2013) Triliun Rupiah Peningkatan Jumlah unit usaha IKM Unit Usaha Target Kinerja Triliun Rupiah Triliun Rupiah Triliun Rupiah Triliun Rupiah Triliun Rupiah Peningkatan Nilai Produksi IKM % 10% 15% 20% 25% Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 II - 2

27 Juta Rupiah Peningkatan Jumlah SDM IKM yang bersertifikat 500 Org 1500 Org 2500 Org 3000 Org 3500 Org 4000 Org Peningkatan Jumlah wirausaha baru WUB Misi kedua Tujuan : Mendorong peningkatan perdagangan luar negeri : Mengembangkan kinerja ekspor dan pengendalian impor Sasaran Indikator dan Target : : Meningkatnya produk ekspor non migas, eksportir dan terpantaunya produk impor Jawa Barat Indikator Peningkatan Nilai Ekspor Non Migas Jawa Barat per tahun Kondisi Awal (2013) 25,82 Milyar US$ Eksportir Peningkatan Jumlah eksportir Jawa Barat per tahun Penurunan Nilai Impor Jawa Barat 12,23 Milyar US$ Target Kinerja % 2% 3% 3% 4% % 2% 2,5% 2,5% 3% Misi ketiga : Meningkatkan Kelancaran Distribusi, Pengamanan Perdagangan Dalam Negeri dan Perlindungan Konsumen. Tujuan : Meningkatkan efisiensi dan efektivitas distribusi, pengamanan perdagangan dalam negeri dan perlindungan konsumen Sasaran : 1. Meningkatnya ketersediaan sarana perdagangan dan kemitraan perdagangan 2. Meningkatnya koordinasi pengendalian harga kebutuhan pokok masyarakat serta meningkatnya jaminan kualitas dan kuantitas produk Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 II - 3

28 Indikator dan Target : Indikator Kondisi Awal (2013) Target Kinerja Jumlah revitalisasi pasar tradisional 12 Unit 15 Unit 20 Unit 25 Unit 30 Unit 35 Unit Jumlah kerjasama perdagangan 5 Buah 5 Buah 5 Buah 5 Buah 5 Buah 5 Buah Terkendalinya inflasi Jawa Barat 9.15 % Inflasi Jawa Barat < Inflasi Nasional Jumlah UTTP dan BDKT UTTP : buah BDKT : buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah Buah Peningkatan Cakupan Pengawasan Barang Beredar Misi keempat : Meningkatkan kinerja sumber daya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat. Tujuan : Meningkatkan kualitas kinerja organisasi dan sumber daya manusia Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Sasaran : 1. Meningkatnya sarana dan prasarana kerja Indikator dan Target : 2. Meningkatnya sistem pelayanan perencanaan dan pelaporan 3. Meningkatnya kompetensi sumber daya manusia Kondisi Target Kinerja Indikator Awal (2013) Ketersediaan sarana dan prasarana 47,97 % 50 % 55 % 60 % 65 % 70 % kerja minimal Tingkat keterlambatan pelaporan 5% 4% 3% 2% 1% 0% Tingkat keikutsertaan pelatihan PNS 25 PNS 25 PNS 25 PNS 25 PNS 25 PNS teknis Strategi, Kebijakan dan Program Sesuai tujuan dan sasaran yang hendak dicapai yang akan, berikut ini adalah strategi, kebijakan dan program pada pelaksanaan masing-masing misi diuraikan sebagai berikut : Misi pertama Strategi : Meningkatkan daya saing industri Jawa Barat 1. Peningkatan daya saing industri unggulan (industri kreatif, industri telematika, industri agro, industri tekstil dan produk tekstil, industri komponen otomotif serta industri alas kaki). Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 II - 4

29 2. Peningkatan unit usaha industri kecil dan menengah serta kemitraan antar industri. 3. Peningkatan kompetensi tenaga kerja di bidang industri yang berdaya saing tinggi 4. Mendorong pemanfaatan kapabilitas dan potensi alam Jawa Barat sebagai bahan baku industri IKM. Kebijakan : 1. Memfasilitasi peningkatan kualitas produk unggulan dan kualitas industri unggulan (industri kreatif, industri telematika, industri agro, industri tekstil dan produk tekstil, industri komponen otomotif serta industri alas kaki). 2. Memfasilitasi peningkatan unit usaha industri kecil menengah dan kemitraan antar industri. Program : 1. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah 2. Program Penataan Struktur dan Peningkatan Kemampuan Teknologi. 3. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Misi kedua : Mendorong peningkatan perdagangan luar negeri Strategi : 1. Penumbuhan perdagangan ekspor dan pengembangan pasar luar negeri. 2. Peningkatan pemantauan terhadap produk impor Jawa Barat. Kebijakan : Mendorong dan memfasilitasi perdagangan luar negeri, promosi dagang dan pengembangan pasar luar negeri. Program : Program peningkatan dan pengembangan ekspor Misi ketiga Strategi : Meningkatkan Kelancaran Distribusi, Pengamanan Perdagangan Dalam Negeri dan Perlindungan Konsumen. : 1. Peningkatan distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat dan barang strategis serta sistem distribusi barang yang efektif dan efisien. 2. Penggunaan produk dalam negeri, peningkatan pengembangan dan perlindungan sarana dan prasarana perdagangan 3. Peningkatan pengawasan barang beredar dan jasa serta perlindungan terhadap konsumen. 4. Peningkatan tertib usaha dan tertib ukur, takar, timbang dan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 II - 5

30 perlengkapannya (UTTP) serta tertib barang dalam keadaan terbungkus (BDKT). Kebijakan : 1. Mewujudkan pasar tradisional yang sehat dan bersih melalui revitalisasi pasar 2. Peningkatan distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat dan barang strategis serta menata distribusi barang yang efektif dan efisien 3. Penggunaan produk dalam negeri, peningkatan pengembangan dan perlindungan sarana dan prasarana perdagangan 4. Peningkatan pengawasan barang beredar dan jasa serta perlindungan terhadap konsumen dan produsen 5. Peningkatan tertib usaha dan tertib ukur/takar/ timbang dan perlengkapannya 6. Pembangunan Pusat-Pusat Perdagangan kluster Komoditi Unggulan dan Pusat Logistik berbasis Kewilayahan. Program : 1. Program pengembangan sistem perdagangan dalam negeri; 2. Program perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan. Misi keempat : Meningkatkan kinerja sumber daya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat. Strategi : 1. Peningkatan sarana dan prasarana kerja dasar 2. Peningkatan pelayanan perencanaan dan ketepatan waktu pelaporan 3. Peningkatan pelatihan teknis sumber daya manusia Kebijakan : Mendorong terciptanya kinerja yang tinggi pada sumber daya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat. Program : 1. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur 2. Program pelayanan administrasi perkantoran 3. Program pemeliharaan sarana dan prasarana aparatur 4. Program pengembangan data/informasi/statistik daerah 5. Program perencanaan, pengendalian dan pengawasan pembangunan 6. Program peningkatan dan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan 7. Program peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur 8. Program pembinaan dan pengembangan aparatur Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 II - 6

31 2.2 Rencana Kinerja Tahun 2015 Rencana Kinerja merupakan tahap awal proses penetapan kegiatan tahunan dan indikator kinerja berdasarkan program, kebijakan dan sasaran sesuai dalam dokumen Rencana Strategis. Rencana Kinerja merupakan pedoman bagi penyusunan dan kebijakan anggaran, serta merupakan komitmen bagi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat untuk mencapainya dalam tahun tertentu. Rencana Kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 sesuai masing-masing misi adalah sebagaimana Tabel 2.1. Tabel 2.1. Rencana Kinerja Tahun 2015 No Indikator Kinerja Satuan Target Misi Pertama : Meningkatkan daya saing industri Jawa Barat Sasaran ke-1 : Meningkatnya perkembangan industri kecil, menengah dan besar 1 Peningkatan Jumlah unit usaha IKM Unit usaha Peningkatan Jumlah wirausaha baru Orang 6000 Sasaran ke-2 : Meningkatnya pemanfaatan teknologi dan standarisasi produk 1 Pertumbuhan Industri Manufaktur Triliun Rupiah pada PDRB Jawa Barat 2 Peningkatan Nilai Produksi IKM % 10 Sasaran ke-3 : Tersedianya tenaga kerja yang kompetern di bidang industri 1 Peningkatan Jumlah SDM IKM yang bersertifikat 0rang 2500 Misi Kedua : Meningkatkan daya saing industri Jawa Barat Sasaran : Meningkatnya produk ekspor non migas, eksportir dan terpantaunya produk impor Jawa Barat 1 Peningkatan Nilai Ekspor Non Migas % 2 Jawa Barat per tahun 2 Peningkatan Jumlah eksportir Jawa Eksportir 100 Barat per tahun 3 Penurunan Nilai Impor Jawa Barat % 2 Misi Ketiga : Meningkatkan Kelancaran Distribusi, Pengamanan Perdagangan Dalam Negeri dan Perlindungan Konsumen Sasaran ke-1 : Meningkatnya ketersediaan sarana perdagangan dan kemitraan perdagangan 1 Jumlah revitalisasi pasar tradisional Unit 20 2 Jumlah kerjasama perdagangan Buah 10 Sasaran ke-2 : Meningkatnya koordinasi pengendalian harga kebutuhan pokok masyarakat serta meningkatnya jaminan kualitas dan kuantitas produk Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 II - 7

32 No Indikator Kinerja Satuan Target 1 Terkendalinya inflasi Jawa Barat % < inflasi nasional 2 Jumlah UTTP dan BDKT Buah Buah Misi Keempat: Meningkatkan kinerja sumber daya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Sasaran ke-1 : Meningkatnya sarana dan prasarana kerja 1 Ketersediaan sarana dan prasarana kerja minimal % 70 Sasaran ke-2 : Meningkatnya sistem pelayanan perencanaan dan pelaporan 1 Tingkat keterlambatan pelaporan % 3 Sasaran ke-3 : Meningkatnya kompetensi sumber daya manusia 1 Tingkat keikutsertaan pelatihan Orang PNS 55 teknis 2.3 Perjanjian Kinerja Tahun 2015 Pada Tahun 2015, perjanjian kinerja dituangkan dalam Penetapan Kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan rincian sasaran strategis, indikator kinerja, target, program/kegiatan dan anggaran sebagaimana Tabel 2.2. Tabel 2.2. Perjanjian Kinerja Tahun 2015 Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Meningkatnya perkembangan industri 1. Pertumbuhan Industri Triliun Rupiah kecil, menengah dan besar. Manufaktur pada PDRB Jawa Barat 2. Peningkatan Jumlah unit usaha IKM Meningkatnya pemanfaatan teknologi dan standarisasi produksi Peningkatan Nilai Produksi IKM 10% Tersedianya tenaga kerja yang kompeten di bidang industri 1. Peningkatan Jumlah wirausaha baru Peningkatan Jumlah SDM IKM yang bersertifikat 2500 Orang Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 II - 8

33 Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Meningkatnya produk ekspor non migas, eksportir dan terpantaunya produk impor Jawa Barat 1. Peningkatan Nilai Ekspor Non Migas Jawa Barat per tahun 2% Meningkatnya ketersediaan sarana perdagangan dan kemitraan perdagangan 2. Peningkatan Jumlah eksportir Jawa Barat per tahun 3. Penurunan Nilai Impor Jawa Barat 1. Jumlah pasar yang ditingkatkan kondisinya 2. Jumlah kerjasama perdagangan 100 2% 20 Unit 10 Buah Meningkatnya koordinasi pengendalian harga kebutuhan pokok masyarakat serta meningkatnya jaminan kualitas dan kuantitas produk 1. Terkendalinya inflasi Jawa Barat Inflasi Jawa Barat < Inflasi Nasional 2. Jumlah UTTP dan BDKT UTTP : buah BDKT : buah 3. Peningkatan cakupan pengawasan barang beredar 1% Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 II - 9

34 BAB. III Akuntabilitas Kinerja Akuntabilitas kinerja merupakan perwujudan dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dalam mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan kinerja pelayanan sesuai dengan Rencana Strategis Tahun Keberhasilan/kegagalan diukur berdasarkan pencapaian indikator sasaran terhadap masing-masing sasaran strategik, tujuan dari setiap misi Capaian Kinerja Kerangka Pengukuran Kinerja Pengukuran Kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan maupun kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat. Pengukuran kinerja merupakan hasil penilaian yang sistimatik dan didasarkan pada kelompok indikator kinerja yang ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja. Pengukuran ini dilakukan dengan memanfaatkan data kinerja yang diperoleh dari dua sumber yakni (a) data internal Dinas dan (b) data eksternal berasal dari luar instansi baik primer maupun sekunder. Untuk mengukur pencapaian indikator sasaran pada Tahun 2015, terlebih dahulu diinventarisir hasil pelaksanaan kegiatan untuk kemudian dilakukan analisa serta pembobotan terhadap hasil analisanya. Pengukuran kinerja dilakukan dengan cara : 1. membandingkan realisasi kinerja dengan target sasaran kinerja yang dicantumkan dalam dokumen Perjanjian Kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2015; 2. membandingkan realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu; 3. membandingkan realisasi kinerja program sampai dengan tahun berjalan dengan target sasaran kinerja 5 (lima) tahunan yang direncanakan dalam Rencana Strategis SKPD. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 1

35 Analisa pencapaian pelaksanaan kinerja dan pemberian bobot pada hasil analisa kinerja yang telah dilakukan. Penghitungan persentase pencapaian rencana tingkat capaian perlu memperhatikan karakteristik komponen realisasi dalam kondisi : 1. semakin tinggi realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin baik maka digunakan rumus : % Pencapaian = Realisasi x 100 % Kinerja Rencana 2. semakin tinggi Realisasi menunjukkan semakin rendah pencapaian kinerja maka digunakan rumus : % Pencapaian = Realisasi ( Realisasi - Rencana) x 100 % Kinerja Rencana Pemaknaan dari capaian nilai kinerja ini terbagi atas kualifikasi sebagai berikut : Persentase : > 100 Sangat baik Baik Sedang < 55 Kurang Perbandingan Target dan Realisasi Indikator Kinerja Pengukuran terhadap indikator kinerja sasaran strategik pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat selama tahun diperoleh dengan rincian sebagaimana Tabel 3.1. Tabel 3.1. Target dan Realisasi Indikator Kinerja Tahun No Indikator Kinerja Sat Tahun 2014 Tahun 2015 Target Realisasi Target Realisasi Misi Pertama : Meningkatkan daya saing industri Jawa Barat Sasaran ke-1 : Meningkatnya perkembangan industri kecil, menengah dan besar 1 Peningkatan Jumlah unit usaha Unit IKM usaha 2 Peningkatan Jumlah wirausaha baru Orang Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 2

36 No Indikator Kinerja Sat Tahun 2014 Tahun 2015 Target Realisasi Target Realisasi Sasaran ke-2 : Meningkatnya pemanfaatan teknologi dan standarisasi produk 1 Pertumbuhan Industri Manufaktur pada PDRB Jawa Barat Triliun Rupiah Peningkatan Nilai Produksi IKM % 5 712, Sasaran ke-3 : Tersedianya tenaga kerja yang kompetern di bidang industri 1 Peningkatan Jumlah SDM IKM 0rang yang bersertifikat Misi Kedua Sasaran : Mendorong peningkatan perdagangan luar negeri : Meningkatnya produk ekspor non migas, eksportir dan terpantaunya produk impor Jawa Barat 1 Peningkatan Nilai Ekspor Non % 2 1,92 2 (3,27) Migas Jawa Barat per tahun 2 Peningkatan Jumlah eksportir Jawa Barat per tahun Ekspor tir Penurunan Nilai Impor Jawa % 2 2, Barat Misi Ketiga : Meningkatkan Kelancaran Distribusi, Pengamanan Perdagangan Dalam Negeri dan Perlindungan Konsumen Sasaran ke-1 : Meningkatnya ketersediaan sarana perdagangan dan kemitraan perdagangan 1 Jumlah revitalisasi pasar Unit tradisional 2 Jumlah kerjasama Buah perdagangan Sasaran ke-2 : Meningkatnya koordinasi pengendalian harga kebutuhan pokok masyarakat serta meningkatnya jaminan kualitas dan kuantitas produk 1 Terkendalinya inflasi Jawa % < inflasi 7,14 < inflasi 0,79 Barat nasional nasional 2 Jumlah UTTP dan BDKT Buah Buah Peningkatan cakupan % pengawasan barang beredar Misi Keempat: Meningkatkan kinerja sumber daya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 3

37 No Indikator Kinerja Sat Tahun 2014 Tahun 2015 Target Realisasi Target Realisasi Sasaran ke-1 : Meningkatnya sarana dan prasarana kerja 1 Ketersediaan sarana dan % prasarana kerja minimal Sasaran ke-2 : Meningkatnya sistem pelayanan perencanaan dan pelaporan 1 Tingkat keterlambatan % pelaporan Sasaran ke-3 : Meningkatnya kompetensi sumber daya manusia 1 Tingkat keikutsertaan Orang pelatihan teknis PNS Pengukuran Indikator Kinerja Indikator kinerja merupakan alat ukur keberhasilan/kegagalan yang dicapai dari pelaksanaan program dan kegiatan yang direncanakan. Tabel 3.2 memperlihatkan perbandingan target dan realisasi indikator kinerja dari sasaran strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun Tabel 3.2. Perbandingan Target dan Realisasi Indikator Kinerja Tahun 2015 No Indikator Kinerja Sat Tahun 2015 Capaian Kinerja Target Realisasi (%) Misi Pertama : Meningkatkan daya saing industri Jawa Barat Sasaran ke-1 : Meningkatnya perkembangan industri kecil, menengah dan besar 1 Peningkatan Jumlah unit usaha IKM 2 Peningkatan Jumlah wirausaha baru Unit usaha Kategori 202, , Sangat baik Orang 6,000 4, Sedang Sasaran ke-2 : Meningkatnya pemanfaatan teknologi dan standarisasi produk 1 Pertumbuhan Industri Manufaktur pada PDRB Jawa Barat Triliun Rupiah Baik 2 Peningkatan Nilai Produksi IKM % ,110 Sangat Sasaran ke-3 : Tersedianya tenaga kerja yang kompetern di bidang industri 1 Peningkatan Jumlah SDM IKM 0rang 2, ,4 Baik baik Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 4

38 No Indikator Kinerja Sat Tahun 2015 Capaian Kinerja Target Realisasi (%) yang bersertifikat Misi Kedua Sasaran Jawa Barat : Mendorong peningkatan perdagangan luar negeri Kategori : Meningkatnya produk ekspor non migas, eksportir dan terpantaunya produk impor 1 Peningkatan Nilai Ekspor Non Migas Jawa Barat per tahun 2 Peningkatan Jumlah eksportir Jawa Barat per tahun 3 Penurunan Nilai Impor Jawa Barat Misi Ketiga % 2 (3,27) (163.5) Kurang Ekspor tir Sangat baik % Kurang : Meningkatkan Kelancaran Distribusi, Pengamanan Perdagangan Dalam Negeri dan Perlindungan Konsumen Sasaran ke-1 : Meningkatnya ketersediaan sarana perdagangan dan kemitraan perdagangan 1 Jumlah revitalisasi pasar tradisional 2 Jumlah kerjasama perdagangan Sasaran ke-2 Unit Baik Buah Baik : Meningkatnya koordinasi pengendalian harga kebutuhan pokok masyarakat serta meningkatnya jaminan kualitas dan kuantitas produk 1 Terkendalinya inflasi Jawa Barat % < inflasi nasional Baik 2 Jumlah UTTP dan BDKT Buah 6,304,890 4,341, Sedang 3 Peningkatan cakupan pengawasan barang beredar Buah 1,582 1, Baik % ,747 Sangat Misi Keempat: Meningkatkan kinerja sumber daya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Sasaran ke-1 : Meningkatnya sarana dan prasarana kerja 1 Ketersediaan sarana dan prasarana kerja minimal baik % Baik Sasaran ke-2 : Meningkatnya sistem pelayanan perencanaan dan pelaporan 1 Tingkat keterlambatan pelaporan Sasaran ke-3 : Meningkatnya kompetensi sumber daya manusia % 3 0 3,000 Sangat baik Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 5

39 No Indikator Kinerja Sat Tahun 2015 Capaian Kategori Target Realisasi Kinerja (%) 1 Tingkat keikutsertaan Orang Sangat pelatihan teknis PNS baik Evaluasi Capaian Indikator Kinerja Keberhasilan pencapaian misi berdasarkan sasaran dapat dilihat pada Tabel 3.3. Tabel 3.3. Capaian Indikator Kinerja Tahun 2015 Misi/Sasaran Misi Pertama Sasaran ke-1 Sasaran ke-2 Sasaran ke-3 Uraian Meningkatkan daya saing industri Jawa Barat Dalam upaya meningkatkan perkembangan industri kecil, menengah dan besar diarahkan pada peningkatan jumlah unit usaha IKM dan peningkatan jumlah wirausaha baru. Capaian kinerja peningkatan jumlah unit usaha IKM sebesar % dengan kategori Sangat baik. Adapun capaian kinerja jumlah wirausaha baru sebesar 77% dengan kategori Sedang. Pencapaian tersebut dilaksanakan melalui program : 1. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah; 2. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Dalam upaya meningkatkan pemanfaatan teknologi dan standarisasi produk diarahkan pada pertumbuhan Industri Manufaktur pada PDRB Jawa Barat dan peningkatan Nilai Produksi IKM. Capaian kinerja pertumbuhan Industri Manufaktur pada PDRB Jawa Barat sebesar 94.54% dengan kategori Baik. Sementara capaian kinerja peningkatan Nilai Produksi IKM sebesar 7,100% dengan kategori Sangat Baik. Pencapaian tersebut dilaksanakan melalui program : 1. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah; 2. Penataan Struktur dan Peningkatan Kemampuan Teknologi. Dalam upaya penyediaan tenaga kerja yang kompetern di bidang industri diarahkan pada peningkatan Jumlah SDM IKM yang Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 6

40 Misi/Sasaran Misi kedua Sasaran ke-1 Misi ketiga Sasaran ke-1 Uraian bersertifikat. Capaian kinerja peningkatan Jumlah SDM IKM yang bersertifikat sebesar 91,4% dengan kategori Baik. Pencapaian tersebut dilaksanakan melalui program : 1. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah; 2. Program Penataan Struktur dan Peningkatan Kemampuan Teknologi. Mendorong peningkatan perdagangan luar negeri Dalam upaya meningkatkan produk ekspor non migas, eksportir dan terpantaunya produk impor Jawa Barat diarahkan pada Peningkatan Nilai Ekspor Non Migas Jawa Barat per tahun, Peningkatan Jumlah eksportir Jawa Barat per tahun dan Penurunan Nilai Impor Jawa Barat. Capaian kinerja Peningkatan Nilai Ekspor Non Migas Jawa Barat per tahun sebesar (163.5)% dengan kategori Kurang. Sementara untuk capaian kinerja Peningkatan Jumlah eksportir Jawa Barat per tahun dan Penurunan Nilai Impor Jawa Barat masing-masing sebesar 173% dengan kategori Sangat baik dan 50% dengan kategori Kurang. Pencapaian tersebut dilaksanakan melalui Program peningkatan dan pengembangan ekspor. Meningkatkan Kelancaran Distribusi, Pengamanan Perdagangan Dalam Negeri dan Perlindungan Konsumen Dalam upaya meningkatkan ketersediaan sarana perdagangan dan kemitraan perdagangan diarahkan pada Jumlah revitalisasi pasar tradisional dan Jumlah Kerjasama Perdagangan. Capaian kinerja jumlah revitalisasi pasar tradisional sebesar 100% dengan kategori Baik. Sementara capaian kinerja jumlah kerjasama perdagangan sebesar 15% dengan kategori Baik. Pencapaian tersebut dilaksanakan melalui Program pengembangan sistem perdagangan dalam negeri. Sasaran ke-2 Meningkatnya koordinasi pengendalian harga kebutuhan pokok masyarakat serta meningkatnya jaminan kualitas dan kuantitas produk diarahkan pada Terkendalinya inflasi Jawa Barat dan Jumlah UTTP dan BDKT. Capaian kinerja terkendalinya inflasi Jawa Barat sebesar 100% dengan kategori Baik. Capaian kinerja Jumlah UTTP dan BDKT Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 7

41 Misi/Sasaran Misi keempat Sasaran ke-1 Sasaran ke-2 Sasaran ke-3 Uraian sebesar 76.63% dengan kategori Sedang. Capaian kinerja Peningkatan cakupan pengawasan barang beredar sebesar 27.87% dengan kategori Sangat Baik. Pencapaian tersebut dilaksanakan melalui Program pengembangan sistem perdagangan dalam negeri dan Program perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan. Meningkatkan kinerja sumber daya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Dalam upaya meningkatkan sarana dan prasarana kerja diarahkan pada penyediaan sarana dan prasarana kerja minimal. Capaian kinerja penyediaan sarana dan prasaran kerja minimal sebesar 100% dengan kategori Baik. Pencapaian tersebut dilaksanakan melalui program : 1. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur 2. Program pelayanan administrasi perkantoran 3. Program pemeliharaan sarana dan prasarana aparatur Dalam upaya meningkatkan sistem pelayanan perencanaan dan pelaporan diarahkan pada Tingkat keterlambatan pelaporan. Capaian kinerja Tingkat keterlambatan pelaporan sebesar 3000% dengan kategori Sangat Baik. Pencapaian tersebut dilaksanakan melalui program : 1. Program pengembangan data/informasi/statistik daerah 2. Program perencanaan, pengendalian dan pengawasan pembangunan 3. Program peningkatan dan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan Dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia diarahkan pada Tingkat keikutsertaan pelatihan teknis. Capaian kinerja Tingkat keterlambatan pelaporan sebesar 700% dengan kategori Sangat Baik. Pencapaian tersebut dilaksanakan melalui program : 1. Program peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur 2. Program pembinaan dan pengembangan aparatur Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 8

42 Pencapaian kinerja berdasarkan sasaran strategis pada masing-masing misi selama tahun 2015 apabila dibandingkan dengan realisasi indikator kinerja Tahun 2014 dapat dilihat pada Tabel 3.4. Tabel 3.4. Perbandingan Realisasi Indikator Kinerja Tahun 2015 dan Tahun 2014 No Indikator Kinerja Sat Tahun Tahun Capaian Kinerja (%) Realisasi Realisasi Misi Pertama : Meningkatkan daya saing industri Jawa Barat Sasaran ke-1 : Meningkatnya perkembangan industri kecil, menengah dan besar 1 Peningkatan Jumlah unit Unit usaha IKM usaha 2 Peningkatan Jumlah wirausaha baru Orang Sasaran ke-2 : Meningkatnya pemanfaatan teknologi dan standarisasi produk 1 Pertumbuhan Industri Triliun Manufaktur pada PDRB Jawa Barat Rupiah 2 Peningkatan Nilai Produksi IKM % 712,36 711, Sasaran ke-3 : Tersedianya tenaga kerja yang kompetern di bidang industri 1 Peningkatan Jumlah SDM IKM yang bersertifikat 0rang Misi Kedua : Mendorong peningkatan perdagangan luar negeri Sasaran : Meningkatnya produk ekspor non migas, eksportir dan terpantaunya produk impor Jawa Barat 1 Peningkatan Nilai Ekspor Non Milyar 26,32 (3,27) (12.42) Migas Jawa Barat per tahun US$ 2 Peningkatan Jumlah eksportir Ekspor Jawa Barat per tahun tir 3 Penurunan Nilai Impor Jawa Barat Milyar US$ 11, Misi Ketiga : Meningkatkan Kelancaran Distribusi, Pengamanan Perdagangan Dalam Negeri dan Perlindungan Konsumen Sasaran ke-1 : Meningkatnya ketersediaan sarana perdagangan dan kemitraan perdagangan 1 Jumlah revitalisasi pasar Unit tradisional Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 9

43 No Indikator Kinerja Sat Tahun 2014 Realisasi Tahun 2015 Realisasi Capaian Kinerja (%) 2 Jumlah kerjasama Buah perdagangan Sasaran ke-2 : Meningkatnya koordinasi pengendalian harga kebutuhan pokok masyarakat serta meningkatnya jaminan kualitas dan kuantitas produk 1 Terkendalinya inflasi Jawa % 7, Barat 2 Jumlah UTTP dan BDKT Buah Buah Peningkatan cakupan % pengawasan barang beredar Misi Keempat: Meningkatkan kinerja sumber daya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Sasaran ke-1 : Meningkatnya sarana dan prasarana kerja 1 Ketersediaan sarana dan % prasarana kerja minimal Sasaran ke-2 : Meningkatnya sistem pelayanan perencanaan dan pelaporan 1 Tingkat keterlambatan % pelaporan Sasaran ke-3 : Meningkatnya kompetensi sumber daya manusia 1 Tingkat keikutsertaan pelatihan teknis Orang PNS Evaluasi Program dan Kegiatan yang Menunjang Capaian Kinerja Realisasi indikator kinerja selengkapnya dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Misi pertama capaian kinerja didapat dari (1) Jumlah peningkatan unit usaha IKM pada tahun 2015 sebanyak 485 unit se-jawa Barat; (2) Jumlah unit wirausaha baru pada penguatan IKM sebanyak 4620 yang tersebar di industri batu mulia, industri makanan, industri elekronika, dan industri lainnya. Selain itu wirausaha baru didukung pula oleh sertifikasi halal produk IKM Jawa Barat dan Intensifikasi Sosialisasi HKI; (3) Besaran pencapaian pertumbuhan industri manufaktur pada PDRB Jawa Barat sebanyak triliun rupiah; (4) Jumlah SDM IKM yang bersertifikat pada tahun 2015 sebanyak 910 orang yang tersebar di industri Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 10

44 kerajinan, industri kertas, industri olahan pangan, industri elektronika dan telematika. 2. Misi kedua capaian kinerja didapat dari (1) Nilai ekspor Jawa Barat tahun 2015 sebesar US$ milyar turun sebesar US$ 1.71 milyar dari tahun 2014 sebesar US$ milyar; (2) Jumlah eksportir Jawa Barat tahun 2015 sejumlah 173 eksportir dari 13 IPSKA, yaitu kabupaten bogor, kabupaten sukabumi, kabupaten bandung, kabupaten tasikmalaya, kabupaten cirebon, kabupaten purwakarta, kabupaten karawang, kabupaten bekasi, kota sukabumi, kota sukabumi, kota bandung, kota cirebon, kota bekasi, kota Sukabumi dan Provinsi Jawa Barat; dan (3) Nilai impor Jawa Barat tahun 2015 sebesar US$ milyar menurun sebesar US$ 1.91 milyar dari tahun 2014 sebesar US$ milyar. 3. Misi ketiga capaian kinerja didapat dari (1) Jumlah pasar tradisional yang direvitalisasi sebanyak 20 unit yang tersebar diseluruh Kab/Kota Se-Jawa Barat. Rincian nama pasar tradisional tersebut adalah Pasar Ciamis, Pasar Sindangkasih, Pasar Kawali, Pasar Banjarsari, Pasar Cikurubuk, Pasar Hantara, Pasar Mekarwangi, Pasar Cihideung Luhur, Pasar Talaga Desa, Pasar Cibinong, Pasar Banjarsari, Pasar Manis, Pasar Ciledug, Pasar Buah-buahan Lembang, Pasar Langkaplancar, Pasar Margahayu, Pasar Citeko, Pasar Baleendah, Pasar Darmaraja, Pasar Pagaden; (2) Kerjasama perdagangan disepakati antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan BULOG meliputi komoditi beras, gula, minyak goreng, telur ayam dan daging sapi; MPU; KADIN, dan PHRI; (3) Pergerakan inflasi Jawa Barat tetap terkendali di bawah inflasi nasional 2015 sebesar 0.92%. Inflasi dihitung berdasarkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) di 7 kota di Jawa Barat (Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Bekasi, Bogor, Depok dan Sukabumi. Inflasi merupakan dampak dari kenaikan subsidi BBM bersubsidi (premium), kenaikan Tarif Dasar Listrik dan kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat pada beberapa komoditas pangan (daging ayam); dan (4) Jumlah UTTP : buah serta BDKT : buah. 4. Misi keempat didapat dari capaian kinerja (1) Ketersediaan sarana dan prasarana kerja minimal sebesar 70%; (2) Tingkat keterlambatan pelaporan sebesar 0% dan (3) Tingkat keikutsertaan pelatihan teknis sebesar 70 orang PNS. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 11

45 Rencana Program dan Kegiatan Tema pembangunan tahunan daerah Jawa Barat tahun 2015, yaitu: Pembangunan Jawa Barat yang Lebih Fokus, Efektif dan Efisien Melalui Sinkronisasi dan Sinergi Berderajat Tinggi Berbasis Multi Pihak dan Mitra Strategis Global Untuk Mewujudkan Masyarakat Jawa Barat yang Lebih Maju dan Sejahtera Arah kebijakan pembangunan Tahun 2015 memiliki 5 sasaran utama, yaitu : (a) peningkatan kualitas dan daya saing masyarakat Jawa Barat, pelayanan kesehatan bagi semua, kemandirian masyarakat dan pengokohan ketahanan keluarga; (b) memperkuat pembangunan ekonomi perdesaan dan regional, peningkatan kualitas iklim usaha dan investasi, penguatan UMKM dan daya saing usaha; (c) modernisasi pemerintahan dan peningkatan partisipasi publik; (d) peningkatan kualitas infrastruktur strategis Jawa Barat dan mewujudkan Jawa Barat yang nyaman dan melalui pembangunan yang berkelanjutan; (e) mengembangkan seni, budaya, dan pariwisata dalam bingkai kearifan lokal serta memperkuat peran pemuda dan olahraga. Rencana program dan kegiatan tematik sektoral dikelompokkan berdasarkan prioritas pembangunan Jawa Barat dirumuskan kedalam 10 (sepuluh) Common Goals sebagai platform sinergi pusat (Kementerian/Lembaga), daerah dan pemangku kepentingan pembangunan dan Prioritas Pembangunan Kewilayahan Mengacu kepada Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat Tahun , Provinsi Jawa Barat terbagi ke dalam 6 (enam) wilayah pengembangan (WP). Adapun peranan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan pembangunan Jawa Barat tematik sektoral terutama terkait dengan Common Goals 4 yaitu Meningkatnya Ekonomi Pertanian, dengan sasaran prioritas pembangunan yang terkait bidang industri dan perdagangan adalah pengembangan agribisnis, forestbusiness, marine business dan agro industry. Selain itu, Common Goals 5 yaitu Meningkatkan Ekonomi Non Pertanian dengan sasaran prioritas terkait yaitu : 1. pengembangan industri manufaktur. 2. pengembangan Industri Kreatif dan Wirausahawan muda kreatif. Pada perencanaan kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2015, terdapat kegiatan tematik sektoral sebagai tindak lanjut RPJMD Tahun sebagai berikut. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 12

46 1. Common goals 4, meningkatkan ekonomi pertanian melalui kegiatan Pengembangan Olahan Pangan berbasis Produk Hewani, Pengembangan Industri Makanan dan Minuman, Pengembangan Industri Kreatif berbasis Makanan Olahan, Pengembangan Industri Minuman berbasis Kopi Teh dan Coklat, Pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG) Daerah, Fasilitasi penyelenggaraan Pasar Lelang Forward Komoditi Agro, Pusat Pemuliaan Beras Varietas Pandanwangi Dan Pengembangan Varietas Unggul serta Dukungan Operasi Pasar Murah (OPM) Kepokmas. 2. Common goals 5, meningkatkan ekonomi non pertanian melalui kegiatan Pembentukan wirausaha baru, Piloting penanggulangan kemiskinan melalui Pengembangan Kewiraushaan Industri Kecil dan Pengembangan Industri Manufaktur Berbasis Tematik Kewilayahan. Rencana program dan kegaitan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat bagi pembangunan kewilayahan adalah untuk mengatasi kesenjangan kesejahteraan masyarakat antar wilayah, baik antar kabupaten dan kota maupun antara wilayah perkotaan dan perdesaan, melalui kebijakan pembangunan kewilayahan yang tersebar di setiap wilayah pengembangan (WP) dengan rincian prioritas sebagai berikut : 1. WP Bodebekpunjur WP Bodebekpunjur meliputi Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Cianjur. Sektor unggulan yang dikembangkan adalah pariwisata, industri manufaktur, perikanan, perdagangan, jasa, pertambangan, agribisnis, dan agrowisata. 2. WP Purwasuka WP Purwasuka meliputi Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Karawang. Sektor unggulan yang dikembangkan adalah pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan, bisnis kelautan, industri pengolahan, pariwisata, dan pertambangan. 3. WP Ciayumajakuning WP Ciayumajakuning meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sumedang. Sektor unggulan yang dikembangkan adalah agribisnis, agroindustri, perikanan, pertambangan, dan pariwisata. 4. WP Priangan Timur Pangandaran Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 13

47 WP Priangan Timur Pangandaran meliputi Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Ciamis. Sektor unggulan yang dikembangkan adalah pertanian, perkebunan, perikanan tangkap, pariwisata, industri pengolahan, industri kerajinan, dan pertambangan mineral. 5. WP Sukabumi dsk WP Sukabumi dsk meliputi Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur. Sektor unggulan yang dikembangkan adalah peternakan, pertanian, perkebunan, perikanan tangkap, pariwisata, industri pengolahan, bisnis kelautan, dan pertambangan mineral. 6. WP Cekungan Bandung WP Cekungan Bandung meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang. Sektor unggulan yang dikembangkan adalah pertanian, holtikultura, industri non polutif, industri kreatif, perdagangan, jasa, pariwisata, dan perkebunan. Dalam rangka pendukungan terhadap pengembangan industri prioritas pada wilayah pengembangan industri Jawa 1 yang meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat fokus pada Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri di Cilegon-Serang-Tangerang dan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri di Bogor-Bekasi-Karawang-Purwakarta-Subang. Program/kegiatan yang dilaksanakan berupa Pembebasan Tanah untuk Pusat Pelatihan Industi TPT di Majalengka. Pada perencanaan kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2015, terdapat kegiatan yang mendukung program Bandara Internasional Jawa Barat yaitu kegiatan Kajian Potensi Pengembangan Industri di Ciayumajakuning. Dukungan program Gerakan Citarum Bastari terlaksana melalui kegiatan Pelatihan Keterampilan bagi Masyarakat sekitar DAS Citarum Akuntabilitas Anggaran Pelaksanaan program/kegiatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat meningkatkan pendapatan bidang Industri dan Perdagangan. Secara ringkas pendapatan dari masing-masing UPTD selama Tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.5. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 14

48 Tabel 3.5. Realisasi dan Pencapaian Target Pendapatan Tahun 2015 No UPTD/Kabupaten/Kota Anggaran setelah perubahan Realisasi 1 Balai Kemetrologian Bogor 1,500,000,000 1,525,401,040 2 Balai Kemetrologian Bandung 510,000, ,077,300 3 Balai Kemetrologian Cirebon 690,000, ,222,800 4 Balai Kemetrologian 11,038,526,440 10,600,000,000 Karawang 5 Balai Kemetrologian 1,867,453,050 1,850,000,000 Tasikmalaya 6 Balai Pengembangan 546,437,590 1,500,000,000 Perindustrian Jumlah ,650,000, Anggaran dan Realisasi Anggaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat melaksanakan program dan kegiatan dengan total belanja sebesar Rp ,- dan telah terealisasi sebesar Rp ,- atau sebesar 86.25% dengan realisasi fisik sebesar 87.52%. Berikut ini adalah rincian program dan kegiatan terdiri dari : A. Program Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah 1. Kegiatan Rapat Koordinasi Industri dan Perdagangan per wilayah, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 290,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 284,141, atau 97.98%. Output kegiatan adalah terlaksananya rapat koordinasi industri dan perdagangan di 5 wilayah, rapat penyusunan grand design perdagangan bagi 150 orang dan penyusunan buku grand design perdagangan. Outcome kegiatan adalah sinergitas perencanaan urusan industri dan perdagangan Jawa Barat. 2. Kegiatan Forum OPD Disperindag kabupaten/kota se-jawa Barat, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 175,500, realisasi anggaran sebesar Rp. 159,913, atau 91.12%. Output kegiatan adalah terlaksananya forum OPD Disperindag kabupaten/kota se-jawa Barat kepada 150 peserta. Outcome kegiatan adalah sinergitas perencanaan urusan industri dan perdagangan Jawa Barat. 3. Kegiatan Prolegda Sertifikasi Halal, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 423,825, realisasi anggaran sebesar Rp. 226,071, atau 53.34%. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 15

49 Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Sertifikasi halal kepada 350 pelaku usaha. Outcome kegiatan adalah meningkatnya daya saing pelaku usaha melalui sertifikasi produk. B. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah 1. Kegiatan Pencetakan wirausaha baru, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 3,659,500, realisasi anggaran sebesar Rp. 2,472,811, atau 67.57%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi pelatihan bagi 1,000 calon wirausaha baru. Outcome kegiatan adalah meningkatnya jumlah wirausaha baru Jawa Barat. C. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur : 1. Kegiatan Peningkatan kesejahteraan dan kemampuan aparatur, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1,688,741, realisasi anggaran sebesar Rp. 1,615,280, atau 95.65%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi outbond dalam rangka pembinaan mental disiplin jiwa korsa sebanyak 370 peserta, kesehatan jasmani selama 1 tahun, kerohanian/kesenian selama 1 tahun, general check up, penggantian kacamata dan pembelian obat-obatan klinik selama 1 tahun, pelaksanaan diklat PIM III dan PIM IV bagi 5 PNS, fasilitasi seminar, lokakarya, rakor, bimbingan teknis dan kursus selama 1 tahun, pengadaan pakaian olahraga bagi 200 orang dan pengadaan Pakaian Dinas Harian bagi 370 PNS. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kedisiplinan dan pengembangan kompetensi aparatur. D. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran : 1. Kegiatan Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Balai Kemetrologian Karawang, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1,000,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 879,698, atau 87.97%. Output kegiatan adalah terlaksananya pemenuhan kebutuhan operasional dasar Balai selama 1 tahun. Outcome kegiatan adalah pemenuhan kebutuhan operasional dasar dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Balai. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 16

50 2. Kegiatan Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Balai Kemetrologian Cirebon, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 750,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 464,984, atau 62%. Output kegiatan adalah terlaksananya pemenuhan kebutuhan operasional dasar Balai selama 1 tahun. Outcome kegiatan adalah pemenuhan kebutuhan operasional dasar dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Balai. 3. Kegiatan Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Balai Kemetrologian Bandung, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 652,510, realisasi anggaran sebesar Rp. 462,544, atau 70.89%. Output kegiatan adalah terlaksananya pemenuhan kebutuhan operasional dasar Balai selama 1 tahun. Outcome kegiatan adalah pemenuhan kebutuhan operasional dasar dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Balai. 4. Kegiatan Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 3,538,922, realisasi anggaran sebesar Rp. 3,077,859, atau 86.97%. Output kegiatan adalah terlaksananya pemenuhan kebutuhan operasional dasar Dinas selama 1 tahun. Outcome kegiatan adalah pemenuhan kebutuhan operasional dasar dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas. 5. Kegiatan Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Balai Kemetrologian Tasikmalaya, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 695,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 403,088, atau 58%. Output kegiatan adalah terlaksananya pemenuhan kebutuhan operasional dasar Balai selama 1 tahun. Outcome kegiatan adalah pemenuhan kebutuhan operasional dasar dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Balai. 6. Kegiatan Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Balai Kemetrologian Bogor, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1,060,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 973,312, atau 91.82%. Output kegiatan adalah terlaksananya pemenuhan kebutuhan operasional dasar Balai selama 1 tahun. Outcome kegiatan adalah pemenuhan kebutuhan operasional dasar dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Balai. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 17

51 7. Kegiatan Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Balai Pengembangan Perindustrian, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1,000,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 918,395, atau 91.84%. Output kegiatan adalah terlaksananya pemenuhan kebutuhan operasional dasar Balai selama 1 tahun. Outcome kegiatan adalah pemenuhan kebutuhan operasional dasar dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Balai. E. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur : 1. Kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Balai Kemetrologian Bogor, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2,740,760, realisasi anggaran sebesar Rp. 2,624,052,026 atau %. Output kegiatan adalah terlaksananya Pembangunan Rumah Jabatan, Pembangunan Mess Pegawai, Pembangunan Canopy, Pengadaan Mesin Foto copy, Pemotong kertas, TV media, AC, TV LED, Komputer PC, Printer dan Sound System serta perlengkapannya Pembuatan Website. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana kerja Balai sesuai standar. 2. Kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Balai Kemetrologian Cirebon, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 200,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 168,035,574 atau %.Output kegiatan adalah terlaksananya Pengadaan AC, Komputer, Meja Kerja, Kursi Kerja, Dispenser, Lemari Pendingin, Peralatan Dapur, Gordyn, dll. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana kerja Balai sesuai standar. 3. Kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Balai Kemetrologian Karawang, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2,504,105, realisasi anggaran sebesar Rp. 2,298,700, atau %. Output kegiatan adalah terlaksananya Pengaspalan dan Pengerasan Jalan, Pengadaan Perlengkapan, Peralatan Kantor, Meublair dan Komputer, Pembangunan Garasi, Pembangunan Pos Keamanan Kantor, Pengadaan Alat Standar Kemetrologian. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana kerja Balai sesuai standar. 4. Kegiatan Sertifikasi Pembaharuan ISO 9001 dan Seritikasi KAN, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 18

52 anggaran sebesar Rp. 393,851, realisasi anggaran sebesar Rp. 346,989, atau %. Output kegiatan adalah terlaksananya Pengadaan Sertifikat KAN dan Pembaharuan Sertifikat ISO Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana kerja Balai sesuai standar. 5. Kegiatan Pengadaan Alat-alat Laboratorium Balai Kemetrologian Karawang, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 789,508, realisasi anggaran sebesar Rp. 752,632, atau %. Output kegiatan adalah terlaksananya Pengadaan Mass Comparator Kap ( )g /0,01 mg, Pengadaan Mass Comparator Kap ( )g / 0,1 mg, Anak Timbangan Kelas F1. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana kerja Balai sesuai standar. 6. Kegiatan Renovasi Mess Balai Kemetrologian Tasikmalaya, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 585,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 557,805, atau %. Output kegiatan adalah terlaksananya Pengadaan Perlengkapan kantor, Peralatan Kantor, Meublair, dan Peralatan dapur, Pengadaan Renovasi Mess Balai Kemetrologian Tasik, Pengadaan Perlengkapan Mess. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana kerja Balai sesuai standar. 7. Kegiatan Pengadaan Peralatan Perkantoran Balai Tasikmalaya, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 45,825, realisasi anggaran sebesar Rp. 31,887, atau %. Output kegiatan adalah terlaksananya Pengadaan Almari Besi Sebanyak 6 Unit, Pengadaan Filling Kabinet sebanyak 6 Unit dan Pengadaan Kursi Kerja sebanyak 8 Unit. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana kerja Balai sesuai standar. 8. Kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 3,461,519, realisasi anggaran sebesar Rp. 3,311,011, atau %. Output kegiatan adalah terlaksananya Pengadaan Interior ruangan kantor, Penambahan Konten Website, Penggantian Keramik Lt. 3, Pengadaan Peralatan Kantor, Perlengkapan Kantor, Mesin Photocopy, Mesin Pemotong Kertas, Mini Video Tron,Lemari Besi, Filling Kabinet, Pembelian AC, TV, Komputer, Laptop,Printer, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 19

53 Scaner, Pengadaan Meubelair, Peralatan dapur, Penghias ruangan, Alat-alat studio, Sound System, dll, Pengaspalan Halaman Kantor dan Perbaikan langit-langit. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana kerja Balai sesuai standar. 9. Kegiatan Renovasi Gedung Kantor Dekranasda, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 975,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 633,589, atau %. Output kegiatan adalah terlaksananya Pengadaan Jasa Perencanaan, Pengadaan Jasa Pengawasan dan Renovasi Gedung Kantor. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana kerja Balai sesuai standar. 10. Kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Balai Kemetrologian Bandung, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 934,668, realisasi anggaran sebesar Rp. 808,665, atau %. Output kegiatan adalah terlaksananya Pemeliharaan Jalan dan jembatan, Pemeliharaan Bangunan Bukan Gedung, Pengadaan Mesin Pemotong Kertas, Visual Electronik, Tabung Pemadam Kebakaran, Pengadaan Almari, Komputer, Printer, Scaner dan Pengadaan Peralatan Standar Kemetrologian (total station). Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana kerja Balai sesuai standar. 11. Peningkatan Sarana dan Prasarana Gedung Sub Unit IKM TPT Majalaya, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 5,943,124, realisasi anggaran sebesar Rp. 5,867,775, atau 98.73%. Output kegiatan adalah terlaksananya Pengadaan Sarana dan Prasarana Gedung Sub Unit IKM TPT Majalaya. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana kerja Balai sesuai standar. 12. Kegiatan Sarana dan Prasarana Dekranasda, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 585,000,000 realisasi anggaran sebesar Rp. 524,676,025 atau 89.69%. Output kegiatan adalah Terlaksananya Pengadaan Sarana dan Prasarana Dekranasda. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana kerja kantor sesuai standar. 13. Kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor Baperin dan Sub Unit, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 457,177, realisasi anggaran sebesar Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 20

54 Rp. 439,142, atau 96.06%. Output kegiatan adalah Terlaksanaya Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor Baperin dan Sub Unit. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana kerja Balai sesuai standar. 14. Kegiatan Pembangunan Pos Satpam di Sub Unit Pengembangan IKM Logam Bandung, Logam Bogor dan Rotan Cirebon, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 248,649, realisasi anggaran sebesar Rp. 239,233, atau 96.21%. Output kegiatan adalah Terlaksananya Pembangunan Pos Satpam di Sub Unit Pengembangan IKM Logam Bandung, Logam Bogor dan Rotan Cirebon. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana kerja Balai sesuai standar. 15. Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Pelatihan dan Mess Sub Unit PIKM Kerajinan Tasikmalaya, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1,330,411, realisasi anggaran sebesar Rp. 1,270,459, atau 95.49%. Output kegiatan adalah Terlaksananya Pembangunan Sarana dan Prasarana Pelatihan dan Mess Sub Unit PIKM Kerajinan Tasikmalaya. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana kerja Balai sesuai standar. 16. Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Pelatihan dan Mess Sub Unit PIKM Logam Sukabumi, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1,660,595, realisasi anggaran sebesar Rp. 1,497,461, atau 90.18%. Output kegiatan adalah Terlaksananya Pembangunan Sarana dan Prasarana Pelatihan dan Mess Sub Unit PIKM Logam Sukabumi. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana kerja Balai sesuai standar. 17. Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Pelatihan dan Mess Sub Unit PIKM Perkulitan Garut, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1,316,713, realisasi anggaran sebesar Rp. 1,238,656, atau 94.07%. Output kegiatan adalah Terlaksananya Pembangunan Sarana dan Prasarana Pelatihan dan Mess Sub Unit PIKM Perkulitan Garut. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana kerja Balai sesuai standar. 18. Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasrana Pelatihan dan Mess Sub Unit PIKM Rotan Cirebon, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 877,500, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 21

55 realisasi anggaran sebesar Rp. 774,018, atau 88.21%. Output kegiatan adalah Terlaksananya Pembangunan Sarana dan Prasrana Pelatihan dan Mess Sub Unit PIKM Rotan Cirebon. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana kerja Balai sesuai standar. 19. Kegiatan BIJB-Persiapan Pembangunan Gedung Pelatihan Garmen di Kabupaten Majalengka, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 5,720,270, realisasi anggaran sebesar Rp. 3,043,018, atau 53.20%. Output kegiatan adalah Terlaksananya Persiapan Pembangunan Gedung Pelatihan Garmen di Kabupaten Majalengka. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana kerja Balai sesuai standar. 20. Kegiatan Pengadaan Kendaraan Operasional Pelayanan Balai Kemetrologian Tasikmalaya, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 457,567, realisasi anggaran sebesar Rp. 415,713, atau 90.85%. Output kegiatan adalah Terlaksananya Pengadaan Kendaraan Operasional Pelayanan Balai Kemetrologian Tasikmalaya. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana kerja Balai sesuai standar. F. Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Aparatur : 1. Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Dekranasda Provinsi Jawa Barat, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 961,362, realisasi anggaran sebesar Rp. 913,700, atau 95.04%. Output kegiatan adalah terlaksananya pemeliharaan sarana dan prasarana kantor selama 1 tahun. Outcome kegiatan adalah pemenuhan pemeliharaan sarana dan prasarana operasional kantor. 2. Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 2,432,525, realisasi anggaran sebesar Rp. 2,300,011, atau 95.04%. Output kegiatan adalah terlaksananya pemeliharaan sarana dan prasarana Dinas selama 1 tahun. Outcome kegiatan adalah pemenuhan pemeliharaan sarana dan prasarana operasional Dinas. 3. Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Balai Kemetrologian Cirebon, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 22

56 dengan alokasi anggaran sebesar Rp 828,750, realisasi anggaran sebesar Rp. 645,001, atau 77.83%. Output kegiatan adalah terlaksananya pemeliharaan sarana dan prasarana Balai selama 1 tahun. Outcome kegiatan adalah pemenuhan pemeliharaan sarana dan prasarana operasional Balai. 4. Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Balai Kemetrologian Bogor, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1,004,835, realisasi anggaran sebesar Rp. 973,879, atau 96.92%. Output kegiatan adalah terlaksananya pemeliharaan sarana dan prasarana Balai selama 1 tahun. Outcome kegiatan adalah pemenuhan pemeliharaan sarana dan prasarana operasional Balai. 5. Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Balai Kemetrologian Karawang, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1,485,536, realisasi anggaran sebesar Rp. 1,308,495, atau 88.08%. Output kegiatan adalah terlaksananya pemeliharaan sarana dan prasarana Balai selama 1 tahun. Outcome kegiatan adalah pemenuhan pemeliharaan sarana dan prasarana operasional Balai. 6. Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Balai Kemetrologian Tasikmalaya, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 526,470, realisasi anggaran sebesar Rp. 488,277, atau 92.75%. Output kegiatan adalah terlaksananya pemeliharaan sarana dan prasarana Balai selama 1 tahun. Outcome kegiatan adalah pemenuhan pemeliharaan sarana dan prasarana operasional Balai. 7. Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Balai Kemetrologian Bandung, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 994,970, realisasi anggaran sebesar Rp. 843,185, atau 84.74%. Output kegiatan adalah terlaksananya pemeliharaan sarana dan prasarana Balai selama 1 tahun. Outcome kegiatan adalah pemenuhan pemeliharaan sarana dan prasarana operasional Balai. 8. Kegiatan Pemeliharaan Sarana, Prasarana dan Bangunan Kantor BAPERIN dan Sub Unit, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 2,851,820, realisasi anggaran sebesar Rp. 2,583,414, atau 90.59%. Output kegiatan adalah terlaksananya pemeliharaan sarana dan prasarana Balai selama 1 tahun. Outcome kegiatan adalah pemenuhan pemeliharaan sarana dan prasarana operasional Balai. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 23

57 G. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan: 1. Kegiatan Perencanaan dan Evalusasi bidang Industri dan Perdagangan, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 343,750, realisasi anggaran sebesar Rp. 338,125, atau 98.36%. Output kegiatan adalah terlaksananya penyusunan dokumen perencanaan dan pelaporan program, kegiatan dan keuangan Dinas selama 1 tahun. Outcome kegiatan adalah Sinergitas perencanaan dan pelaporan kinerja Dinas. H. Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik : 1. Kegiatan Pendataan Industri bidang Industri dan Perdagangan, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 707,348, realisasi anggaran sebesar Rp. 685,270, atau 96.88%. Output kegiatan adalah terlaksananya penyusunan dokumen informasi potensi dan direktori industri dan perdagangan Dinas dari 27 kabupaten/kota. Outcome kegiatan adalah meningkatnya penggunaan informasi bidang industri dan perdagangan. I. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah 1. Kegiatan Pendataan Perusahaan di sekitar Daerah Aliran Sungai, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 95,710, realisasi anggaran sebesar Rp. 31,870, atau 33.30%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi dalam rangka pendataan perusahaan yang ada di sepanjang sungai citarum. Outcome kegiatan adalah tersedianya data Perusahaan yang berada di sepanjang sungai Citarum dalam rangka pemberdayaan masyarakat sebagai dukungan program Citarum bestari. 2. Kegiatan Sosialisasi Produk Bersih untuk IKM, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 48,350, realisasi anggaran sebesar Rp. 27,300, atau 56.46%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi sosialisasi dan koordinasi produk bersih untuk IKM dengan peserta sebanyak 50 orang. Outcome kegiatan adalah peningkatan pemahaman pelaku usaha IKM terhadap produk bersih sebagai dukungan program Citarum bestari. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 24

58 3. Kegiatan Intensifikasi Sosialisasi HKI, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 183,850, realisasi anggaran sebesar Rp. 180,264, atau 98.05%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Sertifikasi HKI untuk 50 orang. Outcome kegiatan adalah meningkatnya daya saing pelaku usaha melalui sertifikasi produk. 4. Kegiatan Uji Kompetensi Produk Binaan ITP, Bordir Jabar (Jabar Ngagaya), yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1,275,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 1,160,549, atau 91.02%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi bahan sarung dan sarana pendukung karnaval dan fashion show untuk 100 orang, peralatan Karnaval dan fashion show, fasilitasi Pemenang Perlombaan/Kompetisi/kejuaraan/ Penghargaan Bagi Pemenang Lomba Karnaval/Fashion Show/Lomba Draperi. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kreatifitas dan kualitas produk ITP, border jabar (Jabar Ngagaya). 5. Kegiatan Pengembangan Kemasan bagi IKM, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1,000,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 806,594, atau 80.66%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Bagi IKM Pangan sebanyak 180 orang dan IKM Kerajinan dan Tekstil Produk Tekstil sebanyak 120 Orang. Outcome kegiatan adalah Meningkatnya kualitas kemasan IKM Pangan dan IKM Kerajinan serta IKM Tekstil Produk Tektil. 6. Kegiatan Kerjasama Industri Produk atau Jasa, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 187,561, realisasi anggaran sebesar Rp. 158,051, atau 84.27%. Output kegiatan adalah terlaksananya Fasilitasi Pelatihan Kerjasama Industri Produk dan Jasa sebanyak 25 orang peserta dan Fasilitasi Perjalanan Dinas dalam dan luar Provinsi. Outcome kegiatan adalah meningkatnya akses pasar IKM dalam negeri. 7. Kegiatan Pengembangan Industri Pakan Ternak di Wilayah IV Priangan, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 471,731, realisasi anggaran sebesar Rp. 406,056, atau 86.08%. Output kegiatan adalah terlaksananya Fasilitasi Pengembangan Industri Pakan Ternak di wilayah IV Priangan sebanyak 175 orang Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 25

59 yang terbagi dalam 5 angkatan. Outcome kegiatan adalah Meningkatnya daya saing IKM di pasar. 8. Kegiatan Pengembangan Industri Makanan Olahan Berbasis Bahan Baku Lokal di Wilayah II, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 487,500, realisasi anggaran sebesar Rp. 388,435, atau 79.68%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Pelatihan Pengembangan Industri Makanan Olahan Berbasis Bahan Baku Lokal di Wil II sebanyak 175 orang yang terbagi dalam 5 angkatan. Outcome kegiatan adalah tercapainya Keanekaragaman Resep Makanan Berbahan Baku Lokal di Jawa Barat. 9. Kegiatan Pengembangan Kawasan Kampung Kreatif di Kab. Tasikmalaya, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 124,137, realisasi anggaran sebesar Rp. 108,950, atau 87.77%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Pelatihan anyaman mending/pandan kepada 30 peserta Outcome kegiatan adalah meningkatnya daya saing IKM anyaman mending/pandan Jawa Barat. 10. Kegiatan Deseminasi Pengembangan Kemasan Jawa Barat, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 195,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 177,765, atau 91.16%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Diseminasi Pengembangan Kemasan untuk 300 IKM Jawa Barat, Outcome kegiatan adalah Meningkatnya kualitas kemasan IKM Jawa Barat. 11. Kegiatan Pelayanan Mobil Kemasan bagi IKM, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 195,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 175,965, atau 90.24%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi sosialisasi inovasi kemasan kepada IKM Pangan, TPT dan Kerajinan melalui kegiatan pameran sebanyak 12 kali. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kualitas kemasan IKM Pangan, TPT dan Kerajinan. 12. Kegiatan Peningkatan Layanan IKM di Lingkungan Sub Unit, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 225,366, realisasi anggaran sebesar Rp. 136,706, atau 60.66%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Bimbingan Pelatihan Penguasaan Teknologi Permesinan di lingkungan Sub Unit Pengembangan IKM untuk 160 Operator mesin. Outcome kegiatan adalah Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 26

60 meningkatnya penguasaan teknologi di lingkungan Sub Unit demi peningkatan layanan kepada IKM. 13. Kegiatan Pengembangan Batu Mulia, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 94,137, realisasi anggaran sebesar Rp. 93,737, atau 99.58%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi kegiatan Pelatihan Pengembangan Batu Mulia kepada 50 orang. Outcome kegiatan adalah Penumbuhan Kewirausahaan Industri Kecil Batu Mulia. 14. Kegiatan Pengembangan Desain Genteng di Kabupaten Sukabumi, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 100,499, realisasi anggaran sebesar Rp. 89,415, atau 88.97%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasinya Pengembangan Desain genteng kepada 25 orang peserta. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kualitas desain produk genteng pada IKM genteng. 15. Kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Perkembangan Industri Kreatif Jawa Barat, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 267,200, realisasi anggaran sebesar Rp. 239,084, atau 89.48%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi pelatihan pengembangan industri kreatif untuk 30 IKM. Outcome kegiatan adalah meningkatnya sinergitas pelaku usaha industri kreatif di Jawa Barat. 16. Kegiatan Pengembangan Jaringan Kerjasama Industri Pelaku Kreatif dalam negeri maupun luar negeri, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 180,850, realisasi anggaran sebesar Rp. 157,265, atau 86.96%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi pengembangan jaringan kerjasama industri pelaku kreatif dalam negeri maupun luar negeri kepada 25 peserta. Outcome kegiatan adalah meningkatnya akses pasar dalam negeri para pelaku usaha Industri Kreatif. 17. Kegiatan Pengembangan Kemitraan Industri Besar dengan IKM Kreatif, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 257,500, realisasi anggaran sebesar Rp. 256,985, atau 99,98.00%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Pelatihan kemitraan industri besar dengan industri kreatif kepada 140 IKM. Outcome kegiatan adalah meningkatkan sinergitas pelaku usaha industri kreatif dalam negeri. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 27

61 18. Kegiatan Penyelenggaraan Festival Keanekaragaman Makanan Berbahan Baku Lokal, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1,549,290, realisasi anggaran sebesar Rp. 1,467,826, atau %. Output kegiatan adalah terlaksananya Festival Keanekaragaman Makanan Berbahan Baku Lokal dan Festival Kopi Jawa Barat. Outcome kegiatan adalah meningkatkan Keanekaragaman Resep Makanan Berbahan Baku Lokal dan meningkatkan kualitas pengolahan Kopi di Jawa Barat. 19. Kegiatan Dukungan Sertifikasi Halal Produk IKM Jawa Barat, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 4,900,962, realisasi anggaran sebesar Rp. 4,504,684, atau 91.91%. Output kegiatan adalah terlaksananya dukungan Sertifikasi Halal Produk IKM Jawa Barat untuk IKM. Outcome kegiatan adalah meningkatnya daya saing produk IKM melalui Sertifikasi Halal. 20. Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha di Lingkungan Sub Unit Pengembangan IKM, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 283,749, realisasi anggaran sebesar Rp. 185,711, atau 65.45%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi pelatihan penerapan teknologi mesin peralatan di lingkungan sub unit pengembangan IKM bagi 200 pelaku usaha. Outcome kegiatan adalah meningkatnya penguasaan teknologi bagi IKM. 21. Kegiatan BIJB - Kajian Potensi Pengembangan Industri di Ciayumajakuning, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 340,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 261,125, atau 76.80%. Output kegiatan adalah tersusunnya dokumen kajian potensi pengembangan industri di Ciayumajakuning. Outcome kegiatan adalah tersedianya dokumen perencanaan pengembangan industri di Ciayumajakuning. J. Program Penataan Struktur dan Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri : 1. Kegiatan Pelatihan Pembuatan Sepatu, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 183,018, realisasi anggaran sebesar Rp. 92,934, atau 50.78%. Output kegiatan adalah terlaksananya Pelatihan Pembuatan sepatu kepada 40 IKM. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kualitas produk IKM Alas Kaki. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 28

62 2. Kegiatan Pengujian Garam Beryodium di Tingkat Produsen garam beryodium, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 72,825, realisasi anggaran sebesar Rp. 43,572, atau 59.83%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi pengujian garam beryodium di tingkat produsen sebanyak 52 unit usaha. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kualitas produk garam beryodium. 3. Kegiatan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Pelaku IKM Logam dan Mesin, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 386,625, realisasi anggaran sebesar Rp. 337,249, atau 87.23%. Output kegiatan adalah terlaksananya Pelatihan, Focus Group Discussion dan sosialisasi pengembangan kapasitas bagi 50 pelaku IKM Logam dan Mesin serta pelatihan praktek CNC bagi 50 IKM. Outcome kegiatan adalah Meningkatnya Keterampilan Pelaku IKM Logam Mesin. 4. Kegiatan Pengembangan CPPOB/GMP, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 218,877, realisasi anggaran sebesar Rp. 176,454, atau 80.62%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi bimbingan teknis CPPOB/GMP kepada 30 pelaku IKM pengolahan buah. Outcome kegiatan adalah peningkatan penguasaan Teknologi Industri pengolahan minuman. 5. Kegiatan Bimbingan Teknis Desain dan Produksi Meubel, yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi sebesar Rp. 196,117, realisasi anggaran sebesar Rp. 156,984, atau 80.05%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitas bimbingan teknis desain dan teknik produksi kepada 60 IKM yang terdiri dari 2 angkatan. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kualitas desain dan penguasaan teknologi produksi IKM. 6. Kegiatan Pengembangan Pusat Desain Rotan Cirebon, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 87,903, realisasi anggaran sebesar Rp. 67,835, atau 77.17%. Output kegiatan adalah terlaksananya Fasilitasi pengadaan prototype rotan sebanyak 5 buah dan fasilitasi desainer produk sebanyak 2 orang. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kualitas desain dan mutu produk IKM Rotan Cirebon. 7. Kegiatan Pelatihan Manajemen Perusahaan Olahan pangan, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 119,167, realisasi anggaran sebesar Rp. 102,243, atau 85.80%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 29

63 Pelatihan Manajemen Perusahaan Olahan Pangan kepada 150 IKM. Outcome kegiatan adalah peningkatan kapasitas lembaga usaha IKM Olahan pangan di Jawa Barat. 8. Kegiatan Bimbingan Teknis Produk Olahan Pangan Berbasis Kopi, Teh dan Coklat, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 259,500, realisasi anggaran sebesar Rp. 220,135, atau 84.83%. Output kegiatan adalah terlaksananya Bimbingan Teknis Produk Olahan Pangan Berbasis Kopi, Teh dan Coklat kepada 60 IKM yang terbagi 2 kali penyelenggaraan. Outcome kegiatan adalah meningkarnya kemampuan diversifikasi produk pelaku usaha industri berbasis kopi, teh dan coklat. 9. Kegiatan Pelatihan Bidang Electronika dan Telematika, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 199,225,000.00,- realisasi anggaran sebesar Rp. 196,219,000.00,- atau 98.49%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Pelatihan bidang elektronika dan telematika kepada 60 IKM yang terbagi sebanyak 2 kali penyelenggaraan. Outcome kegiatan adalah penumbuhan wirausaha baru bidang teknologi informasi baik Software maupun Hardware. 10. Kegiatan Bimtek Desain Kemasan Produk olahan pangan bebrbasis buah, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 256,083,750.00,- realisasi anggaran sebesar Rp. 247,034,666.00,- atau 96.47%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Bimbingan Teknis desain kemasan dan kemasan bagi 30 IKM. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kualitas kemasan IKM minuman olahan buah. 11. Kegiatan Bimtek Diversifikasi Produk Olahan Pangan Berbasis Buah, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 202,803, realisasi anggaran sebesar Rp. 168,813, atau 83.24%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Bimbingan Teknis Diversifikasi produk olahan berbasis buah kepada 80 IKM yang terbagi dalam 2 angkatan. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kemampuan Pelaku IKM dalam menganekaragamkan produk olahan berbasis buah. 12. Kegiatan Bimbingan Teknis Standarisasi Mutu Produk Olahan Pangan Berbasis buah, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 208,225, realisasi anggaran sebesar Rp. 151,328, atau 72.68%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Bimbingan Teknis Standarisasi Mutu Produk Olahan Pangan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 30

64 Berbasis Buah kepada 80 IKM yang terdiri dari 2 angkatan. Outcome kegiatan adalah meningkatnya daya saing IKM makanan dalam hal standarisasi produk. 13. Kegiatan Pelatihan Tekstil dan Produk Tekstil, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 543,532, realisasi anggaran sebesar Rp. 396,699, atau 72.99%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi pelatihan Tekstil dan Produk Tekstil kepada 30 IKM, fasilitasi Pelatihan Pembuatan Batik kepada 30 IKM, fasilitasi Pembuatan Boneka Bagi 30 IKM. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kompetensi pelaku IKM Tekstil dan Produk Tekstil. 14. Kegiatan Bimbingan Teknis dan Monitoring ke Lapangan, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 75,874, realisasi anggaran sebesar Rp. 48,995, atau 64.57%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi bimbingan teknis kepada 25 orang. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kompetensi SDM di Sub Unit Pengembangan IKM. 15. Kegiatan Pelatihan Teknologi Penyamakan Kulit, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 102,690, realisasi anggaran sebesar Rp. 61,485, atau 59.87%. Output kegiatan adalah terlaksananya Pelatihan Penyamakan Kulit bagi 20 IKM. Outcome kegiatan adalah meningkatnya penguasaan teknologi IKM Kulit dan Produk Kulit. 16. Kegiatan Pelatihan Teknologi Produksi Garam Krosok dengan Sistem Intensifikasi (Ramsol), yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 173,750, realisasi anggaran sebesar Rp. 98,699, atau 56.81%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Pelatihan Teknologi Produksi Garam Krosok dengan Sistem Intensifikasi (Ramsol) kepada 20 IKM. Outcome meningkatnya penguasaan teknologi bagi IKM garam. 17. Kegiatan Pelatihan Bimbingan Teknis Standarisasi Mutu Olahan Pangan Berbasis Produk Peternakan, yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi sebesar Rp. 307,008, realisasi anggaran sebesar Rp. 257,207, atau 83.78%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi bimbingan teknis standarisasi mutu olahan pangan berbasis produk peternakan kepada 90 IKM. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kualitas mutu IKM pangan berbasis produk peternakan. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 31

65 18. Kegiatan Pengembangan Pemanfaatan Limbah Kertas, yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi sebesar Rp. 166,500, realisasi anggaran sebesar Rp. 142,097, atau 85.34%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitas pengembangan pemanfaatan limbah kertas bagi 75 IKM yang terdiri dari 3 angkatan. Outcome kegiatan adalah meningkatnya penguasaan teknologi pemanfaatan limbah kertas. 19. Kegiatan Pelatihan Bimbingan Teknis Standarisasi Mutu Olahan Pangan Berbasis Produk Perikanan, yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi sebesar Rp. 434,520, realisasi anggaran sebesar Rp. 403,560, atau 92.88%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitas bimbingan teknis standarisasi mutu olahan pangan berbasis perikanan kepada 160 IKM. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kualitas mutu IKM pangan berbasis perikanan. 20. Kegiatan Pelatihan Desain Keramik dan Gerabah (Tematik Kewilyahan), yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi sebesar Rp. 184,924, realisasi anggaran sebesar Rp. 97,414, atau 52.68%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Pelatihan Desain Keramik dan Gerabah kepada 40 IKM. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kualitas desain IKM Keramik dan Gerabah. 21. Kegiatan GCB-Pelatihan Keterampilan Bagi Masyarakat Sekitar DAS Citarum, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 716,800, realisasi anggaran sebesar Rp. 363,465, atau 50.71%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Kegiatan Tekstil dan Produk Tekstil, Agro, dan Kerajinan kepada 100 IKM yang terdiri dari 5 angkatan. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kompetensi pelaku usaha sebagai dukungan program Citarum Bestari. 22. Kegiatan Pelatihan Kerajinan Kaca, Kelom Geulis yung Geulis, Anyaman dan Bambu, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 392,732, realisasi anggaran sebesar Rp. 334,362, atau 85.14%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Pelatihan Industri Kerajinan Bambu bagi 50 IKM, fasilitasi Pelatihan Industri Kerajinan Anyaman bagi 50 IKM, fasilitasi Pelatihan industri kerajinan payung geulis bagi 25 IKM, fasilitasi sosialisasi kerajinan kaca bagi 25 IKM dan fasilitasi sosialisasi kerajinan kelom geulis bagi 25 IKM. Outcome kegiatan adalah meningkatnya penguasaan teknologi produksi IKM Kerajinan. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 32

66 23. Kegiatan Dukungan Pembuatan Cinderamata PON XIX 2016, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1,000,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 848,551, atau 84.86%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi pelatihan kerajinan dalam rangka pembuatan cinderamata PON XIX 2016 kepada 320 IKM. Outcome kegiatan adalah meningkatnya penguasaan teknologi IKM Kerajinan. K. Program Peningkatan dan Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam Negeri : 1. Kegiatan Kerjasama Perluasan Pasar IKM Provinsi Jawa Barat dengan Provinsi lainnya, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 254,681, realisasi anggaran sebesar Rp. 232,454, atau 91.27%.Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi kerjasama perluasan pasar IKM ke Provinsi Sumatera Utara. Outcome kegiatan adalah meningkatnya akses pasar IKM sebagai dukungan program penggunaan produk dalam negeri. 2. Kegiatan Kemitraan Antar Pelaku Usaha, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 99,205, realisasi anggaran sebesar Rp. 92,040,000.00atau 92.78%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi kemitraan antar pelaku usaha kepada 80 IKM yang terdiri dari 2 angkatan. Outcome kegiatan adalah meningkatnya Kemitraan Antar Pelaku Usaha IKM Jawa Barat. 3. Kegiatan Pelatihan Manajemen Ekspor dan Impor Ikan Hias, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 195,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 151,504,500.00atau 77.69%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi pelatihan manajemen ekspor dan impor ikan hias kepada 30 pelaku usaha dan fasilitasi kontraktual pelatihan produsen ekspor. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kapasitas kelembagaan pelaku usaha ikan hias dalam negeri. 4. Kegiatan Partisipasi Pameran Ikan Hias, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 230,550, realisasi anggaran sebesar Rp. 122,244, atau 53.02%. Output kegiatan adalah terlaksananya partisipasi pada pameran ikan hias bagi pelaku usaha. Outcome kegiatan adalah meningkatkan akses pasar pelaku pasar Ikan hias. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 33

67 5. Kegiatan Monitoring Pelaksanaan Sistem Resi Gudang (SRG), yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 113,374, realisasi anggaran sebesar Rp. 57,760,000.00atau 50.95%. Output kegiatan adalah fasilitasi Monitoring Pelaksanan Sistem Resi Gudang (SRG) di 11 kabupaten. Outcome kegiatan adalah meningkatkan pemanfaatan pelaksanaan Sistem Resi Gudang (SRG). 6. Kegiatan Simulasi Pasar Lelang Komoditi Agro Provinsi Jawa Barat, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 99,200, realisasi anggaran sebesar Rp. 73,332, atau 73.92%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Simulasi Pasar Lelang Komoditi Agro Provinsi Jawa Barat kepada 30 pelaku usaha dan fasilitasi pelaksanaan simulasi pasar lelang forward komoditi agro di 4 kab/kota. Outcome kegiatan adalah pengembangan dan pemanfaatan pasar lelang forward komoditi agro. 7. Kegiatan Focus Group Discussion Pengembangan Pasar Lelang yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 39,047, realisasi anggaran sebesar Rp. 20,170, atau 51.66%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitas Focus Group Discussion Pengembangan Pasar Lelang sebanyak 25 pelaku usaha. Outcome kegiatan adalah pengembangan dan pemanfaatan pasar lelang forward komoditi agro. 8. Kegiatan Identifikasi Peserta Pasar Lelang, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 53,933, realisasi anggaran sebesar Rp. 28,062, atau 52.03%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Identifikasi Peserta Pasar Lelang. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pelaku usaha pemanfaatan pasar lelang forward komoditi agro. 9. Kegiatan Inter-Koneksitas Pasar Lelang Forward, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 85,997, realisasi anggaran sebesar Rp. 61,532, atau 71.55%. Output kegiatan adalah terlaksananya inter-koneksitas Pasar Lelang Forward di 4 lokasi. Outcome kegiatan adalah meningkatan Transaksi pasar lelang forward komoditi agro. 10. Kegiatan Identifikasi Monitoring dan Evaluasi Revitalisasi Pasar Tradisional Jawa Barat, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 34

68 Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesarrp. 58,700, realisasi anggaran sebesar Rp. 46,237, atau 78.77%. Output kegiatan adalah terlaksananya identifikasi Monitoring dan Evaluasi Revitalisasi Pasar Tradisional Jawa Barat. Outcome kegiatan adalah meningkatnya jumlah pasar tradisional yang ditingkatkan kondisinya. 11. Kegiatan Partisipasi Pada Pameran INACRAFT, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 160,690, realisasi anggaran sebesar Rp. 145,745, atau 90.70%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi partisipasi Pameran INACRAFT bagi 20 pelaku usaha di 4 lokasi. Outcome kegiatan adalah meningkatnya Penggunaan Hasil Produk Dalam Negeri. 12. Kegiatan Pameran Dagang Dalam Rangka Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1,271,900, realisasi anggaran sebesar Rp. 823,639, atau 64.76%.Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi pameran P3DN bagi 50 stand, Pengadaan Display (Bazar Produk Dalam Negeri) bagi 480 stand, dan Pengadaan Stand Bazar bagi 480 stand. Outcome kegiatan adalah meningkatnya Penggunaan Hasil Produk Dalam Negeri. 13. Kegiatan Pengembangan Usaha bagi Pedagang, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 67,795, realisasi anggaran sebesar Rp. 36,080, atau %. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi pengembangan kemampuan dan pemahaman pedagang dalam pengembangan usaha bagi 150 pelaku usaha. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pengembangan usaha para pedagang di Pasar Tradisional Jawa Barat. 14. Kegiatan Pembinaan bagi Distributor Beras, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 87,712, realisasi anggaran sebesar Rp. 28,820, atau 32.86%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi pembinaan bagi 40 distributor beras di Jawa Barat. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemahaman distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat. 15. Kegiatan Uji Kompetensi Kemasan Beras, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 92,230, realisasi anggaran sebesar Rp. 82,667, atau Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 35

69 89.63%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Uji Kompetensi Kemasan Beras kepada 12 pelaku usaha. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kualitas distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat. 16. Kegiatan Sosialisasi Operasi Pasar Murah (OPM) Kepokmas, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 52,960, realisasi anggaran sebesar Rp. 22,050, atau %. Output kegiatan adalah fasilitasi Sosialisasi OPM Kepokmas kepada 90 orang. Outcome kegiatan meningkatnya pemahaman pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) dalam rangka terkendalinya inflasi Jawa Barat. 17. Kegiatan Dukungan Operasi Murah (OPM) Kepokmas, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1,901,619, realisasi anggaran sebesar Rp. 1,289,577, atau 67.81%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Sosialisasi OPM Kepokmas sebanyak 81 kali yang tersebar di 27 kabupaten/kota. Outcome kegiatan adalah menjamin kecukupan distribusi kebutuhan pokok masyarakat sebagai dukungan pengendalian inflasi Jawa Barat. 18. Kegiatan Supervisi Pelaksanaan Operasi Murah (OPM) Kepokmas, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 88,471, realisasi anggaran sebesar Rp. 20,370, atau 23.02%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi supervisi pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) di 27 kabupaten/kota. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemahaman pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) dalam rangka terkendalinya inflasi Jawa Barat. 19. Kegiatan Fasilitasi Informasi Harga Kepokmas, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 94,875, realisasi anggaran sebesar Rp. 88,050, atau 92.81%. Output kegiatan adalah penyusunan hasil monitoring Informasi Harga Kepokmas di Jawa Barat. Outcome kegiatan adalah Terkendalinya Distribusi Barang Kebutuhan Pokok Masyarakat dan Stabilitas Harga. 20. Kegiatan Fasilitasi Pengelolaan Gudang Sistem Resi Gudang (SRG), yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 214,775, realisasi anggaran sebesar Rp. 25,450,000.00atau 11.85%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi sertifikasi pengelolaan gudang Sistem Resi Gudang (SRG). Outcome meningkatnya pengembangan dan pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG). Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 36

70 21. Kegiatan Partisipasi Pameran Produk Jawa Barat, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 573,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 378,987, atau 66.14%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Partisipasi Pameran Produk Jawa Barat bagi 20 IKM di Kalimantan Barat dan Bandung. Outcome kegiatan adalah meningkatnya akses pasar dalam negeri Produk IKM Jawa Barat sebagai dukungan Penggunaan Hasil Produk Dalam Negeri. 22. Kegiatan Pembinaan dan Penataan Pasar Tradisional, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 245,925, realisasi anggaran sebesar Rp. 176,791, atau 71.89%.Output kegiatan adalah fasilitasi pembinaan bagi pedagang pasar kepada 40 pelaku usaha. Outcome kegiatan adalah meningkatkan jumlah pelaku usaha yang ditingkatkan kondisinya pada pasar tradisional Jawa Barat. 23. Kegiatan Bimbingan Teknis bagi Pengelola Pasar Tradisional, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 93,825, realisasi anggaran sebesar Rp. 59,565,000.00atau 63.49%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi pembinaan pedagang pasar kepada 42 pelaku usaha. Outcome kegiatan adalah meningkatkan jumlah pelaku usaha yang ditingkatkan kondisinya pada pasar tradisional Jawa Barat. 24. Kegiatan Pengembangan Kemitraan Ritel Modern dan IKM, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 195,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 188,000,000.00atau 96.41%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi pelatihan pengembangan kemitraan ritel modern dan IKM kepada 50 pelaku usaha. Outcome kegiatan adalah meningkatkan akses pasar bagi pelaku usaha sebagai dukungan program P3DN. L. Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor : 1. Kegiatan Misi Dagang ke Wilayah Asia Timur, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 442,515, realisasi anggaran sebesar Rp. 356,643, atau 80.59%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi misi dagang ke wilayah Asia Timur bagi 3 pelaku usaha, pembuatan video produk unggulan Jawa Barat, dan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 37

71 diseminasi market intelejen negara asia timur bagi 50 pelaku usaha. Outcome kegiatan adalah meningkatnya akses pasar pelaku usaha produk unggulan Jawa Barat di luar negeri. 2. Kegiatan Coaching Programme, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 239,638, realisasi anggaran sebesar Rp. 231,691, atau 96.68%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Program Pendampingan (Coaching Programme) bagi 30 pelaku usaha UKM. Outcome kegiatan adalah meningkatnya jumlah eksportir Jawa Barat. 3. Kegiatan Monitoring Ekspor Hasil Tanhut, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 49,765, realisasi anggaran sebesar Rp. 49,252, atau 98.97%. Output kegiatan adalah terlaksananya monitoring kepada pelaku usaha Ekspor Hasil Tanhut.Outcome kegiatan adalah meningkatkan kinerja eksportir Produk Hasil Tanhut di Jawa Barat. 4. Kegiatan Pelatihan Negosiasi Bisnis dan Kontrak Dagang Ekspor Hasil Tanhut, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 153,012, realisasi anggaran sebesar Rp. 140,047,525.00atau 91.53%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Pelatihan Negosiasi Bisnis dan Kontrak Dagang Ekspor Hasil Tanhut kepada 30 pelaku usaha. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kinerja eksportir produk hasil Tanhut di Jawa Barat. 5. Kegiatan Penyusunan Database Ekspor Hasil Tanhut, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 61,081, realisasi anggaran sebesar Rp. 60,385,125.00atau 98.86%. Output kegiatan adalah penyusunan database ekspor hasil Tanhut. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kinerja eksportir produk hasil tanhut di Jawa Barat. 6. Kegiatan Penilaian Kepatuhan atau (Post Audit) Terhadap Importir Jawa Barat, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 89,600, realisasi anggaran sebesar Rp. 89,282, atau 99.65%. Output kegiatan adalah terlaksananya post audit dan forum pertemuan dengan UKM pemegang API di 10 kabupaten/kota. Outcome kegiatan adalah teridentifikasinya pelaku importir yang sesuai dengan klasifikasi di kab/kota se-jawa Barat. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 38

72 7. Kegiatan Pelatihan Manajemen Ekspor Produk Tanhut, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 217,565, realisasi anggaran sebesar Rp. 217,363,000.00atau 99.91%. Output kegiatan adalah fasilitasi Pelatihan manajemen ekspor produk tanhut bagi 40 pelaku usaha calon eksportir dan eksportir di 2 wilayah. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kinerja eksportir produk hasil tanhut di Jawa Barat. 8. Kegiatan Monitoring Pemegang Angka Pengenal Impor, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 89,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 88,567, atau 99,51%. Output kegiatan adalah monitoring kepada Pemegang Angka Pengenal Impor di 20 lokasi. Outcome kegiatan adalah Teridentifikasinya aktivitas impor para pelaku importir di kab/kota se-jawa Barat. 9. Kegiatan Sosialisasi Kebijakan Impor, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 90,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 89,658, atau 99.62%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Sosialisasi kebijakan impor kepada 100 orang pelaku usaha. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pengawasan barang impor. 10. Kegiatan Pelatihan Korespondensi, Negosiasi dan Kontrak Penjualan Ekspor Hasil Industri dan Pertambangan, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 234,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 233,002, atau 99.57%. Output kegiatan adalah terlaksananya Pelatihan Korespondensi, Negosiasi dan Kontrak Penjualan Ekspor Hasil Industri dan Pertambangan danfasilitasi Pelatihan Korespondensi, Negosiasi dan Kontrak Penjualan Ekspor Hasil Industri dan Pertambangan kepada 60 pelaku usaha. Outcome kegiatan adalah meningkatnya jumlah eksportir Jawa Barat. 11. Kegiatan Identifikasi Eksportir Produk Hasil Industri dan Pertambangan, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 146,250, realisasi anggaran sebesar Rp. 144,637,500.00atau 98.90%. Output kegiatan adalah tersusunnya hasil identifikasi eksportir produk hasil industri dan pertambangan sebanyak 250 dokumen. Outcome kegiatan adalah meningkatkan nilai dan volume ekspor Hasil Industri dan Pertambangan Jawa Barat. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 39

73 12. Kegiatan Forum Kinerja Ekspor Jawa Barat, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 97,500, realisasi anggaran sebesar Rp. 86,569, atau 88.79%. Output kegiatan adalah terlaksananya Forum Kinerja Ekspor Jawa Barat bagi 150. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kinerja ekspor Jawa Barat. 13. Kegiatan Petunjuk Pasar Ekspor ke Negara Non Tradisional (Amerika Latin dan Afrika), yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 43,875, realisasi anggaran sebesar Rp. 43,610,500.00atau 99.40%. Output kegiatan adalah tersusunnya buku Petunjuk Pasar Ekspor di Negara Non Tradisional (Amerika Latin dan Afrika) sebanyak 150 dokumen. Outcome kegiatan adalah meningkatkan nilai dan volume ekspor Jawa Barat. 14. Kegiatan Monitoring Ekspor Produk Hasil Industri dan Pertambangan, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 97,500, realisasi anggaran sebesar Rp. 94,874, atau 97.31%. Output kegiatan adalah terlaksananya monitoring ekspor produk hasil industri dan pertambangan pada 50 dokumen ekspor. Outcome kegiatan adalah meningkatnya jaringan informasi ekspor produk hasil industri dan pertambangan Jawa Barat. M. Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan : 1. Kegiatan Peningkatan dan Pengembangan Pelayanan Kemetrologian Balai Kemetrologian Karawang, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2,500,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 2,262,320, atau 90.49%. Output kegiatan adalah terlaksananya Pelayanan Tera Ulang di 5 Kab./Kota, Pelayanan Tera/Tera Ulang, Pengujian, Kalibrasi, Pengendalian, UTTP dan BDKT di Wilayah Karawangmeliputi Kab. Karawang, Kab. Bekasi, Kota Bekasi, Kab. Purwakarta dan Kab. Subang. Outcome kegiatan adalah meningkatnya jaminan kualitas dan kuantitas produk di wilayah Karawang. 2. Kegiatan Peningkatan dan Pengembangan Pelayanan Kemetrologian Balai Kemetrologian Bandung, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1,869,873, realisasi anggaran sebesarrp. 1,242,555, atau 66.45%. Output kegiatan adalah terlaksananya Pelayanan Tera Ulang di 5 Kab./Kota, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 40

74 Pelayanan Tera/Tera Ulang, Pengujian, Kalibrasi, Pengendalian, UTTP dan BDKT di Wilayah Bandungmeliputi Kab. Sumedang, Kab.Bandung, Kab. Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kota Cimahi. Outcome kegiatan adalah meningkatnya jaminan kualitas dan kuantitas produk di wilayah Bandung. 3. Kegiatan Peningkatan dan Pengembangan Pelayanan Balai Kemetrologian Cirebon, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesarrp. 1,262,900, realisasi anggaran sebesar Rp. 1,256,967, atau 99.53%. Output kegiatan adalah terlaksananya Pelayanan Tera Ulang di 5 Kab./Kota, Pelayanan Tera/Tera Ulang, Pengujian, Kalibrasi, Pengendalian, UTTP dan BDKT di Wilayah Cirebon meliputi Kab.Cirebon, Kab. Majalengka, Kota Cirebon, Kab. Kuningan dan Kab. Indramayu. Outcome kegiatan adalah meningkatnya jaminan kualitas dan kuantitas produk di wilayah Cirebon. 4. Kegiatan Peningkatan dan Pengembangan Pelayanan Kemetrologian Balai Kemetrologian Bogor, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2,350,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 2,319,403, atau 98.70%. Output Terlaksananya Pelayanan Tera Ulang di 6 Kab./Kota, Pelayanan Tera/Tera Ulang, Pengujian, Kalibrasi, Pengendalian, UTTP dan BDKT di Wilayah Bogor Terfasilitasinya Pelayanan Tera/Tera Ulang, Pengujian, Kalibrasi, Pengendalian UTTP dan BDKT di Wilayah Bogor di 6 Kabupaten / Kota. Outcome kegiatan adalah meningkatnya jaminan kualitas dan kuantitas produk di wilayah Bogor. 5. Kegiatan Peningkatan dan Pengembangan Pelayanan Kemetrologian Balai Kemetrologian Tasikmalaya, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1,300,000, realisasi anggaran sebesar 1,100,742, atau 84.67%. Output kegiatan adalah terlaksananya Pelayanan Tera Ulang di 6 Kab./Kota, Pelayanan Tera/Tera Ulang, Pengujian, Kalibrasi, Pengendalian, UTTP dan BDKT di Wilayah Tasikmalaya meliputi Kab.Tasikmalaya, Kab. Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Kab. Garut, Kab. Ciamis dan Kota Banjar. Outcome kegiatan adalah meningkatnya jaminan kualitas dan kuantitas produk di wilayah Tasikmalaya. 6. Kegiatan Pengelolaan Standar Ukuran dan Laboratorium Balai Kemetrologian Tasikmalaya, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 200,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 139,803,793.00atau 69,90%. Output kegiatan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 41

75 adalah terlaksananya fasilitasi bahan baku Laboratorium kemetrologian (Aquades, Baju Lab, Sandal Lap, Silica Gel, Wash bensin, Braso, Sarung Tangan Lab, Masker, Lap Halus,dll) dan Sertifikasi Kalibrasi Standar Ukuran. Outcome kegiatan adalah meningkatnya jaminan kualitas dan kuantitas produk yang tepat ukur di wilayah Tasikmalaya. 7. Kegiatan Pengawasan Barang Beredar di Pasar, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 368,300, realisasi anggaran sebesar Rp. 221,475, atau 60.13%. Output kegiatan adalah terlaksananya Pengawasan Barang Beredar yang terdiri dari berlabel SNI wajib sebanyak 12 kali, makanan dan minuman sebanyak 12 kali, uji produk SNI Wajib sebanyak 10 kali, dan uji produk makanan dan minuman sebanyak 10 kali. Outcome kegiatan adalah meningkatnyaperlindungan Konsumen dan Keamanan Pasar Dalam Negeri. 8. Kegiatan Diseminasi Perlindungan Konsumen, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 120,678, realisasi anggaran sebesar Rp. 73,800, atau 61.15%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi diseminasi perlindungan konsumen kepada kabupaten/kota sebanyak 2 kali. Outcome kegiatan adalah meningkatnya Perlindungan Konsumen dan Keamanan Pasar Dalam Negeri. 9. Kegiatan Rapat Koordinasi Perlindungan Konsumen, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 61,079, realisasi anggaran sebesar Rp. 27,700, atau 45.35%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi rapat koordinasi perlindungan konsumen bagi 60 orang. Outcome kegiatan adalah meningkatnya Perlindungan Konsumen dan Keamanan Pasar Dalam Negeri. 10. Kegiatan Pengawasan Kemetrologian, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 189,136, realisasi anggaran sebesar Rp. 106,717, atau 56.42%. Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi Pengawasan Kemetrologian di kabupaten/kota dalam rangka pengawasan sebanyak 12 kali. Outcome kegiatan adalah meningkatnya meningkatnya jaminan kualitas dan kuantitas produk. 11. Kegiatan Pengembangan Alat Ukur/Takar (Timbangan) untuk Ukur Ulang di Pasar Tertib Ukur di Kab/Kota, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp ,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 639,800, atau 63.98%. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 42

76 Output kegiatan adalah pengadaan timbangan pos ukur ulang sebanyak 12 unit. Outcome kegiatan adalah meningkatnya jaminan kualitas dan kuantitas produk di wilayah Jawa Barat. 12. Kegiatan Peningkatan dan Pengembangan Pelayanan Laboratorium Balai Kemetrologian Bogor, yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 400,000, realisasi anggaran sebesar Rp. 325,412, atau 81.35% Output kegiatan adalah terlaksananya fasilitasi peningkatan dan penambahan lingkup akreditasi ISO Outcome kegiatan adalah meningkatnya jaminan kualitas dan kuantitas produk yang tepat ukur di wilayah Bogor. Evaluasi terhadap hasil pengukuran sasaran stratejik yang telah dicapai oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 dapat disampaikan hal-hal sebagai berikut : 1) Meningkatnya perkembangan industri kecil, menengah dan besar. Industri kecil Menengah (IKM) merupakan salah satu segmen industri yang dapat dijadikan tumpuan dalam penciptaan iklim wirausaha yang dapat menyerap tenaga kerja. IKM sudah terbukti ketangguhannya dapat bertahan terhadap terpaan badai krisis ekonomi periode pra-reformasi tahun karena memiliki fleksibilitas dan elastisitas yang tinggi. Karakteristik inilah yang memberikan andil cukup signifikan untuk mewujudkan perekonomian daerah yang tangguh yang bercirikan kerakyatan. Berdasarkan hal tersebut. maka peningkatan unit usaha industri kecil dan menengah menjadi salah satu sasaran dalam pengukuran kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Capaian sasaran yaitu Meningkatnya Penyebaran Jumlah Industri Kecil dan Menengah di Daerah Kab/Kota dengan indikator Jumlah wirausaha industri kecil dan menengah. Peningkatan jumlah industri kecil dan menengah di targetkan meningkat dari kondisi awal (2013) sejumlah Unit Usaha yang berarti sejumlah unit usaha. Adapun realisasi peningkatan unit usaha tahun 2014 sejumlah 471 unit usaha dan tahun 2015 sejumlah 485 unit usaha. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan Dinas terhadap IKM baik berupa fasilitasi pelatihan, bimbingan teknis, dan lainnya telah memberikan hasil yang optimal terhadap pertumbuhan IKM di Jawa Barat. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 43

77 2) Meningkatnya pemanfaatan teknologi dan standarisasi produksi. Teknologi yang membuat industri menjadi lebih efisien, produktif dan inovatif. Kemajuan sektor industri sangat ditopang oleh peran ilmu pengetahuan dan berkesinambungan dan memiliki daya saing agar bisa berkompetisi di era global dan pasar bebas. Untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi industry, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat telah melakukan upaya melalui program-program dan kegiatan yang dialokasikan baik melalui dana APBD maupun dana APBN. Pada APBD fasilitasi peningkatan teknologi bagi industri menekankan pada inindustri tekstil dan produk tekstil, industri kerajinan, industri genteng, industri makanan olahan dan industri logam serta mesin. Selain itu diberikan pula layanan kemasan bagi produk IKM. Pada standarisasi produksi dilakukan melalui pengembangan CPPOB/GMP. Berdasarkan hal tersebut dan nilai investasi pada penumbuhan IKM, capaian sasaran Meningkatnya pemanfaatan teknologi dan standarisasi produksi dengan indikator Peningkatan Jumlah fasilitasi standarisasi Industri. 3) Tersedianya tenaga kerja yang kompeten di bidang industri Dalam rangka meningkatkan daya saing industri salah satu penunjangnya adalah kompetensi Sumber Daya Manusia pelaku industri yang cukup tersedia di dalam negeri khususnya di Provinsi Jawa Barat. Apalagi dikaitkan dengan pasar global serta dalam mengantisipasi diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN, dimana tidak ada batasan lagi antara sesama negara di kawasan ASEAN baik untuk barang, jasa, tenaga kerja dan yang lainnya, khususnya untuk mengantisipasi masukannya tenaga kerja terampil dibidang Industri dari luar negeri dan untuk meningkatkan daya saing produk industri Jawa Barat. Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah melakukan upaya melalui program-program dan kegiatan yang dialokasikan baik melalui dana APBD maupun dana APBN untuk meningkatkan Kemampuan dan keterampilan pelaku usaha dibidang industri serta penumbuhan wirausahawan baru. Peningkatan kemampuan dan keterampilan pelaku usaha bidang industri dibuktikan dengan peningkatan jumlah SDM IKM yang bersertifikat. Pada tahun 2015, sertifikat SDM diberikan pada kelompok industri kerajinan, industri kertas, industri makanan olahan dan industri elektronika serta telematika. Penumbuhan wirausahawan baru pada tahun sebanyak 1445 wirausaha meliputi kelompok industri gerabah; industri batu mulia; industri makanan; industri elekronika; industri kertas; industri alat-alat industri pertanian serta konveksi. Sementara pada tahun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 44

78 2015 sebanyak 3175 wirausaha, meliputi industri kerajinan, industri elektronika, sertifikasi hala dan HKI. Berdasarkan hal tersebut. maka capaian sasaran Tersedianya tenaga kerja yang kompeten di bidang industri dengan indikator : Peningkatan Jumlah wirausaha baru dari target WUB dengan realisasi 4620 WUB. hal ini belum sesuai dengan target dikarenakan keterbatasan alokasi dana. Peningkatan Jumlah SDM IKM terlatih pada tahun 2015 sebanyak 910 perusahaan, sementara pada tahun 2014 sebanyak 1375 sehingga jumlah SDM IKM mencapai 2285 perusahaan. Hal ini masih kurang memenuhi target. 4) Meningkatnya produk ekspor dan terpantaunya produk impor Jawa Barat Perkembangan transaksi ekspor menunjukan dinamika perekonomian suatu wilayah dan mengisyaratkan daya saing kemampuan produk suatu wilayah dalam persaingan global. Untuk itu salah satu sasaran strategis dinas adalah Meningkatnya produk ekspor non migas. eksportir dan terpantaunya produk impor Jawa Barat. Dengan Indikator sasaran adalah : Peningkatan Nilai Ekspor Jawa Barat per tahun, dengan target peningkatan 2% dari kondisi awal (2013) nilai ekspor Jawa Barat sebesar US$ Miliar. Realisasi tahun 2015 menurun drastis diakibatkan krisis global yang terjadi di eropa timur dan menguatnya perekonomian di Amerika. Realisasi ekspor menurun mencapai 3.27%. Hal ini sudah sangat jauh dari target. Peningkatan Jumlah eksportir Jawa Barat per tahun. dengan target sebesar 100 eksportit realisasi 173 eksportir. hal ini sudah melebihi target yang ditentukan sebesar 173%. Penurunan Nilai Impor Jawa Barat. ditargetkan untuk tahun 2015 sebesar 2% dengan realisasi 1% sehingga penurunan nilai impor sebesar 2% tidak mencapai target yang telah ditentukan. 5) Meningkatnya ketersediaan sarana perdagangan dan kemitraan perdagangan Dalam upaya meningkatkan ketersedian sarana perdagangan dan jumlah kemitraan perdagangan yang terjalin antara pelaku usaha ditentukan oleh indikator sasaran yaitu: Jumlah sarana perdagangan (pasar rakyat. toko swalayan. dan gudang). Sarana perdagangan dalam bentuk pasar rakyat. Toko swalayan dan gudang memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kelancaran arus barang dan/atau jasa. Penggunaan produk dalam negeri dan ketersediaan bahan pokok masyarakat. Dalam upaya peningkatan ketersediaan sarana Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 45

79 perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan salah satunya melalui kegiatan Pembinaan dan Penataan Pasar Tradisional. Berdasarkan hal tersebut, maka capaian sasaran jumlah revitalisasi pasar tradisional yang memadai, dari target 20 unit dengan realisasi 20 unit atau sebesar 100%. Jumlah kerjasama perdagangan, ditargetkan sebesar 10 buah dengan realisasi 15 buah kerjasama atau sebesar 100%. Kerjasama perdagangan meliputi komoditi barang strategis dan kebutuhan pokok masyarakat berupa beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam dan daging sapi. Kerjasama perdagangan lainnya meliputi kerjasama perdagangan antar provinsi dan lain-lain 6) Meningkatnya koordinasi pengendalian harga kebutuhan pokok masyarakat serta meningkatnya jaminan kualitas dan kuantitas produk Dalam upaya pengendalian harga kebutuhan pokok masyarakat bukan hanya tugas pemerintah provinsi melaikan tanggung jawab bersama baik dengan kabupaten/kota. Asosiasi dan pelaku usaha dibidangnya. Hal ini diperlukannya koordinasi dengan semua pemangku kepentingan dengan tujuan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok masyarakat atau permasalahan lain yang berakibat mempengaruhi harga kepokmas. Seperti dampak kenaikan bahan bakar minyak (premium), tidak meratanya distribusi kepokmas dan faktor cuaca yang berpengaruh kepada produksi komoditas kepokmas seperti bawang merah sehingga harganya terus meningkat. Dari permasalahan tersebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah melakukan salah satunya kegiatan adalah Dukungan Operasi Pasar Murah (OPM) KEPOKMAS. dengan target sasaran 27 Kab./Kota realisasi 20 Kb./Kota sehingga capaianya 74%. Indikator sasaran dari meningkatnya jaminan kualitas dan kuantitas produk yaitu jumlah UTTP dan BDKT. dimana : Jumlah UTTP dari target sebesar buah dengan realisasi buah sehingga capaiannya sebesar 68.43%. hal ini belum memenuhi target dikarenakan : Menurunnya jadwal tera/tera ulang bagi objek tera/tera ulang. Kurangnya pelaksana pengawasan terhadap penggunaan dan peredaran UTTP di Masyarakat seperti di pasar tradisional sehingga diduga masih banyaknya penggunaan UTTP yang belum ditera Jumlah BDKT dari target sebesar buah dengan realisasi buah sehingga capainnya sebesar 84.83%. ini mendekati target. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 46

80 7) Meningkatnya sarana dan prasarana kerja Sarana dan prasarana merupakan salah satu aspek paling penting dalam menjalankan roda pemerintahan. Pengadaan sarana dan prasarana yang memadai sangat mendukung aktifitas kegiatan yang sedang berjalan dalam suatu instansi. Oleh karena itu. Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebagai salah satu instansi pemerintah perlu mengadakan peningkatan sarana prasarana untuk mendukung pelaksanaan tupoksi dalam mencapai sasaran. Adapun salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu Peningkatan Sarana dan Prasarana Dinas Perindustrian dan perdagangan dengan indikator sasaran Ketersediaan sarana dan prasarana kerja minimal. target sebesar 70% dengan realisasi 70% sehingga capaiannya 100%. 8) Meningkatnya sistem pelayanan perencanaan dan pelaporan Sistem pelayanan perencanaan dan pelaporan merupakan sarana untuk memudahkan membuat program/kegiatan yang direncanakan suatu instansi/opd dan mengevaluasi program/kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan sasaran dari Visi dan Misi yang telah ditetapkan. Upaya yang telah dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam meningkatkan sistem pelayanan perencanaan dan pelaporan salah satunya melalui kegiatan Perencanaan dan Evaluasi Bidang Industri dan Perdagangan. dengan indikator sasaran Tingkat keterlambatan pelaporan. target 4% dengan realisasi 0% maka capaiannya 100%. 9) Meningkatnya kompetensi sumber daya manusia Dalam upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah melaksanakan kegiatan Peningkatan Kesejahteraan dan Kemampuan Aparatur Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan indikator sasaran tingkat keikutsertaan pelatihan teknis. target sebanyak 55 PNS dengan realisasi 70 PNS maka capaiannya 700%. Selain dari belanja langsung, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat pada Tahun Anggaran 2015 mendapat alokasi bantuan keuangan dan hibah dengan rincian sebagaimana tampak pada seperti tampak pada tabel 3.6. Realisasi pelaksanaan subsidi Kebutuhan Pokok Masyarakat sebagaimana terlampir. Tabel 3.6. Pelaksanaan Bantuan Keuangan dan Hibah No Uraian Kegiatan Realiasi Lokasi Anggaran 1 Belanja Bantuan Keuangan 404,373,000 Kab. Bandung Barat 2 Belanja Bantuan Keuangan Pengembangan 32,180,000 Kab. Bandung Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 47

81 IKM dalam Memperkuat Jaringan Klaster Industri 3 Belanja Bantuan Keuangan 728,707,500 Kab. Ciamis 4 Belanja Bantuan Keuangan Pendataan 42,700,000 Kab. Ciamis Potensi Alat UTTP dan Pembinaan Kemetrologian 5 Belanja Bantuan Keuangan Revitalisasi 728,707,500 Kab. Ciamis Pasar Ciamis, Sindangkasih, Kawali dan Banjarsari 6 Belanja Bantuan Keuangan 124,867,600 Kab. Cirebon 7 Belanja Bantuan Keuangan 197,547,220 Kab. Garut 8 Belanja Bantuan Keuangan Pendataan dan 82,505,000 Kab. Indramayu Pengawasan Peralatan Tera/Tera Ulang Metrologi Legal 9 Belanja Bantuan Keuangan 486,600,000 Kab. Karawang 10 Belanja Bantuan Keuangan 434,315,000 Kab. Purwakarta 11 Belanja Bantuan Keuangan 738,710,000 Kab. Tasikmalaya 12 Belanja Bantuan Keuangan 493,599,500 Kab. Tasikmalaya 13 Belanja Bantuan Keuangan 1,191,853,500 Kab. Tasikmalaya 14 Belanja Bantuan Keuangan Penyuluhan 28,065,800 Kab. Majalengka Tera/Tera Ulang 15 Belanja Bantuan Keuangan Pengawasan 38,019,140 Kab. Sukabumi dan Pendataan Peralatan Tera/Tera Ulang 16 Belanja Bantuan Keuangan 473,492,000 Kota Bekasi 17 Belanja Bantuan Keuangan Optimalisasi dan 39,936,500 Kota Cimahi Pengembangan UPT Kemetrologian Daerah 18 Belanja Bantuan Keuangan Potensi Alat Ukur Takar Timbang dan Perlengkapan 43,050,000 Kota Tasikmalaya Lainnya (UTTP) dan Pembinaan Kemetrologian 19 Belanja Hibah kepada Dekranasda Provinsi Jawa Barat dalam melakukan Pembinaan dan Pengembangan Seni Produk Kerajinan Jawa Barat 2,000,000,000 Provinsi Jawa Barat Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 III - 48

82 BAB.IV Penutup Pencapaian kinerja indikator sasaran pada LKIP Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat pada tahun 2015 rata-rata sebesar 116% atau mendapat kategori Sangat Baik. Uraian capaian kinerja sasaran yang merupaka capaian kinerja dari pengukuran Indikator Kinerja Utama dan Indikator Kinerja Sasaran pada setiap misi dalam pencapaian misi Dinas, dapat dijelaskan sebagai berikut : Misi pertama : Meningkatkan daya saing industri Jawa Barat 1. Sasaran 1 : Meningkatnya perkembangan industri kecil, menengah dan besar, mendapat predikat nilai Baik dengan rata-rata capaian sebesar 88.62%. Terbukti dari hasil pengukuran yang diukur melalui 2 (dua) indikator kinerja dengan 1 (satu) indikator diatas target dan 1 (satu) indikator mendekati target. 2. Sasaran 2 : Meningkatnya pemanfaatan teknologi dan standarisasi produk, mendapat predikat nilai Sangat baik dengan rata-rata capaian sebesar 3.602%. Terbukti dari hasil pengukuran yang diukur melalui 2 (dua) indikator kinerja dengan rincian kedua indikator tersebut di atas target. 3. Sasaran 3 : Tersedianya tenaga kerja yang kompetern di bidang industri, mendapat predikat nilai Baik dengan capaian sebesar 91,4%. Terbukti dari hasil pengukuran yang diukur melalui 1 (satu) indikator kinerja mendekati target. Misi kedua : Mendorong peningkatan perdagangan luar negeri 1. Sasaran 1 : Meningkatnya produk ekspor, eksportir dan terpantaunya produk impor Jawa Barat, mendapat predikat nilai Kurang dengan rata-rata capaian sebesar 19.8%. Terbukti dari hasil pengukuran yang diukur melalui 3 (tiga) indikator kinerja dengan rincian 2 (dua) indikator dibawah target dan 1 (satu) indikator tersebut jauh diatas target. Misi ketiga : Meningkatkan kelancaran distribusi, pengamanan perdaganan dalam negeri dan perlindungan konsumen 1. Sasaran 1 : Meningkatnya ketersediaan sarana perdagangan dan kemitraan perdagangan, mendapat predikat nilai Baik dengan rata-rata capaian sebesar 100%. Terbukti dari hasil pengukuran yang diukur melalui 2 (dua) indikator kinerja dengan rincian kedua indikator tersebut yang mencapai target. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 IV - 1

83 2. Sasaran 2 : Meningkatnya koordinasi pengendalian harga kebutuhan pokok masyarakat serta meningkatnya jaminan kualitas dan kuantitas produk, mendapat predikat nilai Sangat Baik dengan rata-rata capaian sebesar 750%. Terbukti dari hasil pengukuran yang diukur melalui 2 (dua) indikator kinerja mencapai target, 1 (satu) indikator mendekati target dan 1 (satu) indikator tersebut jauh diatas target. Misi keempat : Meningkatkan kinerja sumber daya 1. Sasaran 1 : Meningkatnya sarana dan prasarana kerja, mendapat predikat nilai Baik dengan capaian sebesar 100%. Terbukti dari hasil pengukuran yang diukur melalui 1 (satu) indikator kinerja dengan sesuai target. 2. Sasaran 2 : Meningkatnya sistem pelayanan perencanaan dan pelaporan, dengan predikat nilai Sangat Baik dengan capaian sebesar 3.00%. Terbukti dari hasil pengukuran yang diukur melalui 1 (satu) indikator kinerja dengan sesuai target. 3. Sasaran 3 : Meningkatnya kompetensi sumber daya manusia, dengan predikat nilai Sangat Baik dengan capaian sebesar 700%. Terbukti dari hasil pengukuran yang diukur melalui 1 (satu) indikator kinerja jauh diatas target. Dari 9 (Sembilan) sasaran strategis bidang industri dan perdagangan yang diukur melalui 16 (enam belas) indikator kinerja dengan capaian 6 (sangat) mendapat kategori Sangat Baik, 6 (enam) mendapat kategori Baik, 2 (dua) mendapat kategori Sedang, 2 (dua) mendapat kategori Kurang. Untuk meningkatkan target pencapaian indikator sasaran pada upaya yang masih terus dilakukan antara lain : Bidang Industri, melaksanakan bimbingan teknis, pelatihan, meningkatkan fasilitasi pemasaran serta pembiayaan secara periodik dan berkesinambungan; melaksanakan penelitian dan pengembangan; fasilitasi kemasan serta penanganan dan pengetahuan bahan baku/bahan penolong; sosialisasi dan fasilitasi yang mendorong pemahaman dan manfaat dari legalitas, standardisasi dan sertifikasi produk; mendorong peran serta Kabupaten/Kota untuk melakukan pendataan dan menumbuhkan industri kreatif sesuai dengan potensi daerahnya; mendorong percepatan penetapan kawasan industri; serta sosialisasi dan tindaklanjut tentang Peraturan Daerah-Peraturan Daerah yang telah ada. Bidang Perdagangan, meningkatkan koordinasi dalam pelaksanaan Operasi Pasar Murah Kebutuhan Pokok Masyarakat (OPM KEPOKMAS) di Kabupaten/Kota se-jawa Barat; melaksanakan sosialisasi lelang agro pada pelaku usaha agro; peningkatan penggunaan produk dalam negeri; revitalisasi Pasar Tradisional; penyebaran informasi tentang peluang Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 IV - 2

84 pasar ekbpor dan meningkatkan pengetahuan teknis ekspor; melaksanakan pembinaan terhadap produk potensi ekspor IKM dan promosi ekspor; sinergitas antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam pengawasan barang beredar; sosialisasi manfaat perlindungan konsumen kepada masyarakat; optimalisasi pemanfaatan personil, sarana dan prasarana pendukung pelayanan kemetrologian dan peningkatan sarana dan prasarana kerja. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 IV - 3

85

86

87

88 Realisasi Belanja Subsidi Kegiatan Operasi Pasar Murah Kebutuhan Pokok Masyarakat (KEPOKMAS) Kab/Kota SUB DIVRE BANDUNG Komoditi (Kg/Liter) Beras Gula Pasir Migor Telur Ayam Daging Sapi JUMLAH (Kg) (Kg) (Liter) (Kg) (Kg) (Rp/KGgLtr) Kota Bandung - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , , ,00 - Kab. Bandung , , , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Kab. Bandung Barat , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Kota Cimahi , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Kab. Sumedang , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Jumlah Subdivre Bandung , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , , ,00 - SUB DIVRE CIANJUR Kab. Cianjur , , , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , , ,00 - Kab. Sukabumi , , , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi , , Kab. Bogor , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , ,00 - Kota Bogor , , , , ,00

89 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Jumlah Subdivre Cianjur , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , , , , , , , , ,00 SUB DIVRE CIREBON Kab. Majalengka - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , , Kab. Cirebon , , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Kota Cirebon , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Kab. Kuningan , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Jumlah Subdivre Cirebon , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , , SUB DIVRE INDRAMAYU Kab. Indramayu , , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Jumlah Subdivre Indramayu , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , SUB DIVRE KARAWANG Kab. Karawang , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Kota Bekasi , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , ,

90 Jumlah Subdivre Karawang , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , SUB DIVRE SUBANG Kab. Subang , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , , Kab. Purwakarta , , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Jumlah Subdivre Subang , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , , SUB DIVRE CIAMIS Kota Tasikmalaya , , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , ,00 - Kab. Tasikmalaya , , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Kota Banjar , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Kab. Ciamis , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , , , , ,00 Kab. Pangandaran - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Jumlah Subdivre Ciamis , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , , , , , , ,00

91 TOTAL SE-JABAR (tahap I) - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , , , , , , , , ,00 Kab/Kota SUB DRIVE BANDUNG Kota Bandung Komoditi (Kg/Liter) Beras Gula Pasir Migor Telur Ayam Daging Sapi JUMLAH (Kg) (Kg) (Liter) (Kg) (Kg) (Rp/KGgLtr) - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , , , , , , ,00 Kab. Bandung - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Kab. Bandung Barat , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Kab. Sumedang , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Jumlah Subdivre Bandung , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , , ,00 - SUB DIVRE CIANJUR Kab. Cianjur , , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , ,00 - Kab. Sukabumi , , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Kota Sukabumi , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , , , , ,00

92 Kab. Bogor - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , ,00 Kota Bogor , , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Jumlah Subdivre Cianjur , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , , ,00 - SUB DIVRE CIREBON Kab. Cirebon , , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Kab. Majalengka , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , ,00 - Kab. Kuningan , , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Jumlah Subdivre Cirebon , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , ,00 - SUB DIVRE INDRAMAYU Kab. Indramayu , , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , ,00 - Jumlah Subdivre Indramayu , , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , ,00 - SUB DIVRE KARAWANG Kab. Karawang , , , , ,00 - Kuantum

93 - Nilai Subdisi 5.500, , , Jumlah Subdivre Karawang , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , SUB DIVRE SUBANG Kab. Subang , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , ,00 - Kab. Purwakarta , , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Jumlah Subdivre Subang , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , ,00 - SUB DIVRE CIAMIS , , , , ,00 Kab. Ciamis - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Kota Tasikmalaya , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , ,00 Kab. Tasikmalaya , , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Kota Banjar , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi , , , Kab. Pangandaran , , , ,00 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , Jumlah Subdivre Ciamis , , , ,00

94 - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , , , , , , ,00 TOTAL SE-JABAR (tahap II) - Kuantum Nilai Subdisi 5.500, , , , , , , , , , ,00

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor : 9 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA BANDUNG DINAS KOPERASI UKM DAN PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN

PEMERINTAH KOTA BANDUNG DINAS KOPERASI UKM DAN PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena rahmat dan hidayah- Nya kami dapat menyusun Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2016 Dinas Koperasi UKM dan Perindag Kota Bandung Tahun

Lebih terperinci

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan Karunia-Nya, kami telah dapat menyelesaikan penyusunan Laporan

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan Karunia-Nya, kami telah dapat menyelesaikan penyusunan Laporan 1 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan Karunia-Nya, kami telah dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi pemerintah

Lebih terperinci

BAB II 2.1. RENCANA STRATEGIS

BAB II 2.1. RENCANA STRATEGIS BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS Agenda pembangunan bidang ekonomi sebagaimana tertuang dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur Tahun 2009-2014 adalah meningkatkan percepatan pertumbuhan ekonomi

Lebih terperinci

Bab II Perencanaan Kinerja

Bab II Perencanaan Kinerja Di kantor Bab II Perencanaan Kinerja 2.1. Perencanaan 2.1.1. Rencana Strategis Tahun 2013-2018 Dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, perencanaan stratejik merupakan langkah awal yang

Lebih terperinci

GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI NTB

GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI NTB GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI NTB 2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 7 Tahun 2008

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2016-2021 DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN BANJAR PEMERINTAH KABUPATEN BANJAR DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN Jl. Perwira No. 44 Gg Tanjung Rema Telp.

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2017

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2017 RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2017 DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DAERAH PROVINSI JAWA BARAT 2017 DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi... i... ii Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1.2

Lebih terperinci

Bab I Pendahuluan Latar Belakang

Bab I Pendahuluan Latar Belakang Bab I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, bahwa pembangunan yang berkeadilan dan demokratis

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2017

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2017 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2017 DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH PROVINSI JAWA TENGAH KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan

Lebih terperinci

REVIEW PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014 DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI JAWA TIMUR

REVIEW PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014 DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI JAWA TIMUR REVIEW PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014 DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI JAWA TIMUR SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET PROGRAM / KEGIATAN PERINDUSTRIAN 1 Meningkatnya perkembangan

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2016

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2016 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2016 DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH PROVINSI JAWA TENGAH KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan

Lebih terperinci

GUBERNUR LAMPUNG PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG

GUBERNUR LAMPUNG PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG GUBERNUR LAMPUNG PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATAKERJA DINAS DAERAH PROVINSI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana Kerja Satuan Perangkat Kerja Daerah (Renja SKPD) merupakan dokumen perencanaan resmi SKPD yang dipersyaratkan untuk mengarahkan pelayanan publik Satuan Kerja

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT KATA PENGANTAR Sebagai tindaklanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang mewajibkan bagi setiap pimpinan instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan

Lebih terperinci

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2013 KATA PENGANTAR

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2013 KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah dapat diselesaikan untuk memenuhi ketentuan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Laporan Akuntabilitas

Lebih terperinci

GAMBARAN PELAYANAN DINAS KOPERASI UKM DAN PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOTA BANDUNG

GAMBARAN PELAYANAN DINAS KOPERASI UKM DAN PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOTA BANDUNG GAMBARAN PELAYANAN DINAS KOPERASI UKM DAN PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOTA BANDUNG Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung adalah salah satu perangkat daerah di lingkungan Pemerintah

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH. ( LKjIP ) DINAS KOPERASI PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN DAN PARIWISATA KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2014

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH. ( LKjIP ) DINAS KOPERASI PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN DAN PARIWISATA KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2014 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH ( LKjIP ) DINAS KOPERASI PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN DAN PARIWISATA KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2014 PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO DINAS KOPERASI PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN

Lebih terperinci

RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN ANGGARAN 2018

RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN ANGGARAN 2018 RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN ANGGARAN 2018 BIRO PENGEMBANGAN PRODUKSI DAERAH SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN 2017 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena atas segala limpahan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2017, KEPALA DINAS PERKEBUNAN PROVINSI JAWA BARAT,

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2017, KEPALA DINAS PERKEBUNAN PROVINSI JAWA BARAT, KATA PENGANTAR Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2016 ini disusun berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk

Lebih terperinci

GAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH,

GAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH, SALINAN GAH GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR 54 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN PROVINSI

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI BALI. LAPORAN KINERJA (LKjIP) DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2016

PEMERINTAH PROVINSI BALI. LAPORAN KINERJA (LKjIP) DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2016 PEMERINTAH PROVINSI BALI LAPORAN KINERJA (LKjIP) DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2016 Laporan Kinerja Dinas Koperasi UMKM Provinsi Bali Tahun 2016 i KATA PENGANTAR Puji Syukur kami

Lebih terperinci

b. Kepala Sub Bagian Keuangan; c. Kepala Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan.

b. Kepala Sub Bagian Keuangan; c. Kepala Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan. BAB XX DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN Bagian Kesatu Susunan Organisasi Pasal 400 Susunan organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan terdiri dari: a. Kepala Dinas; b. Sekretaris, membawahkan: 1.

Lebih terperinci

Rencana Strategis BAB 1 PENDAHULUAN

Rencana Strategis BAB 1 PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor merupakan salah satu unit kerja teknis yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2010 tentang Organisasi

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

PEMERINTAH KOTA TANGERANG RINGKASAN RENJA DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN KOPERASI KOTA TANGERANG TAHUN ANGGARAN 2015 Latar belakang, maksud dan tujuan Penyusunan Renja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi periode

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) DINAS KOPERASI DAN UMKM PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2015

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) DINAS KOPERASI DAN UMKM PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2015 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) DINAS KOPERASI DAN UMKM PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2015 DINAS KOPERASI DAN UMKM PROVINSI JAWA TENGAH Semarang, 29 Februari 2016 KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 73 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI BALI

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 73 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI BALI GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 73 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2014 KATA PENGANTAR

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2014 KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah dapat diselesaikan untuk memenuhi ketentuan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas

Lebih terperinci

BAB 2 GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

BAB 2 GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN BAB 2 GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN 1. STRUKTUR ORGANISASI Keberadaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor diatur dengan Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 3 Tahun 2010

Lebih terperinci

DAFTAR INFORAMASI PUBLIK DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPERASI DAN UKM KABUPATEN MUKOMUKO

DAFTAR INFORAMASI PUBLIK DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPERASI DAN UKM KABUPATEN MUKOMUKO DAFTAR INFORAMASI PUBLIK DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPERASI DAN UKM KABUPATEN MUKOMUKO NO INFORMASI YANG WAJIB DISEDIAKAN DAN DIUMUMKAN SECARA BERKALA I. Informasi tentang Profil DINAS PERINDUSTRIAN

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I. PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemerintahan yang akuntabel merupakan sebuah keharusan yang mesti dilaksanakan dalam usaha mewujudkan visi dan misi pembangunan sekaligus aspirasi serta cita-cita

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Cibinong, Maret Bupati Bogor, Hj. NURHAYANTI LAPORAN KINERJA PEMERINTAH (LAKIP) KABUPATEN BOGOR

KATA PENGANTAR. Cibinong, Maret Bupati Bogor, Hj. NURHAYANTI LAPORAN KINERJA PEMERINTAH (LAKIP) KABUPATEN BOGOR KATA PENGANTAR Alhamdulillah, segala puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan hidayah-nya, maka Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Bogor Tahun 2015 dapat

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKALAN

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKALAN PEMERINTAH KABUPATEN BANGKALAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKALAN NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH KABUPATEN BANGKALAN TAHUN 2005 2025 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016 SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN JAKARTA, JANUARI 2017 Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Inspektorat

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR LAKIP DISPERINDAG DENPASAR TA. 2015

KATA PENGANTAR LAKIP DISPERINDAG DENPASAR TA. 2015 KATA PENGANTAR Om Swastiastu, Sebagai umat beragama, marilah kita menghaturkan Angayu bagia, Puji dan Syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa, karena atas asung kerta wara nugraha-nya

Lebih terperinci

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BAPPEDA KOTA BANDUNG TAHUN 2016

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BAPPEDA KOTA BANDUNG TAHUN 2016 KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BAPPEDA KOTA BANDUNG TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan

Lebih terperinci

2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun

2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun BAB 2 PERENCANAAN KINERJA 2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun 2013-2018 Pemerintah Kabupaten Bogor telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) berdasarkan amanat dari Peraturan Daerah

Lebih terperinci

Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2014

Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2014 Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2014 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) ini dibuat sebagai perwujudan dan kewajiban suatu Instansi Pemerintah dengan harapan dapat dipergunakan

Lebih terperinci

RINGKASAN EKSEKUTIF. Halaman ii

RINGKASAN EKSEKUTIF. Halaman ii RINGKASAN EKSEKUTIF Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kabupaten Kubu Raya merupakan wujud dari pertanggungjawaban atas kinerja yang dilaksanakan serta sebagai alat kendali dan penilaian

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Semarang, Pebruari 2016 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah

Kata Pengantar. Semarang, Pebruari 2016 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah P E M E R I N T A H P R O V I N S I J A W A T E N G A H LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2016 DINAS BINA MARGA PROVINSI JAWA TENGAH Semarang 2017 Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji

Lebih terperinci

Review Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2016

Review Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2016 i ii DAFTAR ISI Review Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2016 Hal KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI iii RINGKASAN EKSEKUTIF iv BAB I PENDAHULUAN 1 I.1 LATAR BELAKANG 1 I.2 LANDASAN HUKUM 2 I.3 TUJUAN

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS ( R E N S T R A ) BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH ( B A P P E D A ) PROVINSI BANTEN TAHUN

RENCANA STRATEGIS ( R E N S T R A ) BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH ( B A P P E D A ) PROVINSI BANTEN TAHUN RENCANA STRATEGIS ( R E N S T R A ) BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH ( B A P P E D A ) PROVINSI BANTEN TAHUN 2012-2017 PEMERINTAH PROVINSI BANTEN TAHUN 2012 7 KATA PENGANTAR Bismillahhrahmaniff ahim

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI

BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI 7 BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI 2.1 Sejarah Singkat Dinas Perindustrian Kota Semarang Dinas Perindustrian Kota Semarang terletak di Jalan Pemuda No. 175 Gedung Pandanaran lantai 4 Semarang, sebelum menempati

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BOGOR. Nomor 34 Tahun 2016 Seri E Nomor 25 PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 34 TAHUN 2016 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA BOGOR. Nomor 34 Tahun 2016 Seri E Nomor 25 PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 34 TAHUN 2016 TENTANG BERITA DAERAH KOTA BOGOR Nomor 34 Tahun 2016 Seri E Nomor 25 PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 34 TAHUN 2016 TENTANG INDIKATOR KINERJA UTAMA PEMERINTAH KOTA BOGOR Diundangkan dalam Berita Daerah Kota Bogor

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Sumedang Tahun 2016 i

KATA PENGANTAR. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Sumedang Tahun 2016 i KATA PENGANTAR Puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, atas semua limpahan rahmat dan hidayah-nya, sehingga Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Sumedang Tahun 2016 dapat diselesaikan,

Lebih terperinci

IKHTISAR EKSKLUSIF. Beberapa hal pokok yang diuraikan dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) ini adalah sebagai berikut:

IKHTISAR EKSKLUSIF. Beberapa hal pokok yang diuraikan dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) ini adalah sebagai berikut: IKHTISAR EKSKLUSIF Laporan Kinerja Instansi Pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014, Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN TAPIN DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH

PEMERINTAH KABUPATEN TAPIN DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2015 PEMERINTAH KABUPATEN TAPIN DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH 2016 KATA PENGANTAR Puji Syukur kita panjatkan kepada

Lebih terperinci

RENCANA KERJA (RENJA)

RENCANA KERJA (RENJA) RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN 2015 PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG DINAS KOPERASI, UKM, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN Jl. Jend. Sudirman Timur Nomor 50 Telp. (0284) 321542 Pemalang Email : [email protected]

Lebih terperinci

BAB I PENDUHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDUHULUAN Latar Belakang BAB I PENDUHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada era otonomi daerah saat sekarang, daerah diberi kewenangan dan peluang yang luas untuk mengembangkan potensi ekonomi, sosial, politik dan budaya. Sebagian besar

Lebih terperinci

WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 46 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 46 TAHUN 2016 TENTANG WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 46 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, USAHA

Lebih terperinci

KABUPATEN BADUNG LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TAHUN 2014

KABUPATEN BADUNG LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TAHUN 2014 KABUPATEN BADUNG LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TAHUN 2014 BAPPEDA LITBANG KABUPATEN BADUNG TAHUN 2015 DAFTAR ISI Hal DAFTAR ISI...

Lebih terperinci

RENCANA KERJA (RENJA)

RENCANA KERJA (RENJA) RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN 2014 PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG DINAS KOPERASI, UKM, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN Jl. Jend. Sudirman Timur Nomor 50 Telp. (0284) 321542 Pemalang Email : [email protected]

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2016

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2016 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2016 BAGIAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG TAHUN 2017 D A F T A R I S I KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii I. PENDAHULUAN 1.1

Lebih terperinci

BAPPEDA PROVINSI BANTEN

BAPPEDA PROVINSI BANTEN RANCANA KERJA DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA ( DISPORA )PROVINSI BANTEN TAHUN 2016 PEMERINTAH PROVINSI BANTEN TAHUN 2015 RECANA KERJA 2016 DISPORA PROVINSI BANTEN i KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah Kami

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Landasan Hukum

BAB I PENDAHULUAN Landasan Hukum PENDAHULUAN BAB I 1.1 Latar Belakang Potensi Usaha di lingkup Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Purworejo memiliki peluang yang cukup besar untuk berkembang karena ketersediaan

Lebih terperinci

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 86 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 86 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 86 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI,TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN SIDOARJO

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Banjar, 14 Januari 2016 KEPALA DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN KOPERASI KOTA BANJAR

KATA PENGANTAR. Banjar, 14 Januari 2016 KEPALA DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN KOPERASI KOTA BANJAR KATA PENGANTAR Laporan Kinerja Dinas Perindustrian Perdangangan dan Koperasi Kota Banjar dibuat dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilitas

Lebih terperinci

BAB VI Indikator Kinerja yang Mengaeu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD

BAB VI Indikator Kinerja yang Mengaeu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD BAB VI Indikator Kinerja yang Mengaeu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD Berdasarkan rumusan Visi dan Misi dan mengacu serta selaras dengan arahan tehnis operasional dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN

RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2016-2021 Kata Pengantar Alhamdulillah, puji syukur kehadirat ALLAH SWT, atas limpahan rahmat, berkat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Cibinong, Maret 2015 Bupati Bogor, Hj. NURHAYANTI

KATA PENGANTAR. Cibinong, Maret 2015 Bupati Bogor, Hj. NURHAYANTI KATA PENGANTAR Alhamdulillah, segala puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan hidayah-nya, maka Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Bogor Tahun 2014 dapat

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 103 TAHUN 2010 TENTANG URAIAN JABATAN PADA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

2015 KEPALA BAPPEDA KABUPATEN BOGOR

2015 KEPALA BAPPEDA KABUPATEN BOGOR KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-nya, sehingga Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor dapat menyelesaikan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Ponorogo, Maret 2016 BUPATI PONOROGO. Drs. H. IPONG MUCHLISSONI

KATA PENGANTAR. Ponorogo, Maret 2016 BUPATI PONOROGO. Drs. H. IPONG MUCHLISSONI KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terlaksananya semua tugas-tugas Instansi Pemerintah se - Kabupaten Ponorogo, serta terselesaikannya penyusunan Laporan Kinerja

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tujuan umum dari penyelenggaraan pemerintahan daerah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah. Dengan terbitnya Undang-undang

Lebih terperinci

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BOYOLALI

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BOYOLALI KATA PENGANTAR Puji syukur kami sampaikan kehadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan berkah dan rahmat-nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Penanaman Modal

Lebih terperinci

LKIP BPMPT 2016 B A B I PENDAHULUAN

LKIP BPMPT 2016 B A B I PENDAHULUAN B A B I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penilaian dan pelaporan kinerja pemerintah daerah menjadi salah satu kunci untuk menjamin penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis, transparan, akuntabel, efisien

Lebih terperinci

Laporan Kinerja Tahun 2016 Dinas Koperasi, UKM & Perindag Kabupaten Banyuasin BAB I PENDAHULUAN

Laporan Kinerja Tahun 2016 Dinas Koperasi, UKM & Perindag Kabupaten Banyuasin BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. Gambaran Umum Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyuasin merupakan instansi penyelenggara kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuasin dalam meningkatkan

Lebih terperinci

lampiran 2 RENCANA KINERJA TAHUNAN TAHUN 2015

lampiran 2 RENCANA KINERJA TAHUNAN TAHUN 2015 lampiran 2 RENCANA KINERJA TAHUNAN : DINAS KOPERASI UMKM PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI : GORONTALO TA : 2015 N0 SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET 1 2 3 4 5 1 Meningkatnya jumlah

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR BUPATI BARRU, TTD. Ir. H. ANDI IDRIS SYUKUR, MS.

KATA PENGANTAR BUPATI BARRU, TTD. Ir. H. ANDI IDRIS SYUKUR, MS. KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wata ala yang telah memberi rahmat dan karunia-nya, sehingga dokumen Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Kabupaten Barru Tahun

Lebih terperinci

BAB 2 PERENCANAAN KINERJA. 2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun

BAB 2 PERENCANAAN KINERJA. 2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun BAB 2 PERENCANAAN KINERJA 2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun 2013-2018 Pemerintah Kabupaten Bogor telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) berdasarkan amanat dari Peraturan Daerah

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Semarang, Maret 2015 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah

Kata Pengantar. Semarang, Maret 2015 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah P E M E R I N T A H P R O V I N S I J A W A T E N G A H LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2014 DINAS BINA MARGA PROVINSI JAWA TENGAH Semarang 2015 Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji

Lebih terperinci

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Koordinasi Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Jawa Barat Dinas Olahraga dan Pemuda

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKALIS NOMOR 12 TAHUN 2005 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKALIS NOMOR 12 TAHUN 2005 TENTANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKALIS NOMOR 12 TAHUN 2005 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN INVESTASI KABUPATEN BENGKALIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

MATRIKS RENCANA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013

MATRIKS RENCANA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013 MATRIKS RENCANA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013 I. VISI No 1. URAIAN VISI sebagai pusat industri dan perdagangan terkemuka, berdaya saing global dan berperan sebagai

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Lumajang, 20 Maret 2015 WAKIL BUPATI LUMAJANG. ttd. Drs. H. A S A T, M Ag. Laporan Kinerja Kabupaten Lumajang Tahun 2014 i

KATA PENGANTAR. Lumajang, 20 Maret 2015 WAKIL BUPATI LUMAJANG. ttd. Drs. H. A S A T, M Ag. Laporan Kinerja Kabupaten Lumajang Tahun 2014 i KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah Swt, atas segala rahmat dan hidayahnya Penyusunan Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Lumajang Tahun 2014 dapat diselesaikan. Tersusunnya

Lebih terperinci

TUPOKSI DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH KOTA MATARAM

TUPOKSI DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH KOTA MATARAM TUPOKSI DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH KOTA MATARAM Tugas dan Fungsi Kepala Dinas Kepala Dinas mempunyai tugas pokok memimpin, merencanakan, mengawasi, mengendalikan dan mengkoordinasikan

Lebih terperinci

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Pelayanan Kondisi lingkungan kerja yang diharapkan tentunya dapat memberikan dukungan optimal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. GAMBARAN UMUM DINAS KOPERASI USAHA MIKRO KECIL. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2011 tentang perubahan atas

BAB I PENDAHULUAN A. GAMBARAN UMUM DINAS KOPERASI USAHA MIKRO KECIL. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2011 tentang perubahan atas BAB I PENDAHULUAN A. GAMBARAN UMUM DINAS KOPERASI USAHA MIKRO KECIL MENENGAH PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2011 tentang perubahan atas Peraturan Daerah Nomor

Lebih terperinci

BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG

BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN KOPERASI KABUPATEN BANYUWANGI BUPATI BANYUWANGI Menimbang

Lebih terperinci

Bab I Pendahuluan A. LATAR BELAKANG

Bab I Pendahuluan A. LATAR BELAKANG Bab I Pendahuluan A. LATAR BELAKANG Penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan yang tepat, jelas, terukur dan akuntabel merupakan sebuah keharusan yang perlu dilaksanakan dalam usaha mewujudkan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Banjar, 14 Januari 2017 KEPALA DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN KOPERASI KOTA BANJAR

KATA PENGANTAR. Banjar, 14 Januari 2017 KEPALA DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN KOPERASI KOTA BANJAR KATA PENGANTAR Laporan Kinerja Dinas Perindustrian Perdangangan dan Koperasi Kota Banjar dibuat dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilitas

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 35 NOMOR 35 TAHUN 2008

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 35 NOMOR 35 TAHUN 2008 BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 35 PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 35 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA SEMARANG DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN TAHUN ANGGARAN 2016

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN TAHUN ANGGARAN 2016 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN TAHUN ANGGARAN 2016 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2017 DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN

Lebih terperinci

BAB III DISKRIPSI LEMBAGA. A. Gambaran Umum Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Karanganyar

BAB III DISKRIPSI LEMBAGA. A. Gambaran Umum Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Karanganyar BAB III DISKRIPSI LEMBAGA A. Gambaran Umum Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Karanganyar Dinas Perindustrian, Perdagangan, koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah adalah

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. optimal akan dapat diperbaiki di tahun berikutnya.

KATA PENGANTAR. optimal akan dapat diperbaiki di tahun berikutnya. KATA PENGANTAR Jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi bertekat mengerahkan segenap upaya dan sumber daya untuk melaksanakan amanat pembangunan di bidang perindustrian dan perdagangan.

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keberhasilan pembangunan pertanian bukan hanya ditentukan oleh kondisi sumberdaya pertanian, tetapi juga ditentukan oleh peran penyuluh pertanian yang sangat strategis

Lebih terperinci

KOTA SURAKARTA PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA (PPAS) TAHUN ANGGARAN 2016 BAB I PENDAHULUAN

KOTA SURAKARTA PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA (PPAS) TAHUN ANGGARAN 2016 BAB I PENDAHULUAN - 3 - LAMPIRAN: NOTA KESEPAKATAN ANTARA PEMERINTAH KOTA SURAKARTA DENGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 910/3839-910/6439 TENTANG : PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA APBD KOTA

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN ANGGARAN 2016 i KATA PENGANTAR Alhamdulillah, akhirnya Kami

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Bandung, 2013 KEPALA BPPT KOTABANDUNG. Drs. H. DANDAN RIZA WARDANA, M.Si PEMBINA TK. I NIP

KATA PENGANTAR. Bandung, 2013 KEPALA BPPT KOTABANDUNG. Drs. H. DANDAN RIZA WARDANA, M.Si PEMBINA TK. I NIP KATA PENGANTAR Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-nya, kami dapat menyelesaikan Rencana Kerja (RENJA) Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Bandung Tahun

Lebih terperinci

DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA MALANG

DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA MALANG SOP 2013 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA MALANG Gedung Perkantoran Terpadu (Block Office) Jl. Mayjen Sungkono Malang KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT)

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI Jl. Soekarno-Hatta No. 532 Telp. 7564327,

Lebih terperinci