BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN"

Transkripsi

1 BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN A. Proses Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada PT. Matrikstama Andalan Mitra 1. Jenis dan Asal Bahan Baku Dalam pembuatan toilet cubicle tipe Shine Spot, salah satu bahan baku yang diperlukan adalah sebagai berikut: Gambar 4.1 Aksesoris Shine Spot Sumber: PT. Matrikstama Andalan Mitra (2014) Dan fungsi dari masing-masing item tersebut adalah sebagai berikut: a. Lockset: berfungsi untuk buka tutup pintu toilet cubicle. 56

2 57 b. Hinges: berfungsi sebagai pegangan pintu supaya bisa menutup dan membuka, hinges terdapat dua jenis yaitu hinges LH ( kanan) dan hinges RH ( kiri ) c. Coathook: berfungsi untuk menahan benturan pintu terhadap devider d. Pedestal: berfungsi sebagai kaki yaitu pegangan untuk pilaster atau devider agar dapat berdiri. Dalam memperoleh bahan baku dengan jumlah dan waktu yang tepat, diperlukan supplier yang handal dalam memasok barang-barangnya, sehingga barang bisa tiba tepat waktu dan tidak mengganggu proses produksi. Berdasarkan keterangan dari bagian import, diketahui bahwa Aksesoris Shine Spot ini dibeli dari supplier yang berasal dari china yaitu Zhaoqing Jiayu International Trading Co Ltd, yaitu perusahaan dagang asing yang professional, terutama dalam bisnis hardware dan sudah berjalan selama 10 tahun. 2. Prosedur Pembelian Bahan Baku Untuk proses pembelian bahan baku pada PT. MATRIX dimulai dengan perencanaan produksi dari bagian marketing/sales dengan membuat sales order. Dari sales order tersebut dapat diketahui berapa jumlah kebutuhan bahan baku yang diperlukan. Lalu dari bagian proyek membuat Daftar Kebutuhan Barang (DKB) ketika lembar sales order sudah diterima oleh bagian proyek. Dari DKB tersebut akan dicek oleh

3 58 bagian gudang untuk dihitung persediaan bahan baku yang tersedia, sehingga dapat diketahui kebutuhan bahan baku yang harus dipesan. Lalu bagian Import dan seluruh bagian terkait berdiskusi untuk menyusun rencana produksi dan menghitung persediaan bahan baku untuk antisipasi. Disisi lain bagian keuangan juga melakukan diskusi dengan direktur untuk menentukan anggaran pembelian dan merekomendasikan ke bagian pembelian. Kemudian Purchasing Staff/mport membuat Purchase Order (PO) ke supplier. Lalu mengirimnya via atau fax, dan meminta supplier untuk mengirim proforma invoice dan original document. Dan untuk pengirimannya, bagian import berkordinasi dengan Shipping Agent / Principal untuk ambil dan kirim barang. Dan alur untuk pemesanan bahan baku pada PT. MATRIX terpapar pada halaman selanjutnya.

4 Gambar 4.2 Alur Pemesanan Bahan Baku Sumber: PT. Matrikstama Andalan Mitra (2014) 59 59

5 60 3. Prosedur Penerimaan Bahan Baku Setelah diketahui informasi dari bagian Import bahwa bahan baku tiba di tangan perusahaan kira-kira 1 bulan setelah dilakukannya pemesanan kemudian pembayaran, namun tergantung dari proyeknya, apakah urgent atau tidak proyek tersebut. Lalu gudang menerima barang yang datang, sesuai dengan prosedur yang berlaku dan admin gudang membuat Bukti Barang Masuk (BBM). Dalam penanganan bahan baku meliputi proses penyimpanan dan pengeluaran bahan baku. Untuk proses penyimpanan bahan baku, aksesoris shine spot ditempatkan pada bagian terpisah. Karena sistem penyimpanan dalam gudang Matriks, aksesoris di tempatkan terpisah sesuai jenisnya. Agar mudah dalam pengecekan dan mengeluarkan aksesoris tersebut. Pemeriksaan bahan baku dari bagian gudang dilakukan sejak barang itu tiba di gudang. Untuk pengawasan dari bahan baku tersebut dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Setiap barang yang keluar dari gudang wajib menggunakan surat jalan yang dikeluarkan oleh sales admin. Dan untuk mengontrol jumlah stock bahan baku, dilakukan stock opname oleh Admin Gudang dan Accounting, untuk memastikan apakah jumlah persediaan bahan baku dilapangan sesuai dengan catatan gudang dan untuk melihat apakah kondisi barang masih baik atau sudah rusak. 60

6 61 4. Pemakaian Bahan Baku Dalam pemakaian bahan baku, PT. Matriks menggunakan sistem FIFO ( First In First Out ), bahan baku yang pertama kali masuk ke gudang, maka bahan baku tersebut yang pertama kali yang dikeluarkan dari gudang untuk proses produksi. Untuk mengeluarkan bahan baku dari gudang diperlukan Surat Jalan yang dibuatkan oleh Sales Admin, atas permintaan dari bagian proyek menggunakan SPB (Surat Permintaan Barang). Lalu Surat Jalan diperiksa oleh bagian Finnance, untuk di cek pembayarannya. Surat Jalan boleh dibuatkan jika sudah memenuhi persyaratan pembayaran. Jika dalam kontrak awal, perjanjian pembayarannya terdapat Down Payment (DP), maka Client wajib membayar DP terlebih dahulu sebelum barang dikirim. Jika persyaratan belum terpenuhi namun proyek harus segera dikerjakan, maka bagian proyek harus meminta Approvement dari direktur, sehingga barang tersebut bisa dikirimkan ke proyek untuk proses produksi. Setelah Surat Jalan sudah dibuat oleh Sales Admin, maka Surat Jalan tersebut diberikan ke gudang untuk dipersiapkan barang-barangnya. Setiap barang yang keluar akan dicatat ke dalam kartu stock oleh Petugas gudang dan akan dimasukkan kedalam rekap monitoring stock oleh Admin gudang dan rekap tersebut didistribusikan setiap bulannya ke bagian terkait. Dan berikut ini merupakan bentuk rekap monitoring stock pada PT. Matriks.

7 62 Berikut ini adalah tabel kebutuhan baku yang diperlukan per bulan untuk masing-masing item. Tabel 4.1 Kebutuhan Bahan Baku Tahun 2013 NO BULAN (PCS) COATHOOK HINGE LH HINGE RH LOCKSET PEDESTAL 1 JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER , NOVEMBER DESEMBER TOTAL 2,373 3,688 3,546 2,375 4,703 RATA-RATA Berdasarkan Tabel 4.1, diketahui bahwa pemakaian bahan baku tiap bulan mengalami kenaikan dan penurunan yang tidak sama, bergantung kepada tingkat pembangunan di Indonesia, semakin banyak pembangunan, maka kebutuhan akan pembuatan cubicle toilet akan semakin meningkat. Dan juga relasi/hubungan antara PT. MATRIX dengan kontraktor juga mempengaruhi tingkat penjualan, semakin bertambahnya relasi, maka semakin banyak proyek-proyek yang ditawarkan para kontraktor. Terlihat pada tabel di atas, bahwa pemakaian

8 63 bahan baku tertinggi terjadi pada bulan Oktober, sedangkan pemakaian terendah terjadi pada bulan Januari. 5. Biaya Persediaan Bahan Baku Biaya persediaan yang terjadi dalam persediaan bahan baku PT. Matrikstama Andalan Mitra terbagi menjadi dua, yaitu biaya pemesanan dan penyimpanan. Untuk biaya pemesanan terdiri dari biaya pembelian bahan baku, biaya administrasi, biaya pengiriman, upah dan biaya telepon. Sedangkan untuk biaya penyimpanan terdiri dari biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan, biaya asuransi persediaan, dan biaya perhitungan fisik. Secara lebih rinci untuk biaya pemesanan per pesanan bahan baku Acc. Shine Spot pada tahun 2013 terlihat pada tabel 4.2. Tabel 4.2 Komponen Biaya Per Pesanan Tahun 2013 NO KOMPONEN BIAYA BIAYA PEMESANAN PER PESANAN 1 Biaya Administrasi 5, Biaya Telepon 3, Upah 5, TOTAL 13, Pada tabel diatas diketahui bahwa biaya administrasi untuk setiap melakukan pesanan adalah sebesar Rp Biaya adiministrasi diperoleh dari pembagian proporsional biaya internet per PO, karena bagian Impor

9 64 mengirim Purchase Order ke Supplier melalui . Sedangkan biaya teleponnya sebesar Rp Untuk biaya telepon juga sudah di bagi secara proporsional per PO. Dan untuk biaya upah untuk pegawai gudang diperoleh dari upah harian pekerja gudang dibagi proporsional per PO. Jadi total biaya pemesanan per pesanan adalah Rp Untuk perincian lebih lanjut biaya pemesanan selama tahun 2013 terdapat pada tabel di tabel di bawah ini. Tabel 4.3 Pemesanan Bahan Baku Tahun 2013 KOMPONEN JUMLAH COATHOOK HINGE LH HINGE RH LOCKSET PEDESTAL Harga (Rp/Pcs) 25, , , , , Kuantitas (Pcs) 1, , , , , Frekuensi (Kali) Biaya Pemesanan (Rp) 13, , , , , Biaya Pengiriman (Rp) 7,504, ,072, ,359, ,109, ,435, Biaya Pembelian (Rp) 37,524, ,360, ,799, ,546, ,175, Pemesanan(Rp) 7,664, ,218, ,519, ,255, ,608, RATA-RATA/PCS(Rp) 30, , , , , Biaya pengiriman untuk masing-masing item didapat dari 20% dikali dengan biaya pembelian. Karena berdasarkan data yang diperoleh dari bagian import, biaya yang dicadangkan untuk pengiriman adalah sebesar 20% dari total pembelian. Untuk biaya pembelian diperoleh dari perkalian antara harga per pcs dengan kuantitas barang yang dipesan. Dan total biaya pemesanan di peroleh dari biaya pemesanan dikali dengan

10 65 frekuensi pemesanan lalu di jumlah dengan biaya pengiriman. Untuk Ratarata/pcs diperoleh dari total biaya pembelian dijumlah dengan total biaya pemesanan lalu dibagi dengan kuantitas pemesanan. Maka berdasarkan tabel 4.3 diketahui bahwa total biaya pemesanan pada tahun 2013 untuk Coathook adalah sebesar Rp , Hinge LH sebesar Rp , Hinge RH sebesar Rp , Lockset sebesar Rp , dan Pedestal sebesar Rp PT. MATRIX melakukan pembelian bahan baku selama tahun 2013 mencapai Rp untuk Coathook, Rp untuk Hinge LH, Rp untuk Hinge RH, Rp untuk Lockset, dan Rp untuk pedestal. Untuk biaya penyimpanan terdiri dari biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan, biaya asuransi persediaan, dan biaya perhitungan fisik. Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan disini meliputi biaya sewa gudang dan biaya listrik. Dan perincian lebih lanjut biaya penyimpanan selama tahun 2013 terdapat pada tabel di halaman selanjutnya.

11 66 Tabel 4.4 Penyimpanan Bahan Baku Tahun 2013 KOMPONEN COATHOOK HINGE LH JUMLAH HINGE RH LOCKSET PEDESTAL Frekuensi Pemesanan (Kali) Biaya fasilitasfasilitas penyimpanan (Rp) 332, , , , , Biaya Asuransi Gudang (Rp) 14, , , , , Biaya penghitungan fisik (Rp) 10, , , , , Penyimpanan 466, , , , , Rata-rata/pcs (Rp) Berdasarkan tabel 4.4, komponen biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan dan biaya asuransi gudang untuk setiap item dianggap sama setiap tahunnya karena tidak ada perubahan pada luas gudang untuk penyimpanan Acc. Shine Spot. Dan untuk komponen biaya penghitungan fisik sebesar Rp untuk setiap kali pemesanan. Sehingga didapat total biaya penyimpanan untuk masing-masing item dari penjumlahan antara biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan, biaya asuransi persediaan, dan biaya perhitungan fisik. Untuk rata-rata /pcs diperoleh dari total biaya penyimpanan dibagi dengan jumlah kuantitas pembeli dan persediaan awal bulan Januari. Dan diperoleh bahwa besarnya total biaya penyimpanan selama tahun 2013 untuk Coathook adalah sebesar Rp , Hinge LH

12 67 sebesar Rp , Hinge RH sebesar Rp , Lockset sebesar Rp , dan Pedestal sebesar Rp ,04. B. Analisis Data 1. Analisa Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pengendalian persediaan bahan baku ini memiliki peran yang sangat penting dan berkaitan erat dengan kegitatan operasi produksi perusahaan, selain menjaga ketersediaan untuk kelancaran proses produksi, pengendalian bahan baku juga bertujuan untuk meminimumkan biaya persediaan yang ditimbulkan. a) Metode PT. Matrikstama Andalan Mitra Pengendalian persediaan yang dilakukan oleh PT. Matrikstama Andalan Mitra memiliki tujuan untuk menjaga ketersediaan bahan baku yang berada di gudang, sehingga tidak menggangu proses produksi, dan proyek yang dikerjakan dapat selesai sesuai dengan kontrak yang disepakati. Berikut ini merupakan tabel rencana pembelian bahan baku yang dilakukan oleh PT. Matrikstama Andalan Mitra selama tahun 2013.

13 68 Tabel 4.5 Total Pembelian Bahan Baku Tahun 2013 PEMBELIAN (PCS) NO. BULAN HINGE HINGE COATHOOK LH RH LOCKSET PEDESTAL 1 JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER , ,210 TOTAL 1,495 2,400 2,205 1,437 3,090 RATA-RATA Dari Tabel 4.5 terlihat pembelian bahan baku terjadi paling banyak pada bulan Desember, dikarenakan banyaknya proyek yang minta diselesaikan pada akhir tahun, sedangkan ketersediaan bahan baku di gudang pun semakin menipis, maka dari itu pembelian terjadi paling banyak di bulan Desember. Dan terlihat bahwa di bulan Januari, Maret-April dan Juli-September tidak ada pembelian dikarenakan masih tersedianya stock barang digudang. Berdasarkan informasi dari bagian Impor, PT. MATRIX melakukan pemesanan jika sudah dapat informasi dari bagian gudang bahwa stock Acc.Shine Spot sudah mulai menipis, dan jika ada proyek yang dalam jumlah besar, maka akan dilakukan pemesanan secara khusus untuk proyek

14 69 tersebut. Untuk data perkembangan persediaan bahan baku Acc.Shine Spot yang terjadi selama tahun 2013 pada PT. MATRIX disajikan pada tabel-tabel di bawah ini. Tabel 4.6 Persediaan Coathook Tahun 2013 NO. BULAN PEMBELIAN (PCS) AWAL (PCS) PEMAKAIAN (PCS) AKHIR (PCS) RATA-RATA (PCS) 1 JANUARI 0 1, ,158 1,177 2 FEBRUARI 0 1, ,039 3 MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER (50) DESEMBER 605 (50) TOTAL 1,495 7,132 2,373 6,254 6,693 RATA-RATA

15 70 Tabel 4.7 Persediaan Hinge LH Tahun 2013 NO. BULAN PEMBELIAN (PCS) AWAL (PCS) PEMAKAIAN (PCS) AKHIR (PCS) RATA-RATA (PCS) 1 JANUARI 0 1, ,654 1,683 2 FEBRUARI 0 1, ,309 1,482 3 MARET 0 1, ,024 1,167 4 APRIL 0 1, MEI ,206 1,031 6 JUNI 39 1, JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER (169) (62) 12 DESEMBER 891 (169) TOTAL 2,400 10,266 3,688 8,978 9,622 RATA-RATA Tabel 4.8 Persediaan Hinge RH Tahun 2013 NO. BULAN PEMBELIAN (PCS) AWAL (PCS) PEMAKAIAN (PCS) AKHIR (PCS) RATA-RATA (PCS) 1 JANUARI 0 1, ,696 1,723 2 FEBRUARI 0 1, ,324 1,510 3 MARET 0 1, ,096 1,210 4 APRIL 0 1, ,015 1,056 5 MEI 240 1, ,117 1,066 6 JUNI 0 1, JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER (221) (94) 12 DESEMBER 1,044 (221) TOTAL 2,205 9,318 3,546 7,977 8,648 RATA-RATA

16 71 Tabel 4.9 Persediaan Lockset Tahun 2013 NO. BULAN PEMBELIAN (PCS) AWAL (PCS) PEMAKAIAN (PCS) AKHIR (PCS) RATA-RATA (PCS) 1 JANUARI 0 1, ,263 1,282 2 FEBRUARI 0 1, ,024 1,144 3 MARET 0 1, APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER (3) DESEMBER 605 (3) TOTAL 1,437 8,334 2,375 7,396 7,865 RATA-RATA Tabel 4.10 Persediaan Pedestal Tahun 2013 NO. BULAN PEMBELIAN (PCS) AWAL (PCS) PEMAKAIAN (PCS) AKHIR (PCS) RATA-RATA (PCS) 1 JANUARI 0 2, ,509 2,546 2 FEBRUARI 100 2, ,131 2,320 3 MARET 0 2, ,865 1,998 4 APRIL 0 1, ,699 1,782 5 MEI 560 1, ,985 1,842 6 JUNI 26 1, ,373 1,679 7 JULI 0 1, ,178 1,276 8 AGUSTUS 0 1, ,077 1,128 9 SEPTEMBER 0 1, OKTOBER , NOVEMBER DESEMBER 1, TOTAL 3,090 18,006 4,703 16,393 17,200 RATA-RATA 258 1, ,366 1,433

17 72 Dari tabel-tabel diatas, untuk persediaan pada awal bulan Januari 2013 merupakan persediaan akhir bulan Desember 2012, sedangkan persediaan awal bulan Februari merupakan persediaan akhir bulan Januari, dan seterusnya. Jumlah persediaan akhir didapat dari jumlah pembelian ditambah dengan jumlah persediaan awal, lalu dikurangi dengan jumlah pemakaian. Dan rata-rata persediaan diperoleh dari nilai rata-rata antara persediaan awal dan persediaan akhir. Dapat terlihat pada tabel-tabel di atas, bahwa persediaan awal pada bulan Desember bernilai minus untuk beberapa item bahan baku, hal tersebut disebabkan bertambahnya jumlah pemakaian bahan baku secara tiba-tiba pada bulan November, karena beberapa masalah. Berdasarkan info dari bagian proyek, masalah yang biasa muncul itu seperti beberapa proyek ingin diselesaikan beberapa unit toiletnya lebih cepat dari yang dijadwalkan, atau ada masalah teknis, seperti perubahan gambar di lapangan sehingga menyebabkan Acc. Shine Spot yang dibutuhkan melebihi budget awal, dan beberapa masalah teknis lainnya. Karena masalah-masalah tersebut maka terjadi kekurangan bahan baku pada bulan Desember. Maka dari itu, penelitian in dilakukan dengan harapan dapat mengatasi masalahmasalah yang terjadi dalam persedian bahan baku ini.

18 Dibawah ini terdapat tabel Frekuensi pemesanan bahan baku Acc.Shine Spot yang terjadi selama tahun Tabel 4.11 Frekuensi Pemesanan Acc. Shine Spot Tahun 2013 NO. BULAN FREKU ENSI (KALI) COAT HOOK (PCS) FREKU ENSI (KALI) HINGE LH (PCS) PEMESANAN FREKU ENSI (KALI) HINGE RH (PCS) FREKU ENSI (KALI) LOCK SET (PCS) FREKU ENSI (KALI) PEDE STAL (PCS) 1 JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER , ,210 TOTAL 12 1, , , , ,090 RATA-RATA

19 74 Berdasarkan tabel 4.11 diketahui ada perbedaan frekuensi pemesanan untuk masing-masing item barang. Frekuensi pemesanan pedestal paling banyak dikarenakan adanya beberapa proyek yang hanya membeli pedestal untuk pengganti pedestal yang sudah usang. Dan terlihat selama tahun 2013 PT. Matrikstama melakukan pembelian sebanyak pcs Coathook dengan frekuensi 12 kali, Hinge LH pcs dengan frekuensi 11 kali, Hinge RH pcs dengan frekuensi 12 kali, Lockset pcs dengan frekuensi 11 kali, dan Pedestal pcs dengan frekuensi 13 kali. Tinggi rendahnya frekuensi pemesanan bahan baku dangant berpengaruh terhadap biaya pembelian, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanannya. Berdasarkan tabel 4.3 dan 4.4 diketahui bahwa total biaya pembelian, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanannya adalah sebagai berikut: Tabel 4.12 Persediaan Acc. Shine Spot 2013 KOMPONEN JUMLAH (Rp) COATHOOK HINGE LH HINGE RH LOCKSET PEDESTAL Biaya Pembelian (Rp) 37,524, ,360, ,799, ,546, ,175, Pemesanan(Rp) 7,664, ,218, ,519, ,255, ,608, Penyimpanan(Rp) 466, , , , , Persediaan(Rp) 45,655, ,034, ,785, ,258, ,259,

20 75 Dari tabel 4.12 diketahui bahwa total biaya persediaan dalam setahun untuk masing-masing item adalah Rp biaya untuk Coathook, Rp biaya untuk Hinge LH, Rp biaya untuk Hinge RH, Rp biaya untuk Lockset, dan Rp ,04 biaya untuk pedestal, sehingga diperoleh total biaya persediaan dalam pembelian Acc. Shine Spot selama tahun 2013 adalah Rp ,04. b) Metode Material Requirement Planning (MRP) MRP merupakan suatu metode perencaanaan dan penjadwalan untuk semua bahan baku yang diperlukan dalam suatu proses produksi dengan menggunakan tenggang waktu, sehingga dapat menentukan kapan dan berapa banyak bahan baku yang akan dipesan. Dan langkah-langkah dasar proses pengolahan MRP adalah: 1) Gross Requirement (kebutuhan kotor) Langkah pertama dalam metode MRP adalah penentuan kebutuhan kotor (Gross Requirement). Kebutuhan kotor untuk Acc. Shine Spot selama tahun 2013 diperoleh dari sales order yang dibuat oleh para sales, lalu akan dihitung budget untuk proyek tersebut oleh bagian Enginerring. Sehingga dapat diketahui jumlah bahan baku yang diperlukan untuk proyek itu. Dan pada tabel 4.13 adalah rincian kebutuhan kotor untuk bahan baku Acc. Shine Spot selama tahun 2013.

21 76 Tabel 4.13 Kebutuhan Kotor Acc. Shine Spot Tahun 2013 GROSS REQUIREMENT (PCS) NO BULAN HINGE HINGE COATHOOK LH RH LOCKSET PEDESTAL 1 JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER TOTAL RATA-RATA ) OH : On Hand (persediaan di tangan) Persediaan di tangan pada awal Januari 2013 merupakan persediaan akhir pada bulan Desember 2012, dan rinciannya adalah sebagai berikut: Tabel 4.14 Persediaan Awal Acc. Shine Spot Tahun 2013 AWAL COATHOOK HINGE LH HINGE RH LOCKSET PEDESTAL Jumlah (pcs) 1,195 1,711 1,750 1,300 2,583

22 77 3) NR : Net Requirement (kebutuhan bersih) Kebutuhan bersih ada jika jumlah rencana penerimaan dan persediaan di tangan untuk suatu periode lebih kecil dari kebutuhan kotor, maka kebutuhan bersih diperoleh dari kebutuhan kotor dikurang dengan rencana penerimaan dan persediaan di tangan. Dibawah ini adalah tabel-tabel kebutuhan bersih untuk masing-masing bahan baku Acc. Shine Spot selama tahun Tabel 4.15 Kebutuhan Bersih Bahan Baku Coathook Tahun 2013 KOTOR ,373 DITANGAN 1,195 1, ,585 BERSIH ,178 Tabel 4.16 Kebutuhan Bersih Bahan Baku Hinge LH Tahun 2013 KOTOR ,688 DITANGAN 1,711 1,654 1,309 1, ,381 BERSIH ,977

23 78 Tabel 4.17 Kebutuhan Bersih Bahan Baku Hinge RH Tahun 2013 KOTOR ,546 DITANGAN 1,750 1,696 1,324 1,096 1, ,308 BERSIH ,796 Tabel 4.18 Kebutuhan Bersih Bahan Baku Lockset Tahun 2013 KOTOR ,375 DITANGAN 1,300 1,263 1, ,614 BERSIH ,075 Tabel 4.19 Kebutuhan Bersih Bahan Baku Pedestal Tahun 2013 KOTOR , ,703 DITANGAN 2,583 2,509 2,031 1,765 1,599 1, ,382 BERSIH ,120 4) PORec : Planned Order Receipts (rencana penerimaan pemesanan) Langkah ketiga dalam proses perhitungan MRP ini adalah dengan menghitung lott sizing. Adapun teknik Lott Sizing yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

24 79 a. Lot for Lot Dibawah ini adalah tabel-tabel hasil perhitungan MRP dengan teknik Lot for Lot. Tabel 4.20 Perhitungan Lot for Lot untuk Bahan Baku Coathook Tahun 2013 BERSIH (PCS) ,178 UKURAN LOT (PCS) ,178 (PCS) Tabel 4.21 Perhitungan Lot for Lot untuk Bahan Baku Hinge LH Tahun 2013 BERSIH (PCS) ,977 UKURAN LOT (PCS) ,977 (PCS) Tabel 4.22 Perhitungan Lot for Lot untuk Bahan Baku Hinge RH Tahun 2013 BERSIH (PCS) ,796 UKURAN LOT (PCS) ,796 (PCS)

25 80 Tabel 4.23 Perhitungan Lot for Lot untuk Bahan Baku Lockset Tahun 2013 BERSIH (PCS) ,075 UKURAN LOT (PCS) ,075 (PCS) Tabel 4.24 Perhitungan Lot for Lot untuk Bahan Baku Pedestal Tahun 2013 BERSIH (PCS) ,120 UKURAN LOT (PCS) ,120 (PCS) Dari hasil perhitungan MRP dengan teknik Lot for Lot di atas diketahui bahwa total bahan baku Coathook yang dipesan untuk tahun 2013 adalah pcs dengan frekuensi pemesanan 4 kali, untuk Hinge LH pcs dengan frekuensi pemesanan 4 kali, untuk Hinge RH pcs dengan frekuensi pemesanan 4 kali, untuk Lockset pcs dengan frekuensi pemesanan 3 kali, dan untuk Pedestal pcs dengan frekuensi pemesanan 3 kali, sehingga rincian biaya persediaannya adalah sebagai berikut:

26 81 Tabel 4.25 Biaya Pengendalian Persediaan Bahan Baku Tahun 2013 KOMPONEN COATHOOK HINGE LH HINGE RH LOCKSET PEDESTAL Pembelian (Rp) 29,567, ,790, ,844, ,545, ,900, Pemesanan (Rp) 5,960, ,411, ,822, ,548, ,619, Penyimpanan (Rp) 386, , , , , Persediaan (Rp) 35,920, ,587, ,052, ,470, ,896, Noted: Pembelian = Total Pembelian x Harga Pembelian Pemesanan = (Biaya Pemesanan x Frekuensi Pembelian) + (20% x Pembelian) Penyimpanan= (Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan+ Biaya Asuransi Gudang) + (Biaya penghitungan fisik x Frekuensi Pembelian) Dari tabel 4.25 diketahui bahwa total biaya persediaan selama tahun 2013 untuk bahan baku Coathook sebesar Rp , untuk Hinge LH sebesar Rp , untuk Hinge RH sebesar Rp , untuk Lockset sebesar Rp , dan untuk Pedestal sebesar Rp Sehingga total seluruh

27 82 biaya persediaan bahan baku Acc. Shine Spot dengan teknik perhitungan Lot for Lot adalah Rp b. Economic Order Quantity (EOQ) Dibawah ini adalah tabel rincian perhitungan MRP dengan teknik Economic Order Quantity (EOQ) Tabel 4.26 Rincian Perhitungan Teknik EOQ BAHAN BAKU RATA-RATA BERSIH (D) PCS BIAYA PEMESANAN/PCS (S) Rp BIAYA PENYIMPANAN/PCS (H) Rp EOQ = 2SD H PCS COATHOOK , HINGE LH , HINGE RH , LOCKSET , PEDESTAL , ,474 Dari tabel diatas diketahui bahwa jumlah EOQ untuk Coathook sebesar 320 pcs, Hinge LH sebesar 685 pcs, Hinge RH sebesar 634 pcs, Lockset sebesar 827 pcs, dan pedestal sebesar pcs. Maka di bawah ini merupakan tabel-tabel hasil perhitungan MRP dengan teknik EOQ.

28 83 Tabel 4.27 Perhitungan EOQ untuk Bahan Baku Coathook Tahun 2013 BERSIH (PCS) ,178 UKURAN LOT(PCS) ,280 (PCS) Tabel 4.28 Perhitungan EOQ untuk Bahan Baku Hinge LH Tahun 2013 BERSIH (PCS) ,977 UKURAN LOT(PCS) ,055 (PCS) ,318 Tabel 4.29 Perhitungan EOQ untuk Bahan Baku Hinge RH Tahun 2013 BERSIH (PCS) ,796 UKURAN LOT(PCS) ,902 (PCS) ,655

29 84 Tabel 4.30 Perhitungan EOQ untuk Bahan Baku Lockset Tahun 2013 BERSIH (PCS) ,075 UKURAN LOT(PCS) ,654 (PCS) ,783 Tabel 4.31 Perhitungan EOQ untuk Bahan Baku Pedestal Tahun 2013 BERSIH (PCS) ,120 UKURAN LOT(PCS) ,474 1, ,948 (PCS) , ,740 Dari hasil perhitungan MRP dengan teknik EOQ di atas diketahui bahwa total bahan baku Coathook yang dipesan untuk tahun 2013 adalah pcs dengan frekuensi pemesanan 4 kali, untuk Hinge LH pcs dengan frekuensi pemesanan 3 kali, untuk Hinge RH pcs dengan frekuensi pemesanan 3 kali, untuk Lockset pcs dengan frekuensi pemesanan 2 kali, dan untuk Pedestal pcs dengan frekuensi pemesanan 2 kali, sehingga rincian biaya persediaannya adalah sebagai berikut:

30 85 Tabel 4.32 Biaya Pengendalian Persediaan Bahan Baku Tahun 2013 KOMPONEN COATHOOK HINGE LH HINGE RH LOCKSET PEDESTAL Pembelian (Rp) 32,128, ,214, ,497, ,320, ,910, Pemesanan (Rp) 6,478, ,082, ,739, ,890, ,408, Penyimpanan (Rp) 386, , , , , Persediaan (Rp) 38,993, ,673, ,613, ,577, ,684, Dari tabel 4.32 diketahui bahwa total biaya persediaan selama tahun 2013 untuk bahan baku Coathook sebesar Rp , untuk Hinge LH sebesar Rp , untuk Hinge RH sebesar Rp , untuk Lockset sebesar Rp , dan untuk Pedestal sebesar Rp Sehingga total seluruh biaya persediaan bahan baku Acc. Shine Spot dengan teknik perhitungan EOQ adalah Rp c. Fixed Period Requirement (FPR) Dibawah ini merupakan tabel-tabel hasil perhitungan MRP dengan teknik Fixed Period Requirement (FPR).

31 86 Tabel 4.33 Perhitungan FPR untuk Bahan Baku Coathook Tahun 2013 BERSIH (PCS) ,178 UKURAN LOT(PCS) ,178 (PCS) Tabel 4.34 Perhitungan FPR untuk Bahan Baku Hinge LH Tahun 2013 BERSIH (PCS) ,977 UKURAN LOT(PCS) , ,977 (PCS) ,175 Tabel 4.35 Perhitungan FPR untuk Bahan Baku Hinge RH Tahun 2013 BERSIH (PCS) ,796 UKURAN LOT(PCS) , ,796 (PCS) ,107

32 87 Tabel 4.36 Perhitungan FPR untuk Bahan Baku Lockset Tahun 2013 BERSIH (PCS) ,075 UKURAN LOT(PCS) ,075 (PCS) Tabel 4.37 Perhitungan FPR untuk Bahan Baku Pedestal Tahun 2013 BERSIH (PCS) ,120 UKURAN LOT(PCS) , ,120 (PCS) Dari hasil perhitungan MRP dengan teknik FPR di atas diketahui bahwa total bahan baku Coathook yang dipesan untuk tahun 2013 adalah pcs dengan frekuensi pemesanan 2 kali, untuk Hinge LH pcs dengan frekuensi pemesanan 2 kali, untuk Hinge RH pcs dengan frekuensi pemesanan 2 kali, untuk Lockset pcs dengan frekuensi pemesanan 2 kali, dan untuk Pedestal pcs dengan frekuensi pemesanan 2 kali, sehingga rincian biaya persediaannya adalah sebagai berikut:

33 88 Tabel 4.38 Biaya Pengendalian Persediaan Bahan Baku Tahun 2013 KOMPONEN COATHOOK HINGE LH HINGE RH LOCKSET PEDESTAL Pembelian (Rp) 29,567, ,790, ,844, ,545, ,900, Pemesanan (Rp) 5,940, ,384, ,795, ,535, ,606, Penyimpanan (Rp) 366, , , , , Persediaan (Rp) 35,874, ,541, ,006, ,446, ,872, Dari tabel 4.38 diketahui bahwa total biaya persediaan selama tahun 2013 untuk bahan baku Coathook sebesar Rp , untuk Hinge LH sebesar Rp , untuk Hinge RH sebesar Rp , untuk Lockset sebesar Rp , dan untuk Pedestal sebesar Rp Sehingga total seluruh biaya persediaan bahan baku Acc. Shine Spot dengan teknik perhitungan FPR adalah Rp d. Part Period Balancing (PPB) Dibawah ini adalah tabel rincian perhitungan MRP dengan teknik Part Period Balancing (PPB)

34 89 Tabel 4.39 Rincian Perhitungan Teknik PPB BAHAN BAKU BIAYA PEMESANAN/PCS (S) Rp BIAYA PENYIMPANAN/PCS (H) Rp PPB = S H PCS COATHOOK 30, HINGE LH 52, HINGE RH 52, LOKSET 159, PEDESTAL 129, ,537 Dari tabel diatas diketahui bahwa jumlah PPB untuk Coathook sebesar 174 pcs, Hinge LH sebesar 475 pcs, Hinge RH sebesar 447 pcs, Lockset sebesar 955 pcs, dan pedestal sebesar pcs. Maka di bawah ini merupakan tabel-tabel hasil perhitungan MRP dengan teknik PPB. Tabel 4.40 Perhitungan PPB untuk Bahan Baku Coathook Tahun 2013 BERSIH (PCS) ,178 UKURAN LOT(PCS) ,178 (PCS)

35 90 Tabel 4.41 Perhitungan PPB untuk Bahan Baku Hinge LH Tahun 2013 BERSIH (PCS) ,977 UKURAN LOT(PCS) ,977 (PCS) Tabel 4.42 Perhitungan PPB untuk Bahan Baku Hinge RH Tahun 2013 BERSIH (PCS) ,796 UKURAN LOT(PCS) ,796 (PCS) Tabel 4.43 Perhitungan PPB untuk Bahan Baku Lockset Tahun 2013 BERSIH (PCS) ,075 UKURAN LOT(PCS) ,075 (PCS)

36 91 Tabel 4.44 Perhitungan PPB untuk Bahan Baku Pedestal Tahun 2013 BERSIH (PCS) ,120 UKURAN LOT(PCS) , ,120 (PCS) Dari hasil perhitungan MRP dengan teknik PPB di atas diketahui bahwa total bahan baku Coathook yang dipesan untuk tahun 2013 adalah pcs dengan frekuensi pemesanan 4 kali, untuk Hinge LH pcs dengan frekuensi pemesanan 4 kali, untuk Hinge RH pcs dengan frekuensi pemesanan 3 kali, untuk Lockset pcs dengan frekuensi pemesanan 2 kali, dan untuk Pedestal pcs dengan frekuensi pemesanan 2 kali, sehingga rincian biaya persediaannya adalah sebagai berikut: Tabel 4.45 Biaya Pengendalian Persediaan Bahan Baku Tahun 2013 KOMPONEN COATHOOK HINGE LH HINGE RH LOCKSET PEDESTAL Pembelian (Rp) 29,567, ,790, ,844, ,545, ,900, Pemesanan (Rp) 5,966, ,411, ,808, ,535, ,606, Penyimpanan (Rp) 386, , , , , Persediaan (Rp) 35,920, ,587, ,029, ,446, ,872,904.00

37 92 Dari tabel 4.45 diketahui bahwa total biaya persediaan selama tahun 2013 untuk bahan baku Coathook sebesar Rp , untuk Hinge LH sebesar Rp , untuk Hinge RH sebesar Rp untuk Lockset sebesar Rp , dan untuk Pedestal sebesar Rp Sehingga total seluruh biaya persediaan bahan baku Acc. Shine Spot dengan teknik perhitungan PPB adalah Rp ) PORel : Planned Order Release (rencana pemesanan) Berdasarkan info dari bagian impor, lead time untuk rencana pemesanan masing-masing item adalah sama yaitu rata-rata 3bulan. Jadi bahan baku Acc. Shine Spot diperkirakan datang 3 bulan setelah proses pemesanan. Namun semua itu tergantung dengan approvment dari masing-masing pihak yang terkait, seperti dari divisi Finance, Direktur, dan lain-lain. 2. Analisa Perbandingan Metode Pengendalian Berdasarkan hasil perhitungan metode pengendalian persediaan untuk bahan baku Acc. Shine Spot. dengan teknik Lot for Lot, EOQ, FPR, dan PPB selama periode Januari sampai dengan Desember tahun 2013,

38 93 maka dapat dilihat perbandingan biaya persediaan pada masing-masing teknik, dan rinciannya sebagai berikut. Tabel 4.46 Perbandingan Biaya Persediaan Bahan Baku Acc. Shine Spot KOMPONEN PT. MATRIX METODE MRP LFL EOQ FPR PPB QTY FREK QTY FREK QTY FREK QTY FREK QTY FREK COATHOOK 1, , , , ,178 4 HINGE LH 2, , , , ,977 4 HINGE RH 2, , , , ,796 3 LOKSET 1, , , , ,075 2 PEDESTAL 3, , , , ,120 2 TOTAL BIAYA PEMBELIAN (RP) 762,405, ,647, ,070, ,647, ,647, TOTAL BIAYA PEMESANAN(RP) 153,267, ,369, ,600, ,262, ,329, TOTAL BIAYA PENYIMPANAN(RP) 2,321, ,911, ,871, ,831, ,881, TOTAL BIAYA (RP) 917,993, ,928, ,542, ,741, ,858, Pada tabel 4.46 terlihat bahwa metode MRP menghasilkan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan metode perusahaan. Dengan menghitung kebutuhan bersih untuk masing-masing item, maka dapat diketahui jumlah barang yang harus dipesan sesuai kebutuhan, sehingga tidak terjadi penumpukan barang digudang dan dapat mengurangi biaya persediaan. Untuk metode PT. MATRIX total biaya persediaan yang dikeluarkan selama tahun 2013 adalah sebesar Rp Total

39 94 biaya persediaan sangat besar dikarenakan sering dilakukannyaa pembelian bahan baku dalam jumlah kecil, tanpa mempehitungkan kebutuhan bersih sehingga biaya yang ditimbulkan menjadi sangat besar. Untuk metode MRP dengan teknik Lot for Lot total biaya persediaan yang dikeluarkan selama tahun 2013 adalah sebesar Rp Dengan teknik Lot for Lot perusahaan dapat menghemat biaya persediaan sebesar Rp ,04 atau sekitar 25,82%. Dengan teknik EOQ total biaya persediaan yang dikeluarkan selama tahun 2013 adalah sebesar Rp Dan dengan teknik EOQ perusahaan dapat menghemat biaya persediaan sebesar Rp ,04 atau sekitar 2,77%. Sedangkan dengan teknik FPR total biaya persediaan yang dikeluarkan selama tahun 2013 adalah sebesar Rp Dengan teknik FPR perusahaan dapat menghemat biaya persediaan sebesar Rp , 04 atau sekitar 25,84%. Dan dengan teknik PPB total biaya persediaan yang dikeluarkan selama tahun 2013 adalah sebesar Rp Dengan teknik PPB perusahaan dapat menghemat biaya persediaan sebesar Rp ,04 atau sekitar 25,83%. Sehingga dapat ditentukan jenis teknik lot sizing yang dapat digunakan guna meminimumkan biaya persediaan bahan baku perusahaan. Dari beberapa teknik lot sizing terlihat bahwa teknik Fixed Period

40 95 Requirement (FPR) menghasilkan biaya yang paling minimum dibanding dengan teknik lainnya, yaitu sebesar Rp dengan jumlah produksi sesuai dengan permintaan. Penggunaan metode MRP dengan teknik-teknik lot sizing diatas bukan merupakan aturan baku, semua itu bergantung pada jumlah kebutuhan bahan baku, dan juga perubahan biaya maupun harga bahan baku. Karena hal tersebut sangat mempengaruhi perhitungan pada lot sizing. Jadi, jika terjadi perubahan pada perencanaan, maka perhitungan pada lot sizing perlu dihitung ulang guna menjaga hasil keakuratannya.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di PT. Matrikstama Andalan Mitra, sebuah perusahaan perdagangan, yang beralamatkan di Jl. Daan Mogot KM.12 No.9 Jakarta

Lebih terperinci

MANAJEMEN PERSEDIAAN. Perencanaan Kebutuhan Barang (MRP) -EOQ. Prepared by: Dr. Sawarni Hasibuan. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen

MANAJEMEN PERSEDIAAN. Perencanaan Kebutuhan Barang (MRP) -EOQ. Prepared by: Dr. Sawarni Hasibuan. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen MANAJEMEN PERSEDIAAN Modul ke: Perencanaan Kebutuhan Barang (MRP) -EOQ Fakultas FEB Prepared by: Dr. Sawarni Hasibuan Program Studi Manajemen www.mercubuana.ac.id Proses dalam MRP Bill of material (BOM)

Lebih terperinci

ANALISIS PERENCANAAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN TEKNIK LOTTING DI PT AGRONESIA INKABA BANDUNG

ANALISIS PERENCANAAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN TEKNIK LOTTING DI PT AGRONESIA INKABA BANDUNG ANALISIS PERENCANAAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN TEKNIK LOTTING DI PT AGRONESIA INKABA BANDUNG I Made Aryantha dan Nita Anggraeni Program Studi Teknik Industri, Universitas Komputer Indonesia,

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 64 4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Data Penjualan BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PT. Surya Toto Indonesia bergerak di bidang ceramic sanitary wares and plumbing hardware., salah satu produknya yaitu kloset tipe

Lebih terperinci

BAB V MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING

BAB V MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING BAB V MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING 5.1. Pengertian Material Requirements Planning (MRP) Menurut Gasperz (2004), Material Requirement Planning (MRP) adalah metode penjadwalan untuk purchased planned orders

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bidang manufaktur, suatu peramalan (forecasting) sangat diperlukan untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bidang manufaktur, suatu peramalan (forecasting) sangat diperlukan untuk BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Peramalan 2.1.1 Pengertian Peramalan Di dalam melakukan suatu kegiatan dan analisis usaha atau produksi bidang manufaktur, suatu peramalan (forecasting) sangat diperlukan untuk

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 PENGERTIAN MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING (MRP) Menurut Gasperz (2004), Material Requirement Planning (MRP) adalah metode penjadwalan untuk purchased planned orders dan manufactured

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang ada di dunia usaha saat ini semakin ketat. Hal ini disebabkan tuntutan

BAB I PENDAHULUAN. yang ada di dunia usaha saat ini semakin ketat. Hal ini disebabkan tuntutan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi, kondisi persaingan yang ada di dunia usaha saat ini semakin ketat. Hal ini disebabkan tuntutan konsumen

Lebih terperinci

MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP)

MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) Oleh: Mega Inayati Rif ah, S.T., M.Sc. Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta Jl. Kalisahak No. 28, Komplek Balapan, Yogyakarta PART 1 PENDAHULUAN PENDAHULUAN

Lebih terperinci

BAB V ANALISA HASIL. periode April 2015 Maret 2016 menghasilkan kurva trend positif (trend meningkat)

BAB V ANALISA HASIL. periode April 2015 Maret 2016 menghasilkan kurva trend positif (trend meningkat) 102 BAB V ANALISA HASIL 5.1 Peramalan Metode peramalan yang digunakan dalam penelitian ini adalah proyeksi trend yang terdiri dari linier trend model, quadratic trend model, exponential growth curve trend

Lebih terperinci

COST ACCOUNTING MATERI-9 BIAYA BAHAN BAKU. Universitas Esa Unggul Jakarta

COST ACCOUNTING MATERI-9 BIAYA BAHAN BAKU. Universitas Esa Unggul Jakarta COST ACCOUNTING MATERI-9 BIAYA BAHAN BAKU Universitas Esa Unggul Jakarta PENGERTIAN BAHAN BAKU Adalah bahan yang membentuk bagian menyeluruh dari produk jadi. Bahan baku dapat diperoleh dari pembelian

Lebih terperinci

MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP)

MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) PENDAHULUAN Dimulai dari 25 s.d 30 tahun yang lalu di mana diperkenalkan mekanisme untuk menghitung material yang dibutuhkan, kapan diperlukan dan berapa banyak. Konsep

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Material Requirement Planning (MRP) Material Requirement Planning (MRP) adalah metode penjadwalan untuk purchased planned orders dan manufactured planned orders,

Lebih terperinci

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan Kriteria Optimasi PT. Pindo Deli Pulp and Paper Mills merupakan sebuah perusahaan penghasil kertas yang dalam kegiatan produksinya, perusahaan tersebut menerapkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Persediaan 2.1.1 Pengertian Persediaan Keberadaan persediaan dalam suatu unit usaha perlu diatur sedemikian rupa sehingga kelancaran pemenuhan kebutuhan pemakai dapat dijamin

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. Manajemen pengadaan tersebut merupakan fungsi manajerial yang sangat

BAB II DASAR TEORI. Manajemen pengadaan tersebut merupakan fungsi manajerial yang sangat BAB II DASAR TEORI II.1 Manajemen Pengadaan Material Manajemen persedian material merupakan salah satu bagian dari sistem logistik yang ditujukan untuk pelaksanaan proyek pada pengadaan material sesuai

Lebih terperinci

Ekonomi & Bisnis Manajemen

Ekonomi & Bisnis Manajemen Manajemen Persediaan Modul ke: 12Fakultas Ekonomi & Bisnis Perencanaan Kebutuhan Barang_(MRP) PPB Dinar Nur Affini, SE., MM. Program Studi Manajemen Material Requirement Planning (MRP) Material Requirement

Lebih terperinci

BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan Kriteria Optimasi PT. Gapura Citra Indonesia sebagai perusahaan yang memproduksi mainan anak edukatif, alat peraga sekolah, perlengkapan furniture anak dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Bentuk Penelitian Bentuk penelitian pada penelitian ini adalah penelitian komparatif dengan pendekatan kualitatif. Menurut Sujarweni (2015:74), penelitian komparatif adalah

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN MASALAH. 4.1 Sistem Pengadaan Perlengkapan Produksi pada PT. Indomo Mulia

BAB IV PEMBAHASAN MASALAH. 4.1 Sistem Pengadaan Perlengkapan Produksi pada PT. Indomo Mulia 46 BAB IV PEMBAHASAN MASALAH 4.1 Sistem Pengadaan Perlengkapan Produksi pada PT. Indomo Mulia PT Indomo mulia merupakan perusahaan yang bergerak dibidang distribusi peralatan rumah tangga salah satu produk

Lebih terperinci

Manajemen Persediaan. Perencanaan Kebutuhan Barang (MRP) PPB. Christian Kuswibowo, M.Sc. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen

Manajemen Persediaan. Perencanaan Kebutuhan Barang (MRP) PPB. Christian Kuswibowo, M.Sc. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen Modul ke: Manajemen Persediaan Perencanaan Kebutuhan Barang (MRP) PPB Fakultas FEB Christian Kuswibowo, M.Sc Program Studi Manajemen www.mercubuana.ac.id Bagian Isi MRP didasarkan pada permintaan dependen.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 56 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang menuturkan dan menafsirkan data yang berkenaan dengan fakta, keadaan, variabel,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam perkembangan ekonomi dewasa ini, dunia usaha tumbuh dengan semakin pesat. Sehingga menuntut perusahaan untuk bekerja dengan lebih efisien dalam menghadapi persaingan

Lebih terperinci

B A B IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

B A B IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 59 B A B IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kebijakan Organisasi Perusahaan Dalam menjalankan aktivitasnya perusahaan menentukan kebijakan yang telah dibuat dan disepakati oleh para pimpinan perusahaan.

Lebih terperinci

PERENCANAAN KEBUTUHAN MATERIAL (MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING) (MRP) BAB - 8

PERENCANAAN KEBUTUHAN MATERIAL (MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING) (MRP) BAB - 8 PERENCANAAN KEBUTUHAN MATERIAL (MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING) (MRP) BAB - 8 Sebelum penggunaan MRP, perencanaan pengendalian persediaan biasanya dilakukan melalui pendekatan reaktif sbb : a. Reorder

Lebih terperinci

VII PERENCANAAN PENGADAAN PERSEDIAAN TUNA

VII PERENCANAAN PENGADAAN PERSEDIAAN TUNA VII PERENCANAAN PENGADAAN PERSEDIAAN TUNA Perencanaan pengadaan persediaan tuna tahun 2010 didasarkan kepada proyeksi permintaan hasil ramalan metode peramalan time series terbaik yaitu dekomposisi aditif.

Lebih terperinci

MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP)

MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) Definisi MRP adalah suatu teknik yang dipakai untuk merencanakan pembuatan/pembelian komponen/bahan baku yang diperlukan untuk melaksanakan MPS. MRP ini merupakan hal

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI Proses produksi PT Amanah Prima Indonesia dimulai dari adanya permintaan dari konsumen melalui Departemen Pemasaran yang dicatat sebagai pesanan dan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. oleh konsumen sehingga produk tersebut tiba sesuai dengan waktu yang telah

BAB 1 PENDAHULUAN. oleh konsumen sehingga produk tersebut tiba sesuai dengan waktu yang telah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan berkembangnya jaman dan teknologi, dunia manufakturpun ikut berkembang dengan pesatnya. Persaingan menjadi hal yang sangat mempengaruhi kelangsungan

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Sejarah Perusahaan CV. Kurnia Teknik adalah sebuah CV spesialis moulding dan juga menerima jasa CNC, EDM, INJECT, dan DIGIT. CV. Kurnia

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Material Requirements Planning 2.1.1 Definisi MRP MRP adalah dasar komputer mengenai perencanaan produksi dan inventory control. MRP juga dikenal sebagai tahapan waktu perencanaan

Lebih terperinci

BAB III. Metode Penelitian. untuk memperbaiki keterlambatan penerimaan produk ketangan konsumen.

BAB III. Metode Penelitian. untuk memperbaiki keterlambatan penerimaan produk ketangan konsumen. BAB III Metode Penelitian 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Pt. Anugraha Wening Caranadwaya, diperusahaan Manufacturing yang bergerak di bidang Garment (pakaian, celana, rompi,

Lebih terperinci

BAB III METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY DAN PERIOD ORDER QUANTITY

BAB III METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY DAN PERIOD ORDER QUANTITY BAB III METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY DAN PERIOD ORDER QUANTITY A. Penentuan Ukuran Pemesanan (Lot Sizing) Lot sizing merupakan teknik dalam meminimalkan jumlah barang yang akan dipesan, sehingga dapat

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan Pengertian mengenai Production Planning and Inventory control (PPIC) akan dikemukakan berdasarkan konsep sistem. Produksi

Lebih terperinci

MANAJEMEN PENGADAAN BAHAN BANGUNAN DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (Studi Kasus: Pembangunan Gedung Fakultas Hukum Tahap I)

MANAJEMEN PENGADAAN BAHAN BANGUNAN DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (Studi Kasus: Pembangunan Gedung Fakultas Hukum Tahap I) MANAJEMEN PENGADAAN BAHAN BANGUNAN DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (Studi Kasus: Pembangunan Gedung Fakultas Hukum Tahap I) Ester Oktavia Mumu Alumni Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Sam

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Flow diagram untuk pemecahan masalah yang terdapat pada PT. Pulogadung Pawitra Laksana (PT. PPL) dapat dilihat dalam diagram 3.1 di bawah ini. Mulai Identifikasi Masalah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. kegiatan inilah dinamakan proses produksi. Salah satu faktor yang mempengaruhi

BAB 1 PENDAHULUAN. kegiatan inilah dinamakan proses produksi. Salah satu faktor yang mempengaruhi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi menjadi barang yang bermutu tinggi dalam penggunaannya, kegiatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di PT Klip Plastik Indonesia sejak dari Agustus-Desember 2015, penulis tertarik untuk melakukan penelitian di PT Klip Plastik

Lebih terperinci

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4 BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Penentuan Objek Penelitian PT REKABAJA MANDIRI memproduksi ratusan item produk yang berasal dari puluhan group produk. Mengingat begitu

Lebih terperinci

BUKU PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI

BUKU PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI BUKU PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI IMPLEMENTASI APLIKASI PENENTUAN METODE LOT SIZING TERBAIK PADA MATERIAL REQUIREMENT PLANNING UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA INVENTORY Oleh : Julianto Lemantara, S.Kom., M.Eng.,

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN ANALISA

BAB V HASIL DAN ANALISA BAB V HASIL DAN ANALISA 5.1 Analisis Teknik Lot Size MRP (Material Requirement Planning) Dalam perencanaan dan penegendalian persediaan bahan baku produk benang Cotton, digunakan MRP sebagai teknik untuk

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengumpulan Data Hasil pengumpulan data yang didapat dari departemen PPIC (Production Planning and Inventory Control) PT. Pulogadung Pawitra Laksana (PT. PPL) adalah

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. DAFTAR TABEL. DAFTAR GAMBAR DAFTAR BAGAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian Identifikasi Masalah Maksud dan Tujuan Penelitian...

DAFTAR ISI. DAFTAR TABEL. DAFTAR GAMBAR DAFTAR BAGAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian Identifikasi Masalah Maksud dan Tujuan Penelitian... ABSTRAK Dalam tuntutan era globalisasi saat ini sangat diperlukan profesionalisme dalam manajemen persediaan bahanbaku. Masalah penentuan besarnya persediaan mempunyai efek yang secara tidak langsung mempengaruhi

Lebih terperinci

Abstrak. Universitas Kristen Maranatha

Abstrak. Universitas Kristen Maranatha Abstrak CV Belief Shoes merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur sepatu. Sepatu yang diproduksi terdiri dari 2 jenis, yaitu sepatu sandal dan sepatu pantofel. Dalam penelitian ini penulis

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengumpulan Data 4.1.1 Data Penjualan Data penjualan grout tipe Fix pada PT.Graha Citra Mandiri mulai dari Januari 2004 sampai dengan Oktober 2006 ditunjukkan pada

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1. Material Requirement Planning (MRP) Menurut Heryanto (1997, p193), persediaan adalah bahan baku atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi

Lebih terperinci

Jurnal Distribution Requirement Planning (DRP)

Jurnal Distribution Requirement Planning (DRP) PERENCANAAN DAN PENJADWALAN AKTIVITAS DISTRIBUSI HASIL PERIKANAN DENGAN MENGGUNAKAN DISTRIBUTION REQUIREMENT PLANNING (DRP) (Studi Kasus Di UD. Retro Gemilang Internasional Sidoarjo) 2009 Adib Fahrozi

Lebih terperinci

BAB 6 MANAJEMEN PERSEDIAAN

BAB 6 MANAJEMEN PERSEDIAAN BAB 6 MANAJEMEN PERSEDIAAN Perusahaan memiliki persediaan dengan tujuan untuk menjaga kelancaran usahanya. Bagi perusahaan dagang persediaan barang dagang memungkinkan perusahaan untuk memenuhi permintaan

Lebih terperinci

3 BAB III LANDASAN TEORI

3 BAB III LANDASAN TEORI 3 BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Bahan Baku Bahan baku atau yang lebih dikenal dengan sebutan raw material merupakan bahan mentah yang akan diolah menjadi barang jadi sebagai hasil utama dari perusahaan yang

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1. Evaluasi Efektivitas dan Efisiensi Aktivitas Pembelian, Penyimpanan, dan. Penjualan Barang Dagang pada PT Enggal Perdana

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1. Evaluasi Efektivitas dan Efisiensi Aktivitas Pembelian, Penyimpanan, dan. Penjualan Barang Dagang pada PT Enggal Perdana BAB IV PEMBAHASAN IV.1. Evaluasi Efektivitas dan Efisiensi Aktivitas Pembelian, Penyimpanan, dan Penjualan Barang Dagang pada PT Enggal Perdana IV.1.1. Evaluasi atas Aktivitas Pembelian Barang Dagang Aktivitas

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Permintaan mengalami penurunan pada periode tertentu dan kenaikan pada periode setelahnya sehingga pola yang dimiliki selalu berubah-ubah (lumpy)

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Persediaan Persediaan (inventory) adalah sumber daya ekonomi fisik yang perlu diadakan dan dipelihara untuk menunjang kelancaran produksi, meliputi bahan baku (raw

Lebih terperinci

Yayah Sopiyah 1 Didiek Pramono 2. Abstrak. Kata kunci : Material, Persediaan, Teknik Lot Sizing, Biaya Persediaan Minimum.

Yayah Sopiyah 1 Didiek Pramono 2. Abstrak. Kata kunci : Material, Persediaan, Teknik Lot Sizing, Biaya Persediaan Minimum. ANALISIS PERBANDINGAN PENYEDIAAN BAHAN MATERIAL STRUKTUR LANTAI 2 DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) (STUDI KASUS: PROYEK GEDUNG GUEST HOUSE V HOTEL) Yayah Sopiyah 1 Didiek Pramono 2 1,2

Lebih terperinci

Jurnal String Vol. 1 No. 1 Tahun 2016 ISSN:

Jurnal String Vol. 1 No. 1 Tahun 2016 ISSN: ANALISA PENGENDALIAN PERSEDIAAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN LINE CONVEYOR UNTUK MEMINIMALISASIKAN BIAYA PERSEDIAAN Juliana Program Studi Teknik Informatika,Universitas Indraprasta PGRI Email: [email protected]

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, maka penulis menggunakan metode penyelesaian masalah yang dapat digambarkan sebagai berikut: Penelitian Pendahuluan Identifikasi

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Flow diagram pemecahan masalah dapat dilihat pada diagram 3.1 Mulai Identifikasi Masalah Pengumpulan Data : - Data Produksi - Data Kebutuhan bahan baku - Inventory Master

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif

BAB IV METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Jenis/Disain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kuantitatif. Deskriptif yaitu menganalisa, mengendalikan dan mendiskripsikan

Lebih terperinci

Manajemen Persediaan. Perencanaan Kebutuhan Barang_(MRP) Lot for Lot. Dinar Nur Affini, SE., MM. Modul ke: 10Fakultas Ekonomi & Bisnis

Manajemen Persediaan. Perencanaan Kebutuhan Barang_(MRP) Lot for Lot. Dinar Nur Affini, SE., MM. Modul ke: 10Fakultas Ekonomi & Bisnis Manajemen Persediaan Modul ke: 10Fakultas Ekonomi & Bisnis Perencanaan Kebutuhan Barang_(MRP) Lot for Lot Dinar Nur Affini, SE., MM. Program Studi Manajemen Perencanaan Kebutuhan Material Perencanaan Kebutuhan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Perencanaan produksi dan penyediaan bahan baku merupakan dua hal yang berkaitan. Berapa banyak bahan baku yang harus disediakan, ditentukan oleh berapa jumlah produk yang akan dibuat pada suatu

Lebih terperinci

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK 3.1 Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek Selama kurang lebih 1 (satu) bulan terhitung sejak 05 Juli s/d 13 Agustus 2010 penulis melaksanakan kerja praktek di Balai Besar Bahan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Evaluasi Penerapan Pengendalian Internal Sistem Informasi Akuntansi. Pembelian pada PT Pondok Pujian Sejahtera

BAB IV PEMBAHASAN. Evaluasi Penerapan Pengendalian Internal Sistem Informasi Akuntansi. Pembelian pada PT Pondok Pujian Sejahtera BAB IV PEMBAHASAN IV.1. Evaluasi Penerapan Pengendalian Internal Sistem Informasi Akuntansi Pembelian pada PT Pondok Pujian Sejahtera Pada bab III dijelaskan tentang praktek sistem informasi akuntansi

Lebih terperinci

Jurnal String Vol.1 No.2 Tahun 2016 ISSN : PENENTUAN TEKNIK PEMESANAN MATERIAL PADA PROYEK STEEL STRUCTURE MENGGUNAKAN WINQSB

Jurnal String Vol.1 No.2 Tahun 2016 ISSN : PENENTUAN TEKNIK PEMESANAN MATERIAL PADA PROYEK STEEL STRUCTURE MENGGUNAKAN WINQSB PENENTUAN TEKNIK PEMESANAN MATERIAL PADA PROYEK STEEL STRUCTURE MENGGUNAKAN WINQSB Juliana Program Studi Teknik Informatika, Universitas Indraprasta PGRI Email : kallya_des @yahoo.com Abstrak Perencanaan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan A.1 Gambaran Umum PT Kansai Paint Indonesia PT. Kansai Paint Indonesia adalan sebuan perusahaan yang bergerak di bidang chemical industry yaitu manufacturing

Lebih terperinci

BAB V MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING

BAB V MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING BAB V MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING 5.1 Landasan Teori Perencanaan kebutuhan material (material requirements planning) merupakan metode perencanaan dan pengendalian pesanan dan inventori untuk item-item

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Perusahaan Menara Cemerlang, suatu perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan karung plastik. Pada saat ini perusahaan sedang mengalami penjualan yang pesat dan mengalami

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.2. Manajemen Persediaan Persediaan adalah bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk proses produksi atau perakitan untuk

Lebih terperinci

B I A YA B A H AN A. Perencanaan Bahan Tujuan perencanaan bahan Masalah yang timbul dalam perencanaan bahan

B I A YA B A H AN A. Perencanaan Bahan Tujuan perencanaan bahan Masalah yang timbul dalam perencanaan bahan 1 B I A YA B A H AN Masalah yang dihadapi manajemen yang berhubungan dengan bahan adalah keterlambatan tersedianya bahan akan mempengaruhi kelancaran kegiatan produksi, sedangkan persediaan bahan yang

Lebih terperinci

PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE EOQ PADA UD. ADI MABEL

PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE EOQ PADA UD. ADI MABEL PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE EOQ PADA UD. ADI MABEL Fahmi Sulaiman 1 * & Nanda 1 1 Program Studi Teknik Industri, Politeknik LP3I Medan Tel: 061-7322634 Fax: 061-7322649

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan dengan berlandaskan teori mengenai pengelolaan persediaan bahan baku maka dapat dikatakan bahwa

Lebih terperinci

MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP)

MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) ABC Amber Text Converter Trial version, http://www.processtext.com/abctxt.html MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) Definisi MRP adalah suatu teknik yang dipakai untuk

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 59 BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1 Sistem Pengadaan Perlengkapan Produksi pada PT. Puri Kadusirung Raya Farm. PT. Puri Kadusirung Raya Farm merupakan perusahaan bergerak dalam bidang industri supplier

Lebih terperinci

BAHAN AJAR : Manajemen Operasional Agribisnis

BAHAN AJAR : Manajemen Operasional Agribisnis . Mata Kuliah Semester PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS ANDALAS BAHAN AJAR : Manajemen Operasional Agribisnis : IV Pertemuan Ke : 13 Pokok Bahasan Dosen : Perencanaan Kebutuhan

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS PEMECAHAN MASALAH

BAB V ANALISIS PEMECAHAN MASALAH BAB V ANALISIS PEMECAHAN MASALAH 5.1 Analisis Perencanaan Kebutuhan Material (MRP) Perencanaann Kebutuhan Material atau MRP dimulai setelah inputnya yaitu Jadwal Induk Produksi, Struktur Produk dan Catatan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dan menurut Rangkuti (2007) Persediaan bahan baku adalah:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dan menurut Rangkuti (2007) Persediaan bahan baku adalah: 10 2.1. Persediaan 2.1.1. Pengertian Persediaan BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam perusahaan setiap manajer operasional dituntut untuk dapat mengelola dan mengadakan persediaan agar terciptanya efektifitas

Lebih terperinci

BAB V ANALISA HASIL. Pada bab sebelumnya telah dilakukan pengolahan data-data yang

BAB V ANALISA HASIL. Pada bab sebelumnya telah dilakukan pengolahan data-data yang BAB V ANALISA HASIL Pada bab sebelumnya telah dilakukan pengolahan data-data yang dikumpulkan untuk pembuatan perencanaan kebutuhan material (MRP). Kemudian dalam bab ini berisikan analisa berdasarkan

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB III TINJAUAN PUSTAKA 1 3.1 PERSEDIAAN BAB III TINJAUAN PUSTAKA Maryani, dkk (2012) yang dikutip oleh Yudhistira (2015), menyatakan bahwa persediaan barang merupakan bagian yang sangat penting bagi suatu perusahaan. Persediaan

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1. Pengumpulan Data 4.1.1. Sejarah Perusahaan CV. Mitra Abadi Teknik merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang perancangan dan manufaktur untuk peralatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. salah satunya dipengaruhi oleh pengendalian persediaan (inventory), karena hal

BAB I PENDAHULUAN. salah satunya dipengaruhi oleh pengendalian persediaan (inventory), karena hal BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pada hakikatnya setiap perusahaan baik jasa maupun perusahaan produksi selalu memerlukan persediaan. Tanpa adanya persediaan, para pengusaha akan dihadapkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kinerja khususnya dalam perencanaan produksi. Salah satu perencanaan produksi

BAB I PENDAHULUAN. kinerja khususnya dalam perencanaan produksi. Salah satu perencanaan produksi BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Untuk memenuhi order dari konsumen, perusahaan perlu meningkatkan kinerja khususnya dalam perencanaan produksi. Salah satu perencanaan produksi adalah dengan melakukan

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR ANALISA PERSEDIAAN MATERIAL PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEKS PASAR TRADISIONAL DAN PLASA LAMONGAN. Oleh : Arinda Yudhit Bandripta

TUGAS AKHIR ANALISA PERSEDIAAN MATERIAL PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEKS PASAR TRADISIONAL DAN PLASA LAMONGAN. Oleh : Arinda Yudhit Bandripta TUGAS AKHIR ANALISA PERSEDIAAN MATERIAL PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEKS PASAR TRADISIONAL DAN PLASA LAMONGAN Oleh : Arinda Yudhit Bandripta 3107.100.551 Dosen Pembimbing : Ir. Retno Indryani, Ms LATAR BELAKANG

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Produk Yang Dihasilkan PT. Harapan Widyatama Pertiwi adalah perusahaan yang memproduksi pipa berdasarkan pesanan (make to order), tetapi ada pula beberapa produk yang diproduksi

Lebih terperinci

BAB 3 ANALIS IS S IS TEM YANG BERJALAN. Timbangan baik mekanik maupun elektronik.

BAB 3 ANALIS IS S IS TEM YANG BERJALAN. Timbangan baik mekanik maupun elektronik. BAB 3 ANALIS IS S IS TEM YANG BERJALAN 3.1 Sejarah Organisasi 3.1.1 Perkembangan Organisasi Perusahaan PT. Indah Sakti terbentuk pada Januari tahun 2004 atas prakarsa dan tujuan serta gagasan, misi yang

Lebih terperinci

Abstrak. Kata Kunci : Perencanaan, Material Requirement Planning, Period Order Quantity, Economy Order Quantity, Lot for lot.

Abstrak. Kata Kunci : Perencanaan, Material Requirement Planning, Period Order Quantity, Economy Order Quantity, Lot for lot. PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PRODUKSI DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI PT. XYZ Muhamad Adi Sungkono, Wiwik Sulistiyowati

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI. Jenis data Data Cara pengumpulan Sumber data 1. Jenis dan jumlah produk yang dihasilkan

BAB III METODOLOGI. Jenis data Data Cara pengumpulan Sumber data 1. Jenis dan jumlah produk yang dihasilkan BAB III METODOLOGI 3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada Bulan April 2011 sampai Mei 2011 di PT. Pindo Deli Pulp and Paper di bagian Paper machine 12. Lokasi Industri

Lebih terperinci

Jurnal Sipil Statik Vol.1 No.6, Mei 2013 ( ) ISSN:

Jurnal Sipil Statik Vol.1 No.6, Mei 2013 ( ) ISSN: MANAJEMEN PENGADAAN MATERIAL BANGUNAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE MRP (MATERIAL REQUIREMENT PLANNING) STUDI KASUS: REVITALISASI GEDUNG KANTOR BPS PROPINSI SULAWESI UTARA Inggried Limbong H. Tarore, J. Tjakra,

Lebih terperinci

V. Hasil 3.1 Proses yang sedang Berjalan

V. Hasil 3.1 Proses yang sedang Berjalan V. Hasil 3.1 Proses yang sedang Berjalan Dalam industri komponen otomotif, PT. XYZ melakukan produksi berdasarkan permintaan pelanggannya. Oleh Marketing permintaan dari pelanggan diterima yang kemudian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ketersediaan bahan baku (Bhattacharyya, 2011). target penjualan (made to stock) dan pesanan pelanggan (made to order) untuk

BAB I PENDAHULUAN. ketersediaan bahan baku (Bhattacharyya, 2011). target penjualan (made to stock) dan pesanan pelanggan (made to order) untuk BAB I PENDAHULUAN.. Latar Belakang UD Eka adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi kebutuhan alas kaki, produk yang dihasilkan antara lain sandal, sol dan sepatu. Perusahaan yang berdiri sejak tahun

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Persediaan Persediaan sebagai kekayaan perusahaan, memiliki peranan penting dalam operasi bisnis. Dalam pabrik (manufacturing), persediaan dapat terdiri dari: persediaan

Lebih terperinci

Abstrak. Universitas Kristen Maranatha

Abstrak. Universitas Kristen Maranatha Abstrak Perusahaan Plastik X adalah perusahaan penghasil plastik injection process dengan orientasi pasar lokal, sehingga harus dapat mempertahankan dan meningkatkan produktivitasnya agar dapat memenangkan

Lebih terperinci

APLIKASI SISTEM MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KETIDAKPASTIAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU DI PT. LISA CONCRETE INDONESIA

APLIKASI SISTEM MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KETIDAKPASTIAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU DI PT. LISA CONCRETE INDONESIA APLIKASI SISTEM MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KETIDAKPASTIAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU DI PT. LISA CONCRETE INDONESIA Seno Hananto, Nyoman Pudjawan Magister Manajemen Teknologi (MMT)

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI DAN ANALISIS MODEL. 5.1 Implementasi Model MRP untuk Perencanaan Pengadaan Firebrick

BAB V IMPLEMENTASI DAN ANALISIS MODEL. 5.1 Implementasi Model MRP untuk Perencanaan Pengadaan Firebrick BAB V IMPLEMENTASI DAN ANALISIS MODEL 5.1 Implementasi Model MRP untuk Perencanaan Pengadaan Firebrick 5.1.1 Penentuan Gross Requirement Firebrick Penentuan kebutuhan firebrick didasarkan pada penjelasan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Sejarah manajemen menurut William (2008:44) sebagai bidang studi manajemen mungkin berusia 125 tahun, tetapi ide-ide dan praktek manajemen benarbenar

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. bersumber dari beberapa pemasok yang mempunyai merk berbeda. mengenai latar belakang perusahaan dan mengumpulkan informasi yang

BAB IV PEMBAHASAN. bersumber dari beberapa pemasok yang mempunyai merk berbeda. mengenai latar belakang perusahaan dan mengumpulkan informasi yang BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Survey Pendahuluan PT. Anugerah Indah Makmur adalah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi makanan dan minuman ringan. Persediaan yang diperoleh perusahaan bersumber dari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Indonesia yaitu PT. Indosat, Tbk yang beralamat di jalan Daan Mogot KM 11

BAB III METODE PENELITIAN. Indonesia yaitu PT. Indosat, Tbk yang beralamat di jalan Daan Mogot KM 11 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di salah satu perusahaan telekomunikasi di Indonesia yaitu PT. Indosat, Tbk yang beralamat

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Persediaan 2.1.1 Pengertian Persediaan Masalah umum pada suatu model persediaan bersumber dari kejadian yang dihadapi setiap saat dibidang usaha, baik dagang ataupun industri.

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Mulai Identifikasi Masalah Pengumpulan Data : - data penjualan - data kebutuhan bahan baku - data IM F - data biaya pesan - data biaya simpan Pengolahan Data : - Peramalan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Audit operasional atas fungsi pembelian dan hutang usaha pada PT Prima Auto

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Audit operasional atas fungsi pembelian dan hutang usaha pada PT Prima Auto BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Audit operasional atas fungsi pembelian dan hutang usaha pada PT Prima Auto Mandiri dibatasi pada hal-hal berikut ini: a. Mengidentifikasikan kelemahan sistem pengendalian

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. gelondongan kemudian dipotong menjadi papan papan kayu. Perusahaan yang

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. gelondongan kemudian dipotong menjadi papan papan kayu. Perusahaan yang BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Profil Perusahaan CV. Jati Mulyo merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kayu dan masuk dalam kelompok industri penggergajian

Lebih terperinci

SOP PROSES ORDER BARANG

SOP PROSES ORDER BARANG Revisi : 1 Divisi : Parts Depo Tgl Eff : 1-Dec-15 Bagian : Halaman : 1 dari 3 Seksi : SOP PROSES ORDER BARANG No : MM-SOP-SPI-01 1 TUJUAN : SOP ini dibuat untuk menjamin bahwa Proses pembelian Barang khusus

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Material Requirement Planning (MRP) Menurut Gaspersz (2005:177) Perencanaan kebutuhan material (material requirement planning = MRP) adalah metode penjadwalan untuk purchased planned

Lebih terperinci