Kata kunci : algoritma harmony search, resource-constrained project scheduling, penjadwalan.
|
|
|
- Devi Tan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Penerapan Algoritma Harmony Search pada Resource-Constrained Project Scheduling Problem (RCPSP) Rizky Imansyah Putra 1) dan Purwanto 2) Jurusan Matematika Universitas Negeri Malang ABSTRAK : Resource-Constrained Project Scheduling (RCPSP) adalah perluasan dari project scheduling. Resource-Constrained Project Scheduling berkembang untuk memperhitungkan durasi penjadwalan pengerjaan proyek dengan kendala sumberdaya yang terbatas sehingga bisa ditentukan durasi pengerjaan proyek yang minimum tanpa melebihi sumberdaya yang tersedia. Algoritma Harmony Search pada RCPSP memiliki tujuh langkah, yaitu inisialisasi masalah, memasukan data RCPSP, inisialisasi parameter Algoritma Harmony Search, inisialisasi harmony memory (HM), membangkitkan vektor solusi baru, meng-update harmony memory (HM), mengecek kriteria pemberhentian. Kata kunci : algoritma harmony search, resource-constrained project scheduling, penjadwalan. ABSTRACT : Resource-Constrained Project Scheduling is an expansion of project scheduling problem. Resource-Constrained Project Scheduling developed for search the duration of the project scheduling with resource constraints so that it can be determined that the minimum duration of the construction project without exceeding available resources. Harmony Search Algorithm of RCPSP has seven steps, they are initialization of the optimization problem, enter data of RCPSP, initialization of algorithm parameters, initialization of harmony memory, generate new vector solution, harmony memory update, check the termination criterion. Keywords : harmony search algorithm, resource-constrained project scheduling, scheduling. 1. Pendahuluan Penjadwalan proyek dengan menggunakan Critical Path Method (CPM) hanya berfokus pada hubungan ketergantungan antar aktivitas dengan asumsi ketersediaan sumberdaya yang tidak terbatas. Namun, dalam kenyataannya dalam pengerjaan suatu proyek sumberdaya yang tersedia sangatlah terbatas guna meminimalisasi pengeluaran sehingga manajer proyek sering sulit untuk melakukan penjadwalan proyek. Maka akan ditemukan suatu masalah penjadwalan kegiatan-kegiatan dengan kendala sumberdaya terbatas atau Resorce- Constrained Project Scheduling Problem (RCPSP). Beberapa metode heuristik yang dapat digunakan untuk menyelesaikan Resource-Constrained Project Scheduling Problem seperti shortest task first, most resource first, minimum slack first (gray-kidd algorithm), dan most successors. Sedangkan metode metaheuristik untuk menyelesaikan RCPSP seperti algoritma genetika, ant colony optimization, dan particle swarm optimization. Beberapa 1) Rizky Imansyah Putra adalah mahasiswa Jurusan Matematika Universitas Negeri Malang 2) Purwanto adalah dosen Jurusan Matematika Universitas Negeri Malang
2 algoritma metaheuristik GA, ACO, dan PSO telah diuji coba pada kasus RCPSP seperti pada paper yang ditulis oleh Tchomte (2007) dan Goncalves (2004). Oleh karena itu, bahwa penulisan skripsi kali ini akan dicoba metode metaheuristik yang lain yaitu Harmony Search. Pada skripsi ini akan dijelaskan langkah-langkah pengerjaan Algoritma Harmony Search dengan proses manual dan hasilnya akan dibandingkan dengan hasil dari Algoritma CPM. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah mengidentifikasi bagaimana penyelesaian RCPSP menggunakan Algoritma Harmony Search dengan proses manual dan bagaimana solusi yang diperoleh dari perhitungan menggunakan Algoritma Harmony Search dibandingkan dengan Algoritma CPM. 2. Masalah RCPSP Resource-Constrained Preoject Scheduling Problem atau RCPSP adalah masalah penjadwalan aktivitas-aktivitas pada proyek harus memenuhi precedence constraints dan resource constraints. Yang dimaksud dengan precedence constraints adalah dimana aktivitas pendahulu harus sudah selesai dijadwalkan sebelum kegiatan lain dijadwalkan. Sedangkan resource constraints adalah suatu kendala dimana sumberdaya yang diperlukan oleh setiap aktivitas tidak boleh melebihi sumberdaya yang tersedia. Berikut ini adalah formulasi matematika dari RCPSP dengan fungsi tujuan untuk meminimasi durasi proyek (Setiawan;2010): min {max f i i = 1,2,, N}. (1) subject to : f i f j d i (2) j P i : i = 1,2,, N A t r ik R k.(3) k = 1,2,, K; t = s 1, s 2,, s N Dimana: N= jumlah aktivitas yang terdapat pada proyek f i = waktu penyelesaian aktivitas i (i = 1,2,, N) d i = durasi aktivitas i P i = predecessor aktivitas i R k = jumlah sumberdaya tipe k yang tersedia (k = 1,2,, K) K= jumlah tipe sumberdaya r ik = jumlah sumberdaya tipe k yang diperlukan oleh aktivitas i A t = sekelompok aktivitas yang berjalan pada waktu ke-t s i = f i d i s i = waktu mulai aktivitas i Persamaan (1) merepresentasikan fungsi tujuan dari RCPSP. Persamaan (2) merepresentasikan precedence constraints. Persamaan (3) merepresentasikan resource constraints. Untuk pembahasan kali ini, akan dibahas RCPSP dengan kebutuhan suatu himpunan sumberdaya diasumsikan tetap. Atau lebih dikenal dengan Single-Mode Resource-Constrained Project Scheduling Problem (SMPRCPSP). Berikut ini adalah contoh visualisasi dari RCPSP:
3 Gambar 1 ilustrasi RCPSP Apabila pada kasus Gambar 1 jumlah sumberdaya yang tersedia sebanyak 5 unit, maka Gambar 2 merupakan salah satu bentuk pemjadwalan 3. Algoritma Harmony Search Gambar 2 Visualisasi Bentuk Jadwal Berikut ini adalah langkah-langkah dari algoritma Harmony Search secara umum menurut konsep di atas (Hadwan;2013): 1. Inisialisasi optimalisasi masalah dan parameter algoritma. 2. Inisialisasi harmony memory. 3. Membangkitkan vektor solusi yang baru. 4. Meng-update harmony memory. 5. Ulangi langkah 3 dan 4 hingga kriteria pemberhentian. Penjelasan untuk langkah-langkah Algoritma Harmony Search secara umum adalah: 1) Inisialisasi Parameter Algoritma Harmony Search Pada langkah pertama, optimalisasi masalah ditetapkan berdasarkan fungsi tujuan dan parameter algoritma diinisialisasi sebagai berikut: HMS (Harmony Memory Size) adalah banyak solusi yang disimpan pada HM (Harmony Memory). HMS hampir sama seperti banyak populasi pada Algoritma Genetika. HMCR (Harmony Memory Considering Rate) digunakan selama proses improvisasi untuk menentukan apakah variable dari solusi tersebut dapat mengambil semua nilai tersebut pada HM. HMCR memilih suatu nilai antara [0,1].
4 PAR (Pitch Adjusting Rate) juga digunakan selama proses improvisasi untuk menentukan apakah variable dari solusi tersebut harus diganti ke suatu nilai tetangga. PAR memilih suatu nilai antara [0,1]. 2) Membangun Harmony Memory Pada langkah kedua, suatu himpunan inisial solusi dari ukuran HMS dibangkitkan untuk membangun HM. HM digambarkan sebagai suatu matriks 2 dimensi. Baris menunjukan suatu himpunan solusi atau disebut vektor solusi X i, sedangkan kolom menunjukan variabel keputusan untuk tiap solusi. Setiap solusi X i dapat dilihat sebagai salah satu susunan urutan. Berikut ini adalah contoh matriks harmony memory : x1 x2... x N x1 x2... xn HM HMS 1 HMS 1 HMS 1 x... 1 x2 xn HMS HMS HMS x... 1 x2 x N Gambar 4 Matriks Harmony Memory 3) Improvisasi Harmony Baru Pada langkah ini, suatu vektor baru X = (x 1, x 2,, x N ) dibangkitkan berdasarkan pada tiga aturan, yaitu: (i) mempertimbangkan memory, (ii) pencocokan nada, dan (iii) pemilihan acak. Membangkitkan suatu harmony baru disebut improvisasi. Dalam mempertimbangkan memory, nilai dari pemilihan pertama x 1 untuk vektor baru dipilih berdasarkan nilai yang tersedia pada HM dari himpunan x 1 1, x 2 HMS 1,, x 1, dengan kemungkinan HMCR [0,1]. Nilai keputusan dari x 2, x 3,, x N dipilih dengan cara yang sama. Jika nilai acak yang terpilih dengan kemungkinan 1 HMCR, maka nilai vektor solusi dipilih dari range yang mungkin dari nilai tersebut. x x i x 1 i, x 2 i,, x HMS i dengan kemungkinan HMCR i x i X i dengan kemungkinan (1 HMCR) Setiap komponen berdasarkan dari pertimbangan memory diuji untuk menentukan apakan dapat dijadikan pencocokan nada. Langkah ini menggunakan parameter PAR, dengan pemilihan sebagai berikut x x i + rand 1,1 bw dengan kemungkinan PAR i x i dengan kemungkinan (1 PAR) Dimana bw (bandwidth) adalah suatu nilai sebarang.
5 4) Meng-update Harmony Memory Apabila nilai vektor solusi yang baru lebih baik daripada nilai vektor solusi terjelek pada harmony memory dilihat dari sudut pandang nilai fungsi tujuan, maka vektor terjelek akan dikeluarkan dan digantikan oleh vektor solusi baru. Jika nilai vektor solusi yang baru lebih buruk dari pada nilai vektor solusi terjelek, maka tidak akan terjadi perubahan pada harmony memory. 5) Mengecek kriteria pemberhentian Apabila kriteria pemberhentian telah tercapai, maka iterasi dihentikan. Apabila belum tercapai maka ulangi langkah 3 dan 4 hingga kriteria pemberhentian dipenuhi. 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Algoritma Harmony Search pada Penyelesaian Resource-Constrained Project Scheduling Problem Penerapan Algoritma Harmony Search supaya dapat menyelesaikan RCPSP harus melalui beberapa langkah sebagai berikut: 1) Inisialisasi masalah. 2) Memasukan data RCPSP. 3) Inisialisasi parameter Algoritma HS. 4) Inisialisasi harmony memory. 5) Membangkitkan vektor solusi baru. 6) Meng-update harmony memory. 7) Mengecek kriteria pemberhentian. Berikut penjelasan dari langkah-langkah tersebut (Setiawan;2010): 1) Inisialisasi Masalah Pada tahap ini diperkenalkan masalah yang akan diselesaikan, masalah dalam skripsi kali ini adalah RCPSP dengan fungsi tujuan meminimasi durasi proyek (Csebfalvi;2009) min f x x = {x i x i x i, i = 1,2,, N }} Jika dianalogikan pada musik, x adalah melodi yang nilai keindahannya ditunjukan oleh f(x). Dengan kata lain, semakin rendah nilai f(x), semakin tinggi kualitas melodi tersebut. Pada band, jumlah musisi ditunjukan oleh N sedangkan dalam RCPSP menunjukan banyaknya kegiatan dalam proyek tersebut, dan musisi i bertanggung jawab untuk bunyi x i. Misal x i, x i x i x i menyatakan waktu mulai pengerjaan aktivitas i. x i (x i ) menyatakan waktu paling cepat (lambat) suatu aktivitas i dapat dimulai pengerjaannya. 2) Memasukan Data RCPSP Untuk memodelkan RCPSP, dimisalkan sebagai berikut: Suatu proyek terdiri dari N aktivitas i {1,2,, N} dengan durasi tiap aktivitas D i. Selanjutnya, aktivitas i = 0 (i = N + 1) didefinisikan menjadi aktivitas dummy dengan tidak memerlukan sumberdaya dan lama durasi 0. Aktivitas-
6 aktivitas tersebut berhubungan dengan precedence dan resource constraints. Misal IPS = i j i j, i 0,1,, N, j 1,2,, N + 1 merupakan himpunan hubungan kegiatan sebelum dan sesudah.pada proses pengerjaan, aktivitas i membutuhkan R ir unit sumberdaya tipe r {1,2,, R} selama durasi pengerjaan. Karena sumberdaya r hanya tersedia R r unit pada suatu periode pengerjaan. 3) Inisialisasi Parameter Algoritma HS Algoritma Harmony Search (HS) telah dikembangkan oleh Lee dan Geem (2004) pada suatu analogi dengan proses improvisasi musik dimana para pemain alat music mengiprovisasi nada dari masing-masing alat musik yang mereka kuasai sehinggga mendapatkan harmoni yang baik. Harmoni-harmoni tersebut kemudian disimpan ke dalam harmony memory (HM) supaya dapat dibandingkan dan dicari harmoni yang lebih baik. Banyak HM disebut sebagai harmony memory size (HMS). Agar harmony memory dapat digunakan secara efektif, Algoritma HS mengadopsi suatu parameter harmony memory considering rate (HMCR). Seperti yang telah dibahas pada Bab II, jika rate ini terlalu rendah, maka hanya sedikit harmoni elit yang terpilih dan dapat menyebabkan proses konvergensi terlalu lambat. Jika rate terlalu besar, maka akan menyebabkan nada-nada pada HM banyak terpakai dan tidak sempat mengeksplorasi nada lain, sehingga sulit mencapai solusi yang bagus. Oleh karena itu, menurut Setiawan (2010) biasanya digunakan HMCR = Parameter berikutnya adalah bandwidth (bw). Bandwidth ini berguna untuk mengubah frekuensi nada, berikut adalah formulasi penyesuaian nada: Keterangan: x new = variabel keputusan yang baru x old = variabel keputusan yang lama bw = bandwidth ε = nilai random antara [-1,1] x new = x old + bw ε Parameter yang berhubungan dengan bw adalah PAR. Untuk PAR yang bernilai rendah bw yang sempit dapat menyebabkan proses konvergensi lambat dikarenakan keterbatasan eksplorasi pada ruang pencarian yang besar. Sebaliknya, jika PAR yang tinggi dan bw yang lebar dapat menyebabkan solusi-solusi yang ada terlalu menyebar dari potensi maksimal. Sehingga, biasanya digunakan PAR = ) Inisialisasi Harmony Memory Pada bagian ini dibangkitkan vektor solusi secara random. Vektor solusi pada Algoritma HS merepresentasikan nilai prioritas aktivitas proyek. Kemudian pada setiap iterasi dilakukan pembaruan sesuai dengan mekanisme Algoritma HS. Vektor solusi dituliskan sebagai berikut i X i = [x 1 x i i 2 x N 1 x i N ].
7 Keterangan: X i =vektor solusi i=indeks vektor solusi x N i =nilai prioritas aktivitas N=banyak aktivitas Vektor solusi dibangkitkan sebanyak HMS. Bila vektor solusi telah dibangkitkan maka akan terbentuk matriks harmony memory seperti pada penjelasan sebelumnya. 5) Membangkitkan Vektor Solusi yang Baru Membangkitkan vektor solusi yang baru dilakukan melalui 3 cara, yaitu: Apabila bilangan random r 1 yang dibangkitkan lebih besar dari HMCR maka akan dibangkitkan variabel keputusan yang baru secara random VKB i = rand[bb i, BA i ] Dengan VKB(i) = variabel keputusan baru BB(i) = irisan batas bawah variabel keputusan i BA(i) = irisan batas atas variabel keputusan i Apabila bilangan random r 1 yang dibangkitkan lebih kecil dari HMCR dan pembangkitan bilangan random r 2 lebih besar dari PAR, maka variabel keputusan i akan diambil dari HM. D1 = int 1 + HMS 1 rand D2 = HM D1, i VKB i = D2 Dengan D1 = nilai yang menyatakan pemilihan lokasi pada HM secara random dan int adalah bilangan bulat. D2 = nilai variabel keputusan yang diambil dari HM. Apabila bilangan random r 1 yang dibangkitkan lebih kecil dari HMCR dan pembangkitan bilangan random r 2 lebih kecil dari PAR, maka variabel keputusan i akan diambil dari HM. D3 = D2 + bw ε VKB i = D3 Dengan D3 = nilai variabel keputusan setelah dilakukan penyesuaian. bw = bandwidth ε = bilangan random dengan interval [ 1,1] Kemudian dilakuakn pengecekan batas dari variabel keputusan. Apabila D3 < BB, maka D3 = BB. Apabila D3 > BA, maka D3 = BA. Ketiga cara tersebut dilakukan mulai i = 1 hingga N. 6) Meng-update Harmony Memory Langkah-langkah pemilihan HM sebagai berikut: Melakukan proses penjadwalan untuk vektor solusi baru yang telah dibentuk pada langkah 5. Menghitung durasi proyek dari solusi baru. Jika vektor solusi baru lebih baik daripada vektor solusi yang terjelek pada HM, maka vektor solusi terjelek akan dikeluarkan dan digantikan oleh vektor solusi yang baru.
8 7) Mengecek Kriteria Pemberhentian Apabila kriteria pemberhentian telah tercapai maka proses penghitungan selesai, jika belum tercapai maka kembali ke langkah 5. Contoh: Akan dilakukan pengerjakan proyek dengan jumlah sumberdaya dalam bahasan kali ini diartikan sebagai pekerja yang tersedia sebanyak 5 orang dan aktivitas-aktivitas sebagai berikut: Tabel 1 Daftar Aktivitas Proyek Aktivitas Durasi Sumberdaya Aktivitas (Pekerja) Pendahulu A B C D E F G H 3 2 5,7 Dari data yang terdapat pada tabel 1, akan dibuat salah satu model penjadwalan dalam diagram precedence seperti di bawah ini Gambar 5 Bentuk Penjadwalan 1 Proyek Pada interval [5,7] sumberdaya yang diperlukan melebihi sumberdaya yang tersedia, sehingga proses pengerjaan tidak dapat dilanjutkan. Dengan menggunakan Algoritma CPM yang telah dimodifikasi (Seda;2009) sehingga dapat menyelesaikan masalah RCPSP, diperoleh lama pengerjaan proyek selama 23 hari dan penjadwalan baru dengan diagram precedence sebagai berikut:
9 Gambar 6 Bentuk Penjadwalan Baru Proyek Akan dicari solusi lain dengan menggunakan Algoritma Harmony Search. Iterasi 1: Langkah 1 Mencari solusi minimum untuk permasalahan penjadwalan proyek 1 dengan fungsi tujuan min f x x = {x i x i x i, i = 1,2,, N }}, jumlah pekerja yang tersedia adalah 5 orang selama proses pengerjaan. Langkah 2 Data Resouce-Constrained Project Scheduling Problem yang dibutuhkan untuk mencari solusi minimum dapat diperoleh dari tabel 1. Langkah 3 Akan dipilih secara random parameter untuk Algoritma HS dengan menggunakan Ms Excel, diperoleh: HMS dipilih antara [1,3], terpilih HMS = 3 HMCR dipilih antara [0.5,0.93], terpilih HMCR = 0,7 PAR dipilih antara [0.1,0.5], terpilih PAR= 0,3 bw (Bandwidth) = 10 Kriteria pemberhentian dipilih 2 iterasi. Solusi baru dipilih dari durasi pengerjaan proyek terkecil atau terpendek. Langkah 4 Dibangkitkan vektor solusi sebanyak HMS, dengan vektor solusi pertama mengambil solusi dari Algoritma CPM Dengan vektor solusi pertama X 1 = [ ]. Dibangkitkan vektor solusi kedua X 2 = [ ] dengan lama pengerjaan 24 hari. Dibangkitkan vektor solusi ketiga X 3 = [ ] dengan lama pengerjaan 23 hari. Langkah 5 Mencari vektor solusi baru X dari Harmony Memory berikut HM =
10 Dicari vektor solusi baru sesuai langkah-langkah Algoritma Harmony Search untuk RCPSP sehingga pada iterasi 1 diperoleh vektor solusi baru X = dengan durasi pengerjaan proyek selama 23 hari. Dengan bentuk penjadwalan seperti Gambar 7 Gambar 7 Bentuk Penjadwalan Solusi Iterasi 1 Proyek 1 Langkah 6 Solusi ini lebih baik dari vektor solusi X 2 pada HM yang membutuhkan waktu 24 hari, sehingga vektor solusi baru X menggantikan vektor solusi X 2. Jadi Harmony Memory yang baru adalah HM = Langkah 7 Karena kriteria pemberhentian belum terpenuhi, maka ulangi langkah 5 dengan HM yang baru. Iterasi 2: Iterasi 2 dilakukan dengan cara mengulangi langkah 5 dengan parameter yang tetap seperti iterasi 1. Diperoleh vektor solusi baru X = yang mempunyai durasi selama 22 hari. Karena kriteria pemberhentian telah terpenuhi, maka iterasi selesai. Sehingga diperoleh solusi pengerjaan proyek dengan waktu selama 22 hari. 5. Analisa Pada contoh di atas solusi dari Algoritma HS lebih minimum dibandingkan menggunakan CPM. Karena pada Algoritma HS solusi dibangkitkan secara random dari gabungan solusi-solusi pada Harmony Memory yang telah memenuhi syarat dari RCPSP termasuk solusi dari perhitungan dengan CPM, sedangkan pada CPM solusi diperoleh dari penjadwalan proyek biasa yang belum ditentukan batas sumberdaya yang tersedia dan menggunakan dasar earliest start dan lastest finish. Pada Algoritma HS terdapat beberapa iterasi yang telah ditentukan pada kriteria pemberhentian. Untuk contoh di atas ditetapkan dua iterasi sebagai kriteria pemberhentian, pada iterasi pertama diperoleh vektor solusi
11 dengan lama pengerjaan proyek selama 23 hari, vektor solusi ini menggantikan vektor solusi pada HM karena solusi lebih baik. Solusi inilah yang mengakibatkan Algoritma HS dapat membangkitkan solusi yang lebih minimum pada iterasi kedua. 6. Kesimpulan Untuk menyelesaikan Resouce-Constrained Project Scheduling Problem dengan menggunakan Algoritma Harmony Search harus dilakukan tujuh langkah berikut: inisialisasi masalah, memasukan data RCPSP, inisialisasi parameter Algoritma HS, Inisialisasi harmony memory, membangkitkan vektor solusi baru, Meng-update harmony memory, mengecek criteria pemberhentian. Pada langkah inisialisasi harmony memory vektor solusi dibangkitkan dari solusi dari perhitungan dengan menggunakan CPM dan vektor solusi yang lain dibangkitkan secara random dengan memenuhi syarat RCPSP yaitu precedence constraints dan resource constraints. Vektor-vektor solusi tersebut digabungkan sebanyak N kolom dengan N adalah banyak aktivitas pada proyek dan baris sebanyak HMS yang berguna untuk langkah berikutnya yaitu membangkitkan vektor solusi baru. Variabel keputusan untuk membangkitkan vector solusi baru ini diperoleh dari iterasi-iterasi hingga memenuhi kriteria pemberhentian. Jika dibandingkan dengan Algoritma Critical Path Method, solusi Algoritma Harmony Search tidak selalu merupakan solusi terbaik, karena pencarian solusi dilakukan secara random, sehingga solusi yang diperoleh sangat beragam. Pencarian solusi RCPSP menggunakan Algoritma HS lebih memerlukan waktu yang lebih lama daripada pencarian soslusi menggunakan Algoritma CPM. Namun, lama waktu yang diperlukan untuk mendapatkan solusi menggunakan Algoritma HS tergantung pada kriteria pemberhentian yang dipilih. 7. Saran Dalam skripsi ini, masih disajikan RCPSP dengan hanya dibatasi satu tipe sumberdaya dan suatu aktivitas tidak dapat dihentikan pada tengah-tengah pengerjaan. Permasalahan suatu proyek pada kenyataannya memiliki keterbatasan sumberdaya yang beragam tipe dan suatu kegiatan dapat dihentikan jika ada suatu kegiatan yang lebih penting diselesaikan terlebih dahulu. Hal ini dapat dijadikan bahan penelitian yang lebih lanjut sehingga solusi yang diperoleh mendekati permasalahan pada dunia proyek sesungguhnya. Daftar Pustaka Aldous, J.M dan Wilson, R.J Graph and Applications, an Introductory Approach. London: Springer-Verlag. Badri, Sofwan Dasar-dasar Network Planning. Jakarta : Rineka Cipta. Chakraborty, P., Ghosh, G., Das, S., Jain, D An Improve Harmony Search Algorithm with Differential Mutation Operator. Fundamental Informaticae Vol. 95 No (online) ( Diakses 2 Februari 2013.
12 Csebfalvi, Gyorgy. Csebfalvi, Aniko. Szendroi, Etelka A Harmony Search Metaheuristic for the Resource-Constrained Project Scheduling Problem and its Multi-mode Version. Dari notice university of pecs PhD student goverment. (Online) ( diakses pada 2 Februari Goncalves, Jose F., Mendes, Jorge J., Resende, Mauricio A Genetic Algorithm for the Resource Constrained Multi-Project Scheduling Problem. AT&T Labs Techinal Report TD-668LM4. Hadwan, M., Ayob, M., Sabar, N.R., Qu, Roug A harmony search algorithm for nurse rostering problem. Information Science. (online) ( diakses 26 Februari Kolisch, R., dan Sprecher, A PSPLIB-A Project Scheduling Problem Library. European Journal of Operational Research. ( diakses 26 Februari Lee, Kang Seok dan Geem, Zong Woo A new meta-heuristic algorithm for continuous engineering optimization: harmony search theory dan practice. Dari full-text scientific database offering journal, articles, dan book chapter (online) ( diakses pada 6 September Petterson, J.H., Sowinski, R., Talbot, F.B., Weglarz, J An algorithm for a general class of precedence and resource constrained scheduling problem. Dari The European digital mathematics library ( diakses 2 Februari Sastrohadiwiryo, B. Siswanto Pengantar Manajemen. Jakarta : Bumi Aksara. Seda, M., Matousek, R., Osmera, P., Pivonka, P., Sandera, C A Flexible Heuristic Algorithm for Resource-Constrained Project Scheduling. Dari full-text scientific database offering journal, articles, dan book chapter (online) ( diakses pada 6 September Setiawan, Achmad dan Santosa, Budi Penerapan Algoritma Harmony Search dalam Penyelesaian Resource-Constrained Project Scheduling Problem. Dari digital repository (online) ( diakses 5 September Soeharto, Iman Manajemen Proyek dari Konseptual sampai Operasional. Jakarta : Erlangga. Stanimirovic, Ivan., Petrkovic, Marko., Stanimirovis, Predrag., dan Ciric, Miroslav Heurustic Algorithm For Single Resource Constrained Project Scheduling Problem Based On The Dynamic Programming. Yugoslav Journal of Operation Research Vol. 19, No. 2. ( diakses 2 Februari Tchomte, Sylverin K., Gourgand, M., Quilliot, A Solving Resource- Constrained Project Scheduling Problem with Partical Swarm Optimization. Regular Papers.
PENERAPAN ALGORITMA HARMONY SEARCH DALAM PENYELESAIAN RESOURCE-CONSTRAINED PROJECT SCHEDULING PROBLEM
PENERAPAN ALGORITMA HARMONY SEARCH DALAM PENYELESAIAN RESOURCE-CONSTRAINED PROJECT SCHEDULING PROBLEM Peneliti Dosen Pembimbing : Achmad Setiawan NRP. 2506100136 : Ir. Budi Santosa, M.Sc., Ph.D NIP. 132
PENERAPAN ALGORITMA HARMONY SEARCH DALAM PENYELESAIAN RESOURCE-CONSTRAINED PROJECT SCHEDULING PROBLEM
PENERAPAN ALGORITMA HARMONY SEARCH DALAM PENYELESAIAN RESOURCE-CONSTRAINED PROJECT SCHEDULING PROBLEM Achmad Setiawan, Ir. Budi Santosa, M.Sc., Ph.D Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember
OPTIMISASI TOTAL TEMPUH NPC PADA RTS GAME MENGGUNAKAN HARMONY SEARCH ALGORITHM. Herti Miawarni 1* Jl. A. Yani 114, Surabaya 60231, Telp.
OPTIMISASI TOTAL TEMPUH NPC PADA RTS GAME MENGGUNAKAN HARMONY SEARCH ALGORITHM Herti Miawarni 1* 1 Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Bhayangkara Surabaya Jl. A. Yani 114, Surabaya
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Penjadwalan 2.1.1 Definisi Penjadwalan Menurut Stevenson (Stevenson, 2009), penjadwalan adalah kegiatan yang berkaitan dengan membangun jaringan waktu dengan satu atau lebih sumber
ALGORITMA HARMONY SEARCH DALAM OPTIMALISASI VEHICLE ROUTING PROBLEM WITH TIME WINDOW (VRPTW)
ALGORITMA HARMONY SEARCH DALAM OPTIMALISASI VEHICLE ROUTING PROBLEM WITH TIME WINDOW (VRPTW) Irinne Puspitasari 1, Purwanto 2 Email : [email protected] JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA
BAB 3 METODOLOGI Metode Penelitian. Dalam melakukan penelitian akan permasalahan ini, penulis menggunakan metode
BAB 3 METODOLOGI 3.1. Metode Penelitian Dalam melakukan penelitian akan permasalahan ini, penulis menggunakan metode rapid application development (RAD), dengan alur pengerjaan sebagai berikut: Gambar
PENERAPAN ALGORITMA HYBRID CROSS ENTROPY-GENETIC ALGORITHM DALAM PENYELESAIAN RESOURCE-CONSTRAINED PROJECT SCHEDULING PROBLEM
PENERAPAN ALGORITMA HYBRID CROSS ENTROPY-GENETIC ALGORITHM DALAM PENYELESAIAN RESOURCE-CONSTRAINED PROJECT SCHEDULING PROBLEM Nur Rahmawati 1), Budi Santosa 2) 1) Jurusan Teknik Industri, Institut Teknologi
PERENCANAAN SUMBER DAYA PADA PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANT COLONY
PERENCANAAN SUMBER DAYA PADA PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANT COLONY Niken A. Savitri, I Nyoman Pujawan, Budi Santosa Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh
Perbandingan Algoritma Simulated Annealing dan Harmony Search dalam Penerapan Picking Order Sequence
Jurnal Teknik Industri, Vol. 19, o. 2, December 2017, 125-132 ISS 1411-2485 print / ISS 2087-7439 online DOI: 10.9744/jti.19.2.125-132 Perbandingan Algoritma Simulated Annealing dan Harmony Search dalam
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Implementasi Pembahasan untuk penerapan algoritma harmony search yang dilakukan dalam penjadwalan asisten ini, akan dijabarkan dengan ulasan hasil dari inputan parameterparameter
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Job shop scheduling problem (JSSP) adalah permasalahan optimasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Job Shop Scheduling Problem (JSSP) Job shop scheduling problem (JSSP) adalah permasalahan optimasi kombinatorial. Misalkan terdapat n buah job atau pekerjaan, yaitu J 1, J 2,,
OPTIMASI NURSE SCHEDULING PROBLEM
OPTIMASI NURSE SCHEDULING PROBLEM Disusun Oleh Aditya Pratama H (2510100111) Pembimbing Prof. Ir. Budi Santosa, M.S., Ph.D Pendahuluan Latar Belakang Perumusan Masalah Batasan & Asumsi Penjadwalan Proses
SWARM GENETIC ALGORITHM, SUATU HIBRIDA DARI ALGORITMA GENETIKA DAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION. Taufan Mahardhika 1
SWARM GENETIC ALGORITHM, SUATU HIBRIDA DARI ALGORITMA GENETIKA DAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION Taufan Mahardhika 1 1 Prodi S1 Kimia, Sekolah Tinggi Analis Bakti Asih 1 [email protected] Abstrak Swarm
Penjadwalan Job Shop pada Empat Mesin Identik dengan Menggunakan Metode Shortest Processing Time dan Genetic Algorithm
Jurnal Telematika, vol.9 no.1, Institut Teknologi Harapan Bangsa, Bandung ISSN: 1858-251 Penjadwalan Job Shop pada Empat Mesin Identik dengan Menggunakan Metode Shortest Processing Time dan Genetic Algorithm
Analisis Penjadwalan Produksi Flowshop dengan Membandingkan Metode Harmony Search dan Algoritma Nawaz, Enscore and Ham
Petunjuk Sitasi: Tarigan, U., Lubis, N. I., & Tarigan, U. P. (2017). Analisis Penjadwalan Produksi Flowshop dengan Membandingkan Metode Harmony Search dan Algoritma Nawaz, Enscore and Ham. Prosiding SNTI
KOMBINASI ALGORITMA DIFFERENTIAL EVOLUTION DENGAN ITERATED GREEDY UNTUK PERMASALAHAN TRAVELING SALESMAN PROBLEM (TSP)
KOMBINASI ALGORITMA DIFFERENTIAL EVOLUTION DENGAN ITERATED GREEDY UNTUK PERMASALAHAN TRAVELING SALESMAN PROBLEM (TSP) Ong Andre Wahju Riyanto * ABSTRAKSI Penelitian ini ditujukan untuk memperbaiki kelemahan
PENYELESAIAN PERMASALAHAN MULTI-OBJECTIVE HYBRID FLOW SHOP SCHEDULING DENGAN ALGORITMA MODIFIED PARTICLE SWARM OPTIMIZATION
PENYELESAIAN PERMASALAHAN MULTI-OBJECTIVE HYBRID FLOW SHOP SCHEDULING DENGAN ALGORITMA MODIFIED PARTICLE SWARM OPTIMIZATION Fiqihesa Putamawa 1), Budi Santosa 2) dan Nurhadi Siswanto 3) 1) Program Pascasarjana
ALGORITMA PENJADWALAN PRODUKSI PADA LINGKUNGAN MESIN JOB SHOP DENGAN MINIMALISASI RATAAN WAKTU TUNGGU OPERASI
ALGORITMA PENJADWALAN PRODUKSI PADA LINGKUNGAN MESIN JOB SHOP DENGAN MINIMALISASI RATAAN WAKTU TUNGGU OPERASI Gamma/13502058 Abstraksi. Pada makalah ini dijelaskan mengenai pengembangan algoritma untuk
PENERAPAN ALGORITMA HYBRID CROSS ENTROPY-GENETIC ALGORITHM DALAM PENYELESAIAN RESOURCE-CONSTRAINED PROJECT SCHEDULING PROBLEM
PENERAPAN ALGORITMA HYBRID CROSS ENTROPY-GENETIC ALGORITHM DALAM PENYELESAIAN RESOURCE-CONSTRAINED PROJECT SCHEDULING PROBLEM Nur Rahmawati dan Budi Santosa Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi
PENJADWALAN TRUK PADA SISTEM CROSS DOCKING DENGAN PENYIMPANAN SEMENTARA DENGAN ALGORITMA HYBRID CROSS ENTROPY GENETIC ALGORITHM
PENJADWALAN TRUK PADA SISTEM CROSS DOCKING DENGAN PENYIMPANAN SEMENTARA DENGAN ALGORITMA HYBRID CROSS ENTROPY GENETIC ALGORITHM PENELITI : Pristi Dwi Puspitasari 2507 100 003 DOSEN PEMBIMBING : Ir. Budi
Implementasi Algoritma Harmony Search Untuk Penjadwalan Produksi Plastik
KINETIK, Vol. 2, No. 2, Mei 2017, Hal. 71-82 ISSN : 2503-2259 E-ISSN : 2503-2267 71 Implementasi Algoritma Harmony Search Untuk enjadwalan roduksi lastik Hendry Setiawan *1, Oesman Hendra Kelana 2, Dennys
Penerapan Algoritma A* (A Star) Sebagai Solusi Pencarian Rute Terpendek Pada Maze
Penerapan Algoritma A* (A Star) Sebagai Solusi Pencarian Rute Terpendek Pada Maze 1 Rakhmat Kurniawan. R., ST, M.Kom, 2 Yusuf Ramadhan Nasution, M.Kom Program Studi Ilmu Komputer, Fakultas Sains dan Teknologi
Penjadwalan Proyek dengan Menggunakan Metode Jalur kritis Project Scheduling Using Critical Path Method (CPM)
Abstrak Penjadwalan Proyek dengan Menggunakan Metode Jalur kritis Project Scheduling Using Critical Path Method (CPM) Madchan Anis ( J2A008043 ) Jurusan Matematika FMIPA, Universitas Diponegoro Jl. Prof.
1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Listrik pada abad ini sudah merupakan kebutuhan primer yang tidak bisa tergantikan. Karena pentingnya listrik ini, sistem yang menyuplai dan mengalirkan listrik ini
PENYELESAIAN PERMASALAHAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM MENGGUNAKAN ALGORITMA DIFFERENTIAL EVOLUTION
PENYELESAIAN PERMASALAHAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM MENGGUNAKAN ALGORITMA DIFFERENTIAL EVOLUTION Heri Awalul Ilhamsah Jurusan Teknik Industri Universitas Trunojoyo Email: [email protected] ABSTRAK
APLIKASI INTEGER PROGRAMMING UNTUK PEMERATAAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA PROYEK
B-10-1 APLIKASI INTEGER PROGRAMMING UNTUK PEMERATAAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA PROYEK * Iswanto, Abdullah Shahab Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Teknologi e-mail : * [email protected] ABSTRAK
DOSEN PEMBIMBING Chastine Fatichah, S.Kom, M.Kom MAHASISWA Yudis Anggara P. ( )
Sidang Tugas Akhir September 2009 Implementasi Metode Ant Colony Optimization untuk Pemilihan Fitur pada Kategorisasi Dokumen Teks DOSEN PEMBIMBING Chastine Fatichah, S.Kom, M.Kom MAHASISWA Yudis Anggara
IMPLEMENTASI METODE ANT COLONY OPTIMIZATION UNTUK PEMILIHAN FITUR PADA KATEGORISASI DOKUMEN TEKS
IMPLEMENTASI METODE ANT COLONY OPTIMIZATION UNTUK PEMILIHAN FITUR PADA KATEGORISASI DOKUMEN TEKS Yudis Anggara Putra Chastine Fatichah Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Institut
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Umum Dalam suatu proyek konstruksi, waktu merupakan salah satu faktor yang sangat penting. Oleh karena itu, sebisa mungkin pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang
Artikel Ilmiah oleh Siti Hasanah ini telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing.
Artikel Ilmiah oleh Siti Hasanah ini telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing. Malang, 1 Agustus 2013 Pembimbing Dra. Sapti Wahyuningsih,M.Si NIP 1962121 1198812 2 001 Penulis Siti Hasanah NIP 309312426746
Optimasi Multi Travelling Salesman Problem (M-TSP) Menggunakan Algoritma Genetika
Optimasi Multi Travelling Salesman Problem (M-TSP) Menggunakan Algoritma Genetika Wayan Firdaus Mahmudy ([email protected]) Program Studi Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia Abstrak.
HARMONY SEARCH ALGORITHM (HSA) UNTUK OPTIMAL POWER FLOW (OPF)
HARMONY SEARCH ALGORITHM (HSA) UNTUK OPTIMAL POWER FLOW (OPF) Efrita Arfah Zuliari Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Industri Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya Email : [email protected]
Desain Rute Terpendek untuk Distribusi Koran Dengan Algoritma Ant Colony System
Desain Rute Terpendek untuk Distribusi Koran Dengan Algoritma Ant Colony System Jan Alif Kreshna, Satria Perdana Arifin, ST, MTI., Rika Perdana Sari, ST, M.Eng. Politeknik Caltex Riau Jl. Umbansari 1 Rumbai,
PREPROCESSING DATA DAN REPRESENTASI ORGANISME ALGORITMA SYMBIOTIC ORGANISMS SEARCH PADA PERMASALAHAN PENJADWALAN PRAKTIKUM PERGURUAN TINGGI
PREPROCESSING DATA DAN REPRESENTASI ORGANISME ALGORITMA SYMBIOTIC ORGANISMS SEARCH PADA PERMASALAHAN PENJADWALAN PRAKTIKUM PERGURUAN TINGGI Hendrawan Armanto 1), C. Pickerling 2), Eka Rahayu Setyaningsih
IMPLEMENTASI ALGORITMA CAT SWARM OPTIMIZATION DALAM MENYELESAIKAN JOB SHOP SCHEDULING PROBLEM (JSSP)
E-Jurnal Matematika Vol. 5 (3), Agustus 2016, pp. 90-97 ISSN: 2303-1751 IMPLEMENTASI ALGORITMA CAT SWARM OPTIMIZATION DALAM MENYELESAIKAN JOB SHOP SCHEDULING PROBLEM (JSSP) I Wayan Radika Apriana 1, Ni
PENERAPAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR ITERATIF MAKS-PLUS PADA MASALAH LINTASAN TERPANJANG
PENERAPAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR ITERATIF MAKS-PLUS PADA MASALAH LINTASAN TERPANJANG Mira Amalia, Siswanto, dan Bowo Winarno Program Studi Matematika FMIPA UNS Abstrak. Aljabar merupakan cabang ilmu matematika
Penyelesaian Permasalahan Penjadwalan Aktivitas Proyek dengan Batasan Sumber Daya Menggunakan Metode Cross Entropy
Penyelesaian Permasalahan Penjadwalan Aktivitas Proyek dengan Batasan Sumber Daya Menggunakan Metode Cross Entropy Problem Solving on The Resource Constrains Project Scheduling Problem (RCPSP) Using Cross
PENERAPAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR ITERATIF MAKS-PLUS PADA MASALAH LINTASAN TERPANJANG
PENERAPAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR ITERATIF MAKS-PLUS PADA MASALAH LINTASAN TERPANJANG oleh MIRA AMALIA M0113030 SKRIPSI ditulis dan diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana
Pembimbing I : Wiwik Anggraeni, S.Si, M.Kom Pembimbing II : Amalia Utamima, S.Kom, MBA KHAIRIL JUHDI SIREGAR
Pembimbing I : Wiwik Anggraeni, S.Si, M.Kom Pembimbing II : Amalia Utamima, S.Kom, MBA KHAIRIL JUHDI SIREGAR 5209100710 Optimasi Penjadwalan Proyek Menggunakan Metode Algoritma Genetika Abstrak Penjadwalan
Penyelesaian {0,1}-Knapsack Problem dengan Algoritma Soccer League Competition
Penyelesaian {0,1}-Knapsack Problem dengan Algoritma Soccer League Competition Muji Prasetyo Iryanto, Sri Mardiyati Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia,
TUGAS AKHIR Pengembangan Algoritma Simulated Annealing pada Permasalahan Hybrid Flowshop Scheduling untuk Minimasi Makespan
SIDANG TUGAS AKHIR Pengembangan Algoritma Simulated Annealing pada Permasalahan Hybrid Flowshop Scheduling untuk Minimasi Makespan dan Total Tardiness Peneliti Pembimbing : Ainur Rofiq : Prof. Ir. Budi
TEKNIK PENJADWALAN KULIAH MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA GENETIKA. Oleh Dian Sari Reski 1, Asrul Sani 2, Norma Muhtar 3 ABSTRACT
TEKNIK PENJADWALAN KULIAH MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA GENETIKA Oleh Dian Sari Reski, Asrul Sani 2, Norma Muhtar 3 ABSTRACT Scheduling problem is one type of allocating resources problem that exist to
PENGEMBANGAN ALGORITMA DIFFERENTIAL EVOLUTION UNTUK PENJADWALAN FLOW SHOP MULTI OBYEKTIF DENGAN BANYAK MESIN ABSTRAK
PENGEMBANGAN ALGORITMA DIFFERENTIAL EVOLUTION UNTUK PENJADWALAN FLOW SHOP MULTI OBYEKTIF DENGAN BANYAK MESIN Rudi Nurdiansyah Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh
Dosen Pembimbing : Ir. Budi Santosa, M.S., Ph.D Oleh : Sas Wahid Hamzah
Artificial Immune System untuk Penyelesaian Vehicle Routing Problem with Time Windows Dosen Pembimbing : Ir. Budi Santosa, M.S., Ph.D Oleh : Sas Wahid Hamzah 2507100054 Pendahuluan Pendahuluan Fungsi Objektif
AUTOMATISASI TIMETABLING ASISTEN PENGAJAR PADA SOFTWARE LABORATORY CENTER MENGGUNAKAN HARMONY SEARCH
AUTOMATISASI TIMETABLING ASISTEN PENGAJAR PADA SOFTWARE LABORATORY CENTER MENGGUNAKAN HARMONY SEARCH Niko Sutiono Binus University, Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia Ngarap Immanuel Manik Binus University,
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Metaheuristik Heuristik berasal dari kata Yunani heuriskein yang berarti seni untuk menemukan strategi dalam menyelesaikan persoalan. Sedangkan meta berarti metodologi tingkat
PENCOCOKAN KATA SECARA ACAK DENGAN METODE ALGORITMA GENETIKA MENGGUNAKAN PROGRAM PASCAL
Jurnal Matematika UNAND Vol. 2 No. 2 Hal. 1 9 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PENCOCOKAN KATA SECARA ACAK DENGAN METODE ALGORITMA GENETIKA MENGGUNAKAN PROGRAM PASCAL MULIA AFRIANI KARTIKA
LOGO PENGEMBANGAN METODE HYBRID TABU SEARCH-CROSS ENTROPY UNTUK PENJADWALAN FLOWSHOP
LOGO PENGEMBANGAN METODE HYBRID TABU SEARCH-CROSS ENTROPY UNTUK PENJADWALAN FLOWSHOP Oleh : Muhammad Fahmi L. 2506 100 080 Pembimbing : Ir. Budi Santosa, M.Sc., Ph.D Ko-Pembimbing : Stefanus Eko Wiratno,
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA DALAM PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM WITH PRECEDENCE CONSTRAINTS (TSPPC)
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA DALAM PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM WITH PRECEDENCE CONSTRAINTS (TSPPC) Yayun Hardianti 1, Purwanto 2 Universitas Negeri Malang E-mail: [email protected] ABSTRAK:
OPTIMASI PENJADWALAN SUMBER DAYA DENGAN METODE ALGORITMA GENETIK TESIS MAGISTER OLEH: DEDE SUMIRTO PEMBIMBING: DR.IR. BIEMO W.
OPTIMASI PENJADWALAN SUMBER DAYA DENGAN METODE ALGORITMA GENETIK TESIS MAGISTER OLEH: DEDE SUMIRTO PEMBIMBING: DR.IR. BIEMO W. SOEMARDI BIDANG MANAJEMEN DAN REKAYASA KONSTRUKSI DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
BAB 2 LANDASAN TEORI
8 BAB 2 LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas beberapa konsep dasar dan beberapa definisi yang akan digunakan sebagai landasan berpikir dalam melakukan penelitian ini sehingga mempermudah penulis untuk
METODE STEEPEST DESCENT
METODE STEEPEST DESCENT DENGAN UKURAN LANGKAH BARU UNTUK PENGOPTIMUMAN NIRKENDALA D. WUNGGULI 1, B. P. SILALAHI 2, S. GURITMAN 3 Abstrak Metode steepest descent adalah metode gradien sederhana untuk pengoptimuman.
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
12 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah penjadwalan secara umum adalah aktifitas penugasan yang berhubungan dengan sejumlah kendala, sejumlah kejadian yang dapat terjadi pada suatu periode waktu
Keywords Algoritma, Genetika, Penjadwalan I. PENDAHULUAN
Optimasi Penjadwalan Mata Kuliah Dengan Algoritma Genetika Andysah Putera Utama Siahaan Universitas Pembangunan Pancabudi Jl. Gatot Subroto Km. 4,5, Medan, Sumatra Utara, Indonesia [email protected]
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada bagian pada bagian ini akan diuraikan tentang tinjauan pustaka dan landaran teori yang sesuai dengan ACO dan AG. 2.1 Algoritma Ant Colony Optimization Secara umum pencarian
PERMASALAHAN PENJADWALAN FLOW SHOP DALAM PROSES PENGECATAN BODY MOBIL DENGAN MENGGUNAKAN HARMONY SEARCH ALGORITHM SKRIPSI ANNAS MAIYASYA
PERMASALAHAN PENJADWALAN FLOW SHOP DALAM PROSES PENGECATAN BODY MOBIL DENGAN MENGGUNAKAN HARMONY SEARCH ALGORITHM SKRIPSI ANNAS MAIYASYA 081402044 PROGRAM STUDI S1 TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER
PENENTUAN MATCHING MAKSIMUM PADA GRAPH BIPARTISI BERBOBOT DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA
PENENTUAN MATCHING MAKSIMUM PADA GRAPH BIPARTISI BERBOBOT DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA,, Universitas Negeri Malang E-mail: [email protected] ABSTRAK: Matching berguna untuk menyelesaikan
IMPLEMENTASI ALOKASI JADWAL MATA PELAJARAN SMU MENGGUNAKAN ALGORITMA KOLONI SEMUT (AKS)
IMPLEMENTASI ALOKASI JADWAL MATA PELAJARAN SMU MENGGUNAKAN ALGORITMA KOLONI SEMUT (AKS) Devie Rosa Anamisa, S.Kom, M.Kom Jurusan D3 Teknik Multimedia Dan Jaringan-Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo
PENJADWALAN MATA KULIAH DENGAN MEMECAH PERTEMUAN BERDASAR PEMROGRAMAN LINEAR INTEGER
JMA, VOL. 9, NO.1, JULI 2010, 43-48 43 PENJADWALAN MATA KULIAH DENGAN MEMECAH PERTEMUAN BERDASAR PEMROGRAMAN LINEAR INTEGER PRAPTO TRI SUPRIYO Departemen Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI
1 I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu tujuan dari industri atau perusahaan adalah menciptakan laba yang maksimal. Salah satu bentuk usahanya adalah dengan memaksimumkan hasil produksi atau meminimumkan
Algoritma Evolusi Evolution Strategies (ES)
Algoritma Evolusi Evolution Strategies (ES) Imam Cholissodin [email protected] Pokok Bahasan 1. Struktur Dasar Evolution Strategies (ES) 2. Siklus ES (µ, λ) 3. Siklus ES (µ/r + λ) 4. Studi Kasus
5. Representasi Matrix
5. Representasi Matrix Oleh : Ade Nurhopipah Pokok Bahasan : 1. Matrix Ketetanggaan 2. Walk Pada Graph dan Digraph 3. Matrix Insidensi Sumber : Aldous, Joan M.,Wilson, Robin J. 2004. Graph and Applications.
Penerapan Algoritme Genetika Untuk Penjadwalan Latihan Reguler Pemain Brass Marching Band (Studi Kasus: Ekalavya Suara Brawijaya)
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-issn: 2548-964X Vol. 2, No. 9, September 2018, hlm. 2950-2956 http://j-ptiik.ub.ac.id Penerapan Algoritme Genetika Untuk Penjadwalan Latihan
PENERAPAN HARMONY SEARCH ALGORITHM UNTUK MENYELESAIKAN KASUS ASYMMETRIC TRAVELING SALESMAN PROBLEM SKRIPSI
PENERAPAN HARMONY SEARCH ALGORITHM UNTUK MENYELESAIKAN KASUS ASYMMETRIC TRAVELING SALESMAN PROBLEM SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna mencapai gelar Sarjana dalam bidang ilmu Teknik
APLIKASI SIMULATED ANNEALING UNTUK MENYELESAIKAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM
Buletin Ilmiah Mat. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 03, No. 1 (2015), hal 25 32. APLIKASI SIMULATED ANNEALING UNTUK MENYELESAIKAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM Edi Samana, Bayu Prihandono, Evi Noviani
KAJIAN KARAKTERISTIK SOLUSI VARIAN TRAVELING SALESMAN PROBLEM (TSP) DAN APLIKASINYA
KAJIAN KARAKTERISTIK SOLUSI VARIAN TRAVELING SALESMAN PROBLEM (TSP) DAN APLIKASINYA Sapti Wahyuningsih 1, Darmawan Satyananda 2, Dahliatul Hasanah 3 1 Jurusan Matematika FMIPA UM Malang, [email protected]
PENDEKATAN ALGORITMA PEMROGRAMAN DINAMIK DALAM MENYELESAIKAN PERSOALAN KNAPSACK 0/1 SKRIPSI SRI RAHAYU
PENDEKATAN ALGORITMA PEMROGRAMAN DINAMIK DALAM MENYELESAIKAN PERSOALAN KNAPSACK 0/1 SKRIPSI SRI RAHAYU 060823001 PROGRAM STUDI SARJANA MATEMATIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
DAFTAR ISI JUDUL HALAMAN PENGESAHAN PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR ISI JUDUL i HALAMAN PENGESAHAN ii PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI iii KATA PENGANTAR iv DAFTAR ISI vi DAFTAR TABEL ix DAFTAR GAMBAR x DAFTAR LAMPIRAN xi ABSTRAK xii ABSTRACT xiii BAB I PENDAHULUAN 1 1.1
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI
27 BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI 3.1 Analisis Pada subbab ini akan diuraikan tentang analisis kebutuhan untuk menyelesaikan masalah jalur terpendek yang dirancang dengan menggunakan algoritma
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
BAB TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI.1. Penelitian Terdahulu Archetti et al. (009) menggunakan sebuah metode eksak yaitu branch-and-price scheme dan dua metode metaheuristics yaitu algoritma Variable Neighborhood
OPTIMASI PENJADWALAN CERDAS MENGGUNAKAN ALGORITMA MEMETIKA
OPTIMASI PENJADWALAN CERDAS MENGGUNAKAN ALGORITMA MEMETIKA Muhammad Arief Nugroho 1, Galih Hermawan, S.Kom., M.T. 2 1, 2 Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipatiukur No. 112-116, Bandung 40132 E-mail
Model Penjadwalan Pekerjaan pada Zero-buffer Flowshop Tipe (1) dengan Kriteria Minimasi Total Waktu Tinggal Aktual
Performa (004) Vol. 3, No.: 49-54 Model Penjadwalan Pekerjaan pada Zero-buffer Flowshop Tipe (1) dengan Kriteria Minimasi Total Waktu Tinggal Aktual Yuniaristanto Jurusan Teknik Industri, Universitas Sebelas
PERBANDINGAN KINERJA ALGORITMA GENETIK DAN ALGORITMA BRANCH AND BOUND PADA TRAVELLING SALESMAN PROBLEM
PERBANDINGAN KINERJA ALGORITMA GENETIK DAN ALGORITMA BRANCH AND BOUND PADA TRAVELLING SALESMAN PROBLEM Nico Saputro dan Suryandi Wijaya Jurusan Ilmu Komputer Universitas Katolik Parahyangan [email protected]
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI.1 Proyek Proyek adalah suatu usaha atau aktivitas yang kompleks, tidak rutin, dibatasi oleh waktu, anggaran, resources dan spesifikasi performansi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan
APLIKASI ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA PEMILIHAN SOFTWARE MANAJEMEN PROYEK
APLIKASI ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA PEMILIHAN SOFTWARE MANAJEMEN PROYEK Siti Komsiyah Mathematics Department, School of Computer Science, Binus University Jl. K.H. Syahdan No. 9, Palmerah,
BAB I PENDAHULUAN. Di tengah masyarakat dengan aktivitas yang tinggi, mobilitas menjadi hal yang penting.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Di tengah masyarakat dengan aktivitas yang tinggi, mobilitas menjadi hal yang penting. Namun pada kenyataannya, terdapat banyak hal yang dapat menghambat
OPTIMASI PENJADWALAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DENGAN ALGORITMA GENETIK
OPTIMASI PENJADWALAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DENGAN ALGORITMA GENETIK Usulan Skripsi S-1 Jurusan Matematika Diajukan oleh 1. Novandry Widyastuti M0105013 2. Astika Ratnawati M0105025 3. Rahma Nur Cahyani
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Travelling Salesman Problem (TSP) Travelling Salesmen Problem (TSP) termasuk ke dalam kelas NP hard yang pada umumnya menggunakan pendekatan heuristik untuk mencari solusinya.
Analisis Komparasi Genetic Algorithm dan Firefly Algorithm pada Permasalahan Bin Packing Problem
Analisis Komparasi Genetic Algorithm dan Firefly Algorithm pada Permasalahan Bin Packing Problem Adidtya Perdana Sekolah Tinggi Teknik Harapan Medan Jl. H.M. Jhoni No. 70 C Medan [email protected] Abstrak
Optimasi pada Rute Truk Peti Kemas dengan Algoritma Optimasi Koloni Semut
E-journal Teknik Elektro dan Komputer (tahun), ISSN : 20-8402 7 Optimasi pada Rute Truk Peti Kemas dengan Algoritma Optimasi Koloni Semut Feisy D. Kambey [email protected] Abstrak Perdagangan global
PERANCANGAN ALGORITMA BELAJAR JARINGAN SYARAF TIRUAN MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO)
Jurnal POROS TEKNIK, Volume 5, No. 1, Juni 2013 : 18-23 PERANCANGAN ALGORITMA BELAJAR JARINGAN SYARAF TIRUAN MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO) Nurmahaludin (1) (1) Staf Pengajar Jurusan Teknik
METODE MAX MIN VOGEL S APPROXIMATION METHOD UNTUK MENEMUKAN BIAYA MINIMAL PADA PERMASALAHAN TRANSPORTASI
METODE MAX MIN VOGEL S APPROXIMATION METHOD UNTUK MENEMUKAN BIAYA MINIMAL PADA PERMASALAHAN TRANSPORTASI Bilqis Amaliah 1), Agri Krisdanto 2), dan Astris Dyah Perwita 3) 1,2,3) Teknik Informatika, Fakultas
Pemilihan Jalur Evakuasi Dalam Keadaan Darurat Menggunakan Algoritma Quantum Ant-Colony
Pemilihan Jalur Evakuasi Dalam Keadaan Darurat Menggunakan Algoritma Quantum Ant-Colony Path Selection In Emergency Evacuation Using Quantum Ant- Colony Algorithm Fransisca Arvevia I A 1, Jondri 2, Anditya
OPTIMALISASI TRAVELLING SALESMAN WITH TIME WINDOWS (TSPTW) DENGAN ALGORITMA SEMUT
OPTIMALISASI TRAVELLING SALESMAN WITH TIME WINDOWS (TSPTW) DENGAN ALGORITMA SEMUT Budi Prasetyo Wibowo, Purwanto, dansusy Kuspambudi Andaini Universitas Negeri Malang ABSTRAK: Travelling Salesman Problem
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Proyek konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan yang saling berkaitan dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proyek Konstruksi Proyek konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan yang saling berkaitan dan melibatkan berbagai disiplin ilmu, sumber daya serta metode pelaksanaan. Ciri suatu
IMPLEMENTASI MODEL PERSEDIAAN YANG DIKELOLA PEMASOK (VENDORS MANAGED INVENTORY) DENGAN BANYAK RETAILER
Perjanjian No. III/LPPM/2013-03/10-P IMPLEMENTASI MODEL PERSEDIAAN YANG DIKELOLA PEMASOK (VENDORS MANAGED INVENTORY) DENGAN BANYAK RETAILER Disusun Oleh: Alfian, S.T., M.T. Dr. Carles Sitompul Lembaga
Tri Kairo Suwarsono, Udisubakti C.M., Ahmadi
OPTIMASI ANALISIS PERCEPATAN DAN BIAYA PROYEK DENGAN METODE ALGORITMA GENETIKA (Study kasus : Proyek Pembangunan Gedung Naval Cyber Command (NCC) yang berada di Mabesal Jakarta) Tri Kairo Suwarsono, Udisubakti
PEMANFAATAN SOLVER EXCEL UNTUK OPTIMASI PENJADWALAN MATA PELAJARAN
PEMANFAATAN SOLVER EXCEL UNTUK OPTIMASI PENJADWALAN MATA PELAJARAN Erika Eka Santi Dosen Universitas Muhammadiyah Ponorogo Email : [email protected] ABSTRAK Penyusunan jadwal pelajaran merupakan
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan membahas tentang pemodelan perancangan sistem, hal ini dilakukan untuk menunjukkan data dan literatur dari rancangan yang akan diteliti. Selain itu, perancangan
Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika (JEPIN) Vol. 1, No. 2, (2015) 1 Rancangan Sistem Penjadwalan Akademik Menggunakan Algoritma Max Min Ant System (Studi Kasus: STMIK Atma Luhur Pangkalpinang) Delpiah
PEMBANGUNAN SISTEM PENJADWALAN KULIAH MENGGUNAKAN ALGORITMA PEWARNAAN GRAF
PEMBANGUNAN SISTEM PENJADWALAN KULIAH MENGGUNAKAN ALGORITMA PEWARNAAN GRAF Rusmala1, Heliawaty Hamrul2 Dosen Universitas Cokroaminoto Palopo Email : [email protected] Abstrak Penjadwalan kuliah merupakan
TEKNIK Vol. V, No. 2 PERBANDINGAN PERFORMANSI ALGORITMA CROSS ENTROPY (CE) DINAMIKA DAN ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO) PADA
53 PERBANDINGAN PERFORMANSI ALGORITMA CROSS ENTROPY (CE) DINAMIKA DAN ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO) PADA TEKNIK Vol. V, No. 2 PENYELESAIAN PERMASALAHAN FLOWSHOP SCHEDULING Dosen Fakultas
APLIKASI ALGORITMA GENETIKA DALAM PENENTUAN DOSEN PEMBIMBING SEMINAR HASIL PENELITIAN DAN DOSEN PENGUJI SKRIPSI
Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Terapannya 2016 p-issn : 2550-0384; e-issn : 2550-0392 APLIKASI ALGORITMA GENETIKA DALAM PENENTUAN DOSEN PEMBIMBING SEMINAR HASIL PENELITIAN DAN DOSEN PENGUJI
Penyelesaian Masalah Symmetric Traveling Salesman Problem Dengan Jaringan Saraf Continuous Hopfield Net
Penyelesaian Masalah Symmetric Traveling Salesman Problem Dengan Jaringan Saraf Continuous Hopfield Net Apul Prima S, Sri Suwarno, R. Gunawan Santosa Fakultas Teknologi Informasi, Program Studi Teknik
PENGGUNAAN METODE CODEQ UNTUK MENYELESAIKAN PERMASALAHAN CAPACITATED VEHICLE ROUTING PROBLEM
PENGGUNAAN METODE CODEQ UNTUK MENYELESAIKAN PERMASALAHAN CAPACITATED VEHICLE ROUTING PROBLEM Dosen Pembimbing: Ir. Budi Santosa, M.Sc., Ph.D Y Giri N (2503 100 061) Latar Belakang Metode CODEQ merupakan
Optimalisasi Pengantaran Barang dalam Perdagangan Online Menggunakan Algoritma Genetika
Optimalisasi Pengantaran Barang dalam Perdagangan Online Menggunakan Algoritma Genetika Rozak Arief Pratama 1, Esmeralda C. Djamal, Agus Komarudin Jurusan Informatika, Fakultas MIPA Universitas Jenderal
Sistem Penjadwalan Outsourcing Menggunakan Algoritma Genetika (Studi Kasus : PT. Syarikatama)
Sistem Penjadwalan Outsourcing Menggunakan Algoritma Genetika (Studi Kasus : PT. Syarikatama) Ari Janata 1, Elin Haerani 2 1,2 Teknik Informatika, UIN Sultan Syarif Kasim Riau Jl. H.R. Soebrantas no. 155
PENENTUAN JALUR TERPENDEK PADA APLIKASI OJEK ONLINE GO-JEK DENGAN PROBABILISTIC NEURAL NETWORK (PNN) DAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO)
PENENTUAN JALUR TERPENDEK PADA APLIKASI OJEK ONLINE GO-JEK DENGAN PROBABILISTIC NEURAL NETWORK (PNN) DAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO) Levina Fitri Rahmawati, Isnandar Slamet, dan Diari Indriati Program
