ROADMAP IMPLEMENTASI KNOWLEDGE MANAGEMENT
|
|
|
- Ida Susanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 ROADMAP IMPLEMENTASI KNOWLEDGE MANAGEMENT Agus Mulyanto Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jl Marsda Adi Sucipto, Yogyakarta Telp (0274)519759, Faks.(0274) Abstrak Dalam konteks menjaga eksistensi organisasi, manajemen pengetahuan (Knowledge Management-KM) merupakan kebutuhan bagi setiap organisasi. KM sendiri sejatinya dapat diartikan sebagai sebuah tindakan sistematis untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan mendistribusikan segenap pengetahuan yang relevan kepada setiap anggota organisasi tersebut, dengan tujuan meningkatkan daya saing organisasi. Ikujiro Nonaka membuat formulasi yang terkenal dengan sebutan SECI atau Knowledge Spiral. Konsepnya bahwa dalam siklus perjalanan kehidupan anggota organisasi, pengetahuan itu mengalami proses yang kalau digambarkan berbentuk spiral, proses itu disebut dengan Socialization - Externalization - Combination Internalization. KM adalah kegiatan yang kompleks, dan implementasinya tidak dapat membawa dampak positif bagi organisasi jika tanpa perencanaan yang sempurna. Paper ini memperkenalkan metode perencanaan, yaitu 10-langkah knowledge management roadmap. Kesepuluh langkah tersebut adalah: 1) analisis keberadaan infrastruktur; 2). kesejajaran KM dan strategi bisnis; 3). desain infrastruktur KM; 4). audit keberadaan aset pengeathuan dan sistem; 5). desain tim KM; 6). membuat KM blueprint; 7). membangun sistem KM; 8). menggunakan metodologi yang tepat; 9). mengelola perubahan, budaya dan struktur reward; dan 10).evaluasi kinerja, mengukur return of investment. Kesepuluh langkah tersebut dikategorikan dalam empat fase, yaitu: 1). evaluasi infrastruktur; 2). analisis, desain dan pengembangan KM system; 3). sistem penyebaran dan 4).evaluasi. Diharapkan dengan memahami roadmap ini, organisasi akan menerapkan seluruh proses sebagai panduan tahapan strategi manajemen pengetahuan. Perubahan yang terjadi diharapkan berjalan secara soft sehingga tidak terjadi resistensi dari anggota organisasi, dan secara eksternal mampu meningkatkan keunggulan kompetitif. Kata kunci: knowledge management, roadmap, budaya organisasi 1. PENDAHULUAN Era globalisasi ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat serta ditunjang inovasi di berbagai bidang kehidupan. Agar dapat menghadapi persaingan yang semakin berat, maka diperlukan perubahan paradigma organisasi dari yang semula mengandalkan sumber daya menjadi berbasis pengetahuan Paradigma knowledge-based ini bertumpu pada pengembangan data mining, data warehouse, agen cerdas, casebased reasoning, dan sebagainya. Upaya lain yang perlu dilakukan ke depan adalah pengembangan sumberdaya manusia dan budaya berbagi pengetahuan (knowledge sharing) di kalangan karyawan menjadi sangat penting guna meningkatkan kemampuan manusia untuk menghasilkan inovasi. Mengelola knowledge sebenarnya merupakan bagaimana organisasi mengelola karyawan mereka dari pada berapa lama mereka menghabiskan waktu untuk teknologi informasi. Sebenarnya menurut mereka bahwa knowledge management adalah bagaimana orang-orang dari berbagai tempat yang berbeda mulai saling berbicara, yang sekarang populer dengan label learning organization. (Setiarso, 2003). Dalam konteks menjaga eksistensi organisasi, manajemen pengetahuan (Knowledge Management-KM) merupakan kebutuhan bagi setiap organisasi. KM sendiri sejatinya dapat diartikan sebagai sebuah tindakan sistematis untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan mendistribusikan segenap jejak pengetahuan yang relevan kepada setiap anggota organisasi tersebut, dengan tujuan meningkatkan daya saing organisasi. Makalah ini akan memaparkan metode membangun Knowledge Management System (KMS). Ada 4 (empat) fase besar dalam membangun KMS yang selanjutnya diuraikan menjadi 10 langkah roadmap implementasi KM. 2. PENGANTAR KNOWLEDGE MANAGEMENT Saat ini kita telah memasuki era ekonomi berbasis knowledge, yang sebelumnya sudah terlewati era pertanian dan industri. Era ekonomi berbasis knowledge ditandai dengan semakin mengecilnya peran elemen produksi seperti lahan, tenaga kasar dan kapital konvensional atau alat produksi. Tenaga kerja yang dibutuhkan tidak lagi berdasarkan kuantitas tetapi kualitas sehingga memunculkan istilah knowledge worker. Knowledge worker inilah E-242
2 yang memberi nilai tambah dan peningkatan produktifitas yang signifikan sehingga jauh lebih tinggi dari era-era sebelumnya. Ada beberapa tantangan yang harus dijawab oleh organisasi yang ingin menang dalam persaingan yaitu: kolaborasi, inovasi, adaptasi, penguasaan teknologi dan pasar serta pengelolaan aset-aset intelektual. Tantangantantangan inilah yang mendorong munculnya kebutuhan terhadap implementasi KM. Implementasi KM dalam organisasi akan memberi manfaat bagi organisasi antara lain: mengetahui kekuatan sumber daya dalam organisasi; menggunakan kembali pengetahuan yang sudah ada; mempercepat proses penciptaan pengetahuan baru dari pengetahuan yang ada; dan menjaga pergerakan organisasi tetap stabil meskipun terjadi arus keluarmasuk SDM. Sebelum munculnya KM, orang tidak begitu peduli dengan perbedaan antara data, informasi, knowledge dan wisdom. Membedakan data, informasi, knowledge dan wisdom dianggap penting karena ketidakjelasannya akan menimbulkan inefisiensi dan kesalahan dalam implementasi KM. Ada kemungkinan organisasi menyatakan telah mengimplementasikan KM, tetapi pada kenyataannya hanya sebatas manajemen data atau informasi. Knowledge dan wisdom diperlukan dalam implementasi KM agar tidak menimbulkan kesan bahwa KM hanya berbasis teknologi informasi atau sekedar teknologi data warehouse. Karena bagaimanapun juga, knowledge lahir karena intervensi manusia terhadap informasi melalui interpretasi dan judgment yang dipengaruhi oleh intelektualitas, mentalitas, pengalaman dan nilai yang dimiliki manusia Transisi data ke wisdom digambarkan dalam seuatu hirarki dalam gambar 1. Gambar 1 Hirarki Data ke Wisdom (Tobing, 2007) Tacit Knowledge dan Explicit Knowledge Polanyi memperkenalkan bahwa knowledge dibedakan dalam dua jenis, yaitu tacit knowledge dan explicit knowledge (Firestone & W.McElroy, 2003). Tacit knowledge merupakan knowledge yang ada pada manusia berupa belief, karakter dan sulit diekspresikan. Sedangkan explicit knowledge adalah pengetahuan yang sudah terkodifikasi (codified knowledge) dalam bentuk dokumen, spesfikikasi produk, manual atau bentuk lainnya yang mudah ditransfer ke orang lain. Perbedaan penting dari tacit/explicit knowledge untuk KM telah ditekankan oleh Nonaka and Takeuchi (1995). Mereka mengasumsi bahwa knowledge diperoleh dari proses interaksi antara tacit dan explicit knowledge, serta mengkonversi dalam empat model yaitu: Dari tacit ke tacit, disebut socialization; Dari tacit ke explicit disebut externalization; Dari explicit ke explicit disebut combination; dan Dari explicit ke tacit disebut internalization. Selanjutnya keempat jenis konversi ini disebut SECI Process. E-243
3 Definisi knowledge management Menurut ensiklopedi Wikipedia (2007), manajemen pengetahuan (knowledge management) adalah suatu rangkaian kegiatan yang digunakan oleh organisasi untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan kembali, diketahui, dan dipelajari di dalam organisasi. Kegiatan ini biasanya terkait dengan objektif organisasi dan ditujukan untuk mencapai suatu hasil tertentu seperti pengetahuan bersama, peningkatan kinerja, keunggulan kompetitif, atau tingkat inovasi yang lebih tinggi. Transfer pengetahuan (salah satu aspek dari manajemen pengetahuan) dalam berbagai bentuk, telah sejak lama dilakukan. Contohnya adalah melalui diskusi sepadan dalam kerja, magang, perpustakaan perusahaan, pelatihan profesional, dan program mentoring. Walaupun demikian sejak akhir abad ke-20, teknologi tambahan telah diterapkan untuk melakukan tugas ini, seperti basis pengetahuan, sistem pakar, dan repositori pengetahuan. Sedangkan menurut Pramudyo ((Pramudyo, 2007)), knowledge management juga memiliki definisi antara lain: 1). Wiig (1993) pada Turban (2001) menyatakan manajemen pengetahuan sebagai dasar pengaturan pengetahuan perusahaan dan aset intelektual yang dapat memperbaiki karakteristik kinerja organisasi dan menambah nilai untuk bertindak dengan cerdas. 2). Manajemen pengetahuan adalah sebuah proses yang membantu organisasi mengidentifikasi, memilih, mengorganisasikan, menyalurkan, dan mentransfer informasi penting dan kepakaran yang merupakan bagian dari memori organisasi yang pada umumnya berada dalam organisasi dalam keadaan tidak terstruktur (Turban, 2001). 3). Information society technologies (2002) mendefinisikan manajemen pengetahuan sebagai sebuah usaha yang sistematis dan teratur untuk menggunakan pengetahuan dalam sebuah organisasi. Manajemen pengetahuan bertujuan mentransformasi kemampuan organisasi untuk membangkitkan, menyimpan, dan menggunakan pengetahuan dalam rangka memperbaiki kinerja organisasi melalui kemampuan berinnovasi dan penciptaan nilai. Secara singkat, manajemen pengetahuan organisasi bertujuan mempermudah akses dan penggunaan ulang pengetahuan untuk memperbaiki kemampuan bersaing sebuah organisasi. 3. ROADMAP IMPLEMENTASI KNOWLEDGE MANAGEMENT Knowledge Management merupakan aktivitas yang kompleks dan seperti hal lain juga bahwa tidak akan memberi dampak positif jika tidak direncanakan dengan baik. Bagian ini akan membahas 10 langkah knowledge management roadmap yang akan memandu pengembangan, implementasi knowledge management system. Roadmap ini disajikan dalam gambar 2. Untuk memahami gambar 2, lihatlah 4 fase dari 10 langkah yang ada, yaitu (Tiwana, 1999): 1. Evaluasi infrastruktur 2. Analisis, desain dan pengembangan KMS 3. Sistem penyebaran 4. Evaluasi Keempat fase secara berurutan dijelaskan dalam bagian ini dengan langkah masing-masingnya. Fase 1 : Evaluasi Infrastruktur Fase pertama-dari 10 langkah yang ada-meliputi dua langkah yaitu analisis keberadaan infrastrukur dan kesejajaran antara KM dan st rategi bisnis. Langkah 1 : analisis keberadaan infrastruktur Langkah pertama, harus memahami variasi komponen yang sesuai dengan KM strategy dan kerangka kerja teknologi. Dengan menganalisa dan menghitung apa saja yang ada di perusahaan, kita dapat mengenali kondisi minimal infrastruktur yang ada. Dengan demikian kita dapat memulai membangun dengan apa yang telah ada. Kuncinya adalah mana yang bisa menjadi bagian KM system dan mana yang tidak. E-244
4 1 Analyze the Existing Infrastructure 2 Align Knowledge Management and Business Strategy 3 Design the Knowledge Management Infrastructure 4 Audit Existing Knowledge Assets and Systems 5 Design the Knowledge Management Team 6 Create the Knowledge Management Blueprint 7 Develop the Knowledge Management System 8 Deploy,Using the Results-driven Increamental Methodology 9 Manage Change, Culture and Reward Structures 10 Evaluate Performance, Measure ROI, and Incrementally Refine the KMS Gambar 2 Sepuluh langkah KM roadmap (Tiwana, 1999) Bagian dari langkah pertama ini kita akan fokus pada bagian berikut ini: 1. Memahami keberadaan jaringan, intranet dan ekstranet dalam KM. Menganalisis dan membangun data mining, data warehouse, manajemen proyek, dan alat sistem pengambilan keputusan (Decision Support System tool). 2. Memahami kerangka kerja teknologi KM dan komponennya. 3. Mempertimbangkan pilihan dari penggunaan knowledge server. 4. Menggabungkan keberadaan intranet, ekstranet dan GroupWare ke dalam KMS. 5. Memahami keterbatasan implementasi KM tool. 6. Mengambil langkah nyata untuk meningkatkan investasi infrastruktur. E-245
5 Langkah 2 : kesejajaran KM dan strategi bisnis Knowledge mendorong adanya strategi dan strategi mendorong KM. Langkah kedua dalam 10-langkah roadmap mengizinkan adanya hubungan diantara dua: menaikkan KMS ke tingkat strategi bisnis dan menarik strategi ke tingkat disain sistim. Sebagai bagian dari proses kesejajaran KM dan strategi binis, berikut ini hal-hal yang harus dikerjakan: 1. Geser paradigm perusahaan dari pemrograman strategis ke perencanaan strategis. 2. Meninggalkan praktik desain system dengan data masa lalu. 3. Melakukan analisis SWOT berbasis knowledge dan memetakan knowledge perusahaan, pesaing utama, dan industri secara keseluruhan. 4. Menganalisis knowledgw-gap dan mengenali bagaimana KM dapat mengisi gap itu. 5. Menentukan mana yang lebih sesuai dengan kondisi perusahaan, apakah kodifikasi atau fokus personalisasi. 6. Mennyeimbangkan eksploitasi, eksplorasi dan pengiriman just-in-time (JIT) dan just-in-case (JIC) yang didukung oleh KMS. 7. Sebelum mendesain KMS, tentukan pertanyaan diagnostiknya. 8. Menerjemahkan karakteristik hubungan KM strategy ke KM system. 9. Mengerahkan inisiatif untuk membantu menjual proyek KM dalam lingkungan internal. 10. Mendiagnosa dan mengesahkan strategy-km link. Fase 2 : Analisis, desain dan pengembangan KMS Langkah 3 : desain infrastruktur KM Langkah ketiga adalah memilih komponen infrstruktur untuk menyusun arsitektur KMS. Pilihan pertama adalah menggabungkan platform. Kita dapat memilih standar terbuka, seperti Web, atau memilih paket seperti Lotus Notes atau proprietary lain yang mendukung platform. Sebagai bagian dari langkah ketiga ini, berikut adalah hal-hal yang harus dikerjakan: 1. Memahami berbagai komponen infrastruktur knowledge. 2. Mengidentifikasi sumber knowledge internal dan eksternal yang akan diintegrasikan. 3. Memilih komponen IT untuk menemukan, membuat, dan menerapkan pengetahuan. 4. Mengenali unsur lapis antar muka (interface), seperti: client, server, gateway dan platform. 5. Memutuskan platform kolaboratif: Web atau Notes? 6. Mengenali dan memahami komponen lapis collaborative intelligence: kecerdasan buatan, data warehouse, algoritma genetik, jaringan syaraf tiruan, sistem pakar berbasis aturan, dan penalaran berbasis kasus. 7. Optimalisasi knowledge object dengan perusahaan dalam satu pikiran 8. Menyeimbang biaya dan nilai tambah untuk setiap komponen 9. Menyeimbangkan mekanisme berbasis push and pull untuk pengiriman knowledge 10. Mengenali komponen untuk searching, indexing dan retrieval. 11. Membuat knowledge tags dan atribut, seperti: domain, form, product/service, waktu dan lokasi. 12. Membuat mekanisme profil untuk pengiriman knowledge 13. Menggunakan model SECI untuk validasi pilihan IT. Langkah 4 : audit dan analisis knowledge Proyek KM harus dimulai dengan apa yang telah difahami perusahaan. Langkah keempat ini adalah mengaudit dan menganalisis knowledge, tetapi harus dimengerti dulu mengapa knowledge perlu diaudit. Sebagai bagian dari langkah ini adalah: 1. Menggunakan Bohn s Stage dari kerangka kerja Knowledge Growth. 2. Mengenali dan menilai proses pengetahuan dengan skala 8-poin. 3. Memilih metode audit dari beberapa pilihan yang mungkin. 4. Menyusun tim audit sedini mungkin. 5. Mengaudit dan menganalisis keberadaan knowledge di perusahaan. Langkah 5 : desain tim KM Langkah kelima dalam KM roadmap adalah mendesain tim KM yang akan mendesain, membangun, mengimplementasikan dan menempatkan sesuai ketentuan dari KM perusahaan. Untuk mendesain tim yang efektif harus mempertimbangkan kemampuan teknis dan manajerial dari sumberdaya internal maupun eksternal. Berikut adalah langkah-langkah membangun tim yang efektif untuk impelemntasi KM: 1. Memahami harapan stakeholders: IT, manajemen, dan pengguna akhir. 2. Mengenali sumberdaya ahli yang diperlukan. 3. Mengenali titik kritis kegagalan. 4. Menyeimbangkan tim KM dalam aspek organisasi, strategi dan teknologi. 5. Menyeimbangkan keahlian teknis dan manajerial E-246
6 6. Memutus isu-isu yang mengganggu kerja tim. Langkah 6 : membuat cetak biru KMS Tim KM yang diidentifikasi dalam langkah 5, harus membangun cetak biru dengan menyiapkan perencanaan KMS. Berikut isu-isu penting dalam langkah ini: 1. Kustomisasi secara detil arsitektur KM. 2. Memahami dan menentukan komponen yang diperlukan dalam perusahaan: integrative repositories, content centre, knowledge aggregation dan mining tool, platform yang kolaboratif, direktori pengetahuan, antar muka pengguna, mekanisme pengiriman, dan elemen yang integratif. 3. Mendesain sistem untuk interoperabilitas tingkat tinggi. 4. Memahami dan menjalankan life-cycle management. 5. Memahami konsideran user interface. 6. Posisi dan ruang lingkup KMS harus layak dikerjakan dengan tingkat cost and benefit yang seimbang. 7. Membuat aplikasi sendiri atau membeli dari vendor. Langkah 7 : membangun KMS Setelah membuat cetak biru langkah selanjutnya adalah: 1. Mengembangkan lapis antar muka lapis. 2. Mengembangkan akses dan lapis otentikasi. keamanan data, mengendalikan akses, dan mendistribusikan kontrol. 3. Mengembangkan kolaboratif filtering dan lapis kecerdasan, menggunakan agen cerdas dan kolaboratif filtering sistem. 4. Mengembangkan dan menggabungkan lapis aplikasi dengan lapis kecerdasan dan transportasi. 5. Mengembangkan middleware 6. Menggabungkan dan memperbesar repository layer. Fase 3: Deployment Fase ketiga dalam 10-langkah KM roadmap meliputi dua langkah yaitu: menggunakan metode yang tepat dan mengubah budaya. Langkah 8 : menggunakan metodologi yang tepat Langkah kedelapan ini menggunakan metode Result-Driven Incremental (RDI) untuk menempatkan KMS sesuai rencana dan merilisnya. Selanjutnya meminimalkan kegagalan pilot project dari impelentasi KMS. Langkah 9 : CKO, struktur penghargaan, dan perubahan budaya Langkah kesembilan ini adalah menentukan Chief Knowledge Officer (CKO) yang memimpin implementasi KM,membuat struktur penghargaan bagi yang berkenan untuk membagi pengetahuannya dan mengubah budaya dan manajemen. Fase 4: Ukuran Evaluasi Kinerja Fase terakhir adalah satu langkah untuk mengukur keberhasilan bisnis dari implementasi KM Langkah 10 :evaluasi kinerja, mengukur return of investment Berikut adalah hal-hal pentingg dalam pengukuran: 1. Memahami bagaimana mengukur dampak bisnis atas implementasi KM, gunakan satu set alat ukur. 2. Menghitung returns-on-investment (ROI) untuk investasi KM. 3. Menentukan kapan menggunakan benchmarking sebagai untuk membandinkan ukuran pengetahuan. 4. Mengevaluasi ROI dari KM menggunakan metode Balanced Scorecard (BSC) Kesepuluh langkah ini membutuhkan waktu beberapa tahun, namun akan sangat membantu dalam desain, pengembangan dan implementasi KMS yang akan member hasil bisnis secara aktual. Roadmap ini akan membantu dua hal yaitu KM strategy dan KM system dalam perusahaan. 7. KESIMPULAN Roadmap implementasi KM diharapkan dapat membantu perusahaan dalam merencanakan, merancang dan mengimplementasikan Knowledge Management System. Selain itu juga pengukuran kinerja dari implementasi KM. Diharapkan dengan memahami roadmap ini, organisasi akan menerapkan seluruh proses sebagai panduan tahapan Knowledge Management Strategy. Perubahan yang terjadi diharapkan berjalan secara soft sehingga tidak terjadi resistensi dari anggota organisasi, dan secara eksternal mampu meningkatkan keunggulan kompetitif. E-247
7 Penelitian selanjutnya disarankan untuk lebih detil kepada masing-masing langkah dari roadmap tersebut. Selain itu penelitian yang fokus pada arsitektur KM tool diharapkan mampu memberi kontribusi dalam bidang software engineering. 8. DAFTAR PUSTAKA Firestone, J. M., & W.McElroy, M. (2003). Key Issues in the New Knowledge Management. Burlington: Elsevier Science. Pramudyo, C. S. (2007). Perancangan Model Fungsi Collaborative Knowledge Retrieval Pada Manajemen Pengetahuan (Studi Kasus: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta). Bandung: Tesis ITB. Setiarso, B. (2003). Penerapan Knowledge Management pada Organisasi:Studi Kasus di Salah Satu Unit Organisasi LIPI. Retrieved 12 24, 2007, from IlmuKomputer.Com: Tiwana, A. (1999). The Knowledge Management Toolkit: practical techniques for building a knowledge management system. London: Prentice-Hall, Inc. Tobing, P. L. (2007). Knowledge Management Konsep, Arsitektur dan Implementasi. Yogyakarta: Graha Ilmu. E-248
Penerapan Knowledge Management System (KMS) Berbasis Web Studi Kasus Bagian Teknisi dan Jaringan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya
Penerapan Knowledge Management System (KMS) Berbasis Web Studi Kasus Bagian Teknisi dan Jaringan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya Winda Kurnia Sari 1, Ken Ditha Tania 2 1,2 Jurusan Sistem Informasi
PERANCANGAN BLUEPRINT KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM PADA PENGELOLAAN PROYEK DI PT.SWAMEDIA INFORMATIKA
PERANCANGAN BLUEPRINT KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM PADA PENGELOLAAN PROYEK DI PT.SWAMEDIA INFORMATIKA Anna Dara Andriana 1), Gentisya Tri Mardiani 2) 1), 2) Teknik Informatika UNIKOM Bandung Jl Dipati Ukur
KNOWLEDGE MANAGEMENT PENGERTIAN DAN MANFAATNYA PADA ORGANISASI. Oleh :
KNOWLEDGE MANAGEMENT PENGERTIAN DAN MANFAATNYA PADA ORGANISASI Disusun sebagai tugas paper MK. Teori Organisasi dan Manajemen Pengetahuan (TOMP) pada Kelas E35-Bogor. 22-Januari 2011 Oleh : Hary Purnama
BAB I TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian Manajemen Pengetahuan atau Knowledge Management (KM)
BAB I TINJAUAN PUSTAKA 1. 1. Penelitian Terkait Penelitian Manajemen Pengetahuan atau Knowledge Management (KM) telah banyak dilakukan sebelumnya. Beberapa penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai
Dari e-learning Menuju e-knowledge
Dari e-learning Menuju e-knowledge Atik Dwi Utami Magister Chief Information Officer Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Ditjen. Perbendaharaan Departemen Keuangan RI [email protected],
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kerangka Teori 2.1.1 Pengertian Knowledge Secara umum, terdapat dua jenis pengetahuan yaitu pengetahuan tacit dan pengetahuan eksplisit. Pengetahuan tacit adalah pengetahuan
01/10/2010. Pertemuan 1. Process. People. Technology
Pertemuan 1 Manajemen pengetahuan organisasi (bukan individu) untuk menciptakan nilai bisnis (business value) dan menghasilkan keunggulan daya saing (competitive advantage) People Process Technology 1
21/09/2011. Pertemuan 1
Pertemuan 1 Manajemen pengetahuan organisasi j p g g (bukan individu) untuk menciptakan nilai bisnis (business value) dan menghasilkan keunggulan daya saing (competitive advantage) 1 People Process Technology
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Laurence (Tiwana: 2002) knowledge didefinisikan sebagai berikut :
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 1 Knowledge Knowledge bukan hanya pengetahuan, menurut Thomas Davenport dan Laurence (Tiwana: 2002) knowledge didefinisikan sebagai berikut : "Knowledge merupakan campuran dari
KNOWLEDGE MANAGEMENT. Implementasi Knowledge Management. Rani Puspita D, M.Kom
KNOWLEDGE MANAGEMENT Implementasi Knowledge Management Rani Puspita D, M.Kom Tujuan Pembelajaran Memahami bagaimana cara penerapan atau implementasi knowledge management terhadap perusahaan atau organisasi.
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Definisi Data, Informasi Dan Knowledge Management Organisasi harus memiliki sistem pengelolaan pengetahuan yang baik untuk menghasilkan knowledge yang berkualitas dan berguna
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Era globalisasi ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat serta ditunjang inovasi di berbagai bidang kehidupan. Setelah era efisiensi
MODEL PENERAPAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM UNTUK PENYUSUNAN TUGAS AKHIR BERBASIS TEKNOLOGI MOBILE MENGGUNAKAN J2ME (STUDI KASUS STMIK SUBANG)
MODEL PENERAPAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM UNTUK PENYUSUNAN TUGAS AKHIR BERBASIS TEKNOLOGI MOBILE MENGGUNAKAN J2ME (STUDI KASUS STMIK SUBANG) Andreas Eko Wijaya Program Studi Teknik Informatika, STMIK
Arsitektur Knowledge Management
Arsitektur Knowledge Management Aloysius Airlangga Bajuadji, S.Kom, M.Eng Tujuan & Definisi Arsitektur KM Tujuan penyusunan arsitektur KM adalah untuk menyediakan kerangka dan landasan bagi pengembangan
STRATEGI & PENGUKURAN MANAJEMEN PENGETAHUAN
STRATEGI & PENGUKURAN MANAJEMEN PENGETAHUAN PENDAHULUAN Strategi KM dan kerangka kerja pengukuran sebagai tambahan siklus KM Terintegrasi Strategi KM terkait dengan business objective organisasi keseluruhan
Bab III Analisis Faktor Knowledge Management
Bab III Analisis Faktor Knowledge Management Bab III menjelaskan tahapan analisis faktor-faktor berpengaruh pada KM, yang ditujukan untuk mengidentifikasi komponen pembangun KMS sebagai landasan berpikir
Prototip dan Penyebaran CKO dan struktur penghargaan
Prototip dan Penyebaran CKO dan struktur penghargaan Penyebaran Sistem (System Deployment) Penyebaran penggunaan sistem adalah suatu pengalaman belajar. Sistem yang disebarkan belum tentu langsung dimengerti
BAB II LANDASAN TEORI. yaitu Balanced Scorecard untuk Pengukuran Performansi Knowledge
- 9 - BAB II LANDASAN TEORI Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai seluruh dasar teori yang akan berkaitan dengan kegiatan Tugas Akhir. Dasar teori yang ada akan menjadi acuan untuk melanjutkan analisis
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Mulia Group didirikan pada tahun 1965 oleh keluarga Joko S. Tjandra. Pada
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mulia Group didirikan pada tahun 1965 oleh keluarga Joko S. Tjandra. Pada awalnya perusahaan ini bergerak dalam bidang perdagangan dan industri. Seiring dengan berjalannya
Taryana Suryana. M.Kom
Knowledge Management Taryana Suryana. M.Kom [email protected] http://kuliahonline.unikom.ac.id 1 Pendahuluan Knowledege dapat didefinisikan sebagai pemahaman terhadap sesuatu melalui proses atau pengalaman
BAB II LANDASAN TEORI
5 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Knowledge Management System Pada point ini membahas mengenai landasan teori knowledge management system yang akan digunakan sebagai acuan dalam pembuatan penulisan ini. 2.1.1.
BAB I PENDAHULUAN. membantu memenuhi kebutuhan informasi seluruh karyawan perusahaan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sekarang ini perkembangan teknologi informasi (IT) telah berkembang dengan pesat, dengan banyak membawa perubahan-perubahan besar yang berpengaruh pada dunia bisnis.
BAB I PENDAHULUAN. terjadi dengan sangat cepat. Di masa krisis yang melanda seperti saat ini, banyak
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam era globalisasi ini terjadi dengan sangat cepat. Di masa krisis yang melanda seperti saat ini, banyak pihak
Dunamis Program Overview The Importance of Knowledge Transfer
Dunamis Program Overview The Importance of Knowledge Transfer Dunamis Organization Services Berdiri sejak tahun 1991, Dunamis merupakan mitra berlisensi dari FranklinCovey - sebuah organisasi global yang
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengetahuan Data, Informasi, dan Pengetahuan
6 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengetahuan 2.1.1 Data, Informasi, dan Pengetahuan Menurut Bergeron dalam Sangkala (2007) data adalah bilangan, terkait dengan angka-angka atau atribut-atribut yang bersifat
BAB 2 LANDASAN TEORI
11 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Kerangka Teori 2.1.1 Pengertian Knowledge Knowledge atau pengetahuan sendiri adalah informasi yang mengubah sesuatu atau seseorang, sehingga Knowledge yang ada menjadi sebuah
ANALISA STRATEGIS SI/TI: MENILAI DAN MEMAHAMI KONDISI SAAT INI. Titien S. Sukamto
ANALISA STRATEGIS SI/TI: MENILAI DAN MEMAHAMI KONDISI SAAT INI Titien S. Sukamto Pengantar Dalam proses mencapai keselarasan dan dampaknya, diperlukan adanya pemahaman akan lingkungan bisnis dan teknologi,
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Pengetahuan Manajemen pengetahuan berfungsi mewujudkan bagaimana suatu organisasi dapat meningkatkan sumber daya informasi serta pengetahuannya dengan mencari, mengingat
BAB I PENDAHULUAN. terus belajar (learning organization) yang mampu bertahan dan memenangkan
-1- BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi yang ditunjang oleh perkembangan teknologi yang pesat, inovasi tiada henti, dan perkembangan pengetahuan menuntut perusahaanperusahaan bersaing
KNOWLEDGE MANAGEMENT DALAM ORGANISASI BISNIS. Tugas Mata Kuliah. Teori Organisasi dan Manajemen Pengetahuan. Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc(CS) Oleh:
KNOWLEDGE MANAGEMENT DALAM ORGANISASI BISNIS Tugas Mata Kuliah Teori Organisasi dan Manajemen Pengetahuan Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc(CS) Oleh: Armiastho Adi Saputro P056100132.35E MAGISTER MANAJEMEN
Knowledge Management Tools
Knowledge Management Tools Ada beberapa faktor yang dapat memotivasi sebuah organisasi untuk membentuk manajemen formal dan pengetahuan sistematis, termasuk keinginan atau kebutuhan untuk : i. mendapatkan
17/12/2011. Manajemen Pengetahuan. tidak selalu penting Apa yang penting tidak selalu bisa diukur
Strategi t & Pengukuran Manajemen Pengetahuan Apa yang bisa diukur Apa yang bisa diukur tidak selalu penting Apa yang penting tidak selalu bisa diukur 1 Strategi KM dan kerangka kerja pengukuran sebagai
Evolusi Vol. I No.1 September 2013
Evolusi Vol. I No.1 September 2013 KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM (KMS) DALAM MENINGKATKAN INOVASI LPPM PERGURUAN TINGGI Endang Retnoningsih Program Studi Manajemen Informatika Akademi Manajemen Informatika
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi 2.1.1 Pengertian Sistem 1. Sistem menurut O Brien (1997, p18), adalah sekumpulan komponen yang berhubungan dan bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu
BAB II LANDASAN TEORI. Bab ini akan menjelaskan tentang landasan teori yang menjadi dasar dalam pelaksanaan kegiatan tugas akhir.
BAB II LANDASAN TEORI Bab ini akan menjelaskan tentang landasan teori yang menjadi dasar dalam pelaksanaan kegiatan tugas akhir. 2.1 Knowledge Knowledge adalah informasi yang mengubah sesuatu atau seseorang,
MODEL KNOWLEDGE MANAGEMENT DI PERGURUAN TINGGI
MODEL KNOWLEDGE MANAGEMENT DI PERGURUAN TINGGI Dyah Budiastuti Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Komunikasi, BINUS University Jln. K.H. Syahdan No. 9, Palmerah, Jakarta Barat 11480 [email protected];
BAB 1 PENDAHULUAN. Penerapan Knowledge Management (KM) di perusahaan sudah menjadi suatu
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penerapan Knowledge Management (KM) di perusahaan sudah menjadi suatu kebutuhan mendasar pada saat ini. Kemampuan perusahaan mengelola knowledge yang ada merupakan
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Jumlah Mesin Bagian Online Produksi Key Facility
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Manufaktur merupakan suatu cabang industri yang mengaplikasikan mesin, peralatan, dan tenaga kerja dalam suatu medium proses untuk mengubah bahan mentah menjadi barang
Sharing vision mempunyai penekanan membangun dan mengasah kemampuan. analisis setiap individu. Oleh karena itu, data dan informasi kondisi perusahaan
18 2. Mengadakan sharing vision secara periodik Sharing vision mempunyai penekanan membangun dan mengasah kemampuan analisis setiap individu. Oleh karena itu, data dan informasi kondisi perusahaan yang
Perancangan Knowledge Management Penyedia Jasa Layanan Internet (Studi Kasus PT. XYZ)
Jatisi, Vol. 2 No. 2 Maret 2016 141 Perancangan Knowledge Management Penyedia Jasa Layanan Internet (Studi Kasus PT. XYZ) Anggoro Aryo P. Jl. Rajawali No.14 Palembang Sumatera Selatan Indonesia, Jurusan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
1 BAB I PENDAHULUAN Pada Bab I ini secara umum berisi tentang paparan latar belakang diadakannya penelitian ini, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian dan sistematika
Knowledge Management Solution untuk Divisi Operasional: Studi Kasus PT. XYZ
Knowledge Management Solution untuk Divisi Operasional: Studi Kasus PT. XYZ Dimas Setiawan 1, Dana Indra Sensuse 2 1,2 Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia Kampus UI Depok Indonesia 1 [email protected]
MODEL PENILAIAN KAPABILITAS PROSES OPTIMASI RESIKO TI BERDASARKAN COBIT 5
MODEL PENILAIAN KAPABILITAS PROSES OPTIMASI RESIKO TI BERDASARKAN COBIT 5 Rahmi Eka Putri Program Studi Sistem Komputer Fakultas Teknologi Informasi Universitas Andalas e-mail : [email protected] Abstrak
Kata kunci : Sistem Manajemen Pengetahuan, Prototipe, Kolaborasi.
ABSTRAK Ketatnya persaingan bisnis belakangan ini, mendorong perusahaan untuk selalu bekerja keras sebagai usaha dalam menyesuaikan terhadap perubahan bisnis yang ada. Salah satu cara agar dapat bertahan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kerangka Teori 2.1.1 Jenis Knowledge Terdapat dua jenis knowledge yang terdapat pada perusahaan, yaitu tacit knowledge dan explicit knowledge. Tacit knowledge adalah knowledge
BAB III ANALISIS III.1 Interaksi Sosial sebagai Dasar Knowledge Management
BAB III ANALISIS Pada bab ini dipaparkan analisis yang dilakukan terhadap pengetahuan dan pemahaman dasar mengenai proses KM. Analisis yang dilakukan adalah terkait dengan pemahaman bahwa KM didasari oleh
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah PT United Tractors,Tbk perwakilan Bandung merupakan distributor peralatan berat terbesar dan terkemuka di Indonesia, menyediakan produk-produk dari merek ternama
KNOWLEDGE MANAGEMENT. Model Knowledge Management. Pertemuan 3
KNOWLEDGE MANAGEMENT Pertemuan 3 : Model Knowledge Management Pertemuan 3 Rani Puspita D, M.Kom Tujuan Pembelajaran Model KM Memahami kunci utama model teoritis knowledge management yang digunakan saat
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Dasar Knowledge Management 2.1.1 Pengertian data, informasi, knowledge dan wisdom Sebelum munculnya manajemen pengetahuan (Knowledge Management) perbedaan antara data, informasi,
BAB I PENDAHULUAN. Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) merupakan sebuah. knowledge dalam organisasi atau perusahaan, sehingga knowledge dapat
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi yang terjadi saat ini, mendorong terciptanya kebutuhan penerapan teknologi baru di organisasi dan perusahaan. Teknologi informasi merupakan
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Universitas Telkom (disingkat Tel-U) merupakan penggabungan dari empat institusi yang berada di bawah badan penyelenggara Telkom Foundation (TF), yaitu Telkom Engineering
KNOWLEDGE MANAGEMENT. Perangkat Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management Tools) Rani Puspita D, M.Kom
KNOWLEDGE MANAGEMENT Perangkat Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management Tools) Rani Puspita D, M.Kom Tujuan Pembelajaran Agar mahasiswa mengerti perangkat manajemen pengetahuan apa saja yang dapat diterapkan
ANALISIS DAN DESAIN APLIKASI WEB INTRANET SEBAGAI SARANA IMPLEMENTASI KNOWLEDGE MANAGEMENT PADA PERWAKILAN BPKP PROVINSI JAWA TIMUR
ANALISIS DAN DESAIN APLIKASI WEB INTRANET SEBAGAI SARANA IMPLEMENTASI KNOWLEDGE MANAGEMENT PADA PERWAKILAN BPKP PROVINSI JAWA TIMUR Anis Hidayah dan Fajar Baskoro Manajemen Teknologi Informasi Program
MODEL KNOWLEDGE MANAGEMENT PADA PERUSAHAAN DISTRIBUTOR DAN CONSUMER PRODUCT DI PT. BINA SAN PRIMA
MODEL KNOWLEDGE MANAGEMENT PADA PERUSAHAAN DISTRIBUTOR DAN CONSUMER PRODUCT DI PT. BINA SAN PRIMA Asep Id Hadiana 1, Estiko Rijanto 2, Mira Kania Sabariah 3 UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA 1 [email protected]
PERANGKAT MANAJEMEN PENGETAHUAN
PERANGKAT MANAJEMEN PENGETAHUAN Pertemuan 8 PENDAHULUAN Teknologi digunakan untuk memfasilitasi komunikasi, kolaborasi, dan manajemen konten untuk penangkapan, berbagi, penyebaran, dan aplikasi pengetahuan
KNOWLEDGE MANAGEMENT. Siklus Knowledge Management. Pertemuan 2
KNOWLEDGE MANAGEMENT Pertemuan 2 : Siklus Knowledge Management Pertemuan 2 Rani Puspita D, M.Kom KM yang efektif mensyaratkan organisasi untuk mengidentifikasi, menghasilkan, memperoleh, menyebar dan menangkap
BAB I PENDAHULUAN. Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) merupakan sebuah. knowledge dalam organisasi atau perusahaan, sehingga knowledge dapat
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi yang terjadi saat ini, mendorong terciptanya kebutuhan penerapan teknologi baru di organisasi dan perusahaan. Teknologi informasi merupakan
Toolkit. Membangun Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi. Ismail Fahmi
Toolkit Membangun Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi Ismail Fahmi {[email protected]} Knowledge Management Research Group ITB Library Expo 2002, JCC, Jakarta Agenda Perpustakaan dan TI Road Map Kunci
PERANCANGAN MODEL SISTEM KNOWLEDGE MANAGEMENT PADA LEMBAGA PERGURUAN TINGGI
PERANCANGAN MODEL SISTEM KNOWLEDGE MANAGEMENT PADA LEMBAGA PERGURUAN TINGGI Fahrul Nurzaman Teknik Informatika Universitas Persada Indonesia Y.A.I Jl. Salemba Raya 7/9A Jakarta Pusat email : [email protected]
Pengembangan Sistem Informasi Secara Outsourcing dan Insourcing
Pengembangan Sistem Informasi Secara Outsourcing dan Insourcing Pengembangan sistem informasi di suatu organisasi diperlukan dalam rangka mencapai keungulan kompetitifnya. Melihat persaingan yang begitu
USABILITY KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS WEB PADA PT. MEGA KONSTRUKSI NEW PONTIANAK
Konferensi Nasional Ilmu Sosial & Teknologi (KNiST) Maret 2016, pp. 437~445 437 USABILITY KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS WEB PADA PT. MEGA KONSTRUKSI NEW PONTIANAK Windi Irmayani Komputerisasi Akuntansi,
Bab IV Perancangan Arsitektur Knowledge Management System
Bab IV Perancangan Arsitektur Knowledge Management System Penulisan bab IV ini ditujukan untuk menjelaskan tahapan perancangan arsitektur KMS melalui studi kasus serta menjelaskan tahapan perumusan strategi
Evaluasi Kurikulum Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia FTI UII Yogyakarta
Evaluasi Kurikulum Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia FTI UII Yogyakarta Sejarah Kurikulum Prodi Teknik Informatika Hingga saat ini, Program Studi Teknik Informatika
Penerapan Knowledge Management System Berbasis Website CMS pada Divisi Produksi CV. Indotai Pratama Jaya
Penerapan Knowledge Management System Berbasis Website CMS pada Divisi Produksi CV. Indotai Pratama Jaya Tanti Kristanti, Niko Pamela Jurusan S1 Sistem Informasi Falkutas Teknologi Informasi Universitas
BAB I Pendahuluan. Latar Belakang. Kondisi Operasi Pabrik PT Pupuk Kaltim
BAB I Pendahuluan I.1 Latar Belakang Era globalisasi ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat tersebut maka setiap perusahaan
ENTERPRISE RESOURCE PLANNING
ENTERPRISE RESOURCE PLANNING 02- Pemetaan Proses & Siklus ERP PENGELOLAAN PROYEK ERP Lingkungan struktur organisasi dalam implementasi ERP bisa disesuaikan dengan kebutuhan, karena struktur organisasi
PENERAPAN KNOWLEDGE MANAGEMENT PADA PERGURUAN TINGGI (STUDI KASUS AMIK BSI PURWOKERTO)
Penerapan Management pada Perguruan Tinggi PENERAPAN KNOWLEDGE MANAGEMENT PADA PERGURUAN TINGGI (STUDI KASUS AMIK BSI PURWOKERTO) Endang Retnoningsih, Diyah Putri Utami AMIK BSI Tegal Jl. Sipelem No.22
MENUJU TATA KELOLA TIK YANG LEBIH BAIK Sekilas Cetak Biru TIK Kementerian PUPR Oleh: Masagus Z. Rasyidi (Kepala Subbidang Layanan TI, PUSDATIN)
MENUJU TATA KELOLA TIK YANG LEBIH BAIK Sekilas Cetak Biru TIK Kementerian PUPR Oleh: Masagus Z. Rasyidi (Kepala Subbidang Layanan TI, PUSDATIN) Kenapa Cetak Biru TIK Saat ini Teknologi Informasi dan Komunikasi
BAB I PENDAHULUAN. pada saat ini, persaingan antar organisasi semakin ketat untuk memberikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perubahan perilaku konsumen di era globalisasi sekarang ini adalah salah satu dari sejumlah tantangan yang harus dihadapi oleh banyak organisasi atau perusahaan pada
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Sistem dan teknologi informasi sebagai aspek teknis dalam
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem dan teknologi informasi sebagai aspek teknis dalam pengembangan berbagai aplikasi dan mekanisme berbasis informasi memberikan new core competency dalam penerapannya
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sebagian besar perusahaan termasuk perusahaan konsultan kontruksi bertujuan untuk tumbuh dan sukses dalam bisnis mereka. Pertumbuhan adalah aspek penting
Bab I Pendahuluan. I.1 Latar Belakang
Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang Aktivitas kolaborasi memberikan dampak yang signifikan dalam usaha kolektif manusia. Aktivitas ini mendapatkan perhatian yang sangat besar dari sejumlah besar area
PENGEMBANGAN MODEL KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEMPADA BIRO UMUM DAN SUMBER DAYA MANUSIA YAYASAN PENDIDIKAN BUDI LUHUR
PENGEMBANGAN MODEL KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEMPADA BIRO UMUM DAN SUMBER DAYA MANUSIA YAYASAN PENDIDIKAN BUDI LUHUR Agus Umar Hamdani Program Studi Magister Ilmu Komputer, Program Pascasarjana Universitas
ANALISA DAN DESAIN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM KEUANGAN PADA PERWAKILAN BPK RI DI KENDARI
ANALISA DAN DESAIN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM KEUANGAN PADA PERWAKILAN BPK RI DI KENDARI Veronika Dewi Puspitayani dan Aris Tjahyanto Program Magister Manajemen Teknologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Penerapan Knowledge Management Pada Organisasi/
Penerapan Knowledge Management Pada Organisasi Oleh : Bambang Setiarso Nazir Harjanto Triyono Hendro Subagyo Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2009 Hak Cipta 2009 pada penulis, Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Project Integration Management. Binsar Parulian Nababan Sutrisno Diphda Antaresada Adrian Kosasih
Project Integration Management Binsar Parulian Nababan 201381156 Sutrisno 201381129 Diphda Antaresada 201581294 Adrian Kosasih 201581301 Kunci Sukses Proyek Keseluruhan: Manajemen Integrasi Proyek yang
TUGAS INDIVIDU MATA KULIAH TEORI ORGANISASI DAN MANAJEMEN PENGETAHUAN (TOMP) KNOWLEDGE SHARING PENERAPAN KNOWLEDGE MANAGEMENT DALAM PERPUSTAKAAN
TUGAS INDIVIDU MATA KULIAH TEORI ORGANISASI DAN MANAJEMEN PENGETAHUAN (TOMP) KNOWLEDGE SHARING PENERAPAN KNOWLEDGE MANAGEMENT DALAM PERPUSTAKAAN Dosen : Dr. Ir. Arif Imam Suroso M.Sc Oleh : RINJANI YUSNI
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Defenisi Data, Informasi, dan Knowledge Management 2.1.1 Data Menurut Bergeron (2003), yang dimaksud dengan data adalah bilangan, terkait dengan angka-angka atau atribut-atribut
KURIKULUM 2015 PRODI SISTEM INFORMASI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
KURIKULUM 2015 PRODI SISTEM INFORMASI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA Program Learning Outcomes (PLO) PLO PLO 0.1 PLO 0.2 PLO 0.3 PLO 1 PLO 2 PLO 3 PLO
TEORI ORGAISASI DAN MANAJEMEN PENGETAHUAN KNOWLADGE MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR OTOMOTIF. Dosen : Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc
Tugas : Individu Tgl Penyerahan: 21 Maret 2011 TEORI ORGAISASI DAN MANAJEMEN PENGETAHUAN KNOWLADGE MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR OTOMOTIF Dosen : Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc Oleh : Cepryana Sathalica
KNOWLEDGE MANAGEMENT. Penerapan Pengetahuan (Application of Knowledge) Rani Puspita D, M.Kom
KNOWLEDGE MANAGEMENT Penerapan Pengetahuan (Application of Knowledge) Rani Puspita D, M.Kom Tujuan Pembelajaran Penggunaan kembali (reuse) pengetahuan untuk efisiensi perusahaan. Membuat suatu inovasi
Pengelolaan Proyek Sistem Informasi Manajemen Ruang Lingkup Proyek. Sistem Informasi Bisnis Pertemuan 2-3
Pengelolaan Proyek Sistem Informasi Manajemen Ruang Lingkup Proyek Sistem Informasi Bisnis Pertemuan 2-3 Gambaran Klasik Kegagalan Manajemen Proyek SI Definisi Ruang Lingkup Proyek adalah acuan semua pekerjaan
BAB I BAB I PENDAHULUAN
1 BAB I BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ketatnya persaingan bisnis dan semakin majunya teknologi informasi saat ini menuntut para manajemen perusahaan untuk mengambil langkah-langkah cerdas dan strategis
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Definisi Rekayasa Ulang Proses Bisnis Definisi rekayasa ulang menurut Hammer & Champy (1993) adalah pemikiran ulang secara fundamental dan perancangan ulang secara radikal atas
BAB III METODOLOGI. proses penyusunan perencanaan strategi, terdapat beberapa komponen yang perlu. diperhatikan. Komponen-komponen tersebut adalah :
19 BAB III METODOLOGI 3.1. Komponen Sebuah Perencanaan Penyusunan sebuah perencanaan terdiri atas beberapa komponen. Pada proses penyusunan perencanaan strategi, terdapat beberapa komponen yang perlu diperhatikan.
Bab I Pendahuluan. I.1 Latar Belakang
Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang Knowledge adalah informasi yang telah disusun agar mudah dimengerti dan berguna untuk pemecahan masalah dan dapat digunakan untuk bahan mengambil keputusan (Liebowitz
